Arsip Tag: HUT RI Ke-76

Gubernur : Paskibraka Harus Punya Karakter Tangguh Dengan Nilai Kejujuran dan Optimisme

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Rabu (18/8/2021) beraudiens dengan para anggota Paskibraka Provinsi NTT yang bertugas mengibarkan dan menurunkan Bendera pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-76 pada 17 Agustus 2021. Dalam audiens tersebut, Gubernur memberikan motivasi pada anggota paskibraka.

“Kalian sangat beruntung menjadi anggota Paskibraka, kalian dipilih dan beruntung memiliki kesempatan untuk melakukan tugas mulia. Kalian juga memiliki kesempatan untuk melatih kedisiplinan kalian dalam beberapa waktu oleh Pelatih yang hebat pula,” ujar Gubernur VBL.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat beraudiens dengan para anggota Paskibraka Provinsi NTT yang bertugas mengibarkan dan menurunkan Bendera pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-76 pada 17 Agustus 2021, Rabu (18/8/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Maka dengan itu kamu semua harus memiliki karakter yang kuat dan tangguh. Dengan optimisme yang tinggi untuk menjadi pribadi yang bukan saja disiplin tetapi juga rela berkorban, berani dan tanggung jawab juga harus menjadi generasi muda yang cerdas. Orang-orang muda dengan karakter tersebut maka suatu saat mereka pasti akan berhasil karena mereka memiliki manfaat bagi banyak orang,” kata Gubernur.

Gubernur menjelaskan, Generasi muda harus membangun optimisme dalam dirinya untuk mampu menemukan jati dirinya sendiri. “Tidak penting dari mana asal atau latar belakang keluargamu. Belajar yang rajin, bangun relasi dan sering berdiskusi dengan orang-orang hebat dan harus kuat hadapi masalah. Banyak orang pintar diluar sana yang gagal karena mereka mudah putus asa,” jelas beliau.

“Saya yakin diantara kalian akan ada yang menjadi pemimpin yang hebat. Dalam diri kalian harus ada nilai kejujuran. Saya tidak mau anggota Paskibraka ini suatu saat ada yang ditangkap karena korupsi. Saya ingin kalian kerja luar biasa, jujur dan berguna bagi orang lain. Kalian adalah penerus kami,” tambahnya.

“Kalian harus bisa menggali potensi dalam diri. Jangan malu untuk belajar. Dunia saat ini sudah berkembang pesat maka kalian harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Manfataatkan kemajuan teknologi untuk belajar hal-hal baru serta juga meningkatkan kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris,” tambahnya.

“Saya sangat menginginkan agar kalian ini tidak hanya bercita-cita menjadi PNS. Daerah kita di NTT ini punya banyak potensi yang belum dikelola dengan baik. Kalian bisa belajar dan menekuni sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta Pariwisata. Saya sangat mau anak muda di NTT untuk mulai memfokuskan dirinya pada dunia usaha. Belajar menjadi Peternak hebat, Petani hebat, budidaya perikanan dan juga ikut dalam pengembangan pariwisata kita,” ujarnya. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wakil Gubernur Serahkan Remisi Umum kepada 2072 Narapidana

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM, menyerahkan secara simbolis Remisi Umum HUT RI le-76 kepada 2072 Warga Binaan Pemasyarakatan bertempat di warga di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II B Kupang pada Selasa (17/8/2021).

Berdasarkan rincian daftar rekapitulasi data yang mendapat remisi umum dari 2072 narapidana / WBP dengan RU I sebanyak 2053 orang diantaranya 1 bulan sebanyak 380 orang, 2 bulan sebanyak 294 orang, 3 bulan sebanyak 525 orang, 4 bulan sebanyak 346 orang, 5 bulan sebanyak 396 orang dan 6 bulan sebanyak 112 orang.

Sedangkan RU 2 (Langsung bebas)
terdiri dari 19 orang diantarnya 1 bulan sebanyak 11 orang, 2 bulan sebanyak 1 orang, 3 bulan sebanyak 5 orang, 4 bulan sebanyak 0 orang, 5 bulan sebanyak 2 orang dan 6 bulan sebanyak 0 orang.

“Kita harapkan dengan remisi yang diberikan ini maka mereka bisa merefleksikan kesalahan mereka untuk tidak mengulanginya lagi, apalagi mereka yang dapat remisi langsung bebas itu karena mereka juga kembali ke dalam lingkungan masyarakat maka jangan lakukan kesalahan lagi”, ujar Wakil Gubernur.

“Semoga dengan pembinaan dan keterampilan yang sudah diberikan di LP juga bisa membuat mereka melanjutkan keterampilan apa yang mereka sudah dapatkan disini sehingga bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Merciana D. Djone, SH menjelaskan, Narapidana atau anak pidana yang berhak mendapatkan remisi adalah mereka yang memiliki syarat berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukumam disiplin dalam kurun waktu 6 bulan terakhir terhitung tanggal pemberian remisi, serta telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas dengan predikat baik.

Syarat lainnya bagi narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme, narkotika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM berat, dan kejahatan transnasional harus bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukan; Telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan untuk narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana korupsi; Telah mengikuti Program deradikalisasi yang diselenggarakan oleh lapas dan BNPT serta menyatakan ikrar kepada NKRI secara tertulis bagi napi WNI / tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana terorisme secara tertulis bagi napi WNA. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur NTT : Kerja Keras dan Kolaboratif Untuk Memajukan Daerah

NTT AKTUAL. KUPANG. Sangat diharapkan partisipasi seluruh Bupati/Walikota, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota,TNI/Polri, Instansi Vertikal, Pemerintah Desa/Kelurahan, Akademisi, para Pelaku Bisnis, Koperasi, Perbankan, LSM, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan serta seluruh komponen masyarakat Nusa Tenggara Timur, untuk  senantiasa bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja kolaboratif agar lebih produktif, demi memajukan masyarakat dan daerah ini.

Demikian dikatakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada saat memberikan sambutan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76 yang dilaksanakan di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur pada Selasa (17/8/2021).

“Di tengah situasi yang serba sulit ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap berkomitmen untuk mewujudkan visi “Nusa Tenggara Timur Bangkit menuju masyarakat Sejahtera dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

“Kita telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mendorong  sektor riil cepat tumbuh demi meningkatkan pendapatan rakyat, memicu daya beli masyarakat, mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja dan memacu produktivitas ekonomi melalui implementasi kebijakan pemulihan ekonomi nasional, percepatan penyelesaian infrastruktur jalan provinsi, perluasan program Tanam Jagung Panen Sapi atau TJPS,  serta berbagai bantuan sosial,” ungkap beliau.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76 yang dilaksanakan di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur pada Selasa (17/8/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur menjelaskan, terobosan tersebut telah membuahkan hasil, dimana ekonomi Nusa Tenggara Timur berangsur pulih sebagaimana tercermin pada kinerja perekonomian triwulan II 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 4,22 persen, lebih baik dibandingkan dengan triwulan I sebesar 0,12 persen. Angka kemiskinan pada Maret 2021 juga mengalami penurunan menjadi 20,99 persen dibanding dengan September 2020 sebesar 21,21 persen. Demikian pula, angka stunting terus menurun dari 35,40 persen pada tahun 2018 menjadi 23,20 persen pada Februari 2021.

“Dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, secara khusus saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan jajaran kementeriannya yang telah memberi perhatian khusus bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur. Terima kasih kepada semua tenaga medis, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur, Tim Satgas Penanganan Bencana Siklon Tropis Seroja, serta kepada semua lembaga sosial dan keagamaan atas dedikasi yang tinggi berjuang menyelamatkan masyarakat dan daerah ini dari bahaya Covid-19 dan terjangan badai Seroja,” panjang Gubernur.

“Terima kasih dan penghargaan juga saya sampaikan kepada  masyarakat Nusa Tenggara Timur yang atas kesadaran, kewaspadaan dan kedisiplinan yang tinggi, telah mematuhi protokol kesehatan dan berpartisipasi dalam vaksinasi. Kita berharap segera terbentuk kekebalan komunitas, sehingga penyebaran virus di daerah ini dapat terkendali. Dan, dari hati sanubari yang dalam, saya menyampaikan turut berdukacita kepada semua keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih akibat Badai Seroja, Pandemi Covid-19, dan khususnya bagi tenaga kesehatan yang gugur di medan pelayanan,” katanya.

“Atas nama pribadi dan keluarga, bersama Wakil Gubernur, Bapak Josef A. Nae Soi serta Jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-76 kepada seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Peringatan Proklamasi Kemerdekaan tahun ini mengambil tema: “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.” Pemilihan tema ini relevan dengan tantangan berat yang dialami bangsa ini  menghadapi krisis kesehatan dan krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19 dan Badai Siklon Tropis Seroja,” ucapnya.

Gubernur menginginkan, untuk mengatasi multi-krisis ini dibutuhkan ketangguhan dan solidaritas seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu membangun dan menumbuhkan harapan baru. Sebagai bangsa pejuang, kita optimis bahwa dengan semangat kemerdekaan dan persatuan, kita dapat bergotong-royong menunaikan tugas konstitusional mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dan Indonesia maju. (***/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Rayakan HUT RI ke-76, Wali Kota Kupang Berkomitmen Tingkatkan Capaian Program Pro Rakyat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mewujudkan lebih banyak lagi capaian program pro rakyat. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tingkat Kota Kupang, di lapangan upacara Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (17/8/2021) pagi.

Senada dengan arahan Presiden RI dalam pidato kenegaraan sehari sebelumnya, Wali Kota menegaskan walaupun saat ini pemerintah berkonsentrasi dalam upaya menangani permasalahan kesehatan, tetapi perhatian terhadap agenda-agenda pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetap harus diupayakan. “Pandemi covid-19 telah memacu kita untuk terus berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan,” ungkapnya.

Diakuinya selama satu setengah tahun diterpa pandemi, telah terjadi penguatan yang signifikan dalam perilaku dan infrastruktur kesehatan sekaligus penguatan kelembagaan. Kesadaran, partisipasi, dan kegotongroyongan masyarakat menguat luar biasa. Kelembagaan pemerintahan lintas sektor dan lintas lembaga, serta antara pusat dan daerah juga mengalami konsolidasi.

Mantan Anggota DPR RI dua periode tersebut optimis melalui kolaborasi dengan masyarakat dan semua pihak yang ada, pembangunan yang diidam-idamkan yakni Kota Kupang yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dengan tata kelola bebas KKN sebagaimana visi pembangunan Kota Kupang bisa terwujud.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian program pro rakyat yang sudah dilaksanakan Pemerintah Kota Kupang. Di antaranya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan warga Kota Kupang dan penyediaan social safety net / jaring pengaman sosial serta penanganan dampak ekonomi yang sudah dilakukan sejak awal pandemi terjadi di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, saat menyampaikan pidatonya dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tingkat Kota Kupang, di lapangan upacara Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (17/8/2021) pagi. Dok : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemerintah Kota Kupang menurutnya juga sudah menerapkan sejumlah program pro rakyat dalam rangka peningkatan perekonomian, akses pelayanan perizinan dan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kualitas infrastruktur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, melalui peningkatan kapasitas jalan, pembangunan pedestrian, pembangunan perumahan rakyat dan ruang terbuka hijau.

Untuk mewujudkan Kota Kupang yang layak huni dan nyaman Pemkot Kupang juga memiliki program bedah rumah, yang khusus diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Sejak tahun 2020 lalu hingga saat ini Pemerintah Kota Kupang telah membedah 104 rumah warga. Program ini mendapat apresiasi cukup tinggi dari masyarakat sehingga pemerintah berencana akan melanjutkannya hingga akhir tahun 2021.

Wali Kota mengakui masih banyak pekerjaan yang menanti kedepan. Untuk itu, menurutnya pemerintah mengharapkan dukungan semua melalui masukan serta partisipasi agar pembangunan dapat terwujud sesuai yang dicita-citakan bersama. Mengutip pesan Presiden Jokowi, Wali Kota berpesan; “Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh, hanya bisa dicapai jika kita semua bahu-membahu dan saling bergandeng tangan dalam satu tujuan. Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai ujian yang akan kita hadapi dan kita harus terus tumbuh dalam menggapai cita-cita bangsa.”

Turut hadir dalam upacara tersebut, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos, Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang, Padron Paulus, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya P.T Binti, SIK, Kajari Kota Kupang, Max Oder Sombu, Ketua Pengadilan Agama Kota Kupang, Komandan Satuan Patroli LANTAMAL VII Kupang, Kolonel Laut Tonny Sundah, M.TR.Hanla, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Louise Marlinda Funay-Pellokila, para Asisten Sekda Kota Kupang, segenap pimpinan perangkat daerah serta para Camat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang dan Kepala Bank NTT Cabang Pembantu Wali Kota Kupang.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man yang didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Liez Man-Rengka, bertugas sebagai inspektur upacara pada upacara penurunan bendera merah putih pada sore harinya. Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tingkat Kota Kupang dan penurunan bendera tahun ini diikuti oleh peserta dalam jumlah yang terbatas dengan tetap memperhatikan ketentuan protokol kesehatan. Masing-masing perangkat daerah mengirim utusan dua orang pegawai untuk mengikuti upacara pada pagi dan sore hari. Para pejabat, pimpinan perangkat daerah pun dibagi untuk upacara pagi dan sore. Pegawai dan pejabat yang tidak dapat hadir langsung bisa mengikuti upacara secara virtual melalui chanel you tube yang disiapkan oleh Dinas Kominfo Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Maknai HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Pemprov Ajak Masyarakat NTT Bangun Sikap Optimis

NTT AKTUAL. KUPANG. Sejak munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI dirayakakan secara sederhana denga protokol kesehatan yang ketat. Dalam momentum peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengajak seluruh masyarakat NTT untuk meninggalkan rasa takut yang berlebihan dan membangun sikap optimisme.

“Saya menghimbau kepada semua lapisan masyarakat Nusa Tenggara Timur di mana-pun berada, agar meninggalkan ketakutan berlebihan terhadap ancaman covid-19. Mari kita mulai membangun kepercayaan diri untuk kembali kerja produktif dengan memperhatikan protokol kesehatan. Orang yang dipenuhi rasa takut berlebihan adalah ciri orang yang hidup tanpa harapan. Marilah kita memelihara sikap optimis dan positif untuk memerangi virus ini dengan disiplin dan hidup solider dengan sesama,” kata Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat menyampaikan Pidato Radio Gubernur Nusa Tenggara Timur Dalam Rangka Memperingati HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi NTT di ruang rapat Asisten, Senin (16/8/2021).

Dalam pidato yang disiarkan langsung oleh RRI Kupang dan diikuti oleh seluruh pimpinan Perangkat Daerah dan kalangan media secara daring tersebut, Wagub JNS menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi di tengah pandemi untuk tetap fokus melawan musuh endemik yang sekian lama membelenggu yaitu kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan dengan memanfaatkan segala kekayaan sumberdaya yang dimiliki.

“Untuk mengatasi pandemi ini, kita terus giat lakukan promosi, pencegahan, penanganan, perawatan dan rehabilitasi kesehatan dengan membentuk Gugus Tugas COVID-19 dan memberdayakan rumah sakit yang ada di seluh kabupaten/kota. Juga melakukan refokusing dan realokasi anggaran selama 2 tahun ini untuk penanganan covid-19. Kita patut berbangga dengan upaya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan balita KEK di 22 Kabupaten/Kota, kita telah berhasil menurunkan angka stunting secara cukup signifikan dari 35,4 persen pada 2018 menjadi 30 persen pada Tahun 2019 dan 24,20 persen pada tahun 2020 serta konsisten penurunan 23,20 persen berdasarkan data stunting periode pertama bulan Februari Tahun 2021,” jelas Wagub JNS.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat menyampaikan Pidato Radio Gubernur Nusa Tenggara Timur Dalam Rangka Memperingati HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi NTT di ruang rapat Asisten, Senin (16/8/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Untuk bidang pendidikan, lanjut Wagub, Pemprov terus berupaya meningkatkan kesempatan masyarkat untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas melalui peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisiapsi Murni (APM) pada setiap jenjang pendidikan, peningkatakan akreditasi sekolah serta revitalisasi sarana dan prasarana sekolah.

“Saat ini kita juga kembangkan 9 sekolah pusat keunggulan atau sekolah percontohan yang akan jadi contoh untuk sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada serta memanfaatkan sumber daya alam lokal dalam bidang kemaritiman, seni, pariwisata serta industri kreatif. Kita terus dorong penataan SMK untuk ciptakan tenaga kerja yang terampil. Ke depan, untuk jawab tantangan modernisasi dan penguasaan teknologi, pembangunan pendidikan di Nusa Tenggara Timur difokuskan untuk beberapa bidang, yakni pendidikan yang membentuk logika dan sains, pendidikan literasi seperti penguasaan Bahasa Indonesia dan Inggris, membaca dan menulis serta pendidikan yang membentuk etika dan budi pekerti,” jelas Wagub JNS.

Sementara terkait pengembangan pariwisata, jelas Waggub, Pemerintah Provinsi di tengah pandemi ini melakukan penataan destinasi wisata unggulan NTT, meliputi pembangunan infrastruktur penunjang berupa home stay, cottage dan restaurant pada tujuh lokasi pariwisata estate, yaitu Pantai Liman, Kabupaten Kupang; Desa Wolwal, Kabupaten Alor; Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao; Lamalera di Kabupaten Lembata; Koanara di Kabupaten Ende; Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Pramaidita di Kabupaten Sumba Timur.

“Saya minta Pemerintah Daerah di ketujuh destinasi pariwisata estate tersebut untuk meningkatkan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi serta mempersiapkan masyarakat dalam rangka kesinambungan pengelolaannya. Pemerintah Kabupaten diharapkan menyediakan infrastruktur penunjang lain, seperti jalan, air bersih, listrik dan komunikasi, serta memfasilitasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk menjadi pemilik atas obyek wisata tersebut,” jelas Wagub JNS.

Di bidang pertanian dan peternakan,lanjut Wagub, pemprov sejak tahun 2019 melaksanakn program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Di mana pada musim tanam Oktober 2019 sampai April 2020, TJPS dilaksanakan pada 7 kabupaten dengan target 2.400 ha, realisasi tanamnya seluas 2.310,53 ha Jumlah realisasi panen seluas 2.017,53 ha dan produksinya mencapai 9.538,90 ton. Musim tanam April sampai Oktober 2020 diperluas di 16 kabupaten dengan luasan lahan terverifikasi seluas 5.210 ha, realisasi tanamnya seluas 1.732 ha dengan jumlah realisasi panen seluas 1.109,16 ha dan produksinya mencapai 2.258,18 ton.

“Periode Oktober 2020 -Maret 2021 juga dilaksanakan pada 16 Kabupaten dengan luasan lahan terverifikasi seluas 8.183 ha, realisasi tanamnya seluas 8.098,5 ha dengan jumlah realisasi panen seluas 4.947 ha dan produksinya mencapai 15.117 ton. Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan pendapatan petani melalui peningkatan produksi dan produktivitas jagung serta pemerataan kepemilikan ternak sapi dan peningkatan populasi ternak sapi,” ungkap Wagub JNS.

Sementara di bidang peternakan, Wagub JNS mengungkapkan peternak NTT setiap tahun secara terus-menerus berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dan kerbau secara nasional. Rata-rata setiap tahun dikirim 12 juta kg daging sapi untuk mencukupi konsumsi daging sapi secara nasional yang masih tergantung pada impor.

“Populasi ternak sapi di NTT terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2019 populasi ternak sapi di NTT 1.087.761 ekor meningkat menjadi 1.176.317 ekor di akhir tahun 2020. Pemerintah juga sedang mengembangkan sapi wagyu, persilangan dengan sapi lokal melalui teknologi Inseminasi Buatan (IB). Tahun 2020 telah disediakan benih/bibit (semen) sapi wagyu sebanyak 1.300 strow yang disebar ke 3 kabupaten yakni TTS, TTU dan Kupang dan Instalasi Lili sebanyak 1.020 strow. Tahun 2021 disebar di Kota Kupang, Kabupaten Belu, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, Ngada, Manggarai dan Manggarai Timur sebanyak 280 strow,” kata Wagub JNS.

“Tahun 2021 telah lahir anak sapi persilangan Wagyu dengan sapi lokal sebanyak 34 ekor yang tersebar di Instalasi Lili 2 ekor (Wagyu x Sapi Bali), Kabupaten Kupang 12 ekor dan TTS 20 ekor (wagyu Simental),” tambah Wagub JNS.

Di bidang infrastruktur, lanjut Wagub JNS, pemerintah provinsi berkomitmen untuk memenuhi ketersediaan infrastruktur jalan, jembatan dan pengairan di NTT, khususnya pada daerah-daerah yang menjadi sentra produksi pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Prinsip utama dari penyediaan infrastruktur adalah pembangunan yang menyeluruh, tuntas dan tidak boleh setengah-setengah.

“Dari total panjang jalan Provinsi 2.650 km, kondisi jalan yang belum mantap (rusak berat dan rusak ringan) pada tahun 2019 sepanjang 906,12 km dan pada tahun 2020 dikerjakan sepanjang 365,03 km dan pada tahun 2021 ini akan dikerjakan sepanjang 585,38 km dengan skema penganggaran yaitu Pinjaman SMI, Pinjaman Bank NTT, Pemberian Hibah Jalan Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus. Pemprov juga menitikberatkan penyediaan jaringan air minum dan rehabilitasi Daerah Irigasi di beberapa daerah,” jelas Wagub JNS.

Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menegaskan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten/Kota. Yakni selalu bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi, menjaga stabilitas, ketentraman dan ketertiban di daerahnya masing-masing dengan meningkatkan koordinasi dengan forkopimda. Juga tidak boleh berpikir spasial tapi harus membangun kerjasama antar daerah dalam satu kawasan serta kepala daerah harus punya jiwa enterpreneuship. Yang tak kalah pentingnya pengendalian sampah plastik.

“NTT memiliki potensi yang sangat besar. Kita sesungguhnya tertinggal karena kita malas dan belum memiliki kemampuan untuk mendayagunakan potensi yang begitu kaya. Karena itu, hal yang dibutuhkan saat ini adalah inovasi teknologi dan kerja keras serta kolaborasi untuk mengelola potensi yang ada untuk meningkatka pendapatan masyarakat,” jelas Wagub JNS.

Pada akhir pidatonya, Wagub memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk kemajuan daerah.

“Secara khusus kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tulus kepada Para medis, tenaga kesehatan dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi dan 22 Kabupaten/Kota yang telah berjuang di garda terdepan dalam menangani covid 19 di daerah ini,” pungkas Wagub JNS. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wakil Gubernur : Paskibraka Harus Jadi Teladan Bagi Banyak Orang

NTT AKTUAL. KUPANG. “Adik-adik anggota Paskibraka tentu saja kalian adalah kebanggaan kami semua. Kalian dipilih untuk menjalankan tugas mulia untuk mengibarkan bendera merah putih. Bendera tersebut diperjuangkan para pahlawan dengan perjuangan, darah, dan jiwa nasionalis yang tinggi. Selamat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,”

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM saat memberikan sambutan dan mengukuhkan para anggota Paskibraka Provinsi NTT Tahun 2021, Minggu (15/8/2021).

Para anggota Paskibraka Provinsi NTT Tahun 2021 inilah yang bertugas mengibarkan bendera merah putih pada Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke 76 pada tanggal 17 Agustus 2021.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM saat memberikan sambutan dan mengukuhkan para anggota Paskibraka Provinsi NTT Tahun 2021, Minggu (15/8/2021). Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Pada kesempatan ini Wakil Gubernur juga berpesan agar setiap anggota Paskibraka harus memiliki jiwa teladan ditengah masyarakat.

“Kegagahan dan keanggunan anda sebagai Paskibraka harus dimanifestasikan di dalam diri Anda setelah pulang dari sini. Harus bisa refleksi kritis dan menjadi teladan bagi teman-teman, keluarga dan masyarakat dengan menunjukan nilai-nilai keberanian kejujuran, tanggung jawab, dan menghormati orang lain,” tegasnya.

Wagub juga mengatakan, selain memberikan teladan, dalam pribadi anggota Paskibraka harus bisa memberikan rasa cinta kepada diri sendiri dan orang lain serta lingkungan sebagai bentuk mencintai tanah air. “Pertama kita harus mencintai diri kita sendiri, cinta kepada orang tua, cinta kepada lingkungan, cinta kepada perbuatan dan cinta kepada ilmu pengetahuan dan cinta kepada iman,” jelasnya.

“Saya harap kalian semua menghormati dan merenung jasa orang tua kalian. Merekalah pahlawan yang selama ini berada di belakang kalian untuk senantiasa mendukung dan mendidik kalian dalam keadaan apapun. Kalian berada disini juga itu berkat doa mereka dan jangan kecewakan mereka,” kata Wakil Gubernur.

Ia juga mengharapkan generasi muda harus mampu memiliki etos kerja dan integritas sebagai SDM untuk dapat mewujudkan pembangunan daerah dengan melanjutkan apa yang sudah dikerjakan generasi pendahulu.

“Adik-adik sekalian di Provinsi kita ini masih ada beberapa kekurangan. Kami inginkan kemampuan anak muda NTT dengan etos kerja dan semangat serta integritas anda maka sebagai generasi milenial harus bisa lebih hebat dari apa yang sudah dicapai generasi pendahulu. Dengan demikian dapat membawa perubahan besar bagi daerah ini,” jelas beliau. (***/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Laksanakan Komsos, Serma Patrai Bagikan Bendera Merah Putih Untuk Warga

NTT AKTUAL. KUPANG. Babinsa (Bintara Pembina Desa) adalah Prajurit TNI-AD yang merupakan pelaksana Pembinaan Teritorial di barisan depan yang salah satu tugasnya melaksanakan Komunikasi sosial dengan tujuan agar dapat memelihara dan meningkatkan keeratan hubungan antara TNI-AD dengan segenap komponen
bangsa untuk kepentingan Pertahanan Negara.

Serma Patrai selaku Babinsa Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang dari kesatuan Koramil 1604-06/Batakte setelah melaksanakan apel pagi di Koramil, dirinya langsung melaksanakan Kegiatan pembinaan pertahanan wilayah dan Komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat yang ada di desa binaannya dengan menyapa warganya serta membantu kegiatan masyarakat, Jumat (13/8/2021).

Serma Patrai (kiri depan) saat turun langsung ke rumah salah seorang warga dan membagikan Bendera Merah Putih sekaligus membantu untuk memasangnya, Jumat (13/8/2021). Dokumentasi : Pendim 1604/Kupang

Menjelang peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-76 Tahun, Selaku Babinsa Serma Patrai mengajak kepala Dusun Bapak Putra Lopo untuk keliling desa mengajak setiap warga untuk memasang bendera merah putih di depan rumah kepada warga Masyarakat yang belum memasang umbul-umbul dan mengibarkan Bendera merah putih dalam rangka memperingati 17 Agustus. Tidak hanya berkeliling kampung tetapi Babinsa Serma Patrai telah menyiapkan beberapa buah bendera merah putih untuk dibagikan kepada warga tidak mampu seperti Janda dan Duda yang tidak memiliki bendera.

Serma Patrai bersama warga di desa binaan memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih, Jumat (13/8/2021). Dokumentasi : Pendim 1604/Kupang

Serma Patrai mengatakan salah satu tugas babinsa adalah membangun komunikasi dengan masyarakat serta pada konteks pertahanan Negara seperti dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia kita mengajak masyarakat khususnya para pemuda untuk mencintai tanah air dengan memasang bendera merah putih.

Lebih lanjut, selain mengajak warga mengibarkan sang merah putih, sesuai dengan instruksi pemerintah untuk memasang bendera merah putih dari tanggal 01-31 Agustus 2021, Babinsa juga membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang tidak memiliki masker sekaligus memberikan himbauan tentang protokol kesehatan. Selain itu, kita memberikan bingkisan paket sembako kepada Janda dan Duda yang tidak mampu serta memberikan bendera merah putih.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dusun Bapak Putra Lopo memberikan apresiasi dan Terima kasih kepada Babinsanya yang telah bersama sama mengajak warganya untuk mencintai tanah air dengan mengibarkan bendera merah putih serta pembagian masker dan paket sembako kepada lima orang Janda dan Duda Disabilitas yaitu ibu Silpa Margarita Takene, ibu Lebrina Boki, Bapak Eliyas Loinati, ibu Fransina Miti dan Ibu Antonia. Kelima warga ini sangat layak untuk mendapat perhatian dari pemerintah,” pungkasnya. (***/NA)

Sumber berita + Foto : Pendim 1604/Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Sambut HUT RI Ke-76, Serka Semy Lazarus Bulak Bagi Masker dan Bendera Merah Putih

NTT AKTUAL. BA’A. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-76 tahun 2021, Masyarakat, Dinas Instansi diimbau mengibarkan bendera Merah Putih serta memasang umbul-umbul disetiap lingkungan atau perkarangan kantor. Namun masih ada sebagian warga masyarakat belum mematuhinya.

Melihat kondisi tersebut, Babinsa 1627-01/Ba’a, Serka Semy Lazarus Bulak,S.H, berkoordinasi dengan Camat Loa Holu, Jemi Adu,S.H. dan Babinsa Tasilo, Serka Imanuel Ani serta Kepala Desa Tasilo,Isak Dea, Selasa (10/8/2021) membagikan masker gratis dan bendera merah putih kepada warga, di desa Tasilo Kecamatan Loahulu. Karena untuk mematuhi protab Covid, pembagian dilaksanakan dikediaman, Imanuel Fanggi Warga Dusun Oelain, Desa Tasilo, Kecamatan Loa Holu, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Serka Semy Lazarus Bulak,S.H, saat membagikan masker gratis dan bendera merah putih kepada warga, di desa Tasilo Kecamatan Loa Hulu Kabupaten Rote Ndao, Selasa (10/8/2021). Dokumentasi : Istimewa.

Sasaran pembagian masker dan bendera merah putih adalah warga yang rumahnya tidak dipasang bendera merah putih. Serka Semy Lazarus Bulak kepada Wartawan mengatakan bahwa yang dilakukannya ini yaitu bertujuan untuk membangkitkan semangat kemerdekaan dan rasa Nasionalisme warga Kabupaten Rote Ndao.

Dirinya memberikan bantuan tidak ada tendesi apapun, tetapi murni spontan karena belum lama ini, dirinya bersama keluarga mengunjungi wilayah itu.

Serka Semy Lazarus Bulak, merinci pihaknya memberikan bendera merah putih sebanyak 15 lembar, selanjutnya pembagian masker sebanyak 10 dos.

“Supaya rakyat Indonesia ini cinta negaranya dan cinta pada kesehatannya karena saat ini masih berada di situasi pandemi Covid-19,” tambahnya.

Camat Loa Holu, Jemi Adu, memberikan apresiasi kepada Anggota TNI Kodim 1627 Rote Ndao, Serka Semy Lazarus Bulak yang peduli terhadap warga masyarakatnya.

Dirinya berharap agar masyarakat mengibarkan bendera merah putih sebagai semangat Nasionalisme sedangkan masker dibagikan, agar masyarakat mengantisipasi penyebaran Covid 19 ini dengan cara berdiam diri di rumah, tetap menjaga protokol kesehatan, dan selalu aktif memakai masker, tutup Jemi. (***)