Arsip Tag: Sekda Kota Kupang

Hadiri Perayaan Natal, Sekda Minta DWP Kota Kupang Ikut Dukung Pemulihan Ekonomi dan Vaksinasi

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si., di dampingi istri sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP., hadir sekaligus memberikan sambutan pada acara Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama DWP Kota Kupang, Sabtu (8/01/2022), di Hotel Sotis Kupang.

Acara tersebut diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. John Deus Dedith Loes, S.Th. Tampak hadir para pejabat antara lain Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH., Kepala Bappeda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH., Kepala Dinas LHK Kota Kupang, Orson Genes Nawa, SH., Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, S.STP., M.Si., serta para unsur pelaksana dan anggota DWP lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutan Wali Kota Kupang yang disampaikannya, Sekda mengatakan perayaan Natal atau peringatan atas kelahiran Tuhan Yesus Kristus merupakan peristiwa keimanan umat Kristiani yang berlaku vertikal dan horizontal. Untuk itu, perayaan natal hendaknya dijadikan momen untuk kembali mendekatkan hubungan dengan Tuhan sang sumber kehidupan, salah satunya ditunjukkan melalui kepedulian kepada sama saudara yang membutuhkan sesuai tema perayaan natal PGI dan KWI tahun 2021 “Cinta Kasih Kristus yang menggerakkan Persaudaraan” serta ikut membantu pelestarian lingkungan.

Sekda juga menyampaikan bahwa dalam konteks kehidupan sosial kemasyarakatan, DWP sebagai organisasi istri-istri ASN hendaknya peka terhadap situasi yang dialami masyarakat dan dalam semangat Natal mampu menghadirkan kedamaian dan keberkatan bagi sesama melalui berbagai kegiatan yang bersifat sosial. Selain itu dalam konteks pembangunan yang dilaksanakan di Kota Kupang, Sekda juga meminta agar kedepan DWP terus meningkatkan dukungan dan turut mengambil bagian dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid 19 khususnya di Kota Kupang.

“Saya berharap bahwa di tahun yang baru ini kita mulai komitmen bersama untuk meningkatkan upaya pemulihan dari segala dampak akibat pandemi, terutama perekonomian melalui kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong peningkatan taraf ekonomi anggota DWP dan masyarakat, misalnya melalui pelatihan-pelatihan keahlian yang bernilai ekonomi dan mendorong peningkatan pemberdayaan UMKM-UMKM yang ada” ungkap Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah juga masih melaksanakan vaksinasi yang difokuskan pada anak-anak usia 6 hingga 11 tahun sekaligus terus berupaya meningkatkan prosentase capaian vaksinasi yang masih belum mencapai target. Oleh karena itu, DWP diharapkan dapat membantu pemerintah melalui kegiatan yang dapat mendorong partisipasi masyarakat khususnya sehingga target herd immunity di Kota Kupang dapat tercapai secepatnya terutama dalam menghadapi munculnya varian baru omicron di Indonesia. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Terima Penghargaan STBM dari Kemenkes

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang kembali menuai penghargaan. Kali ini penghargaan diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Penghargaan berupa plakat tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang,  Fahrensy Priestley Funay, SE.,M.Si didampingi Ketua Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH, kepada Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH di Hotel Maya Kupang, Senin (15/11/2021). Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bagian Prokompim Setda  Kota Kupang Ernest S. Ludji, S.STP.,M.Si.

Wali Kota Kupang mengaku  bangga dengan prestasi tersebut.  Menurutnya penghargaan ini menunjukkan bahwa ada keinginan yang kuat dari pemerintah agar masyarakat Kota Kupang mampu mempraktikkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

“Penghargaan  ini saya persembahkan untuk warga Kota Kupang, dengan harapan ke depan akan semakin baik. Partisipasi warga Kota kupang terhadap kebersihan lingkungan memperlihatkan perkembangan yang baik dari waktu-ke waktu, sekaligus  gambaran bahwa antara upaya pemerintah dan keinginan masyarakat telah berada pada  jalan yang tepat,” pungkas Wali Kota yang biasa disapa Jeriko ini.

Sekretaris Daerah Kota Kupang  Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si menjelaskan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)   dari Kementerian Kesehatan RI   ini diperoleh karena adanya upaya terus-menerus yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, dalam memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam mempertahankan layanan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Ketua AMPL Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, menambahkan konsep dasar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)  adalah sebuah pendekatan untuk mengubah perilaku masyarakat dengan model pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Menurutnya ada tiga strategi STBM yaitu peningkatan kebutuhan (pemicuan perubahan perilaku), peningkatan penyediaan (pemasaran sanitasi) dan penciptaan lingkungan yang kondusif (Regulasi, advokasi, fasilitasi).

Lanjutnya ada lima pilar STBM  yang menjadi indikator perilaku manusia yang perlu dilihat sebagai titik sumber perubahan antara lain; pertama,  stop buang air besar sembarangan ( BABS),  yaitu membudayakan perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan, serta menyediakan dan memelihara sarana buang air besar memenuhi standar dan persyaratan kesehatan.

Kedua,  cuci tangan pakai sabun. Yaitu membudayakan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir secara berkelanjutan, serta menyediakan dan memelihara sarana cuci tangan yang dilengkapi dengan air yang mengalir, sabun dan saluran pembuangan air limbah.

Ketiga, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga. Yaitu membudayakan perilaku pengelolaan air layak minum dan makanan yang bersih secara berkelanjutan, serta menyediakan dan merawat tempat pengelolaan air dan makanan rumah tangga yang sehat.

Keempat, pengelolaan sampah rumah tangga. Yaitu membudayakan perilaku memilah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya dan membuang sampah rumah tangga di luar rumah secara rutin, melakukan pengurangan (reduce), penggunaan kembali (reuse) dan pengelolaan kembali (recycle), serta menyediakan dan memelihara sarana pembuangan sampah rumah tangga di luar rumah.

Yang kelima adalah melakukan pengamanan limbah cair rumah tangga. Yaitu melakukan pemisahan saluran limbah cair rumah tangga melalui sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah, serta menyediakan dan menggunakan penampungan limbah cair rumah  tangga dan memelihara saluran pembuangan dan penampungan limbah cair rumah tangga.

Menurutnya, bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan suatu daerah dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakatnya salah satunya adalah dengan melahirkan inovasi-inovasi yang barbasis lima pilar STBM. (/pkp_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Sekda Minta Pemuda Kota Kupang Manfaatkan Teknologi Untuk Pengembangan Usaha

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si minta pemuda Kota Kupang untuk mampu memanfaatkan teknologi demi pengembangan usahanya. Permintaan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda Kota Kupang Tahun 2021 di Aula Sasando Lantai 3 Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (11/11/2021).

Menurutnya pandemi covid 19 yang berkepanjangan telah membawa dampak tidak hanya disektor kesehatan tetapi juga sektor ekonomi. Banyak rumah tangga yang semakin terpuruk perekonomiannya sebagai akibat pembatasan aktivitas yang diterapkan untuk menekan laju pertumbuhan Covid 19. Namun harus diakui dengan adanya pandemi ini kita semakin terpacu untuk berpikir kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar, untuk pemenuhan kebutuhan keluarga juga untuk peningkatan ekonomi.

Sekda mengapresiasi kegiatan yang sudah digagas oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang ini. “Saya percaya pelatihan ini akan memperkaya pengetahuan, sekaligus mengasah keterampilan para pemuda Kota Kupang untuk bisa mengembangkan usaha yang kreatif dan inovatif,” ujarnya. Terima kasih disampaikannya kepada para narasumber yang sudah berkenan membagikan ilmu dan membekali para peserta dengan keterampilan.

Ditambahkannya, sehari sebelumnya, Wali Kota Kupang baru saja membuka kegiatan Kupang Festival Online yang didedikasikan untuk pemulihan sektor pariwisata dan industri kreatif serta UMKM Kota Kupang. Dia berharap mudah-mudahan dengan kegiatan ini akan lahir para pelaku ekonomi kreatif yang mampu beradaptasi, inovatif dan berkolaborasi untuk mengembangkan usaha berkelanjutan yang kompetitif yang tidak melihat pandemi sebagai halangan untuk berkreasi.

Kepada para pemuda peserta pelatihan Sekda minta agar mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Mereka dipilih karena dianggap memiliki kompetensi, semangat dan niat untuk berwirausaha. “Jangan jadi generasi muda yang hanya ‘melipat tangan’, tidak melakukan sesuatu. Jangan takut dan patah semangat hanya karena pandemi covid 19,” pungkasnya.

Kepala Seksi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan pada Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Tirta Ria Kurniati, S.Sos dalam laporan panitianya menjelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah terbentuknya kelompok pemuda yang mempunyai kemampuan yang berkualitas dalam usaha ekonomi produktif dan mempunyai daya saing yang kuat, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Kota Kupang dalam hal ini pemuda yang memiliki skill dan kemauan bekerja.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang pemuda dari 8 kelurahan di Kota Kupang, antara lain; Kelurahan Naimata, Penfui, Liliba, Oesapa, Oesapa Barat, Oesapa Selatan, Maulafa dan Kelurahan Oebufu.

Adapun narasumber yang diundang antara lain akademisi Ir. Zet Malelak, M.Si dari Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang dan Robby Leka dari BRI Cabang Kupang. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Jusuf Eduard Penu Weo, M.Fis beserta jajarannya.

Pembukaan kegiatan pelatihan kewirausahaan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada dua orang perwakilan peserta oleh Sekda didampingi para narasumber dan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Tingkatkan Kualitas Nakes, Pemkot Teken MoU Dengan BBTKLPP Surabaya

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan tenaga kesehatan di Kota Kupang dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan serta pendidikan dan pelatihan laboratorium kesehatan, Pemerintah Kota Kupang menandatangani nota kesepakatan (MoU) dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. Penandatanganan MoU oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si mewakili Pemerintah Kota Kupang dan Kepala BBTKLPP Surabaya, Rosidi Roslan berlangsung di ruang rapat Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (9/9). Turut hadir pada kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes bersama para kepala bidang, Direktur RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Halek dan Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Kupang, Johanes Don Bosco B. Assan, S.Kom beserta jajarannya.

Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kepala BBTKLPP Surabaya beserta jajarannya yang sudah berkenan datang ke Kota Kupang untuk merespon kebutuhan Pemerintah Kota Kupang khususnya dalam memberikan pembelajaran dan pelatihan bagi para tenaga kesehatan. Diakuinya ada banyak hal positif yang sudah dibuat BBTKLPP Surabaya di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu Sekda berharap dengan ditandatanganinya MoU ini berbagai program kerja yang baik itu bisa dibagikan kepada para tenaga kesehatan di Kota Kupang. Dengan demikian para tenaga kesehatan di Kota Kupang diharapkan bisa menjadi lebih terampil dan profesional. Pemerintah Kota Kupang menurutnya siap memberikan dukungan dalam hal-hal yang dibutuhkan.

Kepala BBTKLPP Surabaya, Rosidi Roslan memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah cepat merespon tawaran kerja sama. Pemkot Kupang juga dinilainya kreatif dan inovatif dalam mewujudkan wacana kerja sama terkait pencegahan dan pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan serta pendidikan dan pelatihan laboratorium kesehatan yang sudah sempat dibahasnya dengan Kadis Kesehatan Kota Kupang beberapa waktu lalu. BBTKLPP Surabaya menurutnya siap membantu dan memfasilitasi upaya Pemerintah Kota Kupang demi kesehatan seluruh masyarakat Kota Kupang. “Pemerintah Kota Kupang bisa mengirim orang ke tempat kami atau kami yang datang ke sini,” tambahnya.

Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes usai penandatanganan tersebut menjelaskan, MoU ini terkait program pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan. Dengan MoU ini BBTKLPP Surabaya bisa membantu memenuhi kebutuhan pelatihan sumber daya manusia, konsultan dan pendampingan untuk program-program tersebut. Selain itu MoU juga memuat terkait kerja sama pendidikan dan pelatihan laboratorium kesehatan. Sebentar lagi laboratorium kesehatan di RSUD SK Lerik akan beroperasi, dalam kesepakatan tersebut pihak BBTKLPP Surabaya akan berperan mendampingi para petugas di labkes tersebut hingga para petugas bisa mandiri. Selain itu sampel hasil dari Kota Kupang juga dapat dikirim ke Surabaya sebagai second opinion.

Dalam MoU yang akan berlaku sejak tahun 2021 hingga tahun 2022 itu diatur tugas BBTKLPP Surabaya sebagai pihak pertama antara lain; melaksanakan program pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Kupang serta melaksanakan program kesehatan lingkungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Kupang. Tugas lain dari BBTKLPP Surabaya yang diatur dalam MoU tersebut adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam pemeriksaan laboratorium kesehatan serta melakukan pendampingan secara berkelanjutan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Sekda Minta Pejabat Baru Dukung Kepala Daerah Sukseskan Program Pembangunan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., minta 6 pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik untuk membantu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dalam mensukseskan program-program pembangunan yang sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota Kupang. Pesan ini disampaikannya saat menyaksikan serah terima jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik pada Senin (16/8/2021) lalu. Serah terima jabatan berlangsung di Ruang Rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (19/8/2021).

Menurutnya sertijab perlu segera dilakukan agar pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Kupang dapat berjalan lebih efektif, apalagi saat ini dalam proses penyusunan anggaran perubahan tahun 2021 dan murni tahun 2022 Diakuinya sejak proses seleksi terbuka Pemerintah Kota Kupang disibukkan dengan konsentrasi pada upaya penanganan covid 19, yang membutuhkan akselerasi dan langkah-langkah strategis oleh kepala daerah dan perangkat daerah terkait.

Pada kesempatan yang sama, Sekda menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pejabat yang lama atas dedikasi dan loyalitasnya. Diharapakan teladan mereka bisa menjadi inspirasi bagi para pejabat yang baru. Kepada para pejabat yang baru dilantik, Sekda mengimbau untuk segera mempelajari dan menyesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi jabatan yang baru diterimanya. “Jabatan ini adalah anugrah Tuhan karena banyak yang dipanggil namun sedikit yang terpilih, oleh karenanya saudara-saudara harus menghargai itu dan berusaha melaksanakannya dengan profesional, loyalitas yang tinggi, serta terus mengasah kemampuan diri dan berintegritas” tegas Sekda.

Enam pejabat pimpinan tinggi pratama yang melakukan serah terima jabatan tersebut antara lain adalah Dolores Rita Hariyani, SE mengantikan Dra. Mariana Franssina Reta sebagai Sekretaris DPRD Kota Kupang, Achrudin Rudi Abubakar, S.Sos., M.Si menggantikan pejabat lama Bernadinus Mere, A.P., M.Si., sebagai Kasat Pol PP Kota Kupang, Ariantje Martje Baun, S.E., M.Si. menggantikan Dra. Thruice Balina Oey, M.Si, sebagai Kadis Kominfo Kota Kupang, Josefina Monika Djata Gheta, S.T., M.M., menggantikan Yanuar Dally, S.H, M.Si sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Matheus Benediktus Lalek Rajah, S.H., M.Hum menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan-Hukum dan Politik, sementara itu Maria Magdalena Detaq, S.IP menjabat posisi baru sebagai Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Turut hadir dalam acara serah terima jabatan tersebut Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH dan Kepala BKPPD Kota Kupang, Abraham D. E. Manafe, S.IP., M.Si beserta jajaran. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

118 PNS Lingkup Kota Kupang Terima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka menyambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI, 118 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkup Kota Kupang menerima penghargaan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya. Penyematan tanda penghargaan oleh Sekda Kota Kupang berlangsung di lantai satu Kantor Walikota Kupang, Senin (16/8/2021). 118 PNS tersebut menerima penghargaan Dharma Bakti PNS untuk pengabdian penuh dengan kesetiaan selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.

Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si dalam sambutannya menyampaikan penganugerahan tanda kehormatan satya lencana karya satya kepada 118 PNS di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang ini diberikan kepada PNS yang dinilai pantas dan layak untuk mendapatkannya berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia.

Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, saat menyematkan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya, Senin (16/8/2021) Dok : Prokompim Setda Kota Kupang

Menurutnya tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah RI atas kerja keras dan jasa-jasa para ASN dalam melaksanakan tugas dengan penuh pengorbanan, kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran dan kedisiplinan yang tinggi, serta telah memenuhi syarat masa kerja secara terus-menerus dan tidak terputus untuk periode 10, 20 dan 30 tahun. Sekda menambahkan pemberian tanda kehormatan ini adalah sebagai motivasi bagi seluruh PNS agar di dalam pengabdiannya terus menjaga dan meningkatkan etos kerja yang positif, menciptakan lingkungan kerja yang baik bagi sesama rekan pegawai dan masyarakat, serta prestasi kerja dengan pelayanan yang prima. “Dengan begitu PNS di dalam keberadaannya mampu menjadi abdi negara sekaligus menjadi abdi masyarakat yang sungguh-sungguh mampu menjaga citra pemerintah,” tegasnya.

Kepada para penerima tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya Sekda mengingatkan, bahwa apabila setelah menerima tanda kehormatan ini, PNS yang bersangkutan tidak mampu menjaga nilai-nilai kehormatan sesuai ketentuan yang berlaku hingga dijatuhi hukuman disiplin berat, maka atas nama hukum, pemerintah akan mencabut kembali tanda kehormatan yang telah diterima oleh para PNS. Sekda juga mengimbau kepada para penerima tanda kehormatan agar peristiwa ini dijadikan tonggak penting dalam merevitalisasi fungsi, peran dan tanggung jawab masing-masing agar setiap PNS mampu berkontribusi bagi kinerja pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Sekda juga meminta kepada seluruh PNS untuk juga turut berkontribusi dalam upaya pemerintah menangani pandemi covid-19 melalui tugas dan fungsi masing-masing. “Para PNS kita dapat menjadi teladan baik dalam penerapan protokol kesehatan dan menjadi tokoh dalam mensukseskan vaksinasi yang sedang digenjot Pemerintah Kota Kupang hingga hari ini,” pungkasnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD), Ir. Solvie Y. H. Lukas dalam laporannya menyampaikan kegiatan penganugerahan tanda kehormatan satya lencana karya satya tersebut diberikan masing-masing kepada, 23 orang PNS untuk masa kesetiaan selama (XXX) 30 Tahun, 19 orang PNS untuk masa kesetiaan 20 (XX) tahun dan 76 orang PNS untuk masa kesetiaan (X) 10 tahun.

Hadir mendampingi Sekda Kota Kupang dalam acara penganugerahan tanda kehormatan satya lencana karya satya tersebut Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH. M.Si, Kepala BKPPD Kota Kupang Abraham D. E. Manafe, S. IP, M.Si dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Maxi Jemy Deerens Didok, S. Pd, M.Si. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

ini Pesan Sekda Fahrensy Funay Saat Menutup Kegiatan Orientasi CPNS Formasi Kota Kupang Tahun 2019

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si minta para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hendaknya memiliki sikap sebagai seorang pamong praja dan abdi masyarakat yang baik. Sebagai seorang pamong praja mereka dituntut untuk senantiasa menampilkan kewibawaan dan keteladanan baik dalam hal disiplin, komitmen, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, dan kejujuran. Sedangkan sebagai abdi masyarakat, tugas utama mereka adalah melayani masyarakat sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan. Permintaan tersebut disampaikannya dalam acara penutupan kegiatan orientasi dan pembekalan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Kota Kupang Tahun Anggaran 2019 yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (11/06/2021). Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang, Abraham D.E Manafe, S.IP, M.Si.

Pada kesempatan yang sama Sekda juga minta agar para CPNS yang baru selesai menjalani masa orientasi dan pembakalan untuk menjauhkan diri dari pelanggaran, terutama yang terkait dengan masalah moralitas dan tindakan KKN, karena hal tersebut akan mencoreng dan menjatuhkan citra lembaga di mata masyarakat dan dalam konteks yang lebih luas akan melunturkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintah. ”Ada ribuan orang yang sementara mengantri untuk menjadi PNS. Oleh karena itu, kesempatan yang telah saudara-saudara peroleh ini harus disyukuri sebagai anugerah Tuhan, yang perlu diwujudnyatakan melalui kesungguhan dan dedikasi yang tinggi dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab yang diemban,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si (kiri depan) saat memberikan sambutan serta menutup kegiatan orientasi dan pembekalan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Kota Kupang Tahun Anggaran 2019 yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (11/06/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Ditambahkannya, para CPNS harus sadar akan porsi tanggung jawab yang telah diatur sesuai hierarkis kelembagaan di unit kerja masing-masing. Mereka juga harus mempelajari serta menguasai secara seksama setiap tugas dan pekerjaan, sehingga fungsi mereka sebagai staf atau unsur bantu pimpinan benar-benar berjalan efektif dalam lingkup bidang tugas masing-masing.

Sekda juga menekankan tentang peraturan perundang-undangan yang berlaku yang melarang seorang PNS untuk terlibat atau melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan politik praktis. ”Karena itu bagi saudara-saudara yang berniat terjun kedunia politik sebaiknya mengundurkan diri sebagai PNS, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

Dia berharap dengan orientasi dan pembekalan ini para CPNS diisi dengan berbagai pengetahuan, informasi, dan ketrampilan untuk memperlengkapi tingkat kemampuan dan kompetensi saudara-saudara, secara kognitif yakni meningkatnya pengetahuan dan pemahaman untuk melaksanakan pekerjaan dalam organisasi birokrasi pemerintahan. Secara afektif yakni dengan orientasi ini diharapkan terjadi perubahan atau penyesuaian dan pembentukan sikap mental sebagai aparatur negara dan abdi masyarakat yang baik. Selanjutnya secara psikomotorik, mereka diharapkan telah memiliki keterampilan yang dibutuhkan sebagai modal dasar untuk mampu melaksanakan tugas dengan baik, guna mendorong optimalisasi kinerja birokrasi, yang bermuara pada upaya mewujudkan tata-kepemerintahan yang baik (good govenance) sesuai tuntutan reformasi birokrasi dewasa ini dan mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Kupang.

Kabid Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur. Richard Bernard Penlaana, S. Sos, M. Si dalam laporannya menyampaikan kegiatan orientasi dan pembekalan CPNSD Kota Kupang formasi tahun 2019 telah berjalan dengan tertib dan lancar. Kegiatan ini diikuti oleh 231 orang peserta dan 2 orang tidak dapat mengikuti karena meninggal dunia dan sakit pasca operasi melahirkan. Penyajian materi meliputi penyajian di dalam ruangan, dialog tanya jawab dan pelatihan fisik, mental, disiplin dan baris berbaris di luar ruangan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Sekda Kota Kupang Hadiri Launching BPM CFW Program KotaKu di Tode Kisar

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si mewakili Wali Kota Kupang meluncurkan pelaksanaan kegiatan Bantuan Pemerintah kepada Masyarakat (BPM) Cash for Work (CFW) Program Kotaku Provinsi NTT Tahun Anggaran 2021. Launching berlangsung di lapangan Kantor Lurah Tode Kisar, Sabtu (8/05/2021). Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Herman Tobo, ST, M.Si, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang, Ir. Cornelis Isak Benny Sain, Para Ketua Pokja PKP Tingkat Provinsi dan Kota, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I dan II NTT, Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Kawasan Permukiman Wilayah I dan II NTT, Team Leader OSP 5 NTT, Koordinator Kota Wilayah I Program Kotaku NTT, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat di Kelurahan Tode Kisar, Camat Kota Lama, Camat Oebobo, Plt. Camat Kelapa Lima, perwakilan Camat Maulafa dan Lurah Tode Kisar selaku tuan rumah.

Dalam sambutan Wali Kota Kupang yang dibacakan Sekda menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dirjen Cipta Karya, melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT yang telah merancang kegiatan BPM Cash For Works (CWF) ini. Selain membantu peningkatan kualitas permukiman warga untuk meminimalisir kawasan permukiman kumuh di Kota Kupang, program tersebut menjadi salah satu instrumen bantuan kepada masyarakat untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi akibat dampak covid 19.

Dia berharap dengan memberikan bantuan tunai dalam bentuk upah tenaga kerja kepada masyarakat terdampak covid-19, yang mengalami putus hubungan kerja (PHK) dan masyarakat yang mengalami penurunan/kehilangan pendapatan, program ini dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat akibat pandemi covid-19. Program ini menurutnya juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan daya beli masyarakat terdampak covid-19, serta terpeliharanya aset infrastruktur melalui pemeliharaan dan perbaikan yang dibangun program kotaku, maupun program IBM lain melalui swakelola masyarakat.

Pemerintah Kota Kupang menyambut baik program ini dan siap memberikan dukungan. Secara khusus Lurah Tode Kisar sebagai penanggung jawab wilayah tempat program ini terlaksana diminta untuk memberikan dukungan penuh. “Lurah harus bisa memfasilitasi warganya dan jika ada kendala segera lakukan koordinasi baik ke camat maupun jenjang yang lebih tinggi, agar program ini bisa berjalan lancar dan masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Herman Tobo, ST, M.Si pada kesempatan yang sama memaparkan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 177/KPTS/M/2021 tentang Penetapan Lokasi dan Sebaran Bantuan Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2021. Untuk Provinsi NTT, kegiatan BPM CFW dialokasikan pada 45 Kelurahan yang tersebar di 6 Kota/Kabupaten (Kota Kupang, Kab. TTS, Sumba Barat, Manggarai, Sikka dan Ngada) dengan dana per Kelurahan 300 juta rupiah dan kegiatan BPM reguler dialokasikan di 2 Kelurahan pada Kota Kupang dan Kabupaten Sikka dengan dana 1 milyar rupiah per Kelurahan, sehingga total dana IBM KOTAKU tahun 2021 di 47 Lokasi Provinsi NTT sebesar 15,5 milyar rupiah

Ditambahkannya sampai dengan saat ini telah dicairkan dana Tahap I (70%) BPM CFW ke 45 BKM di 6 Kab/Kota Provinsi NTT dan sesuai kelengkapan persyaratan pemanfaatan dana telah direkomendasikan oleh masing-masing PPK Wilayah I dan II di 24 kelurahan (53%) termasuk Kelurahan Tode Kisar ini, yang mewakili 45 kelurahan lainnya untuk Launching Kegiatan CFW hari ini untuk dapat melaksanakan kegiatan fisik sesuai dengan Rencana Pengunaan Dana (RPD) KSM.

Dia berharap agar semua pihak bersama-sama mengawal, memastikan dan menjamin agar kegiatan CFW ini dapat berjalan dengan baik, lancar, tepat waktu, tepat sasaran dan dapat bermanfaat dengan baik khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terkena dampak covid-19 agar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan CFW Program Kotaku di Kelurahan Tode Kisar, Dodi Toebe menyampaikan jenis infrastruktur yang akan diintervensi oleh program Cash For Work antara lain jalan rabat beton sepanjang 322 meter, bak sampah 2 unit dan pemeliharaan drainase sepanjang 432 meter. Pekerjaan ini menyerap 79 pekerja dari masyarakat Kelurahan Tode Kisar. Usai melaunching kegiatan BPM CFW, Sekda menyerahkan APD kepada perwakilan tenaga kerja dan meletakan batu pertama pada pekerjaan pemeliharaan drainase di lokasi tersebut. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Terima Dokumen Rancangan Anggaran Pilkada Kota Kupang Tahun 2024

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menerima dokumen rancangan anggaran pilkada Kota Kupang Tahun 2024 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang. Dokumen tersebut diserahkan oleh Ketua KPU Kota Kupang Deky Ballo, ST, MT kepada Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy Priestly Funay, SH, M.Si di ruang kerja Sekretaris Daerah Kota Kupang, Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (6/05/2021) pagi.

Dalam pertemuan tersebut Sekda didampingi oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang Dra. Thruice Balina Oey, M.Si dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang Noce Nus Loa, SH. M.Si.

Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy Priestly Funay, SE, M.Si setelah menerima dokumen tersebut menyampaikan bahwa rancangan yang diterima ini akan dilihat secara teliti dan dibuat kajian. “terima kasih atas dokumen ini, secepatnya akan ditinjau dan dikoordinasikan jika perlu, kita akan duduk bersama untuk mengkajinya terutama jika ada item-item yang perlu dikoordinasikan,” tambahnya. Menurutnya dalam pengkajian inspektorat juga akan membantu, dan perlu dilakukan konsultasi dengan BPK sehingga tidak ada masalah di kemudian hari.

Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Kota Kupang, Deky Ballo, ST, MT menyampaikan bahwa pertemuan hari ini untuk menindak lanjuti pertemuan sebelumnya tentang persiapan Anggaran Pemilihan Kepala Daerah, khususnya Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024. Pertemuan ini juga menurutnya merupakan bentuk komunikasi pemerintah untuk mengetahui kesiapan anggaran, sesuai dengan instruksi Dirjen Politik Dan Hukum Kemendagri yang meminta pemerintah agar berkoordinasi dengan penyelenggara khususnya KPU dan Bawaslu agar anggaran pilkada dimaksud dapat dibahas bersama. Dengan demikian pemerintah dapat lebih siap dalam menyiapkan anggaran pelaksanaan Pilkada tahun 2024.

Ditambahkannya sebagai penyelenggara, KPU akan menunggu Pemerintah Daerah melakukan koordinasi perihal pertemuan lanjutan setelah Dokumen Rancangan Anggaran Pilkada Kota Kupang Tahun 2024 diberikan kepada pemerintah untuk dipelajari dan dikaji lebih jauh untuk selanjutnya duduk bersama dalam membahas rancangan anggaran pilkada tersebut.

Turut hadir dalam penyerahan tersebut empat anggota Komisioner KPU Kota Kupang yaitu, Ismael Manoe, S.Pt, Zunaidin Harun, ST, Wely Novita A. Hayers, SS, B.Ed, M.Pd, Agustinus I. Fahik, S.Fil, MA. (*PKP_rdp)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Gelar FGD Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Penyusunan Kebijakan dan Strategi Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Kota Kupang, pagi ini Rabu (28/04/2021) di Aula Sasando lantai 3 Kantor Walikota Kupang.

Kegiatan FGD ini dibuka oleh Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si dan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Ondy Christian Siagian, SE, M.Si, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Orson G. Nawa, SH dan tenaga ahli dari Undana Kupang Dr. Ir. Ludji Mikhael Riwu Kaho, M.Si dan Ir. Charles Kapioru, MS. Sementara peserta FGD terdiri dari para Lurah, OPD teknis, aktifis penggiat sampah dan dari Perusahaan Daerah Pasar.

Dalam sambutannya, Sekda mengungkapkan pengelolaan sampah telah diatur dalam Undang-Undang nomor 18 tahun 2008, bahwa pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Namun diakuinya, rantai panjang pengelolaan sampah ini banyak mengalami kendala dan permasalahan. Hal ini menurutnya disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya keterbatasan kemampuan pemerintah, masih rendahnya partisipasi swasta dan masyarakat, serta meningkatnya jumlah dan jenis sampah setiap tahunnya.

”Keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah menyebabkan cakupan pelayanan pengelolaan sampah yang masih rendah. Sampah juga tidak dipilah atau diproses terlebih dahulu ketika diangkut dari TPS (tempat penampungan sementara) ke TPA (tempat pemrosesan akhir). Akibatnya sampah bercampur antara sampah organik, anorganik, dan limbah B3,” ungkap Sekda.

Menurutnya lagi, sampah yang bercampur dalam jumlah banyak ini mengakibatkan beban TPA menjadi sangat berat. ”Dampaknya yang dapat ditimbulkan selain pencemaran lingkungan, juga meningkatnya biaya operasional, dan munculnya potensi konflik sosial. Sedangkan keterlibatan pihak swasta masih terbatas pada daur ulang sampah anorganik, seperti plastik, kertas, kaca dan logam. Padahal, jumlah sampah organik lah yang mendominasi total sampah yang dihasilkan setiap tahunnya,” ujarnya.

Diungkapkan Sekda, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, tahun 2019 jumlah sampah di Indonesia telah mencapai sekitar 66-67 juta ton. Ini lebih banyak dari rata-rata jumlah sampah per tahun yang mencapai 64 juta ton yang didominasi sampah rumah tangga yakni mencapai 63,95% dari jumlah tersebut.

Menurut Sekda, pengurangan sampah paling efektif sebenarnya dapat dimulai dari sumber penghasil sampah terbesar, yaitu rumah tangga (reduce at source). ”Disini diharapkan peran masyarakat perkotaan untuk terlibat secara langsung dalam pengelolaan sampah dari rumah masing-masing, dengan membiasakan diri memilah sampah menjadi 2 bagian yaitu sampah organik dan anorganik,” jelasnya. Diungkapkannya, sampah organik dapat diolah menjadi kompos baik untuk menanam tanaman hias dan juga sebagai media tanaman sayuran dan buah-buahan di lingkungan permukiman sehingga dapat meningkatkan gizi keluarga disamping menghemat belanja rumah tangga. Sementara dari sisi kesehatan tentunya rumah menjadi lebih bersih, tidak ada lagi penumpukan sampah yang menimbulkan bau dan sumber penyakit.

Sekda berharap kegiatan FGD ini dapat menggali persoalan-persoalan terkait pengelolaan sampah di Kota Kupang guna penyusunan kebijakan dan strategi pengolahan sampah rumah tangga dan rencana aksi penyusunan ranperda tentang pengembangan sistem dan pengelolaan persampahan di Kota Kupang. Kepada para peserta dan para narasumer diharapkan dapat bersinergi dan berperan aktif dalam menghasilkan rumusan-rumusan guna penyusunan kebijakan serta rencana aksi pengelolaan sampah yang melibatkan pemerintah dan stakeholders nantinya.

Sebelumnya dalam laporan panitia penyelenggara yang disampaikan Kabag SDA Setda Kota Kupang, Maria Magdalena Detaq, S.Ip, mengungkapkan pengelolaan sampah di Kota Kupang umumnya dilakukan oleh Pemerintah melalui DLHK Kota Kupang sesuai Perda nomor 03 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dan Perda nomor 04 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pengurangan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Dikatakannya kedua Perda ini belum mampu membawa perubahan yang signifikan dalam pengelolaan sampah di Kota Kupang. Hal ini sesuai fakta dimana ditahun 2019 saat penilaian adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dimana menepatkan Kota Kupang termasuk 5 kota berstatus kota terkotor dari 369 kabupaten/ kota. Hasil penilaian tersebut, dikatakannya terkait pengelolaan TPA di Kota Kupang karena masih menerapkan sistem pembuangan terbuka (open dumping) dan Pemkot Kupang belum memiliki Dokumen Kebijakan dan Startegi Daerah (JAKSTRADA) terkait pengolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Untuk itu FGD ini digelar dengan tujuan mendapatkan rumusan alternatif berupa rekomendasi kebijakan dan langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan terkait dengan implementasi perda Pemkot Kupang dibidang pengelolaan sampah. Adapun manfaat yang diharapkan yaitu output dari hasil analisis kebijakan pengelolaan persampahan berupa rekomendasi-rekomendasi dan petunjuk operasional agar dapat digunakan sebagai bahan pengambil keputusan siap guna bagi Pemkot Kupang dalam hal pembatasan, pendauran ulang dan pemanfaatan kembali. Selain itu untuk membuat rencana aksi penyusunan Ranperda tentang pengembangan sisten dan pengelolaan persampahan di Kota Kupang. (*PKP_ghe)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang