Arsip Tag: Paket Firmanmu

Paket FirmanMu Kebut Pemenuhan Air Bersih di 7 Bulan Tersisa Masa Jabatan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Masa jabatan pasangan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,MH dan Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man yang dikenal dengan paket FirmanMu, tersisa kurang lebih 7 bulan lagi. Selama 4 tahun terakhir sudah banyak pencapaian dan prestasi yang diraih oleh kedua pemimpin ini. Banyak juga pekerjaan dan penataan kota yang dimulai selama periode ini, yang telah mengubah wajah Kota Kupang menjadi jauh lebih indah dan menarik. Salah satu mega proyek yang menjadi buah tangan kepemimpinan keduanya adalah mega proyek SPAM Kali Dendeng yang sebentar lagi sudah bisa dinikmati warga Kota Kupang. Proyek yang mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat itu akan memenuhi kebutuhan air dari 12 ribu kepala keluarga di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,MH, dalam acara nonton Vlog pembangunan Mega Proyek Air Bersih bersama Wali Kota Kupang dengan awak media di Aula Garuda, Kamis (13/01/2022), memastikan akan mengupayakan agar mega proyek SPAM Kali Dendeng ini sudah bisa dinikmati oleh warga Kota Kupang sebelum masa jabatannya berakhir. Diakuinya saat ini masih ada kendala teknis di lapangan, karena masih ada warga yang menolak pemasangan jalur pipa di wilayah Mantasi. Namun dipastikannya masalah tersebut dapat diselesaikan dan pekerjaan dapat dilanjutkan. Menurutnya pekerjaan SPAM Kali Dendeng saat ini adalah tahap I dari rencana besar pemenuhan air bersih di Kota Kupang. Dengan kapasitas produksi 150 liter per detik, diharapkan proyek ini akan memenuhi kebutuhan 12 ribu sambungan rumah di wilayah Kota Kupang bagian barat. Di tahap kedua nanti, akan ada pekerjaan untuk pemenuhan air bersih bagi warga Kota Kupang di wilayah lainnya. Pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan dana untuk pengelolaan air bersih di Air Sagu kelurahan Batuplat. Selain itu menurutnya Gubernur NTT juga telah memberikan lampu hijau dukungan untuk pembangunan bendungan Kolhua yang saat ini sedang dalam proses penyesuaian desain. Dia berharap proyek-proyek ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Kupang.

Selain pemenuhan air bersih, Pemkot Kupang juga memberi perhatian serius pada pekerjaan penataan kota seperti pembangunan taman, bundaran dan gerbang masuk yang sudah disetujui pemerintah pusat. Di samping itu, Wali Kota juga menambahkan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR tentang rencana pembangunan jembatan kembar Liliba, untuk mengurai kemacetan di jalur tersebut.

Wali Kota Jeriko yang merayakan HUT ke-62 pada hari ini juga memastikan, di sisa masa jabatannya bersama Wawali akan terus mengupayakan program-program yang membantu masyarakat yang tidak beruntung seperti program bedah rumah. Menurutnya di tahun 2022 ini ditargetkan akan membedah 359 unit rumah. 249 unit dibangun dengan dukungan Dana Alokasi Khusus Pemerintah Pusat dan 110 unit rumah akan dibedah dengan menggunakan dana APBD Kota Kupang. Dia berharap program pro rakyat ini bisa dilanjutkan oleh Penjabat Wali Kota yang akan menggantikannya di Agustus 2022 nanti.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menambahkan saat ini cakupan pemenuhan air bersih untuk warga Kota Kupang baru 51 persen. Dengan tambahan layanan SPAM Kali Dendeng ada peningkatan persentasenya. Target mereka di waktu mendatang dengan pekerjaan-pekerjaan pengelolaan air bersih yang didukung oleh pemerintah pusat ini, 60 hingga 70 warga Kota Kupang bisa dilayani.

Laurens Leba Tukan, jurnalis Media Selatan Indonesia dalam acara tersebut mengakui selain penataan kota seperti taman dan bundaran, masa kepemimpinan FirmanMu juga menonjol dengan program bedah rumahnya. Dia berharap apa yang ditargetkan untuk dibangun atau dibedah bisa terwujud sebelum akhir masa jabatan keduanya, karena sangat membantu warga kurang mampu. Tentang pekerjaan pengelolaan air bersih SPAM Kali Dendeng, Laurens berharap agar di tahap berikutnya bisa menjangkau juga warga Kota Kupang di wilayah lainnya seperti Oesapa dan Liliba.

Acara nonton Vlog pembangunan Mega Proyek Air Bersih bersama Wali Kota Kupang tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe, para Asisten Sekda dan sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

4 Tahun Firmanmu : Perubahan Itu Nyata

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Minggu, 22 Agustus 2021, tepat 4 tahun pasangan Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH dan dr. Hermanus Man (Firmanmu) memimpin Kota Kupang. Sesuai dengan semangat “Ayo Berubah” yang terus digelorakan sejak pertama kali memimpin Kota Kupang, kini perubahan itu telah nyata.

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang ini mempunyai visi “Terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN.” Misinya adalah mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Profesional dan Berdaya Saing (Kupang Sehat-Cerdas), mengembangkan perekonomian Kota Kupang yang berdaya saing dengan meningkatkan peran swasta (Kupang Makmur), meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengembangkan budaya kota yang tertib, aman, kreatif dan berprestasi dalam menunjang kota jasa (Kupang Bagaya-Berprestasi), mempersiapkan Kota Kupang menuju Metropolitan yang berwawasan lingkungan (Kupang Hijau), meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN dan transparansi pengelolaan keuangan (Kupang Jujur) serta membangun Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan dan kerukunan (Kupang Rukun dan Aman).

Dalam menjalankan program-program mewujudkan visi misi, Pemerintah Kota Kupang terus bekerja keras dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah pusat. Melalui kerja sama yang baik, setiap tahun, pembangunan fisik di Kota Kupang terus dilakukan untuk dinikmati masyarakat Kota Kupang.

Berdasarkan data dari APBD Kota Kupang dan LPSE Kota Kupang, untuk tahun anggaran 2018 hingga 2021 (Agustus), pembangunan fisik berupa fasilitas publik di Kota Kupang mencapai Rp450 miliar lebih. Artinya setiap tahun anggaran Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan rata-rata Rp112.000.000.000 untuk pembangunan fisik atau 10 persen APBD Kota Kupang. APBD Kota Kupang sebesar Rp 1 triliun sampai Rp 1,2 triliun per tahun.

Berdasarkan data APBD dan LPSE Kota Kupang, alokasi anggaran terbesar adalah untuk pembangunan jalan, trotoar dan kanstin yaitu sebanyak 98 pekerjaan. Totalnya mencapai Rp196.511.000.000 atau rata-rata per tahun sebesar Rp49 miliar. Untuk pembangunan gedung kantor, sekolah, Puskesmas, rumah sakit dan gedung publik lainnya total anggarannya sebesar Rp147 miliar. Sedangkan untuk lampu jalan, lampu hias dan ornamen mencapai Rp20-an miliar. Khusus untuk air bersih, selain dari APBD, Kota Kupang mendapat bantuan dari Kementerian PUPR yakni pembangunan SPAM Kali Dendeng yang sementara dikerjakan. Anggarannya mencapai Rp 369 miliar. Proyek ini dikerjakan dalam dua tahap.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore akhir pekan kemarin menjelaskan sejak memimpin Kota Kupang pada tahun 2017 lalu, ia ingin mengubah wajah kota ini menjadi lebih baik. Oleh karena itu, ia fokus memperbaiki dan membangun berbagai infrastruktur, mulai dari jalan raya, drainase, trotoar, marka jalan, dan lampu jalan. “Anggaran memang banyak sekali kita drop ke infrastruktur untuk membenahi wajah kota ini. Kita ingin semua ruas jalan di kota ini diaspal dengan baik, semua ruas jalan juga harus terang benderang di malam hari,” kata Wali Kota.

Mantan anggota Komisi X DPR RI ini menjelaskan dirinya sadar betul anggaran Kota Kupang tidak cukup. Oleh karena itu, harus meminta bantuan pemerintah pusat maupun provinsi. “Hasilnya kita bisa dapat ratusan miliar masuk ke Kota Kupang untuk membangun infrastruktur kita. Ada yang untuk jalan, trotoar, drainase, seperti di Jalan Timor Raya, Jalan Piet Tallo, jalan lingkar luar dan menuju bandara,” kata Wali Kota.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang juga terus menggenjot pembangunan irigasi dan air bersih. Oleh karena itu, Pemkot membangun beberapa sumur bor dan reservoir di beberapa tempat. Dan saat ini sedang dibangun SPAM Kali Dendeng oleh Kementerian PUPR. “Untuk air bersih ini kita bersyukur karena dibantu pusat. Anggarannya hampir 200 miliar untuk program ini dan kita harapkan masyarakat mendukung supaya pekerjaannya lancar,” jelas Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga memberi perhatian kepada masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah. Program ini baru 2 tahun dilaksanakan, yakni pada 2020 dan 2021. Pada tahun 2020 terdapat 40 unit rumah dibangun. Sedangkan 64 unit dibangun tahun ini. Dengan demikian, totalnya sebanyak 104 unit. “Masih banyak saudara-saudara kita yang rumahnya tidak layak, sehingga program ini akan kami lanjutkan terus, sehingga kami minta dukungan masyarakat dan juga teman-teman dewan,” ungkapnya.

Selain pembangunan fisik, kata Jeriko, Pemerintah Kota Kupang juga membantu masyarakat dengan beberapa program sosial ekonomi seperti bantuan seragam dan buku-buku untuk siswa SD dan SMP, kacamata untuk para lansia, perlengkapan liturgis untuk rumah ibadah, beasiswa, raskin plus, bantuan fasilitas untuk UMKM seperti gerobak, tenda dan cool box hingga kapal ikan dan perlengkapan penangkapan ikan. Selain itu ada juga bantuan perlengkapan untuk usaha meubel dan bantuan pelatihan untuk usaha kecil lainnya.

Wali Kota Jeriko juga menegaskan tersisa satu tahun kepemimpinannya bersama dr. Hermanus Man akan dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, masih banyak usulan masyarakat yang harus diperjuangkan. Oleh karena itu, berbagai usulan masyarakat akan dirumuskan dalam program kerja pada tahun anggaran 2022 nanti. Progam-program ini akan dimasukkan dalam RAPBD dan akan dibahas bersama DPRD Kota Kupang. “Kita butuh anggaran yang cukup banyak untuk perbaikan jalan, drainase dan trotoar, rehab gedung sekolah, Puskesmas, untuk penghijauan, penambahan lampu jalan dan termasuk bedah rumah. Masih ada ratusan rumah yang menunggu untuk kita bedah,” kata Wali Kota.

Lebih lanjut, menurutnya, saat ini pemerintah dalam kondisi sulit karena hantaman badai covid-19. Oleh karena itu, banyak anggaran yang tersedot untuk penanganan pandemi, baik untuk membangun fasilitas medis, obat-obatan maupun untuk bantuan sosial. “Anggaran kita terpaksa dipotong banyak untuk covid-19, tapi dengan anggaran yang sedikit ini, kita berupaya untuk memaksimalkannya untuk kebutuhan masyarakat kita,” tandas Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga meminta masyarakat tetap optimis karena pemerintah terus bekerja sungguh-sungguh untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Masyarakat diminta tetap taat protokol kesehatan, dengan demikian ikut membantu pemerintah mengatasi pandemi. Jika pandemi ini selesai, maka ekonomi akan pulih kembali dan anggaran bisa dipakai untuk membangun fasilitas publik yang ada. “Mari kita juga berdoa agar pandemi ini cepat berakhir sehingga pembangunan bisa normal kembali. Saya mengimbau masyarakat Kota Kupang tetap taat protokol kesehatan, melaksanakan instruksi pemerintah sehingga pandemi ini bisa selesai,” pungkas Wali Kota. (***)