Arsip Tag: Kota Kupang

Proyek Selesai, Wali Kota Kupang Lakukan Uji Fungsi SPAM Kali Dendeng

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng telah selesai dikerjakan dan akan segera difungsikan untuk melayani kebutuhan air bersih warga Kota Kupang. Hal itu diungkapkan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH disela-sela kegiatan Commisioning Test bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang dan tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTT kemarin, Jumat (1/07/2022) di 4 kelurahan lokasi proyek yang menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp 168.575.301.800 itu.

Commisioning Test atau tahap uji fungsi Instalasi Pengolahan Air (IPA) dilaksanakan di Kelurahan Fontein, Kelurahan Manutapen, Kelurahan Penkase Oeleta dan Kelurahan Alak yang menjadi lokasi pembangunan SPAM Kali Dendeng. Turut hadir antara lain Kasatker Pelaksanaan prasarana Permukiman Wilayah I BPPW NTT, Roy Marten, ST, dan Project Manager PT. Nindya Karya (Persero) wilayah 7 selaku perusahaan pemenang tender proyek tersebut, Ir. Seno Susanto beserta jajarannya.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH (kanan depan) saat melakukan tahap uji fungsi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kali Dendeng, Jumat (1/07/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Jeriko, begitu sapaan akrabnya, menyambut gembira rampungnya proyek SPAM Kali Dendeng yang akan memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Kupang dan sekitarnya. Menurutnya, IPA Kali Dendeng diharapkan akan menyuplai air bagi sebanyak 12 ribu sambungan rumah (SR). Namun, sebagai tahap awal, saat ini pipa yang sudah berhasil dibangun sudah dapat difungsikan untuk melayani 1000 SR. Selanjutnya, Pemkot Kupang berencana akan menganggarkan pemasangan pipa sekunder secara bertahap sehingga dapat melayani hingga 12 ribu sambungan rumah sesuai yang ditargetkan.

Ir. Seno Susanto selaku Project Manager Nindya Karya menyampaikan bahwa setelah selesai proses pengerjaan SPAM Kali Dendeng akan diserah terimakan sementara atau Provisional Hand Over (PHO) ke Pemerintah Kota Kupang, yang selanjutnya akan diserahkan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang untuk dikelola.

Pemantauan uji fungsi di mulai dari lokasi Kali Dendeng yang merupakan titik awal proses pengolahan air dilakukan. Dimana air ditampung pada kolam intake yang kemudian dialiri ke bak prasedimentasi dengan menggunakan zat kimia untuk pengendapan lumpur dan membersihkan air dari sampah. Kemudian setelah melalui proses tersebut air akan dipompa menuju IPA Manutapen.

Pada IPA Manutapen, air akan melalui proses filtrasi lalu ditampung pada reservoir dengan kapasitas 3000 M³. Selanjutnya dialirkan ke reservoir berkapasitas 1000 M³ yang berlokasi di kelurahan Penkase Oeleta untuk kemudian dialirkan ke masyarakat.

Wali Kota bersama rombongan juga berkesempatan melakukan uji fungsi pada penggunaan sistem Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) di Kantor PDAM Kota Kupang. Sistem SCADA sendiri merupakan sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk monitoring system atau control system. Sistem ini dapat mendeteksi dan memvisualisasikan gangguan atau kerusakan yang terjadi di lapangan, sehingga petugas dapat segera mengetahui dan mengatasi kerusakan. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Dukung Pembentukan Kelurahan Bersih Narkotika

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang dukung Penuh terbentuknya Kelurahan Bersih Narkotika (Kelurahan Bersinar), Dukungan tersebut disampaikan Wakil Walikota Kupang dr. Hermanus Man Ketika Peluncuran Tiga Kelurahan Bersih Narkotika yang baru yaitu Kelurahan Naikolan, Kelurahan Naikoten I dan Kelurahan Kayu Putih. Acara yang digelar di Hotel Cahaya Bapa pada Selasa (28/06/2022) tersebut merupakan Paket kegiatan yang digagas oleh BNN Kota Kupang dalam acara Pagelaran Seni dan Launching Kelurahan Bersinar dalam rangka Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2022. Hadir dalam kesempatan itu Kepala BNN Kota Kupang Lino Do Rosario Pereira, Mewakili Kejaksaan Negeri Kupang, Kasipidum Kejari Agus Dedy, SH.,MH, Sekretaris Pegadilan Negeri Klas I Kupang Carles Radja Lawa, SH, Kasdim 1604 Kupang Letkol Inf I Gede Putu Suwardana, S.I.P, Kasat. Narkoba Polres Kupang Kota AKP. Foris Takene, SH, Kepala Kesbangpol Kota Kupang Noce Nus Loa, SH.,M.Si.

Berkaitan dengan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2022 dan peluncuran Kelurahan Bersinar Wakil Walikota Kupang mengatakan atas nama Pemerintah Kota Kupang saya memberi apresiasi kepada BNN atas upaya memerangi Narkoba selama ini. Sebagai pemerintah Daerah, kami juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung upaya tersebut. Ditambahkannya bahwa Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional ini merupakan bentuk keprihatinan guna menyadarkan seluruh umat manusia sekaligus membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang masih menjadi ancaman bagi kehidupan secara universal, Ucap Wawali.

Pada kesempatan yang sama Wawali juga mengatakan terkait dengan pembentukan Kelurahan Bersinar yang pada prinsipnya adalah upaya kuat dari berbagai pihak termasuk Pemerintah untuk mengantisipasi secara dini adanya peredaran gelap narkotika di komunitas masyarakat yang paling bawah misalnya Kelurahan, untuk itu saya menghimbau para Lurah dan seluruh perangkatnya, Para RT dan RW untuk secara intens melakukan deteksi atau identifikasi apabila menemukan gejala penyebaran narkotika di daerahnya masing-masing.

Menurut Wawali secara umum keberhasilan Kelurahan bersinar sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, diantaranya adalah Komitmen di semua tingkatan, optimalisasi dan dukungan mitra kerja/ stakeholder, semangat dan dedikasi para pengelola Kelurahan bersinar di seluruh tingkatan wilayah serta petugas lini (relawan anti narkoba, pegiat anti narkoba, agen pemulihan, TP PKK dan petugas lapangan dari instansi terkait) serta yang tidak kalah pentingnya adalah partisipasi aktif dari masyarakat. Ia melanjutkan bahwa Kelurahan bersinar merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika ditingkat kelurahan yang bertujuan untuk meningkatkan pendampingan masyarakat yang dikelola secara partisipasi, terpadu dan berkelanjutan berbasis pendayagunaan sumber daya di Kelurahan. Kota Kupang hari ini sudah cukup terbuka bagi siapa saja yang sudah barang tentu terbuka peluang menjadi salah satu daerah yang menjadi mata rantai perdagangan narkotika. Untuk itu lanjutnya, perlu dibangun kemitraan yang strategis sehingga menemukan pola penanganan serta komunikasi yang baik bagi semua pihak. Karana banyak teori mengatakan bahwa tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan “Mari bergandengan tangan menyelamatkan masyarakat kita dari bahaya Narkotika demi masa depan bangsa dan Negara ini” menutup sambutannya.

Sementara itu Kepala BNN Kota Kupang Lino Do Rosario Pereira dalam sambutannya mengatakan, terima kasih kepada seluruh hadirin yang mengambil bagian dalam peringatan hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2022. Lino mengatakan juga bahwa seperti diketahui bahwa setiap tanggal 26 Juni berbagai kalangan, individu maupun organisasi di seluruh dunia termasuk Indonesia bersepakat untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam upaya melawan Narkoba.

Berdasarkan data BNN bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional RI (BRIN) serta Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan survei penyalahgunaan Narkoba pada tahun 2021, secara nasional dinegara kita angka penyalahgunaan narkoba telah mencapai 1,95% atau setara dengan 3.662.646 orang. Jumlah tersebut tersebar di semua lapisan masyarakat termasuk dilingkungan Kerja dan Pendidikan. Dilanjutkannya bahwa, Kejahatan narkotik adalah kejahatan luar biasa sehingga perlu ada langkah yang strategis dan inovatif untuk menanganinya, Ucap Lino.

Sementara itu menurut Lino, BNN Kota Kupang sendiri telah melakukan berbagai langkah dalam kaitan dengan pencegahan dan memberantas Narkoba diwilayah Kota Kupang. Langkah-langkah yang dimaksud Lino terdiri dari pendekatan yang komprehensif mulai dari pendekatan Soft Power meliputi pencegahan Narkoba, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat, pendekatan Hard Power yang terkait dengan penegakan hukum dan pendekatan Smart Power melalui kampanye kesadaran media sosial serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Menurutnya pendekatan Soft Power dalam rangka pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi telah diaplikasikan melalui program Kelurahan bersinar yang melibatkan aparat kelurahan, Babinsa, Babin Kamtibmas, Relawan Anti narkoba dan agen perubahan di kelurahan masing-masing. Sejak tahun 2019 telah terbentuk 5 Kelurahan Bersih Narkoba yaitu Kelurahan Oesapa, Kelurahan Alak, Kelurahan Oebobo, Kelurahan Maulafa dan Kelurahan Kelapa Lima dan hari ini tanggal 28 Juni 2022 kita akan meluncurkan kelurahan bersih narkoba yang baru yaitu Kelurahan Naikolan, Kelurahan Naikoten I dan Kelurahan Kayu Putih.

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2022 yang digelar kali ini dimeriahkan dengan pentas seni budaya oleh para siswa-siswa sekolah, Stand Up Comedi para Guru dan Kuis berhadiah yang disediakan BNN Kota Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Para Camat, Para Lurah Kelurahan Bersinar, Para mantan Kepala BNN Kota Kupang pada masanya, Pimpinan PT. Bintang Tujuh, Para Agen Pemulihan Kelurahan Kayu Putih, Perwakilan Mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana Kupang serta Perwakilan Siswa SMP/ SMA/ SMK Negeri maupun Swasta Kota Kupang. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

BPBD Kota Kupang dan Tim Siap Siaga Gelar Workshop Kajian Resiko Bencana di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang yang diwakili oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si., membuka Workshop Draft Final Kajian Risiko Bencana Kota Kupang untuk Tahun 2022-2026, bertempat di Palacio Ballroom, Hotel Aston Kupang, Rabu (29/06/2022).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH., dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si., menyampaikan bahwa Kota Kupang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki potensi cuaca yang ekstrem. Bencana alam banjir, tanah longsor, angin puting beliung, angin kencang serta bencana lainnya yang dapat terjadi selama cuaca ekstrem. Bencana tersebut dapat diatasi dengan penanggulangan bencana, baik pencegahan, penanganan tanggap darurat maupun rehabilitasi dan rekonstruksi. Selain itu, upaya penyelamatan dan evakuasi korban bencana dilakukan dengan memberikan pelayanan kemanusiaan yang timbul akibat bencana yang terjadi pada lokasi bencana melalui upaya pencarian, penyelamatan korban, pertolongan darurat, dan evakuasi korban serta rehabilitasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si.,saat menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH.,pada pembukaan kegiatan Workshop Draft Final Kajian Risiko Bencana Kota Kupang untuk Tahun 2022-2026, bertempat di Palacio Ballroom, Hotel Aston Kupang, Rabu (29/06/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota dalam sambutannya, mengharapkan Workshop ini dapat menghasilkan beberapa rekomendasi atau masukan yang benar-benar berakar dari persoalan yang dihadapi di kota ini, sekaligus strategi penanganan yang benar-benar dapat memberikan solusi terhadap risiko bencana di Kota Kupang. Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara dalam hal ini BPBD Kota Kupang dan Tim SIAP SIAGA yang telah menyelenggarakan acara ini.

Laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Silvester Ndaparoka, menyampaikan bahwa Dokumen Kajian Risiko Bencana merupakan salah satu dokumen wajib yang harus dimiliki setiap daerah karena dokumen tersebut digunakan sebagai dasar dalam perencanaan penanggulangan bencana. Proses penyusunan dokumen ini dilaksanakan karena dokumen sebelumnya telah habis masa berlakunya yaitu tahun 2016-2021.

Lanjutnya, Workshop yang dilaksanakan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan terakhir dari Perangkat Daerah, Instansi, dan/atau lembaga terkait dalam penyempurnaan dokumen tersebut.

Untuk diketahui hadir pada acara ini, Koordinator Program SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae, Kepala Stasiun Geofisika Kupang sekaligus Koordinator BMKG NTT, Margiono, Kepala DLHK Kota Kupang, Orson G. Nawa, SH., Perwakilan BPBD Provinsi NTT, Ketua Forum PRB Kota Kupang, Direktur CIS Timor, dan Ketua APDIS NTT, serta Narasumber yang berasal dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB RI. (*PKP_ain)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Bertemu Gus Ipul, Wali Kota Kupang Bahas Kota Pasuruan Sebagai Tuan Rumah Rakerkomwil 2023

NTT AKTUAL. PASURUAN. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menyerahkan berita acara keputusan rapat kerja komisariat wilayah IV ke 17 APEKSI tahun 2022 dalam pertemuan dengan Wali Kota Pasuruan, Drs. H. Saifullah Yusuf di rumah jabatan Wali Kota Pasuruan, Senin (27/06/2022). Berita acara yang diserahkan berisi beberapa poin rekomendasi hasil rakerkomwil yang diselenggarakan di Kota Kupang tanggal 21 sampai dengan 23 Juni 2022 yang lalu.

Berita acara yang diserahkan dalam pertemuan tersebut merupakan hasil rapat kerja komisariat wilayah IV ke-17 APEKSI tahun 2022 yang ditandatangani oleh 13 Wali Kota para peserta rakerwil, yaitu Wali Kota Kupang selaku ketua komwil IV dan 12 anggota, antara lain Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Wali Kota Malang, H. Sutiaji, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, Wali Kota Blitar, Santoso, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Wali Kota Madiun, Maidi.

Beberapa poin rekomendasi wilayah IV APEKSI yang termuat dalam berita acara dimaksud antara lain :
a. Pola pengukuran kinerja dan kenaikan pangkat pejabat fungsional dan merincikan secara jelas implementasi penyetaraan jabatan dari struktural ke fungsional;
b. Pengalokasian kembali dana kelurahan serta penambahan DAU bagi pemerintah daerah untuk mengakomodir penggajian PPPK yang diserahkan ke daerah;
c. Sehubungan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) diharapkan agar menambahkan sertifikat serta daftar produk dalam negeri pada e-katalog pengadana barang dan jasa;
d. Mengoptimalkan penerapan SIPD;
e. Penentuan proporsi pokir DPRD oleh pemerintah pusat;
f. Peninjauan kembali gaji dan pension kepala daerah;
g. Banyaknya penyedia yang tidak menyelesaikan kontrak dikarenakan hukuman putus kontrak hanya black list dan bisa mencairkan nilai pekerjaan yang sudah dilaksanakan, usul memberikan hukuman yang lebih berat bagi penyedia jasa yang cidera janji (menjatuhkan black list dan tidak dibayarkan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan);
h. Perlu adanya rekomendasi dari pemerintah untuk pemberian ijin usaha skala kecil yang terdaftar melalui OSS;
i. Perlu adanya pemikiran kebijakan untuk tenaga non aparatur sipil Negara (tenaga kontrak dan tenaga harian lepas) dalam pengalihan status agar tetap memberikan kontribusi pada perangkat daerah di Pemerintah Kota (SE Menpan RB nomor B/185/M.SM.02.03/2022).

Sementara rekomendasi yang dihasilkan diinternal komisariat wilayah IV APEKSI antara lain :
a. Pengaturan jadwal kegiatan / agenda APEKSI Pusat dan komwil IV;
b. Pembiayaan kegiatan-kegiatan komwil IV melalui dana APEKSI pusat;
c. Prosedur pengisian kekosongan jabatan pada anggota komwil IV menjelang pilkada.

Wali Kota Kupang selaku ketua komwil IV APEKSI dengan Wali Kota Pasuruan turut membahas keputusan rakerwil yang menetapkan Kota Pasuruan sebagai tempat penyelenggaraan rakerkomwil ke 18, tahun 2023 mendatang. Pada dasarnya, Wali Kota Pasuruan yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) dan akrab disapa Gus Ipul itu menyatakan pihaknya siap menyambut para kepala daerah delegasi sebagai tuan rumah penyelengaraan rakerwil tahun depan. Kedua kepala daerah tersebut kemudian saling bertukar cinderamata dan melanjutkan pertemuan dengan makan siang bersama.

Usai makan siang, Gus Ipul mengundang Wali Kota Jeriko untuk ikut meninjau secara langsung mal pelayanan publik dan sentra UMKM Kota Pasuruan. Wali Kota Kupang tampak terkesan dengan penerapan MPP Kota Pasuruan tersebut. Menurutnya, konsep mal pelayanan publik merupakan inovasi pemerintah yang dapat mengurai benang kusut birokrasi dengan memanfaatkan sistem satu data agar antar instansi pemerintah dapat berkolaborasi menciptakan pelayanan yang cepat bagi masyarakat. Wali Kota Jeriko berharap kedepan MPP juga dapat segera diterapkan di Kota Kupang, “mal pelayanan publik diperlukan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan dengan cepat, murah dan mudah, karena berada di satu lokasi dan sistem datanya sudah terintegrasi dengan baik. Saya terkesan dengan inovasi mal pelayanan publik milik masyarakat Kota Pasuruan ini dan berharap Kota Kupang juga dapat segera memilikinya,” ujar Wali Kota Jeriko.

Kepada Jeriko, Gus Ipul menjelaskan sejak bulan Mei 2022 baru ada 11 dari 19 instansi internal pemkot yang membuka pelayanan di mal, tahun ini targetnya seluruh instansi sudah bisa ikut serta. Selain 19 instansi pemkot diharapkan semua instansi vertikal dapat ikut membuka pelayanan di mal, seperti kepolisian, imigrasi, BPJS, kantor pos dan lain-lain.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Kupang didampingi oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP, M.Si. sementara tampak hadir mendampingi Wali Kota Pasuruan, antara lain Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.TP, M.Si, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Rudiyanto, AP, MM, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Pasuruan, Ir. Sahari Putro, MM dan Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Kota Pasuruan, Drs. Sinarwidi, MM. Kedua kepala daerah tersebut juga berkesempatan saling bertukar cinderamata masing-masing. (*PKP_nt)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Kota Kupang Jadi Titik Singgah Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kota Kupang menjadi salah satu dari 6 titik persinggahan Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022. Rombongan yang terdiri atas pemuda-pemudi perwakilan dari 34 provinsi itu berlayar dengan KRI Dewaruci dalam rangka menghidupkan kembali jalur rempah, yakni jalur berbasiskan laut yang menghubungkan titik-titik jalur perdagangan yang melibatkan rempah-rempah sebagai komoditi utama di seluruh Nusantara. Selain Kota Kupang, kota lain yang mereka kunjungi antara lain, Surabaya, Makasar, Baubau-Buton, Ternate dan Tidore serta Banda Neira.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., dalam jamuan makan malam bersama rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022 di Restoran Nelayan Kupang, Minggu (26/06/2022), menjelaskan Kota Kupang menjadi salah satu jalur rempah karena keberadaan Kayu Cendana Wangi, Asam dan Kemiri.” Menurutnya cendana sudah tergolong komoditas unggulan bahkan sebelum kedatangan bangsa asing. Pada abad ke-14 para pedagang Jawa dan Melayu sudah memasarkan cendana sampai ke India.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, Sekda memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan yang sudah menggagas kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini. Dia berharap dengan menghidupkan jalur rempah, para generasi muda bisa diingatkan kembali tentang bagaimana jalur rempah membentuk bangsa, negara dan peradaban Indonesia.

Sekda juga berharap bahwa dengan diselenggarakannya kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini dapat memberikan dampak pada perekonomian dan pertumbuhan pariwisata di Kota Kupang dan kota-kota pelabuhan yang disinggahi. “Semoga kunjungan singkat selama beberapa hari ini memberi kesan yang mendalam bagi para peserta sehingga saat kembali nanti bisa membagikan kenangan indah kepada rekan-rekan dan saudara agar tertarik berkunjung ke kota kami, Kota Kupang,” pungkasnya.

Direktur Perlindungan Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Irini Dewi Wanti, SS, M.Sp, pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang menurutnya sangat inspiratif, toleran, dan masyarakatnya selalu menjaga kota ini sebagai bagian dari wajah Indonesia. Dia juga mengaku sangat kagum saat berkunjung ke sekolah-sekolah binaan Pemerintah Provinsi NTT di Kota Kupang, yang mengajarkan para siswanya untuk bertenun dan membudidayakan tumbuhan yang berkaitan dengan rempah-rempah.

Irini juga mengisahkan tentang kunjungannya ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Nusa Tenggara Timur. Menurutnya Kota Kupang adalah kota yang cocok untuk mempelajari tentang kebudayaan NTT dan melestarikan kebudayaan tersebut mengingat bahwa Kota Kupang adalah tempat di mana budaya berbagai masyarakat NTT ada dalam satu tempat.

Jamuan makan malam tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pembinaan dan Lembaga Pendidikan KEMENDIKBUDRISTEK, Yudi Wahyudin, SS, M.Hum, Direktur Kepercayaan dan Masyarakat Adat, KEMENDIKBUDRISTEK. Sjamsul Hadi, SH. MM., Pamong Budaya Utama KEMNDIKBUDRISTEK, Dr. Siswanto, Auditor Utama KEMENDIKBUDRISTEK, Prabarini Pirmanangsih, Dansatrol Lantamal VII, Kolonel Laut Dahanas Ali P.M.Tr Hanla, Aspotmar Lantamal VII, Kolonel Laut Gurtom Fartianto, SE., Kakuwil Lantamal VII, Kolonel Laut Gustoni, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H. (*PKP_jrd)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Para Delegasi Rakerwil APEKSI Puji Pembangunan SPAM Kali Dendeng

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Proyek infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng mendapat pujian dari para Delegasi Rakerwil IV APEKSI Ke 17. Pujian tersebut disampaikan langsung dihadapan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH saat melaksanakan penanaman pohon bersama 12 delegasi pemerintah kota anggota Komwil IV APEKSI di lokasi IPA (Instalasi Penyediaan Air) Kali Dendeng Kelurahan Penkase Oeleta Kecamatan Alak, Kamis (23/06/2022).

Wali Kota Kupang dipuji atas keberhasilan pembangunan SPAM Kali Dendeng dengan anggaran sebesar Rp 168.575.301.800 atau 168 miliar yang digelontorkan dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kapasitas 150 liter per detik Kota Kupang tersebut dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender, PT Nindya Karya (Persero) Wilayah 7 kini telah selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo Juli mendatang.

Seluruh delegasi terlihat antusias meninjau lokasi proyek SPAM Kali Dendeng, terutama ketika Wali Kota Jeriko menjelaskan proses awal hingga pengajuan proposal agar dibangun SPAM untuk memenuhi kebutuhan air warga Kota Kupang ke pemerintah pusat. Wali Kota menjelaskan kepada para Wali Kota, Wakil Wali Kota dan delegasi lainnya yang mewakili para kepala daerah anggota Komwil IV bahwa Kota Kupang sudah lama mengalami kesulitan air, “sejak dilantik untuk memimpin kota ini, air bersih sudah menjadi perhatian kami. Sebagian warga kota masih sangat tergantung pada PDAM Kabupaten, sisanya bahkan membeli air dari mobil-mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” jelas Wali Kota. Namun, menurut Wali Kota Jeriko, jika ingin membangun sendiri, tentu APBD Kota tidak mampu untuk membiayai.

Saat tiba di lokasi pembangunan reservoir instalasi pengolahan air (IPA) Kali Dendeng, Wali Kota Kupang yang akrab disapa Jeriko itu dengan bangga menjelaskan kepada para delegasi rakerwil yang hadir bahwa IPA yang dibangun di lokasi tersebut akan menghasilkan 150 liter per detik debit air untuk menyuplai air bagi 12 ribu sambungan rumah (SR). Sistem pengolahannya dikendalikan oleh teknologi terintegrasi dan termutakhir yang disebut SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition untuk mengontrol proses pengolahan air, distribusi hingga memantau kebocoran.

Di hadapan para delegasi yang hadir saat itu, Wali Kota Kupang mengakui proyek tersebut dapat terwujud berkat dukungan dari APEKSI khususnya Komwil IV, “kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan motivasi serta dukungan APEKSI khususnya Komwil IV. Kami mendapatkan banyak motivasi dan masukan lewat diskusi-diskusi bahkan APEKSI lah yang menjembatani komunikasi pemkot dengan Presiden RI Joko Widodo terkait pembangunan infrastruktur baik yang sudah terwujud seperti SPAM Kali Dendeng dan yang akan datang,” sebut Jeriko yang disambut dengan tepuk tangan dari para delegasi

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Batu, Dewanty Rumpoko yang ikut dalam kegiatan tanam pohon berkomentar memuji keberhasilan pembangunan SPAM Kali Dendeng tersebut, menurutnya bukan suatu hal yang mudah dapat mewujudkan infrastruktur sebesar SPAM Kali Dendeng dengan kemampuan keuangan daerah Kota Kupang yang terbatas, “saya dan teman-teman di Komwil IV sepakat bahwa ini semua juga berkat ketulusan serta tekad kuat Bapak Wali Kota Kupang yang mampu melihat peluang dan mencari solusi sehingga mendapat bantuan pemerintah pusat,” puji Hj. Dewanti yang disambut tepuk tangan semua yang hadir.

Kegiatan tanam pohon merupakan salah satu dari seluruh rangkaian kegiatan RAKERKOMWIL IV APEKSI ke 17 tahun 2022 yang berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 21 sampai 23 Juli 2022 di Kota Kupang. Selain rapat kerja dan penanaman pohon, para delegasi juga mengikuti berbagai event seperti ladies program, Koepan Expo dan pawai budaya selama RAKERKOMWIL berlangsung.

Diakhir kegiatan tanam pohon, Wali Kota Kupang, Direktur APEKSI Pusat dan para delegasi didaulat menulis testimoni yang berisi pesan, kesan dan harapan bagi Kota Kupang pada tempat yang disediakan. Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore dalam kesempatan tersebut menulis : “semoga pohon yang ditanam bisa tumbuh dengan baik untuk kebutuhan air anak-anak kita air kemudian hari”. Sementara, Wali Kota Batu, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si menulis : “pohon kesemek dari Kota Batu untuk Kota Kupang, semoga membawa berkat”. Direktur APEKSI Pusat, Alwis Rustam sendiri menulis testimoni berbunyi : “tanam buah alpukat, kupang hebat” dan Wakil Wali Kota Pasuruan menulis : “Jagalah pohon kepel ini, jaga keseimbangan alam, maka alam akan menjaga kita”.

10 pejabat yang mewakili pemkotnya masing-masing juga berkesempatan menuliskan testimoninya, salah satunya Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, S.Sos, M.Si yang menulis : “semoga pohon nagasari dari Kota Denpasar akan menjadi simbol persahabatan antara Kota Denpasar dengan Kota Kupang, selalu kita ingat bersama. Sehat dan lestari selalu Kota Kupang”.

Turut hadir dalam acara tanam pohon, jajaran pemkot Kupang, antara lain Sekretaris Daerah, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, para Asisten Sekda, para kepala dinas, Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Kabag Pemerintahan Setda Kota Kupang, Camat Alak dan para lurah se-Kecamatan Alak.

Hadir juga, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman (Satker PPP) Wilayah I NTT, Roy Marthen, ST, Pejabat Pembuat Komitmen Air Minum Satker PPP Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT, Yashinta Mbake, ST, MT, Site Engineering Manager PT Nindya Karya (Persero), Pulo Indiarto.

PT Nindya Karya (persero) turut berpartisipasi aktif mendukung kegiatan penanaman pohon tersebut, yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada Wali Kota Kupang anakan pohon oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Sofi Jihan Nabilah yang mewakili Project Manager SPAM Kali Dendeng, Seno Susanto. (*PKP_jms/nt)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Raker Komwil IV APEKSI Ke 17 Rekomendasikan Kebijakan Bagi Tenaga Kontrak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Rapat Kerja Komisariat Wilayah (RAKERKOMWIL) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke 17 tahun 2022, yang berlangsung di Kota Kupang melahirkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya adalah rekomendasi tentang perlu adanya pemikiran kebijakan untuk tenaga non Aparatur Sipil Negara (tenaga kontrak dan tenaga harian lepas) dalam pengalihan status agar tetap memberikan kontribusi pada perangkat daerah di Pemerintah Kota.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, selaku Ketua Komisariat Wilayah IV APEKSI saat menutup kegiatan Rakerwil di Hotel Aston Kupang, Kamis (23/06/2022) menyampaikan beberapa poin yang menjadi rekomendasi dalam forum Rakerkomwil yang disepakati bersama, untuk diusulkan pada rapat kerja nasional APEKSI bulan Agustus 2022 akan datang.

Selain tentang tenaga non ASN, hal lain yang direkomendasikan rakerwil kali ini antara lain pola pengukuran kinerja dan implementasi penyetaraan jabatan, alokasi dana kelurahan serta penambahan dana alokasi umum (DAU) bagi penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK di daerah, penambahan sertifikat serta daftar produk dalam negeri pada e-katalog pengadaan barang dan jasa untuk peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN), optimalisasi penerapan SIPD, penentuan proporsi pokir DPRD oleh pemerintah pusat, peninjauan kembali gaji dan pensiun kepala daerah, peninjauan hukuman bagi penyedia jasa yang cidera janji agar dijatuhi hukuman black list dan tidak dibayarkan atas pekerjaan, serta perlu adanya rekomendasi untuk memberikan ijin usaha skala kecil yang terdaftar melalui online single submission (OSS).

Menurutnya keputusan Rakerwil ini sebagai input Komisariat Wilayah IV dalam forum RAKERNAS APEKSI di Kota Padang, bulan Agustus 2022 mendatang. “Kita harapkan bersama rekomendasi-rekomendasi tersebut dapat diterima dan diadvokasi oleh APEKSI pusat demi penguatan kebijakan pemerintah bagi terwujudnya efektivitas dan efisiensi pemerintahan yang baik, khususnya di daerah,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam pleno yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo, S.Sos,M.Si, disepakati Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ke 18 tahun 2023 mendatang, akan dilaksanakan di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Hadir dalam acara penutupan Rakerwil tersebut, perwakilan dari 13 kota anggota komisariat wilayah IV Apeksi, perwakilan Forkopimda Kota Kupang, Kepala BPS Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah Lingkup Kota Kupang beserta para camat dan lurah se-Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang 

PKK dan DWP Kota Kupang Promosi Tenun Sepe Pada Ladies Program

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay – Pellokilla, S.TP, mewakili Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe, SE, MM, membuka kegiatan Ladies Program yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (RAKERKOMWIL) IV APEKSI ke 17 tahun 2022. Kegiatan ini berlangsung di Restaurant The Kings, Kelurahan Alak, Rabu (22/06/2022).

Tampak hadir dalam kunjungan di RSUD S. K. Lerik, Wakil Ketua TP – PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Lies Man – Rengka, sedangkan seluruh rangkaian acara diikuti oleh antara lain Ketua TP – PKK Kota Malang, Ketua TP – PKK Kota Kediri, Ketua TP – PKK Kota Bima, Wakil Ketua TP – PKK Kota Blitar, Wakil Ketua TP – PKK Kota Mataram, Ketua DWP Kota Denpasar, Istri-istri FORKOPIMDA Kota Kupang, para anggota DWP Kota Kupang, serta Camat Alak dan para lurah se-Kecamatan Alak.

Seluruh para peserta Ladies Program mengunjungi Paliative Care Basecamp di RSUD S. K. Lerik sebelum kemudian menuju The Kings untuk menyaksikan fashion show yang memperagakan busana berbahan dasar tenun ikat motif sepe dan mengunjungi ke spot Expo Mini Sepe yang berada di pelataran depan The Kings Restaurant.

Dalam sambutan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Kupang yang dibacakan oleh Ketua DWP Kota Kupang menyampaikan selamat datang kepada para peserta yang merupakan para istri wali kota, istri wakil wali kota, istri FORKOPIMDA serta beberapa istri sekretaris daerah pemerintah kota anggota Komwil IV. Menurutnya, pemerintah Kota Kupang selaku tuan rumah sangat senang menyambut kehadiran para peserta serta berkesempatan menampilkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki daerah ini melalui Koepan Expo dimana para pengunjung dapat melihat secara langsung produk unggulan pelaku UMKM Kota Kupang. By. Lousje terutama menyorot tenun motif sepe, yang desainnya diciptakan khusus oleh Ketua TP – PKK dan Dekranasda Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe untuk menjadi motif khas daerah Kota Kupang. Motif bunga sepe ini sudah didaftarkan dan mendapat sertifikat Hak Kekayaan ko Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang pada bulan Maret 2021 silam diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi NTT dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, bersama Ketua DWP Kota Kupang saat itu.

Ny. Lousje menjelaskan lebih lanjut tentang alasan pemilihan motif bunga sepe atau yang dikenal dengan flamboyan. Pohon flamboyan disebut sepe oleh masyarakat lokal, merupakan pohon yang banyak tumbuh subur di wilayah Kota Kupang. Sepe menarik karena bunganya yang berwarna semarak merah jingga dan dikelilingi warna hijau daun yang segar dimata setiap orang yang memandang. Bunga sepe atau flamboyan mekar setiap tahun khusus pada bulan November hingga menjelang hari raya natal. “Alasan sepe dipilih menjadi motif khas kota Kupang karena menurut Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ibu Hilda, sepe dipilih karena mencerminkan karakteristik masyarakat Kota Kupang yang berani, jujur, beriman, ulet dan rajin namun ramah, toleran dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Selain memperkenalkan ke masyarakat Kota Kupang untuk menjadi kebanggaan daerah, Dekranasda saat ini juga tengah berencana mempromosikannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Secara tidak langsung juga akan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,” jelas istri Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bapak Fahrensy P. Funay, SE, M.Si itu

Setelah penjelasan tentang tenun sepe, Ny. Lousje juga menjelaskan terkait kunjungan Ladies Program ke Paliative Care Basecamp di RSUD S. K. Lerik, untuk menyaksikan langsung pelayanan terintegrasi antara dokter, perawat, terapis, petugas sosial medis, psikolog, rohaniwan, relawan, dan profesi lain yang diperlukan. “perawatan paliatif merupakan suatu pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah terkait mengancam jiwa, dengan mencegah dan meringankan penderitaan melalui identifikasi dini, pengkajian cermat menyeluruh dan pengelolaan nyeri serta masalah lain, baik fisik, psikososial dan spiritual”, jelasnya.

Sebelum menutup sambutan, Ny. Lousje mengajak para peserta untuk turut serta dalam pawai budaya yang diselenggarakan dalam rangka Rakerwil IV dimana dalam kegiatan tersebut akan digelar berbagai atraksi serta peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis yang ditampilkan oleh para seniman, sanggar budaya dan para ASN Pemkot Kupang, “kami mengundang ibu-ibu sore ini dalam pawai budaya, ajang pertukaran budaya diantara 13 kota anggota Komwil IV APEKSI sekaligus kami tampilkan budaya NTT yang kaya melalui berbagai atraksi kesenian dan peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis, sekaligus merasakan langsung suasana Kota Kupang yang hangat dan penduduknya yang ramah serta bersahabat,” ujar Ketua DWP Kota Kupang itu.

Ny. Lousje berharap ladies program tersebut juga dimaknai sebagai ajang menjalin keakraban sekaligus berbagi ide, pengetahuan, pengalaman maupun praktik terbaik dalam pelayanan bagi masyarakat, khususnya terkait program paliatif dan peningkatan UMKM yang dapat diadopsi oleh kota-kota, “harapan kami program ini berjalan lancar dan berkesan bagi ibu-ibu yang hadir dan semakin mempererat kemitraan dan kerjasama diantara 13 kota anggota komwil IV APEKSI. (*PKP_enj)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pameran Koepan Expo Rakerwil IV APEKSI ke 17 Ajang Promosi Produk Unggulan UMKM Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang selaku tuan rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV APEKSI ke 17 tahun 2022 menyelenggarakan Pameran Koepan Expo di Kawasan Pantai Kelapa Lima Kupang, Selasa (21/06/2022), kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 22-24 Juni 2022, kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM, pada Rabu (22/06/2022).

Kegiatan Expo Koepan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari kegiatan APEKSI di Kota Kupang yang dihadiri oleh 13 pemerintah kota se-Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara yang tergabung dalam Komisariat Wilayah IV.

Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam sekapur sirihnya mengatakan bahwa Koepan Expo memamerkan berbagai informasi potensi pariwisata dan budaya NTT juga produk-produk unggulan UMKM di Kota Kupang, dengan harapan semakin memperluas promosi hingga ke luar NTT, “semoga Bapak Ibu para delegasi 13 kota anggota Komwil IV terkesan dengan berbagai produk yang dipamerkan, terutama kain tenun ikat etnis asli NTT juga yang menjadi pendatang baru saat ini, kain tenun sepe. Ketika membeli dan dibawa pulang secara tidak langsung semakin memperkenalkan potensi dan berbagai produk UMKM hingga ke daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Wali Kota Jeriko sekaligus Ketua Komwil IV Apeksi periode 2021 sampai dengan 2024 ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya memaparkan betapa tingginya toleransi di Nusa Tenggara Timur (NTT), ia juga menekankan tentang hidup yang mengedepankan rasa persaudaraan di NTT tanpa memandang suku dan agama, “Kota Kupang adalah rumah besar persaudaraan dan kerukunan umat beragama, wajah orang NTT seram-seram, tapi hatinya baik terhadap siapa saja yang datang ke NTT, terutama di Kota Kupang,” kata Josef.

Ia juga mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang bersama jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut di Kawasan Pantai Kelapa Lima yang indah ini. “Terima Kasih kepada Wali Kota Kupang bersama jajaran yang sudah menyelenggarakan kegiatan Koepan Expo ini. Tidak lupa juga kita mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir ini sudah cukup baik dalam melalukan penataan dan pembenahan wajah Kota Kupang di beberapa titik sehingga sudah terlihat baik, rapi dan lebih indah dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya,” katanya lagi.

Wagub Nae Soi juga memuji Pemkot Kupang karena telah melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Pameran Expo Koepan, “Kegiatan Koepan Expo ini juga baik adanya dengan turut melibatkan para pelaku UMKM. Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi NTT yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM serta mendorong pelaku UMKM untuk mengambil bagian dalam pasar digital,” jelas Wagub Nae Soi.

Diketahui bahwa, dalam kegiatan Expo Koepan ini juga dipamerkan berbagai kain adat serta pakaian yang telah dimodifikasi dari bahan baku kain tenun dari berbagai daerah di NTT, “Kegiatan seperti ini tentu akan memberikan motivasi yang cukup besar dalam menumbuhkan dan mengembangkan produk-produk yang dihasilkan UMKM menjadi lebih baik. Dengan menyadari persaingan dalam dunia usaha dan perubahan selera konsumen sangatlah cepat dan ketat sehingga menuntut semua pelaku ekonomi bekerja keras untuk menghadapi persaingan maka perlu memantapkan jaringan usaha dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” tambahnya.

“Keberhasilan para pelaku usaha UMKM akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat antara lain pendapatan masyarakat akan meningkat, lapangan kerja akan terbuka luas dan berbagai usaha terkait akan tertarik pula untuk berkembang,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan, Perekonomian NTT akan memiliki landasan yang kuat dengan pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Dengan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang tersedia dan dengan dukungan sarana prasarana yang memadai maka produk UMKM yang dihasilkan akan memiliki nilai daya saing yang kuat dalam pemasarannya.

“Dengan berbelanja produk-produk UMKM merupakan bukti kecintaan kita terhadap produk-produk dalam negeri sekaligus memperlihatkan nasionalisme kita. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang menjadi pedoman bagi kita dalam mempromosikan produk-produk UMKM. Presiden juga menegaskan agar belanja APBN dan APBD harus dimanfaatkan untuk membeli produk dalam negeri sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah untuk negara,” jelas Wagub Nae Soi.

“Pemerintah terus berupaya memperkuat kelembagaan, membangun kapasitas serta mempermudah dan meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM NTT harus menjadi penting dan semua pihak harus punya komitmen yang kuat untuk menggunakan produk-produk UMKM NTT,” tutupnya.

Beberapa Peserta APEKSI yang merupakan para Wali Kota dari pulau Jawa memuji perkembangan pesat Kota Kupang dibawah kepemimpinan pasangan Wali Kota Jeriko dan Wakil Wali Kota, dr. Herman Man, seperti yang diungkapkan Wali Kota Kediri, Wali Kota Probolinggo dan juga Direktur Eksekutif APEKSI, mereka masing-masing memberikan pujian tentang perubahan besar di Kota Kupang, khsususnya penataan kota. (*PKP_sny)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang 

Rakerwil Komwil IV APEKSI Ke 17 di Kota Kupang, Bahas Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Komisariat Wilayah (Komwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Ke-17 pada tahun 2022 digelar selama 3 hari sejak tanggal 21 sampai 23 Juni 2022 di Kota Kupang.

Rakerwil yang mengusung tema “Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19”, ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Samuel Halundaka, S.IP., M.Si., mewakili Gubernur NTT, Rabu (22/06/2022), di Ballroom Palacio Hotel Aston Kupang.

Rakerwil diikuti oleh 13 pemerintah kota anggota Apeksi Komwil IV antara lain; Wali Kota Kupang sebagai tuan rumah, Wali Kota Kediri, Wali Kota Malang, Wali Kota Batu, Wali Kota Bima, Wakil Wali Kota Surabaya, Wakil Wali Kota Blitar, Wakil Wali Kota Mataram, Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekda Kota Probolinggo, Sekda Kota Denpasar, Sekda Kota Pasuruan serta Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Madiun.

Para anggota Apeksi hadir bersama rombongan yang akan mengikuti serangkaian kegiatan Apeksi di Kota Kupang. Turut hadir dalam acara pembukaan, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI, Dr. Teguh Setiabudi, M.Pd, Direktur Eksekutif Apeksi Pusat, Alwis Rustam dan Forkopimda Kota Kupang. Sementara jajaran pemerintah Kota Kupang yang hadir, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda Kota Kupang dan para Pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang serta para Camat.

Diakui Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., yang juga selaku Ketua Apeksi Komisariat Wilayah IV, dalam sekapur sirihnya, bahwa rangkaian penyelenggaraan Raker Komwil IV meliputi kota di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Kupang secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung terjadi geliat perekonomian bagi masyarakat selama beberapa hari dampak dari kunjungan jumlah besar para rombongan Apeksi. Diperkirakan pada sektor pariwisata dan perdagangan serta jasa sendiri, terjadi peningkatan pendapatan khususnya bagi masyarakat kelompok usaha kecil dan menengah.

“Kita ketahui bersama, pandemi covid-19 belum berakhir dan semua pemerintah daerah saat ini terus mengerahkan segala daya upaya guna menemukan solusi demi pemulihan ekonomi, untuk itu besar harapan melalui raker ini dapat merekomendasikan solusi terbaik bagi pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi yang tentunya berdampak bagi kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota Jeriko menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur Eksekutif Apeksi Pusat dan Dirjen Pembangunan Daerah Kemendagri RI serta Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji yang menyampaikan materi dalam rapat terkait pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan _The Best Practices Sharing_ terkait pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dalam rakerwil tersebut.

Lebih lanjut dirinya berharap agar melakui diskusi sepanjang raker terjadi pertukaran ide, gagasan serta solusi yang dapat diterapkan demi tercapainya efektivitas dan efisiensi pemerintahan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah masing-masing. Selain itu, Wali Kota berharap rakerkomwil semakin memperkuat kerjasama dan kemitraan diantara ke 13 pemerintah kota dalam semangat Recover Together, Recover Stronger.

Sambutan Gubernur NTT yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT menyampaikan atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, mengucapkan selamat datang di Kota Kupang, kepada Para Walikota dari Provinsi Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kota Kupang dijuluki Kota Kasih, rumah besar bagi beragam orang dari berbagai agama, suku, ras dan budaya yang berbaur dalam balutan kasih dan persaudaraan. Provinsi NTT dikenal sebagai Nusa Terindah Toleransi dan New Tourism Territory.

Menurutnya, beberapa hal yang diharapkan melalui kegiatan luar biasa ini adalah
Pertama, Persoalan publik yang dihadapi pemerintah kota sedemikian kompleks. Beberapa diantaranya yang terus berulang yakni, soal air bersih dan listrik, sampah, pencemaran dan konversi lahan serta persoalan tata ruang. Konsekuensinya adalah bahwa, beberapa peraturan daerah yang bersinggungan dengan masalah ini, tidak ditindaklanjuti secara baik oleh masyarakat sehingga menimbulkan konsekuensi hukum dan HAM. Apeksi diharapkan untuk mampu mencermati persoalan ini, dan merekomendasikan berbagai perubahan kebijakan yang memberi ruang bagi penanganan komprehensif persoalan publik ini.

Kedua, Soal perlunya kerjasama antara pemerintah kota tentang pengembangan pariwisata. Realita selama ini menunjukkan bahwa, pembangunan pariwisata berjalan sporadis antara satu kota dengan kota lainnya. Karena itu, momentum rakerkomwil ini seyogyanya menghasilkan sebuah kesepakatan tentang sinkronisasi program dan kegiatan terutama penyusunan sebuah roadmap rute perjalanan wisata antar kota. Bila dimungkinkan, seluruh pemerintah kota dan mitra pariwisata menyusun sebuah rute kunjungan wisata yang menyentuh semua titik wisata di seluruh anggota Apeksi Komisariat Wilayah IV untuk satu kali kunjungan wisata. Pola ini setidaknya membuat wisatawan memiliki banyak alternatif kunjungan dan dengan sendirinya wisatawan tinggal lebih lama di wilayah Indonesia.

Selanjutnya poin ketiga yang disampaikan, Anggota APEKSI seyogyanya mempertimbangkan berbagai hal tentang kemungkinan pengembangan kerjasama ekonomi, dengan memperhatikan data potensi setiap kota yang ada untuk keuntungan bersama. Setiap kota memiliki keunggulan komparatif masing-masing, yang dapat dikolaborasi untuk pertumbuhan ekonomi bersama. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang