Arsip Tag: Kabupaten Belu

Badan Pengurus IKADANA FAPERTA Kabupaten Belu Dikukuhkan

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Faperta Undana) bersama Ketua Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana-Faperta) melantik/mengukuhkan Badan Pengurus Ikadana Faperta Kabupaten Belu pada Sabtu (26 /06/2021).

Dekan Fakultas Pertanian Undana, Damianus Adar dalam sambutannya mengatakan bahwa Alumni merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kampus terutama dalam mendukung akreditasi kampus sekaligus juga berkolaborasi dengan kampus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah baik Provinsi maupun kabupaten/kota.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa untuk lebih mewujud nyatakan kehadiran dan peran alumni Faperta Undana pada 22 Kabupaten/Kota se-NTT maka perlu dibentuk Badan Pengurus Ikadana Faperta.

“Hari ini kita lakukan pelantikan/pengukuhan di Belu dan ini merupakan Kabupaten yang ketiga setelah Kabupaten Ende dan Kabupaten Sumba Tengah yang sudah terbentuk,” tutur Damianus.

Dirinya mengharapkan kehadiran Alumni Fakultas Pertanian Undana melalui wadah Ikadana Faperta akan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu.

Pada kesempatan yang sama Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana Faperta Undana) Provinsi NTT, Nixon Balukh dalam sambutannya mengatakan bahwa Tahun ini kami diberi target oleh Fakultas untuk memediasi pembetukan Badan Pengurus Ikadana Faperta minimal di 6 Kabupaten.

Dekan Fakultas Pertanian Undana Damianus Adar dan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana Faperta Undana) Provinsi NTT, Nixon Balukh (tengah) saat foto bersama dengan Badan Pengurus Ikadana Faperta Undana Kabupaten Belu pada Sabtu (26/06/2021). Dokumentasi : Istimewa.

“Bagi kami target ini akan dapat kami capai bahkan bisa lebih. Setelah pelantikan/pengukuhan Badan Pengurus Ikadana Faperta Kabupaten Belu, akan dilanjutkan dengan pelantikan/pengukuhan di Kabupaten Sumba Timur tanggal 1 Juli 2021 dan di Kabupaten Sumba Barat tanggal 2 Juli 2021, juga sedang dipersiapkan di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Kabupaten Lembata, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTS dan Kabupaten TTU, sedangkan Kabupaten lain akan dikomunikasikan lebih lanjut proses pembentukannya,” kata Nixon.

Adapun Tagline dari Ikadana Faperta adalah Dari Alumni, Oleh Alumni dan Untuk Faperta, dengan jumlah alumni sekarang tercatat sebanyak 4.220 alumni yang berasal dari 3 program Studi yaitu Agroteknologi, Agribisnis dan Kehutanan, jelas Nixon.

Ketua Ikadana Faperta  Undana Kabupaten Belu, Arther Rinmalae mengatakan bahwa dengan terbentuknya Badan Pengurus  Ikadana Faperta Kabupaten Belu maka akan menjadi wadah bagi seluruh Alumni Fakultas Pertanian Undana yang berada di Kabupaten Belu untuk dapat membangun database alumni, pemberdayaan alumni, mendorong kemandirian alumni, mendukung peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus juga mendukung pembangunan di Kabupaten Belu.

“Kami berterima kasih kepada Dekan Fakultas Pertanian Undana dan Ketua Ikadana Faperta Provinsi NTT yang telah berkoordinasi dengan alumni yang berada di Kabupaten Belu memfasilitasi pembentukan Ikadana Faperta Kabupaten Belu,” ujarnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Lantik Bupati Belu, Malaka dan Sumba Barat

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Belu, Malaka dan Sumba Barat atas nama Presiden Republik Indonesia, yang bertempat di Aula El Tari, Senin (26/04/2021).

Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-1048 tanggal 20 April 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-267 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ketiga pasangan yang dilantik adalah dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haliseren, MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malaka dan Yohanis Dade, SH dan John Lado Bora Kabba sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat.

Acara yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat ini dihadiri pimpinan DPRD NTT, Forkopimda NTT, para Bupati se-NTT, Sekda NTT, pimpinan DPRD 3 Kabupaten beserta perwakilan sebanyak 10 orang untuk masing-masing kabupaten, Ketua PKK/Dekranasda NTT, para Penjabat Bupati dari 3 kabupaten, rohaniwan pendamping dan perwakilan insan pers. Undangan lainnya mengikuti dari luar ruangan.

Gubernur Viktor saat penyerahan kutipan SK Mendagri di ruang kerja Gubernur meminta kepada tiga (3) pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik agar bekerja extraordinary.

“Setelah dilantik, saya minta Bapak Bupati dan Wakil Bupati harus segera bekerja. Bekerja secara extraordinary dalam penyusunan program dan kegiatan untuk kepentingan masyarakat apalagi hanya punya waktu 3 tahun, “kata Gubernur Viktor.

Menurut Gubernur VBL, dengan situasi NTT yang masih terbelakang ditambah pandemi covid-19 yang belum reda serta bencana akibat Badai siklon tropis seroja, pekerjaan ke depan tidaklah mudah.

“Sambil melakukan upaya pemulihan pascabencana, kita juga harus tetap fokus dalam penanganan covid-19, tidak boleh lengah. Optimalkan setiap lahan yang ada untuk pertanian, tidak boleh ada lahan yang dibiarkan begitu saja tanpa dikelola,” jelas Gubernur Viktor Laiskodat.

Lebih lanjut, Gubernur Viktor Laskodat mengungkapkan, Pemerintah Provinsi akan selalu mendukung dan mendorong kerja-kerja luar biasa dari para Bupati untuk kemajuan masyarakat.

“Tentunya dalam kerja extraordinary, Gubernur akan selalu memberikan bimbingan, arahan dan dorongan untuk kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkas Gubernur VBL.

Sesudah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati dilanjutkan dengan Pelantikan Ketua Tim PKK/Dekranasda tiga Kabupaten tersebut oleh Ketua Tim PKK/Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Mengingatkan Pentingnya Kolaborasi Demi Keberhasilan Program TJPS

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) minta agar Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkolaborasi mendukung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Hal ini disampaikan oleh Asisiten Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda Prov. NTT, Yohana E. Lissapaly, SH, MSi, yang juga merupakan Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT saat mewakili Gubernur memberikan sambutan saat meninjau Kelompok Ternak Inseminasi Buatan Nufuak Jaya, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu Kamis (25/03/2021).

“Program ini akan berjalan baik apabila ada sinergitas antar tiga Dinas ini. Dinas Pertanian mengontrol dari proses penanaman sampai panen, kemudian Dinas Peternakan menyiapkan ternak baik itu Sapi maupun ternak lainnya seperti Babi, Kambing maupun Ayam, penyiapan Pabrik Pakan ternak untuk pemanfaatan hasil produksi jagung program TJPS dan mengurangi biaya produksi peternak sedangkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyiapkan mesin pencacah untuk penyiapan pakan ternak yang bahan bakunya datang dari sisa hasil panen jagung tersebut,” kata Yohana.

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini, tidak tertutup kemungkinan juga program TJPS ini melibatkan pihak ketiga dalam hal pengadaan ternak kepada masyarakat. Yohana mencontohkan,
“Tadi rombongan Bapak Gubernur sempat meninjau lokasi pembiakan Ayam KUB milik Kodim 1605/Belu, di tempat tersebut terdapat ratusan Ayam KUB yang siap dipasarkan. Bisa saja untuk pengadaan ternak kecil seperti ayam ini kita melibatkan pihak TNI dalam hal ini Kodim Belu, tinggal desain kerjasamanya dibuat secara baik,” lanjutnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Yohana minta agar para petani peternak yang tergabung dalam kelompok Nufuak Jaya agar lebih giat dalam bekerja.

“Pemerintah telah mendesain program TJPS ini secara baik, tinggal bagaimana masyarakat meresponnya. Jadi pada kesempatan ini saya mengajak para petani peternak agar lebih giat dalam bekerja, lebih giat dalam memelihara ternak yang sudah ada, agar kedepan dari ternak yang sudah ada, melalui Inseminasi Buatan (IB) bibit sapi Wagyu dapat menghasilkan sapi dengan kualitas premium sebagai simbol kebangkitan bagi para Peternak di NTT,” pungkas Yohana.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Drs. Nikolas Umbu Kudji Biru, MM mengatakan bahwa saat ini populasi sapi di Kabupaten Belu sebanyak 72.182 ekor.

Nikolas juga mengatakan bahwa saat ini terus dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar paham dan terbiasa tentang IB dengan pola pemeliharaan ternak pola pengandangan. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Editor : Nataniel Pekaata