Arsip Tag: Wakil Gubernur NTT

Super Air Jet Resmi Buka Rute Penerbangan Kupang – Surabaya

NTT AKTUAL. KUPANG. Maskapai Penerbangan Super Air Jet mulai membuka rute penerbangan Kupang – Surabaya (Pergi-Pulang) pada Jumat 14 Oktober 2022 dengan pelayanan penerbangan setiap hari juga dengan jadwal penerbangan Kupang – Surabaya (Jam 14.00 WITA) dan Surabaya – Kupang (Jam 10.15 WIB). Hal tersebut ditandai melalui seremonial resmi yang dilaksanakan di Ruang Tunggu Bandara El Tari Kupang pada Jumat (14/10/2022).

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM yang memberikan apresiasi kepada pihak maskapai Super Air Jet yang telah memilih Bandara El Tari Kupang sebagai salah satu tujuan rute penerbangan dan mulai melakukan penerbangan perdana hari ini. “Saya atas nama pemerintah dan masyarakat NTT sangat memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada pihak maskapai Super Jet Air yang hari ini melakukan penerbangan pertama Kupang – Surabaya. Hal ini sangat baik untuk peningkatan arus transportasi udara bagi masyarakat kami,” ujar Wagub JNS.

“Dengan adanya rute penerbangan Kupang – Surabaya PP ini maka akan menambah pilihan maskapai penerbangan bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan. Tentunya ini juga akan sangat mendukung peningkatan ekonomi dibidang pariwisata yang mana tentunya juga akan mendorong peningkatan jumlah pengunjung untuk datang ke provinsi NTT,” jelas Gubernur.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari juga menjelaskan, dengan kehadiran penerbangan Super Air Jet ini bukan hanya sekedar menambah dan menghadirkan maskapai penerbangan Super Air Jet di Nusa Tenggara Timur melainkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan juga pariwisata.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang sudah bekerja sama dengan kami hingga terwujudnya penerbangann perdana Super Air Jet rute Kupang – Surabaya yang hari ini mulai dilaksanakan. Kami berharap dapat membantu Pemda dan masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi serta mendorong peningkatan pariwisata. Karena kita tahu sendiri bahwa NTT ini salah satu provinsi yang sudah dikenal dunia atas berbagai destinasi-destinasi pariwisata yang unik sehingga mengundang banyak turis yang datang ke sini,” Jelas Ari.

Ari juga menjelaskan dengan dipilihnya Bandar Udara El Tari Kupang maka menambah jumlah destinasi penerbangan menjadi 20 Kota. “Dengan dibukanya rute ke Kupang ini menjadi yang ke-20 dan kini jumlah total rata-rata penerbangan maskapai ini menjadi 140 penerbangan per hari dengan didukung dengan 37 unit armada pesawat. Ke depannya hingga akhir tahun ini akan kami tambah menjadi 61 unit armada,” ujar beliau.

“Untuk fasilitas pesawat Super Air Jet ini memiliki kapasitas 180 Kursi penumpang untuk kelas ekonomi dengan desain interior mengutamakan kenyamanan. Juga dengan teknologi yang bisa menyaring partikel kuat seperti kuman, virus dan bakteri sehingga sirkulasi udara juga terjaga dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, Supet Air Jet juga memberikan penawaran gratis 20 Kg bagasi dalam pesawat serta fasilitas hiburan dengan koneksi wifi dengan layanan tontonan film, vlogger, podcast, e-magazine, hingga bermain games pun tersedia. Untuk fasilitas tersebut, penumpang dapat menggunakan aplikasi Tripper yang dapat diunduh melalui smartphone.

Ari juga menuturkan, pada tanggal 19 Oktober mendatang Super Air Jet juga akan membuka layanan rute penerbangan Labuan Bajo – Surabaya.

Acara peresmian penerbangan perdana tersebut juga ditandai dengan pemukulan gong. Turut hadir para tamu undangan diantaranya, Kajati NTT Hutama Wisnu, Kapolda NTT Irjenpol Setyo Budianto, Danlantalam VII Kupang Laksamana Pertama Heribertus Warsono, Danlanud El Tari Kupang Marsma TNI Aldin Petrus Mongan, Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Iman Budiman, GM Angkasa Pura I I Nyoman Noerachim serta hadirin undangan lainnya. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis : Meldo Nailopo
Foto : Dio Ceunfin & Tanto Pili

Hadiri Pentahbisan Imam Baru, Wagub Ajak Bersinergi Bangun NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) menghadiri Misa Pentahbisan imam baru Keuskupan Agung Kupang di Gereja Katolik Santo Yosef Pekerja Penfui, Kupang, Senin (10/10/2022).

Dalam perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Monsinyur Piero Pioppo didampingi Uskup Agung Kupang Monsinyur Petrus Turang tersebut, ditahbiskan 19 orang imam baru yang terdiri dari 16 imam baru diosesan keuskupan Agung Kupang dan 3 imam baru dari ordo CMF (Cordis Mariae Filii) atau Konggragasi Misionaris Claretian.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub JNS memberikan apresiasi kepada para imam baru yang telah memilih hidup dalam pelayanan kepada gereja, umat dan masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan selamat dan profisiat kepada para imam baru yang telah mengambil keputusan untuk melayani Tuhan dan sesama. Mari kita bersinergi untuk mewujdukan kesejahteraan masyarakat dan umat di NTT,” jelas Wagub dalam sambutan singkatnya.

Sementara itu, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia dalam renungannya pada perayaan misa, mengungkapkan kegembiraan karena bisa mengunjungi Kota Kupang untuk kedua kalinya. Monsinyur Piero juga memberikan apresiasi yang besar atas tanggapan orang muda Indonesia khususnya di Timor terhadap panggilan Tuhan untuk menjadi imam.

“Peristiwa pentahbisan hari ini merupakan kebahagian bagi gereja lokal dan misioner. Para imam baru harus mampu memberikan pelayanan kepada Tuhan dan sesama dalam masa sulit ini. Jaga kepercayaan teguh dalam Tuhan, jadilah imam untuk selama-lamanya. Maju terus dalam Tuhan, tidak boleh pikir lagi ke belakang dan kembangkanlah karya-karya Tuhan di tengah umat dan masyarakat,” kata Monsinyur Piero.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang meminta para imam baru untuk membawa damai kepada dunia.

“Para imam baru harus menghadirkan damai kepada dunia. Membawa cinta kasih kepada dunia. Harus memberikan hidup kepada dunia. Karena itu hendaklah selalu rendah hati dalam pelayanan. Harus menjadi mercusuar untuk kebaikan dunia,”pesan Uskup Agung Kupang.

Tampak hadir pada kesempatan ini Ketua dan anggota DPRD NTT, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT, penjabat Walikota Kupang, Bupati Alor, para imam, biarawan/biarawati, ribuan umat dan undangann lainnya. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub JNS Menghadiri Rakerda dan Diklatda BPD HIPMI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM (JNS) mengatakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTT memiliki peran penting dalam menggerakan roda ekonomi untuk pembangunan daerah. Demikian disampaikan beliau pada saat memberikan sambutannya dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan-Pelatihan Daerah (Diklatda) BPD HIPMI NTT bertempat di Hotel Aston pada Kamis (22/09/2022).

“HIPMI NTT ini sangat dibutuhkan Provinsi ini. Organisasi ini adalah gerakan pengusaha muda yang punya semangat besar dan kreatif serta inovatif juga punya peran dan sebagai motor penggerak ekonomi kita. Mari kita jalin sinergitas terus untuk membangun kolaborasi untuk kembali menumbuhkan ekonomi kita yang saat ini belum pulih seutuhnya dari dampak pandemi covid-19,” jelas Wagub Josef.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Rakerda dan Diklatda ini sehingga dapat bermanfaat bagi HIPMI NTT dan juga punya output dan outcome yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini sangat baik untuk kita dapatkan skill, knowledge dan membentuk attitude kita sebagai pengusaha muda,” tambah Wagub.

Ia menambahkan, dengan kolaborasi dan sinergitas yang bagi antara HIMPI NTT dan Pemerintah Provinsi NTT serta stakeholder maka ekonomi NTT akan terus berkembang maju. “Kita kerja sama dengan kembangkan potensi-potensi yang menjadi kekuatan untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat kita,” katanya.

Ketua Umum BPD HIPMI NTT Iksan Darwis menjelaskan, Rakerda dan Diklatda ini adalah agenda rutin dari HIPMI. “Rakerda ini bertujuan menentukan arah program kerja HIPMI, dan Diklatda untuk membentuk kemampuan berorganisasi, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pengusaha. Juga mengembangkan relasi dari para pengusaha muda dan pihak lainnya,” kata Iksan.

“Dalam kegiatan ini juga kami rangkaikan dengan kegiatan Forum Bisnis Daerah (Forbida) dengan melakukan bisnis matching antara BPD HIPMI Jawa Timur dan BPD HIPMI NTT, serta pelaksanaan seminar bisnis,” katanya.

“Kita mau juga HIPMI sebagai indikator pengusahan muda nasional. Kita tahu bahwa pengusaha nasional berada di angka 3 – 4 %. Untuk menjadi negara maju maka angka pengusaha kita harus sampai di angka 10%. Kita harus tumbuhkan pengusaha-pengusaha baru yang handal di NTT juga untuk ikut menumbuhkan ekonomi di NTT,” jelasnya.

Ketua Panitia Rudi Rikoni menjelaskan, kegiatan ini dihadiri oleh BPD HIPMI dari 22 Kabupaten/Kota Se-Provinsi NTT. Kegiatan tersebut juga mengangkat tema “NTT Pulih Lebih Cepat, Pengusaha Muda Bangkit Lebih Kuat”. Agenda lainnya yang juga dilaksanakan antara lain HIPMI Goes to Campus dan HIPMI Goes To School serta Peresmian Kantor BPD HIMPI NTT. (**/NA)

Penulis & Foto : Meldo Nailopo

Editor : Nataniel Pekaata 

Kabar Gembira, WIPO Akui Sasando Sebagai Kekayaan Intelektual Dari NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Sebuah kabar menggembirakan di sampaikan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi. Kabar gembira ini terkait pengakuan World Intellectual Property  Organization (WIPO) atau organisasi Paten Dunia terhadap alat musik Sasando sebagai kekayaan intelektual milik NTT dan Indonesia.

Hal ini di sampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat konferensi pers bersama para awak media di Kantor Gubernur NTT, Jumat (16/09/2022).

“Memang ada negara yang juga mengklaim Sasando sebagai miliknya. Namun setelah kita meyakinkan WIPO, mereka akhirnya mengakui Sasando ini sebagai milik NTT. Tanggal 9 November nanti, saya akan ke Jenewa untuk mengambil sertifikat yang dikeluarkan oleh WIPO bahwa Sasando itu sah diakui dunia internasional sebagai milik NTT dan Indonesia. Jadi tidak ada kemungkinan  lagi negara lain untuk klaim itu sebagai miliknya karena WIPO sudah akui ini sebagai milik kita,” jelas Wagub JNS.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi saat konferensi pers bersama para awak media di Kantor Gubernur NTT, Jumat (16/09/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub juga menghimbau kepada kabupaten/kota untuk mendaftarkan kain tenun dan ekspresi budaya tradisonal lainnya ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai kekayaan intelektual komunal.

“Nanti Kemenkumham yang akan daftarkan ke WIPO. Karena yamg mewakili Indonesia ke dunia internasional dari  paten, merek indikasi geografis itu adalah Kemenkumham. Saya menghimbau ke pemerintah daerah dan masyarakat untuk daftarkan kain tenun dan ekspresi budaya tradisional lainnya,” pungkas Wagub JNS. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Resmi Jadi Tuan Rumah PON 2028, NTT Bakal Lakukan Berbagai Persiapan

NTT AKTUAL. KUPANG. Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat ditetapkan sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028.Penetapan ini dilakukan dalam Musyawarah Olahraga Luar Biasa Nasional (Musorlubnas) dengan agenda tunggal Penetapan Penentuan  Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028 pada 13 September 2022 di Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Pengurus  KONI Provinsi se-Indonesia dan Pengurus KONI Pusat.

“Sesuai aturan, penetapan Tuan Rumah PON minimum enam tahun sebelum dilaksanakan.Puji Tuhan, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat  ditetapkan secara resmi sebagai Tuan Rumah Bersama PON XXII Tahun 2028. Saya bersama Bapak Gubernur menyampaikan terima kasih atas segala dukungan dari seluruh komponen masyarakat Nusa Tengara Timur sehingga kita bisa menjadi tuan rumah event olah terbesar di tanah air ini,” kata Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat konferensi pers bersama para awak media di Kantor Gubernur NTT, Jumat (16/09/2022).

Menurut Wagub JNS, penetapan ini mesti diikuti dengan langkah-langkah persiapan, baik itu terkait kesiapan masyarakat untuk menerima para atlet dari seluruh Indonesia, akomodasi maupun venue-venue dengan standar internasional.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat konferensi pers bersama para awak media di Kantor Gubernur, Jumat (16/09/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kita harus mempersiapkan venue-venue supaya diakui oleh dunia internasional. Akan ada tim dari International Olympic Commitee (IOC) untuk melakukan penilaian dan sertifikasi terhadap venue-venue yang ada sehingga ketika ada atlet yang memecahkan rekor dunia, bisa diakui dunia internasional,”kata Ketua KONI NTT tersebut.

“Kita juga akan mempersiapkan atlet-atlet kita sehingga bisa memberikan prestasi yang optimal serta  memperbaiki posisi kita di klasmen perolehan medali serta mempersiapkan mereka untuk bertanding secara sportif ,” lanjut Wagub Nae Soi.

Wagub menjelaskan sesuai kesepakatan dan komunikasi  yang sudah dibangun dengan NTB, pembukaan PON akan dilaksanakan di NTT.

“Venue-venue yang sudah ada sekarang akan kita perbaiki dan tingkatkan dengan anggaran dari APBD dan APBN. Juga kita akan mencari sponsor dari pihak ketiga. Kegiatan persiapan ini sudah mulai dilakukan tahun depan. Mulai tahun depan kita akan menyelenggarakan pertandingan-pertandingan  olahraga bertaraf nasional dan internasional sebagai bagian dari persiapan kita menuju tahun 2028. Kita juga akan membangun stadion besar untuk acara pembukaan nanti,” jelas Wagub JNS.

Terkait dukungan dari DPRD, Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna menjelaskan DPRD NTT mendukung penetapan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON 2028.

“Khusus NTT sebagai tuan rumah, kita sudah mulai memikirkan untuk menganggarkan dana cadangan di APBD mulai tahun 2023 untuk mencapai angka yang cukup bagi persiapan NTT sebagai tuan rumah,” jelas Inche Sayuna.

Seperti diketahui, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dari KONI Pusat telah melakukan pengecekan dan verifikasi kesiapan NTT pada tanggal 23 sampai dengan 28 Agustus 2022. TPP didampingi pengurus KONI NTT telah mengunjungi beberapa kabupaten/kota di NTT untuk melihat venue-venue yang ada.

Untuk di ketahui turut mendampingi Wagub pada konferensi pers ini yaitu Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh,  Sekretaris KONI NTT, Lambert Tukan dan Kepala Biro Administrasi Administrasi Pimpinan, Prisilia Parera. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Pembukaan Pesparani Tingkat Provinsi NTT Tahun 2022, Wagub JNS : “Jagalah Persaudaraan dan Junjung Toleransi

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Aula Sta. Maria Immaculata Kampus Universitas Katolik Widya Mandira Kupang pada Minggu (04/07/2022) dilaksanakan Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2022. Acara pembukaan tersebut diawali dengan Perayaan Misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr. Vinsensius Sensi Potokota, Pr, Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Pr dan Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr.

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Adreanus Nae Soi, MM dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta Pesparani menjaga semangat persaudaraan serta menjunjung toleransi dalam kebhinekaan. “Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, Saya mengucapkan selamat datang bagi seluruh peserta untuk melaksanakan Pesparani II Tingkat Provinsi NTT di Kota Kupang. Mari kita ikuti perlombaan ini dengan hati yang riang gembira dan menjaga persaudaraan serta kebersamaan umat katolik dan juga menjunjung nilai toleransi antar umat beragama dalam kebhinekaan kita,” ujar Wagub Nae Soi.

“Pesparani ini merupakan kolaborasi komprehensif dan integral. Jangan hanya bernyanyi untuk mau menang dan saling mengalahkan tetapi kita bernyanyi untuk bergembira dan ini juga kita lakukan sebagai ungkapan rasa syukur kita bagi Tuhan. Pada bulan oktober nanti kita akan menjadi tuan rumah Pesparani Tingkat Nasional. Mari kita tunjukan bahwa melalui Pesparani maka NTT memiliki misi untuk menyebarkan toleransi di bumi nusantara. Jadikanlah NTT sebagai contoh toleransi bagi provinsi yang lain,” jelas Wagub Josef.

Sementara itu, Uskup Ende Mgr. Vinsensius Sensi Potokota, Pr mengatakan Pesparani Katolik sebagai wujud nyata rasa syukur umat katolik untuk memuliakan nama Tuhan. “Pesparani adalah ungkapan iman kita dalam pagelaran seni religi katolik untuk selalu memuliakan Tuhan atas segala berkat dan karunia yang ia berikan. Serta ungkapan komitmen untuk bekerja sama dengan rahmat Tuhan bahwa tumbuh kembang iman umatnya semakin kokoh,” kata Uskup Vinsensius.

“Penyelenggaraan Pesparani kali ini dalam situasi kurang beruntung karena dalam keadaan krisis global dan multisektoral. Namun Kepercayaan iman jauh lebih kuat dari kendala dan tantangan. Kita optimis pesparani tingkat provinsi ini dan tingkat nasional nanti akan berjalan dengan sukses,” tambah Uskup Vinsensius.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi NTT, Frans Salem menjelaskan Pesparani yang digelar kali ini memiliki makna solidaritas dan persatuan yang kokoh antar umat beragama. Pesparani Katolik II tingkat Provinsi NTT tahun 2022 ini memiliki banyak rintangan setelah sebelumnya kita diterpa pandemi covid 19. Dibalik itu semua dalam pelaksanaan pesparani ini dilaksanakan dengan sumbangsi dan donatur anggaran dari berbagai pihak dan ini menjadi simbol gotong royong serta menjadi momentum solidaritas sosial bagi kita semua dengan lintas agama dan suku. Pesparani memperkokoh konsolidasi intern dan umat lintas agama,” jelas Frans.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala meminta dukungan semua pihak untuk mendukung Pesparani II Tingkat Provinsi NTT dan juga Tingkat Nasional. “Saya harapkan dukungan kita semua untuk mensukseskan Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi NTT ini. Tentunya keberhasilan melaksanakana Pesparani tingkat provinsi ini juga akan berdampak positif pada pelaksanaan Pesparani tingkat nasional yang juga akan diselenggarakan di Provinsi NTT,” ungkapnya.

Pada momentum tersebut juga, berdasarkan Laporan Ketua Umum Panitia Pesparani Katolik II Provinsi NTT tahun 2022 Drs. Sinun Petrus Manuk menjelaskan Lomba Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi NTT Tahun 2022 terdiri dari Lomba Paduan Suara, Lomba Mazmur, Lomba Cerdas Cermat Rohani dan Lomba Bertutur Kitab Suci yang secara teknis dibagi dalam 13 mata lomba yang diselenggarakan dengan dua metode berbeda yakni Metode Luring (luar jaringan/tatap muka/offline) dan Metode Daring (dalam jaringan/Rekaman).

“Dengan pembagian sebagai berikut : a. Mata lomba yang digelar dengan Metode Luring (luar jaringan/tatap muka/offline) adalah : 1) Paduan Suara Dewasa Campuran; 2) Mazmur Anak; 3) Mazmur Remaja; 4) Mazmur OMK; 5) Mazmur Dewasa; 6) Cerdas Cermat Rohani Anak; 7) Cerdas Cermat Rohani Remaja; 8) Bertutur Kitab Suci. Sementara untuk Mata lomba yang digelar dengan Metode Daring (dalam jaringan/rekaman) adalah 1) Paduan Suara Anak; 2) Paduan Suara Remaja Gregorian; 3) Paduan Suara OMK Campuran; 4) Padua Suara Dewasa Wanita; dan 5) Paduan Suara Dewasa Pria Gregorian,” jelas Sinun.

“Para Peserta Kontingen dari 21 Kabupaten/Kota dan 20 Kabupaten diantaranya Kabupaten Flores Timur (54 orang), Sikka (34 orang), Ende (50 orang), Ngada (37 orang), Manggarai Timur (45 orang), Manggarai (30 orang) , Manggarai Barat (5 orang), Alor (50 orang), Lembata (44 orang), Sumba Timur (34 orang), Sumba Tengah (8 orang) , Sumba Barat (6 orang), Sumba Barat Daya (4 orang), Sabu Raijua (38 orang), Rote Ndao (39 orang), TTS (52 orang), TTU (41 orang), Belu (14 orang), Malaka (40 orang), Kabupaten Kupang (36 orang), dan Kota Kupang (46 orang). Untuk diketahui Pada Pesparani kali ini Kabupaten Nagekeo tidak ikut ambil bagian sebagai peserta,” paparnya.

“Kegiatan Pesparani Katolik II Provinsi NTT tahun 2022 ini juga dilaksanakan pada 4 – 7 September 2022 dan dilaksanakan di beberapa lokasi diantaranya Kampus Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (Aula Serba guna Sta. Maria Immaculata, Auditorium St. Paulus, dan Ballroom St. Hendrikus Lt. 4 Gedung Rektorat), Aula Gereja Sta. Maria Assumpta Kupang, dan Aula Gereja St. Yoseph Naikoten Kupang,” tambah beliau.

Untuk diketahui Provinsi NTT juga mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Pesparani Tingkat Nasional pada tangal 28 Oktober – 31 Oktober 2022 yang akan diikuti ribuan peserta dari 34 Provinsi di Indonesia. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Penulis : Meldo Nailopo
Foto : Dio Ceunfin

Wagub NTT : “Kerja Sistematis Untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik”

NTT AKTUAL. KUPANG. Transformasi Pelayanan Publik dengan kerja yang sistematis dapat menghasilkan outcome berupa peningkatan kualitas pelayanan publik yang sebagaimana diharapkan oleh masyarakat. “Demikian ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM, saat memberikan sambutan dalam Workshop Pendampingan Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik Pemerintah Daerah Se-Provinsi NTT Tahun 2022 yang diselenggarakan di Hotel Kristal pada Selasa (09/10/2022).

“Dalam birokrasi ini banyak dukungan dari sisi anggaran, kuasa, dan sumber daya manusianya, maka pelayanan publik harus dapat dilaksanakan dengan baik. Harus tingkatkan kualitas pelayanan publik kita di setiap kabupaten/kota. Karena pelayanan publik yang berkualitas akan ikut memacu kemajuan suatu daerah”, ujar beliau.

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM, saat memberikan sambutan dalam Workshop Pendampingan Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik Pemerintah Daerah Se-Provinsi NTT Tahun 2022 yang diselenggarakan di Hotel Kristal pada Selasa (09/10/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Menurutnya, sangatlah penting untuk memperhatikan serta mengamanatkan UU Nomor 25 tahun 2019 tentang Pelayanan Publik dengan artian pelayanan publik sebagai rangkaian kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

“Mentalitas kita sebagai ASN harus bertransformasi dengan jiwa pelayanan publik. Kitalah yang melayani masyarakat dengan segala bentuk tugas yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dengan pelaksanaan yang terukur, terarah, cepat dan akurat. Jangan melakukan pelayanan dengan menunda-nunda atau mengulur waktu dan juga jangan bertele-tele,” tegas beliau.

“Harus ada ketegasan secara berkelanjutan tentang Maklumat Pelayanan Publik dan juga memperhatikan pelayanan dengan komponen inputnya, proses, ouput dan outcome nya,” tambah Wagub JNS.

Sementara itu Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng menjelaskan Pelayanan Publik merupakan bagian dari alat ukur Pengamatan Ombudsman terkait dengan kepatuhan tergadap standar pelayanan publik mulai dari Pusat ke Daerah. “Ombudsman bekerja sesuai dengan RPJMN 2020 – 2024 dengan 7 prioritas pembangunan nasional. Dari 7 prioritas nasional itu terdapat poin transformasi pelayanan publik,” ujar Robert.

“Pelayanan publik adalah hak mutlak bagi masyarakat. Standar pelayanannya dengan tolak ukur pelayanan dan acuan kualitas. Pelayanan publik itu sebagai hubungan negara dan masyarakat serta mandat dan kinerja layanan kepercayaan. Kita sebagai ASN tentunya harus melayani dengan baik bagi masyarakat karena kita diberikan gaji juga atas kontribusi pajak dari masyarakat. Maka tentulah mereka menuntut hak dengan mengharuskan peningkatan pelayanan publik,” ujarnya.

“Presiden RI Joko Widodo telah meminta 2 hal terhadap Ombudsman yakni Pertama; Ombudsman perlu memasifkan atau menyebarluaskan temuan tingkat kepatuhan dari setiap kabupaten/kota atau instansi. Ini sebagai apresiasi bagi yang memiliki nilai kepatuhan tinggi dan juga untuk memotivasi bagi yang kepatuhannya masih rendah untuk ditingkatkan lagi. Kedua; Ombudsman tidak lagi melakukan survei saja tapi Ombudsman harus menerbitkan opini pengawasan. Opini ini merupakan pandangan otoritatif pelayanan oublik. Dalam Opini ini yang diukur tidak hanya tahapan proses dan standar pelayanan saja tetapi ukur dari input, proses, output dan pengaduan,” papar Robert. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wagub Nae Soi Buka Piala Pelajar Soeratin Cup U-17 Tahun 2022

NTT AKTUAL. ENDE. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT) Josef Adreanus Nae Soi, secara resmi membuka turnamen Piala Pelajar Soeratin Cup U-17 Tahun 2022, bertempat di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende pada Selasa (02/08/2022) malam.

Pembukaan turnamen Piala Pelajar Soeratin Cup U-17 Tahun 2022 tersebut ditandai dengan tendangan kick off serta tendangan pinalty oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

Sebelumnya, rangkaian acara pembukaan turnamen Soeratin Cup U-17 tersebut terlebih dahulu dimulai dengan menampilkan parade defile dari masing-masing kontingen tim.

Setelah itu dilanjutkan oleh tarian Gawi bersama 1.000 penari di dalam lapangan stadion Marilonga, dimana Wakil Gubernur Josef Nae Soi bersama Ketua Asprov NTT Chris Mboeik serta Wakil Bupati Ende Ericos Emanuel Rede, Anggota DPD RI Angelus Wake Kako dan Anggota DPRD Prov. NTT Thomas Tiba Owa juga turut ambil bagian di dalamnya.

Dalam sambutannya, Wagub Nae Soi memberi apresiasi atas terselenggaranya turnamen ini yang mana tentu akan membangkitkan semangat bertanding bagi peserta dalam perebutan gelar juara. Ia berharap pembinaan usia dini dapat menjadi aset bagi setiap atlet Sepak Bola NTT untuk membela dan mengharumkan nama NTT pada perhelatan nasional maupun Internasional.

“Sebagai mantan pemain Sepak Bola yang dulunya pernah bermain di PON, tentu saya sangat menyambut gembira dan bangga atas penyelenggaraan turnamen Soeratin Cup ini. Saya juga atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT mengapresiasi setinggi-tingginya untuk Asprov NTT dan Pemerintah Kabupaten Ende serta pihak-pihak terkait yang terlibat dalam menginisiasi dan bersedia menyelenggarakan turnamen ini,” kata Wagub Nae Soi.

“Mengapa turnamen Soeratin Cup U-17 ini penting ?. Karena turnamen Sepak Bola ini juga merupakan bagian dari sistem pembinaan olahraga yang bertujuan untuk menjaring bibit-bibit atlet Sepak Bola berbakat yang kemudian akan kita bina dan kembangkan lebih terarah dan berkelanjutan menjadi atlet daerah sehingga nantinya dipersiapkan untuk mengikuti ajang perlombaan di tingkat provinsi, nasional, maupun di tingkat Internasional,” jelas Josef.

Lebih lanjut Wagub Josef juga berpesan kepada para peserta untuk bertanding dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menunjukkan prestasi terbaik. Untuk para wasit, Ia pun berpesan agar dapat memimpin setiap pertandingan secara professional, objektif, menjunjung tinggi norma dan etika serta kehormatan wasit.

“Mari pupuk sportivitas dan junjung tinggi semangat persaudaraan dalam turnamen ini, jaga nama baik masing-masing peserta dan tim. Berikan yang terbaik untuk Flobamorata kita yang tercinta,” pungkasnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya, Ketua Asprov NTT yang juga Wakil Ketua DPRD Prov. NTT Chris Mboeik menjelaskan bahwa penyelenggaraan Turnamen Soeratin Cup U-17 di Ende tersebut menjadi momentum seleksi para atlet Sepak Bola NTT untuk menghadapi event nasional.

“Kami dari Asprov NTT juga sekaligus bertujuan sebagai ajang seleksi, dimana akan kita pilih 18 pemain terbaik yang nanti akan dikirim ke pusat untuk berkompetisi di tingkat nasional. Kami berharap melalui ajang ini kita bisa hasilkan bakat-bakat anak NTT yang tidak hanya bisa berbicara di tingkat lokal tapi juga di tingkat internasional. Itu mimpi kita bersama yang harus kita wujudkan,”ucap Chris.

Untuk diketahui Turnamen Sepak Bola Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 tahun 2022 di Kabupaten Ende tersebut di ikuti oleh 18 Tim yang terdiri dari PSKK Kota Kupang, Platina Fc, Pers Soe, PS.Malaka, Bintang Timur Atambua, Persab Alor, Perseron Rote Ndao, Parsebata Lembata, Perseftim Flores Timur, Perse Ende, Persena Nagekeo, Nirwana 04 Nagekeo, PSN Ngada, Persematim Manggarai Timur, Persamba Manggarai Barat, Persiteng Sumba Tengah, Persewa Waingapu dan Persada Sumba Barat Daya.

Adapun tim yang tidak ikut berpartisipasi dalam kompetisi Soeratin Cup U-17 tahun 2022 yakni Persab Belu, PSKN Kefamenanu, Cristal Fc Kabupaten Kupang, Persami Maumere, Persim Manggarai serta Persesba Sumba Barat. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub Ajak Masyarakat NTT Untuk Kembali Beternak Babi

NTT AKTUAL. KUPANG. Virus African Swine Fever (ASF) atau yang dikenal sebagai Virus Demam Babi Afrika mulai masuk NTT sejak tahun 2020 serta telah mengakibatkan populasi ternak babi di NTT menurun drastis.

Bibit ternak babi semakin langka dan harga ternak serta daging babi melonjak tajam. Selain itu virus ini juga memiliki dampak psikologi sosial yang besar. Masyarakat takut dan ragu untuk beternak babi lagi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengajak masyarakat NTT untuk kembali mengembangkan ternak babi.

Hal tersebut disampaikan Wagub JNS dalam sambutannya saat membuka kegiatan Kick Off Kampanye Keasadaran ASF dan Penyakit Hewan Menular Lainnya dalam Rangka Mendukung Pemulihan Sektor Babi di Aula El Tari, Senin (25/07/2022).

Acara yang dihelat oleh Prisma Indonesia bersama Dinas Peternakan NTT dilakukan secara luring atau ofline dan daring atau online.

“Kita jangan takut. Apa saja kita tidak boleh takut, waspada boleh. Apapun kejadiannya, apa saja yang namanya penyakit babi atau penyakit hewan menular lainnya, kita tidak boleh takut, tapi waspada. Dan kita harus mencari jalan keluarnya,” kata Wagub JNS.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat memberikan sambutannya dan membuka kegiatan Kick Off Kampanye Keasadaran ASF dan Penyakit Hewan Menular Lainnya dalam Rangka Mendukung Pemulihan Sektor Babi di Aula El Tari, Senin (25/07/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub menegaskan masyarakat wajar merasa takut karena apa gunanya pelihara babi kalau kemudian mati. Namun dengan berbagai kebijakan dan kegiatan,penyuluhan dan ikhtiar dari pemerintah bersama berbagai komponen masyarakat lainnya, penyakit ASF sudah bisa dikendalikan dan masyarakat mulai paham tentang langkah-langkah yang dilakukan agar ternak babi terhindar dari virus ASF.

“Saya menghimbau kepada masyarakat NTT, mulai sekarang dengan kegiatan yang mulai normal, mari kita pelihara babi seperti biasa lagi. Karena penyakit ASF mulai bisa ditangani. Pemerintah pasti cari jalan keluar. Mari kita mulai bangkit, mari kita pelihara babi,” ungkap Wagub JNS.

Dikatakan Wagub JNS, bagi masyarakat NTT, babi punya peran strategis bukan hanya untuk kepentingan ekonomis tapi juga dalam struktur sosio kultural masyarakat.

“Tanpa babi, berbagai upacara adat bisa batal dilaksanakan. Mulai sekarang, kita tidak hanya (selesai,red) berkumpul di sini. tapi saat kembali masyarakat, semua pihak entah itu mahasiwa, LSM, para pendidik dan semua pihak lainnya, beritahu kepada masyarakat agar mulai sekarang pelihara babi lagi. Karena dengan babi, kita bisa lakukakn kegiatan ekonomi, sosial dan budaya,”pungkas Wagub JNS.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan NTT, Johanna Lisapaly menjelaskan jumlah ternak babi yang mati akibat virus ASF yang dilaporkan secara resmi ke dinas Peternakan Provinsi NTT kurang lebih 122.000 ekor. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Pemerintah Provinsi telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalain untuk atasi penyebaran Virus ASF.

“Diperkirakan ternak babi yang mati di seluh NTT lebih dari yang dilaporkan secara resmi. Setelah berbagai upaya yang dilakukan, sampai dengan Juli 2022 ini, tidak ada lagi laporan kematian babi akibat ASF. Tujuan kegiatan hari ini adalah untuk membangkitkan kembali industri peternakan di NTT,” jelas Johanna Lisapaly.

Pimpinan Prisma Indonesia,Mohazin Kadir menjelaskan Prisma dalam kemitraan dengan pemerintah berupaya agar semangat masyarakat untuk pelihara babi kembali bangkit.

“Kegiatan kampanye ini nantinya diharapkan dapat memulihkan kepercayaan diri masyarakat untuk pelihara babi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan Virus ASF dan penanganannya,” jelas Mohazin.

Kampanye berbagai hal tentang ASF ini juga melibatkan influencer youtuber NTT, Kaboax.

Wagub JNS dalam kesempatan tersebut juga secara resmi meluncurkan kegiatan Kick Off Kampanye Keasadaran ASF dan Penyakit Hewan Menular Lainnya dalam Rangka Mendukung Pemulihan Sektor Babi melalui penekanan sirene.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Forkopimda NTT, para kepala dinas petrnakan kabupaten/kota se-NTT, pimpinan Keagamaan, utusan dari perangkat daerah, para dosen, mahasiswa peternakan, masyarakat peternak, pihak industri pakan, pengelola restoran babi, dan undangan lainnya. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT 

Wagub Nae Soi : Pemprov NTT Dorong Setiap Kab/Kota di NTT untuk Terbitkan Perda Kekayaan Intelektual

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT) Josef Nae Soi mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong pemerintah kabupaten/kota se-NTT untuk menerbitkan regulasi yakni peraturan daerah (Perda) Kekayaan Intelektual (KI) untuk menjaga berbagai potensi kekayaan intelektual yang ada di setiap daerah di NTT.

“Dalam kepemimpinan saya bersama Bapak Gubernur NTT Viktor Laiskodat, kami sangat menaruh perhatian pada warisan kekayaan intelektual yang ada di bumi Flobamorata. Hal ini kami tunjukan melalui terbitnya Perda Kekayaan Intelektual oleh Pemprov NTT. Karena itu kini kami mendorong pemerintah Kabupaten/Kota untuk bersama menerbitkan peraturan daerah terkait perlindungan kekayaan intelektual,” kata Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi saat menjadi pembicara dalam kegiatan Mobile Intellectual Properti Clinic atau Klinik Kekayaannya Intelektual (KI) Bergerak Provinsi NTT yang bertempat di Aston Kupang Hotel & Convention Center pada Rabu, (20/07/2022).

kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic atau Klinik Kekayaannya Intelektual (KI) Bergerak Provinsi NTT ini berlangsung selama 3 hari dari Rabu, (20/7) sampai Jumat (22/7).

Lebih lanjut Wagub Josef menegaskan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual karena mengingat NTT mempunyai potensi kekayaan intelektual yang bersifat pengetahuan, ekspresi budaya tradisional, serta indikasi geografis.

“Kekayaan intelektual yang NTT miliki merupakan hasil imajinasi nenek moyang yang dituangkan melalui berbagai karya-karya yang menakjubkan. Karena itu harus dilestarikan, dilindungi dan diperkenalkan kepada dunia sehingga kelak dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kita,” jelas Wagub Josef yang juga pernah menjabat sebagai staf khusus Menteri Hukum dan HAM RI ini.

Pada kesempatan tersebut Wagub Nae Soi juga menceritakan tentang masalah alat musik Sasando yang sempat diklaim oleh salah satu negara pada tahun 2021 lalu.

“Kita bersyukur karena waktu itu alat musik tradisional kita Sasando sudah didaftarkan dan sudah memiliki hak paten sehingga tidak bisa diklaim oleh daerah ataupun negara manapun. Karena itu jika setiap daerah di NTT bisa menerbitkan Perda KI, sudah pasti akan menguatkan legal biding dan narasi KI Komunal,” ucapnya.

Iapun menambahkan bahwa jika setiap daerah di NTT ada yang kesulitan untuk membuat naskah akademik intelektualnya, maka ia akan membantu menggunakan riset disertasi miliknya yang sudah dinyatakan lulus.

Sementara itu dalam sambutan pengantarnya, Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone juga mengatakan, Provinsi NTT kaya akan potensi kekayaan intelektual, utamanya kekayaan intelektual komunal (KIK) seperti ekspresi budaya tradisional dan indikasi geografis. Namun demikian, kekayaan intelektual personal juga tidak bisa dipandang sebelah mata karena potensinya pun beragam.

Dalam upaya melindungi kekayaan intelektual (KI) tersebut, Kanwil Kemenkumham NTT selama ini telah menjalin kerja sama yang baik dengan Pemda Provinsi NTT dan kabupaten/kota, Dekranasda, serta pihak perbankan.

“Sejak 2019, dukungan dan perhatian Pemda NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi sangat luar biasa dalam proses percepatan pelindungan kekayaan intelektual di NTT,” ujarnya.

Besarnya perhatian Pemda NTT terhadap pelindungan KI, lanjut Marciana, ditandai dengan meningkatnya jumlah pendaftaran KI yang biayanya difasilitasi langsung oleh pemerintah daerah dan Bank NTT. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi beberapa Pemda Kabupaten/Kota yang telah memfasilitasi penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pelindungan kekayaan intelektual.

“Keberadaan Perda menjadi dasar merumuskan kebijakan dan anggaran dalam upaya mendorong percepatan pelindungan KI untuk NTT bangkit dan NTT sejahtera,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Min Usihen mengatakan, meningkatnya pelindungan KI berkorelasi positif dengan kemajuan suatu negara. Utamanya dalam menyokong pertumbuhan ekonomi, disamping untuk membangun nation branding. Ia mencontohkan seperti di Tiongkok, pertumbuhan ekonominya yang mencapai 9,6 persen pada 2008 lalu rupanya tidak lepas dari tingginya permohonan perlindungan KI personal yakni paten dan merek dagang. Di Indonesia, hasil penelitian INDEF tahun 2017 menunjukkan setiap kenaikan 1 persen jumlah paten ternyata mampu berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi sebesar 0,06 persen.

“Artinya, bila jumlah paten bisa naik 10 persen saja, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih tinggi 0,6 persen,” jelas Min Usihen.

Min berharap, berbagai potensi kekayaan intelektual yang ada di NTT dapat terus digali dan dikembangkan agar mampu berkontribusi positif untuk pembangunan nasional. Khususnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat NTT, dan masyarakat Indonesia secara umum. Kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara Kemenkumham melalui Kantor Wilayah NTT bersama Pemda dan perbankan, juga diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk menjangkau layanan kekayaan intelektual. Utamanya dalam rangka memperkuat kepemilikan KI komunal agar tidak mudah diklaim negara lain.

“NTT ini punya potensi besar untuk dapat mendorong KI komunalnya bernilai strategis. Melalui pencatatan KI komunal juga diharapkan dapat meningkatkan keanekaragaman budaya dan hayati di Indonesia,” tandasnya.

Hingga kini baru ada lima Kabupaten/Kota yang menerbitkan Perda tersebut dari 22 kabupaten Kota di NTT. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT