Arsip Tag: Provinsi NTT

Diperkirakan Musim Hujan di NTT Mulai Akhir Oktober, Pemprov Ajak Petani Optimalkan Lahan

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mempersiapkan dan mengoptimalkan lahan-lahan yang tersedia untuk berproduksi melalui program TJPS Pola Kemitraan. Sesuai perkiraan BMKG, musim hujan di NTT diprediksi akan dimulai pada akhir Oktober.

“Sesuai dengan hasil koordinasi dengan BMKG, musim hujan di NTT diperkirakan akan terjadi di dasarian tiga artinya di minggu terakhir bulan Oktober. Untuk itu, kita sudah lakukan persiapan dengan memprioritaskan lokasi-lokasi yang curah hujannya mendahului yakni daerah Flores bagian barat. Mengikuti selanjutnya bagi kabupaten-kabupaten lain yang curah hujannya di dasarian pertama bulan November,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli dalam konferensi Pers bersama awak media di Kantor Gubernur NTT, Selasa (27/09/2022).

Didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisilia Parera, Kadis Lecky mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan lahan-lahan yang ada termasuk pekarangan rumah untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui program TJPS Pola Kemitraan. Melalui skema ekositem kemitraan dengan melibatkan lembaga perbankan, offtaker serta lembaga penjamin kredit, ekonomi dan daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global saat ini.

“Dengan solusi ekosistem yang terbangun seperti ini, semua yang diperlukan oleh para petani,sudah ada sebelum dia tanam. Baik itu pupuk, bibit, obat-obatan termasuk sarana produksi disiapkan, sehingga tinggal digerakan untuk masyarakat kerjakan gotong royong untuk mereka berproduksi. Jaminan pasar juga telah disiapkan dengan harga yang telah disepakati sehingga petani tetap bersemangat untuk menanam. Kemarin, bapak Gubernur juga telah berbicara dengan Menteri BUMN agar dana-dana KUR dari Bank Himbara (Himpuna Bank Milik Negara,red) juga dapat menjangkau para petani di desa-desa,” jelas Lecky.

Lebih lanjut Kadis Lecky menjelaskan, untuk tahun 2022, target lahan Program TJPS Kemitraan adalah 105 ribu hektar (ha) lahan. Dengan sasaran, masyarakat petani sebanyak 124 ribu orang, yang sudah ada by name by addressnya.

“Yang sudah kita tanami adalah kurang lebih 37 ribu ha pada musim tanam II dari April sampai September 2022 (Asep,red) dan sudah dipanen serta dijual hasilnya, petani pun sudah mendapatkan keuntungan. Sisanya akan dikerjakan pada musim tanam I Oktober 2022 sampai Maret 2023 (Okmar,red). Kita sudah siapkan kurang lebih 88 ribu ha lahan dan sudah diajukan ke bank pelaksana yakni Bank NTT. Dan sudah dilakukan seleksi (oleh Bank NTT dan Offtaker,red) sekitar 40 ribu ha. Serta sudah dilakukan pencarian tahap pertama untuk petani bisa mulai lakukan penanaman,” kata Lecky.

Selanjutnya, Lecky menguraikan, Target produksi jagung untuk musim tanam I Okmar 2022-2023 adalah 400 ribu ton.
“Dan hasil produksi itu akan kita gunakan untuk kepentingan industri pakan ternak di dalam daerah dan selebihnya kita akan kirim ke luar termasuk ke Surabaya. Dalam jangka pendek kita juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Bangli di Provinsi Bali untuk mensuplai kebutuhan jagung bagi mereka dan sebaliknya mereka akan mensuplai kebutuhan daging ayam dan telur ayam untuk NTT khususnya untuk masyarakat pulau Sumba.Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani dan mengurangi angka kemiskinan,” ujar Lecky.

Seperti diketahui, angka kemiskinan di NTT mengalami penurunan. Sesuai hasil rilis yang disampaikan BPS, Persentase penduduk miskin di NTT pada Maret 2022 sebesar 20,05 persen, menurun 0,39 persen poin terhadap September 2021 dan menurun 0,94 persen poin terhadap Maret 2021. NTT termasuk dalam 10 besar Provinsi di Indonesia dengan penurunan jumlah angka kemiskinan tertinggi dalam periode tersebut.

Hadapi Krisis Pangan, Gubernur Instruksikan Fokus Pengembangan 4 Komoditas

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Lecky juga mengungkapkan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga telah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas terkait lainnya agar fokus pada pengembangan 4 komoditas utama dalam menghadapi krisis pangan dunia yakni jagung melalui program TJPS Kemitraan, Sorgum, Kelor dan Ayam KUB.

“Untuk pengembangan Sorgum, kita akan tanam tahun ini sebanyak 3.500 ha dan tahun depan targetnya 34 ribu ha. Benih Sorgum sudah ada sekitar 11 ton yang berasal dari kabupaten Flores Timur dan kita sudah salurkan ke kabupaten-kabupaten yang dapat alokasi. Terkait Kelor, kita lakukan kerjasama dengan TNI. Kita sedang siapkan 1 juta anakan yang kemudian akan difasiltasi oleh TNI untuk didistribusikan ke masyarakat agar mereka berproduksi dan hasilnya akan dibeli oleh offtaker yang memang sudah dipersiapkan. Pola pengembangan 3 komoditas ini akan menggunakan pola Kemitraan yang sudah dilaksanakan dalam program TJPS sehingga masyarakat tak perlu ragu untuk jaminan pasarnya,” pungkas Lecky. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Ketum KONI NTT JNS Lantik Badan Pengurus KONI Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. OELAMASI. Ketua Umum (Ketum) KONI NTT yang juga Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM (JNS) melantik Badan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kupang Masa Bakti 2021-2025. Kegiatan Pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kupang pada Selasa (27/09/2022).

Untuk diketahui jajaran Badan Pengurus KONI Kupang yang dilantik diantaranya Ketua Umum KONI Kabupaten Kupang : Drs. Korinus Masneno, Ketua Harian : Johanis J. Mase, S.Th, Wakil Ketua Harian : Yosep Lede, SE, Sekretaris : Seprianus Lau.S.Sos, M.Si, Wakil Sekretaris I : Drs Guntur E. Subun Taopan, Wakil Sekretaris II : Joni A. Siokain, S.Sos, Bendahara : Iwan Tukan, SE, MM, Wakil Bendahara : Nely Marianti Dapa, ST serta jajaran pengurus bidang lainnya.

Ketua Umum KONI Provinsi NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM dalam sambutannya meminta jajaran KONI Kabupaten Kupang untuk menyatukan kerja kolaborasi guna meningkatkan prestasi olahraga. “Selamat dan sukses kepada Badan Pengurus KONI Kabupaten Kupang yang baru saja dilantik, dan mari kita rajut semangat kerja bersama untuk meningkatkan pembangunan dan prestasi dibidang olahraga bagi Nusa Tenggara Timur terkhususnya di Kabupaten Kupang,” ujarnya.

“Kita tak lupa untuk bersyukur pula karena melalui perjuangan kita dan dukungan dari masyarakat NTT sehingga Provinsi NTT dan NTB ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXII tahun 2028 mendatang. Maka Saya harapkan KONI Kabupaten Kupang ini dapat bersinergi dengan baik bersama Pemerintah agar nantinya juga bisa mendukung terlaksananya PON Tahun 2028 karena akan ada venue yang akan di bangun di Kabupaten Kupang untuk mendukung terlaksanaya ajang tersebut,” katanya.

Kita butuh kerja bersama karena ajang PON ini sangat bermanfaat bukan saja untuk mendorong peningkatan prestasi atlet NTT tetapi juga untuk peningkatan ekonomi daerah. Ini juga sesuai amanat UU Nomor 11 tahun 2022 mengatakan bahwa Olahraga menjadi industri untuk menumbuhkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

“Kita memiliki atlet-atlet yang unggul dan dapat mengharumkan nama NTT dikancah nasional. Saat ini kita juga patut berbangga karena Tim Sepakbola Prapopnas NTT berhasil lolos ke ajang Popnas 2023 tahun depan yang akan diselenggarakan di Provinsi Sumatra Selatan dan Bangka Belitung. Hasil tersebut diraih usai tim sepakbola NTT berhasil meraih poin 9 usai meraih 3 kemenangan masing-masing atas Sulawesi Selatan (2-1), Sulawesi Barat (3-0) dan Jawa Timur (2-0). Adapun kita juga bangga ada 2 pemain asal NTT yang memperkuat timnas sepakbola kita. Ini sungguh membanggakan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Kupang yang juga Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno mengatakan, KONI Kabupaten Kupang siap terus meningkatkan prestasi olahraga dan pembangunan bidang olahraga di Kabupaten Kupang. “Terima kasih kepada Ketua Umum KONI NTT yang telah mengukuhkan kami sebagai pengurus KONI Kabupaten Kupang. Kami mohon dukungan dari semua pihak untuk dapat berperan aktif mendukung pembangunan dan meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Kupang,” ujarnya.

“Ini juga momentum bersejarah karena meskipun Sejarah Kepengurusan KONI di negara ini sudah terbentuk sebelum kemerdekaan tepatnya pada tanggal 15 Oktober 1938 , namun harus diakui bahwa ini adalah pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Kupang melaksanakan Pengukuhan Kepengurusan KONI,” ungkap Korinus.

“Saya ingin agar eksistensi KONI bukan hanya sebagai organisasi seremonial belaka tetapi KONI mampu berperan dalam peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Kupang. Peranan KONI sebagai satu-satunya organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab mengelola, membina dan mengembangkan dan koordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga maka harus dioptimalkan tugasnya dengan baik,” ujarnya.

Korinus menjelaskan, prestasi olahraga di Kabupaten Kupang terus memberikan hasil positif. Hal ini ditandai pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Ke-V Provinsi NTT Tahun 2022 lalu Kabupaten Kupang mendapatkan prestasi meraih peringkat 8 dengan perolehan 7 medali emas, 8 medali perak dan 14 medali perunggu.

“Saya sampaikan bahwa Kabupaten Kupang bertekad penuh mendukung pelaksanaan PON XXII tahun 2028 di NTT dan NTB untuk dapat berjalan lancar. Kita sudah memiliki Sport Center yang kita bangun di Tilong Kecamatan Kupang Tengah maka harus kita berdayakan dengan baik. Bendungan Tilong akan digunakan menjadi lomba dayung, dan lahan untuk pembangunan stadion yang sudah ditinjau oleh Pemerintah Pusat juga sudah disiapkan untuk pembangunan stadion. Untuk 1 stadion butuh lahan 4 Ha dan lahan kita yang tersedia dan bersertifikat tersedia 40 Ha. Saya juga menawarkan kepada Kementerian Olahraga agar asrama atlet juga dibangun di kabupaten kupang,” jelasnya.

Untuk diketahui, acara pelantikan tersebut diawali dengan Pembacaan SK Ketua Umum KONI Provinsi NTT oleh Sekretaris Umum KONI NTT, dilanjutkan dengan Pengukuhan Pengurus KONI Kabupaten Kupang Masa Bakti 2021-2025 oleh Ketua Umum KONI NTT, kemudian penyematan PIN dan Badge KONI oleh Ketua Umum KONI Provinsi NTT kepada Ketua KONI Kabupaten Kupang dan dilanjutkan dengan penyerahan bendera KONI dari Ketua Umum KONI NTT kepada Ketua Umum KONI Kabupaten Kupang. Serta dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pelantikan oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Kupang dan Ketua Umum KONI Porvinsi NTT, kemudian diakhiri dengan foto bersama. (**/NA)

Penulis dan Foto : Meldo Nailopo
Editor : Nataniel Pekaata 

Dosen Biologi UKAW Kupang Paparkan Bioteknologi Hijau Pohon Kusambi

NTT AKTUAL. KUPANG. Penelitian lintas disiplin ilmu memberikan pandangan yang luas dan keterkaitan antara data yang didapatkan dari kajian  bidang ilmu yang berbeda untuk menjelaskan suatu obyek penelitian. Ocseanic and South East Asian Navigators (OCSEAN) telah memberikan kesempatan bagi 8 orang peneliti dari bidang bahasa, budaya, biologi dan genetika dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia sejak 15 Juni – 15 Sepetember 2022.

Pelatihan yang diberikan memberikan paradigma berpikir baru tentang pentingnya melakukan inovasi dalam penelitian namun tetap menjaga kelestarian bahasa dan budaya lokal sebagai kekayaan daerah. Interaksi antara manusia dengan sesama dan alam di masa lampau menjadi peta untuk pengembangan penelitian masa depan.

Penyerahan sertifikat Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past  bidang Genetika oleh fasilitator OCSEAN 2022. Dokumentasi : istimewa

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKAW Kupang, Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech yang berkesempatan mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia, kepada Media ini, Selasa (27/09/2022) menceritakan saat mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia dirinya berkesempatan mempersentasekan manfaat pohon Kusambi.

Pohon Kusambi (Schleichera oleosa) memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur sejak dulu kala, setiap bagian pohon kusambi memiliki manfaat dan berkaitan erat dengan budaya NTT, jelas Mellissa.

“Daun dan batang kusambi digunakan dalam pembuatan daging Se’i dan pembuatan pewarna alami untuk tenun ikat sedangkan biji kusambi digunakan oleh masyarakat sebagai bahan bakar tradisional misalnya untuk menyalakan lentera,” ungkap Mellissa.

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKAW Kupang, Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech. Dokumentasi : istimewa

Dirinya menambahkan Kearifan lokal masyarakat NTT dalam menggunakan pohon kusambi menjadi petunjuk untuk melakukan berbagai penelitian yang dapat menambah nilai manfaat pohon kusambi saat ini. Bioteknologi hijau berkaitan dengan pemanfaatan agen biologi (tumbuhan, hewan dan mikroba) untuk menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Penelitian tentang kualitas daging Se’i ditinjau dari parameter kimia dan mikrobiologi dengan variasi waktu pengasapan yang berbeda menunjukkan bahwa pengasapan secara tradisional perlu dioptimasi untuk mengurangi kadar benzo(a)pyrene dan mengurangi kontaminasi Staphylococcus aureus yang dapat menghasilkan enterotoksin  (Ledo et al., 2006).

Upaya pembuatan asap cair dilakukan untuk mengurangi kandungan benzo (a)pyrene dari asap batang kusambi namun pembuatan daging se’i menggunakan asap cair mengurangi cita rasa daging se’i (Lambui et al, 2006). Pembuatan pewarna alami dari daun dan batang kusambi untuk memberikan warna pink pada tenun ikat dapat dikembangkan untuk pembuatan cat akrilik untuk aktivitas seni lukis atau mural. Buah kusambi biasanya dikonsumsi langsung dengan menambahkan gula, garam dan cabai namun daging buah kusambi dapat digunakan dalam pembuatan wine kusambi dengan cita rasa yang khas dan konsentrasi alkoholnya berkisar 9-10 % (Mali et al., 2020).

Biji kusambi dengan kandungan asam lemak yang bervariasi dan relatif tinggi ditemukan  menjadi tempat hidup mikrofungi lipolitik (jamur mikroskopis yang dapat menghasilkan enzim lipase) yaitu Aspergillus niger, Aspergillus flavus, dan Penicillium sp (Sele et al., 2018). Enzim lipase yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri misalnya sebagai biokatalis dalam sintesis biodiesel (Ledo et al., 2020) dan pembuatan keju (Klaes et al.,2022). Kecambah biji kusambi juga dapat digunakan sebagai sumber enzim lipase (Hendrik et al.,2021).

Produk-produk ramah lingkungan yang dihasilkan melalui metode bioteknologi dengan menggunakan daun, batang, buah dan biji kusambi menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat NTT memiliki potensi yang besar dalam mendukung inovasi pada pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sekaligus menyadarkan kita betapa pentingnya melakukan konservasi pohon kusambi bukan hanya karena pohon ini memiliki banyak manfaat  namun juga untuk melestarikan budaya NTT yang berkaitan dengan pohon kusambi dan kehidupan masyarakat NTT di masa lampau hingga masa kini, tutup Mellissa. (**)

Sukseskan TJPS Okmar, Pemprov NTT Siapkan 88.000 Hektar

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mensukseskan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan Kesiapan Lahan Menghadapi Musim Tanam Oktober 2022- Maret 2023 (OKMAR), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Teknis yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyiapkan 88.000 hektar lahan pertanian.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli pada kegiatan jumpa pers bersama awak Media yang berlangsung di Lobi Kantor Gubernur NTT, hari ini Selasa (27/09/2022).

“Dinas pertanian dan ketahanan pangan yang di tugaskan untuk menjaga ketahanan pangan daerah, oleh sebab itu kita harus mempersiapkan berbagai hal dan mengkoordinasikan serta memastikan sebanyak-banyaknya lahan yang bisa ditanami untuk bisa ber produksi di musim penghujan ini. Di tahun 2022 ini kita menargetkan 105.000 hektar dan yang sudah kita tanami kurang lebih 37.000 hektar yang dimana penanaman nya yaitu musim tanam kedua (April – September 2022) dan itu sudah dipanen dan sudah di jual hasilnya oleh off taker serta petani sudah mendapatkan pendapatan nya,” kata Lecky.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait kesiapan lahan Menghadapi Musim Tanam Oktober 2022- Maret 2023 (OKMAR) kepada awak Media di Lobi Kantor Gubernur NTT, hari ini Selasa (27/09/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Sisanya akan dikerjakan di musim tanam satu yakni Oktober 2022 sampai dengan Maret 2023, dan  sudah di siapkan lebih dari 88.000 hektar lahan pertanian, tambahnya.

Dirinya menambahkan seperti hasil koordinasi dengan BMKG, musim hujan itu akan jatuh pada dasarian III bulan Oktober 2022. “Sehingga kita sudah melakukan persiapan-persiapan untuk memprioritaskan lokasi-lokasi yang curah hujannya terlebih dahulu yaitu di Flores bagian barat, karena itu off taker yang menyediakan benih-benih jagung, pupuk dan lain sebagainya sedang dalam persiapan untuk penyaluran ke sana, selanjutnya mengikuti lokasi-lokasi lain yang curah hujannya akan jatuh mulai dasarian I November 2022,” tutur Lecky.

Target produksi TJPS di musim tanam satu ini adalah sekitar 400.000 ton dan itu nantinya akan digunakan untuk kepentingan industri pakan ternak di dalam Provinsi NTT dan selebihnya dari produksi jagung ini akan di kirim keluar daerah seperti ke Surabaya, jelasnya.

“Selain itu seperti yang direncanakan kedepannya dalam kurun waktu jangka pendek Provinsi NTT juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Bangli yang ada di Provinsi Bali, dimana NTT mensuplai kebutuhan jagung ke Bangli dan Bangli mensuplai daging ayam dan telur ayam ke NTT,” ujar Lecky.

Untuk diketahui pada kesempatan ini turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yakni Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Serta dihadiri para awak media baik dari Media Online, Cetak dan Elektronik.

Antisipasi Krisis Pangan

Dalam kegiatan jumpa pers ini Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli juga menjelaskan Gubernur NTT sudah menginstruksikan untuk fokus pada empat komoditas yaitu jagung yang masuk melalui skema TJPS pola kemitraan yang bekerjasama dengan off taker, Bank NTT dan Bank-Bank Himbara lainnya, Sorgum, tanaman kelor serta ayam KUB.

“Sesuai dengan komoditas-komoditas instruksi Bapak Gubernur ini sudah kita persiapkan. Jagung TJPS tidak ada masalah, dimana benih jagung, pupuk sudah dalam proses penyaluran. Benih sorgum juga sedang dalam proses penyaluran dan benih-benih itu datang dari NTT sendiri yakni dari Flores Timur kurang lebih sebanyak 11 ton dan  itu sudah kita distribusikan kepada kabupaten-kabupaten yang mendapatkan alokasi,” jelasnya.

Kemudian kelor itu kerjasama dengan TNI dan Dinas Pertanian NTT sedang mempersiapkan 1 juta anakan dan nantinya TNI bisa mendistribusikan ke rumah-rumah penduduk untuk bisa berproduksi dan kemudian hasilnya itu akan di take over oleh off taker yang memang sudah dipersiapkan, lanjut Lecky.

“Sehingga semua skema dalam penanganan komoditas-komoditas yang di instruksikan Gubernur NTT itu sudah dalam desain ekosistem terutama untuk jaminan pasar sehingga petani-petani tetap bisa terus optimis dan bersemangat untuk menanam oleh karena sudah tersedia jaminan pasar nya dengan harga yang sudah kita sepakati. Sehingga dengan demikian apa yang dikerjakan oleh masyarakat, dia akan mampu mendapatkan manfaat pangan dan manfaat ekonomi untuk tetap bisa menjaga kemampuan pendapatan serta daya beli,” pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Wagub JNS Menghadiri Rakerda dan Diklatda BPD HIPMI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM (JNS) mengatakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTT memiliki peran penting dalam menggerakan roda ekonomi untuk pembangunan daerah. Demikian disampaikan beliau pada saat memberikan sambutannya dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan-Pelatihan Daerah (Diklatda) BPD HIPMI NTT bertempat di Hotel Aston pada Kamis (22/09/2022).

“HIPMI NTT ini sangat dibutuhkan Provinsi ini. Organisasi ini adalah gerakan pengusaha muda yang punya semangat besar dan kreatif serta inovatif juga punya peran dan sebagai motor penggerak ekonomi kita. Mari kita jalin sinergitas terus untuk membangun kolaborasi untuk kembali menumbuhkan ekonomi kita yang saat ini belum pulih seutuhnya dari dampak pandemi covid-19,” jelas Wagub Josef.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Rakerda dan Diklatda ini sehingga dapat bermanfaat bagi HIPMI NTT dan juga punya output dan outcome yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini sangat baik untuk kita dapatkan skill, knowledge dan membentuk attitude kita sebagai pengusaha muda,” tambah Wagub.

Ia menambahkan, dengan kolaborasi dan sinergitas yang bagi antara HIMPI NTT dan Pemerintah Provinsi NTT serta stakeholder maka ekonomi NTT akan terus berkembang maju. “Kita kerja sama dengan kembangkan potensi-potensi yang menjadi kekuatan untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat kita,” katanya.

Ketua Umum BPD HIPMI NTT Iksan Darwis menjelaskan, Rakerda dan Diklatda ini adalah agenda rutin dari HIPMI. “Rakerda ini bertujuan menentukan arah program kerja HIPMI, dan Diklatda untuk membentuk kemampuan berorganisasi, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pengusaha. Juga mengembangkan relasi dari para pengusaha muda dan pihak lainnya,” kata Iksan.

“Dalam kegiatan ini juga kami rangkaikan dengan kegiatan Forum Bisnis Daerah (Forbida) dengan melakukan bisnis matching antara BPD HIPMI Jawa Timur dan BPD HIPMI NTT, serta pelaksanaan seminar bisnis,” katanya.

“Kita mau juga HIPMI sebagai indikator pengusahan muda nasional. Kita tahu bahwa pengusaha nasional berada di angka 3 – 4 %. Untuk menjadi negara maju maka angka pengusaha kita harus sampai di angka 10%. Kita harus tumbuhkan pengusaha-pengusaha baru yang handal di NTT juga untuk ikut menumbuhkan ekonomi di NTT,” jelasnya.

Ketua Panitia Rudi Rikoni menjelaskan, kegiatan ini dihadiri oleh BPD HIPMI dari 22 Kabupaten/Kota Se-Provinsi NTT. Kegiatan tersebut juga mengangkat tema “NTT Pulih Lebih Cepat, Pengusaha Muda Bangkit Lebih Kuat”. Agenda lainnya yang juga dilaksanakan antara lain HIPMI Goes to Campus dan HIPMI Goes To School serta Peresmian Kantor BPD HIMPI NTT. (**/NA)

Penulis & Foto : Meldo Nailopo

Editor : Nataniel Pekaata 

Reuni Akbar II, IKADANA FAPERTA Bakal Gelar Berbagai Kegiatan

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Ruang Rapat Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, pada Senin (19/09 2022), dilaksanakan Rapat Pemantapan Pelaksanaan kegiatan Reuni Akbar Kedua Alumni Fakultas Pertanian yang akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 September 2022 di Kampus Faperta Undana dan Pelaksanaan Turnamen Sepakbola antar Mahasiswa dan Pelajar Se-Kota Kupang dan sekitarnya (Faperta Cup) yang ke-XXXV tanggal 22 September sampai dengan 22 Oktober 2022 bertempat di Lapangan Sepakbola Bela Negara Universitas Nusa Cendana.

Rapat dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian Undana Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, M.Si dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Dr. Ir. Mayavira V. Hahuly, MCP dan Wakil Dekan II  Dr. Tomyco Olviana, Beberapa Dosen, Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana Nixon M. Balukh, SP, M.Si beserta Badan Pengurus, Sekretaris Panitia Reuni Mixon Lakidang, SP, M,Si  Ketua BEM Faperta Undana dan Perwakilan Panitia Reuni maupun Perwakilan Panitia Faperta Cup.

Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh, SP.M.Si, mengatakan Pelaksanaan kegiatan Reuni Akbar Kedua Alumni Fakultas Pertanian merupakan perwujudan dari kesepakatan bersama bahwa reuni alumni akan dilaksanakan setiap 5 tahun.

Rapat pemantapan akhir persiapan Reuni Akbar Alumni Fakultas Pertanian Undana ke-II dan Faperta Cup ke-XXXV, yang berlangsung di Ruang Rapat Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, pada Senin (19/09 2022). Dokumentasi : istimewa

Reuni kedua ini seharusnya dilaksanakan pada Tahun 2020 akan tetapi baru terlaksana pada tahun 2022 akibat adanya pandemi covid. Kegiatan Reuni alumni ini merupakan wadah bagi para alumni bersama civitas akademik Faperta Undana melaksanakan berbagai kegiatan secara bersama, jelas Nixon.

Lebih lanjut Nixon Balukh mengatakan bahwa Ikadana Faperta juga mendukung persiapan dan pelaksanaan Turnamen Sepakbola antar Mahasiswa dan Pelajar Se-Kota Kupang dan sekitarnya (Faperta Cup) yang ke-XXXV sebagai salah satu turnamen sepakbola tertua yang dilaksanakan secara kontinyu oleh Faperta Undana sebagai ajang bagi para pelajar dan mahasiswa untuk berkompetesi sekaligus meningkatkan kemampuannya. Turnamen sepakbola Faperta Cup Tahun 2022 akan dikuti oleh 22 Tim Perguruan Tinggi dan SMA.

Pada rapat tersebut didiskusikan berbagai hal terkait dengan persiapan dan pelaksanaan kedua kegiatan ini dalam waktu yang bersamaan, sehingga perlu dipadukan waktunya dan beberapa kegiatan yang saling terkait.

Reuni Akbar Alumni Faperta Undana kali ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan antara lain Kunjungan dan ziarah ke senior alumni dan para pendiri Faperta Undana, penanaman anakan buah-buahan pada kebun alumni, Talkshow Dukungan Alumni Faperta untuk Kampus Merdeka-Merdeka Belajar, Selayang Pandang Faperta Undana, Slide Show Kegiatan Ikadana Faperta, Menyaksikan Tim Sepakbola  Faperta Undana bertanding, Jalan santai, senam dan games, pemeriksaan kesehatan gratis, Kunjungan lapangan ke UPT Lahan Kering Undana dan diakhir dengan malam kebersamaan/hiburan, api unggun dan kembang api.

Ketua Ikadana Faperta Nixon Balukh mengatakan bahwa Tahun ini Faperta Undana berusia 40 Tahun dan telah menghasilkan 4.659 Alumni yang berkiprah pada berbagai bidang dan institusi. Pada Kesempatan rapat pemantapan ini Ikadana Faperta menyerahkan dukungan anggaran pelaksanaan kegiatan kepada Panitia Reuni Alumni sebesar Rp.15.000.000,- dan Panitia Faperta Cup sebanyak Rp, 5.000.000,- ditambah dukungan sumbangan alumni dari beberapa kabupaten/kota sebanyak Rp. 5.000.000,-  Untuk itu Ketua Ikadana Faperta Nixon Balukh mengajak semua alumni dapat mengikuti/berpartispasi pada Reuni Akbar Kedua Faperta Undana sebagai ajang dari alumni, oleh alumni, untuk alumni dan Almamater. (**)

Gubernur VBL Ingin UKAW Kupang Berkolaborasi Optimalkan SDA

NTT AKTUAL. KUPANG. Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Kristen di NTT, harus bisa berperan aktif dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih berkualitas untuk dapat bekerja keras dengan pikiran cerdas, tampilkan cara-cara kerja inovatif, dengan ilmu yang didapat untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah dan harus memiliki bekal cerdas, berani dan peduli.

Demikian dikatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), saat menerima Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang : Dr. Ir. Ayub U. I. Meko., M.Si, bersama Wakil Rektor II : Ir. Yohanes Merryanto., M.Si., Ph.D, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) : Ir. Melkianus Nuhamara, MP, Pdt. Dr. Wilfrid Ruku selaku Dekan Fak. Teologi, dan Umbu P. L. Dawa, S.Pi. M.Sc selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, pada Jumat (16/09/2022), di ruang kerja Gubernur NTT, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

“UKAW Kupang harus kolaborasi bersama pemerintah dalam program penunjang pembangunan diantaranya Program TJPS, pengembangan kelor, budi daya Kerang, Kerapu, Lobster, dan semua program pemerintah dalam rangka optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) NTT yang sangat kaya dan variatif ini,” kata Gubernur.

“Saya senang karena ada Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di UKAW Kupang sehingga begitu mereka lulus dapat bermitra dengan pemerintah, sehingga program – program unggulan dari Pemerintah Provinsi NTT dapat berjalan optimal, untuk kesejahteraan masyarakat NTT secara umum, juga kesejahteraan lulusan dari UKAW sendiri dan itu juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi”, jelas Gubernur Viktor bersemangat.

“Jadi Sarjana Pertanian, jadi Sarjana Perikanan dari UKAW, tidak hanya untuk sekedar dapat gelar akademik semata, tetapi harus punya lahan pertanian atau lahan perikanan yang bisa dikelola secara mandiri, dan mampu menghasilkan income bagi diri sendiri dan keluarga. Ini menjadi bagian utama dari UKAW untuk menghasilkan para lulusan yang siap kerja di lapangan, bukan kerja di belakang meja. Jangan sampai jadi sarjana cuma diatas kertas saja,” tambahnya.

“Mari kita bangun kolaborasi, UKAW dapat menyiapkan lahan sebesar 100 hektar, untuk mendukung program TJPS,” ujar Gubernur Laiskodat.

“Saya minta kepada UKAW, identifikasi setiap mahasiswa asal Daratan Timor, dapat menyiapkan lahan 1 hektar untuk dapat dikelola saat menjalankan program KKBM atau KKN, khususnya di Kabupaten Kupang, TTS dan TTU. Kita juga sementara dalam upaya untuk melakukan budi daya Kerang dengan rencana luasan budidaya adalah 10.000 hektar, karena kerang ini dapat dimanfaatkan untuk pakan lobster, UKAW saya harapkan bisa mendesain program kolaborasi untuk budi daya berkelanjutan dari program budi daya kerang tersebut. Lahan juga bisa ditanam jagung, kelor, ubi dan lain sebagainya, paling tidak lahan dari orang tua mahasiswa minimal setiap mahasiswa satu hektar, dapat dimanfaatkan secara baik untuk ditanam, sehingga bisa produktif secara ekonomis maupun antisipasi untuk rawan pangan”, kata Putera Semau ini.

Orang Nomor Satu NTT ini juga meminta agar UKAW dapat mendorong semua mahasiswanya ikut terlibat aktif dalam menanam kelor, masing-masing mahasiswa harus bisa tanam 100 pohon.

Sementara itu, Rektor Unkris Artha Wacana Kupang, Ayub Meko, mengundang gubernur untuk dapat hadir dan menyampaikan sambutan pada Rapat Terbuka Senat Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, dalam rangka Wisuda Pasca Sarjana ke-20 dan Wisuda Sarjana ke-64, pada tanggal 24 September 2022 mendatang.

“Terima kasih karena Bapak Gubernur selalu memberi perhatian dan mengikuti perkembangan UKAW dengan sangat baik, kami sangat memberi apresiasi untuk hal tersebut, khususnya pada hari ini, Bapak Gubernur membuka peluang yang sangat besar untuk kita dapat bekerja kolaboratif memajukan daerah ini. Hal ini juga menjadi peluang yang sangat berarti bagi para mahasiswa dan alumni UKAW untuk bisa diberdayakan, dalam rangka peningkatan taraf hidup dan ikut terlibat langsung dalam pembangunan kamasyarakatan”, ungkap Rektor Meko.

Lebih jauh Putra TTS yang pernah menjabat Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UKAW ini juga mengharapkan kehadiran Gubernur VBL, pada kegiatan Kuliah Umum, dimana kegiatan tersebut sangat bermanfaat, sehingga kedepan UKAW semakin berbenah dengan berbagai masukan konstruktif bagi peningkatan mutu lulusan UKAW itu sendiri.

Turut hadir pada kesempatan tersebut : Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kabar Gembira, WIPO Akui Sasando Sebagai Kekayaan Intelektual Dari NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Sebuah kabar menggembirakan di sampaikan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi. Kabar gembira ini terkait pengakuan World Intellectual Property  Organization (WIPO) atau organisasi Paten Dunia terhadap alat musik Sasando sebagai kekayaan intelektual milik NTT dan Indonesia.

Hal ini di sampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat konferensi pers bersama para awak media di Kantor Gubernur NTT, Jumat (16/09/2022).

“Memang ada negara yang juga mengklaim Sasando sebagai miliknya. Namun setelah kita meyakinkan WIPO, mereka akhirnya mengakui Sasando ini sebagai milik NTT. Tanggal 9 November nanti, saya akan ke Jenewa untuk mengambil sertifikat yang dikeluarkan oleh WIPO bahwa Sasando itu sah diakui dunia internasional sebagai milik NTT dan Indonesia. Jadi tidak ada kemungkinan  lagi negara lain untuk klaim itu sebagai miliknya karena WIPO sudah akui ini sebagai milik kita,” jelas Wagub JNS.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi saat konferensi pers bersama para awak media di Kantor Gubernur NTT, Jumat (16/09/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub juga menghimbau kepada kabupaten/kota untuk mendaftarkan kain tenun dan ekspresi budaya tradisonal lainnya ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai kekayaan intelektual komunal.

“Nanti Kemenkumham yang akan daftarkan ke WIPO. Karena yamg mewakili Indonesia ke dunia internasional dari  paten, merek indikasi geografis itu adalah Kemenkumham. Saya menghimbau ke pemerintah daerah dan masyarakat untuk daftarkan kain tenun dan ekspresi budaya tradisional lainnya,” pungkas Wagub JNS. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Resmi Jadi Tuan Rumah PON 2028, NTT Bakal Lakukan Berbagai Persiapan

NTT AKTUAL. KUPANG. Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat ditetapkan sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028.Penetapan ini dilakukan dalam Musyawarah Olahraga Luar Biasa Nasional (Musorlubnas) dengan agenda tunggal Penetapan Penentuan  Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028 pada 13 September 2022 di Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Pengurus  KONI Provinsi se-Indonesia dan Pengurus KONI Pusat.

“Sesuai aturan, penetapan Tuan Rumah PON minimum enam tahun sebelum dilaksanakan.Puji Tuhan, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat  ditetapkan secara resmi sebagai Tuan Rumah Bersama PON XXII Tahun 2028. Saya bersama Bapak Gubernur menyampaikan terima kasih atas segala dukungan dari seluruh komponen masyarakat Nusa Tengara Timur sehingga kita bisa menjadi tuan rumah event olah terbesar di tanah air ini,” kata Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat konferensi pers bersama para awak media di Kantor Gubernur NTT, Jumat (16/09/2022).

Menurut Wagub JNS, penetapan ini mesti diikuti dengan langkah-langkah persiapan, baik itu terkait kesiapan masyarakat untuk menerima para atlet dari seluruh Indonesia, akomodasi maupun venue-venue dengan standar internasional.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat konferensi pers bersama para awak media di Kantor Gubernur, Jumat (16/09/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kita harus mempersiapkan venue-venue supaya diakui oleh dunia internasional. Akan ada tim dari International Olympic Commitee (IOC) untuk melakukan penilaian dan sertifikasi terhadap venue-venue yang ada sehingga ketika ada atlet yang memecahkan rekor dunia, bisa diakui dunia internasional,”kata Ketua KONI NTT tersebut.

“Kita juga akan mempersiapkan atlet-atlet kita sehingga bisa memberikan prestasi yang optimal serta  memperbaiki posisi kita di klasmen perolehan medali serta mempersiapkan mereka untuk bertanding secara sportif ,” lanjut Wagub Nae Soi.

Wagub menjelaskan sesuai kesepakatan dan komunikasi  yang sudah dibangun dengan NTB, pembukaan PON akan dilaksanakan di NTT.

“Venue-venue yang sudah ada sekarang akan kita perbaiki dan tingkatkan dengan anggaran dari APBD dan APBN. Juga kita akan mencari sponsor dari pihak ketiga. Kegiatan persiapan ini sudah mulai dilakukan tahun depan. Mulai tahun depan kita akan menyelenggarakan pertandingan-pertandingan  olahraga bertaraf nasional dan internasional sebagai bagian dari persiapan kita menuju tahun 2028. Kita juga akan membangun stadion besar untuk acara pembukaan nanti,” jelas Wagub JNS.

Terkait dukungan dari DPRD, Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna menjelaskan DPRD NTT mendukung penetapan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON 2028.

“Khusus NTT sebagai tuan rumah, kita sudah mulai memikirkan untuk menganggarkan dana cadangan di APBD mulai tahun 2023 untuk mencapai angka yang cukup bagi persiapan NTT sebagai tuan rumah,” jelas Inche Sayuna.

Seperti diketahui, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dari KONI Pusat telah melakukan pengecekan dan verifikasi kesiapan NTT pada tanggal 23 sampai dengan 28 Agustus 2022. TPP didampingi pengurus KONI NTT telah mengunjungi beberapa kabupaten/kota di NTT untuk melihat venue-venue yang ada.

Untuk di ketahui turut mendampingi Wagub pada konferensi pers ini yaitu Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh,  Sekretaris KONI NTT, Lambert Tukan dan Kepala Biro Administrasi Administrasi Pimpinan, Prisilia Parera. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Festival dan Kontes Bonsai NTT 2022, Gubernur VBL Ingin Bonsai Dikembangkan Lebih Luas

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Jumat (16/09/2022) melakukan kunjungan ke Festival dan Kontes Bonsai NTT Tahun 2022 yang diselenggarakan di Halaman Depan Gedung Sasando Kantor Gubernur Provinsi NTT. Dalam kunjungan tesebut Gubernur mendorong agar bonsai dapat dikembangkan lebih luas dengan baik di NTT.

“Terima kasih kepada Pengurus Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) baik Pusat maupun NTT yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Kita apresiasi kepada pihak- yg terlibat dalam membangun dan mengembangkan bonsai ini. Bonsai kini juga sudah punya pasarnya sendiri dan menjadi bisnis ekonomi yang besar karena bonsai ini cukup mahal dan tentunya perlu kita dorong terus pengembangannya untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Gubernur.

“Terima kasih juga kepada Sekjen RUBI Bapak Andoko yang sudah mau datang dan berbagi ilmu tentang pengembangan bonsai bagi kita di NTT. Ini untuk juga membangun green environment dalam hal menjaga kelestarian dan ekosistem lingkungan hidup. Kita harapkan dengan pengembangan bonsai yang kita dukung terus dapat membawa dampak positif bagi ekonomi dan memberi manfaat bagi lingkungan di NTT. Karena mereka yang hobi dalam pengembangan bonsai adalah orang-orang yang mencintai lingkungan,” ujarnya.

Gubernur VBL juga ingin agar pengembangan tanaman bonsai di NTT kedepannya dapat memiliki kualitas yang baik sehingga mampu menembus persaingan pasar. Ia juga mengatakan agar selayaknya pengembangan bonsai juga turut mendukung pengembangan pariwisata di NTT.

Sementera itu Sekjen RUBI Andoko mengatakan festival ini juga adalah festival bonsai pertama kali di NTT. “Festival dan Kontes Bonsai ini merupakan pertama kali digelar di NTT dam difasilitasi kita dari RUBI dan juga dengan dukungan Pemprov NTT. Kita harapkan festival bonsai ini menjadi pemicu agar budidaya bonsai di NTTdapat lebih berkembang lagi. Bonsai ini potensi ekonominya luar biasa dan juga dikembangkan dapat melalui penanaman biji, stek, atau cangkok,” kata Andoko.

Andoko menambahkan, pentingnya edukasi masyarakat untuk tidak mencuri bonsai dari alam. “Alam memang selalu menyediakan yang kita punya. Namun kita selalu edukasi masyarakat jangan mengambil yang dari alam. Bila mengambil maka wajib mengganti minimal 5 pohon. Jadi kita jaga alam dan kembalikan apa yang alam punya. Maka penting sekali untuka kita perlu edukasi untuk masyarakat di NTT,” paparnya.

Ia menambahlan, tujuan festival ini juga membantu perkembangan bonsai di NTT agar semakin maju, juga semakin baik untuk membawa dampak peningkatan ekonomi juga sebagai wadah para pecinta bonsai dalam menyalurkan hobinya.

Ketua Umum RUBI NTT Apri Dira Tome menjelaskan dalam Festival Ini menghadirkan 200 lebih bonsai yang didatangkan dari Kota kupang, alor, rote, TTS, malaka dan lainnya. “Bonsai ini juga bubidaya yang termsauk dalam hobi yg mahal. Kalau kita kembangkan dengan baik maka akan berpengaruh juga bagi kepentingan ekonomi keluarga,” tambahnya. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis : Meldo Nailopo
Foto : Yosy Hoely
Editor : Nataniel Pekaata