Arsip Tag: Idul Fitri

SBY Rayakan Idul Fitri 1442 H Bersama Keluarga

NTT AKTUAL. BOGOR. Pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Kamis (13/05/2021), Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarga melakukan sejumlah kegiatan. Ini merupakan lebaran ketiga yang diperingati SBY tanpa kehadiran istri tercinta, Ani Yudhoyono yang berpulang pada 1 Juni 2019 silam.

Saat mendengar takbir dikumandangkan SBY tidak dapat menyembunyikan perasaan hati di momen yang setiap tahunnya dulu selalu dijalani bersama Ani Yudhoyono. “Saat seperti ini adalah saat yang paling berat karena berpuluh-puluh tahun sebelum istri tercinta dipanggil Allah, kami selalu bersatu dalam syukur dan bahagia. Hal yang indah begitu kini tak terjadi. Hidup saya tak akan pernah sama lagi”, demikian ujar SBY di hadapan orang-orang dekatnya.

Di pagi hari, SBY melaksanakan Shalat Ied di depan pendopo yang bersejarah, kini menjadi Lavani Sports Center, Cikeas, Bogor. Kegiatan ibadah dilaksanakan di tengah situasi pandemi secara terbatas dan hanya diikuti oleh keluarga, staf pribadi serta pelatih dan atlet bola voli Lavani.

Setelah itu, SBY bersama keluarga melakukan ziarah ke makam istri tercinta, Kristiani Herrawati, yang akrab disapa Ibu Ani Yudhoyono di TMPN Kalibata, Jakarta Selatan. Di penghujung ziarah, setelah bersama-sama membaca membacakan Surah Yasin, SBY memimpin doa secara khusyuk bagi almarhumah Ibu Ani agar Allah berikan ketenangan dan kedamaian di sisi-Nya. Begitu dalamnya doa dan permohonan SBY kepada Yang Maha Kuasa untuk almarhumah yang sangat disayanginya yang mendengarkan pun ikut larut dalam duka yang mendalam.

Menutup rangkaian kegiatan di hari yang agung ini, SBY beserta keluarga mengunjungi sekaligus berhalal bihalal dengan Ibunda Ani Yudhoyono (Ibu Sarwo Edhie Wibowo) beserta keluarga di Condet, Jakarta Timur.

Dalam kegiatan hari ini, putra sulung SBY Agus Harimurti Yudhoyono (yang juga Ketua Umum Partai Demokrat) beserta istri Annisa Larasati Pohan serta putra kedua Edhie Baskoro Yudhoyono (yang juga Anggota DPR RI) beserta istri Aliya Rajasa, serta seluruh cucu-cucu turut serta mendampingi SBY.

Mengingat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya mereda, seluruh kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik menjaga jarak maupun penggunaan masker guna menjaga keselamatan bersama. (*)

Doa dan Harapan Wali Kota Kupang di Hari Idul Fitri dan Kenaikan Yesus Kristus

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Perayaan Idul Fitri 1442 Hijriyah yang jatuh pada Kamis (13/05/2021) hari ini bertepatan juga dengan Hari Kenaikan Yesus Kristus (Isa Almasih). Masih seperti tahun lalu, perayaan Idul Fitri tahun ini masih dibayang-bayangi pandemi covid-19.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH mengatakan walaupun Idul Fitri tahun ini dirayakan di tengah keterbatasan akibat wabah covid-19, namun tidak mengurangi rasa syukur atas berkah yang diterima. “Kini tiba saatnya saudara-saudari kita umat Muslim menyambut kemenangan yang penuh kebahagiaan. Walaupun tangan tak dapat berjabat dan raga tidak dapat berjumpa, semoga doa dan harapan mampu menjamah sanubari dan mempererat persaudaraan dan kekeluargaan di antara kita,” kata Wali Kota.

“Saya atas nama pribadi, keluarga dan seluruh jajaran pemerintah Kota Kupang mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah kepada seluruh bapa, mama, basodara umat Muslim Kota Kupang, mohon maaf lahir dan batin,” tambah Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas disiplinnya umat menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan ibadah puasa hingga perayaan Idul Fitri. “Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam setiap karya bagi kemajuan daerah ini,” ucapnya.

Wali Kota juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi seluruh umat Kristiani di Kota Kupang. Melalui kenaikan Yesus Kristus, kiranya semua umat mendapat sukacita baru dalam menjalani kehidupan.

“Kita masih bergelut dengan pandemi Covid-19 namun dengan memahami pesan iman dari peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga, kita semakin diteguhkan untuk selalu berbuat kebaikan, peduli kepada sesama dan juga melaksanakan setiap ajaran cinta kasih, baik di dalam pekerjaan, keluarga maupun pelayanan kemasyarakatan,” kata Wali Kota.

Ia berharap, semangat toleransi antar umat beragama di Kota Kupang untuk merawat kerukunan menjadikan Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan takkan pernah padam. Dengan toleransi yang kuat, keberagaman di Kota Kupang akan makin indah.

Wali kota juga mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan semua elemen untuk terus bergandeng tangan menghadapi pandemi covid-19 dan juga pemulihan pasca serangan badai Seroja. “Hanya dengan kerja sama dan kerja keras kita bisa keluar dari persoalan ini untuk menjadikan Kota Kupang lebih maju,” pungkas Wali Kota. (*)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang dan MUI Bahas Penerapan Prokes Untuk Idul Fitri

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang duduk bersama membahas persiapan perayaan Idul Fitri di Kota Kupang, yang sesuai dengan protokol kesehatan. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang, Selasa (4/05/2021) dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad, Ketua Dewan Masjid Kota Kupang, H. Muchsin Thalib, Perwakilan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang, Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng, Wakil Kapolres Kupang Kota, Kompol Iwan Iswahyudi, Kepala Kantor Agama Kota Kupang, Yakobus Beda Kleden, Perwakilan dari Kajari Kota Kupang serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menjelaskan pertemuan tersebut bertujuan untuk menjabarkan arahan Menteri Agama RI terkait puncak perayaan Idul Fitri tahun ini, terutama tentang pelaksanaan Shalat Ied. Dari pertemuan tersebut disepakati beberapa hal terkait persiapan perayaan puncak Idul Fitri salah satunya adalah larangan untuk melakukan takbiran keliling. Jamaah hanya diperkenankan menggelar takbiran di masjid masing-masing sesuai tata cara keagamaan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Untuk pelaksanaan Shalat Ied disepakati dilakukan baik di masjid maupun lapangan dengan tujuan untuk mengurai kerumunan jamaah, sehingga tidak menumpuk hanya di satu tempat seperti waktu lalu.

Dalam kesepakatan tersebut juga diatur agar pelaksanaan Shalat Ied di lapangan terbuka harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menyiapkan perlengkapan penunjang protokol kesehatan seperti thermal gun, masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan. Panitia diharapkan memperbanyak pintu keluar sehingga tidak terjadi penumpukan setelah Shalat Ied. Para ulama dan tokoh agama juga diminta untuk menyerukan imbauan agar jamaah setelah Shalat Ied tidak bergerombol apalagi berjabatan tangan atau cium tangan. Jamaah juga perlu diimbau untuk tidak meninggalkan sampah di tempat Shalat demi menjaga kebersihan. Kesepakatan dalam pertemuan ini nantinya akan diterbitkan dalam bentuk Surat Edaran Wali Kota, yang akan dibagikan dalam waktu dekat dan diumumkan kepada jamaah saat Shalat Jumat nanti.

Wawali menambahkan peringatan untuk waspada terhadap covid 19 perlu dilakukan mengingat belakangan ini disiplin warga Kota Kupang terhadap protokol kesehatan semakin kendor, apalagi pasca badai seroja , orang hampir lupa akan bahaya covid, terutama di tenda pengungsian. Kewaspadaan juga menurutnya perlu ditingkatkan sebagai antisipasi euforia vaksinasi. Orang mengira setelah divaksin covid sudah berlalu, padahal capaian vaksinasi lansia di Kota Kupang baru mencapai 20 persen dari 9 ribu orang. Warga Kota Kupang juga menurutnya perlu waspada karena info terbaru virus covid 19 sudah bermutasi menjadi lebih berbahaya, bahkan sudah menyerang anak-anak usia 15 tahun ke bawah.

Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng, yang hadir mewakili Dandim 1604 Kupang mendukung pelaksanaan Shalat Ied di masjid dan lapangan, dengan harapan tidak terjadi penumpukan di satu tempat saja. Menurutnya TNI siap membantu untuk pengamanan selama Shalat di lapangan. “Jangan sampai ibadah ini menimbulkan kluster baru. Kami mohon bantuan para ulama dan Imam Masjid untuk memberikan imbauan kepada jamaah untuk mematuhi protokol kesehatan lewat mimbar karena lebih didengarkan,” tambahnya.

Dukungan juga disampaikan Wakapolres Kupang Kota, Kompol Iwan Iswahyudi. Menurutnya belum lama ini Polres Kupang Kota juga sudah menggelar rapat terkait pelaksanaan Shalat Ied sesuai prokes dengan MUI dan para ulama se-Kota Kupang. Dalam pertemuan itu disepakati agar para penceramah menyiapkan materi ceramah yang dipadatkan supaya lebih singkat. Panitia perayaan juga diminta untuk secara intens menyampaikan kepada jamaah untuk tidak saling berjabat tangan atau cium tangan. Panitia juga diminta untuk memperhatikan kapasitas tempat terutama di dalam masjid.

Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad juga menyatakan dukungannya tentang rencana pelaksanaan Shalat Ied di masjid dan lapangan. “Yang kita hindari adalah kerumunan berlebih. Tugas kami mengingatkan ulama yang pimpin shalat supaya mempersingkat kotbahnya dan menghindari kontak fisik. Insya Allah semua bisa kita atasi, tidak sulit karena jamaah juga pasti takut kalau timbul kluster baru,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Kupang, H. Muchsin Thalib. Menurutnya hasil rapat hari ini penting dan sedang ditunggu jamaah muslim di Kota Kupang. Dia berharap imbauan ini bisa disampaikan kepada jamaah sejak jauh hari, agar jamaah berkesempatan memilih opsi untuk ikut Shalat Ied di masjid atau di lapangan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang