Arsip Tag: Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)

Triwulan II 2021, Jumlah Transaksi e-Commerce di NTT Mencapai Rp214,74 Juta

NTT AKTUAL. KUPANG. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu aktif mengejar ketinggalan dari daerah lain yang lebih maju di Indonesia dari sisi digital. Secara transaksi, pada triwulan II 2021 jumlah transaksi e-Commerce di NTT mencapai Rp214,74 juta, atau mengalami peningkatan 87,45% (yoy), lebih tinggi bila dibandingkan transaksi periode yang sama tahun sebelumnya. Transaksi Uang Elektronik atau dompet elektronik pada periode Januari sampai dengan Agustus 2021 mencapai Rp192,61 juta, meningkat 614,14% (yoy). Selanjutnya untuk transaksi pembayaran menggunakan QR Code atau QRIS dari Januari hingga Juli 2021 tercatat telah mencapai Rp18,74 miliar. Rata-rata transaksi yang relatif meningkat, menggambarkan Provinsi NTT telah mulai bergerak menuju digitalisasi dan pertumbuhan transaksinya cukup signifikan.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” yang berlangsung via Zoom, hari ini Selasa (12/10/2021).

“Dengan adanya digitalisasi sistem pembayaran di NTT tersebut, kami harapkan pertumbuhan ekonomi di NTT juga dapat terakselerasi. Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II 2021 tumbuh sebesar 4,22% (yoy), dan kami perkirakan di triwulan III 2021 ini masih terus meningkat dan dapat tumbuh sebesar 3,49 % (yoy),” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” yang berlangsung via Zoom, hari ini Selasa (12/10/2021). Dokumentasi : Istimewa

Dirinya menambahkan Tantangan dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan tentunya sangat banyak. Salah satunya adalah literasi digital SDM Indonesia yang masih relatif rendah khususnya di NTT. Oleh karena itu, BI secara intensif melakukan sosialisasi dan edukasi seperti yang dilaksanakan pada hari ini.

“Kami percaya Bapak/Ibu Akademisi dan Mahasiswa/Mahasiswi di NTT dapat menjadi agen perubahan dan berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Indonesia khususnya di NTT. Cara mudah dalam berpartisipasi adalah dengan menggunakan layanan Sistem Pembayaran secara non tunai dalam bertransaksi.

Untuk diketahui kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” ini dilaksanakan dalam rangka memberikan edukasi dan juga literasi kepada masyarakat khususnya Mahasiswa di NTT terkait layanan sistem pembayaran dan juga Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kegiatan ini dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama dengan Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran (DPSP).

Kegiatan ini diikuti oleh Akademisi dan Mahasiswa dari sejumlah Universitas di Provinsi NTT, dan para peserta antusias mengikuti kegiatan. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Launching Digitalisasi Retribusi Pasar Menggunakan QRIS

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dalam implementasi penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang dilakukan untuk pertama kalinya di NTT. Apresiasi tersebut disampaikannya dalam sambutan dalam acara peluncuran Digitalisasi Retribusi Pasar Menggunakan QRIS, Rabu (2/06/2021) di Pasar Oebobo.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia, PT Telkom dan PD Pasar atas terselenggaranya acara launching QRIS bagi sistem retribusi di pasar Oebobo tersebut. Menurutnya, Pemkot akan mendukung komitmen Bank Indonesia untuk mendorong perluasan penggunaan QRIS yang juga menargetkan UMKM-UMKM guna mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penggunaan QRIS yang meluas akan membantu mendukung perluasan jaringan bisnis merchant atau penjual dan penyedia jasa layanan di pasar dan UMKM di Kota Kupang hingga merambah di tingkat nasional bahkan internasional.

Wali Kota berharap peluncuran Retribusi Pasar dengan QRIS tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dilanjutkan secara luas. Karena penggunaan QRIS memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran. Konsumen cukup membayar menggunakan satu QR Code untuk seluruh pembayaran. Di samping itu masyarakat tidak perlu takut akan kehilangan uang dan diuntungkan karena tidak perlu repot dalam melakukan transaksi secara tunai. “Hanya membutuhkan scan kodenya saja sehingga tidak membutuhkan waktu juga proses yang lama’’, tuturnya.

Walikota Kupang menjelaskan dimulainya pemanfaatan QRIS sebagai alternatif transaksi non tunai dalam sistem retribusi pasar diharapkan juga akan memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam pengawasan retribusi lewat satu pintu, sesuai komitmen pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan visi dan misi Kota Kupang, khususnya untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN dan transparansi dalam pengelolaan keuangan sesuai misi Kupang jujur. Hal tersebut diakuinya juga akan berdampak secara langsung pada optimalisasi sumber PAD Kota Kupang. ‘’Kalau ini terus diterapkan tidak hanya di pasar tetapi juga di semua transaksi-transaksi ekonomi di Kota Kupang, maka akan meminimalisir praktik korupsi dan juga mendukung semangat Smart City di Kota Kupang’’, tuturnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat menyampaikan sambutannya mengatakan sebagai wujud sinergi dalam digitalisasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dan PT. Telkom Indonesia, melaksanakan program digitalisasi pasar di Kota Kupang yang mencakup penerimaan retribusi serta digitalisasi transaksi pembayaran melalui QRIS. “Ke depan kami akan terus mendorong agar dapat di replikasi dan diimplementasikan pada pasar-pasar lainnya di Kota Kupang dan di seluruh NTT,” katanya.

CEO Qren Telkom Kota Kupang, Fajar ERI Dianto juga mendukung keinginan Pemerintah Kota Kupang dan KPw BI NTT dalam perluasan penggunaan QRIS di Kota Kupang. ‘’Kami siap dan sudah menyatakan kesanggupan mendukung penuh program perluasan digitalisasi keuangan dengan QRIS ini di NTT untuk retribusi pasar tradisional, retribusi parkir bahkan retribusi tiket. Semua sudah siap tinggal dijalankan, juga transaksi yang ada di UMKM akan kami siapkan dashboardnya, juga disiapkan inisiasinya, dan mudah-mudahan akan kita siapkan bisnisnya”, kata Eri. (*PKP_val)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Semarak QRIS NTT “Ayo Kartini Era Digital, Bertransaksi Non Tunai Dengan QRIS”

NTT AKTUAL. KUPANG. Transformasi digital telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan; bagaimana perusahaan berinteraksi; dan
bagaimana konsumen mendapatkan layanan, informasi, dan barang.
Pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah
digital menuntut otoritas kebijakan berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut.

BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah
tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan
melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong
kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat
penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui
standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API),
dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS
(dibaca KRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
QRIS bukan aplikasi, melainkan sebuah standar nasional QR Code yang diwajibkan bagi seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan QR.

Dengan adanya standar QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari PJSP
apapun dapat melakukan pembayaran menggunakan QR code di seluruh merchant meskipun PJSP yang digunakan berbeda. Standar QRIS juga memudahkan merchant dalam menerima pembayaran dari aplikasi apapun hanya dengan membuka akun pada salah satu PJSP penyelenggara QRIS.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersinergi dengan
PJSP menyelenggarakan event Semarak QRIS NTT pada bulan Mei-
Juni 2021. Event ini diharapkan dapat mendorong akselerasi implementasi transaksi non tunai serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT diantaranya adalah kampanye/publikasi, edukasi/talkshow dan promo experience
penggunaan QRIS. Hari ini merupakan hari 1 kegiatan edukasi yang diawali dengan melakukan launching Komunitas QRIS diantaranya Komunitas Kuliner Kampung Solor, Komunitas Penjahit Kampung Solor, Komunitas Jawa – K2S Kota Kupang, Komunitas Lantamal VII
Kupang – Layanan Kesehatan (RS dan Klinik) serta Komunitas Hindu
Kota Kupang. Edukasi hari pertama mengambil tema Panen Rupiah Ala Kartini Jaman Now. Edukasi hari pertama ditujukan kepada para wanita
sebagai Kartini di era digitalisasi yang dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.

Bank Indonesia yakin dengan pemberdayaan perempuan menjadi
agen perubahan di era digitalisasi akan semakin mendorong percepatan kebangkitan ekonomi NTT serta perluasan pemanfaatan transaksi secara non tunai khususnya penggunaan QRIS di NTT.

Melalui kegiatan ini kami mengajak “Ayo Kartini era digital, bertransaksi non tunai dengan QRIS” alternatif pembayaran yang CeMuMuAH (Cepat, Mudah Murah Aman dan Handal). (*)

Sumber berita + foto : Humas KPw BI NTT

Penjabat Sekda Kota Kupang Hadiri Launching Aplikasi QRIS

NTT AKTUAL. KUPANG. Penjabat Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata,M.Si hadir dalam acara Pekan QRIS Nasional 2020 Sosialisasi Sistem Pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Centra UMKM C&A Jalam Frans Seda, Selasa (10/3/2020).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa QRIS ini adalah terobosan sistem pembayaran dalam dunia digital yang berkembang sangat cepat.QRIS memudahkan tranksaksi keuangan melalui smartphone terutama bagi pelaku UMKM, keuntungan dari QRIS yaitu smua pendapatan dan transaksi keuangan akan tercatat dalam data penjualan sehingga akan diketahui berapa total penjualannya karena terdata dengan rapi.

Aplikasi QRIS adalah jasa pembayaran yang sah dan resmi dari Bank Indonesia. Penggunaan QRIS telah digunakan di 10 UMKM di NTT dan ditargetkan akan mencapai 100 UMKM terutama di Kota Kupang melalui penggunaan Smartphone sehingga mendorong penguatan dan pertumbuhan Ekonomi terutama bagi pelaku UMKM.

Sementara itu Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata,M.Si, yang didaulat menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang mengapresiasi kegiatan tersebut dalam rangka membangun kota kupang khususnya dalam bidang UMKM . Pemerintah Kota mendukung penuh kebijakan pembayaran non tunai melalui Aplikasi QRIS. Tahun 2019 pemerintah kota kupang telah mencanangkan sistem smart city dan tagline ‘Ayo Berubah’.

Karena itu dengan semangat perubahaan dan smart sistem maka sejak tahun 2019 Pemerintah Kota telah bekerja sama dengan beberapa pihak Bank agar proses pengeluaran dalam bentuk pembayaran non tunai terutama pembayaran gaji dan pembelanjaan serta perjalanan dinas. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang menambahkan bahwa dengan adanya Aplikasi QRIS maka akan sangat mempermudah tranksaksi keuangan serta memperkecil kemungkinan penggunaan dan peredaran uang palsu sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan dalam transaksi non tunai, iapun menghimbau kepada seluruh pelaku UMKM di Kota Kupang agar berpartisipasi dalam menggunakan Aplikasi QRIS karena telah digunakan oleh beberapa hotel dan restoran di Kota Kupang sehingga terkendali dan terlindung saat melakukan transaksi keuangan.

Turut hadir dalam kegiatan yaitu Owner Centra UMKM C&A Bapak Ricardus Outniel Yonathan, Kepala Bank Mandiri cabang Kupang Bapak. I Gede Dewa Satriawan, Perwakilan PJSP Non Bank Link Aja Corporate Aldi Diantoro, UMKM Binaan Bank NTT, UMKM/Pedagang binaan C&A, Pengelola Galery Dekranasda NTT, partisipan PJSP Bank yaitu Bank BRI, Bank Nobu, Bank Mandiri. (Red)

Sumber : Humas Setda Kota Kupang

Kantor Perwakilan BI NTT Aktif Selenggarakan Pekan QRIS Nasional

NTT AKTUAL. KUPANG. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat aktif menyelenggarakan pekan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kota Kupang yang dimana Kota Kupang merupakan ibukota dari Provinsi NTT.

“Sejak tanggal 2 hingga tanggal 8 Maret 2020, kami aktif melakukan sosialisasi QRIS melalui Media cetak dan elektronik yaitu melalui TV, Radio dan juga Surat Kabar atau Koran,”

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, kepada awak media dan wartawan dalam kegiatan Media Briefing Pekan QRIS Nasional 2020, yang berlangsung di Ruang Lasiana KPw BI NTT, Selasa (10/03/2020) sore.

Dalam kegiatan Media Briefing ini juga turut pula dihadiri Kepala Unit Pengawasan SP PUR dan KI BI NTT, NLP Sri Sandhi, Kepala Tim SP PUR dan Layanan Administrasi BI NTT, Eddy Junaedi.

Pada kesempatan ini Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, menambahkan QRIS adalah standar nasional QR Code pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia. QRIS yang diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019 (bertepatan dengan HUT RI ke-74) bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju.

“Hingga 28 Februari 2020, secara nasional merchant yang sudah terdaftar dan memasang QRIS mencapai 2,7 juta merchant dan di Provinsi NTT sebanyak 10.533 merchant, sementara di Kota Kupang mencapai 3.041 merchant,” kata Ariawan.

Lanjutnya, dalam menyelenggarakan pekan QRIS Nasional 2020 di Kota Kupang, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT juga selalu aktif menyelenggarakan sosialisasi dan launching.

“Sosialisasi dan Launching pekan QRIS Nasional 2020 sudah dilakukan sejak tanggal 9 Maret 2020, dan kegiatan sosialisasi dan launching ini akan berlangsung hingga tanggal 14 Maret 2020,” ujar Ariawan Atmaja.

Pada acara puncak sosialisasi dan launching pekan QRIS Nasional 2020 yang akan berlangsung pada tanggal 14 Maret 2020 mendatang, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT akan menggelar kegiatan fun color run, dimana seperti yang direncanakan nantinya dalam kegiatan fun color run ini akan diikuti sebanyak 1.000 peserta dari seluruh unsur baik itu Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Perbankan dan masyarakat umum, jelasnya

“Salah satu hal istimewa dalam kegiatan fun colour run ini nantinya yaitu kami akan mendorong 1.000 orang peserta untuk memberikan donasi atau sumbangan bagi tempat-tempat ibadah baik itu untuk Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha,” ungkap Ariawan Atmaja.

Sehingga pada akhirnya event Pekan QRIS Nasional 2020 tidak hanya menjangkau merchant, pedagang dan pelaku-pelaku bisnis saja, tetapi juga menjangkau umat-umat bergama terutama pada tempat-tempat ibadah, pungkasnya. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata