Arsip Tag: Kupang

Kisah Babinsa TNI AD Berdayakan Ibu Rumah Tangga dan Anak Sekolah Mendapat Untung Dari Kelor

NTT AKTUAL. KUPANG. Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI Angkatan Darat turut mengambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat. Sebagai elemen paling bawah dari Hirakis TNI Angkatan Darat, Babinsa sebagai ujung tombak dilapangan telah memberi banyak kontribusi dalam proses pembangunan selain dalam kapasitasnya sebagai alat pertahanan negara.

Keberadaan Babinsa ditengah tengah masyarakat tak hanya memberi rasa aman tapi juga memberi nuansa pemberdayaan ekonomi. Hal ini juga diakui oleh Direktur PT. Moringa Wira Nusa sekaligus Founder Dapur Kelor, Ir. H Dedi Krisnadi. menurutnya pihak yang menyambut baik upaya Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat terkait budidaya dan pengolahan Kelor selain masyarakat adalah Korem 161 Wirasakti Kupang. Korem Wirasakti melalui Hirakis telah menggerakkan Kodim, Koramil hingga Babinsa untuk melakukan budidaya, pengolahan dan pembelian kelor dari masyarakat.

Seperti kisah Sersan Dua Antonius Saet, Babinsa Koramil 02/Camplong. Selain melakukan pemberdayaan masyarakat di wilayah tugasnya, Ia Juga membina masyarakat pegiat kelor di kediamannya yang terletak di RT 07/RW 11 Kelurahan Liliba, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

“Saya mulai memberdayakan warga binaan (untuk mengelola Kelor, red) di tempat tugas sejak tanggal 23 Februari 2022. Pertama kali di Koramil Camplong,” tutur Antonius kepada wartawan.

Seiring berjalannya waktu, Antonius mulai memberdayakan puluhan rumah tangga dan anak anak usia sekolah untuk pengolahan Kelor di kediaman pribadinya. Ibu rumah tangga yang Saban hari duduk tanpa aktivitas kini berganti menjadi tenaga ” Koru” ( Melepaskan daun kelor dari Tangkai-Red).

Antonius mempunyai anggota kelompok berjumlah 35 orang. Ia memberi nama kelompoknya Kelor Kasih. Setiap hari anggota kelompoknya berjibaku melepaskan daun kelor dari tangkai kemudian ditimbang. Setelah

” Kerjanya hanya 4-5 jam dan menghasilkan 50 sampai 60 kg daun kelor basah setiap hari. Untuk harga kelor mentah, kalau dari pimpinan itu berkisar Rp 5.000 per kilogram, tetapi saya juga membutuhkan biaya operasional untuk mengambil dan mengantar Kelor ke sentra produksi yang berada di Koramil 02 Camplong. Sehingga setelah dijual, Rp 3.000 dibagi ke para ibu dan anak-anak yang bekerja, sedangkan Rp2000 untuk biaya operasional atau mobilitas,” rinci Anton.

Ia menjelaskan Koramil Camplong menerima 1 Kg Kelor Basah di tempat dengan harga per KG Rp 5.000. harga itu diketahui oleh semua anggota kelompok. Namun karena lokasi kelompok dan Koramil Camplong yang sangat jauh, Antonius mensiasatinya dengan anggota kelompok dalam menentukan harga beli untuk anggota kelompok untuk menutupi biaya operasional. Untuk kelor yang dicari oleh Antonius , setiap anggota kelompok mendapat upah Rp 2.000 setiap KG. Sementara itu kelor yang dijual oleh anggota kelompok ke Anggota Kelompok setiap Kg dihargai dengan harga Rp 3.000.

Setiap Hari Antonius menggunakan kendaraan motor sebanyak 3 unit. 3 unit motor itu disewa untuk mencari kelor di kebun kebun milik warga. Setelah melalui proses perontokan daun, kelor basah itu di antar ke cabang Bimoku Kupang dan dititip di Bis untuk antar ke Koramil Camplong. Selisih pembayaran dari Rp. 3.000 maupun Rp. 2.000 digunakan untuk operasional. Jika masih ada yang sisa akan dibelikan buku tulis untuk anak SD dan beli sirih pinang, kopi gula dan aneka camilan yang digunakan oleh anggota kelompok.

” Jika saya yang cari daun maka mereka yang Koru itu akan dapat dua ribu per kg. Terus yang datang bawa sendiri akan dihargai dengan tiga ribu rupiah. Kan harganya lima ribu. Ada yang harganya tiga ribu dan dua ribu. Yang sisa ini itu Kaka, setiap hari itu saya gunakan kendaraan dan ada anak buah lagi. Setiap Minggu saya sewa setiap motor itu 150 ribu rupiah. Jadi ada e motor jadi total 450 ribu. Dana itu ambil dari mana? Dana itu ambil dari yang sisa dua ribu dan tiga ribu. Dari lokasi kelompok saya pakai ojek lagi ke lampu merah Bimoku. Dari Bimoku saya pakai lagi kendaraan untuk muat kelor bawa ke Camplong. Tidak hanya berhenti disitu saja. Yang pegang uang kelor kan ibu. Kalau masih ada sisa, kami dua Pi beli alat tulis dan buku untuk dibagikan kepada anak anak sekolah. Setiap anak dapat buku satu pak dan bolpoint,” ujarnya.

Antonius mengatakan ia bersama istri tidak mengambil keuntungan dari anggota kelompoknya. Ia hanya mendapat tunjangan operasional dari kantor sebanyak Rp, 1.000.000,. Ia mengatakan hal itu bisa langsung di konfrontir dengan anggota kelompoknya kapan saja.

” Saya dan istri sistem nya sangat terbuka dengan mama mama atau anak anak. Kalau misalkan uang ditangan habis, mereka akan mengerti. Juga misalnya ada yang butuh uang tapi belum ada kelornya yang mau ditimbang. Nanti saya dan istri akan kasih kasbon. Bila sudah ada kelor yang siap ditimbang maka akan cicil sampai lunas. Tidak langsung potong satu kali memang,” jelasnya.

Anak SD yang ikut “Koru” Kelor kata Anton dilakukan pada pagi hari sebelum berangkat ke sekolah siang. Usai “Koru” Kelor anak anak tersebut menimbang hasil dan mendapat bayaran sesuai berat yang dapat.

Dijelaskan lebih lanjut setiap Minggu anggota kelompok ada yang gajian. Sistim gajian ini diperuntukan bagi anggota kelompok yang tidak ambil uang hasil timbangan kelornya setiap hari. Hal itu juga kata Antonius berdasarkan kesepakatan bersama. Rata rata setiap Minggu satu anggota kelompok bisa mendapat ratusan ribu dari aktivitas “Koru” kelor.

” Yang gajian itu istri saya akan catat. Kan ada juga yang ambil memang. Yang ambil mingguan ini akan dibayar sesuai dengan pembukuan yang dibuat oleh istri. Ratusan ribu bisa didapat oleh anggota kelompok setiap minggunya,” jelasnya.

Salah satu anak SD yang terlibat dalam kelompok Kelor Kasih yang bernama Kristian Elias Malet. Ia mengaku merasa terbantu dengan aktivitas perontokan daun kelor yang digagas oleh Antonius. Ia setiap hari sebelum ikut sekolah siang, dari pagi ia Merontokkan daun kelor. Dari aktivitas itu ia mendapat uang jajan. Selain itu ia juga mendapat bantuan alat tulis dan buku tulis dari Antonius.

Sama halnya dengan Mama Matilda Talan yang sehari hari ikut merontokkan daun kelor. Ia merasa terbantu secara ekonomi dari aktivitas itu. Ia mengaku sudah bergabung sejak awal kelompok Kelor kasih dibentuk. Setiap hari ia bisa merontok daun kelor hingga 6 kg hingga belasan kg kelor basah. Itupun dilakukan hanya pada pagi hari saja.

” Sangat membantu ekonomi rumah tangga. Setiap hari bisa belasan Kg saya dapatkan. Itu juga hanya pagi hari saja. Kami sangat senang bisa bergabung dan semoga ini berlanjut terus,” ujarnya.

Ia berharap kelompok Kelor Kasih bisa mendapatkan mesin sehingga bisa membantu warga sekitar dan anak anak muda untuk terlibat untuk mendapatkan uang dari pengolahan Kelor.

Tak hanya mama Matilda Talan yang merasa terbantu. Anggota kelompok lain juga mengungkapkan hal yang sama. Kelompok Kelor Kasih juga bergabung beberapa janda. Pada janda ini setiap harinya melakukan aktivitas perontokan daun kelor.

Dikunjungi bunda Julie Sutrisno Laiskodat

Aktivitas kelompok Kelor Kasih akhirnya sampai ke telinga Julie Sutrisno Laiskodat. Sosok ketua Dekranasda NTT sekaligus istri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ini berkunjung ke lokasi Kelompok Kelor Kasih.

Antonius Saet kepada wartawan mengaku kaget dengan kunjungan tersebut. Ia bahkan bertanya kepada wartawan darimana Julie Sutrisno Laiskodat tahu aktivitas kelompok Kelor Kasih. Ia hanya didatangi Kasi Pers Dandim 1604 Kupang. Kasi Pers hanya mengatakan ada kunjungan ibu Gubernur NTT. Meski kaget namun ia hanya mengiyakan saja informasi tersebut.

“Saat Bunda Julie datang, ibu-ibu sangat senang dan sangat antusias. Saya sendiri sampai tak bisa berkata apa-apa. Saya tidak menduga Bunda Julie akan mendatangi dan mengapresiasi apa yang kami lakukan,” tuturnya.

Ia menceritakan ada kejadian lucu ketika bunda Julie Laiskodat berkunjung. Lazimnya kata dia istri Pejabat itu di kawal oleh pengawal. Tiba tiba ada mobil yang parkir didepannya. Ia kemudian meminta sopir untuk menepihkan kendaraan nya ke tempat lain karena dirinya akan kedatangan tamu penting. Bahkan ia sempat memarahi sopir karena tak kunjung beranjak dari depannya.

” Saya bayangkan kalau pejabat datang itu ada patwal. Dalam hati saya bilang kalau ada Pol PP yang kawal na itu sudah ibu Gubernur. Saya marahi sopir karena tidak mau maju dari depan saya. Eh tiba tiba begitu pintu buka, ibu Gubernur yang turun dari mobil. Aduh Kaka, saya punya malu lagi,” ujarnya.

Turun dari mobil, kata Antonius, Julie Sutrisno Laiskodat langsung bergabung dengan anak anak dan mama mama di bagian belakang yang sedang merontokan kelor. Ia juga tidak mempersiapkan meja dan kursi.

” Ibu Gubernur turun langsung pergi ke belakang dan bergabung. Ia duduk ditanah bersama mama mama sambil Koru kelor. Aduh saya jadi malu. Ibu pejabat tapi duduk begitu saja ditanah,” jelasnya.

Ia merasa bangga dengan kunjungan Julie Sutrisno Laiskodat ke kelompok Kelor Kasih. Kunjungan itu memberi spirit bagi dia bersama anggota kelompok.

Anton merasa lebih bahagia lagi karena usahanya untuk memberdayakan warga guna mengelola Kelor didengar Bunda Julie. Setelah mengetahui usaha Anton untuk memberdayakan warga dalam mengelola Kelor, Bunda Julie pun mendatangi rumah Anton.

Selain itu, Anton juga merasa bangga dan bersyukur karena niatnya untuk memberdayakan warga selain menghasilkan uang, juga mempererat rasa kekeluargaan antara warga.

Antonius berharap, semoga program program pengelolaan kelor ini bisa berkelanjutan, sehingga para ibu dan anak-anak bisa mendapatkan manfaatnya.

“Kalau bisa ada pabriknya supaya anak-anak kami bisa bekerja di sana,” tutupnya. (**)

Mengenal Sosok Thomas Seran, Putra NTT yang Selalu Ingin Berguna Bagi Daerah

NTT AKTUAL. KUPANG. Setiap manusia selalu ingin bisa berguna bagi daerah asalnya, dan hal positif inilah juga yang menjadi prinsip hidup dari seorang Thomas Seran yang ingin berguna bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ir. Thomas Seran.,MM yang lahir di Besikama Kabupaten Malaka pada 29 Desember 1962 dan menyelesaikan Studi S1 di Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan S2 Manajemen Pemasaran di Universitas Tama Jagakarsa Jakarta ini memiliki motto hidup “Lewat dirinya, sesama bisa menikmati kebahagiaan”.

Ir. Thomas Seran.,MM

Motto ini baginya tidak hanya sekedar menjadi motto belaka, tetapi dirinya yang berprofesi sebagai pengusaha di Jakarta selalu ingin berusaha lewat pemikiran serta karya darinya dapat selalu berguna. Selain itu lewat karya nya, NTT yang merupakan tanah asalnya dapat merasakan kemajuan dari waktu ke waktu.

Menyikapi motto hidup yang luar biasa ini Thomas Seran memiliki komitmen untuk dapat aktif menyuarakan aspirasi dari daerah Provinsi NTT di tingkat Nasional apabila dirinya bisa terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di tahun 2024 nantinya.

Pria humanis yang memiliki istri bernama lengkap Yulita Nilawati dan dua orang anak yaitu Angelita Maria serta Florentina Seran, sedikit mengisahkan walaupun sudah merantau di Jakarta dari Tahun 1992 sampai dengan saat ini rasa kecintaan nya terhadap daerah NTT itu tidak pernah luntur.

“Saya merasa sebagai putra daerah saya ingin selalu bisa berbakti dan berguna bagi Provinsi NTT yang saya cintai,”

Hal ini disampaikan Thomas Seran kepada Media ini, usai ramah tamah bersama keluarga besar nya, pada Selasa (12/07/2022).

Dirinya menambahkan alasan terbesar nya ingin menjadi calon anggota DPD dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT adalah untuk mengabdi bagi NTT khususnya dan dapat menyuarakan aspirasi daerah NTT di tingkat Nasional.

“Saya merasa DPD merupakan salah satu lembaga yang bisa menyuarakan aspirasi daerah NTT di tingkat Nasional, sehingga pada akhirnya NTT bisa lebih diperhatikan dan pembangunan di NTT lebih bisa digalakkan baik di bidang pariwisata, pertanian dan peternakan,”. Hal ini tidak jauh berbeda dengan Motto hidup nya yang ingin selalu bisa berguna.

Menurutnya potensi pariwisata di NTT itu sangat bagus dan hal ini  bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), jelas Thomas.

“Potensi pariwisata di NTT itu tidak kalah dengan Provinsi-Provinsi lain yang ada di Indonesia, oleh karena itu tinggal bagaimana kita menyuarakan aspirasi NTT di tingkat Nasional sehingga masyarakat bisa lebih menikmati manfaat dari potensi alam yang ada,” ujar Thomas.

Saat ditanyakan apa konsentrasi terbesar darinya nanti saat berhasil duduk di DPD, dirinya menjawab bahwa konsentrasi nya akan fokus mengembangkan Usaha Kreatif Mikro dan Menengah (UMKM) di NTT itu sendiri, karena menurutnya geliat UMKM di NTT saat ini juga sudah tinggi dan hal ini bagus karena dari sini bisa membantu perekonomian masyarakat.

Selain itu dirinya juga akan bermitra aktif dengan pemerintah dan berbagai pihak pada penurunan angka Stunting di Provinsi NTT, karena aspek kesehatan masyarakat juga merupakan prioritas yang sangat penting, tutup Thomas. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Bawakan Tarian Rokatenda, Pelajar SMA Tunas Harapan Tampil Memukau di UPTD Museum NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pelajar yang dalam hal ini Siswi-siswi SMA Tunas Harapan Kota Kupang tampil memukau dan sangat menghibur para dewan juri serta penonton dalam lomba tarian tradisional Rokatenda antar SMA yang berlangsung di halaman depan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu (25/06/2022) malam.

Para pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang saat membawakan tarian tradisional Rokatenda dalam perlombaan tari antar SMA yang diselenggarakan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu (25/06/2022) malam. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dalam mengikuti lomba menari Rokatenda yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini, Kepala Sekolah beserta para guru dan tenaga pengajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang aktif pula mendampingi para pelajar yakni dengan memberikan support dan motivasi langsung dari samping panggung.

Saat ditemui Media ini di lokasi lomba, Kepala Sekolah SMA Tunas Harapan Kota Kupang Yonisius Nenabu, S.Pd, atau yang akrab disapa Jhon Nenabu mengatakan pada dasarnya soal juara atau tidaknya dirinya tidak terlalu mementingkan itu karena baginya yang terpenting adalah para pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang mempunyai rasa kecintaan yang tinggi terhadap kebudayaan NTT itu sendiri.

Kepala Sekolah SMA Tunas Harapan Kota Kupang Yonisius Nenabu, S.Pd, bersama para guru dan pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang saat foto bersama dengan Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si serta dewan Juri lomba tari Rokatenda, Sabtu (25/06/2022) malam. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Memang untuk saat ini belum ada hasil SMA mana yang menjuarai lomba menari Rokatenda ini, tetapi menurut saya juara atau tidak itu urusan kemudian dan kami ingin menunjukkan kita di NTT ini ada budaya NTT nya, dan ini bentuk dukungan kami kepada pak Gubernur NTT yang juga saat ini fokus pula mengembangkan pariwisata dan budaya NTT,” ungkap Jhon.

Dirinya menambahkan pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang yang mengikuti lomba tari Rokatenda di UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini berjumlah sebanyak sepuluh orang, yakni Siswa dua orang dan siswi delapan orang.

“Dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tarian tradisional Rokatenda ini para Pelajar SMA Tunas Harapan Kupang aktif dibimbing oleh instruktur yang dalam hal ini guru-guru yang ada di SMA Tunas Harapan dan para pelajar selalu antusias mengikuti setiap sesi latihan dan mereka bisa tampil malam ini,” ujar Jhon.

Diakhir wawancara dirinya berharap pemerintah bisa membantu pihak sekolah dalam membuka laboratorium budaya.

“Harapan kami pemerintah bisa membantu kami untuk membuka suatu laboratorium khususnya laboratorium budaya, sehingga budaya itu bisa lebih diaplikasikan dengan baik oleh para pelajar dalam aktivitas belajar sehari-hari. Kita harapkan juga bisa bisa mendapatkan peralatan-peralatan kebudayaan seperti gong, sasando serta busana adat bagi para pelajar agar disaat para pelajar ingin menggunakannya kami tidak lagi harus meminjamnya,” tutup Jhon.

Untuk diketahui para pelajar SMA Tunas Harapan mengisi lomba Rokatenda yang merupakan serangkaian kegiatan dari Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT dengan Judulnya yaitu “Kristal Cinta di Limbah Merah” yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

UKAW Kupang Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang II

NTT AKTUAL. KUPANG. Setelah sukses membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang I Tahun Ajaran 2022/2023, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang membuka kembali pendaftaran mahasiswa baru gelombang ke II Tahun Ajaran 2022/2023.

UKAW Kupang. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Rektor UKAW Kupang, Dr. Ir. Ayub U.I Meko, M.Si saat ditemui Media ini di ruang kerjanya, Senin (13/06/2022) mengatakan gelombang I penerimaan mahasiswa baru UKAW Kupang Tahun Ajaran 2022/2023 itu sudah sejak 20 April sampai dengan 12 Juni 2022 lalu dan kini sudah ditutup, dan saat ini dari proses seleksi gelombang I akan diumumkan pada 18 Juni 2022 mendatang. Kemudian gelombang II Tahun Ajaran 2022/2023 di buka sejak tanggal 13 Juni sampai dengan 20 Juli 2022 dan proses seleksi gelombang II itu dari 22 hingga 23 Juli 2022 kemudian pengumuman gelombang II nya tanggal 25 Juli 2022.

Rektor UKAW Kupang, Dr. Ir. Ayub U.I Meko, M.Si. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dirinya menambahkan penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2022/2023 gelombang ke II ini khusus untuk program studi (Prodi) yang belum memenuhi kuota, dan bagi prodi yang sudah memenuhi kuota tidak dibuka lagi untuk penerimaan mahasiswa baru nya. Ada sebelas prodi yang belum memenuhi kuota dan satu prodi yang sudah memenuhi kuota.

“Prodi yang belum memenuhi kuota yakni prodi ilmu pendidikan Theologi dan PJKR (Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi) prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Biologi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Prodi lainnya yaitu prodi ilmu Hukum di Fakultas Hukum, di Fakultas Ekonomi ada prodi Manajemen dan Akuntansi, kemudian di Fakultas Perikanan itu ada Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Prodi Teknologi Hasil Perikanan serta di Fakultas Pertanian itu ada Prodi Mekanisasi Pertanian dan Prodi Teknologi Hasil Pertanian. Sedangkan untuk prodi sudah memenuhi kuota yakni prodi Theologi Agama Kristen,” jelas Ayub.

UKAW Kupang memiliki Dosen tetap sebanyak 162 orang, terdiri dari Doktor 30 orang, selain itu ada Dosen lainnya yang sementara studi Doktor ada 29 orang baik yang studi didalam negeri maupun di luar negeri, yang lain Dosen dengan gelar S2, lanjutnya.

Sementara itu untuk Akreditasi semua Prodi di UKAW Kupang sudah terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) dan ada satu prodi yakni prodi Manajemen sudah terakreditasi baik sekali. Selain itu secara institusi UKAW Kupang sudah terakreditasi B dan Akreditasi ini dari BAN-PT.

Dirinya berharap orang tua memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, dan banyak orang tua yang memilih untuk menguliahkan anak-anaknya di UKAW Kupang, pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Ungkapan Terima Kasih, Mahasiswa Prodi Teknik Sipil Undana Berikan Plakat Bagi Frederikus Tahadi Bria

NTT AKTUAL. KUPANG. Sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memberikan plakat kepada Frederikus Tahadi Bria yang akrab di sapa Fredi Tahadi Bria, Rabu (25/05/2022).

Pemberian plakat sebagai ungkapan terima kasih ini diserahkan kepada Fredi Tahadi Bria karena dirinya telah menjadi Narasumber atau Pembicara pada kegiatan Webinar Kewirausahaan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Undana Kupang, pada Sabtu (7/05/2022) lalu.

Frederikus Tahadi Bria (kanan) saat menjadi Narasumber dan memaparkan materi kewirausahaan dalam kegiatan Webinar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Undana Kupang, pada Sabtu (7/05/2022) lalu. Dokumentasi : Istimewa

Plakat ungkapan terima kasih ini diserahkan langsung oleh Ketua panitia pelaksana kegiatan Webinar Kewirausahaan Prodi Teknik Sipil Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Melkior Kalan Pati, bertempat di salah satu toko milik Fredi Tahadi Bria yang yakni Toko Indo Motor yang terletak di Jln. Taebenu Kelurahan Liliba Kota Kupang.

Seperti pemberitaan sebelumnya di Media ini Fredi Tahadi Bria merupakan seorang pengusaha yang memiliki toko yang bergerak di bidang otomotif atau menjual suku cadang sepeda motor dan juga merupakan pemilik toko bangunan. Tokonya ini bernama Indo Motor dan Indo Bangunan, yang berada di Jln. Taebenu Kelurahan Liliba Kota Kupang. Selain itu Fredi saat ini juga mulai membuka toko otomotif dan toko bangunan yang berada di Penfui.

Melkior Kalan Pati (kiri) saat menyerahkan plakat sebagai ungkapan terima kasih kepada pelaku Entrepreneur atau Kewirausahaan, Fredi Tahadi Bria di depan Toko milik Fredi, Rabu (25/05/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Saat ditemui Media ini, Melkior Kalan Pati mengatakan materi Kewirausahaan yang dibawakan pak Fredi sangat bagus dan efektif apabila dikolaborasikan dengan materi dari Narasumber lainnya.

Frederikus Tahadi Bria. Dokumentasi : Istimewa

“Saya merasa materi ini bisa menjadi bekal bagi kami mahasiswa untuk bisa lebih mengenal jiwa Entrepreneur di bidang Konstruksi pada Era Industri 4.0,” ungkapnya.

Mahasiswa semester 6 Prodi Teknik Sipil Undana Kupang ini menambahkan kegiatan Webinar Kewirausahaan ini sangat bermanfaat untuk teman-teman mahasiswa dari teknik sipil Undana, karena melalui kegiatan ini dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa teknik sipil Undana untuk bisa mendengar langsung kisah, perjuangan serta kiat-kiat untuk menuju kesuksesan berwirausaha.

“Salah satu poin penting yang saya petik dari materi-materi nya pak Fredi yaitu ‘jangan pernah takut untuk memulai sebuah usaha’,” tandasnya.

Kegiatan dialog seperti ini sudah sering dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan karena covid-19 saja maka kegiatan ini dilakukan secara daring yakni Webinar.

Ditempat yang sama, salah seorang panitia kegiatan yang juga mahasiswa semester 6 Prodi Teknik Sipil Undana Kupang Robertus B. Erasmus mengatakan dirinya mendapat pembelajaran yang berarti dari pemaparan pak Fredi saat Webinar.

“Pembelajaran ini saya peroleh karena dalam memaparkan materi Kewirausahaan nya pak Fredi juga menyempatkan diri berbagi tentang kisah nya saat berusaha dan disitu dirinya memberikan motivasi jangan pernah takut gagal dan menyerah dalam berwirausaha,” ujarnya.

Robertus merasa dengan materi dan motivasi yang diberikan pak Fredi, tidak menutup kemungkinan bagi dirinya untuk juga menekuni dunia Entrepreneur atau kewirausahaan kedepannya, tutupnya.

Untuk diketahui Webinar Kewirausahaan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Undana Kupang ini diselenggarakan pada Sabtu (7/05/2022) lalu mengusung tema besar yaitu “Membangun jiwa Entrepreneur di bidang Konstruksi pada Era Industri 4.0”.

Selain Frederikus Tahadi Bria yang menjadi Narasumber, Narasumber lainnya yang turut menjadi pembicara atau pemateri dalam kegiatan Webinar ini adalah Dr. Yunita A. Messah, ST..,MT. Kegiatan Webinar ini berlangsung dari pukul 09.00 sampai dengan 13.00 WITA. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pantai Sulamanda Destinasi Memikat Akhir Pekan

NTT AKTUAL. KUPANG. Pantai Sulamanda yang terletak di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang menghadirkan suasana wisata bahari nan memikat. Keistimewaan yang hadir secara harafiah ini karena para pengunjung pantai Sulamanda akan merasa sensasi pemandangan super indah baik yang dihadirkan dari hembusan angin dan pohon bakau di sekitar nya serta gugusan daratan Kabupaten Kupang yang terpampang dengan jelas secara kasat mata. Gugusan daratan Kabupaten Kupang ini terlihat memikat dengan jelas dan hamparan nan memukau.

Selain itu pengunjung juga dimanjakan dengan lopo-lopo baik yang beratapkan genteng maupun daun kelapa, fenomena kearifan lokal ini hadir dengan gagahnya di Pantai Sulamanda, Minggu (22/05/2022).

Tidak hanya di akhir pekan Pantai Sulamanda ini terlihat ramai dengan pengunjung, tetapi dihari-hari biasa pantai asri ini juga selalu ramai dengan pengunjung.

Salah seorang pengunjung pantai Sulamanda, Nonci. M. Messah mengatakan dirinya merasa senang datang ke pantai Sulamanda karena di pantai Sulamanda ini dirinya merasakan sensasi keindahan yang indah sekali, baik dari segi pantai nya yan indah dan hamparan pulang yang terlihat jelas di seberang pantai.

Pengunjung pantai Sulamanda saat menikmati keindahan pantai Sulamanda, Minggu (22/05/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Selain itu saya juga nyaman ditempat ini, karena disaat merasakan suasana pantai yang indah, kita juga bisa merasakan lopo yang indah dibalut daun kelapa nan elok,” ungkapnya.

Salah seorang pengunjung pantai Sulamanda lainnya, Veronika V. Obesi mengatakan tempatnya indah dan sajian lopo serta bakau nya juga memikat.

“Selain itu tempatnya juga bersih dan enak dipandang. Jujur saya berkesan datang,” ujar sosok yang diakrab sapa Indhy. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Mempererat Persaudaraan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Selenggarakan Halal Bihalal

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka untuk meningkatkan dan lebih mempererat tali persaudaraan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang menyelenggarakan acara Halal Bihalal yang bertempat di Aula Lantai II Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Jumat (20/05/2022).

Acara Halal Bihalal ini dihadiri Staff Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang dan para Purna Bakti Karantina Pertanian Kelas I Kupang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, DRH. Yulius Umbu Hunggar saat ditemui Media ini usai Acara Halal Bihalal mengatakan pada dasarnya tujuan diadakannya Acara Halal Bihalal ini yaitu untuk Silaturahim guna mempererat hubungan persaudaraan dan juga kekeluargaan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, DRH. Yulius Umbu Hunggar (tengah) saat foto bersama dengan Ustad Sofyan Abdurahman (ujung kiri) dan Staff Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang serta sejumlah undangan yang mengikuti acara Halal Bihalal yang diselenggarakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Jumat (20/05/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Kita harapkan dengan kebersamaan ini, akan tumbuh satu kekompakan dalam kita melaksanakan tugas yang diamanatkan kepada kita semua yang ada di Karantina Pertanian Kelas I Kupang,” ujar Yulius Umbu Hunggar.

Dirinya menambahkan pula dari kekompakan dan kebersamaan yang ada tersebut dapat menjadi kekuatan untuk pada akhirnya Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Dikesempatan yang sama, Ustad Sofyan Abdurahman mengatakan Acara Halal Bihalal yang diselenggarakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang merupakan Acara yang luar biasa karena lewat Halal Bihalal ini menjadi jembatan untuk mempererat tali persaudaraan.

“Acara Halal Bihalal ini merupakan sesuatu yang sangat baik, dan kiranya dapat tetap dilakukan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang di tahun-tahun yang akan datang,” ungkapnya.

Dirinya mengharapkan lewat acara Halal Bihalal ini semoga kinerja Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang semakin lebih baik kedepannya, serta dapat mempererat hubungan antara sesama Staff dan juga Pimpinan. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Memperingati Hari Bumi, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKAW Beri Edukasi Pengolahan Sampah Anorganik dan Organik

NTT AKTUAL. KUPANG. Permasalahan sampah menjadi semakin serius saat ini, penimbunan sampah plastik yang mencemari lingkungan menyebabkan kerusakan ekosistem bahkan kematian organisme di perairan, sedangkan penimbunan sampah organic seperti sisa sayuran dan buah juga menimbulkan pencemaran udara, air dan tanah yang dapat memicu penyebaran penyakit dan kerusakan lingkungan.

Dalam rangka memperingati hari Bumi pada Sabtu 23 April 2022, Dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP-UKAW) memberikan edukasi pengolahan sampah anorganik dan organik bagi siswa-siswi yang dilaksanakan di ruangan Laboratorium IPA  SMPK Santa Maria Assumpta Kupang dalam bentuk pelatihan pembuatan produk olahan sampah plastik berupa hiasan dinding Dream catcher yang digandrungi remaja pencinta film korea dan pengolahan sisa kulit buah menjadi produk  ecoenzyme yang dapat digunakan sebagai bahan dasar berbagai produk turunan ecoenzyme seperti handsanitizer, pembersih alami, penjernih air, cairan antiseptik, cairan disinfektan, dan pupuk organik cair untuk menumbuhkan budaya cinta lingkungan sejak dini.

Tim Dosen dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi UKAW Kupang saat foto bersama dengan Kaur Kurikulum, Guru IPA dan Mahasiswa PPL Universitas Muhammadiyah, Sabtu (23/4/2022) Dokumentasi : Istimewa

Kegiatan ini juga dihadiri oleh guru IPA SMPK Sants Maria Assumpta Kupang dan Mahasiswa PPL dari Universitas Muhamadiyah Kupang yang sedang melaksanakan praktek mengajar. Pembuatan hiasan Dream catcher menggunakan kemasan aqua dan kantong plastik sangat menarik perhatian siswa.

Dalam kesempatan ini, Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKAW Kupang  Yanti Daud, S.Pd, M.Si memberikan informasi tentang pentingnya mengolah sampah plastik karena sampah jenis ini sulit untuk didegradasi secara alami, selain itu kebiasaan memilah sampah sebelum dibuang adalah kebiasaan yang baik untuk dilakukan sehingga mempermudah proses pengolahan selanjutnya.

SMPK Santa Maria Assumpta Kupang telah menyediakan tempat sampah berdasarkan jenisnya sehingga mendukung proses pemilahan sampah. Pengolahan kulit buah melalui proses fermentasi menjadi ecoenzyme dilakukan oleh siswa-siswi setelah dibekali dengan informasi yang disampaikan  Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech yang juga Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKAW Kupang tentang ecoenzyme dan manfaatnya, proses pembuatan ecoenzyme yang mudah dapat dilakukan oleh siswa-siswi dengan baik

Dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP-UKAW) memberikan edukasi pengolahan sampah anorganik dan organik bagi siswa-siswi yang dilaksanakan di ruangan Laboratorium IPA  SMPK Santa Maria Assumpta Kupang, Sabtu (23/4/2022). Dokumentasi : Istimewa

Dirinya menambahkan selanjutnya untuk proses panen ecoenzyme setelah 3 bulan masa fermentasi akan dilaksanakan pada bulan Juli sekaligus melatih siswa-siswi SMPK Santa Maria Assumpta Kupang membuat produk turunan ecoenzyme.

Dalam kesempatan ini siswa-siswi juga diminta untuk memilah sampah sebagai bentuk perbuatan baik yang dapat dilakukan untuk membantu orang lain khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai pemulung.

Kaur Kurikulm SMPK Santa Maria Assumpta Kupang, Alexander Y. T. Tetik, S,Pd, MM, mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan ini tetap berlanjut untuk memotivasi siswa-siswi memiliki kecintaan terhadap ilmu sains dan mendukung aktivitas Sains Club di SMPK Santa Maria Assumpta Kupang yang disambut baik oleh Tim Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP-UKAW karena diperlukan kolaborasi untuk bersama-sama mengatasi persoalan lingkungan terutama dalam mendidik generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk menjaga Bumi tercinta. (**)

Tingkatkan Pengetahuan Sejarah, Siswa SMA Tunas Harapan Kunjungi Museum NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka meningkatkan kualitas edukasi dan pengetahuan tentang sejarah, siswa-siswi (pelajar) SMA Tunas Harapan Kupang mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT, hari ini Rabu (6/4/2022).

Dalam kunjungan ini para pelajar didampingi oleh guru dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan terlihat para pelajar sangat antusias melihat setiap icon sejarah yang ada di Museum.

Tenaga pengajar dan siswa-siswi SMA Tunas Harapan Kupang saat foto bersama di Museum Daerah Provinsi NTT, Rabu (6/4/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang mendampingi siswa-siswi SMA Tunas Harapan Kupang mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT, Merydian passoe, S.S, saat ditemui Media ini mengatakan tujuan mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT ini yaitu untuk memberikan edukasi khususnya tentang sejarah kepada para pelajar yang dalam hal ini siswa dan siswi SMA Tunas Harapan.

“Selain itu tujuan lain dari kegiatan mengunjungi Museum yakni agar para siswa-siswi bisa mengenal lebih dekat benda-benda bersejarah yang ada di Museum Daerah Provinsi NTT,

Jumlah guru atau tenaga pengajar yang mendampingi siswa-siswi Tunas Harapan Kupang mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT berjumlah empat orang guru dan siswa-siswa yang ikut dalam kegiatan mengunjungi museum ini berjumlah sebanyak tujuh belas orang.

Figur yang juga merupakan Guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Tunas Harapan ini menambahkan kegiatan mengunjungi Museum Daerah akan dilakukan kedepannya lagi karena sesuai juga dengan salah satu materi pengajaran Bahasa Inggris yakni Recount text yang salah satu item pengajaran nya berkaitan erat dengan benda-benda bersejarah yang ada di Museum.

Harapannya setelah mengunjungi museum para siswa-siswi dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik. Tugas yang diberikan adalah memilih salah satu benda bersejarah atau icon yang ada di Museum Daerah Provinsi NTT dan dipersentasikan dalam bahasa Inggris.

“Jadi kepada para siswa-siswi, saya berpesan agar kegiatan mengunjungi Museum ini bukan hanya merupakan rekreasi semata, tetapi setelah dari sini mereka bisa dengan baik mengerjakan tugas yang diberikan dari sekolah yaitu untuk mempersentasikan salah satu icon di museum daerah NTT dalam bahasa Inggris. Dalam hal ini para siswa-siswi bisa terserah memilih icon mana yang hendak mereka persentasikan nantinya (Merdeka Belajar),” tandasnya.

Ditempat yang sama salah seorang siswi Kelas X SMA Tunas Harapan Kupang, Hasmi Marsita Banfatin mengatakan dirinya merasa senang mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT, karena di Museum diri nya bisa melihat dan mengenal lebih dekat alat-alat bersejarah yang ada.

“Saya berterimakasih kepada para petugas Museum yang sudah menerima kami dengan baik dan memberikan penjelasan terkait benda-benda bersejarah yang ada di Museum,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini dia juga mengatakan bahwa saat mengerjakan tugas persentase dalam bahasa Inggris dari sekolah nantinya, icon yang akan dipilihya adalah alat musik Sasando.

“Saya tertarik dan memilih icon alat musik Sasando karena saya memiliki ketertarikan khusus kepada alat musik tersebut dan Sasando juga merupakan salah satu alat musik khas dari Provinsi NTT,” tutup Hasmi. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Provinsi NTT Turut Serta Meriahkan Gebyar Ekspor Akhir Tahun 2021

NTT AKTUAL. KUPANG. Menutup tahun 2021, Kementrian Pertanian Republik Indonesia melalui Badan Karantina Pertanian menggelar Gebyar Ekspor produk pertanian secara serentak di 34 provinsi seluruh Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema “Ekspor Tangguh, Indonesia Tumbuh” dihadiri langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Total nilai produk pertanian yang dieskspor mencapai Rp. 14,4 triliun dengan volumen sebesar 1,3 juta ton ke 124 negara di dunia.

Turut serta, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ambil andil dalam Gebyar Ekspor Produk Pertanian 2021 secara daring di Ruang Rapat Bolelebo, Bandara El Tari Kupang, pada Jumat (31/12/2021). Acara dihadiri oleh Perwakilan Gubernur NTT, Perwakilan Polda NTT, Kepala Karantina Pertanian Ende, Kepala Karantina Pertanian Kupang, Bea dan Cukai, Imigrasi, BKIPM , BKSDA, serta perwakilan dari berbagai instansi lainnya.

Provinsi Nusa Tenggara Timur menyumbang  ekspor komoditas pertanian sebanyak 60,3 ton dengan nilai 1,8 miliar rupiah pada periode 16-30 Desember 2021. Secara global, nilai ekspor barang produk pertanian tahun 2021 provinsi NTT mengalami kenaikan sebesar 19,2 miliar dibandingkan tahun sebelumnya dengan lebih dari 10 negara tujuan di dunia. Diantaranya, Timor Leste, Singapura, Hongkong, Prancis, dan Jepang. Hal ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat hampir di seluruh aspek perindustrian mengalami defisit sepanjang masa pandemi Covid-19.

“Komoditas Pertanian NTT yang diekspor didominasi oleh meubel jati, bunga potong, DOC dan pakan ternak. Hanya dalam kurun waktu 14 hari, Provinsi NTT mampu mengekspor lebih dari 60 ton berbagai macam komoditas pertanian dengan nilai yang fantastis. Tak hanya itu, nilai ekspor barang produk pertanian mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun 2021 sebesar 51,7 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menghasilkan 32,5 miliar rupiah saja. Upaya yang telah terwujud ini membuat kita semakin yakin, bahwa NTT mampu meningkatkan giat ekspor pada tahun yang akan datang”, pungkas Yulius Umbu Hunggar, Kepala Karantina Pertanian Kupang. (*)

Sumber : Humas Karantina Pertanian Kupang