Arsip Tag: Universitas Nusa Cendana (Undana)

IKADANA FAPERTA Laksanakan Webinar Nasional “Pengembangan Kultur Jaringan dan Sertifikasi Benih Porang”

NTT AKTUAL. KUPANG. Ikatan Alumni Universias Nusa Cendana Fakultas Pertanian (IKADANA FAPERTA), bersama Fakultas Pertanian Undana serta V & M Biotechnology, melaksanakan Webinar Nasional dengan Tema “Dari NTT untuk Indonesia”, pada Senin (30/8/2021).

Kegiatan ini diawali prolog yang disampaikan oleh moderator Pauline Nugraheni, SP dan dilanjutkan dengan Welcome Speech yang disampaikan oleh Ketua IKADANA FAPERTA, Nixon Balukh, SP, M.Si.

Dalam sambutannya Nixon Balukh menyampaikan selamat datang dan selamat mengikuti Webinar Nasional dari NTT untuk Indonesia kepada para peserta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan porang sebagai salah satu komoditas prioritas nasional dan provinsi NTT khususnya dari aspek perbenihan dan pengembangan benih melalui kultur jaringan yang merupakan salah satu metode perbanyakan benih dalam lingkungan yang terkendali (secara in vitro) dan aseptik sehingga tanaman tersebut dapat berkembang dan lebih banyak jumlahnya.

Lebih lanjut dikatakan Nixon bahwa untuk menjamin agar mutu benih porang yang diproduksi dan diedarkan maka perlu dilakukan sertifikasi. Dengan demikian dapat mendukung ketersediaan benih porang pada tingkat wilayah dan tingkat nasional menuju mandiri benih.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan sekaligus mendorong peran serta para mahasiswa untuk lebih aktif dan partisipatif dalam mengembangkan dirinya sekaligus berkontribusi pada pembangunan. Diharapkan kolaborasi pelaksanaan kegiatan ini akan berlanjut baik dalam bentuk kegiatan yang sama atau kegiatan lainnya, tandasnya.

Dekan Fakultas Pertanian Undana (Dr. Ir. Damianus Adar, MEc) dalam opening Speech menyampaikan pelaksanaan Webinar nasional ini merupakan perwujudan kolaborasi antar lembaga sekaligus untuk mendukung pengembangan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar bagi para mahasiswa serta mendukung pengembangan karakter Kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

Lebih lanjut Damianus Adar menyampaikan bahwa pengembangan porang sebagai salah satu komoditas prioritas diharapkan juga dapat sebagai pemicu peningkatan pendapatan masyarakat khususnya di Provinsi NTT bagi petani lahan kering. Pada sisi lain juga dapat mendukung penurunan angka kemiskinan.

Selain itu Damianus adar juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Webinar nasional ini dan mengharapkan adanya kegiatan-kegiatan kolaborasi selanjutnya.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, dan kemudt dilanjutkan dengan pemaparan materi secara panen oleh 7 (tujuh) mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta yang merupakan binaan Pak Pranowo dari Laboratorium V & M Biotchnology yaitu Reva Bimo Nugroho, Cindekia Purba Wisesa, Ahmad Qomaruzzaman, Aulia Dwi Chandra, Dinda Amelia Gumay, Seyfa Salshabila Agustin dan Syarini Dwi Lukmana, secara khusus membahas tentang pengembangan kultur jaringan, dan dilanjutkan pemaparan oleh Emmanuel Richardo, SP (Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda-NTT) terkait dengan sertifikasi benih porang.

Webinar ini dilanjutkan dengan diskusi antara para peserta dengan nara sumber baik pada aspek pengembangan kultur jaringan maupun aspek sertifikasi benih.

Untuk diketahui beberapa poin kesimpulan dari Webinar ini antara lain :

(1) Pengembangan porang dari aspek perbenihan melalui kultur jaringan perlu terus dikembangkan pada berbagai daerah dalam mendukung ketersediaan benih porang,

(2) Cara perbanyakan tanaman/benih/bibit melalui kultur jaringan dapat mendukung dan atau mengatasi kelangkaan benih porang,

(3) Sertifikasi benih porang perlu dilakukan untuk menjamin kebenaran benih dan mutu benih mulai dari proses produksi sampai dengan benih siap diedarkan,

(4) sertifikasi benih porang dapat dilakukan melalui sertifikasi benih baku, pemurnian benih dan dan benih lokal.

Kegiatan ini ditutup oleh Nixon Balukh, SP, M.Si selaku ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, dengan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan webinar nasional ini. Harapannya akan berlanjut pada kolaborasi kegiatan-kegiatan lainnya. (***)

Badan Pengurus IKADANA FAPERTA Kabupaten Belu Dikukuhkan

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Faperta Undana) bersama Ketua Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana-Faperta) melantik/mengukuhkan Badan Pengurus Ikadana Faperta Kabupaten Belu pada Sabtu (26 /06/2021).

Dekan Fakultas Pertanian Undana, Damianus Adar dalam sambutannya mengatakan bahwa Alumni merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kampus terutama dalam mendukung akreditasi kampus sekaligus juga berkolaborasi dengan kampus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah baik Provinsi maupun kabupaten/kota.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa untuk lebih mewujud nyatakan kehadiran dan peran alumni Faperta Undana pada 22 Kabupaten/Kota se-NTT maka perlu dibentuk Badan Pengurus Ikadana Faperta.

“Hari ini kita lakukan pelantikan/pengukuhan di Belu dan ini merupakan Kabupaten yang ketiga setelah Kabupaten Ende dan Kabupaten Sumba Tengah yang sudah terbentuk,” tutur Damianus.

Dirinya mengharapkan kehadiran Alumni Fakultas Pertanian Undana melalui wadah Ikadana Faperta akan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu.

Pada kesempatan yang sama Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana Faperta Undana) Provinsi NTT, Nixon Balukh dalam sambutannya mengatakan bahwa Tahun ini kami diberi target oleh Fakultas untuk memediasi pembetukan Badan Pengurus Ikadana Faperta minimal di 6 Kabupaten.

Dekan Fakultas Pertanian Undana Damianus Adar dan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana Faperta Undana) Provinsi NTT, Nixon Balukh (tengah) saat foto bersama dengan Badan Pengurus Ikadana Faperta Undana Kabupaten Belu pada Sabtu (26/06/2021). Dokumentasi : Istimewa.

“Bagi kami target ini akan dapat kami capai bahkan bisa lebih. Setelah pelantikan/pengukuhan Badan Pengurus Ikadana Faperta Kabupaten Belu, akan dilanjutkan dengan pelantikan/pengukuhan di Kabupaten Sumba Timur tanggal 1 Juli 2021 dan di Kabupaten Sumba Barat tanggal 2 Juli 2021, juga sedang dipersiapkan di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Kabupaten Lembata, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTS dan Kabupaten TTU, sedangkan Kabupaten lain akan dikomunikasikan lebih lanjut proses pembentukannya,” kata Nixon.

Adapun Tagline dari Ikadana Faperta adalah Dari Alumni, Oleh Alumni dan Untuk Faperta, dengan jumlah alumni sekarang tercatat sebanyak 4.220 alumni yang berasal dari 3 program Studi yaitu Agroteknologi, Agribisnis dan Kehutanan, jelas Nixon.

Ketua Ikadana Faperta  Undana Kabupaten Belu, Arther Rinmalae mengatakan bahwa dengan terbentuknya Badan Pengurus  Ikadana Faperta Kabupaten Belu maka akan menjadi wadah bagi seluruh Alumni Fakultas Pertanian Undana yang berada di Kabupaten Belu untuk dapat membangun database alumni, pemberdayaan alumni, mendorong kemandirian alumni, mendukung peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus juga mendukung pembangunan di Kabupaten Belu.

“Kami berterima kasih kepada Dekan Fakultas Pertanian Undana dan Ketua Ikadana Faperta Provinsi NTT yang telah berkoordinasi dengan alumni yang berada di Kabupaten Belu memfasilitasi pembentukan Ikadana Faperta Kabupaten Belu,” ujarnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Alumni FAPERTA UNDANA Gelar Penyuluhan di Kecamatan Amfoang Selatan

NTT AKTUAL. OELAMASI. Alumni Fakultas Pertanian (Faperta) bersama Dosen Fakultas Pertanian  Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melaksanakan pengabdian masyarakat bersama melalui kegiatan penyuluhan di Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang pada Sabtu (12/06/2021).

Alumni Fakultas Pertanian (Faperta) bersama Dosen Fakultas Pertanian  Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang foto bersama petani yang berada di Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang pada Sabtu (12/06/2021). Dokumentasi : Istimewa

Menurut Dekan Fakultas Pertanian Undana, Damianus Adar bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan perwujudan dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi dimana civitas akademik dapat mengiplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan Damianus Adat bahwa Alumni merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kampus terutama dalam mendukung akreditasi kampus sekaligus juga berkolaborasi dengan kampus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Pada kesempatan yang sama Ketua Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta)  Nixon Balukh mengatakan bahwa Kolaborasi alumni dan dan civitas akademik ini merupakan perwujudan perjanjian kerjasama alumni dan kampus untuk bersama melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan bersama. Ini langkah awal yang baik dan Kecamatan amfoang selatan dipilih karena merupakan salah satu pelaksana program Pemerintah Provinsi NTT Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Pada Kegiatan penyuluhan kali ini Fokus materi nya yaitu meliputi “Untuk Meningkatkan Pengetahuan Petani Dalam Budidaya Jagung” yang dibawakan oleh Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Undana Anto Ndiwa, Materi lainnya adalah “Meningkatkan Kapasitas  dan Dinamika Kelompok Tani yang dibawakan oleh Dosen Faperta Undana, Niko Serman dan Meteri berikutnya yakni “Mempersiapkan Petani Menjadi Penangkar Benih Jagung” yang dibawakan oleh alumni Faperta Undana, Eric Ricardo.

Kegiatan ini akan berlanjut pada pada lokasi lain bisa fokus materi penyuluhan yang sama bisa juga berbeda tergantung kebutuhan masyarakat.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Amfoang Selatan Siprianus Egong mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu kesiapan petani/kelompok tani pelaksana program TJPS. Pada Musim tanam april-september di Amfoang Selatan akan ditanam jagung seluas 32 Ha dan 4 Ha merupakan areal penangkaran benih pada 3 desa yaitu Desa Lelogama, Desa Leloboko dan Desa Fatumetan. Jadi kegiatan penyuluhan ini dilakukan kepada petani/kelompok tani pelaksana pada 3 desa. Terima kasih kepada Ikadana Faperta dan Fakultas Pertanian Undana yang telah melakukan kegiatan penyuluhan ini. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Audiens bersama Tim Pasca Sarjana Undana

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor bungtilu laiskodat beraudiensi dengan Tim Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) di ruang kerja Gubernur pada Senin (31/05/2021).

Dalam pertemuan tersebut tim Pasca Sarjana Undana meminta dukungan dalam proses beasiswa LPDP dengan dukungan anggaran dari Pemprov NTT bagi kuota 20 orang penerima beasiswa untuk satu tahun pertama .

Tim pascasarjana Undana juga meminta agar kesediaan Pemprov NTT untuk mendorong para ASN agar memilih Undana sebagai kampus tujuan para ASN yang ingin melanjutkan studi baik untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan untuk mendukung kinerja ASN.

Gubernur NTT, Viktor bungtilu laiskodat (kanan depan) saat beraudiensi dengan Tim Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) di ruang kerja Gubernur pada Senin (31/05/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat juga menanggapi positif permintaan tersebut. “Pemerintah Provinsi NTT akan mendukung mengenai beasiswa tersebut dan tentunya para penerima beasiswa juga saya harap saat kembali nanti bisa berkontribusi untuk daerah ini,” ujarnya.

“Untuk ASN yang diminta untuk melanjutkan studi di Undana saya pikir itu sangat bagus dan saya juga setuju karena Undana ini merupakan salah satu universitas yang terbaik di NTT dan juga memiliki fasilitas sarana prasarana pendidikan yang baik dengan dukungan tim pengajar dari para doktor dan profesor,” jelasnya.

“Saya juga ingin ke depan agar Undana sendiri dibanggakan melalui riset-riset yang hebat. Kita bukan hanya saja mencetak sarjana, magister ataupun doktor tetapi juga menghasilkan suatu riset di berbagai bidang untuk digunakan demi demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.

“Saya menitikberatkan pada bidang peternakan dan pertanian. Harus ada riset-riset ilmiah yang luar biasa untuk mengembangkan pertanian dan peternakan. Pemprov siapkan lahan dan dosen serta mahasiswa harus turun di lapangan. Saya mau suatu saat NTT bisa dibanggakan dari bidang peternakan dan pertanian,” jelasnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Dukung Peningkatan SDM ASN, Wawali Kota Kupang Terima Kunjungan Direktur Pasca Sarjana Undana

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man menerima kunjungan Direktur Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Feliks Tan di ruang kerjanya, Rabu (19/05/2021).

Dalam kunjungan tersebut Prof. Feliks yang didampingi Kepala Program Studi (Kaprodi) S2 Peternakan, Dr. Frangky Telupere dan Kaprodi S2 Administrasi Publik, Dr. Aziz Djaha mensosialisasikan kehadiran Program Pasca Sarjana di Undana serta tawaran peluang bagi para ASN Kota Kupang yang ingin melanjutkan studi tanpa harus ke luar daerah.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat menerima kunjungan Direktur Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Feliks Tan bersama rombongan di ruang kerja Wakil Wali Kota, Rabu (19/05/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali dalam pertemuan itu menyambut baik tawaran tersebut. Menurutnya dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM), para ASN perlu didorong untuk mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi menurutnya ke depan Pemkot Kupang akan fokus pada pengembangan dan pemulihan perekonomian. Selain itu kemajuan jaman saat ini dengan segala kompleksitas nya menuntut dukungan SDM yang berkualitas. Bahkan menurutnya dalam perekrutan dan jenjang karir PNS bukan tidak mungkin dalam beberapa waktu ke depan mewajibkan para kepala sekolah harus bergelar minimal S2. Dengan demikian tawaran pendidikan S2 dari Undana bisa menjadi peluang yang menarik. Pertimbangan jarak yang dekat, karena masih dalam wilayah Kota Kupang tentunya akan lebih menghemat biaya ketimbang harus melanjutkan studi di luar daerah menurutnya.

Karena itu Wawali meminta pihak Undana untuk bersurat secara resmi kepada Pemerintah Kota Kupang, agar informasi ini bisa disosialisasikan kepada para ASN. Namun Wawali juga mengingatkan tentang kemungkinan dalam satu hingga dua tahun ke depan rencana ini masih sulit direalisasi karena Pemkot Kupang masih konsentrasi pada upaya pemulihan pasca badai seroja dan pandemi covid 19.

Direktur Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Feliks Tan dalam penjelasannya menyampaikan Program Pasca Sarjana Undana sudah hadir sejak beberapa tahun lalu. Saat ini mereka memiliki kurang lebih 600 mahasiswa dari 10 program studi. 2 program studi doktoral, yakni prodi peternakan dan adminsitrasi publik serta 8 program studi magister. Dia berharap ke depan ASN Kota Kupang bisa memanfaatkan peluang studi lanjut di Undana ketimbang harus pergi jauh ke luar daerah. Apalagi dalam situasi pandemi covid 19 seperti saat ini, ASN bisa mengikuti kuliah secara daring tanpa harus menganggu aktivitasnya di kantor. Program pascasarjana juga menurutnya terbuka bagi para guru terutama yang ingin mendalami ilmu di Program Studi Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Sosial. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Gubernur NTT : Pertanian Lahan Kering Harus Membantu Pembangunan

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pengembangan sektor pertanian khususnya pertanian lahan kering harus ikut membantu pembangunan daerah. Hal tersebut diungkapkannya pada saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dengan Tema “Pola Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan” yang dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana pada Kamis (26/11/2020).

“Pengembangan pertanian lahan kering tentunya sangat penting untuk turut membantu pembangunan provinsi ini. Tentu juga harus menggandeng pariwisata sebagai lokomotif utamanya. Sektor pertanian, peternakan, serta perikanan harus mampu menjadi suplai chain bagi pariwisata,” jelas Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (berdiri kiri depan) saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dengan Tema “Pola Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan” yang dilaksanakan di Aula Gedung Rektorat Universitas Nusa Cendana pada Kamis (26/11/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Suplai chain dari sektor-sektor tersebut harus bisa dihasilkan dari NTT sendiri bukan dari luar. Komoditi unggulan dari sektor pertanian lahan kering tentunya diharapkan juga mampu memenuhi kebutuhan pariwisata,” tambahnya.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, dalam hasil survei menunjukan bahwa bila pandemi covid 19 berakhir maka destinasi pariwisata dengan atraksi alam dan budaya akan paling banyak dikunjungi.
Tentunya NTT akan dapat keuntungan karena atraksi alam dan budaya yang atraktif dan eksotis adalah ciri khasnya.

“Terima kasih kepada Kampus Undana yang sudah menyelenggarakan seminar ini dan tentunya saya berharap mahasiswa lulusan fakultas pertanian harus mampu menjadi pengusaha di sektor pertanian. Begitupun dengan lulusan Fakultas Peternakan, Perikanan dan lainnya untuk menjadi pengusaha dibidangnya”, harap Gubernur.

“Selama ini SDM lulusan sarjana yang ada di NTT masih memiliki pola pikir hanya mau untuk menjadi PNS. Setiap kali lulus dari kampus hanya tunggu lowongan PNS. Memang ada baiknya juga, namun kuota penerimaannya terbatas. Imbasnya adalah angka pengangguran yang tinggi. Maka dari itu lulusan sarjana pertanian harus bisa menjadi pengusaha di bidang pertanian. Itu sungguh luar biasa karena ilmu bukan hanya dipelajari namun juga bisa membantu ditengah masyarakat dan membantu untuk kemandirian dirinya sendiri,” himbau Gubernur.

Sementara itu, Rektor Univesitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredik Benu, M.Si, P.hd mengatakan pengembangan pertanian lahan kering sebagai salah satu ujung tombak Perguruan Tinggi dan Pemerintah dan masyarakat untuk membangun pertanian sekaligus menjawab persoalan yang ada.

“Terima kasih pada Bapak Gubernur yang sudah memberikan dukungan. Baru-baru ini juga beliau menghimpin para pimpinan Perguruan Tinggi yang ada di Timor, Sabu, Rote dan Alor bertekad bersama mewujudkan taggung jawab pembangunan di tengah masyarakat melalui MoU yang ditandatangani bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkuliahan di kampus kini tidak hanya mengajarkan teori pada mahasiswa namun mengambil tanggung jawab mengatasi persoalan di masyarakat. (*/NA)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur : NTT Akan Menjadi Provinsi Penyumbang Energi Baru Terbarukan Terbesar di Indonesia

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa dengan iridiasi panas matahari tertinggi di Indonesia, maka Provinsi ini kedepan akan menyumbangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat berlimpah untuk Republik ini. Hal ini dikatakan oleh Gubernur Laiskodat saat menghadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Penanaman 2000 Pohon yang diprakarsai oleh PLN Cabang Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (27/10/2020).

Gubernur mengatakan bahwa hasil riset yang dilakukan oleh Bank Dunia belum lama ini, menjadikan Provinsi NTT sebagai salah satu, bahkan satu – satunya Provinsi di Republik ini yang selain memiliki iridiasi panas matahari tertinggi di Indonesia, juga memiliki kecepatan angin yang sangat konstan di sepanjang pantai di NTT.
“Rizet yang mengatakan demikian,” ungkap Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada kegiatan Penanaman 2000 Pohon yang diprakarsai oleh PLN Cabang Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (27/10/2020). Dokumentasi : Istimewa

Masih menurut orang nomor satu di NTT ini, bahwa sekarang tidak ada pilihan lain bagi kita semua untuk segera melupakan energi fosil. Mulailah kita berpikir tentang Energi Baru Terbarukan. Bahkan saat ini perusahaan – perusahaan besar di dunia menamakan diri mereka Renuble Energi Hundred Persen. Artinya bahwa apapun yang diproduksi oleh perusahaan manapun di dunia ini yang tidak menggunakan Blue Energi, maka sudah pasti ditolak. Hal ini mengharuskan kita untuk segera menggunakan Energi Baru Terbarukan. Dan oleh Presiden Jokowi telah mencanangkan dan memaksakan untuk Energi Baru Terbarukan pada tahun 2024 harus menyentuh angka 23%.
“Secara Nasional saat ini PLN ada di angka 10 – 11%. Itu artinya masih kurang sekitar 12%, dan untuk mencapai itu dibutuhkan kerja ekstra,” lanjut Gubernur Viktor.

“Oleh karena itu, sebagai Gubernur saya pastikan bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi lompatan ekonomi di Provinsi ini akan mencapai 2000 bahkan 3000 kali lipat berkat Energi Baru Terbarukan yang akan disumbangkan buat Negara ini, baik dari energi matahari, angin maupun bio masanya,” lanjut Gubernur.

Mengakhiri sambutannya, mantan Anggota DPR RI ini memberikan apresiasi kepada pihak PLN dan Undana Kupang yang telah berpikir maju bukan saja untuk mengisi kekosongan energi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif membangun ekonomi mereka dalam mendukung energi di Provinsi ini, yang adalah merupakan energi masa depan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Nusa Cendana, Fredrik L. Benu, dalam sambutannya mengatakan bahwa penanaman 2000 anakan pohon Lamtoro dan Kaliandra ini berada di lahan seluas 5 hektar. Selanjutnya tanaman ini akan diolah menjadi Pembangkit Listrik di NTT.

Sedangkan General manejer PT PLN Cabang NTT, Agustinus Djatmiko, dalam sambutannya mengatakan bahwa momentum ini bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke 75.
Agustinus mengatakan bahwa meskipun NTT tidak memiliki batu bara, tetapi Renueble Energinya sangat luar biasa. Sedangkan untuk energi matahari menjadi energi listrik, daerah lain hanya maksimal menyala 4 jam, sedangkan di Provinsi NTT bisa menyala sampai 9 jam.
Agustinus juga mangatakan bahwa untuk kebutuhan cacahan pohon Kaliandra dan Lamtoro, setiap harinya PLN membutuhkan 30 ton cacahan dari kedua pohon ini. (*/NA)

Gubernur NTT Minta Undana Dukung Program TJPS

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi NTT terus aktif membangun sektor pertanian, peternakan dan perikanan untuk menopang pembangunan dengan bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut dibahas dalam audiensi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Para Pimpinan Universitas Nusa Cendana, pada Selasa (15/09/2020).

Pertemuan ini juga dihadiri Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan dan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Bupati Sumba Barat dan Bupati TTU.

“Kita akan terus kembangkan pembangunan dibidang pertanian. Misalnya untuk lahan di Sumba Tengah dengan luas 3000 Ha itu akan dibangun 50 sumur bor untuk mendukung kebutuhan air.  Sumba itu daerah yang kaya untuk potensi pertanian harus dikembangkan infrastrukturnya dengan baik sehingga lahan yang kosong itu bisa dimanfaatkan. Jadinya masyarakat akan senang dan tidak malas untuk menanam, Kemudian wilayah Sumba bagian selatan itu juga akses jalannya belum bagus dan harus dikerjakan untuk juga membantu mobilisasi,” jelas Gubernur.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi saat audiensi bersama Para Pimpinan Universitas Nusa Cendana, pada Selasa (15/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Untuk peternakan juga harus kita dukung. Kita lihat untuk daerah Sumba sendiri masih impor telur ayam dari luar. Ke depannya jangan lagi seperti itu. Peternakan akan kita kembangkan lebih baik untuk Sumba, Timor dan Flores mulai dari produksi ayam, telur ayam, babi dan sapi. Kita juga tingkatkan terus pengembangan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan saya mau pihak Universitas Nusa Cendana untuk dukung program ini,” ujar Gubernur Viktor.

Gubernur juga ingin agar pelaku akademik dalam hal ini mahasiswa untuk bisa turun langsung kepada masyarakat dengan memiliki program terapan di sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Mahasiswa yang dibina di bangku perguruan tinggi harus bisa menjalankan program ditengah masyarakat. Misalnya untuk mahasiswa pertanian punya program tanam porang atau jagung, mahasiswa peternakan punya program pengembangan produksi sapi, dan juga budidaya ikan oleh mahasiswa fakultas peternakan. Harus ada hasilnya dan menjadi salah satu ukuran kelulusan mahasiswa. Kita pihak pemerintah dukung itu dengan anggaran yang kita siapkan. Hal ini baik sehingga ilmu dari kajian ilmiah itu bisa dirasakan langsung masyarakat dan ada hasilnya untuk pembangunan,” katanya.

“Kita harus kerja sama antara Pemerintah dan juga Perguruan Tinggi dalam kajian pengembangan tiga sektor ini. Kita juga akan kontrol ke lapangan melihat pelaksanaan dengan masyarakatnya dan juga produksinya. Harus ada hasil yang baik,” tambah beliau.

Lebih lanjut dikatakannya, pembangunan ditengah masyarakat tidak boleh dihambat karena semuanya untuk peningkatan kesejahteraan. “Saya ingin juga pembangunan kita terus lanjutkan dan jangan pernah dihambat. Walaupun kita sekarang sedang dilanda pandemi covid 19 namun harus tetap kita bekerja dengan jalankan protokol kesehatan juga mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh,” tegasnya.

Sementara itu Tim Akademisi Universitas Nusa Cendana yang dipimpin Rektor Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si didampingi Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Damianus Adar, M.Ec, Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Arnol Manu, M.Si dan Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Dr. Ir. Marcelien Ratoe Oedjoe, M.Si turut mendukung pembangunan di sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Kami pihak Universitas Nusa Cendana siap mendukung program pemerintah ini. Untuk saat ini juga kami mendesain kurikulum dimana setiap mahasiswa akan mengambil program kuliah 20 SKS di luar kampus dalam hal ini akan turun langsung ke masyarakat dan kami wajibkan itu semua,” jelas Rektor Undana Prof. Fredriek.

“Disamping itu juga para Dekan dari masing-masing Fakultan Pertanian, Peternakan, serta Kelautan dan Perikanan akan berkoordinasi dengan setiap kepala dinas terkait untuk membangun kerja sama secara teknis dilapangan,” ujarnya. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kecerdasan Akademik Wisudawan Memberikan Manfaat Bagi Orang Lain

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat Menghadiri Acara Dies Natalis ke 58 dan Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Secara Daring bertempat di Auditorium Undana – Kupang, Selasa (01/09/2020).

Dalam sambutannya, Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, kita bersyukur bahwa hari ini, kita dapat melaksanakan Dies Natalis ke 58 Universitas Nusa Cendana dan juga wisuda magister, profesi dan sarjana. Kita tentunya bersyukur walaupun dunia dalam keadaan rawa paya, tapi kita tetap melaksanakan seluruh tugas tanggungjawab kita dengan baik.

Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan sambutannya Acara Dies Natalis ke 58 dan Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Secara Daring bertempat di Auditorium Undana – Kupang, Selasa (01/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur menambahkan, menjadi seorang sarjana itu adalah kebanggaan setiap manusia. “Saya dulu sangat ingin juga menjadi seorang sarjana, dari kecil saya bercita-cita menjadi seorang pengacara maka saya memilih kuliah hukum dan berjuang untuk itu, sampai saya diwisuda. Itu kebanggaan saya. Tentunya orang tua pun akan bangga kalau anak-anaknya telah memperoleh pengakuan akademik lewat gelar yang diperoleh, entah itu sarjana apapun namanya, pasti pengakuan itu memberikan kebanggaan, bahwa anaknya itu diakui sebagai manusia yang punya kecerdasan.

“Karena itu, bila seorang wisudawan yang nantinya mengemban tugas kecerdasan akademik yang dimilikinya, dia harus mampu memberikan kontribusi bahkan memberikan manfaat bagi orang lain. Jadi kalau seorang sarjana yang  keluar nganggur, bahkan urus diri sendiri tidak mampu, itu tandanya sarjana itu tidak layak dapat gelar sebenarnya, karena yang bersangkutan sudah harus mampu untuk menolong dirinya sendiri termasuk menolong orang lain,” ungkap Gubernur VBL.

Acara Dies Natalis ke 58 dan Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Secara Daring bertempat di Auditorium Undana – Kupang, Selasa (01/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL menyampaikan terimakasih kepada Undana, Rektor dan seluruh civitas akademika Undana, karena lewat Lembaga ini telah memberikan banyak kontribusi terhadap pembangunan di Provinsi NTT. “Pasti ada yang kurang tentunya dan kekurangan itu yang terus harus kita benahi dalam rangka kita menatap masa depan NTT yang lebih baik”, harap VBL.

VBL mengatakan, NTT sangat bangga punya Undana dan memiliki fakultas peternakan, pertanian, perikanan, kedokteran dan fakultas lainnya. “Pertanian NTT, profesi petani paling banyak 60-70 persen ada di NTT, baik peternakan maupun pertanian. Tapi kalau kita bertanya, di dalam profesi pertanian dan peternakan ini, apakah kesejahteraan paling banyak di situ ?, ternyata juga tidak, itulah penyumbang kemiskinan terbesar ternyata profesi ini. Itu pertanyaan yang menggangu. Lalu buat apa ada sarjana pertanian, buat apa saya kasih sekolah anak saya menjadi sarjana pertanian kalau ternyata pertanian NTT tidak pernah bertumbuh ?”, kata VBL.

VBL meminta para wisudawan khusus pertanian, peternakan, perikanan, agar tidak boleh diwisuda kalau belum mengaplikasikan ilmunya dalam bentuk karya nyata di bidangnya masing-masing. Peternakan, sebelum diwisuda, minimal telah memelihara kalau babi 50 ekor babi,  kalau kambing 50 ekor kambing, kalau sapi 25 ekor sapi.  Jadi ukurannya langsung terukur. Begitu juga pertanian, minimal 1 hektar lahan dia sudah punya dan kelolah dengan rakyat. Kalau dia sarjana perikanan maka kalau budidaya, dia dipastikan sudah punya keramba apung. Entah budidaya di darat atau di laut minimal 2 Keramba dibuat, maka yang bersangkutan begitu selesai, dia tidak lagi mencari pekerjaan karena dia mampu melakukan  pekerjaan dan bahkan dia mempekerjakan orang lain.

“Ke depan bukan kita mencari tahu berapa lahan yang kosong tetapi kita dapat memastikan berapa lahan yang telah dikerjakan. Kita rubah cara mindset kita ke depan, karena kalau kita tanya lahan kosong berapa ?, kita bingung.  Tapi kalau kita sudah kerjakan maka itu sebuah kepastian. Kita akan menjawab dengan pasti, saya punya 1 hektar maka kalau 1000 orang, ada 1000 hektar yang telah dikerjakan”, jelas VBL.

Beliau  menginginkan untuk terus adanya kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi dalam membangun NTT. “Saya mengharapkan sambutan hari ini dapat ditindaklanjuti dalam kerjasama yang konkrit. Kita lihat berapa lahan, mahasiswa ada berapa ?  kita  tinggal hitung, Undana sekian, Unika sekian, UKAW sekian, dengan kerjasama menurut saya, kita akan menatap masa depan kita,  karena seluruh anak-anak pintar ada di lahan-lahan”, tegas VBL.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Fredrik L. Benu, mengatakan, muda atau tua sebuah Universitas tidak bisa kita ukur hanya dari usia melainkan juga dari kontribusi yang bisa kita berikan bagi kemaslahatan bangsa dan kemanusiaan. Wisuda menandakan bahwa para wisudawan telah siap menempuh langkah memasuki dunia nyata.

“Saya percaya setelah melalui gemblengan almamater Undana, para wisudawan mampu membuat pilihan tepat dan cepat untuk masa depan yang penuh dengan pilihan”, kata Fredrik.

Dalam situasi pandemi covid-19, Undana tetap berkomitmen memberikan layanan   secara maksimal dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi mutakhir termasuk wisuda dan Dies natalis Undana kali ini yang dilaksanakan secara daring. Fredrik Benu memberikan judul dalam pidato kali ini adalah menjadikan pandemi covid-19 sebagai tantangan dan peluang meningkatkan layanan pendidikan tinggi di garis depan.

Lulusan terbaik pada wisuda Undana kali ini adalah :  1). Irenius Abi, S.STP., M.Si, PPs, Ilmu Administrasi, IPK 3,94; 2). Kristin Melliyati Benu, S.Pd, FKIP, Bimbingan Konseling, IPK 3,92; 3).  Yudi Lima, SH, Fakultas Hukum, Ilmu Hukum, IPK 3,90; 4). Fear Christa Sonopaa, S.Ak, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Akuntansi, IPK 3,89; 5). Yosepha Kumanirang, S.K.M, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, IPK 3,88; 6). Yohanes Frandoxa Rolency Paleng, S.Sos, FISIP, Ilmu Administrasi Negara, IPK 3,84; 7). Lukas Lia Donny Mukin, S.Mat, Fakultas Sains dan Teknik, Matematika, IPK 3,83; 8). Oktavia Oni, S.P, FAPERTA, Agribisnis, IPK 3,77; 9). Laurensia Yolani Alfredy, S.Pi, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Manajemen Sumber Daya Perairan, IPK 3,72; 10).  Maria Dortiana  Sijung, S.Pt, FAPET, Peternakan, IPK 3,65.

Wisudawan termuda adalah Bernike Lusitania Sumbay, tempat tanggal lahir : Ruteng 04 Juli 2020, Fakultas Kedokteran, Pendidikan Dokter, Umur 20 tahun 2 bulan dan Wisudawan tertua adalah Yohanes Lau, tempat tanggal lahir  : Fatukleten 21 Desember 1962, PPs, Ilmu Administrasi, Umur 58 tahun.

Undana kali ini mewisuda 712 Wisudawan/i, terdiri dari 44 magister,  2 profesi dan 666 sarjana. Total jumlah Wisudawan/i yang telah dihasilkan Undana sampai dengan saat ini  sebanyak  70.356 wisudawan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Staf Khusus Gubernur NTT  (Imanuel Blegur), Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT (Selvi Pekujawang), Kepala Biro Humas &. Protokol NTT (Marius Jelamu), perwakilan wisudawan dan orang tua. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata