Arsip Tag: Kabupaten Malaka

Wakil Gubernur NTT Audiens Bersama Bupati dan Wakil Bupati Malaka

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM menerima kunjungan Bupati Malaka Simon Nahak dan Wakil Bupati Louise Lucky Taolin bertempat di ruang kerjanya pada Senin (10/05/2021).

Dalam pertemuan audiensi tersebut Wakil Gubernur meminta agar Pimpinan Daerah Kabupaten Malaka bersinergi bersama Pemerintah Provinsi NTT dalam mewujudkan Pembangunan Daerah.

“Kita mau agar dalam melaksanakan pembangunan di daerah, maka Pemerintah Kabupaten/Kota harus terus bergandengan dengan Pemerintah Provinsi untuk searah dalam pembangunan menuju kesejahteraan. Saya yakin dengan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang baru saja dilantik ini bisa melanjutkan tongkat estafet pembangunan dengan baik,” ujar Wagub Josef.

“Kami pihak pemprov juga akan terus mendukung kinerja Bupati dan Wakil Bupati Malaka bersama DPRD Kabupaten Malaka agar bisa mengedepankan kesejahteraan masyarakat sebagai yang utama. Pengelolaan anggaran harus bisa sampai ke masyarakat sehingga mereka bisa menikmati hasilnya. Saya juga minta agar dalam bekerja harus tetap memperhatikan aspek toleransi, tidak pedului perbedaan agama ataupun suku, asalkan kita tetap fokus sama-sama bekerja,” jelas Wagub Josef.

Selanjutnya Wagub Josef juga mengarahkan terkait pembangunan di Kabupaten Malaka sebagai salah satu kabupaten perbatasan di Indonesia agar menjadi prioritas dalam pembangunan.

“Pembangunan di Kabupaten Malaka tidak bisa tercapai kalau tanpa bersinergi, apalagi Malaka merupakan salah satu Kabupaten yang berbatasan langsung dengan RDTL (Republik Demokratik Timor Leste) sehingga pendekatan pembangunannya perlu adanya dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Malaka dengan mengedepankan pembangunan wilayah perbatasan sehingga semua sektor dan pelaku pembangunan mengambil peran dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Malaka,” ungkap Wagub Josef.

Sementara itu Bupati Malaka Simon Nahak mengatakan saat ini ia bersama wakilnya sedang dalam program 100 hari bekerja.

“Kami saat ini sedang dalam program 100 hari kerja dengan membenahi penataan dan berbagai pembenahan. Saat ini kami sedang melakukan rencana penataan kota mulai dari koordinasi dengan Dinas PUPR untuk pembangunan perkantoran, pembangunan trotoar, saluran air, lampu lalu lintas dan alun-alun kota. Kita sedang mendesain semuanya,” ujar Bupati Simon.

“Saat ini juga kami juga sedang menegaskan pada transparansi pengelolaan anggaran agar tidak ada tindak korupsi mulai dari Pemerintahan Desa hingga Tingkat Pemerintahan Kabupaten Malaka. Kerja harus tulus, jujur dan tulus agar bisa mencapai keejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan saat ini juga dilakukan rencana desain kawasan percepatan ekonomi di perbatasan Kabupaten Malaka – RDTL. “Kami sedang usahakan untuk pembangunan kawasan percepatan ekonomi di lintas batas Malaka dan RDTL. Juga kami meminta agar pihak Pemerintah Provinsi NTT juga bisa bersama mendampingi melalui Pokja penanganan stunting Kabupaten Malaka dalam penanganan stunting,” tambahnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Akhiri Tugas Sebagai Penjabat Bupati Malaka, Viktorius Manek Temui Wagub JNS

NTT AKTUAL. KUPANG. Penjabat Bupati Malaka Viktorius Manek didampingi Asisten 1 bidang pemerintahan dan Kesra Kabupaten Malaka, Zakarias Nahak, Asisten 2 bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Malaka, Silvester Leto, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malaka, Josefina Bete Manek melakukan pertemuan dengan wakil gubernur NTT guna menyampaikan hasil pelaksanaan tugas sebagai penjabat Bupati Malaka selama satu bulan empat hari kepada Wakil Gubernur pada Senin (3/05/2021) di ruang kerja Wakil Gubernur.

Pada pertemuan tersebut wagub JNS mengatakan “walaupun masa kerja sebagai Penjabat Bupati Malaka terbilang sebentar akan tetapi permasalahan yang harus dihadapi pada masa kerja tersebut bisa dibilang cukup berat karena Kabupaten Malaka merupakan salah satu kabupaten yang terdampak cukup parah akibat dari bencana alam siklon tropis seroja,” ujar Wagub NTT.

Wagub JNS menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Malaka karena telah mendukung Penjabat Bupati Malaka Viktorius Manek sehingga dapat melaksanakan tugas sebagai penjabat Bupati Malaka dengan baik. “Atas nama pemerintah Prov.NTT saya menyampaikan terimakasih kepada pemerintah kabupaten malaka karna telah mendukung Penjabat Bupati malaka sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik dan semoga apa yang telah dikerjakan dapat menjadi legacy atau warisan yang baik untuk pembangunan Kabupaten Malaka kedepannya,” kata Wagub JNS.

Pemerintah Kabupaten Malaka yang diwakili asisten Pemerintahan dan Kesra, Zakarias Nahak Menyampaikan menyampaikan terimakasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur karena telah menugaskan Viktorius Manek sebagai Penjabat Bupati Malaka.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Malaka kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT karena telah menugaskan Viktorius Manek sebagai Penjabat Bupati Malaka,” kata Zakarias.

Pertemuan ditutup dengan foto bersama sekaligus mengakhiri masa kerja Viktorius Manek sebagai Penjabat Bupati Malaka selanjutnya akan kembali melaksanakan tugas sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Lantik Bupati Belu, Malaka dan Sumba Barat

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Belu, Malaka dan Sumba Barat atas nama Presiden Republik Indonesia, yang bertempat di Aula El Tari, Senin (26/04/2021).

Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-1048 tanggal 20 April 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-267 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ketiga pasangan yang dilantik adalah dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haliseren, MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malaka dan Yohanis Dade, SH dan John Lado Bora Kabba sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat.

Acara yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat ini dihadiri pimpinan DPRD NTT, Forkopimda NTT, para Bupati se-NTT, Sekda NTT, pimpinan DPRD 3 Kabupaten beserta perwakilan sebanyak 10 orang untuk masing-masing kabupaten, Ketua PKK/Dekranasda NTT, para Penjabat Bupati dari 3 kabupaten, rohaniwan pendamping dan perwakilan insan pers. Undangan lainnya mengikuti dari luar ruangan.

Gubernur Viktor saat penyerahan kutipan SK Mendagri di ruang kerja Gubernur meminta kepada tiga (3) pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik agar bekerja extraordinary.

“Setelah dilantik, saya minta Bapak Bupati dan Wakil Bupati harus segera bekerja. Bekerja secara extraordinary dalam penyusunan program dan kegiatan untuk kepentingan masyarakat apalagi hanya punya waktu 3 tahun, “kata Gubernur Viktor.

Menurut Gubernur VBL, dengan situasi NTT yang masih terbelakang ditambah pandemi covid-19 yang belum reda serta bencana akibat Badai siklon tropis seroja, pekerjaan ke depan tidaklah mudah.

“Sambil melakukan upaya pemulihan pascabencana, kita juga harus tetap fokus dalam penanganan covid-19, tidak boleh lengah. Optimalkan setiap lahan yang ada untuk pertanian, tidak boleh ada lahan yang dibiarkan begitu saja tanpa dikelola,” jelas Gubernur Viktor Laiskodat.

Lebih lanjut, Gubernur Viktor Laskodat mengungkapkan, Pemerintah Provinsi akan selalu mendukung dan mendorong kerja-kerja luar biasa dari para Bupati untuk kemajuan masyarakat.

“Tentunya dalam kerja extraordinary, Gubernur akan selalu memberikan bimbingan, arahan dan dorongan untuk kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkas Gubernur VBL.

Sesudah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati dilanjutkan dengan Pelantikan Ketua Tim PKK/Dekranasda tiga Kabupaten tersebut oleh Ketua Tim PKK/Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kunjungi Malaka, Gubernur Viktor : Harus Ada Korelasi Antara Desain Pendidikan di SMK dan Program Pemda

NTT AKTUAL. BETUN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan harus ada korelasi antara desain pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan program pemerintah daerah (Pemda).

“Saya minta seluruh SMK Pertanian dan Peternakan langsung bersinergi dengan program-program pemerintah daerah. Sehingga kita bisa hitung, yang bersangkutan setelah selesai dari sini, dia jadi tenaga sangat produktif untuk kita pakai dalam bidang ini karena dia mampu.Kita sudah punya sumber daya manusianya,” jelas Gubernur VBL saat melakukan Kunjungan Kerja dan peninjauan di SMKN Sasitamean Kecamatan Sasitamean Malaka, Kamis (25/03/2021).

Menurut Gubernur Viktor, dari kunjungannya ke banyak SMK, ditemukan belum ada korelasi antara apa yang diajarkan dengan desain pertanian dan peternakan dari pemerintah daerah. Harus ada kerja sama dan kolaborasi antara para kepala sekolah SMK Pertanian-Peternakan dengan dinas pertanian dan peternakan baik kabupaten maupun provinsi sehingga para siswa tidak jauh panggang dari api terhadap mimpi-mimpi besar pemerintah daerah.

“Harus ada sinergi di sini. Dinas pertanian dan peternakan masuk ke situ (SMK,red). Jelaskan program pemerintah. Ini program pemerintah, anggaran yang disiapkan berapa. Keterlibatan masyarakat seperti apa.Bila siswa ingin terlibat, lahannya di mana. Tidak punya lahan, kita siapkan. Masih banyak lahan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten yang tidak sempat diolah, siswa bisa kerjakan. Program dinas perindustrian dan perdagangan harus diketahui oleh sekolah dan para siswa sehingga ada kolaborasi,” jelas Gubernur Viktor.

Dalam kesempatan tersebut politisi Nasdem itu kembali tekankan pentingnya desain pendidikan SMK selama empat tahun. Selama masa tersebut, siswa dapat membangun dirinya sendiri dan mampu menciptakan pekerjaan sendiri.

“Khusus pertanian dan peternakan, kalau anak-anak dilatih dengan benar dan punya semangat tinggi, kita tidak akan miskin lagi. Mereka harus dilatih untuk mengolah lahan, satu orang siswa minimal bisa kelola lahan dua hektar. Tentu butuh kerjasama antara sekolah dan dinas pertanian dan peternakan. Tidak mungkin ada orang miskin kalau rajin. Dalam pendidikan harus ada transfer pengetahuan, keterampilan dan sikap, “jelas Gubernur VBL.

Gubernur Viktor juga minta agar di sekolah dikembangkan tiga bahasa yakni bahasa daerah, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bahasa daerah tunjukan asal kita darimana sehingga tidak lupakan identitas kelokalan. Bahasa Indonesia tunjukan identitas nasional.

“Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar internasional. Apalagi program utama provinsi adalah pariwisata. Di dalam ruang kelas wajib tempel tempat-tempat pariwisata di NTT supaya orang tahu seluruh potensi alam dan budaya pariwisata NTT, “pungkas Gubernur Viktor.

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN Sasitamean, Maximus Berek menyampaikan keadaan umum sekolah tersebut. Sekolah tersebut didirikan pada Juni 2010 dengan akrrditasi C. Dengan 3 bidang keahlian yakni agribisnis ternak, tanaman pangan dan holtikultura serta multimedia. Ada 136 siswa dengan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan 30 orang baik yang PNS, honor komite maupun kontrak provinsi.

“Luas lahan seluruhnya sekitar 5,8 ha.Untuk bangunan 3 ha dan lahan praktek 2 ha lebih. Kami berterima kasih karena baru pertama kali dapat kunjungan kehormatan ini dari Gubernur. Kesulitan utama kami di sini adalah soal air untuk kegiatan praktek, ” jelas Maksimus.

Dalam kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Plh. Bupati Malaka Donatus Bere memberikan sumbangan motor air. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur Minta BUMDes Lebih Kreatif Manfaatkan Kemajuan Teknologi

NTT AKTUAL. BETUN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih kreatif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melakukan transaksi produk-produknya lewat pasar online.

“Pasar tradisional mungkin tidak bertahan lama lagi ke depannya. Dengan kemajuan teknologi informasi, pembelian barang-barang kebutuhan pokok dan rumah tangga juga dapat dilakukan secara online. Tidak lagi transaksi tatap muka, tapi lewat dunia maya yang menjangkau dunia yang lebih luas,” kata Gubernur VBL saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke BUMDes Wehali Nain Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah, Kamis (25/03/2021).

Menurut Gubernur Viktor BUMDes Wehali Nain dan BUMDes lainnya di NTT harus menyiapkan diri agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Pemerintah Provinsi siap memfasilitasi hal tersebut agar BUMDes di NTT bisa bersaing di level nasional bahkan internasional.

“Saya memberikan apresiasi kepada BUMDes Wehali Nain ini. Namun tidak cukup dengan apa yang didapat hari ini. Harus berkembang lebih hebat. Ke depan harus punya produk-produk yang jadi trademark (merek dagang,red) yang diproduksi sendiri, yang jadi kekuatan ekonomi desa. Kami siap fasilitasi untuk peningkatan sumberdaya manusia atau kapasitas agar bisa suaikan dengan perkembangan zaman, ” jelas Gubernur VBL.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyararakat dan Desa (PMD) NTT, Viktor Manek mengharapkan agar BUMDes Wehali Nain bisa memberdayakan ekonomi seluruh masyarakat Wehali. BUMDes ini tidak boleh hanya urus retribusi pasar dan simpan pinjam, tetapi juga pikirkan usaha-usaha produktif yang jadi brand atau kekhususannya.

“Berpikir produksi. Pisang yang ada di Wehali ini banyak sekali. Dibuatkan kripik, dikasih packaging yang baik. Dikelola secara baik oleh ibu-ibu dan dijual melalui BUMDes. Kita di Dinas PMD Provinsi sekarang perkenalkan BUMDes Online dan ke depan akan kembangkan pasar online,” jelas Viktor Manek.

Lebih lanjut Viktor Manek mengungkapkan Dinas PMD siap sosialisakan sistem ini kepada masyarakat. Hal tersebut adalah upaya untuk lakukan loncatan-loncatan dengan manfaakan perkembangan teknologi.

“Tinggal klik di aplikasi pasarku, akan muncul jualan apa yang dihasilkan masyarakat di sini misalnya tenun ikat dan kripik pisang. Transaksi dilakukan secara online, bayar online dan kirim melalui media transportasi yang ada. Tidak usah bertatap muka, barang dikirim, uang masuk. Kita optimalkan produksi tapi juga memanfaatkan teknologi,” urai Viktor Manek.

Sementara itu pengurus BUMDes Wehali Nain, Eduardus Bere Taek dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur NTT. Diungkapkannya, BUMDes tersebut didirikan pada Februari tahun 2016. Modal awal berasal dari penyertaan modal APBDes 2016 sebesar 10 juta rupiah dan APBDes 2018 sebanyak 50 juta rupiah. Juga punya aset tanah 100 m2, mobil pick up hibah dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta peralatan kantor.

“Usaha yang dikembangkan oleh BUMDes Wehali ini adalah kredit untuk usaha dan retribusi pasar Beiabuk. Kami masih miliki modal kecil sehingga sulit untuk perluasan usaha. Ke depan kami berencana untuk kerjasama dengan kalangan perbankan agar bisa tambah modal usaha dengan memfasilitasi pelayanan perbankan kepada masyarakat, ” jelas Eduardus Bere Taek.

Sebelum melakukan tatap muka dengan pengurus Bumdesa dan masyarakat Wehali, Gubernur Viktor meninjau Pasar Beiabuk Wehali.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Plh Bupati Malaka, Para staf khusus Gubernur NTT, unsur Forkopimda Malaka, anggota DPRD malaka, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT dan Kabupaten Malaka, insan pers dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Gubernur VBL : Provinsi NTT Pasti Kaya

NTT AKTUAL. BETUN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan kerja (kunker) di empat kabupaten yakni Kabupaten TTS, Malaka, Belu dan TTU pada tanggal 14 sampai dengan 18 November 2020.

Kunker hari Kedua, Gubernur VBL bersama rombongan yang dampingi oleh Pjs. Bupati Malaka, mengunjungi Desa Kakaniuk dalam rangka menghadiri acara penyerahan simbolis Bantuan Kredit Usaha Rakyat Pemulihan Ekonomi Masyarakat (KURPEM) dari Bank BRI 46 Cabang Atambua kepada 14 Kelompok Tani di Boni Desa Kakaniuk Kabupaten Malaka, Minggu (15/11/2020).

Dalam Kegiatan dimaksud, Gubernur VBL meyakinkan masyarakat bahwa NTT pasti Kaya, dengan sejumlah alasan terkait pengembangan Pertanian, Peternakan, Garam dan Energi Terbarukan.

“Saya meyakini NTT pasti menjadi Provinsi yang kaya hingga sampai anak cucu kita, potensi dan SDM serta Desain Pembangunan kita optimalkan saat ini yaitu :

1. NTT memiliki Presiden yang namanya Bapak Joko Widodo yang begitu menyayangi dan perhatian terhadap NTT, untuk itu masyarakat NTT perlu mendukung beliau dalam membangun Indonesia dan Presiden kita setelah 2024 mesti tipe dan karakternya sama seperti beliau.

2. Saat ini, Potensi Energi Baru Terbaharukan (EBT) melalui Panas Matahari paling stabil terdapat di Pulau Timor dan Sumba, Kita mencanangkan EBT, akan menjual listrik tenaga surya ke Pulau Jawa dan Sumatera. Dan apabila di Amerika, Proses Pemilihan Presiden, Joe Biden yang menang maka automatically dunia harus menuju ke era EBT dan tidak ada pilihan lain, tentunya NTT di untungkan.

3. Pengembangan Sapi Wagyu di NTT, dengan Desainya bersama Kementerian terkait, Tim dari Brazil dan Pemprov NTT yaitu empat tahun kedepan kita memiliki Sapi Wagyu dengan kualitas daging premium dan nantinya kita serahkan kepada seluruh peternak Sapi di NTT sehingga dapat mengembangbiakannya dan akhirnya berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan daging kualitas Premium di Jakarta, Surabaya, Bali dan daerah lainnya.

4. Program TJPS, optimalisasi lahan untuk menanam jagung, karena NTT setiap tahun membelanjakan pakan ternak diluar NTT, nilainya sebesar 1.8 T, tentunya jagung sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak Ayam dan Babi, perlu kita siapkan industri pakan ternak di NTT juga, sehingga adanya penciptaan lahan pekerjaan bagi anak NTT dan 1.8 T tersebut tetap berputar di NTT.

5. Indonesia saat ini, masih mengimpor 2,7 juta metrik ton garam industri. Sementara kita punya kapasitas komoditi strategis ini (garam) yang mampu penuhi kebutuhan industri dalam negeri. Untuk itu kami selalu ajak pemerintah Pusat untuk menghentikan impor garam dan kita bangun industri garam dalam negeri dan untuk NTT sendiri, siap berkontribusi untuk mengurangi kuota impor garam industri, ungkap Gubernur Viktor Laiskodat.

Lebih lanjut Gubernur Viktor menyampaikan apresiasi kepada lembaga Tim adhoc Peternakan NTT yang telah memediasi antara Petani Ternak sapi di Kabupaten Malaka dengan BNI 46 Cabang Atambua untuk mendapatkan akses KUR.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Tim Ad Hoc Peternakan Provinsi NTT yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi NTT pada sektor peternakan dan memfasilitasi 14 kelompok Peternak mengakses dana KUR dari BNI 46 Cabang Kupang dan Atambua. Jika model ini berjalan dengan bagus, kita akan mengajak lembaga perbankan lainya untuk terlibat sehingga Malaka dapat menjadi Sentra Peternakan di NTT,” pungkas Gubernur VBL.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Ad Hock Peternakan Provinsi NTT, Alfridus Bria Seran menyampaikan bahwa kehadiran kami sebagai penghubung antara petani dengan Lembaga Perbankan dan Pemerintah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat melalui Usaha Peternakan Sapi di NTT.

“Kehadiran Tim kami sebagai lembaga independen yang terdiri dari unsur pengusaha, politisi, akademisi dan praktisi. Saat ini kami memfasilitasi para peternak Sapi di Kabupaten Malaka untuk mengakses Dana KUR-PEM. terdapat 14 Kelompok yang beranggotakan 1.106 telah dinyatakan layak untuk mengakses dana tersebut, dengan setiap anggota Dana KUR dari Bank BNI 46 sebesar Rp.15.000.000 untuk pembelian dua ekor sapi seharga Rp.14.000.000 dan Rp. 1.000.000 dimanfaatkan untuk biaya premi asuransi ternak dan obat-obatan,” ujar Alfridus.

Selanjutnya Gubernur NTT bersama rombongan melanjutkan perjalan menuju Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka untuk meninjau Ruas Jalan Provinsi.(*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata