Arsip Tag: PLN

Terkait Pembangunan PLTP di Flores, Wagub NTT Ajak Pihak PLN Langsung Turun ke Lapangan

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengajak pihak PT PLN untuk langsung turun ke lapangan di Mataloko, Ulumbu dan Atadei setelah PPKM berakhir. Hal ini penting agar permasalahan terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dapat segera diselesaikan dan proyek ini segera dapat diwujudkan.

“Khusus untuk Mataloko, ini merupakan daerah kelahiran saya. Saya tahu betul tentang ini (PLTP Mataloko). Sejak tahun 1996, sebelum saya masuk senayan (jadi anggota DPR)sudah direncanakan dan saya ikuti terus sampai sekarang.Permasalahan terkait lahan pun, saya ikuti betul. Saya minta setelah PPKM, kita bisa langsung turun ke lapangan untuk melihat dan selesaikan apa yang jadi permasalahannya. Begitu pun dengan di Ulumbu dan Atadei.Jangan bertele-tele.Kita langsung pergi ke lapangan, kita eksekusi supaya lebih cepat, “kata Wagub JNS saat menerima audiensi virtual pihak Manajer PT PLN di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (30/7/2021).

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat menerima audiensi virtual pihak Manajer PT PLN di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (30/7/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Manajer PLN meminta dukungan Pemerintah Provinsi Terkait Pembangunan Project Renewable Energy atau Proyek Energi Baru Terbarukan PLTP Mataloko Kabupaten Ngada, Ulumbu Kabupaten Manggarai dan Atadei Kabupaten Lembata.

Menurut Wagub JNS, dengan ditetapkannya Flores sebagai salah satu pulau panas bumi sesuai Keputusan Menteri ESDM nomor 2268 K/30/MEM/2017, PLN perlu menjelaskan kepada masyarakat secara komprehensif tentang panas bumi beserta teknologinya untuk pemenuhan kebutuhan listrik. Juga harus tahu permasalahannya seperti apa. Sehingga bisa langsung bagi tugas, peran provinsi dan kabupaten bagaimana.

“Yang penting ini segera mungkin diwujudkan. Karena ini kebutuhan mendesak.Apalagi di sekitar Mataloko, sudah ada kampus Bambu dan akan dikembangkan industri bambu. Atadei juga begitu. Masyarakat Atadei selalu tagih kok ini hanya rencana-rencana terus. Begitu pun di Ulumbu, ” jelas Wagub Nae Soi.

Lebih lanjut, Wagub JNS menjelaskan pada prinsipnya Pemerintah Provinsi NTT sangat mendukung upaya pembangunan tiga PLTP tersebut. Karena kalau semuanya jadi, suplai listrik di NTT khususnya Flores tidak bermasalah lagi.

“Kami akan mendukung sesuai regulasi yang ada. Yang penting timeschedul atau jangka waktunyanya jelas. Kapan kita mulai apa, PLN punya tugas apa, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten buat apa. Yang penting tujuannya jelas supaya masyarakat jangan tanya terus. Karena saya tahu persis,masyarakt di sekitar Mataloko sangat menderita. Mereka mengeluh, Listrik PLTP belum mereka nikmati, tapi atap rumah mereka sudah banyak rusak karena belerang,” jelas Wagub JNS.

Sementara itu General Manager Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara Joshua Simanungkalit mengungkapkan rencana PLN untuk bangun PLTP di Flores yakni PLTP Mataloko di Ngada dalam waktu dekat diikuti Ulumbu di Manggarai dan Atadei di Lembata.

“Kami minta dukungan pemerintah Provinsi supaya proyek ini bisa berjalan baik dan lancar untuk kesejahteraan masyarakat di NTT. Kita minta dukungan untuk beberapa perizinan lokasi dan izin-izin lainnya serta pengadaan tanah.Kami juga akan segera melaksanakan arahan pa Wagub untuk turun lapangan setelah PPKM, “jelas Joshua.

Senior Manager Pertanahan, Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Nusra, Gregorius Adi mengungkapkan surat izin penetapan lokasi untuk Mataloko telah disampakan kepada pemerintah Provinsi NTT. Sementara untuk Ulumbu dan Atadei masih disusun.

“Surat ini sudah kami lampiri dengan dokumen rencana pengadaan tanah sesuai ketentuan terbaru. Kami mohon dibantu untuk kemudian kita bersama-sama membentuk tim pengadaan tanah,”jelas Gregorius.

Dalam kesempatan tersebut pihak PLN mengungkapkan kekuatan PLTP Mataloko adalah 2 x 10 MW, Ulumbu 5 dan 6 sebesar 2 x 20 MW dan Atadei 10 MW. Menurut rencana PLTP Mataloko dan Ulumbu 5 akan beroperasi pada 2025, Ulumbu 6 beroperasi 2026 dan Atadei tahun 2027.

Tampak hadir secara virtual yakni Executive Vice President Divisi Energi Baru dan Terbarukan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Cita Dewi, General Manager NTT, Agustinus Jatmiko, Perwakilan dari Kementerian ESDM dan beberapa Manager PT PLN Pusat, Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Ngada, perwakilan Pemerintah Kabupaten Lembata, perwakilan kantor Wilayah BPN NTT . Turut mendampingi Wagub NTT, Kadis ESDM NTT dan Kadis penanaman Modal dan PTSP NTT. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur Beri Apresiasi PLN NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi terhadap kerja keras PLN untuk memulihkan kembali jaringan listrik yang rusak akibat bencana badai Siklon Tropis Seroja di NTT tanggal 5 April lalu.

“Tentunya dari PLN telah berusaha maksimal. Masyarakat diharapkan bersabar karena badai ini telah mengakibatkan kerusakan sangat parah. Saya yakin teman-teman PLN dengan kondisi ini telah turun untuk lakukan perbaikan. Kita harap dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, jaringan listrik akan pulih kembali di seluruh NTT,” jelas Gubernur VBL saat ditemui wartawan usai menerima bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT dan Bantuan Tanggap Bencana dari Sampoerna, di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Aula El Tari Kupang, Minggu (11/04/2021).

Menurut Gubernur Viktor, semu pihak dalam situasi seperti ini harus bersabar. Yang diutamakan untuk saat ini adalah ketersedian logistik untuk korban bencana.

“Yang penting logistik dulu. Warga jangan lapar dan haus, itu sangat penting dalam kondisi begini. Saya harapkan dalam minggu depan, listrik dapat segera kembali pulih seperti sebelumnya,” jelas Gubernur VBL.

Gubernur Terima Bantuan Bencana dari Satgas BUMN

Gubernur NTT di tempat yang sama pada Minggu (11/04/2021) menerima bantuan dari Satgas BUMN Tanggap Bencana NTT. Bantuan Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja dari BUMN senilai Rp. 5.067.089.782 (Lima Miliar Enam Puluh Tujuh Juta Delapan Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Dua Rupiah) diserahkan langsung oleh Staf Khusus Tiga Bidang Komunikasi Publik Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Turut serta dalam penyerahan bantuan tersebut Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Reza, Wakil Ketua Komisi VI, Mohamad Hekal.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, bantuan tersebut sebagai bentuk partisipasi dan solidaritas BUMN untuk membantu kondisi masyarakat NTT yang tertimpa bencana.

“Ini jadi keprihatinan kita bersama. Teman-teman di Komisi VI DPR RI terus mendorong kami untuk secepatnya untuk membantu masyarakat NTT. Bantuan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ini akan terus. Pa Erick Thohir (Menteri BUMN) juga mengatakan, ini tidak boleh berhenti, terus akan dilakukan. Apa yang menjadi kebutuhan di NTT, kita akan coba penuhi, “kata Arya dalam sambutan singkatnya.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR menyampaikan keprihatinan terhadap bencana yang terjadi di banyak tempat di NTT. Ini jadi perhatian bersama dari seluruh elemen bangsa.

“Kami dari Komisi VI terus meminta kepada Kementerian BUMN untuk semaksimal mungkin memberikan bantuan di awal dan juga berikan bantuan saat proses pemulihan/recovery bencana di NTT. Ini bantuan kecil yang diberikan bersama-sama komisi VI. Mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat NTT. Salam kami dari Komisi VI kepada para keluarga korban yang selama ini mencoba melewati masa-masa sulit dengan kekutan yang ada,” kata Faizol Reza.

Pada kesempatan tersebut PT HM SampoernaTbk juga menyerahkan bantuan 250 paket sembako untuk masyarakat Kota Kupang, Flores Timur dan Lembata.Penyerahan bantuan dilakukan oleh Manager Area Kupang PT. HM Sampoerna, Bayu Winata.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut para pimpinan perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, pimpinan BUMN di NTT, insan pers dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub NTT : Saya Ucapkan Terimakasih Kepada PLN Atas Responnya Yang Cepat

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT),  Josef Nae Soi (JNS) menerima audiens dari Kepala PLN  Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko di ruang kerjanya, Rabu (10/02/2021).

Dalam kesempatan tersebut,  Wagub JNS menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak PLN yang memberikan respon cepat atas berbagai permasalahan terkait listrik terutama yang dialami layanan-layanan kesehatan termasuk rumah sakit.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak PLN atas responnya yang cepat sekali,” jelas Wagub.

Wagub meminta PLN agar memfasilitasi seluruh rumah sakit di Nusa Tenggara Timur terkait instalasi khusus untuk  mengantisipasi keadaan-keadaan darurat, apalagi dengan adanya wabah virus corona yang semakin meningkat.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat menerima audiens dari Kepala PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko di ruang kerjanya, Rabu (10/02/2021). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Saya harap di rumah sakit-rumah sakit harus ada instalasi khusus untuk penanganan darurat sehingga pihak PLN tidak disalahkan terus,” kata Wagub JNS.

Sementara itu Kepala PLN  Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko mengatakan, Kupang menjadi prioritas PLN NTT dalam pemasangan tambahan instalasi listrik untuk memperkuat sistem kelistrikan.

“Arah Bandara El Tari akan dibangun jalur khusus untuk  keamanan jalur penerbangan,” jelas Jatmiko.

Lebih lanjut Jatmiko menjelaskan, pada Bulan Desember 2020 sampai Januari 2021 sekitar 39 jaringan instalasi baru sudah dialiri arus listrik. “Pada Bulan Februari dan seterusnya akan ditambahkan lagi, ” kata Jatmiko.

Dalam kesempatan itu, Jatmiko mengundang Wagub Josef untuk membuka dan memberikan arahan pada Rapat Kerja bersama seluruh jajaran PLN wilayah NTT pada 18 Februari 2021. Rapat tersebut akan dilaksanakan secara virtual. “Kami sangat harapkan kehadiran dan arahan bapak dalam kesempatan itu,” pungkas Agustinus Jatmiko.

Untuk diketahui tampak hadir pada kegiatan audiens di ruang kerja Wakil Gubernur NTT yaitu unsur pimpinan PLN NTT. (*)

Sumber berita + foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kasad Terima Audiensi dari PLN, Bahas Bantuan untuk Bangun Perumahan Prajurit

NTT AKTUAL. JAKARTA. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menerima audiensi rombongan Pejabat PLN Pusat yang dipimpin oleh Direktur Human Capital Manajemen PLN, Muhamad Ali yang membahas kerja sama tentang pemanfaatan varian batako produk PLN, untuk membangun perumahan Prajurit TNI AD.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus, dalam keterangan resminya, usai mendampingi Kasad melakukan audiensi bertempat di Ruang Kerja Kasad, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta, Kamis (30/04/2020).

Diungkapkan Kadispenad bahwa pertemuan tersebut membahas kerja sama antara pihak PLN dengan TNI AD dalam rangka membantu pembangunan perumahan prajurit TNI AD di Kupang, NTT dengan varian batako produk PLN yang diolah oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN.

Sementara itu, Muhamad Ali selaku pimpinan rombongan dari PLN menyampaikan, ucapan terima kasih atas bantuan dan _support_ yang telah diberikan TNI AD, seperti dalam penanganan kebanjiran gardu induk di Kembangan, Jakarta, dan kerjasama bantuan pengamanan tempat-tempat vital PLN, sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik.

“Saya _sowan_ kesini dapat laporan dari teman-teman di Kupang, ada mess Angkatan Darat yang kira-kira mungkin bisa kami bantu untuk pembangunan, dengan bahan varian batako produk PLN, sebagaimana yang telah juga kita lakukan di Atambua dulu,” ujar Pejabat PLN tersebut.

Dalam kesempatan audiensi tersebut, menurut Nefra, Kasad menyampaikan ucapan terima kasih atas rencana pembangunan rumah prajurit TNI AD di Kupang dari pihak PLN.

“Namun, Kasad menginginkan bantuan tersebut, tidak hanya berbentuk bahan baku dari varian batako produk PLN saja, tetapi dikerjakan secara tuntas dan menjadi bangunan rumah yang utuh, tidak membicarakan berapa jumlah rumah yang akan dibangun,” ungkap Kadispenad.

Selain Kadispenad, turut serta mendampingi Kasad dalam audiensi, Wakasad Mayjen TNI Moch. Fachruddin, S. Sos., Koorsahli Kasad, dan Asisten Teritorial Kasad. (*/Red)

Sumber : Dispenad