Arsip Tag: Viktor Bungtilu Laiskodat

Gubernur NTT Hadiri Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RDTL Ke-47

NTT AKTUAL. MANATUTO-RDTL.Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ikut menghadiri Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) ke-47 yang bertempat di Munisipiu / Kabupaten Manatuto – RDTL pada Senin (28/11/2022). Kehadiran Gubernur VBL ini juga berdasarkan undangan resmi Presiden RDTL Jose Ramos-Horta pada tanggal 5 September 2022 lalu perihal Upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste.

President RDTL Jose Ramos Horta dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas kehadiran Gubernur NTT bersama para delegasi.

“Selamat datang dan apresiasi atas kehadiran Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para delegasi yang berjumlah 50 orang di RDTL ini. Beliau (Viktor Bungtilu Laiskodat), disini rumah kamu sebagai saudaraku dan juga sebagai orang Timor. Bahkan sebagai Orang Timor, kami pun patut berbangga karena beliau mampu meyakinkan Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan kerja besar di wilayah perbatasan Wini (RI) – Oekusi (RDTL) untuk membangun Free Trade Zone yang nantinya dapat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi di Pulau Timor dan wilayah Timor-Leste,” ungkap Presiden Ramos Horta.

“Selanjutnya, dalam semangat mendukung dan membangun Free Trade Zone, ada empat bahasa yang terus kita edukasi di negara ini (Timor-Leste) yaitu Bahasa Tetun, Portugis, Inggris dan Indonesia,” tegas Presiden Horta.

Sementara itu, Gubernur VBL turut menyampaikan Selamat atas Upacara Peringatan Proklamasi RDTL tersebut dan juga memberikan tanggapan positif terkait pembangunan free trade zone. Selamat hari Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste yang ke-47. Terkait dengan free trade zone pun tentunya dapat dimanfaatkan oleh kedua pihak yaitu Indonesia dan Timor Leste untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakatnya,” ungkap Gubernur VBL.

“Pulau Timor ini sangat unik, pulau kecil namun terdapat dua negara di dalamnya yaitu Negara Indonesia dengan wilayah Provinsi NTT dan Negara Timor Leste,” kata Gubernur Laiskodat.

“Untuk itu, NTT dan Timor-Leste mesti saling mendukung dalam semangat membangun Free Trade Zone dan diharapkan memiliki semangat membangun yang sama, apalagi kita ketahui bersama Indonesia sebagai salah satu Negara yang memiliki ekonomi terkuat didunia akan menjadi gerakan yang hebat untuk berperan membangun Pulau Timor dan Timor Leste sekaligus menjadi prestasi yang luar biasa,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada kesempatan tersebut Gubernur VBL juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah RDTL dalam bentuk Medal Of Merit, Ordem de Timor Leste yang telah berkontribusi untuk komunikasi hubungan internasional dan bilateral.

Ordem de Timor-Leste adalah tanda kehormatan tertinggi yang diberikan oleh Timor Leste. Dibentuk pada tahun 2009, tanda kehormatan ini diberikan setelah penghargaan serupa pada awalnya diberikan oleh Timor Timur. Penghargaan ini bersifat lebih umum dan lebih luas daripada tanda kehormatan yang diberikan saat kemerdekaan Timor Leste. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh dan warga negara asing yang kontribusinya diakui dan signifikan bagi negara dan bangsa. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT 

Rapat bersama Kepala Desa Se-Kabupaten Malaka, Gubernur Minta Jaga Kolaborasi Untuk Penanganan Stunting

NTT AKTUAL. BETUN. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta jajaran Bupati, Camat dan Kepala Desa untuk terus mempererat sinergitas kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat terkait dengan penanganan stunting. Demikian harapan beliau pada saat hadir dalam Rapat Bersama Camat dan Kepala Desa Se Kabupaten Malaka di Aula Gereja Sta. Maria Betun pada Rabu (23/11/2023) lalu.

“Kita tentunya menyambut gembira karena angka stunting di Provinsi NTT sudah turun dari menjadi 17,7 %. Ini merupakan hasil kerja kolaboratif yang baik dari Bupati, Camat, hingga Kepala Desa. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut dan terima kasih juga untuk Kabupaten Malaka yang juga mampu menurunkan angka stuntingnya,” ungkap Gubernur.

“Kita kerja kolaborasi itu artinya kita kerja cerdas. Ini sudah baik kita turunkan angka stunting di angka 17,7 % dan saya mau agar semua bupati, camat dan kepala desa tetap menjaga sinergitas ini dan bekerja lebih keras lagi sehingga angka stunting kita bisa turun menjadi single digit ditahun 2023 mendatang,” pinta Gubernur VBL.

Ia juga menjelaskan, Presiden Jokowi telah menargetkan di tahun 2024 itu angka stunting nasional turun diangka 14%. “Kita harapkan bulan februari mendatang angka stunting Provinsi NTT berada di angka 12%. Itu akan luar biasa dan membuktikan bahwa Provinsi ini mampu mengatasi persoalannya dengan kerja cerdas kolaboratif yang hebat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta masyarakat untuk mulai gencar berpartisipasi bersama Pemerintah dalam pengembangan komoditi jagung, sorgum dan kelor.

“Saya ingin agar Kabupaten Malaka sebagai lumbung pangan bagi Pulau Timor harus dikerjakan dengan maksimal apalagi Kabupaten ini dianugrahi bentangan lahan yang rata dan subur serta air yang melimpah. Kita dorong selain pengembangan komoditi, pisang, ubi, bawang dan kelapa maka kita juga tambahkan dengan jagung, sorgum, serta kelor. Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita,” ungkapnya.

“Kita ingin agar pertumbuhan ekonomi di NTT ini datang dari sektor pertanian, perikanan, serta peternakan. Kalau begitu maka angka kemiskinan pun akan menurun,” tambahnya.

“Saya juga turut memberi apresiasi kepada Bupati Malaka yang baru saja mendorong para Kepala Desa untuk mempersiapkan lahan minimal 10 Ha setiap desa untuk mendukung program yang ada. Kalau 10 Ha setiap desa maka intervensi dengan baik pada benih dan pupuk. Untuk Program TJPS 1 Ha itu biaya benih dan pupuk sebesar Rp 6.000.000, maka 10 Ha itu biaya Rp 60.000.000 dan dapat menggunakan dana desa. Dari 127 Desa dengan 10 Ha. Berarti 1270 Ha tambahan untuk lahan TJPS,” jelas Gubernur.

Sementara itu Bupati Malaka Simon Nahak mengapresiasi Kunjungan Kerja Gubernur di Kabupaten Malaka. “Terima kasih atas kunjungan langsung Bapak Gubernur di Malaka yang sudah melakukan beberapa kunjungan di beberapa titik diantaranya peninjauan tambak garam, Program TJPS dan Sorgum. Ini sangat baik karena memberikan spirit bagi masyarakat dimana pemimpin daerah langsung turun ke lapangan,” kata Bupati Simon.

“Pada kesempatan ini juga saya meminta dengan 10 Ha lahan yang disiapkan setiap desa ini dapat dikerjakan untuk mendukung program dibidang pertanian terkhususnya untuk program TJPS,” tambahnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Kunjungi Tambak Garam PT. IDK di Malaka

NTT AKTUAL. BETUN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Rabu (23 November 2022) lalu meninjau lokasi tambak garam di yang di kelola oleh PT Inti Daya Kencana (PT IDK) yang terletak di Desa Weoe Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL meminta agar total potensi lahan yang dikelola oleh PT IDK seluas 4.500 Ha dapat disiapkan untuk dikerjakan secara maksimal. “Saat ini tentunya kita ingin agar dari total lahan 4.500 Ha harus dikerjakan secara keseluruhan yang saat ini masih 300 Ha yang dikerjakan. Tentunya untuk mengerjakan infrastruktur untuk tambak garam itu tidak mudah maka kita kerja sama juga dengan Kementerian dan pihak swasta,” ungkap Gubernur.

“Siapkan dan rumuskan dengan benar semuanya dan ditata rencanakan dengan baik dari 4.500 Ha agar kita laporkan kepada Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan untuk kita kerjakan dan kembangkan bersama. Ini pekerjaan yang tidak mudah maka kita perlu juga dukungan dari Kementerian dan dengan potensi lahan ini kalau dikerjakan infrastrukturnya dengan baik dan operasionalnya berjalan lancar maka tahun 2024 nanti bisa ada lahan tambak terbesar di NTT ini ada di Malaka,” ungkap Gubernur.

“Jadi garam yang kita produksi ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan garam di Provinsi NTT. Kita juga melibatkan masyarakat dengan UMKMnya menjadi produksi garam konsumsi untuk dijual. Misalnya dengan nama produk garam yang dijual yaitu ‘Garam Wewiku’,” kata Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan, garam merupakan komoditi penting dan sangat vital dalam kebutuhan dan saat ini untuk kebutuhan secara nasional itu Indonesia
butuh 3,7 juta metrik ton garam per tahun.

Untuk diketahui, Presiden telah menandatangani Perpres Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Perpres ini mengatur mengenai upaya percepatan pembangunan pergaraman nasional yang dilaksanakan pada SEGAR. SEGAR atau Sentra Ekonomi Garam Rakyat adalah kawasan usaha pergaraman yang dilakukan secara terintegrasi. Kebijakan ini mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah melakukan percepatan pembangunan sentra garam untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, meliputi garam konsumsi dan garam kebutuhan industri.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Malaka Simon Nahak berharap agar luas lahan tambak 4.500 ha tersebut dapat dimaksimalkan dengan baik. “Kita Pemerintah Kabupaten Malaka ingin agar PT IDK dapat mengelola seluruh lahan 4.500 Ha ini dengan benar. Kita mau lahan yang sudah ada ini dikelola semuanya dengan baik sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat termasuk juga untuk perusahaan dan juga untuk pemerintah,” ungkap Bupati Simon.

Direktur PT IDK Cristian Devi Febrianto mengatakan, pada bulan Oktober lalu telah dipanen 50 ton. “Pada 2023 nanti kita akan menggarap 300 Lahan yang ada di Desa Weoe dengan 30 Ha meja garam dengan estimasi panen mencapai 12.000 Ton,” ungkap Cristian. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Menteri Kelautan dan Perikanan Tinjau Lahan Tambak Garam Nunkurus Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. OELAMASI. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono pada Kamis 17 November 2022 melakukan kunjungan ke Provinsi NTT untuk meninjau lahan tambak garam di Nunkurus Kabupaten Kupang. Dalam peninjauan lahan tambak garam tersebut Menteri Trenggono turut di dampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Tinjauan ke Lahan Tambak Garam Nunkurus tersebut juga dirangkai dengan kegiatan Pertemuan Menteri bersama Gubernur dengan masyarakat Desa Oeteta terkait Tinjauan Usaha Pengembangan Pergaraman. Luas total lahan garam yang ditinjau tersebut seluas 1.900 Ha dan dapat menghasilkan panen garam sebanyak 300.000 ton.

“Kita ke sini untuk menindaklanjuti amanat Kemandirian Pergaraman Nasional, karena saat ini kita masih impor. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkoordinasi dengan Gubernur NTT, lahannya akan terus kita bangun, dan harapan saya akhir tahun 2023 NTT sudah memiliki kemampuan untuk berkontribusi besar terkait kebutuhan secara nasional,” ucap Menteri Trenggono.

Tambak garam yang ada dioperasikan dengan metode geomembrane dan tradisional. Untuk itu, Menteri Trenggono mendorong masyarakat untuk memproduksi garam dengan model yang lebih maju agar produktivitas garam NTT dapat maksimal.

Menteri Trenggono mengatakan, KKP akan mendukung permodalan bagi petambak garam NTT melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP).

“KKP memiliki berbagai instrumen salah satunya adalah BLU (LPMUKP) dimana kita bisa memberikan pinjaman modal sepanjang masyarakat yang bekerja dan mengerjakan (tambak garam) adalah penduduk asli sini, jangan dari luar ya. Ini akan kita diskusikan dengan Pak Gubernur mekanisme terbaiknya seperti apa. Saya harap bukan hanya produksi, namun sampai pada end product bisa dilakukan di NTT,” tambah Menteri Trenggono saat berdialog bersama petambak garam setempat.

Dalam peninjauan lahan garam di Nunkurus Kabupaten Kupang, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan garam yang dihasilkan di Lahan Tambak Nunkurus memiliki kadar NaCl mencapai 95%. “Kualitas NaCl garam disini mencapai 95%. Tentunya produksi garam ini memiliki kualitas tinggi sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

“Kita libatkan juga masyarakat. Kita siapkan UMKM untuk menjadikannya menjadi garam konsumsi. Jadi kita juga Kolaborasi Pengusaha, Masyarakat dan Pemerintah. Libatkan masyarakat dengan UMKM industri garam untuk dijual. Ini untuk menekan impor garam karena kita sudah punya garam kita sendiri,” ucap Gubernur.

Untuk diketahui juga bahwa Presiden RI Joko Widodo menandatangani Perpres Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Perpres ini mengatur mengenai upaya percepatan pembangunan pergaraman nasional yang dilaksanakan pada SEGAR. SEGAR atau Sentra Ekonomi Garam Rakyat adalah kawasan usaha pergaraman yang dilakukan secara terintegrasi. Kebijakan ini mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah melakukan percepatan pembangunan sentra garam untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, meliputi garam konsumsi dan garam kebutuhan industri. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur NTT Ajak Generasi Muda Jadi Petani Milenial

NTT AKTUAL. TAMBOLAKA. Untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak generasi muda untuk belajar menjadi petani milenial dan menekuni sektor pertanian. Hal tersebut diungkapkannya pada saat Peninjauan Lokasi TJPS Kerja Sama Dinas Pertanian NTT bersama Universitas Nusa Cendana, Politeknik Pertanian Kupang dan Universitas Brawijaya Malang di Desa Ana Engge Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya pada Sabtu 22 Oktober 2022.

Dalam perbincangan dengan para mahasiswa dan masyarakat Gubernur VBL mengatakan agar generasi muda jangan hanya bercita-cita menjadi ASN tetapi juga menjadi petani milenial yang mandiri melalui pengolahan sektor pertanian. “Kalian ini kan mahasiswa pertanian, jadi sudah harus bisa mandiri setelah kalian lulus. Maka belajar untuk menjadi petani milenial yang tangguh di lapangan,” ungkap Gubernur VBL.

“Selama ini orang berpikir bahwa pertanian itu hanya dikerjakan oleh orang-orang miskin. Anda sebagai mahasiswa pertanian harus mengubah mindset bahwa sektor pertanian itu dikerjakan oleh orang yang cerdas dan pintar serta bisa menjadi mandiri dan kaya bila dikelola dengan benar,” jelas beliau.

“Mahasiswa pertanian itu harus cerdas bidang pertanian. Jangan hanya cerdas dalam isi kepala saja tetapi cerdas kerja di lahan dan ada hasilnya. Pertanian ini ilmu yg penting sekali karena terkait pangan dan sangat bermanfaat bagi peradaban dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut juga Gubernur meminta secara khusus kepada kelompok mahasiswa Undana dan Politani untuk mengelola lahan jagung masing-masing 1 Ha mulai dari penanaman hingga panen dengan didukung oleh Bank NTT.

“Saya minta masing-masing 1 Ha untuk Undana dan Politani. Nanti didukung dengan anggaran dari Bank NTT setelah panen kita kita bawa offtaker untuk beli. Kita usahakan juga hasilnya dikembangkan untuk menjadi bibit. Kerjakan juga dengan kemandirian serta didukung juga dengan mahasiswa dari Universitas Brawijaya,” jelas Gubernur.

Sementara itu Salah Satu Asisten Dosen Universitas Brawijaya Hendra Saputra menjelaskan sejauh ini Luas lahan yang dikerjakan seluas 0.5 Ha, menggunakan jenis benih berupa Galur murni dengan jumlah bibit 2 kg benih jantan, dan 8 kg benih betina. Pemupukan menggunakan 75 kg NPK dan 125 Kg Urea dan direncanakan panen 15 Desember 2022.

“Yang kita lakukan bersama dengan mahasiswa Undana, Politani dan juga masyarakat ini adalah salah satu bentuk transfer knowledge. Kita juga ketahui bahwa ada 2 faktor yang mempengaruhi tanaman jagung yaitu genetik dan lingkungan. Maka kita lakukan pilot plan adalah penangkaran jagung. Kita masih kerjakan dalam percobaan lahan 0,5 Ha. Ini proyeksi hasilnya bisa sampai 900 Kg bisa digunakan untuk bibit 50 Ha lahan.
Kita ingin agar Desa Ana Engge ini kita bisa lanjutkan menjadi tempat penghasil bibit jagung bagi Kabupaten Sumba Barat Daya,” papar Hendra.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky F. Koli, Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik Pius Rengka, Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Jusuf Lery Rupidara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Viktor Manek, Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dr. Messerasi Ataupah, dan Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, dan Bupati Sumba Barat Daya  dr. Kornelius Kodi Mete. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kunker ke Sumba Barat, Gubernur Amanatkan Pemberdayaan Masyarakat Desa Untuk Menekan Angka Kemiskinan

NTT AKTUAL. WAIKABUBAK. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) terus mendorong pemberdayaan masyarakat desa dengan program pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, pariwisata serta sektor lainnya untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah. Beliau meminta setiap Bupati, Pimpinan OPD, Camat dan Kepala Desa serta anggota masyarakat untuk proaktif dalam pengembangan program tersebut. Demikian amanat beliau saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Bersama Para Camat, Lurah dan Kepala Desa Se-Kabupaten Sumba Barat pada Senin (10/10/2022).

“Untuk peningkatan ekonomi masyarakat itu kita harus tahu dan pastikan potensi atau local resources based di desa. Sehingga nantinya dengan intervensi anggaran dan program dari Pemerintah maka tahapan eksekusinya tepat sasaran dengan baik untuk pengembangan potensi tersebut misalnya dari pertanian, peternakan, pariwisata, perikanan, ataupun UMKM dan industri,” kata Gubernur.

“Setiap Kepala Desa juga harus mengetahui data kemiskinannya dengan baik. Sehingga kita juga berdayakan dana desa itu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat miskin. Kita berdayakan masyarakat miskin ataupun juga kelompok pengangguran yang masih dalam usia produktif untuk ambil bagian dalam pengembangan program yang kita kerjakan bersama. Jadi masyarakat mulai belajar mandiri dan tidak lagi bersandar pada BLT,” tambah beliau.

Ia mengatakan, untuk pengembangam sektor pertanian dapat dilakukan melalui pengembangan program tanam jagung panen sapi (TJPS). “Masyarakat kita ajak dengan baik untuk ikut berpartisipasi bekerja dalam Program TJPS Pola Kemitraan. Kemudian lahan disiapkan dengan benar dan dibantu dengan pembiayaan pinjaman KUR dari Bank NTT, dan juga bibit dan pupuk dari Pemerintah sehingga bisa dikerjakan,” ujarnya.

“Saya minta agar dijaga dengan baik sehingga bisa panen dengan hasil maksimal. Untuk hasil panen ini juga kita langsung libatkan offtaker (perusahaan) sehingga langsung dibeli. Jadi pola program ini sudah teroganisir dengan baik asalkan kita mau bekerja. TJPS ini sudah terbukti banyak membantu masyarakat petani jagung karena sumber pendapatannya cukup besar bagi para petani,” jelas Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mulai dari Bupati hingga Kepala Desa agar mulai serius terus mengembangkan Program TJPS ini. “Lahan kita siapkan dengan benar dan saya mau agar bisa tanam hingga ribuan hektar. Kita lihat di Sumba Barat Daya itu sangat luar biasa dengan luas lahan TJPS msncapai 36.000 Ha. Itulah yang kita maksudkan pengembangan program harus dengan kinerja maksimal dan ada hasil yang hebat,” kata Gubernur.

Selain sektor pertanian untuk TJPS, Gubernur meminta Kepala Desa untuk juga mengelola anggaran dana desa untuk komoditi lainnya. “Kita juga dapat kembangkan komoditi yang lain seperti bawang dan hortikultura lainnya. Ini dilakukan sehingga kita bisa saling suplai antar daerah terkait kebutuhan komoditi-komoditi tersebut sehingga kita mampu mengendalikan inflasi kita dengan baik,” tambahnya.

“Kita juga dorong semua sektor dan potensi yang ada. Kalau ada potensi untuk peternakan maka harus disiapkan dengan benar dan desain dengan baik sehingga ada hasil untuk masyarakat. Kita ini punya banyak kekayaan namun harus dikerjakan. Juga untuk perikanan, pariwisata dan UMKM,” kata Gubernur.

“Kalau masyarakat kita bisa mandiri dengan program pengembangan potensi semua sektor didaerah maka ini akan berdampak positif bagi ekonomi masyarakat dan juga tentunya angka kemiskinan dapat kita turunkan secara signifikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, Gubernur mengharapkan agar tetap kerja kolaboratif dan tidak kaku hanya pada tupoksi masing-masing sehingga dapat bersinergi dengan benar. Hal ini mengingat pentingnya peran unsur Pemerintah saling bahu-membahu dalam memajukan pembangunan daerah. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Rapat Kerja Bersama Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Sumba Tengah

NTT AKTUAL. WAIBAKUL. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah untuk gencar melakukan pemberdayaan masyarakat dengan program pembangunan terkhususnya dalam penanganan stunting, kemiskinan ekstrim dan pengendalian inflasi. Demikian dikatakan beliau pada Rapat Kerja Gubernur bersama Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Sumba Tengah pada Minggu (09/10/2022).

“Kita ini harus bertekad kuat bahwa melakukan pekerjaan untuk membangun daerah dan kesejahteraan masyarakat maka targetnya adalah ada hasil yang jelas dan nyata serta ada manfaat besar. Saya tekankan jangan kerja asal-asalan. Kita semua ini pemimpin di tengah masyarakat harus punya visi yang jelas dan kerja nyata,” tegas Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat Rapat Kerja bersama Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Sumba Tengah pada Minggu (09/10/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Saya lihat Kabupaten Sumba Tengah ini mulai bertumbuh dengan baik. Walaupun tercatat sebagai salah satu kabupaten miskin di NTT tetapi saya lihat mulai bertumbuh perlahan. Dengan capaian data-data pembangunan seperti penurunan angka stunting di Kabupaten ini maka aya apresiasi Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan terima kasih atas pencapaian itu. Saya senang juga karena stunting di NTT saat ini sudah turun hingga 18 %. Saya mau agar angka stunting ini harus terus kita turunkan,” kata Gubernur.

“Provinsi NTT ini setiap tahun memiliki investasi anggaran sebesar 42 triliun dari APBD kita. Kita harus manfaatkan dengan maksimal untuk kelola anggaran itu dengan produktifitas yang tinggi serta efektif. Itu ciri khas orang yang tekad kuat. Walaupun dengan anggaran yang sedikit tetapi bisa kerja maksimal,” ujar beliau.

“Tahun depan itu kita akan masuk dalam krisis pangan dan energi. Oleh karena itu Presiden meminta kami Para Gubernur untuk melakukan percepatan pembangunan dalam kesiapan menghadapi krisis pangan dan energi tersebut. Maka itu saya terus melakukan rapat kerja di setiap kabupaten agar kita ada dalam satu kesatuan gerakan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur meminta agar pengembangan program di masyarakat harus dikembangkan lebih meningkat lagi diantaranya pengembangan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) untuk mengentaskan kemiskinan serta budidaya hortikultura untuk membantu pengendalian inflasi.

“Untuk itu maka kita manfaatkan dengan baik semua lahan yang kita miliki sehingga produktifitas kita maksimal. Dalam menghadapi krisis pangan bukan hanya produktifitas beras saja tetapi juga dengan pengembangan sorgum yang diminta langsung Bapak Presiden untuk dikembangkan lebih lanjut di NTT,” jelasnya.

Gubernur VBL juga terus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan Program TJPS dan hortikultura. “Alokasi Dana Desa untuk BLT itu tidak harus sampai 40%. Bisa juga kita masukan dalam program TJPS dan ini kita lakukan untuk membantu menekan angka kemiskinan asalkan masyarakat mau ikut bekerja dalam program TJPS ini. Anggaran dari dana desa juga bisa kita masukan dalam pemberdayaan masyarakat seperti pengembangan hortikultura seperti cabe dan bawang dan ini akan sangat membantu dalam pengendalian inflasi,” katanya.

Terkait dengan Program TJPS untuk mengatasi masalah kemiskinan, Gubernur meminta agar data masyarakat miskin harus diperhatikan dan juga dengan kesiapan lahan. Ini dengan maksud agar masyarakat miskin yang masih tergolong usia produktif dapat ikut ambil bagian dalam Program TJPS sehingga akan memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat tersebut.

Gubernur juga mengharapkan agar setiap pemimpin di kabupaten mulai dari Bupati bersama Wakil Bupati, Sekda, Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Lurah dan Kepala Desa harus menjadi tim yang solid dalam pembangunan. Hal ini menjadi penting dalam menggerakan program kerja dilapangan bersama masyarakat terkhususnya dalam pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata dan lainnya. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Hadiri Pemakaman Adat Raja Nggongi Umbu Yadar

NTT AKTUAL. WAINGAPU. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghadiri prosesi adat pemakaman Raja Nggongi Umbu Yadar yang terletak di Desa Praimaditha, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (07/10/2022).

Turut hadir bersama Gubernur NTT dalam prosesi pemakaman tersebut, Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Bupati Sumba Timur Khristofel Praing, Wakil Bupati Sumba Timur David Melo Wadu, Pimpinan dan anggota DPRD Sumba Timur, Unsur Forkopimda, Direktur Utama Bank NTT, dan para Pimpinan Perangkat Daerah serta tamu undangan penting lainnya.

Gubernur bersama para rombongan yang hadir juga memakai busana adat khas Sumba Timur sebagai wujud penghormatan untuk mendiang Raja Umbu Yadar beserta keluarga besar.

Sehari sebelumnya, tepatnya Kamis (06/10/2022) sore, Gubernur Viktor Laiskodat yang juga merupakan Sulung Selatan (Saudara tertua) bagi Masyarakat Sumba Timur khususnya wilayah Selatan membawa serta tiga ekor Kerbau Madappa (kerbau dengan tanduk panjang), untuk diserahkan langsung secara adat kepada pihak keluarga besar Mendiang Raja Umbu Yadar sebagai wujud rasa persaudaraan.

Seperti kita ketahui bersama, Sumba dengan julukannya Surga Tersembunyi dan keanekaragaman budaya serta adat istiadatnya memiliki keunikan ritual tersendiri pada setiap kegiatan maupun event yang akan dilakukan, termasuk pada prosesi pemakaman.

Dalam tradisi orang Sumba Timur, khususnya dalam kalangan raja ataupun dalam kalangan rakyat biasa, pemakaman orang mati adalah hal yang sangat penting. Karena menurut kepercayaan mereka, jika orang yang sudah mati diadati atau dihormati, maka orang yang telah mati tersebut akan memberi berkat kepada orang yang masih hidup.

Tradisi pemakaman yang unik ini merupakan tradisi sakral yang sudah berjalan ratusan tahun dan tetap dilestarikan serta dipegang teguh oleh masyarakat Sumba yakni prosesi pemakaman Marapu Sumba.

Almarhum Raja Umbu Yadar sendiri meninggal pada 8 Juli 2019 dan baru dikebumikan pada 7 Oktober 2022 setelah melalui rangkaian panjang prosesi adat pemakaman seorang Raja.

Ia merupakan salah satu tokoh budaya, tokoh adat, tokoh masyarakat serta tokoh politik dan juga dikenal sebagai seorang tokoh pemersatu Pulau Sumba.

Prosesi adat pemakaman Almarhum Raja Umbu Yadar sendiri dihadiri oleh ribuan warga masyarakat dari seluruh penjuru Pulau Sumba serta undangan tamu kehormatan yang berasal dari dalam dan luar Pulau Sumba.

Menandai dimulainya prosesi adat pemakaman Raja Umbu Yadar, seekor anak kerbau dipotong di depan pintu makam sebelum peti jenazah diangkat. Setelah itu peti jenazah yang telah ditutup menggunakan kain tenun sumba tersebut diangkat ke luar dari rumah adat raja menuju ke tempat pemakaman oleh perwakilan keluarga yang telah ditunjuk sebelumnya dengan diiringi musik tradisional. Jarak rumah duka dengan kubur batu tempat Raja Umbu Yadar dimakamkan sekitar 30 meter. Di belakang peti, berjalan seluruh keluarga almarhum, dipampingi empat ekor kuda tunggangan yang telah dihiasi serta para penjaga jenazah raja.

sebelum memasuki liang lahat, jenazah dan para pengiring mengelilingi makam sebanyak delapan kali. Saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, dua kerbau, seekor kuda, seekor sapi dan seekor babi besar dipotong untuk dikurbankan tepat di didepan rumah adat.

Budaya Adat Harus Berbanding Lurus Dengan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Viktor mengajak masyarakat Sumba dapat menghayati dan melestarikan secara turun temurun teladan mendiang Raja Umbu Yadar.

“Sebagai keluarga, sahabat, handaitaulan kita semua hadir di sini untuk memberikan penghormatan terakhir kepada saudara Almarhum Umbu Yadar. Almarhum kita kenal adalah seorang tokoh, bangsawan yang memiliki nilai-nilai konsepsional dalam bidang-bidang pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, dan juga peduli dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan oleh karena itu nilai-nilai tersebut harus kita lestarikan,” ujar Gubernur.

Ia juga sangat mengapresiasi dan bangga karena budaya adat dan kearifan lokal Sumba yang telah ada dari zaman dahulu tetap eksis hingga saat ini. Ia berharap budaya yang tetap terjaga tersebut selalu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

“Sangat luar biasa, karena budaya orang Sumba yang telah ada beribu-ribu tahun yang lalu tetap terjaga hingga hari ini. Oleh karena itu saya selalu berharap budaya itu harus mempersatukan kita, juga budaya itu harus buat masyarakat sekitar sejahtera. Karena kalau tidak buat sejahtera, dan tidak mencerdaskan generasi penerus, berarti budaya itu salah.” Jelas Viktor.

“Dunia sudah berubah. Saya tidak ingin menatap masa depan dengan keadaan yang buruk. Oleh sebab itu, di dalam budaya, ketika orang datang bawa hewan, jangan kita potong semua, tapi cukup satu dua ekor, disitu orang akan lihat budayanya. Saya ingin kita menyesuaikan cara pandang kita dengan perubahan zaman demi kesejahteraan kehidupan masyarakat dan kelestarian budaya kita,” tambahnya.

Gubernur juga mengajak para kepala desa, serta seluruh masyarakat di Sumba untuk memanfaatkan pekarangan dan lahan kosong dengan menanam tanaman produktif.

Ajakan untuk memanfaatkan pekarangan dan lahan kosong dengan menanam tanaman produktif tersebut disampaikan Gubernur Viktor Laiskodat dalam menyikapi ancaman resesi ekonomi global yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2023 dimana Provinsi NTT juga akan terkena imbasnya.
Ia menyebutkan bahwa dampak resesi ekonomi dunia juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di NTT. Selain itu, Inflasi yang tinggi akan berpengaruh besar terhadap kemampuan daya beli masyarakat.

“Saya juga terus mendorong agar kita semua mulai sadar untuk menanam, terlebih untuk ketersediaan pangan kita. Manfaatkan setiap lahan kosong yang kita miliki, jangan disia-siakan satu jengkalpun. Ini semua saya omong agar kita dapat terhindar dari mimpi buruk kelaparan di tahun yang akan datang. Saya ingin perekonomian masyarakat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat bisa tercukupi dan tidak akan terpengaruh dengan resesi dunia dan masyarakat jauh dari kelaparan,” tegas Gubernur VBL. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Menteri PANRB Dorong Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Pelayanan Publik

NTT AKTUAL. KUPANG. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI Abdullah Azwar Anas meminta agar kualitas sumber daya manusia (SDM) harus terus ditingkatkan kapasitasnya untuk juga berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan publik. SDM yang terampil, kompeten dan menguasai IPTEK sangat dibutuhkan untuk mendukung kemajuan sebuah negara.

Demikian dikatakan beliau pada saat hadir dalam acara Audiens Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI Bersama Gubernur, Walikota, Para Bupati Serta ASN Lingkup Provinsi NTT yang dilaksanakan di Aula El Tari Kupang pada Senin (03/10/2022).

Sesuai arahan Bapak Presiden, pelayanan publik yang cepat dan harmonis serta humanis merupakan hal penting untuk mendukung pembangunan negara ini. Birokrasi harus bergerak lincah dan cepat dalam pelayanan yang akuntabel dan berkompeten. Birokrasi perlu memiliki standar kerja yang baik dengan output atau outcome yang hasilnya dirasakan dan punya manfaat bagi masyarakat kita,” jelas Menteri Anas.

“Peningkatan kualitas harus diawasi hingga struktur pemerintahan terbawah seperti kelurahan dan kecamatan dan desa. Maka para Gubernur, Bupati dan Walikota hingga Camat dan lurah harus ada pengawasan kinerja yang jelas pada bawahannya. Siapa mengerjakan apa, bagaimana prosesnya hingga hasilnya kemudian kita evaluasi bersama. Ini sangat penting karena kita melayani banyak orang. Outputnya adalah Kepuasan rakyat itu ada,” kata beliau.

Ia turut menjelaskan, Dari 5 prioritas Pembangunan nasional terdapat 2 poin penting yakni Pembangunan SDM dan Reformasi Birokrasi.

“Sumber daya manusia yang kita perlukan adalah yang berkompeten, dinamis terampil dan menguasai IPTEK serta akuntabel. Penguasaan iptek ini sangatlah penting karena siapa yang tidak menguasai teknologi maka ia akan kalah dalam kemajuan. Saya ketika masih menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, itu saya minta dana desa juga dialokasikan untuk merekrut lulusan IT dan mereka diberdayakan untuk membantu kelancaran kita dalam melayani masyarakat desa,” katanya.

“Untuk Reformasi Birokrasi (RB) dengan Mempercepat Transformasi ASN difokuskan pada RB Pengentasan kemiskinan, RB untuk investasi dan pertumbuhan ekonomi dan RB Administrasi Pemerintahan. Dengan didukung pelayanan oleh SDM yang adaptif produktif, inovatif, dan kompetitif serta dinamis dan fleksibel,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan agar standar pelayanan publik harus mampu mencapai target dalam pembangunan bagi masyarakat. “Kita ingin agar pelayanan publik ini menjadi kekuatan untuk melangkah cepat menuju kemajuan pembangunan yang kita laksanakan,” ujar Gubernur.

“Saya ingin agar pelayanan perizinan itu harus dipercepat karena kita ingin maju ke depan. Jangan bertele-tele. Bupati dan Walikota harus bisa tegasakan hal itu di lapanham. Kita memberikan pelayanan yang cepat dan jangan sampai terhambat,” tegasnya. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis : Meldo Nailopo
Foto : Dio Ceunfin

Gubernur VBL Ingin UKAW Kupang Berkolaborasi Optimalkan SDA

NTT AKTUAL. KUPANG. Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Kristen di NTT, harus bisa berperan aktif dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih berkualitas untuk dapat bekerja keras dengan pikiran cerdas, tampilkan cara-cara kerja inovatif, dengan ilmu yang didapat untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah dan harus memiliki bekal cerdas, berani dan peduli.

Demikian dikatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), saat menerima Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko., M.Si, bersama Wakil Rektor II : Ir. Yohanes Merryanto., M.Si., Ph.D, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) : Ir. Melkianus Nuhamara, MP, Pdt. Dr. Wilfrid Ruku selaku Dekan Fak. Teologi, dan Umbu P. L. Dawa, S.Pi. M.Sc selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, pada Jumat (16/09/2022), di ruang kerja Gubernur NTT, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

“UKAW Kupang harus kolaborasi bersama pemerintah dalam program penunjang pembangunan diantaranya Program TJPS, pengembangan kelor, budi daya Kerang, Kerapu, Lobster, dan semua program pemerintah dalam rangka optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) NTT yang sangat kaya dan variatif ini,” kata Gubernur.

“Saya senang karena ada Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di UKAW Kupang sehingga begitu mereka lulus dapat bermitra dengan pemerintah, sehingga program – program unggulan dari Pemerintah Provinsi NTT dapat berjalan optimal, untuk kesejahteraan masyarakat NTT secara umum, juga kesejahteraan lulusan dari UKAW sendiri dan itu juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi”, jelas Gubernur Viktor bersemangat.

“Jadi Sarjana Pertanian, jadi Sarjana Perikanan dari UKAW, tidak hanya untuk sekedar dapat gelar akademik semata, tetapi harus punya lahan pertanian atau lahan perikanan yang bisa dikelola secara mandiri, dan mampu menghasilkan income bagi diri sendiri dan keluarga. Ini menjadi bagian utama dari UKAW untuk menghasilkan para lulusan yang siap kerja di lapangan, bukan kerja di belakang meja. Jangan sampai jadi sarjana cuma diatas kertas saja,” tambahnya.

“Mari kita bangun kolaborasi, UKAW dapat menyiapkan lahan sebesar 100 hektar, untuk mendukung program TJPS,” ujar Gubernur Laiskodat.

“Saya minta kepada UKAW, identifikasi setiap mahasiswa asal Daratan Timor, dapat menyiapkan lahan 1 hektar untuk dapat dikelola saat menjalankan program KKBM atau KKN, khususnya di Kabupaten Kupang, TTS dan TTU. Kita juga sementara dalam upaya untuk melakukan budi daya Kerang dengan rencana luasan budidaya adalah 10.000 hektar, karena kerang ini dapat dimanfaatkan untuk pakan lobster, UKAW saya harapkan bisa mendesain program kolaborasi untuk budi daya berkelanjutan dari program budi daya kerang tersebut. Lahan juga bisa ditanam jagung, kelor, ubi dan lain sebagainya, paling tidak lahan dari orang tua mahasiswa minimal setiap mahasiswa satu hektar, dapat dimanfaatkan secara baik untuk ditanam, sehingga bisa produktif secara ekonomis maupun antisipasi untuk rawan pangan”, kata Putera Semau ini.

Orang Nomor Satu NTT ini juga meminta agar UKAW dapat mendorong semua mahasiswanya ikut terlibat aktif dalam menanam kelor, masing-masing mahasiswa harus bisa tanam 100 pohon.

Sementara itu, Rektor Unkris Artha Wacana Kupang, Ayub Meko, mengundang gubernur untuk dapat hadir dan menyampaikan sambutan pada Rapat Terbuka Senat Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, dalam rangka Wisuda Pasca Sarjana ke-20 dan Wisuda Sarjana ke-64, pada tanggal 24 September 2022 mendatang.

“Terima kasih karena Bapak Gubernur selalu memberi perhatian dan mengikuti perkembangan UKAW dengan sangat baik, kami sangat memberi apresiasi untuk hal tersebut, khususnya pada hari ini, Bapak Gubernur membuka peluang yang sangat besar untuk kita dapat bekerja kolaboratif memajukan daerah ini. Hal ini juga menjadi peluang yang sangat berarti bagi para mahasiswa dan alumni UKAW untuk bisa diberdayakan, dalam rangka peningkatan taraf hidup dan ikut terlibat langsung dalam pembangunan kamasyarakatan”, ungkap Rektor Meko.

Lebih jauh Putra TTS yang pernah menjabat Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UKAW ini juga mengharapkan kehadiran Gubernur VBL, pada kegiatan Kuliah Umum, dimana kegiatan tersebut sangat bermanfaat, sehingga kedepan UKAW semakin berbenah dengan berbagai masukan konstruktif bagi peningkatan mutu lulusan UKAW itu sendiri.

Turut hadir pada kesempatan tersebut : Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata