Arsip Tag: Wayan Darmawa

Disparekraf NTT Siap Lakukan Peningkatan Fasilitas Kampung Seni Flobamorata

NTT AKTUAL. KUPANG. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (Disparekraf Provinsi NTT) siap untuk meningkatkan kualitas dan juga fasilitas kampung seni Flobamorata (eks gua monyet) yang ada di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Provinsi NTT.

Saat di konfirmasi melalui seluler, Rabu (21/07/2021) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, mengatakan pengembangan destinasi kampung seni Flobamorata yang direncanakan meliputi peningkatan kualitas akses jalan di kawasan kampung seni Flobamorata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL.

“Ada juga peningkatan kualitas mitigasi bencana atau pengadaan peralatan untuk penanganan kebencanaan,” ujar Wayan Dermawa.

Selain itu ada peningkatan kualitas-kualitas penting lainnya untuk lebih dapat memenuhi aspek 5 A di Kampung Seni Flobamorata, tambahnya.

Peningkatan kualitas fisik  kampung seni Flobamorata ini dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), jelas Wayan Dermawa.

Dirinya mengharapkan dengang adanya pengembangan ini dapat meningkatkan fasilitas pendukung kampung seni Flobamorata yang merupakan salah satu destinasi yang di kelola Disparekraf Provinsi NTT, hingga pada akhirnya diharapkan dapat memperbanyak jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi NTT.

Dirinya juga berharap kedepan di saat pandemi sudah pulih nantinya ada dukungan-dukungan positif lain dari berbagai pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata di NTT, pungkasnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kadis Parekraf Wayan Darmawa Paparkan Langkah Strategis Majukan Pariwisata NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, memaparkan langkah-langkah strategis Disparekraf NTT dalam memajukan sektor Pariwisata di NTT.

Kadis Parekraf Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, kepada NTT AKTUAL saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/07/2021) mengatakan sesuai dengan kebijakan pembangunan pariwisata yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTT Tahun 2018 – 2023 yaitu salah satunya menjadikan NTT sebagai destinasi unggulan dan salah satu pintu gerbang pariwisata di Indonesia.

“Oleh sebab itu sebagai langkah dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama (prime mover) pembangunan ekonomi maka pembangunan pariwisata dilakukan secara inklusif artinya melibatkan stakeholder terkait, serta yang kedua adalah mengedepankan sumber daya setempat sebagai bagian penting dalam pembangunan pariwisata NTT. Selain itu dalam pembangunan pariwisata NTT juga seperti yang diketahui NTT memiliki atraksi wisata sangat banyak, jadi kita mengidentifikasi 1.378 destinasi wisata maka pembangunan pariwisata yang dilakukan bagaimana semua destinasi ini dapat terintegrasi atau terpadu dalam Ring of Beauty, yang dimaksudkan dalam hal ini adalah destinasi wisata yang satu dengan destinasi wisata yang lain bisa saling mendukung untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik pariwisata NTT itu sendiri,” ujar Kadis Parekraf.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, saat ditemui NTT AKTUAL diruang kerjanya, Senin (5/07/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL.

Guna mewujudkan pembangunan pariwisata secara inklusif dan juga yang mengedepankan sumber daya setempat, Disparekraf NTT membangun pariwisata dengan pendekatan ekosistem pariwisata yakni pariwisata dibangun oleh lintas perangkat daerah, lintas pelaku pariwisata, stakeholder dan juga harus didukung dengan sumber daya yang ada sebagai upaya meningkatkan pemenuhan rantai pasok dan rantai nilai dari kepariwisataan yang ada, jelasnya.

Pada kesempatan ini dirinya juga menuturkan dalam rangka meningkatkan daya saing kepariwisataan NTT telah ditetapkan empat prioritas pembangunan kepariwisataan NTT yaitu yang pertama pembangunan destinasi pariwisata, kedua adalah pengembangan akomodasi, ketiga peningkatan amenitas dan keempat yaitu peningkatan kualitas aksesibilitas.

Dirinya mengharapkan dengan langkah-langkah strategis ini nantinya pariwisata dapat menjadi penggerak utama ekonomi dan memutuskan rantai kemiskinan yang ada di Provinsi NTT, tutup Kadis Parekraf. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata