Arsip Tag: Walikota Kupang

Wali Kota Kupang Pantau Langsung KBM Tatap Muka di Sekolah

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH memantau langsung pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas di dua sekolah di Kota Kupang, Senin (20/9/2021).

Dalam kunjungan tersebut Wali Kota melihat langsung kesiapan sekolah yang telah dinyatakan memenuhi syarat, berdasarkan penilaian tim penilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang direkomendasikan siap menjalankan proses pembelajaran tatap muka terbatas. Wali Kota juga berkesempatan menyapa langsung para guru dan siswa di dua sekolah tersebut.

Sekolah pertama yang dikunjungi adalah SD Kristen Hosana Agape di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama. Sekolah tersebut sudah menjalankan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas sejak seminggu yang lalu. Kepada para siswa yang ditemui di ruang kelas mereka, Wali Kota berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan baik di sekolah maupun di rumah. Para siswa juga diimbau untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah seperti air dan sabun untuk mencuci tangan dan hand sanitizer. Mereka juga diminta untuk membawa bekal masing-masing yang disiapkan orang tua dari rumah dan tidak jajan sembarangan. Tak lupa layaknya orang tua, Wali Kota juga mengimbau kepada para siswa untuk tekun belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah secara baik agar kelak menjadi anak-anak yang pintar dan berprestasi.

Kepala Sekolah SD Kristen Hosana Agape, Dicky Fanggidae, S.Pd, saat menerima kunjungan Wali Kota memastikan kesiapan sekolahnya dalam menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas. Menurutnya SD Kristen Hosana Agape telah melakukan berbagai persiapan sebagaimana yang diprasyaratkan dalam menunjang pembelajaran tatap muka terbatas, mulai dari perlengkapan covid-19, pengawasan satgas covid-19 tingkat sekolah dan kesiapan guru yang mengisi proses belajar mengajar.

Usai memantau di SD Kristen Hosana, Wali Kota melanjutkan kunjungan ke SMP 15 Kelurahan Manulai 2 Kecamatan Alak. Bersama Kepala Sekolah Yusak S. Olla,S.Pd, Wali Kota menyambangi sejumlah ruang kelas yang sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas. Dari dialog dengan sejumlah siswa diketahui sebagian besar siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah sudah divaksin covid 19. Beberapa siswa belum bisa divaksin karena sedang sakit.

Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, yang turut mendampingi Wali Kota dalam kunjungan tersebut menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang terhadap daftar periksa satuan pendidikan (SD dan SMP) untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah dilakukan sebelumnya, direkomendasikan bahwa satuan pendidikan (sekolah) yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas adalah sebagai berikut; kelas yang menjadi prioritas pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah Jenjang SD/ MI (kelas I seluruhnya dan kelas V khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK), jenjang SMP/ MTs (kelas VII seluruhnya dan kelas VIII khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK). Ditambahkannya untuk tahap pertama akan mulai dilaksanakan paling lambat tanggal 20 September 2021. Selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. “Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021.

Dumul menambahkan untuk tahap kedua, jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs. Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs. Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita. Ditegaskannya bahwa peran satgas covid-19 Tingkat sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal yaitu antara lain; memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup, mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru, memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SD/ MI sebanyak 109 satuan pendidikan/ sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 30 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang

Turut hadir mendampingi Wali Kota dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang memantau pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas tersebut Kepala Bagian Protokol dan Komuikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP., M.Si dan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, M.Pd. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Implementasi SPBE di Kota Kupang, Wali Kota Luncurkan Aplikasi Nodan Mamo dan Si Imut

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., hadir dalam webinar implementasi SPBE di Kota Kupang, Jumat (17/9/2021). Dalam kesempatan tersebut Wali Kota juga meluncurkan Aplikasi Nodan Mamo yang digagas Dinas Kominfo Kota Kupang dan aplikasi Si Imut oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang.

Seminar turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si., Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si., Para Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kota Kupang dan Para Camat se-Kota Kupang serta para Analis SPBE yang merupakan akademisi dan ASN di Kota Kupang

Dalam pengantarnya, Sekda menjelaskan bahwa SPBE merupakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Sistem ini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan untuk memberikan layanan kepada Pengguna SPBE. Hal ini sesuai amanah Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Ditambahkannya, SPBE memberi peluang untuk mendorong dan mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka, partisipatif, inovatif, dan akuntabel, meningkatkan kolaborasi antar instansi pemerintah dalam melaksanakan urusan dan tugas pemerintahan untuk mencapai tujuan bersama, meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan publik kepada masyarakat luas, dan menekan tingkat penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk kolusi, korupsi, dan nepotisme melalui penerapan sistem pengawasan dan pengaduan masyarakat berbasis elektronik.

Menurutnya, revolusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memberikan peluang bagi pemerintah untuk melakukan inovasi pembangunan aparatur negara melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau E-Government, yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan TIK untuk memberikan layanan kepada instansi pemerintah, aparatur sipil negara, pelaku bisnis, masyarakat dan pihak-pihak lainnya.

Dalam sambutan, Wali Kota Kupang menyambut baik dan mengapresiasi adanya SPBE. Menurutnya harus benar-benar dilaksanakan dan berhasil sebagai perwujudan misi kota cerdas atau smart city di Kota Kupang. Untuk itu, ia mengharapkan Dinas Kominfo dapat berkolaborasi dengan ahli dan akademisi di bidang IT untuk mendapat masukan-masukan. Dalam seminar tersebut, Dinas Kominfo menggandeng pihak Stikom Uyelindo

“Saya harap masukan dari para analis dalam seminar ini dapat diterjemahkan dengan baik oleh Dinas terkait dalam hal ini dinas Kominfo, segera dikerjakan dan bila perlu langsung dibuat uptd beserta aturan-aturannya. Pemerintah pusat menargetkan waktu 3 tahun dalam proses implementasi akan tetapi saya harap kita bisa lebih cepat dari waktu tersebut,” tegas Wali Kota.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Ariantje Baun, SE, M.Si menjelaskan bahwa prioritas implementasi SPBE sesuai dokumen rencana induk akan dilaksanakan dalam kurun waktu 3 tahun, namun sesuai arahan kepala daerah maka harus dapat tercapai pada akhir tahun 2022 bahkan menurut Wali Kota akan lebih baik jika bisa dilaksanakan lebih cepat dalam tahun ini.

Beberapa prioritas SPBE yang akan dikerjakan antara lain :
1. Prioritas Implemenetasi SPBE Tahun 1 memiliki target umum birokrasi berorientasi TIK dan berkinerja tinggi dengan karakteristik integratif, dinamis, transparan dan pelayanan publik yang terpadu, efektif, responsif, adaptif, partisipatif dan mudah diakses oleh masyarakat.
2. Prioritas Implementasi SPBE tahun 2 memiliki target umum pemanfataan TIK yang efektif dan efisien dapat dicapai melalui integrasi infrastruktur, sistem aplikasi, keamanan informasi dan layanan TIK.
3. Prioritas Implementasi SPBE Tahun 3 memiliki target umum SDM yang sudah memiliki kepemimpinan dan kompetensi berbasis TIK dan tingkat literasi SPBE pada masyarakat telah memadai sehingga penyelenggaraan dan pemanfaatan layanan SPBE dapat berjalan normal.

Terkait 2 aplikasi yang diluncurkan Wali Kota antara lain Nodan Mamo yang merupakan layanan kesekretariatan yang terintegrasi dengan dinas Kominfo. Aplikasi diciptakan untuk membantu dalam pengarsipan dokumen, sistem evaluasi yang masih manual serta kesulitan dalam tata kelola aset pemkot. Sedangkan aplikasi Si Imut oleh BKPPD yang terintegrasi dengan aplikasi Nodan Mamo digunakan pada bidang Mutasi untuk mengelola kenaikan pangkat ASN Pemkot Kupang. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Oesapa Barat Bakal Jadi Ikon Pariwisata Baru di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kelurahan Oesapa Barat, khususnya kawasan sekitar hutan mangrove dan muara bakal menjadi ikon pariwisata baru di Kota Kupang. Demikian disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH saat menghadiri ground breaking atau peletakan batu pertama dan sosialisasi kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh Kota Kupang kawasan Oesapa, di lokasi pembangunan, Kelurahan Oesapa Barat, Jumat (17/9/2021). Proyek bantuan dari Kementerian PUPR melalui program Kotaku ini diyakininya bakal mengubah wajah kawasan tersebut menjadi sebuah destinasi wisata modern seperti yang ada di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Wali Kota mengakui pembangunan ini merupakan hasil dari perjuangan sejak beberapa tahun lalu. Berkat dukungan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT dan jajarannya upaya Pemkot Kupang untuk menata Kota Kupang menjadi kota yang modern mulai terwujud. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, lampu jalan, drainase dan trotoar. Ditambahkannya selama beberapa tahun terakhir Kota Kupang mendapat perhatian besar dari Presiden Jokowi melalui Kementerian PUPR. Sejumlah besar dana direktif Presiden ditujukan untuk pembangunan dan penataan Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada warga Oesapa Barat, para pemilik lahan yang telah rela menghibahkan tanahnya untuk pembangunan tersebut. Dia optimis penataan ini tidak hanya melahirkan ikon pariwisata baru tetapi juga menciptakan peluang lapangan kerja baru bagi warga di sekitar lokasi, terutama bagi warga yang telah menghibahkan tanahnya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Herman Tobo, ST, M.Si menyampaikan pemilihan kawasan Oesapa sebagai kawasan prioritas berkaitan erat dengan konsep penataan ruang Kota Kupang sebagai Water Front City dan pembangunan infrastruktur 4 permukiman untuk menunjang Kawasan Oesapa sebagai Kawasan Strategis Ekonomi dan Pariwisata. Adapun luasan kumuh di kawasan Oesapa ini seluas 16,17 ha.

Pembangunan Skala Kawasan Oesapa Kota Kupang ini menurutnya bertujuan untuk menuntaskan permasalahan kumuh pada 7 indikator kumuh, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), meningkatkan kesempatan dan penyerapan tenaga kerja, mengembangkan livelihood di kawasan sekitar Oesapa Kota Kupang serta mengubah pola hidup dan perilaku masyarakat untuk menata permukiman menjadi lebih bersih, sehat dan lestari. Dia berharap ke depan Pemerintah Kota Kupang dapat mengelola dan memelihara hasil pembangunan Skala Kawasan Oesapa sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, SH yang menyambut Wali Kota menambahkan berkat program penataan kawasan yang sudah dimulai sejak tahun 2018 lalu, kawasan Oesapa Barat tersebut sudah mengalami banyak perubahan. Sebelumnya kawasan ini masih terhambat sejumlah masalah, diantaranya drainase, sampah, akses jalan yang rusak berat, banjir serta gelombang pasang air laut. Namun berkat kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan Kementerian PUPR perlahan wilayah ini menjadi lebih baik dan nyaman bagi warga. Banyak program dan bantuan yang diberikan di sana, bahkan di tengah pandemi covid 19, Kelurahan Oesapa Barat tetap mendapat perhatian.

Turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, SH, Kepala Bappeda Kota Kupang selaku Ketua Pokja PKP Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH, PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Wilayah I NTT, Team Leader Technical Management Construction Regional 5, Team Leader OSP Region 5 Program Kotaku Provinsi NTT, Koordinator Kota Wilayah I Program Kotaku Provinsi NTT, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa Barat, Lurah Oesapa, perwakilan dari PT Bumi Selatan Perkasa sebagai kontraktor pelaksana pekerjaan, serta warga pemilik lahan yang terdampak proyek skala kawasan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Penuhi Kebutuhan Oksigen, Wali Kota Serahkan Bantuan Perangkat Konsentrator Oksigen

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Rumah Tahanan (Rutan) Klas 2B Kupang dan 2 Puskesmas di Kota Kupang yakni, Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Bakunase menerima bantuan berupa mesin konsentrator oksigen dari Pemerintah Kota Kupang, Kamis (16/9/2021).

Penyerahan dilakukan oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., bersama anggota DPRD Kota Kupang, Djainudin Lonek, SH., MH., kepada Kepala Rutan Klas 2B Kupang, Muhammad Rizal Fuadi, A.Md.IP., SH., M.Si., dan para kepala Puskesmas.

Wali Kota Kupang menyampaikan dengan hadirnya mesin ini dapat bermanfaat bagi klinik di Rutan Klas 2B Kupang yang menerima 2 unit dan Puskesmas yang masing-masing menerima 1 unit alat konsentrator oksigen dalam membantu ketersediaan oksigen bagi pasien yang membutuhkan.

“Saya ingin dengan adanya mesin oksigen ini dapat berguna bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan bantuan oksigen, tapi harapan kami paling utama adalah kita selalu diberi kesehatan oleh Tuhan,” tutur Wali Kota.

Ucapan terima kasih disampaikan Kepala Rutan Klas 2B Kupang atas bantuan 2 unit mesin konsentrator oksigen tersebut. Menurutnya dengan hadirnya alat ini dapat membantu klinik yang berada dalam Rutan. Dengan demikian warga binaan yang mengalami keluhan terkait masalah pernapasan maupun kekurangan oksigen dapat terbantu dengan alat tersebut.

Perangkat konsentrator oksigen ini dapat bekerja dengan menyambungkannya ke stopkontak listrik. Cara kerja alat ini adalah menyaring udara di ruangan yang awalnya terdiri dari 80 persen nitrogen dan 20 persen oksigen. Lalu konsentrator oksigen menggunakan udara itu, kemudian menyaringnya dan diubah menjadi 90 hingga 95 persen oksigen murni. Nitrogen dipisahkan untuk memberi pasien dosis oksigen setinggi mungkin.

Alat konsentrator oksigen dilengkapi dengan panel untuk mengatur kadar oksigen yang dibutuhkan oleh pasien. Selanjutnya, pasien dapat menggunakan kanula hidung atau masker khusus yang terhubung pada alat tersebut. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Launching Galeri ATM Kontainer Bank NTT KCU Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang melaunching Galeri ATM Kontainer di Bank NTT Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang, Jl. Cak Doko, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (15/9/2021).

Galeri ATM yang dibangun dari kontainer bekas itu didesain secara unik, terletak persis di sisi barat Bank NTT KCU Kupang. Desain bagian dalam dan luarnya dicat menarik, serta dilengkapi pendingin ruangan. Lantainya dipasangi keramik, dibuatkan pintu dan jendela kaca transparan. Disisi atas kontainer, didesain menjadi sebuah tempat nongkrong bagi kaum muda dan bisa menjadi spot foto menarik. Ada lampu hias dan pagar pembatas agar siapapun aman dari kecelakaan. Akses ke atas menggunakan sebuah tangga di sisi timur kontainer. Ada tiga unit mesin ATM di dalamnya untuk melayani sejumlah nasabah yang mendatangi central ATM itu.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga menandai secara resmi diberlakukannya Smart Branch Bank NTT di KCU Kupang. Sebelumnya program ini sudah dilaunching oleh Gubernur NTT bertepatan dengan HUT Bank NTT ke-59 pada 17 Juli 2021 lalu dan mulai digunakan di Bank NTT Kantor Cabang Khusus. Smart Branch Bank adalah aktivitas pelayanan nasabah bertransakasi dengan menggunakan mesin SBS yang dapat diinisiasi, dilakukan sendiri oleh nasabah melalui interface nasabah di dalam Smart Bank. Mesin yang digunakan dalam sistem ini antara lain adalah Cash Recycle Machine (CRM), yang merupakan pengembangan dari mesin CDM (Cash Deposit Machine), di mana CDM hanya dapat melayani setoran tunai, sedangkan CRM dapat melakukan keduanya, yakni setor tunai dan tarik tunai, pembayaran, pembelian, transfer. Mesin lain yang digunakan sistem ini adalah Smart Teler System (STS), yang merupakan mesin yang akan melayani pembukaan rekening baru secara mandiri pada SMART BANK NTT, dengan melakukan verifikasi pada NIK nasabah/calon nasabah.

Wali Kota mengapresiasi terobosan yang sudah dibuat Bank NTT tersebut. Diakuinya ada begitu banyak perubahan dan langkah kreatif yang diambil oleh manajemen Bank NTT saat ini yang sudah turut menjaga bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang, terutama di tengah pandemi covid 19. “Masyarakat harus tau kontribusi Bank NTT terhadap pembangunan Kota Kupang,” tegasnya. Tidak hanya dalam pertumbuhan ekonomi tetapi juga dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Kupang menata kota menjadi lebih baik. Salah satu contoh nyata yang diungkapkannya adalah CSR Bank NTT di Bundaran Tirosa berupa air mancur yang sekaligus menjadi media iklan bagi Bank NTT. Bank NTT juga sudah membantu Pemkot Kupang dalam upaya melakukan percepatan vaksinasi. Saat ini pencapaian vaksinasi di Kota Kupang sudah mencapai 64 persen, diharapkan akhir September mendatang sudah mencapai 70 persen.

Menurutnya selain lewat pembagian deviden, Bank NTT juga kerap membantu Pemkot Kupang lewat berbagai program CSR-nya. Saat ini Pemkot Kupang sedang berupaya mengajukan permohonan untuk perubahan Peraturan Daerah terkait penambahan modal di Bank NTT. Dia berharap jika sudah ditetapkan, tambahan modal tersebut bisa membantu Bank NTT dalam memenuhi target modal inti yang disyaratkan OJK.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menanggapi semua pencapaian yang mereka peroleh saat ini tidak lepas dari dukungan Wali Kota dan para kepala daerah lainnya sebagai pemegang saham. Dia optimis dengan dukungan positif itu pihaknya akan mencapai modal inti yang diisyaratkan OJK untuk posisi 2020 yakni minimal Rp 2 triliun. Saat ini modal inti yang dimiliki Bank NTT senilai 1 triliun 940 miliar rupiah. Dukungan modal dari Pemkot Kupang hingga saat ini senilai Rp 97,5 miliar, dengan jumlah deviden yang sudah diberikan senilai Rp 142,6 miliar.

Kegiatan hari ini menurutnya merupakan langkah lanjutan dari launching pada 17 Juli 2021 lalu, untuk mewujudkan komitmen menuju super smart bank. “Penyesuaian dan adaptasi industri perbankan dengan dunia digitalisasi perlu terus kita lakukan,” tambahnya. Menurutnya dengan sistem ini layanan teller yang konvensional akan berkurang diganti dengan mesin. Layanan yang selama ini butuh waktu cukup lama kini bisa lebih singkat. Namun diakuinya dalam implementasi sistem ini mereka menemukan kendala, terutama soal syarat administrasi oleh para calon nasabah yang terhambat karena belum memiliki dokumen kependudukan. Bahkan beberapa kali pihaknya menemukan ada calon nasabah yang memiliki KTP “aspal”, dengan data ganda, sehingga tidak bisa diproses. Karena itu pihaknya siap bekerja sama dengan Pemkot Kupang untuk menertibkan masalah administrasi semacam itu.

Mengenai Galeri ATM Kontainer menurutnya jika pandemi sudah berakhir dan warga sudah bisa beraktivitas normal, pihaknya akan menggandeng Karang Taruna kelurahan setempat untuk menampilkan kreativitasnya di tempat tersebut. Pada malam hari tempat tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi warga setempat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menyampaikan salah satu upaya BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan melalui layanan ATM dan sistem pembayaran. Menurutnya dengan menggunakan sistem ini ada indikasi Bank NTT sudah mulai on the track. Dia berharap dalam dua tahun ke depan Bank NTT sudah menjadi bank devisa.

Wakil Kepala OJK Provinsi NTT, Setia Ariyanto menambahkan menurut penilaian OJK, Bank NTT makin sehat di tengah pandemi covid 19. Dia berharap Bank NTT makin melangkah lebih baik sehingga membuka peluang untuk fully digital dalam pelayanannya. Menurutnya dilihat dari kinerja keuangan Bank NTT secara umum cukup meningkat di tengah pandemi, terutama penyaluran kredit yang sangat tinggi melampaui pencapaian nasional. Perkreditan Bank NTT secara yoy di Bulan Juni 2021 mencapai 7,92 persen sementara secara nasional hanya 0,64 persen. Sementara secara year to date tahun 2021, perkreditan di Bank NTT mencapai 3,05 persen sementara pencapaian secara nasional hanya 1,84 persen. Dia berharap pertumbuhan kredit ini bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi di NTT.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola langoday, MM, Komisaris Independen Bank NTT, Samuel Djoh, para Direktur Bank NTT dan Kepala Divisi, Kepala Bank NTT KCU Kupang beserta jajarannya, Kasie Intel Kajari Kota Kupang serta rohaniwan. Turut mendampingi Wail Kota pada kesempatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally,SH,M.Si, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega,SH, Kepala Badan Keuangan Kota Kupang, Dra. Thruice Balina Oey, M.Si serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji,SSTP, M.Si. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Bank NTT Luncurkan Kantor Kedua Dengan Layanan Smart Branch, Wali Kota Kupang Mengaku Bangga

NTT AKTUAL. KUPANG. PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi NTT (Bank NTT) kini boleh berbangga. Rabu (15/9/2021) mereka meluncurkan kantor kedua dengan layanan smart branch yakni jenis layanan hybrid, atau perpaduan konvensional dengan digital. Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang yang terletak di Jl. Cak Doko, Kelurahan Oetete Kecamatan Oebobo Kota Kupang, resmi beroperasi, setelah seremoni penguntingan pita oleh Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore.

Dirut Bank NTT, Harry Alexanderx Riwu Kaho, saat menjelaskan ke Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore tentang layanan smart branch Bank NTT KCU Kupang, pada Rabu (15/9/2021) siang.

Hadir menyaksikan momentum penting itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Wakil Kepala OJK NTT, Setia Ariyanto, Plt Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, serta sejumlah mitra. Dari kalangan internal, hadir Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho, Komisaris Independen, Samuel Djoh Despasianus, serta sejumlah Kadiv yakni Kadiv Rencorsec Endri Wardono, Kadiv IT Bisnis, Salmun Randa Terru, Kadiv Treasury, Zet Lamu.

Pada momentum itu, Wali Kota Jefri juga menggunting pita pertanda diresmikannya central ATM yang terbuat dari kontainer yang terletak di sisi barat KCU. Dalam kunjungnnya ke dua lokasi pusat layanan dengan inovasi baru ini, para tamu undangan nampak terkagum-kagum. Mereka tak mampu menyembunyikan rasa bangga atas prestasi yang dilakukan oleh manajemen Bank NTT.

Usai menggunting pita, Wali Kota Kupang dan rombongan melihat-lihat fasilitas yang tersedia di central ATM. Juga hal yang sama pada layanan smart branch KCU. Di lantai satu KCU, Wali Kota nampak terkesima saat menyaksikan demonstrasi pegawai yang melayani seorang nasabah yang hendak menginisiasi kredit pada KIOSK. Hal yang sama juga pada layanan STS dan smart teller.

Dirut Alex saat itu menjelaskan bahwa jika sebelumnya mereka menyiagakan enam orang teller, maka dengan layanan terbaru ini, hanya ada dua teller dan setiap teller melayani tiga mesin. Nasabah cukup menggesek kartu ATM, lalu mengikuti proses selanjutnya, untuk layanan apa saja yang membutuhkan jasa Bank NTT. Ada satu teller konvensional, sebagai layanan transisi bagi warga yang membutuhkaan bukti-bukti administrasi dan sebagainya.
Sementara, dalam seremoni awal, dalam pertemuan yang sangat terbatas dan taat Prokes, Dirut Harry Alex Riwu Kaho menegaskan bahwa “Kegiatan pagi ini adalah langkah selanjutnya dari komitmen tanggal 17 Juli Lalu, untuk Bank NTT menuju super smart bank. Sehingga adaptasi menuju dunia digitalisasi, kita terus lakukan.

“Semua bisa tercapai karena dukungan yaang kuat dari pak Wali Kota, dan seluruh pemegang saham sehingga modal inti kita yang diwajibkan oleh OJK, yakni modal inti minimum Rp 2 T, kami optimis akan mencapainya,” ujar Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Lebih jauh menurut Alex, modal inti yang sudah terkumpul hingga hari ini tercatat sudah mencapai Rp 1, 940 Triliun dan masih ada beberapa Pemda lagi termasuk Pemkot Kupang yang belum menyetornya. “Karena itu kami menanti penyertaaan modalnya.”
Saat itu, Dirut Alex juga menjelaskan bahwa Bank NTT pun berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan untuk ekspansi dana PEN. “Dua kali kita dipercayakan dan sudah dua kali kita penuhi. Pertama Rp 1 M, kita ekspansi 200 %, yang kedua juga Juni kemarin kita dikasi Rp 100 M dan sudah ekspansi sebesar Rp 200 M. Dari dua siklus ini kita sudah memenuhi komitmen dengan Kemenkeu.” Sementara terkait kontainer ATM, dia menjelaskan bahwa didesain untuk nantinya bisa bersinergi dengan Pemkot Kupang untuk layanan smart city. Karena itu pihaknya terbuka dengan Pemkot Kupang untuk bekerjasama dalam layanan administrasi kependudukan.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutannya menegaskan bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan BI yakni mendorong sektor-sektor produktif yang resikonya rendah. Baik dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Kedua, yang dilakukan oleh BI, OJK, Bank NTT maupun lembaga non perbankan adalah memberikan Akses keuangan melalui TPAKD. Ketiga, BI mendorong berupa digitalisasi ekonomi dan keuangan.

“Kali ini kita dorong Bank NTT melakukan digitalisasi keuangaan, salah satunya melalui layanan ATM dan berbagai sistem pembayaran. Bank Indonesia menciptakan sistem ini sehingga digitalisasi ekonomi dan keuangan bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Triwulan kedua pertumbuhan ekonomi sudah 4,22, walau lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi secara nasional, yakni 7,07 tetapi ini memberikan indikasi yang cukup kuat bahwa kita sudah mulai on the track,”tegas Ariawan Atmaja.

Di samping menciptakan ekosistem sistem pembayaran, Bank Indonesia menurutnya sudah menyusun blue print sistem pembayaran. Termasuk QRIS menjadi bagian dari implementasi sistem pembayaran. Berikutnya, BI pun mendorong digitalisasi dan elektronifikasi sistem pembayaran di Pemda. Menurutnya ini penting karena PD akan meningkat setelah semua terdigitalisasi. Karena itu Bank Indonesia bekejasama dengan Bank NTT akan mendorong para bupati dan walikota di NTT untuk terus melakukan percepatan melalui digitalisasi.

Sementara itu Wakil Kepala OJK NTT, Setia Ariyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa OJK melihat, Bank NTT melangkah ke arah yang lebih baik. Sesuai statusnya yang sudah dinyatakan sebagai bank yang sehat tentu menjadikan Bank NTT menggunakan layanan digital dalam pelayanannya.

“Ini yang kami dorong dalam era pandemi seperti ini. Kami beri apresiasi kepada teman-teman di KCU uang sudah memiliki kantor yang bagus, sehingga nantinya berdampak pada pelayanan kepada masyarakat NTT,”tegasnya sembari menambahkan sentuhan-sentuhan seperti yang dilakukan oleh manajemen saat ini, dengan layanan smart branch, perlu didorong. Pihaknya berharap dengan peningkatan layanan transaksi di Bank NTT ini, akan mengurai antrian panjang serta dari sisi kualitas layanan, lebih maju.

Wali Kota Kupang Bangga Kinerja Direksi

Sementara itu Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore, dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa bangganya pada kinerja Direktur Utama Harry Alex Riwu Kaho dan manajemen. “Begitu banyak perubahan dan kreativitas yang dibuat oleh Bank NTT. Sekaligus membantu ekonomi di Kota Kupang. Sebagai pemimpin di kota ini kami merasakan betul bagaimana gejolak ekonomi di masa pandemi ini. Namun Bank NTT tetap berjuang luar biasa. Tadi bapak dari OJK mengatakan, kreditnya bertumbuh, itu prestasi yang luar biasa. Dari sisi prestasi, kreativitas, kami melihat pemimpin yang sekarang adalah orang yang memiliki visi luar biasa kedepan. Ini pemimpin-pemimpin yang kita cari untuk membangun Indonesia khususnya ekonomi di Provinsi NTT,” tegas Jefri.

Dia menambahkan “Saya berterimakasih kepada Pak Alex dan direksi yang lain karena secara luar biasa membantu kami di kota ini untuk membantu ekonomi. Bapak Nyoman juga berkolaborasi dengan kami sehingga inflasi di kota bisa terjaga baik. Saya kira ini langkah awal yang luar biasa, untuk ekonomi di sini bertumbuh secara baik. Saya atas nama Pemkot Kupang ucapkan banyak terimakasih kepada Bank NTT yang sudah cukup bayak membantu kami di kota ini.”

Masih dalam kesempatan itu, Wali Kota pun menjelaskan bahwa ketika masuk kota, ada banyak perubahan yang disumbang oleh Bank NTT. Salah satunya, air mancur Bundaran PU, itu adalah salah satu terobosan. Kami berterimakasih atas kepeduliannya terhadap kota ini,” tegas Wali Kota Jefri.

Masih dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa masyarakat harus tau bahwa kontrubusi Bank NTT terhadap Kota Kupang cukup banyak. Banyak keuntungan yang diperoleh Pemkot Kupang atas kerjasama dengan Bank NTT. Ada CSR, dan juga kemudahan lain bernilai puluhan miliar yang sudah diterima.

“Atas nama pribadi saya ucapkan banyak terimakasih atas kerjasama dan kreativitas-kreativitas yang dilakukan oleh pemimpin yang sekarang. Yakni bagaimana menggunakan dana sekecil-kecilnya untuk kesejahteraan masyarakat. Saya berterimakasih karena selama pandemi ini, Bank NTT juga terlibat dalam vaksinasi dalam berbagai tempat di kota ini. Hari ini persentase jumlah warga yang divaksin adalah 64 persen. Dibandingkan dengan NTT secara keseluruhan 18 persen. Kita terus berjuang baik lewat lembaga-lembaga lain, kita berterimakasih kepada TNI Polri, Kajari dan Kajati yang bayak membantu kita.” tutup Wali Kota Kupang. (***)

Wali Kota Kupang Perintahkan Lurah Segera Data Warga yang Belum Divaksin

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH memerintahkan para Lurah dan Camat se-Kota Kupang untuk segera mendata warga yang belum divaksin dalam satu dua hari ke depan. Arahan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan covid 19 di Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Senin (13/9/2021).

Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE,M.Si, para Asisten Sekda, segenap pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang beserta para camat dan lurah.

Wali Kota dalam arahannya mengatakan pemerintah akan menargetkan 10 ribu warga yang belum divaksin. Oleh karena itu data warga yang belum divaksin tiap-tiap kelurahan nantinya dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk kemudian diatur jadwal vaksinasinya di tiap kelurahan.

Wali Kota mengakui saat ini Pemkot Kupang memiliki persediaan vaksin astra zeneca yang harus segera dimanfaatkan. Untuk itu masing-masing kelurahan akan dijatah 250-300 warga untuk divaksin baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua. Jadwal vaksinasi akan dimulai sejak Rabu (15/9/2021) mendatang. Para lurah dan camat juga diminta untuk memberikan edukasi kepada warga bahwa vaksin aztra zaneca aman untuk digunakan.

Selain warga masyarakat umum, Wali Kota juga menegaskan kepada para pimpinan perangkat daerah untuk memastikan semua staf dan keluarganya sudah divaksin, dibuktikan dengan sertifikat vaksin. ”Akan ada sanksi bagi pegawai yang belum divaksin dan mereka tidak diperbolehkan masuk kantor,” tegasnya. Sementara bagi warga atau pegawai yang karena alasan kesehatan tidak dapat divaksin harus dibuktikan dengan keterangan dokter.

Wali Kota menambahkan evaluasi yang dibuat hari ini dimaksudkan untuk mengukur pencapaian vaksinasi yang akan memberikan dampak pada penilaian terhadap Pemkot Kupang dalam mendukung program vaksinasi. “Progres vaksinasi di Kota Kupang saat ini sudah mencapai 64 persen. Diharapkan hingga akhir September nanti sudah 70 persen dan secepatnya bisa mencapai herd immunity, sehingga warga bisa lebih leluasa beraktivitas termasuk dalam upaya peningkatan ekonomi,” tambahnya.

Meskipun sudah turun status, dari sebelumnya memberlakukan PPKM level 4 ke level 3, Wali Kota mengimbau seluruh warga Kota Kupang untuk tetap waspada, dengan mentaati protokol kesehatan serta mengikuti vaksinasi. Sementara itu vaksinasi untuk para pelajar, ia menambahkan akan diatur tersendiri di sekolah masing-masing.

Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, yang mendampingi langsung Wali Kota dalam rapat tersebut menegaskan kepada para lurah, camat dan pimpinan perangkat daerah untuk segera menindaklanjuti arahan Wali Kota tersebut. Menurutnya percepatan vaksinasi ini akan menjadi prioritas utama Pemkot Kupang dalam beberapa waktu ke depan.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati. Pihaknya sangat mengharapkan dukungan dari lurah dan camat terutama soal data target sasaran yang belum divaksin. Kadis Kesehatan juga minta secara khusus kepada para lurah yang dalam wilayah kerjanya memiliki pasar tradisional untuk mengatur jadwal untuk vaksinasi bagi para pedagang di pasar. Dia juga optimis jika progres vaksinasi sudah mencapai 80 persen, Kota Kupang sudah bisa pulih dan mencapai herd immunity. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Serahkan Bantuan HP Android Bagi 739 Siswa SD dan SMP

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bantuan HP android bagi 739 siswa SD dan SMP yang berasal dari panti asuhan dan keluarga tidak mampu. Penyerahan secara simbolis berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang kepada 12 orang perwakilan siswa dan disaksikan secara virtual oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, Kamis (02/9/2021). Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang juga melaunching program aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si beserta jajarannya, para kepala sekolah, pengelola panti asuhan serta orang tua penerima bantuan yang juga mengikuti secara virtual.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Kupang terutama Komisi IV serta semua stakeholder terkait yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ini. Diakuinya di tengah pandemi covid 19 yang masih terus mengancam, saat para siswa diwajibkan belajar secara daring dari rumah, keberadaan android menjadi penting bagi kelanjutan pendidikan anak-anak.

Walikota mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang sudah memikirkan terobosan ini. Mantan Anggota DPR RI itu menyadari karena keterbatasan anggaran tidak semua siswa bisa memperoleh bantuan hp android ini. Untuk itu Wali Kota mempercayakan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatur penyaluran bantuan ini benar-benar kepada anak yang membutuhkan. Dinas Pendidikan juga diminta untuk mengkaji program pemberian pulsa bagi siswa serta pemasangan wi-fi gratis di sejumlah lokasi, agar bisa diakses anak-anak dari keluarga tidak mampu saat hendak mengikuti pembelajaran secara daring. “Mudah-mudahan perhatian kecil Pemkot Kupang ini, bisa banyak membantu anak-anak dalam mengikuti proses belajar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Kupang juga melaunching aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS. Menurutnya aplikasi ini akan sangat membantu program kerja di Dinas Pendidikan, terutama pengelolaan administrasi dana BOS yang selama ini menjadi kendala terutama dalam penentuan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kedua aplikasi ini diyakininya menjadi terobosan yang baik untuk pelaporan administrasi yang baik agar Pemkot Kupang bisa mempertahankan predikat WTP yang sudah diraih dua tahun berturut-turut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si menyampaikan pandemi covid 19 telah membawa perubahan besar dalam kegiatan belajar mengajar, yang dulu bisa dilakukan secara tatap muka, sekarang harus secara daring. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pembelajaran secara daring menurutnya adalah keterbatasan HP android. Untuk meminimalisir permasalahan tersebut maka pada TA 2021 melalui APBD Kota Kupang pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan pembelian tablet atau hp android. HP android tersebut akan dibagikan kepada 739 siswa, dengan rincian; siswa SD sebanyak 443 orang, yang berasal dari panti asuhan sebanyak 138 orang dan anak yang berasal dari keluarga kurang mampu sebanyak 305 orang; siswa SMP sebanyak 296 orang, yang berasal dari panti asuhan sebanyak 172 orang dan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sebanyak 124 orang. Para siswa penerima bantuan hibah hp android tersebut tersebar di 79 SD, 31 SMP dan 14 panti asuhan di Kota Kupang.

Mengenai aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS regular menurutnya bertujuan untuk meminimalisir penyimpangan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban dana BOS regular pada satuan pendidikan (SD dan SMP) di wilayah Kota Kupang. aplikasi tersebut juga diharapkan dapat mewujudkan tata kelola dana BOS regular yang tertib, transparan dan akuntabel.

Bantuan hibah hp android secara simbolis diserahkan atas nama Wali Kota Kupang oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang kepada perwakilan siswa SD dan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo kepada perwakilan siswa SMP. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Jadi Nara Sumber Pada Webinar PIKI : Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi di Wilayah Indonesia Timur

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH menjadi salah satu nara sumber dalam webinar kebangsaan yang digagas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Sabtu (28/8/2021).

Webinar yang membahas tentang pemulihan ekonomi di masa pandemi di wilayah Indonesia Timur itu menghadirkan Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara, Ph.D, sebagai keynote speaker dan Wali Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Maurits Mantiri, MM serta Ketua LPEKD PIKI, Jackwin Simbolon, Ph.D selaku nara sumber lainnya. Terlibat pula dalam webinar tersebut Anggota DPD RI sekaligus Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe.

Ketua Umum DPP PIKI, Dr. Badikenita Putri Sitepu dalam sambutannya menyampaikan PIKI sebagai rumah bersama para intelektual Kristen mempunyai misi untuk mengembangkan pemikiran akademik, kreatif dan strategis untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera. Fokus mereka salah satunya adalah mewujudkan tujuan hidup bernegara yakni memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh bangsa Indonesia.

Anggota DPD RI dari Provinsi Sumatera Utara ini mengakui masih ada ketimpangan pembangunan di Indonesia, terutama di wilayah timur. PIKI memberi perhatian serius pada persoalan ini. Terutama di tengah pandemi covid 19 yang sudah berlangsung kurang lebih 1,5 tahun ini, yang membawa dampak yang cukup luas baik dari aspek kesehatan maupun aspek ekonomi dan sosial. Webinar ini digelar untuk melihat sejauh mana kesiapan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam upaya penanganan covid 19 serta pemulihan ekonomi. Kota Kupang dan Kota Bitung dianggap mewakili pandangan dari pemerintah daerah di wilayah Indonesia Timur.

Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara, Ph.D dalam pemaparannya mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi dengan upaya pemerintah pusat khususnya dalam penanganan covid 19 dan pemulihan ekonomi. Diakuinya pembatasan sosial mengakibatkan kegiatan ekonomi terhenti dan investasi tertekan serta konsumsi masyarakat menurun. Untuk stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang positif, pemerintah baik pusat maupun daerah didorong untuk meningkatkan belanja pemerintah. Menurutnya belanja pemerintah terutama hasil refocusing sebaiknya dimanfaatkan untuk beberapa hal penting antara lain; dukungan kesehatan, perlindungan sosial, dukungan untuk sektor informal, menjalankan program-program prioritas dan insentif bagi pelaku dunia usaha misalnya dengan pengurangan pajak.

Prof. Suahasil Nazara juga menegaskan salah satu upaya yang sedang gencar diupayakan oleh pemerintah pusat untuk menangani covid 19 adalah lewat vaksinasi. Menurutnya saat ini sudah tercapai 93 juta dosis vaksin yang diberikan kepada seluruh warga Indonesia. Target pemerintah adalah mencapai 220 juta penerima vaksin dari total 270 juta warga Indonesia untuk mencapai herd imunity.

Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH memastikan Pemerintah Kota Kupang lewat program percepatan vaksinasinya telah mencapai 58 persen penerima untuk dosis pertama. Jumlah ini lebih tinggi dari pencapaian vaksinasi secara nasional. Terkait pemulihan ekonomi di masa pandemi, Wali Kota menjelaskan warga Kota Kupang saat ini tidak hanya terdampak pandemi covid 19 tetapi belum lama ini, tepatnya pada April 2021 lalu Kota Kupang juga dihantam oleh badai siklon tropis seroja. Banyak rumah warga yang rusak berat, dan sejumlah besar perahu nelayan yang rusak dan hilang saat badai. Untuk itu pada kesempatan yang sama kepada Wamen Kemenkeu, Wali Kota minta dukungan bantuan dari pemerintah pusat tidak hanya lewat bantuan rutin yang sudah tersalurkan selama ini, tapi juga bantuan khusus bagi warga terdampak terutama para nelayan yang kehilangan kapalnya.

Senada dengan arahan Wamen Kemenkeu, mantan Anggota DPR RI itu memaparkan, Pemerintah Kota Kupang telah memanfaatkan dana hasil refocusing senilai kurang lebih Rp 82 miliar untuk hal-hal yang sudah ditegaskan. Di antaranya adalah untuk pembenahan infrastruktur kesehatan, penyediaan obat dan vaksinasi. Untuk pemulihan ekonomi, Pemkot Kupang juga telah menyalurkan sejumlah bantuan sosial berupa paket sembako bagi warga terdampak yang kurang mampu serta bantuan pengembangan UMKM berupa peralatan dan bahan. Bahkan di awal pandemi tahun 2021 lalu, Pemkot Kupang juga telah menggelar pelatihan bagi 5000 pemuda di Kota Kupang untuk melahirkan start up baru yang merintis usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi di tengah pandemi. Wali Kota juga memastikan akan melanjutkan program-program prioritas pro rakyat yang selama ini disambut antusias oleh masyarakat seperti program bedah rumah.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI yang meski di tengah pandemi tetap memberikan dukungan terhadap upaya penataan Kota Kupang lewat dana direktif Presiden, untuk pembangunan taman, trotoar dan drainase sehingga wajah Kota Kupang berubah jadi lebih baik, tertata rapi dan indah. Tak lupa Wali Kota memberi apresiasi kepada PIKI yang telah menggagas webinar tersebut. Dia berharap, PIKI terus bertumbuh dan memberikan dukungan kepada program-program pemerintah serta sebagai perpanjangan tangan Tuhan menjadi terang dan garam bagi sesama. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

4 Tahun Firmanmu : Perubahan Itu Nyata

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Minggu, 22 Agustus 2021, tepat 4 tahun pasangan Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH dan dr. Hermanus Man (Firmanmu) memimpin Kota Kupang. Sesuai dengan semangat “Ayo Berubah” yang terus digelorakan sejak pertama kali memimpin Kota Kupang, kini perubahan itu telah nyata.

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang ini mempunyai visi “Terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN.” Misinya adalah mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Profesional dan Berdaya Saing (Kupang Sehat-Cerdas), mengembangkan perekonomian Kota Kupang yang berdaya saing dengan meningkatkan peran swasta (Kupang Makmur), meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengembangkan budaya kota yang tertib, aman, kreatif dan berprestasi dalam menunjang kota jasa (Kupang Bagaya-Berprestasi), mempersiapkan Kota Kupang menuju Metropolitan yang berwawasan lingkungan (Kupang Hijau), meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN dan transparansi pengelolaan keuangan (Kupang Jujur) serta membangun Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan dan kerukunan (Kupang Rukun dan Aman).

Dalam menjalankan program-program mewujudkan visi misi, Pemerintah Kota Kupang terus bekerja keras dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah pusat. Melalui kerja sama yang baik, setiap tahun, pembangunan fisik di Kota Kupang terus dilakukan untuk dinikmati masyarakat Kota Kupang.

Berdasarkan data dari APBD Kota Kupang dan LPSE Kota Kupang, untuk tahun anggaran 2018 hingga 2021 (Agustus), pembangunan fisik berupa fasilitas publik di Kota Kupang mencapai Rp450 miliar lebih. Artinya setiap tahun anggaran Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan rata-rata Rp112.000.000.000 untuk pembangunan fisik atau 10 persen APBD Kota Kupang. APBD Kota Kupang sebesar Rp 1 triliun sampai Rp 1,2 triliun per tahun.

Berdasarkan data APBD dan LPSE Kota Kupang, alokasi anggaran terbesar adalah untuk pembangunan jalan, trotoar dan kanstin yaitu sebanyak 98 pekerjaan. Totalnya mencapai Rp196.511.000.000 atau rata-rata per tahun sebesar Rp49 miliar. Untuk pembangunan gedung kantor, sekolah, Puskesmas, rumah sakit dan gedung publik lainnya total anggarannya sebesar Rp147 miliar. Sedangkan untuk lampu jalan, lampu hias dan ornamen mencapai Rp20-an miliar. Khusus untuk air bersih, selain dari APBD, Kota Kupang mendapat bantuan dari Kementerian PUPR yakni pembangunan SPAM Kali Dendeng yang sementara dikerjakan. Anggarannya mencapai Rp 369 miliar. Proyek ini dikerjakan dalam dua tahap.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore akhir pekan kemarin menjelaskan sejak memimpin Kota Kupang pada tahun 2017 lalu, ia ingin mengubah wajah kota ini menjadi lebih baik. Oleh karena itu, ia fokus memperbaiki dan membangun berbagai infrastruktur, mulai dari jalan raya, drainase, trotoar, marka jalan, dan lampu jalan. “Anggaran memang banyak sekali kita drop ke infrastruktur untuk membenahi wajah kota ini. Kita ingin semua ruas jalan di kota ini diaspal dengan baik, semua ruas jalan juga harus terang benderang di malam hari,” kata Wali Kota.

Mantan anggota Komisi X DPR RI ini menjelaskan dirinya sadar betul anggaran Kota Kupang tidak cukup. Oleh karena itu, harus meminta bantuan pemerintah pusat maupun provinsi. “Hasilnya kita bisa dapat ratusan miliar masuk ke Kota Kupang untuk membangun infrastruktur kita. Ada yang untuk jalan, trotoar, drainase, seperti di Jalan Timor Raya, Jalan Piet Tallo, jalan lingkar luar dan menuju bandara,” kata Wali Kota.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang juga terus menggenjot pembangunan irigasi dan air bersih. Oleh karena itu, Pemkot membangun beberapa sumur bor dan reservoir di beberapa tempat. Dan saat ini sedang dibangun SPAM Kali Dendeng oleh Kementerian PUPR. “Untuk air bersih ini kita bersyukur karena dibantu pusat. Anggarannya hampir 200 miliar untuk program ini dan kita harapkan masyarakat mendukung supaya pekerjaannya lancar,” jelas Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga memberi perhatian kepada masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah. Program ini baru 2 tahun dilaksanakan, yakni pada 2020 dan 2021. Pada tahun 2020 terdapat 40 unit rumah dibangun. Sedangkan 64 unit dibangun tahun ini. Dengan demikian, totalnya sebanyak 104 unit. “Masih banyak saudara-saudara kita yang rumahnya tidak layak, sehingga program ini akan kami lanjutkan terus, sehingga kami minta dukungan masyarakat dan juga teman-teman dewan,” ungkapnya.

Selain pembangunan fisik, kata Jeriko, Pemerintah Kota Kupang juga membantu masyarakat dengan beberapa program sosial ekonomi seperti bantuan seragam dan buku-buku untuk siswa SD dan SMP, kacamata untuk para lansia, perlengkapan liturgis untuk rumah ibadah, beasiswa, raskin plus, bantuan fasilitas untuk UMKM seperti gerobak, tenda dan cool box hingga kapal ikan dan perlengkapan penangkapan ikan. Selain itu ada juga bantuan perlengkapan untuk usaha meubel dan bantuan pelatihan untuk usaha kecil lainnya.

Wali Kota Jeriko juga menegaskan tersisa satu tahun kepemimpinannya bersama dr. Hermanus Man akan dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, masih banyak usulan masyarakat yang harus diperjuangkan. Oleh karena itu, berbagai usulan masyarakat akan dirumuskan dalam program kerja pada tahun anggaran 2022 nanti. Progam-program ini akan dimasukkan dalam RAPBD dan akan dibahas bersama DPRD Kota Kupang. “Kita butuh anggaran yang cukup banyak untuk perbaikan jalan, drainase dan trotoar, rehab gedung sekolah, Puskesmas, untuk penghijauan, penambahan lampu jalan dan termasuk bedah rumah. Masih ada ratusan rumah yang menunggu untuk kita bedah,” kata Wali Kota.

Lebih lanjut, menurutnya, saat ini pemerintah dalam kondisi sulit karena hantaman badai covid-19. Oleh karena itu, banyak anggaran yang tersedot untuk penanganan pandemi, baik untuk membangun fasilitas medis, obat-obatan maupun untuk bantuan sosial. “Anggaran kita terpaksa dipotong banyak untuk covid-19, tapi dengan anggaran yang sedikit ini, kita berupaya untuk memaksimalkannya untuk kebutuhan masyarakat kita,” tandas Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga meminta masyarakat tetap optimis karena pemerintah terus bekerja sungguh-sungguh untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Masyarakat diminta tetap taat protokol kesehatan, dengan demikian ikut membantu pemerintah mengatasi pandemi. Jika pandemi ini selesai, maka ekonomi akan pulih kembali dan anggaran bisa dipakai untuk membangun fasilitas publik yang ada. “Mari kita juga berdoa agar pandemi ini cepat berakhir sehingga pembangunan bisa normal kembali. Saya mengimbau masyarakat Kota Kupang tetap taat protokol kesehatan, melaksanakan instruksi pemerintah sehingga pandemi ini bisa selesai,” pungkas Wali Kota. (***)