Arsip Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Tingkatkan Sinergitas dengan Insan Pers, BI NTT dan OJK Gelar Media Gathering

NTT AKTUAL. BA’A. Dalam rangka untuk meningkatkan sinergitas dengan awak media yang berada di Kota Kupang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT menyelenggarakan kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Pantai Nemberala Kabupaten Rote Ndao.

Deputi OJK NTT dan BI NTT beserta Staff saat foto bersama dengan awak media di pantai Nemberala Rote Ndao, Sabtu (20/11/2021). Dokumentasi : Istimewa
Kegiatan Media Gathering yang diadakan selama tiga hari ini (19 sampai dengan 21 November 2021) ini dikemas dalam Kegiatan Pertemuan Triwulan IV Kantor OJK Provinsi NTT dan Kantor Perwakilan BI NTT bersama Media dan acara berikutnya yakni mengelilingi obyek wisata yang ada di Kabupaten Rote Ndao.
Hadir sebagai pembicara dalam Pertemuan Triwulan IV ini yaitu Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Larry Rupidara, Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT Setia Ariyanto, Deputi Kepala Perwakilan/Kepala Tim Implementasi Kebijakan SP, PUR dan MI Daniel Agus Prasetyo, Deputi NI NTT Harry Catur Wibowo, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT Fery Jahang dan Ketua Komisi Informasi Provinsi NTT Agustinus L.B. Baja.
Pada kesempatan ini para narasumber membawakan materi nya masing-masing yang meliputi Market Update Industri Jasa Keuangan di NTT, Perkembangan Ekonomi NTT Terkini, Kode Etik Jurnalistik dan Tantangan Tugas Jurnalistik Saat Ini, serta Materi berikut nya yaitu Keterbukaan Informasi Publik.
Sementara itu obyek-obyek wisata yang dikunjungi Staff BI NTT, OJK NTT dan awak media yaitu obyek wisata telaga nirwana, pantai batu pintu, batu termanu dan membeli souvenir serta tenun ikat yang dijual oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Rote Ndao.
Tujuan dikunjungi nya obyek-obyek wisata ini oleh BI NTT, OJK NTT dan awak media yaitu sebagai bentuk dukungan guna memajukan pariwisata NTT. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Memperingati BIK 2021, OJK NTT Gelar Cerdas Cermat Keuangan Tingkat SMP

NTT AKTUAL. KUPANG.  Memperingati Bulan Inklusi Keuangan tahun 2021 (BIK 2021) dengan tema “Inklusi Keuangan Untuk Semua Bangkitkan Ekonomi Bangsa”, OJK NTT menyelenggarakan perlombaan Cerdas Cermat Keuangan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2021 yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

Perlombaan cerdas cermat keuangan tingkat SMP ini di ikuti oleh 18 SMP dari 18 Kabupaten/Kota Se-provinsi NTT.

Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert H.P Sianipar bersama Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dedi Safari Yapudin secara simbolis menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Cerdas Cermat Keuangan Tingkat Sekolah Menengah Pertama tahun 2021 dengan data pemenang sebagai berikut, juara 1 SMPK Santo Gabriel Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Juara 2 SMP Dian Harapan Kupang, Kota Kupang, Juara 3 SMP Santo Albertus Agung Weleun, Kabupaten Malaka.

Sampai dengan posisi Triwulan II tahun 2021, realisasi simpanan pelajar di Provinsi NTT mencapai 1.370.375 rekening dengan nominal sebesar Rp527 Miliar. SimPel merupakan sebuah produk tabungan yang secara khusus didesain untuk kalangan pelajar, baik berbasis konvensional (SimPel) maupun berbasis syariah (SimPel iB). Program ini diluncurkan oleh Presiden RI Jokowi bersama OJK dan beberapa bank pelaksana pada tanggal 14 Juni 2015, dengan beberapa fitur yang disesuaikan dengan karakteristik pelajar, seperti setoran awal yang ringan hanya Rp5.000 untuk jenis konvensional (SimPel) dan Rp1.000 untuk jenis syariah (SimPel iB), setoran selanjutnya minimum hanya Rp1.000, dijamin oleh LPS, dan tentunya menggunakan nama pelajar sendiri.

OJK berkomitmen akan terus mengkampanyekan budaya menabung sejak dini melalui beragam bentuk kegiatan dan dukungan kebijakan yang dibutuhkan, serta berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah pusat dan daerah, industri perbankan, kementerian/lembaga, serta stakeholders terkait lainnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

OJK Memperoleh Sertifikat SNI ISO 37001

NTT AKTUAL. JAKARTA. Sobat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OJK telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebagai salah satu strategi anti kecurangan, khususnya penyuapan. Dengan diperolehnya sertifikat SNI ISO 37001 SMAP, menunjukkan bahwa OJK telah memiliki pengendalian internal yang baik dan tata kelola yang efektif sesuai dengan persyaratan SNI ISO 37001 SMAP yang diakui Lembaga Sertifikasi SMAP.

OJK berharap pencapaian ini dapat diikuti seluruh pelaku industri jasa keuangan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso @wimboh.ojk saat Penyerahan Sertifikat SNI ISO 37001 SMAP di OJK pada tanggal 12 Agustus 2021.

Pesan tersebut sejalan dengan komitmen bersama untuk menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, yang telah ditandatangani oleh OJK dan Asosiasi Industri Jasa Keuangan pada 18 Agustus 2020.

Selengkapnya simak pada postingan ini.

#OJKIndonesia #SMAPOJK #Proudwithoutfraud #EkonomiTumbuhIndonesiaTangguh #PulihBersama #IndonesiaTangguh

https://www.instagram.com/tv/CSgiPWKJF9D/?utm_medium=copy_link. (***)

Sumber berita + foto : Humas OJK

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

NTT AKTUAL. JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKPPPK) menyelenggarakan acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) secara virtual, Selasa (03/8/2021).

Pelaksanaan Like It merupakan salah satu upaya bersama untuk meningkatkan literasi keuangan kepada generasi muda dan masyarakat dalam rangka memperbesar basis investor ritel serta mengembangkan sektor keuangan di Indonesia.

Inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui distribusi pendapatan yang lebih merata, penurunan kemiskinan dan stabilitas sektor keuangan. Untuk mewujudkan sistem keuangan yang inklusif, sangat diperlukan peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Upaya meningkatkan tingkat literasi keuangan bukan menjadi tugas satu atau dua pihak saja. Hal ini merupakan tugas semua otoritas, dan perlu melibatkan semua stakeholders, termasuk generasi muda dan masyarakat.

Dalam sambutan pada pembukaan rangkaian acara Like It, Menteri Keuangan (Menkeu) mengungkapkan “Salah satu yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan untuk melakukan edukasi dan sekaligus memberikan pilihan instrumen investasi bagi masyarakat adalah kami menerbitkan Surat Berharga Negara dalam bentuk ritel (SBN Ritel). SBN Ritel ini selalu kita pasarkan dan saya minta kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko terus melakukan edukasi publik. Dan Alhamdulillah saya lihat kemajuannya sangat baik. Basis investor kita terus meluas.”

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menempatkan dananya di instrumen investasi yang aman tercermin dari meningkatnya penjualan SBN ritel di masa pandemi. Tercatat SBN ritel seri SBR010 yang diterbitkan di bulan Juli 2021 mencapai rekor penjualan tertinggi sepanjang penerbitan SBN ritel non-tradable, baik dari jumlah investor maupun nominal.

Menkeu juga menyampaikan bahwa kemudahan untuk melakukan pemesanan secara online membuat masyarakat menjadikan SBN ritel sebagai pilihan investasi yang utama di saat masih terbatasnya mobilitas masyarakat. “Dengan kita bisa memberi opsi investasi kepada masyarkat berupa SBN ritel, mereka bisa melakukan seperti belanja online”.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa terdapat tiga alasan peran basis investor ritel sangat penting dalam rangka mengembangkan pasar keuangan di Indonesia. Pertama, perlu investor ritel untuk membangun negeri dan menginvestasikan dana untuk negeri. Kedua, dengan semakin banyaknya partisipasi dari investor ritel, tingkat perputaran uang akan baik sehingga mendukung efektivitas kemajuan ekonomi. Ketiga, basis investor ritel sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, khususnya pasar keuangan. Hal ini merupakan bagian dari reformasi struktural. Semakin banyak investor ritel, pasar keuangan akan semakin kuat dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian gobal. Disamping itu BI juga turut berkontribusi mendorong pendalaman pasar keuangan baik melalui pengembangan instrumen pasar uang dan pasar valas, serta infrastruktur pasar keuangan.

“Investor ritel, kami butuh Anda. Untuk negara, untuk ekonomi dan pasar keuangan, dan juga untuk Anda sendiri”, tegas Perry Warjiyo.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan sejalan dengan terus bertambahnya jumlah investor individu yang membeli berbagai instrumen investasi keuangan. Seperti jumlah investor di pasar modal yang meningkat menjadi 5,60 juta (96% yoy) pada Juni 2021 dan didominasi oleh investor ritel terutama kalangan milenial yang mencapai 70%.

“Literasi keuangan menjadi aspek penting bagi investor ritel yang menjadi follower di pasar modal sehingga dapat melindungi investor dari investasi ilegal dan memitigasi investasi yang hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek yang tinggi tanpa mempertimbangkan risiko, aspek legalitas produk serta aspek kewajaran penawaran”.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam sambutannya menyampaikan, “terciptanya pasar keuangan yang efisien dan dalam akan meningkatkan efisiensi pasar keuangan serta memperluas jangkauan pasar keuangan ke seluruh lapisan masyarakat melalui kemudahan akses dan pilihan investasi yang beragam. Selain itu, pasar keuangan yang efisien dan dalam akan turut mendukung terwujudnya stabilitas sistem keuangan yang lebih baik.”

“LPS, sebagai bagian dari otoritas regulator di industri perbankan, hadir untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional melalui program penjaminan simpanan. Saat ini, semua bank yang beroperasi di Indonesia telah menjadi peserta penjaminan LPS, baik bank umum maupun BPR/BPRS,”ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemerintah akan terus mengembangkan instrumen inovatif lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi di pasar keuangan. Selain untuk mewujudkan sektor keuangan Indonesia yang inklusif, partisipasi generasi muda dan masyarakat dalam berinvestasi dapat mendorong kemandirian bangsa untuk pembiayaan pembangunan di Indonesia dan menjadi penunjang stabilitas sektor keuangan yang lebih kuat.

Like It merupakan series kegiatan literasi yang diinisiasi dengan kolaborasi bersama dan diselenggarakan secara bergantian oleh FKPPPK. Series literasi ini akan memberikan pemahaman mengenai produk atau investasi di surat berharga negara, produk pasar modal serta bagaimana mengelola keuangan secara bijak. Rangkaian kegiatan Like It merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antar otoritas dalam upaya mendorong literasi keuangan, meningkatkan basis investor ritel, dan mengembangkan sektor keuangan Indonesia. (***/www.ojk.go.id)

Ikatan Pegawai OJK NTT Beri Bantuan Sosial Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

NTT AKTUAL. KUPANG. Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT (IPOJK NTT) melakukan kegiatan sosial sebagai bentuk aksi kepedulian OJK terhadap masyarakat yang terdampak langsung pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP Sianipar beserta IPOJK NTT secara simbolis menyerahkan bantuan sosial di beberapa titik lokasi di sekitar Kantor OJK Provinsi NTT dan Rumah Jabatan Kepala OJK Provinsi NTT berupa 100 paket sembako yang di serahkan kepada beberapa pengemudi Grab, pengemudi angkot, petugas kebersihan, dan pedagang kaki lima, Kamis (29/07/2021).

Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP Sianipar saat memberikan bantuan kepada salah seorang warga Kota Kupang, Kamis (29/07/2021). Dokumentasi : HUMAS OJK NTT.

Kepala OJK Provinsi NTT menyatakan bahwa kegiatan sosial OJK ini diselenggarakan di berbagai Kantor Regional dan Kantor OJK di seluruh wilayah Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut OJK terus berupaya aktif menyusun berbagai program dan kebijakan dalam rangka mendorong percepatan pemulihan perekonomian nasional melalui peran Industri Jasa Keuangan (IJK) dan peningkatan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.

Selain itu, OJK dan Bank Indonesia bersama dengan Lembaga Jasa Keuangan serta stakeholders lainnya diantaranya dari asosiasi perbankan, Kadin dan REI terus mendukung Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam upaya menggerakkan perekonomian daerah untuk menopang pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid 19 melalui program vaksinasi Covid-19. Target program ini secara nasional sesuai harapan Presiden diharapkan dapat diberikan kepada 10 juta orang hingga akhir Desember 2021 yang mencakup pula program di Provinsi NTT yang telah dimulai pada bulan Juli 2021 dan akan terus dilaksanakan pada bulan-bulan berikutnya. Hal ini merupakan salah satu wujud nyata upaya percepatan kegiatan vaksinasi nasional dari sektor lembaga jasa keuangan. (*)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Semester I Sektor Jasa Keuangan Stabil Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

NTT AKTUAL. JAKARTA.29 Juli 2021. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga data semester I 2021 sektor jasa keuangan tetap stabil dicerminkan membaiknya sejumlah indikator seperti intermediasi perbankan dan penghimpunan dana di pasar modal serta terjaganya rasio kehati-hatian (prudensial) di lembaga jasa keuangan.

Meskipun indikator ekonomi domestik sampai Juni masih menunjukkan berlanjutnya pemulihan, OJK mencermati adanya penurunan mobilitas karena pemberlakuan PPKM Darurat yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi ke depan.

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik masih terjaga stabil. IHSG hingga 23 Juli 2021 tercatat menguat ke level 6,102 atau tumbuh 1,9 persen mtd dengan aliran dana nonresiden tercatat masuk sebesar Rp2,02 triliun. Pasar SBN juga terpantau menguat dengan rerata yield SBN turun 13,5 bps di seluruh tenor. Namun, investor nonresiden tercatat net sell sebesar Rp11,73 triliun.

Penghimpunan dana di pasar modal hingga 27 Juli 2021 telah mencapai nilai Rp116,6 triliun atau meningkat 211 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan 27 emiten baru yang melakukan IPO. Selain itu, masih terdapat penawaran umum yang dalam proses dari 86 emiten dengan nilai nominal sebesar Rp54,2 trliun.

Sementara itu, OJK mendukung program Pemerintah dalam melaksanakan percepatan vaksinasi masyarakat dengan membuka sentra-sentra vaksin Covid-19 di berbagai daerah bekerjasama dengan Industri Jasa Keuangan dan Kemenkes dengan target 10 juta vaksin hingga Desember. Percepatan vaksinasi diyakini menjadi kunci utama untuk membangun imunitas komunal sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal dan perekonomian kembali bergerak.

OJK juga mencatat, pemulihan ekonomi global masih terus berlanjut terutama di negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan mobilitas yang mulai kembali ke level prapandemi. Selain itu, kebijakan moneter negara utama dunia diperkirakan masih akomodatif sehingga mampu menurunkan risiko likuditas di pasar keuangan global.

Intermediasi perbankan

Kredit perbankan pada bulan Juni 2021 meningkat sebesar Rp67,39 triliun dan telah tumbuh sebesar 0,59 persen yoy, meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus Pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 11,28 persen yoy. Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang cukup kompetitif.

Sektor asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Juni 2021 sebesar Rp31,0 triliun dengan rincian Asuransi Jiwa sebesar Rp21,1 triliun, Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp9,9 triliun. Selanjutnya, fintech P2P lending pada periode yang sama mencatatkan pertumbuhan baki debet pembiayaan cukup signifikan menjadi Rp23,38 triliun (Juni 2020 dan Mei 2021 masing-masing tercatat sebesar Rp11,8 triliun dan Rp21,7 triliun). Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan masih terkontraksi dan mencatatkan pertumbuhan negatif 11,1 persen yoy di Juni 2021.

Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Juni 2021 masih relatif terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,24 persen (NPL net: 1,06 persen) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan Juni 2021 turun pada 3,96 persen (Mei 2021: 4,05 persen). Selain itu, Posisi Devisa Neto Juni 2021 sebesar 2,32 persen atau jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen.

Likuiditas industri perbankan sampai saat ini masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per Juni 2021 terpantau di atas threshold.

Permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio industri perbankan tercatat sebesar 24,33 persen, jauh di atas thresholdRisk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing tercatat sebesar 647,7 persen dan 314,8 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen. Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 2,03 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kasus Covid-19 domestik serta terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK

Di Masa Pandemi, Ini Kebijakan Strategis OJK Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

NTT AKTUAL. JAKARTA. “Untuk mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas sistem keuangan saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mempersiapkan beberapa kebijakan strategis bekerja sama dengan Pemerintah dan Bank Indonesia. Kami memantau perkembangan situasi saat ini dan kami masih optimis dengan pertumbuhan ekonomi seiring dengan proyeksi pemulihan ekonomi nasional,”

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso melalui rilis tertulis yang diterima Media ini dari Humas OJK NTT,  Rabu (21/07/2021).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki Kebijakan-kebijakan Strategis untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi.

Kebijakan Strategis yang pertama adalah Mengawal pelaksanaan PPKM Darurat, khususnya terkait pelaksanaan peran sektor jasa keuangan sebagai sektor esensial, yang meliputi :

– Operasi terbatas sektor keuangan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta memaksimalkan teknologi online/digital.

– Pegawai di sektor keuangan yang melakukan Work From Home
(WFH) diminta tetap tinggal di rumah dan menghindari mobilitas yang tidak perlu.
– Membuka jalur komunikasi dengan nasabah atau debitur, khususnya pada sektor-sektor yang terdampak kebijakan PPKM Darurat.

Kebijakan Strategis yang kedua yakni, mempercepat implementasi program vaksinasi yang terdistribusi dengan baik. Langkah ini meliputi :

– Vaksinasi massal pelaku SJK dan masyarakat dengan target 10 juta orang hingga akhir Desember 2021.

– Mendorong pendirian sentra vaksinasi oleh lembaga keuangan untuk vaksinasi pegawai dan konsumen, dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi pelaku sektor keuangan di daerah.

Kebijakan Strategis yang ketiga yaitu, Percepatan belanja pemerintah pusat dan daerah sebagai kebijakan dari sisi fiskal untuk mempertahankan demand dan tingkat konsumsi masyarakat di tengah disparitas pemulihan sektoral.

Kebijakan keempat nya yakni, Akselerasi hilirisasi ekonomi dan keuangan digital dengan tetap mewaspadai cyber risk.

Kebijakan kelima adalah, Peningkatan penetrasi layanan keuangan dan pendalaman pasar keuangan untuk menjaga stabilitas keuangan secara berkelanjutan.

Kebijakan keenam yakni, Mendorong berkembangnya sustainable finance untuk
membiayai sustainable economic recovery dan memitigasi climate-related risk, dengan menjalankan inisiatif strategis berupa :
– Pengembangan taksonomi hijau yang bertujuan mengklasifikasikan aktivitas pembiayaan dan investasi berkelanjutan di Indonesia.

– Pengembangan kerangka manajemen risiko untuk industri dan pedoman pengawasan berbasis risiko bagi pengawas untuk
menerapkan climate-related financial risk.

– Inovasi produk dan layanan keuangan berkelanjutan oleh lembaga jasa keuangan.

– Meningkatkan awareness dan capacity building untuk seluruh pemangku kepentingan. (*)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Di Provinsi NTT, Ikatan Pegawai OJK Serahkan 18 Hewan Qurban

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah 1442 H atau 20 Juli 2021, Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (IPOJK) bekerjasama dengan Dompet Dhuafa mengadakan Program Insan OJK Tebar Berkah Qurban 1442 H untuk menggalang donasi hewan qurban dari seluruh pegawai OJK di Indonesia. Pada program tahun ini, khusus untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur telah dialokasikan 17 (tujuh belas) ekor Sapi dan 1 (satu) ekor kambing yang akan didistribusikan kepada 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota yang terdampak bencana Seroja pada bulan April 2021 lalu yakni pada Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Alor, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ende dan Kabupaten Sabu.

Penyerahan hewan qurban secara simbolis dilakukan oleh Kepala OJK Provinsi NTT kepada Pengurus Masjid Nabawi Raknamo di Kabupaten Kupang. Penyaluran selanjutnya untuk Kabupaten/Kota lainnya dilakukan bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Provinsi NTT sesuai alokasi masing-masing wilayah. Proses penyerahan di Kabupaten Kupang dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19.

Dalam kesempatan penyerahan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP. Sianipar menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk implementasi budaya kerja OJK, yakni OJK Tangkas terkait peduli sosial dan lingkungan dari seluruh Insan OJK. Dengan penggalangan donasi hewan qurban ini diharapkan bisa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan yang Maha Esa dan membangun solidaritas antar sesama, khususnya masyarakat di 10 Kabupaten/Kota yang terdampak bencana Seroja bulan April lalu. Atas nama pengurus Masjid Nabawi Raknamo, Ustad Thohir, menyampaikan ucapan terima kasih atas qurban yang diberikan oleh IPOJK seraya mendoakan semoga qurban yang diberikan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Saat ini masyarakat sedang menghadapi ujian terberat terkait pandemi Covid 19 melalui pemberlakukan PPKM Darurat oleh Pemerintah Pusat untuk pencegahan penyebaran Covid 19 yang mengantarkan pada persoalan pada aspek ekonomi khususnya bagi masyarakat yang bergantung kehidupannya pada kegiatan ekonomi yang saat ini terbatas aktivitasnya. Oleh sebab itu, qurban menjadi bagian penting dalam konteks berbagi kepada sesama yang lebih membutuhkan. Dengan adanya kejadian bencana badai Seroja di Provinsi NTT beberapa waktu lalu semakin menguatkan komitmen IPOJK untuk memilih 10 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT sebagai target kegiatan Program Insan OJK Tebar Berkah Qurban 1442 H.

Mari menjadikan Idul Adha momentum untuk berbagi dan bersilaturahmi. Semoga semangat berkurban menjadi pengingat ketakwaan kita kepada Allah SWT dan saling tolong menolong dengan sesama. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H bersama keluarga (Hms – ojkntt)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Dukung Pemkot Kupang, OJK Gelar Vaksinasi Massal

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan penyebaran covid 19 di Kota Kupang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) menggelar vaksinasi massal. Vaksinasi yang diperuntukkan bagi pelaku perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya beserta keluarga berlangsung di Poltekes Kemenkes Kupang, Jumat (17/07/2021).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert HP Sianipar, Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo, Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, Dr. R. H. Kristina, SKM, M.Kes, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, Hary Alexander Riwu Kaho dan sejumlah pimpinan perbankan yang ada di Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada FKLJK Provinsi NTT yang sudah bersedia mendukung upaya pemerintah memutus rantai penyebaran covid 19 lewat vaksinasi. Menurutnya dalam kaitan dengan vaksinasi, Presiden Republik Indonesia menugaskan tiga hal kepada semua kepala dan wakil kepala daerah. Yang pertama adalah penanggulangan covid 19, yang kedua adalah memperhatikan pemulihan ekonomi nasional dalam skala kecil dan mikro di wilayahnya masing-masing serta ketiga adalah melanjutkan program bantuan sosial.

Ditambahkannya pelaksanaan vaksinasi covid-19 hari ini, selain bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan covid-19 di lembaga jasa keuangan, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat dan melindungi para pelaku jasa keuangan dari covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi, juga sekaligus untuk memotivasi seluruh lapisan masyarakat agar ikut ambil bagian dalam program vaksinasi ini.

Wawali mengakui bahwa sektor perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya sangat rentan terhadap penyebaran covid 19. Demi menjaga keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang aman, lancar, efisien, dan andal, serta memastikan ketersediaan uang rupiah di masyarakat, bank dan lembaga jasa keuangan harus tetap beroperasi di tengah pandemi covid 19 yang terus mengancam. Karena itu perlu ada upaya untuk memastikan para karyawan dan pelaku jasa keuangan tetap aman dan terlindungi dari virus ini. Selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat, vaksinasi yang diselenggarakan hari ini juga turut membantu memutus rantai penyebaran covid 19 di tempat kerja masing-masing.

Ditambahkannya total cakupan vaksinasi 1 dan vaksinasi 2 di Kota Kupang sejak Januari hingga awal Juli 2021 lalu masih rendah. Untuk dosis-1: 33.88% dan dosis-2:15.32%. Namun jika dilihat dari pencapaian penyerapan vaksin di Kota Kupang menurutnya sudah mencapai 99 persen. Dari 164.254 dosis yang diterima, sudah 162.611 dosis yang terpakai.

Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Robert HP Sianipar, menyampaikan vaksinasi ini merupakan bagian dari program nasional yang sudah dicanangkan bersama Presiden RI pada bulan Juni yang lalu dan target vaksinasi massal sektor jasa keuangan sampai akhir tahun 2021 sebesar 10.000.

Tema vaksinasi massal yang diusung adalah “Atasi pandemik, Pulihkan ekonomi” diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk mencapai kekebalan komunal dan targetnya pada bulan November program vaksinasi sudah mencapai 70%, sehingga bisa menciptakan kekebalan komunal. Karena menurutnya dengan adanya kekebalan komunal aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat normal kembali.

Direktur Bank NTT sekaligus Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT Hary Alexander Riwu Kaho, mengapresiasi OJK Provinsi NTT yang mampu melaksanakan vaksinasi massal bagi semua karyawan dan jasa keuangan yang ada di FKLJK. “Tentu pelaksanaan vaksinasi massal covid 19 dapat memberikan peningkatan imun tubuh bagi karyawan dan jasa keuangan dalam melaksanakan tugas yang berat dengan baik sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo. Menurutnya vaksinasi ini juga sesuai dengan arahan Gubernur Bank Indonesia tentang pentingnya vaksinasi, karena tanpa vaksinasi aktivitas ekonomi jadi terbatas. Dia berharap dengan adanya vaksinasi kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan aman, lancar, efisien, andal dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, DR. R. H. Kristina, SKM, M.Kes, mengapresiasi OJK Provinsi NTT yang telah memberikan kepercayaan kepada Poltekes Kupang melalui jurusan keperawatan untuk melaksanakan vaksinasi. Vaksinasi massal yang sudah dilaksanakan sampai hari Kamis sebanyak 350 vaksinasi dan hari ini kurang lebih 300 vaksinasi. (*PKP_eh)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19, OJK Bantu Salurkan Vaksinasi untuk Pelaku Industri Jasa Keuangan di Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Daerah menyelenggarakan vaksinasi Covid 19 untuk Pegawai, Keluarga Pegawai dan Konsumen Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan vaksinasi ini dimulai di Kupang pada hari Jumat tanggal 16 Juli 2021, bertempat di Kampus Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang yang diperuntukan bagi 500 peserta yang berdomisili di Kota/Kabupaten Kupang sesuai pendataan yang telah dilakukan LJK. Berdasarkan data yang telah disampaikan oleh LJK, program vaksinasi untuk Insan LJK secara agregat ditargetkan sebanyak 1.800 peserta yang akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan di beberapa Kota/Kabupaten di Provinsi NTT.

Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, Harry Alexander Riwu Kaho yang hadir dalam sambutannya mengharapkan dengan kegiatan vaksinasi ini dapat meningkatkan imunitas insan lembaga jasa keuangan sebagai salah satu sektor esensial sehingga mampu mendukung agar sektor ekonomi dapat terus bertumbuh dan berdaya tahan.

Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar dalam sambutannya menjelaskan “kegiatan vaksinasi ini merupakan tindaklanjut atas launching program secara nasional di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2021 yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Gubernur Bank Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia”.

“Selama bulan Juli 2021 OJK dan BI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan akan menyebarkan sekitar 335 ribu vaksin COVID-19 untuk Insan LJK di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya membantu Pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19 ke seluruh Indonesia. Secara nasional, OJK bekerja sama dengan Industri Jasa Keuangan dan Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi kepada 10 Juta orang hingga akhir Desember 2021. Target ini diharapkan juga akan didukung dengan program vaksinasi yang dilakukan oleh beberapa Industri Jasa Keuangan secara mandiri. OJK mengapresiasi adanya sinergi dengan Politeknik Kesehatan Kupang, baik dalam penyediaan tempat maupun tenaga kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi yang diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Provinsi NTT”, lanjut Robert.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Kupang Hermanus Man yang dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan vaksinisasi ini sebagai bagian percepatan vaksinasi khususnya bagi warga masyarakat Kota Kupang.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan vaksinasi massal hari ini, karena sejalan dengan kegiatan yang telah kami canangkan yaitu “aksi percepatan vaksinasi Covid-19” yang mulai hari ini sampai dengan tanggal 21 Juli 2021 dengan target vaksinasi kepada 10.500 warga Kota Kupang” katanya.

Otoritas Jasa Keuangan mendukung penuh upaya percepatan vaksinasi di tengah tingginya laju penyebaran Covid-19 yang menjadi faktor penting tetap terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi. Percepatan vaksinasi diharapkan akan menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga perekonomian khususnya di Provinsi NTT bisa kembali bergerak. (*)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT