Arsip Tag: Kota Kupang

FKUB Kota Kupang Serahkan Draft Usulan Perwali Kepada Wali Kota

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang menyerahkan draft rancangan yang diusulkan untuk menjadi Peraturan Wali Kota Kupang berkaitan dengan pedoman fasilitasi pembangunan rumah ibadah di Kota Kupang. Draft tersebut diserahkan langsung oleh Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Rio Fanggidae kepada Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. di Ruang Garuda, Kamis (13/08/2020).

Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Rio Fanggidae, saat menyerahkan draft rancangan yang diusulkan untuk menjadi Peraturan Wali Kota Kupang, kepada Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, di Ruang Garuda, Kamis (13/08/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Dalam pengantarnya, Pdt. Rio Fanggidae menjelaskan FKUB bersama mitra selama beberapa waktu terakhir berdiskusi dan menghasilkan sebuah konsep yang diharapkan bisa menjadi draft Peraturan Wali Kota Kupang, tentang pedoman fasilitasi pembangunan rumah ibadah di Kota Kupang. Diakuinya salah satu syarat pendirian rumah ibadah adalah rekomendasi dari FKUB, namun mereka menyadari sesuai Peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 tahun 2006 dan Nomor 8 tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadat, kepala daerah dalam kasus tertentu bisa mengambil kebijakan memfasilitasi warga yang hendak beribadah.

Misalnya saja umat beragama Budha di Kota Kupang yang jumlahnya tidak banyak. Belum tentu memenuhi syarat pendirian rumah ibadah yang mengharuskan pengguna rumah ibadat paling sedikit 90 orang, yang disahkan oleh pejabat setempat, sesuai dengan tingkat batas wilayah serta dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa. Tentunya butuh kebijakan khusus untuk umat Budha di Kota Kupang. Karena itu lewat Perwali tersebut mereka berharap kendala-kendala seperti itu bisa diatasi.

Selain menyerahkan draft usulan perwali tersebut FKUB juga mengajukan usulan agar Pemkot Kupang menggelar diskusi konsultasi publik tentang konsep ini. Tujuannya agar masyarakat di berbagai kalangan bisa mengetahui rancangan tersebut dan memberi masukan untuk penyempurnaannya. Mengenai konsep ini menurutnya sudah mereka komunikasikan dengan para pemimpin agama baik Keuskupan Agung Kupang, MUI Kota Kupang maupun Sinode GMIT dan pada umumnya direspon secara baik.

Topik lain yang disampaikan FKUB dalam rekomendasi yang mereka serahkan kepada Wali Kota adalah draft tentang pengaturan lokasi pedagang kuliner khusus yang berdekatan dengan rumah ibadah. FKUB berharap para pedagang bisa menghormati umat beragama lain dan rumah ibadahnya. Kepada Pemkot Kupang FKUB minta agar untuk rencana jangka panjang menyiapkan lokasi khusus untuk para pedagang kuliner tersebut.

Menanggapi usulan konsep tersebut Walikota menyampaikan siap menerimanya dengan senang hati. Menurutnya konsep ini akan dipelajari dan didiskusikan lagi secara lebih mendalam. Wali Kota juga akan melakukan dialog publik yang difasilitasi oleh dinas terkait, agar bisa diperbaiki sehingga bisa segera ditandatangani. “Mudah-mudahan draft ini bisa mencakup semua, sehingga tidak ada lagi persepsi yang berbeda tentang izin pembangunan rumah ibadah,” pungkasnya.

Turut mendampingi Wali Kota dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH. M.Si beserta jajarannya. (*PKP_ans/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Gandeng Investor Asing Dalam Pengembangan Wisata Pantai NBD dan Pantai Batu Kepala

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, menyambut baik kehadiran investor untuk mengembangkan dan mengelola Pantai Nunbaun Delha dan Pantai Batu Kepala di Kecamatan Alak. Hal ini disampaikannya saat penandatangan kesepakatan bersama antara pihak investor dari CV Hidup Indah dan Pemerintah Kota Kupang, Kamis (13/08/2020) siang tadi di Ruang Rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang.

Wali Kota Kupang didampingi Sekda Kota Kupang foto bersama dengan pihak investor di Ruang Rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (13/08/2020) siang. Foto : PKP Setda Kota Kupang

Penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan oleh Direktur CV Hidup Indah, I Kadek Sangging Tirtayatra selaku pihak pertama dan Wali Kota Kupang, DR. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, selaku pihak kedua dan disaksikan investor Mr. Anthony Haritos. Hadir pula Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.H., M.Si., Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M,Si, dan Kepala Bagian Kerjasama Johannes D. B. B. K. Assan, S.Kom. Kesepakatan bersama berisi tentang objek dan ruang lingkup, pelaksanaan dan jangka waktu berlakunya kerjasama yaitu selama satu tahun dimulai sejak ditandatangani oleh para pihak.

“Kami senang adanya kerjasama pengembangan Pantai Nunbaun Delha dan Pantai Batu Kepala Nunhila karena hal ini sebagai langkah awal untuk membantu warga setempat dan masyarakat Kota Kupang pada umumnya,” ucap Walikota. Dikatakannya, saat ini Pemkot Kupang juga memiliki sejumlah program untuk pengembangan sumber daya alam dan kerjasama yang dibangun saat ini merupakan sesuatu hal baru di Kota Kupang.

Lebih jauh disampaikan Wali Kota, warga masyarakat Kota Kupang senang dengan hal-hal baru, jika ada sesuatu yang baru pasti masyarakat akan antusias. Untuk itu Pemkot akan mendukung kerjasama ini namun Walikota juga mengingatkan bahwa setelah penandatanganan kesepakatan bersama ini tentunya terdapat aturan-aturan yang berlaku. “Saya ingatkan bahwa setelah penandatanganan kesepakatan bersama ini nantinya akan diikuti dengan poin-poin ketentuan yang harus dipatuhi bersama,”
ujarnya. Disampaikan pula, Pemkot akan mendukung adanya pengembangan di kedua pantai ini dengan penyiapan sarana dan prasarana baik akses jalan yang lebih baik, lampu penerangan jalan, taman maupun sarana kebersihan.

Wali Kota juga meminta agar dalam poin kesepakatan agar investor menyiapkan fasilitas berupa kantor kecil untuk representasi kantor imigrasi sehingga memudahkan para tamu mancanegara dalam pengurusan dokumen. “Saya ingin agar ada fasilitas ruangan khusus untuk pengurusan administrasi keimigrasian bagi para tamu sebagai bagian dari servis yang akan meningkatkan reputasi pariwisata Kota Kupang,” ujarnya. Wali Kota sangat berharap Pantai Nunbaun Delha dan Pantai Batu Kepala akan menjadi destinasi wisata primadona yang baru di Kota Kupang.

Mr. Anthony Haritos dengan bahasa Inggris yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Pemkot Kupang yang mengijinkan dirinya selaku investor untuk mengembangkan pariwisata di Pantai NBD dan Pantai Batu Kepala. Anthony yang berasal dari Darwin NT Australia ini mengungkapkan ketertarikannya terhadap pantai-pantai tersebut dan bahkan telah membangun rumah tinggal tepat di Pantai Batu Kepala.

Diakuinya pemilihan pantai NBD untuk dikembangkan karena menurutnya sangat strategis untuk menjadi tempat persinggahan pertama kapal-kapal layar yang berasal dari Australia maupun negara lainnya. Untuk itu dia telah melakukan pertemuan dengan pihak Dinas Pariwisata Kota Kupang dan Dinas Perikanan dan diterima dengan baik.

Dalam pemaparannya, ia berencana membuat kedua pantai ini menjadi tempat wisata yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Ia berencana akan menghadirkan berbagai suguhan atraksi yang menarik, menyiapkan makanan-makanan eksotis dari berbagai negara dan menonjolkan keramahan dan pelayanan yang profesional. Menurutnya mungkin hal itu tidak mudah namun bukan berarti tidak mungkin untuk diwujudkan serta perlu dicoba apalagi dengan dukungan dan kerjasama dengan pemerintah. (*PKP_ghe/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Terobosan Hebat, Disdukcapil Berinovasi Melalui Aplikasi SIMPEL dan Pelayanan 24 Jam

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Terintegrasi Secara Elektronik atau SIMPEL yang digagas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kupang pagi tadi, Kamis (13/08/2020) bertempat di halaman Kantor Dispenduk Kota Kupang.

Acara peluncuran aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Terintegrasi Secara Elektronik atau SIMPEL, yang berlangsung di halaman Kantor Dispenduk Kota Kupang, Kamis (13/08/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Turut hadir pada kesempatan ini Mantan Walikota Kupang periode 2007-2012, Drs. Daniel Adoe yang juga salah satu anggota Tim Percepatan Pembangunan Kota Kupang, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Oder Mark Sombu, S.H., M.H., Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, S.H., Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si, Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda, Thomas Didimus Dagang, S.Sos. M. Si, perwakilan dari Kodim 1604/Kupang dan Polres Kupang Kota. Acara juga dihadiri oleh para Pimpinan Perangkat Daerah, Camat serta Lurah se-Kota Kupang.

SIMPEL adalah pelayanan aplikasi kependudukan secara elektronik yang di dibuat oleh Disdukcapil Kota Kupang bagi seluruh masyarakat dengan beberapa manfaat antara lain secara daring maupun offline. Dengan adanya aplikasi ini masyarakat dimudahkan dengan pelayanan tanpa antrian fisik, karena pengisian formulir permohonan dan data pendukung dilakukan secara daring sehingga lebih cepat. Antrian yang dilakukan secara daring menggunakan metode first in first out (FIFO), kemudian produk pelayanan adminduk dapat diantar ke rumah tanpa dipungut biaya.

Selain itu dalam keadaan offline aplikasi SIMPEL membantu pengurusan adminduk tanpa calo, dimana masyarakat lebih mudah untuk mengurus dokumennya sendiri serta pelayanan akan lebih akurat karena petugas langsung melayani masyarakat secara tatap muka.

Keuntungan lain dari penggunaan aplikasi SIMPEL adalah masyarakat dapat memberikan penilaian terhadap kinerja Disdukcapil Kota Kupang sehingga dapat dijadikan masukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan pada masa yang akan datang. Untuk mendapatkan layanan SIMPEL dari Disdukcapil Kota Kupang secara online, dapat langsung mengakses link : simpel.aplikasi54.net/ebisa/beranda.

Kepala Ombudsman NTT, Darius Beda Daton dalam sambutannya pada kesempatan tersebut mengatakan substansi pengaduan terhadap pelayanan publik setiap tahun adalah seputar ketidakpastian waktu dalam kepengurusan adminduk. Dirinya juga memberi saran untuk website yang digunakan agar sesuai dengan ketentuan website pemerintahan dan harus diperkuat dengan kapasitas server yang memadai untuk meminimalisir kesalahan atau error. Sementara untuk tata letak gedung kantor diharapkan menjadi tempat yang bisa lebih mudah diakses.

Selanjutnya Kepala Ombudsman memberikan apresiasi kepada Dispenduk Kota Kupang dalam peningkatan pelayanan dan telah memenuhi standar nasional. “Kita bersyukur karena pak kadis dan staf bekerja dgn baik dan cepat menanggapi keluhan masyarakat, melalui inovasi-inovasinya” ujarnya

Dr. Jefri Riwu Kore dalam sambutannya menyampaikan bahwa aplikasi SIMPEL memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan. Wajah Kota Kupang akan terlihat lebih baik jika melalui pelayanan publiknya tertata dengan baik, salah satunya adalah di Dinas Dukcapil. Diakui beliau bahwa masalah yang sering dihadapi adalah ketersediaan blanko administrasi kependudukan yang kuotanya dibatasi dari pusat.

Apresiasi diberikan oleh Wali Kota Kupang kepada Agus Ririmasse selaku Kepala Dinas Dukcapil Kota Kupang, karena mampu meningkatkan pelayanan dan didukung teman-teman staf di dukcapil yang bekerja luar biasa sehingga pelayanan publik dinilainya makin baik. Bahkan Dispendukcapil akan membuka pelayanan 24 jam untuk pengurusan KTP selama 1 minggu sejak 14 Agustus 2020. “Selain launching SIMPEL, Pak Agus dan jajaran Dispendukcapil juga akan membuka pelayanan pengurusan KTP Elektronik 24 jam dari tanggal 14 sampai 22 Agustus,” jelas Wali Kota yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Kepala Disdukcapil Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, M.Si., mengatakan aplikasi SIMPEL merupakan kontribusi disdukcapil dalam mendukung program pemkot Kupang dengan tagline Ayo Terus Berubah. “Kita mendukung bapak Wali Kota dan bapak Wakil Wali Kota untuk terus membangun Kota Kupang menuju Kupang Smart City,” ungkapnya.

Agus menjelaskan bahwa inisiatif untuk membuka pelayanan E-KTP dan administrasi kependudukan lain selama 1 minggu sejak tanggal 14 hingga 22 Agustus 2020 tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke 75 Kemerdekaan RI dan menyongsong HUT ke 3 Kepemimpinan Jefri-Herman yang jatuh pada tanggal 22 Agustus mendatang. Pelayanan administrasi akan dilakukan 1×24 jam di kantor Dispenduk Kota Kupang.

Sebelum menutup acara peluncuran aplikasi SIMPEL, Wali Kota Kupang menyerahkan penghargaan bagi kreator/pembuat aplikasi yang diberikan kepada Octavianus Yulius Kuma, S.Kom, penghargaan penerapan pelayanan kepada Kepala Dinas Dukcapil Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, M.Si., dan penyerahan secara simbolis dokumen adminduk kepada warga Kota Kupang atas nama ibu Fransiska Ximenes. (*PKP_chr/jm/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Serahkan Bansos Untuk Penyandang Disabilitas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H, menyerahkan bantuan sosial (bansos) non tunai asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) dari Kementerian Sosial kepada para penyandang disabilitas di Kota Kupang. Penyerahan berlangsung di Panti Asuhan Kasih Kelurahan Kelapa Lima Kupang, Rabu (12/08/2020). Adapun bantuan yang diserahkan pada kesempatan tersebut antara lain asistensi sosial penyandang disabilitas luar panti dan asistensi sosial penyandang disabilitas dalam panti.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada para penyandang disabilitas. Diakuinya apa yang diberikan masih jauh dari harapan, karena itu Wali Kota memerintahkan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang yang turut hadir pada kesempatan tersebut untuk merancang realokasi anggaran yang lebih banyak di tahun mendatang bagi para penyandang disabilitas.

“Kalau bisa kita siapkan alat bantu juga bagi mereka, karena mereka adalah saudara-saudara kita yang perlu dibantu,” pintanya. Wali Kota berharap ke depan ada perubahan besar di jajaran Pemkot Kupang yang memberi perhatian lebih besar bagi para penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos menjelaskan bahwa sesuai data kondisi riil jumlah penyandang disabilitas di Kota Kupang saat ini sebanyak 831 orang. Selain bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas di dalam dan luar pantai, para penyandang disabilitas juga menerima sejumlah bantuan baik dari APBN maupun APBD Kota Kupang.

Di antaranya adalah bantuan sosial tunai bagi penyandang disabilitas dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 yang bersumber dari APBN, bantuan dana pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas, bantuan permakanan bagi penyandang disabilitas, bantuan alat bantu, bantuan sembako bagi penyandang disabilitas dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 serta bantuan program keluarga harapan (PKH).

Menurutnya hingga saat ini tercatat 798 orang penyandang disabilitas di Kota Kupang yang sudah tersentuh bantuan. Pernyataan itu sekaligus membantah informasi keliru yang tersebar di media sosial sebelumnya yang mengklaim 60 persen penyandang disabiltas di Kota Kupang belum terlayani.

Tampak hadir pada penyerahan bantuan tersebut Kepala Yayasan Cahaya Pelita Flobamora Kupang, Rony Wa’as, Kepala Panti Asuhan Kasih, Alex De Fretes, dan jajaran dari Dinas Sosial Kota Kupang. (*PKP_ans/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Paparkan Program Khusus Untuk Tokoh Agama

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Selain bantuan alat liturgi yang selama beberapa hari terakhir diserahkan langsung oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda, Pemerintah Kota Kupang sebenarnya memilki program khusus yang ditujukan bagi para tokoh agama. Informasi tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., saat mengunjungi beberapa rumah ibadah untuk menyerahkan bantuan perlengkapan liturgi dari Pemkot Kupang, Rabu (12/08/2020).

Program khusus yang dimaksudkan antara lain bantuan umroh bagi para imam masjid, ziarah bagi para pendeta dan pastor serta bantuan uang muka rumah bagi semua tokoh agama yang saat ini melayani di Kota Kupang. Tentang bantuan umroh dan ziarah menurut Wali Kota untuk tahun ini belum bisa terlaksana karena masih terkendala pandemi Covid-19. Harapannya jika pandemi ini sudah berlalu, tahun depan Pemerintah Kota Kupang dapat melaksanakan program ini kembali.

Sebagaimana penjelasannya di berbagai kesempatan, Wali Kota juga menuturkan bahwa bantuan-bantuan yang diberikan ini merupakan wujud terima kasih Pemkot Kupang kepada para tokoh agama, yang telah berkontribusi bagi pembangunan di Kota Kupang lewat pembinaan spiritual jemaatnya, sehingga toleransi dan kerukunan Kota Kupang saat ini tetap terjaga.

Kepada para tokoh agama yang ditemuinya tak lupa Wali Kota juga meminta untuk bersedia membantu memberikan informasi tentang warga sekitar yang kurang beruntung dan layak dibantu, agar bisa diakomodir dalam sejumlah program bantuan Pemkot Kupang, salah satunya adalah program bedah rumah.

Dalam kunjungannya, Rabu (12/08/2020) rumah ibadah pertama yang dikunjungi Wali Kota adalah Masjid Al Barkoh di Kelurahan Naikolan. Di sana disambut oleh Imam Masjid Al Barkoh, Ustadz H. Umar Ba. Kemudian Wali Kota yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape S.Sos. dan Plt. Camat Maulafa melanjutkan kunjungan ke GMIT Oepura. Disana mereka disambut oleh Esthon Foenay selaku majelis dan tokoh gereja di GMIT Imanuel Oepura bersama para pendeta.

Selanjutnya Wali Kota bersama rombongan menyambangi Masjid Darusalam Sikumana, disambut Imam Masjid Drs. H. Ramli Deni bersama para pengurus masjid. Rumah ibadah terakhir yang dikunjungi Wali Kota hari ini adalah GMIT Kaisarea yang terletak di Kelurahan Kolhua. Pendeta Ronni Runtu, M.Th selaku Ketua Majelis Jemaat Kaisarea BTN Kolhua bersama rekan-rekan pendetanya menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan jajaran Pemkot Kupang yang telah berkenan memberikan bantuan kepada mereka.

Senada dengan tokoh agama lainnya, para pemuka agama tersebut mendoakan agar Wali Kota bersama jajarannya dianugerahi kesehatan dan senantiasa diberi hikmat kebijaksanaan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Di hari yang sama, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man juga menyerahkan bantuan perlengkapan liturgi di sejumlah lokasi berbeda. Penyerahan dimulai dari Masjid Baburahman Kayu Putih yang diterima oleh Abbas Kasim selaku Ketua Takmir Masjid, kemudian dilanjutkan ke Gereja GMIT Ora Et Labora Oesapa yang diterima oleh ibu Pdt. Ira Batubara – Wonlele, M.Th dan Pdt. Pdt. Nikolaus Bunga S.Th. Selanjutnya Wakil Wali Kota Kupang bersama rombongan menuju Gereja GMIT Marturia Oesapa Selatan yang diterima oleh Pdt. Eleanor Manu-Nalle, S.Th., dan penyerahan berakhir di Gereja GMIT Emaus Liliba yang diterima oleh Pdt. Helda Mimi Sir – Seo, S.Th dan Pdt. Intan Priyono Manu – Radja, S.Th.

Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud terima kasih Pemkot Kupang kepada para pemimpin agama dan jemaatnya yang selama ini telah mendoakan jajaran Pemkot Kupang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Para Pendeta yang menerima bantuan dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan program luar biasa yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang sebagai bentuk kepedulian bagi para hamba Tuhan di lingkungan GMIT wilayah Kota Kupang. Mereka menilai, Pemerintah Kota Kupang benar-benar memberi perhatian yang sangat luar biasa bagi seluruh agama dan secara khusus bagi Gereja di Kota Kupang, “dalam sejarah GMIT di Kota Kupang, baru pertama kali ini hamba-hamba Tuhan mendapat bantuan Toga guna mendukung pelayanan terhadap jemaat,” kata Pdt. Eleanor Manu – Nalle, S.Th. salah satu penerima bantuan di Gereja Marturia Oesapa Selatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Baaburahman Kayu Putih, Abbas Kasim, yang memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang terus memberikan bantuan kepada Masjid dan tetap menjaga toleransi keberagaman di Kota Kupang, “bantuan ini sangat berarti bagi pelayanan di Masjid ini dan kami akan selalu mendoakan Kota Kupang untuk terus maju dan terus berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Di kesempatan yang berbeda pada hari yang sama, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. juga berkesempatan mengunjungi 2 Gereja dan 2 Masjid untuk membagi bantuan fasilitas dan peralatan liturgis dari Pemerintah Kota Kupang. Pukul 16.10 Sekda Kota Kupang tiba di GMIT Pniel Oebobo, kemudian dilanjutkan menuju Masjid Nurul Iman Fatubesi, lalu ke Masjid Al – Iklas Bonipoi dan terakhir GMIT Kota Kupang.

Adapun bantuan yang diserahkan dalam kegiatan peningkatan toleransi dan kerukunan kehidupan beragama ini untuk Masjid berupa karpet, kain kafan dan keranda serta kain penutup keranda. Sedangkan untuk Gereja Kristen Protestan berupa jubah pendeta dan setelan jas. (*PKP_ans/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Jembatan Mapoli Kembali Dibuka Untuk Umum

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Tepat pukul 10.00 Wita pada Rabu, (12/08/2020) Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H, akhirnya resmi membuka akses jembatan Mapoli yang selama ini ditutup untuk proses pekerjaan rehabilitasi. Dengan dibukanya kembali akses jembatan Mapoli maka masyarakat sudah dapat melalui jembatan tersebut dengan leluasa.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H (kanan depan) usai membuka akses jembatan Mapoli, Rabu, (12/08/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Wali Kota dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPJN X Kementerian PUPR RI serta semua pihak yang telah terlibat dalam proses pengerjaan jembatan Mapoli, “atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang saya berterima kasih pertama-tama kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kementerian PUPR RI yang sudah memfasilitasi penyelesaian pekerjaan jembatan sehingga dapat selesai lebih cepat dari waktu yang direncanakan, yaitu 7 bulan,” ujar Wali Kota Jeriko.

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, NTT menjadwalkan pelaksanaan pengerjaan jembatan Mapoli di Jl. Alfons Nisnoni, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja selama 210 hari kerja. Dijadwalkan mulai 10 Februari 2020 dan berakhir pada 6 September 2020. Untuk pekerjaan jembatan, maka sejak 10 Februari lalu akses jalan di wilayah itu praktis ditutup. Dengan demikian pekerjaan jembatan hanya memakan waktu kurang dari 7 bulan dari waktu yang direncanakan.

Menurut Wali Kota, akselerasi pengerjaan jembatan ini perlu mendapatkan apresiasi, karena meskipun ada jalan alternatif, jembatan Mapoli diharapkan dapat diakses sesegera mungkin oleh masyarakat, dan terjawab. Masyarakat akhirnya dapat melewati kembali jembatan Mapoli setelah kurang lebih 6 bulan lamanya harus melewati jalan alternatif yang dibuat pihak kontraktor.

“Ini sebuah kerja yang luar biasa, sebelum batas waktu yang ditentukan, jembatan sudah dapat digunakan seperti sediakala. Akhirnya, dengan selesainya pekerjaan fisik jembatan ini maka semua jalan alternatif sudah bisa ditutup kembali,” tegas Wali Kota.

Wali Kota Kupang dalam kegiatan tersebut didampingi oleh Camat Kota Raja, Achrudin R. Abubakar, S.Sos., M.Si., Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si dan dihadiri langsung oleh bapak Yosua Armanto selaku Tim Pengawas dari BPJN X Kementerian PUPR RI wilayah Denpasar-Nusa Tenggara beserta para konsultan pengawas pekerjaan jembatan Mapoli dari PT. Buana Archicon Jo.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah NTT Franky Simamora disel-sela kegiatan itu mengatakan sejak awal pihak BPJN X Kementerian PUPR sudah berniat untuk menyelesaikan pekerjaan ini secepat mungkin untuk menjawab permintaan masyarakat, “kami sadari bahwa percepatan pembangunan jembatan Mapoli ini untuk memenuhi permintaan masyarakat dan juga sekaligus sebagai bukti nyata bahwa kami memiliki kepedulian terhadap masyarakat Kota Kupang.

Dengan kondisi jembatan yang sudah selesai dikerjakan, diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang terjadi di jalan-jalan alternatif, “selama ini kami tahu, tentu masyarakat cukup kesulitan karna hanya menggunakan jalan alternatif yang sempit dan sering macet. Syukurlah, kami bersama Pemerintah Kota Kupang akhirnya dapat membuka kembali akses jembatan Mapoli sehingga sudah bisa digunakan lagi seperti biasa,” ujarnya.

Sebagai informasi, rehabilitasi jembatan Mapoli dilaksanakan dengan menggunakan dana yang berasal dari APBN 2020 dengan nilai kontrak Rp. 3.562.038.000. Rehabilitasi jembatan ini dikerjakan oleh Kontraktor pelaksana, CV. Putra Mandiri Sejahtera.(*PKP_jms_nis/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

ASN di Kota Kupang Ikuti Bimtek Penerapan Aplikasi E-Kinerja

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang menyelenggarakan sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan e-Kinerja bagi ASN lingkup pemkot. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Direktorat Kinerja BKN Pusat Jakarta sebagai penyedia aplikasi sekaligus menjadi narasumber.

ASN lingkup Pemkot Kupang saat mengikuti kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan e-Kinerja bagi ASN di Aula Hotel Sylvia Premiere Kupang, Rabu (12/08/2020) pagi. Foto : PKP Setda Kota Kupang

Kegiatan yang dijadwalkan selama 2 hari, 12 – 13 Agustus 2020 ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si., Rabu pagi (12/08/2020) pukul 09.30 Wita di Aula Hotel Sylvia Premiere Kupang. Sekda didampingi Kepala BKPPD Kota Kupang, Abraham David Evil Manafe, S.IP., M.Si dan dihadiri Direktur pada Direktorat Kinerja BKN Pusat Jakarta, Neny Rochyani S.Si.Apt, M.Si. Turut hadir pimpinan OPD, Camat dan para Lurah lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Sekda, disampaikan penerapan e-Kinerja merupakan implementasi dari e-government dimana saat ini kita dituntut untuk melakukan semua proses kerja berbasis teknologi atau digitalisasi. Dikatakan penerapan aplikasi e-kinerja dimaksudkan untuk memudahkan para pegawai khususnya di lingkungan pemerintah Kota Kupang dalam perencanaan, pelaksanaan tugas-tugas dan penilaian kinerja PNS yang pada gilirannya akan mendasari pemberian tambahan penghasilan pegawai secara adil.

Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si., saat membacakan sambutan Wali Kota Kupang pada kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan e-Kinerja bagi ASN lingkup Pemkot Kupang, Rabu (12/08/2020) pagi. Foto : PKP Setda Kota Kupang

“Penerapan aplikasi e-Kinerja ini sebagai upaya memberikan apresiasi dan pengakuan atas kinerja pegawai,” ucapnya. Selain itu, menurutnya penerapan e-kinerja juga bertujuan mempermudah pejabat struktural dalam proses monitoring, evaluasi, dan pengawasan kinerja serta penilaian perilaku kerja staff atau bawahannya.

Lebih jauh disampaikan, dengan diterapkannya e-kinerja di lingkup Pemkot, diharapkan kelak tidak ada lagi pegawai yang tidak tahu akan apa yang harus dikerjakan dan hanya sekedar menunggu perintah atasan, sebaliknya setiap pegawai akan mengetahui beban tugas serta apa yang harus dilakukan. Namun Sekda meminta dalam bimtek ini agar juga menjadi perhatian yaitu terkait indikator kinerja. “Penting untuk diperhatikan akan kualitas kinerja dan bukan hanya melihat kuantitas kerja,” ujarnya.

Dia berharap penerapan aplikasi e-Kinerja dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas ASN dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, juga diharapkan adanya peningkatan disiplin dan kinerja pegawai di lingkup Pemkot, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dilaksanakan secara maksimal.

Mengakhiri sambutannya, Sekda meminta kepada peserta bimtek untuk mengikuti kegiatan ini dengan bersungguh-sungguh sampai selesai agar dapat menguasai aplikasi ini dengan baik. “Dengan jumlah peserta yang banyak, 204 orang saya harap semua bisa mengikuti materi yang disampaikan oleh narasumber yang sudah datang jauh-jauh dari pusat,” ujarnya. Dia meminta setiap pimpinan perangkat daerah dapat melakukan evaluasi atas kemajuan dari peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur, Richard Penlaana, S.Sos., M.Si diketahui peserta bimtek sebanyak 204 orang berasal dari 102 perangkat daerah, kecamatan dan kelurahan dengan jumlah perwakilan masing-masing 2 orang peserta. (*PKP_ghe/ech/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Resmikan Sumur Bor, Wali Kota Apresiasi PDAM dan Tokoh Masyarakat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota memberi apresiasi kepada PDAM Kota Kupang dan tokoh masyarakat Oepura yang telah menjalin kerja sama untuk menjawabi kebutuhan air bersih warga Kota Kupang. Pujian tersebut disampaikannya saat meresmikan operasional sumur bor di Kelurahan Oepura, Senin (10/08/2020).

Menurutnya langkah yang di ambil oleh PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang sangat bagus dan luar biasa, sehingga bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan air di Kota Kupang yang akan menghadapi musim kemarau.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H, saat meresmikan operasional sumur bor di Kelurahan Oepura, Senin (10/08/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Apresiasi juga disampaikan kepada para tokoh masyarakat di Oepura yang telah berkenan memberikan lahannya untuk dijadikan sumur bor yang nantinya akan menjadi sumber air yang memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H, juga mengajak semua pihak untuk mendukung program tanam air dan gerakan kupang hijau yang menjadi salah satu program prioritas Pemkot Kupang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H, saat memberikan sambutannya pada kegiatan peresmian operasional sumur bor di Kelurahan Oepura, Senin (10/08/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

“Saya harap kita tidak hanya begini saja terus, menggali dan mengambil airnya saja, akan tetapi bagaimana kita bisa menanam air tersebut dengan terus menanam pohon sehingga stok selalu tersedia,” ujar Wali Kota.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Johannis S. Ottemoesoe, SE, yang turut mendampingi Wali Kota pada kesempatan tersebut menjelaskan pengeboran sumur bor ini bisa menghasilkan debit air 20 liter per/detik yang memiliki target pelayanan di wilayah Naikoten, Oebobo, Tuak Daun Merah, Kayu Putih dan Maulafa.

“PDAM juga akan bangun reservoir 200 kubik. Jadi yang paling utama adalah spot-spot yang kita layani puncaknya di air hitam sekitar 35 liter/detik,” tambahnya.

Untuk diketahui turut hadir dalam kegiatan peresmian operasional sumur bor di Kelurahan Oepura ini yaitu Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy Funay, SE, M.Si, Assisten Ekonomi Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M. Si, Dirut PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang Johannis S. Ottemoesoe, SE, Tokoh Masyarakat Kelurahan Oepura Esthon Foenay, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat dan Lurah. (*PKP_ddy/let/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Jelang HUT RI & 3 Tahun Kepemimpinan Jefri-Herman, Wali Kota Serahkan Bantuan Untuk Gereja dan Masjid

NTT AKTUAL. KUPANG. Salah satu kegiatan yang dirancang Pemerintah Kota Kupang untuk memeriahkan HUT ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-3 masa kepemimpinan Wali Kota Jeriko dan Wakil Wali Kota Herman Man adalah membagikan bantuan berupa alat liturgi kepada para tokoh agama baik di Gereja maupun Masjid.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H. dalam moment penyerahan di sejumlah Gereja dan Masjid, Selasa (11/08/2020) menjelaskan bantuan yang diserahkan kali ini merupakan wujud terima kasih dari Pemkot Kupang kepada para tokoh agama yang selama ini telah bersama pemerintah berusaha membangun kota ini lewat pembinaan iman umat. Menurutnya, berkat pembinaan iman spiritual oleh para tokoh agama, kerukunan dan kedamaian di Kota Kupang terus terjaga.

Wali Kota juga berterima kasih kepada para tokoh agama yang telah membantu Pemkot Kupang mensosialisasikan sejumlah program pemerintah lewat mimbar di rumah ibadah masing-masing. Karena itu Pemkot Kupang ingin membalas jasa baik para tokoh agama tersebut, “meskipun tidak bisa membalas semua jasa Bapak Ibu, kami tetap berniat baik untuk membantu, mohon jangan lihat jumlahnya, tapi lihatlah niat baik kami,” ungkap Jeriko. Wali Kota juga ingin memastikan program semacam ini akan menjadi agenda rutin Pemkot Kupang di tahun-tahun berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota yang juga majelis jemaat di salah satu Gereja di Jakarta itu menyampaikan permohonan kepada para tokoh agama baik di Gereja maupun Masjid untuk berkenan menjadi mata pemerintah, membantu menyampaikan informasi tentang warga yang kurang beruntung yang membutuhkan uluran tangan pemerintah. “Bantu kami dengan memberi informasi lewat RT, RW dan lurah setempat, agar masyarakat yang membutuhkan dapat turut terbantu,” tambahnya.

Wali Kota yang didampingi oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, Drs. Mesakh Revael Bailaen, Kabag Kesra Setda Kota Kupang dan Kabag Protokol Setda Kota Kupang mengawali kunjungan dari GMIT Galed Kelapa Lima. Di sana mereka disambut oleh Ketua Majelis GMIT Galed, Pdt. Victoria Nenohai bersama rekan pendeta dan majelis di gereja tersebut. Hadir pula Lurah Kelapa Lima, Yustinus Kahan, S.IP., M.Si.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Gereja Talithakum Pasir Panjang. Di sana Wali Kota dan rombongan disambut oleh Ketua Majelis Jemaat Talithakum Pasir Panjang, Pdt. Stevanus Makonimau, S.Th bersama para pendeta serta Camat Kota Lama, Pah Bessie Semuel Messakh, S.STP., M.Si dan Lurah Pasir Panjang, Ferdinan Masae, S.Pt.

Dari Pasir Panjang Wali Kota dan rombongan beranjak ke GMIT Horeb Perumnas disambut oleh Ketua Majelis GMIT Horeb, Pdt. Reni Lesik Suek, SM.Th bersama para pengurus Gereja tersebut beserta Lurah Nefonaek, Titus Ratuarat, S.Sos.

Selanjutnya Wali Kota mengunjungi Masjid Agung Baiturahman Perumnas, yang letaknya tidak jauh dari Gereja Horeb. Di sana Wali Kota disambut oleh Ketua Yayasan Masjid Agung Baiturahman, H. Ahmad Albar, Imam Masjid, H. Sya’idi dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Mohammad Ansor.

Titik terakhir yang dikunjungi Wali Kota pada hari itu dalam rangka penyerahan bantuan alat liturgi adalah GMIT Anugerah di Jl. Eltari. Seperti tokoh agama yang ditemui sebelumnya Ketua Majelis GMIT Anugerah, Pdt. Divita D. Lobo Darmosewojo, M.Th menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan jajaran yang telah berkenan memberikan bantuan ini. Mereka berjanji akan berusaha mendukung Pemkot membangun Kota Kupang. Diakuinya sebagai pemimpin tentunya Wali Kota menghadapi banyak masalah dan tuntutan dari berbagai kalangan masyarakat. Karena itu sebagai ungkapan terima kasih mereka akan mendoakan Wali Kota dan segenap jajarannya agar selalu sehat dan tetap semangat serta setia memimpin Kota Kupang dengan bijak. Turut hadir di GMIT Anugerah Lurah Naikoten I, Budi Imanuel Izaac, SH.

Di hari yang sama Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. juga berkesempatan mengunjungi 3 Gereja dan 1 Masjid untuk membagi bantuan perlengkapan ibadah dan 1 buah keranda beserta perlengkapannya dari Pemerintah Kota Kupang. Sekitar pukul 16.30 Sekda Kota Kupang tiba di GMIT Kefas Oetete, kemudian dilanjutkan menuju Masjid Nurul Taqwa Naikoten I, Gereja GMIT Silo dan terakhir Gereja GMIT Maranatha Oebufu.

Dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kupang didampingi Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang S.Sos. M.Si, Camat Oebobo Matheos A. H. T Maahury, S.E, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Maxi Jemy Deerens Didok, S.Pd., M.Si, Kabag SDA Kota Kupang, salah satu Kasubbag di Bagian Kesra, Nonce Manafe dan lurah setempat. Hadir pula pada masing-masing rumah ibadah, para Pendeta dan Imam Masjid.

Sekretaris Daerah Kota Kupang dalam kesempatannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Pendeta dan Imam Masjid. “Atas nama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang saya menyampaikan terima kasih atas sambutan yang penuh kehangatan. Saya percaya bahwa semua ini tentu merupakan cermin dari eratnya hubungan yang terbina baik antara pemerintah dan lembaga rohani,” ungkapnya.

Sekda menambahkan program Pemkot Kupang terkait dengan perlengkapan ibadah bagi semua agama ini adalah aktualisasi dari ucapan terima kasih terhadap pelayanan semua lembaga agama kepada umatnya, yang sudah tentu adalah masyarakat kota kupang, “Kami pemerintah tidak butuh apa-apa kami hanya ingin didoakan oleh bapak-ibu sekalian agar dalam menjalankan roda pemerintahan ini dengan hati dan takut akan Tuhan,” pungkas Sekda yang baru seminggu dilantik itu.

Adapun bantuan yang diserahkan dalam kegiatan peningkatan toleransi dan kerukunan kehidupan beragama ini untuk Masjid berupa karpet, kain kafan dan keranda serta kain penutup keranda. Sedangkan untuk Gereja Kristen berupa jubah dan setelan jas bagi Pendeta. (*PKP_ans/jms/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Berupaya Wujudkan Ketersediaan Air Bersih, Pemkot Kupang Gandeng Pemilik Sumur Bor

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Kota Kupang terus berupaya mencari jalan keluar untuk memastikan ketersediaan pemenuhan air bersih bagi warga Kota Kupang.

Berbagai terobosan dilakukan di masa kepemimpinan Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., dan dr. Hermanus Man, salah satunya memperjuangkan anggaran dari pemerintah pusat. Hasilnya telah dijawab dengan pembangunan SPAM Kali Dendeng tahun ini, proyek ini dikerjakan selama 15 bulan, mulai tahun 2020 dan akan selesai pada 2021 dengan anggaran sebesar 189 milyar rupiah.

Cara lain yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang adalah melakukan eksploitasi sumber-sumber air baku serta menjalin kerja sama dengan sejumlah pemilik sumur bor yang ada di Kota Kupang. Langkah tersebut dilakukan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., bersama Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Johannis S. Ottemoesoe, SE dengan mengunjungi langsung sejumlah pemilik sumur bor di Kelurahan Oesapa Selatan dan Kelurahan Penfui, Selasa (11/08/2020).

Wali Kota Kupang didampingi Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Asisten II Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dan Direktur PDAM melihat titik sumur bor milik Marten Luther Tella di Kelurahan Oesapa Selatan, sumur bor dengan kekuatan 10 liter per detik tersebut kata Direktur PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang bisa menjangkau seribu pelanggan di Oesapa Selatan dan sekitarnya, oleh sebab itu tindaklanjut yang akan dilakukan PDAM adalah memperluas jaringan ke sejumlah rumah warga.

Direktur PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Johannis Ottemoesoe menambahkan bahwa sistem kerja sama yang dibangun tersebut semata untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., bersama Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Johannis S. Ottemoesoe, SE, saat melihat langsung sumur bor yang ada di Kota Kupang, Selasa (11/08/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Dirinya menerangkan bahwa untuk sementara sumur bor yang ada sudah mulai beroperasi dan melayani sekitar 300 pelanggan di Kelurahan Oesapa Selatan, “untuk sementara belum kita masukan airnya ke reservoir, nanti sudah dibuat permanen untuk jangka panjang baru airnya dimasukan ke reservoir, nanti 34 kubik naik ke atas baru diairi ke jaringan dengan kekuatan 10 liter per detik, semoga bisa menjangkau 1.000 kepala keluarga, nanti kami ganti mesin pompa dan listriknya juga karena yang ini kecepatannya hanya dua liter per detik,” ujar Johannis Ottemoesoe yang juga mantan Dirut PDAM Kabupaten Kupang ini.

Sementara titik lainnya yang dikunjungi Wali Kota Kupang dan rombongan adalah sumur bor milik Pak Boni, sumur bor yang dipompa 24 jam tersebut bisa mencapai 8 liter per detik, bahkan Boni sedang melakukan pengeboran tambahan satu sumur untuk dipakai kerja sama dengan PDAM Kota Kupang. Selain itu Wali Kota Kupang dan Dirut PDAM mengunjungi titik air di Gereja Marturia Oesapa Selatan. Ketua Majelis Jemaat GMIT Marturia, Pdt. Elianor V. Manu-Nale mengatakan bahwa sumur bor tersebut selain dipakai untuk kebutuhan gereja juga dipakai untuk melayani 18 KK disekitar gereja, “dengan jadwal pelayanan pada hari selasa, kamis dan sabtu”, kata Pdt. Elianor. Sementara itu Direktur PDAM Kota Kupang mengatakan bahwa sumur bor di GMIT Marturia dengan kekuatan 8 liter per detik kemungkinan bisa menjangkau 400-500 rumah warga.

Lokasi ke 4 yang dikunjungi Wali Kota Kupang dan rombongan adalah sumur bor milik Alo Tao di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Alo mengatakan bahwa sejak dahulu dirinya sudah berniat membantu masyarakat namun baru saat ini dirinya dihubungi oleh PDAM. Dirinya mengapresiasi PDAM dan Pemkot Kupang dengan terobosan baru tersebut, “air di sini tidak pernah surut sekalipun dipompa terus-menerus”, bahkan sumur bor milik Alo bisa dipompa 1 juta liter per hari, “karena sekarang yang di drop setiap hari itu sampai dengan 600 ribu liter per hari, musim panas juga tidak habis, air bawah tanah ini semacam ada danau dibawah jadi tidak bisa kering, jalur ini tembusnya sampai lokasi pohon duri Oesapa, genangan seperti danau dibawah,” kata Alo.

Sementara itu Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., mengharapkan agar semua masyarakat dapat terlibat mendukung pemerintah dalam setiap aspek pembangunan Kota Kupang, terutama dalam rangka pemenuhan air bersih.

“Paradigma yang baru kini masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Pemerintah dan masyarakat bersinergi menemukan solusi dalam pemenuhan kebutuhan semua orang. Sumur bor ini kan ada banyak nanti kita satukan dalam reservoar yang akan dibangun di sekitar sumur bor, kumpul sedikit-sedikit kan jadi banyak”, kata mantan anggota Komisi X DPR RI ini. (*PKP_sny/frd/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata