Arsip Tag: Wakil Gubernur NTT

Wagub NTT : Pembentukan Karakter Harus Dilakukan Sejak Dini

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengatakan, untuk membentuk sumberdaya manusia NTT yang berkualitas, dibutuhkan upaya luar biasa. Harus dipersiapkan sejak awal sehingga bisa menghasilkan manusia-manusia berkualitas.

“Kita harus melakukan suatu revolusi radikal. Ini harus dilakukan secara serius. Masalah pembentukan sumberdaya manusia di NTT tidak bisa kerja dengan cara-cara biasa, tapi dengan cara luar biasa. Merubah manusia NTT butuh inovasi terus-menerus,” jelas Wagub Nae Soi saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Jumat (07/08/2020).

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi, saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Jumat (07/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Mengutip pendapat psikolog besar Sigmund Freud tentang peranan alam bawah sadar yang sangat besar, Wagub JNS menekankan, merubah (karakter) seseorang tidak mudah. Namun kalau hal ini dilakukan sejak dini, lebih khusus sejak dalam kandungan, maka akan menghasilkan kualitas manusia yang mumpuni.

“Merubah orang harus dilakukan sejak usia dini bahkan harus dibentuk sejak dalam kandungan. Tak heran, bila ibu-ibu yang mengandung sering mengusap-usap kandungannya dan berbicara dengan janin sejak usia tiga bulan untuk membentuk alam bawah sadar anaknya,” jelas Wagub.

Lebih lanjut pria asal Ngada itu menyatakan, peranan PAUD dalam membentuk dan memberi warna pada karakter anak sangatlah vital. Pendidikan harus dilakukan secara sadar dan terus-menerus dengan lakukan bimbingan, pengajaran dan latihan sehingga anak-anak bisa memiliki spiritualitas, akhlak dan kompetensi sejak kecil.

“Minimal ada enam karakter yang bisa dibentuk sejak PAUD yakni kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan. Dan untuk tercapainya hal-hal ini, pendekatan dan hati seorang ibu sangat dibutuhkan,” ungkap politisi Golkar tersebut.

Mantan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM itu, memberikan apresiasi dan penghargaan besar terhadap apa yang telah dilakukan oleh tim penggerak PKK dan para Bunda PAUD di Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT untuk menghasilkan generasi NTT yang lebih bermutu ke depannya.

“Ke depan, saya minta teman-teman di perangkat daerah agar cukup jadi regulator saja. Kita jangan sungkan-sungkan kolaborasi dengan PKK dan para Bunda PAUD karena mereka memiliki cinta lebih dari kita. Cinta dalam arti care atau perhatian, fair atau keadilan, dan shared atau berbagi dengan tulus. Mereka kerja tanpa gaji dan selalu bersama dengan masyarakat dan anak-anak,” pungkas Wagub Nae Soi.

Sementara itu, Bunda PAUD NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, selama dua tahun PKK NTT telah menjalankan tugas untuk mengembangkan PAUD. Mengambil bagian dalam semangat membangun NTT dengan fokus pada pengembangan sumberdaya manusia.

Bunda PAUD NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, saat memberikan sambutan. Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Kami, para perempuan dan wanita seluruh NTT ingin membantu pak Gub dan Wagub dalam pengembangan sumberdaya manusia. Kita memiliki  sekitar 3.236 desa di seluruh NTT, kami sadar belum mampu menjangkau semua. Karenanya kami sepakat memilih 22 desa model PKK selama dua tahun ini. Kami fokus di desa-desa ini. Dan di desa-desa ini, kami punya PAUD model,” kata Juli Sutrisno Laiskodat.

Dikatakan anggota Komisi IV DPR RI itu, cita-citanya sebagai koordinator para Bunda PAUD di NTT adalah mendorong semakin banyaknya PAUD di NTT terakreditasi. Karena menurut data dari UNICEF, di NTT banyak PAUD yang liar dan tidak terakreditasi.

“Para orang tua umumnya berpikir PAUD hanya sebagai tempat penitipan anak. Padahal pendidikan harusnya dimulai dari masa ini. Di desa model, kami mengedukasi para orang tua tentang peranan penting PAUD sebagai tempat dimulainya dasar pembentukan sumberdaya manusia,” jelas ketua Dekranasda NTT tersebut.

Dalam kesempatan itu, Julie Sutrisno mengharapkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi NTT untuk peningkatan sarana, prasarana dan alat-alat permainan. Fokus kerja ke depan adalah juga meningkatkan kompentensi dan sertifikasi guru-guru PAUD.

“Para Guru PAUD ini sebagian besar tidak digaji dan dibayar. Hanya karena mereka punya hati untuk mengajar dan berbagi. Karenanya kami meminta Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar memberikan masukan buat para Kepala Desa untuk memanfaatkan Dana Desa bagi pengembangan PAUD. Juga untuk memberikan insentif kepada para guru PAUD,” pungkas Julie Sutrisno.

Pengukuhan Julie Sutrisno Laiskodat berdasarkan SK Gubernur NTT Nomor 239/KEP/HK/2020. Para Ketua Tim Penggerak PKK/Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-NTT mengikuti acara pengukuhan ini secara virtual.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua PKK NTT, Ibu Maria Fransiska Jogo, Kepala Balai PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) NTT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Maria B. Advensia Salem, Kadis Kesehatan NTT, perwakilan organisasi perempuan, para mitra PAUD dan undangan lainnya. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Tiba di Kupang, Pangdam IX/Udayana di Sambut Tarian Natoni

NTT AKTUAL. KUPANG. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta ibu dan rombongan tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (06/08/2020).

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta ibu dan rombongan saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (06/08/2020). Foto : Penrem161WS

Hal tersebut disampaikan Kapenrem 161/Wira Sakti Mayor Inf Arwan Minarta dalam rilis tertulisnya, Kamis (06/08/2020).

Setiba di Apron Bandara El Tari Kupang, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta ibu dan rombongan disambut dengan Tarian Adat Natoni, kemudian pengalungan Kain Tais, Tarian Foti dan Tarian Taebenu.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta ibu dan rombongan saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (06/08/2020). Foto : Penrem161WS

“Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, M.M mengalungkan kain tais kepada Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara dan Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni mengalungkan kain tais kepada Ibu Ketua Persit KCK PD IX/Udayana, setelah itu Pangdam beserta ibu dan rombongan istirahat sejenak di Ruang VIP Room Pemda Provinsi NTT,” jelasnya.

Pangdam IX/Udayana beserta ibu dan rombongan, selama beberapa hari kedepan akan melaksanakan beberapa agenda kegiatan.

“Sore ini Pangdam IX/Udayana selaku Pangkoops Pamtas RI RDTL bertindak sebagai inspektur upacara pada Upacara Penerimaan Satgas Pamtas RI RDTL Yon Armed 3/105 Tarik di Lapangan Upacara Makolantamal VII Kupang,” ungkap Kapenrem.

Tampak mendampingi Pangdam IX/Udayana beserta ibu adalah Asintel Kasdam IX/Udayana, Asops Kasdam IX/Udayana, Aslog Kasdam dan Aster Kasdam IX/Udayana.

Hadir dalam penjemputan dan penerimaan ini Wakil Gubernur NTT, Ketua DPRD Provinsi NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/ Udayana, Danlantamal VII Kupang, Danlanud El Tari, Kabinda NTT, Wakapolda NTT serta Unsur Forkopimda Provinsi NTT. (*/Red)

Sumber : Penrem161WS

Editor : Nataniel Pekaata

Menteri PUPR Didampingi Wakil Gubernur NTT Kunjungi Pembangunan Bendungan Napung Gete

NTT AKTUAL. SIKKA. Menteri PUPR RI, Ir. M. Basoeki Hadimoeljono didampingi Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi MM (JNS) dan bersama sejumlah pejabat Kementerian PUPR mengunjungi Bendungan Napung Gete di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka pada Rabu (05/08/2020).

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meninjau perkembangan pembangunan Bendungan Napung Gete.

Menteri PUPR RI, Ir. M. Basoeki Hadimoeljono didampingi Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi MM (JNS) dan bersama sejumlah pejabat Kementerian PUPR saat meninjau perkembangan pembangunan Bendungan Napung Gete, di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka pada Rabu (05/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi MM, mengatakan rakyat NTT sangat berterima kasih pada Presiden Jokowi dan Kementerian PUPR yang telah memberi perhatian dengan pembangunan bendungan bagi masyaraka NTT.

“Tentunya Pemerintah dan masyarakat NTT harus berbangga dan berterima kasih pada Presiden Jokowi bersama Bapak Menteri PUPR yang memberikan perhatian tinggi bagi masyarakat NTT. Tidak berlebihan saya katakan demikian karena pembangunan bendungan bagi masyarakat NTT ini sangat membantu terkhususnya menopang kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” kata Wakil Gubernur Josef.

“Dulu disini tempatnya kering. Tapi sebentar lagi bendungan akan segera selesai dibangun dan bisa menampung air dalam jumlah yang banyak dan tentunya daerah ini pasti akan subur. Sekali lagi terima kasih pada pemerintah pusat yang sudah membantu kita di sini,” katanya.

Menteri PUPR RI, Ir. M. Basoeki Hadimoeljono didampingi Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi MM (JNS) dan bersama sejumlah pejabat Kementerian PUPR disambut masyarakat dengan tarian adat, Rabu (05/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Sementara itu Menteri PUPR RI Ir. M. Basoeki Hadimoeljono mengatakan pembangunan bendungan Napung Gete tersebut juga merupakan gagasan dan instruksi dari Presiden Jokowi yang ditujukan demi kesejahteraan masyarakat NTT.

“Pembangunan Bendungan Napung Gete ini adalah bagian dari perhatian khusus Bapak Presiden yang menginginkan minimal tujuh bendungan untuk masyarakat NTT. Bapak Presiden juga mengatakan bahwa dengan pembangunan bendungan tentunya akan membantu Pemerintah Provinsi dalam mendorong perubahan di bidang pertanian masyarakat NTT,” jelas Basoeki.

“Di Pulau Timor sudah ada empat bendungan. Di Flores baru ada dua yaitu satu disini (bendungan Napung Gete -Sikka) dan satu lagi di Mbay. Dan baru satu lagi di Weilikis (Atambua). Program pembangunan bendungan ini juga untuk menghijaukan NTT dengan memanfaatkan tampungan air,” jelasnya.

Basoeki juga mengatakan Kapasitas Bendungan Napung Gete mencapai 11 juta meter kubik air yang hampir sama dengan bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang. “Saya harap dengan anggaran lebih dari 800 miliar disini mudah-mudahan pembangunannya dapat diselesaikan cepat untuk digunakan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Ir. Agus Sosiawan, menjelaskan luas genangan air bendungan Napung Gete akan mencapai 99,78 Ha dengan kapasitas 11 juta meter kubik air dan pembangunannya membutuhan lahan seluas 184,47 Ha.

Menteri PUPR juga kemudian menuju Labuan Bajo untuk meninjau lokasi pengerjaan Penataan Kawasan Puncak Waringin. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Pemprov Terima Dua Ranperda Inisiatif DPRD NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menerima dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD NTT yakni Ranperda Tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi  NTT Tahun 2020-2040 dan Tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat menyampaikan Pendapat Gubernur NTT terhadap dua Rancangan Perda Inisiatif Dewan pada Sidang Paripurna XIV Masa Sidang III DPRD NTT di ruang utama DPRD NTT, Senin (03/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Kami menerima kedua Ranperda untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan dan mekanisme berlaku. Hal-hal yang belum sempat disampaikan dalam kesempatan ini akan didiskusikan lebih lanjut dalam rapat Komisi maupun Bapemperda,” kata Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat menyampaikan Pendapat Gubernur NTT terhadap dua Rancangan Perda Inisiatif Dewan pada Sidang Paripurna XIV Masa Sidang III DPRD NTT di ruang utama DPRD NTT, Senin (03/08/2020).

Suasana saat Sidang Paripurna XIV Masa Sidang III DPRD NTT di ruang utama DPRD NTT, Senin (03/08/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Menurut Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Ranperda Rencana Pembangunan Industri sangat penting karena perencanaan merupakan proses  penting untuk pencapaian tujuan.  Terkait aspek muatan materi dalam Ranperda, Pemerintah Provinsi NTT sepakat karena memuat materi industri unggulan provinsi, jangka waktu, pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan serta pembiayaan beserta lampirannya yang cukup komplit.

“Rencana pembangunan industri menjadi pedoman untuk dijabarkan ke dalam penyusunan rencana pembangunan industri Kabupaten/Kota dan Rencana Strategis Perangkat Daerah bidang industri pada masing-masing kabupaten/Kota,” jelas Wakil Gubernur NTT.

Sementara itu terkait Ranperda tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan, Wagub JNS juga menyatakan pemerintahjuga sepakat terkait muatan materi. Karena retribusi izin usaha perikanan merupakan salah satu dari Retribusi Perizinan tertentu yang jadi kewenangan Pemerintah Daerah sesuai dengan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Sidang Paripurna ke-14 tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Nasdem, Petrus Christian Mboeik.  Juga dihadiri oleh Ketua DPRD NTT, Emy Nomleni, Wakil Ketua dari Fraksi Golkar, Inche Sayuna, dan dihadiri 34 anggota DPRD NTT. Dari eksekutif tampak hadir, Sekda NTT, Benediktus Polo Maing dan pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Gubernur NTT Serahkan “joni” Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) menyerahkan seekor sapi kurban bantuan Presiden Joko Widodo kepada Masjid Agung Al Baitul Qadim, Kelurahan Air Mata, Kota Kupang, Jumat (31/07/2020).

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat menyerahkan seekor sapi kurban bantuan Presiden Joko Widodo, Jumat (31/7/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Sapi kurban yang merupakan persilangan antara sapi Bali dan sapi Berangus melalui kawin suntik atau seminasi buatan dengan bobot 980 kilogram ini diberi nama joni.

“joni” sapi kurban dari Presiden Jokowi yang diserahkan oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi untuk Masjid Agung Al Baitul Qadim, Kelurahan Air Mata, Kota Kupang dengan Berat 980 kg.

Wakil Gubernur langsung menyerahkan sapi kurban tersebut kepada H. Musa Imran selaku Ketua Yayasan Masjid Agung Al Baitul Qadim Air Mata.

Turut hadir pada kesempatan ini, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor, Ketua MUI NTT, H. Abdul Kadir Makarim, Asisten III Administrasi Umum Setda NTT, Kosmas Lana, Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTT, Ketua Yayasan Masjid Agung Al Baitul Qadim, H. Musa Imran beserta pengurus, insan pers dan undangan lainnya.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengucapakan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas sumbangan hewan kurban kepada masyarakat NTT pada perayaan Idul Adha 1441 H.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah memberikan perhatian yang begitu besar kepada Masyarakat NTT terlebih pada hari ini telah memberikan sapi satu ekor yang beratnya sangat luar biasa, dan masyarakat NTT memberikan salam hangat kepada Bapak Presiden, selamat Idul Adha, semoga Bapak diberi kesehatan yang prima untuk membangun Nusa dan Bangsa ini, serta selalu arif dan bijaksana dalam memimpin Republik ini, terlebih dalam masa covid ini,” kata Wakil Gubernur.

Lebih lanjut Wakil Gubernur mengungkapkan, berkurban tidak harus dengan kegiatan formal seperti penyerahan hewan kurban secara simbolis. Esensi dari berkurban, kata dia, adalah memberi dan berbagi terhadap sesama dari kekurangan yang kita miliki.

“Idul Adha tidak harus sekedar kita merayakan penyembelihan hewan, tapi hewan yang kita sembelih itu harus sesuai dengan apa yang kita niatkan, kita berikan kepada Allah SWT, serta sebagai umat beriman kita juga harus dapat memberi kepada orang lain disaat kita sendiri miskin dan dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Agama,” jelas Wakil Gubernur Josef Nae Soi.

Diakhir sambutannya, pria asal Ngada tersebut tidak lupa memberi ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim di NTT dalam merayakan Idul Adha 1441 H dan berharap agar momentum hari spesial ini dapat menjadi cambuk bagi kita semua untuk memperkuat spirit pengorbanan dan kepedulian demi mewujudkan NTT yang lebih baik lagi.

“Saya atas nama Pemerintah NTT, Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT saya sendiri Josef Nae Soi mengucapkan kepada seluruh umat Muslim diseluruh NTT Selamat Idul Adha, mudah-mudahan pengorbanan kita tidak hanya sampai disini, tapi pengorbanan kita harus terus berlanjut kedepan supaya kita dapat membangun NTT ini hari lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari pada hari ini,” pungkas Wakil Gubernur NTT mengakhiri sambutannya.

Untuk diketahui bahwa Masjid Agung Al Baitul Qadim Air Mata merupakan Masjid Tertua di Pulau Timor yang sudah berdiri sejak tahun 1806 dan tercatat dalam 100 Masjid Tua bersejarah di Indonesia. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Serahkan Hewan Kurban dari Pemprov, ini Pesan Wakil Gubernur NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengajak masyarakat NTT, khususnya Umat Muslim untuk terus berbagi kepada sesama dari kekurangan. Karena inilah yang menjadi inti dari perayaan Idul Adha.

“Dalam konteks NTT, orang boleh mengatakan kita miskin, itu tidak apa-apa. Tapi kita bisa memberikan sesuatu kepada sesama walaupun kita berkekurangan, itu pahalanya luar biasa,” kata Wagub JNS saat memberikan sambutan pada Penyerahan hewan kurban yakni berupa satu ekor sapi dari Pemerintah Provinsi NTT kepada pengurus Masjid Baburrahman, Nusa Bunga Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang, Jumat (31/07/2020).

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengatakan Idul Adha bukan perayaan biasa dan rutinitas tahunan semata.

“Kalau kita berkurban dengan beli sapi, itu biasa. Beri kambing kepada orang miskin, itu juga biasa. Tapi Nabi Ibrahim mengajarkan kita sesuatu yang luar biasa. Bagaimana supaya kita patuh kepada Tuhan. Apa yang diminta oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, walaupun itu sesuatu yang berharga, sesuatu yang ia sangat cintai dan kasihi yakni anaknya sendiri tetapi ia rela memberikannya,” jelas Wagub JNS.

Ditempat yang sama Ketua Takmir Masjid Baburrahman Abas Kasim menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih yang besar atas bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT, Bank NTT serta semua pihak yang menyumbangkan hewan kurban.

“Pemberian ini sangat berharga. Terutama di masa pandemi Covid-19 dengan segala dampaknya di mana sebagian besar masyarakat serba kekurangan. Bantuan ini adalah suatu bentuk kepedulian bagi masyarakat,” jelas Abas.

Lanjut Abas, Masjid Baburrahman dibangun pada tahun 2000. Karena jumlah umat yang semakin banyak sekitar kurang lebih 600 orang, tahun 2015 Masjid tersebut direhab menjadi dua lantai.

Selain penyerahan hewan kurban dari Pemerintah Provinsi NTT, pada kesempatan ini juga turut diserahkan bantuan hewan kurban berupa seekor sapi dari CSR Bank NTT oleh Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana kepada pengurus Takmir Masjid Baburrahman.

Tampak hadir pada acara penyerahan hewan kurban ini Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor, Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana, Asisten III Administrasi Umum Setda NTT, Kosmas Lana, Kadis ESDM NTT, Jusuf Adoe, Imam Masjid, pengurus Takmir dan jemaah Masjid Baburrahman, insan pers dan undangan lainnya.

Untuk dikatahui pada perayaan Idul Adha 1441 H, Pemerintah Provinsi NTT memberikan sumbangan sapi kurban sebanyak 54 ekor untuk seluruh Kabupaten/Kota se-NTT. Sembilan ekor untuk Kota Kupang ditambah satu ekor sapi bantuan dari Presiden, sisanya untuk 21 Kabupaten lainnya di NTT. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

DPRD NTT Serahkan Dua Ranperda Inisiatif Kepada Pemprov

NTT AKTUAL. KUPANG. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerahkan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD NTT kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, saat menyerahkan dua Ranperda Inisiatif DPRD NTT kepada Pemerintah Provinsi NTT, Rabu (29/07/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Dua Ranperda Inisiatif DPRD tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi NTT Tahun 2020-2024 dan Tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan ini diserahkan oleh Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni kepada Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi untuk dibahas oleh Pemerintah Provinsi. Penyerahan Dua Ranperda ini berlangsung di Sidang Paripurna ke-13 Masa Sidang III, bertempat di Ruang Rapat DPRD NTT, Rabu (29/07/2020).

Dalam kesempatan ini Wakil Ketua DPRD NTT, Aloysius Malo Ladi, saat membacakan Penjelasan Pimpinan DPRD NTT Pada Sidang Paripurna ke-13 Masa Sidang III di Ruang Rapat DPRD NTT, mengatakan NTT belum memanfaatkan posisi strategis sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste. Terutama dalam mengembangkan sektor industri.

“NTT belum semaksimal mungkin memanfaatkan posisi strategis kondisi geografis NTT. Berbatasan langsung dengan RDTL (Republik Demokratik Timor Leste) sehingga bisa jadikan Timor Leste sebagai negara utama tujuan ekspor NTT,” ujar Aloysius.

Dikatakan Aloysius Malo Ladi, Ranperda Rencana Pembangunan Industri diajukan selain karena alasan yuridis, juga karena sumbangsih sektor industri untuk PDRB NTT belum besar. Karena kurangnya akses pasar dan sumber dana, rendahnya SDM dan teknologi dan manajemen.

“Salah satu kendala yang dihadapi pelaku Industri Kecil dan Menengah di NTT adalah permodalan dan keterbatasan akses perbankan,” jelas Aloysius.

Potensi Retribusi Izin Usaha Perikanan Sekitar Seratus Milyar Rupiah

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKB itu mengungkapkan, pengajuan Ranperda Izin Usaha Perikanan bertujuan untuk meningkatkan PAD Provinsi NTT. Terutama untuk kapal penangkap ikan  berukuran di atas 5 GT sampai dengan  30 GT dan penerbitan izin pengadaan kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan di atas 5GT sampai dengan 30 GT.

“NTT memiliki potensi retribusi izin usaha perikanan yang diestimasi memberikan kontribusi PAD setiap tahun  kira-kira sebesar Rp. 100 milyar (Seratus miliar rupiah) yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan masyarakat,” jelas Wakil Rakyat asal pulau Sumba itu.

Untuk diketahui Rapat Paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD NTT, Emi Nomleni dan dihadiri 30 anggota DPRD NTT. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dan pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT.
Sesuai agenda, Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan tanggapan terhadap dua Ranperda itu pada Senin (3/08/2020) mendatang dalam Sidang Paripurna. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wagub Minta Dinas Kominfo Percepat Elektronifikasi Administrasi Perkantoran

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengharapkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  Provinsi  NTT untuk mempercepat proses administrasi perkantoran secara elektronik atau elektronifikasi di Lingkup Pemerintah Provinsi.

“Kita ingin minta tambahan data kuota internet ke pusat, tapi kuota yang sudah ada belum kita manfaatkan secara optimal. Proses administrasi perkantoran sebagian besar masih gunakan cara manual. Saya minta Dinas Kominfo bisa mempercepat proses eletronifikasi ini,” ujar Wagub JNS saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Kominfo bersama jajarannya di Ruang Kerja Wagub, Senin (27/07/2020).

Wagub mengungkapkan, masih banyak pekerjaan perkantoran yang dilaksanakan secara offline. Padahal era sekarang, pekerjaan tersebut dapat dilakukan secara online.

Wagub NTT, Josef Nae Soi, saat beraudiens dengan Kepala Dinas Kominfo bersama jajarannya di Ruang Kerja Wagub, Senin (27/07/2020). Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Itu contohnya di atas meja kerja saya. Banyak kertas (surat) tertumpuk yang menanti disposisi. Seharusnya, di zaman teknologi begini, saya bisa membaca dan melakukan disposisi dari mana saja kalau semuanya sudah berjalan dengan sistem elektronik,” jelas Wagub sambil menunjuk  tumpukan kertas di atas meja kerjanya.

Lebih lanjut pria asal Ngada tersebut berharap, Dinas Kominfo  mempercepat proses e-surat atau surat elektronik untuk surat masuk dan ke luar (sumaker) di instansi pemerintahan. Sehingga ada efektifitas dan efisiensi.

“Mari tinggalkan cara kerja lama. Bulan depan, proses sumaker ini saya harapkan segera selesai. Saya tidak mau dengar lagi ada kendala tentang hal ini terutama dari sisi aturan. Karena aturan dari pusat sudah jelas tentang hal ini.  Kita ingin agar output dan terutama outcome dari pekerjaan kita dapat dinikmati secara cepat. Begitu juga dengan sistem perizinan, secepatnya dilakukan secara elektronik agar dapat memudahkan masyarakat,” ungkap Wagub JNS.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub JNS juga mengharapkan Dinas Kominfo untuk melakukan pendataan jumlah BTS (Base Transceiver Station) yang  ada di NTT. Setiap operator bisa lakukan perluasan jaringan pada semua desa  tahun ini.

“Sesudah selesai tingkat desa, kita dorong operator untuk masuk ke sekolah-sekolah. Minggu depan saya koordinasikan lagi dengan Kemenkominfo untuk memastikan jumlah penambahan BTS bagi  kita pada tahun ini,” jelas Wagub Nae Soi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo NTT, Abraham Maulaka menyatakan kesanggupannya untuk segera mempercepat proses elektronifikasi  berbagai kegiatan administrasi perkantoran.

“Kami akan bersurat secepatnya ke para pimpinan perangkat daerah untuk mempercepat proses e-surat di setiap perangkat daerah. Kalau di Kominfo sendiri, proses e-surat sudah dijalankan,” jelas Abraham Maulaka.

Untuk diketahui turut hadir dalam audiens ini para Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Subbagian (kasubag) pada dinas Kominfo NTT. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Family Gathering Forkopimda NTT, Wakil Gubernur Minta Kuatkan Keharmonisan

NTT AKTUAL. KUPANG. Forkopimda NTT menggelar ‘Family Gathering’ bersama untuk pertama kalinya. Acara tersebut dilaksanakan di Mako Lantamal VII Kupang pada Selasa (21/07/2020) malam.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS), saat memberikan sambutan pada acara Family Gathering Forkopimda NTT, Selasa (21/07/2020) malam. Foto : Tim Humas NTT

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) yang hadir dalam kesempatan tersebut mengimbau unsur Forkopimda Provinsi NTT untuk tetap menjalin relasi yang positif dan tetap bersinergi serta mengutamakan keharmonisan dalam pelayanan.

“Ide untuk bertemu dua minggu sekali sebenarnya mengandung hal substansial. Ada ungkapan populer yakni kemenangan hanya dapat dicapai oleh keharmonisan. Dan keharmonisan dapat dicapai kalau ada interaksi dan interrelasi di antara setiap orang. Sinergi sangat dibutuhkan untuk kemajuan masyarakat,” kata Wakil Gubernur JNS saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Dikatakan Wagub JNS, kebersamaan ini dimulai dari Angkatan Laut karena Indonesia adalah salah satu negara maritim terbesar di dunia. Walaupun interaksi ini dilakukan secara informal dan santai, namun tujuannya untuk mendekatkan satu sama lain.

“Keserasian perasaan akan membawa kerjasama yang luar biasa. Mari lakukan kegiatan santai tapi dalam keharmonisan untuk bergandengan tangan membawa kesejahteraan bagi provinsi ini,” ajak pria asal Ngada tersebut.

Mantan staf khusus Menteri Hukum dan HAM itu menegaskan, dulu kalau seseorang ditempatkan di NTT sama dengan dibuang. Namun sekarang NTT telah menjadi tempat yang Nikmat Tiada Taranya.

“Kita harus bekerja keras dan bekerja sama supaya NTT tidak tertinggal dari provinsi lainnya di Indonesia. Tahun 2019, kita telah berhasil menekan angka stunting kita yang cukup tinggi sebesar 8 persen. IPM kita naik sedikit walaupun tidak signifikan. Ini semua karena kerja keras kita semua,” ujar JNS.

Sementara itu, Komandan Lantamal VII Kupang, Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa menjelaskan, ide mengumpulkan Forkompinda dua minggu sekali berasal dari Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wagub JNS. Untuk pertemuan pertama ini, Lantamal VII mengambil inisiatif untuk jadi tuan rumah.

“Acara ini sifatnya informal. Berbagai permasalahan NTT dapat dikomunikasikan secara rileks. Juga dalam suasana santai dapat dihasilkan ide-ide yang lebih baik dan signifikan untuk bangun NTT terutama dalam situasi pandemi saat ini,” jelas IG Aribawa.

Family Gathering Perdana Forkompida ini juga dirangkaikan dengan acara syukuran HUT ke-14 Lantamal VII Kupang pada 13 Juli 2020, ungkapan syukur atas promosi dari Wakapolda NTT, Brigjen (Pol) Jhony Asadoma menjadi Kadiv Hubinter Polri serta penganugerahan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari Danrem 161 Wirasakti Kupang, Kolonel Inf Samuel Petrus Hehakaya menjadi Brigjen yang dilaksanakan pada Selasa malam (21/7) di Jakarta.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Tinggi Kupang, Kabinda NTT, Danlanud El Tari Kupang, Wakapolda NTT, Kasrem 161 Wirasakti Kupang, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kepala Bulog, Kepala KSOP, Kepala Bea Cukai, Kalangan Perbankan, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Wakil Bupati Kupang, para pejabat sipil dan militer serta undangan lainnya. (Tim Humas NTT)