Arsip Tag: Jefri Riwu Kore

Wali Kota Kupang Mengikuti Rakorwasin Keuangan dan Pembangunan Tingkat Provinsi NTT Tahun 2021

NTT AKTUAL. KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH meminta dukungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk penataan kembali aset milik Pemerintah Kota Kupang. Permintaan tersebut disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengawasan Intern (Rakorwasin) Keuangan dan Pembangunan Tingkat Provinsi NTT Tahun 2021 di Aula Eltari Kupang, Senin (21/06/2021).

Diakuinya saat ini ada aset milik Pemkot Kupang yang dipinjam oleh para pensiunan. Sayangnya aset-aset tersebut kemudian tidak dikembalikan. Karena itu Wali Kota meminta dukungan KPK dan BPKP untuk memberikan rekomendasi atau catatan yang bisa menjadi kekuatan dari Pemkot Kupang untuk tindak lanjut menertibkan kembali aset-aset tersebut.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, saat saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengawasan Intern (Rakorwasin) Keuangan dan Pembangunan Tingkat Provinsi NTT Tahun 2021 di Aula Eltari Kupang, Senin (21/06/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang.

Dukungan dari KPK dan BPKP juga sangat diharapkannya dalam upaya penagihan piutang-piutang Pemkot Kupang, salah satunya yang berkaitan dengan pariwisata pada pihak ketiga termasuk BUMN. Wali Kota optimis dengan keterlibatan KPK dan BPKP, penagihan piutang yang selama ini sulit, bisa segera ditindaklanjuti. Masalah krusial lainnya tentang aset di Pemkot Kupang menurutnya adalah masih banyak aset milik Pemkot Kupang yang belum tercatat. Karena itu saat ini Pemerintah Kota Kupang tengah berupaya menghimpun dan mencatat semua aset yang selama ini belum tercatat.

Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, Dr. Sally Salamah, Ak,M.Prof.,CA,CHRP, QIA,CGCAE dalam sambutannya menyampaikan Presiden Joko Widodo telah mencanangkan tahun 2021 sebagai tahun percepatan pemulihan ekonomi nasional. Selaras dengan arahan presiden, BPKP telah menerbitkan agenda prioritas pengawasan (APP) dan Agenda Prioritas Pengawasan Daerah (APPD) Tahun 2021. Tema pengawasan yang diusung adalah “Mengawal Percepatan Pemulihan Ekonomi”.
Menurutnya untuk pengawasan tingkat nasional, BPKP memprioritaskan pengawasan intern pada 15 kelompok isu strategis dengan 60 obyek pengawasan. Untuk tingkat daerah, BPKP memprioritaskan pengawasan intern pada 12 isu strategis pembangunan nasional, 5 sektor pembangunan daerah (pendidikan, kesehatan, pariwisata dan pembangunan ekonomi), serta 67 isu pembangunan tematik yang tersebar pada 34 provinsi. Khusus untuk Provinsi NTT, isu strategis pembangunan nasional adalah sektor pariwisata dan pertanian.

Ditambahkannya Rakorwasin yang diselenggarakan hari ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam koordinasi dan harmonisasi pengawasan intern di daerah. Pengawasan intern yang terkoordinasi dan harmonis akan meningkatkan kualitas pengawasan akuntabilitas keuangan dan pembangunan di daerah. Rakor ini juga menyasar peningkatan efektivitas pengawasan intern melalui identifikasi area strategis dan prioritas di daerah yang menjadi obyek dan desain kolaborasi pengawasan intern oleh BPKP dan APIP daerah se-provinsi NTT.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi menyampaikan terima kasih kepada BPKP yang sudah berinisiatif mengadakan kegiatan ini. Rakor ini menurutnya bertujuan untuk menjembatani antara upaya pencapaian visi dan misi pemerintah daerah dengan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mengawal pencapaian tujuan.

Dengan adanya pengawasan yang sinergis dan terstruktur, Wagub yakin akan ada pengungkit nilai tambah sektor pertanian dan pariwisata terhadap kemakmuran masyarakat di NTT. Aparat yang melaksanakan kegiatan pembangunan daerah tidak mengalami keraguan dalam pelaksanaan kegiatan karena ada tempat bertanya dan berkonsultasi yaitu APIP dan Perwakilan BPKP Provinsi NTT.

Rakor yang diikuti oleh para Bupati dan Wali Kota se-NTT tersebut juga menghadirkan sejumlah nara sumber, antara lain Inspektur Jenderal Kemendagri, Ucok Abdulrauf Damenta, Kasatgas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria, Kepala Perwakilan BPKP NTT, Sofyan Antonius. (*PKP_ans/ech)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Kupang Siap Bantu Uang Muka Rumah Bagi PNS dan PTT

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka memperjuangkan kesejahteraan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang mengabdi di Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang siap memberikan bantuan uang muka untuk pembelian rumah bagi yang belum memiliki rumah. Bantuan dimaksud berupa bonus akhir tahun yang akan digunakan sebagai uang muka dalam pembelian rumah. Demikian disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH saat menghadiri acara pemaparan proyek perumahan yang diselenggarakan oleh PT. Nusa Daya Abadi Propertindo di Hotel Sotis Kupang, Rabu (16/06/2021).

Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam sosialisasi tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si dan para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang serta para camat dan lurah.

Wali Kota dalam kesempatan tersebut mengaku punya harapan besar agar sebelum masa jabatannya berakhir nanti, semua PNS dan PTT di Pemkot Kupang bisa memiliki rumah. Untuk itu Pemkot Kupang berupaya menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, salah satunya dengan PT. Nusa Daya Abadi Propertindo untuk membantu menyediakan rumah bagi para PNS dan PTT. “Pemerintah akan memfasilitasi keringanan biaya bagi PTT dan ASN dengan cara menanggung semua biaya uang muka,” ujarnya.

Wali Kota berharap kerja sama yang dibangun dengan para pengembang bisa membantu upaya Pemkot Kupang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang, terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan hunian yang layak dengan harga terjangkau.

Direktur Utama PT. Nusa Daya Abadi Propertindo, Jefri Efendi sebelum memulai pemaparannya tentang proyek perumahan menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang dan seluruh jajarannya yang telah menyambut baik program mereka. Dia berharap proyek ini bisa berjalan dengan baik dan memberi kontribusi bagi pembangunan di Kota Kupang. Proyek ini akan dibangun di atas lahan yang cukup luas sekitar 169 hektar, dengan perkiraan jumlah rumah yang akan dibangun mencapai 12.000 unit. Untuk tahap pertama pihaknya akan membangun 3000 rumah bersubsidi. Selain bagi para PNS dan PTT, rumah-rumah ini juga ditujukan bagi masyarakat umum yang ada di wilayah Kota Kupang yang membutuhkan hunian modern yang layak dan nyaman. Turut hadir dalam pemaparan tersebut Direktur PT Nusadaya Abadi Propertindo, Thomas Pramono Handojo dan Kepala Cabang Bank BTN Kupang. (*PKP_dev/ded/ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Kembali Meninjau Proyek Pembangunan SPAM Kali Dendeng

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH kembali meninjau proyek pembangunan SPAM Kali Dendeng di Kelurahan Fontein, Rabu (9/06/2021). Wali Kota Kupang didampingi Asisten Administrasi Umum Sekda kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si dan PPK Air Minum Wilayah I, Yasinta Mbake.

Selain melihat IPA Kali Dendeng, Wali Kota dan rombongan juga melihat langsung proses pembangunan 2 reservoir yang sementara di bangun di Kelurahan Penkase Oeleta dan satu reservoir di Kelurahan Manutapen. Tak hanya itu, di lokasi yang berdekatan, ada juga pembangunan Kantor SPAM yang menjadi pusat teknis instalasi pengelolaan air (IPA) di Manutapen.

KPA Proyek SPAM Kali Dendeng yang juga PPK Air Minum Wilayah I, Yasinta Mbake menjelaskan bahwa, progres pembangunan IPA dan SPAM Kali Dendeng sudah mencapai 25%, bahkan menurutnya, SPAM Kali Dendeng paling cepat akan beroperasi tahun 2022 nanti.

SPAM Kali Dendeng yang bakal dijadikan salah satu pengolahan sumber air baku di kota tersebut, dipastikan akan menjawab kebutuhan air bersih sebanyak 150 liter perdetik. Oleh sebab itu dirinya berharap agar masyarakat sekitar bisa memahami dan menerima aktivitas pembangunan yang sementara berjalan.
“Mohon dukungan dari bapak ibu masyarakat setempat agar mendukung pembangunan ini,” ungkapnya.

Yasinta juga menambahkan, dari kontrak kerja yang disepakati bersama antar Pemerintah RI dan Pihak Ke-3 yakni PT Nindya Tirta, maka pekerjaan SPAM Kali Dendeng ini akan diselesaikan pada 26 Desember 2021 nanti.

Sementara itu Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah menjawab dan melaksanakan pembangunan IPA Kali Dendeng yang juga paketan langsung dengan sistem pengelolaan airnya, menurut mantan anggota DPR RI dua periode ini, proyek tersebut adalah bagian dari menjawab jeritan warga Kota Kupang.

Wali Kota melanjutkan bahwa SPAM Kali Dendeng dibangun dengan anggaran pemerintah pusat dengan kapasitas air untuk tahap I 150 liter per detik dengan dana Rp. 189 miliar, “proyek ini terjawab karena kita selalu bertemu Pak Jokowi dan selalu menyampaikan kebutuhan utama masyarakat Kota Kupang adalah air bersih, ini adalah hasil dari koordinasi kami ke pemerintah pusat, saya selalu menyampaikan ini dalam berbagai kesempatan ketika bertemu Bapak Presiden,” ucapnya. (*PKP_sny)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Siap Dukung Muspel Pemuda Sinode GMIT ke-VI

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH menyatakan dukungan penuh atas penyelenggaraan Musyawarah Pelayanan (Muspel) Pemuda Sinode GMIT ke-IV. Bahkan Wali Kota juga sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir langsung di acara pembukaan Muspel yang akan berlangsung di GMIT Bait’el Bokong Klasis Fatuleu Timur, Kabupaten Kupang pada tanggal 28 Juni 2021 mendatang. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota saat menerima Ketua Pemuda Sinode GMIT, David D. E. Natun, S.Pd, M.Pd bersama panitia pelaksana Musyawarah Pelayanan Pemuda Sinode GMIT Ke-VI di ruang kerja Wali Kota Kupang, Selasa (8/06/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua UPP Pemuda dan Kaum Bapak Sinode GMIT, Pdt. Pet Tameno, M.Th, Wakil Ketua Pemuda Sinode GMIT yang juga adalah anggota DPRD Kota Kupang, Adrianus A. Talli, S.Tr.T, Ketua Pelaksana Musyawarah Pelayanan Pemuda Sinode GMIT Ke-VI, Patje Tasuib, S.Sos bersama pengurus Pemuda GMIT dan panitia pelaksana Musyawarah Pelayanan Pemuda Sinode GMIT Ke-VI. Turut mendampingi Wali Kota dalam pertemuan tersebut Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si.

Menurut Wali Kota Pemuda GMIT merupakan wadah yang telah mempersatukan kaum muda di wilayah ini di dalam suatu kebersamaan. Karena itu pemerintah perlu memberikan dukungan penuh kepada Pemuda GMIT yang diyakini bisa menjadi kekuatan dalam mendukung pemerintah membangun daerah ini. Musyawarah Pelayanan ini menurutnya merupakan suatu langkah maju dalam upaya menata Pemuda GMIT menjadi lebih baik lagi. “Kami pastikan akan hadir bersama Pemuda GMIT dalam kegaiatan ini. Kalau ada kendala teknis nanti tolong disampaikan supaya bisa kami upayakan untuk dibantu,” tambahnya.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH saat foto bersama dengan Ketua Pemuda Sinode GMIT, David D. E. Natun, S.Pd, M.Pd, di ruang kerja Wali Kota Kupang, Selasa (8/06/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Ketua Pemuda Sinode GMIT, David D. E. Natun, S.Pd, M.Pd dalam pertemuan tersebut mengakui Pemerintah Kota Kupang secara konsisten memberikan dukungan kepada Pemuda GMIT. Kunjungan mereka pada hari ini selain meminta kehadiran Wali Kota pada acara pembukaan Muspel nanti, juga sekaligus memohon dukungan dari Pemerintah Kota Kupang untuk kesuksesan kegiatan mereka nanti, mengingat sebagian besar pengurus Pemuda GMIT berdomisili di Kota Kupang dan banyak aktivitas organisasi mereka dilaksanakan di Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama David juga menjelaskan tentang rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka Musyawarah Pelayanan Pemuda Sinode GMIT Ke-VI. Sebelum acara puncak Musyawarah yang akan berlangsung dari tanggal 27 Juni hingga 29 Juni 2021, panitia juga merancang kegiatan studi meeting yang berlangsung secara virtual selama tiga hari sejak 21 Juni hingga 23 Juni 2021. Dalam studi meeting nanti topik yang dibahas seputar pertanian, lingkungan hidup dan human trafficking. Selain Wali Kota Kupang, panitia tengah berupaya agar Menteri Pertanian RI juga bisa menjadi salah satu nara sumber dalam kegiatan tersebut.

Pada agenda utama Muspel yang berlangsung sejak 27 Juni hingga 29 Juni 2021 nanti, dari 156 pemilik hak suara, hanya 52 orang perwakilan dari masing-masing Klasis yang hadir langsung di lokasi acara. Sementara 104 lainnya akan mengikuti rangkaian acara secara virtual dari Klasis masing-masing. Pertemuan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua UPP Pemuda dan Kaum Bapak Sinode GMIT, Pdt. Pet Tameno, M.Th. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

BNPB Pusat Belum Cairkan Dana Stimulan Perbaikan Rumah Rusak Dampak Seroja

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sudah kurang lebih 2 bulan sejak bencana alam badai siklon tropis seroja melanda wilayah Kota Kupang pada 4-5 April 2021 lalu, namun hingga kini BNPB Pusat belum juga mencairkan dana stimulan untuk perbaikan rumah warga korban badai seroja yang rusak.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH disela-sela tugas pemerintahan yang dijalaninya kemarin, Selasa (8/06/2021). Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini BNPB untuk mengetahui sudah sampai sejauh mana proses penyaluran bantuan tersebut berjalan.

Wali Kota mengatakan Pemkot telah menyampaikan Usulan Penerima Bantuan Dana Stimulan yang ditetapkan melalui SK Wali Kota Kupang nomor 78/Kep/HK/2021 tentang Penetapan Jumlah Kerusakan Rumah Berdasarkan Kategori Rusak Ringan, Rusak Sedang dan Rusak Berat Pasca Bencana Alam Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang tahun 2021. Data yang diusulkan sebanyak 12.692 rumah yang telah memenuhi kriteria kerusakan BNPB, terdiri dari 11.090 rumah dengan tingkat kerusakan 30% atau rusak ringan, 869 rumah rusak sedang dengan tingkat kerusakan 50% dan 733 rumah rusak berat dengan tingkat kerusakan 70% keatas hingga tidak bisa dihuni lagi dan warga harus mengungsi. Menurut Wali Kota usulan tersebut saat ini sedang melalui tahapan reviu oleh Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) BNPB Pusat. Jika usulan tersebut disetujui, pemerintah akan mentransfer dananya ke pemerintah daerah untuk disalurkan kepada masing-masing penerima. Untuk itu, Wali Kota meminta agar masyarakat bersabar dan berjanji bahwa dananya akan segera disalurkan begitu ditransfer BNPB Pusat ke rekening masing-masing penerima bantuan melalui Bank BRI.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH. Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Lebih lanjut dikatakannya, Pemkot saat ini sedang menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk rumah rusak berat tahap pertama. Sedangkan DTH tahap kedua baru dapat dilakukan setelah tahap pertama tuntas, “DTH tahap pertama untuk 3 bulan sudah disalurkan ke masing-masing rekening penerima, sedangkan tahap kedua akan segera diajukan ke BNPB setelah penyaluran tahap 1 selesai. Saya sudah memerintahkan kepada BPBD agar penyalurannya dilakukan sesuai aturan sehingga tidak muncul persoalan dikemudian hari. Tidak boleh tunggu lama dan langsung ditransfer ke rekening warga yang berhak. Begitu pula halnya dengan dana stimulan, akan langsung disalurkan ke rekening penerima masing-masing begitu sudah ditransfer dari pusat, kecuali untuk warga yang direlokasi karena tidak bisa dibangun di lokasi yang sama, dananya tidak ditransfer tapi pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PUPR di atas lahan yang disiapkan Pemkot,” jelas Wali Kota.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy Deerens Didok, S.Pd, M.Si ketika ditemui, Selasa (8/06/2021) menjelaskan bahwa bantuan untuk warga terdampak seroja ada 2 yaitu dana bantuan stimulan untuk perbaikan rumah rusak dampak seroja dan dana tunggu hunian. Dana Tunggu Hunian (DTH) merupakan dana yang bersumber dari dana siap pakai (DSP) BNPB Pusat untuk penanganan darurat bencana, diberikan untuk meminimalkan tingkat hunian di pengungsian sehingga mencegah masyarakat terdampak bencana di Kota Kupang terpapar covid-19 di tempat pengungsian.

Dalam tahapan penyaluran DTH, lanjutnya, pemkot telah mengusulkan data calon penerima kepada BNPB pusat. Data tersebut adalah hasil verifikasi dan validasi oleh tim teknis bersama pihak kelurahan, juga melibatkan unsur TNI Polri yang ada di tingkat kelurahan. Total besaran DTH yang diusulkan sebesar Rp 2.199.000.000 untuk 733 kepala keluarga yang rumahnya rusak berat atau tingkat kerusakan 70% hingga tidak bisa dihuni kembali. Tiap keluarga akan menerima 500 ribu rupiah per bulan selama 6 bulan masa transisi darurat ke pemulihan terhitung sejak bulan Mei sampai Oktober 2021. Saat ini sedang dilakukan penyaluran DTH tahap pertama dengan total anggaran Rp 1.099.000.000. (*PKP_nt)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Prokompim Setda Kota Kupang

Program Bedah Rumah Pemkot Kupang Terus Berlanjut

NTT AKTUAL. KUPANG. Setelah mengalami jeda waktu cukup lama karena fokus pada upaya pemulihan kota pasca bencana siklon tropis seroja beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Kupang kembali melanjutkan salah satu program inovasinya yakni bedah rumah bagi warga kurang mampu untuk tahun anggaran 2021. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH turun langsung untuk menyerahkan rumah yang baru selesai dibedah kepada Esau dan keluarganya, Senin (7/06/2021).

Rumah Pertama yang baru selesai dibedah milik Esau Hanok Loe tersebut beralamat di RT 28/RW 03, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo. Dalam kesehariannya untuk menghidupi istri dan empat anaknya, Esau bekerja sebagai tukang batu. Sesuai komitmen antara pembangun dan Pemkot Kupang, dalam waktu 14 hari rumah Esau yang semula sudah tidak layak huni berhasil diperbaiki oleh tim bedah rumah. Turut hadir mendampingi Wali Kota, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si, Camat Oebobo yang baru dilantik, Paulus Kajo Werang, SE, Lurah Liliba, Victor A. Makoni, S.Sos beserta RT setempat.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH saat menyerahkan rumah yang baru selesai dibedah kepada Esau Hanok Loe dan keluarganya, Senin (7/06/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota pada kesempatan tersebut menjelaskan program bedah rumah ini merupakan salah satu program untuk menjabarkan misinya bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man untuk mewujudkan Kota Kupang sebagai kota yang layak huni bagi setiap warganya. Lewat program ini Pemkot Kupang ingin hadir dan berada di tengah-tengah warganya, agar bisa melihat langsung dan menolong warga yang membutuhkan.

Diakuinya masih banyak warga Kota Kupang yang membutuhkan uluran tangan pemerintah lewat program-program semacam ini. Namun karena keterbatasan anggaran hingga saat ini program bedah rumah lebih diprioritaskan bagi rumah warga yang benar-benar membutuhkan dan tidak layak huni. “Mohon doanya, agar kami tetap sehat dan diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk terus membantu saudara-saudara kita yang hidupnya sangat susah di kota ini,” pungkasnya.

Yeskiel Haekase mewakili keluarga besar Esau Hanok Loe menyampaikan limpah terima kasih kepada Wali Kota dan jajarannya yang sudah berkenan membantu saudara mereka lewat program bedah rumah. Keluarga merasa sangat tersentuh dengan kesediaan Wali Kota yang sudah mau turun langsung untuk kedua kalinya ke rumah mereka. Sebelumnya, sekitar dua minggu lalu Wali Kota juga sempat mengunjungi mereka untuk memantau langsung proses awal pekerjaan bedah rumah tersebut.

Sesuai janji Wali Kota, pekerjaan tersebut benar-benar selesai tepat dua minggu seperti yang ditargetkan. “Program bedah rumah ini merupakan program luar biasa yang menyentuh langsung masyarakat kurang mampu,” tambahnya. Tampak Esau dan istrinya yang tidak dapat menahan haru atas kunjungan dan bantuan tersebut. Di hadapan Wali Kota tidak banyak kata yang terlontar dari keduanya selain kata terima kasih dengan mata berkaca-kaca.

Usai menyerahkan bantuan bedah rumah kepada keluarga Esau Hanok Loe, Wali Kota bersama rombongan melanjutkan perjalanan untuk meninjau rumah-rumah yang akan mulai dibedah. Di antaranya adalah rumah milik Ibu Nelci Nggelan, di RT 20, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima. Oma Nelci demikian dia akrab disapa adalah seorang janda berusia 78 tahun. Oma Nelci sudah cacat fisik ini (tidak bisa berjalan) juga mengalami gangguan pada telinga (tidak bisa mendengar) dan sering sakit-sakitan.

Selanjutnya Wali Kota bersama rombongan juga berkesempatan mengunjungi rumah milik Ibu Maria Nara Adu di RT 21/RW 8, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima. Ibu Maria adalah seorang janda usia 70 tahun yang tinggal bersama dua orang cucunya. Hari ini pengerjaan rumah Ibu Maria sudah dimulai. Seperti di tempat sebelumnya, pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu ke depan.

Rumah terakhir yang dikunjungi Wali Kota Kupang pada Senin (7/06/2021) adalah rumah milik Bapak Siprianus Obenu di RT 04/RW 02, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima. Dalam kesehariannya bapak Sipri berprofesi sebagai tukang batu untuk menghidupi istri dan tiga orang anaknya. Dalam waktu dekat rumah tersebut akan mulai dibedah. Turut hadir pada kunjungan tersebut Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, SH dan jajarannya. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Gelar Lokakarya, Pemkot Kupang dan Plan Internasional Bahas Limbah Infeksius

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Tingginya angka penderita COVID-19 serta diterapkannya protokol kesehatan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan minimnya tempat pembuangan sampah limbah medis bekas pakai APD Covid-19, meningkatkan jumlah sampah medis yang semakin menggunung di pelayanan kesehatan dan rumah tangga. Padahal, sampah infeksius berbahaya karena selain mencemari lingkungan, juga bisa menjadi sumber penyebaran penyakit dari patogen yang menempel.

Guna mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatah Kota Kupang bersama Jejaring AMPL dan Yayasan Plan Internasional Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Penanganan Limbah Infeksius, Senin (7/06/2021) bertempat di Celebes Resto and Cafe.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., dan dihadiri oleh Pimpinan Area Implementasi Manager Plan Internasional, James Balo, Wise Project Manager Plan Internasional Indonesia, Sabaruddin, para narasumber yang terdiri dari Sanitarian Ahli Madya pada Direktorat Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, Sofwan, ST., MT., Analis Data Prasarana Subdit Praja pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Agus Rahmat, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Orson Genes Nawa, SH., serta Perwakilan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia, John Takesan.

Peserta kegiatan berasal dari Perwakilan Pokja AMPL, Instansi maupun Dinas terkait dalam lingkup Pemerintah Kota Kupang, RSUD W.Z. Johannes, RSUD SK. Lerik, TP PKK, Camat serta Lurah dari 15 Kelurahan binaan Plan Internasional Indonesia. 15 kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Oesapa, Kelurahan Lasiana, Kelurahan Oesapa Barat, Kelurahan Pasir Panjang, Kelurahan Oeba, Kelurahan Airmata, Kelurahan Alak, Kelurahan Batuplat, Kelurahan Manulai II, Kelurahan Bakunase, Kelurahana Bakunase II, Kelurahan Airnona, Kelurahan Naimata, Kelurahan Bello dan Kelurahan Fatukoa.

Walikota Kupang, DR. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan lokakarya tersebut. Lokakarya terwujud atas inisiatif dan kerja sama antara Plan Indonesia melalui WISE Project atau WASH SDG’s for COVID-19 inclusive intervention for eastern Indonesia dengan jejaring Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL).

Wali Kota berharap lokakarya akan dapat memetakan pembagian peran antar pemangku kepentingan di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan mengenai pelaksanaan penanganan limbah infeksius di Kota Kupang. Menurutnya masyarakat dan tempat layanan kesehatan perlu diberikan edukasi dan informasi yang baik dan tepat dalam pengelolaan limbah medis tersebut, “Melalui lokakarya ini diharapkan dapat memberikan solusi yang relevan bagi persoalan yang kita hadapi saat ini,” ungkap Wali Kota.

Sabaruddin selaku WISE Project Manager dari Plan Indonesia menyampaikan dalam pelatihan diharapkan agar para kader kesehatan dapat menjadi duta penyampai pesan kepada masyarakat dan juga di komunitasnya. Menurutnya, limbah Infeksius berupa masker, sarung tangan, hazmat dan lainnya sering dijumpai pada tempat layanan kesehatan maupun rumah tangga, “Jenis sampah ini menjadi ancaman serius yang akan terus berlanjut bagi kita semua. Masker kain, masker scuba, masker medis N95, sarung tangan, hazmat, faceshield hingga jas hujan pengganti hazmat sekali pakai adalah jenis sampah infeksius yang sering muncul,” ujarnya.

Lebih lanjut Sabaruddin mengatakan pihaknya berharap agar para kader yang mengikuti pelatihan ini dapat menyampaikan apa yang diperoleh dari lokakarya ini secara meluas kepada masyarakat setempat, sehingga sampah medis di tingkat rumah tangga juga dapat terkelola dengan baik. Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang perlu menerbitkan peraturan terkait pengelolaan sampah infeksius sebagai respons dari penambahan jumlah sampah infeksius akibat pandemik Covid-19.

Dijelaskannya bahwa Plan Indonesia melalui Project WASH SDGs for COVID-19 Inclusive Intervention (WISE) mengajak semua lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah kota sampai para kader di masyarakat untuk mampu berperan aktif dalam penanganan sampah infeksius. Pembukaan lokakarya ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama penanganan Limbah Infeksius di Kota Kupang. (*PKP_chr/jm)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Serahkan Bantuan WiFi Untuk Karang Taruna Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menyerahkan bantuan seperangkat WiFi gratis bagi Karang Taruna Kota Kupang. Penyerahan berlangsung di Sekretariat sementara Karang Taruna Kota Kupang, Jl. Kedondong, Kelurahan Oepura, Jumat (4/06/2021).

Bantuan diterima langsung oleh Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Stenly Boymau, didampingi jajaran pengurusnya serta disaksikan oleh Ketua Karang Taruna Provinsi NTT, Andre Otta.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si, Lurah Oepura Nehemia Sunbanu, S.Sos dan Lurah Oetete, Dessy Lay, S.Sos, M.Si yang juga menjabat sebagai Bendahara Karang Taruna Kota Kupang.

Dalam sambutannya Wali Kota mengaku bangga karena Karang Taruna Kota Kupang sudah mau maju dan membuat gebrakan. Salah satu contoh nyata menurutnya adalah saat Kota Kupang dilanda badai siklon tropis beberapa waktu lalu, begitu banyak pohon yang tumbang sehingga Pemkot Kupang sendiri kewalahan untuk mengatasinya. Saat itu tidak ada pilihan lain, semua warga harus terjun untuk membersihkan lingkungan masing-masing. Di tengah situasi tersebut, Karang Taruna hadir dan menjadi pionir kerja sosial membantu warga yang membutuhkan pertolongan, terutama yang rumahnya tertimpa pohon atau akses jalan lingkungannya terputus akibat pohon yang tumbang.

Wali Kota Kupang sebagai pembina Karang Taruna menambahkan, Karang Taruna merupakan organisasi penting yang berperan membina kebersamaan para pemuda di suatu lingkungan. Kebersamaan ini bisa menjadi kekuatan besar yang bisa dimanfaatkan untuk banyak hal yang positif termasuk dalam kerja-kerja sosial dan dukungan terhadap program kerja Pemerintah Kota Kupang. Bantuan WiFi ini menurutnya merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah mewujudkan Kota Kupang sebagai smart city. “Dengan pemasangan WiFi ini mudah-mudahan ke depan akan muncul start up-start up baru di Kota Kupang yang memanfaatkan teknologi digital terbaru,” pungkasnya.

Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Stenly Boymau pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang yang sudah berkenan memberikan Karang Taruna bantuan seperangkat WiFi, yang rencananya akan dipasang di Sekretariat sementara Karang Taruna tempat mereka selama ini berkumpul dan melakukan koordinasi. Menurutnya bantuan WiFi ini merupakan pertanda baik bagi Karang Taruna untuk semakin serius mendukung Pemerintah Kota Kupang lewat sejumlah program kerja. Stenly juga menuturkan secara singkat perjuangan Karang Taruna Kota Kupang pasca badai siklon tropis beberapa waktu lalu. Dari 489 pengaduan yang mereka terima, tim Karang Taruna Kota Kupang berhasil membantu sensor pohon di 371 titik dengan dukungan dana dan peralatan berupa 10 unit sensor dari Bank NTT.

Ketua Karang Taruna Provinsi NTT, Andre Otta, S.STP, M.Si yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang sudah memberikan perhatian kepada Karang Taruna. Diakuinya Karang Taruna Kota Kupang saat ini sudah hadir di tengah masyarakat dan turut ambil bagian dalam upaya memulihkan kota ini. Tentang bantuan WiFi, Andre yang juga baru dilantik sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang turut mengakui bahwa Pemerintah Kota Kupang merupakan Pemda pertama di NTT yang paling serius mendukung digitalisasi. Perkembangan zaman saat ini menurutnya menjadikan internet sebagai kebutuhan dan syarat dasar untuk melaju. Bantuan WiFi yang diberikan hari ini merupakan wujud komitmen yang luar biasa untuk mendukung digitalisasi.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir pula Kabid Kepesertaan BP Jamsostek Provinsi NTT, Riza, yang menyerahkan secara simbolis kepada Wali Kota Kupang stimulus untuk perlindungan jaminan sosial, berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian dari BP Jamsostek bagi 400 warga Kota Kupang. 100 di antaranya rencananya akan diberikan kepada Badan Pengurus Karang Taruna Kota Kupang. Stimulus perlindungan jaminan sosial ini berlaku selama tiga bulan dan selanjutnya iuran akan ditanggung masing-masing peserta dengan cukup menyetor iuran senilai Rp 16.800 per bulan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Launching Digitalisasi Retribusi Pasar Menggunakan QRIS

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dalam implementasi penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang dilakukan untuk pertama kalinya di NTT. Apresiasi tersebut disampaikannya dalam sambutan dalam acara peluncuran Digitalisasi Retribusi Pasar Menggunakan QRIS, Rabu (2/06/2021) di Pasar Oebobo.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia, PT Telkom dan PD Pasar atas terselenggaranya acara launching QRIS bagi sistem retribusi di pasar Oebobo tersebut. Menurutnya, Pemkot akan mendukung komitmen Bank Indonesia untuk mendorong perluasan penggunaan QRIS yang juga menargetkan UMKM-UMKM guna mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penggunaan QRIS yang meluas akan membantu mendukung perluasan jaringan bisnis merchant atau penjual dan penyedia jasa layanan di pasar dan UMKM di Kota Kupang hingga merambah di tingkat nasional bahkan internasional.

Wali Kota berharap peluncuran Retribusi Pasar dengan QRIS tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dilanjutkan secara luas. Karena penggunaan QRIS memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran. Konsumen cukup membayar menggunakan satu QR Code untuk seluruh pembayaran. Di samping itu masyarakat tidak perlu takut akan kehilangan uang dan diuntungkan karena tidak perlu repot dalam melakukan transaksi secara tunai. “Hanya membutuhkan scan kodenya saja sehingga tidak membutuhkan waktu juga proses yang lama’’, tuturnya.

Walikota Kupang menjelaskan dimulainya pemanfaatan QRIS sebagai alternatif transaksi non tunai dalam sistem retribusi pasar diharapkan juga akan memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam pengawasan retribusi lewat satu pintu, sesuai komitmen pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan visi dan misi Kota Kupang, khususnya untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN dan transparansi dalam pengelolaan keuangan sesuai misi Kupang jujur. Hal tersebut diakuinya juga akan berdampak secara langsung pada optimalisasi sumber PAD Kota Kupang. ‘’Kalau ini terus diterapkan tidak hanya di pasar tetapi juga di semua transaksi-transaksi ekonomi di Kota Kupang, maka akan meminimalisir praktik korupsi dan juga mendukung semangat Smart City di Kota Kupang’’, tuturnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat menyampaikan sambutannya mengatakan sebagai wujud sinergi dalam digitalisasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dan PT. Telkom Indonesia, melaksanakan program digitalisasi pasar di Kota Kupang yang mencakup penerimaan retribusi serta digitalisasi transaksi pembayaran melalui QRIS. “Ke depan kami akan terus mendorong agar dapat di replikasi dan diimplementasikan pada pasar-pasar lainnya di Kota Kupang dan di seluruh NTT,” katanya.

CEO Qren Telkom Kota Kupang, Fajar ERI Dianto juga mendukung keinginan Pemerintah Kota Kupang dan KPw BI NTT dalam perluasan penggunaan QRIS di Kota Kupang. ‘’Kami siap dan sudah menyatakan kesanggupan mendukung penuh program perluasan digitalisasi keuangan dengan QRIS ini di NTT untuk retribusi pasar tradisional, retribusi parkir bahkan retribusi tiket. Semua sudah siap tinggal dijalankan, juga transaksi yang ada di UMKM akan kami siapkan dashboardnya, juga disiapkan inisiasinya, dan mudah-mudahan akan kita siapkan bisnisnya”, kata Eri. (*PKP_val)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Lantik 413 Pejabat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH sore ini, Senin (31/05/2021) melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 413 orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, terdiri dari 75 pejabat pengawas (eselon 3), 291 pejabat administrator (eselon 4), 7 orang kepala TK, 26 orang Kepala SD dan 14 orang Kepala SMP. Acara pelantikan berlangsung singkat dan menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19.

Turut hadir para pejabat yang mewakili Kajari Kupang, Dandim 1604, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Drs. Agus Ririmasse, M.Si, Asisten Administrasi Umum, Yanuar Dally, SH, M.Si, dan para jajaran Pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang serta para rohaniwan pendamping dari Islam, Katholik, Protestan dan Hindu.

Diantara pejabat yang mengangkat sumpah, Drs. Ambo dilantik sebagai Sekretaris Disdik, Paulus Kajo Werang dilantik menjadi Camat Oebobo. Tampak juga I Wayan Gede Astawa, S.Sos, M.M yang sebelumnya menjabat Lurah Fatubesi dilantik menjadi Camat Kelapa Lima, yang semula lowong. Sementara Matheos Maahury yang sebelumnya menjabat Camat Oebobo dilantik menjadi Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang. Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda Kota Kupang dijabat oleh Romy Lado, S.Pd.

Daftar 413 nama dan jabatan yang dilantik hari ini dapat diakses melalui link berikut : https://drive.google.com/file/d/1vYWVC7l4Ggf-jiMLLU5jKnzUNSvgSwRk/view?usp=sharing. (*PKP_NT)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Prokompim Setda Kota Kupang