Arsip Tag: Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang

Jelang Nataru, Wali Kota Kupang Bersama TPID Pantau Stok Dan Harga Kebutuhan Pokok

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang melakukan pemantauan ketersediaan stok dan kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) pada distributor dan pasar tradisional di Kota Kupang, pada Rabu (15/12/2021).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., memimpin dan memantau langsung bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, General Manager Pelindo III Kupang, Agus Nazar.

Turut mendampingi antara lain Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang , Djidja Kadiwanu, S.E., Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere,  AP. M.Si, Dirut PD Pasar, Kardinad Leonard Kale Lena serta perwakilan Bulog NTT.

Pemantauan diawali pada gudang distributor CV Sumber Cipta yang terletak di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak. Wali Kota dan TPID disambut langsung oleh Direktur CV Sumber Cipta, Fernando Gontai yang memastikan stok sembako mereka cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kupang menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru nanti. Rombongan juga berkesempatan meninjau langsung stok persediaan beras, gula dan tepung terigu dan minyak goreng.

Setelah memantau ketersediaan stok pada distributor, rombongan beranjak menuju Pasar Kasih Naikoten I untuk memantau kenaikan harga sembako jelang Hari Raya Natal. Beberapa pedagang diwawancarai untuk mengetahui perkembangan harga sembako seperti daging ayam, daging sapi dan bumbu dapur.

Dari hasil pantauan tidak ditemukan kenaikan harga yang cukup signifikan, kecuali pada harga cabai yang terdapat kenaikan. Naiknya harga cabai diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi di mana banyak cabai yang rusak sebelum panen tiba. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir menjelang perayaan hari raya Natal dan Tahun Baru ini karena TPID menjamin ketersediaan stok sembako dan kestabilan harga.

Wali Kota dalam sesi wawancara dengan media menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dengan Bank Indonesia dalam upaya memantau harga sehingga kalau ada gejolak harga maka dapat diantisipasi dengan langkah-langkah yang telah dipersiapkan.

“Harga pasar di Kota Kupang masih dalam taraf stabil, dalam artian ketersediaan stok dan kestabilan harga. Meskipun begitu kita akan terus pantau perkembangan harga hingga hari raya nanti. Mengantisipasi adanya indikasi beberapa barang di Kota Kupang dibawa ke daerah lain sehingga ketersediaan stok berkurang dan mengakibatkan lonjakan harga nantinya,” jelas Wali Kota.

Usai melakukan pemantauan di pasar, rombongan kembali ke Kantor Wali Kota Kupang untuk melanjutkan dengan Rapat Koordinasi TPID Kota Kupang guna membahas langkah antisipatif mencegah laju inflasi. Dari data dan hasil pantauan TPID diketahui bahwa stok sembako di Kota Kupang, masih aman untuk beberapa bulan ke depan.

Pada forum rapat TPID Wali Kota menyampaikan bahwa pantauan hari ini untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru telah siap. Langkah ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kota Kupang dan stakeholder yang terlibat sudah siap menyiapkan bahan-bahan pokok kebutuhan masyarakat. Hal ini juga untuk mengantisipasi lonjakan harga dengan mengambil langkah yang tepat.

Selanjutnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyampaikan pada bulan November 2021, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,59%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,20%. Inflasi terutama didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara, daging ayam ras dan minyak goreng. Di sisi lain ada beberapa bahan pokok yang mengalami penurunan harga sehingga menjadi faktor penahan inflasi.

Inflasi bahan makanan terus menurun pasca siklon seroja, namun masih lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Inflasi setiap bulan Desember biasanya meningkat lebih tinggi seiring dengan konsumsi masyarakat yang juga meningkat pada hari raya Natal dan Tahun Baru. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Menjelang Natal, TPID Pantau Stok dan Harga Sembako di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Menjelang Hari Raya Natal, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang melakukan pemantauan ketersediaan stok dan kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) pada distributor dan pasar tradisional di Kota Kupang, Kamis (17/12/2020).

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man memimpin langsung pemantauan tersebut bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang , Djidja Kadiwanu, SE, serta perwakilan dari perangkat daerah lainnya yang tergabung dalam TPID seperti Bulog, Angkasa Pura, Satgas Pangan Provinsi NTT, Badan Pusat Statistik (BPS), Direktur Keuangan PD Pasar, Kretisana Jagi, S.E., M.Si, Direktur Pemasaran PD Pasar, Maksi Nomlene, S.H., M.H., Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Muhammad Khairil, SSTP, M.Si, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ernest Ludji, S.STP, M.Si.

Pemantauan diawali dari gudang distributor CV Sumber Cipta yang terletak di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak. Wawali dan TPID disambut langsung oleh Direktur CV Sumber Cipta, Fernando Gontai yang memastikan stok sembako yang ada pada mereka cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kupang hingga tiga bulan ke depan. Rombongan juga berkesempatan meninjau langsung gudang persediaan beras, gula dan tepung terigu milik CV Sumber Cipta tersebut.

Setelah memantau ketersediaan stok pada distributor, rombongan beranjak menuju Pasar Kasih Naikoten I untuk memantau kenaikan harga sembako jelang Hari Raya Natal. Beberapa pedagang diwawancarai untuk mengetahui perkembangan harga sembako seperti daging ayam, daging sapi dan bumbu dapur. Dalam kesempatan tersebut juga, Wawali melalui pengeras suara memberikan imbauan kepada seluruh pengguna pasar baik pembeli maupun penjual untuk mematuhi protokol kesehatan terutama memakai masker. Dalam imbauan tersebut Wawali menyampaikan jika tidak ditaati maka Pemkot Kupang akan mengambil langkah tegas untuk menutup sementara pasar tersebut demi alasan kesehatan warga.

Usai melakukan pemantauan di pasar, rombongan kembali ke Kantor Wali Kota Kupang untuk mengikuti Rapat Koordinasi TPID Kota Kupang guna membahas langkah antisipatif mencegah laju inflasi. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat membuka rapat koordinasi tersebut menyampaikan tujuan dari pemantauan yang baru dilakukannya bersama TPID adalah untuk mengetahui sejauh mana laju inflasi di Kota Kupang, karena menurutnya inflasi memiliki dampak yang besar pada perekonomian suatu daerah.

Dari hasil pantauan tersebut diketahui bahwa stok sembako untuk Kota Kupang pada distributor masih aman untuk beberapa bulan ke depan. Sementara di pasar terjadi kenaikan harga yang cukup mencolok terutama pada beberapa bahan makanan seperti daging. Untuk itu Wawali mengajak semua unsur yang tergabung dalam TPID untuk bersama-sama menekan laju inflasi di Kota Kupang sesuai tupoksi masing-masing. Baik yang menyediakan stok, yang berperan dalam distribusi maupun yang melakukan jual-beli. TPID dan Pemkot Kupang juga akan bekerja sama dengan pihak keamanan guna mengantisipasi aksi curang para spekulan yang melakukan penimbunan. Dia berharap rapat koordinasi ini akan memberikan masukan bagi Pemkot Kupang dalam mengambil langkah ke depan guna menekan laju inflasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja pada kesempatan yang sama menjelaskan inflasi di Kota Kupang per November 2020 lalu sebesar 0,22 persen masih dalam taraf wajar. Kenaikan harga menjelang hari raya seperti saat ini merupakan bagian dari dinamika pasar. Dari hasil pantauan kenaikan harga tidak hanya pada daging ayam, daging sapid an telur saja tetapi juga pada bumbu dapur seperti bawang dan cabe. Karena itu menurutnya ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian TPID. Di antaranya; untuk keterjangkauan harga melaksanakan pemantauan harga komoditas pokok masyarakat serta sidak pasar dan melaksanakan pasar murah. Untuk memastikan ketersediaan stok menurutnya TPID perlu melakukan koordinasi dengan distributor penyedia komoditas pokok untuk memperkuat ketersediaan pasokan dan melaksanakan pemantauan pasokan komoditas pokok.

Selain itu TPID juga perlu menjaga kelancaran distribusi melalui Pelabuhan Tenau dengan memprioritaskan komoditas pokok masyarakat. TPID bersama Pemkot Kupang juga perlu mengelola ekspektasi masyarakat melalui iklan layanan masyarakat agar tidak melakukan panic buying serta menggunakan transaksi non tunai.

Jhon Blegur, perwakilan dari Satgas Pangan Provinsi NTT mengakui beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pelindo soal bongkar muat sembako terutama daging dan telur yang dipasok dari luar, karena beberapa pengusaha dan distributor sempat mengeluhkan lambatnya proses bongkar muat akibat mesin yang rusak. Mereka juga melakukan pemantauan di lapangan terkait dugaan penimbunan dan menurutnya hingga saat ini tidak ditemukan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP.M.Si, pada kesempatan yang sama menjelaskan untuk memastikan ketersediaan stok di pasar, pihaknya telah memberikan izin bagi angkutan pick up yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kupang untuk masuk mengangkut stok sembako ke dalam pasar. Sementara untuk proses bongkar muat pihaknya sudah berkomunikasi dengan perusahaan ekspedisi untuk melakukan bongkar muat di gudang dan pada malam hari sehingga tidak mengganggu lalu lintas kendaraan dalam kota dan menimbulkan kemacetan. (*Pkp_ans)

Sumber Berita + Foto : PKP Setda Kota Kupang