Arsip Tag: Viktor Laiskodat

Gubernur VBL Minta Gereja Aktif Dorong Masyarakat Optimalkan Lahan Kosong

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta gereja untuk terlibat aktif dalam upaya pemberdayaan jemaat atau masyarakat. Termasuk mendorong dan memotivasi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan kosong.

“Saya terus dorong gereja untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana memanfaatkan lahan-lahan yang kosong agar jemaat bisa diberdayakan secara lebih baik. Sehingga ekonomi umat semakin membaik dan bisa berkontribusi bagi pembangunan gereja,” jelas Gubernur VBL saat menerima audiensi Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik bersama beberapa utusan dari GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (9/02/2022) di Ruang Kerja Gubernur.

Menurut Gubernur VBL, Gereja tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan gedung gereja yang megah, sementara ekonomi jemaat masih terbelakang dan miskin. Pemerintah siap memfasilitasi pemanfaatan lahan kosong ini.

“Benihnya kita siapkan. Begitu juga dengan pupuknya. Pengusaha juga kita datangkan. Bayangkan saja misalnya satu hektar tanah ditanami jagung dan hasilkan misalnya enam ton. Kita ambil harga satu kilogram misalnya Rp. 3.000 saja maka akan hasilkan Rp 18 juta. Dipotong biaya operasional, petani bisa dapatkan untung bersih sekitar Rp. 14 juta dalam 100 hari. Tentu ini akan berdampak juga bagi pengembangan gereja kalau masyarakat sejahtera,” jelas Gubernur Viktor.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah) saat foto bersama dengan Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik dan beberapa utusan dari GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (9/02/2022) di Ruang Kerja Gubernur NTT. Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Lebih lanjut Gubernur Viktor mengungkapkan saat musim penghujan begini, air pasti melimpah. Tidak ada alasan untuk tidak mengolah lahan.

“Banyak tanah yang masih dibiarkan kosong saat musim begini. Harusnya orang bisa panen banyak. Saya minta semua harus terlibat. Gereja harus motivasi dan dorong masyarakat untuk optimalkan lahannya supaya hidup mereka terangkat. Silahkan berkoordinasi dengan dinas pertanian, peternakan dan perikanan agar semuanya bisa berjalan baik,” kata Gubernur VBL.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu mengungkapkan diperlukan kerja kolaboratif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Bank NTT kita libatkan, pengusaha kita datangkan, lembaga pendidikan kita libatkan, gereja serta lembaga keagamaan kita dorong untuk terlibat aktif. Kerja kolaborasi seperti ini merupakan kekuatan kita untuk memberdayakan masyarakat,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik mengungkapkan GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale mengundang Gubernur untuk hadir pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja pada 24 April mendatang.

“Kami membangun gedung gereja baru karena gedung yang lama sudah sangat tua dan mulai rusak serta tidak dapat menampung jumlah jemaat yang semakin banyak, ” jelas Pendeta Ani.

Terkait dengan pemberdayaan ekonomi jemaat, pihak gereja dalam sidang gereja telah menegaskan hal ini.

“Kita sudah mulai menggerakan kelompok-kelompok tani karena hampir 99 persen jemaat gereja berprofesi sebagai petani. Rekomendasi hasil sidang gereja juga menegaskan pentingnya pemberdayaan umat.Kami juga akan melaksanakan arahan bapak Gubernur terutama dalam pemanfaatan lahan kosong,” pungkas Pendeta Ani.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Staf Khusus Gubernur, Imanuel Blegur, pejabat dari Biro Pemerintahan dan perwakilan dari Jemaat GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kunker Gubernur NTT Berlanjut ke Kabupaten TTU

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Setelah melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melanjutkan Kunker nya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu (22/01/2022)

Gubernur NTT melanjutkan kunjungan kerja di Gereja Santo Antonius Padua Paroki Sasi, Kefamenanu, Kabupaten TTU dalam acara Penyerahan Bantuan Pemerintah Provinsi NTT untuk Pembangunan Taman Doa Santa Maria Imakulata Paroki St. Antonius Padua Sasi sebagai salah satu Wisata Rohani di NTT dan Penyerahan Kredit Mikro Merdeka kepada pelaku UMKM di Kefamenanu-TTU.

Gubernur Viktor Laiskodat dalam sambutan mengajak semua pemimpin agama agar bersama-sama masyarakat khususnya di Kabupaten TTU agar bekerja mengelola semua potensi dan kekayaan yang dimiliki di daerah agar terlepas dari belenggu kemiskinan. “Provinsi kita ini punya banyak kekayaan tetapi kekayaan yang kita miliki ini harus dikerjakan dengan kecerdasan. Jika hanya memiliki kekayaan saja tapi jika tidak dikerjakan maka kita akan tetap miskin. Dalam menghadapi tantangan itu kita butuh kolaborasi antara pemerintah dan lembaga agama” papar Gubernur Viktor.

Gubernur juga menjelaskan untuk memajukan daerah NTT maka dibutuhkan kinerja yang besar dari semua pihak dan terutama dimulai dalam mengubah mindset untuk berani bermimpi dengan cita-cita serta berani keluar dari zona nyaman untuk membangun daerah. “Untuk membawa perubahan kita tidak boleh berdiam diri di zona nyaman saja, kita perlu gerakan keras dan tegas. Saya meminta gereja untuk maju mendukung di saat Pemerintah hadir secara tegas di tengah masyarakat untuk memperjuangkan kesejahteraan,” jelas Gubernur Viktor.

Dirinya menginginkan ada perubahan paradigma berpikir agar bisa maju dalam pembangunan daerah di NTT “Kita perlu memberikan perhatian yang serius baik pemerintah, gereja, dan lembaga-lembaga lain untuk kita sinergiskan kerja bersama dalam semangat yang sama” pinta VBL.

Untuk diketahui Gubernur NTT dan rombongan dalam kunjungan kerja ini meninjau Gedung Baru, vaksinasi siswa Sekolah Dasar di SMKN Bikomi Selatan dan Pencanangan Tanam Jagung (Program TJPS) di Desa Bitauni, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Tampak hadir dalam acara tersebut Dirut Bank NTT, Uskup Atambua, Bupati dan Wakil Bupati TTU, Ketua DPRD Kabupaten TTU, Forkopimda Kabupaten TTU, dan para pelaku UMKM. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Terima Tim Tanoto Foundation, Gubernur Tegaskan Pengentasan Stunting Dengan Semangat Konvergensi

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiensi tim Tanoto Foundation di ruang kerja Gubernur, Senin (6/12/2021).

Tim yang dipimpin Eddy Henry, Head of Early Childhood Education and Development (ECED) Department Tanoto Foundation, menyerahkan laporan akhir Program Pemulihan Pasca Bencana Siklon Tropis Seroja melalui Program Paket Anak Sigap dan Layanan Dukungan Psikososial yang telah dilaksanakan oleh tim Tanoto Foundation sejak bulan Juni 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy juga mengungkapkan rencana Tanoto Foundation tahun 2022 untuk terlibat dalam mengatasi masalah stunting di NTT.

Gubernur VBL memberikan apresiasi yang tinggi terhadap karya sosial yang telah dilakukan oleh Tanoto Foundation. Gubernur juga menyambut positif keinginan Tanoto Foundation untuk terlibat dalam pengentasan stunting.

“Kerja bantu orang tak perlu minta restu. Itu kerja nyata. Terima kasih untuk tawarannya. Dalam mengatasi stunting, semangat konvergensi itu penting. Walaupun angka stunting kita sudah turun dari angka 40-an persen saat kami mulai memimpin (September 2018, red) menjadi 20,9 persen saat ini, namun angka tersebut masih cukup tinggi. Masih ada sekitar 80.909 anak stunting sampai hari ini (di NTT) yang butuh perhatian semua pemangku kepentingan, ” jelas Gubernur Viktor.

Menurut Gubernur VBL, masalah stunting perlu perhatian semua pihak. Pertama tentu pemerintah. Kedua lembaga-lembaga agama, terus lembaga pendidikan, LSM, para pengusaha dan pihak-pihak lainnya.

“Semua berkolaborasi. Kita harus siapkan pemahaman sejak remaja puteri. Kita mesti bentuk prilaku dan mindset mereka sejak dini. Sehingga saat mengandung, mereka sadar akan pentingnya makan-makanan bergizi, tak perlu dipaksa atau diatur lagi, ” jelas Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur mengungkapkan pengentasan masalah stunting berhubungan dengan visi untuk membentuk generasi unggul di tahun 2045. Apalagi di NTT punya banyak sumber makanan yang bergizi.

“Saya ajak Tanoto Foundation untuk terlibat dalam menghasilkan makanan tambahan untuk stunting dari pangan lokal. Kita punya kelor terbaik di dunia,umbi-umbian yang bergizi, ikan dan rumput laut yang terbaik. Kalau semua ini bisa diolah untuk jadi makanan tambahan untuk stunting, tentu ini juga akan menggerakan ekonomi masyarakat, “jelas Gubernur Viktor.

Sementara itu, Eddy Henry, Head of ECED Department Tanoto Foundation menjelaskan dua program yang telah dijalankan oleh Tanoto Foundation yakni Program Paket Anak Sigap di Kelurahan Naioni dan Penfui Timur serta Layanan Dukungan Psikososial di Kelurahan Naibonat dan Desa Noelbaki. Sasaran program dan layanan ini adalah untuk anak usia 0-6 tahun dan orangtua.

” Dari hasil pendampingan dan pengamatan tim kami, kami memberikan beberapa rekomendasi di antaranya perlunya penguatan program edukasi pengasuhan bagi orang tua yang miliki anak usia 0-6 tahun,penyediaan satuan pendidikan yang berkualitas untuk anak usia dini di desa atau kelurahan, penguatan kapasitas guru dan fasilitator pendamping anak dan orang tua, penguatan strategi dan kurikulum kegiatan untuk anak usia dini, serta pelibatan berbagai pihak baik itu pemerintah, swasta, lembaga keagamaan dan organisasi kemasyarakatan,” jelas Eddy.

Selanjutnya Eddy mengungkapkan pada tahun 2022, Tanoto Foundation berkeinginan untuk terlibat dalam mengatasi persoalan stunting di NTT.

“Kita akan bekerja sama dengan UNICEF untuk hal ini. Kita akan mulai pendampingan dari remaja puteri,”pungkas Eddy.

Untuk diketahui Tanoto Foundation merupakan sebuah organisasi
filantropi independen yang didirikan oleh
Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada
tahun 1981 atas dasar keyakinan bahwa setiap
individu harus mempunyai kesempatan untuk
mewujudkan potensinya secara penuh.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Staf Khusus Gubernur Stef Bria Seran dan Anwar Pua Geno, Government relationship Tanoto Foundation, Adhitya Priambodo , ECED Program Specialist, Arnoldus Paut, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak NTT serta Kepala BPBD NTT. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Menteri Kelautan dan Perikanan Lakukan Kunjungan Kerja ke Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTT tepatnya di Tablolong Kupang pada Selasa (30/11/2021). Dalam kunjungan kerja beliau tersebut bersama jajaran Kementerian juga didampingi oleh Gubernur NTT dan Forkopimda NTT.

Agenda utama dalam rangkaian kerja tersebut antara lain, memantau proses pengolahan rumput laut di PT Rote Karaginan Nusantara untuk mengetahui kualitas produksi dan juga mengunjungi Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Tablolong.

Menteri Sakti saat mengunjungi pengolahan rumput laut oleh PT Rote Karaginan Nusantara mengatakan kualitas rumput laut yang diproduksi harus terus memiliki kualitas standar ekspor yang baik. “Rumput laut ini sangat diminati banyak negara, maka dari itu kualitasnya harus bisa memenuhi standar keinginan konsumen dunia. Apalagi kita punya laut yang luas harus simanfaatkan untuk jadi lahan rumput laut mulai dari bibit, budidaya dengan benar hingga diproduksi dan meningkatkan ekspor kita,” ujar beliau.

“Tentunya harus juga melalui tahapan pengujian hasil produksi. Saya juga ingatkan agar kita jaga kebersihan laut dan pantai. Itu sangat mempengaruhi kualitas rumput laut yang dihasilkan,” tambah beliau.

Dalam tinjauan ke Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Tablolong, Menteri KKP juga mengapresiasi hasil olahan perikanan kelautan menjadi UMKM oleh kelompok masyarakat dan juga Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Nusa Cendana serta Politeknik Negeri Kupang. Hasil olahan tersebut diantaranya adalah abon ikan tuna, stik ikan tuna, stik rumput laut, dodol rumput laut, garam masak beryodium, stik tulang ikan, aquarium hias dan lain-lain.

“Produk-produk olahan lokal seperti ini harus didukung semua pihak baik pemerintah bersama masyarakat. Agar bisa masuk ke pasaran, dengan demikian maka bisa meningkatkan ekonomi daerah melalui produk-produk tersebut. Harus kita pacu dan dorong terus masyarakat kita sebagai SDM yang handal memanfaatkan dan mengelola potensi laut,” jelas Menteri KKP.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga meminta agar mahasiswa yang punya keahlian untuk mengelola produk perikanan kelautan harus terus digeluti. “Mahasiswa yang punya skill untuk mengelola hasil perikanan dan laut baik juga budidaya atau mengolah untuk menghasilkan sesuatu yang punya nilai ekonomis maka harus terus digeluti. Itu kan passionnya dia dan skillnya ada disitu, jadi nanti kalau sudah lulus dia bisa memanfaatkan kemampuan untuk membangun dunia usahanya dan juga membuka lapangan kerja dari kemampuannya dalam mengelola potensi dibidang perikanan dan kelautan,” jelas Gubernur.

“Kita mau untuk semua yang kita lakukan ini juga harus dikerjakan oleh orang pintar, rajin dan peduli. Kita harus miliki SDM yang berkompeten agar bisa menghasilkan kinerja yang baik bagi banyak orang terkhususnya dalam bidang perikanan dan kelautan,” tambah Gubernur.

Dalam kegiatan tersebut juga Menteri KKP bersama Gubernur NTT meninjau dan memberi makan benih ikan kerapu cantang. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Generasi Muda NTT Harus Terus Berprestasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan agar generasi muda NTT harus terus berprestasi untuk bisa membawa nama baik NTT dan juga mengukir sejarah. Demikian dikatakannya pada saat memberikan sambutan dalam acara Penerimaan Kontingen NPC NTT Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 di Ruang Rapat Asisten Kantor Gubernur pada Kamis (18/11/2021).

“Generasi muda NTT harus terus berprestasi dalam segala bidang. Kita harus terus melahirkan prestasi. Itu juga bentuk nasionalisme kita sebagai sebagai orang NTT. Saya berterima kasih kepada semua atlet dengan prestasi yang luar biasa. Ada atlet yang dapat emas, perak, dan perunggu juga ada atlet yang mendapatkan lebih dari satu medali. Itu perjuangan yang hebat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyatakan kebanggan keberhasilan Kontingen NPC NTT yang dipimpin oleh Wakil Gubernur. “Tentunya kita patut berbangga dengan hasil yang dicapai. Bersama kepemimpinan Bapak Wakil Gubernur Josef Nae Soi sebagai Ketua Kontingen sehingga hasil yang didapat ini cukup membanggakan. Atas nama Pemprov dan masyarakat saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan prestasi yang telah diberikan dan ini membuktikan bahwa meskipun dalam kekurangan yang kita miliki dan dalam keadaan pandemi covid 19 kita tetap mampu berprestasi,” ucapnya.

“Untuk atlet yang mendapatkan medali emas kita berikan bonus sebesar Rp. 200.000.000, medali perak sebesar Rp 150.000.000, medali perunggu sebesar Rp 100.000.000, dan untuk atlet yang tidak mendapatkan medali tetap diberikan bonus masing-masing sebesar Rp 50.000.000. Juga yang mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu masing-masing mendapatkan sebuah rumah. Tentunya juga para pelatih akan kita berikan bonus,” kata beliau.

Gubernur Viktor juga mengatakan bukan soal medali dan emas semata namun sejarah yang dicatat itu yang akan diingat sepanjang waktu. “Kita juga berharap dan berusaha agar nantinya kita bisa dipercayakan untuk menjadi tuan rumah menyelenggarakan PON dan Peparnas tahun 2028 di NTT dan tentunya itu semua harus kita kerjakan secara bersama-sama dan persiapkan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT yang juga Ketua Kontingen NPC NTT Josef A. Nae Soi menyatakan, jumlah kontingan NPC NTT ini terdiri dari 27 atlet, 3 pelatih, dan 9 Official. “Hasil yang kita dapat yaitu 5 medali emas, 13 medali perak dan 12 medali perunggu. Ini sangat membanggakan,” ujar Wagub Josef.

Wagub juga menambahkan, atlet NPC NTT mencatatkan hasil yang menyita perhatian dengan berhasil mengawinkan 3 medali yaitu emas, perak, dan perunggu masing-masing kategori Putra dan Putri dari nomor lari 800 meter.

“Kami berterima kasih pada Gubernur dan masyarakat NTT yang sudah memberikan dukungan sehingga kami bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” tambahnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Hadiri Rakerda DPD PAPPRI NTT, Gubernur VBL Beri Apresiasi

NTT AKTUAL. SEMAU. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi kepada jajaran DPD PAPPRI NTT dibawah kepemimpinan Ibu Adriana Kalla , atau yang biasa dikenal dengan nama Aki Kalla bersama seluruh DPC PAPPRI se-NTT yang pada Jumat (12/11/2021) berhasil melaksanakan rapat kerja perdana DPD PAPPRI NTT di salah satu kawasan destinasi wisata terfavorit , Pantai Otan, Desa Otan , Kecamatan Semau , Kabupaten Kupang. Rakerda perdana ini diikuti oleh 18 DPC PAPPRI dari 22 DPC PAPPRI se-Nusa Tenggara Timur, dihadiri langsung oleh sekjen DPP PAPPRI Johny Maukar dan Ketua Bidang Program DPP PAPPRI Ayu Soraya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (pertama diri kiri) saat menghadiri Rakerda DPD PAPPRI NTT yang berlangsung di Pantai Otan, Kecamatan Semau , Kabupaten Kupang, Jumat (12/11/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Saya sangat bangga karena dalam waktu singkat jajaran DPD PAPPRI NTT dapat memindahkan lokasi penyelenggaraan Rakerda PAPPRI ini, yang dari semula di Kota Kupang ke kawaan Pantai Wisata Otan di Pulau Semau ini. Hal ini membuktikan komitmen tinggi dari PAPPRI NTT untuk mendukung pariwisata , dan bersama pemerintah provinsi NTT menggaungkan Pulau Semau sebagai Pulau Musik di NTT,” ungkap Putera dari Nusa Bungtilu tersebut.

“Seni dapat mempersatukan manusia, seni itu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan manusia. Jadi kalau siapa yang tidak punya nilai seni dalam hidupnya, maka pasti kehidupan berbudaya dan bermasyarakatnya juga tidak akan maju. Karena seniman atau seni menunjukkan kualitas peradaban manusia”, ungkap Gubernur VBL.

Lebih lanjut Putera Semau tersebut mengungkapkan bahwa PAPPRI sebagai bagian yang penting yang tidak terpisahkan didalam desain pembangunan NTT Bangkit menuju masyarakat sejahtera, diperlukan cara berpikir baru untuk bagian membawa NTT dapat melahirkan seniman-seniman yang hebat.

“Sebagai Gubernur tentunya saya akan mengarahkan para bupati dan walikota, untuk berperan aktif dalam membangun seni di Nusa Tenggara Timur. Karena tidak ada pilihan, sekali lagi tidak ada pilihan lain, selain memajukan seni itu sendiri. Manusia itu utuh dan sempurna kalau filsafat dan seni itu dapat dipahami secara proporsional dalam hidupnya. Dan itu merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Kalau hanya mengerti filsafat, tidak mengerti seni, maka tidak itu lengkap. Jadi mulai epistolomogis sampai akselogisnya, nilai keindahan dan nilai kegunaan pada akselogi itu yang sedang kita bangun. Karena itu saya sangat respek dengan PAPPRI NTT, karena dalam waktu singkat dapat melaksanakan Rakerda, untuk bisa membuka pemahaman kita semua tentang betapa pentingnya seni dalam kehidupan manusia”, tegas Mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI tersebut.

Gubernur VBL berharap PAPPRI sebagai organisasi harus terus bergerak.
“Secara khusus saya telah meminta Ibu Aki Kalla melalui PAPPRI, juga dapat melatih orang untuk bisa bernyanyi dengan benar”.

Ketua Umum DPP PAPRRI, A. M. Hendropiyono saat menyampaikan sambutan melalui tayangan video, menyatakan rasa terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan rakerda di Pulau Semau.

“Saya senang DPD PAPPRI melalui Panitia telah bekerja keras untuk kegiatan ini, dan telah melaksanakannya dengan baik di Pantai Otan, Pulau Semau. Sengaja dilaksanakan di Pulau Semau, karena di tempat inilah akan ditemui aura positif untuk terus mengembangkan konsep pengembangan pariwisata, seni, budaya dan musik secara harmonis. Disinilah peran PAPPRI ingin menciptakan sebuah centre of excellent / Pusat keunggulan dari point-point tersebut”, jelas Mantan Kepala BIN tersebut.

Selanjutnya, Hendropiyono juga menambahkan keyakinannya bahwa PAPPRI yang beranggotakan orang-orang yang mencintai seni dapat mengembangkan seni itu sendiri dengan lebih baik lagi dan dapat berkolaborasi dengan unsur-unsur pendukung lainnya, salah satunya adalah pariwisata.

Adriana Buna Kalla, yang biasa dikenal dengan panggilan Aki Kalla, selaku Ketua DPD PAPPRI NTT mengatakan bahwa kegiatan Rakerda perdana ini, berhasil dilaksanakan melalui kerja keras dalam penantian panjang, oleh karena adanya Pandemi Covid-19.

“Seniman berkarya membangun negeri, itulah tema dari penyelenggaraan kegiatan rakerda yang kami satukan dengan kegiatan konser, karena kami menyadari bahwa ditengah surutnya perkembangan musik di Indonesia, khususnya di NTT, PAPPRI NTT ingin bangkit dan membuktikan bahwa PAPPRI tetap eksis dalam karya. Covid tidak dapat membunuh kreatifitas, tapi kreatifitsa dapat membunuh Covid-19. Oleh sebab itu Rakerda ini, ingin mengajak semua insan seni NTT, mari sama-sama kita bersinegi memberi energi positif untuk ikut membangun negeri Indonesia, lebih khusus Flobamorata tercinta”, ungkap Penyanyi legend NTT yang juga pendiri Rumah Musik Siloam ini.

Lebih lanjut Aki Kalla memohon dukungan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota se NTT untuk terus memberi perhatian optimal kepada para seniman, agar seniman semakin dihargai melalui karya-karyanya.

“Kami mohon dukungan untuk setiap karya yang pantas mendapatkan royalty, penghargaan kepada para seniman berprestasi, serta peluang usaha dengan standar harga yang ditetapkan untuk profesi masing-masing”, pinta Penyanyi kondang NTT berdarah Alor tersebut.

Untuk diketahui PAPPRI merupakan singkatan dari Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia.

Gubernur VBL pada Rakerda DPD PAPPRI NTT ini hadir bersama Owner Nihiwatu Resort di Sumba Barat, Mr. James, mengungkapkan rasa sukacita tersebut, karena PAPPRI dan RMS dapat berkolaborasi menyelenggarakan sebuah konser yang memperkenalkan NTT yang kaya akan ragam seni dan budaya, serta dapat terus diminati dari generasi ke generasi termasuk Generasi Z karena performa dari para talent yang luar biasa. “Selamat datang di Pulau Semau, pulau yang indah dengan pilihan spot wisata pantai yang sangat eksotik, pantai dengan pasir putih, laut yang biru memang sangat excited untuk dinikmati”, ungkap Putera Semau yang baru saja meraih gelar doktor di bidang pariwisata tersebut.

Konser Seni Bersama tersebut menghadirkan performa dari sejumlah talent luar biasa dari DPC – DPC PAPPRI se NTT, baik secara luring maupun melalui video rekaman yang ditampilkan, dan para seniman cilik yang telah dididik di RMS sejak 5 tahun lalu. Konser tersebut sengaja digelar sebagai syukuran atas HUT kelima dari RMS, yang jatuh pada 19 Juni 2016.
Kegiatan Rakerda PAPPRI dan Konser tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan setiap peserta yang hadir harus menunjukkan hasil negatif, setelah dilakukan Rapid Antigen sebelum mengikuti kegiatan tersebut.

Turut hadir pada acara konser tersebut adalah : Wakil Bupati TTS sekaligus Ketua DPC PAPPRI Kabupaten TTS, Army Konay, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Politik, Imanuel Blegur, dan Ketua Panitia Penyelenggara Rakerda Perdana PAPPRI, Ina Djara. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Meresmikan Gedung Gereja Jemaat Karmel Fatululi Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon meresmikan Gereja Jemaat Karmel Fatululi, Kupang pada Minggu (31/10/2021).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon saat meresmikan Gedung Gereja Jemaat Karmel Fatululi, Kupang pada hari Minggu (31/10/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Dalam sambutannya Gubernur VBL menyampaikan bahwa model pembangunan inklusif yang diajarkan oleh gereja harus diadopsi oleh pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat agar masalah kemiskinan dan masalah-masalah lain yang ada di NTT dapat dituntaskan secara bersama-sama.

“Model pembangunan inklusif adalah model pembangunan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dan ini yang sedang di ajarkan gereja kepada masyarakat NTT bahwa tidak ada pekerjaan yang bisa berhasil tanpa keterlibatan semua lapisan masyarakat. Nilai ini yang harus pemerintah dan masyarakat adopsi kedalam pembangunan NTT secara keseluruhan. Saat ini total orang miskin di Indonesia lebih dari satu juta orang dan pemerintah pusat yang bekerja sama dengan pemerintah daerah telah membuat model pembangunan dan klasifikasi kemiskinan, salah satu klasifikasi tersebut adalah Kemiskinan Ekstrim. Sedangkan di NTT terdapat 9,5% orang miskin ekstrim. Dan target Presiden Jokowi untuk menuntaskan kemiskinan ekstrim sampai dengan “Zero Percent ” atau “Nol Persen” pada tahun 2024 nanti. Apabila target tersebut tercapai maka pada tahun 2024 nanti kemiskinan di NTT akan berada pada angka 11 persen atau 10 persen, maka dari itu ketertarikan saya sebagai Gubernur adalah sumbangan nilai Inklusif dari gereja khususnya GMIT harus menjadi sumbangan untuk bagaimana kita menyelesaikan dan menuntaskan Kemiskinan Ekstrim di NTT, jelas Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur VBL menyampaikan selamat ulang tahun kepada Gereja Masehi Injili di Timor yang ke 74, serta berharap agar kolaborasi pemerintah dan gereja tetap terjalin dengan baik.

“Saya ingin gereja terus berpartisipasi serius dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang saat ini kita hadapi bersama dan saya juga berterima kasih serta mengucapkan kepada Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang merayakan hari ulang tahun yang ke 74 dan semoga GMIT terus berbenah serta terus membangun dalam kolaborasi dengan pemerintah. Saya melihat beberapa Klasis telah membangun sekolah-sekolah dan hal itu membuat kegembiraan untuk saya sebagai Gubernur, karena jika tidak ada pendidikan yang baik maka kita tidak akan mengenal Tuhan kita secara benar,” tutur nya.

Gubernur VBL juga menyampaikan bahwa Pemerintah dan Gereja mempunyai peran yang penting dalam mengatasi Stunting yang masih tinggi di NTT khususnya di Kota Kupang.

“Saat ini ada sebanyak 80.909 anak yang Stunting NTT dan mayoritas ada di Kota Kupang. Maka dari itu Pemerintah Provinsi dan Kota Kupang serta Gereja mempunyai peran bersama untuk berkolaborasi agar masalah Stunting ini dapat teratasi. Karena itu saya meminta kepada para pendeta yang hadir pada hari ini agar di dalam kotbah-kotbahnya meminta kepada orang tua yang mempunyai anak yang masih balita agar ditimbang dan di ukur agar jika anak-anak tersebut Stunting maka pemerintah dapat mengintervensi dengan memberikan makanan-makanan yang bergizi agar menyelamatkan anak-anak tersebut dari Stunting,” jelasnya.

Gubernur VBL juga berpesan agar dari gedung gereja yang baru diresmikan pada hari ini dapat melahirkan manusia-manusia yang mempunyai output yang baik sehingga dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah yang ada di NTT.

“Saya berharap dari gedung yang indah ini keluar manusia-manusia yang mempunyai input yang kuat untuk kita melihat output dalam menyelamatkan kelompok hina yang menjadi tanggung jawab Pemerintah serta kita semua sebagai individu dan pribadi sebagai tugas kita dalam pelayanan yang dipercayakan oleh penebus kita Tuhan Yesus,” kata Gubernur.

Pada kesempatan yang sama juga Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon menyampaikan pembangunan Gedung Gereja Karmel Fatululi yang dimulai sejak tahun 2007 dan diresmikan pada hari ini agar dapat mendewasakan seluruh Jemaat dan pembangunan tersebut bukan hanya pembangunan fisik akan tetapi menjadi sebuah energi yang mengikat seluruh jemaat

“Pembangunan yang memakan energi, dana, tenaga juga waktu, kiranya benar-benar akan menjadi semangat persembahan bagi Tuhan dan mendewasakan masyarakat. Kami percaya bahwa pembangunan sejak tahun 2007 sampai saat ini diresmikan pasti akan mendewasakan kita. Saya berharap pembangunan ini bukan hanya pembangunan fisik akan tetapi menjadi sebuah energi yang mengikat seluruh jemaat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan peresmian gedung Gereja Jemaat Karmel Fatululi Kupang, Kepala Kesbangpol Pemprov NTT, Kadis Pertanian dan Perkebunan Pemprov NTT, Kadis Pariwisata dan Ekraf Pemprov NTT, Kepala Biro Umum Setda Prov. NTT dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda provinsi NTT. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Kunjungi Kabupaten Alor, Gubernur Minta Kerja Kolaboratif Desain Pariwisata

NTT AKTUAL. KALABAHI. Untuk mendapatkan sebuah desain pariwisata yang hebat atau pariwisata sustainable maka harus butuh kinerja semua pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat, lembaga agama, lembaga adat hingga pemerhati pariwisata.

Demikian diungkapkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada saat memberikan sambutan dalam pertemuan Tokoh Lintas Agama Se-Provinsi NTT dengan tema Penguatan Modernisasi Agama dan Merawat Keberagaman dari Pinggiran Indonesia. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Gereja GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Selasa (19/10/2021).

“Kita hadir disini juga ada festival-festival. Nah berbicara tentang modernisasi agama dan juga pariwisata ini kita berbicara tentang iman dan pariwisata tentang imajinasi karya. Lembaga Agama dan Umatnya harus mulai untuk turut membantu Pemerintah dalam membangun pariwisata sehingga bisa membantu menumbuhkan ekonomi. Jangan kita hanya terus menjalankan ajaran dan ritual keagamaan namun kita sendiri tidak mampu memiliki manfaat yang konkret untuk orang lain,” ujar Gubernur.

“Dengan merawat hubungan yang baik dalam keberagaman umat beragama ini juga tentunya kita ingin lembaga agama harus mampu mendorong umatnya untuk memiliki kesadaran (awarness) mengenai pentingnya pariwisata. Maka dari itu kita juga tidak boleh kerja sendiri-sendiri. Harus sinergi dan kolaborasi saling memberi arahan, saling mendukung dan memberi saran atau ide untuk membangun pariwisata kita,” tambahnya.

Menurut Gubernur, alam dan budaya dengan nilai pariwisata tinggi harus mampu dijaga dengan baik. Dan juga pengelolaannya dengan baik.

“Desain pariwisata itu harus memberi nilai tambah. Misalnya dengan Festival Dugong itu harus dibuat kalender khusus. Agar punya nilai mahal karena diadakan pada waktu tertentu saja. Juga kita jaga kelestariannya. Pun seperti olahraga diving harus kita jaga alam lautnya. Maka dari itu kita mau para pengunjung juga menjaga alam bawah laut tersebut,” jelas Gubernur.

Sementara itu Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf Dessy Ruhati mengatakan, Alor sebagai penyangga destinasi pariwisata superprioritas dari Labuan Bajo. Alor ini ada spot diving indah dan juga festival dugong.

“Kita harapkan dengan festival dugong ini ke depannya juga harus mengkaji dugong bukan hanya dari aspek pariwisatanya dan juga bagaimana menjaga kelestariannya. Serta kita harapkan festival dugong juga bisa menjadi even nasional,” kata Desi.

Bupati Alor Amon Djobo yang hadir juga memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT.

“Saya sangat senang karena Bapak Gubernur kita ini sering turun langsung ke tengah masyarakat. Selama saya hidup ada dua gubernur yang kerja hebat dan mau turun langsung ke masyarakat yaitu Bapak Ben Mboi dan juga Bapak Viktor Laiskodat. Puji Tuhan juga selama kepemimpinan Bapak Gubernur Viktor Laiskodat dan juga Bapak Wakil Gubernur Josef Nae Soi selama ini provinsi NTT selalu tenteram dan tidak ada gesekan yang terjadi dalam kehidupan beragama,” ucapnya.

Dalam kunjungan ke Alor kali ini Gubernur juga turut hadir dalam festival paralayang serta mengunjungi festival dugong dengan di dampingi Bupati Alor Amon Djobo, Jajaran Forkopimda Kab. Alor, Wakil Bupati Sabu Raijua Yohanes Uli Kale, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Zet Libing, serta Staf Khusus Gubernur Bapak Ima Blegur dan Pius Rengka. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Stunting NTT Turun 3,2%, Gubernur VBL : “Kerja kita belum maksimal”

NTT AKTUAL. KUPANG. LABUAN BAJO. Memang betul terjadi penurunan stunting tapi jika penurunannya biasa-biasa saja artinya kerja kita kurang maksimal karena yang kita bicarakan ini adalah nyawa manusia. Jika hanya melihat secara statistik memang penurunannya sudah bagus yaitu sampai pada 21%, akan tetapi jika kita melihat dari jumlah maka saya merasa sedih karena masih ada 80.909 manusia yang masih stunting. Hal tersebut disampaikan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada acara Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Se-Provinsi NTT, di aula hotel Sylvia Labuan Bajo, pada Senin (11/10/2021).

Dalam sambutannya Gubernur VBL menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan salah satu langkah mewujudkan mimpi Presiden Jokowi yaitu Generasi Emas pada 2045.

“Mimpi Presiden Jokowi, negara ini pada 2045 akan menatap masa depan dengan generasi emasnya. Jika cita-citanya seperti itu maka yang kita lakukan hari ini adalah desain dan perencanaan untuk kita menuju 2045 membawa bonus demografi menjadi generasi unggul”, ungkap Gubernur VBL

Lebih lanjut Gubernur VBL menegaskan bahwa menyelesaikan Stunting di NTT tidak bisa jika hanya dilakukan dengan cara-cara yang biasa saja.

“NTT merupakan salah satu penyumbang stunting terbesar di Indonesia. Maka dari itu ini merupakan tantangan kita bersama untuk para Pupati dan saya sendiri sebagai Gubernur, karena menyelesaikan masalah stunting tidak bisa hanya dilakukan dengan cara yang biasa. Konvergensi mengharuskan kita melakukan langkah-langkah yang terpadu, terarah dan secara bersama-sama serta kerja-kerja lapangan yang kita harus kuasai. Jika kita mampu untuk mendesain untuk mengetahui seluruh kelahiran dengan kerja sama kepala desa, tokoh agama, camat kepala dinas, bupati sampai pada gubernur maka saya yakin 1000 hari pertama kehidupan bayi akan bisa diperhatikan dan stunting bisa diatasi”, jelas Gubernur Viktor

Gubernur VBL juga menghimbau agar permasalahan stunting diselesaikan dengan kerja sama antara pemangku kepentingan dengan stakeholder masyarakat karena permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.

“Saya berterima kasih atas kerja-kerja selama ini akan tetapi kita harus mensinergikan lagi seluruh stakeholder masyarakat agar masalah stunting di NTT dapat segera terselesaikan. Dan saya mengharapkan hal-hal seperti ini dapat kita lanjutkan dengan semangat kita bersama, tanggung jawab kita adalah bagaimana kita menyelamatkan 80.909 anak yang akan menjadi generasi masa depan untuk menopang pertumbuhan NTT kedepannya”, harap Gubernur Laiskodat

Dalam laporannya, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi NTT, Kosmas Lana menyampaikan persentase penurunan stunting di NTT, dibandingkan dengan tahun 2020 pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 3,2%.

“Pada penilaian kinerja konvergensi stunting tahun 2021 terdapat beberapa pencapaian. Dibandingkan dengan tahun 2020, tahun 2021 penurunan stunting sebesar 3,2%. Pada bulan Agustus 2020 yang lalu stunting NTT berada pada angka 24,2%. Pada Agustus tahun ini stunting kita berada pada angka 21%”, lapor Kosmas

Lebih lanjut Kosmas menyampaikan tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi ini merupakan evaluasi terhadap kinerja penanganan stunting di NTT.

“Tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi yang kita laksanakan saat ini adalah evaluasi dari terhadap kinerja pelaksanaan aksi konvergensi stunting yang dilaksanakan setiap tahun. Dalam kegiatan ini juga akan diberikan piagam penghargaan beserta sarana yang selama ini dikeluhkan oleh Kabupaten/Kota untuk menginput data kedalam aplikasi yang sudah ditentukan. Dan juga kegiatan ini merupakan komitmen bersama antara Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk terus menerus serta bahu membahu melakukan percepatan penurunan stunting sampai dengan akhir periode perencanaan baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten masing-masing”, jelas Kaban Bappelitbangda

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Pemberian Piagam Penghargaan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting bagi 10 Kabupaten terbaik oleh Gubernur NTT. Kabupaten yang memperoleh penghargaan yaitu : Kab. Rote Ndao, Kab. Manggarai Timur, Kab. Belu, Kab. Ngada, Kab. Nagekeo, Kab. Sikka, Kab. Ende, Kab. Flores Timur, Kab. Sumba Timur dan Kab. Timor Tengah Selatan.

Diakhir pertemuan tersebut disepakati beberapa komitmen bersama para Bupati/Walikota untuk menurunkan stunting sebagai masalah kemanusiaan yang mendasar berkaitan dengan pengakuan, penghargaan, pemenuhan dan perlindungan hak-hak asasi anak secara universal. Komitmen yang disepakati adalah sebagai berikut:

Pertama, melaksanakan program konvergensi percepatan penurunan stunting (zero stunting) untuk menciptakan Generasi Muda Unggul NTT 2045-2050 sehingga mendapatkan bonus demografi.
Kedua, bersepakat untuk masing-masing kabupaten/kota menurunkan stunting sampai 10% pada tahun depan 2022.
Ketiga, mendesain sistem pendeteksian gejala stunting dan pendataan stunting pada ibu hamil dan anak dalam 1000 pertama kehidupan yang mutakhir dan akurat melalui pengukuran tinggi dan berat badan 100% serta pemberian makanan tambahan.
Keempat, mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendukung menunjang program konvergensi percepatan penurunan stunting.
Kelima, membangun kolaborasi kelembagaan pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan) swasta, LSM serta lembaga agama dan adat dalam konvergensi percepatan penurunan stunting.
Keenam, mengintegrasi pecepatan penurunan dan penanganan stunting dengan program penanggulangan kemiskinan nasional dan daerah.
Ketujuh, pendayagunaan berbagai potensi lokal sebagai menu bergizi untuk makanan tambahan bagi calon ibu, ibu hamil dan bayi serta anak.
Kedelapan, melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparat pemerintah yang professional dalam pencegahan dan penanganan stunting.
Kesembilan, melakukan supervisi, bimbingan teknis, monitoring-evaluasi, dan pengawasan secara berkala dan berkelanjutan terhadap implementasi program konvergensi stunting. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Terima Vaksin Dosis Kedua, Gubernur NTT Dorong Organisasi Profesi dan Parpol Terlibat Aktif Untuk Percepatan Vaksinasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima vaksin dosis kedua jenis Astrazeneca di kantor Gubernur NTT, Selasa (5/10/2021).

Ditemui wartawan usai terima vaksin, Gubernur mendorong semua pemangku kepentingan untuk mempercepat capaian vaksinasi di NTT.

“Bagus, hari ini sudah vaksin kedua. Kita terus dorong masyarakat NTT untuk melakukan vaksin. Beberapa Kabupaten masih belum capai target antara lain Malaka dan TTS. Kita harapkan dengan partisipasi dan dorongan dari semua pihak, kita bisa meningkatkan capaian target vaksinasi,” jelas Gubernur VBL.

 

Gubernur Viktor mendorong organisasi profesi, partai politik (parpol) serta TNI/Polri untuk berperan aktif mempercepat capaian vaksinasi.

“Tadi saya dapat laporan dari Dinas Kesehatan (NTT), Danlantamal sudah bersedia membantu percepatan vaksinasi di Malaka. Seluruh organisasi profesional dan partai politik juga ikut berperan. Saya harap semua partai politik ikut berperan untuk lakukan vaksin. Begitu juga organisasi profesi macam KADIN dan HIPMI serta organisasi lainnya, terus bekerja untuk capai percepatan vaksinasi,” jelas Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur VBL mengungkapkan komitmen pemerintah provinsi untuk mengejar target vaksinasi terutama dosis kedua.

“Vaksin kedua yang ini kita dorong terus supaya mempermudah masyarakat dalam banyak hal. Juga untuk kejar target lepas masker pada akhir tahun,” kata Gubernur VBL.

Terkait adanya trend penurunun kasus covid-19 di NTT, Gubernur mengaharapkan supaya masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Vaksinasi merupakan aspek penting untuk jadikan virus covid-19 jadi endemik.

“Ke depannya, kita berbicara bukan lagi pada positivity rate tapi mortality ratenya atau tingkat kematiannya. Karena ini virus, pasti selalu ada. Kalau mortality ratenya sudah tidak ada, berarti vaksinnya efektif. Artinya virus ini jadi virus biasa dengan adanya vaksin,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT, Emma Simanjuntak menjelaskan capaian vaksinasi dosis pertama di NTT sampai saat ini adalah 31,46 persen (1.205.288 orang). Dosis kedua, 15,67 persen (600.256 orang) dan dosis ketiga,booster khusus nakes capai 60,97 persen. Total sasaran vaksinasi di NTT adalah 3.831.439 orang. Beberapa kabupaten yang capainnya masih rendah adalah Malaka, TTS, Flores Timur, Alor dan Ende.

“Kita terus mendorong dan memberi support kepada Kabupaten yang masih rendah untuk percepatan-percepatan. Sepanjang vaksin yang kita dapat dari Kementerian Kesehatan banyak, tidak ada masalah. Kita dari Dinas kesehatan NTT, begitu vaksin tiba, dalam tempo dua tiga hari, langsung kita distribusikan ke Kabupaten/Kota. Kita tetap optimis untuk tingkatkan capaian vaksin ini,” jelas Emma Simanjuntak. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT