Arsip Tag: Kota Kupang

Wali Kota Kupang Ikuti Arahan Presiden RI Terkait Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Pasca Lebaran

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tingkat Kota Kupang mengikuti arahan yang disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo. Arahan terkait penanganan covid tersebut diikuti Wali Kota Kupang bersama unsur Forkopimda Tingkat Kota Kupang secara virtual dari Aula Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Senin (17/05/2021).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH bersama Forkopimda Tingkat Kota Kupang saat mengikuti arahan terkait penanganan Covid dan pemulihan ekonomi pasca Lebaran yang disampaikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo secara virtual, Senin (17/05/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kajari Kota Kupang, Order Maks Sombu, SH, MA, MH, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya P.T. Binti, S.IK, Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmase, AP, M.Si.

Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin dan segenap menteri Kabinet Indonesia Maju dalam arahannya mengimbau seluruh kepala daerah se-Indonesia untuk waspada terhadap peningkatan kasus covid 19 pasca perayaan Idul Fitri kemarin. Diakuinya meski sudah ada larangan mudik, dari prediksi awal 33 persen penduduk yang melakukan perjalanan arus mudik, terpantau dalam kurun waktu 6 hingga 17 Mei 2021 ada kurang lebih 1,1 persen penduduk atau 1,5 juta orang yang tetap melakukan perjalanan mudik.

Para kepala daerah diminta untuk waspada terhadap potensi kenaikan jumlah kasus covid 19 akibat arus mudik tersebut terutama dengan adanya covid 19 varian baru yang sudah mulai masuk di Indonesia. Presiden memaparkan ada 15 provinsi di Indonesia yang saat ini tengah mengalami trend kenaikan jumlah kasus. Sebagian di antaranya adalah provinsi-provinsi yang ada di Pulau Sumatera.

Selain itu mobilitas masyarakat saat liburan di sejumlah tempat wisata yang naik dari 38,42 persen menjadi 100,8 persen menurutnya patut diwaspadai. Demikian pula dengan tingkat keterpakaian kamar hotel yang mengalami kenaikan selama liburan menurutnya baik dari sisi ekonomi, namun dari sisi kesehatan harus dikendalikan, guna mencegah penyebaran covid 19. “Kalau keduanya dikendalikan dengan manajemen yang ketat, pasti semuanya akan baik-baik saja,” tambahnya.

Pertumbuhan Ekonomi NTT Tumbuh Positif 0,12 Persen

Pada kesempatan yang sama Presiden juga memberi perhatian serius kepada pemulihan ekonomi selama pandemi covid 19. Meski pertumbuhan ekonomi secara nasional di kuartal pertama tahun 2021 turun hingga -0,74 persen, namun Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua mencapai 7 persen. Diakuinya indikasi ke arah sana dapat dilihat dari sejumlah indikator, di antaranya adalah peningkatan peredaran uang kartal selama liburan Idul Fitri yang mencapai Rp 154,5 triliun, sehingga menimbulkan optimisme.

Selain itu meski pertumbuhan ekonomi secara nasional di kuartal pertama minus, namun di beberapa daerah pertumbuhan ekonominya positif. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi di NTT yang mencapai 0,12 persen. Selain NTT, 10 provinsi yang pertumbuhan ekonominya positif antara lain, Papua, Riau, Sulawesi Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Bangka Belitung dan Maluku Utara. Presiden menambahkan pertumbuhan ekonomi nasional yang positif sangat bergantung pada kerja keras bersama antara pemerintah pusat dan daerah, karena pertumbuhan ekonomi nasional merupakan agregat dari pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.

Hal senada juga disampaikan Menteri Dalam Negeri, Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian. Menurutnya para kepala daerah sebagai pengambil kebijakan di tengah pandemi covid 19 yang sudah berlangsung kurang lebih 1,5 tahun ini tentunya memiliki target yang sama yakni mengendalikan covid 19 dan pemulihan ekonomi. Belajar dari pengalaman di India, pasca perayaan keagamaan terjadi lonjakan kasus yang signifikan dan kenaikan kasus di beberapa negara yang secara geografis dekat dengan Indonesia perlu menjadi perhatian para pengambil kebijakan untuk lebih waspada. Arahan Presiden pada hari ini menurutnya bertujuan agar upaya dari para pengambil kebijakan di seluruh Indonesia bisa sejalan. Para kepala daerah sebagai pimpinan Forkopimda dimintanya untuk terus menjaga kekompakan dan sinergi dalam upaya pengendalian covid 19. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Doa dan Harapan Wali Kota Kupang di Hari Idul Fitri dan Kenaikan Yesus Kristus

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Perayaan Idul Fitri 1442 Hijriyah yang jatuh pada Kamis (13/05/2021) hari ini bertepatan juga dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus (Isa Almasih). Masih seperti tahun lalu, perayaan Idul Fitri tahun ini masih dibayang-bayangi pandemi covid-19.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH mengatakan walaupun Idul Fitri tahun ini dirayakan di tengah keterbatasan akibat wabah covid-19, namun tidak mengurangi rasa syukur atas berkah yang diterima. “Kini tiba saatnya saudara-saudari kita umat Muslim menyambut kemenangan yang penuh kebahagiaan. Walaupun tangan tak dapat berjabat dan raga tidak dapat berjumpa, semoga doa dan harapan mampu menjamah sanubari dan mempererat persaudaraan dan kekeluargaan di antara kita,” kata Wali Kota.

“Saya atas nama pribadi, keluarga dan seluruh jajaran pemerintah Kota Kupang mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah kepada seluruh bapa, mama, basodara umat Muslim Kota Kupang, mohon maaf lahir dan batin,” tambah Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas disiplinnya umat menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan ibadah puasa hingga perayaan Idul Fitri. “Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam setiap karya bagi kemajuan daerah ini,” ucapnya.

Wali Kota juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh umat Kristiani di Kota Kupang. Melalui kenaikan Yesus Kristus, kiranya semua umat mendapat sukacita baru dalam menjalani kehidupan.

“Kita masih bergelut dengan pandemi Covid-19 namun dengan memahami pesan iman dari peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga, kita semakin diteguhkan untuk selalu berbuat kebaikan, peduli kepada sesama dan juga melaksanakan setiap ajaran cinta kasih, baik di dalam pekerjaan, keluarga maupun pelayanan kemasyarakatan,” kata Wali Kota.

Ia berharap, semangat toleransi antar umat beragama di Kota Kupang untuk merawat kerukunan menjadikan Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan takkan pernah padam. Dengan toleransi yang kuat, keberagaman di Kota Kupang akan makin indah.

Wali kota juga mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan semua elemen untuk terus bergandeng tangan menghadapi pandemi covid-19 dan juga pemulihan pasca serangan badai Seroja. “Hanya dengan kerja sama dan kerja keras kita bisa keluar dari persoalan ini untuk menjadikan Kota Kupang lebih maju,” pungkas Wali Kota. (*)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Gelar Nikah Massal Bagi 2 Pasangan Di Gereja St. Yoseph Naikoten

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesra Setda Kota Kupang kembali menyelenggarakan kegiatan Nikah Massal yang secara rutin dilaksanakan sejak tahun 2003 dan merupakan rangkaian dari acara Hari Ulang Tahun Kota Kupang yang diperingati setiap tanggal 25 April. Kali ini terdapat 2 pasangan beragama Katolik mengikuti kegiatan Nikah Massal di Gereja St. Yoseph Naikoten II, Selasa (11/05/2021) yang diawali dengan Misa olen Pater Dago Bertus Sota Ringgi, SVD. Salah satu pasangan yang diteguhkan pernikahannya adalah penyandang disabilitas.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya menyampaikan program Nikah Massal merupakan wujud kepedulian dan kepekaan Pemerintah Kota Kupang dalam menciptakan keteraturan hidup masyarakat sesuai kaidah dan norma yang berlaku. Program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pasutri yang telah hidup bersama tanpa ikatan pernikahan yang sah, sekaligus menjadi suatu gerakan moral yang dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya unsur legalitas dalam membentuk suatu lembaga pernikahan.

“Saya menyampaikan proficiat dan selamat kepada kedua pasangan yang diteguhkan pernikahannya hari ini dan anak-anak yang sudah ada akan dilindungi undang-undang sesuai dengan dokumen kenegaraan dan kependudukan yang ada, karena itu izinkan saya untuk menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki dan Dinas Dukcapil Kota Kupang untuk kerja sama hari ini untuk meneguhkan kedua pasangan mempelai,” ungkap Wawali.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut Wawali memberikan pesan bahwa sudah ada edaran dari pemerintah untuk melarang kegiatan dan aktifitas pesta terkait situasi pandemi Covid 19 di Kota Kupang. Beliau berharap agar kedua pasangan yang diteguhkan hari ini untuk tidak melakukan pesta syukuran yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan.

Sesuai laporan panitia yang disampaikan Plt. Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Ivan Lenny Mila Meha, S.STP., M.Si., bahwa pasutri yang mengambil bagian tahun ini sebanyak 29 pasang antara lain; 25 pasang dari Gereja Kristen GMIT, 2 pasang dari Gereja Kristen Denominasi dan 2 pasang dari Gereja Katolik.

Tujuan Kegiatan ini untuk membantu keluarga yang sudah hidup sah sebagai suami istri namun belum menikah secara sah menurut hukum, agama dan pemerintah serta dapat membantu keluarga yang tidak mampu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pemerhati Disabilitas, Pdt. Yandi Manobe, S.Th., Kepala Dinas Nakertrans Kota Kupang, Ignasius R. Lega., S.H., Kepala Dinas PPPA Kota Kupang, Ir. Clementina R. N. Soengkono, Camat Kota Raja, Achrudin Abubakar, S.Sos., M.Si., dan Lurah Naikoten II, Christo V. Amalo, S.IP., M.M. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Apresiasi Program 100 Hari Kapolri

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH memberikan tanggapannya terhadap kinerja Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, terutama pasca berakhirnya Program Kerja 100 Hari Kapolri pada 9 Mei 2021, kemarin. Wali Kota menilai Program Presisi Kapolri telah memberi dampak yang luar biasa, terutama dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang gencar diupayakan pemerintah saat ini akibat pandemi Covid-19.

“Menurut saya bahwa Program Presisi-nya Pak Kapolri sejalan dan mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional. Presisi atau akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan bukti respon Polri terhadap keadaan negara saat ini, dimana Pemerintah tengah berupaya keras memulihkan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19. Hal ini wajib didukung semua stakeholder,” jelas Wali Kota dalam siaran pers Prokompim Setda Kota Kupang yang diterima Media ini, Rabu (12/05/2021).

Bulan Januari 2021 lalu, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, saat memaparkan program kerja 100 harinya pasca dilantik menjadi Kapolri, menyatakan bahwa Polri mendukung penuh upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional dengan jalan bergandeng tangan bersama Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang ada di daerah untuk melaksanakan pengawasan bersama guna mencegah terjadinya penyimpangan dan meminimalisir kendala di lapangan atas semua pelaksanaan program kerja pemerintah yang merupakan penjabaran dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Saya kira upaya PEN yang diupayakan Polri melalui program Presisi ini perlu dipertahankan karena dampaknya dapat kita rasakan cukup mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional. Secara umum pelaksanaan program sejauh ini berjalan dengan baik, tanpa kendala yang berarti,” tambah Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini.

Pada kesempatan lain, Direktur Reskrimsus Polda NTT Kombes Pol Johannes Bangun, S.Sos, S.IK yang juga selaku Penanggung jawab kegiatan Polri Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Wilayah Nusa Tenggara Timur menyatakan pelaksanaan program PEN di Provinsi NTT berjalan dengan baik.

“Di tingkat daerah, terutama di Kabupaten dan Kota se-NTT, Polri bergandengan tangan dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang ada di daerah Kabupaten/Kota melaksanakan pengawasan dan berharap program PEN di daerah ini tetap dilaksanakan secara profesional, tepat sasaran dan berkualitas,” kata Johannes. (*)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Selenggarakan FGD Penyusunan Kebijakan Emisi Rendah Karbon di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kebijakan Emisi Rendah Karbon, Selasa (11/05/2021) pagi di Aula Sasando Kantor Wali Kota Kupang.

Kegiatan FGD ini dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dengan pemateri Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ir. Laksmi Dewanthi, MA, secara daring melalui zoom meeting. Selain narasumber dari pemerintah pusat, kegiatan ini juga menghadirkan beberapa narasumber dari Kota Kupang baik akademisi, pemerintah dan LSM diataranya Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng dari Teknik Mesin Politeknik Negeri Kupang, Dr. Ir. Roddialek Pollo, MS dari Faperta Undana Kupang, Ir. Zet Malelak, M.Si dari Faperta UKAW Kupang dan Bernadinus Mere, A.P., M.Si selaku Kadis Perhubungan Kota Kupang dan Drs. Gabriel Kahan, M.Si (praktisi Pemerintahan) dan Haris A. Ch. Oematan (Aktivis/Relawan LSM CIS-Timor).

Dalam sambutannya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Ir. Elvianus Wairata, M.Si menyampaikan salah satu kebijakan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim adalah dengan perencanaan pembangunan rendah karbon dan hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK). ”Pembangunan rendah karbon merupakan platform baru pembangunan yang bertujuan mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui kegiatan pembangunan rendah emisi dan meminimalkan eksploitasi sumber daya alam yang diwujudkan dengan memperhitungkan aspek daya dukung dan daya tampung sumber daya alam dan kualitas lingkungan,” ujarnya.

Diakuinya upaya untuk menurunkan emisi karbon di sektor energi masih merupakan tantangan yang besar, oleh karenanya tidak hanya pada tingkat pusat namun pemerintah daerahpun harus mendukung upaya tersebut. Dijelaskannya, terdapat 4 (empat) provinsi yang telah menandatanganani nota kesepahaman Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK) dengan BAPPENAS yang mana melalui peningkatan kapasitas pemerintah provinsi untuk mentransformasikan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) menuju PPRK-D, serta mengintegrasikan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) daerah ke dalam RPJMD. Oleh karena itu, sambungnya, Pemerintah Kota Kupang juga memberikan dukungan berupa data dasar yang dapat menjadi referensi rencana pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan rendah karbon secara umum dan hal ini selaras dengan salah satu misi pembangunan Kota Kupang “Kupang Hijau”.

Lebih jauh disampaikan Asisten II, upaya yang dapat dilakukan di tingkat daerah melalui kegiatan-kegiatan antara lain gerakan satu orang satu pohon (SARASAPO) yaitu menanam pohon dengan jenis yang berdaun lebat agar bisa menjadi sumber oksigen bagi masyarakat yang ditanam serta dirawat di masing-masing halaman rumah secara optimal. Upaya lainnya yaitu terbentuknya kelompok masyarakat pemerhati dan pelaksana pelestarian SDA Kota Kupang hingga ke lingkup RT/RW dalam bentuk Proklim (program kampung iklim).

Elvianus berharap forum ini dapat menghimpun dan menyusun rencana aksi kebijakan pembangunan berkelanjutan baik di provinsi NTT dan Kota Kupang melalui penyiapan data dasar dan strategi optimalisasi partisipasi masyarakat Kota Kupang dalam kebijakan rencana aksi penerapan pembangunan rendah karbon. Juga dalam FGD ini diharapkan dapat menyediakan bahan kajian dan informasi terkait keseimbangan energi, material dan nilai yang mampu memberikan ruang untuk mengoptimalisasi pembangunan Kota Kupang menuju kota rendah karbon, merumusan rekomendasi kebijakan dari aspek aktor, prosedur, dan pembiayaan, untuk memberikan literasi pembangunan rendah karbon serta nilai atas jasa lingkungan dan tanggung jawab dalam pelaporan emisi gas rumah kaca serta dapat merumuskan pokok-pokok pikiran Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Kota Kupang 2021-2030.

Dari laporan panitia pelaksana Kepala Bagian SDA Setda Kota Kupang, Maria Magdalena Detaq, S.IP menyampaikan kegiatan FGD ini untuk menghimpun dan menyusun rencana aksi kebijakan pembangunan berkelanjutan yang memberikan literasi rendah karbon khususnya Pemerintah Kota Kupang. Kegiatan ini menghadirkan peserta berjumlah 50 orang, yang terdiri dari Tim Percepatan Pembangunan Kota Kupang, Komisi III DPRD Kota Kupang, LSM, Ketua Forum Penanggulangan Bencana Kota Kupang , Ketua Forum Pengurangan Bencana Provinsi NTT, Ketua Karang Taruna Kota Kupang, GMIT, praktisi hokum, akademisi, perangkat daerah terkait dan pemerhati lingkungan. (*PKP_ghe)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Antusias Customer Tinggi, PT SBM NTT Berencana Gelar Lagi Event SUZUKI FIESTA

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Melihat antusias customer yang tinggi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada event SUZUKI FIESTA perdana yang digelar oleh PT Surya Batara Mahkota atau disingkat PT SBM pada tanggal 3 hingga 7 Mei 2021 lalu di Showroom Suzuki Mobil Jln Timor Raya No 01 Kota Kupang, PT SBM NTT selaku Main Dealer Suzuki Mobil wilayah Nusa Tenggara Timur berencana untuk menggelar kembali event “SUZUKI FIESTA tahap II”.

Branch Manager PT SBM NTT, Theo Pareira saat ditemui Media ini, Senin (10/05/2021) mengatakan mudah-mudahan bisa terpenuhi kedepannya, PT SBM NTT berencana menggelar event SUZUKI FIESTA setiap tiga bulan sekali (per triwulan).

“Rencana ini agar dapat lebih merangsang masyarakat untuk dapat membeli mobil dengan paket yang murah. Selain itu agar masyarakat yang tidak sempat membeli mobil Suzuki pada event SUZUKI FIESTA tahap I yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Mei lalu, dapat membelinya pada event SUZUKI FIESTA tahap II berikutnya,” ujar Theo.

Dirinya menceritakan pada event SUZUKI FIESTA perdana yang diadakan PT SBM NTT dari tanggal 3 sampai dengan 7 Mei 2021, PT SBM NTT memperoleh hasil yang baik karena hasil penjualan yang diperoleh melampaui dari target yang ditentukan sebelumnya.

“Sebelumnya pada pelaksanaan event SUZUKI FIESTA tahap I kami dari PT SBM NTT menargetkan target penjualan 50 mobil, tetapi hingga penutupan SUZUKI FIESTA tahap I pada 7 Mei 2021 lalu, kami memperoleh sebanyak 61 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk 61 Mobil Suzuki di PT SBM NTT,” ujar Theo.

Dirinya menambahkan dalam hal ini PT SBM NTT merasa senang dan puas dikarenakan customer menaruh kepercayaan terhadap produk Suzuki.

Pada pelaksanaan event SUZUKI FIESTA perdana yang berlangsung dari tanggal 3 sampai dengan 7 Mei 2021 itu Konsumen Suzuki mendapatkan sejumlah bonus yang menarik dan uang muka atau DP yang murah, jelasnya.

“Seperti khusus nya untuk mobil Suzuki Pick Up New Carry kita memberikan bonus yaitu uang muka atau DP yang murah yakni hanya Rp.16.000.000, dan yang membeli Pick Up New Carry mereka mendapatkan bonus hadiah pula seperti kaca film, talang air, karpet, alat pemadam api ringan dan juga diberikan paket sehat Suzuki dimana di dalamnya itu ada Multi vitamin, masker dan lain sebagainya,” ungkap Theo.

Lanjut nya, sementara itu untuk mobil Suzuki seperti Ignis, Ertiga dan XL 7 uang mukanya hanya Rp.20.000.000 dan paket bonus hadiah nya juga hampir sama seperti pada pembelian Mobil Suzuki Pick Up New Carry tersebut.

“Selain itu kami juga di support oleh Leasing yang luar biasa dengan paket yang menarik sehingga konsumen juga antusias berminat memperoleh kesempatan saat event SUZUKI FIESTA tahap I kemarin. Leasing-leasing tersebut yakni Suzuki Finance, Indo Mobil Finance, Leasing Mandiri Tunas Finance (MTF) dan Adira Finance,” tutur Theo.

Dirinya menerangkan pula selama berlangsungnya event SUZUKI FIESTA tahap I dari tanggal 3 hingga 7 Mei 2021 lalu, PT SBM NTT sangat memperhatikan dan juga aktif menerapkan protokol kesehatan.

“Dalam penerapan protokol kesehatan PT SBM NTT ini membatasi jam kunjungan customer ke showroom Suzuki Mobil baik pembatasan kunjungan per harinya dan per jam nya. Selain itu PT SBM NTT juga menyediakan alat cuci tangan, hand sanitizer dan alat pengukur suhu tubuh,” kata Theo.

Diakhir wawancara ini, Theo Pareira selaku Branch Manager PT SBM NTT mengucapkan terimakasih kepada para konsumen yang telah menaruh kepercayaan terhadap produk Suzuki dan juga kepada pihak Leasing yang sudah memberikan support serta dukungan yang luar biasa dengan paket yang menarik.

“Tidak lupa juga saya ucapkan terimakasih kepada Media yang sudah membantu mempublikasikan SUZUKI FIESTA tahap I sehingga customer bisa lebih mendapatkan informasi tentang event SUZUKI FIESTA tahap I tersebut,” tutupnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Luar Biasa, 61 Mobil Suzuki Terjual di Event SUZUKI FIESTA PT SBM NTT

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pencapaian yang luar biasa di raih PT Surya Batara Mahkota atau di singkat PT SBM selaku Main Dealer Suzuki Mobil wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni sebanyak 61 Mobil Suzuki laku terjual dalam event SUZUKI FIESTA yang diselenggarakan oleh PT SBM NTT dari tanggal 3 hingga 7 Mei 2021 lalu bertempat di Showroom Suzuki Mobil Jln Timor Raya No 01 Kota Kupang.

Saat ditemui Media ini, Senin (10/05/2021), di ruang kerjanya Branch Manager PT SBM NTT, Theo Pareira mengatakan pada event SUZUKI FIESTA yang diadakan PT SBM NTT dari tanggal 3 sampai dengan 7 Mei 2021, PT SBM NTT memperoleh hasil yang baik karena hasil penjualan yang diperoleh melampaui dari target yang ditentukan sebelumnya.

“Sebelumnya pada pelaksanaan event SUZUKI FIESTA kami dari PT SBM NTT menargetkan target penjualan 50 mobil, tetapi hingga penutupan SUZUKI FIESTA pada 7 Mei 2021 lalu, kami memperoleh sebanyak 61 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk 61 Mobil Suzuki di PT SBM NTT,” ujar Theo.

Dirinya menambahkan dalam hal ini PT SBM NTT merasa senang dan puas dikarenakan customer menaruh kepercayaan terhadap produk Suzuki. “Selain itu kami juga di support oleh leasing yang luar biasa dengan paket yang menarik sehingga konsumen juga antusias berminat memperoleh kesempatan saat event SUZUKI FIESTA kemarin. Leasing-leasing tersebut yakni Suzuki Finance, Indo Mobil Finance, leasing Mandiri Tunas Finance (MTF) dan Adira Finance,” tutur Theo.

“61 unit mobil Suzuki yang sudah dipesan oleh para konsumen ini paling lambat akan sampai ke tangan konsumen pada bulan Mei 2021. Saat ini kami sudah memesan unit-unit mobil yang belum ada di stock kami agar bisa di kirim di bulan Mei, tapi sebagian besar mobil yang dipesan ada pada stock kami di Kupang, sehingga costumer yang sudah memesannya jangan khawatir karena pasti cepat dapat unit mobil yang diinginkan,” katanya.

Tipe-tipe mobil Suzuki yang terjual pada event SUZUKI FIESTA yaitu tipe Pick Up New Carry terjual sebanyak 44 unit, Mikrolet 1 unit, Karimun 1 unit, Ignis 6 unit, Ertiga 5 unit, APV 1 unit dan XL 7 sebanyak 3 unit, jelas Theo.

“Pencapaian ini sungguh luar biasa karena melampaui target, dan terimakasih kepada para customer atas kepercayaannya kepada produk Suzuki,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan pula bahwa pemesanan dan pembelian Mobil ini ada dilakukan melalui leasing dan ada pula yang melakukan pembelian secara cash.

“Leasing Suzuki Finance memperoleh 7 unit, leasing Indo Mobil Finance sebanyak 18 unit, leasing Mandiri Tunas Finance (MTF) 9 unit, Adira Finance 17 unit dan pembelian cash sebanyak 10 unit. Semua aplikasi sudah di survei terutama yang kredit, dan semuanya untuk delivery unit nya akan di dorong pada bulan ini,” tandasnya.

Atas pencapaian ini, tidak lupa juga terimakasih PT SBM NTT ucapkan kepada Media yang sudah membantu mempublikasikan SUZUKI FIESTA sehingga costumer bisa lebih mendapatkan informasi tentang event SUZUKI FIESTA dan pada akhirnya para customer melakukan pemesanan kendaraan, pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Sekda Kota Kupang Hadiri Launching BPM CFW Program KotaKu di Tode Kisar

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si mewakili Wali Kota Kupang meluncurkan pelaksanaan kegiatan Bantuan Pemerintah kepada Masyarakat (BPM) Cash for Work (CFW) Program Kotaku Provinsi NTT Tahun Anggaran 2021. Launching berlangsung di lapangan Kantor Lurah Tode Kisar, Sabtu (8/05/2021). Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Herman Tobo, ST, M.Si, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang, Ir. Cornelis Isak Benny Sain, Para Ketua Pokja PKP Tingkat Provinsi dan Kota, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I dan II NTT, Pejabat Pembuat Komitmen Pengembangan Kawasan Permukiman Wilayah I dan II NTT, Team Leader OSP 5 NTT, Koordinator Kota Wilayah I Program Kotaku NTT, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat di Kelurahan Tode Kisar, Camat Kota Lama, Camat Oebobo, Plt. Camat Kelapa Lima, perwakilan Camat Maulafa dan Lurah Tode Kisar selaku tuan rumah.

Dalam sambutan Wali Kota Kupang yang dibacakan Sekda menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dirjen Cipta Karya, melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT yang telah merancang kegiatan BPM Cash For Works (CWF) ini. Selain membantu peningkatan kualitas permukiman warga untuk meminimalisir kawasan permukiman kumuh di Kota Kupang, program tersebut menjadi salah satu instrumen bantuan kepada masyarakat untuk memulihkan kondisi sosial dan ekonomi akibat dampak covid 19.

Dia berharap dengan memberikan bantuan tunai dalam bentuk upah tenaga kerja kepada masyarakat terdampak covid-19, yang mengalami putus hubungan kerja (PHK) dan masyarakat yang mengalami penurunan/kehilangan pendapatan, program ini dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat akibat pandemi covid-19. Program ini menurutnya juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan daya beli masyarakat terdampak covid-19, serta terpeliharanya aset infrastruktur melalui pemeliharaan dan perbaikan yang dibangun program kotaku, maupun program IBM lain melalui swakelola masyarakat.

Pemerintah Kota Kupang menyambut baik program ini dan siap memberikan dukungan. Secara khusus Lurah Tode Kisar sebagai penanggung jawab wilayah tempat program ini terlaksana diminta untuk memberikan dukungan penuh. “Lurah harus bisa memfasilitasi warganya dan jika ada kendala segera lakukan koordinasi baik ke camat maupun jenjang yang lebih tinggi, agar program ini bisa berjalan lancar dan masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Herman Tobo, ST, M.Si pada kesempatan yang sama memaparkan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 177/KPTS/M/2021 tentang Penetapan Lokasi dan Sebaran Bantuan Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2021. Untuk Provinsi NTT, kegiatan BPM CFW dialokasikan pada 45 Kelurahan yang tersebar di 6 Kota/Kabupaten (Kota Kupang, Kab. TTS, Sumba Barat, Manggarai, Sikka dan Ngada) dengan dana per Kelurahan 300 juta rupiah dan kegiatan BPM reguler dialokasikan di 2 Kelurahan pada Kota Kupang dan Kabupaten Sikka dengan dana 1 milyar rupiah per Kelurahan, sehingga total dana IBM KOTAKU tahun 2021 di 47 Lokasi Provinsi NTT sebesar 15,5 milyar rupiah

Ditambahkannya sampai dengan saat ini telah dicairkan dana Tahap I (70%) BPM CFW ke 45 BKM di 6 Kab/Kota Provinsi NTT dan sesuai kelengkapan persyaratan pemanfaatan dana telah direkomendasikan oleh masing-masing PPK Wilayah I dan II di 24 kelurahan (53%) termasuk Kelurahan Tode Kisar ini, yang mewakili 45 kelurahan lainnya untuk Launching Kegiatan CFW hari ini untuk dapat melaksanakan kegiatan fisik sesuai dengan Rencana Pengunaan Dana (RPD) KSM.

Dia berharap agar semua pihak bersama-sama mengawal, memastikan dan menjamin agar kegiatan CFW ini dapat berjalan dengan baik, lancar, tepat waktu, tepat sasaran dan dapat bermanfaat dengan baik khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang terkena dampak covid-19 agar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan CFW Program Kotaku di Kelurahan Tode Kisar, Dodi Toebe menyampaikan jenis infrastruktur yang akan diintervensi oleh program Cash For Work antara lain jalan rabat beton sepanjang 322 meter, bak sampah 2 unit dan pemeliharaan drainase sepanjang 432 meter. Pekerjaan ini menyerap 79 pekerja dari masyarakat Kelurahan Tode Kisar. Usai melaunching kegiatan BPM CFW, Sekda menyerahkan APD kepada perwakilan tenaga kerja dan meletakan batu pertama pada pekerjaan pemeliharaan drainase di lokasi tersebut. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Minta Dukungan Danlanud Dalam Pembangunan Gerbang Kota

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH meminta dukungan Komandan Lapangan Udara (Danlanud) El Tari Kupang terkait rencana pembangunan gerbang masuk Kota Kupang, dalam penataan kawasan Kota Kupang tahap II tahun 2021. Permintaan tersebut disampaikannya dalam silahturahmi bersama Danlanud El Tari Kupang, di Landasan Udara El Tari Kupang, Kamis (6/05/2021).

Dalam pertemuan tersebut Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah pusat lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, memberi perhatian secara khusus kepada Kota Kupang, antara lain untuk penataan taman, penataan sepanjang pantai dan penataan gerbang masuk Kota Kupang.

Penataan kawasan kota menurutnya melalui skema penganggaran langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui proyek direktif Presiden antara lain, pembangunan gerbang masuk Kota Kupang di empat titik masing-masing, Gerbang Bandar El Tari – Penfui yang berada di kawasan Lanud El Tari Kelurahan Penfui, Gerbang H. A. Koroh di Kelurahan Bello, Gerbang Timor Raya di Kelurahan Lasiana dan Gerbang perbatasan Alak-Bolok.

Ditambahkannya, secara khusus pembangunan gerbang masuk Bandar Udara El Tari Penfui membutuhkan lahan seluas 13.360 m2, dengan rincian sisi utara seluas 7.713 m2 dan sisi sebelah selatan seluas 5. 647 m2.

Mantan Anggota DPR RI dua periode ini memastikan penataan lokasi pembangunan gerbang masuk akan ditata secara baik dan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang. “Teknisnya dan kelanjutanya seperti apa, akan kita diskusikan secara bersama-sama sehingga Kota Kupang harus mempunyai gerbang pintu masuk,” tambahnya.

Danlanud El Tari Kupang, Marsma TNI Asril Samani, S.IP, M.Si (Han) menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Wali Kota Kupang dan rombongan sehubungan dengan rencana pembangunan gerbang masuk Kota Kupang, yang salah satunya akan dibangun di atas lahan milik Angkatan Udara Republik Indonesia.

Lanud El Tari sendiri menurutnya sudah dirancang sedemikian rupa, karena peningkatkan dari tipe B ke Tipe A. “Apa yang disampaikan oleh Wali Kota Kupang terkait pembangunan gerbang masuk sangat baik dan sama-sama kita inginkan, karena penataan kota sangat diperlukan, terutama di jalur bandara,” tambahnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Operasi Lanud El Tari Kupang, Kol. Pnb. Muhram, Kepala Dinas Potensi Dirgantara Lanud El Tari Kupang, Letkol, Pom Taufik, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang, Ir. Benyamin Hendrik Ndapamerang, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Kupang, Matheus B. L. Radjah, SH, M. Hum dan Lurah Penfui, Fransisko Dugis. (*PKP_Ans/EH)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Terima Dokumen Rancangan Anggaran Pilkada Kota Kupang Tahun 2024

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menerima dokumen rancangan anggaran pilkada Kota Kupang Tahun 2024 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang. Dokumen tersebut diserahkan oleh Ketua KPU Kota Kupang Deky Ballo, ST, MT kepada Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy Priestly Funay, SH, M.Si di ruang kerja Sekretaris Daerah Kota Kupang, Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (6/05/2021) pagi.

Dalam pertemuan tersebut Sekda didampingi oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang Dra. Thruice Balina Oey, M.Si dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang Noce Nus Loa, SH. M.Si.

Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy Priestly Funay, SE, M.Si setelah menerima dokumen tersebut menyampaikan bahwa rancangan yang diterima ini akan dilihat secara teliti dan dibuat kajian. “terima kasih atas dokumen ini, secepatnya akan ditinjau dan dikoordinasikan jika perlu, kita akan duduk bersama untuk mengkajinya terutama jika ada item-item yang perlu dikoordinasikan,” tambahnya. Menurutnya dalam pengkajian inspektorat juga akan membantu, dan perlu dilakukan konsultasi dengan BPK sehingga tidak ada masalah di kemudian hari.

Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Kota Kupang, Deky Ballo, ST, MT menyampaikan bahwa pertemuan hari ini untuk menindak lanjuti pertemuan sebelumnya tentang persiapan Anggaran Pemilihan Kepala Daerah, khususnya Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024. Pertemuan ini juga menurutnya merupakan bentuk komunikasi pemerintah untuk mengetahui kesiapan anggaran, sesuai dengan instruksi Dirjen Politik Dan Hukum Kemendagri yang meminta pemerintah agar berkoordinasi dengan penyelenggara khususnya KPU dan Bawaslu agar anggaran pilkada dimaksud dapat dibahas bersama. Dengan demikian pemerintah dapat lebih siap dalam menyiapkan anggaran pelaksanaan Pilkada tahun 2024.

Ditambahkannya sebagai penyelenggara, KPU akan menunggu Pemerintah Daerah melakukan koordinasi perihal pertemuan lanjutan setelah Dokumen Rancangan Anggaran Pilkada Kota Kupang Tahun 2024 diberikan kepada pemerintah untuk dipelajari dan dikaji lebih jauh untuk selanjutnya duduk bersama dalam membahas rancangan anggaran pilkada tersebut.

Turut hadir dalam penyerahan tersebut empat anggota Komisioner KPU Kota Kupang yaitu, Ismael Manoe, S.Pt, Zunaidin Harun, ST, Wely Novita A. Hayers, SS, B.Ed, M.Pd, Agustinus I. Fahik, S.Fil, MA. (*PKP_rdp)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang