Arsip Tag: Viktor Bungtilu Laiskodat

Gubernur NTT : Pertanian Lahan Kering Harus Membantu Pembangunan

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pengembangan sektor pertanian khususnya pertanian lahan kering harus ikut membantu pembangunan daerah. Hal tersebut diungkapkannya pada saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dengan Tema “Pola Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan” yang dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana pada Kamis (26/11/2020).

“Pengembangan pertanian lahan kering tentunya sangat penting untuk turut membantu pembangunan provinsi ini. Tentu juga harus menggandeng pariwisata sebagai lokomotif utamanya. Sektor pertanian, peternakan, serta perikanan harus mampu menjadi suplai chain bagi pariwisata,” jelas Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (berdiri kiri depan) saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dengan Tema “Pola Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan” yang dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana pada Kamis (26/11/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Suplai chain dari sektor-sektor tersebut harus bisa dihasilkan dari NTT sendiri bukan dari luar. Komoditi unggulan dari sektor pertanian lahan kering tentunya diharapkan juga mampu memenuhi kebutuhan pariwisata,” tambahnya.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, dalam hasil survei menunjukan bahwa bila pandemi covid 19 berakhir maka destinasi pariwisata dengan atraksi alam dan budaya akan paling banyak dikunjungi.
Tentunya NTT akan dapat keuntungan karena atraksi alam dan budaya yang atraktif dan eksotis adalah ciri khasnya.

“Terima kasih kepada Kampus Undana yang sudah menyelenggarakan seminar ini dan tentunya saya berharap mahasiswa lulusan fakultas pertanian harus mampu menjadi pengusaha di sektor pertanian. Begitupun dengan lulusan Fakultas Peternakan, Perikanan dan lainnya untuk menjadi pengusaha dibidangnya”, harap Gubernur.

“Selama ini SDM lulusan sarjana yang ada di NTT masih memiliki pola pikir hanya mau untuk menjadi PNS. Setiap kali lulus dari kampus hanya tunggu lowongan PNS. Memang ada baiknya juga, namun kuota penerimaannya terbatas. Imbasnya adalah angka pengangguran yang tinggi. Maka dari itu lulusan sarjana pertanian harus bisa menjadi pengusaha di bidang pertanian. Itu sungguh luar biasa karena ilmu bukan hanya dipelajari namun juga bisa membantu ditengah masyarakat dan membantu untuk kemandirian dirinya sendiri,” himbau Gubernur.

Sementara itu, Rektor Univesitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredik Benu, M.Si, P.hd mengatakan pengembangan pertanian lahan kering sebagai salah satu ujung tombak Perguruan Tinggi dan Pemerintah dan masyarakat untuk membangun pertanian sekaligus menjawab persoalan yang ada.

“Terima kasih pada Bapak Gubernur yang sudah memberikan dukungan. Baru-baru ini juga beliau menghimpin para pimpinan Perguruan Tinggi yang ada di Timor, Sabu, Rote dan Alor bertekad bersama mewujudkan taggung jawab pembangunan di tengah masyarakat melalui MoU yang ditandatangani bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkuliahan di kampus kini tidak hanya mengajarkan teori pada mahasiswa namun mengambil tanggung jawab mengatasi persoalan di masyarakat. (*/NA)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Pemprov NTT Berencana Bangun Pabrik Pakan Ternak

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Profesor Daniel Kameo, pada Rabu (25/11/2020) menerima audiens dari Tim Penyusun Studi Kelayakan Pabrik Industri Pakan ternak di ruang kerja Gubernur, untuk pembahasan terkait dengan rencana pembangunan Pabrik Pakan Ternak di Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada kesempatan ini mengatakan proses pembuatan pakan ternak ini selain dari bahan dasar jagung, marungga, juga akan menggunakan limbah ikan yang nantinya akan diproses menjadi tepung ikan.

Menurut Gubernur, begitu persediaan bahan baku dan rantai nilainya sudah ada, maka proses pembangunan pabrik sudah bisa dilakukan tentunya didukung dengan data hasil penelitian yang cukup untuk ukuran bisnisnya.

“Begitu persediaan bahan bakunya sudah ada, rantai nilainya sudah ada, data hasil penelitiannya cukup, ukuran bisnisnya ada, berarti sudah bisa dibangun”, kata Gubernur. Ia menambahkan bahwa harus dipastikan ada suplay yang mendukung pabrik ini sehingga pabrik ini bisa jalan dengan baik.

“Pabrik ini bisa jalan kalau ada suplay yang mendukung. Pengusaha yang akan bekerja sama harus memperhatikan dengan benar sehingga ada kejelasan dan pabrik ini nantinya berjalan dengan baik. Sebaiknya menggunakan pengusaha setempat agar dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di daerah tersebut,” ujar Gubernur.

“Kalau bisa pakai pengusaha pengusaha setempat. Kita suport dia, supaya tingkat perekonomian di daerah itu meningkat,” tegas Gubernur.

Ia juga mengatakan, jika kita sudah bisa menyediakan Pakan Ternak Ayam dan Babi selanjutnya bisa di produksi juga untuk Pakan Ikan. Perbedaan pakan ternak ayam dan babi berbeda dengan ikan contohnya pakan ikan kerapu membutuhkan limbah ikan segar. Sebab kerapu merupakan jenis ikan yang mewah sehingga perlu didukung bahan baku untuk produksi pakan yang baik pula.

Gubernur mengatakan harus ada pembicaraan lanjut antara Pemerintah dan pengusaha serta keterlibatan pihak bank untuk rencana ini agar dilakukan secepatnya.

“Pihak perbankan harus dilibatkan untuk rencana ini sehingga rencana ini dapat diselesikan dengan baik,” harap Gubernur.

Sementara itu, Ketua Tim Konsultan Studi Kelayakan Pembangunan Industri Pakan Ternak, Dr. Marten Mulik dalam laporannya mengatakan, secara garis besar pada skala prioritas 180 ton per tahun sudah cukup.

“Jika produksi dibawah itu akan tidak menjadi masalah. Untuk kebutuhan bahan baku utama terutama jagung 50 persen itu sudah bisa memenuhi kebutuhan produksi 180 ribu ton per tahun. kelayakan bahan baku jagung di tambah dengan daun Kelor, rumput laut tersedia dan yang dibutuhkan saat ini adalah tepung ikan untuk melengkapi unsur-unsur yang dibutuhkan untuk pakan ternak yang berkualitas baik,” ujar Marten. (*/NA)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Apresiasi Program Tol Laut

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan apresiasi pada Kementerian Perhubungan atas inisiasi Program Tol Laut untuk menjamin kelancarannya pasokan logistik antara pulau, khususnya menuju kawasan timur Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya pada saat memberikan arahan dalam Rapat bersama Tim Pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Terkait Penyiapan Hub Spoke Tol Laut, Muatan Balik Termasuk Daging Sapi Beku di Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Selasa 24 November 2020.

“Terima kasih untuk Menteri Perhubungan yang sudah menginisiasi kegiatan ini dan juga dengan program tol laut ini tentunya akan sangat membantu kami dalam ekspor logistik dari NTT. Ini tentunya sangat bermanfaat dan memberikan keuntungan bagi kami,” ujar Gubernur Viktor.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan arahan dalam Rapat bersama Tim Pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Terkait Penyiapan Hub Spoke Tol Laut, Muatan Balik Termasuk Daging Sapi Beku di Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Selasa 24 November 2020. Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Pertemuan kita ini tentunya sangat luar biasa karena dengan ini juga kami akan terus mendorong produksi logistik di bidang pertanian seperti semangka, alpukat, kelor serta dari bidang peternakan seperti sapi dan daging premium serta untuk perikanan diantaranya adalah ikan kerapu dan ikan kakap. Kita dorong agar dengan tol laut ini akan membantu kita mendapatkan market di Pulau Jawa tentunya dengan logistik yang punya kualitas tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengatakan akan terus dilakukan produksi garam sehingga tahun 2024 nanti bisa memiliki muatan logistik mencapai 1 juta metrik ton garam per tahun yang di ekspor ke luar NTT

“Kita NTT juga saat ini masih impor pakan ternak dari luar dan saya mau nanti dengan pabrik pakan ternak yang akan kita bangun maka bisa memiliki pakan ternak kita sendiri. Juga untuk semen dan telur kita masih datangkan dari luar ini yang harus kita produksi sendiri,” jelasnya.

Lanjut Gubernur, penting juga edukasi pada masyarakat untuk bagaimana menghasilkan ternak sapi yang memiliki kualitas daging premium karena minat pasar sangat tinggi untuk hal itu.

Dalam arahannya juga mengatakan, dengan tol laut ini maka sangat membantu koneksi antar pulau dan daerah terutama Provinsi yang memiliki potensi. Juga harus jelas mengenai informasi tentang jenis logistik, lokasi, berapa hasil produksinya sehingga bisa dipasarkan dengan baik. Hal tersebut dinilainya akan sangat membantu memangkas mata rantai kemiskinan yang ada di NTT. (*/NA)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Tahun 2021, NTT Akan Panen Garam dan Ikan Kerapu

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima Audiens Tim Kemenko Maritim dan Investasi di ruang kerja Gubernur, Selasa (24/11/2020). Gubernur mengundang Menko Maritim dan Investasi melalui Timnya untuk ikut panen garam dan ikan kerapu bulan Juni 2021 di NTT.

“NTT merupakan salah satu Provinsi yang terkenal dengan hasil laut terbaik di Indonesia. Dan kami sedang membudidayakan ikan kerapu untuk kelas ekspor. Seperti yang kita tahu Indonesia sulit untuk membudidayakan ikan kerapu dan NTT sedang berusaha membudidayakan ikan kerapu dan saya yakin pasti berhasil,” pungkas Gubernur Viktor.

Gubenur juga menjelaskan produksi garam industri yang dilakukan di Provinsi NTT akan membantu memenuhi kebutuhan garam Nasioanal dan sebagai bukti kemandirian serta kedaulatan rakyat.

Sementara itu, tim Kemenko Maritim dan Investasi memuji potensi sumber daya alam yang dimiliki NTT.

“Kami sangat takjub dengan keindahan pariwisata dan budaya yang ada di NTT. Salah satunya 12 jenis mamalia yang hidup di laut sawu yaitu lumba-lumba,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Dr.Ir Safri Burhanuddin,DEA.

Alumni University Brest, France, ini menambahkan potensi laut yang baik di NTT akan menghasilkan garam industri yang memiliki kualitas terbaik untuk ekspor. Juga dapat memenuhi kebutuhan garam nasional karena kandungan NaCl yang terdapat pada garam NTT adalah 97 persen dan itu adalah garam terbaik. (*/NA)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Output Lulusan Pendidikan Vokasi Harus Mandiri dan Sukses

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, pendirian Lembaga Pendidikan Vokasi di NTT seperti Politeknik jangan hanya terkesan seremonial, penambahan jumlah lembaga akan tetapi outputnya tidak terlihat di masyarakat.

“Transformasi Kelembagaan SMK-PP Negeri Kupang menjadi Politeknik Pembangunan Peternakan (Polbangtan) NTT merupakan sebuah langkah maju dalam mendukung pengembangan ternak di NTT. Akan tetapi mesti pastikan output SDM yang lulus dan tamat dari lembaga ini harus mampu mandiri dan mengaplikasikan ilmunya sebagai peternak yang berhasil,” disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat audiens bersama Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementrian Pertanian RI, Dr. Idha Widi Arsanti, SP, MP bersama jajarannya, pada Selasa (24/11/2020).

Lebih Lanjut, Gubernur VBL mengarahkan supaya tranformasi kelembagaan memperhatikan potensi yang ada di NTT. Desain Program Studi dan output SDMnya dapat menjawab dan berkorelasi dengan kondisi dan permasalahan di NTT saat ini.

“Saya berharap tranformasi SMK-PP menjadi Polbangtan Kupang dengan tampilan yang berbeda dari sisi desain Program Studi dan Output SDMnya yang bukan sekedar memiliki ilmu tetapi berkarakter kuat dan memiliki daya tahan dalam menghadapi setiap persoalan yang dihadapi,” tegas Gubernur.

Untuk itu, Gubernur yang sering berada di lapangan ini menginginkan Polbangtan Kupang hadir di NTT harus dengan konsep yang benar.

“Saya sering turun ke lapangan, masalah bidang peternakan di NTT bukan saja berkaitan dengan populasi ternak, melainkan pakan ternak. Untuk itu Polbangtan Kupang hadir di NTT mesti dengan konsep yang benar dan sesuai dengan karakteristik NTT.” tegas Gubernur Viktor.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL mengarahkan agar seluruh berkas perizinan disiapkan dan dilengkapi dengan baik untuk selanjutnya dibicarakan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta pada tanggal 30 November 2020.

“Kebetulan saya akan bertemu dengan pak Menteri tanggal 30 November 2020, ibu Idha bersama tim agar menyiapkan berkas perizinanya agar menjadi salah satu agenda pembahasan. Dan selanjutnya Transformasi dan pembangunan Poltanbang segera terealisasi di NTT pada tahun 2021,”ujar Gubernur.

Selanjutnya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian mengatakan bahwa tranformasi SMK-PP menjadi Polbangtan Kupang telah siap dari sisi lahan beserta Tenaga Pengajar dan fasilitas infrastruktur pendukungnya tetapi masih terkendala pada Izin pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Kami siap melakukan Tranformasi dimaksud, baik dari sisi lahan yang siap seluas 100 ha. Tenaga Pengajar dengan mengoptimalkan tenaga yang ada dan ditambah lagi perekrutan untuk spesifikasi bidang peternakan serta Infrastruktur penunjang. tetapi kami masih terkendala pada Izin di Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI. Terima kasih karena Pak Gubernur mau fasilitasi izin ini,” ujar Idha

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Khusus Gubernur Bidang Politik, Imanuel Blegur, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli. (*/NA)

Sumber berita + Foto : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur : Kerja Harus dengan Inovatif dan Kreatifitas Untuk Bangun NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan untuk menciptakan kemajuan daerah maka tentu dibutuhkan inovasi dan kreatifitas dalam proses pembangunan baik dalam pengelolaan sumber daya alam dan juga peningkatan kapasitas SDM.

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor Dalam Menunjang Kegiatan Prioritas Pembangunan Daerah Provinsi NTT, yang dilaksanakan di Hotel Swisbell Kristal Kupang pada Senin (23/11/2020).

Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor, yang dilaksanakan di Hotel Swisbell Kristal Kupang pada Senin (23/11/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Kalau kita mau agar NTT ini punya masa depan yang cerah maka harus ciptakan cara kerja yang inovatif dan kreatif. Jangan dengan cara kerja yang lama yang hasilnya tidak maksimal. Ini adalah tanggung jawab kita bersama mulai dari Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat serta pihak swasta,” jelas Gubernur.

“Saya ingin semua kita berpartisipasi bawa NTT menuju sejahtera.
Kita harus bukan berilmu saja namun harus diterapkan dan ada hasil. Semuanya desain dengan benar dengan anggaran yang terencana. Misalnya untuk pertanian. Kita tanam semangka maka harus terencana dengan baik persiapan lahannya, anggaran dibantu dari pemerintah, kemudian penanaman, perawatan hingga pada panennya diusahakan sampai dibeli oleh pihak swasta, maka market kita bertumbuh. Juga Perguruan Tinggi beri edukasi pada masyarakat agar berkelanjutan,” paparnya.

Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor, yang dilaksanakan di Hotel Swisbell Kristal Kupang pada Senin (23/11/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur juga mengatakan agar pihak perguruan tinggi terutama Dosen dan Mahasiswa harus memiliki tanggung jawab untuk bersinergi bersama masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam di bidang peternakan, pertanian dan perikanan serta pariwisata.

“Kita juga ingin agar ke depannya kita mampu mengelola pakan ternak kita sendiri sehingga menekan anggaran impor pakan ternak kita dan tidak perlu diambil dari luar NTT. Kita kelola dengan benar semuanya sehingga bisa membantu kelancaran program TJPS kita,” ujarnya.

“Saya juga tangal 27 November nanti akan bertemu Menteri ESDM membicarakan pengembangan energi terbarukan yang kita miliki yaitu sumber energi panas matahari yang ada di pulau Timor dan Pulau Sumba,” tambahnya.

Sementara itu Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredrik Benu M.Si Ph.D yang membawakan sambutan mewakili seluruh pimpinan Perguruan Tinggi memberikan apresiasi pada Pemprov NTT atas kerja sama yang dimaksud.

“Terima kasih pada Pemprov NTT yang sudah melaksanakan kerja sama ini dan tentunya membuka kesempatan yang besar bagi kami Pihak Perguruan Tinggi untuk turut mendukung program pembangunan. Ini juga tentunya sangat membantu para mahasiswa yang mana saat ini juga diberikan kesempatan untuk turun ke lapangan dan kerja nyata bersama masyarakat dan itu ada perhitungan angka kredit dari mata kuliah yang dipilih tersebut,” jelas Prof Fredrik.

Prof. Fredrik juga mengatakan jauh sebelum perencanaan pelaksanaan kerja sama tersebut pihaknya bersama beberapa pimpinan perguruan tinggi juga telah berkoordinasi dengan OPD terkait dengan pelaksanaan program kerja dan juga rencana edukasi masyarakat baik nantinya melalui praktek kerja lapangan oleh mahasiswa maupun riset dan edukasi serta pelatihan bagi masyarakat.

Dalam penandanganan nota kesepahaman tersebut diikuti oleh 35 Perguruan Tinggi yang ada di Timor, Rote, Sabu, dan Alor.(*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL : Provinsi NTT Pasti Kaya

NTT AKTUAL. BETUN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan kerja (kunker) di empat kabupaten yakni Kabupaten TTS, Malaka, Belu dan TTU pada tanggal 14 sampai dengan 18 November 2020.

Kunker hari Kedua, Gubernur VBL bersama rombongan yang dampingi oleh Pjs. Bupati Malaka, mengunjungi Desa Kakaniuk dalam rangka menghadiri acara penyerahan simbolis Bantuan Kredit Usaha Rakyat Pemulihan Ekonomi Masyarakat (KURPEM) dari Bank BRI 46 Cabang Atambua kepada 14 Kelompok Tani di Boni Desa Kakaniuk Kabupaten Malaka, Minggu (15/11/2020).

Dalam Kegiatan dimaksud, Gubernur VBL meyakinkan masyarakat bahwa NTT pasti Kaya, dengan sejumlah alasan terkait pengembangan Pertanian, Peternakan, Garam dan Energi Terbarukan.

“Saya meyakini NTT pasti menjadi Provinsi yang kaya hingga sampai anak cucu kita, potensi dan SDM serta Desain Pembangunan kita optimalkan saat ini yaitu :

1. NTT memiliki Presiden yang namanya Bapak Joko Widodo yang begitu menyayangi dan perhatian terhadap NTT, untuk itu masyarakat NTT perlu mendukung beliau dalam membangun Indonesia dan Presiden kita setelah 2024 mesti tipe dan karakternya sama seperti beliau.

2. Saat ini, Potensi Energi Baru Terbaharukan (EBT) melalui Panas Matahari paling stabil terdapat di Pulau Timor dan Sumba, Kita mencanangkan EBT, akan menjual listrik tenaga surya ke Pulau Jawa dan Sumatera. Dan apabila di Amerika, Proses Pemilihan Presiden, Joe Biden yang menang maka automatically dunia harus menuju ke era EBT dan tidak ada pilihan lain, tentunya NTT di untungkan.

3. Pengembangan Sapi Wagyu di NTT, dengan Desainya bersama Kementerian terkait, Tim dari Brazil dan Pemprov NTT yaitu empat tahun kedepan kita memiliki Sapi Wagyu dengan kualitas daging premium dan nantinya kita serahkan kepada seluruh peternak Sapi di NTT sehingga dapat mengembangbiakannya dan akhirnya berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan daging kualitas Premium di Jakarta, Surabaya, Bali dan daerah lainnya.

4. Program TJPS, optimalisasi lahan untuk menanam jagung, karena NTT setiap tahun membelanjakan pakan ternak diluar NTT, nilainya sebesar 1.8 T, tentunya jagung sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak Ayam dan Babi, perlu kita siapkan industri pakan ternak di NTT juga, sehingga adanya penciptaan lahan pekerjaan bagi anak NTT dan 1.8 T tersebut tetap berputar di NTT.

5. Indonesia saat ini, masih mengimpor 2,7 juta metrik ton garam industri. Sementara kita punya kapasitas komoditi strategis ini (garam) yang mampu penuhi kebutuhan industri dalam negeri. Untuk itu kami selalu ajak pemerintah Pusat untuk menghentikan impor garam dan kita bangun industri garam dalam negeri dan untuk NTT sendiri, siap berkontribusi untuk mengurangi kuota impor garam industri, ungkap Gubernur Viktor Laiskodat.

Lebih lanjut Gubernur Viktor menyampaikan apresiasi kepada lembaga Tim adhoc Peternakan NTT yang telah memediasi antara Petani Ternak sapi di Kabupaten Malaka dengan BNI 46 Cabang Atambua untuk mendapatkan akses KUR.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Tim Ad Hoc Peternakan Provinsi NTT yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi NTT pada sektor peternakan dan memfasilitasi 14 kelompok Peternak mengakses dana KUR dari BNI 46 Cabang Kupang dan Atambua. Jika model ini berjalan dengan bagus, kita akan mengajak lembaga perbankan lainya untuk terlibat sehingga Malaka dapat menjadi Sentra Peternakan di NTT,” pungkas Gubernur VBL.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Ad Hock Peternakan Provinsi NTT, Alfridus Bria Seran menyampaikan bahwa kehadiran kami sebagai penghubung antara petani dengan Lembaga Perbankan dan Pemerintah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat melalui Usaha Peternakan Sapi di NTT.

“Kehadiran Tim kami sebagai lembaga independen yang terdiri dari unsur pengusaha, politisi, akademisi dan praktisi. Saat ini kami memfasilitasi para peternak Sapi di Kabupaten Malaka untuk mengakses Dana KUR-PEM. terdapat 14 Kelompok yang beranggotakan 1.106 telah dinyatakan layak untuk mengakses dana tersebut, dengan setiap anggota Dana KUR dari Bank BNI 46 sebesar Rp.15.000.000 untuk pembelian dua ekor sapi seharga Rp.14.000.000 dan Rp. 1.000.000 dimanfaatkan untuk biaya premi asuransi ternak dan obat-obatan,” ujar Alfridus.

Selanjutnya Gubernur NTT bersama rombongan melanjutkan perjalan menuju Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka untuk meninjau Ruas Jalan Provinsi.(*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT : Pemerintah Daerah Siap Fasilitasi Pengembangan dan Pemasaran UMKM

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) Menerima Audiensi Ketua Yayasan Alfa Omega (YAO), Pdt. David Fina bersama rombongan di ruang kerja Gubernur terkait Pengembangan Usaha Jus Tambaring di NTT, Selasa (10/11/2020).

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat Menerima Audiensi Ketua Yayasan Alfa Omega (YAO), Pdt. David Fina bersama rombongan di ruang kerja Gubernur terkait Pengembangan Usaha Jus Tambaring di NTT, Selasa (10/11/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL mengharapkan Yayasan Alfa Omega terus berinovasi dalam mengembangkan produk-produk yang berasal dari buah asam. Selanjutnya Pemerintah daerah berfungsi untuk menghubungkan antar Para Pengusaha, lembaga keuangan di daerah serta sumber-sumber bantuan lainya untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Apresiasi Kepada YAO yang telah berinovasi menciptakan Inovasi mengolah Buah asam menjadi bernilai ekonomis yakni Jus Tambaring. Selanjutnya YAO perlu identifikasi jumlah petani dan bentuk kelompok serta mengakses sumber pendanaan dari Bank BRI dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Bank NTT dalam bentuk kredit Merdeka, yang tanpa agunan serta mudah di akses oleh masyarakat,” Ungkap Gubernur VBL.

Salah satu hambatan bagi akselerasi ekonomi NTT,lanjut Gubernur VBL, adalah tingginya ICOR (Incremental Capital Output Ratio) atau rasio output modal tambahan yang masih tinggi. ICOR NTT di kisaran 10. Artinya untuk menghasilkan satu unit output PDRB di NTT, membutuhkan 10 modal tambahan investasi. Hal ini membuat ekonomi NTT inefisien. ICOR NTT ini lebih tinggi dari ICOR nasional yang ada di kisaran 6. Inilah yang menyebabkan industri di NTT sulit berkembang.

“Dalam masa pemerintahan kami, menghadapi ICOR yang tinggi memang target kami mencapai angka 7 melalui strategi Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, pencegahan korupsi pada jenjang Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa serta Standar perizinan yang mudah dan cepat. Bersinergi dengan pihak pengusaha muda yang memiliki kapasitas di bidang Teknologi dan Informasi dalam mendesain supplay chain atau rantai pasok dan Wire House untuk memfasilitasi hasil produksi para petani yang masih dalam jumlah kecil agar terintergrasi dan dalam jumlah yang banyak untuk dipasarkan,” ungkap Gubernur Viktor.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Laiskodat merespon langsung kendala yang dihadapi YAO bersama para petani dengan menghubungi Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala BRI Cabang Kupang Stevanus Juarto, dan Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT, Silvi Pekujawang untuk memfasilitasi YAO bersama para Petaninya baik dari aspek penguatan Kelembagaan Koperasi, Aspek permodalan dari KUR dan Kredit Merdeka serta aspek Pemasarannya. Pemasaran mulai dari seluruh perhotelan yang ada di Kota Kupang dan Labuan Bajo serta keluar Daerah NTT dengan menggandeng distributor Sophia.

Direktur Yayasan Pelayanan dan Pengembangan Masyarakat Alfa Omega mengatakan, jumlah petani binaan sebanyak 200 orang. YAO juga bersyukur karena mendapat solusi tepat dan cepat dari Gubernur dalam bentuk permodalan dan distribusi pasar.

“Terimakasih Bapak Gubernur yang telah merespon dengan cepat atas kendala yang kami alami. Saat ini harga asam tanpa biji adalah 4.000 rupiah per kilogram dan dijual keluar dengan harga 26.000 rupiah per kilogram. Jus Tambaring ini sistemnya kami ubah sesuai arahan bapak Gubernur yakni para petani mengakses Kredit Permodalan di Lembaga Keuangan dan YAO masuk dalam akses Perdagangan,” pungkas David.

Pasca kegiatan tersebut, Gubernur VBL mengarahkan Pihak YAO langsung bertemu Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT Silvia Pekudjawang dan Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho serta Pimpinan BRI Cabang Kupang Stefanus Juarto untuk mengakses informasi serta peluang pengembangan usaha dimaksud.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Nasir Abdullah, Pimpinan BRI NTT Cabang Kupang Stefanus Juarto. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

BI Beri Apresiasi untuk Bank NTT

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Kunjungan Kerja di Labuan Bajo-Kabupaten Manggarai Barat mulai Kamis (5/11/2020) sampai Sabtu (7/11/2020).

Dalam Kunjungan Kerja pada hari pertama, Kamis (5/11/2020) Gubernur VBL bersama dengan Bupati Manggarai Barat Gusti C.H. Dulah menghadiri dan meresmikan Kas Titipan Bank Indonesia di Kantor Bank NTT Cabang Labuan Bajo.

Direktur utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam laporannya mengatakan, menindaklanjuti program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menjadikan Pariwisata sebagai lokomotif pembangunan di NTT, Bank NTT siap memberikan dukungan penuh dari aspek ekonomi dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di NTT.

“Kami bersinergi dengan Bank Indonesia melalui aspek Ekonomi dan UMKM yaitu dengan hadirkan Kas Titipan Bank Indonesia di Kantor Bank NTT Cabang Labuan Bajo sebesar 200 miliar untuk mendukung sistim pembayaran uang tunai dan peredaran uang di Manggarai Barat. Tujuannya untuk atasi kendala pembayaran uang tunai dan perlancar peredaran uang di wilayah ini. Terkait kantor kas titipan ini, kami terus mengoptimalkan pengelolaannya sehingga terus mendapat kepercayaan dari Bank Indonesia. Ke depannya Bank NTT dapat mengelola kantor kas titipan terbanyak di Indonesia. Kami juga bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk UMKM binaan kami sebanyak 236 UMKM dengan 157 UMKM di Manggarai Barat dan sisanya tersebar diseluruh NTT,” ujar Alexander.

Deputi Kepala Perwakilan – Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi BI NTT , Eddy Junaedi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah atas dukungannya sehingga terlaksana hubungan kerjasama dengan Bank NTT. Ia berharap pengelolaan kantor kas dan kendala-kendala yang dihadapi dapat teratasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Beberapa bulan sebelumnya kami melakukan assessment dan terdapat kemungkinan akan bertambah kantor kas di sini. Kami berikan apresiasi kepada Bank NTT karena dukung kami untuk kesiapan kantor kas dan pengelolaanya. Untuk diketahui, terdapat 9 kantor kas kami yang sudah dikelola Bank NTT termasuk Labuan Bajo ini dan menyusul di Kabupaten Sumba Timur nantinya. Sejak dibukanya kas ini, perputaran uang tunai di Labuan Bajo semakin bagus dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ini. Kami berharap salah satu cabang pengelola kas di NTT bisa menjadi yang terbaik dan dapat award dari kantor pusat Bank Indonesia,” kata Eddy.

Gubernur VBL dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Presiden RI, Joko Widodo yang telah menetapkan Labuan bajo sebagai salah satu lokasi Destinasi Wisata Super Prioritas di Indonesia. Juga apresiasi kepada Bupati Manggarai Barat yang telah mendukung kolaborasi Bank Indonesia dan Bank NTT untuk membuka Kas Titipan.

“Kalau bukan Bapak Presiden, Labuan Bajo tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Apresiasi juga untuk Bupati Manggarai Barat yang mendukung penuh program Pemerintah Pusat dan Provinsi. Lewat momentum kolaborasi ini, saya tegaskan kepada Bank Indonesia agar bertanggung jawab untuk mensosialisasikan, memperkenalkan dan mempertahankan wujud keIndonesiaan dalam sektor keuangan yaitu harus dipastikan yang dikenal Rupiah, nilai uang atau mata uang kebanggaan Indonesia. Kerjasama hari ini menunjukan kepercayaan diri kita untuk bersaing di internasional yang kita mulai dari Labuan bajo.
Ada dua hal yang menjadi landasan filosofi kehadiran saya hari ini. Pertama, bagaimana masyarakat tahu kalau Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Kedua, UMKM sebagai basis perekonomian rakyat yang mendapat dukungan dari lembaga perbankan. Nah inilah menjadi landasan filosofis kenapa Gubernur hadir,” tegas Gubernur Viktor.

Gubernur berharap bank NTT terus berkembang maju dan manfaatkan momentum kebijakan pemerintah pusat yang senantiasa berpihak pada NTT.

“Bank Daerah kebanggaan NTT mesti terus berbenah diri, berikan pelayanan baik misalnya ATM yang tersebar di Labuan Bajo ini juga harus bagus dan canggih. Begitupun aspek lainnya juga mesti dilakukan perbaikan,” pungkas Gubernur VBL.

Selanjutnya Gubernur VBL meresmikan Kas Titipan Bank Indonesia di Kantor Bank NTT Cabang Labuan Bajo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Para Staf Khusus Gubernur, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten dan Para Pelaku UMKM. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur Minta Coop TLM Berkolaborasi Dengan Pemerintah

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengharapkan agar pihak Coop Tanaoba Lais Manekat (TLM) berkolaborasi dengan pemerintah dalam membantu setiap pengusaha mikro di NTT. Hal ini dikatakan oleh Gubernur saat berdialog dengan Pengusaha Mikro Anggota Coop TLM Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (31/10/2020).

“Sebagai Gubernur saya memberi apresiasi kepada Coop TLM. Dengan Non Performing Loan (NPL) sebesar 0,04 persen, membuktikan bahwa lembaga ini memiliki anggota dengan karakter yang hebat dan luar biasa. Karena prinsip dari lembaga keuangan adalah menjual jasa. Disini Kepercayaan merupakan hal utama yang mutlak ada,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut menurut Gubernur, jika Coop TLM dan Pemerintah bisa bersinergi secara baik, maka dapat dipastikan bahwa karakter ekonomi Nusa Tenggara Timur dapat secara jelas terlihat.

Berangkat dari pengalaman pribadinya saat merantau ke Jakarta, orang nomor satu di NTT ini memberi motivasi kepada seratus perempuan pemilik usaha mikro yang hadir saat itu.
“Di Jakarta, saya bekerja sebagai pemulung. Saya menikmati dan tetap survive dengan pekerjaan ini. Kesabaran, hati untuk bekerja secara baik, dan keberanian berhasil membuat saya meraih kesuksesan. Orang selalu mengidentikan saya dengan dunia preman, perjudian, kekerasan, narkoba dan lain sebagainya. Tetapi saya tidak pernah peduli dengan semua tuduhan itu. Karena prinsip hidup saya adalah berguna bagi banyak orang dengan cara fokus bekerja untuk meraih hasil maksimal,” cerita Gubernur Laiskodat.

Hal inilah yang diharapkan oleh mantan Anggota DPR RI ini dari para pengusah mikro di NTT.
“Jangan pernah tertarik terhadap cibiran ataupun urusan orang yang bukan merupakan hak kita. Asalkan kita memiliki kesabaran, kecerdasan, hati untuk tetap berusaha dan keberanian untuk melangkah, maka dapat dipastikan kalianlah yang akan menikmati kehidupan yang luar biasa,” kata Gubernur.

Hal penting lainnya yang dipesankan oleh Gubernur adalah jangan pernah menganggap remeh usaha mikro. Menurutnya banyak orang yang gagal karena mereka lebih tertarik untuk memulai segala sesuatu yang besar. Padahal mereka tidak pernah berpikir bahwa sesuatu yang besar itu dimulai dari hal yang kecil, demikian pula dengan usaha mikro ini.
“Asalkan karakternya baik dan tidak menyerah dengan berbagai kegagalan maka mimpi untuk mencapai hal yang besar pasti akan terwujud,” lanjut Gubernur Laiskodat.

Sebelum mengakhiri dialog ini, Gubernur kembali mengajak pihak Coop TLM untuk tetap membangun relasi yang baik dengan para pengusaha mikro di Nusa Tenggara Timur. Menurut Gubernur merekalah yang sudah terbukti memiliki karakter tangguh, dan orang – orang inilah yang kedepan dapat memberi kontribusi hebat bagi pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Ketua Pengurus Coop TLM Indonesia, Pdt. Semuel Viktor Nitti, M.Th dalam sambutan awalnya mengatakan bahwa pihaknya akan tetap bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTT melalui optimalisasi kerjasama dengan Usaha Mikro Kecil Menengah.
“Saat ini Coop TLM memiliki 35 Kantor Cabang di seluruh wilayah NTT dan 6 Kantor Cabang di luar wilayah NTT, dengan sasaran utamanya adalah UMKM,” urai Nitti.

Tampak hadir pada kesempatan ini, Staf Khusus Gubernur NTT, Bapak Pius Rengka, Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi NTT dan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata