Arsip Tag: OJK NTT

Tingkatkan Sinergitas dengan Insan Pers, BI NTT dan OJK Gelar Media Gathering

NTT AKTUAL. BA’A. Dalam rangka untuk meningkatkan sinergitas dengan awak media yang berada di Kota Kupang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT menyelenggarakan kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Pantai Nemberala Kabupaten Rote Ndao.

Deputi OJK NTT dan BI NTT beserta Staff saat foto bersama dengan awak media di pantai Nemberala Rote Ndao, Sabtu (20/11/2021). Dokumentasi : Istimewa
Kegiatan Media Gathering yang diadakan selama tiga hari ini (19 sampai dengan 21 November 2021) ini dikemas dalam Kegiatan Pertemuan Triwulan IV Kantor OJK Provinsi NTT dan Kantor Perwakilan BI NTT bersama Media dan acara berikutnya yakni mengelilingi obyek wisata yang ada di Kabupaten Rote Ndao.
Hadir sebagai pembicara dalam Pertemuan Triwulan IV ini yaitu Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Larry Rupidara, Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT Setia Ariyanto, Deputi Kepala Perwakilan/Kepala Tim Implementasi Kebijakan SP, PUR dan MI Daniel Agus Prasetyo, Deputi NI NTT Harry Catur Wibowo, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT Fery Jahang dan Ketua Komisi Informasi Provinsi NTT Agustinus L.B. Baja.
Pada kesempatan ini para narasumber membawakan materi nya masing-masing yang meliputi Market Update Industri Jasa Keuangan di NTT, Perkembangan Ekonomi NTT Terkini, Kode Etik Jurnalistik dan Tantangan Tugas Jurnalistik Saat Ini, serta Materi berikut nya yaitu Keterbukaan Informasi Publik.
Sementara itu obyek-obyek wisata yang dikunjungi Staff BI NTT, OJK NTT dan awak media yaitu obyek wisata telaga nirwana, pantai batu pintu, batu termanu dan membeli souvenir serta tenun ikat yang dijual oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Rote Ndao.
Tujuan dikunjungi nya obyek-obyek wisata ini oleh BI NTT, OJK NTT dan awak media yaitu sebagai bentuk dukungan guna memajukan pariwisata NTT. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Memperingati BIK 2021, OJK NTT Gelar Cerdas Cermat Keuangan Tingkat SMP

NTT AKTUAL. KUPANG.  Memperingati Bulan Inklusi Keuangan tahun 2021 (BIK 2021) dengan tema “Inklusi Keuangan Untuk Semua Bangkitkan Ekonomi Bangsa”, OJK NTT menyelenggarakan perlombaan Cerdas Cermat Keuangan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2021 yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

Perlombaan cerdas cermat keuangan tingkat SMP ini di ikuti oleh 18 SMP dari 18 Kabupaten/Kota Se-provinsi NTT.

Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert H.P Sianipar bersama Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dedi Safari Yapudin secara simbolis menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Cerdas Cermat Keuangan Tingkat Sekolah Menengah Pertama tahun 2021 dengan data pemenang sebagai berikut, juara 1 SMPK Santo Gabriel Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Juara 2 SMP Dian Harapan Kupang, Kota Kupang, Juara 3 SMP Santo Albertus Agung Weleun, Kabupaten Malaka.

Sampai dengan posisi Triwulan II tahun 2021, realisasi simpanan pelajar di Provinsi NTT mencapai 1.370.375 rekening dengan nominal sebesar Rp527 Miliar. SimPel merupakan sebuah produk tabungan yang secara khusus didesain untuk kalangan pelajar, baik berbasis konvensional (SimPel) maupun berbasis syariah (SimPel iB). Program ini diluncurkan oleh Presiden RI Jokowi bersama OJK dan beberapa bank pelaksana pada tanggal 14 Juni 2015, dengan beberapa fitur yang disesuaikan dengan karakteristik pelajar, seperti setoran awal yang ringan hanya Rp5.000 untuk jenis konvensional (SimPel) dan Rp1.000 untuk jenis syariah (SimPel iB), setoran selanjutnya minimum hanya Rp1.000, dijamin oleh LPS, dan tentunya menggunakan nama pelajar sendiri.

OJK berkomitmen akan terus mengkampanyekan budaya menabung sejak dini melalui beragam bentuk kegiatan dan dukungan kebijakan yang dibutuhkan, serta berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah pusat dan daerah, industri perbankan, kementerian/lembaga, serta stakeholders terkait lainnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Bank NTT Luncurkan Kantor Kedua Dengan Layanan Smart Branch, Wali Kota Kupang Mengaku Bangga

NTT AKTUAL. KUPANG. PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi NTT (Bank NTT) kini boleh berbangga. Rabu (15/9/2021) mereka meluncurkan kantor kedua dengan layanan smart branch yakni jenis layanan hybrid, atau perpaduan konvensional dengan digital. Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang yang terletak di Jl. Cak Doko, Kelurahan Oetete Kecamatan Oebobo Kota Kupang, resmi beroperasi, setelah seremoni penguntingan pita oleh Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore.

Dirut Bank NTT, Harry Alexanderx Riwu Kaho, saat menjelaskan ke Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore tentang layanan smart branch Bank NTT KCU Kupang, pada Rabu (15/9/2021) siang.

Hadir menyaksikan momentum penting itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Wakil Kepala OJK NTT, Setia Ariyanto, Plt Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, serta sejumlah mitra. Dari kalangan internal, hadir Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho, Komisaris Independen, Samuel Djoh Despasianus, serta sejumlah Kadiv yakni Kadiv Rencorsec Endri Wardono, Kadiv IT Bisnis, Salmun Randa Terru, Kadiv Treasury, Zet Lamu.

Pada momentum itu, Wali Kota Jefri juga menggunting pita pertanda diresmikannya central ATM yang terbuat dari kontainer yang terletak di sisi barat KCU. Dalam kunjungnnya ke dua lokasi pusat layanan dengan inovasi baru ini, para tamu undangan nampak terkagum-kagum. Mereka tak mampu menyembunyikan rasa bangga atas prestasi yang dilakukan oleh manajemen Bank NTT.

Usai menggunting pita, Wali Kota Kupang dan rombongan melihat-lihat fasilitas yang tersedia di central ATM. Juga hal yang sama pada layanan smart branch KCU. Di lantai satu KCU, Wali Kota nampak terkesima saat menyaksikan demonstrasi pegawai yang melayani seorang nasabah yang hendak menginisiasi kredit pada KIOSK. Hal yang sama juga pada layanan STS dan smart teller.

Dirut Alex saat itu menjelaskan bahwa jika sebelumnya mereka menyiagakan enam orang teller, maka dengan layanan terbaru ini, hanya ada dua teller dan setiap teller melayani tiga mesin. Nasabah cukup menggesek kartu ATM, lalu mengikuti proses selanjutnya, untuk layanan apa saja yang membutuhkan jasa Bank NTT. Ada satu teller konvensional, sebagai layanan transisi bagi warga yang membutuhkaan bukti-bukti administrasi dan sebagainya.
Sementara, dalam seremoni awal, dalam pertemuan yang sangat terbatas dan taat Prokes, Dirut Harry Alex Riwu Kaho menegaskan bahwa “Kegiatan pagi ini adalah langkah selanjutnya dari komitmen tanggal 17 Juli Lalu, untuk Bank NTT menuju super smart bank. Sehingga adaptasi menuju dunia digitalisasi, kita terus lakukan.

“Semua bisa tercapai karena dukungan yaang kuat dari pak Wali Kota, dan seluruh pemegang saham sehingga modal inti kita yang diwajibkan oleh OJK, yakni modal inti minimum Rp 2 T, kami optimis akan mencapainya,” ujar Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Lebih jauh menurut Alex, modal inti yang sudah terkumpul hingga hari ini tercatat sudah mencapai Rp 1, 940 Triliun dan masih ada beberapa Pemda lagi termasuk Pemkot Kupang yang belum menyetornya. “Karena itu kami menanti penyertaaan modalnya.”
Saat itu, Dirut Alex juga menjelaskan bahwa Bank NTT pun berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan untuk ekspansi dana PEN. “Dua kali kita dipercayakan dan sudah dua kali kita penuhi. Pertama Rp 1 M, kita ekspansi 200 %, yang kedua juga Juni kemarin kita dikasi Rp 100 M dan sudah ekspansi sebesar Rp 200 M. Dari dua siklus ini kita sudah memenuhi komitmen dengan Kemenkeu.” Sementara terkait kontainer ATM, dia menjelaskan bahwa didesain untuk nantinya bisa bersinergi dengan Pemkot Kupang untuk layanan smart city. Karena itu pihaknya terbuka dengan Pemkot Kupang untuk bekerjasama dalam layanan administrasi kependudukan.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutannya menegaskan bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan BI yakni mendorong sektor-sektor produktif yang resikonya rendah. Baik dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Kedua, yang dilakukan oleh BI, OJK, Bank NTT maupun lembaga non perbankan adalah memberikan Akses keuangan melalui TPAKD. Ketiga, BI mendorong berupa digitalisasi ekonomi dan keuangan.

“Kali ini kita dorong Bank NTT melakukan digitalisasi keuangaan, salah satunya melalui layanan ATM dan berbagai sistem pembayaran. Bank Indonesia menciptakan sistem ini sehingga digitalisasi ekonomi dan keuangan bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Triwulan kedua pertumbuhan ekonomi sudah 4,22, walau lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi secara nasional, yakni 7,07 tetapi ini memberikan indikasi yang cukup kuat bahwa kita sudah mulai on the track,”tegas Ariawan Atmaja.

Di samping menciptakan ekosistem sistem pembayaran, Bank Indonesia menurutnya sudah menyusun blue print sistem pembayaran. Termasuk QRIS menjadi bagian dari implementasi sistem pembayaran. Berikutnya, BI pun mendorong digitalisasi dan elektronifikasi sistem pembayaran di Pemda. Menurutnya ini penting karena PD akan meningkat setelah semua terdigitalisasi. Karena itu Bank Indonesia bekejasama dengan Bank NTT akan mendorong para bupati dan walikota di NTT untuk terus melakukan percepatan melalui digitalisasi.

Sementara itu Wakil Kepala OJK NTT, Setia Ariyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa OJK melihat, Bank NTT melangkah ke arah yang lebih baik. Sesuai statusnya yang sudah dinyatakan sebagai bank yang sehat tentu menjadikan Bank NTT menggunakan layanan digital dalam pelayanannya.

“Ini yang kami dorong dalam era pandemi seperti ini. Kami beri apresiasi kepada teman-teman di KCU uang sudah memiliki kantor yang bagus, sehingga nantinya berdampak pada pelayanan kepada masyarakat NTT,”tegasnya sembari menambahkan sentuhan-sentuhan seperti yang dilakukan oleh manajemen saat ini, dengan layanan smart branch, perlu didorong. Pihaknya berharap dengan peningkatan layanan transaksi di Bank NTT ini, akan mengurai antrian panjang serta dari sisi kualitas layanan, lebih maju.

Wali Kota Kupang Bangga Kinerja Direksi

Sementara itu Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore, dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa bangganya pada kinerja Direktur Utama Harry Alex Riwu Kaho dan manajemen. “Begitu banyak perubahan dan kreativitas yang dibuat oleh Bank NTT. Sekaligus membantu ekonomi di Kota Kupang. Sebagai pemimpin di kota ini kami merasakan betul bagaimana gejolak ekonomi di masa pandemi ini. Namun Bank NTT tetap berjuang luar biasa. Tadi bapak dari OJK mengatakan, kreditnya bertumbuh, itu prestasi yang luar biasa. Dari sisi prestasi, kreativitas, kami melihat pemimpin yang sekarang adalah orang yang memiliki visi luar biasa kedepan. Ini pemimpin-pemimpin yang kita cari untuk membangun Indonesia khususnya ekonomi di Provinsi NTT,” tegas Jefri.

Dia menambahkan “Saya berterimakasih kepada Pak Alex dan direksi yang lain karena secara luar biasa membantu kami di kota ini untuk membantu ekonomi. Bapak Nyoman juga berkolaborasi dengan kami sehingga inflasi di kota bisa terjaga baik. Saya kira ini langkah awal yang luar biasa, untuk ekonomi di sini bertumbuh secara baik. Saya atas nama Pemkot Kupang ucapkan banyak terimakasih kepada Bank NTT yang sudah cukup bayak membantu kami di kota ini.”

Masih dalam kesempatan itu, Wali Kota pun menjelaskan bahwa ketika masuk kota, ada banyak perubahan yang disumbang oleh Bank NTT. Salah satunya, air mancur Bundaran PU, itu adalah salah satu terobosan. Kami berterimakasih atas kepeduliannya terhadap kota ini,” tegas Wali Kota Jefri.

Masih dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa masyarakat harus tau bahwa kontrubusi Bank NTT terhadap Kota Kupang cukup banyak. Banyak keuntungan yang diperoleh Pemkot Kupang atas kerjasama dengan Bank NTT. Ada CSR, dan juga kemudahan lain bernilai puluhan miliar yang sudah diterima.

“Atas nama pribadi saya ucapkan banyak terimakasih atas kerjasama dan kreativitas-kreativitas yang dilakukan oleh pemimpin yang sekarang. Yakni bagaimana menggunakan dana sekecil-kecilnya untuk kesejahteraan masyarakat. Saya berterimakasih karena selama pandemi ini, Bank NTT juga terlibat dalam vaksinasi dalam berbagai tempat di kota ini. Hari ini persentase jumlah warga yang divaksin adalah 64 persen. Dibandingkan dengan NTT secara keseluruhan 18 persen. Kita terus berjuang baik lewat lembaga-lembaga lain, kita berterimakasih kepada TNI Polri, Kajari dan Kajati yang bayak membantu kita.” tutup Wali Kota Kupang. (***)

Di Provinsi NTT, Ikatan Pegawai OJK Serahkan 18 Hewan Qurban

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah 1442 H atau 20 Juli 2021, Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (IPOJK) bekerjasama dengan Dompet Dhuafa mengadakan Program Insan OJK Tebar Berkah Qurban 1442 H untuk menggalang donasi hewan qurban dari seluruh pegawai OJK di Indonesia. Pada program tahun ini, khusus untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur telah dialokasikan 17 (tujuh belas) ekor Sapi dan 1 (satu) ekor kambing yang akan didistribusikan kepada 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota yang terdampak bencana Seroja pada bulan April 2021 lalu yakni pada Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Alor, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ende dan Kabupaten Sabu.

Penyerahan hewan qurban secara simbolis dilakukan oleh Kepala OJK Provinsi NTT kepada Pengurus Masjid Nabawi Raknamo di Kabupaten Kupang. Penyaluran selanjutnya untuk Kabupaten/Kota lainnya dilakukan bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Provinsi NTT sesuai alokasi masing-masing wilayah. Proses penyerahan di Kabupaten Kupang dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19.

Dalam kesempatan penyerahan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP. Sianipar menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk implementasi budaya kerja OJK, yakni OJK Tangkas terkait peduli sosial dan lingkungan dari seluruh Insan OJK. Dengan penggalangan donasi hewan qurban ini diharapkan bisa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan yang Maha Esa dan membangun solidaritas antar sesama, khususnya masyarakat di 10 Kabupaten/Kota yang terdampak bencana Seroja bulan April lalu. Atas nama pengurus Masjid Nabawi Raknamo, Ustad Thohir, menyampaikan ucapan terima kasih atas qurban yang diberikan oleh IPOJK seraya mendoakan semoga qurban yang diberikan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Saat ini masyarakat sedang menghadapi ujian terberat terkait pandemi Covid 19 melalui pemberlakukan PPKM Darurat oleh Pemerintah Pusat untuk pencegahan penyebaran Covid 19 yang mengantarkan pada persoalan pada aspek ekonomi khususnya bagi masyarakat yang bergantung kehidupannya pada kegiatan ekonomi yang saat ini terbatas aktivitasnya. Oleh sebab itu, qurban menjadi bagian penting dalam konteks berbagi kepada sesama yang lebih membutuhkan. Dengan adanya kejadian bencana badai Seroja di Provinsi NTT beberapa waktu lalu semakin menguatkan komitmen IPOJK untuk memilih 10 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT sebagai target kegiatan Program Insan OJK Tebar Berkah Qurban 1442 H.

Mari menjadikan Idul Adha momentum untuk berbagi dan bersilaturahmi. Semoga semangat berkurban menjadi pengingat ketakwaan kita kepada Allah SWT dan saling tolong menolong dengan sesama. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H bersama keluarga (Hms – ojkntt)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Talk Show HARDIKNAS 2021 Bersama Bank NTT, OJK NTT dan Dinas P&K Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Lewat Talk Show Bank NTT bersama OJK Provinsi NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang mengusung tema “Melalui Literasi Inklusi Keuangan, NTT Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar” ini menjadikan momentum Hari Pendidikan Nasional sebagai dasar untuk membangkitkan semangat belajar di masa Pandemi yang masih melanda dunia, dengan mewujudkan “Merdeka Belajar”. Salah satu bentuk dukungan Bank NTT dalam Program OJK yakni Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) adalah memberikan tabungan bagi 1000 pelajar di NTT dalam periode Mei 2021 sampai dengan Oktober 2021 saat bulan Inklusi Keuangan.

Talk Show dipandu moderator Feby Angi Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Nusa Cendana Kupang, dilaksanakan secara hybrid yaitu tatap muka dan virtual meeting dengan peserta dari perwakilan Dosen/Guru, perwakilan Mahasiswa/Siswa yang keduanya dari Universitas dan Sekolah mitra Bank NTT di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten se-NTT, juga ada Perwakilan dari media cetak dan elektronik.

Acara yang berlangsung di Pallacio Ballroom 3 Aston Hotel Kupang pada Kamis (6/05/2021) ini menggunakan Protokol Kesehatan yang maksimal, dengan pembicara yaitu Linus Lusi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dony Prasetyo Kasubag Adm/Plh. Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi NTT, Harry Alexander Riwu Kaho Direktur Utama Bank NTT dan juga hadir memberikan special testimoni Dinna Noach Staff Khusus Gubernur NTT Bidang Disabilitas yang juga adalah Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Program Ramai Sekali Bank NTT 2019.

Menurut Dony Prasetyo berdasarkan survey nasional literasi dan inklusi Keuangan pada tahun 2019, tingkat literasi keuangan di NTT hanya sebesar 27,82 persen, berada di bawah nasional sebesar 38,03 persen. Sedangkan, tingkat inklusi keuangan di NTT sebesar 60,63 persen, sedangkan nasional berada pada angka 76,19 persen. Literasi keuangan adalah kemampuan masyarakat mengetahui tentang informasi produk keuangan, sedangkan inklusi keuangan adalah penggunaan produk tersebut oleh masyarakat.

 

Target inklusi keuangan dari Presiden Joko Widodo untuk tahun 2024 adalah 90 persen. Oleh karena itu, program KEJAR merupakan upaya untuk mengejar target tersebut. Tak hanya itu, OJK juga melakukan berbagai kegiatan edukasi rutin untuk membantu memperkenalkan produk keuangan. Bahkan, OJK juga telah membuat dan mencetak buku menyesuaikan kurikulum terbaru yang bisa diakses di laman OJK sikapiuangmu.ojk.go.id atau laman perpustakaan Provinsi NTT arprus.nttprov.go.id. (*)

Sumber berita + foto : Humas OJK NTT

Bentuk Kepedulian, IPOJK dan DOSM Berikan Bantuan Bagi Pegawai Otoritas Jasa Keuangan NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Terjadinya cuaca ekstrem yang signifikan berupa hujan sangat lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur akibat adanya Siklon Tropis Seroja yang terbentuk di Laut Sawu Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 4-6 April 2021 berdampak pada terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di 11 (sebelas) Kabupaten/Kota di NTT. Tecatat 163 orang meninggal dunia dan 45 orang hilang sesuai data BNPB per Kamis 8 April 2021.

Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (IPOJK) Pusat bersama Departemen Organisasi dan Sumber Daya Manusia (DOSM) OJK turut menyampaikan kepeduliannya khususnya kepada Pegawai OJK Provinsi NTT yang terdampak langsung dengan bencana badai siklon tropis tersebut dengan memberikan bantuan uang tunai untuk perbaikan rumah dan barang-barang kebutuhan darurat bencana. Kondisi kesehatan Pegawai OJK Provinsi NTT pasca bencana seluruhnya masih baik dan tetap beraktivitas walaupun terkendala akses jalan dan ketersediaan listrik.

IPOJK Komisariat Provinsi NTT menyerahkan secara simbolis bantuan kepada pegawai yang terdampak, dengan diserahkan langsung oleh Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP. Sianipar di dampingi oleh Ketua IPOJK Komisariat NTT, Dony Prasetyo serta pejabat di OJK Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Robert menyampaikan bahwa, ”semua masyarakat NTT merasakan dampak dari bencana ini, termasuk Pegawai OJK NTT, diharapkan bantuan ini dapat dipergunakan semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi seluruh pegawai dan keluarga OJK NTT, selain itu agar bencana yang telah terjadi dapat dijadikan pengalaman hidup yang berharga untuk selanjutnya kembali bangkit dan semangat”.

Bantuan yang diterima oleh pegawai diantaranya uang tunai total senilai Rp35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah), barang-barag keperluan darurat berupa mantel Raincoat 100pcs, Selimut 50pcs, Drybag 50pcs dan Goodiebag 50pcs. Dengan adanya bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban Pegawai OJK yang terkena dampak bencana badai siklon tropis seroja. (*/NA)

Sumber berita + foto : Humas OJK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Bantu Korban Bencana di NTT, OJK dan Industri Jasa Keuangan Beri Bantuan 500 Juta Rupiah

NTT AKTUAL. MAUMERE. Munculnya badai Siklon Tropis Seroja yang terbentuk di Laut Sawu Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 4 sampai dengan 6 April 2021 berdampak pada terjadinya cuaca ekstrim yang mengakibatkan bencana di beberapa wilayah Provinsi NTT. Dalam rangka membantu meringankan beban korban bencana tersebut, Otoritas Jasa Keuangan bersama Industri Jasa Keuangan menyalurkan dana bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi NTT sebesar Rp500 Juta.

Bantuan diserahkan langsung secara simbolis oleh Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP. Sianipar kepada Gubernur Provinsi NTT, Viktor B. Laiskodat di Maumere, Kabupaten Sikka pada Jumat (9/04/2021), bersamaan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo untuk melakukan peninjauan kondisi pasca bencana di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT, menyampaikan bahwa donasi ini sebagai bentuk kepedulian dari OJK dan Industri Jasa Keuangan dengan harapan bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Selanjutnya Gubernur Provinsi NTT menyampaikan bahwa bantuan ini diterima yang selanjutnya akan didistribusikan langsung dengan mekanisme yang akan diaudit agar dapat diketahui masyarakat dan dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Bantuan sebesar Rp500 Juta tersebut akan disalurkan melalui Rekening Posko Siklon Tropis Seroja NTT yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi NTT, sehingga dapat segera didistribusikan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi NTT.

Badai Siklon Tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyebabkan terjadinya cuaca ekstrim berupa hujan yang sangat lebat, angin kencang dan gelombang laut tinggi pada beberapa daerah di Provinsi NTT mencakup 1 (satu) kota dan 10 (sepuluh) kabupaten. Beberapa daerah juga mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor. Daerah terdampak tersebut yaitu Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Ende.

Hingga Kamis (8/04/2021) sesuai data BNPB jumlah korban yang meninggal akibat Siklon Tropis Seroja sebanyak 163 orang dan 45 orang hilang tersebar di semua kabupaten/kota se-NTT. (*/NA)

Sumber berita + foto : Humas OJK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

OJK Terus Berikan Stimulus Guna Mendorong Pemulihan Ekonomi Pasca Covid

NTT AKTUAL. KUPANG. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memberikan stimulus guna mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Beberapa kebijakan sebagai stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi yang dikeluarkan oleh OJK yakni penurunan rasio ATML baik di sektor otomotif, properti dan juga sektor kesehatan.

Hal ini disampaikan Pembina Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, yang juga Kepala OJK NTT Robert H. P. Sianipar dalam acara pertemuan bersama awak Media yang berlangsung di The Kings Kupang, Senin (8/03/2021).

“Pemerintah melalui kebijakan fiskal sudah mengeluarkan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPBM) untuk otomotif nol persen, BI juga mengeluarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga, lalu OJK juga mengeluarkan kebijakan sebagai stimulus yaitu dengan penurunan rasio ATML baik di sektor otomotif, properti dan juga sektor kesehatan. Inilah yang dikatakan sebagai sinergi kebijakan,” ujar Robert.

Dirinya menambahkan kebijakan-kebijakan ini adalah untuk mendorong gairah dari para pelaku usaha khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Jadi melalui rekan-rekan media tolong disampaikan ke masyarakat bahwa Sektor jasa keuangan siap dan terus bersinergi untuk mendorong pemulihan ekonomi,” ungkap Robert.

Selain itu OJK terus memberikan stimulus termasuk melakukan upaya-upaya digitalisasi UMKM, kemudian juga pelanjutan kebijakan restrukturisasi kredit. “Jadi kemudahan-kemudahan yang sebelumnya ditawarkan dari bulan Maret yang harusnya berakhir di April 2021 ini diperpanjang setahun sampai 2022. Tentunya dengan beberapa ketentuan, bagaimana memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM bisa bertahan melewati krisis pasca Covid,” ujar Robert.

Disisi lainnya OJK bersama-sama dengan Lembaga Jasa Keuangan ini ada namanya tim percepatan akses keuangan daerah. “Jadi kita ada bersama-sama dengan pemerintah baik di Pokja Keuangan maupun Pokja Sektor Ril. Kita mengidentifikasi mana produk dan komoditi unggulan yang perlu diberikan akses pembiayayaan. Apabila ada pelaku UMKM yang sulit memperoleh akses pembiayayaan tolong sampaikan kepada kami apa kendala nya,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua FKLJK Provinsi NTT yang juga merupakan Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho pada kesempatan ini mengatakan dari beberapa catatan yang kami peroleh bahwa dalam triwulan pertama ini di bulan Maret sudah menunjukkan adanya langkah-langkah maju dalam beberapa aktivitas di beberapa lingkungan pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi.

“Mudah-mudahan ini tanda-tanda baik untuk pemulihan aktivitas secara menyeluruh bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Disisi lain relaksasi kebijakan juga terus di kembangkan baik oleh OJK maupun pihak kementerian atau pihak pemerintah sehingga investasi di beberapa sektor tertentu seperti kesehatan, pendidikan, dan perhubungan bisa mempercepat pulihnya pembangunan atau perkembangan pemulihan ekonomi baik dalam skala Nasional regional maupun domestik, jelas Alex.

Partisipasi dan kontribusi kita semua untuk mempercepat pemulihan ekonomi di NTT dengan berbagai relaksasi kebijakan yang telah dikeluarkan oleh berbagai lembaga termasuk OJK akan sangat membantu kita keluar dari kondisi yang terpuruk karena pandemi Covid-19, pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

IPOJK NTT Serahkan Hewan Qurban

NTT AKTUAL. KUPANG. Jelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Ikatan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (IPOJK NTT) menyerahkan hewan Qurban OJK yakni 2 (dua) ekor Sapi dan 1 (satu) ekor kambing ke Musholla Al Muhajirin, Noelbaki dan Musholla Al Furqon, Manusak Kabupaten Kupang, pada Rabu (29/07/2020). Selain itu diserahkan 80 Kg beras dan 24 liter minyak goreng.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP. Sianipar, melakukan foto bersama usai penyerahan hewan Qurban, Rabu (29/07/2020). Foto : Humas OJK NTT

Penyerahan hewan qurban ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid 19.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP. Sianipar menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk budaya kerja OJK, yakni OJK Tangkas terkait peduli sosial dan lingkungan.

Semoga qurban ini bisa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan yang Maha Esa dan membangun solidaritas antar sesama, khususnya masyarakat 2 (dua) desa penerima.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert HP. Sianipar bersama staf foto bersama dengan pengurus Mushola, Rabu (29/07/2020). Foto : Humas OJK NTT

Saat ini masyarakat sedang menghadapi ujian terberat yakni pandemi covid 19 yang mengantarkan pada persoalan serius, terutama aspek ekonomi berupa kesulitan hidup. Oleh sebab itu, qurban menjadi bagian penting dalam konteks berbagi kepada sesama. IPOJK NTT memilih 2 (dua) lokasi qurban untuk tahun ini, dikarenakan lokasi tersebut terdapat ± 80 Kepala Keluarga pengungsi ex Timor Leste yang terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung terkait pandemi covid 19.

Imam Mushola Al Muhajirin, Ustad Zakaria, menyampaikan ucapan terima kasih atas qurban yang diberikan oleh IPOJK NTT, hal senada juga diungkapkan Imam Mushola Al Furqon, Ustad Muhammad Tohir. (*/Red)

Sumber : Humas OJK NTT
Editor : Nataniel Pekaata

OJK dan FKLJK NTT Kompak Mendukung Gerakan Kupang Hijau

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur  (FKLJK NTT) turut berpartisipasi lewat Gerakan Kupang Hijau (GKH) dengan melakukuan penanaman pohon di sejumlah titik lokasi di Kota Kupang pada hari ini, Sabtu (11/07/2020).

Kegiatan penanaman pohon kali ini dibuka oleh Ketua Tim GKH sekaligus Ketua FKLJK NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, SH, MM, dan dilanjutkan dengan pelepasan peserta gowes atau bersepeda bersama oleh Walikota Kupang, Dr.Jefirston R. Riwu Kore, MM, MH.

Kegiatan dilaksanakan pada pukul 05.30 WITA dimulai dari depan gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur  hingga ke salah satu lokasi penanaman pohon di Jembatan Petuk II, Jalur 40 Kelurahan Naimata. Secara simbolis akan dilakukan penanaman 300-400 pohon yang terdiri dari 3 jenis pohon yaitu pohon sepe, pohon trambesi dan pohon ketapang dengan diameter batang  pohon minimal 20 sentimeter dengan jarak tanam 5-6 meter.

GKH sendiri merupakan salah satu Program Pemerintah Kota Kupang yang bertujuan untuk menghijaukan Kota Kupang, terkait dengan estetika keindahan tata kota dan solusi jangka panjang untuk persoalan air bersih.

Kegiatan ini sejalan dengan Program Budaya Kerja OJK NTT tahun 2020 khususnya OJK Tangkas yang salah satu kegiatannya yaitu peduli lingkungan.

Deklarasi dan launching bulan GKH telah dilakukan oleh Walikota Kupang, Dr.Jefirston R. Riwu Kore, MM, MH pada 16 November 2019 lalu dengan mengedepankan faktor-faktor yang menjadi target GKH yaitu : menanam pohon, tanam pohon di lingkungan sekolah, tanam air dan  hemat air, serta kampanye mengurangi penggunaan sampah plastik dalam berbelanja.

Dengan adanya kegiatan GKH ini menegaskan bahwa tugas merawat, memelihara dan membuat Kota Kupang yang lebih hijau, indah dan asri adalah tanggung jawab semua komponen masyarakat. (*/Red)

Sumber : HUMAS OJK NTT
Editor : Nataniel Pekaata