Arsip Tag: Wakil Gubernur NTT

Wagub NTT : Masyarakat Harus Manfaatkan Air Bendungan Secara Maksimal

NTT AKTUAL. SOE. Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef Nae Soi (JNS) mengharapkan agar kelak bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan dapat dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.

“Saya mengajak semua komponen masyarakat, bagitu air di bendungan ini ada, kita wajib tanam apa saja yang dibutuhkan untuk masyarakat, sehingga kita bisa hidup mandiri,” tegas Wagub JNS saat memantau perkembangan pembangunan bendungan Temef yang dirangkaikan dengan acara Pengelakan Sungai Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Jumat (14/08/2020).

Pada kesempatan tersebut Wagub JNS juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena menaruh perhatian besar bagi kebutuhan air masyarakat NTT

“Bapak Presiden selalu menekankan kepada Pak Gubernur dan saya terkait masalah air di NTT, dan puji Tuhan kami berterima kasih kepada Bapak Presiden karena atas usaha dan perhatian penuh, Bapak Presiden memberikan kita masyarakat NTT beberapa bendungan,” ujar Wagub Josef.

Lebih lanjut, mantan anggota DPR RI Fraksi Golkar itu meminta agar semua pihak terlebih masyarakat harus selalu mendukung upaya Pemerintah dalam membangun bendungan ini agar dapat segera terselesaikan tepat pada waktunya.

“Saya sangat berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk terus bekerja keras dengan sungguh-sungguh, baik dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, khususnya Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan dan masyarakat di sekitar lokasi proyek ini, bahkan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur pada umumnya dapat saling mendukung agar proses pengelakan yang dimulai hari ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses demi kemajuan pembangunan di NTT agar Provinsi kita ini dapat lebih baik lagi kedepannya,” jelas Wagub Nae Soi.

Sementara itu Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Agus Sosiawan menjelaskan bahwa progres pembangunan bendungan Temef ini sudah mencapai 50%. Dan untuk melanjutkan pembangunan tubuh bendungan, maka aliran sungai harus dialihkan terlebih dahulu.

“Pengelakan sungai ini merupakan tahapan proses untuk menyelesaikan pekerjaan bangunan utama maupun pekerjaan pendukung lainnya. Pengelakan sungai dalam hal ini adalah memindahkan aliran sungai melewati terowongan sehingga aktivitas bekerja selanjutnya dapat segera dilaksanakan,” jelas Agus.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Egusem Pieter Tahun meminta masyarakat tidak perlu kawatir berlebihan terhadap hak lahannya dan harus tetap mendukung Pemerintah dalam proses Pembangunan bendungan Temef tersebut mengingat kebutuhan akan sumber daya air semakin meningkat, selain itu bendungan tersebut juga mempunyai banyak fungsi seperti untuk irigasi, air baku.

Untuk diketahui Bendungan Temef yang diproyeksi rampung pada tahun 2022 ini memiliki tinggi 53m dan panjang 535m yang nantinya akan memiliki volume tampung 45,78 juta m3 yang dapat mengairi daerah irigasi seluas 4.500Ha. Selain itu juga bendungan Temef juga akan memasok air baku sebesar 0,13m3/detik bagi masyarakat TTS dan sekitarnya.

Hadir pada acara tersebut Bupati TTS Egusem Pieter Tahun, Pimpinan dan anggota DPRD Kab TTS, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Para pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT dan Kab. TTS, Para Tokoh Agama, Para Tokoh Masyarakat serta Insan Pers. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Gubernur : Pariwisata Punya Manfaat Besar Bagi Ekonomi NTT

NTT AKTUAL. ENDE. Provinsi NTT dikenal dengan destinasi-destinasi pariwisata terbaik dan menjadi daya tarik bagi turis mancanegara. Hal tersebut sangat berpeluang sektor pariwisata berperan dalam peningkatan ekonomi di NTT. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, MM dalam Pembukaan Festival Danau Kelimutu dan Pelangi Nusantara 2020 Serta Peresmian Paralayang di Lapangan Pancasila Kabupaten Ende pada Rabu (12/08/2020).

“Kita NTT ini dikenal sebagai New Teritory Tourism. Dunia sudah tahu tentang itu. Maka tentu akan menjadi poros penggerak utama mata rantai nilai ekonomi di NTT. Untuk itu makan kita harus mendukung dengan 5A. Diantaranya Atraktif, Akomodasi, Aksesbilitas, Amenities dan Awareness,” ujar Josef.

Beliau juga menjelaskan mengenai pentingnya toleransi. “Dengan dibukanya festival ini, di tempat bersejarah ini sebagai tempat lahirnya Pancasila, maka saya mau agar kita bisa menjaga keragaman yang ada. Kita rayakan dengan semangat Pancasila semangat kesatuan,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Ende, H. Djafar H. Ahmad mengatakan terima kasih kepada Pemprov NTT yang sudah mendukung digelarnya festival kelimutu. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov NTT yang sudah mendukung kegiatan ini. Kami juga setiap bulan agustus dengan kegiatan ini juga kami libatkan mosa laki dari 21 kecamatan di kabupaten Ende,” ujarnya.

“Tidak lupa juga kami mengucapkan limpah terima kasih kepada TNI Angkatan Udara yang sudah mau mempercayakan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah Pelangi Nusantara 2020. Disini juga ada peresmian paralayang dan semoga hal ini akan semakin menambah minat pariwisata dan juga akan mendukung pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi NTT,” tambah Djafar.

Sementara itu, Aspotdirga TNI AU Irawan Nurhadi mengatakan, Pelangi Nusantara 2020 dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta dan keakraban masyarakat pada TNI Angkatan Udara. “Pelangi nusantara adalah untuk mendekatkan diri masyarakat dan TNI Angkatan Udara. dengan tujuan sosialisasi kesadaran bela negara,” kata Irawan.

“Saya juga ingin agar Kabupaten Ende tetap tangguh dalam pembangunan, mengembangkan pariwisata, serta masyarakatnya tetap mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila,” tambah Irawan.

Pelangi Nusantara 2020 tersebut akan diisi dengan wahana dirgantara, yakni atraksi paralayang dan paramotor di Bukit Kezimara, Ende Utara, oleh TNI AU.

Untuk diketahui Wakil Gubernur setelah acara tersebut pun turut mampir ke Taman Renungan Soekarno, Rumah Pengasingan Soekarno, kemudian meresmikan dan menyaksikan Paralayang Kezi Mara, mengikuti Ritual Adat Wela Kamba dan kemudian berkunjung ke Nangaroro Kabupaten Nagekeo. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Gubernur Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi

NTT AKTUAL. ENDE. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM, menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi di Desa Waturaka Kabupaten Ende pada Selasa (11/08/2020).

Pada kesempatan ini Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengajak masyarakat untuk meningkatkan budaya literasi melalui membaca dan menulis untuk meningkatkan pemahaman akan ilmu pengetahuan dan informasi.

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM (mengenakan kemeja merah bergaris) saat menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi di Desa Waturaka Kabupaten Ende pada Selasa (11/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Ilmu itu harus ditularkan melalui membaca. Dengan membaca maka akan terbuka pola pikir kita, pola interaksi dan pemahaman informasi yang mana selanjutnya akan menjadi tindakan nyata untuk melakukan hal-hal positif. Maka dari itu, saya ajak kita semua untuk gemar membaca dan menulis. Bukan itu saja tetapi juga harus ada diskusi untuk bertukar pikiran,” jelas Wakil Gubernur.

Dikatakannya setiap orang harus membaca seumur hidupnya. Tidak peduli tua ataupun muda. Bila seseorang tidak pernah membaca maka sesungguhnya ia sudah mati. Dengan literasi yang baik maka wawasan kita akan terbuka luas.

“Ini juga adalah momentum yang luar biasa. Perpustakaan desa ini akan menjadi bukti bahwa kita juga membangun NTT dari desa. Kita bangun ini untuk anak dan cucu kita. Sebab ilmu yang kita baca tidak akan pernah mati. Kami pemprov NTT juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Ende terkait dengan dukungan untuk memberikan buku tambahan dan sarana prasarana yang mendukung perpustakaan ini,” jelas Josef.

“Kita Pemprov NTT pada tahun 2020 ini punya program untuk memberikan bantuan perpustakaan desa di tujuh lokasi destinasi yaitu Desa Uitiuh di Kabupaten Kupang, Desa Fatumnasi di Kabupaten TTS, Desa Daiama di Kabupaten Rote Ndao, Desa Wolwal di Kabupaten Alor, Desa Lamalera di Kabupaten Lembata, Desa Praimadita di Kabupaten Sumba Timur, dan Desa Waturaka di Kabupaten Ende,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Waturaka
Yosep Alexander Wawo mengatakan tujuan perpustakaan ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan generasi muda agar memahami perkembangan dunia di bidang kepariwisataan.

“Perpustakaan Ini untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak kita. Terima kasih pada Bapak Presiden Jokowi atas bantuan 1000 buku dan 4 buah komputer. Terima kasih juga kepada pihak yang sudah berikan lahan untuk pembangunan perpustakaan ini. Kami juga butuh dukungan dari Pemkab Ende dan Pemprov NTT untuk membantu melengkapi sarana belajar lainnya,” jelas Yosep.

Wakil Gubernur NTT juga sebelumnya turut mengunjungi SMK Negeri 7 Ende, kemudian melakukan pemantauan pada pembangunan jalan provinsi, serta mengunjungi Hutan Wisata Kebesani serta Bumdes Auwula di Desa Detusoko Barat. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Gubernur NTT Beri Apresiasi Bagi Pemuda Koanara Moni

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, MM, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Para Pemuda Desa Koanara Kawasan Moni Kabupaten Ende. Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan sambutan pada acara Kelimutu Expo Bego Gai Night dan Reggae Music yang dilaksanakan di Kompleks Pasar Moni Desa Koanara Kabupaten Ende, Senin (10/08/2020).

“Saya atas nama Pemprov NTT sangat bangga pada pemuda-pemuda Desa Koanara yang malam ini sudah menampilkan atraksi yang sangat menarik. Ada tarian, nyanyian, dan semua dipadukan dalam koregrafi yang sangat bagus. Tidak kalah dengan pertunjukan di Kota-kota besar. Ini yang kita mau, desa harus mampu menampilkan atraksi budaya menjadi nilai pariwisata,” ujar Josef.

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, MM, saat memberikan sambutan pada acara Kelimutu Expo Bego Gai Night dan Reggae Music yang dilaksanakan di Kompleks Pasar Moni Desa Koanara Kabupaten Ende, Senin (10/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Atraksi budaya kita indah-indah. Di NTT ini bukan hanya tarian dan nyanyian daerah saja. Ada juga Komodo yang satu-satunya hanya ada di NTT. Festival Dugong juga baru-baru ini digelar di Alor dan itu sangat menarik. Orang luar menilai Indonesia memang indah, tetapi NTT lebih punya daya tarik sendiri,” ujar Wakil Gubernur Josef.

“Saya minta kepada masyarakat untuk memiliki kepedulian pada pariwisata ini. Harus kita jaga dan saya mau agar setiap tahun dibuatkan pertunjukan seni semacam ini,” tambahnya.

Wakil Gubernur juga menjelaskan bahwa pariwisata sebagai prime mover ekonomi tentunya merupakan langkah yang tepat mengingat NTT memiliki potensi pariwisata yang sangat baik di berbagai daerah yang mampu memiliki nilai jual tinggi.

Sementara itu Bupati Ende, H. Djafar H. Ahmad mengatakan kegiatan pertunjukan seni tersebut sebagai kerja sama Pemkab Ende dan masyarakat Koanara. “Kami pemkab Ende menggandeng anak muda untuk merayakan kelimutu expo ini yang menjadi bagian dari Festival Kelimutu. Ini murni merupakan kerja anak muda kami yang memang peduli dengan pariwisata”, ujar Djafar.

“Ini juga sebagai tujuan kami untuk mendukung program pariwisata sebagai prime mover ekonomi masyarakat. Dan saya harap bisa dilakukan berkesinambungan dan kegiatannya semakin bagus untuk dinikmati,” jelasnya.

Dalam kelimutu expo tersebut juga turun dipamerkan produk makanan lokal dari UMKM masyarakat serta tenun ikat. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Gubernur : Adat dan Budaya adalah Bentuk Eksistensi Masyarakat

NTT AKTUAL. ENDE. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi MM, mengatakan tradisi adat dan budaya adalah salah satu bagian warisan nenek moyang yang menandakan sebagai eksistensi yang utuh dalam masyarakat. Hal tersebut diungkapkannya dalam sambutan pada acara Pengukuhan Mosa Laki Puti Teka Sukalumba Wolo’Oja (Bapak Fransiskus Taso) di Desa Mbuliwaralau Kabupaten Ende pada Senin (10/08/2020).

“Saya bangga disini kita berkumpul untuk menjalankan tradisi pengukuhan mosa laki. Ini adalah bagian dari adat dan budaya kita. Ini juga sebagai warisan dari para leluhur kita yang akan dipandang sebagai bentuk eksistensi dari masyarakt yang berbudaya,” ujar Josef.

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi MM, saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Mosa Laki Puti Teka Sukalumba Wolo’Oja (Bapak Fransiskus Taso) di Desa Mbuliwaralau Kabupaten Ende pada Senin (10/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Kita juga senang karena Bapak Fransiskus Taso ini adalah teman baik saya dan kini adat sudah memberikan gelar sebagai seorang mosa laki. Gelar dalam budaya yang sungguh berarti. Saya juga percaya dengan ini maka beliau bisa bertanggung jawab penuh sesuai dengan perannya. Dengan itu salah satu hal yang harus dimiliki adalah kejujuran dalam tanggung jawab itu sendiri,” tambahnya.

Wakil Gubernur Josef juga menyatakan rasa terima kasihnya pada seluruh masyarakat yang hadir dari berbagai suku dan agama sebagai salah satu tanda bentuk toleransi yang baik pada masyarakat.

Bupati Ende, H. Djafar H. Ahmad yang turut hadir pun mengatakan peran mosa laki sebagai pemimpin pun harus menopang kehidupan yang harmonis.

“Saya yakin pengakuan sebagai mosa laki ini adalah untuk bertanggung jawab atas tercapainya kehidupan yang harmonis. Juga kepada semua pemangku adat untuk tetap dipertahankan tradisi ini sebagai kekayaan kita,” ujar Djafar.

Hal-hal seperti ini tentunya akan sangat menarik karena memiliki keunikan sebagai nilai pariwisata. Apalagi dengan masuknya Ende sebagai salah satu kawaaan pariwisata super prioritas tentu akan menjadi nilai tambah, tambah Djafar.

Sementara itu Fransiskus Taso yang dikukuhkan sebagai mosa laki pun mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan pada dirinya.

“Saya bersyukur dan berterima kasih pada semua pihak yang sudah mendukung dan mohon doa agar saya bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab yang mulia ini ke depannya,” ujar Fransiskus yang juga adalah Ketua DPRD Kabupaten Ende.

Adapun juga Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo yang memberikan sambutan mengatakan pihaknya akan melakukan pendekatan dengan Pemkab Ende dan Flores Timur untuk pengembangan potensi daerah dibidang perikanan. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wagub NTT : Pembentukan Karakter Harus Dilakukan Sejak Dini

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengatakan, untuk membentuk sumberdaya manusia NTT yang berkualitas, dibutuhkan upaya luar biasa. Harus dipersiapkan sejak awal sehingga bisa menghasilkan manusia-manusia berkualitas.

“Kita harus melakukan suatu revolusi radikal. Ini harus dilakukan secara serius. Masalah pembentukan sumberdaya manusia di NTT tidak bisa kerja dengan cara-cara biasa, tapi dengan cara luar biasa. Merubah manusia NTT butuh inovasi terus-menerus,” jelas Wagub Nae Soi saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Jumat (07/08/2020).

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi, saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Jumat (07/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Mengutip pendapat psikolog besar Sigmund Freud tentang peranan alam bawah sadar yang sangat besar, Wagub JNS menekankan, merubah (karakter) seseorang tidak mudah. Namun kalau hal ini dilakukan sejak dini, lebih khusus sejak dalam kandungan, maka akan menghasilkan kualitas manusia yang mumpuni.

“Merubah orang harus dilakukan sejak usia dini bahkan harus dibentuk sejak dalam kandungan. Tak heran, bila ibu-ibu yang mengandung sering mengusap-usap kandungannya dan berbicara dengan janin sejak usia tiga bulan untuk membentuk alam bawah sadar anaknya,” jelas Wagub.

Lebih lanjut pria asal Ngada itu menyatakan, peranan PAUD dalam membentuk dan memberi warna pada karakter anak sangatlah vital. Pendidikan harus dilakukan secara sadar dan terus-menerus dengan lakukan bimbingan, pengajaran dan latihan sehingga anak-anak bisa memiliki spiritualitas, akhlak dan kompetensi sejak kecil.

“Minimal ada enam karakter yang bisa dibentuk sejak PAUD yakni kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan. Dan untuk tercapainya hal-hal ini, pendekatan dan hati seorang ibu sangat dibutuhkan,” ungkap politisi Golkar tersebut.

Mantan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM itu, memberikan apresiasi dan penghargaan besar terhadap apa yang telah dilakukan oleh tim penggerak PKK dan para Bunda PAUD di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT untuk menghasilkan generasi NTT yang lebih bermutu ke depannya.

“Ke depan, saya minta teman-teman di perangkat daerah agar cukup jadi regulator saja. Kita jangan sungkan-sungkan kolaborasi dengan PKK dan para Bunda PAUD karena mereka memiliki cinta lebih dari kita. Cinta dalam arti care atau perhatian, fair atau keadilan, dan shared atau berbagi dengan tulus. Mereka kerja tanpa gaji dan selalu bersama dengan masyarakat dan anak-anak,” pungkas Wagub Nae Soi.

Sementara itu, Bunda PAUD NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, selama dua tahun PKK NTT telah menjalankan tugas untuk mengembangkan PAUD. Mengambil bagian dalam semangat membangun NTT dengan fokus pada pengembangan sumberdaya manusia.

Bunda PAUD NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, saat memberikan sambutan. Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Kami, para perempuan dan wanita seluruh NTT ingin membantu pak Gub dan Wagub dalam pengembangan sumberdaya manusia. Kita memiliki  sekitar 3.236 desa di seluruh NTT, kami sadar belum mampu menjangkau semua. Karenanya kami sepakat memilih 22 desa model PKK selama dua tahun ini. Kami fokus di desa-desa ini. Dan di desa-desa ini, kami punya PAUD model,” kata Juli Sutrisno Laiskodat.

Dikatakan anggota Komisi IV DPR RI itu, cita-citanya sebagai koordinator para Bunda PAUD di NTT adalah mendorong semakin banyaknya PAUD di NTT terakreditasi. Karena menurut data dari UNICEF, di NTT banyak PAUD yang liar dan tidak terakreditasi.

“Para orang tua umumnya berpikir PAUD hanya sebagai tempat penitipan anak. Padahal pendidikan harusnya dimulai dari masa ini. Di desa model, kami mengedukasi para orang tua tentang peranan penting PAUD sebagai tempat dimulainya dasar pembentukan sumberdaya manusia,” jelas ketua Dekranasda NTT tersebut.

Dalam kesempatan itu, Julie Sutrisno mengharapkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi NTT untuk peningkatan sarana, prasarana dan alat-alat permainan. Fokus kerja ke depan adalah juga meningkatkan kompentensi dan sertifikasi guru-guru PAUD.

“Para Guru PAUD ini sebagian besar tidak digaji dan dibayar. Hanya karena mereka punya hati untuk mengajar dan berbagi. Karenanya kami meminta Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar memberikan masukan buat para Kepala Desa untuk memanfaatkan Dana Desa bagi pengembangan PAUD. Juga untuk memberikan insentif kepada para guru PAUD,” pungkas Julie Sutrisno.

Pengukuhan Julie Sutrisno Laiskodat berdasarkan SK Gubernur NTT Nomor 239/KEP/HK/2020. Para Ketua Tim Penggerak PKK/Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-NTT mengikuti acara pengukuhan ini secara virtual.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua PKK NTT, Ibu Maria Fransiska Jogo, Kepala Balai PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) NTT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Maria B. Advensia Salem, Kadis Kesehatan NTT, perwakilan organisasi perempuan, para mitra PAUD dan undangan lainnya. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Tiba di Kupang, Pangdam IX/Udayana di Sambut Tarian Natoni

NTT AKTUAL. KUPANG. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta ibu dan rombongan tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (06/08/2020).

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta ibu dan rombongan saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (06/08/2020). Foto : Penrem161WS

Hal tersebut disampaikan Kapenrem 161/Wira Sakti Mayor Inf Arwan Minarta dalam rilis tertulisnya, Kamis (06/08/2020).

Setiba di Apron Bandara El Tari Kupang, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta ibu dan rombongan disambut dengan Tarian Adat Natoni, kemudian pengalungan Kain Tais, Tarian Foti dan Tarian Taebenu.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta ibu dan rombongan saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (06/08/2020). Foto : Penrem161WS

“Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, M.M mengalungkan kain tais kepada Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara dan Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni mengalungkan kain tais kepada Ibu Ketua Persit KCK PD IX/Udayana, setelah itu Pangdam beserta ibu dan rombongan istirahat sejenak di Ruang VIP Room Pemda Provinsi NTT,” jelasnya.

Pangdam IX/Udayana beserta ibu dan rombongan, selama beberapa hari kedepan akan melaksanakan beberapa agenda kegiatan.

“Sore ini Pangdam IX/Udayana selaku Pangkoops Pamtas RI RDTL bertindak sebagai inspektur upacara pada Upacara Penerimaan Satgas Pamtas RI RDTL Yon Armed 3/105 Tarik di Lapangan Upacara Makolantamal VII Kupang,” ungkap Kapenrem.

Tampak mendampingi Pangdam IX/Udayana beserta ibu adalah Asintel Kasdam IX/Udayana, Asops Kasdam IX/Udayana, Aslog Kasdam dan Aster Kasdam IX/Udayana.

Hadir dalam penjemputan dan penerimaan ini Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/ Udayana, Danlantamal VII Kupang, Danlanud El Tari, Kabinda NTT, Wakapolda NTT serta Unsur Forkopimda Provinsi NTT. (*/Red)

Sumber : Penrem161WS

Editor : Nataniel Pekaata

Menteri PUPR Didampingi Wakil Gubernur NTT Kunjungi Pembangunan Bendungan Napung Gete

NTT AKTUAL. SIKKA. Menteri PUPR RI, Ir. M. Basoeki Hadimoeljono didampingi Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi MM (JNS) dan bersama sejumlah pejabat Kementerian PUPR mengunjungi Bendungan Napung Gete di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka pada Rabu (05/08/2020).

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meninjau perkembangan pembangunan Bendungan Napung Gete.

Menteri PUPR RI, Ir. M. Basoeki Hadimoeljono didampingi Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi MM (JNS) dan bersama sejumlah pejabat Kementerian PUPR saat meninjau perkembangan pembangunan Bendungan Napung Gete, di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka pada Rabu (05/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi MM, mengatakan rakyat NTT sangat berterima kasih pada Presiden Jokowi dan Kementerian PUPR yang telah memberi perhatian dengan pembangunan bendungan bagi masyaraka NTT.

“Tentunya Pemerintah dan masyarakat NTT harus berbangga dan berterima kasih pada Presiden Jokowi bersama Bapak Menteri PUPR yang memberikan perhatian tinggi bagi masyarakat NTT. Tidak berlebihan saya katakan demikian karena pembangunan bendungan bagi masyarakat NTT ini sangat membantu terkhususnya menopang kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” kata Wakil Gubernur Josef.

“Dulu disini tempatnya kering. Tapi sebentar lagi bendungan akan segera selesai dibangun dan bisa menampung air dalam jumlah yang banyak dan tentunya daerah ini pasti akan subur. Sekali lagi terima kasih pada pemerintah pusat yang sudah membantu kita di sini,” katanya.

Menteri PUPR RI, Ir. M. Basoeki Hadimoeljono didampingi Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi MM (JNS) dan bersama sejumlah pejabat Kementerian PUPR disambut masyarakat dengan tarian adat, Rabu (05/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Sementara itu Menteri PUPR RI Ir. M. Basoeki Hadimoeljono mengatakan pembangunan bendungan Napung Gete tersebut juga merupakan gagasan dan instruksi dari Presiden Jokowi yang ditujukan demi kesejahteraan masyarakat NTT.

“Pembangunan Bendungan Napung Gete ini adalah bagian dari perhatian khusus Bapak Presiden yang menginginkan minimal tujuh bendungan untuk masyarakat NTT. Bapak Presiden juga mengatakan bahwa dengan pembangunan bendungan tentunya akan membantu Pemerintah Provinsi dalam mendorong perubahan di bidang pertanian masyarakat NTT,” jelas Basoeki.

“Di Pulau Timor sudah ada empat bendungan. Di Flores baru ada dua yaitu satu disini (bendungan Napung Gete -Sikka) dan satu lagi di Mbay. Dan baru satu lagi di Weilikis (Atambua). Program pembangunan bendungan ini juga untuk menghijaukan NTT dengan memanfaatkan tampungan air,” jelasnya.

Basoeki juga mengatakan Kapasitas Bendungan Napung Gete mencapai 11 juta meter kubik air yang hampir sama dengan bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang. “Saya harap dengan anggaran lebih dari 800 miliar disini mudah-mudahan pembangunannya dapat diselesaikan cepat untuk digunakan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Ir. Agus Sosiawan, menjelaskan luas genangan air bendungan Napung Gete akan mencapai 99,78 Ha dengan kapasitas 11 juta meter kubik air dan pembangunannya membutuhan lahan seluas 184,47 Ha.

Menteri PUPR juga kemudian menuju Labuan Bajo untuk meninjau lokasi pengerjaan Penataan Kawasan Puncak Waringin. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Pemprov Terima Dua Ranperda Inisiatif DPRD NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menerima dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD NTT yakni Ranperda Tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi  NTT Tahun 2020-2040 dan Tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat menyampaikan Pendapat Gubernur NTT terhadap dua Rancangan Perda Inisiatif Dewan pada Sidang Paripurna XIV Masa Sidang III DPRD NTT di ruang utama DPRD NTT, Senin (03/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Kami menerima kedua Ranperda untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan dan mekanisme berlaku. Hal-hal yang belum sempat disampaikan dalam kesempatan ini akan didiskusikan lebih lanjut dalam rapat Komisi maupun Bapemperda,” kata Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat menyampaikan Pendapat Gubernur NTT terhadap dua Rancangan Perda Inisiatif Dewan pada Sidang Paripurna XIV Masa Sidang III DPRD NTT di ruang utama DPRD NTT, Senin (03/08/2020).

Suasana saat Sidang Paripurna XIV Masa Sidang III DPRD NTT di ruang utama DPRD NTT, Senin (03/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Menurut Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Ranperda Rencana Pembangunan Industri sangat penting karena perencanaan merupakan proses  penting untuk pencapaian tujuan.  Terkait aspek muatan materi dalam Ranperda, Pemerintah Provinsi NTT sepakat karena memuat materi industri unggulan provinsi, jangka waktu, pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan serta pembiayaan beserta lampirannya yang cukup komplit.

“Rencana pembangunan industri menjadi pedoman untuk dijabarkan ke dalam penyusunan rencana pembangunan industri Kabupaten/Kota dan Rencana Strategis Perangkat Daerah bidang industri pada masing-masing kabupaten/Kota,” jelas Wakil Gubernur NTT.

Sementara itu terkait Ranperda tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan, Wagub JNS juga menyatakan pemerintahjuga sepakat terkait muatan materi. Karena retribusi izin usaha perikanan merupakan salah satu dari Retribusi Perizinan tertentu yang jadi kewenangan Pemerintah Daerah sesuai dengan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Sidang Paripurna ke-14 tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Nasdem, Petrus Christian Mboeik.  Juga dihadiri oleh Ketua DPRD NTT, Emy Nomleni, Wakil Ketua dari Fraksi Golkar, Inche Sayuna, dan dihadiri 34 anggota DPRD NTT. Dari eksekutif tampak hadir, Sekda NTT, Benediktus Polo Maing dan pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Gubernur NTT Serahkan “joni” Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) menyerahkan seekor sapi kurban bantuan Presiden Joko Widodo kepada Masjid Agung Al Baitul Qadim, Kelurahan Air Mata, Kota Kupang, Jumat (31/07/2020).

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat menyerahkan seekor sapi kurban bantuan Presiden Joko Widodo, Jumat (31/7/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Sapi kurban yang merupakan persilangan antara sapi Bali dan sapi Berangus melalui kawin suntik atau seminasi buatan dengan bobot 980 kilogram ini diberi nama joni.

“joni” sapi kurban dari Presiden Jokowi yang diserahkan oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi untuk Masjid Agung Al Baitul Qadim, Kelurahan Air Mata, Kota Kupang dengan Berat 980 kg.

Wakil Gubernur langsung menyerahkan sapi kurban tersebut kepada H. Musa Imran selaku Ketua Yayasan Masjid Agung Al Baitul Qadim Air Mata.

Turut hadir pada kesempatan ini, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor, Ketua MUI NTT, H. Abdul Kadir Makarim, Asisten III Administrasi Umum Setda NTT, Kosmas Lana, Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTT, Ketua Yayasan Masjid Agung Al Baitul Qadim, H. Musa Imran beserta pengurus, insan pers dan undangan lainnya.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengucapakan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas sumbangan hewan kurban kepada masyarakat NTT pada perayaan Idul Adha 1441 H.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah memberikan perhatian yang begitu besar kepada Masyarakat NTT terlebih pada hari ini telah memberikan sapi satu ekor yang beratnya sangat luar biasa, dan masyarakat NTT memberikan salam hangat kepada Bapak Presiden, selamat Idul Adha, semoga Bapak diberi kesehatan yang prima untuk membangun Nusa dan Bangsa ini, serta selalu arif dan bijaksana dalam memimpin Republik ini, terlebih dalam masa covid ini,” kata Wakil Gubernur.

Lebih lanjut Wakil Gubernur mengungkapkan, berkurban tidak harus dengan kegiatan formal seperti penyerahan hewan kurban secara simbolis. Esensi dari berkurban, kata dia, adalah memberi dan berbagi terhadap sesama dari kekurangan yang kita miliki.

“Idul Adha tidak harus sekedar kita merayakan penyembelihan hewan, tapi hewan yang kita sembelih itu harus sesuai dengan apa yang kita niatkan, kita berikan kepada Allah SWT, serta sebagai umat beriman kita juga harus dapat memberi kepada orang lain disaat kita sendiri miskin dan dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama,” jelas Wakil Gubernur Josef Nae Soi.

Diakhir sambutannya, pria asal Ngada tersebut tidak lupa memberi ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim di NTT dalam merayakan Idul Adha 1441 H dan berharap agar momentum hari spesial ini dapat menjadi cambuk bagi kita semua untuk memperkuat spirit pengorbanan dan kepedulian demi mewujudkan NTT yang lebih baik lagi.

“Saya atas nama Pemerintah NTT, Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT saya sendiri Josef Nae Soi mengucapkan kepada seluruh umat Muslim diseluruh NTT Selamat Idul Adha, mudah-mudahan pengorbanan kita tidak hanya sampai disini, tapi pengorbanan kita harus terus berlanjut kedepan supaya kita dapat membangun NTT ini hari lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari pada hari ini,” pungkas Wakil Gubernur NTT mengakhiri sambutannya.

Untuk diketahui bahwa Masjid Agung Al Baitul Qadim Air Mata merupakan Masjid Tertua di Pulau Timor yang sudah berdiri sejak tahun 1806 dan tercatat dalam 100 Masjid Tua bersejarah di Indonesia. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata