Arsip Tag: Viktor Bungtilu Laiskodat

Kunker di Belu, Gubernur VBL Hadiri Penyerahan CSR Bank NTT

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali melanjutkan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Belu pada Minggu (23/01/2022), setelah sehari sebelumnya mengunjungi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Dalam kunjungan ke Kabupaten Belu kali ini beliau meninjau Lokasi Perusahaan Ayam Petelur Lavinci Farm di Desa Tukuneno, Kawasan Food Estate di Rotiklot Desa Fatuketi, menghadiri acara Penyerahan Bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) Bank NTT serta Kredit Mikro Merdeka Bank NTT di Desa Dualaus, serta memantau destinasi wisata air terjun di Desa Dualasi Raiulun.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah) saat melakukan Kunker di Kabupaten Belu, didampingi Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kiri) dan Bupati Belu, Agustinus Taolin (kanan), Minggu (23/01/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Pada kunjungannya di Perusahaan Ayam Petelur Lavinci Farm di Desa Tukuneno Kecamatan Tasifeto Barat, Gubernur sangat mengapresiasi pihak perusahaan tersebut yang sudah berperan memberikan kebutuhan telur bagi masyarakat lokal.
“Terima kasih kepada Lavinci Farm, kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih serta rasa hormat ini adalah langkah maju dengan sudah memberikan suplai telur bagi provinsi NTT. Hal ini dapat mengurangi impor telur dari luar NTT,” ujar Gubernur.

“Kita harus dukung juga agar bagaimana kita bisa kembangkan peternakan kita, salah satunya dengan membuat pakan ternak sendiri. Jangan lagi kita beli pakan ternak dari luar NTT. Kita harus kembangkan industrinya disini. Sejauh ini Kita masih beli pakan ternak ke jawa 1,1 triliun per tahun,” kata beliau.

“Melalui integrasi Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan agar bagaimana Program TJPS itu terus dilaksanakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan juga pakan ternak. Kita harapkan juga hasil pakan ternak dari TJPS dengan perhitungan 1 Ha untuk menghasilkan 7 ton juga dapat digunakan untuk perusahaan Lavinci Farm ini,” jelas Gubernur.

Manager Lapangan Lavinci Farm
Chintya Ivanna Joyo menjelaskan pihaknya ingin mewujudkan pemenuhan kebutuhan telur segar bagi masyarakat. “Awalnya kami mulai farm ini dengan 4.000 ekor ayam petelur dan berkembang hingga hari ini menjadi 21.000 ekor dengan produksi 16.700 butir per hari,” jelasnya.

“Kami juga harapkan bisa produksi pakan sendiri sehingga bisa menekan biaya produksi. Kami juga ingin memenuhi kebutuhan di luar Kabupaten Belu serta kami mohon bantuan Bapak Gubernur untuk mau membantu agar kami bisa mendapatkan izin ekspor ke Timor Leste,” harap Ivanna

Kunjungan ke Kawasan Food Estate

Selanjutnya Gubernur mengunjungi lahan food estate. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur mengharapkan agar pengelolaan lahan food estate tersebut dilakukan secara maksimal sehingga hasilnya dapat digunakan bagi masyarakat. “Lahan food estate dengan tanaman jagung ini harus bisa hasilkan 7 ton dari 1 Ha,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Blok C pengelola lahan food estate Maria Yolenta Kiik juga memberi apresiasi pada Pemerintah yang sudah memberikan bantuan alat sprinkler. “Terima kasih pada pemerintah dalam hal ini Balai Wilayah Sungai yang sudah memberikan bantuan pompa air sprinkler. Ini sangat membantu kami untuk pengolahan kami disini,” Maria.

Pada kesempatan tersebut juga, Bupati Belu Agustinus Taolin menjelaskan, lahan tersebut awalnya lahan kosong yang tidak digunakan. “Lahan ini awalnya tidak dipakai sama sekali. Tapi kita patut bersyukur karena sudah dimanfaatkan dan akan berdampak baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan UMKM Desa Dualaus dan Wisata Air Terjun Mauhalek

Dalam lanjutan kunjungan Gubernur, Gubernur juga turut memantau UMKM masyarakat Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak diantaranya kopi, tenun ikan, kerajinan tangan dan lain-lain.

Selanjutnya, Gubernur juga mengunjungi wisata air terjun di Desa Dualasi Raiulun Kecamatan Lasiolat. “Ini tempat yang indah dan spot air terjunnya luar biasa. Kita akan desain dengan lebih baik sesuai cita rasa pariwisata. Kita harus desain penataan dengan benar dan menarik. Kita akan buatkan kolamnya juga agar airnya tertampung dan menjadi tempat mandi yang nyaman bagi pengunjung,” kata beliau.

Gubernur menambahkan, sangat diperlukan penataan berbasis komoditi (commodity based). “Kita siapkan taman bermain dengan lopo juga. Kita latih masyarakat untuk bagaimana melayani pengunjung dan juga kita harus jaga dengan baik kebersihan lingkungan air terjun dan desa kita ini. Serta saya mau setiap rumah bisa siapkan 2 kamar untuk dapat digunakan sebagai tempat menginap bagi para pengunjung. Kalau kita desain dengan baik pasti mereka akan datang menginap ke sini dan juga untuk melihat destinasi fulan fehan,” Ungkap Gubernur Viktor.

Sementara itu, Seorang Tokoh Pemuda Desa Dualasi Raiulun Dominggus Tes sangat gembira dengan kunjungan Gubernur ke lokasi air terjun Mauhalek tersebut. “Kami sangat bersyukur dengan kehadiran Bapak Gubernur disini yang sudah mau mengunjungi wisata alam air terjun Mauhalek dan untuk pengembangannya lebih baik lagi,” jelas Dominggus. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kunker Hari Pertama di Daratan Timor, Gubernur VBL Kunjungi Kabupaten Kupang dan TTS

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama rombongan mengawali Kunjungan Kerja (Kunker) di 5 Kabupaten se-daratan Timor di Bumdes Tafena To Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Jumat (21/01/2022).

Gubernur VBL dalam sambutan awalnya menghimbau agar masyarakat Kabupaten Kupang khususnya BumDes Tafena To agar berupaya meskipun dengan berbagai persoalan yang dirasakan petani desa Noelbaki.

“Saya sebagai gubernur NTT mengapresiasi segala upaya-upaya yang dilakukan Bumdes Tafena To meskipun banyak pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik” ujar VBL.

Gubernur menyadari masih banyak infrastruktur di Nusa Tenggara Timur yang rusak parah harus dibenahi agar suplai/pasokan bahan pokok dari dan ke daerah-daerah tidak menjadi mahal. “Banyak sekali daerah kita yang berpotensi dan memiliki hasil-hasil bumi tetapi dengan infrastruktur jalan yang buruk. Tapi jika kita kerja rajin saya kita pasti sejahtera”
Gubernur VBL mengagumi kerja Bumdes dengan berbagai inovasi dan pikiran-pikiran modern dalam meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan di desa Noelbaki. Dengan bekerja menggunakan teknologi. “saya kagum kerja Bumdes dengan menggunakan drone untuk pertanian. Ini inovasi yang hebat dan pikiran cerdas masa depan yang bisa kita bangun di nageri ini teristimewa di provinsi ini” tutup VBL.

Hadir mendampingi dalam peninjauan Bumdes Tefana To Noelbaki ini, Bupati Kupang beserta Forkopimda Kabupaten Kupang.

Perjalanan Kunjungan Kerja Gubernur NTT bersama Bupati Kupang beserta rombongan berlanjut ke SMK Negeri 1 Oelamasi Kabupaten Kupang. Dalam kunjungan ini terdapat rangkaian kegiatan yang meliputi Peresmian Gedung Sekolah, Penyerahan Kredit Mikro Merdeka kepada masyarakat pelaku UMKM, penyerahan simbolis tabungan Simple oleh Bank NTT kepada pelajar dan penyerahan bantuan stunting kepada masyarakat kabupaten kupang.

Dalam arahan Gubernur VBL, dalam pembangunan sebuah daerah kita harus kerja keras, fokus yang lebih, dan pemerintah juga turut serta dalam membangun rakyat. “Kita harus banting tulang, fokus yang luar biasa, dan pemerintah juga harus terjun bebas”. Gubernur VBL menambahkan SMK harus bisa menjadi sekolah yang mandiri dan siap kerja setelah menyelesaikan pendidikannya.

Perjalanan Kunker Gubenur NTT dan rombongan dilanjutkan ke Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten guna Pencanangan Penanaman Jagung Program TJPS periode Oktober -Maret Tahun 2021/2022 seluas 675 hektar.

Kunjungan Kerja Gubenur NTT beserta rombongan didampingi Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) dilanjutkan ke Desa Ajobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS dalam rangka penyerahan simbolis Kredit Mikro Merdeka oleh Bank NTT. Penyerahan kredit ini dalam upaya Pemerintah Provinsi NTT membangkitkan semangat dan harapan agar perekonomian masyarakat NTT menjadi lebih baik dan terbebas dari belenggu rentenir serta memudahkan para pelaku ekonomi dalam memperoleh permodalan dengan mudah, murah dan cepat. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Akan Kunjungi 5 Kabupaten Se-Daratan Timor

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) akan melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di 5 Kabupaten se-daratan Timor yakni Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka. Kunjungan kerja tersebut akan dilaksanakan mulai pada 21 Januari hingga 25 Januari mendatang.

Maksud kunjungan kerja tersebut untuk memantau langsung pelaksanaan Program Pemerintah Provinsi yang di laksanakan di beberapa Kabupaten diantaranya Bidang Pertanian Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), Peternakan, Infrastruktur, Pendidikan, Pariwisata, Bumdes, Penanganan Stunting dan lain-lain.

Demikian dijelaskan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi NTT Samuel Halundaka saat didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Parera dalam Jumpa Pers bersama para Wartawan bertempat di Ruang Lobi Lantai 1 Kantor Gubernur NTT pada Kamis (20/01/2022).

“Tujuan Kunker Bapak Gubernur kali ini untuk memastikan langsung perkembangan pelaksanaan pembangunan di lapangan dalam berbagai sektor diantaranya pertanian, peternakan, pendidikan dengan peresmian beberapa sekolah, pariwisata, infrastruktur, peninjauan desa-desa binaan Bank NTT, juga setiap BumDes, Karena NTT masih di dominasi oleh Investasi Pemerintah” ujar Samuel.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi NTT Samuel Halundaka (kanan depan) saat didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Parera (kiri depan) dalam Jumpa Pers bersama para Wartawan bertempat di Ruang Lobi Lantai 1 Kantor Gubernur NTT pada Kamis (20/01/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kunker dimaksud juga, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat untuk mendapatkan masukan terkait pelaksanaan pembangunan dan dampaknya terhadap masyarakat, baik itu di perkotaan maupun dipedesaan,” katanya.

Dikatakannya, Kunker kali ini adalah agenda awal di tahun 2022. Gubernur juga akan mengunjungi kabupaten-kabupaten lainnya untuk juga meninjau hasil program kerja Pemprov NTT yang signifikan untuk juga biaa mewujudkan kesejahteraan di Nusa Tenggara Timur. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Kapolda NTT Irjen Pol Drs Setyo Budiyanto Silaturahmi dengan Gubernur NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol Drs Setyo Budiyanto, SH, MH, bersilaturahmi dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kantor Gubernur NTT, Selasa (4/01/2022).

Kunjungan ini merupakan kunjungan perdana Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto setelah menjabat sebagai Kapolda NTT.

Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Setyo Budiyanto, SH, MH (kiri) saat bersilaturahmi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan), di Kantor Gubernur NTT, Selasa (4/01/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Kapolda NTT Irjen Pol Drs Setyo Budiyanto, SH, MH, menyampaikan bahwa kehadirannya untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama Kepolisian Daerah NTT dan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung program pemerintah serta menjaga stabilitas Keamanan Ketertiban Masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Dalam meningkatkan kerja sama perlunya menjalin hubungan komunikasi dan kerja sama yang baik dalam mendukung program pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, sehingga ekonomi tetap tumbuh dan keamanan di wilayah ini pun tetap kondusif, jelas Setyo Budiyanto.

Dengan pertemuan ini, pihaknya berharap bisa mendapat informasi-informasi untuk membantu mendorong pembangunan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Ke depannya kerja sama ini terus dilakukan dan ditingkatkan,” pinta Setyo Budiyanto.

Sementara itu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyambut baik dan menyampaikan harapannya dan mohon dukungan dari Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto guna bersama menuntaskan permasalahan-permasalahan yang ada di wilayah NTT.

Gubernur NTT VBL pun menyampaikan situasi kondisi dan permasalahan wilayah NTT dalam kaitannya terkait potensi-potensi yang dimiliki NTT yang perlu dikembangkan melalui strategi-strategi maupun inovasi tertentu.

Kami juga sangat bergembira dengan kehadiran Kapolda NTT yang baru Bapak Irjen Pol Drs. Setyo Budiyanto SH, M.H, yang juga mantan Direktur Penyidikan KPK dan saya mau semangat sebagai Penyidik itu terus diterapkan di NTT. Negara atau sebuah daerah itu maju kalau pemerintahannya tidak rakus tidak ada ketamakan,” katanya.

VBL juga mengharapkan Kehadiran Bapak juga sebagai energi positif untuk kita dalam menyelesaikan beberapa masalah diantaranya perizinan-perizinan di setiap kabupaten untuk kita percepat. Kita harus bentuk tim untuk menangani itu. Presiden juga sudah menginstruksikan agar setiap perizinan itu dipercepat.

Begitupun persoalan-persoalan yang ada di wilayah ini baik itu, persoalan tanah maupun investasi. Ia pun memperkenalkan hasil Karya para UMKM yang ada di NTT kepada Kapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto.

Gubernur NTT berharap dalam membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur lebih baik ke depan butuh kerja sama dari semua pihak terutama dari Polri (Polda NTT).

Turut Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT, Bernadeta Meriani Usboko, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur, Cornelis Wadu. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Ciptakan Kemajuan, VBL – Josef Ajak Segenap Komponen Kerja Cerdas, Keras dan Jujur

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mewujudkan kemajuan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengajak segenap komponen pemerintah dan masyarakat untuk selalu menerapkan semangat kerja yaitu kerja cerdas, kerja keras serta kerja jujur.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. Dokumentasi : Istimewa

Hal ini merupakan salah satu penekanan Gubernur NTT dalam sambutan tertulisnya pada Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) NTT Ke-63, Senin (20/12/2021) yang dibacakan oleh Wakil Gubernur NTT.

Sambutan Gubernur NTT dengan jelas menegaskan bahwa sebagai masyarakat NTT, hari ini merupakan hari istimewa, dimana kita kembali merayakan ulang tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ke-63. Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena meskipun perjalanan provinsi ini penuh dengan tantangan, terutama tahun ini kita masih berada dalam tekanan pandemi Covid-19 dan hantaman badai seroja, bahkan kemarin kita masih digoyang oleh gempa tektonik, namun provinsi ini masih kuat tegak berdiri sampai hari ini.

Atas nama pribadi dan keluarga, bersama Wakil Gubernur, Bapak Josef A. Nae Soi serta jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan Dirgahayu Nusa Tenggara Timur ke-63 kepada seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Peringatan Hari Ulang Tahun Nusa Tenggara Timur tahun ini mengambil tema: “Dengan Bekerja Keras dan Cerdas, Kita Wujudkan NTT Tangguh, NTT Tumbuh Menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera.” Tema ini mengingatkan dan menggugah kita bahwa NTT merupakan bentangan surga yang kaya akan sumber daya alam, berlimpah energi matahari, energi panas bumi, energi angin dan arus laut. Negeri elok penuh daya pesona alam dan budaya yang eksotik dengan ragam tenunan hasil kreativitas perempuan NTT yang menawan hati. Kita memiliki lautan yang luas membiru membentang dan menyimpan keanekaragaman biota laut yang lestari. Negeri berjuta lontar ini adalah penghasil komoditas kopi, coklat, mete, fanila, kelor, jagung, kenari, garam, ikan, rumput laut dan ternak berkelas dunia.

Sambutan Gubernur NTT ini mengajak semua komponen di NTT untuk membangun narasi baru tentang NTT, yaitu narasi yang membangkitkan harapan baru. Kita harus meninggalkan narasi lama tentang NTT yang membuat kita terperangkap dalam kepasrahan “Nanti Tuhan Tolong” yang merendahkan martabat kita. Dengan narasi baru, yaitu NTT sebagai “Negeri Tergantung Tindakan” memberi optimisme bahwa kita dapat menciptakan kemakmuran hanya dengan kerja cerdas, kerja keras dan kerja jujur. Narasi optimistik ini harus ditularkan dan diviralkan kepada segenap warga NTT sebagai spirit baru untuk melahirkan etos kerja yang tangguh, ulet dan inovatif. Mari kita membangun ekspektasi imajinatif tentang NTT baru dalam skenario visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera untuk memaknai ulang tahun NTT ke-63.

Ada ungkapan bahwa di ujung lorong panjang yang gelap ada cahaya harapan. Pandemi covid-19 dan berbagai bencana yang mendera kita sepanjang dua tahun ini adalah pengalaman dan tantangan hebat yang harus dikelola guna melahirkan berbagai terobosan untuk menyelamatkan rakyat dan negeri ini. Berkat dukungan partisipasi seluruh komponen masyarakat, lembaga-lembaga agama dan sosial, lembaga pemerintah Pusat dan Daerah,TNI/Polri serta komitmen seluruh jajaran kesehatan, kita telah berhasil menekan jumlah penderita covid-19 sampai pada tingkat yang rendah. Gerak cepat vaksinasi yang masif telah membuahkan hasil dan sampai kini cakupan vaksinasi dosis 1 di NTT telah mencapai 60,65 persen. Angka ini setara dengan 2,32 juta peserta vaksin dari target yang ditetapkan sebanyak 3,83 juta orang. Akibat melandainya kasus penularan covid-19, maka ekonomi NTT berangsur pulih sebagaimana tercermin pada kinerja perekonomian triwulan III 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 2,37 persen, lebih baik dibanding triwulan I sebesar 0,12 persen, meski lebih rendah dari triwulan II, 4,33 persen. Angka kemiskinan pada Maret 2021 juga mengalami penurunan menjadi 20,99 persen sedikit lebih rendah dari September 2020 sebesar 21,21 persen. Demikian pula, angka stunting terus menurun dari 35,40 persen pada tahun 2018 menjadi 20,90 persen pada Agustus 2021. Pemerintah terus berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam berbagai skema program pengaman sosial dan reformasi kesehatan.

Meskipun hasil kemajuan pemulihan kesehatan dan ekonomi menggembirakan kita, namun saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat NTT agar jangan berpuas diri, tetap waspada dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Kita harus mengantisipasi hadirnya varian baru virus corona yaitu omicron yang oleh Badan Kesehatan Dunia disebut sebagai variant of concern yang lebih cepat penularannya.

Walaupun masih berlanjut kebijakan refocusing anggaran yang direalokasi untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, namun Pemerintah Provinsi atas dukungan DPRD NTT berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif untuk melaksanakan berbagai program strategis. Pertama, Program mega infrastruktur. Sampai dengan bulan Desember tahun 2021, dari 906 km jalan provinsi yang rusak berat dan ringan, dengan memanfaatkan sumber pembiayaan dari Pinjaman Bank NTT dan PT. SMI, serta Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Program Hibah Jalan Daerah, telah dikerjakan jalan provinsi sepanjang 365,03 km di tahun 2020 dan 518,62 km pada tahun 2021, sehingga hanya tersisa 22,35 km yang akan dituntaskan pada tahun 2022. Itu berarti, pembangunan infrastruktur jalan provinsi sepanjang 906 km akan selesai dibangun pada tahun 2022.
Kedua, pengembangan kelor sebagai komoditi unggulan daerah telah memberi manfaatnya bagi masyarakat dan dunia usaha. Dalam budidaya, pengolahan dan pemasaran kelor, pemerintah bekerjasama dan memfasilitasi usaha bisnis kelor melalui perijinan dan sertifikasi, membantu promosi dan pemasaran berbagai produk kelor, antara lain dari perusahan Dapur Kelor di Kota Kupang, Graha Kelor di Kabupaten Kupang, Bangkit Bersama di Kabupaten Kupang, Hawila Moringa di Kabupaten Kupang, Maspete Organis di Kabupaten Malaka, KWT Melati di Kabupaten TTU,dan La Moringa di Kota Kupang.

Ketiga, dalam pembangunan peternakan, Pemerintah NTT mempelopori pengembangan sapi Wagyu untuk menghasilkan daging premium melalui teknologi inseminasi buatan (IB) yang kini telah menghasilkan 72 ekor pada tahun 2021 dan pembukaan Rens Sapi Wagyu di Desa Kabaru, Kabupaten Sumba Timur sebagai pusat pembibitan dan pengembangan sapi wagyu. Saat ini pembangunan sementara berlangsung berupa penataan ulang lokasi pemeliharaan dan penanaman hijauan pakan ternak (HPT) serta renovasi pembangunan kandang. Pada tahun 2022, akan dibangun reservoar untuk pemenuhan kebutuhan air bagi tanaman pakan maupun untuk konsumsi 100 indukan sapi wagyu yang akan dikembangkan di kawasan tersebut. Untuk peternakan Ayam, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan Provinsi NTT telah memfasilitasi dalam bentuk pembinaan dan pendampingan perusahaan ayam di Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU, yang memiliki potensi untuk disertifikasi sebagai Kompartemen bebas AI (Avian Influenza), sehingga pada 17 Desember 2021, untuk pertama kalinya terdapat dua perusahaan lokal peternak ayam di NTT yang mendapatkan sertifikasi Kompartemen bebas AI oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sehingga bisa melakukan ekspor produk unggas ke Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Keempat, dalam rangka penertiban pengelolaan aset, Pemerintah Provinsi NTT melakukan kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur untuk melaksanakan kegiatan penertiban, pemulihan dan penyelesaian masalah hukum barang milik daerah. Penertiban aset ini untuk mewujudkan tertib administrasi, dan memberikan jaminan kepastian dan perlindungan hukum terhadap barang milik daerah agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Hasilnya, telah ditertibkan 94 unit kendaraan roda empat dan selanjutnya di lakukan pelelangan oleh Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Kelima, untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas, maka telah dilakukan kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola fungsi kawasan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya secara berkelanjutan di Taman Nasional Komodo. Hal ini menunjukan keseriusan Pemerintah Provinsi NTT untuk terus mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian.

Kelima, pembangunan sektor Perikanan dan Kelautan. Sejak 2018 telah dikembangkan budidaya ikan kakap putih dan kerapu di Kawasan Mulut Seribu-Rote Ndao untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah tersebut, melalui penyediaan 3 unit keramba dengan jumlah benih ikan yang ditebar sebanyak 9.000 ekor serta 1 unit rumah jaga dan 1 unit bagan kelong. Selain di Rote Ndao, budidaya perikanan juga dilaksanakan di Labuan Kelambu, Kabupaten Ngada. Pada awal Tahun 2020 telah ditebar 1 juta ekor benih kerapu untuk pemberdayaan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur. Guna menunjang budidaya perikanan di kedua lokasi tersebut, diharapkan masing-masing Pemerintah Kabupaten memberdayakan BUMD, BUMDes maupun koperasi untuk memproduksi pakan ikan sendiri dengan memanfaatkan potensi setempat dengan pola padat karya. Selain 2 (dua) lokasi tersebut, telah dilakukan pilot project budidaya kerapu di Pulau Semau dengan 9 (Sembilan) Unit Keramba Jaring Apung Bulat. Sampai dengan saat ini telah dilakukan 2 (dua) kali panen dengan total 2 (dua) ton ikan kerapu hidup yang telah di ekspor ke Hongkong. Sementara itu, kita terus mengembangkan budidaya rumput laut sebagai salah satu komoditi andalan dari sektor kalautan yang menjanjikan. Dari potensi pengembangan rumput laut seluas 53.000 hektar, saat ini baru dimanfaatkan 11.000 hektar dengan produksi rumput laut pada tahun 2019 sebanyak 1.645.925 ton basah dan meningkat pada tahun 2020 menjadi 2.003.478 ton basah atau terjadi peningkatan produksi sebanyak 357.553 ton basah. Untuk meningkatkan produksi, pada tahun 2021, Pemerintah telah memberikan bantuan hibah peralatan dan bibit rumput laut kepada 1.338 pembudidaya.

Keenam, selanjutnya potensi lainnya yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan adalah produksi garam. Cuaca, kualitas air laut dan lahan di NTT sangat mendukung untuk menghasilkan garam berkualitas tinggi dengan kadar NaCl mencapai 96 persen sebagai garam industri. Salah satu lahan garam yang kita miliki, yakni di Kabupaten Kupang dengan luas kurang lebih 900 hektar yang telah beroperasi sejak Agustus 2019 dengan kapsitas 150 ton/hektar. Saya berharap agar kabupaten lainnya yang memiliki potensi lahan garam untuk segera mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada dengan memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga produksi garam NTT dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam menyokong pemenuhan kebutuhan garam nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketujuh, pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Sejak tahun 2019, Pemerintah Provinsi NTT telah meluncurkan Program Tanam Jagung Panen Sapi atau TJPS. Pada musim tanam Oktober-Maret 2019/2020 program ini dilaksanakan pada 7 (tujuh) kabupaten, yaitu Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sumba Timur dan Sumba Barat Daya dengan target 2.400 hektar dan realisasi tanamnya seluas 2.310,53 hektar dengan produksinya mencapai 9.538,90 ton. Sedangkan pada musim tanam April-September 2020 dilaksanakan pada 16 kabupaten, antara lain, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan terverifikasi 5.210 hektar, realisasi tanam seluas 1.732 hektar dengan realisasi panen seluas 1.109,16 hektar dengan produksi mencapai 2.258,18 ton. Dan untuk tahun 2021, pada musim tanam Oktober-Maret 2021 sudah dilaksanakan di 16 kabupaten, yakni Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan terverifikasi seluas 8.183 hektar, realisasi tanamnya seluas 8.098,5 hektar dengan jumlah realisasi panen seluas 4.947 hektar dan produksi mencapai 15.117 ton.

Kedelapan, peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu komponen strategis dalam reformasi birokrasi adalah peningkatam mutu dan profesionalitas ASN untuk mewujudkan birokrasi berkelas dunia tahun 2024. Pada tahun 2021 ini telah diresmikan pemanfaatan Assessment Center dan Computer Assisted Test (CAT). Berdasarkan hasil kerja inovatif dan efektivitas kinerja yang dicapai, maka Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT memperoleh peringkat kedua Nasional BKN Award 2021 kategori komitmen pengawasan dan pengendalian lingkup Pemerintah Provinsi Tipe A. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT terus melaksanakan reformasi di bidang kepegawaian, antara lain dengan melaksanakan evaluasi jabatan, implementasi standar kompetensi jabatan, dan membangun aplikasi sistem informasi kepegawaian. Dalam rangka mendorong peningkatan kinerja dan profesionalitas ASN, Pemerintah Provinsi NTT menyediakan insentif untuk meningkatkan kesejahteraan ASN melalui kebijakan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP). Selanjutnya, di Tahun ini juga, seluruh Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT telah menerima dan menerapkan ISO 9001-2015 yang difasilitasi oleh Inspektorat Daerah Provinsi NTT dan Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTT.
Selain itu juga, Pemerintah Provinsi NTT di tahun 2021 melaunching Birokrasi Go Digital di NTT dengan Aplikasi INISA di NTT hasil kerjasama Pemerintah Provinsi NTT bersama Bank NTT dan PT. Digital Pemerintahan Indonesia.

Akhirnya, dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-63 Provinsi NTT, saya mengajak seluruh warga Flobamorata untuk menundukkan kepala, menghormati dan mengucapkan terima kasih kepada para pendahulu kita yang telah meletakan fundasi pemerintahan dan pembangunan daerah ini. Kita sebagai generasi penerus, wajib menjaga kebersamaan dan keutuhan NTT dalam hidup saling menghargai dan terus membenahi diri dan menggelorakan semangat untuk senantiasa Bekerja Keras, Bekerja Cerdas, Bekerja Jujur mewujudkan NTT Tangguh, NTT Tumbuh Menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menolong dan memberkati seluruh ikhtiar dan tekad kita. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kaum Perempuan Harus Mampu Menjadi Penggerak Pembangunan

NTT AKTUAL. KUPANG. Kaum Perempuan yang hebat akan juga menghasilkan generasi yang hebat dan cerdas, dan kita inginkan bersama bahwa perempuan harus mampu menjadi penggerak pembangunan peradaban manusia. Demikian dikatakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Pelayanan (Muspel) Perempuan Sinode GMIT tahun 2021 di Aula Gereja GMIT Elim Naibonat – Klasis Kupang Timur pada Kamis (9/12/2021).

“Di sebuah negara atau daerah itu kalau perempuan maju maka daerahnya juga maju. Kalau perempuannya tidak pernah mengalami kemajuan maka daerah itu juga sulit untuk maju. Kemajuan kaum perempuan juga ditentukan dari kepribadian dan juga kecerdasannya,” jelas Gubernur.

“Pembangunan sebuah lingkungan dan daerah juga tidak bisa terlepas dari kaum perempuan. Kepekaan perempuan terhadap lingkungannya sangatlah tinggi terhadap situasi sosial. Perempuan mampu melihat situasi atau isu sosial dengan lebih cermat dan dalam sebuah keluarga, peran seorang wanita sangatlah kuat untuk membentuk karakter setiap anak,” tambah Gubernur

Gubernur juga menjelaskan, Perempuan itu punya kemampuan yang hebat dan multi tasking. Dan bila diberikan input dan kesempatan yang sama dengan laki-laki misalnya berdiskusi, menyampaikan pendapat maka mereka juga bisa memberikan mindset yang lebih maju dan juga inovasi ataupun cara menyelesaikan masalah dengan solusi yang tepat.

“Bila perempuan itu cerdas, maka dapat dipastikan generasi yang lahir dari rahimnya juga akan hebat dan cerdas.
Hal ini dikarenakan, genetik dari perempuan itu 80% lebih kuat dibandingkan dengan laki-laki,” tambah Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mendorong kaum perempuan untuk bersinergi bersama semua pihak dalam penanganan stunting.

“Awal saya jadi Gubernur itu tingkat stunting di NTT mencapai dan kini sudah mnjadi 20,9%. Itu masih banyak dan harus terus kita tekan bersama. Kita perlu membangun itu agar kita punya generasi unggul dan perempuan harus ambil peran disitu dengan bersinergi bersama. Generasi yang lahir dan hebat itu bukan datang tiba-tiba, tetapi perlu lakukan desain pembangunan manusia yang unggul, hebat dan cerdas,” tambahnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Beri Motivasi Para Lulusan Politeknik Negeri Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memotivasi para lulusan Politeknik Negeri Kupang (PNK) untuk memiliki adversity quotient atau kemampuan untuk dapat memiliki daya tahan dalam menghadapi situasi sulit dan tantangan. Pernyataan tersebut diungkapkannya pada saat memberikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Politeknik Negeri Kupang Dalam Rangka Dies Natalis ke-XVII dan Wisuda Sarjana Terapan serta Ahli Madya tahun 2021 di Auditorium Kampus Politeknik Negeri Kupang pada Senin (6/12/2021).

Adversity Quotient harus dimiliki setiap lulusan sarjana dan ahli madya. Itu kemampuan seseorang untuk memiliki daya tahan terhadap tekanan atau kesulitan. Itu harus dimiliki agar bisa bertahan terhadap tantangan yang ada harus kuat membentuk diri untuk menghadapi kesulitan ketika sudah turun untuk mengabdi dan melayani masyarakat,” jelas Gubernur.

“Jangan hanya pintar secara IQ atau kecerdasan intelektual tetapi juga adversity question. Itu adalah orang-orang yang tidak cepat putus asa, pekerja keras selalu berpikir tetang solusi pemecahan masalah. Dalam mengerjakan sesuatu jangan berhenti ketika lelah tetapi berhenti ketika sudah selesai mengerjakan,” tambah beliau.

Gubernur VBL juga meyakini para lulusan PNK tersebut adalah jajaran generasi punya nilai juang luar biasa.

“Saya juga butuh generasi muda yang berani terjun dilapangan, tidak pengecut, yang mau belajar untuk bersama pemerintah membangun masyarakat baik melalui sektor pertanian, peternakan, perikakan, pariwisata dan lainnya. Kita harus berkembangan dengan local resources based kita atau sumber daya alam lokal kita dari sektor-sektor tersebut,” ucap beliau.

“Untuk lahan pertanian kita harus dikerjakan dengan cara modern juga. Saya dengar bahwa di PNK sudah ada mesin bubut. Kita mau ke depannya juga akan lahir mesin-mesin yang dihasilkan mahasiswa dan lulusan PNK yang kita gunakan untuk pakai tanam dan panen di seluruh lahan pertanian di NTT,” harap beliau.

Gubernur juga mengharapkan, di tahun 2023 seluruh pengolahan lahan pertanian di NTT harus bisa mencapai 500.000 Ha dan ditanam minimal 2 kali begitupun juga dengan panennya.

“Saya ingatkan lagi, semuanya harus kerja dengan baik, profesional, kolaborasi dan sinergi kelembagaan. Jangan kerja sendiri-sendiri. Kampus dan mahasiswa harus terlibat aktif dimasyarakat. Provinsi ini sangat kaya dan harus kita kelola bersama,” ucap Gubernur.

Ia juga mengatakan, Pemprov NTT sedang membangun budidaya lobster dan kerapu. “Beberapa hari lalu kita bersama Menteri Perikanan dan Kelautan juga meninjau budidaya lobster di Mulut Seribu. Tahun 2023 kita bermimpi budidaya lobster yang terbesar ada di NTT dan bisa bersaing dengan Vietnam. Harus optimis dan yakin. Kita kerja bersama,” tegasnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Audiens Bersama Pihak Rumah Sakit Jantung Harapan Kita

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiens Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita bersama tim, Senin (06/12/2021) terkait dengan penetapan RSUD Prof. DR. W.Z. Johannes Kupang jadi Rumah Sakit Jejaring Rujukan Kardiovaskuler (Gangguan pada jantung dan pembuluh darah).

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah NTT, kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan yang telah menetapkan kebijakan standar pelayanan terpadu dalam penanganan Kardiovaskuler. Tentunya segala administrasi yang perlu kami lengkapi, dipastikan hari ini dapat diselesaikan,” ungkap Gubernur VBL.

“Rumah Sakit di NTT, kedepanya kita desain dengan perspektif pariwisata. Sebagaimana di Kota Kupang, setelah Rumah Sakit yang sementara pembangunan sampai pada tahapan finishing dan melakukan pelayanan, maka RSUD Prof. DR. W.Z. Johannes Kupang akan kita desain pembangunannya dengan perspektif pariwisata,” ujar Gubernur Viktor

Gubernur VBL dalam audiens tersebut mengungkapkan harapan terkait pemenuhan fasilitas kesehatan di NTT dan makna pelayanan kesehatan sebagaimana yang diungkapkan oleh Mantan Gubernur NTT, Ben Mboi.

“Saya berharap, kedepan NTT memiliki Rumah Sakit Jantung dan Ginjal dengan perspektif pariwisata, dikarenakan Penyakit Jantung merupan jenis penyakit membunuh nomor satu di dunia dan orang NTT banyak mengkonsumsi air kapur sehingga potensi gangguan Ginjal pada masyarakat pasti tinggi. Sehingga Rumah Sakit perlu kita siapkan dan kebijakan pemerintah dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat di kabupaten/kota,” jelas Gubernur

“Dalam mengatasi 50 persen kesehatan pasien, saya mengutip apa yang disampaikan alm. dr. Ben Mboi kepada saya : Viktor, pasien itu bisa 50 persen sembuh manakala dokternya ramah dan rumah sakitnya bagus,” jelas Gubernur Laiskodat

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dr. dr. Iwan Da Kota, SPGJP mengungkapkan
Komitmenya dalam menindaklanjuti kebijakan Kementrian Kesehatan terkait dengan keputusan Menteri Kesehatan RI nomor : HK. 01.07./MENKES/7128/2020 tanggal 24 November 2020 tentang status RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes kupang sebagai Rumah Sakit Jejaring Rujukan Kardiovaskuler.

“Saya bersama teman-teman, merupakan tim pengampu jejaring jantung seluruh Indonesia, terdapat 54 Rumah Sakit di seluruh Indonesia di 34 Provinsi. Kami melakukan pembinaan dan pelayanan, dalam persiapan dua tahun ke depan harus sudah sesuai standar pelayanan pasien Jantung sesuai standar di RS. Harapan Kita,” ungkap Dirut Iwan

“Kami terimakasih, Pak Gubernur Responnya sangat positif. Estimasi kami pasti NTT bakalan lebih cepat pengembangannya, sehingga masyarakat segera mendapat pelayanan yang baik, baik dari sisi tenaga kesehatanya, fasilitas kesehatan dan pendukung lainnya,” jelasnya

Selanjutnya Direktur RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes Kupang, Mindo Sinaga saat diwawancarai, mengungkapkan bahwa direktif dan arahan yang disampaikan oleh bapak Gubernur dalam bentuk penugasan, pastinya kita laksanakan, baik itu secara lisan maupun tertulis.

“Tadi saat audiens, bapak gubernur sudah menugaskan khusus kepada kami, sehingga kami menunggu hasil visitasi dari tim tersebut dalam bentuk rekomendasi. Ini menjadi acuan bagi kami dalam menyiapkan SDMnya, fasilitas kesehatan dan pendukung lainnya di tahun 2022 dan tahun 2023, gedung dan pelayanannya diharapkan sudah bisa beroperasi,” ungkap Mindo. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Ini Arahan Gubernur NTT Saat Penyerahan DIPA dan DA-TKDD Tahun Anggaran 2022 Lingkup Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur Provinsi NTT pada Kamis (2/12/2021) dilaksanakan Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022 Kepada Perwakilan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja dan Bupati/Walikota di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur Josef Nae Soi, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Sekretaris Daerah NTT Ben Polo Maing dan juga para undangan lainnya.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam arahannya meminta kepada para Bupati dan Walikota untu mempercepat vaksinasi, penanganan stunting, dan juga terkait dengan perizinan bagi para investor.

“Dalam memntum ini kita sungguh ingin membangun NTT untuk tahun 2022dan juga ada beberapa isu besar dengan isu kesehatan dengan adanya pandei covid 19 masih menjadi sesuatu yang perlu kita antisipasi. Sayayakin bila vaksinasi kita bisa menjadi 80% maka itu artinya herd imunity dan daya tahan masyarakat kita sudah. Saya juga sudah koordinasikan dengan Sekda dan beberapa OPD bahwa mulai tanggal 21 Desember – 3 Januari itu seluruh daerah di NTT kita nyatakan level 3 untuk antisipasi penyebaran covid,” jelas Gubernur.

“Adapun juga penanganan malaria harus kita tingkatkan terutama di daerah Sumba. Kita ini bangga dengan pariwisata daerah kita dan jangan sampai pengunjung datang dan terganggu dengan wabah penyakit ini. Saya harapkan Bupati Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Sumba Barat untuk seriusi masalah ini,” tegasnya.

Gubernur juga meminta seluruh Bupati dan Walikota untuk berusaha maksimal dalam menekan angka stunting. “Awal saya jadi Gubernur itu stunting di NTT berada pada di angka 42 % dan kini sudah di 20,90 %. Stunting ini juga jadi perhatian serius Bapak Presiden dan beliau mau stunting NTT berada pada angka 14% di tahun 2024. Harus kita seriusi dengan benar masalah stunting ini dan usahakan jangan ada lagi anak yang terlahir stunting pada tahun depan 2022 ini. Kita bermimpi untuk generasi menciptakan kita generasi hebat, sehat, kuat dan pintar,” ungkap beliau.

“Saya juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten TTU dalam hal ini Bupati serta Wakil Bupati dan jajarannya dalam proses APBD tahun ini. Saya lihat Kabupaten TTU ini yang terbaik untuk seluruh proses APBD tahun 2021 ini,” tambahnya.

Dalam arahannya juga, Gubernur VBL juga menjelaskan bahwa dalam mewujudkan pembanguna  daerah selain melalui APBD juga harus dengan dukungan investor. “Tidak mungkin kita mau bertumbuh dengan APBD saja maka saya minta seluruh kepala daerah untuk desain invetasi dengan baik untuk sampai ada investor datang ke NTT dan proses perizinanya jangan lama dan berbelit-belit,” katanya.

Services publiknya harus baik kita selesaikan dengan cepat” jelas Gubernur.

“Saya juga senang pembangunan garam kita di Kabupaten Kupang sudah baik terima kasih untuk Bupati Kupang dan juga untuk Bupati Rote Ndao yang sudah turut membangun kawasan Mulut Seribu dan juga membangun budidaya lobster,” tambah Gubernur.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbedaharaan Provinsi NTT Catur Widodo menjelaskan, Pada Tahun 2022, jumlah alokasi dana APBN di lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebesar Rp33.237.847.851.000,-, yang terdiri dari alokasi anggaran DIPA Satuan Kerja sebesar  Rp10.069.767.671.000,-, dan alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar  Rp23.168.080.180.000,-.

“Pada Tahun 2022, jumlah satuan kerja di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mendapatkan alokasi anggaran dari APBN mencapai 600 satuan kerja dengan total alokasi anggaran DIPA sebesar Rp10.069.767.671.000,-. Jumlah ini terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp3.376.946.610.000,- atau 33,5 persen dari total alokasi anggaran DIPA, Belanja Barang sebesar Rp3.606.483.703.000,- atau 35,8 persen dari total alokasi anggaran DIPA, Belanja Modal sebesar Rp3.066.906.908.000,- atau 30,5 persen dari total alokasi anggaran DIPA, dan Bantuan Sosial sebesar Rp19.430.450.000,- atau 0,2 persen dari total alokasi anggaran DIPA,” jelasnya.

“Jumlah Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2022 untuk seluruh pemerintah daerah se-Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai Rp23.168.080.180.000,-, dengan rincian Dana Bagi Hasil sebesar Rp 280.409.950.000, Dana Alokasi Umum sebesar Rp 12.774.811.972.000, Dana Alokasi Khusus Fisik sebesar Rp 3.619.064.177.000, Dana Alokasi Khusus Non Fisik sebesar Rp 3.625.971.685.000, Dana Insentif Daerah sebesar Rp 62.310.041.000, dan Dana Desa sebesar Rp 2.805.512.355.000, jelas Catur. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur Viktor Buka Konferda III GAMKI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat membuka kegiatan Konferensi Daerah (Konferda) III Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) NTT pada Jumat (3/12/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja GMIT Hosana Sungkaen Kupang.

Dalam kegiatan tersebut Gubernur VBL mendorong GAMKI untuk ikut serta berpartisipasi membangun masyarakat NTT bersama Pemerintah. “Setiap anggota GAMKI minimal harus bisa turut berkoneksi dengan sektor pembangunan NTT. Harus bisa berjejaring dengan masyarakat dan juga Pemerintah. Saya yakin GAMKI ini punya kemampuan untuk itu sehingga bisa ada sumbangsi pikiran dan kinerja juga bagi masyarakat NTT,” ujar Gubernur.

“NTT ini punya kekayaan yang melimpah dan jauh melampaui provinsi lain.
Namun kekurangan kita selama ini kita tidak membangun fokus pada kekuatan – kekuatan yang ada di Provinsi ini.
Kita kurang berdiskusi untuk bangun _local resources based_ kita. Keunggulan-keunggulan kita misalnya peternakan, pertanian, pariwisata, perikanan dan lain lain untuk bersama orang-orang yang bisa kerjakan itu dan jejaring yang punya keunggulan untuk mengelolanya sektor-sektor tersebut,” jelas Gubernur.

Gubernur menambahkan, Dalam membangun NTT dibutuhkan kecerdasan dan kreatifitas kita mulai dari pola pikir kita sendiri. “Tidak bisa kita kerja dengan cara biasa dan sendiri-sendiri. Kita butuh generasi seperti itu untuk bangun kekayaan NTT. Harus optimis dan punya keyakinan serta juga melibatkan investor,” tegasnya.

“Kita tahu kalau kita membawa perubahan tentunya pasti ada pihak yang tidak suka atau kontra dengan apa yang kita kerjakan. Saya tidak pernah tertarik dengan perbedaan politik juga konflik maupun dendam yang menghambat kinerja kita asalkan kita sama-sama kerja untuk banyak orang dan hasilnya dapat dinikmati, berguna bagi banyak orang dan dapat dikenang di Provinsi ini,” jelasnya.

Ketua DPD GAMKI NTT Emi Nomleni menyampaikan apresiasi pada pihak-pihak yang mendukung Konferda tersebut.
“Terima kasih untuk semua pihak yang sudah memberikan dukungan dan kita harapkan Konferda ini bisa berjalan dengan baik sampai selesai. GAMKI ini adalah organisasi panggilan kita untuk melayani bagi kaum muda, gereja dan masyarakat,” kata Emi.

“Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan semua pendahulu senior kami dan juga para junior tentunya GAMKI ini bukan hanya semata organisasi melainkan wadah yang penuh kasih untuk saling menguatkan kita. Kita juga akan terus bermitra bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten,” ujarnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata