Arsip Tag: Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi NTT

Wali Kota Launching Galeri ATM Kontainer Bank NTT KCU Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang melaunching Galeri ATM Kontainer di Bank NTT Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang, Jl. Cak Doko, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (15/9/2021).

Galeri ATM yang dibangun dari kontainer bekas itu didesain secara unik, terletak persis di sisi barat Bank NTT KCU Kupang. Desain bagian dalam dan luarnya dicat menarik, serta dilengkapi pendingin ruangan. Lantainya dipasangi keramik, dibuatkan pintu dan jendela kaca transparan. Disisi atas kontainer, didesain menjadi sebuah tempat nongkrong bagi kaum muda dan bisa menjadi spot foto menarik. Ada lampu hias dan pagar pembatas agar siapapun aman dari kecelakaan. Akses ke atas menggunakan sebuah tangga di sisi timur kontainer. Ada tiga unit mesin ATM di dalamnya untuk melayani sejumlah nasabah yang mendatangi central ATM itu.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga menandai secara resmi diberlakukannya Smart Branch Bank NTT di KCU Kupang. Sebelumnya program ini sudah dilaunching oleh Gubernur NTT bertepatan dengan HUT Bank NTT ke-59 pada 17 Juli 2021 lalu dan mulai digunakan di Bank NTT Kantor Cabang Khusus. Smart Branch Bank adalah aktivitas pelayanan nasabah bertransakasi dengan menggunakan mesin SBS yang dapat diinisiasi, dilakukan sendiri oleh nasabah melalui interface nasabah di dalam Smart Bank. Mesin yang digunakan dalam sistem ini antara lain adalah Cash Recycle Machine (CRM), yang merupakan pengembangan dari mesin CDM (Cash Deposit Machine), di mana CDM hanya dapat melayani setoran tunai, sedangkan CRM dapat melakukan keduanya, yakni setor tunai dan tarik tunai, pembayaran, pembelian, transfer. Mesin lain yang digunakan sistem ini adalah Smart Teler System (STS), yang merupakan mesin yang akan melayani pembukaan rekening baru secara mandiri pada SMART BANK NTT, dengan melakukan verifikasi pada NIK nasabah/calon nasabah.

Wali Kota mengapresiasi terobosan yang sudah dibuat Bank NTT tersebut. Diakuinya ada begitu banyak perubahan dan langkah kreatif yang diambil oleh manajemen Bank NTT saat ini yang sudah turut menjaga bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang, terutama di tengah pandemi covid 19. “Masyarakat harus tau kontribusi Bank NTT terhadap pembangunan Kota Kupang,” tegasnya. Tidak hanya dalam pertumbuhan ekonomi tetapi juga dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Kupang menata kota menjadi lebih baik. Salah satu contoh nyata yang diungkapkannya adalah CSR Bank NTT di Bundaran Tirosa berupa air mancur yang sekaligus menjadi media iklan bagi Bank NTT. Bank NTT juga sudah membantu Pemkot Kupang dalam upaya melakukan percepatan vaksinasi. Saat ini pencapaian vaksinasi di Kota Kupang sudah mencapai 64 persen, diharapkan akhir September mendatang sudah mencapai 70 persen.

Menurutnya selain lewat pembagian deviden, Bank NTT juga kerap membantu Pemkot Kupang lewat berbagai program CSR-nya. Saat ini Pemkot Kupang sedang berupaya mengajukan permohonan untuk perubahan Peraturan Daerah terkait penambahan modal di Bank NTT. Dia berharap jika sudah ditetapkan, tambahan modal tersebut bisa membantu Bank NTT dalam memenuhi target modal inti yang disyaratkan OJK.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menanggapi semua pencapaian yang mereka peroleh saat ini tidak lepas dari dukungan Wali Kota dan para kepala daerah lainnya sebagai pemegang saham. Dia optimis dengan dukungan positif itu pihaknya akan mencapai modal inti yang diisyaratkan OJK untuk posisi 2020 yakni minimal Rp 2 triliun. Saat ini modal inti yang dimiliki Bank NTT senilai 1 triliun 940 miliar rupiah. Dukungan modal dari Pemkot Kupang hingga saat ini senilai Rp 97,5 miliar, dengan jumlah deviden yang sudah diberikan senilai Rp 142,6 miliar.

Kegiatan hari ini menurutnya merupakan langkah lanjutan dari launching pada 17 Juli 2021 lalu, untuk mewujudkan komitmen menuju super smart bank. “Penyesuaian dan adaptasi industri perbankan dengan dunia digitalisasi perlu terus kita lakukan,” tambahnya. Menurutnya dengan sistem ini layanan teller yang konvensional akan berkurang diganti dengan mesin. Layanan yang selama ini butuh waktu cukup lama kini bisa lebih singkat. Namun diakuinya dalam implementasi sistem ini mereka menemukan kendala, terutama soal syarat administrasi oleh para calon nasabah yang terhambat karena belum memiliki dokumen kependudukan. Bahkan beberapa kali pihaknya menemukan ada calon nasabah yang memiliki KTP “aspal”, dengan data ganda, sehingga tidak bisa diproses. Karena itu pihaknya siap bekerja sama dengan Pemkot Kupang untuk menertibkan masalah administrasi semacam itu.

Mengenai Galeri ATM Kontainer menurutnya jika pandemi sudah berakhir dan warga sudah bisa beraktivitas normal, pihaknya akan menggandeng Karang Taruna kelurahan setempat untuk menampilkan kreativitasnya di tempat tersebut. Pada malam hari tempat tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi warga setempat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menyampaikan salah satu upaya BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan melalui layanan ATM dan sistem pembayaran. Menurutnya dengan menggunakan sistem ini ada indikasi Bank NTT sudah mulai on the track. Dia berharap dalam dua tahun ke depan Bank NTT sudah menjadi bank devisa.

Wakil Kepala OJK Provinsi NTT, Setia Ariyanto menambahkan menurut penilaian OJK, Bank NTT makin sehat di tengah pandemi covid 19. Dia berharap Bank NTT makin melangkah lebih baik sehingga membuka peluang untuk fully digital dalam pelayanannya. Menurutnya dilihat dari kinerja keuangan Bank NTT secara umum cukup meningkat di tengah pandemi, terutama penyaluran kredit yang sangat tinggi melampaui pencapaian nasional. Perkreditan Bank NTT secara yoy di Bulan Juni 2021 mencapai 7,92 persen sementara secara nasional hanya 0,64 persen. Sementara secara year to date tahun 2021, perkreditan di Bank NTT mencapai 3,05 persen sementara pencapaian secara nasional hanya 1,84 persen. Dia berharap pertumbuhan kredit ini bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi di NTT.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola langoday, MM, Komisaris Independen Bank NTT, Samuel Djoh, para Direktur Bank NTT dan Kepala Divisi, Kepala Bank NTT KCU Kupang beserta jajarannya, Kasie Intel Kajari Kota Kupang serta rohaniwan. Turut mendampingi Wail Kota pada kesempatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally,SH,M.Si, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega,SH, Kepala Badan Keuangan Kota Kupang, Dra. Thruice Balina Oey, M.Si serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji,SSTP, M.Si. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pasar di Kota Kupang Akan Sediakan Display Info Harga

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sejumlah pasar di Kota Kupang akan menyediakan display info harga barang komoditas. PD Pasar Kota Kupang dengan dukungan Bank Indonesia akan menyediakan display atau fasilitas layar monitor yang menampilkan informasi harga di beberapa pasar di Kota Kupang. Demikian salah satu poin yang disepakati dalam high level meeting (HLM) dan rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III Tingkat Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Kamis (12/8/2021).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, menyambut baik rencana tersebut. Menanggapi rekomendasi tersebut Wali Kota memerintahkan kepada PD Pasar Kota Kupang dan Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang untuk secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar, sehingga info kenaikan harga diketahui lebih dini dan bisa segera diambil langkah antisipasi.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, saat mengikuti high level meeting (HLM) dan rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III Tingkat Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Kamis (12/8/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota berterima kasih kepada semua stakeholder dan mitra yang selama ini telah memberi dukungan yang luar biasa serta terlibat langsung dalam upaya membangun dan menata Kota Kupang khususnya dalam pengendalian inflasi. Menindaklanjuti rekomendasi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kepada semua pihak yang terlibat dalam TPID, Wali Kota mengimbau agar bisa menjadi catatan untuk bersama-sama Pemkot Kupang mengawal upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam presentasinya menyampaikan pada Juli 2021, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,88% (mtm). Inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga ikan kembung akibat hasil tangkapan nelayan yang menurun, serta kenaikan harga daging babi di tengah wabah ASF yang masih berlanjut. Di sisi lain, berbagai jenis komoditas hortikultura seperti tomat dan sawi putih terus melanjutkan penurunan harga pasca Badai Siklon Seroja.

Secara tahunan, inflasi Kota Kupang pada Juli 2021 tercatat sebesar 1,55% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,52% (yoy). Dampak Siklon Seroja terhadap inflasi ternyata lebih rendah dibandingkan perkiraan semula. Namun bila dilihat lebih rinci per kelompok, inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau masih tercatat sangat tinggi sebesar 4,76% (yoy), sehingga perlu menjadi perhatian.

Selain display harga, pada rapat tersebut BI juga mengajukan sejumlah rekomendasi untuk upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang. Di antaranya adalah mendorong untuk membentuk kluster komoditas penyumbang inflasi seperti kluster bawang merah, cabai merah, cabai rawit, juga mendorong pembuatan green house untuk menjamin produksi sayuran agar dapat berproduksi sepanjang tahun. BI juga mendorong akselerasi pembangunan pabrik pakan ternak untuk menekan biaya produksi ternak ayam. Menurut Nyoman 70 persen biaya daging dipengaruhi oleh harga pakan ternak yang dipasok dari luar daerah, karena itu untuk menekan harga ternak, NTT khususnya Kota Kupang perlu memiliki pabrik pakan ternak tersendiri.

BI juga mendorong bantuan kapal ke masyarakat terutama tonase besar untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan (1 sampai 10 GT). BI juga mendorong perlunya kerja sama antara daerah untuk menjamin pasokan kita komoditas yang biasa dipasok dari luar.

Dalam rapat tersebut sejumlah stakeholder terkait seperti Bulog dan Satgas Pangan Provinsi NTT memastikan ketersediaan stok pangan untuk Kota Kupang masih cukup hingga 2-3 bulan ke depan. Sementara pihak Pelindo III Kupang juga memastikan proses bongkar muat dan distribusi barang di Pelabuhan Tenau Kupang masih berjalan normal.

Rapat yang dipandu oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH diikuti oleh General Manager PT. Pelindo III Kupang, Agus Nazar, perwakilan dari Pertamina, Bulog, Angkasa Pura dan BPS Kota Kupang. Turut serta pula sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Direksi PD Pasar Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Bank Indonesia Gelar Webinar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

NTT AKTUAL. KUPANG. Bank Indonesia (BI) secara kontinyu akan senantiasa melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait peran dan kebijakan Bank Indonesia. Pada hari Kamis, 22 Juli 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah secara virtual (webinar) via zoom. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman terhadap  konsep ekonomi dan keuangan Syariah serta peran dan kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi & keuangan syariah. Kegiatan webinar ini menghadirkan narasumber Ibu Kesumawati Syafei selaku Asisten Direktur dari Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan seperti Kepala MUI NTT, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang, serta mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di NTT seperti Universitas Muhammadiyah Kupang, STAI, SMA Muhammadiyah, MAN 1 Kupang, dan instansi pendidikan lainnya.

Acara edukasi dibuka dengan sambutan dari Kepala KPw BI NTT, Bpk. I Nyoman Ariawan Atmaja yang menyampaikan pentingnya menyampaikan perkembangan ekonomi & keuangan syariah kepada masyarakat dan peran penting Bank Indonesia di dalamnya, termasuk sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS). antara lain dengan pelaksanaan seperti melalui Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2021. Selain itu, terdapat acara penyerahan sertifikasi halal LPPOM MUI kepada lima UMKM NTT yang telah melewati proses sertifikasi. Acara sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah dimoderatori oleh Emil Faizza dan narasumber Kesumawati Syafei dari DEKS. Ibu Kesumawati menyampaikan konsep dasar dari ekonomi & keuangan Syariah, dan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dimana Indonesia duduk pada ranking empat pada Global Islamic Economy Indicator Score Rank. Bank Indonesia berperan sebagai akselerator, inisiator, dan regulator pada pengembangan ekonomi & keuangan Syariah. Dalam pengembangan ekonomi & keuangan Syariah, Bank Indonesia memiliki tiga strategi.

  1. Pemberdayaan Usaha Syariah

Contoh: adalah fasilitasi teknis sertifikasi halal yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan kurasi produk unggulan pada Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA)

  1. Pengembangan dan Pendalaman Keuangan Syariah

Contoh: adalah melalui pengembangan instrumen Syariah dan penguatan regulasi.

  1. Keilmuan & Kampanye Ekonomi Syariah

Contohnya adalah kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan kali ini untuk mendorong literasi ekonomi & keuangan Syariah di Indonesia yang masih 16.3%.

Selanjutnya, adalah tanggapan dari Bp. Dr. Syarifuddin MM, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang. Beliau menyatakan bahwa praktik jual beli yang baik telah diatur dengan mengedepankan konsep syariah, yakni pelaksanaannya harus berdasarkan nilai-nilai agama, dan menjauhkan dari riba. Sehingga dalam pengembangannya, masyarakat, dan usaha dapat mengikuti nilai-nilai tersebut agar dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat. Tanggapan kedua dari Bapak Abdul Kadir Makarim, ketua MUI NTT. Bapak Abdul Kadir menyatakan bahwa melaksanakan kegiatan secara syariah adalah sebuah kepentingan, dan kondisi negara pada saat ini diharapkan dapat dibantu dengan ekonomi & keuangan Syariah, dan diharapkan bahwa ekonomi & keuangan Syariah dapat berkembang, terutama di NTT. Secara keseluruhan kegiatan edukasi ekonomi & keuangan Syariah berlangsung dengan antusiasme tinggi peserta dengan beragam pertanyaan yang diajukan serta keikutsertaan dalam kuis interaktif yang disiapkan. (*/NA)

Sumber berita + foto : HUMAS KPw BI NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Launching Digitalisasi Retribusi Pasar Menggunakan QRIS

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dalam implementasi penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang dilakukan untuk pertama kalinya di NTT. Apresiasi tersebut disampaikannya dalam sambutan dalam acara peluncuran Digitalisasi Retribusi Pasar Menggunakan QRIS, Rabu (2/06/2021) di Pasar Oebobo.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia, PT Telkom dan PD Pasar atas terselenggaranya acara launching QRIS bagi sistem retribusi di pasar Oebobo tersebut. Menurutnya, Pemkot akan mendukung komitmen Bank Indonesia untuk mendorong perluasan penggunaan QRIS yang juga menargetkan UMKM-UMKM guna mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penggunaan QRIS yang meluas akan membantu mendukung perluasan jaringan bisnis merchant atau penjual dan penyedia jasa layanan di pasar dan UMKM di Kota Kupang hingga merambah di tingkat nasional bahkan internasional.

Wali Kota berharap peluncuran Retribusi Pasar dengan QRIS tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dilanjutkan secara luas. Karena penggunaan QRIS memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran. Konsumen cukup membayar menggunakan satu QR Code untuk seluruh pembayaran. Di samping itu masyarakat tidak perlu takut akan kehilangan uang dan diuntungkan karena tidak perlu repot dalam melakukan transaksi secara tunai. “Hanya membutuhkan scan kodenya saja sehingga tidak membutuhkan waktu juga proses yang lama’’, tuturnya.

Walikota Kupang menjelaskan dimulainya pemanfaatan QRIS sebagai alternatif transaksi non tunai dalam sistem retribusi pasar diharapkan juga akan memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam pengawasan retribusi lewat satu pintu, sesuai komitmen pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan visi dan misi Kota Kupang, khususnya untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN dan transparansi dalam pengelolaan keuangan sesuai misi Kupang jujur. Hal tersebut diakuinya juga akan berdampak secara langsung pada optimalisasi sumber PAD Kota Kupang. ‘’Kalau ini terus diterapkan tidak hanya di pasar tetapi juga di semua transaksi-transaksi ekonomi di Kota Kupang, maka akan meminimalisir praktik korupsi dan juga mendukung semangat Smart City di Kota Kupang’’, tuturnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat menyampaikan sambutannya mengatakan sebagai wujud sinergi dalam digitalisasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dan PT. Telkom Indonesia, melaksanakan program digitalisasi pasar di Kota Kupang yang mencakup penerimaan retribusi serta digitalisasi transaksi pembayaran melalui QRIS. “Ke depan kami akan terus mendorong agar dapat di replikasi dan diimplementasikan pada pasar-pasar lainnya di Kota Kupang dan di seluruh NTT,” katanya.

CEO Qren Telkom Kota Kupang, Fajar ERI Dianto juga mendukung keinginan Pemerintah Kota Kupang dan KPw BI NTT dalam perluasan penggunaan QRIS di Kota Kupang. ‘’Kami siap dan sudah menyatakan kesanggupan mendukung penuh program perluasan digitalisasi keuangan dengan QRIS ini di NTT untuk retribusi pasar tradisional, retribusi parkir bahkan retribusi tiket. Semua sudah siap tinggal dijalankan, juga transaksi yang ada di UMKM akan kami siapkan dashboardnya, juga disiapkan inisiasinya, dan mudah-mudahan akan kita siapkan bisnisnya”, kata Eri. (*PKP_val)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wakil Gubernur Hadiri Pertemuan Tahunan KPw BI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) menegaskan untuk memacu pertumbuhan ekonomi NTT dalam masa pandemi covid-19 butuh kerja luar biasa. Sambil tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan.

“Memang kita tidak bisa kerja biasa-biasa. Keadaan sudah berubah (akibat pandemi, red). Waktu berubah, kita juga harus berubah di dalamnya. Kita harus saling berkolaborasi melaui interaksi dan interrelasi. Baik pihak perbankan, perguruan tinggi, media massa, dunia usaha dan Pemerintah harus bekerja keras dan bekerja sama, tidak boleh kerja sendiri,” kata Wagub JNS saat menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT di Aula Kantor BI NTT, Kamis (03/12/2020). Tema yang diusung dalam pertemuan akhir tahun ini adalah Bersinergi : Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT di Aula Kantor BI NTT, Kamis (03/12/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Wagub JNS menjelaskan, Presiden telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Tahun 2021 kepada Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah pada Rabu, (25/11/2020). Menindaklanjuti ini, Pemprov NTT terus mendorong agar semua proses tender dapat diselesaikan pada Desember 2020.

“Pemerintah Provinsi mendorong agar Keuangan Negara mulai bisa dibelanjakan pada bulan Januari tahun depan. Akhir bulan Januari atau awal Februari 2021, kegiatan-kegiatan sudah bisa dijalankan sehingga perekonomian bisa bertumbuh. Karena salah satu pemicu utama pertumbuhan ekonomi saat ini seperti arahan Presiden adalah anggaran pemerintah,” jelas pria asal Ngada tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, mantan anggota DPR dua periode itu memberikan apresiasi kepada BI atas berbagai dukungan dan kerja keras dalam sektor riil. Terutama dalam pengembangan UMKM sehingga dapat mengendalikan inflasi dan pengembangan ekonomi di NTT.

“Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di masa normal baru, saya minta masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Mari kita perkuat iman dan imun kita. Mari tingkatkan pengamanan diri supaya kita tidak terjangkit dan menjangkitkan covid-19 dengan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Banyak sumber makanan di NTT yang bisa tingkatkan imun kita seperti kelor,” pungkas Wagub JNS.

Sementara itu Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan, pertemuan tahunan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ekonomi NTT Tahun 2020, Arah Kebijakan tahun 2021 serta kontribusi BI NTT dalam wujudkan NTT Bangkit, NTT Sejahtera.

“Perekonomian NTT pada semester pertama seperti juga nasional tertahan lajunya. Tapi di triwulan ketiga semakin membaik seiring dengan penerapan adaptasi Normal Baru. Ekonomi NTT triwulan III tumbuh 3,06 persen quarter to quarter (Q/Q), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,89 persen Q/Q. Ada tiga fakor utama yang jadi pemicu yakni akselerasi pendidikan, Pemerintahan dan Perdagangan”, jelas Nyoman Ariawan.

Lebih lanjut, Nyoman mengungkapkan secara tahunan kontraksi ekonomi NTT berkurang 1,68 persen Year on Year (YoY) dibandingkan triwulan kedua 2020 sebesar 1,99 persen YoY. Konsumsi rumah tangga membaik dengan adanya mobilisasi, stimulus fiskal dan faktor eksternal lainnya. Pertanian, Administrasi Pemerintahan, Perdagangan dan Konstruksi merupakan kontributor utama pertumbuhan ekonomi NTT.

“Inflasi NTT juga terjaga. Hingga November, inflasi NTT adalah 0,56 persen YoY, lebih rendah dari nasional yang sebesar 1,95 persen YoY. Non Performing Loan (NPL) atau kredit Macet sampai Oktober sebesar 2,01 persen dengan. Penyaluran kredit untuk UMKM di NTT juga capai 11,42 triliun rupiah atau 33 persen dari total kredit seluruhnya, melampaui target penyaluran kredit UMKM nasional yakni sebesar 20 persen. Kami memberikan apresiasi atas kerjasama yang baik antara TPID baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota serta kerja keras dari tim Satgas Pangan di bawah pimpinan Polda NTT,” ungkap Nyoman.

Selanjutnya, Nyoman menegaskan komitmen BI untuk mengembangkan UMKM dan pariwisata di NTT. Sudah ada 27 UMKM di seluruh NTT yang jadi binaan BI. Juga beberapa Desa wisata yang jadi binaan BI.

Ia mengatakan BI NTT juga menargetkan pertumbuhan ekonomi NTT 2021 adalah 5,06 sampai dengan 5,66 persen YoY dengan asumsi aktivitas ekonomi mulai berjalan normal, covid-19 dapat dikendalikan dan vaksinasi, peningkatan kapasitas fiskal serta pengerjaan proyek strategis nasional.

“Inflasi kami perkirakan rendah di tahun 2021 dan kembali ke sasaran 3 plus minus 1 (3+/- 1). Prioritas kerja kami di 2021 ada enam yakni optimalisasi realisasi anggaran belanja Pemerintah, perkuat UMKM, akselerasi hilirisasi komoditas unggulan NTT seperti garam, sapi, mete, rumput laut dan perikanan. Berikutnya mendorong implementasi CHSE (Clean, Health, Safety and Environment) dan upaya sertifikasi untuk dorong pariwisata NTT. Kemudian perkuat sinergi dengan stakeholder terkait untuk percepat pemulihan ekonomi dan dorong investasi. Terakhir perkuat sistem digitalisasi sistem pembayaran,” pungkas I Nyoman.

Dalam kesempatan tersebut BI NTT memberikan cindera mata 9 hasil produksi UMKM binaan BI NTT kepada Wakil Gubernur NTT. Juga diserahkan penghargaan dari Menko Perekonomian untuk Tim TPID NTT yang masuk nominasi Provinsi berkinerja terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Kegiatan yang dilakasanakan dalam protokol kesehatan yang ketat tersebut dihadiri Unsur Forkopimda Provinsi NTT, Kepala OJK NTT, Kepala BPS NTT, Kepala Bulog NTT, Dirut Bank NTT dan perwakilan perbankan, yang mewakili Walikota Kupang dan undangan lainnya. Sementara para Bupati se-NTT mengikuti acara ini secara virtual. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Hadiri Peluncuran Website Pasar BRI, Wawali Nilai Website Pasar Dukung Kupang Smart City

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menghadiri acara peluncuran website pasar yang digagas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kupang untuk 17 pasar di Kota Kupang. Launching yang berlangsung di lapangan parkir pasar Oebobo, Kamis (24/09/2020) ditandai dengan penekanan tombol sirene bersama oleh Wakil Wali Kota Kupang, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Pimpinan BRI Cabang Kupang dan tamu undangan lainnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Pimpinan BRI Cabang Kupang dan tamu undangan lainnya saat bersama-sama menekan tombol sirene Launching website pasar di lapangan parkir pasar Oebobo, Kamis (24/09/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya menyampaikan saat ini Kota Kupang masih belum aman dari ancaman covid 19. Karena itu menindaklanjuti surat edaran Gubernur NTT, Wali Kota Kupang juga menurutnya telah mengeluarkan surat edaran yang kurang lebih sama isinya terutama terkait pembatasan-pembatasan yang memperketat penerapan protocol kesehatan. Website pasar BRI dan metode pembayaran melalui Qris merupakan salah satu solusi untuk membantu Pemkot dalam membatasi perjumpaan manusia secara langsung.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, saat memberikan sambutannya pada acara peluncuran website pasar di lapangan parkir pasar Oebobo, Kamis (24/09/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Atas nama pemerintah dan warga Kota Kupang, Wawali menyampaikan terima kasih kepada BRI dan BI yang telah menggagas konsep ini. Diakuinya era digitalisasi saat ini sebenarnya sudah diramalkan sejak tahun 1990-an lalu. Generasi saat ini menurutnya disebut sebagai generasi Y, yang dalam setiap aktivitas hariannya tidak dapat lepas dari gadget, termasuk dunia perbankan. “Kalau dulu untuk transaksi perbankan orang harus antri di bank, lalu lewat anjungan tunai mandiri (ATM), sekarang lebih mudah lagi lewat mobile banking,” ujar Wawali.

Konsep digitalisasi ini menurutnya sejalan dengan salah satu program prioritas Pemkot Kupang yakni mewujudkan Kupang Smart City dan Kupang Bagaya Berprestasi. Bergaya yang dimaksudkannya di sini adalah kombinasi antara pengetahuan, teknologi dan mode. Pemasangan lampu jalan, pembangunan taman kota serta konsep smart city merupakan bagian dari mimpi besar itu.

Wawali menambahkan ke depan Pemkot Kupang sangat merespon pemanfaatan teknologi terutama dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat (faster), berkualitas (better) dan murah (cheaper). Untuk itu dia mengajak segenap perbankan di Kota Kupang agar mau berkolaborasi dengan Pemkot Kupang dalam pemanfaatan teknologi untuk kepentingan masyarakat sebagai tujuan bersama. Rencananya Pemkot Kupang akan membangun plaza pelayanan yang memberikan pelayanan semua izin bagi warga Kota Kupang di bawah satu atap secara digital sesuai konsep smart city. Wawali mengajak pihak perbankan agar dapat turut ambil bagian dalam rencana tersebut.

Pimpinan BRI Cabang Kupang, Stefanus Juarto mengakui kegiatan ini mereka selenggarakan berkat dorongan dari BI untuk bersama memperkenalkan sistem pembayaran yang baru secara online maupun tidak tunai. Konsep website pasar BRI dan pembayaran melalui aplikasi Qris menurutnya bertujuan membantu memotong rantai penyebaran Covid 19, karena mengurangi tatap muka langsung dan penggunaan uang tunai menjadi non tunai baik dalam transaksi antara pedagang dan pembeli. Selain itu dengan transaksi non tunai semacam ini peluang peredaran uang palsu juga dapat diminimalisir.

BRI Cabang Kupang telah membuat website untuk masing-masing pasar yang ada di Kota Kupang dengan total jumlahnya 17 pasar. Para pembeli dapat memesan barang yang akan dibeli melalui website. Selanjutnya, pembeli akan membayar ke Agen BRILink dengan aplikasi Qris yang nantinya uang pembelian akan ditransfer ke rekening pedagang. Setelah pembayaran selesai, kurir akan mengantar barang pesanan ke rumah pembeli secara langsung.
Dengan mengakses website ini masyarakat tidak perlu ke pasar lagi. Sebagai penghubung antara penjual dan pembeli BRI juga telah bekerja sama dengan PD Pasar Kota Kupang yang menyediakan kurir pasar. Kurir inilah yang akan mengantar barang belanjaan dari pasar kepada pembeli di rumah masing-masing.

Kepada para pedagang, Stefanus meminta agar barang-barang yang dijajakan benar-benar berkualitas baik agar para pembeli tidak merasa kecewa atau tidak puas. Konsep ini sudah mereka uji coba penerapannya pada para pedagang di pasar dan menurutnya sebagian besar pedagang mengerti dan tidak kesulitan mengakses website ini. Dia berharap dengan adanya website ini transaksi jual beli makin meningkat dan perekonomian warga di Kota Kupang bisa lebih baik.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengakui konsep website pasar oleh BRI dengan pembayaran dengan aplikasi Qris tidak hanya memberi kemudahan dalam bertransaksi tetapi juga jauh lebih efisien. Dengan sistem transaksi non tunai para pedagang pun bisa membayar retribusi ke pemda secara elektronik sehingga mudah terpantau dan upaya peningkatan pendapatan asli daerah bisa tercapai.

Menurutnya saat ini penggunaan aplikasi Qris di NTT baru mencapai sekitar 27.300-an pengguna. QRIS merupakan suatu standar pembayaran QR yang diluncurkan oleh Bank Indonesia untuk menambah saluran pembayaran selain ATM, EDC, dan lainnya. Pembayaran menggunakan QRIS dapat digunakan dengan cara melakukan scan QR atau meng-upload QR milik pedagang melalui aplikasi mobile banking atau aplikasi pembayaran (OVO, DANA, LinkAja, GoPay dll). Dengan adanya sistem pembayaran menggunakan QRIS, semua aplikasi pembayaran baik bank maupun non bank bisa dapat saling terhubung. Target mereka tahun ini pengguna qris tahun mencapai 60 ribu dengan sasaran bukan hanya pedagang di pasar tetapi juga pelaku usaha kuliner, pusat oleh-oleh dan restoran.

Pada kesempatan yang sama BI juga memperkenalkan Website portal NTT Maju yang merupakan suatu website informasi tentang Pasar Tradisional, UMKM, dan Donasi di NTT secara online atau digital menggunakan QRIS. Selain itu, website portal NTT Maju juga memberikan informasi link pendaftaran pedagang untuk menggunakan QRIS pada Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (Bank maupun non Bank) berizin dari Bank Indonesia.

Turut hadir pada acara launching tersebut sejumlah pimpinan perbankan di Kota Kupang dan Direksi PD Pasar Kota Kupang. (*PKP_ans/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Gubernur Ingin Penyerapan Anggaran Dipercepat

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM meminta agar seluruh Organisasi Pimpinan Daerah untuk mempercepat penyerapan anggaran pemerintahan. Dikatakannya penyerapan anggaran belanja pemerintah harus mencapai angka 75 % di akhir bulan September. Hal tersebut diungkapkannya pada saat memberikan arahan dalam Pertemuan Persiapan Ekspo Anak Negeri 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin (14/09/2020).

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM (tengah depan) saat memberikan arahan dalam Pertemuan Persiapan Ekspo Anak Negeri 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin (14/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Dalam percepatan pemulihan ekonomi di NTT maka saya ingin penyerapan anggaran pemerintah harus mencapai 75% pada akhir bulan September ini. Anggaran belanja dalam penyerapannya harus dipercepat. Kita harus kerja cepat karena dalam situasi pandemi covid 19 seperti ini maka kesejahteraan rakyat adalah yang tertinggi. Kita utamakan itu,” ujar Wakil Gubernur.

“Saya akan turun cek ke setiap OPD Pemprov NTT untuk terkait penyerapannya. Saya akan tegas untuk hal ini. Kita yang jadi mediator antara anggaran dan masyarakat”, katanya.

Pertemuan Persiapan Ekspo Anak Negeri 2020 yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin (14/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Ia menambahkan, dalam pemulihan ekonomi harus dilakukan dengan kolaborasi dengan cara kerja yang cepat. “Kita harus kolaborasi dengan pola pikir grow mindset yang bertumbuh dengan loncatan-loncatan yang ada. Maka dalam kolaborasi itu harus saling bertukar informasi, berkonsultasi terkait hal teknis dan melibatkan semua pihak untuk mencapai tujuan,” jelasnya.

“Untuk kegiatan Ekspo nanti ini sangat bagus karena kita pertemukan konsumen dan produsen. Saya ingin juga untuk kita memperkuat UMKM karena UMKM juga menjadi salah satu penopang ekonomi kita untuk itu harus perhatikan indikasi geografis dan hak paten dari setiap produk yang ada untuk meningkatkan kualitas pemasarannya”, jelas Wakil Gubernur Josef.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama NTT, Lery Rupidara yang bertindak sebagai moderator menjelaskan pertemuan tersebut selain untuk menggagas kegiatan ekspo anak negeri juga adalah lanjutan Pertemuan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT beberapa waktu lalu bersama Pemprov NTT.

“Pertemuan ini sebagai pertemuan lanjutan kami bersama FKLJK dan juga pada ekspo nanti akan ada produk-produk komoditi unggulan dari para UMKM. Ekspo ini juga untuk membantu adanya transaksi langsung antara konsumen dan produsen. Dalam ekspo ini juga dimaksudkan sebagain business matching, dan business coaching serta membantu memberikan sertifikasi dari produk-produk yang dihasilkan,” ujarnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert Sianipar juga mengharapkan dengan ekspo yang akan dilaksanakan tersebut juga turut serta mampu membangkitkan ekonomi di NTT. “Kegiatan ini juga diharapakan bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Dalam ekonomi yang menurun saat ini maka untuk pemulihannya ada kebijakan mulai dari sektor keuangan dengan beberapa kebijakan diantaranya, restrukturisasi dan relaksasi untuk nasabah-nasabah,” kata Robert.

“Dari kebijakan terkait dana atau anggaran yang tersalur tersebut, kini tantangannya bagi debitur UMKM adalah mengenai peningkatan produksi dan penyerapan produk yang tersalur pada pasar, hingga pada banyaknya pembeli sehingga melalui ekspo ini juga ada transaksi langsung untuk memudahkan penjualan produk,” jelas Robert.

Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengungkapkan dengan dana PEN maka besar harapan untuk bisa memperbaiki ekonomi nasional dan daerah. “Dari pertumbuhan ekonomi kita yang rendah, harapan kita masih ada. Kita punya program PEN pemulihan ekonomi nasional. Kita masih punya anggaran yang cukup. Untuk itu maka besar harapan kita pada bidang pertanian, perdagangan, pemerintahan dan bidang konstruksi. Kita harus dorong pertumbuhan ekonomi kita di triwulan 3 ini,” kata Nyoman.

Plt Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan Ekspo Anak Negeri 2020 tersebut akan digelar pada 16-17 September 2020 bertempat di Millenium Ballroom Kupang dan dibuka mulai pukul 09.00 WITA hingga 18.00 WITA. Ekspo tersebut juga sebagaimana mempertemukan pelaku industri (UMKM) dengan marketnya, dengan keterlibatan sponsorship serta sertifikasi BPOM. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata