Arsip Tag: Josef Nae Soi

Pelepasan Perdana Kontingen KORMI NTT FORNAS Palembang 2022

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT sekaligus Ketua KONI NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM (JNS), resmi melepas 43 Kontingen Kormi Provinsi NTT untuk ikut dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VI/2022 di Palembang Sumatra Selatan pada  1-7 Juli 2022. Kegiatan pelepasan 43 Kontingen tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Gubernur NTT pada Rabu (29/06/2022).

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM memberikan motivasi pada para atlet untuk dapat meraih prestasi. “Para atlet harus berusaha untuk bawa pulang prestasi. Harumkan nama Nusa Tenggara Timur pada ajang Fornas di Palembang. Kita semua berikan dukungan penuh mulai dari Pemerintah dan masyarakat,” ujar Wagub JNS.

Wakil Gubernur NTT sekaligus Ketua KONI NTT Drs. Josef A. Nae Soi, MM dan Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) NTT, Chris Mboeik saat foto bersama dengan Kontingen Kormi Provinsi NTT di Ruang Rapat Kantor Gubernur NTT pada Rabu (29/06/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kita yakin pasti atlet-atlet kita akan mendulang hasil yang baik. Saya yakin karena bakat anak-anak NTT ini dalam bidang olahraga sudah sering membawa prestasi bagi NTT baik di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia mengatakan, FORNAS tersebut sebagai sarana olahraga rekreasi yang juga sangat bermanfaat bagi kebugaran. “Tentunya dengan olahraga rekreasi juga punya manfaat untuk kebugaran dan membawa kegembiraan. Maka pasti akan memberikan semangat untuk bisa mengharumkan nama NTT. Jangan minder dan harus semangat,” katanya.

Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) NTT, Chris Mboeik mengatakan terima kasih atas dukungan Pemerintah NTT untuk para atlet yang ikut dalam FORNAS di Palembang nanti. “Terima kasih bagi Pemerintah dan masyarakat yang sudah berikan dukungan. Kami akan kirim 43 kontingen terdiri atlet, official dan pemantau. Kami akan mengikuti 3 Inorga (induk organisasi olahraga) diantaranya Binaraga, Line Dance, dan dan Tai chi,” ujarnya.

“Ini pertama kali kirim atlet untuk mengikuti FORNAS. Kita harapkan nanti bisa harumkan nama NTT dari di kancah nasional dalam Fornas ini. Dan juga Line Dance sebagai andalan kita untuk juara,” tambah beliau.

Chris menambahkan, sejauh ini di KORMI Pusat sudah tercatat 66 inorga. Sementara di KORMI NTT baru 8 Inorga yang terdaftar. Kita harapkan akan terus bertambah hingga 66 inorga sehingga bisa mengadakan Festival Olahraga Rekreasi Daerah tingkat provinsi dan kabupaten. “Ini juga untuk memperkenalkan olahraga rekreasi kepada masyarakat NTT,” tambahnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Pameran Koepan Expo Rakerwil IV APEKSI ke 17 Ajang Promosi Produk Unggulan UMKM Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang selaku tuan rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV APEKSI ke 17 tahun 2022 menyelenggarakan Pameran Koepan Expo di Kawasan Pantai Kelapa Lima Kupang, Selasa (21/06/2022), kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 22-24 Juni 2022, kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM, pada Rabu (22/06/2022).

Kegiatan Expo Koepan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari kegiatan APEKSI di Kota Kupang yang dihadiri oleh 13 pemerintah kota se-Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara yang tergabung dalam Komisariat Wilayah IV.

Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam sekapur sirihnya mengatakan bahwa Koepan Expo memamerkan berbagai informasi potensi pariwisata dan budaya NTT juga produk-produk unggulan UMKM di Kota Kupang, dengan harapan semakin memperluas promosi hingga ke luar NTT, “semoga Bapak Ibu para delegasi 13 kota anggota Komwil IV terkesan dengan berbagai produk yang dipamerkan, terutama kain tenun ikat etnis asli NTT juga yang menjadi pendatang baru saat ini, kain tenun sepe. Ketika membeli dan dibawa pulang secara tidak langsung semakin memperkenalkan potensi dan berbagai produk UMKM hingga ke daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Wali Kota Jeriko sekaligus Ketua Komwil IV Apeksi periode 2021 sampai dengan 2024 ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya memaparkan betapa tingginya toleransi di Nusa Tenggara Timur (NTT), ia juga menekankan tentang hidup yang mengedepankan rasa persaudaraan di NTT tanpa memandang suku dan agama, “Kota Kupang adalah rumah besar persaudaraan dan kerukunan umat beragama, wajah orang NTT seram-seram, tapi hatinya baik terhadap siapa saja yang datang ke NTT, terutama di Kota Kupang,” kata Josef.

Ia juga mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang bersama jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut di Kawasan Pantai Kelapa Lima yang indah ini. “Terima Kasih kepada Wali Kota Kupang bersama jajaran yang sudah menyelenggarakan kegiatan Koepan Expo ini. Tidak lupa juga kita mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir ini sudah cukup baik dalam melalukan penataan dan pembenahan wajah Kota Kupang di beberapa titik sehingga sudah terlihat baik, rapi dan lebih indah dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya,” katanya lagi.

Wagub Nae Soi juga memuji Pemkot Kupang karena telah melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Pameran Expo Koepan, “Kegiatan Koepan Expo ini juga baik adanya dengan turut melibatkan para pelaku UMKM. Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi NTT yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM serta mendorong pelaku UMKM untuk mengambil bagian dalam pasar digital,” jelas Wagub Nae Soi.

Diketahui bahwa, dalam kegiatan Expo Koepan ini juga dipamerkan berbagai kain adat serta pakaian yang telah dimodifikasi dari bahan baku kain tenun dari berbagai daerah di NTT, “Kegiatan seperti ini tentu akan memberikan motivasi yang cukup besar dalam menumbuhkan dan mengembangkan produk-produk yang dihasilkan UMKM menjadi lebih baik. Dengan menyadari persaingan dalam dunia usaha dan perubahan selera konsumen sangatlah cepat dan ketat sehingga menuntut semua pelaku ekonomi bekerja keras untuk menghadapi persaingan maka perlu memantapkan jaringan usaha dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” tambahnya.

“Keberhasilan para pelaku usaha UMKM akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat antara lain pendapatan masyarakat akan meningkat, lapangan kerja akan terbuka luas dan berbagai usaha terkait akan tertarik pula untuk berkembang,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan, Perekonomian NTT akan memiliki landasan yang kuat dengan pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Dengan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang tersedia dan dengan dukungan sarana prasarana yang memadai maka produk UMKM yang dihasilkan akan memiliki nilai daya saing yang kuat dalam pemasarannya.

“Dengan berbelanja produk-produk UMKM merupakan bukti kecintaan kita terhadap produk-produk dalam negeri sekaligus memperlihatkan nasionalisme kita. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang menjadi pedoman bagi kita dalam mempromosikan produk-produk UMKM. Presiden juga menegaskan agar belanja APBN dan APBD harus dimanfaatkan untuk membeli produk dalam negeri sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah untuk negara,” jelas Wagub Nae Soi.

“Pemerintah terus berupaya memperkuat kelembagaan, membangun kapasitas serta mempermudah dan meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM NTT harus menjadi penting dan semua pihak harus punya komitmen yang kuat untuk menggunakan produk-produk UMKM NTT,” tutupnya.

Beberapa Peserta APEKSI yang merupakan para Wali Kota dari pulau Jawa memuji perkembangan pesat Kota Kupang dibawah kepemimpinan pasangan Wali Kota Jeriko dan Wakil Wali Kota, dr. Herman Man, seperti yang diungkapkan Wali Kota Kediri, Wali Kota Probolinggo dan juga Direktur Eksekutif APEKSI, mereka masing-masing memberikan pujian tentang perubahan besar di Kota Kupang, khsususnya penataan kota. (*PKP_sny)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang 

Buka Pameran Koepan Expo, Wagub Nae Soi Apresiasi Pemkot Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Pelataran Pantai Kelapa Lima Kupang (Depan Hotel Aston) pada Selasa (21/06/2022) dilaksanakan pembukaan Koepan Expo. Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, MM yang hadir memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi acara tersebut juga turut mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang bersama jajarannya yang sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut dan juga pembenahan tatanan Kota Kupang dalam beberapa tahun terakhir.

“Terima Kasih kepada Walikota Kupang bersama jajarannya yang sudah menyelenggarakan kegiatan Koepan Expo ini. Tidak lupa juga kita mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir ini sudah cukup baik dalam melalukan penataan dan pembenahan wajah Kota Kupang di beberapa titik sehingga sudah terlihat baik, rapi dan lebih indah dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya,”  ujar Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, MM saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi Koepan Expo bertempat di Pelataran Pantai Kelapa Lima Kupang (Depan Hotel Aston) pada Selasa (21/06/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wakil Gubernur juga mengapresiasi kegiatan tersebut yang melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Kegiatan Koepan Expo ini juga baik adanya dengan turut melibatkan para pelaku UMKM. Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi NTT yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM serta mendorong pelaku UMKM untuk mengambil bagian dalam pasar digital,” jelas Wagub Nae Soi.

“Kegiatan seperti ini tentu akan memberikan motivasi yang cukup besar dalam menumbuhkan dan mengembangkan produk-produk UMK menjadi lebih baik. Dengan menyadari persaingan dalam dunia usahan dan perubahan selera konsumen sangatlah cepat dan ketat sehingga menuntut semua pelaku ekonomi bekerja keras untuk menghadapi persaingan maka perlu memantapkan jaringan usaha dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” tambahnya.

“Keberhasilan para pelaku usaha UMKM akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat antara lain pendapatan masyarakat akan meningkat, lapangan kerja akan terbuka luas dan berbagai usaha terkait akan tertarik pula untuk berkembang,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan, Perekonomian NTT akan memiliki landasan yang kuat dengan pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Dengan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang tersedia dan dengan dukungan sarana prasarana yang memadai maka produk UMKM yang dihasilkan akan memiliki nilai daya saing yang kuat dalam pemasarannya.

“Dengan berbelanja produk-produk UMKM merupakan bukti kecintaan kita terhadap produk-produk dalam negeri sekaligus memperlihatkan nasionalisme kita. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang menjadi pedoman bagi kita dalam mempromosikan produk-produk UMKM. Presiden juga menegaskan agar belanja APBN dan APBD harus dimanfaatkan untuk membeli produk dalam negeri sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah untuk negara,” jelas Wagub Nae Soi.

“Pemerintah terus berupaya memperkuat kelembagaan, membangun kapasitas serta mempermudah dan meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM NTT harus menjadi penting dan semua pihak harus punya komitmen yang kuat untuk menggunakan produk-produk UMKM NTT,” tutup beliau. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Hadiri Soft Launching Pesparani Nasional, Wagub Tegaskan Kesiapan NTT Jadi Tuan Rumah

NTT AKTUAL. JAKARTA. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) menghadiri Rapat Kerja Nasional Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional (LP3KN) dengan tema “Sukseskan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tingkat Nasional II di Nusa Tenggara Timur, Perkuat Toleransi dan Moderasi Beragama Menuju Indonesia Bermartabat,” di Wisma Semadi, Kelender Jakarta Timur, Sabtu (14/05/2022).

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Soft Launching PESPARANI Katolik Tingkat Nasional II di Nusa Tenggara Timur pada bulan Oktober 2022.

Di hadapan para peserta Rakernas, Wagub JNS menyampaikan kesiapan Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menjadi tuan rumah Pesparani Nasional.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Agama RI, Yang Mulia Ketua KWI serta Ketua LP3KN yang telah menetapkan Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesparani Katolik Nasional II, dalam Munas LP3KN di Ambon, pada saat pelaksanaan PESPARANI Nasional I Tahun 2018 di Ambon yang lalu. Pesparani Nasional II di Nusa Tenggara Timur akan diselenggarakan bulan Oktober Tahun 2022. Kami siap menjadi tuan rumah kegiatan ini,” kata Wagub JNS dalam sambutannya.

Lebih lanjut Wagub Nae Soi mengundang seluruh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) se-Indonesia untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.

“Melalui kesempatan Rakernas dan Soft Launching Pesparani Katolik Nasional II di tempat ini, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya juga secara resmi mengundang seluruh LP3KD se-Indonesia, untuk menyukseskan kegiatan yang bermartabat ini.
Kami menanti dengan penuh sukacita kehadiran Bapak dan Ibu sekalian di Nusa Tenggara Timur, Nusa Terindah Toleransinya,” pungkas Wagub Nae Soi.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala, Perwakilan dari KWI, Perwakilan dari bimas Katolik, para kepala LP3KD Provinsi se Indonesia, Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, kepala Badan penghubung NTT, Donald Izaac dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Progres Stimulan Rumah Dampak Bencana Seroja, Kota Kupang Tuai Apresiasi

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Suharyanto, beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTT dalam rangka monitoring dan evaluasi progres stimulan rumah dampak bencana siklon tropis Seroja, Kamis (12/05/2022) bertempat di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTT, Josef Adrianus Nae Soi, M.M., Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore M.M., M.H., bersama para bupati atau yang mewakili dari daerah terdampak bencana Siklon Seroja, Forkopimda NTT, Kalaksa BPBD Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, serta perwakilan BPBD Kabupaten/Kota se-NTT.

Wali Kota Kupang memaparkan progres bantuan stimulan untuk Kota Kupang yang mendapatkan bantuan Rp. 150.985.000.000,- yang di salurkan melalui bank BRI. Untuk saat ini progres rumah dalam tahap pengerjaan perbaikan berjumlah 6.126 unit dan rumah yang telah selesai pengerjaannya 6.145 unit yang terbagi dalam 3 kategori kerusakan yakni rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

Menurut Wali Kota terdapat beberapa kendala dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat antara lain proses sosialisasi terkait bantuan yang cukup memakan waktu serta proses pembuatan rekening bank baru bagi masyarakat yang kesulitan akses ke bank terkait.

Wagub NTT dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Walikota Kupang dan Bupati Ende, yang telah menunjukkan kemajuan realisasi penyaluran stimulan perbaikan rumah. Ia berharap kiranya hal ini menjadi pendorong bagi 15 kabupaten lainnya agar segera melakukan aksi nyata di lapangan. Apresiasi juga disampaikan kepada Walikota Kupang, Bupati Kupang, Bupati Lembata, Bupati Flores Timur, Bupati Alor, Bupati Sumba Timur dan warga masyarakatnya yang telah menyediakan lokasi untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak yang direlokasi. Hal ini merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa dan menjadi modal membangun ketangguhan daerah terhadap bencana.

Dana Stimulan untuk 53.400 rumah rusak Perbaikan Rumah Rusak telah disalurkan oleh BNPB ke rekening BPBD 16 kabupaten/kota (Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Alor, Rote Ndao, Lembata, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Barat dan Sabu raijua) pada tanggal 31 Desember 2021. Progres penyaluran sampai saat ini belum menggembirakan di mana jumlah dana yang telah disalurkan sejumlah Rp.19.960.000.000,-atau 2.35% dari total jumlah bantuan untuk NTT senilai Rp.849.300,000,000,- .

Harapannya perlu membangun komitmen yang sama untuk mempercepat penyaluran dana tersebut agar kebutuhan hunian warga terdampak di 16 kabupaten/kota segera diatasi. Stimulan Perbaikan Rumah menggunakan Dana Siap Pakai yang masa berlakunya sangat terbatas. Masa transisi darurat ke pemulihan tingkat Provinsi NTT akan berakhir pada 31 Mei 2022 dan akan diperpanjang 3 bulan sampai dengan Agustus 2022.

Kepala BNPB melalui arahannya menyampaikan masih ada daerah yang berproses terkait administrasi seperti menetapkan juknis, melakukan verifikasi, validasi, dan sosialisasi. Situasi ini harus terus dipacu terutama percepatan perbaikan dan pembangunan rumah.

Senada dengan Wagub NTT, Kepala BNPB RI juga mengapresiasi Kota Kupang dan Kabupaten Ende yang telah berproses melakukan perbaikan dan pembangunan rumah rusak. Kota Kupang diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam penyaluran bantuan seroja. Ia menekankan percepatan ini diperlukan agar masyarakat terdampak segera memperoleh hunian dan di sisi lain pemanfaatan dana stimulan dapat mendukung pemulihan ekonomi dari dampak covid-19.

Di sela-sela acara Kepala BNPB RI menyerahkan bantuan berupa peralatan bagi Provinsi NTT dan kabupaten/kota. Kota Kupang mendapatkan bantuan 1 unit trailer tangki air yang diharapkan dapat membantu penanggulangan bencana oleh instansi terkait. Kemudian seusai rapat Kepala BNPB beserta rombongan didampingi Wali Kota Kupang dan jajarannya meninjau rumah korban terdampak Siklon Seroja di Kelurahan Oepura. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Gubernur NTT dan Wagub Tinjau Budidaya Lobster di Mulut Seribu

NTT AKTUAL. BAA. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef A. Nae Soi melakukan kunjungan kerja di Rote Ndao, Jumat (29/4/2022).

Kedua pemimpin sekaligus sahabat karib dan layaknya Adik dan Kakak itu melakukan perjalanan dari kupang melalui jalur laut dengan menggunakan Kapal Cepat berbeda. Gubernur Viktor menggunakan kapal Viber catamaran dan Wagub Josef menggunakan Kapal BKKPN Kupang. Keduanya berangkat dari pelabuhan Tenau Kupang pada pukul 06.15 wita dan tiba di kawasan Mulut seribu pada Pukul 7.15 Wita langsung meninjau lokasi Budidaya Lobster.

Lokasi Budidaya Lobster tersebut berada di kawasan Mulut Seribu, Desa Dayama Kecamatan Landuleko, hasil kerja sama antar Pemerintah Provinsi NTT dengan PT
Cakrawala Lautan Abadi (CLA) .

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Viktor mengungkapkan Budidaya Lobster tersebut merupakan proses transfer pengetahuan dalam perubahan pola pikir dan tindakan nyata bahwa NTT punya potensi yang kaya dan sekarang sedang dikerjakan.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur (Wagub) NTT Josef A. Nae Soi saat mengunjungi Lokasi Budidaya Lobster di kawasan Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao, Jumat (29/4/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Sebagai Provinsi Kepulauan, yang didominasi oleh wilayah lautan, menunjukan bahwa NTT ini kaya. Untuk itu optimalisasi potensi laut harus kita kerjakan. Salah satunya Budidaya Lobster, dengan prinsip perkuat riset, pengetahuan, kolaborasi dan pemberdayaan nelayan kita” Ungkap Gubernur Laiskodat

“Langkah awal, kita kerjakan dulu yang ada sekarang. Yang pasti tahun depan saat panen saya hadir dan selanjutnya kita kerjakan yang lebih besar lagi. Karena sudah ada modelnya dan ekosistem ekonominya kita desain agar berdampak juga bagi kesejahteraan nelayan NTT, ” pungkas Gubernur VBL

Sementara itu, Wagub Josef Nae Soi melepas secara simbolis perpindahan kandang tangkar dari tempat benih bening lobster ke tempat kandang tangkar yang dewasa.

“Ini Lobster NTT,” ungkap Wagub JNS sambil ditunjukan ke arah kamera media.

Selanjutnya Supervisor PT. CLA, Pineng menjelaskan, perkembangan pertumbuhan lobster di Mulut Seribu selama enam bulan ini sangat baik. Kami terus berkolaborasi bersama masyarakat nelayan dan pastinya kita lakukan panen di bulan oktober tahun 2023.

“Selama enam bulan kami bekerja, perkembangan progresnya sangat baik. Harapanya adalah kerjasama dan sukses bersama masyarakat. Tujuannya agar di bulan oktober tahun 2023 kita dapat lakukan panen perdana” ungkap Pineng. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Apresiasi Penandatanganan Kerjasama PMI dengan CVTL, Wagub Minta Harus Diikuti Langkah Konkret

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengapresiasi Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Palang Merah Indonesia (PMI) dengan Cruz Vermelha de Timor Leste (CVTL) atau Palang Merah Timor Leste. JNS minta agar perjanjian tersebut harus diikuti langkah-langkah konkret untuk kegiatan kemanusiaan.

“Momen ini adalah momen kebangkitan untuk kita semua. Momen ini tidak boleh hanya di atas kertas, tapi terutama momen untuk melakukan kegiatan konkret untuk kebaikan sesama kita tanpa dibatasi suku, ras,agama dan bangsa,” kata Wagub JNS saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Kerjasama PMI-CVTL,
Peningkatan Kapasitas Organisasi di Perbatasan di Wisma Indonesia Pos Perbatasan Motaain, Kabupaten Belu, Selasa (26/4/2022).

Dalam kesempatan tersebut ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMI Sudirman Said dan Sekjen CVTL, Luis Pedro Pinto. Turut sebagai saksi dalam penandatanganan itu, Wagub NTT yang sekaligus Ketua PMI NTT, IFRC (Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit) Head of Country Cluster Delegation Indonesian and Timor Leste,Representative to ASEAN, Jan Gelfand dan  ICRC (Komite Internasional Palang Merah) Head of Regional Delegation to Indonesia and Timor Leste, Alexandre Faite.

Menurut Wagub JNS, momen kerjasama tersebut sangatlah luar biasa. Karena secara sosio kultural, NTT dan Timor Leste punya kedekatan. Ada keserasian perasaan antara masyarakat kedua wilayah tersebut.

“Hari ini kita menjalin kerjasama yang sangat luar biasa. Jalin kerjasama tidak hanya sekedar kerjasama yang biasa saja, tapi ini kerja sama untuk kehidupan dan hidup umat manusia. Dengan kerjasama PMI dan CVTL ini, tentu kalau ada masyarakat Timor Leste di perbatasan yang alami bencana dan kekurangan yang harus dibantu PMI, wajib hukumnya PMI harus turun tangan. Begitu pun sebaliknya kalau masyarakat  di Belu, Malaka, TTU, Kabupaten Kupang tertimpa kejadian luar biasa, pasti saudara-saudaranya di Timor Leste akan membantu,”jelas Wagub JNS.

Lebih lanjut Wagub Nae Soi mengungkapkan kerjasama ini harus direalisasikan dalam kegiatan-kegiatan kemanusian sesuai dengan hukum humaniter yang menjadi dasar PMI baik dalam masa perang maupun damai.

“Bayangkan kalau ada orang yang alami kekurangan darah di wilayah perbatasan ini, pasti kita akan memberikan darah. Pemerintah Provinsi NTT pasti akan sangat mendukung kegiatan-kegiatan riil untuk kemanusiaan ini. Mari kita bekerja sama sebagai saudara pada pulau yang sama ini. Sampaikan salam hormat dan profisiat kami kepada Presiden Timor Leste yang baru. Kita akan bicarakan lebih lanjut apa yang kita harus lakukan dalam jangka pendek,menengah dan jangka panjang untuk wujudkan perjanjian kerjasama ini,” pungkas Wagub JNS.

Sementara itu, Sekjen PMI, Sudirman Said mengungkapkan kegembiraan atas terselenggaranya kerjasama yang telah digagas sejak tahun 2020. Kegiatan kerjasama ini bukan hanya simbolik tapi lebih dari itu soal kesungguhan menjalin persahabatan kemanusiaan antara kedua negara yang mempunyai sejarah yang dinamis di masa lalu.

“Seluruh gerakan PMI adalah untuk melayani seluruh semesta. Bila terjadi sesuatu di negara manapun, maka itu menjadi masalah kita bersama. Begitupun dalam konteks kerjasama ini, sangatlah penting. Bila terjadi sesuatu di Timor Leste, PMI wajib membantu dan begitupun sebaliknya. Apalagi kedua negara sangat intens dalam hal pergerakan manusia, barang dan jasa. Perbatasan ini adalah perbatasan yang hidup. Kita mulai kerjasama dari yang kecil, dan kemudian bangun sesuatu yang lebih bermanfaat. Kerja sama ini harus betul produktif dan memperkuat persahabatan kedua negara,”jelas Sudirman Said.

Selanjutnya, Sekjen CVTL, Luis Pedro Pinto mengungkapkan kerjasama ini bukan sekadar kerjasama antara PMI dan CVTL, tapi lebih dari itu merupakan kerjasama antar pemerintah untuk merespon situasi bencana.

“Ini penting untuk kami. Kami apresiasi atas inisiatif yang luar biasa ini. Pemerintah kami sangat mrngapresiasi kerjasama ini.
Ke depannya, kita  berharap adanya dukungan otoritas dari kedua negara. Inisiatif ini sangat positif dan  ini bisa jadi contoh bagi negara- lain di Asia khususnya ASEAN,” kata Luis Pedro Pinto.

Kerjasama antara PMI dan CVTL ini mencakup di antaranya penanggulangan bencana dan kesehatan, kesiapsiagaan, pengurangan resiko bencana, tangga darurat, mobilisasi sumber daya, diseminasi dan diplomasi kemanusiaan di area perbatasan, migrasi dalam situasi normal dan bencana, pengembangan organisasi untuk kesiapan respon, volunter manajemen termasuk donor darah dan  Management of The Dead (MoTD) atau manajemen jenasah saat bencana. Termasuk juga peningkatan organisasi dan masyarakat di wilayah perbatasan, kerjasama dengan otoritas terkait untuk mobilisasi sumberdaya saat kedaruratan.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Perwakilan IFRC, Perwakilan ICRC,Pengurus CVTL, Pengurus PMI Pusat, Pengurus PMI NTT, Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Belu, PMI Kabupaten Belu dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub Minta Kaum Perempuan NTT Terlibat Aktif dalam Penanganan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) minta kaum perempuan NTT untuk terlibat aktif dalam penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Penghargaan hari ini dan peringatan hari Kartini tahun ini memberikan refleksi kritis yang sangat besar bagi kita di Nusa Tenggara Timur yang masih bergelut dengan dua isu besar yakni kemiskinan ekstrem dan stunting,” kata Wagub Josef saat memberikan arahan pada kegiatan Penyerahan Penghargaan Kepada Perempuan Berjasa dan Berprestasi Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur di Aula El Tari Kamis (21/4/2022).

Acara tersebut diprakarsai Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) yang merupakan wadah bagi para pendamping atau para isteri dari menteri-menteri kabinet Indonesia Maju untuk memperingati Hari Kartini ke-144 Tahun 2022. Penghargaan diberikan kepada Perempuan Berjasa dan Berprestasi di seluruh Kabupaten/Kota seluruh Indonesia pada bidang kesehatan, pendidikan, sosial budaya, lingkungan hidup dan pertanian.

Menurut Wagub JNS, NTT merupakan salah satu Provinsi dengan jumlah kemiskinan ekstrem tertinggi. Begitupun dengan stunting, juga masih sangat tinggi.

“Kemiskinan ekstrem dan stunting ini tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah tapi harus dilakukan secara bersama oleh berbagai pemangku kepentingan. Termasuk kaum perempuan yang punya peranan penting dalam keluarga. Di hari yang bermartabat bagi kaum perempuan ini, saya ajak dan mendorong  semua  perempuan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial budaya, lingkungan hidup dan bidang apa saja untuk berkolaborasi, bekerjasama, berinteraksi dan berinterelasi dengan berbagai komponen untuk mengatasi kedua masalah ini. Sinergisitas berbagai pemangku kepentingan akan mempercepat penanganan hal- hal tersebut,” jelas Wagub JNS.

Lebih lanjut Wagub Josef menjelaskan peranan perempuan dalam peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sangatlah penting. Kartini yang terdekat dan berjasa  adalah ibu kita.

“Saya hari ini menggunakan tenunan yang merupakan hasil karya intelektual yang diciptakan secara luar biasa oleh kartini-kartini hebat dari Nusa Tenggara Timur dan diwariskan turun-temurun. Mereka menenun tanpa gambar, menyambung benang satu dengan yang lain  secara luar biasa hingga menghasilkan kain dengan motif yang sangat indah dan beragam. Kita berterima kasih kepada Raden Ajeng Kartini, tapi kita juga jangan lupa dan memberikan apresiasi kepada kartini-kartini yang dekat dengan kita, yang berjasa dalam hidup dan kehidupan kita. Mereka adalah perempuan-perempuan hebat,”pungkas Wagub JNS.

Untuk diketahui tingkat kemiskinan ekstrem di NTT adalah 9,5 persen atau setara 530.830 jiwa dan stunting sebesar 20,9 persen atau 81.354 balita. Presiden Jokowi menargetkan pada tahun 2024 kemiskinan ekstrem harus 0 persen atau tidak ada lagi dan stunting secara nasional harus turun menjadi 14 persen tahun.

Acara pemberian penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi  ini dibuka secara resmi oleh Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Estu Ma’ruf Amin di istana Negara dan diikuti secara virtual oleh seluruh Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Walikota dan para penerima penghargaan. Dari 514 perempuan penerima penghargaan seluruh Indonesia, terdapat 10 perwakilan menerima penghargaan tersebut secara langsung di Istana negara termasuk di dalamnya penerima Penghargaan dari Kabupaten Sikka, Ibu Yovita Mariati yang bergerak di bidang kesehatan.

Sementara penerima penghargaan lainnya diserahkan oleh Gubernur/Wakil Gubernur.

Ke-22 Wanita Penerima Penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi di NTT yakni Kabupaten Kupang : Yerny H. Selly Bolu, bergerak di bidang pendidikan,  TTS : Rambu Antanau Mella,  sosial budaya, Kabupaten TTU : Maria Filiana Tahu,  sosial budaya, Kabupaten Belu : Maria Goreti Bisoi,  sosial budaya, Alor : Halimah Bai Gawi,  pertanian, Flores Timur : Inviolata Da Consa Watuliling, pendidikan, Sikka : Yovita Mariati, kesehatan, Ende :Yohana  A. Baboraki, sosial budaya, Ngada : Agnes Maria Florida Wua Prima, pertanian, Manggarai : Maria F.F Aburman, sosial budaya, Sumba Timur : Rosalinda Tamo Ina, pendidikan, Sumba Barat : Roswita Asti Kulla, Pendidikan, Lembata : Bibiana Bengan Kian Rianghepat, sosial budaya,  Rote Ndao : Adelheid Da Silva, sosial budaya, Manggarai Barat : Gabriela Uran, pertanian, Nagekeo : Marselina Aso, pendidikan, Sumba Tengah :Vinsensia Veraria Watowai, kesehatan, Sumba Barat Daya : Imelda Sulis Setiawati Seda, sosial budaya, Manggarai Timur : Maria Sedis, Lingkungan Hidup, Sabu Raijua : Jublina Yulintje Willa, Pertanian, Malaka : Maria Henderina Hajan, pendidikan, dan Kota Kupang : Veby Yulience Anin Dite, kesehatan.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Bupati Lembata, Bupati Sumba Timur, Bupati Manggarai Timur, Bupati Sumba Timur, Bupati Sabu Raijua, Bupati Sumba Tengah, Wakil Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Kupang, pimpinan perangkat daerah lingkup pemerintah provinsi NTT, para penerima penghargaan dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub NTT Terima Usulan Dana Hibah Pilgub 2024 Dari Bawaslu NTT sebesar Rp. 376.362.311.000

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS), pada Rabu (13/4/2022) menerima Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTT, Thomas Djawa, bersama para Anggota Bawaslu Provinsi NTT, masing-masing : Jemris Fointuna, Melpi Marpaung, Noldi Taduhungu, Baharudin Hamzah, Kepala Sekretaris Bawaslu Provinsi NTT Ignatius Jani dan Kabag Hukum Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT Vecky Boling. Rombongan Bawaslu Provinsi NTT ini diterima di di ruang kerja Wakil Gubernur NTT di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi NTT : Thomas Djawa menyampaikan kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur : Josef Adreanus Nae Soi (JNS) bahwa setelah Pelantikan KPU dan Bawaslu, maka dua lembaga tersebut terus melakukan berbagai persiapan serius untuk melaksanakan dan menyukseskan Pemilu dan Pilkada Serentak tahun 2024 nanti.

Mendengar penyampaian dari Ketua Bawaslu Provinsi NTT tersebut, maka Wagub JNS berharap agar kegiatan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 nanti dapat berlangsung dengan sukses dan lancar untuk menjalankan amanah konstitusi dengan penuh tanggug jawab.

“Semua pemangku kepentingan, khususnya Pemerintah dan DPRD serta pihak penyelenggara Pemilu terus melakukan berbagai persiapan sesuai dengan tupoksi masing-masing, untuk menyukseskan kegiatan konstitusional tersebut. Saya berharap semua pihak baik pemerintah maupun penyelenggara termasuk Bawaslu Provinsi NTT juga harus terus melukan koordinasi secara intensif, membahas dan merampungkan berbagai kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk menyukseskan hajatan besar ini. Perhatikan juga masalah data pemilih. Dan tentumya kami segera melakukan rakor bersama untuk membahas berbagai persiapan, khususnya menyangkut anggaran, dana hibah dan berbagai kebutuhan lainnya”, ungkap Wagub JNS kepada Ketua dan Para Anggota Bawaslu Provinsi NTT.

Mantan Anggota DPR RI ini juga mengharapkan agar struktur pembiayaan Pemilu nanti perlu dibahas bersama dengan baik antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota se NTT.

Pada bagian lain, Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Thomas Djawa menyampaikan permohonan kepada Wagub JNS untuk untuk berkenan menerima RAB yang diajukan, untuk kepentingan Pilgub 27 November 2024 nanti.
“Anggaran yang kami ajukan adalah sebesar Rp. 376.362.311.000, pengajuan anggaran ini masih berpedoman pada regulasi tentang Pilkada Serentak Tahun 2020. Anggaran yang kami ajukan ini bisa saja bertambah ataupun berkurang, manakala dilakukan berbagai penyesuaian sesuai dengan regulasi yang terbaru nanti”, jelas Thomas Djawa.

Lebih lanjut, Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Thomas Djawa, mengatakan bahwa jika Pilkada Serentak dilaksanakan pada 27 November 2024 nanti, maka sesuai dengan UU Nomor 10 Tahun 2016, tahapan pilkada tersebut sudah harus dimulai 12 bulan sebelum pelaksanaannya, yaitu terhitung pada November 2023 nanti.

“Semua persiapan termasuk asistensinya sudah harus dimulai sejak Juni 2023 nanti, dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sudah harus ditandatangani oleh Pemda dan Penyelenggara Pilkada paling lambat pada Oktober 2023 nanti. Struktur pembiayaan Pilgub dan Pilbup, khususnya yang ada di Bawaslu tidak ada yang berbeda. Akan ada sharing anggaran antar dana hibah provinsi dan kabupaten/kota. 22 Kabupaten/Kota sudah menyampaikan permintaan untuk rakor bersama Pemerintah Kabupaten/Kota, karena pelaksanaan tahapannya semua serentak. Oleh karena itu, semua pihak bisa menyamakan pemahaman terkait kebutuhan anggaran dan untuk kepentingan sharing anggarannya pasca asistensi” kata Thomas Djawa.

Thomas Djawa juga menyampaikan harapannya kepada Wagub JNS agar dalam waktu dekat pemerintah dapat melaksanakan rakor bersama untuk menindaklanjuti koordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 nanti.

Turut hadir pada audiens tersebut Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTT : Yohanis Oktavianus, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT : Zakarias Moruk, dan Kepala Seksi Penangananan Pelanggaran Bawaslu Provinsi NTT : Abdul Azis. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub JNS Meletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor KIB

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) menegaskan Kawasan Industri Bolok (KIB) punya peran strategis untuk meningkatkan perekonomian NTT. Pembangunan kantor yang bagus harus diikuti dengan hasil kerja (outcome) yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat NTT.

“Orang pasti bertanya, NTT ko mau bangun kawasan Industri? Industri apa yang mau dibangun sehingga butuh kawasan industri? Tapi saya dengan pak Gubernur yakin kawasan industri ini sangat penting karena  NTT berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste. Peluang ini bisa kita manfaatkan dengan hadirnya kawasan industri ini untuk meningkatkan perekonomian NTT,” jelas Wagub JNS dalam sambutannya saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kantor KIB di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Senin (11/4/2022).

Menurut Wagub Nae Soi, jika posisi NTT yang sangat strategis tersebut diikuti pendekatan budaya  sesama Melanesia dengan 23 negara di Asia Pasifik tentu juga akan mendukung pengembangan kawasan industri. Peluang-peluang seperti ini harus dioptimalkan, tidak hanya di dalam NTT tapi juga ke luar NTT.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kantor KIB di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Senin (11/4/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kawasan itu adalah tempat. Tapi industri bukan hanya tempat. Industri  di dalamnya ada orang, ada proses, ada output dan outcome. Oleh sebab itu lahirlah apa yang dinamakan revolusi industri,” jelas Wagub JNS.

Lebih lanjut Wagub berharap agar pembangunan kantor yang bagus harus bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat NTT. Dengan adanya kawasan industri ini, kita bisa mencari uang untuk bangun NTT.

“Peletakan batu pertama yang dilaksanakan dalam suasana menjelang Paskah ini diharapkan dapat menyemangati kita untuk menjadikan kawasan industri ini lebih baik. Kalau memiliki kantor baru, kantor yang bagus, orang di dalamnya, proses, output dan outcomenya juga harus bagus,” pungkas Wagub Josef Nae Soi.

Sementara itu Direktur Utama PT KIB, Gabriel Kenenbudi mengungkapkan Kawasan Industri Bolok sudah ada sejak tahun 2007, namun baru menjadi Badan Usaha Milik Daerah sejak tahun 2019. Pembangunan Kantor KIB merupakan suatu momentum sejarah baru dengan adanya penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi NTT.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah memberikan penyertaan modal sehingga roda pengembangan dapat berjalan. Dari penyertaan modal, kami berusaha untuk prioritaskan pembangunan agar pertumbuhan kawasan ini nampak dan terlihat,” jelas Gabriel.

Dikatakan  Gabriel, dukungan pembangunan kantor KIB merupakan bukti keseriusan pemerintah provinsi untuk pengembangan KIB.

“Pertumbuhan KIB memang belum signifikan tapi dalam masa jabatan kami, sudah ada satu kontrak baru,perusahaan baru yang masuk dalam kawasan ini dan ada dua perusahaan dalam negoisasi.  Kami mohon dukungan dari tokoh adat dan tokoh masyarakat di sekitar sini karena ini hasilnya untuk kita semua,” tutup Gabriel.

Pembangunan kantor KIB ini menggunakan anggaran sebesar Rp. 4.376.254.000 (Empat Miliar Tiga Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Dua Ratus Lima Puluh Empat Ribu Rupiah,red) dengan masa kerja selama 210 hari. Ditargetkan selsai pada 5 Oktober 2022.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala BPKP Provinsi NTT, Staf Khusus Gubernur Bidang Hukum, Wakil Bupati Kupang, General Manager PLN UIW NTT, General Manager Pelindo III Kupang, Ketua KADIN NTT, Jajaran Direksi dan Komisaris KIB, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama sekitar KIB, dan undangan lainnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata