Arsip Tag: Viktor Bungtilu Laiskodat

Gubernur VBL Dampingi Menteri ESDM Melaunching Motor Listrik PLN serta Parade Keliling Labuan Bajo

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Sesaat setelah melakukan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU), pada Jumat (24/06/2022), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) langsung menuju ke Hotel Meruorah Komodo untuk bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif serta Direktur Utama PT PLN (persero) Darmawan Prasodjo melakukan launching Sepeda Motor Listrik PLN serta menggelar parade motor listrik yang diikuti oleh seluruh stakeholder.

Parade ini merupakan wujud komitmen PLN mendukung tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif serta Direktur Utama PT PLN (persero) Darmawan Prasodjo melakukan launching Sepeda Motor Listrik PLN serta menggelar parade motor listrik di Labuan Bajo yang diikuti oleh seluruh stakeholder, pada Jumat (24/06/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Sebanyak 48 motor yang digunakan pada parade kali ini sebagian besar merupakan motor hasil konversi dari motor BBM ke motor listrik hasil modifikasi bengkel lokal. Sehingga motor listrik ini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

Puluhan rangkaian kendaraan non bahan bakar minyak (BBM) tersebut menempuh jarak sekitar 3,2 kilometer. Perjalanan berawal dari Hotel Merourah menuju Kampung Ujung dan berakhir di Hotel Merourah.

Berkeliling Labuan Bajo, memberikan pengalaman bagi para stakeholders merasakan motor listrik yang merupakan hasil inovasi anak bangsa, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan motor listrik. Terutama, saat ini Labuan Bajo adalah Destinasi Pariwisata Super Premium yang ke depan dianjurkan pemerintah untuk menggunakan kendaraan modern yang ramah lingkungan.

Acara ini merupakan rangkaian Sidang Energy Transition Working Group kedua (ETWG-2) yang merupakan rangkaian Presidensi G20 Indonesia.

Dijelaskan oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif bahwa inovasi motor listrik tersebut tentu akan sangat bermanfaat ke depannya. Akan menjadi alternatif, di mana sumber energi fosil berkurang dan bisa beralih ke energi listrik.

“Ini adalah inovasi untuk masa depan kita semua. Ke depan bukan hanya motor listrik saja, tapi kita juga akan kembangkan kendaraan listrik yang lain, seperti perahu atau kapal Nelayan dengan energi listrik,” tuturnya.

Gubernur Viktor juga berharap, PLN untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam meningkatkan dan memaksimalkan seluruh potensi dan inovasi yang ada untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Terima kasih untuk PLN yang telah memberikan kepedulian besar kepada Labuan Bajo karena ini kota konservasi. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 dalam menginisiasi peralihan dari energi fosil berbasis impor menjadi energi baru terbarukan berbasis domestik yang lebih murah dan ramah lingkungan. Oleh karena itu hari ini kita bersama Pak Menteri ESDM melakukan uji coba motor listrik di Labuan Bajo. Ini merupakan kampanye kepedulian kita terhadap lingkungan yang akan terus kita lakukan,” jelas Gubernur VBL. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gerakkan Ekonomi Energi Kerakyatan Lewat Co-firing, PLN Gaet Pemprov NTT dan Undana

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tandatangani MOU kerja sama dengan PLN dalam mengembangkan hutan energi dan peternakan terpadu yang dapat menghasilkan biomassa untuk bahan baku co-firing PLTU.

PT PLN (Persero) menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk pengembangan dua sumber biomassa yang akan digunakan dalam mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kedua sumber biomassa tersebut berasal dari pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu.

Kesepakatan kerja sama yang dilaksanakan di Ayana Komodo Resort, Labuan Bajo pada Jumat (24/06/2022) tersebut tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara PLN Unit Induk Wilayah NTT dengan Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana. Kesepakatan ini diteken dalam sela-sela acara perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan selain memastikan pasokan biomassa untuk co-firing aman, kerja sama ini juga untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Nantinya Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana akan memasok kebutuhan biomassa untuk PLTU Bolok.

“Ini energi yang berbasis pada energi kerakyatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah menyediakan tambahan lahan 3.600 hektare tambahan di kawasan Pulau Timor. Lokasi ini satu ekosistem dengan PLTU Bolok,” ujar Darmawan.

Ia mengatakan nantinya PLN bersama Universitas Nusa Cendana akan menanam tanaman Kaliandra, Kedondong Hutan dan Lamtoro. “Artinya, bagaimana kita melakukan sinergi menambah energi baru terbarukan tetapi di saat yang sama menciptakan lapangan kerja, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan melakukan eradikasi kemiskinan,” tambah Darmawan.

Darmawan menjelaskan saat ini penggunaan co-firing sudah dilakukan PLN di 58 PLTU yang ada di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan PLN untuk bisa mengurangi ketergantungan bahan baku batu bara dan juga untuk meningkatkan penggunaan energi bersih di PLTU.

“Sinergi ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon guna mendukung tercapainya target carbon neutral pada 2060,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu sebagai bahan baku biomassa co-firing ini tidak hanya semata-mata untuk kebutuhan PLTU saja. Melalui pengembangan ini, PLN mengajak semua masyarakat terutama di sekitar hutan energi untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.

Penggunaan biomassa pada PLTU ini bahkan juga memberikan multiplier effect yaitu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya tanam pohon sebagai bahan baku biomassa.

“Keterlibatan universitas sebagai agent of change juga merupakan wujud dari tri darma perguruan tinggi di mana, para insan akademis turut langsung dalam pengembangan dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hutan energi dan peternakan terpadu tersebut,” pungkas Darmawan.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas kesempatan berkolaborasi bersama PLN dan Pemda dalam pengembangan green energy dan pengurangan emisi karbon melalui program co-firing dan hutan bioenergi. Menurut dia, program ini sejalan dengan visi Undana sebagai perguruan tinggi berorientasi global.

“Kerja sama ini sejalan dengan concern Undana terhadap isu-isu global, khususnya terkait keterbatasan sumber daya energi fosil, dan kesehatan serta keselamatan lingkungan,” tuturnya.

Dia menambahkan, implementasi program-program kerja sama ini tidak saja membawa keuntungan dalam hal terbukanya kesempatan untuk riset dan ketersediaan wahana pembelajaran bagi para akademisi dan mahasiswa Undana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab bagi seluruh civitas akademika Undana untuk menjadi agent of change ataupun champion dalam program/aktivitas penyelamatan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih produktif namun ramah lingkungan dan sustainable.

“Manfaatnya tidak saja bagi generasi sekarang tetapi juga bagi generasi-generasi yang akan datang,” terangnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Ajak IBI NTT Turunkan Angka Stunting serta Kematian Ibu dan Anak

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (23/06/2022). Didampingi Staf Khusus Gubernur Bidang Kesehatan, Stef Bria Seran, Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Pius Rengka dan Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT, Ruth Laiskodat, Gubernur mengajak para Bidan yang ada di Ikatan Bidan Indonesia (IBI) NTT untuk menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu serta anak jadi nol persen.

“Saya titip stunting yah. Juga kematian ibu dan anak. Tiga ini harus jadi prioritas (organisasi IBI,red). Sekarang posisi prevalensi stunting kita sudah turun 22 persen. Kita harapkan harus turun ke nol persen. Kita harus berani bilang begitu karena itu (kerja,red) kemanusiaan,” kata Gubernur VBL.

Menurut Gubernur Viktor, kita tidak boleh merencanakan kematian ibu dan anak turun berapa persen. Itu sama artinya kita merencanakan kematian manusia. Walaupun hal itu dipakai dan diakui oleh dunia internasional, namun jika direfleksikan secara mendalam, model perencanaan tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia.

“Teman-teman di organisasi kebidanan juga harus mulai paham cara berpikir seperti ini. Ini perspektif. Tidak boleh dalam dunia kesehatan, ada toleransi sekian persen kematian ibu dan anak. Dunia kesehatan itu harus zero (nol persen, red). Tapi kalau dalam perjalanannya ada yang meninggal, itu di luar perencanaan kita. Niat kita maunya nol dan kerja sungguh-sungguh untuk nol,” kata Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan untuk mencapai target tersebut, harus ada perubahan pola pikir atau mindset terutama dari organisasi-organisasi profesi kesehatan. Dengan kondisi yang masih miskin dan tertinggal, kita harus menetapkan target yang tinggi.

“Kita harus bikin (buat,red) target yang sangat tinggi, yang mungkin tidak sampai. Dengan itu, kita memaksakan diri dalam segala hal termasuk tenaga untuk berusaha capai itu. Kalau kita sudah sampai tiga perempat, itu sudah sesuatu yang luar biasa. Daripada kita buat target setengah saja, buat apa toh sampai juga nantinya. Tapi saya bikin yang tidak saya sampai, sehingga saya paksa diri. Jadi teorinya harus dirubah dari push to the limit (dorong hingga batas,red) jadi push over the limit (dorong melewati batas,red). Ini perspektif baru yang kita harus lakukan untuk bawa NTT maju,” kata Gubernur VBL.

Gubernur meminta untuk menghilangkan cara kerja yang biasa atau business as usual. Organisasi IBI juga diharapkan keluar dari kegiatan-kegiatan yang sudah baku dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

“Dunia sekarang sudah berubah, tidak lagi satu orang dengan satu profesi. Jadi nanti organisasi kebidanan, tolong sampaikan kepada para anggota terutama yang masih junior bahwa tidak cukup lagi dengan satu keahlian, tapi harus lebih. Para Bidan juga harus punya lebih dari satu keahlian.Manusia sekarang menuju manusia dengan kemampuan jamak. Satu saja tidak cukup, tapi dua atau tiga. Rata-rata perempuan mampu untuk ini dibandingkan laki-laki,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, Ketua IBI NTT, Damita Palalangan menyampaikan apresiasi untuk arahan dari Gubernur. Organisasi IBI NTT tentu akan berupaya terlibat secara aktif dalam penanggulangan stunting serta kematian ibu dan anak. Damita menyampaikan jumlah bidan di seluruh NTT sekitar 7.000 orang.

“ Besok kami akan merayakan HUT ke-71 IBI. Berbagai rangkaian kegiatan untuk perayaan HUT ini telah kami lakukan sejak bulan Maret lalu. Kami juga akan melaksanakan Rapat Kerja di Labuan Bajo pada 14-16 Juli nanti. Kami berharap bapak dapat menjadi salah satu pembicara dalam kesempatan tersebut untuk menyemangati para bidan dalam bekerja,” pungkas Damita.

Untuk diketahui tampak hadir pada kesempatan ini jajaran pengurus IBI NTT dan IBI Kota Kupang. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Lakukan Kunker Ke Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kupang pada Selasa sampai dengan Rabu (21-22Juni 2022).

Gubernur memulai kunjungan kerjanya dengan melakukan peninjauan lahan untuk penangkaran bibit jagung Hibrida di Kelurahan Oenesu Kecamatan Kupang Barat. Setelah hampir 20 menit melihat perkembangan lahan seluas 7 hektar tersebut, Gubernur VBL bersama rombongan bergerak menuju ke Oebatu Desa Sumlili untuk melakukan penandatangan prasasti peresmian Rumah Ibadah Gereja Adven Hari Ketujuh di Desa Oebatu. Selanjutnya, Gubernur VBL menuju ke Batulesa Desa Sumlili untuk mengikuti Kebaktian Syukur Panen Jemaat dan Penen Perdana Bawang Merah di Kebun Gereja Jemaat GMIT Aku Ada Batulesa yang dilaksanakan di Kebun Paku Batulesa, Senin (21/06/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh jemaat GMIT Aku Ada Batu Lesa yang mampu membangun nilai dan semangat kebersamaan dengan memanfaatkan kebun gereja untuk menggalang dana bagi pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat.

Gubernur dalam sambutannya mengajak Gereja untuk menjadi pionir kecerdasan, kepedulian dan keberanian bagi jemaat.

“Nilai-nilai ini harus ada dan dibangun dalam gereja. Sehingga jemaat yang datang (beribadah,red) di Gereja mampu untuk belajar tentang karakter Yesus yakni jujur, rela berkorban, berani dan cerdas. Input-input seperti ini tentunya akan menjadi kekuatan besar dalam membangun sesama manusia,” jelas Gubernur VBL.

Menurut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu, sebagai orang-orang yang tertebus oleh Yesus Kristus, manusia Kristen seharusnya tidak boleh terbebani lagi dengan dosa. Yang harus menjadi fokus orang Kristen  sebenarnya adalah menjadi bagian dari kolaborasi dengan Tuhan. Menjadi bagian dalam pembangunan kerajaan Allah dalam semangat kebersamaan.

“Kita cenderung individualistis. Itulah letak kelemahan kita. Tidak ada lagi kebersamaan dan kolektivitas.Cara berpikir seperti ini harus dirubah agar kita bisa  maju. Kekompakan dan militansi harus kita dorong untuk mengoptimalkan potensi-potensi kita  dan mengatasi kemiskinan,” jelas Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur Viktor mengingatkan jemaat gereja sangat banyak. Ini merupakan kekuatan besar gereja dengan membangun kemitraan internal untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi gereja.

“Kita sedang lupa bahwa kita merupakan kekuatan besar. Contohnya GMIT punya banyak anggota. Dari seluruh anggota GMIT ini,ekonomi paling besar bertumpu di Kota Kupang. Maka  Kota Kupang harus menjadi gerakan terutama dalam mengentaskan kemiskinan dalam GMIT. Karenanya, setiap panen bawang, panen cabe, panen sayur dan panen apapun dari gereja GMIT,  seluruh di Kota Kupang harus dicek. Sekarang media sosial ini sudah begitu hebat. Kalau panen bawang di Batulesa 50 ton, maka dihitung kebutuhan anggota  GMIT Kota Kupang  berapa ton dalam sebulan dan setahun.  Marketnya tidak usah pusing lagi, sudah jelas. Kemitraan internal ini harus ada,” kata Gubernur VBL.

“Bagaimana merumuskan networking (jejaring) internal dengan smartphone. Misalnya jemaat Oetete, berapa kebutuhan bawangnya, tidak perlu beli di mana-mana,jemaat di Batulesa dan lainnya dapat mensuplai kebutuhan mereka,”lanjut Gubernur VBL.

Putera Semau tersebut mengingatkan pentingnya semangat kolaborasi dalam mengatasi berbagai persoalan di NTT termasuk masalah stunting. Kalau pemerintah dan gereja memiliki gerakan sama dan searah  maka permasalahan itu diatasi.

“Tidak ada lagi pemisahan antara (peran, red) gereja dan pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan kemiskinan dan stunting. Diskusi kita adalah bagaimana membangun kolaborasi kita dalam membangun manusia. Membangun mereka yang lapar, haus, telanjang, terpenjara dan orang asing. Fokus orang Kristen harus menuju ke sini. Sama dengan fokus pemerintah untuk membangun pertanian, peternakan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur
,”jelas Gubernur VBL.

Sementara itu Ketua Majelis Jemaat GMIT Aku Ada Batulesa, Pendeta Vonika Dolwale Adoe menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur NTT yang berkenan hadir dalam acara Jemaat Aku Ada Batulesa.

“Kehadiran Gubernur merupakan suatu sukacita besar bagi kami. Walaupun jalan kami rusak dan terbatas, tapi kami tetap mengutamakan pendidikan anak-anak kami. Anak-anak bangsa ini mulai dari tingkat PAUD sampai SMP sangat membutuhkan sarana dan prasarana terutama akses jalan dan jembatan agar dapat menikmati pendidikan yang layat,”jelas Pendeta Vonika.

Dikatakan Pendeta Vonika, luas lahan jemaat adalah sekitar 100 hektar. Namun yang baru diolah dan ditanami tanaman jagung, padi dan  holtikultura adalah 50 ha.

“Kami berupaya untuk memanfaatkan lahan yang ada dalam rangka mendukung pembangunan gedung gereja. Masih ada 50 ha yang belum dikelola karena keterbatasan dana dan alat-alat produksi pertanian. Kami sangat membutuhkan dukungan pemerintah untuk mengoptimalkan lahan ini,”jelas Pendeta Vonika.

Acara kebaktian panen jemaat dan panen bawang merah dirangkaiakan dengan Launching Progam Bank NTT Peduli Stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada 6.000 Baduta kurang gizi di seluruh NTT yang dihadiri oleh seluruh Bupati/Walikota se-NTT secara virtual.

Selanjutnya Gubernur dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju SMK Negeri 1 Amarasi Barat di Puru, Desa Nakbaun untuk berdialog dengan masyarakat  Amarasi Barat dan bermalam di SMKN tersebut.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi, Direktur Bank NTG, Ketua Pokja Stunting NTT, Wakil Ketua Sinode GMIT, Ketua Majelis GMIT Klasis Kupang Barat, para pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, para jemaat, masyarakat dan undangan lainnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Sambut Baik Kolaborasi Bank NTT Dengan Pemda Tangani Stunting

NTT AKTUAL. KUPANG. Tindakan nyata dari PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT serta Pemkab/Pemkot di NTT guna menurunkan angka stunting dengan cara memberi makanan tambahan untuk 6.000 bayi bawah dua tahun (Baduta) di seluruh NTT, diapresiasi oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Apresiasi ini datang dari orang nomor satu di Provinsi NTT itu, saat memberi sambutan seusai kebaktian syukur panen dan panen perdana kebun bawang merah Gereja GMIT Aku Ada Batun, Desa Batulesa Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

“Stunting ini tidak datang dari mana-mana melainkan datang dari kita sendiri. Karena itu saya harapkan semua kita untuk ikut berperan aktif. Ketika saya menjadi gubernur, stunting kita 42 persen. Saya baru dapat laporan, sekarang sudah berada pada angka 22 persen,”tegas mantan ketua Fraksi Partai Nasdem itu sembari berharap agar seluruh oasangan usia subur mengkonsumsi kelor sehingga memiliki kadar Hb (Hemoglobin) yang mencukupi.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberi sambutan seusai kebaktian syukur panen dan panen perdana kebun bawang merah Gereja GMIT Aku Ada Batun, Desa Batulesa Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang

“Kepada pasangan harus makan kelor. Khusus ibu-ibu agar hemoglobinnya baik. Kalau Hb tidak cukup maka keluar anaknya stunting. Saya ingin sebelum saya turun nanti, sudah ada pada angka 10 persen,”ujar Gubernur Laiskodat. Diakui bahwa untuk turun ke angka 10 bukan kerja bisa, melainkan kerja besar. Dia menyebut kabupaten yang msih hatus didorong, yakni TTS, Kabupaten Kupang dan beberapa kabupaten lain karena mereka menghasilkan angka sunting yang tak sedikit.

Menutup sambutannya, Gubernur VBL menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Bank NTT yang sudah berpartisipasi memberi makanan tambahan bagi anak-anak dibawah dua tahun usianya (Baduta).

“Terimakasih kepada Bank NTT dan ini diharapkan terus menerus dan tidak satu hari saja. Agar didampingi terus, diberi edukasi sampai anaknya jadi, dan bisa berdiri. Beri makanan tambahan dari sekelilingnya yang menjadi kekuatan pangan lokal yang juga tak kalah dari pangan lainnya,”tegas VBL.

Untuk diketahui bahwa untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-60 tanggal 17 Juli 2022 nanti, maka Bank NTT menggelar program pemberian makanan tambahan kepada 6.000 anak yang usianya di bawah dua tahun yang tersebar di 23 kabupaten/kota di NTT. Dan, Selasa (21/06/2022) hari ini, dilaunching serentak di seluruh kabupaten kota oleh setiap kepala daerah.

Launching program pemberian makanan tambahan ini dilakukan di Batulesa, yang ditandai dengan disuapinya empat orang anak sebagai perwakilan dari ribuan anak-anak ini. Empat pejabat yang diundang untuk memberi makan anak-anak ini yakni Koordinator Staf Khusus Gubernur, Prof. Daniel Kameo, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe.

Hadir juga menyaksikan momen ini, selain Gubernur Viktor, ikut hadir Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Gayus Polin, S.Th, serta Ketua Klasis Kupang Barat, Ketua Majelis Jemaat Aku Ada, Pdt. Vony Dolwala-Adoe, S.Th serta para tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, dalam rangka merayakan HUT ke-60, Bank NTT bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan  kota se-NTT bersama-sama menyelesaikan masalah stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada 6000 Baduta. Data-data ini menurutnya diperoleh dari Pemprov NTT melalui Pokja Percepatan Penurunan Stunting AKI (Angka Kematian Ibu) -AKB (angka kematian Bayi) Propinsi NTT.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat memberikan makanan tambahan kepada salah seorang anak di Batulesa

Menurut Dirut Alex, aksi ini berlangsung di 23 cabang Bank NTT dan program ini diberi nama ‘Bank NTT Peduli Stunting’. Bentuk kegiatan dari program ini adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 6.000 anak usia di bawah dua tahun (Baduta) gizi kurang periode 1 bulan/30 hari pada setiap kabupaten/kota selama 30 hari dan akan berkelanjutan dengan program asuhan hingga Desember 2022. Bank NTT mengintervensi Gizi Buruk dan Gizi Kurang yang ada di NTT sebelum menjadi Stunting.

Dalam kegiatan ini, Bank NTT tidak saja berkolaborasi dengan seluruh fasilitas kesehatan dalam pemberian makanan tambahan, melainkan menggunakan berbagai alternatif media seperti pemutaran film tentang nasihat-nasihat gizi maupun materi lain yang berhubungan dengan kesehatan. Karena mencegah bayi stunting tidak saja tanggungjawab ibu dan bapak si anak melainkan seluruh keluarga, atau orang dekat seperti kakak, saudara, serta ayah dan ibu dari kedua orang tua. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Gubernur NTT Temui Menteri Kelautan dan Perikanan, ini yang Dibahas

NTT AKTUAL. JAKARTA. Bertempat di Gedung Mina Bahari IV Ruang Rapat ZEE, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono menerima Kunjungan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama rombongan, hari ini Senin (13/06/2022).

Dalam silaturahmi tersebut, Menteri Trenggono mengungkapkan bahwa rumput laut, lobster dan kerapu merupakan komoditas budidaya yang potensial untuk terus dikembangkan di NTT.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan) saat foto bersama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Senin (13/06/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kami diskusi mengenai rencana pengembangan sektor kelautan dan perikanan di wilayah NTT dengan rumput laut, kerapu dan lobster merupakan komoditas budidaya yang potensial untuk terus dikembangkan di NTT karena kondisi perairannya yang sangat mendukung. Peluang pasar untuk komoditas tersebut juga sangat besar, utamanya untuk ekspor, ” Ungkap Menteri Trenggono.

“Saya sampaikan ke Bapak Gubernur, kami siap memperkuat dukungan sarana prasana sehingga produktivitas dan kualitas hasil budidaya rumput laut, kerapu dan lobster di NTT bisa ditingkatkan”, ungkapnya.

“Selanjutnya Kami juga berbincang mengenai rencana implementasi Kebijakan Penangkapan Terukur Berbasis Kuota, di mana perairan NTT termasuk di dalamnya. Alhamdullilah, Pak Gubernur menyambut baik bahkan mendukung penuh implementasi kebijakan yang dilandasi prinsip ekonomi biru itu”, tambahnya

“Kebijakan penangkapan terukur merupakan jalan hadirnya distribusi ekonomi yang merata di wilayah pesisir, di mana pelabuhan perikanan di luar Pulau Jawa akan bertransformasi sebagai pusat-pusat ekonomi baru sebab di sanalah ikan tangkapan harus didaratkan. Kebijakan ini juga menciptakan banyak lapangan kerja untuk masyarakat setempat. Sinergi memang sangat dibutuhkan dalam upaya membangun sektor kelautan dan perikanan yang maju dan berkelanjutan. Terima kasih BapaK Gubernur NTT yang sudah datang berkunjung”, tutup Menteri Wahyu

Sementara itu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga menyampaikan terrkait dukungan NTT untuk Indonesia dalam optimalisasi sumber daya perikanan dan kelautan.

“Saat ini, kami sementara membangun ekosistem perikanan dan kelautan di NTT, salah satunya Budidaya Lobster. Hasil evaluasi antara Pemerintah dan pengusaha ditemukan titik lemahnya adalah pakan. Untuk itu kami mengusulkan pengembangan budidaya kerang sebagai bahan pakan utama untuk lobster, sehingga pertumbuhanya bagus dan jangka waktu panennya juga masuk dalam periodesasi bisnis”, harap Gubernur Viktor

“Kami siap dan menyambut baik implementasi Kebijakan Penangkapan Terukur berbasis Kuota, tentunya atas dukungan Pak Menteri, Telah membantu sebagian masalah pembangunan di NTT, Ungkap Gubernur Laiskodat

Untuk diketahui, Pertemuan tersebut, Gubernur NTT di dampingi Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Penghubung, Staf Ahli Gubernur, Kepala Biro Administrasi Pimpinan. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Melakukan Rapat Kerja Bersama Bupati dan Pimpinan Perangkat Daerah se Kabupaten Alor

NTT AKTUAL. KALABAHI. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Jumat (10/06/2022) dalam kunjungan kerja hari keduanya ke Kabupaten Alor, Gubernur NTT bersama rombongan berangkat ke Kantor Camat Alor Barat Daya sebagai agenda kerja kunker yang kedua. Pada kesempatan ini Gubernur VBL melakukan rapat kerja bersama seluruh aparat daerah setempat guna membahas hal-hal yang masih menjadi polemik dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rapat yang dihadiri para kepala desa, Camat, warga masyarakat, Gubernur VBL mengajak agar masyarakat mau bekeja keras dan merubah mindsetnya. “Tanpa merubah pola pikir kita tidak akan berkembang. Milikilah pola pikir yang maju, yang memikirkan gagasan-gagasan yang maju. Kita tidak bisa menanti dalam diam saja melainkan mencoba sesuatu yang lain yang membawa kemajuan bagi daerahnya.”

Di akhir rapat masyarakat di beri kesempatan untuk bicara apa saja yang menjadi kegundahan hati mereka, salah satunya adalah masalah jalan yang masih banyak belum di perbaiki kiranya tahun depan sudah bisa selesai dilaksanakan dan penerangan. “Ibarat pepatah, terang di pagi hari gelap dari siang sampai malam, dikarenakan kami begitu sangat mendambakan listrik untuk lampu jalan” demikian juga ungkapan hati dari seorang warga desa bernama Dominggus Apha. Bahwa kampungnya butuh lampu jalan, kemudian dijawab oleh putra Semau itu ke depannya sekitar 5 tahun lagi diharapkan sudah terpenuhi semuanya, dimana saat ini pemerintah Nusa Tenggara Timur sedang mengupayakan bukan hanya listrik saja tapi juga infrastruktur-infrastruktur lainnya yang juga penting, sebagai upaya pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat ke depannya.

Menanggapi suara hati masyarakatnya, Bupati Alor, Amon Djobo juga mengatakan ”Alor sudah sampai pada taraf 83% masih 13% yakni 32 desa dari 175 desa kelurahan yang masih belum mendapat aliran listrik diharapkan tahun 2023 sudah selesai semua”. Menyambung pertanyaan seorang bapak bernama Usu yang meminta bantuan akan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) warga meminta perhatian pemerintah provinsi, dan Bupati Alor mengatakan bahwa TJPS ini adalah sebuah program yang baru saja dilaksanakan petani alor, bahwa biar baru memulai, dengan hasil yang masih relatif kecil tapi Alor sudah melaksanakannya.

Stunting Menjadi Masalah Bersama dan Dikerjakan Dengan Kolaborasi

Di hari yang sama ini yakni Kunker hari kedua Gubernur VBL di Kabupaten Alor dirinya sebelumnya juga mengunjungi Polisi Sektor (Polsek) Alor Barat Daya.

Dalam Kunjungan yang berdurasi sekitar 30 menit, Gubernur NTT meninjau kegiatan Inovasi yang digagas oleh Kapolsek Alor Barat Daya, Iptu. Jeane Skala yaitu Orang Tua Asuh Anak Stunting dan Pojok Baca.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur VBL mengungkapkan bahwa dalam mewujudkan generasi emas di 2045, tentunya Stunting harus menjadi masalah kita bersama dan harus dikerjakan dengan cara Kolaborasi.
“Di Sektor Kesehatan, masalah serius yang kita hadapi yaitu Kematian Ibu dan Anak, akan tetapi untuk mewujudkan generasi emas di 2045, stunting juga menjadi masalah serius dan memberikan dampak buruk bagi kita di Nusa Tenggara Timur,” ungkap Gubernur Viktor.

“Hari ini kita berada di angka 22% secara nasional, sehingga kita harapkan, penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur, harus dikerjakan secara Kolaborasi,” pungkas Gubernur VBL.

Peninjauan Industri Minyak Kayu Putih

Selanjutnya, setelah meninjau kegiatan Inovasi yang digagas oleh Kapolsek Alor Barat Daya, Iptu. Jeane Skala yaitu Orang Tua Asuh Anak Stunting dan Pojok Baca, serta melakukan Rapat Kerja bersama Bupati dan Pimpinan Perangkat Daerah se Kabupaten Alor, Gubernur NTT bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Hutan Nostalgia, dengan tujuan melakukan peninjauan Industri Minyak Kayu Putih yang telah di bangun dari November 2018, oleh kelompok tani di atas tanah sebesar 200 hektar dari luas seluruhnya 600 hektar ditanam pohon kayu putih ini.

“Selama kurang lebih 4 bulan sekali daun siap di panen untuk di proses menjadi minyak. Pasaran yang sudah ada di kota Surabaya sebesar 60 bahkan 80 liter dalam bentuk sudah menjadi minyak kayu putih setelah itu perusahaan disana yang akan melanjutkan penjualan dengan label mereka yang baru akan halnya disini sudah punya label sendiri.” demikian penjelasan singkat dari bapak Arli Marthen Keti dari UPTD KPH Provinsi NTT.

Ditempat yang sama, juga memproduksi beberapa macam hasil kerja rakyat berupa madu hutan. Madu yang di kembangbiakan di lahan yang sama dengan proses pengambilannya tidak diperas tapi di aliri tanpa perasan sehingga mengurangi zat gas yang ada. Juga kopi, asam, dan masih banyak lagi jenis macam produksi hal ini mendapat tanggapan positif Gubernur VBL.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Ondy Siagian yang mewakili Gubernur dalam sambutannya mengatakan, minyak kayu putih sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Alor sehingga harapannya kelompok masyarakat produksi minyak kayu putih dapat ditularkan kepada masyarakat lain agar produksi minyak kayu putih ini dapat lebih ditingkatkan. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kunker di Alor, Gubernur VBL Beli Sirih Pinang dan Kue Rambut Bayar Pakai QRIS Bank NTT

NTT AKTUAL. KALABAHI. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam kunjungan kerjanya (Kunker) ke Kalabahi Kabupaten Alor, Kamis (09/06/2022), menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pasar Terbakar, Kalabahi. Pasar tradisional ini terletak di jantung kota, tepatnya di Kelurahan Nusa Kenari Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Di pasar ini, telah menanti setidaknya 700 orang pedagang yang berasal dari baik itu Pasar Terbakar sendiri maupun dari Pasar Kadelang yang sementara dalam tahapan pembangunan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Alor. Setibanya gubernur disana, Gubernur Viktor langsung turun dari mobilnya dan menuju ke pedagang yang sudah menanti.

Didampingi Bupati Alor, Amon Djobo, Staf Khusus Gubernur bidang ekonomi, Prof Daniel Kameo,  dan Wakil Bupati, Imran Duru dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho serta sejumlah pejabat lainnya, Gubernur berbelanja sejumlah barang seperti sirih pinang, kue rambut dan lainnya.

Gubernur membeli sirih dan pinang dari lapak milik Mama Orpa Wenyi. Ketika didatangi, Mama Orpa yang mengenakan setelan hijau tua itu pun menyambutnya dengan sapaan penuh kekelargaan. “Selamat datang bapak gubernur, disini ada sirih pinang, silahkan beli. Mari beli sudah bapak gubernur,”ujarnya sembari tersenyum. Yang disapa pun langsung menyentuh pinang muda yang berada di depannya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), didampingi Bupati Alor, Amon Djobo, Prof Daniel Kameo, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, ketika berkunjung ke Pasar Terbakar yang terletak di jantung kota Kalabahi, Alor, Kamis (09/06/2022) siang. Dokumentasi : HUMAS Bank NTT

“Ini berapa, ini sirih juga berapa,” tanya sosok yang kerap disingkat namanya VBL itu sembari menunjuk pinang maupun sirih yang masih segar. Dijawab oleh Mama Wenyi sembari menyebut harganya, dan gubernur pun langsung memintanya membungkus beberapa buah untuk dibawa pulang. Sontak Mama Wenyi berseru kegirangan. “Terimakasih bapak gubernur, nanti datang lagi ee,”ujarnya disambut tawa pedagang lainnya.

Namun ada yang menarik  dari transaksi siang itu, yakni gubernur membayar dengan menggunakan layanan non tunai yang sedang giat disosialisasikan oleh Bank NTT yakni Quick Respond Code Indonesia Standard (QRIS), atau layanan pembayaran digital yang dihadirkan oleh Bank Indonesia (BI). Pasar terbakar, Kalabahi adalah satu-satunya pasar di Alor yang para pedagangnya sudah bisa menerima pembayaran secara digital.

Setidaknya ada puluhan pedagang pasar yang menjadi merchant QRIS Bank NTT ini dibuktikan dengan identitas yang digantung pada bagian depan lapak mereka.

“Saya beli pake QRIS ya,”ujar gubernur yang sesaat kemudian, setelah transaksinya berhasil, menginformasikannya ke Mama Wenyi “Sudah langsung masuk ya ke rekeningnya.” Sembari berkelakar dengan Mama Wenyi, gubernur mengajak mereka untuk terus menjadi merchant QRIS. Mama Wenyi pun mendekatkan wajahnya ke HP dan mengecek, ternyata benar, transaksinya berhasil. Dia pun tertawa kegirangan.

Suasana pasar menjadi riuh, karena beberapa ibu penjual kue rambut, jagung titi, ikan kering serta sirih pinang yang bersuara keras, dengan nada kelakar meminta gubernur untuk mampir sekalian memborong semua dagangannya. Yang disapa pun mampir, dan berbelanja aneka kebutuhan baik itu ikan kering, cabe, sayur dan masih banyak lagi.

Untuk diketahi bahwa Bank NTT saat ini sedang giatnya melakukan digitalisasi terhadap pasar-pasar tradisional di NTT. Tak luput, sejumlah pasar yang menjadi ikon di setiap daerah, sudah ‘dimasukinya’. Sebut saja Pasar Inpres Naikoten Kupang dan pasar-pasar lainnya di Kupang, Pasar Wee Karou, Waikabubak Sumba Barat, Pasar Bobou di Bajawa, Kabupaten Ngada yang pada 1 Juni kemarin dikunjungi Presiden RI, Joko Widodo, serta Pasar Batu Cermin, Labuan Bajo. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyebutkan bahwa sudah banyak pasar yang menjadi sasaran Bank NTT dalam mensosialisasikan layanan pembayaran secara digital.

Atas andil Bank NTT, maka BI mencatat sejauh ini NTT mengalami kenaikan sebesar 338 persen merchant Qris, atau meningkat dari 31.000 menjadi 105.000. dan ini mendapat apresiasi dari BI sebagai regulator. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS Bank NTT

Gubernur NTT Melakukan Kunker ke Kabupaten Alor

NTT AKTUAL. KALABAHI. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Kamis (09/06/2022) melakukan kunjungan kerjanya (Kunker) ke Kabupaten Alor.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Alor tersebut, Gubernur NTT mengunjungi lembaga pendidikan SMK Negeri Kokar Alor, kemudian meresmikan Gedung Rawat Inap dan HCU Rumah Sakit Daerah Kalabahi dan Gedung UPTD Puskesmas Mebung. Selanjutnya Gubernur bersama rombongan meninjau pembangunan jalan Provinsi, serta meninjau Pasar Lipa dan kemudian melakukan Penyerahan Bantuan CSR ke Gereja Stasi Sta. Maria Bunda Allah serta Gereja Syalom serta penyerahan kredit mikro merdeka.

Dalam awalan kunjungannya di SMK Negeri Kokar dilaksanakan kegiatan Penyerahan Tabungan Simpanan Pelajar. “Kita tentunya bersyukur karena melalui Tabungan Simpel ini maka bisa membantu generasi muda kita untuk menempuh pendidikan dan juga sebagai motivasi begi mereka untuk terus belajar,” kata Gub VBL.

“Kita juga tentunya dalam membangun daerah kita juga harus dengan gagasan dan ide, serta mindset yang membangun peradaban kita. Contoh kecil misalnya kita ingin membuat atau menambah keindahan di lingkungan sekolah kita bisa mulai dari hal-hal yang sederhana melalui ide dan gagasan serta kreatifitas. Kita membuat keindahan sekolah dengan membuat taman dari susunan batu atau ban bekas, barang bekas yang didaur ulang dan ditata rapi serta juga kita tanam aneka ragam bunga di taman tersebut. Kita buat bangku di sekitar taman untuk siswa bisa berkumpul dan berdiskusi atau membaca buku disitu. Ini tentunya akan memberi nilai tambah pada pendidikan ini,” ujarnya.

“Tentunya dengan bertambahnya keindahan disekolah ini maka akan membuat semangat aktivitas belajar mengajar antara siswa dan guru serta menyenangkan hati siapa saja yang berkunjung ke sekolah ini,” tambah Gub NTT (VBL).

Bupati Alor, Amon Djobo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Gubernur tersebut.

“Terima kasih Gubernur NTT sudah datang dan berkunjung ke Kabupaten Alor dan juga datang di SMK Negeri Kokar ini. Ini merupakan bagain dari doa masyarakat Alor yang menginginkan perhatian besar dari pemimpin,” katanya.

Kepala Sekolah SMK Negeri Kokar Apnamilsah Obisuru juga mengapresiasi kehadiran Gubernur NTT dan juga bantuan Tabungan Simpanan Pelajar. “Terima kasih Bapak Gubernur sudah hadir disini dan ini membawa spirit bagi kami. Terima kasih juga atas dukungan semua pihak bagi kami disini yang awalnya siswa hanya belasan saja tetapi ini sudah mencapai 170an. Juga terima kasih atas kerja sama Pemerintah dan Bank NTT sehingga ada pemberian tabungan SIMPEL bagi siswa-siswa berprestasi,” kata Obisuru.

Peninjauan Ruas Jalan Provinsi (Kalabahi – Kokar)

Selanjutnya Gubernur NTT, bersama rombongan melakukan peninjauan kerja ruas jalan provinsi Kalabahi-Kokar sepanjang 25 Kilometer. Bupati Alor Amon Djobo mengatakan saat ini saat ini yang sudah dikerjakan sekitar 16 kilometer masih sisa 9 kilometer dan masyarakat sangat berharap semuanya itu boleh dapat di selesaikan sesegara mungkin.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Maxi Nenabu menjelaskan, tahun 2022 ini dibangun jalan 51 kilometer di Kabupaten Alor. “Bapak Gubernur menciptakan terobosan-terobosan dalam infrastruktur masyarakat NTT dan khususnya masyarakat Alor bahwa ada gebrakan besar tahun ini di Alor kita bisa membangun 51 kilometer. Oleh karena itu Gubernur berharap, dengan sudah dikerjakan nya jalan yang ada, masyarakat menjadi lebih giat dalam berusaha dan bekerja guna mengangkat ekonomi masyarakat itu sendiri lewat potensi-potensi alam yang ada, guna mendukung pariwisata yang ada.dengan harapan juga, pada kesempatan itu juga Gubernur NTT meminta Bupati, agar dalam membangun daerah harus berani melakukan pinjaman daerah untuk melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Alor ini,”.

Peresmian Gedung Rawat Inap dan HCU Rumah Sakit Daerah Kalabahi dan Gedung UPTD Puskesmas Mebung

Selanjutnya, Gubernur NTT bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Rumah Sakit Daerah Kalabahi dengan tujuan melakukan Peresmian Gedung Rawat Inap dan HCU Rumah Sakit Daerah Kalabahi dan Gedung UPTD Puskesmas Mebung tersebut.

Gubernur VBL dalam sambutannya meminta para dokter, perawat, bidan dan karyawan Rumah Sakit tersebut untuk bekerja maksimal dengan pelayanan yang baik. “Para dokter, perawat, bidan dan karyawan Rumah Sakit harus bekerja maksimal dan profesional karena tugasnya adalah melayani kesehatan banyak orang. Dalam pelayanan perlu memberikan kehangatan dan keramahan sehingga pasien yang datang merasa nyaman dilayani di rumah sakit ini,”.

“Kita bersyukur atas diresmikannya Gedung yang baru ini maka saya ingatkan juga untuk jaga budaya kebersihan kita. Selalu kita jaga kebersihan toilet, ruangan pasien dan yang lain. Itu bentuk menciptakan kenyamanan bagi banyak orang. Lingkungan yang bersih akan membuat orang merasa kagum dan nyaman,” kata Gubernur VBL

Bupati Alor Amon Djobo, mengatakan pembangunan tersebut juga melalui bantuan dana DAK dari tahun 2019 sampai 2022 dengan tiga tahap pembangunan dengan anggaran sebesar 36 miliar lebih.

*Peninjauan Pasar Lipa dan Penyerahan Bantuan CSR ke Gereja Stasi Sta. Maria Bunda Allah dan Gereja Syalom serta penyerahan kredit mikro merdeka*
Selanjutnya Gubernur bersama rombongan meninjau Pasar Lipa. Kemudian mengikuti Penyerahan Bantuan CSR ke Gereja Stasi Sta. Maria Bunda Allah dan Gereja Syalom masing-masing sebesar 50 juta dan bantuan kredit merdeka 0% bagi warga pelaku usaha menengah ke bawah.

Sementara itu Asisten III Setda Provinsi NTT Semuel Halundaka yang mewakili Gubernur dalam sambutannya mengatakan, harapan lewat bantuan yang diberikan ini dapat membangkitkan gairah berusaha masyarakat setempat meskipun kecilnya anggaran tapi jangan dilihat nilainya tapi pergunakanlah itu sebaik-baiknya perlu juga saling koordinasi dan kerjasama, pakailah bantuan yang sudah ada untuk kebaikan masa depannya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL : Kehadiran Kantor BEI  Diharapkan Mendorong Munculnya Emiten dari NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyambut gembira hadirnya Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kehadirannya diharapkan dapat mendorong munculnya Emiten asal NTT. Emiten merupakan sebutan untuk perseorangan,perusahaan atau asosiasi yang ‘melantai’ atau menjual dan menawarkan efek atau surat berharga di pasar modal (bursa efek).

“Pemerintah dan masyarakat NTT tentu berbahagia untuk menerima sebuah networking atau jejaring yang baru dengan dibukanya kantor Bursa Efek Indonesia perwakilan NTT. Kehadiran kantor  ini (diharapkan) tidak hanya menggerakan anak-anak muda dan para investor tentang bagaimana lakukan transaksi dan investasi di bursa, tetapi juga bagaimana lahirkan emiten-emiten baru di NTT. Apalagi kalau emiten baru itu lahir dari UMKM,tentu itu menarik,”kata Gubernur VBL saat memberikan sambutan pada Peresmian Kantor Perwakilan BEI NTT di halaman Kantor BEI NTT Kota Kupang, Rabu (08/06/2022).

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menantang Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan berbagai upaya pemberdayaan UMKM.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan sambutan pada Peresmian Kantor Perwakilan BEI NTT di halaman Kantor BEI NTT Kota Kupang, Rabu (08/06/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Sebagai Gubernur, saya tentu tidak mau  investasi triliunan rupiah itu ke luar dari Nusa Tenggara Timur. Produknya bukan produk NTT. Tentunya ini kerjaan besar. Berat memang bicara tentang dunia investasi pasar modal di provinsi yang miskin seperti NTT.  Karena itu butuh upaya-upaya yang besar dan luar biasa. Tidak seperti kita bicara di Jakarta, Medan atau Surabaya. Kita harus pergunakan cara-cara lain,” jelas Gubernur.

“Sebagai gubernur saya minta perlakuan khusus BEI bagi NTT. Desain-desain tidak boleh desain biasa dalam mengejar literasi dan  inklusi keuangan, begitupun kampanye untuk menghindari investasi bodong harus dibuat menarik. Lakukan edukasi ke seluruh NTT, tidak hanya terpusat di Kota Kupang,” lanjut Gubernur VBL.

Gubernur menegaskan, kalau standar perlakuan terhadap NTT sama dengan  kota-kota maju lainnya,maka NTT akan ketinggalan dalam dunia pasar modal dan literasi keuangan. Dalam melakukan upaya luar biasa tersebut perlu sinerjisitas.

“Ini menjadi catatan. Energi besar ini harus disenergikan. Minimal tahun depan misalnya ada 20 emiten baru asal NTT yang melantai di Bursa Efek. Itu kerjanya pasti yakni karena keterlibatan semua pihak : Gubernur terlibat,BEI terlibat, OJK terlibat,BI terlibat, lima galeri investasi terlibat semua. Kita mulai bicara secara baik. Saya akan bangga luar biasa  kalau itu lahir dari Usaha Kecil dan Menengah. Itu pesannya bahwa basis pertumbuhan ekonomi NTT sangat kuat,” jelas Gubernur.

Dikatakan Gubernur, kekuatan ekonomi NTT yang bertumpu pada pertanian, peternakan dan perikanan serta kelautan terbukti mampu bertahan menghadapi badai covid-19.

“Provinsi NTT meski provinsi miskin tapi terkontraksi hanya sampai 0,83 persen dan tidak sampai 1 persen, sementara provinsi lainnya yang punya potensi sumber daya alam luar biasa masih terkontraksi lebih tinggi bahkan sampai dengan saat ini. Hal ini karena kami mampu untuk merubah dan mengalihkan profesi dan seluruh perhatian ke pertanian, peternakan dan perikanan yang mana tempat-tempat itu tidak ada larangan untuk berkumpul sehingga kita punya basis pertumbuhan ekonomi yang kuat,”jelas Gubernur NTT.

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawsi memberikan apresiasi terhadap sambutan luar biasa masyarakat NTT akan kehadiran Bursa Efek Indonesia Perwakilan NTT.

“Sejak dimulainya kegiatan operasional di November 2019, kami terus  melakukan kegiatan edukasi tentang cara-cara investasi yang baik. Hasilnya luar biasa, tampak pada kenaikan jumlah investor baru di NTT. Pada Desember 2019, saat itu jumlah investor  baru hanya 8.856, sementara pada Mei 2022 sudah capai 45.537. Bayangkan dalam kurun waktu 2 setengah tahun jumlah investor baru naik sekitar 5,14 kali,” jelas Hasan.

Dikatakan Hasan, peningkatan jumlah investor baru diikuti peningkatan aktivitas  transaksi dan investasi. Pembukaan rekening baru ini tersebar di 56 anggota bursa di BEI. Selama pandemi covid-19, kegiatan edukasi BEI NTT juga tetap berjalan lancar dan dilakukan secara online. Pesertanya hampir dari semua kabupaten/kota di NTT.

“Khusus di Provinsi NTT, Sepanjang tahun 2022 sampai bulan Mei ini kami catat  transaksi yang luar biasa, dengan total transaksi capai 1,267 triliun rupiah. Hal yang menggembirakan bahwa demografi investor di NTT didominasi oleh kalangan muda yang berusia 18-25 tahun yang jumlahnya capai 43 persen. Ini potensi luar biasa untuk pengembangan ke depannya,” jelas Hasan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTT, Japarmen Manalu berharapa agar kehadiran kantor BEI NTT dapat lebih meningkatkan akses keuangan terutama terhadap  pasar modal dan mendukung peningkatan literasi keuangan di NTT.

“Kantor BEI NTT diharapakan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di NTT.  Juga dapat menggenjot sektor pasar modal di NTT. Kami apresiasi atas didirikannya 5 galeri investasi oleh kantor BEI NTT. Kami juga harapkan pada waktunya terdapat Emiten  atau perusahaan yang menerbitkan sahammnya yang berkantor pusat di NTT pada Bursa Efek Indonesia. Kami siap memfasilitasi hal ini dengan bangun sinergi bersama BEI, bapak Gubernur dan jajarannya, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan di NTT,” pungkas Japarmen.

Kantor BEI NTT mulai hadir dan beroperasi sejak 27 November 2019. Pada 14 Desember 2020 dilakukan soft launching secara online. Ada dua anghota mitra yang beroperasi di BEI NTT yaitu PT Phintraco Securitas dan PT Philip Securitas.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur NTT juga menandatangani prasasti peresmian Kantor BEI NTT.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Direktur Keuangan dan Sumberdaya Manusia BEI, Rissa Effenita Rustam, Kepala Divisi Pengembangan Pasar BEI, Dedi Priadi, Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho, Kepala  BEI NTT, ibu Devi, pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT