Arsip Tag: Kota Kupang

Serahkan Bantuan Dana Untuk Korban Seroja di Kota Kupang, Wali Kota Ambon : ‘Katong Samua Basudara’

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang menerima bantuan dana bagi korban bencana badai siklon tropis seroja tahun 2021 lalu, dari Pemerintah dan masyarakat Kota Ambon. Bantuan diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, S.H., beserta jajarannya dalam kunjungan di Kota Kupang, Sabtu (16/4/2022) bertempat di Hombu Dojo Shoto-Kai Sikumana. Dana bantuan yang diserahkan kepada Pemerintah Kota Kupang senilai, Rp. 150.000.000,-. Bantuan dana juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi NTT senilai, Rp. 100.000.000,- yang diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT, Ganef Wurgiyanto, A.Pi.

Turut hadir dalam penyerahan tersebut Wakil Wali Kota Ambon, Syarif Hadler, Ketua TP PKK Kota Ambon, Debby Louhenapessy, Kajari Kota Ambon, Dian Frits Nalle, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, Anggota DPD RI, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Ambon, Drs. Agus Ririmasse, AP., M.Si., para pimpinan perangkat daerah Kota Ambon, para Asisten Sekda Kota Kupang, para pimpinan perangkat daerah Kota Kupang, President Hombu Dojo Shoto-Kai, Fransiskus Fernando Kuhusulla serta para tamu undangan.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Ambon bersama istri, Wakil Wali Kota Ambon, Sekretaris Kota Ambon dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Ambon beserta seluruh jajarannya yang telah mengunjungi di Kota Kupang. Menurutnya ini adalah bentuk perhatian yang luar biasa dari saudara-saudara di Kota Ambon yang memiliki perasaan yang tulus dan prihatin dengan warga terdampak bencana seroja di Kota Kupang tahun lalu.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang, Jeriko mengisahkan tentang bagaimana bencana badai siklon tropis seroja telah memporak-porandakan Kota Kupang setahun yang lalu hingga proses pemulihan, serta bantuan dari pemerintah pusat yang saat ini dalam tahap verifikasi dan penyaluran bantuan hingga jumlah penerima bantuan berdasarkan kategori ringan, sedang maupun berat.

“Saudara-saudara kita di Ambon memberikan perhatian dan kepedulian terhadap kita melalui para pimpinan di daerahnya untuk mengumpulkan dana bagi kita. Hari ini kita mendapatkan bantuan itu yang kemudian akan disalurkan bagi masyarakat di Kota Kupang melalui dinas-dinas terkait. Atas nama masyarakat Kota Kupang khususnya yang terdampak musibah, kami mengucapkan terima kasih dan sampaikan salam hormat kami kepada saudara-saudara kami di Ambon. Empati yang luar biasa tersebut bisa menjadi dorongan yang luar biasa bagi kami supaya tidak patah semangat karena di sekitar kami masih ada saudara-saudara yang masih memperhatikan,” ungkap Jeriko.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, S.H., usai menyerahkan bantuan dana tersebut menjelaskan latar belakang Pemkot Ambon datang ke Kota Kupang adalah rasa solidaritas dan kepedulian terhadap saudara di Kota Kupang pasca bencana Seroja tahun 2021. Diakuinya kunjungan ke Kota Kupang baru bisa dilaksanakan sekarang setelah pandemi covid-19 yang mulai melandai. Kunjungan ini digagas oleh Pemkot bersama masyarakat Kota Ambon untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana badai siklon tropis seroja di NTT pada umumnya dan khususnya di Kota Kupang.

Terkait rasa solidaritas dan kepedulian, mengingatkannya akan bencana kemanusiaan yang terjadi di Kota Ambon kurang lebih 22 tahun yang lalu, ketika terjadi konflik dan kerusuhan kemanusiaan di Kota Ambon. Pada saat itu masyarakat Kota Kupang menerima warga Kota Ambon yang terdampak konflik untuk tinggal sementara maupun menetap di Kota Kupang hingga saat ini. Rasa persaudaraan seperti ini yang mendasari masyarakat Kota Ambon dengan tulus memberikan bantuan ke Kota Kupang yang beberapa waktu lalu mengalami bencana.

“Walaupun tidak seberapa, namun bantuan ini merupakan ungkapan rasa persaudaraan masyarakat Kota Ambon untuk memberikan hatinya yang tulus kepada sesama saudaranya. Kita pernah mengalami bencana yang sama baik fisik maupun bencana sosial. Ini yang mendorong secara psikologi untuk membantu satu sama lain dan menjadi alasan mengapa kami hadir di sini malam ini,” ungkapnya.

Wali Kota Ambon juga mengucapkan terima kasih atas jamuan yang istimewa selama berada di Kota Kupang. Harapannya tali persaudaraan ini selalu tetap terjaga di mana pun berada dan semoga bantuan yang diberikan kali ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di Kota Kupang karena ‘Katong Samua Basudara’.

Wali Kota Ambon dan rombongan sudah hadir di Kota Kupang sejak Jumat (15/4/2022) lalu. Bahkan mereka bersama Wali Kota Kupang berkesempatan mengikuti ibadah Jumat Agung di GMIT Kaisarea Kolhua Kupang. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Walikota Kupang dan Walikota Ambon ikut Ibadah Jumat Agung di Gereja Kaisarea Kolhua

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Ibadah Jumat Agung GMIT Kaisarea untuk mengenang kisah penyaliban dan kematian Yesus Kristus Tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ibadah Jumat Agung yang mengusung tema “Kematian Yesus Membaharui Kita” GMIT Kaisarea Kolhua kali ini dihadiri oleh Walikota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH dan Walikota Ambon Richard Louhenapessy, SH. Dipimpin oleh Pendeta Vensen J.O Siar, S.Th.,MM, Kedua kepala daerah tersebut hadir tepat waktu dan mengikuti prosesi ibadah sejak Pukul 09:00 Wita hingga selesai pukul 11:00. Sabtu (15/04/2022).

GMIT Kaisarea Kolhua menggelar ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat sesuai himbauan pemerintah, mulai dari menyediakan Handsanitizer juga petugas yang membawa alat Thermo Gun untuk mengukur suhu tubuh jemaat. Sementara itu proses jalannya ibadah tersebut juga dilangsungkan Fragmen tentang penyiksaan terhadap Yesus Kristus ketika memikul kayu salib oleh pemuda gereja GMIT Kaisarea serta menampilkan sekelompok Tim musik dan penyanyi Pemkot Ambon yang dipersiapkan Walikota Ambon untuk turut serta dalam ibadah mengenang kisah penyaliban dan kematian Yesus Kristus. Ibadah berlangsung Khidmat Kedua kepala daerah khusyuk mengikuti ibadah peringati Jumat Agung.

Pada kesempatan tersebut Walikota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH yang diminta memberikan pesan pada ibadah Jumat Agung menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Para Pendeta, Presbiter dan seluruh jemaat GMIT Kaisarea Kolhua karena telah menyediakan waktu dan mempersiapkan dengan sangat baik seluruh proses ibadah Jumat Agung yang berlangsung hari ini.

Menyambung pesannya ia mengatakan bahwa Selaku pemerintah kami bangga terhadap gereja-gereja di Kota Kupang dalam konteks pelayanan “Gereja selalu lebih dahulu mengambil perannya dalam membantu pemerintah melayani masyarakat Kota Kupang”. Walikota kupang memastikan bahwa pemerintah Kota Kupang telah siap bergandengan tangan bersama pendeta dan gereja untuk melayani masyarakat Kota Kupang yang memang sampai hari ini benar-benar membutuhkan perhatian kita bersama.

Bersamaan dengan itu Walikota yang biasa disapa Jeriko tersebut juga menyampaikan selamat datang dan ucapan terima kasihnya kepada Walikota Kota Ambon Richard Louhenapessy beserta Ibu Debby dan seluruh rombongan yang ada. “atas nama pribadi dan masyarakat Kota Kupang saya menyampaikan terima kasih yang tulus untuk doa serta perhatian masyarakat Kota Ambon atas peristiwa yang menimpa kami di Kota Kupang, ini tentu terjadi karena telah terjalin persahabatan yang kuat di antara kita,” ungkap Wali Kota

Disampaikannya bahwa persahabatan antara kedua kepala daerah tersebut karena keduanya sama-sama berada dalam keanggotaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Menutup pernyataannya Jeriko menyampaikan Selamat Merayakan Jumat Agung bagi jemaat GMIT Kaisarea Kolhua, masyarakat Kota Kupang, Pemerintah Kota Ambon dan seluruh masyarakat Kota Ambon.

Sementara itu Walikota Ambon Richard Louhenapessy, SH dalam kesempatan yang sama mengatakan suka citanya saat beribadah bersama di Jemaat GMIT Kaisarea “saya menikmati anugerah Tuhan dengan rasa suka cita menjalani ibadah Jumat Agung bersama di gereja Kaisarea ini, pertama terkait dengan persiapannya yang kedua tentang puji-pujiannya. Puji-pujian yang dibawakan oleh kaum ibu jemaat membuat saya teringat berbagai konflik desa-desa di Ambon baik konflik tentang jalan, air bersih dan masih banyak lagi, semua tuntas ketika saya memfasilitasi mereka untuk duduk bersama lalu saya dengarkan lagu-lagu rohani seperti yang dinyanyikan oleh paduan suara tadi disertai dengan ilustrasi penyiksaan Tuhan Yesus, mengapa? Karena mereka sadar bahwa apa yang mereka pegang teguh sebagai pendirian tidaklah sebanding dengan pengorbanan Tuhan Yesus untuk menebus dosa-dosa kita,” tutur walikota yang telah menjabat dua periode terebut.

Ada dua hal yang disampaikannya pada kesempatan tersebut yaitu pertama lakukanlah pekerjaan sesuai aturan yang benar sebagaimana khotbah hari ini, apa yang diajarkan baik itulah yang dilakukan, yang kedua jangan lah menganggap apa yang terjadi dalam hidup kita adalah kebetulan sebagaimana kedatangan rombongan dari Ambon hari ini “bertemu dengan masyarakat di Kota Kupang bukanlah sebuah kebetulan, maka percayalah bahwa peristiwa hari ini adalah sebuah rencana yang telah disiapkan Tuhan kepada kita,” lanjutnya.

Sehubungan dengan kedatangan pemerintah Kota Ambon di Kota Kupang saat ini terkait dengan penyaluran bantuan kemanusian atas peristiwa Badai Seroja yang menimpa Kota Kupang tahun lalu. Richrad menyebutkan bahwa bantuan kemanusiaan korban badai Seroja di Kota Kupang tersebut adalah sumbangan masyarakat Ambon yang dihimpun dan diprakarsai oleh Pemerintah Kota Ambon bekerja sama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, “Oleh sebab itu jangan dilihat seberapa besar nilainya tapi pandanglah bahwa ada kepedulian, ketulusan dan solidaritas masyarakat Kota Ambon melihat penderitaan masyarakat Kota Kupang ketika mengalami musibah tersebut” tutur Richard. Mengakhiri sambutannya ia mengucapkan selamat merayakan Jumat Agung bagi jemaat Kaisarea dan seluruh masyarakat Kota Kupang, disambut tepuk tangan seluruh jemaat.

Hadir dalam Ibadah Jumat Agung jemaat GMIT Kaisarea mendampingi Walikota Kupang, Ibu Hilda Riwu Kore Manafe, Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy Priestly Funay, SE.,M.Si, Asisten administrasi umum Sekda Kota Kupang Yanuar Dally, SH.,M.Si, Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang Jeffry E. Pelt, SH sedangkan turut mendampingi Walikota Ambon, Sekretaris Kota Ambon Drs. Agus Ririmasse, AP.,M.Si, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Ambon Dian Frits Nalle dan sejumlah pejabat eselon dua serta staf masing-masing daerah. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Minta Mahasiswa KKN Undana Bantu Pelayanan dan Pendataan di Kelurahan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., minta para mahasiswa KKN dari Universitas Nusa Cendana Kupang untuk mendukung pelayanan dan pendataan di kelurahan-kelurahan. Permintaan tersebut disampaikannya saat melepas 500 mahasiswa KKN Undana periode semester genap ke 50 kelurahan di Kota Kupang, Rabu (13/4/2022).

Pelepasan berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, dihadiri Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Dr. Ir. Damianus Adar M.Ec., Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH, Staf Ahli Wali Kota, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si.,Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP. M.Si., serta para perwakilan dosen pembimbing dan mahasiswa-mahasiswi Universitas Nusa Cendana.

 

Dalam arahannya Wali Kota menyampaikan para mahasiswa sebagai kaum intelektual harus bersinergi dengan pihak kelurahan dan berani menyatakan pendapat terutama dalam memberi masukan terkait isu-isu utama yang menjadi perhatian Pemkot Kupang. Salah satunya adalah soal penanganan stunting. Diakuinya angka stunting di Kota Kupang saat ini mencapai 25,6 persen, sehingga butuh penanganan khusus. Untuk itu Pemkot minta dukungan keterlibatan semua pihak termasuk gereja. Para mahasiswa KKN diminta untuk membantu memberi pencerahan kepada warga tentang langkah-langkah penanganan stunting.

Selain itu, Wali Kota juga minta agar para mahasiswa dengan kemampuan teknisnya terutama dalam mengoperasikan komputer untuk membantu pendataan, baik untuk program satu data di kelurahan juga untuk membantu pendataan administrasi sebagai kelengkapan untuk pencairan dana bantuan stimulan korban badai siklon tropis seroja. Menurutnya hingga saat ini beberapa kelurahan belum lengkap administrasinya. Untuk itu dengan kehadiran mahasiswa di kelurahan diharapkan proses pendataan dan administrasi bisa lebih cepat. Tak lupa pada kesempatan yang sama Wali Kota juga minta dukungan para mahasiswa KKN untuk menata kebersihan di kelurahan tempat KKN mereka masing-masing.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Dr. Ir. Damianus Adar M.Ec., pada acara pelepasan tersebut menyampaikan dengan program ini, mahasiswa dan dosen dapat belajar di luar kampus dan membawahi dampak positif di tempat mereka ditugaskan selama dua bulan ke depan. Jumlah mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan KKN ini adalah sebanyak 500 mahasiswa yang akan didampingi oleh 50 dosen pembimbing, tersebar ke 50 kelurahan di Kota Kupang. Menurutnya ada beberapa hal yang jadi perhatian mereka dalam kegiatan KKN ini, antara lain; stunting, kebencanaan, kemiskinan dan kelistrikan. (*PKP_jrd)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Bedah Rumah Jadi Kado Ultah Nenek Mayopu

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Menjelang ulang tahunnya yang ke-60, Nenek Mayopu, warga RT 03 RW 01, Kelurahan Mantasi, mendapat kado spesial dari Pemerintah Kota Kupang. Kado berupa rumah yang sudah selesai dibedah itu diantar langsung oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH, Selasa (12/04/2022).

Nenek Mayopu, demikian dia akrab disapa, hidup sebatang kara dan jauh dari sanak saudara. Dahulu untuk menafkahi hidupnya, sesekali Nenek Mayopu menerima pesanan jahitan baju dan menjual kue. Namun sekarang karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan dia hanya menghabiskan waktu untuk menyiram sayur dan beternak.

Saat bertemu Wali Kota, Nenek Mayopu menuturkan dia baru saja keluar dari rumah sakit setelah dirawat selama empat hari. Diakuinya tubuhnya sudah tidak sekuat dulu lagi dan sering sakit-sakitan. Sambil menitikkan air mata dia berterima kasih atas perhatian yang luar biasa dari Wali Kota dan Pemkot Kupang. “Rumah ini seperti hadiah paling istimewa di saat menjelang ulang tahun beta yang ke-60, tanggal 14 April 2022 ini. Beta sonde bisa balas kebaikan pemerintah atas hidup beta, tapi beta percaya Tuhan pasti membalas degan kesehatan dan kesuksesan bagi bapa Wali dan seluruh jajarannya,” tuturnya.

Senada dengan Nenek Mayopu, Julius Mayopu yang juga adalah saudara kandung mama Nene menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan jajarannya yang telah membedah rumah milik Nenek Mayopu tersebut. Rumah milik Nenek Mayopu menurutnya sudah sejak lama diusulkan agar mendapatkan perhatian, pemerintahan terus berganti namun rumah tersebut selalu luput. “Kami atas nama keluarga besar Mayopu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Kota Kupang. Kami bersuka cita dan bersyukur karena tahun ini rumah Nenek Mayopu menjadi salah satu yang menjadi pilihan untuk dibedah dan berharap lebih banyak lagi keluarga yang bisa merasakan program ini, terima kasih Bapak Wali Kota Kupang rumah ini adalah hadiah indah bagi saudara perempuan kami menjelang memasuki usianya yang ke-60 tahun,” ungkapnya.

Diakuinya sejak dipimpin oleh Wali Kota Jeriko, Kota Kupang telah menunjukkan banyak perubahan yang luar biasa. Dia berharap program bedah rumah ini bisa terus berjalan, meskipun masa jabatan Wali Kota Jeriko akan berakhir pada Agustus mendatang.

Wali Kota Kupang Jeriko pada kesempatan yang sama menyampaikan, sejak dilantik beberapa tahun lalu dirinya bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man telah bertekad untuk menjadikan program bedah rumah ini sebagai program prioritas dan terus berupaya agar program ini berjalan dengan baik. Wali Kota menyadari bahwa masih banyak warga yang membutuhkan bantuan, namun dirinya meminta masyarakat tetap bersabar karena keterbatasan anggaran Pemkot sehingga bantuan dilakukan secara bertahap dengan melihat skala prioritas. Wali Kota juga meminta para lurah untuk terus menjadi pelayan yang baik bagi masyarakatnya di kelurahan masing-masing dan sebisa mungkin membangun koordinasi dengan semua pihak.

Setelah dari kelurahan Mantasi, Wali Kota Kupang bersama rombongan melanjutkan perjalanan penyerahan kunci rumah milik Arnoldus Laos dan Davidson Lay masing-masing di RT.33/ RW.11 dan RT.22/ RW. 07 Kelurahan Manutapen. Kemudian menuju rumah Bapak Andreas Kono Tfaitop di RT.19/ RW. 08 Kelurahan Nunbaun Delha. Penyerahan berakhir di rumah milik Ibu Kadijah Kamaludin seorang janda yang tinggal di RT. 18/ RW. 06, Kelurahan Namosain.

Turut mendampingi Wali Kota Kupang dalam penyerahan kunci program bedah rumah kali ini Camat Alak, Yulianus W. Pally, SH, Camat Kelapa Lima I Wayan Gede Astawa S.Sos.,MM dan sejumlah Lurah di wilayah Kecamatan Alak. (*pkp_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Sekda Kota Kupang Buka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan RKPD Tahun 2023

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE,M.Si membuka forum konsultasi publik untuk penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2023. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Neo by Aston Kupang, Rabu (13/4/2022) itu dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, Kepala Bappeda Kota Kupang, segenap pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan dari perguruan tinggi dan LSM di Kota Kupang.

Dalam sambutannya Sekda menyampaikan forum konsultasi publik rancangan awal RKP merupakan amanat Permendagri no 86 tahun 2017 yang menyatakan bahwa rancangan awal RKPD dibahas bersama pimpinan perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk memperoleh masukan dan saran penyempurnaan dari pemangku kepentingan dan kepala perangkat daerah terhadap rancangan awal rencana kerja Pemkot Kupang tahun 2023.

Sekda berharap forum ini bisa menghasilkan pokok-pokok pikiran yang cemerlang untuk membantu Pemkot Kupang menyusun RKPD yang baik. “Saudara-saudara diundang bukan hanya sekedar untuk menghabiskan waktu, tapi untuk memberikan kontribusi pikiran. Paling tidak ada buah-buah cemerlang yang diberikan dalam forum ini,” tambahnya.

Menurutnya beberapa prioritas pembangunan perlu mendapat perhatian dalam forum ini, di antaranya penurunan angka stunting, gizi buruk, kematian ibu dan anak, peningkatan pelayanan publik melalui pelayanan berbasis elektronik dan reformasi birokrasi serta peningkatan perekonomian dan digitalisasi UMKM.

Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Agus Hake, S.Pt, dalam laporannya menyampaikan peserta forum konsultasi publik terdiri dari unsur organisasi perangkat daerah Pemkot Kupang, unsur akademisi/perguruan tinggi, unsur LSM, unsur tokoh agama, tokoh masyarakat dan ormas. Adapun tujuan dari forum ini menurutnya adalah untuk menampung semua masukan dan usulan dari stake holders dalam rangka penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan penyempurnaan kerangka regulasi dan anggaran yang akan dituangkan dalam RKPD Kota Kupang tahun 2023. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Terima Bantuan Konsentrator Oksigen dari Kadin NTT dan GoTo

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menerima bantuan konsentrator oksigen dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT dan GoTo, grup teknologi yang menaungi Gojek dan Tokopedia untuk didistribusikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Kupang. Penyerahan simbolis diterima secara langsung oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore oleh Ketua Umum Kadin NTT, Bobby Lianto yang hadir bersama jajarannya di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (13/4/2022).

Wali Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas aksi Kadin NTT dan GoTo dalam mendukung pemerintah dalam penanganan covid 19 dengan mendonasikan konsentrator oksigen yang akan sangat membantu dalam penanganan Covid-19 di Kota Kupang. “Saya meminta dinas terkait dalam hal ini dinas kesehatan Kota Kupang untuk segera di follow up pendistribusian alat konsentrator oksigen ini ke rumah sakit yang mendapatkan bantuan tersebut,” ungkap Wali Kota.

Diakui Wali Kota dalam 2 tahun terakhir Pemerintah Kota Kupang cukup kesulitan menghadapi pandemi covid 19 hingga jatuhnya korban jiwa oleh karena sejak awal pandemi pemerintah belum siap menghadapi tantangan ini. Namun seiring waktu berjalan dengan penambahan alat-alat dan fasilitas kesehatan oleh pemerintah dan bantuan dari para donatur, dapat meminimalisir jumlah pasien covid 19 meskipun masih ada jatuhnya korban jiwa karena penyakit bawaan atau komorbid.

Wali Kota berharap kegiatan bermanfaat bersama Kadin NTT dan GoTo tidak hanya sampai disini saja, namun harus terus berlanjut di bidang-bidang lain termasuk penataan kota dan pelayanan publik di Kota Kupang. Ia mengakui pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, oleh karena itu kerja sama dengan para _stake holder_ dalam hal ini pada bidang kesehatan sangat dibutuhkan.

Ketua Umum Kadin NTT dalam sambutannya mengatakan penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian Kadin NTT terhadap penanganan covid 19 di Kota Kupang. Dalam penanganan Covid 19, Kadin NTT telah melakukan cukup banyak kegiatan antara lain vaksinasi gotong royong dan penyaluran bantuan tabung oksigen ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada di NTT.

Adapun alat konsentrator oksigen yang diserahkan berjumlah 7 buah yang kemudian dibagikan kepada 4 rumah sakit di Kota Kupang. 4 rumah sakit tersebut antara lain; Rumah Sakit S.K. Lerik (2 buah), Rumah Sakit Prof. Dr. W. Z. Yohannes (2 buah), Rumah Sakit Boromeus (2 buah) dan Rumah Sakit Undana (1 buah). Turut hadir Ketua Kadin Kota Kupang, Djemy Lassa, Staf Ahli Wali Kota Kupang bidang Kemasyarakatan dan SDM, Bernadinus Mere, AP., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati serta Direktur Rumah Sakit S.K. Lerik Kota Kupang, drg. Sukmawati Arkiang. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Dukung Implementasi Smart City, Pemkot Kupang Teken MoU Dengan Bank BNI Cabang Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Kupang dengan Bank BNI cabang Kupang terkait Pemanfaatan Fasilitas Jasa , Layanan Perbankan di Bidang Pendapatan Daerah dan Dukungan Program Smart City, bertempat di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (12/4/2022).

Hadir pada kegiatan tersebut, Pimpinan Bank BNI Cabang Kupang, Sapta Parestu Rohi beserta jajarannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si., serta para pimpinan perangkat daerah terkait.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H.,saat melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Kupang dengan Bank BNI cabang Kupang terkait Pemanfaatan Fasilitas Jasa , Layanan Perbankan di Bidang Pendapatan Daerah dan Dukungan Program Smart City, bertempat di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (12/4/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan kerja sama ini sangat perlu dilakukan antara Pemkot dengan Pihak Bank BNI, agar segala layanan keuangan dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan solusi bagi pemerintah daerah serta memberikan banyak faedah bagi semua pihak dan masyarakat untuk bertransaksi dengan cara lebih cerdas.

“Ini langkah strategis kita khususnya dalam peningkatan pendapatan di Kota Kupang melalui kerja sama dengan Bank BNI dan tidak menutup kemungkinan dengan bank-bank lain juga, dengan harapan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat melalui elektronifikasi transaksi keuangan di mana Pemerintah Kota Kupang menjadi Smart City,” ungkap Wali Kota

Harapan Wali Kota kerja sama ini akan berlanjut terus. Menurutnya Pemerintah Kota Kupang saat ini telah mengambil langkah percepatan transformasi digital. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi diselenggarakannya MoU antara BNI dengan Pemkot Kupang. Wali Kota juga berharap ke depan nantinya mampu mengcover digitalisasi di wilayah Kota Kupang. Dengan adanya Smart City tentunya pemerintahan akan berlangsung lebih transparan, efisien dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang.

Sementara itu, Pimpinan BNI Cabang Kupang mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung secara penuh program Smart City yang diterapkan. Ia berharap agar MoU tak hanya sampai disini saja, namun menjadi langkah awal kerja nyata yang terus dikawal pelaksanaan dan implementasi sampai pada lini yang paling bawah.

Adapun maksud dari MoU tersebut adalah dasar kerja sama bagi para pihak dalam pelaksanaan kerja sama tentang pemanfaatan fasilitas jasa, layanan perbankan di bidang pendapatan daerah dan dukungan program Smart City. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pemerintahan, pembangunan, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang. Kesepakatan bersama berlaku selama 3 tahun terhitung sejak tanggal ditandatangani sampai dengan tanggal 23 Maret 2025. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota : Motif Sepe Ikon Kebanggaan Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, mengapresiasi tenun ikat motif sepe sebagai ikon baru kebanggaan Kota Kupang. Motif sepe telah mendapat pengakuan secara nasional berupa sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), di masa kepemimpinannya sebagai Wali Kota Kupang. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Festival Sepe Tahun 2022 yang digelar Dinas Pariwisata Kota Kupang bersama dengan Dekrenasda Kota Kupang di Taman Wisata Kuliner Pantai Koepan, Kelurahan LLBK, Sabtu (9/4/2022).

Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI sekaligus Ketua Dekrenasda Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay didampingi Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Louise Marlinda Funay-Pellokila , pimpinan Bank Indonesia Perwakilan NTT, para Asisten Sekda, para pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah serta para pelaku seni dan ekonomi kreatif Kota Kupang.

Wali Kota mengakui hadirnya motif sepe telah membuat Kota Kupang sejajar dengan daerah lain yang sudah lebih dahulu dikenal motif tenun ikatnya, seperti Sumba, Manggarai dan Ende. Menurutnya perjuangan untuk mendapatkan hak cipta motif sepe yang diprakarsai oleh Ketua Dekrenasda Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe, tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Dengan terbitnya sertifikat hak kekayaan intelektual ini menurutnya memberi jaminan agar motif ini tidak ditiru dan diklaim oleh sembarang orang. Namun dia juga mengingatkan agar hak cipta itu tidak membuat motif sepe terlalu eksklusif, sehingga tidak bisa dikembangkan oleh ibu-ibu rumah tangga di Kota Kupang untuk pemberdayaan ekonomi. Diakuinya saat ini masih sedikit orang yang tahu teknik menenun motif sepe. Dengan Festival Sepe yang pertama kali digelar tahun ini, Pemerintah Kota Kupang ingin menginformasikan kepada warga bahwa telah ada motif tenun ikat yang menjadi ciri khas Kota Kupang, yakni motif sepe, sekaligus mengajak warga Kota Kupang untuk menggunakan tenun ikat motif sepe serta mempromosikannya sehingga makin dikenal luas. Wali Kota juga berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan dukungan atas upaya mempopulerkan motif sepe dengan membangun galeri untuk mempromosikan motif-motif terbaik.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga mengaku bangga kegiatan Festival Sepe ini digelar di lokasi wisata kuliner Pantai Koepan, Kelurahan LLBK yang baru selesai dibangun dan juga bakal menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Kupang. Kepada warga Kota Kupang Jeriko mengimbau untuk bersama menjaga dan merawat tempat tersebut, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak fasilitas yang telah dipasang di sana. Pemerintah Kota Kupang akan bekerja sama dengan Pemerintah Pusat untuk menata tempat tersebut lebih baik lagi, sehingga bisa dinikmati warga dan dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M.D. Gheta, ST, MM, selaku panitia penyelenggara Festival Sepe menjelaskan maksud dan tujuan rangkaian kegiatan dalam Festival SEPE ini adalah selain untuk mempromosikan tenun ikat motif sepe sebagai ciri khas Kota Kupang, juga memberikan motivasi bagi para penenun yang ada di Kota Kupang agar lebih produktif. Sasaran dari kegiatan ini adalah untuk menarik minat kunjungan wisatawan lokal maupun manca negara di Kota Kupang, serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan para penenun yang ada di Kota Kupang.

Sebelum acara puncak yang dibuka oleh Wali Kota Kupang, panitia juga menggelar talkshow yang menghadirkan nara sumber Ketua Dekrenasda Kota Kupang yang berbicara tentang tenun ikat motif sepe. Hadir pula nara sumber dari Kantor Kemenkumham Provinsi NTT dengan materi aturan tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta Kadis Pariwisata Kota Kupang yang berbicara tentanf pengembangan pariwisata Kota Kupang.

Dalam Festival tersebut Wali Kota juga berkesempatan menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang lomba tenun motif sepe. Wali Kota dan para tamu juga disuguhkan dengan peragaan fashion show motif sepe oleh para model muda Kota Kupang. Usai membuka Festival Sepe, Wali Kota dan Ketua Dekrenasda bersama Sekda dan para undangan yang hadir dipandu untuk meninjau stand-stand pameran di lokasi festival. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Temui Pemimpin Agama, Wawali Minta Dukungan Penanganan Covid dan Stunting di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka untuk mengantisipasi timbulnya klaster baru dan lonjakan kasus covid 19 pada perayaan Paskah mendatang serta meminta dukungan untuk upaya penanganan stunting di Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, menemui langsung para pemimpin agama di Kota Kupang, Jumat (8/4/2022). Para pemimpin agama yang ditemui yakni Uskup Agung Kupang dan Pimpinan Sinode GMIT. Dalam kunjungan tersebut Wawali didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH, M.Si.

Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Kepada para pemimpin agama, Wawali menjelaskan pandemi covid 19 belum sepenuhnya berakhir. Perayaan Paskah bagi umat Kristen yang akan dirayakan dalam waktu dekat berpotensi menimbulkan kerumunan warga yang hendak beribadah. Untuk itu Pemerintah Kota Kupang meminta kerja sama dan dukungan para pemimpin agama terkait untuk membantu mencegah terjadinya lonjakan kasus covid 19. Salah satunya adalah dengan cara memperbanyak jadwal ibadah atau misa serta tetap memberlakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat di gereja-gereja. Pemkot juga akan melakukan pendekatan yang sama dengan para pemimpin gereja denominasi yang ada di Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wawali juga meminta dukungan para pemimpin agama terkait upaya Pemkot Kupang dalam penanganan stunting. Menurutnya dalam waktu dekat Pemkot Kupang berencana akan mengundang para pemimpin agama untuk meminta masukan dan saran terkait persyaratan yang akan diberlakukan bagi para calon pengantin, sebagai upaya pencegahan stunting mulai dari hulu. Ditambahkannya gereja dan pemerintah perlu bersinergi, agar setiap pasangan calon pengantin yang akan menikah baru bisa diberkati setelah memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah, termasuk syarat kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut Wawali juga atas nama Pemerintah Kota Kupang menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh para pemimpin agama, sehingga Kota Kupang bisa kembali meraih penghargaan sebagai salah satu kota toleran di Indonesia.

Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang memastikan siap mendukung upaya pencegahan lonjakan kasus di masa Paskah mendatang. Menurutnya selama pandemi gereja-gereja Katolik di Kota Kupang terutama yang memiliki umat cukup banyak sudah memperbanyak jadwal misa hingga 6 bahkan 8 kali setiap hari Minggu untuk mengurai penumpukan umat saat ibadah.

Uskup juga menyambut baik rencana kolaborasi antara Pemkot dan gereja untuk penanganan stunting. Menurutnya kerja sama ini bisa diwujudkan dalam kursus pernikahan yang digelar gereja, Pemkot melalui dinas teknis bisa terlibat memberikan edukasi bagi para pasangan calon pengantin tentang bagaimana mencegah stunting. Namun, Uskup juga mengingatkan penanganan stunting tidak hanya sekedar syarat kesehatan tetapi juga bagaimana meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga serta memastikan ketersediaan air, listrik, jalan dan sanitasi. Pemerintah menurutnya perlu mendorong peningkatan pendapatan keluarga lewat pelatihan-pelatihan keterampilan dan koperasi. Keuskupan Agung Kupang juga menurutnya telah mengimbau semua paroki untuk minta masing-masing kelompok umat basis mendata jumlah anak yang stunting di kelompok mereka, sekaligus bertanggung jawab untuk menangani anak-anak tersebut.

Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Gayus Polin, S.Th, yang ditemui di ruang kerjanya juga menyatakan dukungan kepada Pemkot Kupang dalam upaya pencegahan penyebaran covid 19. Pihaknya akan mengeluarkan penegasan kepada jemaat dan gereja-gereja GMIT untuk memperketat protokol kesehatan selama masa Paskah, supaya tidak terjadi lonjakan.

Sementara itu, Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Yusuf Nakmofa, S.Th, dalam kesempatan yang sama mengakui terciptanya kerukunan antar umat beragama di Kota Kupang bisa terwujud berkat adanya kemitraan yang baik antara pemerintah dan para pemimpin agama, serta komunikasi antara gereja dan pemerintah yang sangat responsif.

Mengenai penanganan stunting, Pdt. Yusuf yang didampingi Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Elisa Maplani, S.Th, mengakui di beberapa wilayah pelayanan GMIT angka stunting masih sangat tinggi. Karena itu Sinode GMIT dalam sidang tahunan sebelumnya sudah menetapkan program dan anggaran khusus untuk penanganan stunting. GMIT juga melalui kelas katekisasi dan pembekalan par nikah akan memberikan pencerahan tentang penanganan stunting bagi para pasangan calon pengantin. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Minta Dukungan Pentahelix Dorong Percepatan Penurunan Stunting

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man meminta dukungan pentahelix dalam mendorong percepatan penurunan stunting, tidak hanya di Kota Kupang tapi juga di NTT pada umumnya. Permintaan tersebut disampaikannya saat menjadi nara sumber dalam kampanye percepatan penurunan stunting yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT di Auditorium Undana Kupang, Senin (4/4/2022).

Menurutnya upaya penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Pentahelix yang dimaksudkannya antara lain terdiri atas pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan serta media sebagai pemberi informasi yang edukatif.

Pada kesempatan yang sama, kepada para mahasiswa yang menurutnya bakal menjadi calon pengantin dan orang tua masa depan, Wawali berpesan untuk mempersiapkan diri secara baik sebelum menikah agar kelak melahirkan bayi-bayi yang bebas stunting. Pemkot Kupang akan mengeluarkan regulasi yang mewajibkan para calon pengantin memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan, seperti batasan usia dan indeks massa tubuh sebelum pasangan calon pengantin diizinkan untuk menikah sebagai upaya pencegahan stunting mulai dari hulu. “Manusia yang hebat dihasilkan oleh rahim yang disiapkan secara baik dan benar,” ungkapnya. Selain itu Wawali juga menekankan tentang pentingnya asupan gizi dan nutrisi yang cukup bagi bayi, terutama pada 1000 hari pertama.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, mengakui stunting sudah merupakan problem nasional. Bahkan 5 kabupaten di NTT meraih angka stunting tertinggi secara nasional. Menurutnya untuk menurunkan angka stunting hingga 14 persen sesuai target pemerintah pusat dibutuhkan kerja keras. Undana melalui program Merdeka Belajar Kampus Belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi siap menerjunkan para mahasiswanya ke tengah masyarakat untuk mendampingi masyarakat sekaligus memberikan pemahaman tentang upaya penanganan stunting. Selain itu ada juga program lainnya seperti penelitian dan pengabdian masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting.

Hadir dalam kampanye tersebut sebagai nara sumber, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang membawakan materi Kampanye Percepatan Penurunan Stunting dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru,SE., MPH yang membawakan materi tentang Kebijakan Program Bangga Kencana Untuk Percepatan Penurunan Stunting. Turut mendampingi Wawali dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, drg. Fransisca J.H. Ikasasi dan Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu, SE, Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Kupang, I Gusti Agung Ngurah Suwarnawa beserta jajaran. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang