Arsip Tag: Robert Sianipar

OJK Menetapkan Perlakuan Khusus Bagi Debitur Perbankan Pada Beberapa Daerah Terdampak Bencana Seroja di NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan kebijakan pemberian perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan Bank, untuk debitur atau proyek yang berada di lokasi bencana alam Badai Siklon Tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK pada Selasa, tanggal 05 Mei 2021 lalu yang bertujuan untuk membantu pemulihan usaha debitur dan perbankan, serta kondisi perekonomian wilayah yang terkena dampak bencana alam.

Hal ini disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert H.P Sianipar dalam kegiatan konferensi pers yang berlangsung di kantor OJK Provinsi NTT pada Kamis (20/5/2021) sore.

Dalam kegiatan konferensi pers ini juga turut dihadiri Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu, Area Head Bank Mandiri Kupang, Wido Wibowo, Kepala Cabang Bank BRI Kupang, Stefanus Juarto dan awak media baik dari Media Cetak, Online dan elektronik.

Kegiatan konferensi pers yang berlangsung di kantor OJK Provinsi NTT pada Kamis (20/5/2021) sore. Dokumentasi : Nataniel Pekaata / NTT AKTUAL

Kepala OJK Provinsi NTT, Robert H.P. Sianipar menjelaskan bahwa sesuai Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 7/KDK.01/2021 tanggal 11 Mei 2021 tentang Penetapan Beberapa Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai Daerah yang Memerlukan Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank, maka diberikan perlakuan khusus untuk penilaian kualitas kredit/pembiayaan, restrukturisasi, dan atau pemberian kredit/pembiayaan baru oleh perbankan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sabu Raijua, dan Kabupaten Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah yang ditetapkan terkena bencana alam.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert H.P Sianipar saat memberikan penjelasan terkait Perlakuan Khusus Bagi Debitur Perbankan Pada Beberapa Daerah Terdampak Bencana Seroja di NTT, Kamis (20/05/2021) sore. Dokumentasi : Humas OJK Provinsi NTT

Berdasarkan data sementara yang telah diterima OJK, terdapat sekitar 7.397 debitur di 12 Bank Umum dan 6 BPR yang terdampak bencana alam dengan total baki debet kredit sebesar Rp1,2 Triliun. Jumlah ini akan terus berkembang mengingat proses pemetaan kondisi debitur oleh Bank masih terus berlanjut, jelas Robert Sianipar.

Dirinya menambahkan perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan syariah Bank mengacu pada POJK 45/POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam, meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Kualitas Kredit yang direstrukturisasi
  2. Kualitas Kredit bagi Bank Umum maupun BPR yang direstrukturisasi akibat bencana alam ditetapkan Lancar sejak restrukturisasi sampai dengan jangka waktu Keputusan Dewan Komisioner.
  3. Restrukturisasi Kredit tersebut di atas dapat dilakukan terhadap kredit yang disalurkan baik sebelum maupun sesudah terjadinya bencana.
  4. Pemberian Kredit Baru terhadap Debitur yang Terkena Dampak
  5. Bank dapat memberikan Kredit baru bagi debitur yang terkena dampak bencana alam.
  6. Penetapan Kualitas Kredit baru tersebut di atas dilakukan secara terpisah dengan Kualitas Kredit yang telah ada sebelumnya.
  7. Pemberlakuan untuk Bank Syariah

Perlakuan khusus terhadap daerah yang terkena bencana alam berlaku juga bagi penyediaan dana berdasarkan prinsip syariah yang mencakup pembiayaan (mudharabah dan musyarakah), piutang (murabahah, salam, istishna), sewa (ijarah), pinjaman (qardh), dan penyediaan dana lain.

Lanjut Robert, sesuai Keputusan Dewan Komisioner OJK, penilaian kualitas kredit atau pembiayaan dan/atau penyediaan dana lain diberikan bagi debitur dengan plafon sampai dengan Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) yang hanya didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga, atau imbal hasil dan akan berlaku selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal penetapan Keputusan Dewan Komisioner OJK.

Untuk mendapatkan program restrukturisasi ini, beberapa hal penting yang wajib diketahui oleh debitur adalah sebagai berikut:

  1. Debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi melengkapi dengan data yang diminta oleh Bank.
  2. Bank akan melakukan assesment antara lain terhadap apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung, historis pembayaran pokok/bunga dan pertimbangan lainnya.
  3. Bank memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu, jumlah yang dapat direstrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian dan/atau diskusi antara debitur dengan Bank. Hal ini tentu memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak.

OJK akan terus melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap perkembangan kondisi daerah yang terdampak bencana dan akan mengambil langkah-langkah lanjutan yang diperlukan.

Dikesempatan ini Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu, Area Head Bank Mandiri Kupang, Wido Wibowo, Kepala Cabang Bank BRI Kupang, Stefanus Juarto mengatakan pihak perbankan menyambut baik kebijakan Dewan Komisioner OJK tersebut dan siap melaksanakan kebijakan yang ditetapkan. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Wujud Kepedulian, Ikatan Pegawai OJK Serahkan Bantuan Bagi Tiga Gereja di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Badai Siklon Tropis Seroja yang terjadi di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 4 sampai dengan 6 April 2021 tidak hanya menimbulkan kerusakan pada rumah masyarakat di Kota Kupang, namun juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum termasuk beberapa rumah ibadah.

Dalam rangka meringankan beban perbaikan rumah ibadah agar dapat kembali layak untuk digunakan, kerohanian Kristen & Katolik Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (IPOJK) menyalurkan dana bantuan sosial kepada 3 (tiga) Gereja di Kota Kupang, yaitu Gereja Baptis Indonesia (GBI) Getsemani Oeleta, GMIT Bukit Zaitun Sikumana dan Kapela Santa Maria Fatima Perumnas, dengan total bantuan sebesar Rp15.000.000,00.

Penyerahan bantuan ini diserahkan langsung oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT, Robert HP. Sianipar, Selasa (13/04/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT, Robert HP. Sianipar menyampaikan bahwa donasi ini sebagai bentuk kepedulian dari insan pegawai OJK di Provinsi NTT untuk meringankan beban pembangunan fisik gereja yang rusak akibat dampak bencana yang terjadi. Bantuan sebesar Rp15.000.000,00 tersebut diserahkan langsung kepada masing-masing Pendeta Gereja dan Ketua Wilayah.

Mari bersama kita satukan hati, pulihkan negeri. Semoga upaya ini dapat membantu Provinsi NTT segera pulih kembali. (*/NA)

Sumber berita + foto : Humas OJK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Bentuk Kepedulian, IPOJK dan DOSM Berikan Bantuan Bagi Pegawai Otoritas Jasa Keuangan NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Terjadinya cuaca ekstrem yang signifikan berupa hujan sangat lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur akibat adanya Siklon Tropis Seroja yang terbentuk di Laut Sawu Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 4-6 April 2021 berdampak pada terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di 11 (sebelas) Kabupaten/Kota di NTT. Tecatat 163 orang meninggal dunia dan 45 orang hilang sesuai data BNPB per Kamis 8 April 2021.

Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (IPOJK) Pusat bersama Departemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia (DOSM) OJK turut menyampaikan kepeduliannya khususnya kepada Pegawai OJK Provinsi NTT yang terdampak langsung dengan bencana badai siklon tropis tersebut dengan memberikan bantuan uang tunai untuk perbaikan rumah dan barang-barang kebutuhan darurat bencana. Kondisi kesehatan Pegawai OJK Provinsi NTT pasca bencana seluruhnya masih baik dan tetap beraktivitas walaupun terkendala akses jalan dan ketersediaan listrik.

IPOJK Komisariat Provinsi NTT menyerahkan secara simbolis bantuan kepada pegawai yang terdampak, dengan diserahkan langsung oleh Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP. Sianipar di dampingi oleh Ketua IPOJK Komisariat NTT, Dony Prasetyo serta pejabat di OJK Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Robert menyampaikan bahwa, ”semua masyarakat NTT merasakan dampak dari bencana ini, termasuk Pegawai OJK NTT, diharapkan bantuan ini dapat dipergunakan semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi seluruh pegawai dan keluarga OJK NTT, selain itu agar bencana yang telah terjadi dapat dijadikan pengalaman hidup yang berharga untuk selanjutnya kembali bangkit dan semangat”.

Bantuan yang diterima oleh pegawai diantaranya uang tunai total senilai Rp35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah), barang-barag keperluan darurat berupa mantel Raincoat 100pcs, Selimut 50pcs, Drybag 50pcs dan Goodiebag 50pcs. Dengan adanya bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban Pegawai OJK yang terkena dampak bencana badai siklon tropis seroja. (*/NA)

Sumber berita + foto : Humas OJK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Bantu Korban Bencana di NTT, OJK dan Industri Jasa Keuangan Beri Bantuan 500 Juta Rupiah

NTT AKTUAL. MAUMERE. Munculnya badai Siklon Tropis Seroja yang terbentuk di Laut Sawu Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 4 sampai dengan 6 April 2021 berdampak pada terjadinya cuaca ekstrim yang mengakibatkan bencana di beberapa wilayah Provinsi NTT. Dalam rangka membantu meringankan beban korban bencana tersebut, Otoritas Jasa Keuangan bersama Industri Jasa Keuangan menyalurkan dana bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi NTT sebesar Rp500 Juta.

Bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP. Sianipar kepada Gubernur Provinsi NTT, Viktor B. Laiskodat di Maumere, Kabupaten Sikka pada Jumat (9/04/2021), bersamaan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo untuk melakukan peninjauan kondisi pasca bencana di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT, menyampaikan bahwa donasi ini sebagai bentuk kepedulian dari OJK dan Industri Jasa Keuangan dengan harapan bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Selanjutnya Gubernur Provinsi NTT menyampaikan bahwa bantuan ini diterima yang selanjutnya akan didistribusikan langsung dengan mekanisme yang akan diaudit agar dapat diketahui masyarakat dan dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Bantuan sebesar Rp500 Juta tersebut akan disalurkan melalui Rekening Posko Siklon Tropis Seroja NTT yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi NTT, sehingga dapat segera didistribusikan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi NTT.

Badai Siklon Tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyebabkan terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan yang sangat lebat, angin kencang dan gelombang laut tinggi pada beberapa daerah di Provinsi NTT mencakup 1 (satu) kota dan 10 (sepuluh) kabupaten. Beberapa daerah juga mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor. Daerah terdampak tersebut yaitu Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Ende.

Hingga Kamis (8/04/2021) sesuai data BNPB jumlah korban yang meninggal akibat Siklon Tropis Seroja sebanyak 163 orang dan 45 orang hilang tersebar di semua kabupaten/kota se-NTT. (*/NA)

Sumber berita + foto : Humas OJK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

OJK Terus Berikan Stimulus Guna Mendorong Pemulihan Ekonomi Pasca Covid

NTT AKTUAL. KUPANG. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memberikan stimulus guna mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Beberapa kebijakan sebagai stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi yang dikeluarkan oleh OJK yakni penurunan rasio ATML baik di sektor otomotif, properti dan juga sektor kesehatan.

Hal ini disampaikan Pembina Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, yang juga Kepala OJK NTT Robert H. P. Sianipar dalam acara pertemuan bersama awak Media yang berlangsung di The Kings Kupang, Senin (8/03/2021).

“Pemerintah melalui kebijakan fiskal sudah mengeluarkan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPBM) untuk otomotif nol persen, BI juga mengeluarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga, lalu OJK juga mengeluarkan kebijakan sebagai stimulus yaitu dengan penurunan rasio ATML baik di sektor otomotif, properti dan juga sektor kesehatan. Inilah yang dikatakan sebagai sinergi kebijakan,” ujar Robert.

Dirinya menambahkan kebijakan-kebijakan ini adalah untuk mendorong gairah dari para pelaku usaha khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Jadi melalui rekan-rekan media tolong disampaikan ke masyarakat bahwa Sektor jasa keuangan siap dan terus bersinergi untuk mendorong pemulihan ekonomi,” ungkap Robert.

Selain itu OJK terus memberikan stimulus termasuk melakukan upaya-upaya digitalisasi UMKM, kemudian juga pelanjutan kebijakan restrukturisasi kredit. “Jadi kemudahan-kemudahan yang sebelumnya ditawarkan dari bulan Maret yang harusnya berakhir di April 2021 ini diperpanjang setahun sampai 2022. Tentunya dengan beberapa ketentuan, bagaimana memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM bisa bertahan melewati krisis pasca Covid,” ujar Robert.

Disisi lainnya OJK bersama-sama dengan Lembaga Jasa Keuangan ini ada namanya tim percepatan akses keuangan daerah. “Jadi kita ada bersama-sama dengan pemerintah baik di Pokja Keuangan maupun Pokja Sektor Ril. Kita mengidentifikasi mana produk dan komoditi unggulan yang perlu diberikan akses pembiayayaan. Apabila ada pelaku UMKM yang sulit memperoleh akses pembiayayaan tolong sampaikan kepada kami apa kendala nya,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua FKLJK Provinsi NTT yang juga merupakan Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho pada kesempatan ini mengatakan dari beberapa catatan yang kami peroleh bahwa dalam triwulan pertama ini di bulan Maret sudah menunjukkan adanya langkah-langkah maju dalam beberapa aktivitas di beberapa lingkungan pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi.

“Mudah-mudahan ini tanda-tanda baik untuk pemulihan aktivitas secara menyeluruh bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Disisi lain relaksasi kebijakan juga terus di kembangkan baik oleh OJK maupun pihak kementerian atau pihak pemerintah sehingga investasi di beberapa sektor tertentu seperti kesehatan, pendidikan, dan perhubungan bisa mempercepat pulihnya pembangunan atau perkembangan pemulihan ekonomi baik dalam skala Nasional regional maupun domestik, jelas Alex.

Partisipasi dan kontribusi kita semua untuk mempercepat pemulihan ekonomi di NTT dengan berbagai relaksasi kebijakan yang telah dikeluarkan oleh berbagai lembaga termasuk OJK akan sangat membantu kita keluar dari kondisi yang terpuruk karena pandemi Covid-19, pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

665 Orang Guru SMP di Provinsi NTT Ikuti Edukasi Keuangan Dari OJK

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT kembali menggelar Edukasi Keuangan kepada 665 peserta guru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Provinsi NTT, Jumat (16/10/2020).

Peserta saat mengikuti kegiatan Edukasi Keuangan yang diselenggaraksn oleh OJK Provinsi NTT melalui aplikasi Zoom, Jumat (16/10/2020). Dokumentasi : HUMAS OJK Provinsi NTT

Kegiatan yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se Provinsi NTT, Kantor Perwakilan BEI NTT, Pegadaian Area Kupang, serta Bank Rakyat Indonesia Cabang Kupang.

Acara yang dimulai pukul 08.30 WITA diawali sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Drs. Dumuliahi Djami, M.Si mewakili Kepala Dinas dan Kebudayaan Kab/Kota di Provinsi NTT mengucapkan terimakasih kepada OJK yang telah melaksanakan edukasi keuangan kepada guru-guru SMP dan meningkatkan pemahaman terkait investasi bodong.

Sementara itu Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar, dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja OJK dalam rangka meningkatkan pemahaman kepada para guru khususnya guru tingkat SMP terhadap Lembaga Jasa Keuangan, sehingga diharapkan para guru dapat mengajarkan kembali kepada anak didiknya berbagai pengetahuan mengenai OJK dan Industri Jasa keuangan dengan baik dan tepat.

Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar, saat memberikan sambutan pada kegiatan Edukasi Keuangan kepada 665 peserta guru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Provinsi NTT yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, Jumat (16/10/2020). Dokumentasi : HUMAS OJK Provinsi NTT

Saat ini berdasarkan data nasional tahun 2019, indeks literasi atau pemahaman masyarakat Provinsi NTT mengenai produk dan atau jasa keuangan hanya sebesar 27,82% sedangkan indeks inklusi atau penggunaan dari produk dan atau jasa keuangan di Provinsi NTT hanya sebesar 60,63%, hal ini menunjukan bahwa banyak masyarakat yang telah menggunakan produk jasa keuangan namun belum mengetahui secara jelas resiko, biaya-biaya dan kewajiban terkait produk keuangan tersebut.

Adapun narasumber dalam Edukasi Keuangan ini yakni Dedi Safari Yapudin selaku Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK NTT, Imam Subekti selaku Vice President Pegadaian Area Kupang, Adevi Sabath selaku Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTT, dan R Nining Juningsih selaku Relationship Manager Dana Ritel BRI Cabang Kupang. (*/NA)

Sumber : HUMAS OJK Provinsi NTT
Editor : Nataniel Pekaata

OJK NTT Memberikan Edukasi Keuangan Kepada Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya

NTT AKTUAL. KUPANG. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT menggelar Edukasi Keuangan kepada Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya (FPPS) yang ada di Provinsi NTT, pada Jumat (11/09/2020).

Kegiatan yang diselenggarakan melalui zoom ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT serta Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Kantor Cabang Kupang.


Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 perwakilan FPPS yang berasal dari 19 Kabupaten dan Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memperkaya pemahaman serta mendorong para petani untuk dapat memanfaatkan produk dari Lembaga Jasa Keuangan yang terdaftar dan berijin dari OJK sehingga tidak terjebak dalam produk keuangan ilegal maupun rentenir.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang diwakili oleh Robertus Ongo selaku Kepala Bidang Sarana Prasarana Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. “Kami mengapresasi dan berterimakasih kepada OJK NTT yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sehingga dapat mendorong tercapainya program pemerintah terutama literasi keuangan pembiayaan usaha tani “ ujar Robertus.

Dalam sambutannya Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar menyampaikan bahwa, “kegiatan ini merupakan salah satu program kerja OJK dalam rangka meningkatkan pemahaman para FPPS terhadap Lembaga Jasa Keuangan, diharapkan juga FPPS dapat meneruskan informasi yang didapat kepada kelompok binaan masing-masing terkait dengan produk dan layanan keuangan, waspada investasi dan akses keuangan khususnya dalam hal ini Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)”.

Berdasarkan data nasional tahun 2019, indeks literasi atau pemahaman masyarakat Provinsi NTT mengenai produk dan atau jasa keuangan hanya sebesar 27,8% sedangkan indeks inklusi atau penggunaan dari produk dan atau jasa keuangan di Provinsi NTT hanya sebesar 60,6%, artinya bahwa masih ada 39,4% masyarakat Provinsi NTT tidak dapat mengakses layanan keuangan, baik karena faktor penyebaran jaringan lembaga jasa keuangan formal yang tidak merata, struktur geografis dan populasi yang tersebar, keterbatasan persyaratan ataupun karena pengetahuan keuangan yang rendah.

Dalam kesempatan yang sama, Narasumber dari Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Kantor Cabang Kupang, I Wayan Bek menjelaskan terkait Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Produk ini memberikan perlindungan kepada petani dari ancaman risiko gagal panen sebagai akibat risiko banjir, kekeringan, penyakit, dan serangan organisme pengganggu tanaman. Diharapkan dengan adanya AUTP para petani mempunyai modal awal untuk memulai usaha pertaniannya sehingga tidak terjerat utang kepada rentenir untuk memperoleh modal awal bertani. (*/Red)

Sumber : Humas OJK NTT
Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Gubernur Ingin Penyerapan Anggaran Dipercepat

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM meminta agar seluruh Organisasi Pimpinan Daerah untuk mempercepat penyerapan anggaran pemerintahan. Dikatakannya penyerapan anggaran belanja pemerintah harus mencapai angka 75 % di akhir bulan September. Hal tersebut diungkapkannya pada saat memberikan arahan dalam Pertemuan Persiapan Ekspo Anak Negeri 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin (14/09/2020).

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM (tengah depan) saat memberikan arahan dalam Pertemuan Persiapan Ekspo Anak Negeri 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin (14/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Dalam percepatan pemulihan ekonomi di NTT maka saya ingin penyerapan anggaran pemerintah harus mencapai 75% pada akhir bulan September ini. Anggaran belanja dalam penyerapannya harus dipercepat. Kita harus kerja cepat karena dalam situasi pandemi covid 19 seperti ini maka kesejahteraan rakyat adalah yang tertinggi. Kita utamakan itu,” ujar Wakil Gubernur.

“Saya akan turun cek ke setiap OPD Pemprov NTT untuk terkait penyerapannya. Saya akan tegas untuk hal ini. Kita yang jadi mediator antara anggaran dan masyarakat”, katanya.

Pertemuan Persiapan Ekspo Anak Negeri 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin (14/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Ia menambahkan, dalam pemulihan ekonomi harus dilakukan dengan kolaborasi dengan cara kerja yang cepat. “Kita harus kolaborasi dengan pola pikir grow mindset yang bertumbuh dengan loncatan-loncatan yang ada. Maka dalam kolaborasi itu harus saling bertukar informasi, berkonsultasi terkait hal teknis dan melibatkan semua pihak untuk mencapai tujuan,” jelasnya.

“Untuk kegiatan Ekspo nanti ini sangat bagus karena kita pertemukan konsumen dan produsen. Saya ingin juga untuk kita memperkuat UMKM karena UMKM juga menjadi salah satu penopang ekonomi kita untuk itu harus perhatikan indikasi geografis dan hak paten dari setiap produk yang ada untuk meningkatkan kualitas pemasarannya”, jelas Wakil Gubernur Josef.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama NTT, Lery Rupidara yang bertindak sebagai moderator menjelaskan pertemuan tersebut selain untuk menggagas kegiatan ekspo anak negeri juga adalah lanjutan Pertemuan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT beberapa waktu lalu bersama Pemprov NTT.

“Pertemuan ini sebagai pertemuan lanjutan kami bersama FKLJK dan juga pada ekspo nanti akan ada produk-produk komoditi unggulan dari para UMKM. Ekspo ini juga untuk membantu adanya transaksi langsung antara konsumen dan produsen. Dalam ekspo ini juga dimaksudkan sebagain business matching, dan business coaching serta membantu memberikan sertifikasi dari produk-produk yang dihasilkan,” ujarnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert Sianipar juga mengharapkan dengan ekspo yang akan dilaksanakan tersebut juga turut serta mampu membangkitkan ekonomi di NTT. “Kegiatan ini juga diharapakan bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Dalam ekonomi yang menurun saat ini maka untuk pemulihannya ada kebijakan mulai dari sektor keuangan dengan beberapa kebijakan diantaranya, restrukturisasi dan relaksasi untuk nasabah-nasabah,” kata Robert.

“Dari kebijakan terkait dana atau anggaran yang tersalur tersebut, kini tantangannya bagi debitur UMKM adalah mengenai peningkatan produksi dan penyerapan produk yang tersalur pada pasar, hingga pada banyaknya pembeli sehingga melalui ekspo ini juga ada transaksi langsung untuk memudahkan penjualan produk,” jelas Robert.

Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengungkapkan dengan dana PEN maka besar harapan untuk bisa memperbaiki ekonomi nasional dan daerah. “Dari pertumbuhan ekonomi kita yang rendah, harapan kita masih ada. Kita punya program PEN pemulihan ekonomi nasional. Kita masih punya anggaran yang cukup. Untuk itu maka besar harapan kita pada bidang pertanian, perdagangan, pemerintahan dan bidang konstruksi. Kita harus dorong pertumbuhan ekonomi kita di triwulan 3 ini,” kata Nyoman.

Plt Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan Ekspo Anak Negeri 2020 tersebut akan digelar pada 16-17 September 2020 bertempat di Millenium Ballroom Kupang dan dibuka mulai pukul 09.00 WITA hingga 18.00 WITA. Ekspo tersebut juga sebagaimana mempertemukan pelaku industri (UMKM) dengan marketnya, dengan keterlibatan sponsorship serta sertifikasi BPOM. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur : Pemulihan Ekonomi Daerah Harus Dilakukan Dengan Kerja Extraordinary

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta semua pihak mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Masyarakat, Pihak Perbankan, Lembaga Keuangan, hingga Pelaku Usaha dan UMKM untuk bekerja keras dan bersama-sama dalam pemulihan ekonomi Provinsi NTT. Hal tersebut disampaikannya dalam Pertemuan yang membahas ‘Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi Di Provinsi Nusa Tenggara Timur’ yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Rabu (26/08/2020).

“Kondisi saat ini pada pemulihan ekonomi di daerah kita tentunya kita harus benahi semuanya. Mulai dari Pemprov, Kabupaten, pelaku usaha dan pihak perbankan serta Lembaga keuangan. Kinerja kita masih dalam perencanaan program. Belum kita kontrol hingga sampai pelaksanaan di lapangan. Walaupun Pemerintah merencanakan desain program pemulihan dengan baik tapi bila SDM pengelola dilapangan masih timbul masalah ini harus kita tangani bersama,” ujar Viktor.

“Saya mau dalam dua minggu ke depan, kita rapat bersama antara UMKM dan pihak industri dengan melibatkan OJK, dan Perbankan. Kita cari tahu setiap UMKM masalahnya pada apa, kita lihat produknya apa, masalah apa yang dihadapi pada masa pandemi covid 19 ini, apakah ada kendala dalam pemasaranya. Jadi kita bisa tahu langsung masalahnya dilapangan. Dengan demikian maka kita kerja bersama dengan percepatan kredit-kredit yang diberikan pada UMKM ataupun relaksasi dan solusi lainnya,” jelas Beliau.

Gubernur Viktor juga meminta agar penanganan ekonomi daerah harus punya target tertentu untuk bisa mencapai hasil maksimal maka dari itu menurutnya juga harus dikelola dengan cara kerja yang luar biasa untuk menuju pada pemulihan aktivitas ekonomi. Ia pun turut meminta agar dalam menunjang pemulihan ekonomi maka perlu ada suplay chain yang turut memberikan dampak dalam pengelolaan atau pengembangan pariwisata.

“Bila kita berbicara untuk sektor pariwisata, maka kita lihat juga suplay chain yang turut mendukung. Bila kita pergi ke Lelogama dan Bokong, disana itu setiap akhir pekan banyak orang yang berkunjung kesana namun belum ada restoran disana. Ini harus diperhatikan. Harud ada restorannya dan saya juga mau makanan yang disediakan juga harus dari sektor-sektor pendukung di Kabupaten Kupang mulai dari pertanian, perkebunan, dan perikanan yang diantaranya beras, ikan, daging, bawang dan lain-lain. Dengan demikian ada dukungan untuk pariwisata dengan restorannya disana,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Bank Indonesia NTT I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan pemulihan ekonomi akan didukung dengan biaya-biaya perbankan untuk mendorong pengembangan potensi yang ada di NTT.

“Peluang kita untuk memulihkan ekonomi ini ada pada UMKM dan juga potensi yang ada di NTT. UMKM kita sangat banyak dan berpengaruh besar pada ekonomi kita. Total anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pemulihan ekonomi tahun 2020 ini adalah 677 Triliun dan 356 triliun untuk tahun 2021. Kita harus ambil peluang ini untuk pemulihan ekonomi kita dengan potensi Produksi Garam, Kopi, Jambu Mete, dan Sapi,” jelas I Nyoman.

Bupati Kupang Korinus Masneno mengatakan dalam dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kupang pada pemulihan ekonomi daerah Provinsi NTT dimulai pada sektor-sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

“Dalam kondisi seperti ini, kita harus bisa bangkit kembali. Pemulihan kita mulai dari pertanian, perkebunan dan perikanan. Khusus untuk pertanian tahun ini kami akan panen jagung untuk juga mendukung Program Tanam Jagung Panen Sapi dan saat ini kami akan panen 1000 hektar. Kita kerja bersama mulai dari pengelolaan lahan, air, pengelolaan jagung hingga menghasilkan produksi sapi. Lokasi kami yang dekat dengan Provinsi dan tentunya sangat membantu dan memudahkan kami untuk masuk dalam pasar,” jelas Korinus.

Plt. Direktur Utama Bank NTT Harry A. Riwu Kaho selaku moderatar atau pemimpin diskusi mengatakan, dibutuhkan spirit untuk membangkitkan semangat bersama Pemerintah, Pemangku Kepentingan dan juga kolaborasi antar berbagai pihak untuk mendukung pemulihan ekonomi diberbagai Sektor.

Sejalan dengan itu, Kepala OJK NTT Robert HP. Sianipar mengatakan Sektor Jasa Keuangan sangat ingin mendorong pemulihan ekonomi NTT dengan pola memadukan sektor real dengan sektor keuangan dan juga relaksasi terutama bagi UMKM yang memiliki kapasitas besar dalam pemulihan ekonomi. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

IPOJK NTT Serahkan Hewan Qurban

NTT AKTUAL. KUPANG. Jelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (IPOJK NTT) menyerahkan hewan Qurban OJK yakni 2 (dua) ekor Sapi dan 1 (satu) ekor kambing ke Musholla Al Muhajirin, Noelbaki dan Musholla Al Furqon, Manusak Kabupaten Kupang, pada Rabu (29/07/2020). Selain itu diserahkan 80 Kg beras dan 24 liter minyak goreng.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP. Sianipar, melakukan foto bersama usai penyerahan hewan Qurban, Rabu (29/07/2020). Foto : Humas OJK NTT

Penyerahan hewan qurban ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid 19.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP. Sianipar menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk budaya kerja OJK, yakni OJK Tangkas terkait peduli sosial dan lingkungan.

Semoga qurban ini bisa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan yang Maha Esa dan membangun solidaritas antar sesama, khususnya masyarakat 2 (dua) desa penerima.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP. Sianipar bersama staf foto bersama dengan pengurus Mushola, Rabu (29/07/2020). Foto : Humas OJK NTT

Saat ini masyarakat sedang menghadapi ujian terberat yakni pandemi covid 19 yang mengantarkan pada persoalan serius, terutama aspek ekonomi berupa kesulitan hidup. Oleh sebab itu, qurban menjadi bagian penting dalam konteks berbagi kepada sesama. IPOJK NTT memilih 2 (dua) lokasi qurban untuk tahun ini, dikarenakan lokasi tersebut terdapat ± 80 Kepala Keluarga pengungsi ex Timor Leste yang terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung terkait pandemi covid 19.

Imam Mushola Al Muhajirin, Ustad Zakaria, menyampaikan ucapan terima kasih atas qurban yang diberikan oleh IPOJK NTT, hal senada juga diungkapkan Imam Mushola Al Furqon, Ustad Muhammad Tohir. (*/Red)

Sumber : Humas OJK NTT
Editor : Nataniel Pekaata