Arsip Tag: KPw BI NTT

Bank Indonesia Gelar Webinar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

NTT AKTUAL. KUPANG. Bank Indonesia (BI) secara kontinyu akan senantiasa melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait peran dan kebijakan Bank Indonesia. Pada hari Kamis, 22 Juli 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah secara virtual (webinar) via zoom. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman terhadap  konsep ekonomi dan keuangan Syariah serta peran dan kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi & keuangan syariah. Kegiatan webinar ini menghadirkan narasumber Ibu Kesumawati Syafei selaku Asisten Direktur dari Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan seperti Kepala MUI NTT, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang, serta mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di NTT seperti Universitas Muhammadiyah Kupang, STAI, SMA Muhammadiyah, MAN 1 Kupang, dan instansi pendidikan lainnya.

Acara edukasi dibuka dengan sambutan dari Kepala KPw BI NTT, Bpk. I Nyoman Ariawan Atmaja yang menyampaikan pentingnya menyampaikan perkembangan ekonomi & keuangan syariah kepada masyarakat dan peran penting Bank Indonesia di dalamnya, termasuk sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS). antara lain dengan pelaksanaan seperti melalui Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2021. Selain itu, terdapat acara penyerahan sertifikasi halal LPPOM MUI kepada lima UMKM NTT yang telah melewati proses sertifikasi. Acara sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah dimoderatori oleh Emil Faizza dan narasumber Kesumawati Syafei dari DEKS. Ibu Kesumawati menyampaikan konsep dasar dari ekonomi & keuangan Syariah, dan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dimana Indonesia duduk pada ranking empat pada Global Islamic Economy Indicator Score Rank. Bank Indonesia berperan sebagai akselerator, inisiator, dan regulator pada pengembangan ekonomi & keuangan Syariah. Dalam pengembangan ekonomi & keuangan Syariah, Bank Indonesia memiliki tiga strategi.

  1. Pemberdayaan Usaha Syariah

Contoh: adalah fasilitasi teknis sertifikasi halal yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan kurasi produk unggulan pada Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA)

  1. Pengembangan dan Pendalaman Keuangan Syariah

Contoh: adalah melalui pengembangan instrumen Syariah dan penguatan regulasi.

  1. Keilmuan & Kampanye Ekonomi Syariah

Contohnya adalah kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan kali ini untuk mendorong literasi ekonomi & keuangan Syariah di Indonesia yang masih 16.3%.

Selanjutnya, adalah tanggapan dari Bp. Dr. Syarifuddin MM, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang. Beliau menyatakan bahwa praktik jual beli yang baik telah diatur dengan mengedepankan konsep syariah, yakni pelaksanaannya harus berdasarkan nilai-nilai agama, dan menjauhkan dari riba. Sehingga dalam pengembangannya, masyarakat, dan usaha dapat mengikuti nilai-nilai tersebut agar dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat. Tanggapan kedua dari Bapak Abdul Kadir Makarim, ketua MUI NTT. Bapak Abdul Kadir menyatakan bahwa melaksanakan kegiatan secara syariah adalah sebuah kepentingan, dan kondisi negara pada saat ini diharapkan dapat dibantu dengan ekonomi & keuangan Syariah, dan diharapkan bahwa ekonomi & keuangan Syariah dapat berkembang, terutama di NTT. Secara keseluruhan kegiatan edukasi ekonomi & keuangan Syariah berlangsung dengan antusiasme tinggi peserta dengan beragam pertanyaan yang diajukan serta keikutsertaan dalam kuis interaktif yang disiapkan. (*/NA)

Sumber berita + foto : HUMAS KPw BI NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Semarak QRIS NTT “Ayo Kartini Era Digital, Bertransaksi Non Tunai Dengan QRIS”

NTT AKTUAL. KUPANG. Transformasi digital telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan; bagaimana perusahaan berinteraksi; dan
bagaimana konsumen mendapatkan layanan, informasi, dan barang.
Pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah
digital menuntut otoritas kebijakan berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut.

BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah
tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan
melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong
kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat
penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui
standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API),
dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS
(dibaca KRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
QRIS bukan aplikasi, melainkan sebuah standar nasional QR Code yang diwajibkan bagi seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan QR.

Dengan adanya standar QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari PJSP
apapun dapat melakukan pembayaran menggunakan QR code di seluruh merchant meskipun PJSP yang digunakan berbeda. Standar QRIS juga memudahkan merchant dalam menerima pembayaran dari aplikasi apapun hanya dengan membuka akun pada salah satu PJSP penyelenggara QRIS.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersinergi dengan
PJSP menyelenggarakan event Semarak QRIS NTT pada bulan Mei-
Juni 2021. Event ini diharapkan dapat mendorong akselerasi implementasi transaksi non tunai serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT diantaranya adalah kampanye/publikasi, edukasi/talkshow dan promo experience
penggunaan QRIS. Hari ini merupakan hari 1 kegiatan edukasi yang diawali dengan melakukan launching Komunitas QRIS diantaranya Komunitas Kuliner Kampung Solor, Komunitas Penjahit Kampung Solor, Komunitas Jawa – K2S Kota Kupang, Komunitas Lantamal VII
Kupang – Layanan Kesehatan (RS dan Klinik) serta Komunitas Hindu
Kota Kupang. Edukasi hari pertama mengambil tema Panen Rupiah Ala Kartini Jaman Now. Edukasi hari pertama ditujukan kepada para wanita
sebagai Kartini di era digitalisasi yang dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.

Bank Indonesia yakin dengan pemberdayaan perempuan menjadi
agen perubahan di era digitalisasi akan semakin mendorong percepatan kebangkitan ekonomi NTT serta perluasan pemanfaatan transaksi secara non tunai khususnya penggunaan QRIS di NTT.

Melalui kegiatan ini kami mengajak “Ayo Kartini era digital, bertransaksi non tunai dengan QRIS” alternatif pembayaran yang CeMuMuAH (Cepat, Mudah Murah Aman dan Handal). (*)

Sumber berita + foto : Humas KPw BI NTT

Wakil Gubernur Hadiri Pertemuan Tahunan KPw BI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) menegaskan untuk memacu pertumbuhan ekonomi NTT dalam masa pandemi covid-19 butuh kerja luar biasa. Sambil tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan.

“Memang kita tidak bisa kerja biasa-biasa. Keadaan sudah berubah (akibat pandemi, red). Waktu berubah, kita juga harus berubah di dalamnya. Kita harus saling berkolaborasi melaui interaksi dan interrelasi. Baik pihak perbankan, perguruan tinggi, media massa, dunia usaha dan Pemerintah harus bekerja keras dan bekerja sama, tidak boleh kerja sendiri,” kata Wagub JNS saat menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT di Aula Kantor BI NTT, Kamis (03/12/2020). Tema yang diusung dalam pertemuan akhir tahun ini adalah Bersinergi : Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT di Aula Kantor BI NTT, Kamis (03/12/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Wagub JNS menjelaskan, Presiden telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Tahun 2021 kepada Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah pada Rabu, (25/11/2020). Menindaklanjuti ini, Pemprov NTT terus mendorong agar semua proses tender dapat diselesaikan pada Desember 2020.

“Pemerintah Provinsi mendorong agar Keuangan Negara mulai bisa dibelanjakan pada bulan Januari tahun depan. Akhir bulan Januari atau awal Februari 2021, kegiatan-kegiatan sudah bisa dijalankan sehingga perekonomian bisa bertumbuh. Karena salah satu pemicu utama pertumbuhan ekonomi saat ini seperti arahan Presiden adalah anggaran pemerintah,” jelas pria asal Ngada tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, mantan anggota DPR dua periode itu memberikan apresiasi kepada BI atas berbagai dukungan dan kerja keras dalam sektor riil. Terutama dalam pengembangan UMKM sehingga dapat mengendalikan inflasi dan pengembangan ekonomi di NTT.

“Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di masa normal baru, saya minta masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Mari kita perkuat iman dan imun kita. Mari tingkatkan pengamanan diri supaya kita tidak terjangkit dan menjangkitkan covid-19 dengan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Banyak sumber makanan di NTT yang bisa tingkatkan imun kita seperti kelor,” pungkas Wagub JNS.

Sementara itu Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan, pertemuan tahunan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ekonomi NTT Tahun 2020, Arah Kebijakan tahun 2021 serta kontribusi BI NTT dalam wujudkan NTT Bangkit, NTT Sejahtera.

“Perekonomian NTT pada semester pertama seperti juga nasional tertahan lajunya. Tapi di triwulan ketiga semakin membaik seiring dengan penerapan adaptasi Normal Baru. Ekonomi NTT triwulan III tumbuh 3,06 persen quarter to quarter (Q/Q), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,89 persen Q/Q. Ada tiga fakor utama yang jadi pemicu yakni akselerasi pendidikan, Pemerintahan dan Perdagangan”, jelas Nyoman Ariawan.

Lebih lanjut, Nyoman mengungkapkan secara tahunan kontraksi ekonomi NTT berkurang 1,68 persen Year on Year (YoY) dibandingkan triwulan kedua 2020 sebesar 1,99 persen YoY. Konsumsi rumah tangga membaik dengan adanya mobilisasi, stimulus fiskal dan faktor eksternal lainnya. Pertanian, Administrasi Pemerintahan, Perdagangan dan Konstruksi merupakan kontributor utama pertumbuhan ekonomi NTT.

“Inflasi NTT juga terjaga. Hingga November, inflasi NTT adalah 0,56 persen YoY, lebih rendah dari nasional yang sebesar 1,95 persen YoY. Non Performing Loan (NPL) atau kredit Macet sampai Oktober sebesar 2,01 persen dengan. Penyaluran kredit untuk UMKM di NTT juga capai 11,42 triliun rupiah atau 33 persen dari total kredit seluruhnya, melampaui target penyaluran kredit UMKM nasional yakni sebesar 20 persen. Kami memberikan apresiasi atas kerjasama yang baik antara TPID baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota serta kerja keras dari tim Satgas Pangan di bawah pimpinan Polda NTT,” ungkap Nyoman.

Selanjutnya, Nyoman menegaskan komitmen BI untuk mengembangkan UMKM dan pariwisata di NTT. Sudah ada 27 UMKM di seluruh NTT yang jadi binaan BI. Juga beberapa Desa wisata yang jadi binaan BI.

Ia mengatakan BI NTT juga menargetkan pertumbuhan ekonomi NTT 2021 adalah 5,06 sampai dengan 5,66 persen YoY dengan asumsi aktivitas ekonomi mulai berjalan normal, covid-19 dapat dikendalikan dan vaksinasi, peningkatan kapasitas fiskal serta pengerjaan proyek strategis nasional.

“Inflasi kami perkirakan rendah di tahun 2021 dan kembali ke sasaran 3 plus minus 1 (3+/- 1). Prioritas kerja kami di 2021 ada enam yakni optimalisasi realisasi anggaran belanja Pemerintah, perkuat UMKM, akselerasi hilirisasi komoditas unggulan NTT seperti garam, sapi, mete, rumput laut dan perikanan. Berikutnya mendorong implementasi CHSE (Clean, Health, Safety and Environment) dan upaya sertifikasi untuk dorong pariwisata NTT. Kemudian perkuat sinergi dengan stakeholder terkait untuk percepat pemulihan ekonomi dan dorong investasi. Terakhir perkuat sistem digitalisasi sistem pembayaran,” pungkas I Nyoman.

Dalam kesempatan tersebut BI NTT memberikan cindera mata 9 hasil produksi UMKM binaan BI NTT kepada Wakil Gubernur NTT. Juga diserahkan penghargaan dari Menko Perekonomian untuk Tim TPID NTT yang masuk nominasi Provinsi berkinerja terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Kegiatan yang dilakasanakan dalam protokol kesehatan yang ketat tersebut dihadiri Unsur Forkopimda Provinsi NTT, Kepala OJK NTT, Kepala BPS NTT, Kepala Bulog NTT, Dirut Bank NTT dan perwakilan perbankan, yang mewakili Walikota Kupang dan undangan lainnya. Sementara para Bupati se-NTT mengikuti acara ini secara virtual. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

ini Wujud Kepedulian BI NTT Kepada Wartawan Di Tengah Pandemi Covid-19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sebagai wujud kepedulian ditengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan bingkisan berupa paket sembako kepada Wartawan baik dari Media Cetak, Elektronik dan Online yang ada di Kota Kupang, Kamis (21/05/2020).

Penyerahan paket sembako ini dilakukan secara simbolis oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dan diterima oleh perwakilan Wartawan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, saat menyerahkan bingkisan paket sembako kepada salah seorang Wartawan, Kamis (21/05/2020). Foto : Istimewa

Pada kesempatan ini Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan bingkisan paket sembako yang diberikan oleh Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT kepada Wartawan yang ada di Kota Kupang pada dasarnya merupakan bentuk perhatian Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT bagi wartawan di tengah pandemi Covid-19.

I Nyoman Ariawan Atmaja menuturkan bahwa dirinya memahami betul pekerjaan Wartawan, sekalipun di tengah pandemi Covid-19 wartawan tidak pernah lelah menyajikan informasi yang aktual kepada masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dan staff foto bersama dengan Wartawan usai penyerahan paket sembako. Foto : Istimewa

Menurutnya dengan adanya social distancing dan physical distancing akan menurunkan pendapatan dari Wartawan itu sendiri.

“Dengan adanya social distancing dan physical distancing, pendapatan wartawan akan berkurang, oleh karena itu sekiranya paket sembako yang diberikan ini dapat sedikit membantu,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Selain itu Wartawan merupakan mitra, oleh karena itu dirinya ingin terus selalu menjalin kemitraan yang baik dengan Wartawan baik lewat koordinasi dan juga komunikasi, pungkasnya. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kota Kupang Menerima Bantuan Program Sosial Bank Indonesia

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., di dampingi Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dan Lurah Fatubesi, I Wayan Astawa menerima Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat bantu cuci tangan yaitu wastafel portable, masker, hand gloves, vitamin dan hand sanitizer untuk masyarakat Kota Kupang.

Bantuan ini secara simbolis diserahkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwaklian NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja bertempat di kantor Lurah Fatubesi, Senin (06/04/2020).

Penyerahan bantuan ini dalam rangka pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Kupang, melalui pola hidup bersih yang berawal dari cuci tangan dan penggunaan masker.

Disamping itu Bank Indonesia Perwakilan NTT juga menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah terutama bagi para tenaga medis.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan NTT atas perhatian yang luar biasa bagi masyarakat Kota Kupang.

“Kami gunakan alat ini sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat Kota Kupang khususnya kebersihan di tempat umum. Kami sampaikan terimakasih kepada pimpinan Bank Indonesia perwakilan NTT yang telah menyumbang APD bagi tenaga medis di rumah sakit yang berada di Kota Kupang,” ungkap Jefirstson Riwu Kore. (PKP_chr/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang

KPw BI NTT Lakukan Langkah Mitigasi Terhadap Penyebaran Covid-19

NTT AKTUAL. KUPANG. Sebagai bentuk langkah mitigasi terhadap penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di lingkungan kerja Kantor Perwakilan Bank Provinsi NTT (KPw BI NTT) maka pada tanggal 18 Maret 2020 telah dilakukan penyemprotan disinfektan sebagai bagian dari  pembersihan menyeluruh area bangunan kantor termasuk kendaraan dinas baik kendaraan operasional maupun kendaraan yang dipergunakan dalam pengedaran uang Rupiah.

Sesuai Siaran Pers KPw BI NTT penyemprotan ini merupakan salah satu langkah antisipatif yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT selain pemberlakukan mekanisme Work From Home (WFH) secara bergantian, Isolasi Mandiri, penggunaan hand sanitizer, dan Sosialisasi pencegahan COVID-19 termasuk penerapan social distancing.

Bank Indonesia berkomitmen untuk tetap menyelenggarakan tugas dan layanan publik untuk memastikan terjaganya stabilitas moneter, stabilitas keuangan, terselenggaranya layanan sistem pembayaran yang aman, lancar, andal, dan efisien, serta memastikan ketersediaan uang Rupiah di masyarakat.

Di bidang pengedaran uang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT telah menetapkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa uang Rupiah yang didistribusikan kepada masyarakat adalah uang Rupiah yang telah melalui proses pengolahan khusus guna meminimalisir penyebaran COVID-19, yaitu:

1)  Melakukan pengkondisian terhadap setoran uang yang diterima dari perbankan/PJPUR berupa karantina selama 14 (empat belas) hari dan dilanjutkan dengan proses penyemprotan disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali kepada masyarakat,

2) Memperkuat higienitas dari SDM dan perangkat yang digunakan dalam pengolahan uang Rupiah,

3) Melakukan koordinasi dengan perbankan/PJPUR untuk menerapkan langkah-langkah dalam pengolahan uang Rupiah dengan memerhatikan aspek K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) dari sisi SDM maupun perangkat pengolahan uang Rupiah.

Kebijakan ini merupakan kebijakan dari Kantor Pusat Bank Indonesia dan diterapkan di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama dengan Pemerintah Daerah dan Otoritas lainnya, akan tetap mencermati dan memantau perkembangan penyebaran COVID-19  dan tetap  berkomitmen untuk melaksanakan pelayanan terbaik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
(*/Red)

Sumber : Siaran Pers KPw BI NTT

Penjabat Sekda Kota Kupang Hadiri Launching Aplikasi QRIS

NTT AKTUAL. KUPANG. Penjabat Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata,M.Si hadir dalam acara Pekan QRIS Nasional 2020 Sosialisasi Sistem Pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Centra UMKM C&A Jalam Frans Seda, Selasa (10/3/2020).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa QRIS ini adalah terobosan sistem pembayaran dalam dunia digital yang berkembang sangat cepat.QRIS memudahkan tranksaksi keuangan melalui smartphone terutama bagi pelaku UMKM, keuntungan dari QRIS yaitu smua pendapatan dan transaksi keuangan akan tercatat dalam data penjualan sehingga akan diketahui berapa total penjualannya karena terdata dengan rapi.

Aplikasi QRIS adalah jasa pembayaran yang sah dan resmi dari Bank Indonesia. Penggunaan QRIS telah digunakan di 10 UMKM di NTT dan ditargetkan akan mencapai 100 UMKM terutama di Kota Kupang melalui penggunaan Smartphone sehingga mendorong penguatan dan pertumbuhan Ekonomi terutama bagi pelaku UMKM.

Sementara itu Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata,M.Si, yang didaulat menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang mengapresiasi kegiatan tersebut dalam rangka membangun kota kupang khususnya dalam bidang UMKM . Pemerintah Kota mendukung penuh kebijakan pembayaran non tunai melalui Aplikasi QRIS. Tahun 2019 pemerintah kota kupang telah mencanangkan sistem smart city dan tagline ‘Ayo Berubah’.

Karena itu dengan semangat perubahaan dan smart sistem maka sejak tahun 2019 Pemerintah Kota telah bekerja sama dengan beberapa pihak Bank agar proses pengeluaran dalam bentuk pembayaran non tunai terutama pembayaran gaji dan pembelanjaan serta perjalanan dinas. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang menambahkan bahwa dengan adanya Aplikasi QRIS maka akan sangat mempermudah tranksaksi keuangan serta memperkecil kemungkinan penggunaan dan peredaran uang palsu sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan dalam transaksi non tunai, iapun menghimbau kepada seluruh pelaku UMKM di Kota Kupang agar berpartisipasi dalam menggunakan Aplikasi QRIS karena telah digunakan oleh beberapa hotel dan restoran di Kota Kupang sehingga terkendali dan terlindung saat melakukan transaksi keuangan.

Turut hadir dalam kegiatan yaitu Owner Centra UMKM C&A Bapak Ricardus Outniel Yonathan, Kepala Bank Mandiri cabang Kupang Bapak. I Gede Dewa Satriawan, Perwakilan PJSP Non Bank Link Aja Corporate Aldi Diantoro, UMKM Binaan Bank NTT, UMKM/Pedagang binaan C&A, Pengelola Galery Dekranasda NTT, partisipan PJSP Bank yaitu Bank BRI, Bank Nobu, Bank Mandiri. (Red)

Sumber : Humas Setda Kota Kupang

Kantor Perwakilan BI NTT Aktif Selenggarakan Pekan QRIS Nasional

NTT AKTUAL. KUPANG. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat aktif menyelenggarakan pekan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kota Kupang yang dimana Kota Kupang merupakan ibukota dari Provinsi NTT.

“Sejak tanggal 2 hingga tanggal 8 Maret 2020, kami aktif melakukan sosialisasi QRIS melalui Media cetak dan elektronik yaitu melalui TV, Radio dan juga Surat Kabar atau Koran,”

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, kepada awak media dan wartawan dalam kegiatan Media Briefing Pekan QRIS Nasional 2020, yang berlangsung di Ruang Lasiana KPw BI NTT, Selasa (10/03/2020) sore.

Dalam kegiatan Media Briefing ini juga turut pula dihadiri Kepala Unit Pengawasan SP PUR dan KI BI NTT, NLP Sri Sandhi, Kepala Tim SP PUR dan Layanan Administrasi BI NTT, Eddy Junaedi.

Pada kesempatan ini Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, menambahkan QRIS adalah standar nasional QR Code pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia. QRIS yang diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019 (bertepatan dengan HUT RI ke-74) bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju.

“Hingga 28 Februari 2020, secara nasional merchant yang sudah terdaftar dan memasang QRIS mencapai 2,7 juta merchant dan di Provinsi NTT sebanyak 10.533 merchant, sementara di Kota Kupang mencapai 3.041 merchant,” kata Ariawan.

Lanjutnya, dalam menyelenggarakan pekan QRIS Nasional 2020 di Kota Kupang, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT juga selalu aktif menyelenggarakan sosialisasi dan launching.

“Sosialisasi dan Launching pekan QRIS Nasional 2020 sudah dilakukan sejak tanggal 9 Maret 2020, dan kegiatan sosialisasi dan launching ini akan berlangsung hingga tanggal 14 Maret 2020,” ujar Ariawan Atmaja.

Pada acara puncak sosialisasi dan launching pekan QRIS Nasional 2020 yang akan berlangsung pada tanggal 14 Maret 2020 mendatang, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT akan menggelar kegiatan fun color run, dimana seperti yang direncanakan nantinya dalam kegiatan fun color run ini akan diikuti sebanyak 1.000 peserta dari seluruh unsur baik itu Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), Perbankan dan masyarakat umum, jelasnya

“Salah satu hal istimewa dalam kegiatan fun colour run ini nantinya yaitu kami akan mendorong 1.000 orang peserta untuk memberikan donasi atau sumbangan bagi tempat-tempat ibadah baik itu untuk Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha,” ungkap Ariawan Atmaja.

Sehingga pada akhirnya event Pekan QRIS Nasional 2020 tidak hanya menjangkau merchant, pedagang dan pelaku-pelaku bisnis saja, tetapi juga menjangkau umat-umat bergama terutama pada tempat-tempat ibadah, pungkasnya. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata