Arsip Tag: Kabupaten Kupang

Gubernur NTT Lakukan Kunker Ke Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kupang pada Selasa sampai dengan Rabu (21-22Juni 2022).

Gubernur memulai kunjungan kerjanya dengan melakukan peninjauan lahan untuk penangkaran bibit jagung Hibrida di Kelurahan Oenesu Kecamatan Kupang Barat. Setelah hampir 20 menit melihat perkembangan lahan seluas 7 hektar tersebut, Gubernur VBL bersama rombongan bergerak menuju ke Oebatu Desa Sumlili untuk melakukan penandatangan prasasti peresmian Rumah Ibadah Gereja Adven Hari Ketujuh di Desa Oebatu. Selanjutnya, Gubernur VBL menuju ke Batulesa Desa Sumlili untuk mengikuti Kebaktian Syukur Panen Jemaat dan Penen Perdana Bawang Merah di Kebun Gereja Jemaat GMIT Aku Ada Batulesa yang dilaksanakan di Kebun Paku Batulesa, Senin (21/06/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh jemaat GMIT Aku Ada Batu Lesa yang mampu membangun nilai dan semangat kebersamaan dengan memanfaatkan kebun gereja untuk menggalang dana bagi pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat.

Gubernur dalam sambutannya mengajak Gereja untuk menjadi pionir kecerdasan, kepedulian dan keberanian bagi jemaat.

“Nilai-nilai ini harus ada dan dibangun dalam gereja. Sehingga jemaat yang datang (beribadah,red) di Gereja mampu untuk belajar tentang karakter Yesus yakni jujur, rela berkorban, berani dan cerdas. Input-input seperti ini tentunya akan menjadi kekuatan besar dalam membangun sesama manusia,” jelas Gubernur VBL.

Menurut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu, sebagai orang-orang yang tertebus oleh Yesus Kristus, manusia Kristen seharusnya tidak boleh terbebani lagi dengan dosa. Yang harus menjadi fokus orang Kristen  sebenarnya adalah menjadi bagian dari kolaborasi dengan Tuhan. Menjadi bagian dalam pembangunan kerajaan Allah dalam semangat kebersamaan.

“Kita cenderung individualistis. Itulah letak kelemahan kita. Tidak ada lagi kebersamaan dan kolektivitas.Cara berpikir seperti ini harus dirubah agar kita bisa  maju. Kekompakan dan militansi harus kita dorong untuk mengoptimalkan potensi-potensi kita  dan mengatasi kemiskinan,” jelas Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur Viktor mengingatkan jemaat gereja sangat banyak. Ini merupakan kekuatan besar gereja dengan membangun kemitraan internal untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi gereja.

“Kita sedang lupa bahwa kita merupakan kekuatan besar. Contohnya GMIT punya banyak anggota. Dari seluruh anggota GMIT ini,ekonomi paling besar bertumpu di Kota Kupang. Maka  Kota Kupang harus menjadi gerakan terutama dalam mengentaskan kemiskinan dalam GMIT. Karenanya, setiap panen bawang, panen cabe, panen sayur dan panen apapun dari gereja GMIT,  seluruh di Kota Kupang harus dicek. Sekarang media sosial ini sudah begitu hebat. Kalau panen bawang di Batulesa 50 ton, maka dihitung kebutuhan anggota  GMIT Kota Kupang  berapa ton dalam sebulan dan setahun.  Marketnya tidak usah pusing lagi, sudah jelas. Kemitraan internal ini harus ada,” kata Gubernur VBL.

“Bagaimana merumuskan networking (jejaring) internal dengan smartphone. Misalnya jemaat Oetete, berapa kebutuhan bawangnya, tidak perlu beli di mana-mana,jemaat di Batulesa dan lainnya dapat mensuplai kebutuhan mereka,”lanjut Gubernur VBL.

Putera Semau tersebut mengingatkan pentingnya semangat kolaborasi dalam mengatasi berbagai persoalan di NTT termasuk masalah stunting. Kalau pemerintah dan gereja memiliki gerakan sama dan searah  maka permasalahan itu diatasi.

“Tidak ada lagi pemisahan antara (peran, red) gereja dan pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan kemiskinan dan stunting. Diskusi kita adalah bagaimana membangun kolaborasi kita dalam membangun manusia. Membangun mereka yang lapar, haus, telanjang, terpenjara dan orang asing. Fokus orang Kristen harus menuju ke sini. Sama dengan fokus pemerintah untuk membangun pertanian, peternakan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur
,”jelas Gubernur VBL.

Sementara itu Ketua Majelis Jemaat GMIT Aku Ada Batulesa, Pendeta Vonika Dolwale Adoe menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur NTT yang berkenan hadir dalam acara Jemaat Aku Ada Batulesa.

“Kehadiran Gubernur merupakan suatu sukacita besar bagi kami. Walaupun jalan kami rusak dan terbatas, tapi kami tetap mengutamakan pendidikan anak-anak kami. Anak-anak bangsa ini mulai dari tingkat PAUD sampai SMP sangat membutuhkan sarana dan prasarana terutama akses jalan dan jembatan agar dapat menikmati pendidikan yang layat,”jelas Pendeta Vonika.

Dikatakan Pendeta Vonika, luas lahan jemaat adalah sekitar 100 hektar. Namun yang baru diolah dan ditanami tanaman jagung, padi dan  holtikultura adalah 50 ha.

“Kami berupaya untuk memanfaatkan lahan yang ada dalam rangka mendukung pembangunan gedung gereja. Masih ada 50 ha yang belum dikelola karena keterbatasan dana dan alat-alat produksi pertanian. Kami sangat membutuhkan dukungan pemerintah untuk mengoptimalkan lahan ini,”jelas Pendeta Vonika.

Acara kebaktian panen jemaat dan panen bawang merah dirangkaiakan dengan Launching Progam Bank NTT Peduli Stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada 6.000 Baduta kurang gizi di seluruh NTT yang dihadiri oleh seluruh Bupati/Walikota se-NTT secara virtual.

Selanjutnya Gubernur dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju SMK Negeri 1 Amarasi Barat di Puru, Desa Nakbaun untuk berdialog dengan masyarakat  Amarasi Barat dan bermalam di SMKN tersebut.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi, Direktur Bank NTG, Ketua Pokja Stunting NTT, Wakil Ketua Sinode GMIT, Ketua Majelis GMIT Klasis Kupang Barat, para pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, para jemaat, masyarakat dan undangan lainnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Menerima Kunjungan Badan Pengurus IKARASI

NTT AKTUAL. KUPANG. “Saudara Saya Adalah Mereka Yang Militan, Berani, Peduli, Cerdas dan Mampu Berpikir Maju”.

Hal ini dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima kunjungan dari Badan Pengurus Ikatan Keluarga Amarasi (IKARASI) di Ruang Kerjanya, Kamis (12/05/2022).

“Sebagai Gubernur saya tidak mau organisasi ini dibentuk hanya untuk duduk – duduk, bercerita, hadir di kedukaan. Tetapi organisasi ini harus menjadi kekuatan dan garda terdepan dalam membangun Amarasi,” ujar Gubernur.
Oleh karena itu, menurut orang nomor satu di NTT ini, bahwa sikap militan, berani, punya kepedulian, cerdas dan mampu berpikir maju adalah kunci utama untuk memajukan wilayah Amarasi.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat foto bersama dengan Badan Pengurus Ikatan Keluarga Amarasi (IKARASI) di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (12/05/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Orang dengan karakter seperti ini saya anggap sebagai saudara, dan sangat cocok untuk kerja dengan saya,” seru Gubernur.

Masih menurut Gubernur, dirinya sangat berharap agar organisasi ini harus mampu melanjutkan karya besar yang telah dicetuskan dan dikerjakan oleh bapak Veky Koroh yang mana pada masanya wilayah Amarasi menjadi salah satu pusat lumbung pangan dan ternak di NTT. Oleh karena itu, sudah menjadi sebuah keharusan bahwa setiap anggota wajib mengetahui apa saja potensi – potensi yang ada di Amarasi, sehingga ketika turun ke lapangan, semua sudah paham apa yang semestinya dikerjakan.

“Kita harus tau jumlah lahan kosong ada berapa banyak, lahannya ada dimana saja, siapa yang mau terlibat didalamnya, kolaborasi dengan pemerintah seperti apa, dan target yang ingin dicapai seperti apa, berapa banyak orang yang akan tertolong dengan kerja seperti ini; itu baru namanya kerja dengan visi yang jelas,” sambung Gubernur.

Pada kesempatan ini pula, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem ini memperkenalkan gaya kerja baru kepada seluruh anggota IKARASI.
Menurutnya kerja sekarang itu bukan duduk berdiskusi di ruangan atau dikantor, tetapi aksi nyata dan kerja kolaborasi di lapangan adalah kerja sesungguhnya.

“Gedung Kantor itu hanyalah tempat untuk memback-up secara administrasi terhadap tindakan di lapangan. Dalam Setiap kunjungan kerja saya ke kabupaten, jarang saya untuk menginap di hotel. Saya lebih suka berada di lapangan dan memilih untuk tidur di rumah penduduk. Nah kalau gubernur sudah seperti ini, masa Bupati, Kepala Dinas, Camat, Kepala Desa dan juga orang – orang yang tergabung dalam anggota organisasi kemasyarakatan hanya duduk dan berdiam diri di dalam ruangan?” tegas VBL.

Selain aksi nyata di lapangan, gubernur minta agar IKARASI juga terlibat dalam membangun kecerdasan manusia Amarasi, dengan cara menyekolahkan orang. Karena dengan sekolah seseorang bisa menjadi cerdas, dan kecerdasan yang dia peroleh dpat dipakai untuk membangun kembali daerahnya. Dan ilmu yang dipelajarinya harus sesuai dengan potensi yang ada di Amarasi, agar ketika selesai dia bisa kembali untuk membangun wilayahnya.

“Secara pribadi saya siap menanggung beberapa orang, bapak ibu juga mau tanggung berapa orang. Kasi mereka sekolah tentang mesin, agar mereka mampu membuat mesin pakan misalnya, atau sekolah khusus tentang budidaya lobster, karena perairan di Amarasi juga merupakan tempat lobster yang baik. Jadi biaya yang kita keluarkan akan dibayar dengan ilmu yang dipakai untuk bangun Amarasi,” lanjut Gubernur.

Sementara itu, Albert Neno selaku Ketua IKARASI mangatakan bahwa latar belakang dibentuknya organisasi ini untuk tetap menjaga budaya yang telah diwariskan, karena menurutnya saat ini telah terjadi pegeseran nilai budaya yang sudah ada.
Dan menurutnya IKARASI juga siap untuk menjalankan seluruh instruksi bapak Gubernur demi kesejahteraan rakyat Amarasi. Seluruh potensi yang ada di Amarasi akan diolah, dikerjakan dan dikembangkan dengan sistem kerja kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Resmikan Dapur Resto SMK Kristen ELPIDA

NTT AKTUAL. OELAMASI. “Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan selamat ulang tahun, Dirgahayu yang ke-10 bagi Yayasan ELPIDA. Pemerintah berterima kasih karena lewat yayasan ini banyak warga masyarakat khususnya anak-anak kita bisa dilatih di sini sehingga mereka mampu menjadi manusia yang mandiri. Dan itu merupakan mimpi dari sebuah negara, mimpi dari sebuah provinsi dan mimpi dari kita semua melihat anak-anak kita bisa menjadi manusia yang mandiri”.

Demikian yang disampaikan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat saat mengawali sambutannya pada kesempatan Temu Orang Tua Siswa sekaligus Meresmikan Dapur Resto SMK Kristen ELPIDA di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, setelah sebelumnya melakukan kegiatan TJPS (Tanam Jagung) di Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Rabu (11/05/2022).

Lebih lanjut Gubernur VBL kembali mengingatkan bahwa sampai saat ini masih ada masyarakat yang menganggap bahwa program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) adalah suatu hal yang belum biasa dan oleh sebab itu, program TJPS ini sengaja dibuat untuk mengganggu cara berpikir dari masyarakat sekaligus merubah Mindset masyarakat. Karena itu, program ini disiapkan agar kedepannya selain jagung yang ditanam itu tidak untuk makan saja tetapi bisa juga digunakan sebagai pakan ternak.

“yang menjadi masalah saat ini adalah bagaimana menyiapkan Sumber Daya Manusia yang mumpuni untuk mengelola ini semua. Semua potensi sudah ada di Nusa Tenggara Timur, hanya sekarang bagaimana membina anak-anak kita untuk mengelola semua potensi itu dengan baik. Yayasan ELPIDA mungkin saat ini baru memulai sebuah langkah untuk membuat perubahan-perubahan kecil, tetapi harus diingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dengan sebuah langkah kecil” timpal gubernur.

Gubernur juga mengapresiasi kehadiran Yayasan ELPIDA di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan harapan kedepan Yayasan ELPIDA dapat menghasilkan tenaga-tenaga kerja muda yang inovatif, penuh dengan semangat dan penuh motivasi serta Mindset yang baik untuk membangun negeri ini, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena pekerjaan yang paling berat saat ini adalah bagaimana menciptakan manusia yang baik.

Diakhir dari sambutannya, Gubernur Viktor juga terus mengingatkan kepada seluruh masyarakat akan Kampanye Makan Ikan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan ELPIDA, Pdt. Edward Dethan, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas dukungannya kepada Yayasan ELPIDA.

“apa yang sudah diprogramkan dan yang telah dilaksanakan oleh bapak gubernur itu juga merupakan harapan dari Yayasan ELPIDA dalam mendidik anak-anak dengan harapan yang besar, karena tanpa harapan maka akan sia-sia. Mereka bisa pintar tetapi kalau tidak mau untuk bersyukur dan bekerja keras maka akan sia-sia. Dari kesengsaraan akan menimbulkan ketekunan, dari ketekunan akan menimbulkan tahan uji, dan dari tahan uji akan menimbulkan pengharapan”.

Lebih lanjut, Pdt. Edward mengungkapkan tujuan membangun Yayasan ELPIDA ini adalah untuk menunjukkan harapan dalam Tuhan untuk mendidik anak-anak dengan harapan yang besar untuk bisa berhasil dikemudian hari. Dengan harapan itu juga diharapkan dunia pendidikan tidak berhenti untuk terus belajar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ben Polo Maing, Wakil Bupati Kabupaten Kupang, Jerry Manafe, Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi, Prof. Kameo, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur, Lucky Koli, Kepala Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ruth Laiskodat, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Henderina Laiskodat, dan Direktur Perkreditan Bank NTT. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

GMIT Samaria Patut Menjadi Contoh Pengembangan SDM NTT

NTT AKTUAL. OELAMASI. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. DR. Mery L. Y. Kolimon meresmikan dan menahbiskan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Samaria Noelbaki Klasis Kupang Tengah pada Minggu (8/05/2022).

Acara tersebut berlangsung khidmah dan memberi makna kerukunan yang luar biasa, karena ikut terlibat didalam kepanitiaan peresmian sejumlah orang muda lintas agama, yaitu Perwakilan Umat Muslim dan Umat Katholik.

Gubernur VBL sangat mengapresiasi kerjasama lintas agama yang terjalin akrab penuh persaudaraan dan tentunya menjadi tolak ukur pengembangan kerukunan di NTT, agar NTT semakin lestari dan kokoh sebagai Nusa Terindah Toleransinya.

“Ini menjadi contoh yang baik bagi seluruh jemaat GMIT, sebagai teladan dengan ikut berpartisipasi saudara-saudara kita, umat muslim dan umat katholik. Kerukunan itu harus dimulai dari hal-hal sederhana seperti ini. Sinergitas harmonis seperti ini yang kita perlu, dan menjadi salah satu modal utama dalam membangun NTT, agar NTT bisa cepat keluar dari berbagai belenggu kemiskinan. NTT ini bisa bergerak maju, manakala kita dapat bekerja bersama-sama tanpa melihat berbagai perbedaan yang ada. Karena sesungguhnya perbedaan adalah sebuah kekayaan yang bisa mendorong kita dapat cepat maju”, ungkap orang nomor satu di NTT ini.

Gubernur VBL yang hadir bersama Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dan Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT Semuel Halundaka, menyampaikan terima kasih dan kekagumannya, terhadap perkembangan Jemaat GMIT Samaria Noelbaki.

“Kita apresiasi karena jemaat ini memberikan perhatian pada bidang pendidikan dengan ditandai dengan adanya Rumah Belajar GMIT Samaria Noelbaki, sebagai tempat pengembangan SDM jemaat, dimulai dari anak-anak, yaitu pengembangan keterampilan berbicara di depan umum (Public Speaking), Bahasa Inggris dan Membaca Tulis dan Berhitung (Calistung),” katanya.

“Saya beri apresiasi khusus, karena jemaat ini tidak saja giat membangun fisik gedungnya, tetapi jemaat ini juga sudah memberi porsi utama dan telah berjalan dengan sangat baik, yaitu soal pendidikan. Terima kasih Ibu Pendeta Elsa, telah memulai dan melakukan sesuatu yang sangat berarti dengan terobosan seperti ini dan semoga juga diikuti oleh pendeta-pendeta di seluruh GMIT. Kami sebagai pemerintah sangat berterima kasih kepada para pendeta GMIT selain tugasnya adalah melayani dan memberitakan Firman Tuhan, juga sebagai pengajar bagi generasi di gereja maka ini menjadi hal yang sangat baik untuk pengembangan SDM Jemaat. Karena sebenarnya jika seorang pendeta yang langsung mengajar, ia bisa tampil langsung menjadi Guru PAR atau Guru Sekolah Minggu, maka saya pastikan generasi cerdas dan berkarakter Kristus dapat dihasilkan dengan sangat baik pula” tegas Gubernur VBL.

Terkait dengan hal itu, Gubernur menambahkan Jemaat GMIT Samaria telah memberi input yang sangat baik bagi pemerintah untuk pengembangan SDM NTT yang berkualitas, juga menjadi input model pembelajaran bagi perkembangan SDM jemaat, sekaligus mendukung pertumbuhan iman kepada Tuhan.

“Soal Pendidikan adalah soal membangun generasi yang paham, cerdas dan peduli serta berani. Rumah ibadah ini haruslah menjadi pusat pendidikan yang hebat. Kita bisa menata masa depan yang baik, kalau pendidikannya baik. Cara-cara tersebut yang ingin kita bangun untuk menciptakan generasi masa depan yang kritis dan generasi yang paham benar yang mampu menganalisa setiap masalah dan generasi yang tidak termakan isu, Karena itulah, saya sangat berharap peran besar dari gereja bermitra dengan pemerintah untuk menciptakan generasi yang disiplin,” tambahnya.

Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Mery Kolimon dalam Suara Gembalanya menyampaikan terima kasihnya kepada Panitia yang sudah bisa membangun sebuah gedung gereja yang representatif, dimana hal tersebut juga menjadi bagian penting partisipasi nyata dalam membangun NTT, khususnya membangun Kabupaten Kupang. Pendeta Merry juga menyampaikan bahwa saat hadir dan mengikuti semua rangkaian acara setiap orang tentu mendapat energi positif sosial baru, dimana terlihat dari keterlibatan aktif setiap komponen masyarakat, partisipasi lintas agama yang bersedia bahu membahu berbagi sukacita dalam tanggung jawab menyukseskan acara peresmian dan penahbisan gedung kebaktian GMIT Samaria Noelbaki yang baru.

“Saya ingatkan kepada seluruh Jemaat dan Panitia yang sudah punya semangat untuk membangun gedung ini, setelah bangun jangan lupa untuk merawat dan menjaga gedung kebaktian ini dengan baik sehingga dapat juga dinikmati oleh beberapa generasi mendatang. Gedung gereja jangan hanya digunakan pada hari Minggu saja, tetapi gereja harus menjadi tempat yang terbuka bagi setiap orang untuk belajar banyak hal dalam rangka mempermuliakan Tuhan. Gereja harus menjadi tempat belajar dan pengembangan ekonomi dan pengembangan budi pekerti. Saya juga mengapresiasi bahwa ketika gedung ini dipersiapkan untuk diresmikan dan ditahbiskan, jemaat ini juga sedang mendorong upaya literasi bagi anak-anak kita,” jelasnya.

Walikota Jayapura DR. Drs. Benhur Tomi Manno, MM, saat memberi sambutan, menyampaikan terima kasih kepada Ibu Pendeta dan seluruh jemaat GMIT Samaria atas penerimaan sukacita bagi rombongan dari Papua. “Terima kasih kami telah diterima dalam semangat persaudaraan, dan lebih dari itu, saya atas nama para donatur menyampaikan terima kasih dan syukur kepada Tuhan karena di jemaat ini, kami diperkenankan dan diberi kesempatan Tuhan untuk memberi diri ikut mempersembahkan yang terbaik bagi pembangunan rumah ibadah GMIT Samaria Noelbaki”, ungkap Walikota Jayapura dua periode ini.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Samaria Noelbaki, Penatua Petrus Ludji Dima, mengatakan bahwa setelah melalui pergumulan panjang 6 tahun tahun 7 bulan, akhirnya gedung baru Jemaat GMKIT Samaria dapat terselesikan dengan baik.

“Kami bersyukur kepada Tuhan, karena proses panjang telah dilalui dalam tuntunan Tuhan, terima kasih kepada pemerintah, terima kasih kepada kepada para donator, karena telah memberi yang terbaik untuk mendukung proses pembangunan gereja kami. Setelah 9 tahun lebih kami beribadah di gedung gereja yang lama, hari ini kami diperkenankan Tuhan untuk berbakti di dalam gedung gereja yang baru, sungguh luar biasa kasih setia Tuhan menolong kami panitia dan jemaat GMIT Samaria Noelbaki”, urai Petrus Ludji, yang juga adalah seorang presbiter senior di Jemaat GMIT Samaria Noelbaki.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi NTT Maria Nuban Saku, Christine Samiaty Patty. Juga Sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, diantaranya Kadis Peternakan Provinsi NTT Johana E. Lisapally, Kadis Perhubungan Provinsi NTT Isyak Nuka, Kepala BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo, Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi George Hadjoh, dan Karo Pemerintahan Setda Provinsi NTT Doris Rihi. (*)

Penulis : France Tiran
Foto : Beni Triyono

Sumber berita : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur NTT Hadiri Kebaktian Peletakan Batu Pertama Gedung Kebaktian Jemaat Mizpa Tetebudale

NTT AKTUAL. OELAMASI. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ikut menghadiri Kebaktian Peletakan Batu Pertama Gedung Kebaktian Jemaat Mizpa Tetebudale di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang pada Minggu (24/4/2022).

Dalam sambutannya Gubernur meminta setiap jemaat gereja memulai melakukan pengembangan sektor pembangunan untuk turut membantu masyarakat dan ekonomi daerah.

“Kiranya dengan semangat kita bersama dengan jemaat disini selain membangun gedung kebaktian yang ditandai dengan peletakan batu pertama ini, juga harus dengan semangan membangun berbagai bidang atau sektor pembangunan untuk membantu masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Gubernur.

“Dengan keyakinan dan ketaqwan iman kita juga tentunya harus bisa dibuktikan secara konkrit peranan aktif jemaat untuk turut membangun pertanian, peternakan, serta perikanan dengan kolaborasi bersama dengan Pemerintah. Dengan demikian terwujudlah tujuan kita sebagai orang beriman yang telah membantu banyak orang di daerah ini terkhususnya di Kabupaten Kupang,” kata beliau.

Menurutnya dengan jemaat bergereja sebagai input juga harus dengan melayani masyarakat untuk dapat menghasilkan output yang bermanfaat dari sektor-sektor yang membangun daerah.

Gubernur VBL juga mengajak jemaat untuk mulai melihat potensi yang tepat dilapangan untuk bekerja kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Kupang diantaranya melalui Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Gubernur juga mengajak untuk mulai serius gencar Pemerintah bersama Gereja bangun 3 sektor pertanian, peternakan dan perikanan untuk turut mendukung pembangunan pangan secara berkelanjutan seperti yang diminta Bapak Presiden RI Joko Widodo yang akan memiliki manfaat berkelanjutan untuk ekonomi negara.

“Kita kerja bersama dan saya yakin kita bisa bangun daerah ini. Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan dan keunggulan kita masing-masing. Maka dari situ kita bisa dengan semangat solidaritas dengan kemampuan dan keunggulan yang dimiliki. Harus optimis dan harus bisa serta tidak lengah terhadap berbagai rintangan,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Sinode GMIT Pdt. Merry Kolimon meminta agar dengan peletakan batu pertama tersebut maka akan diikuti juga dengan persembahan iman Jemaat Tetebudale yang akan melayani banyak orang.
“Selain saya minta dengan semangat kekeluargaan untuk saling melayani dalam iman serta kebersamaan, saya juga mengingatkan agar dalam pembangunan nanti jangan lupa juga untuk dibangun bidang miring pada pintu masuk gereja untuk membantu saudara kita yang disabilitas untuk turut ambil bagian dalam kebaktian,” jelasnya.

Sementara itu, dalam laporan panitia dijelaskan, rencana pembangunan gedung kebaktian tersebut dengan luas bangunan seluas 1.100 meter persegi dengan kapasitas daya tampung 800 orang jemaat dan total perencanaan anggaran sebesar Rp 3.925.954.000. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Melaunching Program KSDAE Mengajar di SMA Negeri 3 Fatuleu Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. OELAMASI. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Wiratno, M.Sc pada Senin (21/3/2022) siang bertempat di SMA Negeri 3 Fatuleu Kabupaten Kupang secara resmi melakukan launching program KSDAE Mengajar.

Launching tersebut merupakan tanda awal perjalanan program KSDAE Mengajar di seluruh UPT Direktorat Jenderal KSDAE se-Indonesia.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua TP-PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi NTT Julie Sutrisno Laiskodat, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi NTT Ir. Arief Mahmud, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi, Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Prof. Daniel D. Kameo.

Gubernur Viktor dalam sambutannya mengatakan bergesernya peradaban dunia oleh evolusi manusia dari zaman purba yang perlahan menguasai alam, dan dengan jumlah yang kian banyak, berakibat pada dirambahnya tanah dan hutan. Hingga memasuki zaman yang modern, banyak manusia yang lupa akan posisinya di bumi dengan tidak lagi memperhatikan kelestarian ekosistem alam.

Ia juga menjelaskan pendidikan konservasi merupakan sebuah proses pembelajaran untuk membangun spirit kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dimana tujuan pendidikan konservasi adalah untuk mengubah perilaku dan sikap yang di lakukan oleh para siswa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan demi kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.

“Konservasi itu adalah mengembalikan sesuatu yang telah diciptakan oleh Pencipta agar terjaga seperti sediakala, sehingga dapat dinikmati oleh penerus kehidupan yakni generasi yang akan datang. Mereka yang melakukan konservasi adalah orang-orang terpilih. Oleh karena itu, selain oleh pak Dirjen, saya juga memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah SMAN 3 Fatuleu, para murid dan guru-gurunya, karena telah mengupayakan karya dan karsa yang bisa dinikmati oleh generasi penerus, bukan saja pada pendidikan formal, tapi bagaimana berekspresi dengan ilmunya saat hidup di masyarakat dan alam serta lingkungannya. Jadi cara _mindset_ yang benar adalah pendidikan untuk membuka lapangan pekerjaan, bukan pendidikan untuk mencari pekerjaan,” jelas Gubernur Viktor.

Ia pun berharap agar kedepannya nanti BBKSAD NTT bukan hanya bekerjasama dalam bidang Pendidikan saja, tetapi harus diupayakan juga dengan Peternakan, Perikanan, Perindustrian, Pariwisata, Pertanian, dan Transmigrasi, sehingga semua menjadi satu kesatuan ekosistem berpikir, ekosistem kerja, dan ekosistem alam.

“Itulah kolaborasi sebenarnya. Sehingga pemahaman tentang bagaimana sebuah daerah Konservasi, daerah Taman Nasional, daerah Taman Wisata tidak boleh ada kegiatan apapun selain dari menjaga hutan, bisa berubah menjadi pemahaman manusia modern, dimana menjaga hutan adalah membangun hutan itu tetap lestari, membangun lingkungan daerah itu supaya tetap hidup baik berdampingan dengan hutan maka ekonominya harus bertumbuh, membangun hutan maka kecerdasan lingkungan dari daerah di mana masyarakat itu berada makin baik, serta membangun hutan juga ikut membangun agar masyarakat bertanggung jawab akan hutan dan alam yang memberikan mereka kehidupan,” tambahnya.

Gubernur VBL pun menyinggung kekeliruan pemahaman pemikiran dimana hutan itu tidak boleh ada zona pemanfaatan, karena telah melakukan riset secara mendalam terhadap bagaimana kehidupan antara hutan, manusia, dan berbagai sektor, agar menjadi suatu kehidupan yang stabil.

Tidak lupa, Gubernur Viktor juga mengucapkan terima kasih kepada Dirjen KSDAE Kementerian LHK yang telah memilih Provinsi NTT sebagai tempat launching program masa depan Bangsa Indonesia. Menurutnya semua yang telah dilakukan oleh Dirjen KSDAE merupakan suatu langkah maju dalam membangun peradaban konservasi ke arah yang lebih baik lagi. Ia ingin semua tidak boleh terjebak oleh formalitas seremonial semata, namun semua program harus terus berjalan melalui pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Ia pun mendukung adanya _statemen_ Dirjen bahwa pentingnya konsistensi semua pihak untuk terus menerus menjalankan program luar biasa ini.

“Saya harapkan kedepannya pemimpin daerah yang cinta rakyatnya, bukan hanya kerja di kantor saja, contohlah pak Dirjen, beliau ada dimana-mana, bukan karena tidak ada pekerjaan, tetapi memang sebagai pemimpin kita harus pergi ke daerah-daerah terpencil, di desa, untuk melihat masalah dan menyelesaikannya, karena pemimpin punya otoritas dan sumber daya dalam dirinya yang dapat dipakai untuk membangun manusia di desa. Bupati dan Wakil Bupati wajib tidur di desa, agar paham akar permasalahan masyarakat desa dan paham juga bagaimana mencari solusi masalahnya. Semoga kegiatan hari ini memberikan manfaat dan martabat buat kita, dan kita tetap berkobar-kobar dalam semangat rimbawan, _SALAM KONSERVASI !!_,” pungkas Gubernur Viktor.

Pada kesempatan yang sama dalam kegiatan launching tersebut, Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian, keberpihakan, serta rasa cinta kepada alam. Ia mengharapkan program KSDAE Mengajar ini dapat menjadi program nasional dan dapat terus diterapkan oleh seluruh UPT KSDAE se-Indonesia, dengan sasaran adalah sekolah-sekolah yang berada di sekitar kawasan konservasi yang ditetapkan sebagai sasaran pembelajaran secara rutin, khususnya pada tingkat SD, SLTP, SLTA maupun perguruan tinggi sesuai kemampuan UPT KSDAE masing-masing.

Selain melaunching program KSDAE Mengajar, Gubernur NTT bersama dengan Dirjen KSDAE didampingi Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe juga turut secara simbolis menanam dua anakan pohon di lokasi Arboretum SMA Negeri 3 Fatuleu. Dua anakan pohon yang ditanam tersebut yakni anakan pohon kelengkeng atau dalam istilah botani disebut Dimocarpus Longan.

Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan Gubernur NTT bersama Dirjen KSDAE serta Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe pun turut menyempatkan diri mengunjungi ruang kelas XI Mipa untuk melihat langsung proses pembelajaran oleh rimbawan tentang konservasi sumber daya alam kepada para siswa SMA Negeri 3 Fatuleu. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Tahun 2022, BPBD NTT Targetkan Pembentukan 10 desa/kelurahan Tangguh Bencana di Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. OELAMASI. Pada tahun 2022, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembentukan 10 desa/kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Kupang.

“Tahun 2022 ini kita dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur menargetkan pembentukan 10 desa/kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Kupang,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Povinsi NTT, Ambrosius Kodo kepada Media ini melalui pesan Whatsapp pada Kamis (3/03/2022).

Ambros mengatakan, pembentukan 10 desa/kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Kupang pada tahap atau triwulan pertama hanya lima desa/kelurahan. Dan kelima desa/kelurahan itu antara lain; Desa Merbaun (Kecamatan Amarasi Barat), Desa Tarus (Kecamatan Kupang Tengah), Keluraha Buraen (Kecamatan Amarasi Selatan), Desa Tablolong (Kecamatan Kupang Barat) dan Desa Nekbaun (Kecamatan Amarasi Barat).

Sedangkan lima desa/kelurahan lainnya masih dalam proses pembentukan di tahap atau triwulan kedua.

Dikatakan, desa tangguh bencana jangan hanya papan nama saja tetapi selalu siap siaga menghadapi, dan mampu segera bangkit serta pulih dari dampak bencana secara mandiri.

“Desa tangguh bencana jangan hanya papan namanya saja. Tapi harus siap siaga dan mampu bangkit dari bencana itu,”ungkapnya.

Dijelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan aparat bersama masyarakat setempat untuk melakukan sosialisasi terkait desa/kelurahan tangguh bencana.

“Hari ini BPBD Provinsi NTT bersama Pemerintah Desa Tablolong dan segenap tokoh desa bersepakat membentuk Desa Tablolong menjadi desa tangguh bencana,”ucapnya.

Lebih lanjut kata dia, Desa Tablolong masuk dalam kategori area rawan tsunami sebagaimana kajian resiko bencana. Selain memiliki obyek wisata pantai yang ramai dikunjungi wisatawan lokal juga sangat rawan dengan angin kencang dan angin puting beliung sehingga itu mutlak menjadi desa tangguh bencana. (***)

Gubernur VBL Minta Gereja Aktif Dorong Masyarakat Optimalkan Lahan Kosong

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta gereja untuk terlibat aktif dalam upaya pemberdayaan jemaat atau masyarakat. Termasuk mendorong dan memotivasi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan kosong.

“Saya terus dorong gereja untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana memanfaatkan lahan-lahan yang kosong agar jemaat bisa diberdayakan secara lebih baik. Sehingga ekonomi umat semakin membaik dan bisa berkontribusi bagi pembangunan gereja,” jelas Gubernur VBL saat menerima audiensi Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik bersama beberapa utusan dari GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (9/02/2022) di Ruang Kerja Gubernur.

Menurut Gubernur VBL, Gereja tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan gedung gereja yang megah, sementara ekonomi jemaat masih terbelakang dan miskin. Pemerintah siap memfasilitasi pemanfaatan lahan kosong ini.

“Benihnya kita siapkan. Begitu juga dengan pupuknya. Pengusaha juga kita datangkan. Bayangkan saja misalnya satu hektar tanah ditanami jagung dan hasilkan misalnya enam ton. Kita ambil harga satu kilogram misalnya Rp. 3.000 saja maka akan hasilkan Rp 18 juta. Dipotong biaya operasional, petani bisa dapatkan untung bersih sekitar Rp. 14 juta dalam 100 hari. Tentu ini akan berdampak juga bagi pengembangan gereja kalau masyarakat sejahtera,” jelas Gubernur Viktor.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah) saat foto bersama dengan Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik dan beberapa utusan dari GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (9/02/2022) di Ruang Kerja Gubernur NTT. Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Lebih lanjut Gubernur Viktor mengungkapkan saat musim penghujan begini, air pasti melimpah. Tidak ada alasan untuk tidak mengolah lahan.

“Banyak tanah yang masih dibiarkan kosong saat musim begini. Harusnya orang bisa panen banyak. Saya minta semua harus terlibat. Gereja harus motivasi dan dorong masyarakat untuk optimalkan lahannya supaya hidup mereka terangkat. Silahkan berkoordinasi dengan dinas pertanian, peternakan dan perikanan agar semuanya bisa berjalan baik,” kata Gubernur VBL.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu mengungkapkan diperlukan kerja kolaboratif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Bank NTT kita libatkan, pengusaha kita datangkan, lembaga pendidikan kita libatkan, gereja serta lembaga keagamaan kita dorong untuk terlibat aktif. Kerja kolaborasi seperti ini merupakan kekuatan kita untuk memberdayakan masyarakat,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, Pendeta Ani Is Florida Nepa Fahik mengungkapkan GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale mengundang Gubernur untuk hadir pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja pada 24 April mendatang.

“Kami membangun gedung gereja baru karena gedung yang lama sudah sangat tua dan mulai rusak serta tidak dapat menampung jumlah jemaat yang semakin banyak, ” jelas Pendeta Ani.

Terkait dengan pemberdayaan ekonomi jemaat, pihak gereja dalam sidang gereja telah menegaskan hal ini.

“Kita sudah mulai menggerakan kelompok-kelompok tani karena hampir 99 persen jemaat gereja berprofesi sebagai petani. Rekomendasi hasil sidang gereja juga menegaskan pentingnya pemberdayaan umat.Kami juga akan melaksanakan arahan bapak Gubernur terutama dalam pemanfaatan lahan kosong,” pungkas Pendeta Ani.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Staf Khusus Gubernur, Imanuel Blegur, pejabat dari Biro Pemerintahan dan perwakilan dari Jemaat GMIT Jemaat MIZPA Tetebudale. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kunker Hari Pertama di Daratan Timor, Gubernur VBL Kunjungi Kabupaten Kupang dan TTS

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama rombongan mengawali Kunjungan Kerja (Kunker) di 5 Kabupaten se-daratan Timor di Bumdes Tafena To Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Jumat (21/01/2022).

Gubernur VBL dalam sambutan awalnya menghimbau agar masyarakat Kabupaten Kupang khususnya BumDes Tafena To agar berupaya meskipun dengan berbagai persoalan yang dirasakan petani desa Noelbaki.

“Saya sebagai gubernur NTT mengapresiasi segala upaya-upaya yang dilakukan Bumdes Tafena To meskipun banyak pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik” ujar VBL.

Gubernur menyadari masih banyak infrastruktur di Nusa Tenggara Timur yang rusak parah harus dibenahi agar suplai/pasokan bahan pokok dari dan ke daerah-daerah tidak menjadi mahal. “Banyak sekali daerah kita yang berpotensi dan memiliki hasil-hasil bumi tetapi dengan infrastruktur jalan yang buruk. Tapi jika kita kerja rajin saya kita pasti sejahtera”
Gubernur VBL mengagumi kerja Bumdes dengan berbagai inovasi dan pikiran-pikiran modern dalam meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan di desa Noelbaki. Dengan bekerja menggunakan teknologi. “saya kagum kerja Bumdes dengan menggunakan drone untuk pertanian. Ini inovasi yang hebat dan pikiran cerdas masa depan yang bisa kita bangun di nageri ini teristimewa di provinsi ini” tutup VBL.

Hadir mendampingi dalam peninjauan Bumdes Tefana To Noelbaki ini, Bupati Kupang beserta Forkopimda Kabupaten Kupang.

Perjalanan Kunjungan Kerja Gubernur NTT bersama Bupati Kupang beserta rombongan berlanjut ke SMK Negeri 1 Oelamasi Kabupaten Kupang. Dalam kunjungan ini terdapat rangkaian kegiatan yang meliputi Peresmian Gedung Sekolah, Penyerahan Kredit Mikro Merdeka kepada masyarakat pelaku UMKM, penyerahan simbolis tabungan Simple oleh Bank NTT kepada pelajar dan penyerahan bantuan stunting kepada masyarakat kabupaten kupang.

Dalam arahan Gubernur VBL, dalam pembangunan sebuah daerah kita harus kerja keras, fokus yang lebih, dan pemerintah juga turut serta dalam membangun rakyat. “Kita harus banting tulang, fokus yang luar biasa, dan pemerintah juga harus terjun bebas”. Gubernur VBL menambahkan SMK harus bisa menjadi sekolah yang mandiri dan siap kerja setelah menyelesaikan pendidikannya.

Perjalanan Kunker Gubenur NTT dan rombongan dilanjutkan ke Desa Benu, Kecamatan Takari, Kabupaten guna Pencanangan Penanaman Jagung Program TJPS periode Oktober -Maret Tahun 2021/2022 seluas 675 hektar.

Kunjungan Kerja Gubenur NTT beserta rombongan didampingi Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) dilanjutkan ke Desa Ajobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS dalam rangka penyerahan simbolis Kredit Mikro Merdeka oleh Bank NTT. Penyerahan kredit ini dalam upaya Pemerintah Provinsi NTT membangkitkan semangat dan harapan agar perekonomian masyarakat NTT menjadi lebih baik dan terbebas dari belenggu rentenir serta memudahkan para pelaku ekonomi dalam memperoleh permodalan dengan mudah, murah dan cepat. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Menteri Kelautan dan Perikanan Lakukan Kunjungan Kerja ke Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTT tepatnya di Tablolong Kupang pada Selasa (30/11/2021). Dalam kunjungan kerja beliau tersebut bersama jajaran Kementerian juga didampingi oleh Gubernur NTT dan Forkopimda NTT.

Agenda utama dalam rangkaian kerja tersebut antara lain, memantau proses pengolahan rumput laut di PT Rote Karaginan Nusantara untuk mengetahui kualitas produksi dan juga mengunjungi Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Tablolong.

Menteri Sakti saat mengunjungi pengolahan rumput laut oleh PT Rote Karaginan Nusantara mengatakan kualitas rumput laut yang diproduksi harus terus memiliki kualitas standar ekspor yang baik. “Rumput laut ini sangat diminati banyak negara, maka dari itu kualitasnya harus bisa memenuhi standar keinginan konsumen dunia. Apalagi kita punya laut yang luas harus simanfaatkan untuk jadi lahan rumput laut mulai dari bibit, budidaya dengan benar hingga diproduksi dan meningkatkan ekspor kita,” ujar beliau.

“Tentunya harus juga melalui tahapan pengujian hasil produksi. Saya juga ingatkan agar kita jaga kebersihan laut dan pantai. Itu sangat mempengaruhi kualitas rumput laut yang dihasilkan,” tambah beliau.

Dalam tinjauan ke Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Tablolong, Menteri KKP juga mengapresiasi hasil olahan perikanan kelautan menjadi UMKM oleh kelompok masyarakat dan juga Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Nusa Cendana serta Politeknik Negeri Kupang. Hasil olahan tersebut diantaranya adalah abon ikan tuna, stik ikan tuna, stik rumput laut, dodol rumput laut, garam masak beryodium, stik tulang ikan, aquarium hias dan lain-lain.

“Produk-produk olahan lokal seperti ini harus didukung semua pihak baik pemerintah bersama masyarakat. Agar bisa masuk ke pasaran, dengan demikian maka bisa meningkatkan ekonomi daerah melalui produk-produk tersebut. Harus kita pacu dan dorong terus masyarakat kita sebagai SDM yang handal memanfaatkan dan mengelola potensi laut,” jelas Menteri KKP.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga meminta agar mahasiswa yang punya keahlian untuk mengelola produk perikanan kelautan harus terus digeluti. “Mahasiswa yang punya skill untuk mengelola hasil perikanan dan laut baik juga budidaya atau mengolah untuk menghasilkan sesuatu yang punya nilai ekonomis maka harus terus digeluti. Itu kan passionnya dia dan skillnya ada disitu, jadi nanti kalau sudah lulus dia bisa memanfaatkan kemampuan untuk membangun dunia usahanya dan juga membuka lapangan kerja dari kemampuannya dalam mengelola potensi dibidang perikanan dan kelautan,” jelas Gubernur.

“Kita mau untuk semua yang kita lakukan ini juga harus dikerjakan oleh orang pintar, rajin dan peduli. Kita harus miliki SDM yang berkompeten agar bisa menghasilkan kinerja yang baik bagi banyak orang terkhususnya dalam bidang perikanan dan kelautan,” tambah Gubernur.

Dalam kegiatan tersebut juga Menteri KKP bersama Gubernur NTT meninjau dan memberi makan benih ikan kerapu cantang. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT