Arsip Tag: Provinsi Nusa Tenggara Timur

Gubernur NTT Pantau Vaksinasi Covid-19 Bagi Pekerja Media Di Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memantau proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama bagi pekerja media yang dilaksanakan di gedung Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Kupang pada Jumat (12/03/2021).

Dalam kunjungannya, Gubernur Viktor didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov NTT DR. Jelamu Ardu Marius,M.Si beserta Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr. Ragu Harming Kristina, SKM, M.Kes.

Data dari Biro Administrasi Pimpinan menyebutkan sebanyak 150 pekerja media sudah terverifikasi untuk menjalani vaksinasi Covid-19 yang disediakan oleh Dinas Kesehatan NTT.

Dalam kunjungannya, Gubernur VBL pertama-tama meninjau langsung aula Poltekkes yang digunakan sebagai tempat pendaftaran peserta vaksinasi, setelah itu berturut -turut Gubernur VBL meninjau ruang skrining atau pemeriksaan kesehatan peserta, kemudian ruang penyuntikan vaksin dan terakhir di ruang observasi.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Viktor juga menyempatkan diri mendampingi salah satu peserta vaksinasi serta mengajak bincang-bincang peserta yang terlihat tampak sedikit gugup tersebut agar peserta menjadi lebih santai saat divaksin.

“Tidak perlu takut ya, rileks, rileks saja. tidak rasa apa-apa kok, kan hanya disuntik saja,” ujarnya saat mendampingi salah satu pasien paruh baya tersebut.

Dihadapan para awak media, Gubernur Laiskodat pun menegaskan bahwa vaksin yang diberikan saat ini merupakan vaksin terbaik di dunia yang dibuktikan berdasarkan hasil penelitian / riset oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

“Tidak perlu diragukan lagi, karena ini adalah vaksin terbaik di dunia. Jadi kita semua harus menerima dan bersyukur serta mendukung vaksin yang diberikan ini,” tegas Gubernur Laiskodat.

Setelah divaksin, para pekerja media mendapatkan surat vaksin dan satu papan rak telur ayam serta disuguhi teh kelor dari stand pihak La Moringa.

Ditemui ditempat terpisah, Karo Administrasi Pimpinan NTT Jelamu Ardu Marius menjelaskan agar para peserta vaksin untuk tetap menjaga diri dan mempersiapakan diri mengikuti vaksinasi tahap kedua yang akan kembali diselenggarakan 14 hari setelah vaksinasi tahap pertama serta tetap mentaati protokol kesehatan.

“Dan pesan kami untuk semua rekan-rekan jurnalis yang hari ini telah divaksin tahap pertama agar tetap mematuhi protokol kesehatan, lindungi diri setiap kali keluar rumah dan berinteraksi dengan siapapun demi kebaikan kita bersama,” jelas Marius.

Kegiatan hari ini terlaksana atas dukungan Ketua Dekranasda Provinsi NTT Julia Sutrisno Laiskodat, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda. Provinsi NTT Jelamu Ardu Marius, Kepala Biro umum Setda Provinsi NTT George M. Hadjo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT dr. Meserasi B. V. Ataupah, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Lantik Bupati dan Wakil Bupati 5 Kabupaten Hasil Pilkada Serentak 2020

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengambil sumpah dan melantik 5 pasangan Bupati dan Wakil Bupati hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 untuk Kabupaten Sumba Timur, Manggarai, Ngada, Timor Tengah Utara (TTU) dan Manggarai Barat atas nama Presiden Republik Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (26/02/2021).

Kelima pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik tersebut adalah Drs. Kristofel Praing, M. Si dan David Melo Wadu, ST sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Herybertus G. L. Nabit, SE, MA dan Heribertus Ngabut, SH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Andreas Paru, SH, MH dan Raymundus Bena, SS, M. Hum sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ngada, Drs. David Juandi dan Drs. Eusabius Binsasi sebagai Bupati dan Wakil Bupati TTU, Edistus Endi, SE dan dr. Yulianus Weng, M. Kes sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat.

Acara yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat ini hanya dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, pimpinan DPRD NTT, Unsur Forkompinda Provinsi NTT, Sekda NTT, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK/Dekranasda NTT, Ketua Dharma Wanita NTT, Ketua KPUD NTT, para Bupati dan Wakil Bupati bersama Isteri, para Pelaksana Harian (Plh.) Bupati besama Isteri, para Ketua DPRD dari kelima Kabupaten serta Rohaniwan Katolik dan Rohaniwan Protestan. Sementara keluarga dan undangan lainnya menyaksikan acara dari luar ruangan melalui layar televisi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pengambilan sumpah dan pelantikan diawali dengan pengucapan janji jabatan oleh para Bupati dan Wakil Bupati yang dipandu oleh Gubernur NTT. Diikuti oleh pengukuhan oleh rohaniwan Protestan dan rohaniwan Katolik. Setelahnya para Bupati dan Wakil Bupati menandatangani janji jabatan dan pakta integritas. Acara dilanjutkan dengan
pemasangan tanda pangkat jabatan, penyematan tanda jabatan dan penyerahan keputusan Menteri Dalam Negeri oleh Gubernur NTT kepada masing Bupati dan Wakil Bupati. Serta diakhiri dengan penandatanganan naskah pelantikan oleh Gubernur NTT.

Pengambilan sumpah dan pelantikan kelima Bupati dan Wakil Bupati itu didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.53-267 Tahun 2021 tanggal 19 Februari 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Yang kemudian dirubah dengan Keputusan Mendagri Nomor 131.53-370 tanggal 24 Februari 2021 tentang perubahan atas Keputusan Mendagri Nomor 131.53-267 Tahun 2021 setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada (Kabupaten Manggarai Barat, red).

Dalam dua Keputusan Mendagri itu ditetapkan masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil pilkada serentak tahun 2020.

“Kepala daerah memegang jabatan selama 5 tahun dan apabila yang bersangkutan memegang jabatan tidak sampai 5 tahun yang diakibatkan oleh peraturan perundang-undangan maka diberikan kompensasi uang sebesar gaji pokok dikalikan dengan jumlah bulan tersisa. Serta mendapatkan hak pensiun untuk masa jabatan 5 tahun,” demikian keputusan Mendagri, Muhammad Tito Karnavian sebagaimana dibacakan oleh Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Doris Rihi.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan Ketua TP PKK/Dekranada pada 5 kabupaten tersebut oleh Ketua TP PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat. Kelima Ketua TP Kabupaten yang dilantik adalah Merliaty Simanjuntak sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda Sumba Timur, Meldyanti Hagur Marcelina sebagai ketua TP PKK/Dekranasda Manggarai, Cecilia Sarjiyem sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda Ngada, Elvira Berta Maria Ogom sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda TTU, Trince Yuni sebagai Ketua TP PKK/Dekranasda Manggarai Barat. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur : Kita Harus Lakukan Antisipasi Untuk Capai Target Modal Inti Bank NTT Tahun 2024

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selaku Pemegang Saham Pengendali memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa bank NTT secara virtual dengan para Bupati/Walikota se-NTT selaku Pemegang Saham Seri A dan para pemegang Saham Seri B di ruang Rapat Gubernur, Rabu (10/2/2021).

Tampak hadir mendampingi Gubernur Viktor, Jajaran Komisaris Bank NTT yakni Komisaris Utama, Juvenile Jodjana, Komisaris Independen, Semuel Djoh D. dan Frans Gana. Serta jajaran Dewan Direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Umum, Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta Notaris Serlina Sari Dewi Darmawan.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa bank NTT yang berlangsung secara virtual, bertempat di ruang Rapat Gubernur NTT, Rabu (10/2/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Kupang

Tiga agenda utama yang dibahas dalam RUPS Luar Biasa tersebut yakni Pertama, Laporan surat Pengunduran Diri dari Direktur Pemasaran Dana yang diajukan pada 27 Nopember 2020 dan progres proses penggantiannya. Kedua, Pengangkatan dan Penetapan Direktur Pemasaran Kredit berdasarkan surat Persetujuan OJK Nomor SR-427/PB.12/2020 tanggal 30 Desember 2020. Ketiga, laporan progres penerbitan Peraturan Daerah terkait rencana penambahan setoran modal masing-masing Pemerintah Daerah dalam rangka pemenuhan modal inti Bank NTT sebesar 3 Triliun di tahun 2024.

Terkait agenda pertama dan kedua, semua peserta RUPS Luar Biasa menerima surat Pengunduran diri dari Absalom Sine selaku Direktur Pemasaran Dana dan Pengangkatan Paulus Stefen Messakh sebagai Direktur Pemasaran Kredit. Sambil menanti penetapan Direktur Pemasaran Dana yang baru, Dirut Bank NTT akan merangkap tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pemasaran Dana.

“Terima kasih kepada bapak Absalom Sine yang telah mengabdi di Bank NTT selama 30 tahun. Komite Renumerasi dan Nominasi (KRN) akan segera melakukan proses rekruitmen untuk pengganti beliau. Karenanya susunan Dewan Direksi PT Bank Pembangunan Daerah NTT untuk saat ini adalah Direktur Utama sekaligus Plt. Direktur Pemasaran adalah Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh, Direktur Umum Yohanis Landu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu,” jelas Komisaris Utama, Juvenile Jodjana.

Terkait agenda ketiga, Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu menjelaskan sudah ada 16 pemerintah daerah (Pemda) termasuk Pemprov NTT yang telah terbitkan Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal pada bank NTT sampai tahun 2024. Ada 4 Pemda yakni Kabupaten Kupang, Manggarai, Flores Timur dan Manggarai Barat yang Perda Penyertaan Modalnya sampai tahun 2021 dan 2022. Namun sudah ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai tahun 2024 dari Bupati/Sekda. Sementara 3 Kabupaten yakni Kota Kupang, Sumba Barat Daya dan Ngada, perdanya sudah berakhir 2020 namun sudah ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai 2024 dari Bupati/Sekda, kecuali Kabupaten Ngada yang belum ada surat kesanggupannya.

Hilarius menjelaskan, pada tahun 2020 modal yang disetor ke Bank NTT sudah mencapai sekitar Rp 1.562 triliun. Untuk tahun 2021 ini, baru dua Kabupaten yang melakukan penyetoran modal sesuai Perda yakni Kabupaten Alor sebesar Rp 3 Miliar dan Malaka sebesar Rp. 10 M. Lanjut Hilarius, Sesuai Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 tentang syarat Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yakni Rp. 1 triliun untuk Tahun 2020, Rp. 2 Triliun di tahun 2021, dan Rp. 3 Triliun di tahun 2024.

“Bank NTT memiliki modal inti aktual sampai tahun 2020 sebesar Rp. 1,779-an triliun. Jadi untuk tahun 2020, kita kelebihan modal inti sebesar Rp. 779-an miliar. Namun untuk tahun 2021 kita masih kurang sebesar Rp. 220-an miliar dan proyeksi untuk tahun 2024 dengan modal inti yang ada sekarang, kita kekurangan Rp. 1,220-an triliun. Kalau semua Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota berkomitmen lakukan setoran modal sesuai Perda maupun surat kesanggupan dari Bupati/Sekda, maka hal ini akan bisa tercapai bahkan bisa melebihi target yang ditetapkan OJK. Namun apabila Pemda belum bisa memastikan hal ini, maka kemungkinan kekurangan kita sampai tahun 2024 diproyeksi bisa mencapai Rp. 220-an miliar. Untuk mengatasi ini, manajemen akan menawarkan kepada investor agar menyertakan modal pada Bank NTT sebesar 10-20 persen dari modal inti Rp. 3 triliun atau sebesar Rp. 300-600 miliar secara bertahap mulai tahun 2022,” jelas Hilarius.

Menanggapi hal ini, Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali menawarkan agar dilakukan antisipasi untuk capai modal inti sesuai aturan OJK. Sembari berupaya keras melakukan penyetoran modal sesuai Perda dan surat kesanggupan, juga dibuka ruang pembicaraan dengan investor.

“Dalam situasi seperti ini, kita harus jalan dan antisipasi ibaratnya seperti dua mesin untuk pesawat. Kalau satu mesin saja dan tiba-tiba macet, ibarat pesawat, kita bisa jatuh. Karenanya saya minta dalam RUPS ini untuk dibuka kesempatan bagi Komisaris dan Direksi untuk membuka ruang pembicaraan dengan investor. Sehingga kalau kita meleset atau kurang capai target, ada investor yang bisa membantu kita. Saran saya, kita membuka ruang untuk menawarkan saham-saham kita kepada investor secara bertahap mulai 2022 sesuai anjuran direksi tadi,” jelas Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur Viktor menjelaskan tawaran antisipatif tersebut semata-mata untuk menyelamatkan Bank kebanggaan masyarakat NTT tersebut sesuai peraturan OJK.

“Karena kalau target ini tidak tercapai, resikonya sangat besar. Bisa jadi, kita akan kehilangan Bank NTT karena akan dimerger dengan bank lain sesuai aturan OJK. Prinsipnya kita setuju kalau bank ini tidak perlu (insentif) dari luar, tapi kita juga tidak boleh mengambil risiko dengan waktu yang sangat mepet. Kita harus menyiapkan strategi dua mesin ini dari sekarang. Kita memberi kesempatan kepada manajemen bank NTT untuk buka diskusi dengan investor sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku sambil berupaya mendorong Pemda melakukan kewajibannya sesuai perda atau surat kesanggupan,” jelas Gubernur Viktor.

Menanggapi hal ini, para Bupati/Walikota selaku pemegang saham seri A dan para pemegang saham seri B mendukung penuh usulan Gubernur Viktor.

“Dengan adanya wabah Pandemi Covid-19 yang kita tidak tahu kapan akan berakhir, tentu akan sangat menyulitkan bagi Pemerintah Daerah. Karena kita juga harus fokuskan anggaran untuk penanganan Covid sehingga berakibat pada penyertaan modal dari Pemda ke Bank NTT. Karenanya saya sangat mendukung usulan Gubernur untuk melakukan langkah antisipasi dengan membuka pembicaraan dengan investor,” jelas Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do. (*)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Kupang

Wagub NTT : Saya Ucapkan Terimakasih Kepada PLN Atas Responnya Yang Cepat

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT),  Josef Nae Soi (JNS) menerima audiens dari Kepala PLN  Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko di ruang kerjanya, Rabu (10/02/2021).

Dalam kesempatan tersebut,  Wagub JNS menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak PLN yang memberikan respon cepat atas berbagai permasalahan terkait listrik terutama yang dialami layanan-layanan kesehatan termasuk rumah sakit.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak PLN atas responnya yang cepat sekali,” jelas Wagub.

Wagub meminta PLN agar memfasilitasi seluruh rumah sakit di Nusa Tenggara Timur terkait instalasi khusus untuk  mengantisipasi keadaan-keadaan darurat, apalagi dengan adanya wabah virus corona yang semakin meningkat.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat menerima audiens dari Kepala PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko di ruang kerjanya, Rabu (10/02/2021). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Saya harap di rumah sakit-rumah sakit harus ada instalasi khusus untuk penanganan darurat sehingga pihak PLN tidak disalahkan terus,” kata Wagub JNS.

Sementara itu Kepala PLN  Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko mengatakan, Kupang menjadi prioritas PLN NTT dalam pemasangan tambahan instalasi listrik untuk memperkuat sistem kelistrikan.

“Arah Bandara El Tari akan dibangun jalur khusus untuk  keamanan jalur penerbangan,” jelas Jatmiko.

Lebih lanjut Jatmiko menjelaskan, pada Bulan Desember 2020 sampai Januari 2021 sekitar 39 jaringan instalasi baru sudah dialiri arus listrik. “Pada Bulan Februari dan seterusnya akan ditambahkan lagi, ” kata Jatmiko.

Dalam kesempatan itu, Jatmiko mengundang Wagub Josef untuk membuka dan memberikan arahan pada Rapat Kerja bersama seluruh jajaran PLN wilayah NTT pada 18 Februari 2021. Rapat tersebut akan dilaksanakan secara virtual. “Kami sangat harapkan kehadiran dan arahan bapak dalam kesempatan itu,” pungkas Agustinus Jatmiko.

Untuk diketahui tampak hadir pada kegiatan audiens di ruang kerja Wakil Gubernur NTT yaitu unsur pimpinan PLN NTT. (*)

Sumber berita + foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Pemprov NTT Bagikan 300 Tabung Oksigen Untuk 10 RS di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Provinsi NTT membagikan 300 tabung oksigen untuk 10 rumah sakit di Kota Kupang yang menangani pasien positif covid 19. Penyerahan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Josef Nae Soi kepada perwakilan dari masing-masing rumah sakit yang disaksikan oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man berlangsung di Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang, Senin (8/02/2021).

10 rumah sakit yang menerima bantuan oksigen tersebut antara lain, RSUD W.Z. Johannes mendapat 50 tabung, RSUD S.K. Lerik 50 tabung, RS. St. Boromeus 20 tabung, RS Leona 20 tabung, RS Bhayangkara 15 tabung, RS Wirasakti 15 tabung, RS Kartini Kupang 10 tabung, RS TNI AL. Lantamal Kupang 5 tabung dan RSJ Naimata 5 tabung. Pembagian tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah sakit saat ini. Untuk tabung yang tersisa akan dijadikan stok yang akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan dari rumah sakit.

Wagub mengakui saat ini stok oksigen di Kota Kupang masih kurang. Namun dia memastikan pagi ini ada 900 kontainer tabung oksigen milik pihak swasta yang sedang bongkar muat di pelabuhan, yang bakal menjamin ketersediaan stok oksigen di Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wagub menyampaikan bersama Wawali akan berusaha keras mencegah penyebaran covid 19 di Kota Kupang. Untuk pasien positif yang berkategori sedang dan ringan disarankan untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing dan mengonsumsi ramuan yang diakui oleh BPOM dan sesuai surat edaran Dirjen Kesehatan Kementerian Kesehatan RI seperti kelor, jahe, kunyit dan lainnya. Pemprov NTT bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang juga akan mengadakan vitamin dan obat anti virus yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Untuk rencana tersebut menurutnya Pemkot Kupang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 80 miliar.

Diakuinya Pemprov memberi perhatian lebih untuk Kota Kupang karena kondisi saat ini butuh penanganan serius. Namun dipastikannya kabupaten lain juga tentu diperhatikan dan mendapat dukungan dari Pemprov untuk penanganan covid 19. “Prinsip kami keselamatan manusia no compromise, keselamatan rakyat di atas segala-galanya. Karena kami adalah pelayan masyarakat maka wajib hukumnya kami melayani masyarakat,” pungkasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man sesaat sebelum penyerahan tersebut kepada wartawan menyampaikan hingga saat ini, setelah pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diakuinya kepatuhan masyarakat Kota Kupang dalam penerapan protokol kesehatan sudah makin baik. namun diakuinya masih ada juga beberapa yang melanggar sehingga petugas masih terus melakukan operasi prokasih setiap hari.

Pemkot Kupang menurutnya telah merancang konsep penerapan PPKM tingkat mikro. Saat ini tengah dalam tahapan finalisasi konsep terutama tentang bagaimana koordinasi tingkat kelurahan, kecamatan serta koordinasi dengan pihak rumah sakit.

Wawali menambahkan Pemkot Kupang tengah berencana menyediakan fasilitas isolasi bagi warga kurang mampu yang terpapar covid 19. Penentuannya berdasarkan rekomendasi dari lurah setempat yang memastikan orang tersebut tidak mampu secara ekonomi dan memiliki rumah yang tidak layak untuk dilakukan isolasi mandiri. Pasien tidak mampu tersebut akan dirawat selama 10 hari dan diberikan vitamin serta obat yang disarankan bagi pasien positif covid 19.

Sementara mengenai Surat Edaran Wali Kota tentang pemberlakuan PPKM menurut Wawali akan diperpanjang dengan beberapa penyesuaian, sesuai kondisi terakhir dan instruksi Menteri Dalam Negeri yang terbaru.

Sebelum penyerahan tabung oksigen di RSJ Naimata, Wawali berkesempatan menemui Wakil Gubernur NTT dan Sekda Provinsi NTT di ruang kerja mereka masing-masing guna membahas sejumlah hal termasuk penanganan covid 19 di Kota Kupang. (*Pkp_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Gubernur NTT Tekankan Hal ini Dalam Rapat Pencegahan Penyebaran Covid-19

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya menangani penyebaran kasus covid 19 yang terus meningkat dengan melakukan Rapat Bersama antara Gubernur NTT bersama Forkopimda yang dilangsungkan di Ruang Rapat Kantor Gubernur NTT pada Jumat (5/02/2021).

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menekankan pada tindak langsung untuk mencegah adanya keramaian.

Rapat Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTT, yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur NTT pada Jumat (5/02/2021). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

 “Kita lakukan cek dan peringatan bagi rumah makan dan juga toko-toko. Untuk rumah makan itu pembeli tidak boleh makan disitu. Dibeli makanannya dan langsung tinggalkan tempat itu. Untuk toko-toko dan pusat keramaian jumlah pengunjung juga dibatasi. Kita cek dan lakukan peringatan cukup 1 kali, bila kemudian melanggar maka langsung ditindak tegas,” ungkap Gubernur.

“Juga untuk perayaan pesta-pesta tidak boleh ada sampai bulan mei. Saya tegas untuk itu. Kita tetap cegah keramaian dan tetap kenakan masker. Penertiban yang ketat juga untuk para pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker,” ujar Gubernur Viktor.

Gubernur juga mengatakan agar dalam keputusan pengelolaan anggaran tidak boleh ragu-ragu karena situasi saat ini dalam tanggap darurat bencana. “Kita harus kerja cepat dan tegas. Pemerintah dan semua masyarakat tidak boleh mengabaikan. Harus peduli kita cegah bersama. Pihak pemerintah tidak boleh ragu-ragu dalam kelola anggaran untuk pencegahan covid-19,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, Inche Sayuna turut menegaskan pentingnya pencegahan kerumunan atau keramaian.

 “Pembatasan jumlah pengunjung toko dan pusat keramaian harus diperketat. Harus ada sidak. Mengingat kita lihat Kota Kupang ini kasusnya melonjak tajam karena adanya transmisi lokal yang tinggi,” ujar Inche.

Dirinya juga mengatakan pentingnya pengawasan protokol kesehatan bagi karyawan yang bekerja di dapur rumah makan.

“Kita juga harus jalankan sosialisasi vaksin bagi masyarakat. Mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mengingat saat ini informasi yang beredar di masyarakat seringkali membuat risau masyarakat mengenai efek dari vaksin yang membuat rasa takut sehingga ada masyarakat tidak mau divaksin,” jelas Inche.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengatakan Pemkot Kupang sedang mengusahakan alat tes PCR bagi masyarakat Kota Kupang.

“Kami sedang mendatangkan alat tes PCR dan diharapkan bisa dilakukan tes PCR bagi 500 warga per harinya”, ujar dr. Herman.

Wakil Wali Kota juga mengatakan akan ada pengawasan keramaian yang sangat ketat hingga pada tingkat RT/RW di setiap kelurahan. “Selain pengawasan keramaian, kami juga wajibkan setiap toko, bank dan mall untuk melakukan tes rapid antigen bagi semua karyawan setiap 2 minggu sekali dan hasilnya diumumkan pada publik,” tambahnya.

Kapolda NTT bersama Danrem Wirasakti yang hadir dalam kesempatan tersebut juga sangat menegaskan pada peningkatan pengawasan kerumunan dan keramaian yang mana sangat memungkinkan terjadinya transmisi lokal yang cukup tinggi. (*/NA)

Sumber Berita + Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Rapat Virtual bersama Dirjen Kemenkes RI, Wakil Gubernur NTT Minta Dukungan Tambahan Peralatan Medis dan Obat-Obatan Penanganan Covid-19

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya untuk menekan angka kasus positif covid 19 yang terus meningkat. Melalui Rapat virtual Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi, MM bersama Direktur Jenderal Pelayanan Kementerian Kesehatan RI Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D. Sp.THT-KL(K) M.A.R.S. Ext, di Ruang Rapat Gubernur NTT pada Selasa (2/02/2021) telah disepakati beberapa dukungan sarana peralatan medis dan juga obat-obatan dari Kementerian Kesehatan RI dalam penanganan Covid 19 di Provinsi NTT.

Wakil Gubernur NTT dalam rapat tersebut menyampaikan agar Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan bisa secara sigap membantu kebutuhan penanganan covid 19 yang sangat urgent.

Rapat virtual Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi, MM bersama Direktur Jenderal Pelayanan Kementerian Kesehatan RI Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D. Sp.THT-KL(K) M.A.R.S. Ext, di Ruang Rapat Gubernur NTT pada Selasa (2/02/2021). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Kami di NTT saat ini jumlah angka kasus positif covid 19 terus meningkat dari hari ke hari dan sudah tembus angka 5000 kasus. Ini tentunya masuk dalam kondisi tanggap darurat maka penanganannya harus dengan tindakan extraordinary. Maka dari itu harus ada penanganan yang cepat dari kami dan juga dukungan Pemerintah Pusat,” ujar Wagub Josef.

“Kita masih kekurangan alat tes PCR untuk di pulau Sumba dan Flores, juga Alor. Kami minta agar bisa dikirim segera alatnya. Alat rapid tesnya sudah ada di sana namun belum ada alat untuk tes PCRnya,” kata Wakil Gubernur.

Ia juga meminta untuk penambahan obat-obatan antivirus dan juga vitamin bagi pasien covid 19. “Adapun juga untuk obat antivirus dan vitamin. Maka kami minta untuk kirim juga secepatnya ke NTT. Mengingat kondisi sekarang ini dalam tanggap darurat,” ujar beliau.

Untuk diketahui permintaan kebutuhan sarana peralatan diantaranya PCR mobile, mesin PCR, coverall, masker N95, masker bedah, faceshield, googles, handscoon non steril, handscoon steril, rapid antigen, catridge TCM. Juga kebutuhan obat-obatan diantaranya Oceltamivir 75 mg, Favipiravir 200 mg, Remdesivir 100 mg, dan Vitamin C 500 mg.

Sementara itu Dirjen Kemenkes Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D. Sp.THT-KL(K) M.A.R.S. Ext menanggapi dengan baik permintaan Wakil Gubernur NTT untuk segera direalisasikan dalam minggu ini.

“Terima kasih Bapak Waki Gubernur NTT yang sudah menjelaskan mengenai keaadaan dan kebutuhan pelayanan medis dalam penanganan covid 19 di NTT. Maka kita akan segera mengirim peralatan dan kebutuhan lainnya ke NTT. Maka itu saya minta agar bisa menyurati kami sesuai dengan data dan kebutuhan untuk tembusan pada Bapak Menteri Kesehatan agar bisa disetujui langsung,” kata Prof kadir.

“Kami akan kirim ke Kupang dan juga nantinya bisa dilanjutkan ke Rumah Sakit di kabupaten-kabupaten sekitarnya. Kita tahu juga memang kondisi geografis dengan kepulauan dan cuaca saat ini yang menyulitkan tetapi semuanya harus dilakukan dengan cepat dan sigap,” tambahnya.

Prof. Kadir juga meminta agar pelayanan teknis dalam penanganan covid 19 hendaknya tidak terlalu membebankan pihak rumah sakit dimana pasien yang dengan gejala saja yang dirawat di rumah sakit. “Kita jangan terlalu membebani rumah sakit karena terbatas pada ruangan dan tenaga kesehatan. Saya himbau agar pasien covid 19 dengan gejala saja ataupun yang keadaan kritis yang dirawat di rumah sakit, sementara itu yang tanpa gejala bisa isolasi mandiri di rumah. Namun tetap dirawat dengan baik dengan pemberian asupan makanan dan juga obat-obatan,” ujarnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Wagub NTT : Pemprov Akan Turun Langsung Bantu Penanganan Covid 19 di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi memastikan mulai besok siap turun langsung membantu penanganan covid 19 di Kota Kupang. Kepastian tersebut disampaikannya pada rapat koordinasi dalam rangka penguatan sinergi Pemprov NTT dan Pemkot Kupang dalam penanganan kasus positif covid 19 di Kota Kupang, yang berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur NTT, Rabu (27/01/2021). Menurutnya Pemerintah Provinsi siap memberikan dukungan baik berupa petugas Satpol PP untuk penertiban juga kebutuhan lain terkait penanganan Covid-19.

Pemprov NTT juga siap membantu kebutuhan oksigen yang mulai menipis di Kota Kupang, tentunya disesuaikan dengan kemampuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Wagub juga minta Pemkot Kupang untuk segera menginventarisi kebutuhan apa saja terkait penanganan covid 19 yang bisa mereka minta ke pemerintah pusat. Menurutnya kebetulan saat ini Gubernur masih berada di Jakarta dan bisa membantu mengkomunikasikannya dengan Menteri Kesehatan.

Rapat koordinasi dalam rangka penguatan sinergi Pemprov NTT dan Pemkot Kupang dalam penanganan kasus positif covid 19 di Kota Kupang, yang berlangsung di ruang rapat Kantor Gubernur NTT, Rabu (27/01/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Sebagai komandan covid 19 di NTT, menggantikan Gubernur yang masih berada di luar daerah, Wagub meminta semua pihak untuk tidak main-main dengan upaya ini. “Kota Kupang ini sudah tanggap darurat luar biasa. Mulai besok saya akan turun ke Kota Kupang. Tidak ada alasan lagi, mari kita berperang, bila perlu dengan cara paksa, tidak ada kompromi” tegasnya.

Selain soal dukungan petugas Pol PP untuk penertiban dan bantuan oksigen, Wagub yang beberapa hari lalu baru saja dinyatakan sembuh dari Covid-19 itu menekankan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian semua pihak. Di antaranya soal vaksinasi kepada para tenaga medis. Menurutnya, Menteri Kesehatan baru saja meneleponnya dan menginformasikan bahwa NTT sangat terlambat untuk divaksin. Karena itu Wagub secara tegas minta untuk segera melakukan vaksinasi kepada para tenaga medis, bila perlu secara paksa, kecuali bagi mereka yang tidak memenuhi syarat untuk divaksin.

Pada kesempatan yang sama, Wagub juga minta kepada Dinas Sosial melalui Tagana untuk membagi masker kepada warga di sejumlah tempat umum. Selain itu Wagub juga membahas soal pentingnya perhatian kepada masyarakat kurang mampu yang saat ini terpaksa melakukan isolasi mandiri di rumah. Untuk itu dia minta Pemkot Kupang melakukan koordinasi dengan para tokoh agama yang bisa membantu mempermudah menginventarisi jemaatnya. Dia berharap dalam minggu ini sudah ada langkah konkret terkait semua upaya penanganan Covid-19 ini.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E, M.Si pada kesempatan yang sama atas nama Wali Kota Kupang beserta jajarannya menyampaikan terima kasih untuk Pemprov NTT yang telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan covid 19 di Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang sendiri telah mengeluarkan kurang lebih 16 peraturan yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota. Sayangnya masih terdapat masyarakat Kota Kupang yang kurang memiliki kesadaran terhadap protokol kesehatan bahkan menganggap covid 19 ini hanya sakit biasa. Bahkan dalam operasi penertiban yang dilakukannya bersama para pejabat di Pemkot Kupang malam tadi masih ada warga yang menolak dan mengajak berdebat.

Diakuinya Pemkot Kupang membutuhkan dukungan Pemprov NTT dalam usaha bersama pencegahan penyebaran covid 19. Selain dukungan petugas untuk penegakkan protokol kesehatan, Sekda Kota Kupang juga mengakui saat ini Pemkot Kupang tengah mengupayakan tempat isolasi bagi para pasien positif yang tidak tertampung di rumah sakit. Besar harapannya, Pemprov NTT bisa memberdayakan Balai Diklat dan Balai Pendidikan Kesehatan milik Pemprov NTT untuk dijadikan sebagai tempat isolasi. Selain dukungan Pemprov NTT, Sekda juga sangat mengharapkan dukungan aparat keamanan, terutama saat proses penguburan pasien positif covid 19 secara protokol kesehatan. Menurutnya masih banyak warga, pihak keluarga yang menolak bahkan beberapa mengeluarkan kata-kata kasar hingga melakukan tindak kekerasan kepada para petugas ketika hendak melakukan prosedur penguburan pasien secara protokol covid 19. Karena itu sangat diharapkan kehadiran para petugas keamanan untuk menertibkan kendala tersebut.

Sekda Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing dalam pemaparannya menyampaikan, berdasarkan data per 25 Januari 2021 dari total 4.446 jumlah pasien positif covid 19 di NTT, 2.176 orang atau 47,8 persen di antaranya berada di Kota Kupang. Dari jumlah 123 tambahan kasus positif di NTT pada hari itu, 40 orang atau 32 persen di antaranya berasal dari Kota Kupang. “Jika jumlah pasien positif covid 19 di Kota Kupang bisa ditekan secara maksimal maka penurunan di tingkat provinsi NTT bisa mencapai 50-an persen,” tambahnya. Pertemuan hari ini menurutnya bertujuan untuk menyikapi kondisi peningkatan kasus positif covid di NTT yang cukup luar biasa, terutama di Kota Kupang. Rapat koordinasi ini membahas apa yang perlu disikapi bersama dan mendiskusikan rencana tindak lanjut penanganan covid 19 di NTT, khususnya di Kota Kupang.
Turut hadir mendampingi Sekda Kota Kupang, Asisten Pemerintahan Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP., M.Si., Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si., Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si., Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Maxi Jemy Deerens Didok, S.Pd., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos., Plt. Kasat PolPP Kota Kupang, Daniel Zakharias, S.Sos. M.Si, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Kupang, Matheus B. L. Radjah, S.H., M.Hum, dan Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si. (*PKP_ans/erik/jm)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Gubernur NTT : Mewujudkan Pembangunan Yang Hebat Harus Dengan Semangat Besar dan Kerja Luar Biasa

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan untuk dapat mewujudkan pembangunan daerah yang hebat maka diperlukan visi dan mimpi besar juga dengan dukungan semangat yang besar dan pola cara kerja yang luar biasa.

Dirinya mengatakan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT Tahun 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez pada Rabu (30/12/2020).

“Kita semua punya mimpi besar untuk mengangkat martabat dan kehormatan Provinsi NTT ini dalam segala hal. Harus dalam bentuk pembangunan yang hebat dengan semangat besar dan cara kerja yang luar biasa. Tidak dengan cara-cara biasa. Dengan jabatan yang diperoleh, tentu ada tanggung jawab besar dengan program kerja yang inovatif dan kreatif,” jelas Viktor.

“Misalnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus turun cek dilapangan. Pantau juga masalah sampah. Juga Kawasan Hutan yang rusak untuk dipulihkan kembali. Penting juga dilihat kawasan hutan yang berpotensi untuk masuk bidang pariwisata, kawasan mana yang berpotensi untuk lahan pertanian. Koordinasi pada dinas terkait dan harus mencapai pada titik itu. Saya minta jangan kerja sendiri-sendiri harus kolaborasi dengan kesatuan gerakan,” tegasnya.

Acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi NTT Tahun 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez pada Rabu (30/12/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur Viktor juga menjelaskan, pentingnya membangun Super Tim dalam setiap program untuk mencapai target. “Masyarakat punya ekspektasi besar pada kita maka target-target kerja harus bisa dicapai untuk kesejahteraan,” tambahnya.

“Saya juga mempercayakan pada Pejabat yang dilantik tentunya punya kemampuan manajerial yang baik. Arahkan bawahan sehingga mereka juga bekerja dengan giat harus mampu mengorganisir dan beri semangat pada mereka,” ujar beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Viktor juga ingin agar bidang kesehatan juga memperhatikan masalah stunting dan demam berdarah. “Tantangan besar kita juga masih pada penanganan stunting dan DBD. Adapun juga ke depannya saya mau obat-obatan yang dikirim ke NTT itu harus 1 tahun 6 bulan menuju expayer. Selama ini saya cek ternyata banyak obat-obatan yang didatangkan itu 3 bulan sebelum expayer dan tentunya merugikan kita. Oleh sebab itu akan kita surati Menteri Kesehatan dan tembusan pada Bapak Presiden terkait hal ini,” ujarnya.

Sementara itu para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik diantaranya :

  1. Ondy Christian Siagian, SE. M.Si
    Jabatan Lama : Kepala Bagian Pembinaan Advokasi Pengadaan Barang Jasa dan Administrasi Pembangunan – Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT
    Jabatan Baru : Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT
  2. Viktorinus Manek, S.Sos, M.Si
    Jabatan lama : Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT
    Jabatan baru : Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT
  3. drg. Iin Andriani, M.Kes
    Jabatan lama : Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat – Dinas Kesehatan Provinsi NTT
    Jabatan baru : Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT
  4. Drs. Petrus Seran Tahuk
    Jabatan lama : Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat – Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT
    Jabatan baru : Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT
  5. George M. Hadjo, SH
    Jabatan lama : Kepala Bagian Tata Usaha Keuangan Biro Umum Setda Provinsi NTT
    Jabatan baru : Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT
  6. Drs. Bertoldus Lalo, M.M
    Jabatan lama : Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi
    Jabatan baru : Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. (*)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT