Arsip Tag: Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi NTT

Pertemuan Tahunan BI 2021, Bank NTT Raih Tiga Apresiasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi untuk Bank NTT. Apresiasi ini diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada Manajemen Bank NTT saat acara pertemuan tahunan BI tahun 2021, yang berlangsung di ruang Nemberala – Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Rabu (24/10/2021).
Apresiasi ini yaitu meliputi :
1. PT. BPD NTT mendapat apresiasi PTBI sebagai PJSP Bank Pendukung Implementasi QRIS Terbaik Tahun 2021.
2. Bank NTT KCK, mendapat apresiasi sebagai bank penarik Uang Pecahan Kecil Terbanyak di NTT Tahun 2021.
Selain memperoleh apresiasi dari Kantor Perwakilan BI NTT, Bank NTT juga memperoleh apresiasi dari BI Pusat di tingkat Nasional yakni meraih peringkat pertama sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik di daerah 3 T (Terdepan, Terluar, Terpencil) dan Apresiasi ini diperoleh Bank NTT Waikabubak.
Saat ditemui awak Media, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan
“Kami memberikan apresiasi kepada Bank NTT karena memang Bank NTT ini selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga daerah-daerah terpencil. Selain itu Bank NTT juga sangat baik dalam mengedarkan uang pecahan,” ujar Kepala Perwakilan BI NTT.
Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat menyerahkan apresiasi dalam bentuk plakat kepada Bank NTT, Rabu (24/11/2021).
Dirinya menambahkan diberikannya apresiasi dari Kantor Perwakilan BI NTT kepada Bank NTT KCK karena Bank NTT KCK melayani penukaran uang pecahan kecil masyarakat dengan baik dan banyak juga nasabah-nasabah Bank NTT KCK yang menggunakan uang pecahan.
Kepala Perwakilan BI NTT pada kesempatan ini juga menjelaskan mengapa uang pecahan kecil penting, karena menurutnya uang pecahan kecil ini sangat penting di dalam transmisi tukar menukar barang dan jasa.
Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja
Selain itu dirinya juga sangat memberikan apresiasi karena Bank NTT aktif masuk ke Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menggunakan QRIS.
“Kita juga bekerjasama dengan Bank NTT untuk melakukan elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah, jadi Agent Of Development dari Bank NTT itu sangat besar perannya, terutama mengelektronifikasi ekonomi dan keuangan daerah,” tuturnya.
Semoga dengan apresiasi ini Bank NTT semakin maju, semakin lebih baik lagi kedepannya untuk menjadi agen pembangunan di Provinsi NTT dan lebih sungguh melayani masyarakat, pungkasnya.
Untuk diketahui pertemuan tahunan BI tahun 2021 ini berlangsung secara Virtual yakni melalui Zoom dan YouTube. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Tingkatkan Sinergitas dengan Insan Pers, BI NTT dan OJK Gelar Media Gathering

NTT AKTUAL. BA’A. Dalam rangka untuk meningkatkan sinergitas dengan awak media yang berada di Kota Kupang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT menyelenggarakan kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Pantai Nemberala Kabupaten Rote Ndao.

Deputi OJK NTT dan BI NTT beserta Staff saat foto bersama dengan awak media di pantai Nemberala Rote Ndao, Sabtu (20/11/2021). Dokumentasi : Istimewa
Kegiatan Media Gathering yang diadakan selama tiga hari ini (19 sampai dengan 21 November 2021) ini dikemas dalam Kegiatan Pertemuan Triwulan IV Kantor OJK Provinsi NTT dan Kantor Perwakilan BI NTT bersama Media dan acara berikutnya yakni mengelilingi obyek wisata yang ada di Kabupaten Rote Ndao.
Hadir sebagai pembicara dalam Pertemuan Triwulan IV ini yaitu Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Larry Rupidara, Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT Setia Ariyanto, Deputi Kepala Perwakilan/Kepala Tim Implementasi Kebijakan SP, PUR dan MI Daniel Agus Prasetyo, Deputi NI NTT Harry Catur Wibowo, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT Fery Jahang dan Ketua Komisi Informasi Provinsi NTT Agustinus L.B. Baja.
Pada kesempatan ini para narasumber membawakan materi nya masing-masing yang meliputi Market Update Industri Jasa Keuangan di NTT, Perkembangan Ekonomi NTT Terkini, Kode Etik Jurnalistik dan Tantangan Tugas Jurnalistik Saat Ini, serta Materi berikut nya yaitu Keterbukaan Informasi Publik.
Sementara itu obyek-obyek wisata yang dikunjungi Staff BI NTT, OJK NTT dan awak media yaitu obyek wisata telaga nirwana, pantai batu pintu, batu termanu dan membeli souvenir serta tenun ikat yang dijual oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Rote Ndao.
Tujuan dikunjungi nya obyek-obyek wisata ini oleh BI NTT, OJK NTT dan awak media yaitu sebagai bentuk dukungan guna memajukan pariwisata NTT. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Triwulan II 2021, Jumlah Transaksi e-Commerce di NTT Mencapai Rp214,74 Juta

NTT AKTUAL. KUPANG. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu aktif mengejar ketinggalan dari daerah lain yang lebih maju di Indonesia dari sisi digital. Secara transaksi, pada triwulan II 2021 jumlah transaksi e-Commerce di NTT mencapai Rp214,74 juta, atau mengalami peningkatan 87,45% (yoy), lebih tinggi bila dibandingkan transaksi periode yang sama tahun sebelumnya. Transaksi Uang Elektronik atau dompet elektronik pada periode Januari sampai dengan Agustus 2021 mencapai Rp192,61 juta, meningkat 614,14% (yoy). Selanjutnya untuk transaksi pembayaran menggunakan QR Code atau QRIS dari Januari hingga Juli 2021 tercatat telah mencapai Rp18,74 miliar. Rata-rata transaksi yang relatif meningkat, menggambarkan Provinsi NTT telah mulai bergerak menuju digitalisasi dan pertumbuhan transaksinya cukup signifikan.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” yang berlangsung via Zoom, hari ini Selasa (12/10/2021).

“Dengan adanya digitalisasi sistem pembayaran di NTT tersebut, kami harapkan pertumbuhan ekonomi di NTT juga dapat terakselerasi. Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II 2021 tumbuh sebesar 4,22% (yoy), dan kami perkirakan di triwulan III 2021 ini masih terus meningkat dan dapat tumbuh sebesar 3,49 % (yoy),” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” yang berlangsung via Zoom, hari ini Selasa (12/10/2021). Dokumentasi : Istimewa

Dirinya menambahkan Tantangan dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan tentunya sangat banyak. Salah satunya adalah literasi digital SDM Indonesia yang masih relatif rendah khususnya di NTT. Oleh karena itu, BI secara intensif melakukan sosialisasi dan edukasi seperti yang dilaksanakan pada hari ini.

“Kami percaya Bapak/Ibu Akademisi dan Mahasiswa/Mahasiswi di NTT dapat menjadi agen perubahan dan berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Indonesia khususnya di NTT. Cara mudah dalam berpartisipasi adalah dengan menggunakan layanan Sistem Pembayaran secara non tunai dalam bertransaksi.

Untuk diketahui kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” ini dilaksanakan dalam rangka memberikan edukasi dan juga literasi kepada masyarakat khususnya Mahasiswa di NTT terkait layanan sistem pembayaran dan juga Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kegiatan ini dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama dengan Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran (DPSP).

Kegiatan ini diikuti oleh Akademisi dan Mahasiswa dari sejumlah Universitas di Provinsi NTT, dan para peserta antusias mengikuti kegiatan. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL ajak Lembaga Jasa Keuangan Optimalkan Sektor Pertanian

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Perbankan maupun lembaga jasa keuangan Nonbank untuk memberikan kontribusi nyata pembiayaan pada proyek pertanian seperti pengadaan alat untuk mendukung produktivitas hasil pertanian serta tercapainya tranformasi digital pada sektor tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dalam Acara Pertemuan Triwulan III Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang bertempat di Aula Nembrala Lt.3 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, pada Rabu (22/9/2021) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Robert Sianipar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Direktur Utama Bank NTT, yang juga sebagai Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Para Pimpinan Lembaga Perbankan serta Lembaga Jasa Keuangan Nonbank.

Pertemuan Triwulan III Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berlangsung di Aula Nembrala Lt.3 Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT pada Rabu (22/9/2021) malam. Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Dalam arahannya, Gubernur Viktor mengatakan bahwa pembiayaan dari perbankan selama ini menjadi kendala dalam mendukung majunya sektor pertanian di Provinsi NTT. Ia menegaskan agar perbankan maupun lembaga jasa keuangan nonbank tetap diharapkan mendukung pembiayaan pada sektor pertanian, dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko. Alasannya karena kondisi lahan NTT yang sangat membutuhkan alat berat dalam proses penggarapan. Hal ini berbeda dengan provinsi atau daerah lain diluar NTT yang hanya membutuhkan traktor dalam pengolahan lahan.

“Yang kita butuhkan sekarang ini adalah Investasi dalam dunia pertanian, dalam kondisi ini pertanian di NTT sangat membutuhkan alat berat. Karena ini menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani oleh kita semua. Tapi jika kita intervensi dengan alat berat, otomatis lahan-lahan di NTT yang sebelumnya susah digarap, akan jadi berguna untuk kita olah secara maksimal,” tegas Gubernur Viktor.

“Bayangkan saja, dengan banyak bendungan yang sudah diberikan Bapak Jokowi untuk NTT, cadangan air yang semula menjadi masalah utama kita, tapi perlahan sudah mulai teratasi, namun jika tidak kita dukung dengan kondisi lahan yang tidak bisa kita olah, sama saja percuma,” tambahnya.

Gubernur Laiskodat menambahkan, bahwa kebutuhan alat-alat berat tersebut tidak hanya berhenti pada pengolahan lahan tetapi juga penanaman hingga masa panen. Terlebih, jika potensi lahan di NTT mencapai lebih dari 5.000 hektar tentu tidak akan dapat dilakukan dengan cara-cara konvensional.

Bank Indonesia maupun OJK pun diharapkan mendorong perbankan maupun lembaga jasa keuangan nonbank untuk mendukung pembiayaan alat-alat berat di NTT sehingga mampu menyelesaikan lahan yang belum banyak dikerjakan.

“Kita semua yang hadir disini, baik BI dan OJK, saya harapkan mendorong teman-teman industri keuangan baik bank maupun nonbank untuk mendukung kebutuhan alat-alat berat ini, sehingga kita mampu menyelesaikan yang begitu banyak belum dikerjakan selama ini,” kata Gubernur Laiskodat.

Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi NTT, yang juga Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, mengatakan semua lembaga perbankan dan lembaga nonbank siap berkolaborasi memberikan kontribusi khususnya untuk program Pemerintah dalam sektor pertanian.

“Tentunya sesuai arahan Bapak Gubernur, dalam waktu singkat kedapan kami akan hadirkan para _off taker_ bersama seluruh lembaga jasa keuangan perbankan dan nonbank untuk langsung fokus terhadap alat berat sesuai porsinya masing-masing. Untuk pertanian kali ini, sarana produksi akan menjadi perhatian kita, baik pada proses pembukaan lahan, tanam dan serta panen. Kami juga akan sinkronkan kembali data-data pertanian, sehingga tidak ada masalah dengan para calon debitur,” jelas Alex. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Sektor Jasa Keuangan & REI NTT Selenggarakan Vaksinasi, ini Link Pendaftaran nya

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, Sektor Jasa Keuangan bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi Covid-19 pada tanggal 20 hingga 24 September 2021 mendatang bertempat di Pitoby Sport Center yang terletak di Jl. H.R Koroh, Bello, Maulafa Kota Kupang.

Vaksinisasi Covid-19 ini akan diselenggarakan sejak pukul 08.00 – 15.00 WITA. Masyarakat yang ingin memperoleh pelayanan Vaksinisasi ini dapat mendaftarkan diri melalui link : https://reipeduli.id/

Ketua DPD REI Provinsi NTT, Bobby Pitoby dalam kegiatan Press Conference bersama awak media bertempat di Cafe Petir Kupang, Kamis (16/9/2021) sore mengatakan jenis vaksin yang akan diberikan dalam kegiatan Vaksinisasi Covid-19 nantinya di Pitoby Sport Center yaitu jenis Sinovac.

Ketua DPD REI Provinsi NTT, Bobby Pitoby (pojok kiri) saat memberikan keterangan pers dalam Press Conference bersama awak media di Cafe Petir Kupang, Kamis (16/9/2021) sore. Dok : Nataniel Pekaata/ NTT AKTUAL

“Sebelum melakukan kegiatan Vaksinasi bagi masyarakat Kota Kupang ini, REI NTT bersama Sektor Jasa Keuangan juga sudah melakukan kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Kota Maumere,” kata Bobby.

Bobby Pitoby mengungkapkan terimakasih kepada BI dan OJK dan Pemerintah yang selalu aktif mendukung pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dan diharapkan lewat diselenggarakan nya vaksinasi ini dapat segera memulihkan perekonomian.

Pada kegiatan Press Conference ini yang berlangsung di Cafe Petir Kupang ini juga turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BI NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Deputi Kepala OJK Provinsi NTT dan Karo Ekonomi NTT.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan dirinya mengharapkan Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan ini mendapatkan dukungan dari semua lapisan masyarakat terutama sentra-sentra ekonomi agar aktivitas perekonomian cepat segera pulih. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pasar di Kota Kupang Akan Sediakan Display Info Harga

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sejumlah pasar di Kota Kupang akan menyediakan display info harga barang komoditas. PD Pasar Kota Kupang dengan dukungan Bank Indonesia akan menyediakan display atau fasilitas layar monitor yang menampilkan informasi harga di beberapa pasar di Kota Kupang. Demikian salah satu poin yang disepakati dalam high level meeting (HLM) dan rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III Tingkat Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Kamis (12/8/2021).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, menyambut baik rencana tersebut. Menanggapi rekomendasi tersebut Wali Kota memerintahkan kepada PD Pasar Kota Kupang dan Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang untuk secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar, sehingga info kenaikan harga diketahui lebih dini dan bisa segera diambil langkah antisipasi.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, saat mengikuti high level meeting (HLM) dan rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III Tingkat Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Kamis (12/8/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota berterima kasih kepada semua stakeholder dan mitra yang selama ini telah memberi dukungan yang luar biasa serta terlibat langsung dalam upaya membangun dan menata Kota Kupang khususnya dalam pengendalian inflasi. Menindaklanjuti rekomendasi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kepada semua pihak yang terlibat dalam TPID, Wali Kota mengimbau agar bisa menjadi catatan untuk bersama-sama Pemkot Kupang mengawal upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam presentasinya menyampaikan pada Juli 2021, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,88% (mtm). Inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga ikan kembung akibat hasil tangkapan nelayan yang menurun, serta kenaikan harga daging babi di tengah wabah ASF yang masih berlanjut. Di sisi lain, berbagai jenis komoditas hortikultura seperti tomat dan sawi putih terus melanjutkan penurunan harga pasca Badai Siklon Seroja.

Secara tahunan, inflasi Kota Kupang pada Juli 2021 tercatat sebesar 1,55% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,52% (yoy). Dampak Siklon Seroja terhadap inflasi ternyata lebih rendah dibandingkan perkiraan semula. Namun bila dilihat lebih rinci per kelompok, inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau masih tercatat sangat tinggi sebesar 4,76% (yoy), sehingga perlu menjadi perhatian.

Selain display harga, pada rapat tersebut BI juga mengajukan sejumlah rekomendasi untuk upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang. Di antaranya adalah mendorong untuk membentuk kluster komoditas penyumbang inflasi seperti kluster bawang merah, cabai merah, cabai rawit, juga mendorong pembuatan green house untuk menjamin produksi sayuran agar dapat berproduksi sepanjang tahun. BI juga mendorong akselerasi pembangunan pabrik pakan ternak untuk menekan biaya produksi ternak ayam. Menurut Nyoman 70 persen biaya daging dipengaruhi oleh harga pakan ternak yang dipasok dari luar daerah, karena itu untuk menekan harga ternak, NTT khususnya Kota Kupang perlu memiliki pabrik pakan ternak tersendiri.

BI juga mendorong bantuan kapal ke masyarakat terutama tonase besar untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan (1 sampai 10 GT). BI juga mendorong perlunya kerja sama antara daerah untuk menjamin pasokan kita komoditas yang biasa dipasok dari luar.

Dalam rapat tersebut sejumlah stakeholder terkait seperti Bulog dan Satgas Pangan Provinsi NTT memastikan ketersediaan stok pangan untuk Kota Kupang masih cukup hingga 2-3 bulan ke depan. Sementara pihak Pelindo III Kupang juga memastikan proses bongkar muat dan distribusi barang di Pelabuhan Tenau Kupang masih berjalan normal.

Rapat yang dipandu oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH diikuti oleh General Manager PT. Pelindo III Kupang, Agus Nazar, perwakilan dari Pertamina, Bulog, Angkasa Pura dan BPS Kota Kupang. Turut serta pula sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Direksi PD Pasar Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Meriahkan Fesyar KTI 2021, BI NTT Gelar Talkshow “Sustainable Fashion as The New Lifestyle”

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mendorong akselerasi Pengembangan Ekonomi & Keuangan Syariah Nasional, serta dalam rangka menuju penyelenggaraan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) di Jakarta, Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang diselenggarakan di 3 regional Indonesia, yaitu Regional Sumatera, Jawa dan Kawasan Timur Indonesia(KTI). Fesyar KTI tahun ini mengambil Tema “Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Memperkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Keunggulan Sumber Daya Regional”, terdiri dari 2 kegiatan utama, yakni Sharia Forum dan Shariaf Fair serta sub-sub kegiatan seperti webinar, talkshow, business matching, perlombaan dan kegiatan lainnya yang berlangsung pada 27 Juli – 3 Agustus 2021. Fesyar KTI sendiri telah dibuka oleh Deputi Gubernur BI, Bapak Dony Primanto Juwono pada tanggal 27 Juli 2021.

Sejalan dengan rangkaian penyelenggaraan Fesyar KTI tersebut, pada hari Kamis, 29 Juli 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT mengadakan kegiatan acara talkshow webinar dengan tema Sustainable Fashion as The New Lifestyle. Kegiatan ini bertujuan mendukung keberlangsungan pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah melalui dukungan terhadap halal value chain yang salah satunya ditunjang dari segi industri fesyen. Lebih lanjut kegiatan ini juga diharapkan dapat mengenalkan konsep sustainable fashion, membahas perkembangan serta potensi sustainable fashion pada kehidupan sehari – hari, serta sebagai gaya hidup baru masyarakat. Kegiatan talkshow webinar ini menghadirkan tiga narasumber utama yaitu Ali Charisma (National Chairman of Indonesian Fashion Chamber), Basrie Kamba (Director Asia Pacific Rayon), dan Franka Soeria (Fashion Expert & Co-Founder #Markamarie & Global Head). Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan di antaranya Kepala Perwakilan dan Pimpinan Satuan Kerja BI di seluruh Indonesia, Kepala Kanwil Kementerian Keuangan Provinsi NTT, Kepala OJK Provinsi NTT, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Ketua MUI Provinsi NTT, Ketua dan Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Provinsi NTT, Pimpinan Pesantren di Provinsi NTT, pelaku UMKM, asosiasi usaha, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Acara dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan potensi yang dimiliki oleh  Indonesia dalam ekonomi dan keuangan Syariah, serta berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia dalam rangka mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah tersebut, khususnya di bidang fashion. Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT juga menekankan bahwa di NTT, BI juga terus mendukung pengembangan sustainable fashion dengan mendorong penggunaan pewarna alam pada kain dan produk-produk tenun karya UMKM Binaan KPw BI Provinsi NTT. Produk-produk tersebut juga telah diturunkan menjadi busana etnik dan modern yang dipamerkan melalui fashion show pada penyelenggaraan Exotic Tenun Fest 2021 pada bulan Maret lalu yang disiarkan virtual secara nasional, serta Gernas BBI Kilau Permata Digital Flobamora pada Juni 2021, di Labuan Bajo.

Sesi talkshow diawali dengan pemaparan materi dari masing-masing narasumber Ali Charisma yang menyampaikan bahwa pengembangan sustainable fashion dapat menjadi salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai target pasar namun juga pelaku pasar. Prinsip utama dalam sustainable fashion yaitu keseimbangan antara people, profit, dan planet harus dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan keberlangsungan kegiatan industri fesyen tanah air. Selanjutnya, Basrie Kamba selaku narasumber kedua, menjelaskan bagaimana perkembangan industry fashion yang sustainable (Global-Nasional) serta bagaimana potensi yang dapat diperoleh bagi pelaku usaha fashion tanah air. Franka Soeria selaku narasumber ketiga memaparkan mengenai beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakat terkait dengan sustainable fashion. Beliau juga mendorong pesrta yang hadir, baik dari sisi pelaku usaha maupun konsumen, untuk tidak takut dalam memulai mengadopsi fashion yang berkelanjutan, baik dalam usahanya maupun sebagai gaya hidup sehari-hari. Diskusi dan pendalaman dilakukan pada sesi selanjutnya berikut pertanyaan dari audience terkait topik talkshow. Secara keseluruhan, kegiatan talkshow  ini berlangsung dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh lebih dari 825 orang peserta yang aktif memberikan pertanyaan serta keikutsertaan dalam kuis interaktif yang disiapkan. (*)

Sumber berita + foto : Humas KPwI BI NTT

Semarak QRIS NTT “Sinergi Aksi Menuju Digitalisasi Transaksi Pemerintah di Nusa Tenggara Timur

NTT AKTUAL. KUPANG. Transformasi digital telah mengubah konsep kehidupan manusia.
Pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah digital menuntut otoritas kebijakan untuk berinovasi merespon berbagai perubahan yang terjadi.

Dorongan dari Pemerintah sebagaimana yang ditekankan Bapak Presiden yakni melalui 5 langkah untuk Percepatan Transformasi Digital. Lima langkah tersebut mencakup diantaranya akses, infrastruktur, layanan internet, transformasi digital pada sektor strategis, integrasi data, SDM bertalenta digital begitupula halnya
dengan akselerasi implementasi transaksi non tunai pada transaksi pemerintah.

Bank Indonesia mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-
langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi
keuangan melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel
menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui standardisasi Open Application Programming
Interfaces (Open API), dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

Sinergi untuk mendorong digitalisasi transaksi pemerintah direspon dengan adanya Nota Kesepahaman (NK) antara Kemenko Bidang Perekonomian, Kemendagri, BI, Kemenkeu, dan Kemkominfo pada 2020 tentang Koordinasi percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah dalam rangka mendukung Tata Kelola Keuangan, Keuangan Inklusif, dan Perekonomian Nasional dan Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, yang menjadi dasar pembentukan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bagi masing-masing Pemda di seluruh Indonesia.

TP2DD diharapkan menjadi forum sinergi dan koordinasi antar stakeholder yang berkontribusi pada peningkatan dan akselerasi digitalisasi transaksi pemerintah sehingga terwujudnya efisiensi, efektifitas, transparansi, dan tata kelola keuangan yang terintegrasi.

Saat ini telah terbentuk 265 TP2DD di Indonesia yang terdiri dari 27 TP2DD Provinsi dan 238 TP2DD tingkat Kabupaten/Kota. TP2DD yang telah terbentuk di Provinsi NTT ada enam TP2DD tingkat kota/kabupaten yakni TP2DD Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten
Manggarai Timur dan Kabupaten Sikka. Kami berharap TP2DD tingkat Provinsi di NTT serta kabupaten yang lain di NTT dapat
segera terbentuk.

Dalam rangka mendorong awareness pentingnya digitalisasi ekonomi, keuangan inklusif dan efisien untuk perekonomian
Indonesia, meningkatkan kolaborasi dalam mempercepat akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia, dan mendorong
optimalisasi inovasi dan stabilitas di bidang Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) serta mendukung pemulihan ekonomi, telah
diselenggarakan secara nasional “Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021” dengan tema “Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia” pada tanggal 5-8
April 2021 hasil sinergi Bank Indonesia dengan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sebagai tindak lanjut event nasional tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersinergi dengan PJSP menyelenggarakan event Semarak QRIS NTT pada bulan Mei-Juni 2021. Event ini diharapkan dapat mendorong akselerasi implementasi transaksi non tunai di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya pembayaran dengan menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT diantaranya adalah kampanye/publikasi, edukasi/talkshow dan promo experience
penggunaan QRIS. Hari ini, Selasa (25/05/2021) merupakan rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT yang memfokuskan kepada Digitalisasi Transaksi Pemerintah. Kegiatan di hari ini mencakup Launching TP2DD yang telah terbentuk di Provinsi NTT yakni TP2DD Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Sikka.

Selain itu akan dilanjutkan dengan Talkshow dengan narasumber-narasumber terbaik dengan tema Perluasan Kanal Pembayaran
Transaksi Pemerintah Daerah dan Succes Story Pemda dan Peran BPD sebagai Bank Kas Daerah dalam Digitalisasi Transaksi
Pemerintah Daerah.

Bank Indonesia melalui sinergi dengan berbagai stakeholder terus mendorong upaya digitalisasi salah satunya dengan meningkatkan akseptansi QRIS pada berbagai ekosistem termasuk pada transaksi
pemerintah seperti pembayaran pajak dan retribusi. Jumlah merchant QRIS secara nasional posisi bulan Mei telah mencapai 7,09 juta merchant dan untuk Provinsi NTT sebanyak 35.095 merchant, meningkat sebesar 12.8% dibandingkan dengan awal tahun 2021 yang sebanyak 31.095 merchant. Jumlah merchant QRIS di Provinsi
NTT potensinya masih sangat besar dan dapat diperluas pada transaksi pemerintah.

Melalui kegiatan ini kami ingin terus bersinergi untuk mendorong digitalisasi transaksi di Provinsi NTT khususnya transaksi pemerintah sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendorong dan mengakselerasi Ekonomi Keuangan Digital menuju NTT Bangkit, Maju dan Sejahtera. (*)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT

Pemprov NTT Dorong Terbitnya Inpres Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Siklon Tropis Seroja

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terus berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat agar upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Seroja dapat berjalan dengan cepat dan tepat.

“Kita akan terus mendorong Pemerintah Pusat untuk menerbitkan Inpres (Instruksi Presiden,red) terkait upaya Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana Seroja di NTT. Tentunya Inpres ini sangat penting Kita sudah menghubungi pak Pramono (Sektretaris Kabinet, red) untuk hal ini, ” jelas Wagub JNS saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja di ruang kerja Wagub, Selasa (18/05/2021).

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, di ruang kerja Wagub, Selasa (18/05/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Dalam kesempatan tersebut I Nyoman Ariawan Atmaja memaparkan hasil penilaian dan analisis Bank Indonesia Perwakilan NTT terhadap Dampak Bencana Seroja bagi Perekonomian NTT.

Wagub Nae Soi memberikan apresiasi atas upaya BI perwakilan NTT tersebut. Bahan tersebut dapat menjadi rujukan bagi pemerintah Provinsi dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk pemulihan ekonomi NTT pasca Bencana Seroja.

“Kita juga sedang mengupayakan pinjaman dana dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur, red) sebesar Rp. 1,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Terima kasih untuk hasil analisa dari BI NTT,” jelas Wagub Nae Soi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan, Badai Seroja memiliki dampak besar dari sisi ekonomi. Pada sektor pertanian, kerusakan lahan padi mencapai 23.517 ha dan 13.960 ha lahan jagung. Atau setara luas panen 325.469 ha padi dan 366.740 ha jagung pada tahun 2021. Kalau dipersentasekan, kerusakan padi mencapai 7,23 persen untuk tahun 2021 dan 12,94 persen untuk triwulan kedua. Sementara untuk jagung mencapai 4,35 persen untuk tahun 2021.

“Belum lagi kerusakan infrastruktur pertanian seperti bendungan dan irigasi. Ada sekitar 8.179 anggota kelompok tani yang terdampak bencana. Sementara untuk sub sektor peternakan, jumlah ternak yang hilang atau hanyut dan mati yakni sapi 4.410 ekor, kerbau 65 ekor, babi 5.202 ekor, kambing 4.261 ekor, kuda 108 ekor dan ayam 31.103 ekor. Untuk sub sektor perikanan, ada 602 kapal nelayan rusak berat yang menyebabkan sekitar 4.868 ton ikan yang tidak bisa ditangkap,” jelas Nyoman.

Lebih lanjut Nyoman Atmaja menjelaskan, bencana ini berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2021 secara akumulatif dari awalnya diproyeksikan 3, 97 persen turun jadi 3,68 persen. Untuk triwulan kedua tahun 2021 diproyeksikan turun dari 5,66 persen turun jadi 5,21 persen, triwulan ketiga dari 4,32 persen ke 3,98 persen dan triwulan keempat dari 5,67 persen ke 5,30 persen.

“Penurunan pertumbuhan ekonomi ini tanpa intervensi kebijakan. Jika ada intervensi kebijakan di bidang pertanian, ekonomi NTT diperkirakan tumbuh 3,78 persen. Sementara kalau ada intervensi pertanian disertai upaya di sektor konstruksi, diperkirakan pertumbuhan ekonomi NTT bisa mencapai 4,085 persen,” jelas I Nyoman.

Nyoman Atmaja menambahkan, inflasi NTT secara tahunan pada April 2021 mencapai 1,54 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional. Bencana badai siklon seroja diperkirakan meningkatkan tekanan inflasi dua (2) sampai dengan tiga (3) bulan ke depan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, juga mengakibatkan tekanan inflasi di akhir tahun 2021. Namun inflasi NTT sepanjang tahun 2021 diperkirakan masih terkendali dan berada pada rentang 2,10 sampai dengan 3,10 persen (yoy).

“Karenanya kami merekomendasikan agar Pemerintah Provinsi menyampaikan surat kepada Pemerintah Pusat untuk penerbitan Inpres tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana terutama kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian PUPR. Kalau kita lihat beberapa daerah bencana lainnya seperti di Palu, Sulawesi Tengah dan NTB, sebulan setelah bencana Inpresnya langsung keluar dan sangat membantu proses rekonstruksi fisik dan ekonomi pasca bencana. Kami juga rekomendasikan perluasan Program TJPS, Food Estate, akselerasi tindak lanjut Pinjaman PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) PT SMI 2021, perluasan penggunaan brigade alsintan dan percepatan vaksinasi untuk dorong mobilitas. Kami juga menghimbau agar Pemprov surati Dewan Komisioner OJK untuk meminta relaksasi kredit bagi debitur terdampak bencana di NTT,” jelas I Nyoman.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda NTT dan pejabat dari BI perwakilan NTT. (*)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Semarak QRIS NTT “Ayo Kartini Era Digital, Bertransaksi Non Tunai Dengan QRIS”

NTT AKTUAL. KUPANG. Transformasi digital telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan; bagaimana perusahaan berinteraksi; dan
bagaimana konsumen mendapatkan layanan, informasi, dan barang.
Pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah
digital menuntut otoritas kebijakan berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut.

BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah
tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan
melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong
kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat
penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui
standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API),
dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS
(dibaca KRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
QRIS bukan aplikasi, melainkan sebuah standar nasional QR Code yang diwajibkan bagi seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan QR.

Dengan adanya standar QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari PJSP
apapun dapat melakukan pembayaran menggunakan QR code di seluruh merchant meskipun PJSP yang digunakan berbeda. Standar QRIS juga memudahkan merchant dalam menerima pembayaran dari aplikasi apapun hanya dengan membuka akun pada salah satu PJSP penyelenggara QRIS.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersinergi dengan
PJSP menyelenggarakan event Semarak QRIS NTT pada bulan Mei-
Juni 2021. Event ini diharapkan dapat mendorong akselerasi implementasi transaksi non tunai serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT diantaranya adalah kampanye/publikasi, edukasi/talkshow dan promo experience
penggunaan QRIS. Hari ini merupakan hari 1 kegiatan edukasi yang diawali dengan melakukan launching Komunitas QRIS diantaranya Komunitas Kuliner Kampung Solor, Komunitas Penjahit Kampung Solor, Komunitas Jawa – K2S Kota Kupang, Komunitas Lantamal VII
Kupang – Layanan Kesehatan (RS dan Klinik) serta Komunitas Hindu
Kota Kupang. Edukasi hari pertama mengambil tema Panen Rupiah Ala Kartini Jaman Now. Edukasi hari pertama ditujukan kepada para wanita
sebagai Kartini di era digitalisasi yang dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.

Bank Indonesia yakin dengan pemberdayaan perempuan menjadi
agen perubahan di era digitalisasi akan semakin mendorong percepatan kebangkitan ekonomi NTT serta perluasan pemanfaatan transaksi secara non tunai khususnya penggunaan QRIS di NTT.

Melalui kegiatan ini kami mengajak “Ayo Kartini era digital, bertransaksi non tunai dengan QRIS” alternatif pembayaran yang CeMuMuAH (Cepat, Mudah Murah Aman dan Handal). (*)

Sumber berita + foto : Humas KPw BI NTT