Arsip Tag: Nixon Balukh

Reuni Akbar II, IKADANA FAPERTA Bakal Gelar Berbagai Kegiatan

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Ruang Rapat Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, pada Senin (19/09 2022), dilaksanakan Rapat Pemantapan Pelaksanaan kegiatan Reuni Akbar Kedua Alumni Fakultas Pertanian yang akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 September 2022 di Kampus Faperta Undana dan Pelaksanaan Turnamen Sepakbola antar Mahasiswa dan Pelajar Se-Kota Kupang dan sekitarnya (Faperta Cup) yang ke-XXXV tanggal 22 September sampai dengan 22 Oktober 2022 bertempat di Lapangan Sepakbola Bela Negara Universitas Nusa Cendana.

Rapat dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian Undana Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, M.Si dan dihadiri oleh Wakil Dekan I Dr. Ir. Mayavira V. Hahuly, MCP dan Wakil Dekan II  Dr. Tomyco Olviana, Beberapa Dosen, Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana Nixon M. Balukh, SP, M.Si beserta Badan Pengurus, Sekretaris Panitia Reuni Mixon Lakidang, SP, M,Si  Ketua BEM Faperta Undana dan Perwakilan Panitia Reuni maupun Perwakilan Panitia Faperta Cup.

Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh, SP.M.Si, mengatakan Pelaksanaan kegiatan Reuni Akbar Kedua Alumni Fakultas Pertanian merupakan perwujudan dari kesepakatan bersama bahwa reuni alumni akan dilaksanakan setiap 5 tahun.

Rapat pemantapan akhir persiapan Reuni Akbar Alumni Fakultas Pertanian Undana ke-II dan Faperta Cup ke-XXXV, yang berlangsung di Ruang Rapat Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, pada Senin (19/09 2022). Dokumentasi : istimewa

Reuni kedua ini seharusnya dilaksanakan pada Tahun 2020 akan tetapi baru terlaksana pada tahun 2022 akibat adanya pandemi covid. Kegiatan Reuni alumni ini merupakan wadah bagi para alumni bersama civitas akademik Faperta Undana melaksanakan berbagai kegiatan secara bersama, jelas Nixon.

Lebih lanjut Nixon Balukh mengatakan bahwa Ikadana Faperta juga mendukung persiapan dan pelaksanaan Turnamen Sepakbola antar Mahasiswa dan Pelajar Se-Kota Kupang dan sekitarnya (Faperta Cup) yang ke-XXXV sebagai salah satu turnamen sepakbola tertua yang dilaksanakan secara kontinyu oleh Faperta Undana sebagai ajang bagi para pelajar dan mahasiswa untuk berkompetesi sekaligus meningkatkan kemampuannya. Turnamen sepakbola Faperta Cup Tahun 2022 akan dikuti oleh 22 Tim Perguruan Tinggi dan SMA.

Pada rapat tersebut didiskusikan berbagai hal terkait dengan persiapan dan pelaksanaan kedua kegiatan ini dalam waktu yang bersamaan, sehingga perlu dipadukan waktunya dan beberapa kegiatan yang saling terkait.

Reuni Akbar Alumni Faperta Undana kali ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan antara lain Kunjungan dan ziarah ke senior alumni dan para pendiri Faperta Undana, penanaman anakan buah-buahan pada kebun alumni, Talkshow Dukungan Alumni Faperta untuk Kampus Merdeka-Merdeka Belajar, Selayang Pandang Faperta Undana, Slide Show Kegiatan Ikadana Faperta, Menyaksikan Tim Sepakbola  Faperta Undana bertanding, Jalan santai, senam dan games, pemeriksaan kesehatan gratis, Kunjungan lapangan ke UPT Lahan Kering Undana dan diakhir dengan malam kebersamaan/hiburan, api unggun dan kembang api.

Ketua Ikadana Faperta Nixon Balukh mengatakan bahwa Tahun ini Faperta Undana berusia 40 Tahun dan telah menghasilkan 4.659 Alumni yang berkiprah pada berbagai bidang dan institusi. Pada Kesempatan rapat pemantapan ini Ikadana Faperta menyerahkan dukungan anggaran pelaksanaan kegiatan kepada Panitia Reuni Alumni sebesar Rp.15.000.000,- dan Panitia Faperta Cup sebanyak Rp, 5.000.000,- ditambah dukungan sumbangan alumni dari beberapa kabupaten/kota sebanyak Rp. 5.000.000,-  Untuk itu Ketua Ikadana Faperta Nixon Balukh mengajak semua alumni dapat mengikuti/berpartispasi pada Reuni Akbar Kedua Faperta Undana sebagai ajang dari alumni, oleh alumni, untuk alumni dan Almamater. (**)

Pengiriman Perdana 1.000 Ton Jagung TJPS Pola Kemitraan NTT

NTT AKTUAL. TAMBOLAKA. Menjadi salah satu momentum penting bagi Kabupaten Sumba Barat Daya dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni pada Sabtu (21/05/2022) bertempat di Pelabuhan Waikelo Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi NTT berlangsung prosesi pengiriman perdana jagung hibrida varietas R7 Program Integrasi Pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Pola Kemitraan sebanyak 1.000 ton secara curah pada Kapal Motor Kalimas I.  Jagung ini dibeli oleh Offtaker TJPS Pola Kemitraan PT. Agro Investama untuk dikirim ke PT SREEYE Sewu Indonesia, Sidoarjo-Jawa Timur.

Pengiriman perdana jagung hibrida varietas R7 Program Integrasi Pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Pola Kemitraan sebanyak 1.000 ton secara curah pada Kapal Motor Kalimas I, bertempat di Pelabuhan Waikelo Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi NTT, Sabtu (21/05/2022). Dokumentasi : Sekretariat TJPS NTT

Pengiriman Perdana ini dilakukan oleh Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Kornelis Kodi Mete didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Nixon Balukh, SP, M.Si, Offtaker PT. Gama Agro Investama (GAI) Andung Triwenda, Sekda Kabupaten SBD, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten SBD beserta sejumlah pejabat Lingkup Pemerintah Kabupaten SBD, Bank NTT Cabang Tambolaka, para penyuluh, pendamping lapangan TJPS, KTNA, Petani dan kelompoktani, juga turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI Edward Tanur, SH.

Prosesi acara diawali dengan Doa dan dilanjutkan dengan Laporan dari Kepala Dinas Pertanian dan KP Kabupaten SBD Rofinus D. Kaleka, SP, melaporkan bahwa TJPS Pola Kemitraan di Kabupaten SBD sudah dimulai dari Musim Tanam  Oktober-Maret (MT. Okmar) 2021/2022 seluas 1.163 ha dan dilanjutkan pada Musim Tanam April-September (MT. Asep) 2022 seluas 726,5 ha. Panen mulai dilakukan pada Bulan maret dan akan berlanjut terus sejalan dengan waktu panennya. Hasil 1.000 ton ini merupakan sebagian dari hasil panen yang sudah dilakukan seluas 454 ha. Pada MT. Asep 2022  terus didorong arela penanaman TJPS Pola Kemitraan juga akan ditanam jagung hibrida melalui program pusat seluas  10.300 ha sekaligus mempersiapkan areal tanam dan petani atau wiarausahawan mandiri TJPS Pola Kemitraan MT. Okmar 2022/2023.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT yang diwakili oleh Kabid. Tanaman Pangan dan Hortikultura Nixon Balukh, SP, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat petani Kabupaten SBD atas hasil yang telah dicapai ini dengan harapan terus ditingkatkan melalui  kolaborasi bersama.

Lebih lanjut Nixon menyampaikan bahwa TJPS Pola Kemitraan merupakan exit program dari TJPS Pola Regular yang dilaksanakan melalui suatu ekosistem pembiayaan dengan melibatkan stakeholders terkait dengan tiga pilar utama yaitu Dinas Pertanian dan KP Provinsi dan Kabupaten NTT memfasilitasi aspek manajemen dan teknis, Perbankan memfasilitas permodalan usahatani melalui kredit KUR dan Non KUR dan atau Mikro Merdeka Bank NTT dan Offtaker memfasilitasi sarana produksi serta membeli hasil dari wirausahawan mandiri. Nixon juga menyampaikan bahwa ini sejarah pertama NTT dapat mengirim jagung secara curah, kalau kirim menggunakan kontainer itu sudah biasa dan  untuk Tahun 2022 TJPS Pola Kemitraan NTT ditargetkan seluas 105.000 ha pada 21 kabupaten selain Kota Kupang dan Kabupaten SBD ditargetkan seluas 11.200 ha.

Pada kesempatan ini Anggota Komis IV DPR RI Edward Tanur, SH yang juga turut hadir menyampaikan bahwa pada Periode ini di Komisi IV yang juga membidangi pertanian ada 3 anggota dari Provinsi NTT siap mendukung kebangkitan pertanian di NTT dan kabupaten SBD melalui bantuan alat dan mesin pertanian serta Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para petani.

Bupati Sumba Barat Daya Kornelis Kodi Mete dalam sambutannnya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT bersama jajarannya yang mendukung pengembangan jagung di Kabupaten SBD melalui TJPS Pola Kemitraan. Kabupaten SBD mempunyai potensi areal jagung yang dapat ditanam pada musim hujan dan juga memanfaatkan sumber-sumber air yang ada pada musim kering melalui bantuan pompa. Kita akan terus mendorong penanaman pada semua areal potensi jagung yang ada meskipun hama belalang sekarang lagi mengembara di tanaman jagung dan untuk itu Pemerintah Kabupaten SBD telah menetapkan serangan hama belalang ini sebagai bencana untuk dilakukan penanganan secara menyeluruh serta mengharapkan dukungan pemerintah provinsi NTT lebih lanjut.  Kornelis Kodi Mete juga menyampaikan bahwa ini baru 1.000 ton kita akan panen terus dan kirim lebih banyak lagi pada periode berikut 2.000 sampai 3.000 ton bahkan tahun depan kalau bisa puluhan ribu ton. Kornelis Kodi Mete juga menyampaikan terima kasih kepada PT. Gama Agro Investama, KTNA, para penyuluh pertanian dan masyarakat petani/kelompoktani sekaligus mengajak untuk terus dan terus menanam jagung berbasis TJPS Pola Kemitraan.

Pengiriman perdana Jagung hibrida R7 sebanyak 1.000 ton secara curah, ditandai dengan rombongan berada di atas kapal motor Kalimas I dan diawali dengan prosesi penutupan ruang penampung jagung, dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penyerahan sertifikat karantina. (*)

Sumber berita + foto : Sekretariat TJPS NTT

Ikatan Alumni Faperta Undana Serahkan Beasiswa Bantuan Kuliah Bagi 12 Mahasiswa Berprestasi

NTT AKTUAL KUPANG. Bertempat di Aula Kampus Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, hari ini Selasa 26 April 2022, Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (IKADANA FAPERTA) merupakan wadah organisasi bagi para Alumni Faperta, kembali menyerahkan Beasiswa/bantuan kuliah bagi 12 (dua belas) orang mahasiswa berprestasi dari program studi  Agroteknologi, Program Studi Agribisnis dan Program Studi Kehutanan serta bantuan dukungan operasional kegiatan ekstra untuk kampus Faperta Undana.

Ketua Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta)  Nixon Balukh, SP, M,Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Ikadana Faperta sebagai wadah profesi yang diharapkan dapat mengoptimalkan potensi alumni Fakultas Pertanian Undana dalam mendukung pemberdayaan alumni, mendukung pengembangan kampus dan juga mendukung pembangunan di daerah.

 

Lebih lanjut Nixon mengatakan bahwa Program/kegiatan Ikadana Faperta yang sudah berjalan antara lain (1) kuliah Umum dari alumni untuk kampus setiap bulan, (2) Pemberian beasiswa alumni bagi mahasiswa berprestasi dengan kemampuan ekonomi terbatas, (3) pembekalan kewirausahaan bagi wisudawan/alumni baru serta (4) pengabdian masyarakat/penyuluhan bersama alumni dan dosen, (5) Webinar Nasional Pengembangan Porang melalui Kultur Jaringan, (6) Pembekalan Mahasiswa Baru sebagai masyarakat Ilmiah, (7) Promosi/sosialisasi kampus Faperta Undana. di Adapun Tagline dari Ikadana Faperta adalah Dari Alumni, Oleh Alumni dan Untuk Faperta. Jumlah alumni sekarang tercatat sebanyak 4.432 alumni yang berasal dari 3 program Studi yaitu Agroteknologi, Agribisnis dan Kehutanan merupakan potensi yang terus digerakan untuk mendukung kampus dan pembangunan. Pemberian beasiswa tahun ini merupakan tahun yang kedua sebagai salah satu perwujudan dukungan alumni terhadap mahasiswa berprestasi untuk menyelesaikan studinya. Setiap penerima beasiswa dua tahun berturut menerima beasiswa Ikadana Faperta.

Penyerahan beasiswa dari Ikadana Faperta yang di terima 12 mahasiswa berprestasi Fakultas Pertanian UNDANA, Selasa (26/4/2022)

Dekan Fakultas Pertanian Undana Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Alumni merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kampus terutama dalam mendukung akreditasi kampus sekaligus juga berkolaborasi dengan kampus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah baik Provinsi maupun kabupaten/kota.

Muhhamad Nur menambahkan bahwa atas nama civitas akademik Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para alumni melalui wadah Ikadana Faperta dan mengharapkan agar Ikadana Faperta terus dapat berkolaborasi dengan Fakultas untuk melaksanakan berbagai program/kegiatan. Kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar dapat memanfaatkan beasiswa ini untuk mendukung aktivitas perkuliahannya serta menjadikan momentum ini sebagai pembelajaran agar nanti ketika kalian menjadi alumni,  disamping dapat berbuat sesuatu bagi masyarakat dan pembangunan juga dapat berbuat sesuatu bagi kampus/almamater seperti apa yang dilakukan oleh kakak/senior kalian saat ini bagi kalian sekaligus harus siap menerima estafet sebagai generasi penerus penggerak Ikadana Faperta. (*)

IKADANA FAPERTA Laksanakan Webinar Nasional “Pengembangan Kultur Jaringan dan Sertifikasi Benih Porang”

NTT AKTUAL. KUPANG. Ikatan Alumni Universias Nusa Cendana Fakultas Pertanian (IKADANA FAPERTA), bersama Fakultas Pertanian Undana serta V & M Biotechnology, melaksanakan Webinar Nasional dengan Tema “Dari NTT untuk Indonesia”, pada Senin (30/8/2021).

Kegiatan ini diawali prolog yang disampaikan oleh moderator Pauline Nugraheni, SP dan dilanjutkan dengan Welcome Speech yang disampaikan oleh Ketua IKADANA FAPERTA, Nixon Balukh, SP, M.Si.

Dalam sambutannya Nixon Balukh menyampaikan selamat datang dan selamat mengikuti Webinar Nasional dari NTT untuk Indonesia kepada para peserta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan porang sebagai salah satu komoditas prioritas nasional dan provinsi NTT khususnya dari aspek perbenihan dan pengembangan benih melalui kultur jaringan yang merupakan salah satu metode perbanyakan benih dalam lingkungan yang terkendali (secara in vitro) dan aseptik sehingga tanaman tersebut dapat berkembang dan lebih banyak jumlahnya.

Lebih lanjut dikatakan Nixon bahwa untuk menjamin agar mutu benih porang yang diproduksi dan diedarkan maka perlu dilakukan sertifikasi. Dengan demikian dapat mendukung ketersediaan benih porang pada tingkat wilayah dan tingkat nasional menuju mandiri benih.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan sekaligus mendorong peran serta para mahasiswa untuk lebih aktif dan partisipatif dalam mengembangkan dirinya sekaligus berkontribusi pada pembangunan. Diharapkan kolaborasi pelaksanaan kegiatan ini akan berlanjut baik dalam bentuk kegiatan yang sama atau kegiatan lainnya, tandasnya.

Dekan Fakultas Pertanian Undana (Dr. Ir. Damianus Adar, MEc) dalam opening Speech menyampaikan pelaksanaan Webinar nasional ini merupakan perwujudan kolaborasi antar lembaga sekaligus untuk mendukung pengembangan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar bagi para mahasiswa serta mendukung pengembangan karakter Kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

Lebih lanjut Damianus Adar menyampaikan bahwa pengembangan porang sebagai salah satu komoditas prioritas diharapkan juga dapat sebagai pemicu peningkatan pendapatan masyarakat khususnya di Provinsi NTT bagi petani lahan kering. Pada sisi lain juga dapat mendukung penurunan angka kemiskinan.

Selain itu Damianus adar juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Webinar nasional ini dan mengharapkan adanya kegiatan-kegiatan kolaborasi selanjutnya.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, dan kemudt dilanjutkan dengan pemaparan materi secara panen oleh 7 (tujuh) mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta yang merupakan binaan Pak Pranowo dari Laboratorium V & M Biotchnology yaitu Reva Bimo Nugroho, Cindekia Purba Wisesa, Ahmad Qomaruzzaman, Aulia Dwi Chandra, Dinda Amelia Gumay, Seyfa Salshabila Agustin dan Syarini Dwi Lukmana, secara khusus membahas tentang pengembangan kultur jaringan, dan dilanjutkan pemaparan oleh Emmanuel Richardo, SP (Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda-NTT) terkait dengan sertifikasi benih porang.

Webinar ini dilanjutkan dengan diskusi antara para peserta dengan nara sumber baik pada aspek pengembangan kultur jaringan maupun aspek sertifikasi benih.

Untuk diketahui beberapa poin kesimpulan dari Webinar ini antara lain :

(1) Pengembangan porang dari aspek perbenihan melalui kultur jaringan perlu terus dikembangkan pada berbagai daerah dalam mendukung ketersediaan benih porang,

(2) Cara perbanyakan tanaman/benih/bibit melalui kultur jaringan dapat mendukung dan atau mengatasi kelangkaan benih porang,

(3) Sertifikasi benih porang perlu dilakukan untuk menjamin kebenaran benih dan mutu benih mulai dari proses produksi sampai dengan benih siap diedarkan,

(4) sertifikasi benih porang dapat dilakukan melalui sertifikasi benih baku, pemurnian benih dan dan benih lokal.

Kegiatan ini ditutup oleh Nixon Balukh, SP, M.Si selaku ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, dengan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan webinar nasional ini. Harapannya akan berlanjut pada kolaborasi kegiatan-kegiatan lainnya. (***)

Badan Pengurus IKADANA FAPERTA Kabupaten Belu Dikukuhkan

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Faperta Undana) bersama Ketua Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana-Faperta) melantik/mengukuhkan Badan Pengurus Ikadana Faperta Kabupaten Belu pada Sabtu (26 /06/2021).

Dekan Fakultas Pertanian Undana, Damianus Adar dalam sambutannya mengatakan bahwa Alumni merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kampus terutama dalam mendukung akreditasi kampus sekaligus juga berkolaborasi dengan kampus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah baik Provinsi maupun kabupaten/kota.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa untuk lebih mewujud nyatakan kehadiran dan peran alumni Faperta Undana pada 22 Kabupaten/Kota se-NTT maka perlu dibentuk Badan Pengurus Ikadana Faperta.

“Hari ini kita lakukan pelantikan/pengukuhan di Belu dan ini merupakan Kabupaten yang ketiga setelah Kabupaten Ende dan Kabupaten Sumba Tengah yang sudah terbentuk,” tutur Damianus.

Dirinya mengharapkan kehadiran Alumni Fakultas Pertanian Undana melalui wadah Ikadana Faperta akan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu.

Pada kesempatan yang sama Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana Faperta Undana) Provinsi NTT, Nixon Balukh dalam sambutannya mengatakan bahwa Tahun ini kami diberi target oleh Fakultas untuk memediasi pembetukan Badan Pengurus Ikadana Faperta minimal di 6 Kabupaten.

Dekan Fakultas Pertanian Undana Damianus Adar dan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana Faperta Undana) Provinsi NTT, Nixon Balukh (tengah) saat foto bersama dengan Badan Pengurus Ikadana Faperta Undana Kabupaten Belu pada Sabtu (26/06/2021). Dokumentasi : Istimewa.

“Bagi kami target ini akan dapat kami capai bahkan bisa lebih. Setelah pelantikan/pengukuhan Badan Pengurus Ikadana Faperta Kabupaten Belu, akan dilanjutkan dengan pelantikan/pengukuhan di Kabupaten Sumba Timur tanggal 1 Juli 2021 dan di Kabupaten Sumba Barat tanggal 2 Juli 2021, juga sedang dipersiapkan di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Kabupaten Lembata, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTS dan Kabupaten TTU, sedangkan Kabupaten lain akan dikomunikasikan lebih lanjut proses pembentukannya,” kata Nixon.

Adapun Tagline dari Ikadana Faperta adalah Dari Alumni, Oleh Alumni dan Untuk Faperta, dengan jumlah alumni sekarang tercatat sebanyak 4.220 alumni yang berasal dari 3 program Studi yaitu Agroteknologi, Agribisnis dan Kehutanan, jelas Nixon.

Ketua Ikadana Faperta  Undana Kabupaten Belu, Arther Rinmalae mengatakan bahwa dengan terbentuknya Badan Pengurus  Ikadana Faperta Kabupaten Belu maka akan menjadi wadah bagi seluruh Alumni Fakultas Pertanian Undana yang berada di Kabupaten Belu untuk dapat membangun database alumni, pemberdayaan alumni, mendorong kemandirian alumni, mendukung peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus juga mendukung pembangunan di Kabupaten Belu.

“Kami berterima kasih kepada Dekan Fakultas Pertanian Undana dan Ketua Ikadana Faperta Provinsi NTT yang telah berkoordinasi dengan alumni yang berada di Kabupaten Belu memfasilitasi pembentukan Ikadana Faperta Kabupaten Belu,” ujarnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Alumni FAPERTA UNDANA Gelar Penyuluhan di Kecamatan Amfoang Selatan

NTT AKTUAL. OELAMASI. Alumni Fakultas Pertanian (Faperta) bersama Dosen Fakultas Pertanian  Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melaksanakan pengabdian masyarakat bersama melalui kegiatan penyuluhan di Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang pada Sabtu (12/06/2021).

Alumni Fakultas Pertanian (Faperta) bersama Dosen Fakultas Pertanian  Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang foto bersama petani yang berada di Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang pada Sabtu (12/06/2021). Dokumentasi : Istimewa

Menurut Dekan Fakultas Pertanian Undana, Damianus Adar bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan perwujudan dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi dimana civitas akademik dapat mengiplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan Damianus Adat bahwa Alumni merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kampus terutama dalam mendukung akreditasi kampus sekaligus juga berkolaborasi dengan kampus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Pada kesempatan yang sama Ketua Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta)  Nixon Balukh mengatakan bahwa Kolaborasi alumni dan dan civitas akademik ini merupakan perwujudan perjanjian kerjasama alumni dan kampus untuk bersama melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan penyuluhan bersama. Ini langkah awal yang baik dan Kecamatan amfoang selatan dipilih karena merupakan salah satu pelaksana program Pemerintah Provinsi NTT Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Pada Kegiatan penyuluhan kali ini Fokus materi nya yaitu meliputi “Untuk Meningkatkan Pengetahuan Petani Dalam Budidaya Jagung” yang dibawakan oleh Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Undana Anto Ndiwa, Materi lainnya adalah “Meningkatkan Kapasitas  dan Dinamika Kelompok Tani yang dibawakan oleh Dosen Faperta Undana, Niko Serman dan Meteri berikutnya yakni “Mempersiapkan Petani Menjadi Penangkar Benih Jagung” yang dibawakan oleh alumni Faperta Undana, Eric Ricardo.

Kegiatan ini akan berlanjut pada pada lokasi lain bisa fokus materi penyuluhan yang sama bisa juga berbeda tergantung kebutuhan masyarakat.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Amfoang Selatan Siprianus Egong mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu kesiapan petani/kelompok tani pelaksana program TJPS. Pada Musim tanam april-september di Amfoang Selatan akan ditanam jagung seluas 32 Ha dan 4 Ha merupakan areal penangkaran benih pada 3 desa yaitu Desa Lelogama, Desa Leloboko dan Desa Fatumetan. Jadi kegiatan penyuluhan ini dilakukan kepada petani/kelompok tani pelaksana pada 3 desa. Terima kasih kepada Ikadana Faperta dan Fakultas Pertanian Undana yang telah melakukan kegiatan penyuluhan ini. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Panen Benih Bawang Merah di Desa Sumlili

NTT AKTUAL. OELAMASI. Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Lecky Koli, STP, M.Si didampingi Kepala UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi NTT Nixon Balukh, SP, M.Si dan Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Ir. Steven Lay, MM beserta para pejabat dari Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Penyulu Pertanian dan Pengawas Benih Tanaman, melakukan kegiatan panen benih bawang merah seluas 9 Ha varietas Super Philip dan Bima-Brebes pada lahan swadaya milik petani Velky Dethan, Kamis (27/05/2021).

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Koli, STP, M.Si mengatakan bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTT dan untuk pengembangannya baik melalui dukungan pemerintah maupun dengan mendorong lahan-lahan potensial petani secara swadaya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Koli, STP, M.Si bersama Kepala UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi NTT Nixon Balukh, SP, M.Si dan rombongan saat melakukan melakukan kegiatan panen benih bawang merah seluas 9 Ha varietas Super Philip dan Bima-Brebes pada lahan swadaya milik petani Velky Dethan, Kamis (27/05/2021). Dokumentasi : Istimewa

“Oleh karena itu kegiatan panen hari ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sekaligus mendorong masyarakat petani yang berusaha bawang merah agar tetap terus meningkatkan luas areal tanam, produktivitas dan produksi bawang merah guna memenuhi kebutuhan konsumsi dan juga kebutuhan benih di NTT menuju NTT mandiri benih bawang merah,” ujar Lecky.

Dikesempatan yang sama Kepala UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi NTT Nixon Balukh, SP, M.Si mengatakan kegiatan pengembangan, pengawasan dan sertifikasi benih bawang merah pada musim tanam April – September dilakukan untuk mendukung ketersediaan benih bawang merah musim tanam Oktober – Maret.

“Dan sebaliknya Kegiatan penanaman di musim tanam Oktober – Maret nanti untuk kebutuhan konsumsi juga untuk penyediaan benih musim tanam April – September,” tutup Nixon. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata