Arsip Tag: Kota Kefamenanu

BPBD, Sat Lantas Polres dan Kodim 1618/TTU Lakukan Penyemprotan Disinfektan

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Dalam rangka mencegah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bersinergi dengan Satuan Lalulintas Polres TTU dan Kodim/1618 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melakukan penyemprotan disenfektan, Rabu (13/05/2020).

Kepala Bidang Pencegahan dan kesiap siagaan BPBD Kabupaten TTU, Amandus Afenpah kepada Media Online NTTAktual.com di sela-sela kegiatan mengatakan kegiatan penyemprotan disenfektan ini merupakan bagian dari upaya pencegehan penyebaran Covid-19.

“Kegiatan penyemprotan disenfektan dan pembagian masker merupakan salah satu dari bentuk pencegahan penyebaran virus corona, jadi dalam upaya pencegahan ini kami dari BPBD bekerja sama dengan TNI dan POLRI yang ada di Kabupaten TTU,” ungkap Amandus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Lalulintas Polres TTU dan Kodim/1618 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat bersinergi melakukan penyemprotan disenfektan, Rabu (13/05/2020). Foto : Yanri Maunaben/NTT Aktual

Amandus juga mengatakan BPBD TTU telah melakukan upaya pencegahan di berbagai tempat di TTU diantaranya di Gua Aplasi di Kefa Tengah dan kali ini di kelurahan Maubeli dan apa bila cuaca memungkinkan akan di lanjutkan ke Bansone.

Sasaran dari penyemprotan disenfektan di fokuskan pada rumah-rumah warga dan tempat-tempat umum di sekitaran kelurahan Maubeli.

“Sasaran dari penyemprotan rumah-rumah penduduk dan tempat-tempat umum yang kita anggap sebagai tempat yang sering di kunjungi oleh orang banyak seperti tadi itu ada rumah makan, ada pertokoan itu kita melakukan penyemprotan tapi umumnya ini semua di lakukan untuk semua rumah penduduk,” jelasnya.

Sementara di tempat yang sama KBO satuan Lantas Polres TTU, Ipda Syawan Soerdika mengatakan ini merupakan rangkaian kegiatan dari beberapa kegiatan yang sebelumnya, dimana hari ini merupakan hari ke 4 yang sebelumnya satuan lantas Polres TTU telah melakukan pembagian masker di tiga lokasi diantaranya di Peoboko, Tanah Putih dan ketiga di depan cabang Dalehi.

“Ini adalah rangkaian kegiatan dari beberapa kegiatan sebelumnya. Kali ini merupakan kegiatan hari ke 4 tujuan utama adalah 1 pembagian masker sudah di laksanakan di 3 titik pertama di Peoboko, ke dua di tanah putih, ketiga di depan cabang Dalehi itu yang pembagian masker kemudian ini hari yang ke 4 tujuannya adalah mencegah Covid-19, dan begitu juga kita dari Sat Lantas Polres TTU mengingatkan pada para pengendara kendaraan bermotor roda 4 dan roda 2 maupun bis untuk tetap menggunakan masker dan juga untuk bis agar dapat menjaga jarak tempat duduk penumpang,” katanya.

Ipda Syawan Soerdika juga mengatakan dirinya masih mendapatkan beberapa masyarakat yang belum menggunakan masker dengan berbagai alasan seperti lupa dan sebagian belum punya.

“Masih ada beberapa masyarakat yang belum menggunakan masker dengan berbagai alasan, satu karena lupa, dua memang dia belum ada. Jadi mereka sudah kita imbau untuk tetap menggunakan masker karena ini penting dan kita tidak tau penyebaran Covid-19 ini dari mana- dari mana, dari siapa kita tidak tau, sehingga yang paling penting intinya kita selalu mengikuti protokol kesahatan sesuai perintah dari Menteri Kesehatan seperti penggunaan masker, menggunakan air yang bersih, gunakan sabun saat mencuci tangan atau hand sanitizer dan tidak lupa kita jangan saling berjabatan tangan atau bersentuhan satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu Dandim 1618/TTU Letkol Arm Roni Junaidi, saat di hubungi melalui WhatsApp dirinya mengimbau agar masyarakat dapat selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah di tetapkan oleh pemerintah dan mengajak agar masyarakat dapat saling peduli dan saling mengingatkan.

“Himbauan kami kepada masyarakat yakni saat beraktivitas selalu menggunakan masker untuk mencegah penyebaran Covid 19, mematuhi physical dan social distancing. Selain itu masyarakat harus dapat semaksimal mungkin menghindari kerumunan orang. Mari kita budayakan untuk saling Peduli dan saling mengingatkan karena kita tidak hidup sendiri,” jelas Dandim.

Untuk diketahui kegiatan di Kelurahan Maubeli mulai dari Selasa (12/05/2020) yakni pembagian masker bagi pengguna jalan yang tidak bermasker lalu penyemprotan disinfektan, starnya dari cabang Dalehi lalu dilanjutkan sampai cabang RSPD Kefamenanu dan karena hujan maka tidak bisa dilanjutkan kegiatan penyemprotannya.

Kegiatan penyemprotan baru dilanjutkan pada Rabu (13/05/2020) dan titik starnya yakni dari sebelum cabang PLN lalu menuju batas wilayah Kelurahan Maubeli yaitu jembatan Km.6 jurusan kupang lalu kembali ke belakang cabang toko gajah dan sekitarnya sampai belakang PLN. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata

Dampak Covid-19, Bank NTT Cabang Kefamenanu Siapkan Stimulus Restrukturisasi Bagi Debitur

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Di tengah merebaknya pemberitaan terkait Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan dalam upaya mendukung pemerintah mencegah Covid -19, pihak Bank NTT Cabang Kefamananu melakukan upaya dari segi Perbankan.

Kebijakan dari segi Perbankan ini meliputi 6 tindakan yang akan di lakukan pihak Bank NTT Cabang Kefamenanu untuk memberikan Stimulus berupa restrukturisasi pada warga yang terdampak Covid-19.

Hal ini disampaikan Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Frederikus Mashur Ngganggus, kepada NTT Aktual, Selasa (07/04/2020).

“Yang pertama itu dari sisi perbankan kita lagi melakukan ketentuan kriteria yang layak bagi debitur terutama bagi debitur yang terdampak langsung Covid-19, ini berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No : 11 tahun 2020 bahwa perbankan di minta untuk melakukan stimulus berupa restrukturisasi atas Kredit pada Debitur yang terdampak Covid-19,” ujar Frederikus.

Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Frederikus Mashur Ngganggus. Foto : Istimewa

Petinggi Bank NTT Cabang Kefamenanu ini juga mengatakan bahwa dalam meyiapkan stimulus restrukturisasi ini akan dilakukan identifikasi terlebih dahulu setelah melakukan identifikasi akan di lakukan 6 restrukturisasi bagi debitur yang terdapampak Covid-19.

“Kita disini ada 6 langkah, pertama itu kita lakukan identifikasi terhadap debitur-debitur yang mengalami kesulitan untuk mengembalikan pinjaman dan nanti dari hasil identifikasi ada kurang lebih 6 bentuk restrukturisasi yang pertama itu, pengurangan tunggakan pokok, kedua pengurangan tunggakan bunga, yang berikut perpanjangan jangka pinjaman, yang berikut penambahan jumlah pinjaman, kemudian penambahan plafon pinjaman baru tergantung dari masalah apa yang di hadapi perusahaan,” jelas Petinggi Bank NTT Cabang Kefamenanu tersebut.

Selain kebijkan dari segi Perbankan ada juga kebijakan yang di lakukan dari segi kenyamanan nasabah di Banking Hall untuk menyikapi Covid-19.

“Kita juga aktif mengurangi tingkat kepadatan, untuk kepadatan sendiri itu mengacu pada beberapa elemen yang pertama itu di dalam karyawan sendiri, di dalam karyawan kita ini, untuk mengurangi kepadatan itu mereka kita off kan masing-masing karyawan itu 2 hari. Jadi untuk Cabang Kefamenanu ini setiap hari itu ada 8 orang karyawan yang kita off kan jadi mereka bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Kemudian untuk nasabah sendiri di Banking Hall kita sudah mengatur cara duduknya jarak 1,5 Meter, kemudian kalau sudah tidak tertampung di dalam itu sebagian kita arahkan untuk antri di luar. Jadi kalau dilihat ada penumpukan di luar kantor itu sebenarnya ada upaya untuk mengurangi penumpukan,” ungkapnya.

Selain itu pihak Bank NTT juga menyediakan Hand Sanitizer sebanyak dua tempat yakni di pintu depan dan di pintu belakang selain dari itu juga semua pihak Bank NTT di wajibkan berjemur setiap pagi kurang lebih setengah jam dan juga Bank NTT cabang Kefamenanu membatasi akses masuk keluar pada orang-orang yang tidak punya kepentingan langsung dengan Bank seperti orang-orang yang berjualan di halaman perbankan untuk sementara di batasi aksesnya, lanjutnya.

Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Frederikus Mashur Ngganggus juga mengucapkan terimakasih pada Polres TTU yang sudah mengirimkan anggotanya memberikan sosialisasi dan pemahaman langsung pada Masyarakat di Bank NTT Cabang Kefamenanu selama 2 hari.

“Kami ucapkan terimakasih pada pihak Polres TTU yang sudah 2 kali mengirimkan tenaga dari Polres untuk memberikan sosialisasi langsung di Bank NTT Cabang Kefamenanu, untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak terlalu banyak berkumpul di luar rumah,” pungkasnya. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata

Galeri Feotnai Ma’tani Hadirkan Beragam Produk Motif NTT

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Toko yang diberi nama Galeri Feotnai Ma’tani yang berada tepatnya di Jalan Eltari KM 2 Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ini menyediakan Beragam Produk bermotifkan berbagai Daerah di Provinsi NTT lebih khususnya daerah yang ada di daratan Timor.

Hal ini di sampaikan pemilik Galeri Feotnai Ma’tani, Vicky Simonis saat di temui NTT Aktual, Selasa (07/04/2020).

“Disini tersedia berbagai produk diantaranya, ada kain tenun Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu dan Malaka, ujarnya”.

Vicky Simonis saat menunjukan berbagai koleksi kain tenun yang dimiliki Galeri Feotnai Ma’tani. Foto : Yanri Maunaben/ NTT Aktual

Selain kain tenun dari empat Kabupaten di Daratan Timor Nusa Tenggara Timur, Vicky Simonis  juga mengungkapkan bahwa toko miliknya menjual pula berbagai produk-produk lain yang di hasilkan dari kain tenun.

“Produk lain dari kain tenun yang kita jual yakni seperti dompet dari kain tenunan, ada Tas, ada juga Topi yang di buat dari tenun juga. Ada juga anting-anting terus muti-muti juga ada dan kita juga menjual madu asli. Selain itu ada pula perhiasan serta pernak-pernik untuk Ritual adat,” ujarnya.

Vikcy Simonis menambahkan harga berbagai produk dari hasil tenunan ini dijual dengan harga yang bervariasi seperti pada harga kain tenun berbeda dengan tas, dompet dan sebagainya.

“Harga dari produk ini berbeda-beda seperti pada kain, kain itu tergantung dari tenunan karena kita pakai kelas tenunan, ada harga kelas tenunan yang mulai dari Rp.150 ribu untuk motif sotis biasa, dan ada yang sampai jutaan,” ungkapnya.

Harga kain tenun yang bervariasi dari RP. 100 ribu hingga jutaan Rupiah ini berbeda dengan harga pada Tas, topi, selendang, anting-anting dan lainnya.

“Untuk tas, topi, selendang dari kain tenun serta anting-anting dan lainnya kami menjualnya dengan harga yang hanya berkisar dari dari Rp. 10 ribu hingga Ratusan ribu saja,” kata Vicky.

Ada pun cara penjualan yang di pakai oleh Vicky Simonis sebagai pemilik Toko, dirinya menjelaskan bahwa selain melakukan transaksi di tempat dirinya juga sering melakukan transaksi secara online dengan memanfaatkan akun media sosialnya seperti Facebook, WhatsApp dan Instagram.

“Sedangkan kalau untuk penjualan ini sayakan memiliki tokoh jadi saya melakukan penjualan disini tapi ada juga sistim penjualan lain yaitu secara online di media sosial contoh nya di Facebook, WhatsApp dan Instagram,” tutupnya. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata