Arsip Tag: Kabupaten Belu

Apresiasi Penandatanganan Kerjasama PMI dengan CVTL, Wagub Minta Harus Diikuti Langkah Konkret

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengapresiasi Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Palang Merah Indonesia (PMI) dengan Cruz Vermelha de Timor Leste (CVTL) atau Palang Merah Timor Leste. JNS minta agar perjanjian tersebut harus diikuti langkah-langkah konkret untuk kegiatan kemanusiaan.

“Momen ini adalah momen kebangkitan untuk kita semua. Momen ini tidak boleh hanya di atas kertas, tapi terutama momen untuk melakukan kegiatan konkret untuk kebaikan sesama kita tanpa dibatasi suku, ras,agama dan bangsa,” kata Wagub JNS saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Kerjasama PMI-CVTL,
Peningkatan Kapasitas Organisasi di Perbatasan di Wisma Indonesia Pos Perbatasan Motaain, Kabupaten Belu, Selasa (26/4/2022).

Dalam kesempatan tersebut ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI Sudirman Said dan Sekjen CVTL, Luis Pedro Pinto. Turut sebagai saksi dalam penandatanganan itu, Wagub NTT yang sekaligus Ketua PMI NTT, IFRC (Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit) Head of Country Cluster Delegation Indonesian and Timor Leste,Representative to ASEAN, Jan Gelfand dan  ICRC (Komite Internasional Palang Merah) Head of Regional Delegation to Indonesia and Timor Leste, Alexandre Faite.

Menurut Wagub JNS, momen kerjasama tersebut sangatlah luar biasa. Karena secara sosio kultural, NTT dan Timor Leste punya kedekatan. Ada keserasian perasaan antara masyarakat kedua wilayah tersebut.

“Hari ini kita menjalin kerjasama yang sangat luar biasa. Jalin kerjasama tidak hanya sekedar kerjasama yang biasa saja, tapi ini kerja sama untuk kehidupan dan hidup umat manusia. Dengan kerjasama PMI dan CVTL ini, tentu kalau ada masyarakat Timor Leste di perbatasan yang alami bencana dan kekurangan yang harus dibantu PMI, wajib hukumnya PMI harus turun tangan. Begitu pun sebaliknya kalau masyarakat  di Belu, Malaka, TTU, Kabupaten Kupang tertimpa kejadian luar biasa, pasti saudara-saudaranya di Timor Leste akan membantu,”jelas Wagub JNS.

Lebih lanjut Wagub Nae Soi mengungkapkan kerjasama ini harus direalisasikan dalam kegiatan-kegiatan kemanusian sesuai dengan hukum humaniter yang menjadi dasar PMI baik dalam masa perang maupun damai.

“Bayangkan kalau ada orang yang alami kekurangan darah di wilayah perbatasan ini, pasti kita akan memberikan darah. Pemerintah Provinsi NTT pasti akan sangat mendukung kegiatan-kegiatan riil untuk kemanusiaan ini. Mari kita bekerja sama sebagai saudara pada pulau yang sama ini. Sampaikan salam hormat dan profisiat kami kepada Presiden Timor Leste yang baru. Kita akan bicarakan lebih lanjut apa yang kita harus lakukan dalam jangka pendek,menengah dan jangka panjang untuk wujudkan perjanjian kerjasama ini,” pungkas Wagub JNS.

Sementara itu, Sekjen PMI, Sudirman Said mengungkapkan kegembiraan atas terselenggaranya kerjasama yang telah digagas sejak tahun 2020. Kegiatan kerjasama ini bukan hanya simbolik tapi lebih dari itu soal kesungguhan menjalin persahabatan kemanusiaan antara kedua negara yang mempunyai sejarah yang dinamis di masa lalu.

“Seluruh gerakan PMI adalah untuk melayani seluruh semesta. Bila terjadi sesuatu di negara manapun, maka itu menjadi masalah kita bersama. Begitupun dalam konteks kerjasama ini, sangatlah penting. Bila terjadi sesuatu di Timor Leste, PMI wajib membantu dan begitupun sebaliknya. Apalagi kedua negara sangat intens dalam hal pergerakan manusia, barang dan jasa. Perbatasan ini adalah perbatasan yang hidup. Kita mulai kerjasama dari yang kecil, dan kemudian bangun sesuatu yang lebih bermanfaat. Kerja sama ini harus betul produktif dan memperkuat persahabatan kedua negara,”jelas Sudirman Said.

Selanjutnya, Sekjen CVTL, Luis Pedro Pinto mengungkapkan kerjasama ini bukan sekadar kerjasama antara PMI dan CVTL, tapi lebih dari itu merupakan kerjasama antar pemerintah untuk merespon situasi bencana.

“Ini penting untuk kami. Kami apresiasi atas inisiatif yang luar biasa ini. Pemerintah kami sangat mrngapresiasi kerjasama ini.
Ke depannya, kita  berharap adanya dukungan otoritas dari kedua negara. Inisiatif ini sangat positif dan  ini bisa jadi contoh bagi negara- lain di Asia khususnya ASEAN,” kata Luis Pedro Pinto.

Kerjasama antara PMI dan CVTL ini mencakup di antaranya penanggulangan bencana dan kesehatan, kesiapsiagaan, pengurangan resiko bencana, tangga darurat, mobilisasi sumber daya, diseminasi dan diplomasi kemanusiaan di area perbatasan, migrasi dalam situasi normal dan bencana, pengembangan organisasi untuk kesiapan respon, volunter manajemen termasuk donor darah dan  Management of The Dead (MoTD) atau manajemen jenasah saat bencana. Termasuk juga peningkatan organisasi dan masyarakat di wilayah perbatasan, kerjasama dengan otoritas terkait untuk mobilisasi sumberdaya saat kedaruratan.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Perwakilan IFRC, Perwakilan ICRC,Pengurus CVTL, Pengurus PMI Pusat, Pengurus PMI NTT, Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Belu, PMI Kabupaten Belu dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Lebih Rasakan Kehidupan Sosial, BADIKLATDA PDI Perjuangan NTT Turunkan Peserta PKP Ke Masyarakat

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Suatu hal yang luar biasa dan patut diapresiasi karena selain belajar tentang materi-materi yang dibawakan oleh para pemateri, para peserta Pendidikan Kader Pratama (PKP) daratan Timor yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT) dalam hal ini Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BADIKLATDA) DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT juga turun ke tengah-tengah masyarakat guna menjabarkan secara langsung Materi Live in Analisis Sosial (Ansos).

Selain itu dengan turun ke tengah-tengah masyarakat ini para peserta PKP juga bisa lebih merasakan kehidupan sosial dari masyarakat itu sendiri.

Acara pelepasan peserta PKP daratan Timor DPD PDI Perjuangan NTT ini dipimpin langsung Kepala BADIKLATDA DPD PDI Perjuangan NTT, Gabriel. N. Hama Niron didampingi Sekretaris, Fredy Tahadi Bria, Sabtu (23/4/2022).

Acara pelepasan peserta PKP daratan Timor, ditandai dengan penyerahan bendera PDI Perjuangan kepada peserta PKP bertempat di Biara Novisiat SVD ST. Yosef Nenuk dan bendera ini harus dikembalikan dengan baik oleh para peserta setelah kembali dari masyarakat

Saat ditemui Media ini, Kepala BADIKLATDA DPD PDI Perjuangan NTT, Gabriel. N. Hama Niron mengatakan tujuan di turunkannya peserta PKP ke tengah masyarakat yaitu sebagai bentuk aplikasi materi Analisis Sosial (Ansos).

Kepala BADIKLATDA DPD PDI Perjuangan NTT, Gabriel. N. Hama Niron (kiri) saat menyerahkan bendera PDI Perjuangan kepada Anggota PKP sebagai acara simbolis pelepasan peserta PKP Daratan Timor untuk terjun di tengah masyarakat, Sabtu (23/4/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Mereka yang dalam hal ini peserta PKP masuk dan tinggal sehari bersama masyarakat, mereka merasapi dan merasakan langsung bagaimana kehidupan Marhaen di kampung-kampung,” ungkap Gabriel Niron.

Lanjutnya, dalam hal ini peserta PKP tidak sampai ke tataran memberikan solusi tetapi mereka belajar tentang kearifan lokal yang sudah mengakar ditengah-tengah masyarakat.

“Jadi saat turun ke masyarakat para peserta PKP tidak dibekali makanan atau bahan-bahan lainnya, tetapi bagaimana mereka bisa berkreasi sendiri dan bertahan ditengah masyarakat dan disini kita mau menguji sejauh mana militansi dan kemampuan mereka bertahan di situasi yang sulit. Selain itu diharapkan dengan turunnya di tengah-tengah masyarakat para peserta PKP bisa bertahan nanti nya dalam perjuangan di kondisi apapun,” tandasnya.

Setelah mengikuti kegiatan live in dalam penjabaran materi Ansos keesokan harinya, Minggu (24/4/2022) para peserta kembali ke lokasi kegiatan di Biara Novisiat SVD ST. Yosef Nenuk.

Peserta PKP daratan Timor saat terjun dan membaur bersama masyarakat dalam kegiatan Live in Ansos, Sabtu (23/4/2022) Dokumentasi : Istimewa

Saat ditemui setelah kegiatan Live in Ansos, salah seorang peserta PKP Florensia Yamey yang merupakan utusan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Belu mengatakan sangat berkesan dan bersyukur sekali karena saat turun ke lapangan dirinya bisa berdiskusi langsung dengan masyarakat.

“Kegiatan Live in Ansos ini sangat baik karena saya bisa turun langsung melihat keadaan kehidupan masyarakat dan masalah yang mereka alami. Kami disana juga bersama-sama berdiskusi tentang masalah yang dihadapi,” ungkap Florensia.

Selain itu menurutnya kalau ingin disimpulkan dirinya merasa sangat senang karena secara tidak langsung bisa membantu masyarakat menampung aspirasi mereka, jelasnya.

Dirinya berharap kegiatan Live in Ansos ini dapat terus dilanjutkan DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT agar masyarakat juga bisa tau bahwa kita bekerja itu sebenarnya memang betul-betul untuk rakyat.” Dengan pelatihan live in Ansos seperti ini kita juga bisa lebih dekat dengan rakyat,” tandasnya.

Ditempat yang sama peserta PKP Daratan Timor PDI Perjuangan yang juga mengikuti Live in Ansos, Ignasius Roy Suyanto Tei Seran, S. Fil yang berasal dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malaka mengatakan dirinya merasa bersyukur sekali karena bisa mengikuti kegiatan PKP yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT yang dalam hal ini berkerjasama dengan tiga DPC PDI Perjuangan di daratan Timor yakni DPC Kabupaten Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU).

“Saya secara pribadi dan rata-rata teman-teman yang mengikuti kegiatan PKP ini sangat senang karena bisa turun langsung di tengah-tengah masyarakat dan kami membahasakannya dengan satu bahasa sederhana tetapi penuh makna yaitu ‘Semalam Bercinta Dengan Masyarakat’. Ungkapan ini dirasakan karena sekalipun kami berada di tempat yang tidak senyaman di rumah kami, dan hanya tidur beralaskan tikar, tetapi kami berbahagia karena bisa merasakan apa yang dirasakan kaum Marhaen atau orang-orang yang nantinya dapat kita perjuangkan nasibnya lewat jalur-jalur yang disiapkan oleh Partai baik legislatif maupun eksekutif,” ungkap sosok yang juga merupakan salah satu Wakil Ketua di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malaka.

Dirinya berharap kegiatan Live in Ansos ini dapat terus dilanjutkan oleh BADIKLAT DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT karena dapat secara nyata meningkatkan kualitas kader-kader PDI Perjuangan dan juga untuk membantu masyarakat.

“Kami berterimakasih sekali karena DPD PDI Perjuangan NTT khususnya BADIKLATDA DPD PDI Perjuangan NTT dan para panitia lokal dari tiga DPC yang telah bersusah payah mengurus kegiatan ini dan saya berharap BADIKLAT DPD PDI Perjuangan NTT tetap terus eksis melakukan kegiatan PKP ini di berbagai wilayah di Provinsi NTT agar dapat membantu dan bersama bergotong-royong mewujudkan cita-cita Partai,” tutupnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Membuka Kegiatan PKP Daratan Timor

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPD PDI Perjuangan NTT), Emilia Julia Nomleni meghadiri dan membuka dengan resmi kegiatan Pendidikan Kader Pratama (PKP) daratan Timor yang berlangsung di Kabupaten Belu, Kamis (21/4/2022).

Kegiatan PKP yang diikuti peserta yang berasal dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu dan Malaka ini bertempat di Biara Novisiat SVD ST. Yosef Nenuk.

Turut hadir dalam acara pembukaan kegiatan PKP ini yaitu Bupati Belu dr. Agustinus Taolin, Bupati Malaka Simon Nahak, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT Yunus H. Takandewa, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan NTT Yuliana Elisabeth Adoe, Kepala BADIKLAT DPD PDI Perjuangan NTT Gabriel. N. Hama Niron, Kepala Sekolah PKP Daratan Timor Gulielmus A.D Beribe, para Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malaka, Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Kegiatan PKP ini diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan (BADIKLAT) DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT yang dalam hal ini berkoordinasi pula dengan para Ketua dan pengurus yang ada di DPC Belu, Malaka dan TTU.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Emilia Julia Nomleni mengatakan pendidikan kader merupakan bagian dari sistem kaderisasi yang ada di PDI Perjuangan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Emilia Julia Nomleni saat memberikan sambutan dan membuka dengan resmi kegiatan PKP daratan Timor, Kamis (21/4/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Pendidikan kader ini dimulai dari pendidikan kader Pratama, Madya dan pendidikan Kader Utama di tingkat nasional. Semua ini merupakan bagian bagaimana PDI Perjuangan melakukan berbagai proses dalam pengkaderan. Tujuan nya yaitu menghasilkan kader-kader PDI Perjuangan yang handal dan bertanggung jawab saat dirinya dipercayakan dalam banyak hal, tidak hanya untuk kepentingan legislatif atau eksekutif saja,” ujar figur yang akrab disapa Emi Nomleni.

Dirinya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman di BADIKLAT Daerah PDI Perjuangan NTT yang telah merancang kegiatan ini dengan baik dan terimakasih pula kepada Bupati Belu untuk semua dukungannya dan terimakasih untuk kehadiran dan dukungan Bupati Malaka.

Sekretaris, pengurus, Kepala BADIKLAT DPD PDI Perjuangan NTT dan para peserta PKP Daratan Timor saat mendengarkan sambutan Ketua DPD PDI Perjuangan NTT pada acara pembukaan kegiatan PKP, Kamis (21/4/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Kita bersyukur kepada Tuhan karena masih mengizinkan kita bertemu dan melaksanakan kegiatan PKP, tentu ini bukan suatu hal yang kebetulan karena Tuhan mengasihi kita semua dan mengerti kita memiliki tujuan yang baik maka Tuhan juga akan selalu menolong kita,” ujarnya.

Sebelum menutup sambutannya dirinya juga mengungkapkan selamat memperingati Hari Kartini untuk semua perempuan-perempuan hebat di Indonesia pada umumnya dan NTT khususnya.

Ditempat yang sama Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Belu kepada Ketua, pengurus dan kader PDI Perjuangan, dan semoga dengan pendidikan dan pelatihan kader ini bisa membawa manfaat bagi kader-kader yang merupakan calon-calon pemimpin kedepannya.

Menurutnya, pendidikan dan pelatihan kader seperti ini merupakan forum yang baik karena dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini, khususnya kader-kader Belu dan seperti pantauan saya melihat keseriusan peserta dalam mengikuti kegiatan dan ini merupakan hal yang sangat baik,” ungkap Agustinus.

Lanjutnya, Komunikasi dirinya dengan kader-kader dan Ketua Partai PDI Perjuangan di Kabupaten Belu juga sangat baik.”Hubungan kami juga baik sekali. Terimakasih ibu Ketua DPD PDI Perjuangan NTT atas dukungan kepada pemerintahan kami selama ini, semoga kedepannya hubungan ini semakin lebih baik,” tandasnya.

Ketua Panitia PKP Daratan Timor, Marsel Bria Muti saat membacakan laporan panitia menyampaikan bahwa yang mengikuti kegiatan PKP PDI Perjuangan ini yaitu sebanyak 60 orang yang berasal dari DPC TTU, Belu dan Malaka.

“Dari DPC Kabupaten Belu berjumlah 28 orang, dari Kabupaten Malaka 18 orang dan dari Kabupaten TTU berjumlah 17 orang dan dari DPC Kota Kupang 1 orang,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan PKP ini terhitung berlangsung selama lima hari yaitu sejak Rabu 20 April 2022 hingga Minggu 24 April 2022, pungkasnya.

Untuk diketahui sejak tanggal 20 April 2022 sampai dengan berita ini diterbitkan kegiatan PKP daratan Timor yang berlangsung di Kabupaten Belu sudah melakukan berbagai agenda yaitu Outbound serta pemaparan Materi dari sejumlah Narasumber. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Food Estate 

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten Belu, Provinsi NTT pada Kamis (24/3/2022). Sejumlah lokasi dikunjungi Presiden, salah satunya mengunjungi Food Estate di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakulus Mesak, Kabupaten Belu.

Di tempat itu, Gubernur VBL bersama Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, serta beberapa perwakilan Petani yang tergabung di dalam kelompok tani turut hadir mendampingi Presiden Jokowi menanam jagung hibrida jenis R7 dengan menggunakan mesin tanam otomatis.

Dalam arahannya dihadapan para awak media dan kelompok tani yang hadir, Presiden Jokowi mengharapkan lahan baru untuk menanam jagung harus dapat terus ditingkatkan dari 53 hektare (ha) lahan yang sudah ada saat ini.

“Sore hari ini saya berada di Belu, Provinsi NTT. Kita di sini baru saja membuka lahan seluas kurang lebih 53 ha yang akan kita tanami jagung dan juga untuk airnya kita menggunakan mesin air _springkle,_ yang airnya berasal dari bendungan yang sebelumnya telah kita resmikan, yaitu bendungan Rotiklot. Dan dari sinilah nanti kita akan perluas sampai seluas 500 ha, dan kalau itu nanti berhasil dan produksinya bagus makan kita akan melompat ke daerah yang lain, yang juga ada lahan datar seperti ini seluas 15rb ha,” jelas Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Ia juga menegaskan perlu keberanian dalam membuka lahan tanam jagung serta tanaman pangan holtikultura lainnya dengan menggunakan teknologi pertanian serta mesin pertanian yang canggih di beberapa lokasi potensial yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh para kelompok tani.

“Saya rasa kalau kita berani menggunakan teknologi, dan mencoba di lahan-lahan yang sulit seperti di NTT ini, nanti akan kelihatan semuanya apa yang perlu dikoreksi, dan alsintan apa yang pas, yang cocok dipergunakan di daerah seperti NTT ini,” tegas Presiden Jokowi.

“Saya meyakini ini akan memperbaiki kesejahteraan masyarakat di NTT, khususnya di Kabupaten Belu, tetapi juga akan memperkuat ketahanan pangan nasional kita karena ada lahan yang baru dibuka. Saya harapkan nanti hasilnya bisa kita lihat dan kita hitung berapa keuntungannya dan setelah itu akan kita perluas lagi lahan selanjutnya,” tambahnya.

Ditemui secara terpisah dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pertanian diibaratkan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, yang sudah semestinya antara pemerintah baik pusat maupun daerah dituntut untuk terus berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan terobosan-terobosan agar mampu beradaptasi dan bertahan dengan berbagai perubahan. Salah satunya dengan pengambangan program food estate di beberapa daerah.

“Pak Presiden sangat mengapresiasi dan meminta saya untuk mengembangkan ini, bahkan ini tahun target kita masuk sampai 500-1000 ha di Belu, dan belasan ribu hektare lagi akan kita kembangkan untuk NTT secara keseluruhan. Oleh karena itu sektor pertanian harus menjadi pilihan prioritas yang harus dioptimalkan demi peningkatan kesejahteraan petani, dan masyarakat luas. Karena lumbung pangan tersebut jelas akan mendorong upaya ketahanan pangan Indonesia,” sebut Mentan SYL.

Untuk diketahui lahan Food Estate yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakulus Mesak, Kabupaten Belu yang memiliki luas 53 hektare (ha) itu dibagi menjadi empat (4) block, yaitu block A 3,3 ha, block B 18,7 ha, block C 22 ha dan block D 9 ha. Sejauh ini, food yang terletak tepat dibawah bendungan Rotiklot tersebut telah ditanami tiga jenis tanaman pangan, yaitu Jagung, Padi dan Sorgum.

Periode pertama musim tanam yakni pada bulan Agustus – September 2021 dengan rincian : Jagung 53 ha panen 17 ha, Sorgum 3,2 ha panen 2 ha. Provitas jagung : 3,12 ton/ha, Sorgum 4 ton/ha. Dengan keuntungan Rp.134juta. Dan periode kedua musim tanam yakni pada bulan Desember 2021 – Januari 2022 dengan rincian : Jagung 40 ha panen 8 ha, serta Padi 2 ha. Provitas jagung : 3,36 ton/ha, Padi 5,5 ton/ha. Dengan keuntungan Rp.354juta. Total keutungan dari akumulasi musim tanam pertama dan kedua adalah Rp. 488.480.000,-.

Untuk agenda musim tanam ketiga, khusus untuk Jagung hibrida jenis R7 akan ditanam di block C dengan luas tanam 16 ha, dan terget kedepan diharapkan akan mencapai total 1000 ha lahan untuk jagung diareal food estate tersebut.

Di Provinsi NTT, program Food Estate atau lumbung pangan nasional sendiri sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir tepatnya dimulai tahun 2020 di Kabupaten Sumba Tengah dan berhasil menuai hasil yang positif.

Selain mengunjungi dan menanam jagung bersama di lokasi Food Estate di Dusun Rotiklot, Desa Fatuketi, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Laiskodat juga sebelumnya meninjau serta meresmikan sejumlah lokasi. Diantaranya meresmikan penataan kawasan Kota Kupang, meninjau pasar Penfui Kota Kupang, meninjau program percepatan penurunan kekerdilan atau stunting di Desa Kasetnana, Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten TTS, mengecek harga sembako di pasar inpres Soe, Kabupaten TTS, serta meresmikan Kampus Politeknik Aloysius Benedictus Mboi, Universitas Pertahanan Republik Indonesia di Kabupaten Belu. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kunker di Belu, Gubernur VBL Hadiri Penyerahan CSR Bank NTT

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali melanjutkan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Belu pada Minggu (23/01/2022), setelah sehari sebelumnya mengunjungi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Dalam kunjungan ke Kabupaten Belu kali ini beliau meninjau Lokasi Perusahaan Ayam Petelur Lavinci Farm di Desa Tukuneno, Kawasan Food Estate di Rotiklot Desa Fatuketi, menghadiri acara Penyerahan Bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) Bank NTT serta Kredit Mikro Merdeka Bank NTT di Desa Dualaus, serta memantau destinasi wisata air terjun di Desa Dualasi Raiulun.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah) saat melakukan Kunker di Kabupaten Belu, didampingi Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kiri) dan Bupati Belu, Agustinus Taolin (kanan), Minggu (23/01/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Pada kunjungannya di Perusahaan Ayam Petelur Lavinci Farm di Desa Tukuneno Kecamatan Tasifeto Barat, Gubernur sangat mengapresiasi pihak perusahaan tersebut yang sudah berperan memberikan kebutuhan telur bagi masyarakat lokal.
“Terima kasih kepada Lavinci Farm, kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih serta rasa hormat ini adalah langkah maju dengan sudah memberikan suplai telur bagi provinsi NTT. Hal ini dapat mengurangi impor telur dari luar NTT,” ujar Gubernur.

“Kita harus dukung juga agar bagaimana kita bisa kembangkan peternakan kita, salah satunya dengan membuat pakan ternak sendiri. Jangan lagi kita beli pakan ternak dari luar NTT. Kita harus kembangkan industrinya disini. Sejauh ini Kita masih beli pakan ternak ke jawa 1,1 triliun per tahun,” kata beliau.

“Melalui integrasi Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan agar bagaimana Program TJPS itu terus dilaksanakan dengan baik sehingga dapat menghasilkan juga pakan ternak. Kita harapkan juga hasil pakan ternak dari TJPS dengan perhitungan 1 Ha untuk menghasilkan 7 ton juga dapat digunakan untuk perusahaan Lavinci Farm ini,” jelas Gubernur.

Manager Lapangan Lavinci Farm
Chintya Ivanna Joyo menjelaskan pihaknya ingin mewujudkan pemenuhan kebutuhan telur segar bagi masyarakat. “Awalnya kami mulai farm ini dengan 4.000 ekor ayam petelur dan berkembang hingga hari ini menjadi 21.000 ekor dengan produksi 16.700 butir per hari,” jelasnya.

“Kami juga harapkan bisa produksi pakan sendiri sehingga bisa menekan biaya produksi. Kami juga ingin memenuhi kebutuhan di luar Kabupaten Belu serta kami mohon bantuan Bapak Gubernur untuk mau membantu agar kami bisa mendapatkan izin ekspor ke Timor Leste,” harap Ivanna

Kunjungan ke Kawasan Food Estate

Selanjutnya Gubernur mengunjungi lahan food estate. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur mengharapkan agar pengelolaan lahan food estate tersebut dilakukan secara maksimal sehingga hasilnya dapat digunakan bagi masyarakat. “Lahan food estate dengan tanaman jagung ini harus bisa hasilkan 7 ton dari 1 Ha,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Blok C pengelola lahan food estate Maria Yolenta Kiik juga memberi apresiasi pada Pemerintah yang sudah memberikan bantuan alat sprinkler. “Terima kasih pada pemerintah dalam hal ini Balai Wilayah Sungai yang sudah memberikan bantuan pompa air sprinkler. Ini sangat membantu kami untuk pengolahan kami disini,” Maria.

Pada kesempatan tersebut juga, Bupati Belu Agustinus Taolin menjelaskan, lahan tersebut awalnya lahan kosong yang tidak digunakan. “Lahan ini awalnya tidak dipakai sama sekali. Tapi kita patut bersyukur karena sudah dimanfaatkan dan akan berdampak baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan UMKM Desa Dualaus dan Wisata Air Terjun Mauhalek

Dalam lanjutan kunjungan Gubernur, Gubernur juga turut memantau UMKM masyarakat Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak diantaranya kopi, tenun ikan, kerajinan tangan dan lain-lain.

Selanjutnya, Gubernur juga mengunjungi wisata air terjun di Desa Dualasi Raiulun Kecamatan Lasiolat. “Ini tempat yang indah dan spot air terjunnya luar biasa. Kita akan desain dengan lebih baik sesuai cita rasa pariwisata. Kita harus desain penataan dengan benar dan menarik. Kita akan buatkan kolamnya juga agar airnya tertampung dan menjadi tempat mandi yang nyaman bagi pengunjung,” kata beliau.

Gubernur menambahkan, sangat diperlukan penataan berbasis komoditi (commodity based). “Kita siapkan taman bermain dengan lopo juga. Kita latih masyarakat untuk bagaimana melayani pengunjung dan juga kita harus jaga dengan baik kebersihan lingkungan air terjun dan desa kita ini. Serta saya mau setiap rumah bisa siapkan 2 kamar untuk dapat digunakan sebagai tempat menginap bagi para pengunjung. Kalau kita desain dengan baik pasti mereka akan datang menginap ke sini dan juga untuk melihat destinasi fulan fehan,” Ungkap Gubernur Viktor.

Sementara itu, Seorang Tokoh Pemuda Desa Dualasi Raiulun Dominggus Tes sangat gembira dengan kunjungan Gubernur ke lokasi air terjun Mauhalek tersebut. “Kami sangat bersyukur dengan kehadiran Bapak Gubernur disini yang sudah mau mengunjungi wisata alam air terjun Mauhalek dan untuk pengembangannya lebih baik lagi,” jelas Dominggus. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Badan Pengurus IKADANA FAPERTA Kabupaten Belu Dikukuhkan

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Faperta Undana) bersama Ketua Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana-Faperta) melantik/mengukuhkan Badan Pengurus Ikadana Faperta Kabupaten Belu pada Sabtu (26 /06/2021).

Dekan Fakultas Pertanian Undana, Damianus Adar dalam sambutannya mengatakan bahwa Alumni merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kampus terutama dalam mendukung akreditasi kampus sekaligus juga berkolaborasi dengan kampus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah baik Provinsi maupun kabupaten/kota.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa untuk lebih mewujud nyatakan kehadiran dan peran alumni Faperta Undana pada 22 Kabupaten/Kota se-NTT maka perlu dibentuk Badan Pengurus Ikadana Faperta.

“Hari ini kita lakukan pelantikan/pengukuhan di Belu dan ini merupakan Kabupaten yang ketiga setelah Kabupaten Ende dan Kabupaten Sumba Tengah yang sudah terbentuk,” tutur Damianus.

Dirinya mengharapkan kehadiran Alumni Fakultas Pertanian Undana melalui wadah Ikadana Faperta akan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu.

Pada kesempatan yang sama Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana Faperta Undana) Provinsi NTT, Nixon Balukh dalam sambutannya mengatakan bahwa Tahun ini kami diberi target oleh Fakultas untuk memediasi pembetukan Badan Pengurus Ikadana Faperta minimal di 6 Kabupaten.

Dekan Fakultas Pertanian Undana Damianus Adar dan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Ikadana Faperta Undana) Provinsi NTT, Nixon Balukh (tengah) saat foto bersama dengan Badan Pengurus Ikadana Faperta Undana Kabupaten Belu pada Sabtu (26/06/2021). Dokumentasi : Istimewa.

“Bagi kami target ini akan dapat kami capai bahkan bisa lebih. Setelah pelantikan/pengukuhan Badan Pengurus Ikadana Faperta Kabupaten Belu, akan dilanjutkan dengan pelantikan/pengukuhan di Kabupaten Sumba Timur tanggal 1 Juli 2021 dan di Kabupaten Sumba Barat tanggal 2 Juli 2021, juga sedang dipersiapkan di Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada, Kabupaten Lembata, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTS dan Kabupaten TTU, sedangkan Kabupaten lain akan dikomunikasikan lebih lanjut proses pembentukannya,” kata Nixon.

Adapun Tagline dari Ikadana Faperta adalah Dari Alumni, Oleh Alumni dan Untuk Faperta, dengan jumlah alumni sekarang tercatat sebanyak 4.220 alumni yang berasal dari 3 program Studi yaitu Agroteknologi, Agribisnis dan Kehutanan, jelas Nixon.

Ketua Ikadana Faperta  Undana Kabupaten Belu, Arther Rinmalae mengatakan bahwa dengan terbentuknya Badan Pengurus  Ikadana Faperta Kabupaten Belu maka akan menjadi wadah bagi seluruh Alumni Fakultas Pertanian Undana yang berada di Kabupaten Belu untuk dapat membangun database alumni, pemberdayaan alumni, mendorong kemandirian alumni, mendukung peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus juga mendukung pembangunan di Kabupaten Belu.

“Kami berterima kasih kepada Dekan Fakultas Pertanian Undana dan Ketua Ikadana Faperta Provinsi NTT yang telah berkoordinasi dengan alumni yang berada di Kabupaten Belu memfasilitasi pembentukan Ikadana Faperta Kabupaten Belu,” ujarnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Lantik Bupati Belu, Malaka dan Sumba Barat

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Belu, Malaka dan Sumba Barat atas nama Presiden Republik Indonesia, yang bertempat di Aula El Tari, Senin (26/04/2021).

Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-1048 tanggal 20 April 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-267 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ketiga pasangan yang dilantik adalah dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haliseren, MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malaka dan Yohanis Dade, SH dan John Lado Bora Kabba sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat.

Acara yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat ini dihadiri pimpinan DPRD NTT, Forkopimda NTT, para Bupati se-NTT, Sekda NTT, pimpinan DPRD 3 Kabupaten beserta perwakilan sebanyak 10 orang untuk masing-masing kabupaten, Ketua PKK/Dekranasda NTT, para Penjabat Bupati dari 3 kabupaten, rohaniwan pendamping dan perwakilan insan pers. Undangan lainnya mengikuti dari luar ruangan.

Gubernur Viktor saat penyerahan kutipan SK Mendagri di ruang kerja Gubernur meminta kepada tiga (3) pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik agar bekerja extraordinary.

“Setelah dilantik, saya minta Bapak Bupati dan Wakil Bupati harus segera bekerja. Bekerja secara extraordinary dalam penyusunan program dan kegiatan untuk kepentingan masyarakat apalagi hanya punya waktu 3 tahun, “kata Gubernur Viktor.

Menurut Gubernur VBL, dengan situasi NTT yang masih terbelakang ditambah pandemi covid-19 yang belum reda serta bencana akibat Badai siklon tropis seroja, pekerjaan ke depan tidaklah mudah.

“Sambil melakukan upaya pemulihan pascabencana, kita juga harus tetap fokus dalam penanganan covid-19, tidak boleh lengah. Optimalkan setiap lahan yang ada untuk pertanian, tidak boleh ada lahan yang dibiarkan begitu saja tanpa dikelola,” jelas Gubernur Viktor Laiskodat.

Lebih lanjut, Gubernur Viktor Laskodat mengungkapkan, Pemerintah Provinsi akan selalu mendukung dan mendorong kerja-kerja luar biasa dari para Bupati untuk kemajuan masyarakat.

“Tentunya dalam kerja extraordinary, Gubernur akan selalu memberikan bimbingan, arahan dan dorongan untuk kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkas Gubernur VBL.

Sesudah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati dilanjutkan dengan Pelantikan Ketua Tim PKK/Dekranasda tiga Kabupaten tersebut oleh Ketua Tim PKK/Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Mengingatkan Pentingnya Kolaborasi Demi Keberhasilan Program TJPS

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) minta agar Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkolaborasi mendukung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Hal ini disampaikan oleh Asisiten Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda Prov. NTT, Yohana E. Lissapaly, SH, MSi, yang juga merupakan Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT saat mewakili Gubernur memberikan sambutan saat meninjau Kelompok Ternak Inseminasi Buatan Nufuak Jaya, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu Kamis (25/03/2021).

“Program ini akan berjalan baik apabila ada sinergitas antar tiga Dinas ini. Dinas Pertanian mengontrol dari proses penanaman sampai panen, kemudian Dinas Peternakan menyiapkan ternak baik itu Sapi maupun ternak lainnya seperti Babi, Kambing maupun Ayam, penyiapan Pabrik Pakan ternak untuk pemanfaatan hasil produksi jagung program TJPS dan mengurangi biaya produksi peternak sedangkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyiapkan mesin pencacah untuk penyiapan pakan ternak yang bahan bakunya datang dari sisa hasil panen jagung tersebut,” kata Yohana.

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini, tidak tertutup kemungkinan juga program TJPS ini melibatkan pihak ketiga dalam hal pengadaan ternak kepada masyarakat. Yohana mencontohkan,
“Tadi rombongan Bapak Gubernur sempat meninjau lokasi pembiakan Ayam KUB milik Kodim 1605/Belu, di tempat tersebut terdapat ratusan Ayam KUB yang siap dipasarkan. Bisa saja untuk pengadaan ternak kecil seperti ayam ini kita melibatkan pihak TNI dalam hal ini Kodim Belu, tinggal desain kerjasamanya dibuat secara baik,” lanjutnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Yohana minta agar para petani peternak yang tergabung dalam kelompok Nufuak Jaya agar lebih giat dalam bekerja.

“Pemerintah telah mendesain program TJPS ini secara baik, tinggal bagaimana masyarakat meresponnya. Jadi pada kesempatan ini saya mengajak para petani peternak agar lebih giat dalam bekerja, lebih giat dalam memelihara ternak yang sudah ada, agar kedepan dari ternak yang sudah ada, melalui Inseminasi Buatan (IB) bibit sapi Wagyu dapat menghasilkan sapi dengan kualitas premium sebagai simbol kebangkitan bagi para Peternak di NTT,” pungkas Yohana.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Drs. Nikolas Umbu Kudji Biru, MM mengatakan bahwa saat ini populasi sapi di Kabupaten Belu sebanyak 72.182 ekor.

Nikolas juga mengatakan bahwa saat ini terus dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar paham dan terbiasa tentang IB dengan pola pemeliharaan ternak pola pengandangan. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Editor : Nataniel Pekaata