Arsip Tag: Viktor Bungtilu Laiskodat

Gubernur NTT Panen Jagung di Lokasi TJPS Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan panen jagung secara simbolis pada lokasi Gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dari Kelompok Tani Mutiara Desa Pariti Kecamatan Sulamu dan Kelompok Tani Fajar Kasih Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang, Jumat (30/10/2020). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi oleh Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe.

Untuk diketahui, awalnya Alokasi lahan TJPS untuk Kabupaten Kupang seluas 2.600 ha. Namun setelah dilakukan Verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk musim tanam (MT) periode april-september(ASEP) oleh Pendamping Lapangan, terverifikasi luasan lahanya 375 ha. Khusus Kecamatan Sulamu, luas lahan terverifikasi 110 ha dengan realisasi tanam 67, 05 ha dan Kecamatan Fatuleu Barat, Luas lahan terverifikasi 43,30 ha dengan realisasi tanam 39,20 ha.

Acara Puncak pasca panen Simbolis Gerakan TJPS, pelaksanaanya di halaman kantor Desa Poto. Camat Fatuleu Barat, Kandidus Neno dalam sambutanya menyampaikan sejumlah usulan pembangunan dan apresiasi terhadap Gubernur NTT.

“Hari ini Bapak Gubernur mengunjungi kita di Fatuleu Barat. Sebelumnya kami tahu Gubernur lewat buku dan cerita orang. Karena dalam sejarah kami di Fatuleu Barat, sejak 1958 hingga kini atau sekitar 62 tahun, baru kali ini Bapak Gubernur adalah Gubernur pertama yang mengunjungi Fatuleu Barat. Beberapa usulan yang kami sampaikan berkaitan dengan adanya potensi pertanian, maka kebutuhan kami berupa Alsintan, pompa mesin air, Jaringan Internet dan Listrik,” ungkap Neno.

Wabup Kupang, Jerry Manafe menyampaikan Fatuleu Barat saat ini mengalami perkembangan dalam pembangunan infrastruktur jalan yang akan diikuti dengan terpenuhi kebutuhan pembangunan lainnya.

“Hari ini Bapak Gubernur datang panen simbolis jagung Gerakan TJPS. Dapat kita saksikan bersama, meskipun tempat ini gelap, akan tetapi saat jalan kita tidak terantuk seperti dulu. Artinya jalan kita sudah mulus dan itu karena kebijakan bapak Gubernur. Tentunya masyarakat mesti yakin bahwa pasti kita terus diperhatikan oleh Gubernur asalkan kita tetap kerja dan sukseskan Gerakan TJPS untuk mewujudkan kesejahteraan ,”ujar Jerry.

Gubernur VBL dalam sambutanya mengaskan, pemimpin itu mesti terus bersama rakyatnya untuk melayani rakyatnya. Karena daerah ini memiliki potensi yang luar biasa, maka harus dikelola dengan baik. Masyarakat mesti memiliki etos kerja yang tinggi dan apa yang menjadi kebutuhan akan dipenuhi di tahun 2021.

“Dalam kepemimpinan saya, tentunya saya terus terjun ke lapangan untuk melayani masyarakat dan memastikan elemen Pemerintah bekerja bersama masyarakat. Hari ini kita panen, Tahun depan (2021) potensi lahan 400 ha yang terverifikasi, Tanam dan panen serta sukseskan Gerakan TJPS maka saya pastikan kebutuhan jaringan listrik dan telepon ada di tempat ini,” tegas Gubernur Viktor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli. staf Khusus Gubernur, Pius Rengka dan Tim Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) NTT. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur : NTT Akan Menjadi Provinsi Penyumbang Energi Baru Terbarukan Terbesar di Indonesia

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa dengan iridiasi panas matahari tertinggi di Indonesia, maka Provinsi ini kedepan akan menyumbangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat berlimpah untuk Republik ini. Hal ini dikatakan oleh Gubernur Laiskodat saat menghadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Penanaman 2000 Pohon yang diprakarsai oleh PLN Cabang Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (27/10/2020).

Gubernur mengatakan bahwa hasil riset yang dilakukan oleh Bank Dunia belum lama ini, menjadikan Provinsi NTT sebagai salah satu, bahkan satu – satunya Provinsi di Republik ini yang selain memiliki iridiasi panas matahari tertinggi di Indonesia, juga memiliki kecepatan angin yang sangat konstan di sepanjang pantai di NTT.
“Rizet yang mengatakan demikian,” ungkap Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada kegiatan Penanaman 2000 Pohon yang diprakarsai oleh PLN Cabang Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (27/10/2020). Dokumentasi : Istimewa

Masih menurut orang nomor satu di NTT ini, bahwa sekarang tidak ada pilihan lain bagi kita semua untuk segera melupakan energi fosil. Mulailah kita berpikir tentang Energi Baru Terbarukan. Bahkan saat ini perusahaan – perusahaan besar di dunia menamakan diri mereka Renuble Energi Hundred Persen. Artinya bahwa apapun yang diproduksi oleh perusahaan manapun di dunia ini yang tidak menggunakan Blue Energi, maka sudah pasti ditolak. Hal ini mengharuskan kita untuk segera menggunakan Energi Baru Terbarukan. Dan oleh Presiden Jokowi telah mencanangkan dan memaksakan untuk Energi Baru Terbarukan pada tahun 2024 harus menyentuh angka 23%.
“Secara Nasional saat ini PLN ada di angka 10 – 11%. Itu artinya masih kurang sekitar 12%, dan untuk mencapai itu dibutuhkan kerja ekstra,” lanjut Gubernur Viktor.

“Oleh karena itu, sebagai Gubernur saya pastikan bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi lompatan ekonomi di Provinsi ini akan mencapai 2000 bahkan 3000 kali lipat berkat Energi Baru Terbarukan yang akan disumbangkan buat Negara ini, baik dari energi matahari, angin maupun bio masanya,” lanjut Gubernur.

Mengakhiri sambutannya, mantan Anggota DPR RI ini memberikan apresiasi kepada pihak PLN dan Undana Kupang yang telah berpikir maju bukan saja untuk mengisi kekosongan energi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif membangun ekonomi mereka dalam mendukung energi di Provinsi ini, yang adalah merupakan energi masa depan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Nusa Cendana, Fredrik L. Benu, dalam sambutannya mengatakan bahwa penanaman 2000 anakan pohon Lamtoro dan Kaliandra ini berada di lahan seluas 5 hektar. Selanjutnya tanaman ini akan diolah menjadi Pembangkit Listrik di NTT.

Sedangkan General manejer PT PLN Cabang NTT, Agustinus Djatmiko, dalam sambutannya mengatakan bahwa momentum ini bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke 75.
Agustinus mengatakan bahwa meskipun NTT tidak memiliki batu bara, tetapi Renueble Energinya sangat luar biasa. Sedangkan untuk energi matahari menjadi energi listrik, daerah lain hanya maksimal menyala 4 jam, sedangkan di Provinsi NTT bisa menyala sampai 9 jam.
Agustinus juga mangatakan bahwa untuk kebutuhan cacahan pohon Kaliandra dan Lamtoro, setiap harinya PLN membutuhkan 30 ton cacahan dari kedua pohon ini. (*/NA)

Gubernur Viktor Laiskodat Lantik Alex Riwu Kaho Jadi Direktur Utama Bank NTT Masa Bakti 2020-2024

NTT AKTUAL. BA’A. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) resmi melantik Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank NTT bertempat di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, Jl. Ne’e Mok, Kelurahan Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote, Kamis (22/10/2020) pagi.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Gubernur NTT selaku pemegang saham pengendali dan dihadiri oleh seluruh Bupati dan Walikota se- NTT selaku pemegang saham, Pimpinan DPRD Provinsi NTT, DPRD Kabupaten/Kota, seluruh jajaran komisaris maupun Direksi Bank NTT serta lembaga jasa keuangan dan para undangan lainnya.

Pelantikan Dirut Bank NTT defenitif tersebut dilakukan setelah enam bulan dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Harry Alexander Riwu Kaho dilantik menjadi Direktur Utama Bank NTT berdasarkan keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini ditandai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2020 (RUPS-LB 2020) dengan agenda tunggal, yakni: Pelantikan Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) masa bhakti 2020-2024.

Untuk diketahui, pada RUPS tahunan tanggal 6 Mei 2020 di Kupang, Harry Alexander Riwu Kaho yang adalah Direktur Dana, ditetapkan sebagai Plt, menggantikan pejabat sebelumnya, Izak Eduard Rihi. Dan sejak RUPS Mei 2020 itulah, sejumlah tahapan di internal, dilaksanakan. Termasuk melengkapi seluruh syarat yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Alex sendiri, sebagai calon Dirut Bank NTT, memenuhi pelaksanaan klarifikasi OJK tanggal 9 Juli 2020 melalui video conference di Kupang. Dan berdasarkan surat Kepala Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan OJK Jakarta Nomor SR-293/PB.12/2020 tanggal 14 September 2020 hal Penyampaian Salinan Keputusan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atas Pencalonan Direktur Utama bank NTT yang menyatakan Menyetujui Pencalonan Sdr. Harry Alexander Riwu Kaho Sabagai Direktur Utama Bank NTT, dan Salinan Keputusan Anggota Komisioner OJK nomor KEP – 133/D.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Sdr Harry Alexander Riwu kaho Selaku Calon Direktur Utama Bank NTT, dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menjadi Direktur Utama Bank NTT.

Seusai pelaksanaan pelantikan, Gubernur Laiskodat dihadapan awak media mengatakan bahwa Alex Riwu Kaho yang dipercaya sabagai Dirut Bank NTT yang baru harus dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik sehingga target-target yang telah dicanangkan bisa segera tercapai.

“Tentunya tantangan yang ada dan juga target-target yang ingin dicapai dapat dikerjakan bersama tim Direksi dan Komisaris agar semua masalah yang ada bisa teratasi dengan baik. Khususnya NPL (Non Performing Loan) atau kredit bermasalah maupun target-target laba bisa dikerjakan dengan baik, walaupun dalam kondisi yang sulit seperti ini. Saya berharap dibawah komando saudara Alex Riwu Kaho, Bank NTT menatap masa depan yang lebih baik lagi,” pungkas Gubernur Laiskodat.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Alex Riwu Kaho mengatakan ia akan berusaha untuk menjaga kepercayaan serta mewujudkan semua yang diharapkan oleh seluruh pemegang saham, sehingga Bank NTT tetap menjadi kebanggaan dan tetap dipercaya oleh masyarakat NTT.

“Sudah tentu saya akan berusaha maksimal untuk menjaga kepercayaan seluruh pemegang saham, memenuhi tuntutan berbagai komponen termasuk masyarakat, nasabah dan juga menghadapi perkembangan melalui perbaikan secara global, patuh terhadap regulasi dan ketentuan operasional serta saya juga akan mengupayakan secara optimal Tim yang ada supaya bisa memenuhui target-target yang diberikan dengan baik,” jelas Alex.

Gubernur NTT Resmikan Kantor Baru

Sementara itu, pada hari yang sama usai acara pelantikan dalam RUPS LB 2020, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, bersama jajaran direksi dan pemegang saham, langsung menghadiri acara pengresmian gedung kantor baru Bank NTT Cabang Rote Ndao. Seremoni ini ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Viktor Laiskodat bersama Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu, pengguntingan pita serta peninjauan ruangan.

Tidak hanya itu, acara tersebut juga diisi dengan penandatanganan MoU sembilan pajak daerah antara Bank NTT dengan pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan penyerahan CSR kepada pihak-pihak yang sudah disiapkan. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Resmikan Kecamatan Loaholu-Kabupaten Rote Ndao, Gubernur Laiskodat : Infrastruktur Pelayanan Publik Harus Menjadi Prioritas Utama

NTT AKTUAL. BA’A. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan dalam pembentukan daerah baru termasuk pemekaran Kecamatan, tidak boleh lagi fokus pada pembangunan infrastruktur perkantoran. Namun harus lebih utamakan pembangunan infrastruktur di bidang pelayanan publik.

“Kita banyak kali salah artikan pemekaran suatu wilayah baru, baik itu pemekaran Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan maupun pemekaran Desa. Kita terlalu fokus dan serius dalam membangun kantornya, sehingga uang habis untuk bangun kantor, tapi rakyatnya malah tertinggal. Seharusnya pembangunan dibidang pelayanan publik kita nomorsatukan dibanding kita hanya fokus membangun gedung kantor,” jelas Gubernur Laiskodat saat Peresmian Kecamatan Loaholu yang diikuti dengan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Jabatan Camat Loaholu beserta perangkatnya di Desa Oelua, Selasa (20/10/2020) siang.

“Mumpung ada Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD di sini. Saya ingatkan lagi agar perencanaan pembangunan kecamatan baru ini tidak boleh dimulai dari pembangunan infrastruktur gedung kantor. Saya harapkan bapa Camat yang nanti dilantik harus buang jauh-jauh cara berpikir lama. Harus mampu dan wajib tahu bagaimana memverifikasi penduduknya, siapa yang miskin, tanahnya ada atau tidak, bagaimana kehidupan sehari-harinya. Itu harus mampu didesain dengan baik,” tambah Gubernur Laiskodat.

Menurut Gubernur Viktor, seorang pemimpin harus memiliki spirit fighting serta kreatif, inovatif dalam mengelola potensi dan memaksimalkan semua keterbatasan yang ada.

“Kita tahu ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang berat buat bapa Camat dan jajarannya. Tapi saya harus katakan bahwa bapa Camat harus punya semangat kerja dan harus mampu maksimalkan semua potensi. Walaupun tanpa uang sekalipun tetap harus mampu berkembang,” tegas VBL.

“Jangan sampai kecamatan yang baru ini nantinya malah menjadi beban daerah dengan meningkatnya penduduk miskin. Oleh karena itu, kita harus efektif, efisien dalam mengelola anggaran. Karena untuk majukan daerah-daerah yang terbatas seperti ini, kita harus mampu menyiasati anggaran kita dengan lebih baik sehingga kemajuan-kemajuan pembangunan itu terasa langsung oleh rakyat kita,” tambah orang nomor satu NTT tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Viktor juga mengapresiasi kinerja Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan kearah yang lebih baik terlebih dalam hal penanganan stunting.

“Pembangunan di Rote Ndao terus bergerak pada setiap kepemimpinan. Dan pada saat ini saya melihat Bupati cukup mampu menggerakkan roda pembangunan di Kabupaten ini dengan baik. Ada keterbatasan itu pasti, tapi yang jelas ada catatan-catatan kemajuan dan prestasi yang juga membanggakan. Catatan-catatan itu antara lain stunting. Data yang ada di saya, stunting di Rote Ndao turun sangat drastis. Itu prestasi yang menurut saya, sangat hebat,” kata Gubernur Viktor.

Ia berharap agar semua prestasi dan kinerja baik Pemerintah kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga desa harus tetap dipertahankan dan terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu Gubernur VBL juga menyinggung soal kebersihan, “Alam, lingkungan, dan laut disini harus selalu kita jaga dan rawat baik-baik dari sampah. Kita tidak mau di Rote yang indah ini, pantainya penuh sampah terlebih sampah pelastik. Dan juga hotel-hotel yang tidak mampu menjaga kebersihannya harus dikenai denda dengan tegas, sehingga makin banyak orang yang datang kesini untuk bangun Rote jadi lebih baik lagi,” pungkas VBL.

Pada kesempatan yang sama Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu menjelaskan bahwa Kecamatan Loaholu adalah kecamatan ke 11 di Kabupaten Rote Ndao yang dimekarkan dari Kecamatan induknya, Kecamatan Rote Barat Laut.

“Pada tahun 2019 kita Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengusulkan untuk 4 kecamatan yang dimekarkan, tetapi yang disetujui hanya satu kecamatan yaitu kecamatan Loaholu, sehingga pada tahun 2020 ini Kabupaten Rote Ndao sudah menjadi 11 kecamatan,” jelas Bupati Paulina.

Gubernur Viktor meresmikan Kecamatan Loaholu dengan melakukan penandatanganan prasasti serta melakukan peletakkan batu pertama secara simbolis pembangunan Kantor Camat Loaholu.

Pada kesempatan tersebut juga Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu melantik lima pejabat administrasi lingkup Setda Kabupaten Rote Ndao.

Lima pejabat tersebut diantaranya Jemi Oktovianus Adu sebagai Camat Loaholu, Masyono Sucipto Dano sebagai Sekretaris Camat, Elyani Timuneno sebagai Kepala Sub Bagian Umum, Pemerintahan dan Kepegawaian, Erwin Nithanel Lau sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan, Aset, Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan, serta Ishak Welhelmus Selly sebagai Kasie Pemerintahan. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Hadiri Pemakaman Eduard Nabunome, Ini Ungkapan Hati Gubernur NTT

NTT AKTUAL. SOE. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghadiri upacara pemakaman sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada Alm. Anderias Hiler
Eduard Nabunome (Edu Nabunome) sang Legenda Atletik Indonesia asal NTT di desa Kaeneno, kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat (16/10/2020).

Alm. Edu Nabunome merupakan Putra NTT kelahiran Pene Utara, TTS pada tanggal 12 April 1968 dan meninggal dunia pada 12 Oktober 2020 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta akibat Penyakit Jantung dan meninggalkan isteri bersama 6 orang anak, 1 orang menantu dan 1 orang cucu.

Alm. Edu Nabunome mengukir sejarah prestasi Nasional dan Internasional diantaranya 72 kali membawa nama NTT pada kejuaraan Atletik di Tingkat Nasional, Regional dan Internasional; 81 kali membawa nama Indonesia pada kejuaraan tingkat Internasional; Pemegang 14 Rekor Nasional dan terdapat 2 rekor nasional yang belum terpecahkan sampai saat ini, (1) lomba lari 10 K dengan catatan waktu 29 menit 25 detik di Bali pada tanggal Oktober 1989, (2) Lari marathon pada PON Jakarta pada 12 September 1983 dengan catatan waktu 2 jam 19 menit 19 detik (sumber : Daftar Riwayat Hidup Alm. Edu Nabunome).

Rakyat NTT tentunya merasa kehilangan atas meninggalnya Alm. Edu Nabunome, atas sejumlah prestasi yang di ukirnya dalam membawa nama NTT dan Indonesia pada kejuaraan atletik tingkat internasional.

Gubernur VBL dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mencontoh dari Alm. Edu Nabunome baik dari prestasinya maupun kontribusinya dalam membangun NTT dan Indonesia melalui bidang olah raga.

“Sebagai manusia dan sahabat, saya merasa kehilangan meskipun kematian itu pasti dialami oleh kita semua. Saya ingin hadir acara pemakaman Alm. Edu Nabunome dikarenakan Prestasinya dan di NTT hanya 1 bahkan butuh waktu lama untuk mencetak atlet atletik  seperti Almarhum,” pungkas Gubernur Viktor.

Selanjutnya Gubernur NTT diakhir sambutanya menegaskan untuk konsolidasi pembangunan di Kabupaten TTS  dan memberikan dukungan terhadap anak-anak Alm. Edu Nabunome.

“Pantasan Edu juara terus, Karena terlahir dari tempat yang akses jalanya susah untuk itu Pak Bupati agar perhatikan Ruas jalan Kabupaten dan Ruas Jalan Provinsi menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Untuk anak-anak Almarhum juga, saya memberikan dukungan untuk biaya penyelesaian pendidikan. Akhirnya saya berterimakasih kepada Alm. Edu  atas dedikasi dan pengabdiannya untuk kehormatan Provinsi NTT dan Negara Indonesia,” tegas Gubernur VBL.

Turut hadir dalam upacara pemakaman Alm. Edu Nabunome yakni Ketua DPR NTT-Emilia Julia Nomleni, Bupati TTS- Egusem Piether Tahun, Wakil Bupati TTS-Jhony Armi Konay, Staf Khusus Gubernur-Pius Rengka, PLT. Karo Umum-George Hadjoh, Mantan Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 – Esthon L.  Foenay. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

NTT Kerjasama dengan SEPASI untuk Pengembangan Sorgum

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Penandatanganan Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Sejati Petani Sorgum Indonesia (SEPASI) tentang Pendampingan Budidaya Sorgum dari Hulu sampai Hilir di lahan petani Sorgum di Provinsi NTT.

“Suatu kebanggaan SEPASI bisa berkumpul dan berkerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam perjanjian budidaya Sorgum dari hulu sampai ke hilir,” kata Lily Sutarsi Suradilaga saat penandatangan perjanjian kerja sama di ruang rapat Gubernur NTT, Jumat (16/10/2020).

Ketua Umum SEPASI ini menjelaskan tahapan- tahapan pendampingan budidaya Sorgum yang akan dilakukan di lahan pertanian Sorgum Provinsi NTT.

“Pertama, dimulai dari hulu yaitu peningkatan produksi tanam sorgum, pemanfaatan menjadi pakan ternak.Terus di  hilir berupa pendampingan UMKM dan UKM untuk pengolahan barang setengah  jadi menjadi barang jadi serta pemasaran. Kedua, dengan ditandatangani
kerjasama ini menjadi bukti komitmen antara Sejati Petani Sorgum Indonesia dengan Pemerintah NTT untuk pemanfaatan  sumber daya alam menjadi maksimal, menyiapkan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mandiri. Juga dapat meningkatkan pendapatan petani sorgum,” Jelas Ketua Umum SEPASI Lili Sutarsi Suradilaga.

Sementara itu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan harapan besarnya untuk bangun hubungan kerjasama dalam bidang pertanian khususnya Sorgum.

“Mudah-mudahan ini dapat diterapkan di NTT dan  membantu mengelola produk, baik dari penanamannya sampai dengan hasil panen dan dilanjutkan agar mampu dikembangkan sampai menjadi produk lain seperti pakan ternak,” Jelas Gubernur Viktor.

Menurut Viktor, capital flight atau uang yang keluar dari NTT untuk datangkan pakan ternak  dalam 1 tahun  sekitar 1 triliun rupiah, baik pakan ternak ayam maupun babi.

“Harusnya uang sebesar itu dapat berputar di NTT, kalau kita mampu mengerjakan dan mendayagunakan semua potensi yang ada di NTT dengan baik. Karena itu Provinsi NTT berencana untuk menyiapkan 3 pabrik pakan ternak di Flores,Sumba dan Timor,” kata Viktor.

Politikus asal Nasdem ini memberikan apresiasi atas penandatanganan kerjasama ini. Tentunya harus diikuti langkah-langkah konkret di lapangan  dari tanam, panen  sampai pada pemilihan produk yang bisa dipakai oleh masyarakat.

“Karena itu saya mengharapkan pola-pola kerja sama ini, tidak hanya berkerja secara formal diatas kertas tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja nyata dan tindak lanjut yang mampu memberikan kehormatan bagi kita sendiri, bagi Provinsi NTT dan bagi Bangsa dan Negara,” pungkas Gubernur Viktor. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT : Riset Ilmiah Harus Mampu Mendukung Kemajuan Pembangunan

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, riset-riset ilmiah merupakan salah satu hal yang dilakukan oleh kaum intelektual untuk menghasilkan kemajuan pembangunan di berbagai bidang. Salah satunya pada bidang pelayanan kesehatan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Launching Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kerjasama Pemerintah Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana, dan Forum Academia NTT) yang dilaksanakan di Kampus Universitas Nusa Cendana Naikoten pada Jumat (16/10/2020).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam Launching Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kerjasama Pemerintah Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana, dan Forum Academia NTT) yang dilaksanakan di Kampus Universitas Nusa Cendana Naikoten pada Jumat (16/10/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Salah satu hal yang tentunya mendukung progres kemajuan atau terobosan adalah dengan adanya riset secara ilmiah untuk mendukung pembangunan semisalnya pada bidang kesehatan. Belum lama ini melalui riset di Nusa Tenggara Timur, telah ditemukan bahwa tumbuhan Faloak dapat menyembuhkan penyakit Hepatitis C yang mana sampai saat ini vaksinnya belum ditemukan. Kita akan terus lanjutkan riset tentang itu dengan anggaran yang disiapkan Pemrov NTT. Ini merupakan suatu loncatan bagi kita dan membuktikan bahwa alam kita terkhususnya di Nusa Tenggara Timur mampu memberikan berkat bagi kehidupan kita,” jelas Gubernur Viktor.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan depan) dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kiri depan) saat menghadiri Launching Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kerjasama Pemerintah Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana, dan Forum Academia NTT) yang dilaksanakan di Kampus Universitas Nusa Cendana Naikoten pada Jumat (16/10/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Ia mengatakan harus ada pelaksanaan riset-riset lanjutan. “Saya mau tidak sampai disini saja harus ada lanjutan riset yang lain. Kita bersyukur bahwa Provinsi ini terus bergerak maju dengan khususnya beberapa anak muda yang terpanggil dengan ilmu pengetahuannya untuk kembali mengabdi bagi NTT. Terima kasih untuk Undana juga atas risetnya untuk menghasilkan minuman sophia,” tambahnya.

“Kita bersyukur bahwa hari ini laboratorium biomolekuler untuk kesehatan masyarakat telah kita resmikan dan ini tentunya sangat membantu dalam peningkatan pelayanan kesehatan kita. Mulai hari ini juga masyarakat NTT tidak lagi dibebani dengan biaya untuk rapid dan swab. Saya telah menandatangain Pergubnya kemarin dan berlaku hari ini semua masyarakat Nusa Tenggara Timur gratis biaya tes swab dan tes rapid,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D memberikan apresiasi pada Pemprov NTT yang ikut membantu adanya laboratorium tersebut. “Saya apresiasi yang sangat besar pada kepemimpinan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang berkenan untuk mendorong adanya laboratorium biomolekuler kesehatan masyarakat di Provinsi ini, kerja sama dengan pihak Kampus Undana dan juga atas inisiasi dari adik-adik di Forum Academia NTT,” kata Prof. Fredrik

“Pada situasi awal pandemi covid 19, waktu itu Pak Gubernur memutuskan bahwa Klinik Undana diminta untuk bekerja sama dalam penangan covid dan dinyatakan sebagai Rumah Sakit penyangga penanganan covid 19 di NTT, itu adalah suatu keputusan yang sangat berani walaupun belum berstatus rumah sakit. Terima kasih Pak Gubernur dengan keputusan itu memungkinkan kita juga didorong kinerjanya untuk menyediakan semua kemungkinan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya dalam situasi pandemi ini,” jelasnya.

Dikatakannya, Laboratorium tersebut adalah atas inisiasi Forum Academia NTT dan kerja sama ini sudah dimulai pada bulan April hingga pada launching labotatorium yang sangat diperlukan dalam situasi pandemi covid 19 ini seperti saat ini.

Prof Fredrik menambahkan, target pada Januari 2021 Klinik Undana ini akan naik statusnya sebagai Rumah Sakit. “Kami sudah membentuk tim untuk percepatan yang diketuai oleh Pak dr. Domi Mere untuk ada sejumlah catatan yang harus kami sediakan disini untuk pelayanan kesehatan. Kami berharap klinik Undana akan menjadi Rumah Sakit Penyangga RSUD W. Z. Johannes dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Forum Academia NTT melalui dr. Fima Inabuy menjelaskan, Laboratorium tersebut dinamakan Laboratorium Kesehatan masyarakat karena tujuan laboratorium ini bukan untuk diagnosa atau mengobati tetapi menjaga masyarakat tetap sehat melalui upaya surveilance yang berbasis biomolekuler. “Artinya kita menggunaka PCR untuk menentukan strategi-strategi pencegahan penularan penyakit. Dan dalam konteks pandemi covid 19 agenda dari laboratorium ini adalah melakukan full test yakni screnning massal, untuk mendetkesi kelompok mana yang orangnya terinfeksi dan kelompok mana yang belum,” ujarnya.

“Rencana skema kerja sama kami dengan agenda full test pada kelompok-kelompok pelaku perjalanan dan tenaga-tenaga kesehatan. Namun menanggapi akumulasi sampel di RSUD W.Z. Johannes saat ini yang sudah mencapai lebih dari 3000 sampel maka tentu kami membantu dahulu di RSUD W. Z. Johannes. Menghadapi kedaruratan akumulasi sampel ini maka skema pemeriksaan sampel yang kami usulkan adalah kerja sama pembagian tugas antara laboratorium biomolekuler kesehatan masyarakat ini dan dengan laboratorium biomolekuler RSUD W.Z. Johannes,” jelas Fima.

Ia juga mengatakan terima kasih pada semua pihak yang sudah membantu dan mendukung dan juga saat ini Izin operasional laboratorium sedang ditempuh dengan pendampingan dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Surabaya. Menurut rencananya akan dilakukan pengetesan sampel menggunakan Saliva dengan harapannya menjadi teknik yang lebih friendly untuk pengambilan sampel.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT David A. Mandala S.Kep.Ns, M.Kes, menjelaskan untuk meningkatkan kemampuan testing covid 19 di NTT Pemerintah Daerah tidak berjalan sendiri namun membangun kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana terkait dukungan lahan, gedung, peralatan serta SDM dan juga melibatkan forum academia NTT yang banyak memberikan dukungan dalam bentuk gagasan inovatif, tenaga dan aksi nyata dalam pengendalian dan pencegahan covid 19. Hasil dari kerja sama ini adalah terbangunnya Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur berbasis komunal dengan harapan dapat melakukan pemeriksaan untuk menjaring kasus positif tanpa gejala lebih banyak dan meningkatkan kemampuan deteksi dini. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Lakukan Pemantauan dan Panen Garam Bersama

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, produksi garam industri yang dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur akan membantu memenuhi kebutuhan garam nasional dan sebagai bukti kemandirian dan kedaulatan rakyat.

Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan keterangan pers usai melakukan pemantauan dan panen garam di Desa Nunkurus dan Babau, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang pada Kamis (15/10/2020).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah depan) saat memberikan keterangan pers usai melakukan pemantauan dan panen garam di Desa Nunkurus dan Babau, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang pada Kamis (15/10/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Bapak Presiden Jokowi beberapa minggu yang lalu telah melakukan rapat koordinasi berkaitan dengan produksi garam sebagai komoditi nasional. Secara nasional kita masih impor garam 3 juta sekian ton setiap tahunnya. Ini kita bicara tentang kemandirian dan kedaulatan dari sebuah negara dan masyarakat. Kita tidak boleh bergantung pada negara lain, kita harus mampu menghasilkan produk untuk kebutuhan masyarakat salah satunya dengan produksi garam industri dari Nusa Tenggara Timur. Itu namanya kemandirian dan kedaulatan daripada yang mana tidak bergantung pada negara lain dan kita mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” jelas Gubernur Viktor.

Ia menambahkan, Presiden juga tentunya mendukung kerja seluruh petani garam yang ada di Indonesia dan bagi para pengusaha yang punya industri yang berhubungan langsung dengan garam khususnya garam industri harus mampu berinvestasi di daerah-daerah terkait dengan pengembangan potensi garam. Hasil yang dicapai tentunya dapat membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian untuk memproduksi komoditi garam bagi kebutuhan nasional.

Ia menambahkan manakala semua dapat diwujudkan maka produksi garam industri akan semakin meningkat dan tentunya akan menurunkan impor garam dari luar.

“Dari lahan tambak garam di Kabupaten Kupang ini ditambah lagi dengan produksi garam di Sabu, Rote, Sumba dan Nagekeo maka diharapkan total produksinya bisa mencapai 1 juta ton per tahun untuk suplai kebutuhan garam nasional. Kita harus kerjakan dengan baik dengan demikian berarti kita sudah mampu untuk memberikan sumbangan yang besar bagi negara dengan garam berkualitas yang mana kadar NaCl nya mencapai 95%”, jelas Gubernur Viktor.

“Kita bersyukur hari ini, bahwa kita bisa panen di tempat ini bersama masyarakat Kelurahan Babau dan pihak PT Tjkakrawala Timor Sentosa. Dari data laboratorium yang dilaporkan ke saya bahwa kadar NaCl dari garam disini yang dipanen mencapai 95-96 %. Tadi kita juga lihat tambak garam di Desa Nunkurus yang dikelola oleh PT Timor Livestock Lestari dan untuk sementara keduanya terus dilanjutkan konstruksinya,” ujarnya.

Gubernur juga menjelaskan, masyarakat NTT terkhususnya Kabupaten Kupang sangat berterima kasih pada Presiden Jokowi karena lewat beliau maka lahan yang sekian lama ‘tidur’ selama 26 tahun lamanya kini sudah dijadikan lahan tambak garam, dan kini bisa dipanen dan akan terus dikembangkan.

“Kita harapkan semua konstruksi lahan dan produksi garamnya kita  kerjakan dengan sungguh-sungguh. Pompa-Pompa yang dibutuhkan untuk memompa air laut ke dalam bidang lahan tambak yang telah dibangun kita harapkan semua terairi dengan baik dan tahun depan kita juga akan mengundang Bapak Presiden datang untuk panen garam bersama,” pungkas beliau. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Dirjen KSDAE Apresiasi Kinerja Pemprov NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ir. Wiratno, M.Sc memberikan apresiasi pada Pemprov NTT dalam hal ini Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi, yang mendorong pembangunan di bidang infrastruktur dengan signifikan.

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Antara Balai Besar KSDA NTT dengan Dinas PUPR Provinsi NTT dan Balai Taman Nasional Matalawa dengan Dinas PUPR Provinsi NTT yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gubernur NTT pada Senin (12/10/2020).

“Terima kasih pada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang sudah menjadi pelopor pembangunan infrastruktur bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Beliau berdua tahu betul bahwa kekuatan pembangunan NTT ini ada pada kekayaan alam dan juga pariwisata. Maka terus didorong akses infrastruktur jalannya harus menopang hal tersebut,” ujar Wiratno.

“Saya beri apresiasi karena beliau berdua yang saya tahu sering turun dan keliling-keliling ke masyarakat. Itulah yang harus dilakukan untuk bisa melihat dan memahami persoalan dimasyarakat. Kepemimpinan seperti ini tentunya berpengaruh pada para Bupati untuk mendukung sinergitas,” jelasnya.

Ia juga mengatakan terima kasih atas kerja sama Pemprov NTT yang mendukung Perjanjian Kerja Sama tersebut. “Perjanjian Kerja Sama ini sudah dapat persetujuan dari kementerian sehingga diharapkan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kami juga berterima kasih pada Pemprov NTT yang mendukung hal ini,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar KSDA NTT Ir. Timbul Batubara, M.Si juga turut menegaskan proses Perjanjian Kerja Sama telah mendapat dukungan penuh dari pimpinan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan dilaksanakan dalam proses yang cepat.

“Perjanjian Kerja Sama ini sudah dapat dukungan dari Pemerintah Pusat dan Daerah. Ruang lingkup kerja sama ini adalah peningkatan dan pemeliharaan jalan provinsi, yang melintasi kawasan konservasi yang bertujuan pada optimalisasi pengawasan kawasan konservasi disamping penguatan kapasitas SDM, pemberdayaan dan pembinaan masyarakat, serta monitoring dan evaluasi,” jelas Timbul.

“Jumlah kawasan yang dikerjasamakan pada wilayah kerja BBKSDA NTT ada 8 kawasan dengan 11 ruas jalan sepanjang 44,47 Km. Dengan 8 kawasan tersebut diantaranya Cagar Alam Mutis Timau, Suaka Marga Satwa Kateri, Taman Wisata Alam Bipolo, Taman Wisata Alam Menipo, Cagar Alam Wolo Tado, Cagar Alam Riung, Cagar Alam Kemang Boleng, dan Taman Wisata Alam Ruteng. Sedangkan pada kawasan Taman Nasional Matalawa satu ruas saja yaitu sepanjang 7,40 Km,” paparnya.

“Harapan kami, kerja sama ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh semua pihak untuk mendorong pembangunan di sektor PUPR maupun berintegrasi dengan Kementerian LHK dengan tetap memperhatikan keberlangsungan kawasan konservasi dan juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” tambah beliau. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT : Pekarangan Rumah dan Lahan Kantor Harus Diberdayakan

NTT AKTUAL. WAIKABUBAK. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta masyarakat untuk mengolah  semua lahan secara optimal. Termasuk lahan pekarangan rumah dan kantor.

“Kita akan siapkan  ke depan agar bisa   ambil air pakai pipa dari sungai  supaya tetap  tanam pada musim kemarau. Tidak boleh ke depan, satu jengkal tanah di NTT yang tidak ditanami termasuk halaman rumah dan kantor,” jelas Gubernur VBL saat Kunjungan Kerja Gubernur di Desa Bali Loku Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat, Jumat (9/10/2020).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam kunjungan kerjanya di Desa Bali Loku Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat, Jumat (9/10/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL mencontohkan, lahan kantor Gubernur NTT yang sebelumnya dibiarkan kosong, sekarang dimanfaatkan oleh para mahasiswa dan anak-anak praktek. Mereka bisa jual sayur dari pengolahan lahan pekarangan kantor Gubernur.

“Seluruh kantor juga harusnya begitu, jangan biarkan kosong. Begitupun rumah-rumah. Tanam semuanya. Kalau bisa seperti itu, kita tidak perlu repot-repot lagi beli cabe dan sayur,” jelas Gubernur  VBL.

Lebih lanjut, Gubernur VBL menegaskan, telah meminta dinas pertanian dan ketahanan pangan NTT untuk mempersiapkan musim tanam bulan oktober sampai maret dengan baik. Gagal panen harus  dihilangkan. Tidak boleh ulangi kesalahan yang sama.

“Kita harapkan dengan pertumbuhan pariwisata Sumba Barat  yang pesat, semua rantai pasoknya berasal dari masyarakat Sumba khususnya Sumba Barat. Karenanya perlu kerja fokus pada  tiga atau empat kegiatan prioritas,” jelas Gubernur VBL.

Lebih lanjut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR itu meminta Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumba Barat untuk mempersiapkan penyusunan anggaran murni 2021 secara lebih terarah pada program-program prioritas sesuai keunggulan daerah. Juga melakukan pengawasan secara terus-menerus di lapangan

“Perencanaan seperti ini harus disiapkan dengan benar. Kalau bisa pinjam, silahkan pinjam. Sebagai pemimpin juga harus selalu turun lapangan dan tidur di desa-desa. Tularkan semangat kerja provinsi ke kabupaten Sumba Barat agar ekonomi masyarakat desa digerakan,” jelas VBL.

Sementara itu, Penjabat Sementara Bupati Sumba Barat, Semuel D. Pakereng dalam sekapur sirihnya menegaskan pemerintah Kabupaten Sumba Barat siap mendukung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Kita telah melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengolah lahan-lahan kosong mereka.

“Kita telah mempersiapkan 20 hektar untuk penangkar benih jagung di pantai Rua untuk mendukung ketahanan pangan. Sampai saat ini juga belum ada gagal panen di kabupaten Sumba Barat,” jelas Semuel Pakereng.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur melakukan kegiatan panen padi secara simbolis di lokasi paku lahan sawah Kecamatan Wanokaka dengan luas sawahnya 1.554 hektar.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kedua dari kanan) saat melakukan kegiatan panen padi secara simbolis di lokasi paku lahan sawah Kecamatan Wanokaka, Jumat (9/10/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Tampak hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkompinda Sumba Barat, pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Provinsi dan Kabupaten Sumba Barat, para camat dan kepala desa, tokoh masyarakat, insan pers dan undangan lainnya. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata