Arsip Tag: Pencegahan Covid-19

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Perintah Pelaksanaan Vaksinasi Dipercepat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH didampingi Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menggelar rapat penanganan Covid-19 di Kota Kupang, Senin (5/07/2021) di Ruang Rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang.

Rapat ini diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, Ap, M.Si, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Pimpinan OPD terkait dan Camat Se-Kota Kupang serta secara virtual diikuti oleh Lurah Se-Kota Kupang.

Rapat penanganan Covid-19 di Kota Kupang, yang berlangsung di Ruang Rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Senin (5/07/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Dalam rapat tersebut Wali Kota Kupang mengatakan Kota Kupang mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 yang mengkhawatirkan. Oleh karena itu, butuh penanganan secara cepat salah satunya dengan menpercepat pelaksanaan vaksinasi di Kota Kupang. Wali Kota menegaskan agar para lurah turut melibatkan seluruh aparat LPM dan RT RW mengajak warga yang belum divaksin untuk ambil bagian. Beliau juga menambahkan bahwa kedepan apabila masyarakat Kota Kupang melakukan pengurusan maupun ijin di kantor Kelurahan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang maupun Dinas terkait wajib menunjukkan kartu Vaksin.

Wali Kota dalam kesempatan tersebut meminta Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk segera menyiapkan dosis vaksin Covid-19 dalam jumlah yang banyak dan pembagian obat-obatan bagi para pasien terkontaminasi Covid-19 yang sedang isolasi mandiri dirumah. Kepada Dinas Sosial Wali Kota Kupang menginstruksikan untuk segera menyiapkan bantuan Sembako bagi warga kurang mampu yang terpapar Covid-19 dan harus karantina mandiri dirumah.

“Untuk pelayanan rapid test antigen atau tes Covid-19 lainnya akan dipusatkan di beberapa tempat yang profesional dan terpercaya agar tidak ada kecurangan maupun penipuan seperti yang sudah pernah terjadi. Pemerintah juga akan menyiapkan sanksi bagi yang kedapatan melanggar ketentuan protokol kesehatan khususnya di ruang-ruang publik,” tambah Wali Kota

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam kesempatan yang sama mengatakan kasus Covid-19 terjadi penambahan di bulan Juni atau dikatakan minggu ke-20 dalam tahun ini dikarenakan masyarakat menganggap vaksinasi sebagai obat Covid-19, kendornya protokol kesehatan dalam beraktivitas dan dibukanya pintu-pintu transportasi luar negeri sehingga varian terbaru delta berpeluang masuk wilayah Kota Kupang. “Penambahan dalam satu hari sebanyak 121 orang dan yang dirawat sebanyak 119 orang. Kasus kematian dari 133 orang dan dalam tempo waktu 2 minggu naik menjadi 148 orang atau 13 orang dalam 2 minggu. Berdasarkan data Bed Occupancy Rate (BOR) atau Keterisian Tempat Tidur di RSUD Prof. W. Z.Johannes Kupang, RSUD S. K. Lerik, dan RS Bhayangkara Tk. III Kupang, yang masih tersedia tempat tidur bagi pasien covid-19 hanya RSUD S. K. Lerik sedangkan 2 rumah sakit lainnya sudah hampir penuh atau BOR tinggi,” tambah dr. Herman Man.

Wakil Wali Kota juga menginstruksikan kepada para kepala puskesmas agar mengusahakan 50-100 orang divaksin per hari dan jika memungkinkan setiap kelurahan tersedia tempat untuk vaksin. Beliau berharap pada bulan Juli ini presentase vaksinasi sudah naik mencapai angka 60% -70% sehingga bulan Agustus – September tersisa 30%.

Wakil Wali Kota juga menjelaskan mengenai Surat Edaran Nomor : 041/HK.443.1/VII/2021 Tentang Perpanjangan Penebalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Kota Kupang Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 yang dikeluarkan Senin (5/07/2021) dengan poin-poin antara lain kegiatan supermarket, minimarket, toko kelontong, toko swalayan dan sejenisnya beroperasi maksimal 50% dan buka sampai dengan jam 8 malam. Sedangkan Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall ditutup sementara sampai dengan tanggal 21 Juli 2021, kegiatan pasar tradisional dan sejenisnya beroperasi sampai dengan jam 8 malam. Kegiatan restoran/rumah makan/warung makan/cafe/lapak jajanan dan sejenisnya buka sampai dengan jam 8 malam dengan membatasi pelayanan makan/minum ditempat maksimal 25% atau lebih banyak diarahkan take away atau delivery online, dan kegiatan pemberkatan/akad nikah ditiadakan selama pemberlakuan PPKM tersebut.

Surat Edaran PPKM darurat lingkup ASN yang tercantum dalam Instruksi Mendagri tentang PPKM Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali dan akan diterapkan di Kota Kupang dikatakan bahwa ASN dibagi dalam 3 jenis pelayanan publik. Yang pertama yaitu non esensial atau kontak dengan publik dalam jumlah sedikit sehingga yang melaksanakan WFO sebanyak 25% dan WFH sebanyak 75% contohnya Inspektorat, Sekretariat DPRD, Balitbangda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dan Dinas Pemuda dan Olahraga. Kedua, esensial atau sering kontak dengan publik sehingga yang melaksanakan WFO sebanyak 50% dan WFH sebanyak 50% contohnya BKAD, Diskominfo, Dinas PTSP, Dinas Sosial, Badan Kesbangpol, Dinas Koperasi, BAPPEDA, dan Dinas Dukcapil, dan yang ketiga, kategori kritikal atau yang selalu kontak dengan publik sehingga 100% WFO dan WFH ditiadakan contohnya Rumah Sakit dan Puskesmas. Pengecualian untuk Kepala Dinas maupun Kepala Bagian Sekretariat Daerah wajib melaksanakan WFO.

“Saya berbicara dengan Kapolres Kupang Kota dan beliau sampaikan bahwa kalau bisa ada posko kamling di setiap RT/RW dan perannya untuk mengawasi kasus positif covid-19 yang sedang isolasi mandiri dirumah. Kalau bisa kita siapkan fasilitas untuk tempat isolasi mandiri, dikarenakan apabila isolasi sendiri dirumah pasien akan susah mencari makan, sanitasi di rumah tidak memungkinkan dan tidak ada kamar khusus bagi mereka yang isolasi mandiri dirumah agar tidak berkomunikasi dengan orang lain,” tambah Wakil Walikota Kupang. Beliau juga memberikan peringatan agar setiap OPD untuk tidak menyelenggarakan acara kedinasan atau yang mengumpulkan publik dan ASN yang melebihi batas protokol kesehatan. Setiap pimpinan OPD diwajibkan membuat aturan dan Sanksi pelaksanaan WFH dan WFO. ASN diminta menjadi contoh dalam pelaksanaan protokol Kesehatan 5M yaitu memakai masker sesuai standar Kesehatan dengan benar, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, menjaga jarak aman/hindari kontak fisik, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas/perjalanan yang tidak perlu.

Diakhir rapat, Wakil Wali Kota Kupang meminta para Lurah memastikan warganya yang sedang isolasi mandiri mendapatkan 5 macam obat yaitu Vitamin C, Vitamin D, Zinc, Anti Virus Oseltamivir, dan antibiotik Azithromycin. Beliau juga menambahkan manfaat vaksin ada 3 yaitu pertama vaksin sebagai perlindungan bagi diri sendiri, kedua bagi yang sudah divaksin 2 kali apabila terpapar gejalanya akan lebih ringan dan yang ketiga vaksin untuk melindungi orang lain. (*PKP_ain)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Prokompim Setda Kota Kupang

Cegah Penyebaran Covid-19, Kodim 1604/Kupang Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Stikom Uyelindo

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau dikenal Covid-19, Kodim 1604/Kupang melakukan penyemprotan disinfektan di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT, Selasa (06/07/2021).

Diketahui bersama bahwa Kota Kupang saat ini mengalami angka kenaikan penularan Covid-19 yang sangat tinggi sehingga Kodim 1604/Kupang mengambil langkah cepat dengan membentuk tim satuan tugas penyemprotan disinfektan untuk melakukan penyemprotan di tempat-tempat keramaian, fasilitas umum/publik dan lainnya.

Di temui saat memimpikan langsung
penyemprotan disinfektan di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang
Kapten Inf. Nerson F. Baitanu mengatakan melihat penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi di kota Kupang, atas perintah Komandan Kodim 1604/Kupang Kolonel Arh. Abraham Kalelo., S.Sos mengintruksikan kepada anggota agar segera mengambil langkah, sehingga penyebaran virus Corona tidak semakin meluas, di samping kita melaksanakan serbuan vaksin yang saat ini sedang dilakukan juga kita harus antisipasi dengan melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai fasilitas umum lainnya,” ujarnya.

“Lebih lanjut Kapten Inf. Nerson F. Baitanu, menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan, terus menerapkan protokol kesehatan, jangan lengah, terus jaga imunitas tubuh dengan berbagai upaya, baik dengan berolah raga, minum vitamin, suplemen serta ibadah, Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan dan dijauhkan dari bahaya covid-19,” pungkasnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Pendim 1604/Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Kupang Gelar Rapat Bersama Forkopimda Bahas Rencana Terapkan Prokes Mulai Dari Tingkat Mikro

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19, di mana Kota Kupang ditetapkan sebagai daerah darurat Covid-19 karena tren kasus yang terus meningkat setiap hari.

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kota Kupang, pada Jumat tanggal 5 Februari 2021, tercatat kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Kupang, sebanyak 2.915 kasus.

Pasien yang masih dirawat di rumah sakit maupun sementara melakukan isolasi mandiri di rumah sebanyak 1.717 orang.

Menyikapi situasi darurat Covid-19, di mana infeksi dan risiko penularan terus meningkat, maka Pemerintah Kota Kupang mengambil langkah tegas dengan menerapkan protokol kesehatan dimulai dari tingkat mikro yakni RT, RW, Kelurahan, dan akan di koordinir oleh Camat dan Kapolsek.

Hal ini dibahas Pemerintah Kota Kupang pada saat menggelar rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang untuk mengkaji kebijakan penerapan protokol kesehatan, pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Kupang.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.IK, Dandim 1604/Kupang, Letkol. Arh. Abraham Kalelo, S.Sos, Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si.

Hadir pula Para Pimpinan Perangkat Daerah, para Camat, para Kapolsek dan Danramil serta Para Kepala Puskesmas se-Kota Kupang, sedangkan para Lurah, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa mengikuti jalannya rapat melalui zoom meeting.

Rapat koordinasi yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (6/02/2021) tersebut, membahas salah satu agenda untuk menindaklanjuti dan merespons arahan-arahan teknis Gubernur NTT dalam rapat koordinasi senada bersama Forkopimda tingkat Provinsi pada Jumat (5/02/2021) lalu.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk merumuskan petunjuk teknis terkait dengan pembatasan kegiatan masyarakat di level mikro serta pemberlakuan sanksi kepada individu maupun pelaku usaha yang melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan, rumusan dan juknis yang dapat menjadi strategi pemerintah Kota Kupang.

Wakil Wali Kota menjelaskan, hal-hal yang berhubungan dengan tracing dan testing harus sesuai dengan ketentuan WHO di mana pemeriksaan PCR 1/1000 penduduk dalam seminggu. Kota Kupang memiliki jumlah penduduk sebanyak 446.193 jiwa maka dalam seminggu idealnya dapat melakukan sebanyak 400-500 testing.

Oleh karena itu, dr. Hermanus Man, mengatakan, Pemkot perlu melakukan penguatan kapasitas testing melalui pengadaan Lab BM-PCR, juga penambahan sumber daya baik tenaga kesehatan, tenaga laboratorium, fasilitas dan biaya yang mendukung kapasitas tracing dan testing nantinya.

Wakil Wali Kota berharap Pemkot dapat melaksanakan skrining secara masif di 6 Kecamatan dengan target 10 ribu orang sehingga sekitar 80 persen kasus dapat terdeteksi.

Dalam paparannya, Wakil Wali Kota Kupang juga menjelaskan tugas masing-masing komponen di Kecamatan hingga tingkat RT dan RW dalam memantau pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Kepada para Camat, terkait pemantauan isolasi mandiri, Wakil Wali Kota meminta agar terus melakukan fungsi pengorganisasian serta berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri melalui para Bhabinsa, Kepala Puskesmas serta Lurah di wilayahnya masing-masing, paling lambat dimulai hari Selasa tanggal 9 Februari 2021 depan.

Wakil Wali Kota meminta masukan para peserta rapat khususnya Forkopimda agar finalisasi draft dapat dilakukan untuk diusulkan kepada Gubernur NTT. Untuk itu, menurutnya perlu dilakukan pembahasan secara baik ditingkat kota terlebih dahulu. Nantinya dasar dari surat edaran ini akan menjadi bagian penting bagi penyusunan rencana anggaran penanganan darurat dan refocussing seluruh anggaran Pemerintah Kota.

Wakil Wali Kota mengaku sangat prihatin karena jumlah pasien suspek virus corona di Kota Kupang terus saja meningkat dari hari ke hari, tetapi tingkat kesembuhan masih kurang dari 40 persen. Bahkan dikatakannya, tingkat kematian covid-19 di Kota Kupang tidak berbeda jauh dengan nasional, sementara itu kasus aktif mencapai lebih dari 58 persen.

“Sementara kondisi rumah sakit kita saat ini kaitannya dengan  Bed Occupancy Rate (BOR) atau kapasitas tempat tidur rumah sakit di kota kupang sudah lebih dari 100 persen, artinya sudah tidak ada lagi tempat tidur yang kosong,” kata Wakil Wali Kota Kupang 2 periode ini.

Untuk itu, kata dr. Hermanus Man, berdasarkan empat faktor ini maka sesuai arahan-arahan teknis dari pemerintah yang lebih tinggi, maka Kota Kupang harus melakukan pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat di level mikro.

Wakil Wali Kota menegaskan, dasar hukum pertemuan hari ini ada 3, yaitu Pedoman Nasional Presiden Jokowi tentang Pembatasan Kegiatan Tingkat Mikro kemudian Telegram Kapolri tentang PPKM Skala Mikro dan Arahan Gubernur NTT dalam Rakor pada tanggal 5 Februari 2021 lalu yang meminta Wakil Wali Kota Kupang menjabarkan pedoman dan arahan pimpinan tersebut bagi Kota Kupang.

“Itulah sebabnya beberapa waktu yang lalu saya mengajukan sebuah konsep tentang one in two, artinya satu titik harus diawasi oleh dua institusi yaitu gugus tugas kelurahan dan tim isolasi mandiri,” ungkapnya.

Dikatakan, sementara menyangkut tugas dan fungsi para camat yaitu, Melakukan koordinasi pengawasan dan pengendalian 5M dan 3T, dalam wilayah kecamatannya masing-masing, serta mengusulkan PSBK dalam wilayah masing-masing bila memenuhi syarat, juga melakukan supervisi di lapangan terhadap 5M dan 3T serta melaporkan seluruh aktivitas kepada gugus tugas tingkat Kota Kupang.

Terkait dengan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK), dalam Wilayah RT/ RW atau kelurahan, yaitu berupa pemberlakuan jam malam yaitu pembatasan kegiatan sosial kemasyarakatan pada malam hari mulai jam 21.00 Wita sampai dengan 05.00 Wita. “Juga mengaktifkan siskamling secara teratur dalam wilayah masing-masing serta secara terus-menerus melakukan sosialisasi,” kata dr. Herman Man.

Wakil Wali Kota menjelaskan persyaratan untuk menerapkan PSBK ditentukan dengan beberapa faktor yaitu, setiap hari ada kasus baru, setiap hari ada kematian karena covid-19 dan jumlah kontak lebih dari 50 persen dari penduduk wilayah setempat. (*Pkp_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Pantau Jalannya Operasi Protokol Kesehatan Kasih

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sesuai edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Kupang tentang Peningkatan Kewaspadaan Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Mengendalikan dan Meminimalkan Penularan Transmisi Lokal Covid-19 di Kota Kupang nomor 044/HK.188.45.443.1/I/2021, Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man, pada hari ini Jumat (15/01/2020) bersama Satuan Polisi Pamong Praja beserta Gugus Tugas Kecamatan dan Kelurahan melakukan pemantauan ke setiap pintu masuk Kota Kupang dan tempat-tempat yang dapat menimbulkan kerumunan masyarakat.

Salah satu isi edaran Wali Kota Kupang adalah dilakukan pemeriksaan melalui operasi Prokasih (Protokol Kesehatan Kasih) di setiap pintu masuk (gerbang) wilayah Kota Kupang dan bagi sopir, awak dan/atau penumpang yang tidak memakai masker dan menaati protokol kesehatan lainnya dilarang memasuki wilayah Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man (kiri depan) saat melakukan operasi Prokasih (Protokol Kesehatan Kasih), Jumat (15/01/2020). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemantauan dimulai dari pintu masuk timur Kota Kupang di daerah Bimoku Lasiana. Di perbatasan tersebut ditemukan beberapa pengendara baik roda empat dan roda dua yang tidak menggunakan masker dan langsung ditegur secara keras oleh Wakil Wali Kota (Wawali) untuk segera menggunakan masker.

Selanjutnya rombongan menuju ke pintu masuk bagian selatan di daerah perbatasan Nasipanaf. Di daerah tersebut terpantau masyarakat tertib dalam penggunaan masker. Wawali kemudian menuju ke pasar Penfui dan salah satu perbankan yang menimbulkan kerumunan. Di tempat tersebut ditemukan banyak pedagang, pembeli serta antrean bank yang terpantau tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak. dr. Hermanus Man beserta rombongan memberikan teguran keras agar menaati protokol kesehatan, karena ini semua demi kebaikan banyak orang. Apabila tidak menaati protokol kesehatan, maka akan aktivitas pasar maupun perbankan akan ditutup sementara.

Menurut Wawali pantauan ini dilakukan guna memantau penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dapat berjalan tertib dan efektif. Selain itu ia juga menambahkan agenda penindakan ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan Surat Edaran (SE) terbaru. “Jadi selain kami melakukan pemantauan dan penindakan, kami sekaligus juga mensosialisasikan Edaran Wali Kota terbaru tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat pada masa pandemi ini,” ungkapnya.

Sementara itu untuk hajatan atau pesta, sesuai Surat Edaran Wali Kota terbaru tentang pembatasan kegiatan masyarakat, bilamana ditemukan ada kegiatan pesta, Satpol PP bersama tim gabungan akan datang ke lokasi berdasarkan hasil laporan. “Kami akan datang ke lokasi hajatan/pesta dan akan melakukan edukasi kepada yang bersangkutan,” lanjut Wawali.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota Kupang pada kesempatan ini yaitu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si., Kepala BKPPD Kota Kupang, A. D. E. Manafe, S.IP., M.Si, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP., M.Si., Plt. Kasat PolPP Kota Kupang, Daniel Zakharias, S.Sos., M.Si., Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., para Camat dan Lurah serta tim gabungan penegakan protokol kesehatan di Kota Kupang. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Prokompim Setda Kota Kupang

Pasien Covid 19 Bertambah, Pemkot Jalin Koordinasi Dengan RS se-Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Jumlah pasien covid 19 yang terus bertambah beberapa waktu terakhir, mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk menyikapi secara serius upaya penanganan wabah ini. Sejumlah pimpinan rumah sakit baik pemerintah maupun swasta yang ada dalam wilayah Kota Kupang diundang untuk melakukan koordinasi terkait itu.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man memimpin langsung rapat yang berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (23/09/2020). Menurutnya dengan bertambahnya jumlah pasien positif covid 19, Pemerintah Kota Kupang memandang perlu untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk memastikan soal ketersediaan fasilitas seperti ruangan dan tempat tidur berikut peralatan kesehatan khusus bagi pasien covid 19. Untuk itulah para pimpinan rumah sakit se-Kota Kupang diundang.

Rapat koordinasi Pemerintah Kota Kupang dengan pimpinan rumah sakit se-Kota Kupang, yang berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (23/09/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Rapat koordinasi tersebut membahas kesiapan beberapa hal, di antaranya soal sumber daya seperti kesiapan ruangan dan tempat tidur bagi pasien positif covid 19. Diketahui dari sejumlah rumah sakit di Kota Kupang tersedia total 83 tempat tidur bagi pasien positif covid dan 27 ruangan isolasi bertekanan negatif serta 27 ruangan non tekanan negatif.

Sumber daya lain yang tidak kalah penting adalah ketersediaan tenaga kesehatan. Pada kesempatan tersebut Wawali berusaha memastikan ketersediaan tenaga medis terutama dokter spesialis paru dan penyakit dalam di masing-masing rumah sakit. Juga memastikan ketersediaan fasilitas penginapan khusus bagi para tenaga kesehatan yang sedang menangani pasien positif. Wawali mengimbau kepada para pimpinan rumah sakit di Kota Kupang untuk secara ketat menerapkan disiplin penggunaan APD bagi para petugas, guna mencegah jatuhnya korban pasien positif covid 19 dari tenaga kesehatan seperti yang terjadi di daerah lain.

dr. M. Ibrahim, yang mewakili pimpinan Rumah Sakit Angkatan Laut Samuel J. Moeda Kupang yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengakui saat ini pihaknya masih mengalami kendala soal ruangan khusus untuk filter screening awal di depan rumah sakit. Karena itu mereka sangat mengharapkan dukungan Pemkot Kupang berupa tenda. Selain itu dia juga menyarankan agar para tenaga kesehatan yang sudah merawat pasien positif covid 19 tidak hanya dirapid test tetapi juga diswab. Sementara itu dr. Sieny dari RS Leona Kupang mengusulkan perlunya pelatihan bagi para analis kesehatan untuk pengambilan swab. Pelatihan ini menurutnya perlu untuk mengantisipasi jika suatu waktu jumlah pasien positif terus bertambah dan masing-masing rumah sakit diminta untuk melakukan tes swab sendiri.

Menanggapi usul saran tersebut, Wawali langsung minta Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk segera menindaklanjuti dan membantu pihak rumah sakit melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Dalam pertemuan tersebut Wawali didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudy Priyono, S.KM, M.Kes dan salah satu kabid di Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Gusti Ngurah Suarnawa, S.KM, M.Kes. Hadir juga seluruh pimpinan rumah sakit baik swasta maupun pemerintah yang ada di Kota Kupang.

Saat ini menurut Wawali, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan kembali aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salah satu alasannya adalah untuk mencegah meningkatnya jumlah pasien positif covid 19, karena RS sudah penuh. Dikuatirkan jika ada tambahan pasien lagi tidak dapat tertapung lagi di rumah sakit.

Wawali menambahkan peluang bertambahnya jumlah pasien positif covid di Kota Kupang masih ada karena jalur transportasi udara masih terbuka. Data terakhir yang berhasil dihimpun pasien positif corona di Kota Kupang umumnya adalah warga lokal yang merupakan pelaku perjalanan dari luar daerah. Untuk itu ada wacana dari Pemkot Kupang untuk mewajibkan para pelaku perjalanan dari luar daerah untuk melakukan tes swab, guna mencegah transmisi lokal yang mengakibatkan jumlah pasien positif bertambah.

Rencananya pada hari Jumat (25/09/2020) mendatang Pemerintah Kota Kupang juga akan melakukan massive rapid test di pasar yang ada di Kota Kupang. Karena pasar merupakan salah satu lokasi yang terindikasi mempunyai resiko tinggi penularan covid 19. Pada Selasa (22/09/2020) lalu, Pemkot juga sudah melakukan rapid test terhadap sejumlah ASN di lingkup Pemkot Kupang, sebagai upaya deteksi dini penularan Covid-19 di kantor. (*PKP_ans/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Tutup Kembali Sejumlah Pusat Keramaian

NTT AKTUAL.KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang kembali menutup sejumlah pusat keramaian di Kota Kupang. Kebijakan penutupan ini dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di masa new normal.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man turun langsung untuk mengimbau masyarakat di sejumlah lokasi, Rabu (15/07/2020) pukul 21.00 wita.

Foto : PKP Setda Kota Kupang

Aksi ini menindaklanjuti hasil rapat yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kupang pada siang harinya tentang rencana penutupan dan pemadaman lampu serta wifi di taman terbuka dimulai Rabu 15 Juli 2020 diikuti dengan penutupan tempat hiburan malam.

Wakil Wali Kota Kupang yang didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Drs.Yoseph Rera Beka, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally S.H., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Kupang, Dra. Thruice Balina Oey, M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP., M.Si., Plt. Kasat Pol PP, Daniel Zacharias, S.Sos., M.Si, serta Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Kelapa Lima, Richardo Therik yang turut mengawali pemantauan sekaligus memberikan imbauan kepada warga di lokasi Bundaran Tirosa (Bundaran PU) Kota Kupang.

Kepada warga Wakil Wali Kota mengimbau untuk tidak melasakanan kegiatan berkumpul dan berjualan pada tempat keramaian untuk sementara waktu, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah Kota Kupang. Imbauan ini menurutnya dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di masa new normal.

Selain Bundaran Tirosa rencana penutupan berlaku juga di pusat keramaian lainnya yang mereka pantau yakni Taman Tagepe di wilayah Kelurahan Kelapa Lima dan Taman Ina Boi yang bertempat di Kelurahan Pasir Panjang.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, menjelaskan bahwa imbauan yang disampaikan dalam pemantauan ini merupakan bentuk pendekatan komunikasi persuasif dari Pemkot Kupang kepada seluruh warga Kota Kupang yang melakukan aktivitas di tempat tempat pusat keramaian, yang berpotensi memicu penyebaran virus corona.

“Kebijakan ini demi keselamatan dan keamanan bersama seluruh warga Kota Kupang terutama dalam mencegah penyebaran virus corona di masa new normal,“ pungkasnya. (*PKP_nis/rdp/ans/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang

Editor ; Nataniel Pekaata

Entering The New Normal, The East Nusa Tenggara Financial Service Authority Conduct A Rapid Test Of All Employee

NTT AKTUAL. KUPANG. Enteriting of new normal custom adaptation phase, the East Nusa Tenggara Provinci Financial Service Authority in collaboration with Kimia Pharma held a rapid test for all empployee and stakeholders of the East Nusa Tenggara Financial Service Authority, Thursday 2 July 2020.

Documentation by Public Relation of The East Nusa Tenggara Financial Service Authority

This activity is part of an effort to break the chain of the spread of the corona virus (Covid-19). The rapid test is carried out simultaneous in Financial Service Authority Office in Indonesian starting from 1 – 3 July 2020.

The rapid test expected to provide preliminary information about the health conditions of imployee in order to continue to do a good job and ensure they are ready to work amid the covid-19 pandemic, this is indeed not to diagnose covid-19 directly, but to so see the antibody response that is present in the body of every employee of the East Nusa Tenggara Financial Service Authority. The measurement result will be an early detection for Futher tests (Swab Test), and it is certain that all employee are in good health before conducting a rapid test.

Documentation by Public Relation of The East Nusa Tenggara Financial Service Authority

The implementation of rapid test is one of the efforts of the Financial Service Authority to the prevent the spread of covid-19.

In addition health protocol are applied in the enviroment of the East Nusa Tenggara Financial Service Authority, inculiding the provision of handwashing places at several points of office locations, placement of hand sanitaizers, mandatory use of mask and several other things wich has been incruted by the government in acordance with the health protocol, with the hope that all efforts that have been made can prevent the spread covid-19. (*/Red)

Source : Press Realizing Public Relation of The East Nusa Tenggara Financial Service Authority

Editor : Nataniel Pekaata

Masuk New Normal, OJK NTT Lakukan Rapid Test Seluruh Pegawai

NTT AKTUAL. KUPANG. Memasuki Fase Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) bekerjasama dengan Kimia Farma menggelar rapid test atau tes cepat untuk seluruh pegawai dan stakeholder OJK NTT, Kamis (2/07/2020).

Foto : Humas OJK NTT

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19). Tes cepat dilakukan serentak diseluruh Kantor OJK yang ada di Indonesia mulai tanggal 1 sampai dengan 3 Juli 2020.

Foto : Humas OJK NTT

Dengan adanya rapid test diharapkan dapat menyajikan informasi awal tentang kondisi kesehatan pegawai agar tetap dapat menjalankan pekerjaan dengan baik dan memastikan siap bekerja di tengah pandemic COVID-19, hal ini memang bukan untuk diagnosa COVID-19 secara langsung, melainkan untuk melihat respon antibodi yang ada dalam tubuh setiap pegawai OJK NTT. Hasil pengukuran akan menjadi deteksi awal untuk pemeriksaan lebih lanjut (swab test), dan dipastikan bahwa seluruh pegawai dalam kondisi sehat sebelum melakukan rapid test.

Pelaksanaan rapid test merupakan salah satu dari beberapa upaya OJK dalam mencegah penyebaran virus COVID-19.

Selain itu protokol kesehatan di terapkan di lingkungan OJK NTT, antara lain penyediaan tempat cuci tangan di beberapa titik lokasi Kantor, penempatan hand sanitizer, wajib menggunakan masker dan beberapa hal lain yang telah diinstruksikan pemerintah sesuai dengan protokol kesehatan, dengan harapkan segala upaya yang telah dilakukan ini dapat mencegah penyebaran COVID-19. (*/Red)

Sumber : Humas OJK NTT
Editor : Nataniel Pekaata

Berbagi Kebaikan, OJK & FKLJK Beri Bantuan APD Kepada Gugus Tugas

NTT AKTUAL. KUPANG. Sebagai bentuk kepedulian dan wujud berbagi kebaikan di tengah pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Gugus Tugas Provinsi NTT, Gugus Tugas Kota Kupang dan kepada Pekerja Migran Indonesia melalui BP3TKI, Senin (22/06/2020).

APD yang diberikan kepada Gugus Tugas Provinsi NTT dan Gugus Tugas Kota Kupang yaitu paket bantuan berupa Hazmat dan Masker Medis (Kn95), sementara itu bagi Pekerja Migran Indonesia melalui BP3TKI yakni masker kain.

Kepala kantor OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar saat di konfirmasi Wartawan usai penyerahan bantuan APD di Gugus Tugas Provinsi NTT mengatakan bantuan APD yang diberikan kepada Gugus Tugas Provinsi NTT yakni sebanyak 210 Paket, Gugus Tugas Kota Kupang 100 Paket dan 335 Masker Kain kepada Pekerja Migran Indonesia melalui BP3TKI.

OJK bersama FKLJK Provinsi NTT saat memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Gugus Tugas Provinsi NTT yang bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Senin (22/06/2020). Foto : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

“Total perkiraan keseluruhan anggaran dari FKLJK yang kita gunakan untuk pengadaan alat-alat ini yakni sebanyak 70 juta Rupiah,” ungkapnya.

Kepala kantor OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar saat memberikan keterangan kepada Wartawan usai penyerahan bantuan kepada Gugus Tugas Provinsi NTT, Senin (22/06/2020). Foto : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

Dirinya juga menerangkan pada waktu sebelumnya di tengah pandemi Covid-19, OJK Provinsi NTT juga pernah memberikan bantuan kepada pemerintah Kota Kupang dan saat itu sumber dana bantuan nya berasal dari Wadah Ikatan Pegawai OJK, dan sementara untuk bantuan kali ini OJK bersama-sama dengan FKLJK, jelas Robert.

Untuk diketahui FKLJK Provinsi NTT adalah Wadah organisasi yang dibentuk atas dasar kebutuhan dan kepentingan bersama otoritas dan pelaku industri jasa keuangan se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, sehingga perencanaan organisasi dan program kegiatan, serta pelaksanaan program dilaksanakan secara bersama oleh lembaga jasa keuangan yang menjadi anggota forum ini.

Sebagai wujud dari kesamaan kebutuhan dan komitmen bersama dari otoritas dan pelaku industri jasa keuangan se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah dibentuk wadah organisasi dan kepengurusan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang disingkat FKLJK Nusa Tenggara Timur. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Masuk New Normal, STIKES Maranatha Kupang Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Walaupun Provinsi NTT telah memasuki New Normal atau tatanan normal baru, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang tetap aktif menerapkan protokoler kesehatan dalam rangka pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ketua Yayasan STIKES Maranatha Kupang, Drs. Semuel Sellan, saat ditemui Media ini di ruang kerjanya, Selasa (16/06/2020) mengatakan meskipun sudah dalam masa New Normal tetapi tetap STIKES Maranatha Kupang hingga saat ini masih aktif menerapakan protokol Kesehatan seperti cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker dan tetap jaga jarak antara Mahasiswa/i dan Dosen.

Ketua Yayasan STIKES Maranatha Kupang, Drs. Semuel Sellan (kanan) saat foto bersama dengan Wartawan NTT Aktual, Nitanel Atti, yang juga merupakan Mahasiswa STIKES Maranatha Kupang. Foto : Istimewa

“Jadi walau sudah New Normal, tetapi secara keseluruhan kita masih tetap menerapkan Protokoler kesehatan. Jangan sampai kita menganggap bahwa semua sudah berakhir. Kita boleh melakukan perkuliahan tetapi kita harus tetap tunduk pada protokoler Kesehatan itu sendiri,” ungkap Semuel Sellan.

Walaupun sudah memasuki New Normal STIKES Maranatha Kupang masih menerapkan untuk setiap kelas itu maksimal 20 orang mahasiswa saja pada saat perkuliahan berlangsung dan jarak duduk antar mahasiswa juga sangat diperhatikan, jelas Semuel.

Walaupun sudah New Normal, Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang tetap aktif melakukan pemeriksaan suhu tubuh. (Foto : Nitanel Atti/NTT Aktual)

“Kewajiban Protokoler kesehatan yang ditetapkan dari instisusi ini, tidak hanya berlaku bagi Mahasiswa dan Dosen, tetapi semua itu berlaku untuk komponen-komponen yang ada dilingkungan kampus,” ujarnya.

Dirinya mengimbau kepada seluruh mahasiswa STIKES Maranatha Kupang khususnya, agar selalu mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dari institusi, tutur Semuel.

Mahasisiwi STIKES Maranatha Kupang juga tetap melakukan aktifitas cuci tangan menggunakan air mengalir dan juga sabun. (Foto : Nitanel Atti/NTT Aktual)

Salah seorang Dosen STIKES Maranatha Kupang, Juandri S. Tusi S,Kep,Ns,.MT mengatakan pada dasarnya protokoler kesehatan yang di tetapkan ini sangat membantu Mahasiswa dan juga Dosen, sehingga apabila misalnya ada pemeriksaan suhu tubuh yang lebih dari batas Normal, maka akan di kembalikan untuk lakukan pemeriksaan lengkap dari Pelayanan kesehatan terdekat, jelasnya.

Dikesempatan yang sama salah satu Mahasiswa STIKES Maranatha Kupang, Yohanes Manbait, mengatakan dirinya memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak kampus yang tetap menerapkan protokoler kesehatan hingga saat memasuki New Normal ini.

“Saya sangat senang dengan adanya protokoler yang dilakukan oleh Ketua Yayasan maupun Ketua STIKES Maranatha Kupang, karena sangat membantu meskipun kita tahu bahwa Covid-19 sudah Memasuki New Normal, tetapi kita masih ikut Protokoler Kesehatan,” ungkapnya. (Red)

Penulis : Nitanel Atti
Editor : Nataniel Pekaata