Arsip Tag: Viktor Laiskodat

Mentan Akan Kunjungi NTT, Gubernur Usulkan Pembentukan Bio Security dan Bio Industry

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di ruang kerjanya, Selasa (21/9/2021) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiens Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar terkait informasi kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo pada 29 September 2021 mendatang.

Gubernur VBL menegaskan agar Jaringan Pertanian Nasional (JPN) yang akan dikukuhkan secara nasional nanti perlu adanya unsur Akademisi dan Off taker serta sinergikan dengan pendamping yang dimiliki.

“Bicara tentang nomenklatur jaringan untuk kepentingan pertanian maka perlu adanya unsur Akademisi dan Off Taker dalam JPN serta lima orang pengurus setiap kabupaten, di cek lagi tugasnya apa saja, kemudian dikolaborasikan dengan pendamping Program TJPS,” tegas Gubernur Viktor

Gubernur Viktor menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian Dan KP, Dinas Peternakan kolaborasi bersama Stakeholder terkait untuk menyiapkan usulan Bio Security dan Bio Industry serta Skenario Penanganan Penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak Babi di NTT.

“Dalam rangka kunjungan kerja nanti, Kadis Pertanian dan Kadis Peternakan agar berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk menyiapkan usulan Bio Security dan Bio Industry untuk pertanian NTT termasuk usulan Laboratorium Kesehatan Hewan sebagai upaya penanganan penyakit ASF pada hewan ternak Babi di NTT,” jelas Gubernur Laiskodat

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar melaporkan terkait persiapan dan agenda Kunjungan Kerja Bapak Menteri Pertanian di NTT.

“Bapak Gubernur, dapat kami sampaikan, Kunker Bapak Menteri tanggal 29/9 mendatang, terdapat lima agenda yang dilaksanakan yaitu: 1) pengukuhan secara nasional JPN se Indonesia secara virtual, 2) Kegiatan Pelepasan Ekspor, 3) Penandatanganan MOU antara Menteri Pertanian RI dan RDTL terkait pengembangan dan pemasaran hasil pertanian, 4) Peresmian dan penandatanganan prasasti Instalasi Karantina Hewan Tenau, 5) Menyaksikan penandatanganan MOU BKP kelas I Kupang, SKP kelas II Ende dan Dinas Peternakan Provinsi NTT terkait pengendalian ASF di NTT,” ungkap Yulius. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Minta Tol Laut Juga Dibuka Antar Pulau di NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pada Rabu (18/8/2021), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiensi dari Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Mayjen Purn (Mar) Buyung Lalana bersama pejabat Dirjen Perhubungan Laut, Capt. Bharto Ari Raharjo di ruang kerja Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, staf Khusus Menteri Perhubungan, Buyung Lalana menjelaskan sejak diluncurkan pada tahun 2015, Tol Laut telah mampu menurunkan biaya logistik sampai 30 persen karena ada subsidi dari pemerintah dan juga menekan disparitas harga antar daerah. Misi utama program tersebut adalah efisiensi biaya pengiriman bahan pokok penting dan muatan balik potensi daerah.

Menanggapi hal itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Perhubungan untuk menjadikan dan menetapkan Pelabuhan Tenau Kupang sebagai salah satu pelabuhan ekspor. Sehingga berbagai potensi unggulan di NTT dapat langsung dikirim ke negara tujuan. Terkait tol laut. Gubernur juga minta agar dibuka tol laut antar Pulau di NTT. Di NTT, ada sekitar lebih dari 50 pelabuhan dan 15 bandara. Dengan adanya kapal yang setiap hari mengelilingi pulau-pulau di NTT, perdagangan akan bisa bertumbuh pesat.

Selanjutnya kolaborasi Pemerintah bersama PT. Pelindo III terkait pemaparan Desain Pelabuhan Tenau sebagai Hub-Port atau Gateway merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Semau Kabupaten Kupang selain Pengukuhan TPAKD (27/8/2021).

Lima hari kemudian, tepatnya tanggal 1 September 2021, Direktur Utama PT Pelindo III (Persero), Boy Robyanto didampingi General Manager Pelindo Cabang Kupang, Agus Nazar melakukan audiensi sekaligus menandatangani Kerjasama dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat tentang Sinergi Pengembangan Kawasan Pelabuhan dan Pengelolaan Potensi Bisnis Pelabuhan di Wilayah NTT, Rabu, (01/9/2021) pagi di ruang kerja Gubernur NTT.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, pentingnya optimalisasi konektivitas pelayaran dalam daerah dan membuka ruang bagi investasi pihak swasta di Pelabuhan Tenau Kupang.

“Pelabuhan Tenau Kupang harus dibenah lagi dan membuka kesempatan kepada para investor swasta untuk bersaing bebas di pelabuhan Tenau Kupang. Hal ini penting untuk memperlancar distribusi semua komoditi dari seluruh pulau-pulau bisa terkumpul di Kupang agar pelayaran yang keluar dari NTT itu bisa berjalan dengan baik,” Jelas Gubernur Viktor.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Pelindo III (Persero), Boy Robyanto mengatakan, sebagai BUMN, Pelindo III berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah Provinsi NTT melalui berbagai program.

“Pemerintah Pusat memiliki program Tol laut, dimana ada 30 jalur tol laut. Dan 80 persen rute awalnya dari Surabaya ke Indonesia Timur. Tol laut memiliki biaya yang besar, sehingga Pelindo telah menyampaikan kepada Menteri Perhubungan agar Kapal Tol laut bisa juga melayani dalam Provinsi NTT, ” ungkap Boy.

“Tol laut itu biaya besar, saya sudah sampaikan ke Menteri Perhubungan, kenapa tidak merubah konsep kapal tol laut sebagai vide. Seperti Pelabuhan Tenau Kupang jadi Hub maka kapal tol laut itu bisa melayani hanya di sekitar Kupang seperti Rote, Sabu, Sumba, dan Lembata dengan melibatkan kapal swasta yang harganya bersaing sehingga menekan cost turun, dan beban Pemerintah turun, ” tandasnya.

Boy juga menjelaskan, Pelabuhan Tenau bisa jadi pelabuhan Internasional karena punya kedalaman yang mampu untuk menerima kapal-kapal besar. Namun, masih disesuaikan dengan kemampuan logistik di Kupang.

“Pelabuhan Tenau Kupang harus dibuat jadi Hub untuk kapal-kapal Tol Laut di bagian Indonesia Timur. Sehingga semua kapal dari tol laut bisa melayani di NTT. Selain itu bisa melibatkan kapal swasta agar menekan cost,” jelas Boy.

“Kami terus menata pelabuhan Tenau Kupang. Masih banyak tempat yang bisa dioptimalkan. Kami bersyukur Pemerintah bisa mendukung kami untuk mengoptimalkan pelabuhan yang ada di NTT, ” jelasnya.

Ia menegaskan, Pelindo berkomitmen tetap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk melaksanakan berbagai program kerja di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

“Selain pelabuhan Tenau, Pelindo juga sedang fokus mengembangkan pelabuhan Wae Kelambu di Labuan Bajo yang rencananya diresmikan Presiden Jokowi di akhir bulan September 2021. Kami juga fokus mengembangkan pelabuhan Waingapu di Sumba Timur sesuai arahan Gubernur NTT. Karena, di sana sudah ada pabrik gula, pabrik Sampoerna, dan masih banyak perusahaan multinasional yang punya lahan di sana. Selain itu kami juga mendukung program Gubernur di bidang Peternakan pengembangbiakan sapi Wagyu, juga fokus mengembangkan pelabuhan di Kalabahi, karena di sana terkenal sebagai tempat diving yang sangat indah, dan menarik wisatawan. Begitu pula dengan Pelabuhan Reo, Wini, dan Atapupu juga kami fokus untuk kembangkan. Dua pelabuhan ini juga menarik karena berbatasan langsung dengan perbatasan Timor Leste yang kebutuhan logistik juga bagus. Kalau Reo dipersiapkan untuk memback up pelayanan di Wae Kelambu Manggarai Barat, ” pungkasnya. (***/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Minta Gereja Berkolaborasi Bangun Jemaat

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) minta agar pihak Gereja berkolaborasi dengan Pemerintah agar ekonomi masyarakat bisa bertumbuh.

Hal ini dikatakan Gubernur saat beraudiens dengan Anggota Majelis Jemaat Karmel Fatululi Kupang di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (01/9/2021).

Gubernur mengatakan bahwa gereja tidak mungkin bekerja sendiri, sebaliknya demikian. Oleh karenanya dibutuhkan kolaborasi yang hebat.
Menurutnya pernyataan ini bukan tanpa alasan. Contohnya dalam hal data.
“Saat ini data yang ada di pemerintah saja tidak valid berkaitan dengan jumlah masyarakat miskin, jumlah orang yang belum mengenyam pendidikan secara baik, dan lain sebagainya. Di sini gereja harus berperan dalam membantu memberikan data, karena pihak Gereja hampir setiap Minggu berinteraksi dengan masyarakat, jadi pastilah bisa mengetahui dengan persis keberadaan umatnya,” ungkap Gubernur.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat foto bersama dengan Ketua dan Majelis Jemaat Karmel Fatululi Kupang di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (01/9/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Masih menurut Gubernur, jika datanya sudah disiapkan maka Gereja juga harus mampu untuk intervensi melalui program – program yang baik. Bisa melalui pertanian, peternakan, perikanan bahkan pendidikan.

“Contohnya dalam hal pertanian. Gereja menyiapkan lahannya dimana, siapa saja yang terlibat dalam pekerjaan ini. Selanjutnya pemerintah akan masuk dengan bibit dan mesin pertanian untuk dapat mengolah lahan tersebut,” lanjutnya.

“Kerja – kerja hebat seperti ini juga harus memiliki target, berapa banyak orang yang bisa hidup sejahtera, tahun berapa mereka yang miskin ini bisa keluar dari garis kemiskinan. Inilah yang disebut kolaborasi hebat dari sebuah Supertim yang akan meningkatkan ekonomi rakyat,” tegas VBL.

Saat ini menurut Gubernur, pemerintah terus berusaha untuk mengubah pola pikir para petani di NTT, khususnya berkaitan dengan dengan musim tanam.
“Sekian lama para petani kita hanya menanam 1 kali dalam setahun, sisanya menurut mereka untuk peternakan,” ujar Gubernur. Pola kerja seperti inilah yang menurut orang nomor satu di NTT itu harus diubah.

“Kebanyakan mereka mengeluh soal air. Kalau memang air menjadi alasan mereka untuk bertanam hanya satu kali, maka jagung menjadi salah satu solusi yang tepat, karena jagung tidak membutuhkan air yang banyak, apalagi saat ini permintaan akan jagung sangat tinggi,” ungkap Gubernur.

Di akhir pertemuan itu, Gubernur minta pihak Gereja Karmel untuk menyiapkan seorang tenaga yang akan disekolahkan oleh pemerintah dalam bidang pendidikan, khusus untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sehingga ketika selesai dia bisa mentransfer pengetahuan yang telah didapat kepada anak – anak. Dan ilmu yang ditransfer itu bukan saja intelektual tapi juga berkaitan dengan karakter.

“Untuk sekolahnya, nanti pemerintah yang akan tanggung,” ujar Gubernur Viktor.

Hal ini menurutnya sangat penting karena pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan kunci bagi seseorang bisa berhasil.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Karmel Fatululi Kupang, Pdt. Yabes A. Runesi, S.Th mengatakan bahwa kedatangan mereka ini untuk mengundang bapak Gubernur dalam acara Pengresmian Gedung Gereja sekalian Launching Buku yang berkaitan dengan sejarah Gereja Karmel Fatululi Kupang yang akan di selenggarakan pada tanggal 31 Oktober mendatang.

“Tanggal 31 Oktober itu sekalian dengan Pengucapan Syukur Hari Ulang Tahun Gereja Karmel ke 18 yang jatuh pada tanggal 26 Agustus silam,” ujar Pendeta Yabes.

Turut hadir pada kesempatan ini, Pdt. Alu L.P. Riwukaho, S.Th dan juga beberapa tokoh Gereja Karmel Fatululi Kupang. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Walaupun Ditengah Pandemi Covid-19, Gubernur NTT Tetap Dorong Peningkatan Perekonomian Daerah

NTT AKTUAL. KUPANG. Walaupun di tengah Pandemi Covid 19 dua tahun belakangan, Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat tetap terus semangat mendorong peningkatan perekonomian daerah, hingga Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT di Semau, Kabupaten Kupang, Jumat (27/8/2021).

NTT telah membukukan angka pertumbuhan ekonomi 4,22% pada triwulan kedua tahun 2021. Sebelumnya, pada triwulan I NTT masuk sepuluh besar provinsi yang berkontribusi positif 0,12 % terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Progresivitas kinerja pembangunan NTT kian kuat, sehingga Gubernur NTT pada kesempatan itu, mengukuhkan Tim Percepatan sebagaimana dimaksud. Dalam pengukuhan tersebut, Gubernur meminta Para Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Sekda setiap Kabupaten Kota untuk terus mendorong pengembangan sektor UMKM.

“Saya harap dengan pengukuhan tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh Kabupaten dan Kota, maka TPAKD harus mulai menggerakkan UMKM untuk bertumbuh dalam akses menuju pada industri keuangan sehingga inklusi keuangan kita dapat dilakukan dengan baik,” ungkap beliau.

“Bapak Presiden telah mendorong Gubernur, Bupati dan Walikota agar UMKM khususnya pada sektor pertanian dapat disinergikan dengan lembaga-lembaga keuangan sehingga produksinya bisa kontinuitas punya kualitas yang baik agar kita mampu bisa survive dalam kondisi pandemi ini, dan apa yang telah kita lakukan pada hari ini adalah melanjutkan perintah Bapak Presiden tersebut sebagai wujud kerja kolaboratif,” jelas Gubernur.

Menurut PLT. Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Prisila Q. Parera, Kegiatan mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT merupakan salah satu langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengkonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder terkait pemberdayaan masyarakat dan UMKM di daerah masing-masing.

PLT. Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Prisila Q. Parera. Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Hal ini disampaikan PLT. Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Prisila Q. Parera, Senin (30/8/2021).

Dibentuknya TPAKD Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT yaitu untuk mengatasi rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat NTT, rendahnya penyerapan pembiayaan terhadap sektor UMKM dan belum adanya suatu forum di daerah untuk dapat melaksanakan koordinasi dan implementasi dalam rangka mendorong percepatan akses keuangan daerah, jelas Prisila.

“TPAKD dibentuk dengan tujuan yaitu: (1) Mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah. (2) Mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah. (3) Mendorong Lembaga Jasa Keuangan untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan ekonomi daerah. (4) Menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. (5) Mendorong optimalisasi potensi sumber dana di daerah dalam rangka memperluas penyediaan pendanaan produktif antara lain untuk mengembangkan UMKM, usaha rintisan (start up business) dan membiayai pembangunan sektor prioritas. (6) Mendukung program Pemerintah dalam upaya meningkatkan indeks inklusi keuangan di Indonesia” ungkap Prisila. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Kukuhkan TPAKD Kabupaten/Kota di Otan Semau

NTT AKTUAL. SEMAU. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT pada Jumat (27/8/2021) di Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri depan) saat mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT pada Jumat (27/8/2021) di Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Dalam pengukuhan tersebut, Gubernur meminta agar Para Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Sekda setiap kabupaten kota untuk terus mendorong pengembangan sektor UMKM.

“Saya harap dengan dikukuhkannya tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh kabupaten dan kota harus mulai menggerakkan UMKM untuk bertumbuh dalam akses menuju pada industri keuangan sehingga inklusi keuangan kita dapat dilakukan dengan baik,” ungkap beliau.

“Bapak Presiden telah menggarisbawahi untuk Gubernur, Bupati dan Walikota harus mampu mendorong agar UMKM khususnya pada sektor pertanian dapat disinergikan dengan lembaga-lembaga keuangan sehingga produksinya bisa kontinuitas punya kualitas yang baik agar kita mampu bisa _survive_ dalam kondisi pandemi ini, dan apa yang telah kita lakukan pada hari ini adalah melanjutkan perintah Bapak Presiden tersebut sebagai wujud kerja kolaboratif,” jelas Gubernur.

Gubernur juga ingin di setiap Kabupaten dan Kota harus memiliki minimal 100 UMKM yang mandiri dan kuat serta kualitatif dan dapat dibanggakan. Juga agar digitalisasi seluruh UMKM dan Koperasi harus dijalankan dan memiliki satu kesatuan gerakan dengan Pemerintah.

“Dengan cara membangun tim percepatan akses keuangan daerah inilah maka kitalah para investor. Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Sekda harus mulai memahami dan mengambil langkah-langkah tentang bagaimana birokrat interpreneur. Libatkan semua OPD agar jangan bekerja sendiri-sendiri. Serta saya ingin agar kita menggerakan anak-anak muda untuk mulai bangkit dan tertarik masuk pada sektor-sektor usaha,” ujar Gubernur.

“Produk-produk pertanian perlu kita lanjutkan di dalam pengolahan industri yang sifatnya rumah tangga dan kelompok UMKM sehingga terus berkembang menjadi keunggulan. Kita punya banyak komoditi kopi yang baik di Kabupaten Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat, maka harus ada juga tersedia kedai-kedai kopi di tepi jalan mulai dari Ngada sampai ke Labuan Bajo dan disajikan dengan kualitas baik dan cita rasa yang khas,” ungkapnya.

“Kalau kita lihat di Kota Kupang bila sudah musim semangka maka sepanjang jalan banyak sekali orang yang jual buah semangka. Namun kita tidak melihat ada orang yang mulai menjual jus semangka ataupun produk lain yang dikembangkan dari semangka untuk kita nikmati. Maka saya ingin hasil pertanian, perkebunan dan peternakan harus kita kelola menjadi industri untuk UMKM kita. Harus kita kembangkan untuk jadi industri,” ujar beliau.

Gubernur juga menginginkan agar Pemerintah dan masyarakat harus menjadi _marketplace_ dari UMKM. “Para Bupati dan Wakil Bupati, Walikota serta Sekda harus turun dan cek di hotel-hotel dan restoran agar harus gunakan hasil UMKM kita. Misalnya Kopi harus dari NTT jangan datangnya dari produk luar. Kita harus menjadi market dari produk kita sendiri,” tegas Gubernur.

Dalam sambutannya juga, Gubernur VBL meminta Pemerintah Kabupaten/Kota mulai melakukan pinjaman daerah. Saya harapkan sekali lagi kepada para Bupati/Walikota harus melakukan pinjaman daerah. Misalnya di Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur itu kan perkebunan dan pertanian sudah maju. Nanti dengan pinjaman daerah maka Bupatinya perlu fokuskan pinjaman daerahnya pada pembangunan jalan dan air. Itu tentunya akan sangat bermanfaat dan semakin mendorong ekonomi kabupaten sehingga masyarakat punya kepercayaan yang tinggi oleh pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah” jelas Gubernur. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Meresmikan Pelayaran KMP Garda Maritim 7

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meresmikan pelayaran KMP Garda Maritim 7 pada Jumat (27/8/2021). Gubernur mengatakan, kehadiran KMP Garda Maritim 7 tersebut dapat memberikan dampak ekonomi terkhususnya dalam perdagangan antar pulau.

“Ini adalah kebutuhan dasar untuk membangun ekonomi di NTT karena provinsi kita ini adalah provinsi kepulauan. Maka kehadiran KMP Garda Maritim 7 ini akan membantu pelayaran kita untuk menghubungkan pulau yang satu dengan pulau lain dengan baik dan tentunya akan sangat mendukung perdagangan antar pulau,” jelas Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat meresmikan pelayaran KMP Garda Maritim 7 pada Jumat (27/8/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kalau kapal sudah ada dan pelayarannya sudah berjalan baik maka pasti akan mendorong adanya perdagangan. Ini kita kenal dengan istilah ship promote the trade atau dengan kata lain sarana pelayaran dibangun untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi,” tandas Gubernur.

“Saya juga ingin agar KMP Garda Maritim bisa melayani pelayaran dari Kupang menuju Sabu dan Waingapu. Kita mau agar perdagangan ada dari tiga segitiga ini. Ini juga untuk membantu pemenuhan ekonomi. Kini yang terjadi saat ini di Timor kelebihan bawang merah, disaat yang sama juga Sumba kekurangan bawang merah maka kita harus ambil keputusan itu agar ekonomi pertanian antar pulau bisa jalan. Bawang dari Timor kita bawa ke Sumba. Jadi hasil pertanian yang ada di Timor bisa dinikmati di Sumba dan Sabu dan begitupun sebaliknya,” jelas beliau.

Gubernur mengharapkan kepada para Bupati dan Walikota untuk memberikan subsidi kepada Garda Maritim untuk bisa meningkatkan pelayanan pelayaran kepada masyarakat NTT.

Gubernur juga menginginkan agar ring of beauty NTT dengan kekayaan pertanian, peternakan, industri dan pariwisata benar-benar dinikmati masyarakat NTT.

Sementara itu Direktur PT Garda Maritim NTT Yusak Benu mengatakan ini adalah kali kedua KMP Garda Maritim berlayar di NTT. Hari ini adalah KMP Maritim 7 yang diresmikan dan sebelumnya pada oktober 2020 lalu kami telah mempersembahkan KMP Garda Maritim 3 yang saat ini melayani pelayaran Kupang – Rote,” kata Yusak.

“Rencana kami sejak 2019 hingga 2023 di Indonesia Timur akan kami hadirkan 20 kapal dan kami harapkan di setiap tahun akan ada maksimal 2 kapal yang melayani di NTT, tambahnya.

Ia menjelaskan, dengan adanya KMP Garda Maritim 7 ini dapat memangkas waktu jarak tempuh Kupang – Rote yang awalnya 4 jam, kini dapat ditempuh dalam wakyu 3 jam 8 menit. Dan bila saat ini pelayanan Kupang – Rote hanya 1 kali pulang pergi dalam sehari maka dengan KMP Garda ada Maritim ini bisa maksimal 2 kali pulang pergi dalam sehari atau 1 setengah kali.

“Pada kunjungan kerja kami ke Sikka (Maumere) kami telah bertemu Bapak Bupati dan menyerahkan surat permohonan kami untuk melayani pelayaran di Sikka, Nagekeo, Larantuka, Adonara dan Lembata,” tambahnya. (***/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Terima Perwakilan Nahdlatul Ulama Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, Saya sangat menghargai organisasi Nahdlatul Ulama karena Nahdlatul Ulama menurut Gub VBL bukan hanya organisasi keagamaan tetapi merupakan organisasi kebangsaan karena jika dilihat dari sejarah terbentuknya bangsa indonesia Nahdlatul Ulama turut ikut ambil bagian dalam pembentukan dasar Negara Republik Indonesia yaitu pancasila.

Hal itu disampaikan Gubernur VBL pada saat menerima perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Nusa Tenggara Timur diruang kerja Gubernur pada Senin (23/8/2021).

Pada kesempatan ini Gubernur VBL di dampingi Kaban Keuangan, Kepala Biro Organisasi Setda NTT, staf khusus Gubernur bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan Imanuel E Blegur dan staf khusus Gubernur bidang Komunikasi Publik Pius Rengka.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Nusa Tenggara Timur diruang kerja Gubernur pada Senin (23/8/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Pertemuan tersebut untuk membahas kegiatan Konferensi Wilayah Ke-X Nahdlatul Ulama Provinsi Nusa Tenggara Timur yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 September 2021 di asrama Haji Kupang dengan mengangkat Tema : Mengokohkan Keanekaragaman di tengah Pendemi Covid19, mewujudkan NTT bangkit dan sejahtera.

Lebih lanjut Gubernur VBL mengatakan bahwa NTT merupakan tempat lahirnya butir-butir Pancasila yang disusun oleh Ir. Soekarno pada waktu pengasingan di Ende sehingga masyarakat NTT harus menunjukan contoh dan menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila terutama sila pertama Pancasila sehingga NTT tetap terus menjadi Nusa Terindah Toleransi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut pengurus NU NTT, Ketua Tanfidziah: Drs. H. Jamal Ahmad, MM, Sekretaris Tanfidziah: Abdullah P. Ulumando, SE, Wakil Ketua Tanfidziah: Ir. H. Jalaludin Bethan, M.Si, Ketua Panitia: Angki La’ane, S.Sos, Sekretaris Panitia: Boli Tonda Baso, M.Si, Stering Comitte: Abdul Rifai Betawi. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Resmikan Gedung ICU Covid 19 di RSJ Naimata Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Rabu (18/8/2021) meresmikan Gedung ICU Covid 19 di Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang. Gubernur menyampaikan pentingnya pelayanan kesehatan melalui peningkatan sarana medis serta dukungan SDM yang handal.

“Kita tentunya berbahagia karena dalam kondisi sulit di masa pandemi 19 ini kita masih bisa menghadirkan sebuah Fasilitas Gedung Intensive Care Unit atau ICU Covid 19 sebagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk melayani masyarakat NTT,” ujarnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan sambutan dan meresmikan Gedung ICU Covid 19 di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang, Rabu (18/8/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kesehatan merupakan bidang yang sangat vital dan penting sekali. Semuanya ini harus juga didukung oleh sarana penunjang lainnya serta kita harus punya SDM yang memadai dan memiliki kualitas serta profesional. Ini adalah bagian dari tugas yang mulia,” jelas Gubernur.

“Kita harus baik dalam perencanaan dengan peningkatan profesionalitas SDM. Rencana harus matang dan dalam tugas pelayanan kita jangan tunggu ada uang dulu baru kita mau kerja,” tegasnya.

Dalam acara tersebut Gubernur meminta agar kualitas pelayanan harus juga sesuai standar. Gedung ICU bagus juga perlu pelayanan dengan standar yang baik. Tenaga medis harus punya sikap kepedulian yang tinggi baik dokter dan juga perawat yang ramah bagi pasien.

“Mantan Gubernur dr. Ben Mboi pernah bilang ke saya bahwa perawat dan dokter yang menerima dan melayani pasien dengan memberikan sikap yang ramah dan murah senyum saja itu sudah sangat membantu pemulihan kesehatan bagi orang sakit. Ini yang kita mau, bukan hanya saja kerja karena profesi melainkan memaknai pekerjaan kita sebagai pelayanan pada Tuhan,” ungkap beliau.

Gubernur juga meminta agar di Rumah Sakit Jiwa Naimata tersebut didesain dan ditata dengan baik lingkungan sekitarnya agar dapat dilihat dengan indah dan menawan diantaranya membuatnya lebih hijau dengan menanam beraneka ragam tanaman serta pohon dan juga ada hiasan air mancurnya.

“Desain rumah sakit dengan baik ada air mancur, tanaman beraneka ragam, pohon- pohon itu juga memberikan dampak positif pada psikis seorang pasien. Membuat pasien senang dan membantu proses kesembuhan. Sekali lagi saya mau kita ubah perspektif kita bahwa rumah sakit ini adalah tempat pemulihan kesehatan bukan sebagai tempat-tempat orang sakit,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT dr. Meserasi Ataupah mengucapkan apresiasi pada Pemerintah Provinsi NTT yang sudah mengadakan pembangunan gedung ICU Covid 19 tersebut.

“Terima kasih pada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur serta DPRD NTT yang sudah mendukung Pembangungan Gedung ICU dan hari ini diresmikan. Dengan adanya gedung ini juga menurut teman-teman dokter sungguh sangat membantu mereka dalam menjalankan tugasnya,” ujar dr. Mese. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur NTT Harapkan Pelabuhan Tenau Jadi Pelabuhan Ekspor

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta pemerintah Pusat khususnya Kementerian Perhubungan untuk menjadikan dan menetapkan Pelabuhan Tenau Kupang sebagai salah satu pelabuhan ekspor. Sehingga berbagai potensi unggulan di NTT dapat langsung dikirim ke negara tujuan.

“Kita harapkan ke depan Pelabuhan Tenau bisa langsung ekspor ke luar (negeri). Kita mau ekspor ke Australia, harus lewat Surabaya terus ke Singapura baru ke Australia. Itu jauh sekali. Kenapa kita tidak langsung by pass atau langsung saja ke Australia. Seluruh potensi logistik kita dari NTT yang mau dikirim ke Australia harus lewat jalur ini. Kalau kita bisa buka antara Kupang dan Darwin, itu sangat menolong kita. Karena itu jalur perdagangan yang terbuka bagi NTT,” jelas Gubernur VBL saat menerima audiensi dari Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Mayjen Purn (Mar) Buyung Lalana bersama pejabat Dirjen Perhubungan Laut, Capt. Bharto Ari Raharjo di ruang kerja Gubernur, Rabu (18/8/2021).

Dalam pertemuan yang dihadiri Kadis Perubungan NTT, Isyak Nuka, Kepala KSOP Kelas III Kupang, Mayor (Maret) Sandi Varikta, Pejabat dari PT Pelni Kupang, Staf Khusus Menteri Perhubungan menyampaikan rencana Pembukaan trayek baru Tol Laut dari Merauke ke NTT.

Lebih lanjut, Gubernur Viktor menjelaskan dari hasil kunjungan dan diskusi dengan otoritas di Darwin, pemerintah di sana pada dasarnya mendukung pembukaan rute langsung dari Kupang. Sekarang tinggal otoritas berwenang di Indonesia melakukan komunikasi yang intensif untuk mewujudkan ini.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima audiensi dari Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Mayjen Purn (Mar) Buyung Lalana bersama pejabat Dirjen Perhubungan Laut, Capt. Bharto Ari Raharjo di ruang kerja Gubernur, Rabu (18/8/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Bukan hanya untuk ekspor kebutuhan pokok tapi juga untuk rute penerbangan udara. Perjalanan dengan Udara dari Darwin ke Kupang hanya sekitar dua jam. Banyak penduduk keturunan NTT yang menetap di Darwin harus ke Perth atau Sydney terus ke Bali baru ke Kupang. Begitu pun hubungan perdagangan dengan Timor Leste. Kalau hubungan dagang lewat jalur perhubungan laut dan udara antar Kupang-Dili-Darwin berjalan tentu akan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan Timur Indonesia. Begitupun dengan Papua dan Negara-negara Melanesia di kawasan pasifik, kita bisa membuka hubungan dagang lewat jalur laut,”jelas Gubernur Viktor.

Terkait dengan pembukaan rute baru Tol Laut dari Merauke ke NTT, Gubernur Viktor mendukung penuh. Apalagi hal tersebut juga sudah dibicarakan dengan Gubernur Papua dan Papua Barat saat berkunjung ke Jayapura pada Februari 2020.

“Kalau Merauke punya surplus beras yang bisa disuplai ke NTT, NTT juga punya banyak potensi yang bisa diangkut lewat tol laut. Di antaranya Garam. Banyak garam di Sabu dengan kualitas terbaik tidak bisa dipasarkan. Saya harus sampai menelepon Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang hal ini. Daripada kita mengekspor garam dari luar negeri, lebih baik kita membeli garam petani yang ribuan ton ini. Potensi lain dari NTT adalah daging sapi, rumput laut, ikan dan potensi lainnya,” jelas Gubernur VBL.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur VBL juga meminta dukungan Kementerian Perhubungan terkait tol laut antar Pulau di NTT. Di NTT, ada sekitar lebih dari 50 pelabuhan dan 15 bandara. Dengan adanya kapal yang setiap hari mengelilingi pulau-pulau di NTT, perdagangan akan bisa bertumbuh pesat.

“Nanti kita kerjasama. Tentu dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota akan memberikan subsidi, bukan hanya dari pemerintah pusat. Karena misalnya kelebihan bawang dari Timor tidak bisa dipasarkan di Sumba karena biaya transportasinya mahal.Begitu pun kelebihan stok komoditas pertanian, peternakan dan potensi lainnya tidak bisa diantarpulaukan karena mahal akibat tidak adanya kapal,” jelas Gubernur VBL.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perhubungan, Buyung Lalana menjelaskan sejak diluncurkan pada tahun 2015, Tol Laut mampu menurunkan biaya logistik sampai 30 persen karena ada subsidi dari pemerintah dan juga menekan disparitas harga antar daerah. Misi utama program ini adalah efisiensi biaya pengiriman bahan pokok penting dan muatan balik potensi daerah.

“Sejak tahun 2020, tol laut melayani pengangkutan surplus beras bulog dari Merauke ke Seluruh Papua dan Papua Barat. Ke depan kita akan membuka jalur baru dari Merauke ke NTT. Kami mohon dukungan data dan dukungan administrasi lainnya dari pemerintah Provinsi NTT untuk mewujudkan trayek baru ini.Untuk pengembangan tol laut antar pulau dalam Provinsi, kami juga siap mendukung, ” jelas Buyung.

Pejabat dari Dirjen Perhubungan Laut, Capt. Bharto Ari Raharjo menambahkan, total trayek tol laut ke seluruh Indonesia sejumlah 30. Dari jumlah itu, ada 3 trayek yang singgah di NTT.

“Fokus kita pada tahun 2021 ini adalah muatan balik dari daerah tujuan yakni potensi sumber daya alam untuk dimuat keluar. Kami memberikan stimulus untuk muatan balik potensi-potenai unggulan daerah tersebut,” pungkas Bharto. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur : Paskibraka Harus Punya Karakter Tangguh Dengan Nilai Kejujuran dan Optimisme

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Rabu (18/8/2021) beraudiens dengan para anggota Paskibraka Provinsi NTT yang bertugas mengibarkan dan menurunkan Bendera pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-76 pada 17 Agustus 2021. Dalam audiens tersebut, Gubernur memberikan motivasi pada anggota paskibraka.

“Kalian sangat beruntung menjadi anggota Paskibraka, kalian dipilih dan beruntung memiliki kesempatan untuk melakukan tugas mulia. Kalian juga memiliki kesempatan untuk melatih kedisiplinan kalian dalam beberapa waktu oleh Pelatih yang hebat pula,” ujar Gubernur VBL.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat beraudiens dengan para anggota Paskibraka Provinsi NTT yang bertugas mengibarkan dan menurunkan Bendera pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-76 pada 17 Agustus 2021, Rabu (18/8/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Maka dengan itu kamu semua harus memiliki karakter yang kuat dan tangguh. Dengan optimisme yang tinggi untuk menjadi pribadi yang bukan saja disiplin tetapi juga rela berkorban, berani dan tanggung jawab juga harus menjadi generasi muda yang cerdas. Orang-orang muda dengan karakter tersebut maka suatu saat mereka pasti akan berhasil karena mereka memiliki manfaat bagi banyak orang,” kata Gubernur.

Gubernur menjelaskan, Generasi muda harus membangun optimisme dalam dirinya untuk mampu menemukan jati dirinya sendiri. “Tidak penting dari mana asal atau latar belakang keluargamu. Belajar yang rajin, bangun relasi dan sering berdiskusi dengan orang-orang hebat dan harus kuat hadapi masalah. Banyak orang pintar diluar sana yang gagal karena mereka mudah putus asa,” jelas beliau.

“Saya yakin diantara kalian akan ada yang menjadi pemimpin yang hebat. Dalam diri kalian harus ada nilai kejujuran. Saya tidak mau anggota Paskibraka ini suatu saat ada yang ditangkap karena korupsi. Saya ingin kalian kerja luar biasa, jujur dan berguna bagi orang lain. Kalian adalah penerus kami,” tambahnya.

“Kalian harus bisa menggali potensi dalam diri. Jangan malu untuk belajar. Dunia saat ini sudah berkembang pesat maka kalian harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Manfataatkan kemajuan teknologi untuk belajar hal-hal baru serta juga meningkatkan kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris,” tambahnya.

“Saya sangat menginginkan agar kalian ini tidak hanya bercita-cita menjadi PNS. Daerah kita di NTT ini punya banyak potensi yang belum dikelola dengan baik. Kalian bisa belajar dan menekuni sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta Pariwisata. Saya sangat mau anak muda di NTT untuk mulai memfokuskan dirinya pada dunia usaha. Belajar menjadi Peternak hebat, Petani hebat, budidaya perikanan dan juga ikut dalam pengembangan pariwisata kita,” ujarnya. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT