Arsip Tag: UKAW Kupang

Dosen Biologi UKAW Kupang Paparkan Bioteknologi Hijau Pohon Kusambi

NTT AKTUAL. KUPANG. Penelitian lintas disiplin ilmu memberikan pandangan yang luas dan keterkaitan antara data yang didapatkan dari kajian  bidang ilmu yang berbeda untuk menjelaskan suatu obyek penelitian. Ocseanic and South East Asian Navigators (OCSEAN) telah memberikan kesempatan bagi 8 orang peneliti dari bidang bahasa, budaya, biologi dan genetika dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia sejak 15 Juni – 15 Sepetember 2022.

Pelatihan yang diberikan memberikan paradigma berpikir baru tentang pentingnya melakukan inovasi dalam penelitian namun tetap menjaga kelestarian bahasa dan budaya lokal sebagai kekayaan daerah. Interaksi antara manusia dengan sesama dan alam di masa lampau menjadi peta untuk pengembangan penelitian masa depan.

Penyerahan sertifikat Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past  bidang Genetika oleh fasilitator OCSEAN 2022. Dokumentasi : istimewa

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKAW Kupang, Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech yang berkesempatan mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia, kepada Media ini, Selasa (27/09/2022) menceritakan saat mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia dirinya berkesempatan mempersentasekan manfaat pohon Kusambi.

Pohon Kusambi (Schleichera oleosa) memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur sejak dulu kala, setiap bagian pohon kusambi memiliki manfaat dan berkaitan erat dengan budaya NTT, jelas Mellissa.

“Daun dan batang kusambi digunakan dalam pembuatan daging Se’i dan pembuatan pewarna alami untuk tenun ikat sedangkan biji kusambi digunakan oleh masyarakat sebagai bahan bakar tradisional misalnya untuk menyalakan lentera,” ungkap Mellissa.

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKAW Kupang, Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech. Dokumentasi : istimewa

Dirinya menambahkan Kearifan lokal masyarakat NTT dalam menggunakan pohon kusambi menjadi petunjuk untuk melakukan berbagai penelitian yang dapat menambah nilai manfaat pohon kusambi saat ini. Bioteknologi hijau berkaitan dengan pemanfaatan agen biologi (tumbuhan, hewan dan mikroba) untuk menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Penelitian tentang kualitas daging Se’i ditinjau dari parameter kimia dan mikrobiologi dengan variasi waktu pengasapan yang berbeda menunjukkan bahwa pengasapan secara tradisional perlu dioptimasi untuk mengurangi kadar benzo(a)pyrene dan mengurangi kontaminasi Staphylococcus aureus yang dapat menghasilkan enterotoksin  (Ledo et al., 2006).

Upaya pembuatan asap cair dilakukan untuk mengurangi kandungan benzo (a)pyrene dari asap batang kusambi namun pembuatan daging se’i menggunakan asap cair mengurangi cita rasa daging se’i (Lambui et al, 2006). Pembuatan pewarna alami dari daun dan batang kusambi untuk memberikan warna pink pada tenun ikat dapat dikembangkan untuk pembuatan cat akrilik untuk aktivitas seni lukis atau mural. Buah kusambi biasanya dikonsumsi langsung dengan menambahkan gula, garam dan cabai namun daging buah kusambi dapat digunakan dalam pembuatan wine kusambi dengan cita rasa yang khas dan konsentrasi alkoholnya berkisar 9-10 % (Mali et al., 2020).

Biji kusambi dengan kandungan asam lemak yang bervariasi dan relatif tinggi ditemukan  menjadi tempat hidup mikrofungi lipolitik (jamur mikroskopis yang dapat menghasilkan enzim lipase) yaitu Aspergillus niger, Aspergillus flavus, dan Penicillium sp (Sele et al., 2018). Enzim lipase yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri misalnya sebagai biokatalis dalam sintesis biodiesel (Ledo et al., 2020) dan pembuatan keju (Klaes et al.,2022). Kecambah biji kusambi juga dapat digunakan sebagai sumber enzim lipase (Hendrik et al.,2021).

Produk-produk ramah lingkungan yang dihasilkan melalui metode bioteknologi dengan menggunakan daun, batang, buah dan biji kusambi menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat NTT memiliki potensi yang besar dalam mendukung inovasi pada pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sekaligus menyadarkan kita betapa pentingnya melakukan konservasi pohon kusambi bukan hanya karena pohon ini memiliki banyak manfaat  namun juga untuk melestarikan budaya NTT yang berkaitan dengan pohon kusambi dan kehidupan masyarakat NTT di masa lampau hingga masa kini, tutup Mellissa. (**)

Gubernur VBL Ingin UKAW Kupang Berkolaborasi Optimalkan SDA

NTT AKTUAL. KUPANG. Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Kristen di NTT, harus bisa berperan aktif dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih berkualitas untuk dapat bekerja keras dengan pikiran cerdas, tampilkan cara-cara kerja inovatif, dengan ilmu yang didapat untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah dan harus memiliki bekal cerdas, berani dan peduli.

Demikian dikatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), saat menerima Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko., M.Si, bersama Wakil Rektor II : Ir. Yohanes Merryanto., M.Si., Ph.D, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) : Ir. Melkianus Nuhamara, MP, Pdt. Dr. Wilfrid Ruku selaku Dekan Fak. Teologi, dan Umbu P. L. Dawa, S.Pi. M.Sc selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, pada Jumat (16/09/2022), di ruang kerja Gubernur NTT, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

“UKAW Kupang harus kolaborasi bersama pemerintah dalam program penunjang pembangunan diantaranya Program TJPS, pengembangan kelor, budi daya Kerang, Kerapu, Lobster, dan semua program pemerintah dalam rangka optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) NTT yang sangat kaya dan variatif ini,” kata Gubernur.

“Saya senang karena ada Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di UKAW Kupang sehingga begitu mereka lulus dapat bermitra dengan pemerintah, sehingga program – program unggulan dari Pemerintah Provinsi NTT dapat berjalan optimal, untuk kesejahteraan masyarakat NTT secara umum, juga kesejahteraan lulusan dari UKAW sendiri dan itu juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi”, jelas Gubernur Viktor bersemangat.

“Jadi Sarjana Pertanian, jadi Sarjana Perikanan dari UKAW, tidak hanya untuk sekedar dapat gelar akademik semata, tetapi harus punya lahan pertanian atau lahan perikanan yang bisa dikelola secara mandiri, dan mampu menghasilkan income bagi diri sendiri dan keluarga. Ini menjadi bagian utama dari UKAW untuk menghasilkan para lulusan yang siap kerja di lapangan, bukan kerja di belakang meja. Jangan sampai jadi sarjana cuma diatas kertas saja,” tambahnya.

“Mari kita bangun kolaborasi, UKAW dapat menyiapkan lahan sebesar 100 hektar, untuk mendukung program TJPS,” ujar Gubernur Laiskodat.

“Saya minta kepada UKAW, identifikasi setiap mahasiswa asal Daratan Timor, dapat menyiapkan lahan 1 hektar untuk dapat dikelola saat menjalankan program KKBM atau KKN, khususnya di Kabupaten Kupang, TTS dan TTU. Kita juga sementara dalam upaya untuk melakukan budi daya Kerang dengan rencana luasan budidaya adalah 10.000 hektar, karena kerang ini dapat dimanfaatkan untuk pakan lobster, UKAW saya harapkan bisa mendesain program kolaborasi untuk budi daya berkelanjutan dari program budi daya kerang tersebut. Lahan juga bisa ditanam jagung, kelor, ubi dan lain sebagainya, paling tidak lahan dari orang tua mahasiswa minimal setiap mahasiswa satu hektar, dapat dimanfaatkan secara baik untuk ditanam, sehingga bisa produktif secara ekonomis maupun antisipasi untuk rawan pangan”, kata Putera Semau ini.

Orang Nomor Satu NTT ini juga meminta agar UKAW dapat mendorong semua mahasiswanya ikut terlibat aktif dalam menanam kelor, masing-masing mahasiswa harus bisa tanam 100 pohon.

Sementara itu, Rektor Unkris Artha Wacana Kupang, Ayub Meko, mengundang gubernur untuk dapat hadir dan menyampaikan sambutan pada Rapat Terbuka Senat Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, dalam rangka Wisuda Pasca Sarjana ke-20 dan Wisuda Sarjana ke-64, pada tanggal 24 September 2022 mendatang.

“Terima kasih karena Bapak Gubernur selalu memberi perhatian dan mengikuti perkembangan UKAW dengan sangat baik, kami sangat memberi apresiasi untuk hal tersebut, khususnya pada hari ini, Bapak Gubernur membuka peluang yang sangat besar untuk kita dapat bekerja kolaboratif memajukan daerah ini. Hal ini juga menjadi peluang yang sangat berarti bagi para mahasiswa dan alumni UKAW untuk bisa diberdayakan, dalam rangka peningkatan taraf hidup dan ikut terlibat langsung dalam pembangunan kamasyarakatan”, ungkap Rektor Meko.

Lebih jauh Putra TTS yang pernah menjabat Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UKAW ini juga mengharapkan kehadiran Gubernur VBL, pada kegiatan Kuliah Umum, dimana kegiatan tersebut sangat bermanfaat, sehingga kedepan UKAW semakin berbenah dengan berbagai masukan konstruktif bagi peningkatan mutu lulusan UKAW itu sendiri.

Turut hadir pada kesempatan tersebut : Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

UKAW Kupang Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang II

NTT AKTUAL. KUPANG. Setelah sukses membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang I Tahun Ajaran 2022/2023, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang membuka kembali pendaftaran mahasiswa baru gelombang ke II Tahun Ajaran 2022/2023.

UKAW Kupang. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Rektor UKAW Kupang, Dr. Ir. Ayub U.I Meko, M.Si saat ditemui Media ini di ruang kerjanya, Senin (13/06/2022) mengatakan gelombang I penerimaan mahasiswa baru UKAW Kupang Tahun Ajaran 2022/2023 itu sudah sejak 20 April sampai dengan 12 Juni 2022 lalu dan kini sudah ditutup, dan saat ini dari proses seleksi gelombang I akan diumumkan pada 18 Juni 2022 mendatang. Kemudian gelombang II Tahun Ajaran 2022/2023 di buka sejak tanggal 13 Juni sampai dengan 20 Juli 2022 dan proses seleksi gelombang II itu dari 22 hingga 23 Juli 2022 kemudian pengumuman gelombang II nya tanggal 25 Juli 2022.

Rektor UKAW Kupang, Dr. Ir. Ayub U.I Meko, M.Si. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dirinya menambahkan penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2022/2023 gelombang ke II ini khusus untuk program studi (Prodi) yang belum memenuhi kuota, dan bagi prodi yang sudah memenuhi kuota tidak dibuka lagi untuk penerimaan mahasiswa baru nya. Ada sebelas prodi yang belum memenuhi kuota dan satu prodi yang sudah memenuhi kuota.

“Prodi yang belum memenuhi kuota yakni prodi ilmu pendidikan Theologi dan PJKR (Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi) prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Biologi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Prodi lainnya yaitu prodi ilmu Hukum di Fakultas Hukum, di Fakultas Ekonomi ada prodi Manajemen dan Akuntansi, kemudian di Fakultas Perikanan itu ada Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Prodi Teknologi Hasil Perikanan serta di Fakultas Pertanian itu ada Prodi Mekanisasi Pertanian dan Prodi Teknologi Hasil Pertanian. Sedangkan untuk prodi sudah memenuhi kuota yakni prodi Theologi Agama Kristen,” jelas Ayub.

UKAW Kupang memiliki Dosen tetap sebanyak 162 orang, terdiri dari Doktor 30 orang, selain itu ada Dosen lainnya yang sementara studi Doktor ada 29 orang baik yang studi didalam negeri maupun di luar negeri, yang lain Dosen dengan gelar S2, lanjutnya.

Sementara itu untuk Akreditasi semua Prodi di UKAW Kupang sudah terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) dan ada satu prodi yakni prodi Manajemen sudah terakreditasi baik sekali. Selain itu secara institusi UKAW Kupang sudah terakreditasi B dan Akreditasi ini dari BAN-PT.

Dirinya berharap orang tua memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, dan banyak orang tua yang memilih untuk menguliahkan anak-anaknya di UKAW Kupang, pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Memperingati Hari Bumi, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKAW Beri Edukasi Pengolahan Sampah Anorganik dan Organik

NTT AKTUAL. KUPANG. Permasalahan sampah menjadi semakin serius saat ini, penimbunan sampah plastik yang mencemari lingkungan menyebabkan kerusakan ekosistem bahkan kematian organisme di perairan, sedangkan penimbunan sampah organic seperti sisa sayuran dan buah juga menimbulkan pencemaran udara, air dan tanah yang dapat memicu penyebaran penyakit dan kerusakan lingkungan.

Dalam rangka memperingati hari Bumi pada Sabtu 23 April 2022, Dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP-UKAW) memberikan edukasi pengolahan sampah anorganik dan organik bagi siswa-siswi yang dilaksanakan di ruangan Laboratorium IPA  SMPK Santa Maria Assumpta Kupang dalam bentuk pelatihan pembuatan produk olahan sampah plastik berupa hiasan dinding Dream catcher yang digandrungi remaja pencinta film korea dan pengolahan sisa kulit buah menjadi produk  ecoenzyme yang dapat digunakan sebagai bahan dasar berbagai produk turunan ecoenzyme seperti handsanitizer, pembersih alami, penjernih air, cairan antiseptik, cairan disinfektan, dan pupuk organik cair untuk menumbuhkan budaya cinta lingkungan sejak dini.

Tim Dosen dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi UKAW Kupang saat foto bersama dengan Kaur Kurikulum, Guru IPA dan Mahasiswa PPL Universitas Muhammadiyah, Sabtu (23/4/2022) Dokumentasi : Istimewa

Kegiatan ini juga dihadiri oleh guru IPA SMPK Sants Maria Assumpta Kupang dan Mahasiswa PPL dari Universitas Muhamadiyah Kupang yang sedang melaksanakan praktek mengajar. Pembuatan hiasan Dream catcher menggunakan kemasan aqua dan kantong plastik sangat menarik perhatian siswa.

Dalam kesempatan ini, Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKAW Kupang  Yanti Daud, S.Pd, M.Si memberikan informasi tentang pentingnya mengolah sampah plastik karena sampah jenis ini sulit untuk didegradasi secara alami, selain itu kebiasaan memilah sampah sebelum dibuang adalah kebiasaan yang baik untuk dilakukan sehingga mempermudah proses pengolahan selanjutnya.

SMPK Santa Maria Assumpta Kupang telah menyediakan tempat sampah berdasarkan jenisnya sehingga mendukung proses pemilahan sampah. Pengolahan kulit buah melalui proses fermentasi menjadi ecoenzyme dilakukan oleh siswa-siswi setelah dibekali dengan informasi yang disampaikan  Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech yang juga Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKAW Kupang tentang ecoenzyme dan manfaatnya, proses pembuatan ecoenzyme yang mudah dapat dilakukan oleh siswa-siswi dengan baik

Dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP-UKAW) memberikan edukasi pengolahan sampah anorganik dan organik bagi siswa-siswi yang dilaksanakan di ruangan Laboratorium IPA  SMPK Santa Maria Assumpta Kupang, Sabtu (23/4/2022). Dokumentasi : Istimewa

Dirinya menambahkan selanjutnya untuk proses panen ecoenzyme setelah 3 bulan masa fermentasi akan dilaksanakan pada bulan Juli sekaligus melatih siswa-siswi SMPK Santa Maria Assumpta Kupang membuat produk turunan ecoenzyme.

Dalam kesempatan ini siswa-siswi juga diminta untuk memilah sampah sebagai bentuk perbuatan baik yang dapat dilakukan untuk membantu orang lain khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung.

Kaur Kurikulm SMPK Santa Maria Assumpta Kupang, Alexander Y. T. Tetik, S,Pd, MM, mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan ini tetap berlanjut untuk memotivasi siswa-siswi memiliki kecintaan terhadap ilmu sains dan mendukung aktivitas Sains Club di SMPK Santa Maria Assumpta Kupang yang disambut baik oleh Tim Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP-UKAW karena diperlukan kolaborasi untuk bersama-sama mengatasi persoalan lingkungan terutama dalam mendidik generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk menjaga Bumi tercinta. (**)