Arsip Tag: Kupang

Tahapan Hacksprint Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Tahapan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Kota Kupang terus berlanjut. Berangkat dari rangkaian roadshow di bulan Agustus, kini Gerakan Nasional 1000 Startup Digital telah sampai ke tahapan Hacksprint. Tahapan Hacksprint merupakan tahapan ketiga dari rangkaian Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Di tahapan Hacksprint ini, para peserta yang telah memiliki ide startup akan mengikuti pelatihan dan bimbingan para fasilitator untuk memvalidasi ide startup, mengembangkan strategi bisnis, sampai merancang suatu produk digital yang memiliki daya jual.

Tahapan Hacksprint di Kota Kupang, dilaksanakan oleh Regional Officer Kupang, Peniel Sibero dan Jacobus Loloin yang giat menyuarakan kegiatan ini di seluruh penjuru NTT. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta yang telah menyelesaikan tahapan workshop selama bulan Oktober. Berbekal ilmu dari workshop, para peserta kemudian membentuk timnya masing-masing. Tim-tim startup yang telah terbentuk ini di antaranya adalah Betablanja, BetaCari.id, DINEGO, ecopreneur.id, GoWisata dan Jasaku NTT. Sementara para fasilitator yang dilibatkan tahun ini adalah fasilitator terpilih yang berasal dari berbagai institusi. Di antaranya adalah Zet Baitanu – Kepala Lab Prodi Pendidikan Teknik Elektro Undana, Norman Peni dan Petrus Moensaku – Alumni 1000 Startup Digital, Maraden Arnoldus dari LP3I College Kupang, Vivi Wenji dan Hilda Langko dari Trinity Academia, Darsono Nababan dan Willy Sucipto – Dosen Unimor, Rambu Indah – Dosen Unkriswina Sumba dan Yohanes Payong – Dosen STIKOM Uyelindo Kupang.

Kegiatan Hacksprint ini akan berjalan selama dua hari di tanggal 20 November 2021 dan 27 November 2021 dan akan berlangsung secara hybrid, di mana para peserta yang berasal dari berbagai daerah di NTT, bergabung secara daring melalui platform Zoom Meeting dan Miro sementara beberapa fasilitator yang berdomisili di Kota Kupang, melaksanakan kegiatan berkumpul dan melakukan facilitating dari Hotel Kristal. Sesi Hacksprint kali ini berfokus pada Problem Validation dan MVP (minimum viable product) building, diharapkan para peserta dapat menemukan permasalahan yang valid untuk diselesaikan dan membuat sebuah produk sederhana yang siap untuk diuji ke market.

“Peserta tahun ini lebih antusias dan lebih siap daripada tahun lalu karena mereka merupakan hasil penjaringan yang telah mengikuti seluruh tahapan kegiatan sebelumnya. Untuk kegiatan tahun ini juga, kami mendapatkan titipan 2 tim startup dari Papua.” kata RO Kupang, Jack Loloin saat ditanya pendapatnya mengenai kegiatan hacksprint tahun ini. RO Kupang juga berharap dari tahapan hacksprint ini ada lebih dari satu tim startup yang lolos ke tahapan bootcamp, incubation dan final yaitu demo day dan bersaing di tingkat nasional. (*)

GAMKI dan GMKI Melalui Polri Membagikan Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19 di Lokasi Vaksin Merdeka

NTT AKTUAL. KUPANG. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang melalui POLRI membagikan sembako bagi warga kota Kupang yang terdampak pandemic covid-19 di lokasi pelaksanaan vaksin merdeka pada Kamis (23/9/2021) di kampus IAKN Kupang.

Selain kegiatan vaksin merdeka juga dilaksanakan pembagian sembako untuk meringankan kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan kemanusiaan ini dimulai ketika masyarakat yang sudah selesai mengikuti vaksin merdeka langsung diarahkan oleh panitia untuk mendapatkan sembako yang sudah disediakan oleh Panitia.

Yan Piter Lilo selaku PIC GAMKI di NTT berharap sembako seadanya yang diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Dampak pandemic covid-19 sangat luar biasa di rasakan oleh masyarakat dan bantuan apapun yang diberikan pastinya sangat bermanfaat, saya berterima kasih untuk Kepolisian yang sudah memberikan setengah ton beras bagi warga untuk keberlangsungan hidup mereka di masa sulit ini,” ungkap Yan.

Eduard Nautu selaku Ketua Cabang GMKI Kupang berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut.

“Kegiatan kemanusiaan seperti ini sangat bermanfaat sehingga kerja sama yang baik antara POLRI serta GAMKI dan GMKI bisa terus dilaksanakan karena bermanfaat besar bagi masyarakat,” harap Eduard.

Ibu Mariana Rangga sebagai Salah satu penerima bantuan sembako berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada POLRI, pengurus GAMKI dan GMKI yang memberikan bantuan sembako ini, bantuan sembako ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Ibu Mariana.

Antusiasme warga di sekitar kampus ikut dalam vaksin merdeka cukup banyak, dan harapan mereka melalui panitia dan kepolisian tetap mengawal semua aktivitas vaksin berjalan lancar dan sumbangan sembako untuk penerima manfaat tetap ada. (*)

Sinergi Lindungi Negeri, Kepala Karantina Pertanian Kupang Kunjungi Mako Brigade Infanteri 21/Komodo Batalyon Infanteri 743/PSY

NTT AKTUAL. KUPANG. Panjangnya garis perbatasan darat Indonesia- Timor Leste dengan kondisi topografi yang bervariasi seperti hutan belantara, bukit, pegunungan dan lembah serta lautan tentunya sangat menyulitkan bagi petugas Karantina untuk melakukan pengawasan lalulintas Media Pembawa HPHK/OPTK ataupun penyelundupan komoditi pertanian lainnya.

Selain itu wilayah kerja yang terdiri dari banyaknya pulau – pulau yang menghubungkan antar daerah juga memiliki ancaman tersendiri terhadap potensi penyebaran HPHK/OPTK.  Masih terdapat pulau-pulau yang berada di Provinsi NTT yang dinyatakan bebas dari beberapa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK)/Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) – (HPHK/OPTK).

Bertempat di Mako Brigade Infanteri 21/Komodo Batalyon Infanteri  743/PSY, Selasa (31/8/2021), Kepala Karantina Pertanian Kupang bersama Subkoord Wasdak di sambut baik oleh Komandan Batalyon Letkol Inf Andi Lulianto berserta jajarannya.  Kunjungan koordonasi ini dalam rangka penguatan sinergitas dan kerjasama antara Badan Karantina Pertanian dengan TNI-AD.

Batalyon Infanteri 743/PSY yang bermarkas di Benteng-Kota Kupang merupakan satuan tugas yang nantinya akan beroperasi menjadi Satgas Pamtas (Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan) di Perbatasan RI-RDTL pada pergantian penugasan sekitar bulan November 2021 kedepan.

“Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kunjungan koordinasi ini, semangat membangun sinergitas dengan Karantina Pertanian akan kami tindak lanjuti dalam berbagai program kerjasama khususnya dalam pengawasan di wilayah perbatasan RI-RDTL nantinya” ungkap Letkol Inf. Andi Lulianto.

Lebih lanjut Letkok Inf. Andi Lulianto menyampaikan bahwa Satgas Pamtas Yonif 743/PSY secara normatif akan bertugas di perbatasan RI-RDTL pada sekitar bulan November 2021 nanti menggantikan Satgas Pamtas 742/SWY. Langkah koordinatif dengan Karantina Pertanian tentunya sangat diperlukan sebagai langkah awal untuk memperkuat sinergitas pada saat penugasan yang berhubungan dengan peyelenggaraan perkarantinaan.

Kepala Karantina Pertanian Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar mengemukakan bahwa koordinasi ini merupakan gerak cepat untuk membangun sinergitas, kolaborasi dan kerjasama dengan TNI-AD. Sejauh ini hubungan kerjasama dengan Satgas Pamtas sudah berjalan sangat baik, namun berbagai upaya-upaya terobosan bentuk kerjasama akan terus kita galakkan.

“Sebagaimana diketahui bahwa adanya keterbatasan personil SDM Karantina Pertanian khususnya di wilayah perbatasan RI-RDTL sehingga sangat diperlukan dukungan teknis dan nonteknis dari berbagai pihak terkait menjadi hal yang sangat penting. Sejauh ini kerjasama dengan Satgas Pamtas berupa operasi patuh karantina di wilayah perbatasan akan terus kita tingkatkan” ungkap Drh. Yulius Umbu Hunggar. (***)

Sumber berita + foto : Humas Karantina Pertanian Kupang 

IKADANA FAPERTA Laksanakan Webinar Nasional “Pengembangan Kultur Jaringan dan Sertifikasi Benih Porang”

NTT AKTUAL. KUPANG. Ikatan Alumni Universias Nusa Cendana Fakultas Pertanian (IKADANA FAPERTA), bersama Fakultas Pertanian Undana serta V & M Biotechnology, melaksanakan Webinar Nasional dengan Tema “Dari NTT untuk Indonesia”, pada Senin (30/8/2021).

Kegiatan ini diawali prolog yang disampaikan oleh moderator Pauline Nugraheni, SP dan dilanjutkan dengan Welcome Speech yang disampaikan oleh Ketua IKADANA FAPERTA, Nixon Balukh, SP, M.Si.

Dalam sambutannya Nixon Balukh menyampaikan selamat datang dan selamat mengikuti Webinar Nasional dari NTT untuk Indonesia kepada para peserta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan porang sebagai salah satu komoditas prioritas nasional dan provinsi NTT khususnya dari aspek perbenihan dan pengembangan benih melalui kultur jaringan yang merupakan salah satu metode perbanyakan benih dalam lingkungan yang terkendali (secara in vitro) dan aseptik sehingga tanaman tersebut dapat berkembang dan lebih banyak jumlahnya.

Lebih lanjut dikatakan Nixon bahwa untuk menjamin agar mutu benih porang yang diproduksi dan diedarkan maka perlu dilakukan sertifikasi. Dengan demikian dapat mendukung ketersediaan benih porang pada tingkat wilayah dan tingkat nasional menuju mandiri benih.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan sekaligus mendorong peran serta para mahasiswa untuk lebih aktif dan partisipatif dalam mengembangkan dirinya sekaligus berkontribusi pada pembangunan. Diharapkan kolaborasi pelaksanaan kegiatan ini akan berlanjut baik dalam bentuk kegiatan yang sama atau kegiatan lainnya, tandasnya.

Dekan Fakultas Pertanian Undana (Dr. Ir. Damianus Adar, MEc) dalam opening Speech menyampaikan pelaksanaan Webinar nasional ini merupakan perwujudan kolaborasi antar lembaga sekaligus untuk mendukung pengembangan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar bagi para mahasiswa serta mendukung pengembangan karakter Kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

Lebih lanjut Damianus Adar menyampaikan bahwa pengembangan porang sebagai salah satu komoditas prioritas diharapkan juga dapat sebagai pemicu peningkatan pendapatan masyarakat khususnya di Provinsi NTT bagi petani lahan kering. Pada sisi lain juga dapat mendukung penurunan angka kemiskinan.

Selain itu Damianus adar juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Webinar nasional ini dan mengharapkan adanya kegiatan-kegiatan kolaborasi selanjutnya.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, dan kemudt dilanjutkan dengan pemaparan materi secara panen oleh 7 (tujuh) mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta yang merupakan binaan Pak Pranowo dari Laboratorium V & M Biotchnology yaitu Reva Bimo Nugroho, Cindekia Purba Wisesa, Ahmad Qomaruzzaman, Aulia Dwi Chandra, Dinda Amelia Gumay, Seyfa Salshabila Agustin dan Syarini Dwi Lukmana, secara khusus membahas tentang pengembangan kultur jaringan, dan dilanjutkan pemaparan oleh Emmanuel Richardo, SP (Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda-NTT) terkait dengan sertifikasi benih porang.

Webinar ini dilanjutkan dengan diskusi antara para peserta dengan nara sumber baik pada aspek pengembangan kultur jaringan maupun aspek sertifikasi benih.

Untuk diketahui beberapa poin kesimpulan dari Webinar ini antara lain :

(1) Pengembangan porang dari aspek perbenihan melalui kultur jaringan perlu terus dikembangkan pada berbagai daerah dalam mendukung ketersediaan benih porang,

(2) Cara perbanyakan tanaman/benih/bibit melalui kultur jaringan dapat mendukung dan atau mengatasi kelangkaan benih porang,

(3) Sertifikasi benih porang perlu dilakukan untuk menjamin kebenaran benih dan mutu benih mulai dari proses produksi sampai dengan benih siap diedarkan,

(4) sertifikasi benih porang dapat dilakukan melalui sertifikasi benih baku, pemurnian benih dan dan benih lokal.

Kegiatan ini ditutup oleh Nixon Balukh, SP, M.Si selaku ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, dengan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan webinar nasional ini. Harapannya akan berlanjut pada kolaborasi kegiatan-kegiatan lainnya. (***)

Korem 161/Wira Sakti Gelar Vaksinasi Usia 12-17 Tahun di Asten TNI-AD Kuanino

NTT AKTUAL. KUPANG. Pertama kali digelar di Asrama TNI-AD Kuanino ini, anak berusia 12 tahun hingga 17 tahun disuntik Vaksin Covid-19. Penyuntikan Vaksin itu digelar di Aula Denhub Rem 161/Wira Sakti Jln. Sapta Marga No 8, Sabtu (10/7/2021).

Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M., saat memberikan pengarahan kepada peserta Vaksinasi yang usia 12-17 tahun menyampaikan, “Hari ini Sabtu,10 Juli 2021 Korem 161/Wira Sakti bersama Denkesyah 09-04-01/Kupang mengadakan Vaksinasi untuk Keluarga Besar TNI khususnya anak-anak TNI yang berumur 12 s/d 17 tahun. Bagi yang berumur diatas 17 tahun seperti orang Dewasa dan Lansia sudah dilakukan dari kemarin-kemarinnya.”

“Dalam hal ini juga Danrem menyampaikan serta menghimbau kepada anak-anak yang mengikuti Vaksin agar sehabis di Vaksin tetap menjaga pola hidup sehat, misalnya ; istirahat yang cukup, makan yang bergizi dan banyak protein dikarenakan imun tubuh akan terbentuk 2 minggu setelah di Vaksin. Jadi di harapkan setelah Vaksin pertama jangan melakukan hal-hal yang berat seperti ber-diet, merokok, minum alkohol dan olahraga yang berlebihan/berat. Dalam kesempatan ini juga Danrem mengingatkan kepada semua masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan 3M ; mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan” ujarnya.

Komandan Korem 161/Wira Sakti melaksanakan peninjauan di tiap-tiap meja dan berbincang-bincang dengan peserta Vaksin didampingi oleh Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti, para Kasi Kasrem dan Dandenkesyah 09-04-01/Kupang.

Ditempat yang sama juga, Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana Ny. Betsy Jems Ratu Edo menyampaikan “Vaksinasi ini adalah untuk anak yang berusia 12-17 tahun, jadi kami Persit sendiri mengajak ibu-ibu anggota kami yang mempunyai anak usia antara 12-17 tahun untuk datang bersama-sama di Vaksin karena kita tahu semua Vaksin ini sangat bagus untuk kita dan anak-anak kita supaya terhidar dari bahaya Covid-19 ini” ungkapnya.

Komandan Korem 161/Wira Sakti memberikan keterangan pers kepada Penerangan Korem 161/Wira Sakti, “Kita dari Pimpinan dan juga Dinkes Prov. NTT sudah mulai mengeluarkan Surat Edaran dari Kementerian untuk anak-anak yang berumur 12 s/d 17 tahun silakan melaksanakan Vaksin. Dikarenakan dari Mabes TNI mendapatkan Vaksin yang dikhususkan untuk anak-anak TNI, sehingga hari ini dilaksanakan di Asten Kuanino. Ternyata antusias anak-anak di Asten banyak juga yang awalnya disediakan sebanyak 10 vial 100 sampel ternyata kurang. Saya sempatkan menanyakan cadangan Vaksinnya kepada Dandenkesyah, ternyata ada cadangannya untuk Vaksin ke-dua nantinya. Mudah-mudahan setiap hari ada dukungan terus mengingat anak-anak rentan terhadap Virus bahkan Wilayah NTT sudah 500 sampai 600 tiap harinya. Sedangkan Vaksin anak-anak bagi masyarakat sipil akan dilaksanakan secara bertahap, sekarang dipusatkan buat anak-anak Keluarga Besar TNI dulu” pungkasnya.

Danrem berharap, agar anak-anak juga selalu menerapkan protokol kesehatan dalam akitivitas sehari-hari. “Jangan lupa selalu menerapkan 3M ; mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kol Inf Jemz Andre Ratu Edo, para Kasi Kasrem 161/Wira Sakti, Dandenkesyah 09-04-01/Kupang, Wakil Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX /Udayana. (*)

Sumber berita + foto : Penrem161/WS

Komandan Korem 161/WS Berkunjung ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M kembali melaksanakan kunjungan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT dalam rangka bersilaturahmi. Pada kesempatan kali ini, Komandan Korem 161/WS berkunjung ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT didampingi oleh Kasi Ops Kasrem 161/Wira Sakti dan Dandenkesyah 09-04-01/Kupang.

Kunjungan tersebut disambut oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil NTT Bapak Samuel Halundika bersama seluruh pegawai Dinkes Provinsi NTT yang bertempat di Aula Dinas Kesehatan Provinsi NTT di Jln. Palapa No. 22 Kota Kupang, Senin (05/07/2021).

Tujuan dari kunjungan Komandan Korem 161/Wira Sakti tersebut antara lain membahas mengenai perkembangan situasi di Wilayah NTT kaitan dengan pelayanan Vaksin serta penanganan Covid-19 di Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT menyambut baik kedatangan Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmoko, S.I.P., M.M. berserta rombongan yang disambut oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bapak Samuel Halundika beserta Pegawai Dinkes Provinsi NTT.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT Bapak Samuel Halundika menyampaikan “hari ini kita merasa berbahagia dan berbangga karena ada kunjungan mendadak dari bapak Danrem 161/Wira Sakti yang ingin mengetahui bagaimana kondisi kesiapan kita dalam penanganan Covid-19 di NTT. Saat ini semakin hari semakin meningkat, kemudian juga mau mengetahui bagaimana integrasi penanganan Covid-19 ini, baik dari pihak-pihak Pemerintah Provinsi NTT maupun bersama TNI AD dimulai dari Babinsa sampai ke Tingkat Kabupaten serta para Komandan Kodim,” ungkapnya.

“Saat ini situasi memang ada perkembangan yang sedikit berbeda sehingga Danrem hadir di sini untuk itu mau mengetahui kira-kira integrasi dan sinergitas seperti apa sehingga kita bisa mengetahui hambatan apa yang terjadi di lapangan. Ijin Pak Danrem, yang hadir di ruangan ini ada juga Kabid SDM, Kabid Yankes dan Kabid P2P untuk itu kami mendengar arahan dari Bapak Danrem,” tuturnya.

Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo menyampaikan pada saat arahannya “situasi pademi Covid-19 mulai tanggal 3 Juli sampai dengan tanggal 20 Juli, Pemerintah Pusat melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kita di NTT ini kelihatan landai-landai saja pada hal Covid-19 di NTT ini meningkat sampai hari ini sudah mencapai 1.000_an orang yang terpapar ini kenapa? Saya sudah sampaikan kepada para Dandim saya supaya betul-betul Prokes, tracing kalau ada yg datang naik kapal laut segera lakukan rapid dan ini harus kerjasama antar Forkompinda. Daerah ini sudah luar biasa sehingga para Bupati sudah mengeluarkan aturan-aturan Prokes. Namun di Provinsi ini landai-landai saja, saya mengikuti tiap hari laporan dari wilayah sampai ke Provinsi itu antara terpapar Covid-19, meninggal, sembuh dan yang di Rumah Sakit itu kadang-kadang berbeda. Untuk itu mari kita sama-sama bekerja supaya data itu riil. Untuk Bapak/Ibu sekalian mari kita mengelola masyarakat kita supaya Covid-19 itu turun,” ungkapnya.

Komandan Korem beserta Sekretaris, Kabid SDM, Kabid Yankes dan Kabid P2P melanjutkan diskusi ditempat yang sama untuk membahas dan menyamakan kaitan dengan lonjakan Covid-19 dan menuntaskan Vaksinasi yang sedang berjalan.

Komandan Korem 161/Wira Sakti selesai melaksanakan diskusi memberikan keterangan Pers kepada Penerangan Korem 161/Wira Sakti bahwa tujuan berkunjung ke Dinas Kesehatan ini untuk berkolaborasi menghadapi lonjakan Covid-19 di NTT khususnya, “jadi kita sekarang berkoordinasi bagaimana pencegahannya dengan adanya lonjakan Covid-19 yang semakin meningkat dan fasilitas kesehatannya yang sudah tersedia bagaimana. Apabila nanti lonjakan itu terus meningkat kita tidak binggung. Harapan kita jangan sampai melonjak, untuk itu kita tingkatkan protokol kesehatan dan edukasi atau memberikan sosialisasi kepada masyarakat, seperti contoh dalam hal memakai masker, bagi yang pakai maskernya belum benar kita harus ingatkan, yang sering berkumpul bergerombolan, kita harus sama-sama ingatkan mereka. Kami dari Korem siap membantu untuk kepentingan kita bersama,” ungkap Komandan Korem.

Turut mendampingi Komandan Korem 161/Wira Sakti, Kasi Ops Kasrem 161/WS Letkol Inf Horas Sitinjak dan Dandenkesyah 09-04-01/Kupang Letkol Ckm dr. Agus Saptiady, Sp. An.,(*)

Sumber berita + foto : Penrem 161/WS

Kodim 1604/Kupang Gelar Coffe Night Dengan Insan Pers

NTT AKTUAL. KUPANG. Kodim 1604/Kupang melaksanakan kegiatan Coffe Night bersama insan pers bertempat di Kodim 1604/Kupang, Senin (28/06/2021) malam.

Dalam kegiatan ini dihadiri Danunit Intel 1604/Kupang Kpt. Inf Nerson F. Baitanu, staf Intel Kodim 1604/Kupang dan Insan Pers dari Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Pada kesempatan ini Danunit Intel 1604/Kupang, Kpt. Inf. Nerson F. Baitanu mengatakan pada intinya tujuan di selenggarakan nya Coffe Night ini untuk lebih saling menjalin koordinasi dengan insan pers yang ada di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Tujuan dari kegiatan Coffe Night ini yaitu untuk lebih mengenal antar aparat Kodim 1604/Kupang dengan insan pers yang ada Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, agar apabila ada kegiatan di lapangan kita sudah terlebih dahulu mengenal satu sama lain,” ujar Danunit Intel.

Danunit Intel 1604/Kupang, Kpt. Inf. Nerson F. Baitanu (Kanan depan) saat berbincang-bincang dengan Insan Pers dalam kegiatan Coffe Night yang berlangsung di Kodim 1604/Kupang, Senin (28/06/2021) malam. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL.

Selain itu diharapkan pula dengan adanya kegiatan Coffe Night ini aparat Kodim 1604/Kupang dapat saling bertukar informasi, lanjutnya.

Pada kesempatan ini Danunit Intel juga sempat menjelaskan terkait pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 111 Kodim 1604/Kupang yang saat ini sedang dilakukan di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang.

“Masyarakat sangat merespon positif dan mengapresiasi kegiatan TMMD ke 111 Kodim 1604/Kupang serta masyarakat juga berterima kasih dengan TNI. Dalam hal ini masyarakat juga mengharapkan Kegiatan TMMD bisa terus dilakukan karena kegiatan ini memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat,” kata Danunit Intel.

Dalam pelaksanaan TMMD ini Kodim 1604/Kupang juga melaksanakan sosialisasi/penyuluhan rekrutmen Prajurit TNI-AD kepada orang tua yang ada di wilayah lokasi TMMD yang terletak di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang.

Dalam hal ini Danunit Intel menegaskan bahwa dalam rekrutmen Prajurit TNI-AD tidak ada pembayaran apapun.

“Dan apabila ada yang bilang bayar 5 juta atau sampai 10 juta lapor ke saya dan akan saya tindak dengan tegas karena tidak pernah di pungut biaya apapun untuk menjadi TNI,” tegas Danunit Intel.

Dalam sosialisasi/penyuluhan rekrutmen Prajurit TNI-AD informasi yang diberikan adalah meliputi tinggi minimal calon Prajurit, usia maksimal nya, tambahnya.

“Informasi yang diberikan adalah meliputi tinggi minimal Prajurit TNI-AD yaitu 163 Cm,usia maksimal 22 tahun dan juga diberikan edukasi terkait pus up dan restok yang benar,” jelas Danunit Intel.

Dalam kegiatan Coffe Night ini Danunit Intel juga mengimbau agar masyarakat dapat selalu aktif menerapkan protokol kesehatan guna mencegah Covid-19.

“Protokol kesehatan dalam hal ini seperti aktif menggunakan masker, selalu menjaga jarak, aktif mencuci tangan menggunakan sabun ataupun hand sanitizer,” tutup Danunit Intel. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Karantina Pertanian Kupang Gelar Operasi Patuh Terpadu di Pelabuhan Tenau

NTT AKTUAL. KUPANG. Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang melaksanakan Operasi Patuh Terpadu di Pelabuhan Tenau Kupang, Sabtu (26/06/2021). Operasi Patuh Terpadu ini dilaksanakan saat Debarkasi KM. Bukit Siguntang.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Terpadu ini Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang melibatkan Instansi terkait diantaranya : Pelindo III Cabang Kupang, Pelni Cabang Kupang, BKSDA, Lantamal VII, Bea Cukai Kupang, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, KSOP Kupang, KKP Kupang, KP3 Laut Tenau, Yonmarhanlan VII.

Sub Koordinator Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Khaeruddin, SP. M.Si dan staf Karantina Pertanian Kupang saat foto bersama dengan perwakilan instansi terkait di Pelabuhan Tenau Kupang usai melaksanakan Operasi Patuh Terpadu, Sabtu (26/06/2021). Dokumentasi : Humas Karantina Pertanian Kupang.

Hal ini disampaikan Sub Koordinator Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Khaeruddin, SP. M.Si kepada media ini saat ditemui di lokasi Operasi Patuh Terpadu.

“Operasi Patuh Terpadu ini di selenggarakan dalam rangka Peningkatan Pelaksanaan Perkarantinaan, Fungsi Pengawasan dan Penindakan sebagaimana SK Kepala Badan Karantina No. 2054/Kpts/OT/160/L/10/2011 tanggal 5 Oktober 2011 tentang Pedoman Tindakan Preventif dalam Pengawasan dan Penindakan Perkarantinaan Hewan dan Tumbuhan serta Pengawasan Keamanan Hayati, selain itu sebagai Cegah Tangkal Pemasukan/Pengeluaran Penyebaran Hama Penyakit Hewan dan Tumbuhan Berbahaya di Provinsi NTT,” ujar Khaeruddin.

Sub Koordinator Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Khaeruddin, SP. M.Si. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dirinya menambahkan tujuan dari dilaksanakan nya Kegiatan Operasi Patuh Terpadu ini yaitu :

  1. Meningkatkan Sinergitas antar Instansi
  2. Meningkatkan Kepatuhan Pengguna Jasa terhadapat Peraturan Perkarantinaan
  3. Cegah Tangkal Masuk dan Tersebarnya Hama Penyakit Hewan dan tumbuhan yang Berbahaya.

Dalam Operasi Patuh Terpadu tersebut difokuskan bagi barang bawaan penumpang dan barang bagasi dengan Pemeriksaan Dokumen Karantina dari daerah asal, lanjut Khaeruddin.

Adapun Bongkar Muatan KM. Bukit Siguntang yg dilaksanakan Pemeriksaan Dokumen sebagai berikut :

  1. Pelabuhan Asal Balikpapan : Lombok : 40 Koli
  2. Pelabuhan Asal Tarakan : Ikan Kering : 184 Koli.
  3. Pelabuhan Asal Makassar :

1). Lombok : 141 Koli.

2). Melon : 73 Koli

3). Semangka : 77 Koli.

4). Lombok Kering : 5 Koli.

5). Jeruk Nipis : 120 Koli.

6). Sayuran : 10 Koli.

7). Kentang : 107 Koli.

8). Ikan Kering : 111 Koli.

9). Ikan Bandeng : 22 Koli.

10). Wortel : 37 Koli.

11). Bawang : 10 Koli.

12). Rambutan : 10 Koli, jelas Khaeruddin.

“Sementara itu untuk Hasil Penemuan Operasi :

  1. Masih ditemukan Barang yang sudah dilaporkan dari Daerah Asal tetapi Surat KT-12 (Sertifikat Kesehatan Tumbuhan antar Area) tidak dibawakan Pemilik/Dititipkan di Kapal.
  2. Sebagian Belum Mengurus Surat KT-12 (Sertifikat Kesehatan Tumbuhan antar Area) dari Daerah Asal.
  3. Tanpa dilengkapi Sertifikat Kesehatan Hewan KH-11  : Ayam Bangkok 2 Ekor asal Pare-Pare dan diamankan di Kantor Karantina dan diberikan Waktu 3 Hari untuk melengkapi Dokumen Karantina dari Daerah Asal,” tutur Khaeruddin.

Dirinya pada kesempatan ini menjelaskan pula terkait tindakan petugas terhadap pemilik barang yang tidak memiliki Dokumen dilaksanakan Pembuatan Surat Pernyataan agar kedepannya dapat selalu mematuhi ketentuan Karantina, tutup Khaeruddin. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Gelar Bimtek Ekspor di PLBN, Karantina Pertanian Kupang Sebut 10 Komoditas Pertanian Unggulan NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kupang memaparkan data potensi ekspor komoditas pertanian asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpeluang masuk pasar ekspor adalah kopra, asam jawa, kemiri, biji mede, gewang, vanili, arang, biji kakao, porang, dan jamur.

Kesepuluh komoditas ini dari data sistem perkarantinaan, IQFAST, berhasil mencatat nilai perdagangan lalu lintasnya hingga Rp 500 miliar di tahun 2020.

“Komoditas unggulan yang dimiliki NTT harus kita jaga dan tingkatkan bersama performanya di tahun 2021 ini,” kata Kepala Karantina Pertanian Kupang, Yulius Umbu Hunggar melalui keterangan tertulisnya di Kupang, Senin (21/06/2021).

Salah satu langkah operasional Karantina Pertanian Kupang dalam mendorong komoditas pertanian unggulan dapat masuk pasar global, Yulius menyebutkan pihaknya menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Bimtek untuk pemenuhan persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari dan protokol ekspor negara tujuan lainnya ini merupakan akselerasi Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Komoditas Pertanian asal NTT. “Bimtek yang digelar di Ruang Rapat Gedung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini ini mendapat sambutan yang baik dari instansi terkait, petani dan pelaku usaha,” tambah Yulius.

Masih menurut Yulius, kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian No. 42 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Peningkatan Investasi dan Ekspor Produk Pertanian. Di mana Badan Karantina Pertanian (Barantan) ditunjuk sebagai Koordinator Tim Gugus Tugas Peningkatan Ekspor Produk Pertanian. “Wujud nyata yang dilakukan oleh Barantan antara lain memberikan kemudahan layanan ekspor, menjalin sinergisitas antar-instansi maupun dengan pelaku usaha serta dukungan operasional. Melalui bimtek ini harapannya bisa menguatkan sumber daya manusia dan optimalisasi sumber daya alam dengan bijak,” tuturnya lagi.

Sebagai informasi, Gratieks yang digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) merupakan gerakan untuk mensinergikan seluruh entitas terkait, termasuk di NTT, agar dapat lebih memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat.

Secara terpisah Kepala Barantan Bambang, mengapresiasi sambutan baik dari pemerintah daerah untuk pendampingan ekspor untuk wilayah perbatasan negara.

“Border (perbatasan-red) menjadi salah satu tempat pengeluaran komoditas pertanian ke negara lain. Penguatan SDM dan mengoptimalkan sumber daya alam ini harus sejalan untuk akselerasi ekspor di border,” ujar Bambang.

Berani Bersaing dan Berinovasi

“Petani milenial perlu menggerakkan diri dan menjadi contoh untuk masyarakat sekitar. Jangan terlena dengan zona nyaman sehingga tidak meraih peluang keuntungan yang lebih besar dari pengolahan bahan mentah yang sesungguhnya dapat menjadi potensi ekspor bagi masyarakat,” ungkap Arifin Tasrif selaku Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor yang hadir dan turut menjadi narasumber.

Arifin menambahkan, para petani harus mau bersaing dan berinovasi mengembangkan hasil bumi NTT agar dapat menjadi produk unggulan dan mendunia. Tentunya penguatan sumber daya manusia harus bisa memanfaatkan sumber daya alam sehingga bisa optimal, pungkasnya.

Turut hadir juga dalam acara tersebut Kepala Bidang Pengelola Perbatasan PLBN Wini, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten TTU, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten TTU, para eksportir, petani milenial dan kelompok tani, serta instansi terkait lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Humas Karantina Pertanian Kelas I Kupang

Antusias Customer Tinggi, PT SBM NTT Berencana Gelar Lagi Event SUZUKI FIESTA

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Melihat antusias customer yang tinggi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada event SUZUKI FIESTA perdana yang digelar oleh PT Surya Batara Mahkota atau disingkat PT SBM pada tanggal 3 hingga 7 Mei 2021 lalu di Showroom Suzuki Mobil Jln Timor Raya No 01 Kota Kupang, PT SBM NTT selaku Main Dealer Suzuki Mobil wilayah Nusa Tenggara Timur berencana untuk menggelar kembali event “SUZUKI FIESTA tahap II”.

Branch Manager PT SBM NTT, Theo Pareira saat ditemui Media ini, Senin (10/05/2021) mengatakan mudah-mudahan bisa terpenuhi kedepannya, PT SBM NTT berencana menggelar event SUZUKI FIESTA setiap tiga bulan sekali (per triwulan).

“Rencana ini agar dapat lebih merangsang masyarakat untuk dapat membeli mobil dengan paket yang murah. Selain itu agar masyarakat yang tidak sempat membeli mobil Suzuki pada event SUZUKI FIESTA tahap I yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Mei lalu, dapat membelinya pada event SUZUKI FIESTA tahap II berikutnya,” ujar Theo.

Dirinya menceritakan pada event SUZUKI FIESTA perdana yang diadakan PT SBM NTT dari tanggal 3 sampai dengan 7 Mei 2021, PT SBM NTT memperoleh hasil yang baik karena hasil penjualan yang diperoleh melampaui dari target yang ditentukan sebelumnya.

“Sebelumnya pada pelaksanaan event SUZUKI FIESTA tahap I kami dari PT SBM NTT menargetkan target penjualan 50 mobil, tetapi hingga penutupan SUZUKI FIESTA tahap I pada 7 Mei 2021 lalu, kami memperoleh sebanyak 61 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk 61 Mobil Suzuki di PT SBM NTT,” ujar Theo.

Dirinya menambahkan dalam hal ini PT SBM NTT merasa senang dan puas dikarenakan customer menaruh kepercayaan terhadap produk Suzuki.

Pada pelaksanaan event SUZUKI FIESTA perdana yang berlangsung dari tanggal 3 sampai dengan 7 Mei 2021 itu Konsumen Suzuki mendapatkan sejumlah bonus yang menarik dan uang muka atau DP yang murah, jelasnya.

“Seperti khusus nya untuk mobil Suzuki Pick Up New Carry kita memberikan bonus yaitu uang muka atau DP yang murah yakni hanya Rp.16.000.000, dan yang membeli Pick Up New Carry mereka mendapatkan bonus hadiah pula seperti kaca film, talang air, karpet, alat pemadam api ringan dan juga diberikan paket sehat Suzuki dimana di dalamnya itu ada Multi vitamin, masker dan lain sebagainya,” ungkap Theo.

Lanjut nya, sementara itu untuk mobil Suzuki seperti Ignis, Ertiga dan XL 7 uang mukanya hanya Rp.20.000.000 dan paket bonus hadiah nya juga hampir sama seperti pada pembelian Mobil Suzuki Pick Up New Carry tersebut.

“Selain itu kami juga di support oleh Leasing yang luar biasa dengan paket yang menarik sehingga konsumen juga antusias berminat memperoleh kesempatan saat event SUZUKI FIESTA tahap I kemarin. Leasing-leasing tersebut yakni Suzuki Finance, Indo Mobil Finance, Leasing Mandiri Tunas Finance (MTF) dan Adira Finance,” tutur Theo.

Dirinya menerangkan pula selama berlangsungnya event SUZUKI FIESTA tahap I dari tanggal 3 hingga 7 Mei 2021 lalu, PT SBM NTT sangat memperhatikan dan juga aktif menerapkan protokol kesehatan.

“Dalam penerapan protokol kesehatan PT SBM NTT ini membatasi jam kunjungan customer ke showroom Suzuki Mobil baik pembatasan kunjungan per harinya dan per jam nya. Selain itu PT SBM NTT juga menyediakan alat cuci tangan, hand sanitizer dan alat pengukur suhu tubuh,” kata Theo.

Diakhir wawancara ini, Theo Pareira selaku Branch Manager PT SBM NTT mengucapkan terimakasih kepada para konsumen yang telah menaruh kepercayaan terhadap produk Suzuki dan juga kepada pihak Leasing yang sudah memberikan support serta dukungan yang luar biasa dengan paket yang menarik.

“Tidak lupa juga saya ucapkan terimakasih kepada Media yang sudah membantu mempublikasikan SUZUKI FIESTA tahap I sehingga customer bisa lebih mendapatkan informasi tentang event SUZUKI FIESTA tahap I tersebut,” tutupnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata