Arsip Tag: Josef Nae Soi

Industri Olahraga Harus Berkontribusi Pada Pertumbuhan Ekonomi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Musyarawah Olah Raga Kota, KONI Kota Kupang, Selasa (18/01/2022) di Hadiri Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi yang merupakan Ketua Umum (Ketum) KONI NTT guna mensosialisasikan tentang desain Organisasi KONI yang eksistensinya harus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalu industri olahraga.

“Peraturan Presiden nomor 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional mengisyaratkan KONI NTT harus merubah mindset kita yang tergabung dalam organisasi ini, semula terkesan kita meminta anggaran kepada Pemerintah akan tetapi bagaimana Olahraga berprestasi di NTT kita jadikan Industri olahraga yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di NTT,” jelas Wagub Josef.

“Sebagai contoh, kita lihat saja pada pelaksanaan PON XX di Papua, semula kontribusi industri olahraga terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar satu persen, meningkat menjadi 16,8 persen, hal ini dapat juga kita lakukan di NTT melalui event-event olahraga prioritas yang kita selenggarakan di NTT hingga berupaya menjadi Tuan Rumah PON XXI tahun 2028 nanti,” ungkap Wagub JNS

Wagub Josef juga menyampaikan berkaitan dengan daya dan upaya yang dilakukannya bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk memperjuangkan NTT menjadi tuan rumah PON tahun 2028.

“Saya bersama Gubernur terus berjuang untuk NTT menjadi Tuan Rumah PON 2028 nanti, kemarin Gubernur Seminggu tugas ke Jakarta, salah satu agenda yaitu berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait NTT menjadi Tuan rumah PON 2028, besok juga saya ke Jakarta, setelah pelantikan nanti, langkah selanjutnya yaitu berkompetisi untuk menjadi tuan rumah dan Provinsi NTT tentunya berkoalisi dengan Provinsi NTB,” jelas Ketum KONI NTT

Ketum KONI NTT periode 2021-2026 juga berpesan, dalam pelaksanaan Musyawarah ini agar mengedepankan sportifitas dan mengedepankan persaudaraan demi kemajuan olahraga di Kota Kupang.

“Namanya Musyawarah, tentunya banyak kompromi-kompromi yang dilakukan, tetapi kita mesti tegas pada masalahnya namun ramah dalam penyelesaiannya, karena olah raga mengedepankan sportifitas,” Pesan Wagub

Sementara itu, Walikota Kupang yang juga Ketua KONI Kota Kupang, Jefirtson R. Riwu Kore dalam sambutannya, menyambut baik Musyawarah ini untuk memajukan olahraga di Kota Kupang.

“Momentum ini agar dipakai untuk menyusun program kerja kedepanya dan mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan untuk kemajuan olahraga di Kota Kupang melalui kerjasama dengan pemangku kepentingan Olahraga, peningkatan profesional atlet dan pelatih serta penghargaan bagi para atlet berprestasi,” Jelas Walikota Jefri

Untuk diketahui, sesuai dengan laporan Ketua panitia Musyawarah Olahraga Kota, KONI Kota Kupang, Dumuliahi Djami menyampaikan laporan terkait agenda pelaksanaan kegiatan yaitu pemilihan Ketua Umum KONI Kota Kupang 2022-2025 dan menetapkan program jangka panjang dan jangka pendek serta laporan kinerja dan keuangan. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wagub JNS : Gerakan Pramuka wujudkan Generasi Unggul dan Berkarakter

NTT AKTUAL. KUPANG. “Gerakan Pramuka Wujudkan Generasi Unggul dan Berkarakter,” Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS), saat menerima audiens Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka NTT, Ka Sinun Petrus Manuk bersama Jajaran Pengurus Kwarda NTT, masing-masing : Wakil Ketua Kwarda NTT : Ka Maria Patrisia Sumarni dan Ka Siprianus Tua Beketekeneng, Kepala Sekretariat Kwarda NTT : Jono Sakka dan Hendro Teme selaku Anggota Bidang Humas Kwarda NTT, Selasa (4/01/2022).

“Berbagai kegiatan kreatif yang dikembangkan di dalam organisasi Pramuka sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dan meningkatkan mental spiritual dan moral anak-anak kita, sehingga kelak mereka dapat menjadi pemimpin yang tangguh dalam menjunjung tinggi Pancasila dan sanggup mempertahankan jati diri sebagai Praja Muda Kirana Indonesia, yang mencintai NKRI dan selalu memiliki semangat rela berkorban, solider dan gotong royong”, ungkap Wagub JNS.

Lebih lanjut Wagub NTT menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT senantiasa mendukung berbagai program pembinaan generasi muda, salah satunya melalui wadah Pramuka, karena Hal tersebut menjadi salah satu modal utama dalam pembentukan karakter bangsa.

“Jangan lelah untuk mengabdi dengan tetap memiliki komitmen moral tinggi, dalam melakukan aktifitas kepramukaan, karena itu merupakan panggilan dan tugas mulia dalam mewujudkan generasi Indonesia dan generasi NTT yang berkarakter. Kalian merupakan orang-orang pilihan yang mampu menyiapkan dan mencerdaskan generasi muda yang siap mengabdi untuk membangun bangsa dan daerah ini. Bekerjalah dengan penuh dedikasi dan loyal terhadap panggilan ini. Sebagai pembina Pramuka bekerjalah pantang menyerah”, tegas Wagub Josef.

Wagub Nae Soi juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT sangat mendukung suksesnya kegiatan Jambore Daerah NTT, di Labuan Bajo dan Jambore Nasional 2022 di Cibubur.

“Saya berharap Jajaran Kwarda dan Kwarcab di seluruh Kabupaten/Kota NTT serius untuk mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan tersebut, karena sangat penting untuk mendorong peningkatan mental spiritual anak-anak, bahkan bagaimana bisa berprestasi dengan saling menghargai satu dengan yang lain. Mereka harus memegang teguh dan melaksanakan Satya Dharma Pramuka, agar dapat menjadi generasi unggul dan berkarakter dalam menggapai cita-citanya,” jelas Wagub

“Saya juga mengingatkan, dalam pelaksanaannya,perhatikan kondisi Pandemi Covid-19, apalagi dengan masuknya varian baru Omicron di Indonesia, tolonglah ini juga bisa dipertimbangkan dengan baik, termasuk juga dalam mempersiapkan anggaran dengan proporsional, karena bagiamanapun sebuah kegiatan dapat sukses, karena adanya dukungan anggaran yang memadai. Kita juga harus mampu berpikir reealistis dan fleksibel dengan keadaan menghadapi pandemi saat ini,”, tegas Wagub JNS

Dalam kesempatan tersebut Ketua Kwarda NTT, Sinun Petrus Manuk, yang biasa disapa Ka Piet mengatakan bahwa salah satu agenda penting dalam rangka pembinaan karakter dan peningkatan keterampilan anggota Pramuka Penggalang adalah Kegiatan Jambore Daerah dan Jambore Nasional di tahun 2022 ini.

“Di bulan Juni 2022 nanti akan dilaksanakan kegiatan Jambore Daerah (Jamda) NTT, di Labuan Bajo, dan Jambore Nasional (Jamnas) 2022 di Cibubur pada bulan Juli atau Agustus 2022 mendatang. Kami tengah mempersiapkan anak-anak Pramuka Penggalang dari setiap Kwarcab di seluruh NTT, guna bisa berpartisipasi dalam kegiatan akbar pengembangan ketrampilan dan pembentukan karakter anak-anak kita. Berbagai persiapan telah dan tengah dilakukan sejak tahu kemarin untuk menyukseskan dua event tersebut”, ungkap Piet Manuk.

Turut hadir pada audiens tersebut Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Provinsi NTT, Hilda Bria Seran. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Ciptakan Kemajuan, VBL – Josef Ajak Segenap Komponen Kerja Cerdas, Keras dan Jujur

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mewujudkan kemajuan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengajak segenap komponen pemerintah dan masyarakat untuk selalu menerapkan semangat kerja yaitu kerja cerdas, kerja keras serta kerja jujur.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. Dokumentasi : Istimewa

Hal ini merupakan salah satu penekanan Gubernur NTT dalam sambutan tertulisnya pada Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) NTT Ke-63, Senin (20/12/2021) yang dibacakan oleh Wakil Gubernur NTT.

Sambutan Gubernur NTT dengan jelas menegaskan bahwa sebagai masyarakat NTT, hari ini merupakan hari istimewa, dimana kita kembali merayakan ulang tahun Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ke-63. Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena meskipun perjalanan provinsi ini penuh dengan tantangan, terutama tahun ini kita masih berada dalam tekanan pandemi Covid-19 dan hantaman badai seroja, bahkan kemarin kita masih digoyang oleh gempa tektonik, namun provinsi ini masih kuat tegak berdiri sampai hari ini.

Atas nama pribadi dan keluarga, bersama Wakil Gubernur, Bapak Josef A. Nae Soi serta jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan Dirgahayu Nusa Tenggara Timur ke-63 kepada seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Peringatan Hari Ulang Tahun Nusa Tenggara Timur tahun ini mengambil tema: “Dengan Bekerja Keras dan Cerdas, Kita Wujudkan NTT Tangguh, NTT Tumbuh Menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera.” Tema ini mengingatkan dan menggugah kita bahwa NTT merupakan bentangan surga yang kaya akan sumber daya alam, berlimpah energi matahari, energi panas bumi, energi angin dan arus laut. Negeri elok penuh daya pesona alam dan budaya yang eksotik dengan ragam tenunan hasil kreativitas perempuan NTT yang menawan hati. Kita memiliki lautan yang luas membiru membentang dan menyimpan keanekaragaman biota laut yang lestari. Negeri berjuta lontar ini adalah penghasil komoditas kopi, coklat, mete, fanila, kelor, jagung, kenari, garam, ikan, rumput laut dan ternak berkelas dunia.

Sambutan Gubernur NTT ini mengajak semua komponen di NTT untuk membangun narasi baru tentang NTT, yaitu narasi yang membangkitkan harapan baru. Kita harus meninggalkan narasi lama tentang NTT yang membuat kita terperangkap dalam kepasrahan “Nanti Tuhan Tolong” yang merendahkan martabat kita. Dengan narasi baru, yaitu NTT sebagai “Negeri Tergantung Tindakan” memberi optimisme bahwa kita dapat menciptakan kemakmuran hanya dengan kerja cerdas, kerja keras dan kerja jujur. Narasi optimistik ini harus ditularkan dan diviralkan kepada segenap warga NTT sebagai spirit baru untuk melahirkan etos kerja yang tangguh, ulet dan inovatif. Mari kita membangun ekspektasi imajinatif tentang NTT baru dalam skenario visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera untuk memaknai ulang tahun NTT ke-63.

Ada ungkapan bahwa di ujung lorong panjang yang gelap ada cahaya harapan. Pandemi covid-19 dan berbagai bencana yang mendera kita sepanjang dua tahun ini adalah pengalaman dan tantangan hebat yang harus dikelola guna melahirkan berbagai terobosan untuk menyelamatkan rakyat dan negeri ini. Berkat dukungan partisipasi seluruh komponen masyarakat, lembaga-lembaga agama dan sosial, lembaga pemerintah Pusat dan Daerah,TNI/Polri serta komitmen seluruh jajaran kesehatan, kita telah berhasil menekan jumlah penderita covid-19 sampai pada tingkat yang rendah. Gerak cepat vaksinasi yang masif telah membuahkan hasil dan sampai kini cakupan vaksinasi dosis 1 di NTT telah mencapai 60,65 persen. Angka ini setara dengan 2,32 juta peserta vaksin dari target yang ditetapkan sebanyak 3,83 juta orang. Akibat melandainya kasus penularan covid-19, maka ekonomi NTT berangsur pulih sebagaimana tercermin pada kinerja perekonomian triwulan III 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 2,37 persen, lebih baik dibanding triwulan I sebesar 0,12 persen, meski lebih rendah dari triwulan II, 4,33 persen. Angka kemiskinan pada Maret 2021 juga mengalami penurunan menjadi 20,99 persen sedikit lebih rendah dari September 2020 sebesar 21,21 persen. Demikian pula, angka stunting terus menurun dari 35,40 persen pada tahun 2018 menjadi 20,90 persen pada Agustus 2021. Pemerintah terus berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam berbagai skema program pengaman sosial dan reformasi kesehatan.

Meskipun hasil kemajuan pemulihan kesehatan dan ekonomi menggembirakan kita, namun saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat NTT agar jangan berpuas diri, tetap waspada dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Kita harus mengantisipasi hadirnya varian baru virus corona yaitu omicron yang oleh Badan Kesehatan Dunia disebut sebagai variant of concern yang lebih cepat penularannya.

Walaupun masih berlanjut kebijakan refocusing anggaran yang direalokasi untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, namun Pemerintah Provinsi atas dukungan DPRD NTT berupaya mencari sumber pembiayaan alternatif untuk melaksanakan berbagai program strategis. Pertama, Program mega infrastruktur. Sampai dengan bulan Desember tahun 2021, dari 906 km jalan provinsi yang rusak berat dan ringan, dengan memanfaatkan sumber pembiayaan dari Pinjaman Bank NTT dan PT. SMI, serta Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Program Hibah Jalan Daerah, telah dikerjakan jalan provinsi sepanjang 365,03 km di tahun 2020 dan 518,62 km pada tahun 2021, sehingga hanya tersisa 22,35 km yang akan dituntaskan pada tahun 2022. Itu berarti, pembangunan infrastruktur jalan provinsi sepanjang 906 km akan selesai dibangun pada tahun 2022.
Kedua, pengembangan kelor sebagai komoditi unggulan daerah telah memberi manfaatnya bagi masyarakat dan dunia usaha. Dalam budidaya, pengolahan dan pemasaran kelor, pemerintah bekerjasama dan memfasilitasi usaha bisnis kelor melalui perijinan dan sertifikasi, membantu promosi dan pemasaran berbagai produk kelor, antara lain dari perusahan Dapur Kelor di Kota Kupang, Graha Kelor di Kabupaten Kupang, Bangkit Bersama di Kabupaten Kupang, Hawila Moringa di Kabupaten Kupang, Maspete Organis di Kabupaten Malaka, KWT Melati di Kabupaten TTU,dan La Moringa di Kota Kupang.

Ketiga, dalam pembangunan peternakan, Pemerintah NTT mempelopori pengembangan sapi Wagyu untuk menghasilkan daging premium melalui teknologi inseminasi buatan (IB) yang kini telah menghasilkan 72 ekor pada tahun 2021 dan pembukaan Rens Sapi Wagyu di Desa Kabaru, Kabupaten Sumba Timur sebagai pusat pembibitan dan pengembangan sapi wagyu. Saat ini pembangunan sementara berlangsung berupa penataan ulang lokasi pemeliharaan dan penanaman hijauan pakan ternak (HPT) serta renovasi pembangunan kandang. Pada tahun 2022, akan dibangun reservoar untuk pemenuhan kebutuhan air bagi tanaman pakan maupun untuk konsumsi 100 indukan sapi wagyu yang akan dikembangkan di kawasan tersebut. Untuk peternakan Ayam, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Peternakan Provinsi NTT telah memfasilitasi dalam bentuk pembinaan dan pendampingan perusahaan ayam di Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU, yang memiliki potensi untuk disertifikasi sebagai Kompartemen bebas AI (Avian Influenza), sehingga pada 17 Desember 2021, untuk pertama kalinya terdapat dua perusahaan lokal peternak ayam di NTT yang mendapatkan sertifikasi Kompartemen bebas AI oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sehingga bisa melakukan ekspor produk unggas ke Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Keempat, dalam rangka penertiban pengelolaan aset, Pemerintah Provinsi NTT melakukan kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur untuk melaksanakan kegiatan penertiban, pemulihan dan penyelesaian masalah hukum barang milik daerah. Penertiban aset ini untuk mewujudkan tertib administrasi, dan memberikan jaminan kepastian dan perlindungan hukum terhadap barang milik daerah agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Hasilnya, telah ditertibkan 94 unit kendaraan roda empat dan selanjutnya di lakukan pelelangan oleh Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Kelima, untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas, maka telah dilakukan kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola fungsi kawasan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya secara berkelanjutan di Taman Nasional Komodo. Hal ini menunjukan keseriusan Pemerintah Provinsi NTT untuk terus mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian.

Kelima, pembangunan sektor Perikanan dan Kelautan. Sejak 2018 telah dikembangkan budidaya ikan kakap putih dan kerapu di Kawasan Mulut Seribu-Rote Ndao untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah tersebut, melalui penyediaan 3 unit keramba dengan jumlah benih ikan yang ditebar sebanyak 9.000 ekor serta 1 unit rumah jaga dan 1 unit bagan kelong. Selain di Rote Ndao, budidaya perikanan juga dilaksanakan di Labuan Kelambu, Kabupaten Ngada. Pada awal Tahun 2020 telah ditebar 1 juta ekor benih kerapu untuk pemberdayaan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur. Guna menunjang budidaya perikanan di kedua lokasi tersebut, diharapkan masing-masing Pemerintah Kabupaten memberdayakan BUMD, BUMDes maupun koperasi untuk memproduksi pakan ikan sendiri dengan memanfaatkan potensi setempat dengan pola padat karya. Selain 2 (dua) lokasi tersebut, telah dilakukan pilot project budidaya kerapu di Pulau Semau dengan 9 (Sembilan) Unit Keramba Jaring Apung Bulat. Sampai dengan saat ini telah dilakukan 2 (dua) kali panen dengan total 2 (dua) ton ikan kerapu hidup yang telah di ekspor ke Hongkong. Sementara itu, kita terus mengembangkan budidaya rumput laut sebagai salah satu komoditi andalan dari sektor kalautan yang menjanjikan. Dari potensi pengembangan rumput laut seluas 53.000 hektar, saat ini baru dimanfaatkan 11.000 hektar dengan produksi rumput laut pada tahun 2019 sebanyak 1.645.925 ton basah dan meningkat pada tahun 2020 menjadi 2.003.478 ton basah atau terjadi peningkatan produksi sebanyak 357.553 ton basah. Untuk meningkatkan produksi, pada tahun 2021, Pemerintah telah memberikan bantuan hibah peralatan dan bibit rumput laut kepada 1.338 pembudidaya.

Keenam, selanjutnya potensi lainnya yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan adalah produksi garam. Cuaca, kualitas air laut dan lahan di NTT sangat mendukung untuk menghasilkan garam berkualitas tinggi dengan kadar NaCl mencapai 96 persen sebagai garam industri. Salah satu lahan garam yang kita miliki, yakni di Kabupaten Kupang dengan luas kurang lebih 900 hektar yang telah beroperasi sejak Agustus 2019 dengan kapsitas 150 ton/hektar. Saya berharap agar kabupaten lainnya yang memiliki potensi lahan garam untuk segera mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada dengan memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga produksi garam NTT dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam menyokong pemenuhan kebutuhan garam nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketujuh, pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Sejak tahun 2019, Pemerintah Provinsi NTT telah meluncurkan Program Tanam Jagung Panen Sapi atau TJPS. Pada musim tanam Oktober-Maret 2019/2020 program ini dilaksanakan pada 7 (tujuh) kabupaten, yaitu Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sumba Timur dan Sumba Barat Daya dengan target 2.400 hektar dan realisasi tanamnya seluas 2.310,53 hektar dengan produksinya mencapai 9.538,90 ton. Sedangkan pada musim tanam April-September 2020 dilaksanakan pada 16 kabupaten, antara lain, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan terverifikasi 5.210 hektar, realisasi tanam seluas 1.732 hektar dengan realisasi panen seluas 1.109,16 hektar dengan produksi mencapai 2.258,18 ton. Dan untuk tahun 2021, pada musim tanam Oktober-Maret 2021 sudah dilaksanakan di 16 kabupaten, yakni Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan terverifikasi seluas 8.183 hektar, realisasi tanamnya seluas 8.098,5 hektar dengan jumlah realisasi panen seluas 4.947 hektar dan produksi mencapai 15.117 ton.

Kedelapan, peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu komponen strategis dalam reformasi birokrasi adalah peningkatam mutu dan profesionalitas ASN untuk mewujudkan birokrasi berkelas dunia tahun 2024. Pada tahun 2021 ini telah diresmikan pemanfaatan Assessment Center dan Computer Assisted Test (CAT). Berdasarkan hasil kerja inovatif dan efektivitas kinerja yang dicapai, maka Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT memperoleh peringkat kedua Nasional BKN Award 2021 kategori komitmen pengawasan dan pengendalian lingkup Pemerintah Provinsi Tipe A. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT terus melaksanakan reformasi di bidang kepegawaian, antara lain dengan melaksanakan evaluasi jabatan, implementasi standar kompetensi jabatan, dan membangun aplikasi sistem informasi kepegawaian. Dalam rangka mendorong peningkatan kinerja dan profesionalitas ASN, Pemerintah Provinsi NTT menyediakan insentif untuk meningkatkan kesejahteraan ASN melalui kebijakan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP). Selanjutnya, di Tahun ini juga, seluruh Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT telah menerima dan menerapkan ISO 9001-2015 yang difasilitasi oleh Inspektorat Daerah Provinsi NTT dan Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTT.
Selain itu juga, Pemerintah Provinsi NTT di tahun 2021 melaunching Birokrasi Go Digital di NTT dengan Aplikasi INISA di NTT hasil kerjasama Pemerintah Provinsi NTT bersama Bank NTT dan PT. Digital Pemerintahan Indonesia.

Akhirnya, dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-63 Provinsi NTT, saya mengajak seluruh warga Flobamorata untuk menundukkan kepala, menghormati dan mengucapkan terima kasih kepada para pendahulu kita yang telah meletakan fundasi pemerintahan dan pembangunan daerah ini. Kita sebagai generasi penerus, wajib menjaga kebersamaan dan keutuhan NTT dalam hidup saling menghargai dan terus membenahi diri dan menggelorakan semangat untuk senantiasa Bekerja Keras, Bekerja Cerdas, Bekerja Jujur mewujudkan NTT Tangguh, NTT Tumbuh Menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menolong dan memberkati seluruh ikhtiar dan tekad kita. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

HUT NTT Ke-63, Wagub : Kerja Keras, Cerdas dan Jujur Untuk Mencapai Kemakmuran

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ke 63, Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A. Nae Soi meminta seluruh jajaran Pemerintah dan juga masyarakat untuk membangun mindset dan melakukan pola Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Jujur. Demikian diungkapkannya saat memberikan sambutan pada acara Perayaan HUT Provisi NTT yang ke-63 bertempat di Aula El Tari Kupang pada Senin (20/12/2021).

“Untuk dapat dapat mencapai kemakmuran harus dengan  dengan kerja cerdas, kerja keras dan kerja jujur.  Ini harus ditularkan oleh setiap individu sebagai spirit baru untuk melahirkan etos kerja yang tangguh, ulet dan inovatif. Mari kita membangun ekspektasi imajinatif tentang NTT baru dalam skenario visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera untuk memaknai ulang tahun NTT ke-63,” kata Wakil Gubernur.

Wagub mengatakan pentingnya kerja kolaboratif dan sinergi antar semua lini dan sektor untuk bisa mencapai pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat. Beliau juga menjelaskan tentang hasil capaian-capaian yang dilakukan Provinsi NTT di beberapa sektor diantaranya infastruktur, pariwisata, peternakan, perikanan dan kelautan, pertanian, pengelolaan aset daerah, hingga peningkatan SDM dan kesejahteraan ASN, percepatan vaksinasi covid 19 dan penanganan stunting.

“Dalam pembangunan infrastruktur sampai dengan bulan desember tahun 2021, dari 906 km jalan provinsi yang rusak berat dan ringan, dengan memanfaatkan sumber pembiayaan dari Pinjaman Bank NTT dan  PT. SMI, serta  Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Program Hibah Jalan Daerah telah dikerjakan jalan provinsi sepanjang 365,03 km di tahun 2020 dan 518,62 km pada tahun 2021, sehingga hanya tersisa 22,35 km yang akan dituntaskan pada tahun 2022. Kita juga wajib berbangga karena Pemerintah Provinsi NTT mendapatkan peringkat tiga nasional dalam kategori kinerja pemerintah daerah penyelenggaraan jalan,” jelasnya.

“Pemerintah NTT melalui sektor peternakan telah mempelopori pengembangan sapi Wagyu untuk menghasilkan daging premium melalui teknologi inseminasi buatan (IB) yang kini telah menghasilkan 72 ekor pada tahun 2021 dan pembukaan Rens Sapi Wagyu di Desa Kabaru, Kabupaten Sumba Timur sebagai pusat pembibitan dan pengembangan sapi wagyu. Pada tahun 2022, akan dibangun reservoar untuk pemenuhan kebutuhan air bagi tanaman pakan maupun untuk konsumsi 100 indukan sapi wagyu yang akan dikembangkan di kawasan tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk peternakan ayam, Dinas Peternakan Provinsi NTT telah memfasilitasi dalam bentuk pembinaan dan pendampingan perusahaan ayam yang memiliki potensi untuk disertifikasi sebagai Kompartemen bebas AI (Avian Influenza). Pada 17 Desember 2021, untuk pertama kalinya terdapat dua perusahaan lokal peternak ayam di NTT yang mendapatkan sertifikasi Kompartemen bebas AI oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sehingga bisa melakukan ekspor produk unggas ke Republik Demokratik  Timor Leste (RDTL).

Lebih lanjut Wagub mengungkapkan untuk sektor pertanian dan ketahanan pangan dengan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) pada musim tanam Oktober-Maret 2019/2020 dilaksanakan di 7 Kabupaten yaitu Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sumba Timur dan Sumba Barat Daya dengan target 2.400 Ha dan realisasi seluas 2.310,53 Ha  dengan produksi 9.538,90 ton. Sedangkan pada musim tanam April-September 2020 dilaksanakan di 16 Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan 5.210 Ha dan realisasi tanam seluas 1.732 Ha dengan realisasi panen seluas 1.109,16 Ha dengan produksi mencapai 2.258,18 ton. “Untuk tahun 2021, pada musim tanam Oktober-Maret 2021 sudah dilaksanakan di 16 Kabupaten yaitu  Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan terverifikasi seluas 8.183 Ha realisasi tanamnya seluas 8.098,5 Ha dengan jumlah realisasi panen seluas 4.947 Ha dan produksi mencapai 15.117 ton,” katanya.

Ia menambahkan, dalam budidaya, pengolahan dan pemasaran kelor, Pemerintah telah bekerjasama dan memfasilitasi usaha bisnis kelor melalui perijinan dan sertifikasi, membantu promosi dan pemasaran berbagai produk kelor antara lain dari perusahan Dapur Kelor di Kota Kupang, Graha Kelor di Kabupaten Kupang, Bangkit Bersama di Kabupaten Kupang, Hawila Moringa di Kabupaten Kupang, Maspete Organis di Kabupaten Malaka, KWT Melati di Kabupaten TTU,dan  La Moringa di Kota Kupang.

“Pada pengelolaan sektor pariwisata, untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas,  telah dilakukan kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi  NTT dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memperkuat tata kelola fungsi kawasan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya secara berkelanjutan di Taman Nasional Komodo,” ujar Wagub.

Selanjutnya, dalam sektor perikanan dan kelautaan, Wagub mengatakan Sejak 2018 telah dikembangkan budidaya ikan kakap putih dan kerapu di Kawasan Mulut Seribu-Rote Ndao untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah tersebut, melalui penyediaan 3 unit keramba dengan jumlah benih ikan yang ditebar sebanyak  9.000 ekor serta 1 unit rumah jaga dan 1 unit bagan kelong. Selain di Rote Ndao, budidaya perikanan juga dilaksanakan di Wae Kelambu, Kabupaten Ngada. Pada awal Tahun 2020 telah ditebar 1 juta ekor benih kerapu untuk pemberdayaan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur.  “Guna menunjang budidaya perikanan di kedua lokasi tersebut, diharapkan masing-masing Pemerintah Kabupaten memberdayakan BUMD, BUMDes maupun koperasi untuk memproduksi pakan ikan sendiri dengan memanfaatkan potensi setempat dengan pola padat karya,” kata dia.

“Juga telah dilakukan pilot project budidaya ikan kerapu di Pulau Semau dengan 9 (Sembilan) Unit Keramba Jaring Apung Bulat. Sampai dengan saat ini telah dilakukan 2 (dua) kali panen dengan total  2 (dua) ton ikan kerapu hidup yang telah di ekspor ke Hongkong dan juga kini telah dikembangkan budidaya lobster di Mulut Seribu Rote-Ndao. Sementara itu rumput laut juga terus dikembangkan sebagai salah satu komoditi andalan dari sektor kelautan yang menjanjikan dan pada tahun 2021, Pemerintah telah memberikan bantuan hibah peralatan dan bibit rumput laut kepada 1.338 pembudidaya,” paparnya.

“Potensi garam di NTT didukung dengan kualitas kadar NaCl mencapai 96 % sebagai garam industri.  Kabupaten Kupang memiliki lahan garam 900 hektar yang telah beroperasi sejak Agustus 2019 dengan kapasitas  150 ton/hektar. Saya berharap agar kabupaten lainnya yang memiliki potensi lahan garam untuk segera mengoptimalkan sehingga produksi garam NTT dapat memberikan kontribusi menyokong pemenuhan kebutuhan garam nasional,” harap Wagub.

Wakil Gubernur juga menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT sudah melakukan kerjasama dengan Kejaksaan Tinggi NTT untuk melaksanakan kegiatan penertiban, pemulihan dan penyelesaian masalah hukum barang milik daerah. Penertiban aset ini untuk mewujudkan tertib administrasi, dan memberikan jaminan kepastian dan perlindungan hukum terhadap barang milik daerah agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Hasilnya, telah ditertibkan 94 unit kendaraan roda empat dan selanjutnya di lakukan pelelangan oleh Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

Juga peningkatan sumber daya manusia dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Pada tahun 2021 ini telah diresmikan pemanfaatan Assessment Center dan   Computer Assisted Test (CAT) dan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT memperoleh peringkat kedua  Nasional BKN Award 2021 kategori Komitmen Pengawasan Dan Pengendalian Lingkup Pemerintah Provinsi Tipe A. Adapun juga  Pemerintah Provinsi NTT  menyediakan insentif untuk meningkatkan  kesejahteraan ASN melalui kebijakan  tunjangan perbaikan penghasilan (TPP),” ungkapnya.

“Kita patut bersyukur dengan percepatan vaksinasi yang masif telah membuahkan hasil dan sampai kini cakupan vaksinasi dosis 1 di NTT telah mencapai 60,65 persen. Angka ini setara dengan 2,32 juta peserta vaksin dari target yang ditetapkan sebanyak 3,83 juta orang sehingga penularan covid 19 dapat kita cegah dan juga angka stunting terus menurun hingga menjadi 20,90 persen pada Agustus 2021,” tutup Wagub.

Dalam perayaan HUT NTT tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan  MoU antara Direktur Bank NTT dan Kanwil Kemenkumham NTT tentang Penyenggaraan Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Kekayaan Intelektual sekaligus penyerahan Sertifikat Merk Dagang kepada Pelaku UMKM Binaan Bank NTT, kemudian penandatanganan MoU Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik oleh para Bupati dan Walikota, juga `penandatanganan MoU oleh Kepala Ombudsman RI dan Gubernur NTT serta penyerahan dokumen sertifikat lahan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu IS0 9001-2015 kepada para Organisasi Perangkat Daerah, juga Penghargaan Kepada para ASN dengan Nilai Profesionalitas Tinggi. Adapun Juga dilakukan lounching Koperasi Digital, Aplikasi INISA, dan website ntt.prov.go.id. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Komisi VIII DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja Ke NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTT. Kunjungan kerja tersebut dimaksudkan untuk membangun sinergitas bersama Pemprov NTT dan juga Kabupaten/Kota se-NTT dalam melakukan kesiapsiagaan terhadap bencana alam.

Dalam kunjungan kerja kali ini, jajaran anggota Komisi VIII DPR RI yang dipimpin oleh Dr. TB. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si tersebut melakukan pertemuan bersama Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM bersama jajaran forkopimda yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Gubernur pada Rabu (08/12/2021). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi NTT Ganef Wurgiyanto dan juga Kepala BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI Dr. TB. H. Ace Hasan Syadzily, M.Si mengatakan pentingnya untuk membangun sinergitas dan juga koordinasi dalam hal kesiapan menghadapi bencana terutama di NTT yang rawan terhadap bencana alam.

“Kita lakukan kunjungan kerja dan pertemuan ini secara khusus tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana di akhir tahun ini dan awal tahun depan. Sehubungan dengan berbagai informasi dari BMKG dan lembaga terkait lainnya yang melakukan potensi dini terhadap kebencanaan. Maka penting sekali Komisi VIII yang membidangi kebencanaan bersama BNPB untuk terus melakukan koordinasi dan konsolidasi bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pentingnya kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana tersebut semisalnya seperti bencana alam siklon seroja beberapa waktu lalu,” jelas Dr Ace.

“Komisi VIII DPR RI ini juga bermitra dengan BNPB dan juga Kementerian Sosial yang ditugaskan secara khusus untuk  mengahadapi kesiapsiagaan bencana. kesiapsiagaan itu kita harus menjadi budaya masyarakat kita. Mitigasi bencana itu penting karena melalui pendekatan _scientific_ untuk mendeteksi bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan tindakan-tindakan untuk menyelamatkan setiap orang,” ujarnya.

Ace menambahkan, bukan hanya koordinasi saja tetapi juga harus komando dengan dari BNPB dan BPBD. “Kami ingin tekankan sebelum bencana terjadi pun sudah ada koordinasi dan komando karena kita sudah tahu potensi bencana itu dimana dan akan menimpa siapa saja. BNPB dan  BPBD harus menjadi garda terdepan untuk kita mewaspadai kebencanaan itu,” pungkas beliau.

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM mengatakan untuk mengantisipasi dan juga meningkatkan kesiapsiagaan bencana maka kesadaran masyarakat pada bencana harus terus ditingkatkan.

“Kesadaran masyarakat tentang adanya bahaya bencana harus ditingkatkan. Masyarakat harus juga sadar dan tahu mengenai hal itu. Terus memantau prakiraan cuaca dan juga peringatan akan bencana yang datang. Sehingga nantinya bisa dilakukan evakuasi pencegahan yang lebih cepat dan juga mengurangi resiko yang lebih besar,” ungkap Wagub JNS.

“Kami belum lama ini dikunjungi Kepala BMKG dan Basarnas, yang menjelaskan prakiraan BMKG itu curah hujan di NTT pada bulan desember dan januari hingga februari akan naik 70% hingga 100%. Nah ini harus kita sadari bersama dengan kesiapsiagaan kita, juga masyarakatnya sehingga bisa terhindar dari potensi bencana banjir maupun tanah longsor yang diakibatkan dari curah hujan yang tinggi tersebut,” jelas Wagub.

Wagub juga turut mengapresiasi kunjungan anggota Komis VIII DPR RI tersebut. “Terima kasih untuk kunjungan yang dilakukan bersama kami disini. Ini juga merupakan pelaksanaan dari fungsi pengawasan DPR. Kami sebagai pemerintah daerah akan terus bergandengan bersama pemerintah pusat dalam hal pengawasan seperti peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana,” tambahnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub Nae Soi Apresiasi Asprov PSSI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Untuk mendapatkan prestasi hebat maka diperlukan kerja tim yang hebat dalam semangat kolaborasi. Dalam sepakbola itu tidak butuh superman tapi butuh supertim. Demikian dikatakan Wakil Gubernur NTT dalam Kongres Biasa Asprov PSSI NTT 2021 yang dilaksanakan di Aula El Tari Kupang pada Sabtu (4/12/2021).

“Kita butuh kerja sama tim yang baik dalam keseblasan, begitupun dalam kepengurusan Asprov PSSI NTT tidak butuh superman tapi butuh supertim. Kerja bersama untuk bisa mendatangkan prestasi. Sebuah kepengurusan sepakbola akan dikatakan hebat bila juga mampu mendatangkan prestasi,” jelas Wagub.

“Saya berikan apresiasi pada Asprov PSSI NTT yang sudah turut berprestasi membawa tim sepakbola NTT ke PON XX di Papua dan kini dari keseblasan PON NTT itu ada 6 pemain yang dilirik oleh beberapa klub-klub besar nasional salah satunya adalah Persija Jakarta. Ini adalah suatu prestasi bagi kita semua,” ungkap beliau.

Wagub Nae soi turut menjelaskan, sepakbola bukan dilihat hanya sebagai olahraga saja tapi sangat memiliki dampak positif bagi masyarakat dan juga memikat banyak orang. “Di beberapa negara maju, bila olahraga sepakbolanya maju maka turut memajukan pertumbuhan ekonomi. Bahkan bukan saja sepakbola yang mendorong kemajuan ekonomi tapi juga cabang olahraga lainnya. “Nah kita lihat contoh yang paling dekat misalnya di Papua itu sebelum diselenggarakannya PON pertumbuhan ekonominya 3,2 % dan setelah PON kini ekonominya bertumbuh menjadi 13,9 %,” ucap Wagub.

“Saya juga sangat mencintai olahraga sepakbola dan pribadi saya juga tidak bisa dipisahkan dari sepakbola. Saya pernah menjadi Pemain Terbaik El Tari Cup tahun 1972, ikut memperkuat tim sepakbola NTT pada even PON VII tahun 1969, dan juga pernah memperkuat Persija Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Asprov PSSI NTT dr. Stefanus Bria menjelaskan pentingnya kepengurusan sepakbola yang baik untuk dapat membantu dan mengangkat nama NTT di kancah nasional.

“Sepakbola itu adalah olahraga yang tak ada duanya di bumi ini dan dapat menarik minat jutaan orang di dunia untuk menyaksikan pertandingannya. Nah kalau mau NTT itu lebih dikenal oleh banyak orang maka kita semua baik Pemerintah, Badan Pengurus (Asprov /Askab), klub-klub dan masyarakat harus majukan sepakbola di NTT,” ujar dr. Stef.

Ketua Umum KONI NTT Andre Koreh mengatakan sepakbola NTT diharapkan nantinya juga bisa ikut berpartisipasi di PON Aceh tahun 2024.

“Tahun 2022 nanti juga akan ada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) maka kita bisa dapatkan keseblasan yang lebih baik lagi untuk bisa berprestasi di PON 2024 nanti. Bila sepakbola NTT bisa terus berprestasi maka kita perlahan – lahan akan menghapus stigma bahwa olahraga NTT hanya bisa berprestasi dari cabang individu melainkan kini bisa berprestasi lewat olahraga tim yang mengandalkan kerja sama,” ujar Andre. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wagub : Pemprov NTT Berkomitmen Tinggi Terhadap Pencegahan Korupsi

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen tinggi untuk melaksanakan pencegahan korupsi di lingkup pemerintahan Provinsi NTT dan juga di Kabupaten/Kota sebagaimana untuk mewujudkan pelayanan birokrasi pemerintahan. Demikian dikatakan beliau pada saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Kooordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi dan Penyerahan Sertifikat PLN & Pemerintah Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di Hotel Aston Kupang pada Senin 25 Oktober 2021.

“Visi pembangunan Pemerintah Provinsi NTT adalah NTT Bangkit mewujudkan Masyarakat Sejahtera dalam bingkai NKRI dan misi ke 5 adalah mewujudkan reformasi birokrasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Tujuan misi ke 5 ini adalah mewujudkan birokrasi profesional yang adaptif, berintegritas, kinerja tinggi, bebas dan bersih dari KKN,” jelas Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Kooordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi dan Penyerahan Sertifikat PLN & Pemerintah Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di Hotel Aston Kupang pada Senin 25 Oktober 2021. Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Pada rapat ini juga hadir bersama para Bupati dan Walikota dan saya harapkan komitmen kita bersama baik Pemerintah Provinsi NTT dan juga Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk bertindak tegas dalam pencegahan dan penanganan korupsi,” tambah Wakil Gubernur.

Ia menjelaskan, misi untuk mewujudkan reformasi birokrasi yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, bersih, jujur, transparan, inovatif dan akuntabel yang didukung oleh sumber daya aparatur yang profesional dan sistem kelembagaan yang efesien dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi.

“Birokrasi dan aparatur dituntut untuk bekerja secara operasional dan orientasi pada hasil serta memberikan manfaat pada pembangunan sebesar-besarnya bagi masyarakat NTT,” ucap beliau.

Wagub Josef juga menjelaskan, dalam penyelenggaraan program pencegahan korupsi di NTT, Pemprov NTT telah melaksanakan berbagai upaya untuk mengoptimalkan pencapaiannya. Antara lain penetapan aksi pencegahan korupsi yang menjadi dasar hukum bagi perangkat daerah dalam pertanggungjawaban untuk mengalokasikan kegiatan dan anggaran pencegahan korupsi, menetapkan penanggung jawab aksi pencegahan korupsi, menegaskan penanggung jawab aksi untuk menetapkan waktu pelaksanaan, dan pendampingan APIP atas pelaksanaan aksi oleh OPD dan Pemerintah, dan mempersiapkan sarana informasi pencehahan korupsi.

“Berbagai capaian dalam pencegahan korupsi telah diperoleh pada areal perencanaan dan penganggaran antara lain dengan aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang memudahkan dalam konsisten perencanaan dan usulan masyarakat dalam Musrenbang, pokok pikiran DPRD serta usulan perangkat daerah,” paparnya.

“Capaian aksi pencegahan korupsi oleh Pemprov NTT tahun 2020 nilai capaian hasilnya sebesar 78,75% dengan mampu melaksanakan 93 sub aksi dari 103 sub aksi yang ditetapkan. Dalam hasil pelaksanaan program strategi nasional pencegahan korupsi tahun 2020 Pemprov NTT berada diurutan ke 6 dari semua Provinsi dengan skor 75,78%,” kata Wagub.

Wakil Gubernur juga memberikan apresiasi kepada kinerja PLN yang sudah meningkatkan elektrifikasi di NTT yang kini sudah mencapai 96%.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI Lili Pintauli Siregar mengatakan ada 3 hal utama dalam pemberantasan korupsi yaitu Pendidikan Anti Korupsi (melalui pendidikan, sosialisasi dan kampanye anti korupsi secara sistematis bagi aparatur, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat mmum), kemudian Pencegahan Korupsi dengan koordinasi, pengendalian gratifikasi, kepatuhan LHKPN dan monitoring. Serta Penindakan Korupsi dengan penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan eksekusi putusan pengadilan.

Lili menambahkan, terdapat 8 area program pemberantasan korupsi terintegrasi diantaranya perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, APIP, Perizinan, Manajemen Aset, Manajemen ASN, Optimalisasi Pajak Daerah, serta Tata Kelola Dana Desa. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Pemprov NTT Pasti Beri Apresiasi Kepada Para Atlet Berprestasi

NTT AKTUAL. KUPANG. “Kemarin, saya baru tiba dari Jayapura dan pagi ini saya menerima pelatih dan atlit yang telah tiba di Kupang. Penerimaan secara resmi akan diadakan tanggal 17 Oktober nanti. Sebentar tim sepakbola PON NTT akan datang dan akan diterima oleh Asisten 2 Gubernur karena saya harus kembali ke Jayapura lagi hari ini,”.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat jumpa pers bersama awak media di Lobby Lantai Satu Kantor Gubernur NTT, kamis, (7/10/2021).

Turut hadir pada kesempatan itu para atlet dan pelatih dari cabang olah raga Wushu dan Muaythai.

Dalam jumpa pers tersebut Wagub JNS menyampaikan sampai saat ini kontingen NTT telah meraih 1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu.Dan masih berpeluang untuk mendapatkan medali dari beberapa cabang olahraga yang masih dipertandingkan.

“Perolehan medali kontingen NTT saat ini adalah 1 Emas dari Muaythai, 1 Perak dari Kriket, 1 Perunggu dari Wushu. Akan tetapi kita masih mempunyai peluang untuk mendapatkan medali dari cabor tinju, silat, kempo dan renang,”jelas Wagub JNS.

Wagub JNS juga menjelaskan terkait atlet muaythai yang menumpang pick up. Pemerintah provinsi telah melakukan penjemputan dan menyiapkan tumpangan. Namun pelatih dan atlet lebih memilih untuk pulang bersama-sama teman-teman yang sudah menjemput di bandara.

“Sebenarnya penjemputan secara resmi akan dilaksanakan tanggal 17 Oktober nanti. Kita sudah pertemuan di Jayapura dan mendapatkan kesepakatan bahwa atlit yang pulang mendahului silahkan berkoordinasi dengan cabornya masing-masing. Tetapi kemarin saya juga menelpon Kadispora untuk menjemput atlit yang sudah pulang. Teman-teman Dispora sudah menjemput dan menawarkan kepada atlet,pelatih dan manager untuk bersama-sama mengikuti acara sederhana di GOR Oepoi. Akan tetapi pelatih dan atlet lebih memilih untuk bersama teman-temannya dari Laskar Timor Indonesia menuju ke Camp Latihan,”jelas Wagub JNS.

Lebih lanjut Wagub JNS menjelaskan bahwa pemprov jelas akan memberikan apresiasi kepada para atlit yang berprestasi. Yang resminya akan diumumkan pada saat penjemputan resmi tanggal 17 Oktober nanti.

“Pasti ada apresiasi dari pemprov untuk atlit yang telah berprestasi. Contohnya secara pribadi Gubernur NTT telah menawarkan beasiswa untuk Susan. Itu hanya merupakan contoh. Akan tetapi apresiasi resminya akan diserahkan tanggal 17 Oktober pada saat penjemputan nanti. Intinya seluruh kepulangan atlit kembali ke NTT menjadi tanggung jawab saya sebagai ketua kontingen PON NTT,” kata Wagub JNS.

Wagub JNS juga menjelaskan terkait dengan berita yang beredar di masyarakat bahwa terjadi perselisihan antara KONI dan Pemprov NTT.

“PON seharusnya dilakukan pada tahun 2020 tetapi karena adanya Covid-19 perhelatan tersebut ditunda hingga tahun 2021. Tetapi karena penundaan tersebut dana yang semulanya diperuntukan untuk perhelatan PON telah di rekofusing sehingga perhelatan PON saat ini NTT menggunakan dana Biaya Tak Terduga (BTT) yang pertanggungjawabannya harus dilakukan oleh pemerintah daerah karena ini bukan hibah. Banyak Provinsi lain yang mengikuti PON ketua kontingennya adalah Gubernur maupun Wakil Gubernur dan tidak menjadi masalah,” ungkap Wagub JNS.

Wagub JNS juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar terus mendukung para atlit sehingga mempunyai persiapan yang matang untuk menghadapi event-event selanjutnya.

“Mari kita mendukung agar pembinaan atlit tidak hanya terjadi pada saat perhelatan atau pertandingan. Pembinaan sudah harus dilakukan jauh-jauh hari sehingga persiapan untuk mengikuti event tersebut lebih matang,” pungkas Wagub JNS.

Pelatih Muaythai, Angga Silitonga menegaskan bahwa kejadian kemarin yang sempat viral terkait penjemputan adalah kesalahpahaman dan kondisi yang terjadi tidak seperti yang diberitakan.

“Memang benar apa yang disampaikan oleh Ketua Kontingen PON NTT bahwa tidak ada masalah terkait penjemputan kemarin karena kita masih sempat melakukan pawai. Kondisi sebenarnya tidak seperti yang diberitakan jadi tolong jangan lagi mempersoalkan lagi kejadian kemarin. Karena kita sebagai pelatih dan atlet tidak merasa bermasalah dan pemerintah sendiri kemarin sudah ada perhatian dengan melakukan penjemputan, jadi tidak usah lagi beritanya diplintir sehingga menimbulkan polemik,” jelas Angga.

Atlit Muaythai peraih medali emas pertama untuk NTT di PON XX, Susanti Ndapataka membenarkan pernyataan yang disampaikan pelatihnya bahwa memang pulang menggunakan pick-up merupakan kemauan meraka karena ada penjemputan dari teman-temannya.

“Memang benar kemarin sudah ada penjemputan dari pemerintah. Akan tetapi karena ada penjemputan dari teman-teman Tim Kupang Muay Thai Kupang dan Laskar Timor Indonesia yang telah jauh-jauh hari sudah mengkonfirmasi bahwa akan menjemput kita di kupang. Jadi kita sudah merencanakan akan pulang dengan mereka menggunakan mobil pick-up itu, ” kata Susanti. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

KONI NTT Targetkan 10 Mendali Emas pada PON Papua 2021

NTT AKTUAL. KUPANG. Memberi dalam kelebihan, itu hal yang biasa, tapi memberi dalam kekurangan, itulah hal yang luar biasa, disampaikan oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi (JNS) saat menghadiri sekaligus sebagai Narasumber bersama Ketua KONI NTT, Andre Koreh pada acara dialog publik yang diselenggarakan oleh TVRI NTT, Senin (06/9/2021).

Wagub Josef menyampaikan kepada publik terkait regulasi Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan Nasional sebagai referensi dalam berkolaborasi untuk berpartisipasi dalam ajang nasional PON Papua 2021′”

“Sebelum saya menjelaskan soal persiapan saya kira saya harus menjelaskan dulu dari dimensi regulasi, dimensi kontekstual dan dimensi fleksibilitas. Mengapa? Karena ini harus diketahui oleh kita semua. sistem keolahragaan terdiri dari sub sistem. Ada yang namanya pelaku olahraga, ada yang namanya organisasi olahraga, pendanaan olahraga, ada yang namanya sarana dan prasarana, ada yang namanya partisipasi masyarakat dan ada yang namanya organisasi pendukung keolahragaan. Oleh sebab itu didalam kesisteman ini maka dimensi idealnya adalah semua sistem ini harus digerakan untuk menuju suatu sistem keolahragaan yang kita cita-citakan bersama. Itu merupakan substansi dari Undang-undang dimaksud,” ungkap Wagub Josef

“Kemudian dalam sistem keolahragaan itu mempunyai tujuan agar orang berolahraga. Olahraga ada 3 yaitu olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi. Sedangkan PON merupakan salah satu contoh olahraga prestasi. Olahraga prestasi terdiri dari atlet, organisasi olahraga. Organisasi olahraga sendiri adalah induk-induk cabang organisasi olahraga yang dibentuk oleh masyarakat. Kemudian tanggung jawab pemerintah daerah dalam sistem keolahragaan adalah sebagai pengelola olahraga di daerah dan dibantu oleh KONI daerah. Maka saya meminta kepada teman-teman dari KONI, dari induk organisasi. Mari kita duduk bersama agar jangan sampai pemerintah mengatakan bahwa ini tugasnya KONI, ini tugasnya induk organisasi.
Tanggung jawab olahraga sebenarnya pemerintah tetapi didelegasikan kepada induk-induk organisasi yang dikoordinir oleh KONI,” tegas Wagub Nae Soi.

Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi (tengah) bersama Ketua KONI NTT, Andre Koreh (kanan) saat menghadiri sekaligus sebagai Narasumber pada acara dialog publik yang diselenggarakan oleh TVRI NTT, Senin (06/9/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub JNS menekankan terkait kekhasan dalam pelaksanaan PON Papua 2021.

“Dalam konteks persiapan tentu saja persiapan kali ini berbeda karena PON kali ini berbeda dari sebelumnya, kali ini sangat luar biasa. Karena bisa menjadi sebuah ancaman, ganguan, tantangan atau hambatan. Tergantung bagaimana kita mengaturnya, Karena PON yang sekarang sangat ketat karena pertama diadakan di Papua, selanjutnya diselenggarakan dalam keadaan Covid-19 yang belum reda. Oleh sebab itu kita dalam mempersiapkan diri kita tetap memperhatikan prestasi olahraga, faktor kesehatan, faktor keamanan dan kenyamanan juga harus diperhatikan.” Jelas Wagub.

Sementara itu, Ketua KONI NTT, Andre Koreh menyampaikan gambaran persiapan Atlet NTT yang terlibat dalam cabang olah raga untuk mengikuti PON XX beserta cabang olah raga yang terlibat,

“Selanjutnya, persiapan atlet sudah cukup panjang karena sudah melewati tahapan seleksi dari tahun 2017 sampai saat ini. Kebetulan tahun ini NTT meloloskan 89 atlet yang tersebar pada Cabang-cabang olahraga yang lolos ke PON XX adalah Kempo, tinju, silat, atletik, renang, taekwondo, tarung derajat, wushu, muatay, criket, menembak dan sepak bola,”jelas Andre

“Saat ini KONI mentargetkan 10 medali emas yang didapatkan 6 dari kempo, 2 dari tinju dan 2 dari silat dari 12 cabang olah raga,” jelas Andre. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Anggota Pramuka Harus Menjadi Duta Perubahan Dalam Penanggulangan Pandemi Covid 19

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi.,MM meminta anggota gerakan Pramuka harus mampu menjadi duta perubahan, memiliki teladan bagi masyarakat dalam penanggulanan pandemi covid 19. Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan pada acara Upacara Renungan Ulang Janji dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-60 tahun di Kantor Kwarda Penfui Kupang pada Minggu (29/8/2021).

Wagub JNS mengajak anggota Pramuka untuk menjadi duta perubahan agar hadir ditengah masyarakat untuk mengubah dan memberi contoh perilaku hidup sehat dalam upaya penanggulangan pandemi covid 19.

“Harus bisa menjadi duta perubahan dan juga teladan serta mampu menggerakan masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat dan taat pada protokol kesehatan. Itu juga adalah bakti bagi masyarakat sesuai dengan tema Peringatan 60 tahun gerakan Pramuka yaitu Pramuka berbakti tanpa henti,” jelasnya.

“Pandemi covid 19 yang telah berlangsung sejak setahun yang lalu membuat kita harus disiplin mengikuti aturan protokol kesehatan juga sebagai kebiasaan baru dengan kedisiplinan untuk mencegah penularan sebagai bagian dari kepedulian nasional bersama,” katanya.

Wakil Gubernur juga memberikan apresiasi pada gerakan Pramuka yang turut berpartisipasi dalam penanganan covid 19 diantaranya pembagian alat pelindung diri hingga pada proses pelaksanaan vaksinasi.

“Saya juga mengajak kakak-kakak dan adik-adik untuk terus bergiat dalam kepramukaan. Karena Pramuka ini adalah wadah kita dalam menyalurkan kreativitas kakak-kakak dan adik-adik sekalian untuk melatih diri dalam berorganisasi dan juga melatih kepemimpinan dan tentunya semua dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar beliau.

“Kita tidak boleh menyerah dan berputus asa, justru tantangan yang ada harus kita sikapi dengan semangat dan jiwa pantang menyerah,” tambahnya. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT