Arsip Tag: Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)

Gubernur NTT Panen Jagung Program TJPS di Kabupaten TTU

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Selasa (23/03/2021) melakukan Panen Jagung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Desa Letneo, Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kunjungan Kerja se-daratan Timor.

Gubernur VBL meminta agar tahun 2022 Program TJPS di Kabupaten TTU bisa mencapai 5000 Ha untuk membantu menyokong pakan ternak. “Kita bersyukur bahwa hari ini kita panen jagung dari program TJPS. Di TTU ini program TJPS sedang berjalan dengan luas lahan 850 Ha saya tahu betul di TTU khusunya daerah Insana panen jagungnya hebat. Maka tahun depan saya mau kita semua panen Jagung Program TJPS harus mencapai 5000 Ha di TTU. Semua harus kita kerjakan dengan baik. Kita harus tanam dalam jumlah besar agar memiliki dampak ekonomi yang signifikan”, ujar Gubernur.

“Dalam satu tahun, NTT mengeluarkan atau membeli pakan ternak sebesar satu triliun rupiah.
Kita beli dari surabaya itu Rp 9000 per Kg untuk tiba di Kota Kupang. Sampai di TTU harganya pasti naik lagi. Kita harus punya pabrik pakan ternak agar biaya 1 triliun itu tidak keluar dari NTT,” kata beliau.

Dikatakannya, untuk pabrik pakan ternak itu, bahan utamanya adalah jagung. “Kita didorong jagung sebagai bahan utama produksi pakan ternak. TJPS ini namanya Tanam Jagung Panen Sapi namun bukan sapi saja tapi bisa juga hasilkan pakan ternak untuk kambing, babi dan ayam,” tambahnya.

Ia menjelaskan, program TJPS ini memiliki multiplayer efek yang bagus untuk pembangunan peternakan dan pertanian di NTT.

“Pertanian, peternakan dan perindustrian harus berkolaborasi dengan baik. Hasil dari pertanian diberikan pada peternakan. Lalu hasil dari peternakan dijadikan industri. Maka itu kami telah siapkan mesin pencacah dari Pemprov NTT. Pak Bupati TTU bisa minta,” ucap Gubernur.

Gubernur juga meminta agar Pemerintah Kabupaten TTU ikut mengembangkan ternak sapi wagyu. “Kita mau di TTU juga akan ada sapi wagyu. Seperti di TTS saat ini mulai kembangkan sapi wagyu dan juga kabupaten kupang dan di Sumba. Satu Sapi wagyu murni harganya mencapai 300 juta. Dagingnya enak dan berkualitas dan sedang diminati banyak orang. Saya punya mimpi besar, suatu saat harus ada menu makanan daging sapi wagyu asal NTT yang diminati dunia.

Bupati TTU, Juandi David mengatakan, untuk Program TJPS di Kabupaten TTU, tersebar 8 kecamatan, 26 desa dan 1 kelurahan dan 60 kelompok tani dari total luas lahan keseluruhan sebesar 850 Ha.

Bupati David menambahkan, potensi pertanian menjadi andalan utama Kabupaten TTU dengan produk unggulannya kacang tanah, jagung, sere merah dan lurik. Untuk potensi perkebunan produk unggulannya jambu mente, kemiri, sirih, pinang dan lontar, serta potensi peternakan yaitu sapi, babi, kuda, kambing dan ayam.

Total luas lahan untuk Program TJPS di Desa Letneo yang di panen adalah 13 Ha. Dengan hasil produksi 8.208 Kg/Ha (berat pipil basah). Luas panen simbolis 3 Ha dengan Jagung hibrida, Varietas Beltras 1. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Serangkaian kunjungan kerja, Gubernur Viktor Kunjungi Terminal Tipe B Kefamenanu

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Selasa (23/03/2021) memantau situasi dan kondisi Terminal Tipe B yang terletak di Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja daratan Timor setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS.

Gubernur Viktor mengatakan Terminal Tipe B harus menjadi tempat persinggahan semua angkutan antar kota. “Semua harus tertib, angkutan dari Atambua dan Malaka yang hendak ke Kupang harus masuk ke sini atau sebaliknya yang dari Kupang ke Atambua dan Malaka harus singgah di terminal ini,” ungkap Gubernur Laiskodat.

Gubernur juga ingin agar desain terminal harus juga mendukung pariwisata. Hal tersebut mengingat Terminal Tipe B Kefamenanu sangat strategis dan arus penumpang angkutan umum cukup ramai yang memanfaatkan jasa terminal tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelola Pra Sarana Teknis Perhubungan Wilayah II Kab TTS, TTU, Belu dan Malaka, Michael Bani mengatakan dengan diambil alihnya Terminal Tipe B Kefamenanu oleh Pemerintah Provinsi NTT maka diharapkan juga agar semakin dikembangkan sarana pelayanannya.

“Terminal ini mulai diambil alih Pemerintah Provinsi NTT secara administrasi per 3 Oktober 2016 dan secara operasional per 1 Januari 2017. Kita ambil alih pengelolaan pelayanan terminal tipe B dari Pemkab TTU ke Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan dalam hal ini UPTD Pengelola Pra Sarana Teknis Perhubungan Wilayah II Kab TTS, TTU, Belu dan Malaka,” ujar Michael.

“Kita harapkan setelah diambil alih, maka akan ada perbaikan jalan sebagai lahan parkir angkutan dan juga ruang tunggu lebih diperluas lagi untuk menampung kapasitas pengguna terminal. Juga harus ada ruang khusus untuk merokok demi kenyamanan pengguna,” jelasnya.

“Kita harus tata lagi para pelaku jasa usaha seperti lapak kios dan para penjual agar lebih rapi. Kita harap bisa dibangun dengan 2 lantai untuk para penjual dan kios mengingat terminal ini luasnya hanya 6600 meter persegi saja karena juga dibatasi bangunan pertokoan,” kata Michael.

Ia juga menjelaskan, secara umum jumlah masyarakat pengunjung atau pengguna layanan terminal tipe B Kefamenanu ini berkisar minimal 15 ribu orang per hari. “Bila hari libur atau hari raya bisa mencapai 19 ribu orang. Namun semenjak pandemi covid 19 ini maka jumlah pengunjung atau pengguna menurun hanya berkisar 11 ribu orang saja per hari,” ungkap beliau.

“Angkutan pekotaan sebelum covid ini kurang lebih 30 unit yang namun menurun hingga 50% atau sekitar 15 unit. Angkutan pedesaan dari 60 unit menurun sekitar 46 unit saja. Kita bersyukur angkutan pedesaan tidak terlalu menurun karena arus masyarakat desa yang datang ke kota atau sebaliknya itu cukup banyak” tambahnya.

Ia menjelaskan, untuk angkutan utama yaitu angkutan antarkota dalam provinsi yang melintasi terminal ini baik dari TTU sendiri, Belu dan Malaka maupun dari Kupang ada sebanyak 110 unit. Namun kini menurun hanya 60 unit saja. Namun dengan seiring berjalannya waktu dan kita menerapkan peraturan prokes dengan baik maka kini banyak yang sudah mulai berperasi kembali.

“Kita saat ini kekurangan pada sisi SDM yakni kekurangan staf pengelola terminal yang berstatus PNS, hanya ada tenaga tidak tetap yang mana kewenangannya juga terbatas. Ini masih menjadi kekurangan kita,” tambahnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Hidupkan Kembali Pariwisata, DISBUDPAR TTU Hadirkan Wisata Band di Kolam Renang Oeluan

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Dinas Kebudayaan dan Parawisata (DISBUDPAR) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) kembali menghadirkan wisata band di obyek wisata kolam renang Oeluan yang berada di kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU pada minggu (02/08/2020) setelah sebelum nya telah sukses melakukan uji coba di tempat yang sama yakni kolam renang Oeluan, Jumat (30/07/2020).

Wisata Band saat melakukan Live dan menghibur pengunjung di kolam renang Oeluan yang berada di Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, Minggu (02/08/2020). Foto : Yanri Erastus Maunaben/NTT Aktual

Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten TTU Robertus Nahas. S. Sos di sela-sela kegiatan kepada awak Media mengatakan bahwa kehadiran wisata band di obyek wisata kolam renang oeluan merupakan sebuah langkah agar dapat mempromosikan berbagai destinasi wisata di TTU.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten TTU Robertus Nahas, S.Sos, saat menyapa pengunjung yang datang di kolam renang Oeluan, Minggu (02/08/2020). Foto : Yanri Erastus Maunaben/NTT Aktual

“Kegiatan ini tujuannya hanya satu bagaimana untuk menarik banyak orang untuk datang di obyek parawisata, menghibur pengunjung, pengunjung juga ikut terlibat di dalam nya dan dengan adanya live musik seperti ini akan lebih menggairahkan semangat orang untuk bisa datang ke tempat ini, kata Robertus.

Dirinya juga menambahkan bahwa kegiatan live musik yang akan di isi oleh personil dari wisata band ini akan kembali di selenggarakan pada minggu ketiga di tanjung bastian setelah di lakukan nya yang perdana di kolam renang oeluan ini dan selain akan hadir di tanjung bastian pada minggu ketiga, DISBUDPAR Kabupaten TTU juga akan memfasilitasi biaya oprasional apabila ada permintaan dari obyek wisata yang di kelola pemerintahan Desa.

“Kita akan lanjut ke tanjung bastian pada minggu ke tiga jadi minggu pertama di kolam renang oeluan minggu ketiga di tanjung bastian dan mungkin kalau ada permintaan dari obyek wisata yang di kelola oleh desa kita akan fasilitasi kesana dan ya mereka punya kegiatan operasional akan di fasilitas oleh DISBUTPAR TTU,’ ujar Robertus.

Dirinya berharap dengan adanya wisata band di obyek wisata dapat mendorong kaum muda-mudi serta dapat memberikan kenyamanan pada pengunjung.

“Ya dengan adanya sanggar musik ini sebenarnya untuk mendorong kaula mudah untuk bisa tampil  kemudian yang paling penting ialah kita bisa mengajak pengunjung untuk bisa hadir di obyek wisata dan pengunjung juga bisa kembali fresh atau kembali segar untuk menepaki hari-hari berikut,” tuturnya.

Di tempat yang sama kepala Bagian (KABAG) Industri Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata, Redemptus Thaal, SE, juga mengatakan hal yang sama bahwa kehadiran wisata band di kolam renang Oeluan merupakan upaya untuk meningkatkan kembali pengunjung

“Dalam situasi COVID-19 ini pengunjung jarang mengunjungi obyek wisata selama dari Januari sampai saat ini, pada saat new normal seperti ini maka untuk memulihkan situasi kondusif di obyek wisata kita mengadakan live musik untuk menarik atau meningkatkan daya tarik wisatawan di obyek wisata,” kata laki-laki yang akrab di sapa Redi ini.

Dirinya juga mengatakan bahwa wisata band merupakan progaram berkelanjutan yang nantinya akan selalu ada meskipun saat ini tidak tidak ada biaya operasional.

“Ini merupakan program berkelanjutan, tapi untuk tahun 2020 ini biaya operasionalnya tidak ada sehingga nanti kita akan koordinasikan dengan pak Kadis mudah-mudahan dalam perubahan anggaran bisa kita masukan alokasi sejumlah anggaran untuk biaya operasional sehingga kita bisa mengadakan live musik di obyek wisata oeluan maupun di obyek wisata  tanjung bastian. ujar Redi.

“Ini kebijakan dari kepala dinas dan kita semua staf yang ada di dinas parawisata sehingga bagaimanapun caranya kita bisa menjalankan kegiatan ini sehingga kita bisa menaikan jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata itu, kata Redi”

Selain itu Redi juga mengatakan bahwa kedepan akan mengupayakan anggaran pada rancangan anggaran biaya (RAB) tahun 2021

“Tapi kedepan 2021 kita akan masukan sejumlah dana untuk kegiatan live musik di beberapa obyek wisata bukan saja hanya di Oeluan dan Tanjung Bastian tetapi di obyek-obyek wisata yang baru. Jadi selama dari Januari sampai Desember tahun depan 2021 itu pasti akan ada live musik secara berkala atau mungkin tiap bulan, tiap mingu pasti ada untuk waktu sendiri itu tergantung di sesuaikan dengan hari libur, tutup Redi pada awak media.

Untuk diketahui Live perdana Wisata Band di kolam renang Oeluan di pandu langsung oleh Kepala Dinas serta seluruh staf dari BUDPAR TTU serta di hadiri banyak pengunjung.

Live perdana wisata band ini di mulai kira-kira pukul 11:30 siang sampai pukul 16:40 sore, selain di hadiri banyak pengunjung hadir juga Kepala Dinas Koperasi dan UMKM TTU, Camat Bikomi Utara dan Kepala Rutan TTU yang ikut menyumbangkan dua buah lagu. (Red)

Penulis : Yanri Erastus Maunaben
Editor : Nataniel Pekaata

Kadis BUDPAR TTU dan Mahasiswa Kunjungi kolam Renang Oeluan

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Robertus Nahas bersama rombongan dari Dinas kebudayaan dan parawisata (DISBUDPAR) TTU serta di temani Mahasiswa magang dari dua Fakultas yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Ilmu Solial dan Politik (FISIPOL) UNIMOR mengunjungi kolam Renang Oeluan di Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU, dengan membawa berbagai properti alat musik, Jumat (31/07/2020).

Di depan Rombongan dan pengunjung,  Robertus Nahas menyapa dan mejelaskan bahwa saat ini DISBUDPAR sedang melakukan uji coba pada berbagai properti wisata band yang di miliki oleh DISBUDPAR TTU serta merakayan pelepasan salah satu pegawai yang telah mengakhiri masa kedinasannya di DISBUDPAR Kabupaten TTU.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU, Robertus Nahas bersama rombongan dari Dinas kebudayaan dan parawisata (DISBUDPAR) TTU serta di temani Mahasiswa magang UNIMOR saat mengunjungi kolam Renang Oeluan, Jumat (31/07/2020). Foto : Yanri Erastus Maunaben/NTT Aktual

“Selamat siang Bapak, Ibu pengunjung semua hari ini merupakan uji coba perdana pada beberapa peralatan yang sudah ada tapi baru coba untuk di rehap dan mudah-mudahan alat ini bisa menjadi daya tarik untuk pengujung obyek wisata oeluan dan tanjung bastian, dan hari ini juga personil dari wisata band akan menghibur bapak, ibu pengunjung semua dan juga menghibur teman kami yang tepat hari ini sudah purna tugas,” kata Robertus.

Kadis BUDPAR TTU, Robertus Nahas (tengah) saat menyapa para pengunjung kolam Renang Oeluan, Jumat (31/07/2020). Foto : Yanri Erastus Maunaben/NTT Aktual

Dirinya pada kesempatan ini juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H kepada para pengunjung yang hadir pada saat itu.

“Bagi saudara-saudara yang merayakan Idul Adha 1441 H selamat merayakannya, dan saya juga turut ucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H,” kata Robertus.

Selain itu Robertus Nahas mengatakan bahwa DISBUDPAR Kabupaten TTU akan kembali menghidupkan wisata band yang mengalami kemandekan sejak 2010 dan akan melakukan live perdananya di Oeluan pada hari Minggu (02/08/2020) besok.

Kolam Renang Oeluan yang terletak di Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU. Foto : Yanri Erastus Maunaben/NTT Aktual

“Jadi mulai minggu 02/08/2020 DISBUDPAR Kabupaten TTU akan kembali menghidupakan wisata band yang sudah sempat berhenti sejak 2010. Kami akan hadir dengan jadwal nya yaitu satu minggu ada di Oeluan dan satu minggu ada di Tanjung Bastian, satu bulan dua kali. Kita akan live disini dan tanjung bastian sebagai bentuk kepedulian kita terhadap pengujung supaya pengunjung juga bisa ikut menikmati suasana yang suka cita di lokasi obyek wisata,” ujarnya.

Kegiatan yang di langsungkan sekitar pukul 10:45 Wita sampai pukul 16:00 sore ini di pandu langsung oleh Kadis BUDPAR Kabupaten TTU, Robertus Nahas dengan memanjakan para pengujung lewat bermacam-macam lagu sehingga pengunjung pun merasa terhibur dengan iringan-iringan musik yang di nyanyikan.

Selain memanjakan pengunjung dengan nyanyian Robertus Nahas juga memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk ikut menyumbangkan lagu, seketika suasana pun menjadi lebih hidup dan bersahabat serta berbeda dari biasanya dan pengunjung pun secara bergantian menyumbangkan bermacam-macam lagu yang menambah kemeriahan acara uji coba properti wisata band serta perayaan pelepasan purna tugas tersebut. (Red)

Penulis : Yanri Erastus Maunaben
Editor : Nataniel Pekaata

Dinas PTPP TTU, Alokasikan DAK Tahun 2020 Untuk Penanganan Covid-19

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Guna turut membantu penanganan dan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Timor Tengah Utara (PTPP TTU) membatalkan beberapa kegiatan fisik di Kabupaten TTU.

Pembatalan beberapa kegiatan tersebut di tandai dengan di alokasikannya Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 tersebut sebesar 1 Milyar 840 Juta Rupiah untuk penanganan Covid-19.

Hal ini di sampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Gregorius Matius Ratrigis.,SP, saat di temui NTT Aktual di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2020).

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Gregorius Matius Ratrigis.,SP. (Foto: Yanri Erastus Maunaben/ NTT Aktual)

“Hampir semua Dinas, termasuk Dinas Pertanian itu sudah melakukan pembatalan kegiatan misalnya Dana Alokasi Kusus (DAK) tahun 2020 sebesar 1 Milyar 840 Juta Rupiah untuk tahun 2020 itu kegiatannya kita batalkan untuk beberapa jenis kegiatan fisik. Dan di tambah lagi kegiatan-kegiatan yang lain yang sama persis yang saya tidak hafal tapi 1 dan 2 kegiatan yang tidak kita laksanakan karena semua dananya itu kita alokasikan untuk penanganan Covid-19,” kata Gregorius.

Dirinya menambahkan selain Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 pada perencanaan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 juga akan kembali di alokasikan untuk penanganan penyebaran Covid-19.

“Semua itu 2020 maupun nanti tahun 2021 tahun depan itu semua anggaran DAK untuk pertanian itu semua di alokasikan untuk nanti membiayai pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Dinas Pertanian Tanaman Pangaman dan Pertumbuhan (PTPP) juga aktif lakukan penerapan protokol kesahatan.

“Dari awal itu kita dari Dinas Pertanian sudah lakukan itu yang namanya protokol kesehatan. Hal-hal Teknis itu seperti penggunanaan masker, memberlakukan Work From Home dan kita di Dinas Pertanian suda mengatur teknisnya dan kebanyakan dirumahkan dan yang piket itu selalu saya kontrol kita berlakukan ini sesuai dengan Surat Edaran yang berlaku sampai tanggal 29 Mei 2020 jadi kita tetap patuh terhadap perintah Bupati melalui surat edaran yang sudah di edarkan rujukannya mungkin dari Kementrian, dan kalaupun ada perubahan itukan nanti harus ada evaluasi tergantung dari orang-orang kesehatan melihat kondisi dan situasinya seperti apa,” jelas Gregorius.

Dirinya juga mengatakan kesehatan sangatlah penting khususnya di pertanian mengingat berbagai aktifitas yang berkaitan dengan Pertanian bersifat lapangan sehingga pengalokasian Dana Alokasi Kusus (DAK) merupakan sebuah tindakan yang di ambil untuk semua pihak saat ini.

“Kesehatan itu penting orang sehat dulu baru bekerja, karena pertanian itu kegiatan fisik misalnya kegiatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan itu butuh banyak orang, butuh tenaga mekanismenya kan banyak,” tutup Gregorius.

Untuk diketahui dari Pantauan Media sendiri juga tampak semua pegawai dan tamu yang mendatangi Dinas PTPP Kabupaten TTU juga menerapkan sesuai Protokol kesehatan guna pencegahan Covid-19 yang telah di tetapkan, dan juga di siapkan tempat cuci tangan dan Hand Sanitizer di lokasi kantor. (Red)

Penulis : Yanri Erastus Maunaben
Editor : Nataniel Pekaata

BPBD, Sat Lantas Polres dan Kodim 1618/TTU Lakukan Penyemprotan Disinfektan

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Dalam rangka mencegah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bersinergi dengan Satuan Lalulintas Polres TTU dan Kodim/1618 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melakukan penyemprotan disenfektan, Rabu (13/05/2020).

Kepala Bidang Pencegahan dan kesiap siagaan BPBD Kabupaten TTU, Amandus Afenpah kepada Media Online NTTAktual.com di sela-sela kegiatan mengatakan kegiatan penyemprotan disenfektan ini merupakan bagian dari upaya pencegehan penyebaran Covid-19.

“Kegiatan penyemprotan disenfektan dan pembagian masker merupakan salah satu dari bentuk pencegahan penyebaran virus corona, jadi dalam upaya pencegahan ini kami dari BPBD bekerja sama dengan TNI dan POLRI yang ada di Kabupaten TTU,” ungkap Amandus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Lalulintas Polres TTU dan Kodim/1618 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat bersinergi melakukan penyemprotan disenfektan, Rabu (13/05/2020). Foto : Yanri Maunaben/NTT Aktual

Amandus juga mengatakan BPBD TTU telah melakukan upaya pencegahan di berbagai tempat di TTU diantaranya di Gua Aplasi di Kefa Tengah dan kali ini di kelurahan Maubeli dan apa bila cuaca memungkinkan akan di lanjutkan ke Bansone.

Sasaran dari penyemprotan disenfektan di fokuskan pada rumah-rumah warga dan tempat-tempat umum di sekitaran kelurahan Maubeli.

“Sasaran dari penyemprotan rumah-rumah penduduk dan tempat-tempat umum yang kita anggap sebagai tempat yang sering di kunjungi oleh orang banyak seperti tadi itu ada rumah makan, ada pertokoan itu kita melakukan penyemprotan tapi umumnya ini semua di lakukan untuk semua rumah penduduk,” jelasnya.

Sementara di tempat yang sama KBO satuan Lantas Polres TTU, Ipda Syawan Soerdika mengatakan ini merupakan rangkaian kegiatan dari beberapa kegiatan yang sebelumnya, dimana hari ini merupakan hari ke 4 yang sebelumnya satuan lantas Polres TTU telah melakukan pembagian masker di tiga lokasi diantaranya di Peoboko, Tanah Putih dan ketiga di depan cabang Dalehi.

“Ini adalah rangkaian kegiatan dari beberapa kegiatan sebelumnya. Kali ini merupakan kegiatan hari ke 4 tujuan utama adalah 1 pembagian masker sudah di laksanakan di 3 titik pertama di Peoboko, ke dua di tanah putih, ketiga di depan cabang Dalehi itu yang pembagian masker kemudian ini hari yang ke 4 tujuannya adalah mencegah Covid-19, dan begitu juga kita dari Sat Lantas Polres TTU mengingatkan pada para pengendara kendaraan bermotor roda 4 dan roda 2 maupun bis untuk tetap menggunakan masker dan juga untuk bis agar dapat menjaga jarak tempat duduk penumpang,” katanya.

Ipda Syawan Soerdika juga mengatakan dirinya masih mendapatkan beberapa masyarakat yang belum menggunakan masker dengan berbagai alasan seperti lupa dan sebagian belum punya.

“Masih ada beberapa masyarakat yang belum menggunakan masker dengan berbagai alasan, satu karena lupa, dua memang dia belum ada. Jadi mereka sudah kita imbau untuk tetap menggunakan masker karena ini penting dan kita tidak tau penyebaran Covid-19 ini dari mana- dari mana, dari siapa kita tidak tau, sehingga yang paling penting intinya kita selalu mengikuti protokol kesahatan sesuai perintah dari Menteri Kesehatan seperti penggunaan masker, menggunakan air yang bersih, gunakan sabun saat mencuci tangan atau hand sanitizer dan tidak lupa kita jangan saling berjabatan tangan atau bersentuhan satu sama lain,” ujarnya.

Sementara itu Dandim 1618/TTU Letkol Arm Roni Junaidi, saat di hubungi melalui WhatsApp dirinya mengimbau agar masyarakat dapat selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah di tetapkan oleh pemerintah dan mengajak agar masyarakat dapat saling peduli dan saling mengingatkan.

“Himbauan kami kepada masyarakat yakni saat beraktivitas selalu menggunakan masker untuk mencegah penyebaran Covid 19, mematuhi physical dan social distancing. Selain itu masyarakat harus dapat semaksimal mungkin menghindari kerumunan orang. Mari kita budayakan untuk saling Peduli dan saling mengingatkan karena kita tidak hidup sendiri,” jelas Dandim.

Untuk diketahui kegiatan di Kelurahan Maubeli mulai dari Selasa (12/05/2020) yakni pembagian masker bagi pengguna jalan yang tidak bermasker lalu penyemprotan disinfektan, starnya dari cabang Dalehi lalu dilanjutkan sampai cabang RSPD Kefamenanu dan karena hujan maka tidak bisa dilanjutkan kegiatan penyemprotannya.

Kegiatan penyemprotan baru dilanjutkan pada Rabu (13/05/2020) dan titik starnya yakni dari sebelum cabang PLN lalu menuju batas wilayah Kelurahan Maubeli yaitu jembatan Km.6 jurusan kupang lalu kembali ke belakang cabang toko gajah dan sekitarnya sampai belakang PLN. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata

Cegah Covid-19, Puskesmas Eban Bangun Posko Siaga

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Dalam rangka mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Puskesmas Eban yang berada di Kecamatan Miomafo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bersama dengan pihak Kecamatan Miomafo Barat, Polsek Miomafo Barat, Danramil Miomafo Barat membangun Posko siaga penanganan Covid-19 di Desa Salu.

Kepala Puskesmas Eban, Clara Boleng, S.Kep, NS, saat di temui NTT Aktual di Posko siaga penanganan Covid-19, Senin (20/04/2020) mengungkapkan Posko penanganan Covid-19 yang berada di tempat yang strategis tersebut melibatkan semua Stakeholder.

“Posko disini merupakan posko lintas sektor dan yang bertanggung jawab penuh adalah Bapak Camat. Awalnya posko penanganan covid-19 berada di Puskesmas tetapi melalui pertemuan terakhir di putuskanlah poskonya berada disini (Desa Salu),” ungkapnya.

Para petugas saat foto bersama di depan Posko siaga penanganan Covid-19 Puskesmas Eban yang berada di Desa Salu. (Foto : Yanri Maunaben/NTT Aktual)

Adapun alasan yang di ungkapkan oleh Kepala Puskesmas Eban mengapa di tempatkannya Posko penanganan Covid-19 di Desa Salu RT 02 tersebut.

Pertimbangan utama di tempatkannya posko di disini (Desa Salu) agar dapat memantau keluar masuknya pelaku perjalanan yang dari Kabupaten Kupang dan dari Timor Tengah Selatan (TTS) yang masuk ke TTU melalui TTS dan sebaliknya, jelas Clara Boleng.

Aktifitas utama yang di lakukan di posko penanganan Covid-19 ini selain penyemprotan disinfektan dan pengecekan suhu tubuh juga untuk semua pelaku perjalanan di bimbing untuk melakukan pencucian tangan dangan cara yang benar.

“Setiap kendaraan baik umum maupun pribadi baik dari arah Kefa, Mutis maupun dari arah TTS yang masuk ke jalur sini (Miomafo Barat), semua kendaraan di disinfektan kemudian para penumpang nya di himbau juga untuk menggunakan masker,  kemudian semua di wajibkan untuk mencuci tangan di tempat yang di sudah di sediakan. Sementara itu khusus untuk pelaku perjalanan yang di lakukan pengecekan suhu tubuh yaitu yang baru datang dari zona merah,” ujarnya.

Kepala Puskesmas juga mengatakan 2 Tandon air telah disiapkan agar semua pelaku perjalanan dapat mencuci tangan  yang dimana tandon-tandon air tersebut merupakan sumbangan dari PT MutisQua dan Persatuan Bugis TTU.

“Itu ada 2 bantuan, 1 tandon airnya yaitu bantuan dari PT MutisQua dan 1 tandon air lain nya merupakan bantuan dari Persatuan Bugis TTU,” katanya.

Selain petugas dari Puskesmas Eban, petugas-petugas lain yang juga berparan aktif dalam membantu pencegahan Covid-19 di Posko ini yaitu anggota dari satuan Polres Miomafo Barat, angota dari Danramil Miomafo Barat, Anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dan juga petugas dari Dinas Perhubungan.

Kepala Puskesmas Eban, Clara Boleng, S.Kep, NS, yang juga merupakan ketua Posko siaga penanganan Covid-19 mengharapkan agar semua warga tetap mematuhi aturan dan imbauan yang sudah di berikan oleh pemerintah.

“Kami harapkan semua masyarakat dapat mengikuti aturan yang sudah di tetapkan yakni tetap dalam rumah kalaupun ingin keluar harap menggunakan masker, kamudian selalu terapkan etika batuk dan tetap berperilaku hidup bersih, sehat serta makan yang teratur,” pungkasnya. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata

Cegah Covid-19, Plt. Kadis PPO TTU : Sekolah-Sekolah di Rumahkan Bukan Libur

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Dengan adanya perpanjangan masa pembelajaran dari rumah yang di keluarkan oleh Pemerintahan Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) akan mulai terhitung dari senin 20 April sampai tanggal 2 Mei.

Hal ini di sampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten TTU, Yosef Lius Mokos, S.Pd, saat di temui NTT Aktual di ruang kerjanya, Jumat (17/04/2020).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten TTU, Yosef Lius Mokos, S.Pd. (Foto : Yanri Maunaben/NTT Aktual)

“Terkait penanganan pencegahan penyebaran untuk memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini kita dari Dinas Pendidikan melalui Bupati mengeluarkan instruksi untuk anak-anak mulai dari TK, Paud, SD dan SMP itu di rumahkan artinya di rumahkan bukan libur, dan mereka belajar jarak jauh dari rumah. Dharing atau belajar jarak jauh ini di tambah 14 hari kedepan  mulai terhitung dari Senin sampai dengan tanggal 2 mei, jadi dari tanggal 20 April sampai 2 mei,” ujar Yosef.

Plt. Kadis PPO Itu juga mengharapkan agar guru-guru dan para siswa jangan berkonsep bahwa sekolah di liburkan, karena sistem pembelajaran saja yang di rubah sedangkan proses belajar mengajar jarak jauh tetap berjalan.

“Tidak libur tapi sistem pembelajarannya yang kita rubah untuk memutus rantai  penyebaran virus corona,” katanya.

Dalam proses pembelajaran jarak jauh ini Yosef juga berpesan pada orang tua siswa/siswi yang memiliki banyak waktu bersama anak-anak agar dapat lebih berperan aktif mendampingi bahkan memperhatikan anak-anak agar betul-betul belajar di rumah.

“Dalam pembelajaran jarak jauh ini saya menyampaikan kepada orang tua, karna selama ini anak-anak berada di rumah tidak ke sekolah, guru juga hanya memberikan tugas melalui SMS, WhatsApp atau media sosial lainnya, sehingga orang tua yang harus lebih berperan aktif mendampingi bahkan memperhatikan anak untuk betul-betul belajar di rumah. Sedangkan untuk himbauan secara umum itu sudah di himbau oleh tim gugus dari kabupaten, kemudian di sisi lain di tingkat Nasional Pak Mentri juga suda mencetuskan pembelajaran melalui televisi tinggal sekarang bagaimana memantau anak-anak sehingga pada jam-jam tayang pembelajaran pada TVRI atau Televisi lainnya siswa mengikuti pembelajaran bukan dia hanya nonton sinetron dari pagi sampai malam,” pesan Yosef.

Selain bagi orang tua siswa/siswi, Yosef juga berpesan pada para guru-guru untuk memperhatikan edaran dari Menteri Pendidikan Nomor : 4 Tahun 2020 dalam memberikan pembelajaran jarak jauh.

“Untuk guru itu melalui Edaran dari Pak Menteri Pendidikan Nomor : 4 Tahun 2020 itu disitu sudah di tegaskan untuk pembelajaran jarak jauh itu bisa melalui berbagai macam cara, itu yang pertama itu bisa menggunakan Media Sosial (Medsos) yang terjangkau dan di jangkau, yang kedua bisa melalui pemberian tugas atau pengumpulan hasil kerja porto folio bagi siswa selama ini,” ujarnya.

Selain aktif memberikan imbauan yang Dinas PPO juga tetap ikut anjuran pemerintah dengan memberlakukan Work From Home bagi sebagian pegawai yang tidak memiliki aktifitas langsung di Kantor dan juga menyediakan Hand Sanitizer bagi pagawai dan pengunjung yang mendatangi Kantor Dinas PPO.

“Kita di Dinas Pendidikan ini dari Instruksi Bupati itu harus kerja dari Rumah dan kita disini tidak semua Staf masuk kerja, dari tiap bidang itu hanya Kepala Bidang dan beberapa Staf yang mungkin di butuhkan untuk masuk bekerja. Disisi lain kita sudah siapkan Hand Sanitizer untuk setiap pegawai dan tamu yang datang ke Dinas yang membutuhkan pelayanan dari tiap Bidang dan kita juga suda instruksikan ke setiap Sekolah untuk menyediakan Hand Sanitizer,” tutup Yosef Mokos. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata

Bawaslu TTU Lakukan Rekam Jejak Terhadap Calon Pelamar SKPP

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melakukan perekaman jejak terhadap calon pelamar Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Via Teleconference, Rabu (15/04/2020) di Kefamenanu.

Ketua Bawaslu Kabupaten TTU Martinus Kolo, kepada NTT Aktual saat di hubungi Via WhatsApp, menjelaskan bahwa Bawaslu Kabupaten TTU telah melakukan konfirmasi terhadap 7 orang Pelamar Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif  (SKPP) Via Teleconference dan dari 7 orang yang melamar semua terkomfirmasi.

“Jumlah calon peserta SKPP dari Kabupaten Timor Tengah Utara yang melamar dan di konfirmasi pada Rabu (15/04/2020) yaitu sebanyak 7 orang. 7 orang ini merupakan total pelamar dari Kabupaten Timor Tengah Utara sampai penutupan pendaftaran. Semua 7 orang terkonfirmasi,” ujar Martinus.

Ketua Bawaslu Kabupaten TTU, Martinus Kolo. (Foto : Istimewa)

Ketua Bawaslu Kabupaten TTU Martinus Kolo juga menjelaskan alasan kenapa dilakukannya Teleconference pada para pelamar SKPP.

“Karena Tugas kita adalah melakukan pengawasan terhadap berbagai pihak dan salah satunya yaitu calon peserta SKPP karena pelamar calon SKPP harus benar-benar sesuai dengan syarat yang ditentukan. Misalnya tidak boleh sebagai penyelenggara pemilu, tidak boleh menjadi pengurus partai politik, harus berdomisil di wilayah Kabupaten TTU, Umur tidak boleh kurang dari 17 Tahun dan Tidak boleh lebih dari 31 Tahun, dan syarat-syarat lainnya sesuai ketentuan,” jelas Martinus Kolo.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa dalam melakukan konfirmasi dengan pelamar SKPP tidak ada kendala yang berarti hanya beberapa pelamar yang tempat domisilinya susah signal jadi suaranya putus-putus.

“Kendalanya hanya ada beberapa tempat domisili pelamar yang signalnya kurang bagus sehingga suara mereka putus-putus ketika dikonfirmasi,” ungkapnya.

Proses Konfirmasi yang di lakukan Via Teleconference itu di mulai dari pukul 09:00 sampai kira pukul 14:00 dan di pimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupate TTU dengan di temani oleh 2 anggota Bawaslu TTU diantaranya ialah Nonato Da Purificacao Sarmento dan Roswita Helen P. Taus. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata

Cegah Covid-19, Camat kota Kefamenanu Minta Warga Patuhi Imbauan Pemerintah

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Camat Kota Kefamenanu terus lakukan langkah preventif untuk mencegah terjadinya  Covid-19 yakni dengan aktif memberikan imbauan terhadap masyarakat.

Selain memberikan imbauan Camat Kota Kefamenanu Drs. Yonas Tameon, M.Si, juga aktif melakukan pemantauan kepada masyarakatnya.

Camat Kota Kefamenanu Drs. Yonas Tameon, M.Si, saat di temui NTT Aktual di ruang kerjanya, Selasa (14/04/2020) mengatakan berbagai langkah telah dilakukan untuk mencegah Covid-19.

Camat Kota Kefamenanu Drs. Yonas Tameon, M.Si (Foto : Yanri Maunaben/NTT Aktual)

“Untuk langkah-langkah memang kita selalu menyampaikan kepada masyarakat untuk mentaati imbauan dari pemerintah dan dari tokoh-tokoh agama,” ujar Yonas.

Selain mengimbau masyarakat agar dapat selalu menaati imbauan dari Pemerintah dan dari tokoh Agama, dirinya juga berharap agar warga yang berada di luar wilayah Kecamatan Kota Kefamenanu atau yang berada di daerah yang sudah terkapar atau daerah zona merah dapat menahan keinginannya untuk pulang.

“Kami mengimbau pada masyarakat umumnya atau masyarakat yang anaknya atau keluarganya berada di luar wilayah Kecamatan Kota Kefamenanu atau terutama yang berada di daerah yang terpapar atau daerah zona merah, kita imbau untuk sementara tidak usah kembali dulu. Tapi kalau seandainya mereka terpaksa kembali, kita berkoordinasi dengan pihak kesehatan di Puskesmas dan kita kontak ke call center Kabupaten untuk mereka di cek kesehatannya kemudian di imbau untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” katanya.

Yonas Tameon juga mengimbau pada warganya agar tidak melakukan perjalanan untuk sementara ini, dan juga menahan keinginan untuk bepergian jika tidak terlalu penting sampai kondisi kembali normal.

Camat Kota Kefamenanu telah mengeluarkan surat edaran Penegasan Himbaun pada seluruh kelurahan se – Kecamatan Kota Kefamenanu dengan Nomor Surat : Kkk. 440/89/IV/2020, pada 8 April 2020 dengan tembusan Bupati Timor Tengah Utara, Wakil Bupati Timor Tengah Utara dan Kepala Dinas Timor Tengah Utara dimana di dalam surat tersebut telah mencantumkan 10 butir himbauan bagi seluruh Lurah se – Kecamatan Kota Kefamenanu untuk memberikan himbauan pada masyarakat.

Dirinya juga menegaskan bahwa akan membubarkan masyarakat jika dalam pemantauan masih di temukan sering kumpul-kumpul baik di tempat-tempat umum atau tempat yang sepi.

“Kita berkordinasi dengan Danramil kemudian Babinsa dan Babinkamtibmas, kita melakukan pemauntauan untuk masyarakat yang masih berkumpul di tempat-tempat umum, yang nongkrong di tempat yang starategis kita imbau untuk pulang dan yang masih bandel akan kita bubarkan,” kata Yonas.

Camat Kota Kefamenanu Yonas Tameon mengharapkan pada seluruh Lurah se – kecamatan Kota Kefamenanu sampai pada tingkat RT agar dapat menginformasikan warganya yang baru pulang dari Zona Merah melalui Call centre di Kabupaten dan call centre di Puskesmas Sasi.

“Harapan kami pemerintah di kelurahan dan sampai di tingkat RT mendukung imbauan dan penegasan dari pemerintah supaya tujuan dan informasi-informasi dari pemerintah itu bisa sampai pada masyarakat dan mereka bisa membantu untuk menginformasikan kepada masyarakat yang baru pulang dari luar daerah untuk bisa menghubungi call centre penanganan Covid-19 di Kabupaten dan melalui call center di Puskesmas sasi sehingga mendapat penanganan,” tutupnya. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata