Arsip Tag: Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS)

Sukseskan TJPS Okmar, Pemprov NTT Siapkan 88.000 Hektar

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mensukseskan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan Kesiapan Lahan Menghadapi Musim Tanam Oktober 2022- Maret 2023 (OKMAR), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Teknis yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyiapkan 88.000 hektar lahan pertanian.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli pada kegiatan jumpa pers bersama awak Media yang berlangsung di Lobi Kantor Gubernur NTT, hari ini Selasa (27/09/2022).

“Dinas pertanian dan ketahanan pangan yang di tugaskan untuk menjaga ketahanan pangan daerah, oleh sebab itu kita harus mempersiapkan berbagai hal dan mengkoordinasikan serta memastikan sebanyak-banyaknya lahan yang bisa ditanami untuk bisa ber produksi di musim penghujan ini. Di tahun 2022 ini kita menargetkan 105.000 hektar dan yang sudah kita tanami kurang lebih 37.000 hektar yang dimana penanaman nya yaitu musim tanam kedua (April – September 2022) dan itu sudah dipanen dan sudah di jual hasilnya oleh off taker serta petani sudah mendapatkan pendapatan nya,” kata Lecky.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait kesiapan lahan Menghadapi Musim Tanam Oktober 2022- Maret 2023 (OKMAR) kepada awak Media di Lobi Kantor Gubernur NTT, hari ini Selasa (27/09/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Sisanya akan dikerjakan di musim tanam satu yakni Oktober 2022 sampai dengan Maret 2023, dan  sudah di siapkan lebih dari 88.000 hektar lahan pertanian, tambahnya.

Dirinya menambahkan seperti hasil koordinasi dengan BMKG, musim hujan itu akan jatuh pada dasarian III bulan Oktober 2022. “Sehingga kita sudah melakukan persiapan-persiapan untuk memprioritaskan lokasi-lokasi yang curah hujannya terlebih dahulu yaitu di Flores bagian barat, karena itu off taker yang menyediakan benih-benih jagung, pupuk dan lain sebagainya sedang dalam persiapan untuk penyaluran ke sana, selanjutnya mengikuti lokasi-lokasi lain yang curah hujannya akan jatuh mulai dasarian I November 2022,” tutur Lecky.

Target produksi TJPS di musim tanam satu ini adalah sekitar 400.000 ton dan itu nantinya akan digunakan untuk kepentingan industri pakan ternak di dalam Provinsi NTT dan selebihnya dari produksi jagung ini akan di kirim keluar daerah seperti ke Surabaya, jelasnya.

“Selain itu seperti yang direncanakan kedepannya dalam kurun waktu jangka pendek Provinsi NTT juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Bangli yang ada di Provinsi Bali, dimana NTT mensuplai kebutuhan jagung ke Bangli dan Bangli mensuplai daging ayam dan telur ayam ke NTT,” ujar Lecky.

Untuk diketahui pada kesempatan ini turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yakni Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Serta dihadiri para awak media baik dari Media Online, Cetak dan Elektronik.

Antisipasi Krisis Pangan

Dalam kegiatan jumpa pers ini Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli juga menjelaskan Gubernur NTT sudah menginstruksikan untuk fokus pada empat komoditas yaitu jagung yang masuk melalui skema TJPS pola kemitraan yang bekerjasama dengan off taker, Bank NTT dan Bank-Bank Himbara lainnya, Sorgum, tanaman kelor serta ayam KUB.

“Sesuai dengan komoditas-komoditas instruksi Bapak Gubernur ini sudah kita persiapkan. Jagung TJPS tidak ada masalah, dimana benih jagung, pupuk sudah dalam proses penyaluran. Benih sorgum juga sedang dalam proses penyaluran dan benih-benih itu datang dari NTT sendiri yakni dari Flores Timur kurang lebih sebanyak 11 ton dan  itu sudah kita distribusikan kepada kabupaten-kabupaten yang mendapatkan alokasi,” jelasnya.

Kemudian kelor itu kerjasama dengan TNI dan Dinas Pertanian NTT sedang mempersiapkan 1 juta anakan dan nantinya TNI bisa mendistribusikan ke rumah-rumah penduduk untuk bisa berproduksi dan kemudian hasilnya itu akan di take over oleh off taker yang memang sudah dipersiapkan, lanjut Lecky.

“Sehingga semua skema dalam penanganan komoditas-komoditas yang di instruksikan Gubernur NTT itu sudah dalam desain ekosistem terutama untuk jaminan pasar sehingga petani-petani tetap bisa terus optimis dan bersemangat untuk menanam oleh karena sudah tersedia jaminan pasar nya dengan harga yang sudah kita sepakati. Sehingga dengan demikian apa yang dikerjakan oleh masyarakat, dia akan mampu mendapatkan manfaat pangan dan manfaat ekonomi untuk tetap bisa menjaga kemampuan pendapatan serta daya beli,” pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pengiriman Perdana 1.000 Ton Jagung TJPS Pola Kemitraan NTT

NTT AKTUAL. TAMBOLAKA. Menjadi salah satu momentum penting bagi Kabupaten Sumba Barat Daya dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni pada Sabtu (21/05/2022) bertempat di Pelabuhan Waikelo Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi NTT berlangsung prosesi pengiriman perdana jagung hibrida varietas R7 Program Integrasi Pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Pola Kemitraan sebanyak 1.000 ton secara curah pada Kapal Motor Kalimas I.  Jagung ini dibeli oleh Offtaker TJPS Pola Kemitraan PT. Agro Investama untuk dikirim ke PT SREEYE Sewu Indonesia, Sidoarjo-Jawa Timur.

Pengiriman perdana jagung hibrida varietas R7 Program Integrasi Pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Pola Kemitraan sebanyak 1.000 ton secara curah pada Kapal Motor Kalimas I, bertempat di Pelabuhan Waikelo Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi NTT, Sabtu (21/05/2022). Dokumentasi : Sekretariat TJPS NTT

Pengiriman Perdana ini dilakukan oleh Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Kornelis Kodi Mete didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Nixon Balukh, SP, M.Si, Offtaker PT. Gama Agro Investama (GAI) Andung Triwenda, Sekda Kabupaten SBD, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten SBD beserta sejumlah pejabat Lingkup Pemerintah Kabupaten SBD, Bank NTT Cabang Tambolaka, para penyuluh, pendamping lapangan TJPS, KTNA, Petani dan kelompoktani, juga turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI Edward Tanur, SH.

Prosesi acara diawali dengan Doa dan dilanjutkan dengan Laporan dari Kepala Dinas Pertanian dan KP Kabupaten SBD Rofinus D. Kaleka, SP, melaporkan bahwa TJPS Pola Kemitraan di Kabupaten SBD sudah dimulai dari Musim Tanam  Oktober-Maret (MT. Okmar) 2021/2022 seluas 1.163 ha dan dilanjutkan pada Musim Tanam April-September (MT. Asep) 2022 seluas 726,5 ha. Panen mulai dilakukan pada Bulan maret dan akan berlanjut terus sejalan dengan waktu panennya. Hasil 1.000 ton ini merupakan sebagian dari hasil panen yang sudah dilakukan seluas 454 ha. Pada MT. Asep 2022  terus didorong arela penanaman TJPS Pola Kemitraan juga akan ditanam jagung hibrida melalui program pusat seluas  10.300 ha sekaligus mempersiapkan areal tanam dan petani atau wiarausahawan mandiri TJPS Pola Kemitraan MT. Okmar 2022/2023.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT yang diwakili oleh Kabid. Tanaman Pangan dan Hortikultura Nixon Balukh, SP, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat petani Kabupaten SBD atas hasil yang telah dicapai ini dengan harapan terus ditingkatkan melalui  kolaborasi bersama.

Lebih lanjut Nixon menyampaikan bahwa TJPS Pola Kemitraan merupakan exit program dari TJPS Pola Regular yang dilaksanakan melalui suatu ekosistem pembiayaan dengan melibatkan stakeholders terkait dengan tiga pilar utama yaitu Dinas Pertanian dan KP Provinsi dan Kabupaten NTT memfasilitasi aspek manajemen dan teknis, Perbankan memfasilitas permodalan usahatani melalui kredit KUR dan Non KUR dan atau Mikro Merdeka Bank NTT dan Offtaker memfasilitasi sarana produksi serta membeli hasil dari wirausahawan mandiri. Nixon juga menyampaikan bahwa ini sejarah pertama NTT dapat mengirim jagung secara curah, kalau kirim menggunakan kontainer itu sudah biasa dan  untuk Tahun 2022 TJPS Pola Kemitraan NTT ditargetkan seluas 105.000 ha pada 21 kabupaten selain Kota Kupang dan Kabupaten SBD ditargetkan seluas 11.200 ha.

Pada kesempatan ini Anggota Komis IV DPR RI Edward Tanur, SH yang juga turut hadir menyampaikan bahwa pada Periode ini di Komisi IV yang juga membidangi pertanian ada 3 anggota dari Provinsi NTT siap mendukung kebangkitan pertanian di NTT dan kabupaten SBD melalui bantuan alat dan mesin pertanian serta Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para petani.

Bupati Sumba Barat Daya Kornelis Kodi Mete dalam sambutannnya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT bersama jajarannya yang mendukung pengembangan jagung di Kabupaten SBD melalui TJPS Pola Kemitraan. Kabupaten SBD mempunyai potensi areal jagung yang dapat ditanam pada musim hujan dan juga memanfaatkan sumber-sumber air yang ada pada musim kering melalui bantuan pompa. Kita akan terus mendorong penanaman pada semua areal potensi jagung yang ada meskipun hama belalang sekarang lagi mengembara di tanaman jagung dan untuk itu Pemerintah Kabupaten SBD telah menetapkan serangan hama belalang ini sebagai bencana untuk dilakukan penanganan secara menyeluruh serta mengharapkan dukungan pemerintah provinsi NTT lebih lanjut.  Kornelis Kodi Mete juga menyampaikan bahwa ini baru 1.000 ton kita akan panen terus dan kirim lebih banyak lagi pada periode berikut 2.000 sampai 3.000 ton bahkan tahun depan kalau bisa puluhan ribu ton. Kornelis Kodi Mete juga menyampaikan terima kasih kepada PT. Gama Agro Investama, KTNA, para penyuluh pertanian dan masyarakat petani/kelompoktani sekaligus mengajak untuk terus dan terus menanam jagung berbasis TJPS Pola Kemitraan.

Pengiriman perdana Jagung hibrida R7 sebanyak 1.000 ton secara curah, ditandai dengan rombongan berada di atas kapal motor Kalimas I dan diawali dengan prosesi penutupan ruang penampung jagung, dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penyerahan sertifikat karantina. (*)

Sumber berita + foto : Sekretariat TJPS NTT

Gubernur VBL Melakukan Panen Jagung (TJPS) Bersama Masyarakat di Desa Anakoli

NTT AKTUAL. MBAY. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mendorong kolaborasi dalam sistem pertanian, khususnya pada lahan potensial seperti di Kabupaten Nagekeo. Menurut Gubernur Laiskodat, keberanian untuk berkolaborasi akan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat Nagekeo dalam penanganan lahan-lahan pertanian yang belum dioptimalkan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam kesempatan Tanya-Jawab selepas melakukan Panen Jagung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) bersama masyarakat desa Anakoli di Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Selasa (12/4/2022).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat melakukan Panen Jagung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), Selasa (12/4/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kita harus kolaborasi Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Kabupaten Nagekeo ini sangat luar biasa dan kekayaan hebat ini,” ujar Gubernur VBL.

Dengan memanfaatkan potensi dan kekayaan yang dimiiki yang begitu besar, Gubernur juga meyakini dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan PAD di Kecamatan Wolowae secara khusus dan dapat memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Nagekeo pada umumnya.
“Saya sebagai Gubernur memiliki tanggung jawab untuk ikut berperan untuk membangun Nagekeo secara baik. Lahan dan kekayaan Kabupaten Nagekeo kita kerjakan bersama. Tanah di desa ini sangat bagus, tidak sulit untuk diolah. Kita perlu berbicara secara serius, prosesnya dilakukan dengan baik agar di kemudian hari kita bisa mewarisi bagi generasi kita” papar Gubernur Laiskodat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur bersama masyarakat desa Anakoli melakukan panen jagung dalam Program Tanam Jagung Panen Sapi (TSPS) di lahan seluas 50 hektare. Harapannya apabila produksi yang dihasilkan di lahan tersebut bagus, Gubernur menginginkan agar panen jagung nantinya masyarakat bisa memanfaatkan batang jagung sebagai pakan ternak sapi.
“Di musim hujan nanti kita bisa menghasilkan jagung di 1000 sampai 2000 ha. Kita juga bisa memanfaatkan batang jagung yang masih hijau sebagai pakan terbaik untuk range” tambahnya.

Hadir dalam Kunjungan Kerja di Kabupaten Nagekeo, Gubernur VBL didampingi Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, Para Staf Khusus Gubernur dan Pimpinan OPD Provinsi Nusa Tenggara Timur. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Mengingatkan Pentingnya Kolaborasi Demi Keberhasilan Program TJPS

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) minta agar Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkolaborasi mendukung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Hal ini disampaikan oleh Asisiten Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda Prov. NTT, Yohana E. Lissapaly, SH, MSi, yang juga merupakan Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT saat mewakili Gubernur memberikan sambutan saat meninjau Kelompok Ternak Inseminasi Buatan Nufuak Jaya, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu Kamis (25/03/2021).

“Program ini akan berjalan baik apabila ada sinergitas antar tiga Dinas ini. Dinas Pertanian mengontrol dari proses penanaman sampai panen, kemudian Dinas Peternakan menyiapkan ternak baik itu Sapi maupun ternak lainnya seperti Babi, Kambing maupun Ayam, penyiapan Pabrik Pakan ternak untuk pemanfaatan hasil produksi jagung program TJPS dan mengurangi biaya produksi peternak sedangkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyiapkan mesin pencacah untuk penyiapan pakan ternak yang bahan bakunya datang dari sisa hasil panen jagung tersebut,” kata Yohana.

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini, tidak tertutup kemungkinan juga program TJPS ini melibatkan pihak ketiga dalam hal pengadaan ternak kepada masyarakat. Yohana mencontohkan,
“Tadi rombongan Bapak Gubernur sempat meninjau lokasi pembiakan Ayam KUB milik Kodim 1605/Belu, di tempat tersebut terdapat ratusan Ayam KUB yang siap dipasarkan. Bisa saja untuk pengadaan ternak kecil seperti ayam ini kita melibatkan pihak TNI dalam hal ini Kodim Belu, tinggal desain kerjasamanya dibuat secara baik,” lanjutnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Yohana minta agar para petani peternak yang tergabung dalam kelompok Nufuak Jaya agar lebih giat dalam bekerja.

“Pemerintah telah mendesain program TJPS ini secara baik, tinggal bagaimana masyarakat meresponnya. Jadi pada kesempatan ini saya mengajak para petani peternak agar lebih giat dalam bekerja, lebih giat dalam memelihara ternak yang sudah ada, agar kedepan dari ternak yang sudah ada, melalui Inseminasi Buatan (IB) bibit sapi Wagyu dapat menghasilkan sapi dengan kualitas premium sebagai simbol kebangkitan bagi para Peternak di NTT,” pungkas Yohana.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Drs. Nikolas Umbu Kudji Biru, MM mengatakan bahwa saat ini populasi sapi di Kabupaten Belu sebanyak 72.182 ekor.

Nikolas juga mengatakan bahwa saat ini terus dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar paham dan terbiasa tentang IB dengan pola pemeliharaan ternak pola pengandangan. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Panen Jagung Program TJPS di Kabupaten TTU

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Selasa (23/03/2021) melakukan Panen Jagung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Desa Letneo, Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kunjungan Kerja se-daratan Timor.

Gubernur VBL meminta agar tahun 2022 Program TJPS di Kabupaten TTU bisa mencapai 5000 Ha untuk membantu menyokong pakan ternak. “Kita bersyukur bahwa hari ini kita panen jagung dari program TJPS. Di TTU ini program TJPS sedang berjalan dengan luas lahan 850 Ha saya tahu betul di TTU khusunya daerah Insana panen jagungnya hebat. Maka tahun depan saya mau kita semua panen Jagung Program TJPS harus mencapai 5000 Ha di TTU. Semua harus kita kerjakan dengan baik. Kita harus tanam dalam jumlah besar agar memiliki dampak ekonomi yang signifikan”, ujar Gubernur.

“Dalam satu tahun, NTT mengeluarkan atau membeli pakan ternak sebesar satu triliun rupiah.
Kita beli dari surabaya itu Rp 9000 per Kg untuk tiba di Kota Kupang. Sampai di TTU harganya pasti naik lagi. Kita harus punya pabrik pakan ternak agar biaya 1 triliun itu tidak keluar dari NTT,” kata beliau.

Dikatakannya, untuk pabrik pakan ternak itu, bahan utamanya adalah jagung. “Kita didorong jagung sebagai bahan utama produksi pakan ternak. TJPS ini namanya Tanam Jagung Panen Sapi namun bukan sapi saja tapi bisa juga hasilkan pakan ternak untuk kambing, babi dan ayam,” tambahnya.

Ia menjelaskan, program TJPS ini memiliki multiplayer efek yang bagus untuk pembangunan peternakan dan pertanian di NTT.

“Pertanian, peternakan dan perindustrian harus berkolaborasi dengan baik. Hasil dari pertanian diberikan pada peternakan. Lalu hasil dari peternakan dijadikan industri. Maka itu kami telah siapkan mesin pencacah dari Pemprov NTT. Pak Bupati TTU bisa minta,” ucap Gubernur.

Gubernur juga meminta agar Pemerintah Kabupaten TTU ikut mengembangkan ternak sapi wagyu. “Kita mau di TTU juga akan ada sapi wagyu. Seperti di TTS saat ini mulai kembangkan sapi wagyu dan juga kabupaten kupang dan di Sumba. Satu Sapi wagyu murni harganya mencapai 300 juta. Dagingnya enak dan berkualitas dan sedang diminati banyak orang. Saya punya mimpi besar, suatu saat harus ada menu makanan daging sapi wagyu asal NTT yang diminati dunia.

Bupati TTU, Juandi David mengatakan, untuk Program TJPS di Kabupaten TTU, tersebar 8 kecamatan, 26 desa dan 1 kelurahan dan 60 kelompok tani dari total luas lahan keseluruhan sebesar 850 Ha.

Bupati David menambahkan, potensi pertanian menjadi andalan utama Kabupaten TTU dengan produk unggulannya kacang tanah, jagung, sere merah dan lurik. Untuk potensi perkebunan produk unggulannya jambu mente, kemiri, sirih, pinang dan lontar, serta potensi peternakan yaitu sapi, babi, kuda, kambing dan ayam.

Total luas lahan untuk Program TJPS di Desa Letneo yang di panen adalah 13 Ha. Dengan hasil produksi 8.208 Kg/Ha (berat pipil basah). Luas panen simbolis 3 Ha dengan Jagung hibrida, Varietas Beltras 1. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Gubernur Panen TJPS Periode Oktober-Maret

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Panen Jagung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Periode Tanam bulan Oktober-Maret di Desa Pontulan Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang, Senin (22/03/2021).

Untuk diketahui, luasan lahan TJPS Periode Tanam Oktober-Maret (Okmar) dengan data persebaran pada 16 Kabupaten di NTT yaitu Kabupaten Kupang 1.260 Ha, Kabupaten TTS 890 Ha, Kabupaten TTU 850 Ha, Kabupaten Belu : 710 Ha, Kabupaten Malaka 1.200 Ha, Kabupaten Rote Ndao 267 Ha, Kabupaten Flores Timur 455 Ha, Kabupaten Ende 127 Ha, Kabupaten Ngada 238 Ha, Kabupaten Manggarai 125 Ha, Kabupaten Manggarai Timur 513 Ha, Kabupaten Manggarai Barat 250 Ha, Kabupaten Sumba Tengah 239 Ha, Kabupaten Sumba Timur 550 Ha, Kabupaten Sumba Barat Daya 401 Ha dan Kabupaten Sumba Barat 100 Ha.

Luasan lahan periode tanam Okmar sebesar 1.260 Ha di Kabupaten Kupang merupakan kontribusi dari 9 Kecamatan yaitu Kecamatan Amfoang Barat Laut 20 Ha, Kecamatan Amfoang Selatan 82 Ha, Kecamatan Fatuleu Barat 152 Ha, Kecamatan Sulamu 447 Ha, Kecamatan Kupang Timur 80 Ha, Kupang Tengah 60 Ha, Amarasi Timur : 280 Ha, Kecamatan Semau : 83 Ha, Kecamatan Semau Selatan 56 Ha.

Paska melakukan Panen Jagung Program TJPS diatas lahan seluas 79 Ha, Gubernur VBL langsung menyaksikan Demo Mesin Pencacah, Inseminasi Buatan untuk Ternak Sapi dan menyerahkan sejumlah bantuan berupa SOP Budidaya Tanaman Jagung, bibit rumput odot, mesin Pencacah, obat-obatan dan asuransi ternak yang diwakilkan kepada para Kepala Dinas yang hadir untuk menyerahkan bantuan dimaksud.

“Bantuan yang diberikan kepada masyarakat agar dinas terkait untuk mengawalnya dengan baik. Karena setiap bantuan harus dipertanggungjawabkan dengan hasil yang maksimal, karena masyarakat butuh pendampingan teknis dari kita. Untuk itu dinas teknis terkait agar mengoptimalkan peran pendampingnya di tengah masyarakat”, tegas Gubernur saat penyerahan bantuan tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Obet Laha dalam sambutannya menyampaikan mayoritas masyarakat di Kabupaten Kupang adalah bertani. Untuk itu apresiasi kepada Gubernur NTT melalui program TJPS yang berlangsung sejak tahun 2019 hingga 2021. Perlu terus bergerak untuk luasan lahan tanam di periode tanam April-September.

“Apresiasi kepada Bapak Gubernur. Program TJPS ini sangat sesuai dengan karakteristik Wilayah Kabupaten Kupang dengan mata pencaharian masyarakat kita adalah bertani. Panen raya perdana diatas lahan seluas 79 Ha di Desa Pantulan ini selanjutnya hasilnya akan di pakai untuk membeli sapi. Musim tanam April sampai dengan September nanti, perluasan lahan akan di kembangkan diatas lahan 800 Ha dengan memanfaatkan Anggaran melalui APBD Kabupaten Kupang untuk sektor pertanian sebesar 24 Miliyar,” ungkap Obet.

Gubernur langsung berdialog bersama masyarakat pada kesempatan tersebut. Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Sulamu mengapresiasi Program TJPS sekaligus meminta kepada Gubernur untuk bantuan sumur bor, traktor, kawat duri dan penerangan listrik di desa tersebut.

“Di tengah hujan dan badai kami terus bekerja keras untuk mensukseskan program ini karena bermanfaat bagi kami para petani. Untuk menghadapi musim tanam berikutnya, kami membutuhkan sumur bor, traktor, kawat duri dan penerangan listrik di desa”, ungkap tokoh masyarakat tersebut.

Menanggapi usulan tersebut, Gubernur menegaskan akan berbagi peran antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kupang.

“Untuk usulan sumur bor segera dipenuhi melalui APBD Provinsi. Sedangkan traktor, mekanismenya adalah kebutuhan luasan lahan yang digarap berapa, akan kami layani untuk traktor tersebut tanpa dikenakan biaya apapun, Sementara untuk bantuan kawat duri akan dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Kupang serta listrik pasti akan segera terpenuhi (langsung melakukan koordinasi via Handphone dengan General Manager PLN unit induk wilayah NTT,red),” pungkas Gubernur Laiskodat. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Kupang

Gubernur NTT Panen Jagung di Lokasi TJPS Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan panen jagung secara simbolis pada lokasi Gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dari Kelompok Tani Mutiara Desa Pariti Kecamatan Sulamu dan Kelompok Tani Fajar Kasih Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang, Jumat (30/10/2020). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi oleh Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe.

Untuk diketahui, awalnya Alokasi lahan TJPS untuk Kabupaten Kupang seluas 2.600 ha. Namun setelah dilakukan Verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk musim tanam (MT) periode april-september(ASEP) oleh Pendamping Lapangan, terverifikasi luasan lahanya 375 ha. Khusus Kecamatan Sulamu, luas lahan terverifikasi 110 ha dengan realisasi tanam 67, 05 ha dan Kecamatan Fatuleu Barat, Luas lahan terverifikasi 43,30 ha dengan realisasi tanam 39,20 ha.

Acara Puncak pasca panen Simbolis Gerakan TJPS, pelaksanaanya di halaman kantor Desa Poto. Camat Fatuleu Barat, Kandidus Neno dalam sambutanya menyampaikan sejumlah usulan pembangunan dan apresiasi terhadap Gubernur NTT.

“Hari ini Bapak Gubernur mengunjungi kita di Fatuleu Barat. Sebelumnya kami tahu Gubernur lewat buku dan cerita orang. Karena dalam sejarah kami di Fatuleu Barat, sejak 1958 hingga kini atau sekitar 62 tahun, baru kali ini Bapak Gubernur adalah Gubernur pertama yang mengunjungi Fatuleu Barat. Beberapa usulan yang kami sampaikan berkaitan dengan adanya potensi pertanian, maka kebutuhan kami berupa Alsintan, pompa mesin air, Jaringan Internet dan Listrik,” ungkap Neno.

Wabup Kupang, Jerry Manafe menyampaikan Fatuleu Barat saat ini mengalami perkembangan dalam pembangunan infrastruktur jalan yang akan diikuti dengan terpenuhi kebutuhan pembangunan lainnya.

“Hari ini Bapak Gubernur datang panen simbolis jagung Gerakan TJPS. Dapat kita saksikan bersama, meskipun tempat ini gelap, akan tetapi saat jalan kita tidak terantuk seperti dulu. Artinya jalan kita sudah mulus dan itu karena kebijakan bapak Gubernur. Tentunya masyarakat mesti yakin bahwa pasti kita terus diperhatikan oleh Gubernur asalkan kita tetap kerja dan sukseskan Gerakan TJPS untuk mewujudkan kesejahteraan ,”ujar Jerry.

Gubernur VBL dalam sambutanya mengaskan, pemimpin itu mesti terus bersama rakyatnya untuk melayani rakyatnya. Karena daerah ini memiliki potensi yang luar biasa, maka harus dikelola dengan baik. Masyarakat mesti memiliki etos kerja yang tinggi dan apa yang menjadi kebutuhan akan dipenuhi di tahun 2021.

“Dalam kepemimpinan saya, tentunya saya terus terjun ke lapangan untuk melayani masyarakat dan memastikan elemen Pemerintah bekerja bersama masyarakat. Hari ini kita panen, Tahun depan (2021) potensi lahan 400 ha yang terverifikasi, Tanam dan panen serta sukseskan Gerakan TJPS maka saya pastikan kebutuhan jaringan listrik dan telepon ada di tempat ini,” tegas Gubernur Viktor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli. staf Khusus Gubernur, Pius Rengka dan Tim Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) NTT. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Menteri Pertanian Lakukan Kunjungan Kerja ke Lokasi TJPS

NTT AKTUAL. WAIBAKUL. Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama jajarannya melakukan Kunjungan Kerja di Kabupatan Sumba Tengah tepatnya pada Lokasi Pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang didampingi oleh Wakil  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi (JNS), Selasa (22/09/2020).

Menteri Pertanian mengajak seluruh stakeholder terkait disumba agar kita mensyukuri atas anugerah sang Pencipta untuk memastikan hari esok lebih baik dari hari ini. “Mari kita pastikan hari esok lebih baik, jangan pernah mengatakan NTT tanahnya tidak subur, yakinlah kita hidup di atas tanah yang subur sekarang tergantung bagaimana kita mengolahnya.” Ujar Menteri Yasin Limpo

Lebih lanjut Menteri Pertanian mengatakan kehadirannya disumba tengah atas dasar dua permintaan, yang pertama: atas Perintah Bapak Presiden dan Kedua: atas Komunikasi Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur dengan niat tulus untuk membangun Peradaban baru di NTT.

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama jajarannya saat melakukan Kunjungan Kerja di Kabupatan Sumba Tengah tepatnya pada Lokasi Pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang didampingi oleh Wakil  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi (JNS), Selasa (22/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Saya datang ke sini atas dua permintaan, yang pertama: saya di perintahkan Bapak Presiden untuk kesini (Sumba Tengah-NTT); kedua: Gubernur dan Wakil Gubernur NTT sama-sama pekerja keras untuk itu saya datang untuk bersinergi dalam mewujudkan peradaban baru di NTT,” ungkap Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini juga mengajak Bupati, Camat dan Kepala Desa untuk melindungi rakyatnya, bekerja bersama rakyatnya dan menaati kebijakan Negara, tegas Syahrul Yasin Limpo.

“Bupati, Camat, Kepala Desa, areal ini bagus sekali, mari kita buat lebih bagus kedepannya, ajak rakyat kalian untuk bekerja sepenuh hati, tugas kita melindungi dan mensejahterakan mereka, akan tetapi masyarakat juga harus patuh terhadap kebijakan negara,” kata Menteri Pertanian.

Di lokasi kunjungan kerja di Desa Umbu Pabal Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat, Ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk 100 hari kedepan kita lihat hasilnya dengan cara kerja bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan TNI-POLRI untuk mewujudkannya dengan Cara Mekanisasi.

“Saya mau semua Dirjen dan staf ahli bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan TNI-POLRI serta terlibat kerja di hamparan ini pake cara  Mekanisasi. Mengurus Pertanian itu ada 4 hal menurut saya: Harus ada air, Lahannya tidak bermasalah, pelatihan Petani, dukungan pengawalan dari  TNI/Polri dan 100 hari dari sekarang kita lihat hasilnya diakhir sambutannya,” tutup Menteri Pertanian.

Sementara itu, Wakil  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi (JNS) dalam sambutannya mengatakan bahwa Kehadiran Pak Menteri tidak hanya datang untuk mendukung TJPS saja melainkan juga untuk bersama kita meningkatkan Peradaban baru di NTT.

“Pak Menteri, Terimakasih atas Doanya, beliau  jauh-jauh datang ke sini untuk mendukung TJPS yang selanjutnya bersama kita meningkatkan Peradaban baru di NTT,” ungkap Wagub JNS

Wagub JNS menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas dukungannya  atas nama masyarakat NTT kami mengucapkan

“Saya bersama Gubernur atas nama masyarakat NTT menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Pak Menteri yang telah mendukung Pembangunan Pertanian di NTT hingga saat ini.” ungkap Wagub Josef. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Canangkan Program TJPS di Sumba, Ini Pesan Gubernur NTT

NTT AKTUAL. WAIBAKUL. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan Pulau Sumba merupakan pulau terindah di dunia. Namun Sumba secara keseluruhan juga punya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah. Tingkat kemiskinan di Sumba seturut data statistik juga paling tinggi untuk NTT. Karenanya perlu upaya ekstra agar pulau ini maju menuju sejahtera.

“Ini tantangan buat Sumba. Saya tidak mau Sumba seperti ini terus. Tadi saya bersama dengan para bupati se-Sumba, minus kaka Niga (Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole) sepakat untuk bekerja lebih keras. Saya punya komitmen sebagai Gubernur, saya tidak mau Sumba miskin dan tertinggal seperti ini terus,” ungkap Gubernur VBL saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Desa Umbu Pabal Kecamatan Umbu Ratu Nggai, Sumba Tengah, Senin (07/09/2020).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Desa Umbu Pabal Kecamatan Umbu Ratu Nggai, Sumba Tengah, Senin (07/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur memotivasi para Bupati se-Sumba untuk bekerja sama dan bersama agar Sumba menjadi pulau yang sukses dan makmur. Hal ini jadi tanggung jawab Gubernur dan para Bupati untuk bekerja lebih serius dan dalam periode kepemimpinan masing-masing.

“Saya mau di bawah Pemerintahan saya, tidak boleh Sumba alami masalah besar dengan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Terima kasih pak Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Sumba Barat, Bupati Sumba Tengah dan Sumba Timur. Kita akan siapkan kolaborasi yang baik di pulau ini. Berapa anggaran tiap kabupaten di Sumba dan Provinsi juga mendukung porsi anggaran yang lebih besar. Kita buat apa, langsung harus jadi. Pulau ini harus panen terus hasil pertanian sebanyak mungkin sepanjang tahun,” kata VBL.

Lebih lanjut VBL mengajak semua pemangku kepentingan harus menyatukan tekad untuk rubah keadaan di Sumba. Semua harus kerja. Para Maramba (tokoh masyarakat), TNI/POLRI, Gereja, anak-anak muda, semuanya harus terjun ke lapangan.

“Kita harus pastikan semua punya mimpi yang sama, dari timur sampai barat daya. Kita ingin bangun ini pulau. Jangan takut hitam turun lapangan. Supaya kalau buka data atau buku kemiskinan lagi, nama Sumba sudah tidak ada. Dan ini semua harus dikerjakan dengan cara tidak biasa, bukan dengan cara biasa.Tidak mungkin dengan cara bupati lebih banyak di kantor selama 5 hari, tapi harus lebih banyak turun lapangan,” kata VBL.

Menurut Gubernur Viktor, program TJPS adalah bagian penting untuk membebaskan Sumba dari kemiskinan. Jagung itu akan dijual, Sementara batangnya akan dibuat untuk pakan ternak supaya kita jangan datangkan pakan ternak dari luar NTT lagi.

“Kita siapkan pabrik pakan ternak tahun depan. Tempatnya di Sumba Tengah. Tahun depan sudah ada pabriknya di sini dan sudah jalan. Lalu kita siapkan benih babi. Sampai tahun 2023 kita harus bisa mendatangkan anakan babi sampai 1 juta. Kalau satu juta kali harga anakan babi seharga 1 juta rupiah berarti kita butuh uang 1 triliun rupiah. Kita anggarkan mulai tahun depan sampai tahun 2023, pemerintah Provinsi berkolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten di Sumba. Agar seluruh rantai pasok untuk pariwisata di Sumba berasal dari masyarakat di sini,” jelas pria asal Semau tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur VBL mengungkapkan telah mengajukan proposal kepada Presiden untuk pendirian Politeknik Pariwisata di Sumba Tengah. Juga telah bersurat ke Menteri Pariwisata.

“Nanti bapa bupati olong siapkan lahan, supaya kita bangun politeknik ini. Kita ingin mendukung penyiapan dan pengembangan sumberdaya manusia berkualitas untuk pariwisata di Sumba yang sudah mendunia,” kata VBL.

Selain itu, Gubernur VBL juga mengungkapkan satu potensi besar yang dimiliki oleh Sumba adalah panas matahari yang terbaik di Indonesia untuk energi listrik. Ini potensi besar untuk pengembangan pertanian, peternakan dan industri di Sumba.
“Ini hasil penelitian para ahli. Para peneliti bilang tenaga mataharinya sangat sempurna. Dari seluruh pulau di Indonesia, pulau ini punya tingkat panas paling baik sepanjang tahun. Ini potensi listrik dari energi baru terbarukan,”jelas VBL.

Gubernur mengungkapkan, lima tahun lagi, produk-produk industri yang pakai energi fosil sulit diterima lagi. Harus pakai energi baru terbarukan. Satu-satunya yang paling cepat untuk pasokan pengembangan listrik nasional adalah energi matahari.

“Tempat yang paling pas dan tepat untuk ini adalah pulau sumba, sekali lagi pulau sumba. Bisa memasok energi listrik dengan energi baru terbarukan untuk Jawa dan Sumatera. Akan dibuatkan 20 ribu mega watt, start pertama 2.000 mega watt. Kabelnya tarik dari sini sampai pulau Payton, ujung Surabaya,” jelas VBL.

Untuk sukseskan ini, jelas VBL, Pemerintah Provinsi besama PLN dan para peneliti akan serahkan proposal langsung ke Presiden. Sesuai permintaan presiden, pengguanaan energi baru terbarukan harus mencapai 30 persen sampai akhir pemerintahannya. Sementara saat ini penggunaan energi baru terbarukan sekitar 2 persen lebih.

“Ini peluang kita. Kita harus upayakan sebelum akhir masa jabatan presiden, proyek ini harus sudah dikerjakan. Listrik sudah tidak ada masalah lagi dan malahan kita bisa jual potensi ini ke daerah lain,” jelas Gubernur.

Di akhir sambutannya, VBL meminta agar masyarakat menanggapi berita gembira ini secara positif. Masyarakat dihimbau untuk tidak jual tanah di pinggir pantai.

“Jangan jual, nanti kita sudah punya listrik sendiri. Orang semua datang. Kita boleh punya banyak binatang, tapi kalau tanah dijual dan orang bangun hebat-hebat, kita tidak bisa buat apa-apa. Tolong jangan jual tanah,” pungkas Gubernur Viktor.

Sementara itu Bupati Sumba Tengah, Paul S.K Limu mengungkapkan kebijakan Gubernur untuk jadikan Sumba Tengah sebagai tempat pencanangan program TJPS di NTT menuju 40 ribu hektar merupakan motivasi dan energi besar bagi masyarakat dan Pemerintah daerah empat kabupaten di pulau Sumba.

“Terima kasih karena Pemerintah Provinsi telah membantu 10 traktor besar untuk penyiapan lahan tanam ini. Kami telah menyiapkan grand desain untuk TJPS tahun 2021 dengan beberapa kegiatan yaitu identifikasi calon petani, calon lahan, kepastian titik air, pembangunan 100 titik sumur bor, optimalisasi sumber air seperti sungai dan embung. Ini semua bagian dari tekad kami untuk jadikan Sumba Tengah sebagai Kabupaten Benih,” jelas Paul Limu.

Untuk diketahui luas lahan tanam yang sudah disiapkan adalah 10 hektar dari 3.500 hektar lahan yang ada di tempat tersebut. Untuk mengoptimalisakan pemanfaatan lahan seluruhnya akan dibangun 50 sumur bor oleh Pemerintah Provinsi di tempat tersebut.
Total alokasi lahan TJPS untuk Sumba Tengah seluruhnya adalah 11 ribu hektar dengan potensi produksi 500 ton.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi para bupati se-Sumba mendemonstrasikan cara mengendarai traktor. Juga melakukan penanaman simbolis benih jagung pada lahan siap tanam.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Danrem 161 Wirasakti Kupang, Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Barat Daya, Wakil Bupati Sumba Tengah, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, para staf khusus Gubernur NTT, Staf Ahli, Pimpinanan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Sumba Tengah, Forkopimda Kabupaten Sumba Tengah, tokoh masyarakat, tokoh agama, insan pers, masyarakat petani dan undangan lainnya. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata