Arsip Tag: Tol Laut

Gubernur VBL Minta Tol Laut Juga Dibuka Antar Pulau di NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pada Rabu (18/8/2021), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiensi dari Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Mayjen Purn (Mar) Buyung Lalana bersama pejabat Dirjen Perhubungan Laut, Capt. Bharto Ari Raharjo di ruang kerja Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, staf Khusus Menteri Perhubungan, Buyung Lalana menjelaskan sejak diluncurkan pada tahun 2015, Tol Laut telah mampu menurunkan biaya logistik sampai 30 persen karena ada subsidi dari pemerintah dan juga menekan disparitas harga antar daerah. Misi utama program tersebut adalah efisiensi biaya pengiriman bahan pokok penting dan muatan balik potensi daerah.

Menanggapi hal itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Perhubungan untuk menjadikan dan menetapkan Pelabuhan Tenau Kupang sebagai salah satu pelabuhan ekspor. Sehingga berbagai potensi unggulan di NTT dapat langsung dikirim ke negara tujuan. Terkait tol laut. Gubernur juga minta agar dibuka tol laut antar Pulau di NTT. Di NTT, ada sekitar lebih dari 50 pelabuhan dan 15 bandara. Dengan adanya kapal yang setiap hari mengelilingi pulau-pulau di NTT, perdagangan akan bisa bertumbuh pesat.

Selanjutnya kolaborasi Pemerintah bersama PT. Pelindo III terkait pemaparan Desain Pelabuhan Tenau sebagai Hub-Port atau Gateway merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Semau Kabupaten Kupang selain Pengukuhan TPAKD (27/8/2021).

Lima hari kemudian, tepatnya tanggal 1 September 2021, Direktur Utama PT Pelindo III (Persero), Boy Robyanto didampingi General Manager Pelindo Cabang Kupang, Agus Nazar melakukan audiensi sekaligus menandatangani Kerjasama dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat tentang Sinergi Pengembangan Kawasan Pelabuhan dan Pengelolaan Potensi Bisnis Pelabuhan di Wilayah NTT, Rabu, (01/9/2021) pagi di ruang kerja Gubernur NTT.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, pentingnya optimalisasi konektivitas pelayaran dalam daerah dan membuka ruang bagi investasi pihak swasta di Pelabuhan Tenau Kupang.

“Pelabuhan Tenau Kupang harus dibenah lagi dan membuka kesempatan kepada para investor swasta untuk bersaing bebas di pelabuhan Tenau Kupang. Hal ini penting untuk memperlancar distribusi semua komoditi dari seluruh pulau-pulau bisa terkumpul di Kupang agar pelayaran yang keluar dari NTT itu bisa berjalan dengan baik,” Jelas Gubernur Viktor.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Pelindo III (Persero), Boy Robyanto mengatakan, sebagai BUMN, Pelindo III berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah Provinsi NTT melalui berbagai program.

“Pemerintah Pusat memiliki program Tol laut, dimana ada 30 jalur tol laut. Dan 80 persen rute awalnya dari Surabaya ke Indonesia Timur. Tol laut memiliki biaya yang besar, sehingga Pelindo telah menyampaikan kepada Menteri Perhubungan agar Kapal Tol laut bisa juga melayani dalam Provinsi NTT, ” ungkap Boy.

“Tol laut itu biaya besar, saya sudah sampaikan ke Menteri Perhubungan, kenapa tidak merubah konsep kapal tol laut sebagai vide. Seperti Pelabuhan Tenau Kupang jadi Hub maka kapal tol laut itu bisa melayani hanya di sekitar Kupang seperti Rote, Sabu, Sumba, dan Lembata dengan melibatkan kapal swasta yang harganya bersaing sehingga menekan cost turun, dan beban Pemerintah turun, ” tandasnya.

Boy juga menjelaskan, Pelabuhan Tenau bisa jadi pelabuhan Internasional karena punya kedalaman yang mampu untuk menerima kapal-kapal besar. Namun, masih disesuaikan dengan kemampuan logistik di Kupang.

“Pelabuhan Tenau Kupang harus dibuat jadi Hub untuk kapal-kapal Tol Laut di bagian Indonesia Timur. Sehingga semua kapal dari tol laut bisa melayani di NTT. Selain itu bisa melibatkan kapal swasta agar menekan cost,” jelas Boy.

“Kami terus menata pelabuhan Tenau Kupang. Masih banyak tempat yang bisa dioptimalkan. Kami bersyukur Pemerintah bisa mendukung kami untuk mengoptimalkan pelabuhan yang ada di NTT, ” jelasnya.

Ia menegaskan, Pelindo berkomitmen tetap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk melaksanakan berbagai program kerja di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

“Selain pelabuhan Tenau, Pelindo juga sedang fokus mengembangkan pelabuhan Wae Kelambu di Labuan Bajo yang rencananya diresmikan Presiden Jokowi di akhir bulan September 2021. Kami juga fokus mengembangkan pelabuhan Waingapu di Sumba Timur sesuai arahan Gubernur NTT. Karena, di sana sudah ada pabrik gula, pabrik Sampoerna, dan masih banyak perusahaan multinasional yang punya lahan di sana. Selain itu kami juga mendukung program Gubernur di bidang Peternakan pengembangbiakan sapi Wagyu, juga fokus mengembangkan pelabuhan di Kalabahi, karena di sana terkenal sebagai tempat diving yang sangat indah, dan menarik wisatawan. Begitu pula dengan Pelabuhan Reo, Wini, dan Atapupu juga kami fokus untuk kembangkan. Dua pelabuhan ini juga menarik karena berbatasan langsung dengan perbatasan Timor Leste yang kebutuhan logistik juga bagus. Kalau Reo dipersiapkan untuk memback up pelayanan di Wae Kelambu Manggarai Barat, ” pungkasnya. (***/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Apresiasi Program Tol Laut

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan apresiasi pada Kementerian Perhubungan atas inisiasi Program Tol Laut untuk menjamin kelancarannya pasokan logistik antara pulau, khususnya menuju kawasan timur Indonesia.

Hal tersebut diungkapkannya pada saat memberikan arahan dalam Rapat bersama Tim Pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Terkait Penyiapan Hub Spoke Tol Laut, Muatan Balik Termasuk Daging Sapi Beku di Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Selasa 24 November 2020.

“Terima kasih untuk Menteri Perhubungan yang sudah menginisiasi kegiatan ini dan juga dengan program tol laut ini tentunya akan sangat membantu kami dalam ekspor logistik dari NTT. Ini tentunya sangat bermanfaat dan memberikan keuntungan bagi kami,” ujar Gubernur Viktor.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan arahan dalam Rapat bersama Tim Pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Terkait Penyiapan Hub Spoke Tol Laut, Muatan Balik Termasuk Daging Sapi Beku di Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Selasa 24 November 2020. Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Pertemuan kita ini tentunya sangat luar biasa karena dengan ini juga kami akan terus mendorong produksi logistik di bidang pertanian seperti semangka, alpukat, kelor serta dari bidang peternakan seperti sapi dan daging premium serta untuk perikanan diantaranya adalah ikan kerapu dan ikan kakap. Kita dorong agar dengan tol laut ini akan membantu kita mendapatkan market di Pulau Jawa tentunya dengan logistik yang punya kualitas tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengatakan akan terus dilakukan produksi garam sehingga tahun 2024 nanti bisa memiliki muatan logistik mencapai 1 juta metrik ton garam per tahun yang di ekspor ke luar NTT

“Kita NTT juga saat ini masih impor pakan ternak dari luar dan saya mau nanti dengan pabrik pakan ternak yang akan kita bangun maka bisa memiliki pakan ternak kita sendiri. Juga untuk semen dan telur kita masih datangkan dari luar ini yang harus kita produksi sendiri,” jelasnya.

Lanjut Gubernur, penting juga edukasi pada masyarakat untuk bagaimana menghasilkan ternak sapi yang memiliki kualitas daging premium karena minat pasar sangat tinggi untuk hal itu.

Dalam arahannya juga mengatakan, dengan tol laut ini maka sangat membantu koneksi antar pulau dan daerah terutama Provinsi yang memiliki potensi. Juga harus jelas mengenai informasi tentang jenis logistik, lokasi, berapa hasil produksinya sehingga bisa dipasarkan dengan baik. Hal tersebut dinilainya akan sangat membantu memangkas mata rantai kemiskinan yang ada di NTT. (*/NA)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata