Arsip Tag: Hilda Riwu Kore – Manafe

Wali Kota Kupang dan Ny. Hilda Rayakan Momen Ulang Tahun Bersama Anak-Anak Panti Asuhan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., pada Kamis, 13 Januari 2022 tepat berusia 62 tahun. Momentum sukacita Hari Ulang Tahun (HUT) kali ini dirayakan bersama anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan Kristen GMIT 221 Oeba, Kupang. Didampingi istri, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe, Wali Kota tampak bahagia dapat merayakan ulang tahun bersama anak-anak panti asuhan dalam suasana penuh kesederhanaan dan khidmat. Diakuinya, sudah menjadi tradisi tahunan keluarga untuk merayakan ulang tahun bersama anak-anak panti.

Acara diawali dengan tarian penyambutan oleh anak-anak panti asuhan dan pengalungan selendang oleh Ketua Panti Asuhan, ibu Alberthina Pattipelohy. Syukuran yang berlangsung di aula panti asuhan tersebut diisi dengan persembahan lagu oleh anak-anak panti asuhan yang bernyanyi bersama Wali Kota dan istri serta persembahan puisi dari salah seorang anak panti.

Pada kesempatan menyampaikan kesan dan pesan, Wali Kota mengatakan bahwa merupakan suatu kebanggaan baginya dan istri untuk dapat hadir bersama anak-anak dan pengasuh di panti asuhan tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas pertambahan usianya yang ke 62 tahun. Dengan haru Wali Kota yang akrab disapa Jeriko itu menyatakan bahwa momen tersebut merupakan anugerah luar biasa yang telah diberikan Tuhan. Wali Kota menambahkan, bahwa pertambahan usia di setiap awal tahun dimaknainya sebagai anugerah Tuhan agar dirinya dapat memulai langkah awal untuk terus bekerja dan berjuang bagi masyarakat Kota Kupang khususnya mereka yang membutuhkan perhatian, seperti anak-anak maupun sama saudara penghuni panti sosial.

Harapan Wali Kota pada tahun 2022 ini, sebelum mengakhiri masa jabatan memimpin Kota Kupang dirinya dapat lebih banyak membantu para penyandang disabilitas yang kurang beruntung di Kota Kupang. Tak lupa Wali Kota juga menyampaikan apresiasi juga kepada Ibu Hilda yang turut mendukung tugas dan pelayanannya selaku Wali Kota dan selalu memberi perhatian terhadap kebutuhan warga di Kota Kupang, seperti ikut memberikan kebutuhan para keluarga penerima manfaat program bedah rumah berupa perabotan isi rumah dan sembako.

“Kami sebagai pribadi ingin berbagi sedikit kebahagiaan bersama anak-anak dan sama saudara di panti melalui momen ini. Selanjutnya dalam konteks tugas Pemkot kami akan berjuang agar warga yang kurang beruntung di kota ini dapat lebih diperhatikan lagi melalui Program dan Kegiatan di Dinas Sosial Kota Kupang di tahun ini, khususnya bagi saudara-saudara penyandang disabilitas, kami mohon doanya agar dapat memprogramkan pengadaan rumah bagi mereka sebagai wujud tanggung jawab pemerintah kepada kaum disabilitas dan mereka yang kurang beruntung ⁰,” ungkap Wali Kota.

Apresiasi dan ucapan terima kasih juga diberikan kepada istri Wali Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe yang melalui buah pikirannya telah membantu Wali Kota dalam menata dan membangun Kota Kupang melalui perhatian yang diberikan kepada masyarakat khususnya anak-anak. Diakui Wali Kota, salah satunya terwujud melalui desain-desain taman dan penataan Kota Kupang merupakan sumbangan ide-ide dan inovasi ibu Hilda.

Ucapan terima kasih diberikan kepada Ketua Panti Asuhan dan seluruh anak-anak atas penyambutan luar biasa kepada Wali Kota. Bahkan Wali Kota dan Ibu tampak tak kuasa menahan rasa haru atas persembahan puisi yang sangat menyentuh hati dan ikut melantunkan lagu pujian yang dinyanyikan anak-anak. Puisi tersebut menurutnya tidak akan terlupakan dan akan terus tersimpan dihati, menjadi motivasi untuk semakin giat bekerja dalam memimpin, membangun dan menata Kota Kupang.

Lebih lanjut Wali Kota mengajak seluruh elemen untuk mendoakan kota ini. Ia mengatakan bahwa dirinya mengimani bahwa Tuhan akan memberkati kota ini jika warga terus mendoakan dan bekerja secara tekun serta jujur, “saya sangat percaya jikalau kita tekun berdoa dan bekerja dengan benar dan jujur, Tuhan akan terus memberkati kota ini,” tutup Wali Kota

Ketua Panti Asuhan dalam kesempatan menyampaikan sekapur sirih mengungkapkan rasa syukur dan bangga kepada Wali Kota Kupang karena pada Hari Ulang Tahun kali ini berkenan merayakannya bersama warga di Panti Asuhan GMIT 221 Oeba, Kupang. Menurutnya anak-anak panti asuhan sangat senang bahkan tidak pernah menyangka Wali Kota berkenan merayakan ulang tahunnya bersama mereka.

“Terima kasih Bapa Wali atas kasih sayangnya kepada anak-anak. Bapa Wali sudah menjadi sosok pahlawan bagi mereka dengan hadir disini bersama dengan kami untuk merayakan ulang tahun ke 62 bapak yang penuh dengan sukacita ini. Kami hanya bisa bilang terima kasih dan mendoakan semoga bapak selalu diberkati dan diberikan kekuatan serta kesehatan untuk tetap melayani warga dan memperhatikan anak-anak di Kota Kupang,” ungkapnya.

Perayaan Hari Ulang Tahun tersebut ditandai dengan penyerahan 7 kue ulang tahun, snack dan bingkisan yang diserahkan secara simbolis kepada anak-anak Panti Asuhan. Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH. M.Si., Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos., Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Ariantje Baun, SE.,M.Si., Camat Kota Lama, Pah Bessie Semuel Messakh, SSTP., M.Si., Pdt. Robert Litelnoni, S.Th., dan Pdt. Mathelda Djami Bunga, S.Th. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Bunda PAUD Kota Kupang Kukuhkan 6 Bunda PAUD Kecamatan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Bunda PAUD sekaligus Ketua TP. PKK Kota Kupang , Ny. Hilda Riwu Kore Manafe, SE, MM mengukuhkan 6 Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Kupang . Pengukuhan dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kota Kupang bersama Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, OPD lintas sektor, organisasi mitra (ormit) dan Forum PAUD di Aula Rumah Jabatan Sekda Kota Kupang, Kamis (23/9/2021).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Kupang, Jefri Liebertus, Ketua Ikatan Guru Taman kanak kanak Indonesia (IGTKI) Kota Kupang, Emy Hailitik, para narasumber dan Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan se-Kota kupang.

Dalam sambutannya, Bunda Paud Kota Kupang yang juga menjabat sebagai Anggota DPD RI itu menyampaikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia. PAUD merupakan wadah untuk memaksimalkan pencapaian tumbuh kembang anak, sehingga kelak mereka akan menjadi modal pembangunan yang memiliki daya saing tinggi. Bunda PAUD menurutnya juga memiliki tugas mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa fondasi yang kuat untuk meningkatkan sumber daya manusia dimulai dari pendidikan anak usia dini.

“Saya berharap dengan adanya pengukuhan Bunda PAUD kecamatan dapat membawa perubahan dalam perkembangan kualitas PAUD di setiap kecamatan dan kelurahan. Bunda PAUD kecamatan dapat bekerjasama untuk menghasilkan minimal 1 PAUD yang belum diakreditasi difasilitasi untuk bisa akreditasi, sehingga tahun ini minimal kita sudah ada 6 paud yang terakreditasi baik” pungkasnya.

Ketua HIMPAUDI Kota Kupang, Jefri Liebertus pada kesempatan yang sama menambahkan ada dua hal penting yang perlu diperhatikan para Bunda PAUD. Pertama, dari segi fisik lembaga PAUD yang ada di Kota Kupang perlu ada peningkatan yang lebih baik dan layak sehingga pelayanan belajar peserta didik untuk anak-anak dibawah usia 6 tahun lebih maksimal. Kedua, dari sisi para pengajar, saat ini untuk Kota Kupang masih banyak tenaga pendidik anak PAUD hanya memiliki latar belakang pendidikan SMA. HIMPAUDI mendorong Bunda PAUD kecamatan se-Kota Kupang agar dapat memasukannya dalam agenda kerja, sehingga ada perhatian yang lebih terhadap pendidikan anak usia dini di Kota Kupang.

Ketua panitia, Roos F. R. W. Dethan, SE dalam laporannya menjelaskan Rapat Koordinasi Bunda PAUD Kota Kupang bersama Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, OPD lintas sektor, ormit, Forum Paud akan berlangsung selama 2 hari mulai Kamis (23/9) hingga Jumat (24/9), dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang terdiri dari 5 orang Bunda PAUD kecamatan, 24 orang Bunda PAUD kelurahan dan 5 orang dari satuan PAUD.

Tujuan dari kegiatan ini menurutnya adalah untuk mendorong peningkatan peran Bunda PAUD Kota Kupang melakukan advokasi ke berbagai perangkat kepentingan di daerah, dalam rangka menguatkan pemahaman bersama mengenai pentingnya PAUD sebagai kesempatan akses, serta menguatkan dukungan bagi satuan PAUD agar dapat menyediakan layanan-layanan PAUD berkualitas. (*PKP_ans/eh)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Terima Vaksin Dosis ke 2, Wali Kota Kupang Imbau Warga Jangan Takut Divaksin

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH, didampingi Istri yang juga adalah Ketua TP. PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe beserta anak-anaknya mendatangi Rumah Sakit S. K. Lerik untuk mendapatkan vaksin dosis ke 2, Jumat (06/8/2021).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH, saat disuntik vaksin dosis ke 2 di Rumah Sakit S. K. Lerik, Jumat (06/8/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang.

Setelah disuntik vaksin oleh petugas vaksinator, Wali Kota Kupang menyempatkan diri menyampaikan kepada sejumlah warga yang sedang menunggu giliran untuk divaksin bahwa beliau baru saja selesai divaksin untuk menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman.

Ketua TP. PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe saat disuntik vaksin dosis ke 2 di Rumah Sakit S. K. Lerik, Jumat (06/8/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH, mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang yang belum divaksin agar tidak terpengaruh isu-isu yang keliru yang membuat orang takut divaksin.

“Semua vaksin yang diberikan pemerintah aman dan halal, jadi bapa mama tidak usah takut,” imbau Wali Kota.

Wali Kota Kupang menambahkan bahwa dalam situasi pandemi yang sedang melanda Kota Kupang saat ini dirinya berharap semua masyarakat Kota Kupang bisa mendapatkan vaksin. Menurutnya saat ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT sudah menyediakan vaksin untuk Kota Kupang.

Wali Kota Kupang mengatakan bahwa hingga saat ini cakupan warga Kota Kupang yang sudah mendapatkan vaksin sebesar 48%. Beliau berharap dalam waktu dekat cakupan dapat segera meningkat menjadi 80%. “Saya mengajak masyarakat Kota Kupang yang belum vaksin untuk datang ke faskes-faskes untuk divaksin. Sebelum mengikuti vaksin, setiap orang akan diperiksa terlebih dahulu jika dinyatakan sehat baru bisa divaksin, jadi tidak usah takut dulu karena sebelum vaksin akan diperiksa,” jelas Wali Kota.

Wali Kota Kupang mengajak masyarakat untuk terus mendoakan Kota Kupang agar kasus Covid cepat menurun sehingga aktivitas masyarakat bisa normal kembali. (*PKP_ainun/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Kupang Bagi Kelambu Anti Nyamuk Bagi Warga Danau Tangkolo

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, DR. Jefirstson R. Riwu Kore,MM.,MH bersama Anggota DPD RI dari NTT Nyonya Hilda Riwu Kore – Manafe didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg.Retnowati,M.Si., Kepala Puskesmas Sikumana dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, Sekretaris Camat Maulafa, Norbertus Noto serta Lurah Sikumana Getruida Isabella menyerahkan bantuan kelambu anti nyamuk bagi warga sekitar danau Tangkolo, Kelurahan Sikumana pada kamis (22/04/2021) siang.

Bantuan kelambu anti nyamuk tersebut diberikan bagi warga kelurahan Sikumana yang tinggal di Sekitar danau alam yang baru terbentuk setelah badai seroja beberapa pekan silam. Bantuan kelambu sebanyak 50 Buah diberikan secara simbolis kepada 5 orang perwakilan warga sekitar danau yang secara langsung diserahkan oleh Wali Kota Kupang disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Melkianus Asanab selaku tokoh masyarakat yang menerima kedatangan Wali Kota beserta rombongan, di sela – sela acara penyerahan bantuan menyampaikan bahwa kehadiran Wali Kota untuk memberikan bantuan kelambu bagi warga sekaligus menyaksikan peristiwa alam ini merupakan suatu kepedulian bagi warga masyarakat RT 14 RW 06 Kelurahan Sikumana. DIa juga menjelaskan danau yang baru terbentuk ini bukan bernama Danau Seroja seperti yang telah dikenal oleh masyarakat Kota Kupang, namun danau tersebut bernama Danau Tangkolo.

Pada kesempatan yang sama Melkianus berharap jika nanti danau tersebut menjadi destinasi wisata yang baru perlu adanya kajian – kajian yang faktual terhadap keberlangsungan debit air yang nantinya dapat berpengaruh pada keberlangsungan atau eksistensi danau tersebut. Sebagai salah satu tempat destinasi wisata dalam wilayah Kota Kupang tentunya keberadaan danau tersebut juga mempunyai potensi besar dalam mempengaruhi produktivitas pertanian daerah sekitar dan mata pencarian warga yang berprofesi sebagai petani. Mewakili warga dia mengharapkan adanya perhatian pemerintah dalam membuat irigasi pertanian karena sebelumnya telah ada lubang alam yang ada di daerah sekitar lokasi terjadinya danau tersebut.

Wali Kota Kupang saat penyerahan bantuan tersebut menjelaskan bahwa genangan air yang banyak tentu juga akan memberikan dampak bagi kesehatan warga sekitar dan menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Kupang. Dengan adanya genangan air ini atau danau ini tentunya akan berdampak pada kesehatan warga karena genangan air dapat menghasilkan banyak nyamuk. Oleh karena itu Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang berinisitif dan bergerak cepat untuk membantu warga dengan memberikan bantuan kelambu. Kelambu yang diberikan ini merupakan kelambu kusus karena merupakan kelambu anti nyamuk sehingga warga dapat terbantu dalam menjaga kesehatan.

“Pemerintah Kota Kupang akan memberikan bantuan lanjutan bagi warga setempat yang akan berpatokan pada hasil evaluasi data laporan kelurahan yang diajukan sesegara mungkin sehingga warga setempat terus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Kupang,” pungkasnya. (Pkp*/Rdp)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Motif Bunga Sepe Menjadi Motif Tenunan Khas Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Keinginan Kota Kupang untuk memiliki tenunan khas daerahnya sendiri akhirnya terjawab lewat upaya dan kerja keras dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kupang yang diketuai Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe yang juga selaku Ketua TP PKK Kota Kupang.

Motif bunga flamboyan atau dengan nama lokal bunga sepe menjadi tenunan khas daerah Kota Kupang telah terdaftar dan mendapatkan Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia guna mendapatkan perlindungan hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Seremonial penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan bernomor 000209238 berlangsung pada Selasa (9/03/2021) pagi di lantai 2 kantor Wali Kota Kupang. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana D. Jone, SH kepada Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe selaku pencipta motif tenun ikat dengan judul motif sepe yang kemudian menyerahkan Surat Pencatatan Ciptaan kepada Pemerintah Kota Kupang selaku pemegang hak cipta yang diterima oleh Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si. Prosesi penyerahan tersebut disaksikan oleh para tamu undangan yang hadir diantaranya Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, SH, MM, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo, Asisten II Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Ketua Bhayangkari Polres Kupang Kota, Ny. Yunita Satria Perdana, Ketua DWP Kota Kupang, Ny. Lousie Marlinda Funay – Pelokila, beberapa pimpinan perangkat daerah serta para Camat.

Dalam sambutan Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana D. Jone, SH menyampaikan proficiat kepada Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe selaku Ketua Dekranasda Kota Kupang yang menurutnya telah melakukan karya intelektual anak bangsa yaitu menciptakan motif tenun ikat sepe. Dikatakan, adanya penyerahan surat pencatatan ciptaan ini maka secara hukum tenun ikat motif sepe karya Ibu Hilda dilindungi oleh negara. “Ketika dikemudian hari apabila ada para pihak yang tidak bertanggungjawab mencoba-coba mengklaim untuk menenun dengan motif yang sama maka itu akan masuk pada ranah pidana,” tuturnya.

Pada kesempatan ini pula, Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT juga menyampaikan potensi kekayaan intelektual di Kota Kupang yang belum mendapatkan perlindungan secara baik. Padahal menurutnya hal ini bisa dilakukan dengan bantuan Pemerintah Kota. “Ada banyak kelompok tenun ikat yang ada di Kota Kupang, tolong bantu mereka untuk mendaftarkan karya cipta mereka, karena ketika mereka tidak di daftarkan sangat disayangkan harga mereka itu bisa dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan mereka mendapatkan keuntungan yang sangat sedikit,” ucapnya. Dijelaskannya, saat ini di Kota Kupang yang sudah terdaftar untuk mendapatkan kekayaan intelektual personal sebanyak 75 untuk merek, 10 untuk hak cipta salah satunya karya Ketua Dekranasda Kota Kupang dan 11 paten. Namun menurutnya, sesuai data yang dimiliki Kanwil Kemenkumham, di Kota Kupang masih terdapat 10.217 usaha mikro dan 1.352 usaha kecil total secara keseluruhan 11.569 UMKM yang memiliki potensi untuk di daftarkan, namum belum dilakukan.

Untuk itu dirinya mendorong agar Pemkot Kupang dapat menfasilitasi para pelaku UMKM tersebut agar bisa didaftarkan tentunya dengan kerjasama dan dukungan dari perbankan di NTT. “Ruang ini diberikan sebenarnya tinggal bagaimana kepedulian kita terhadap karya intelektual personal yang kurang lebih 11.569 di Kota Kupang harus diberdayakan,” ucapnya. Dirinya berharap dengan dilakukannya penyerahan surat pencatatan ciptaan hari ini dapat menjadi menjadi titik awal atau start gebrakan yang dilakukan oleh Ketua Dekranasda akan mempengaruhi pelaku UMKM di Kota Kupang untuk ikut mendaftarkan karya cipta mereka.

Sementara, Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore-Manafe selaku pencipta motif tenun ikat sepe mengungkapkan awal dirinya terinspirasi dari bunga flamboyan atau sepe yang dianggapnya unik. “Sepe merupakan bunga yang mempunyai keunikan tersendiri karena bunga sepe hadir di Kota Kupang hanya pada bulan September hingga Desember yang menggambarkan Natal akan tiba,” ungkapnya. Ny. Hilda Riwu Kore-Manafe mengisahkan ikhwal dirinya menjadikan motif bunga sepe menjadi ciri khas tenunan Kota Kupang karena sejak menjabat sebagai ketua Dekranasda, dirinya melihat daerah atau kabupaten lainnya di NTT memiliki tenunan khas sendiri lengkap dengan aksesorisnya sedangkan Kota Kupang belum ada. “Dari situ saya terinspirasi bahwa kita harus punya motif khas kota yang tepat dan kita lihat disini banyak sekali sepe yang mengingatkan natal sudah dekat, unik sekali, itu yang menginsiprasi sepe menjadi ikon Kota Kupang,” tuturnya.

Diakuinya, tidaklah mudah untuk dalam mewujudkan hal tersebut. Kesulitan yang ditemui oleh karena dibutuhkan ketelitian, kecermatan dan teknik menenun dari para penenun. “Berbagai percobaan dan usaha yang terus dilakukan untuk mendapatkan bentuk design yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk tenunan, akhirnya kami menemukan mama-mama penenun di Kelurahan Penkase yang bisa menghasilkan tenunan yang cantik, indah serta dipadu dengan warna-warna lembut yang berasal dari tumbuhan alami yang ada di sekitar wilayah Kota Kupang,” jelasnya. Dikatakan, saat ini para mama-mama penenun telah menghasilkan tenunan dengan jenis tenun ikat, buna dan sotis berupa selendang, pashmina, sarung dan selimut. Selain itu, lanjut Ny. Hilda, untuk melengkapi tenunan sepe, pihaknya juga membuat berbagai aksesoris dari bahan-bahan lokal yaitu tulang, kayu dan batu akik. “Jadi nanti kami akan melegalkan itu semua lewat proses pendaftaran kekayaan intelektual ini,” tambahnya.

Dikesempatan ini selaku Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ny. Hilda Ratu Kore-Manafe menyampaikan terima kasihnya kepada Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT yang telah membantu proses hak cipta sehingga bisa memperoleh sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan yang mempunyai jangka waktu perlindungan Hak Cipta selama 50 tahun dan berharap kerja sama ini terus berlanjut. Juga ucapan terima kasih kepada Kepala BI Perwakilan Bank NTT yang ikut mempromosikan hasil tenun sepe dan bantuan berupa pembangunan galeri di Penkase.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya dan menyambut baik atas pencapaian dari Dekranasda Kota Kupang, dimana Kota Kupang akhirnya memiliki tenun ikat motif sepe. Menurutnya, motif tenun ikat sepe ini memiliki filosofi yang mewakili daerah Kota Kupang karena sepe erat dengan makna kasih sesuai motto Kota Kupang dan ciri khas tanaman sepe yang tumbuh subur serta berbunga mulai bulan-bulan menjelang perayaan Natal umat Kristiani. “Motif ini akan menjadi ikon baru kebanggaan milik masyarakat Kota Kupang, yang sekian lama menjadi kerinduan masyarakat Kota Kupang” ujarnya. Sekda optimis, motif tenun ikat sepe ini akan menjadi daya tarik tersendiri yang melengkapi pesona daerah Kota Kupang bagi peningkatan sektor pariwisata. “Motif sepe ini akan memiliki nilai tersendiri dan tampil sejajar dengan motif-motif tenun ikat khas daerah NTT lainnya,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan Sekda, Pemkot Kupang akan terus mendorong dan mendukung ide dan kreativitas Ketua Dekranasda karena selaras dengan visi dan misi Kota Kupang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif dan industri pariwisata berbasis komunitas masyarakat, lebih khusus kelompok pengrajin tenun ikat dibawah binaan Dekranasda. Sekda berharap, dengan terdaftarnya hak cipta motif tenun ikat sepe ini, dapat menggugah dan mempelopori kreativitas bernilai seni baik tradisional maupun modern lainnya yang bernilai ekonomis dan dapat menjadi kebanggaan bahkan ikon Kota Kupang, tanpa mengabaikan sejarah dan tradisi yang sudah ada dan terus dilestarikan. (*PKP_ghe)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

107 Guru SMA/SMK Swasta Terima Bansos Dampak Pandemi Covid-19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG.Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial Kota Kupang menyerahkan bantuan tahap dua bagi 107 guru SMA/SMK swasta yang merupakan warga Kota Kupang. Bantuan berupa 60 kilogram beras ini diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., bersama Ketua TP PKK Kota Kupang sekaligus Anggota DPD RI, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodewyk Djungu Lape, S.Sos, dan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) NTT, Winston Neil Rondo, S.Pt., di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (11/11/2020).

Sekda Kota Kupang dalam sambutannya mengaku bangga pada Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., karena di bawah kepemimpinannya didampingi istri yang juga merupakan anggota DPD RI, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe bisa memberikan perhatian kepada seluruh masyarakat Kota Kupang yang terdampak covid-19.

“Saya berterimakasih kepada Bapak Wali Kota dan Ibu Hilda atas dukungan dan perhatiannya kepada Kota Kupang. Pemerintah mengucapkan terima kasih atas perjuangannya dan bagi masyarakat penerima manfaat agar dapat menggunakan bantuan ini secara baik selama masa pandemi ini,” tuturnya.

Tak lupa kepada para penerima dan seluruh warga Kota Kupang Sekda juga berpesan untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan karena lewat tangan-tangan pimpinan di Kota Kupang semua warga bisa mendapatkan perhatian. Dia juga berharap adanya masukan-masukan berharga perihal sasaran bantuan pemerintah bagi warga yang sangat membutuhkan, misalnya yang kehilangan pekerjaan disebabkan perusahan tidak dapat beroperasi karena pandemik covid 19, juga bagi para janda serta yatim piatu yang tergolong warga miskin.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodewyk Djungulape, S.Sos., dalam laporannya menyampaikan bansos yang disalurkan oleh Dinas Sosial Kota Kupang kali ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Kupang dalam membantu guru dan tenaga kependidikan SMA/SMK yang merupakan salah satu dari sekian banyak warga Kota Kupang yang terdampak pandemi covid 19. Disebutkan, penyaluran bansos tersebut telah melakukan tahapan verifikasi dan validasi sesuai dengan tahapan aturan dan ketentuan yang berlaku terutama proses konsultasi dengan berbagai pihak. Bansos ini merupakan tahap kedua setelah pada tahap pertama diserahkan kepada 466 guru SMA/SMK.

“Jumlah usulan yang sudah diserahkan pada tahap pertama sebanyak 466 orang dan hari ini berjumlah 107 orang, untuk 466 orang bersumber dari APBD Kota Kupang dan tahap kedua berjumlah 107 orang berasal dari APBD provinsi. Ini juga adalah perjuangan ibu senator Hilda Manafe, dan pada hari ini diserahkan secara simbolis kepada 10 penerima dan lainnya dapat mengambil bantuan pada gudang Dinas Sosial,” ungkap mantan Camat Maulafa tersebut. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Serahkan Bantuan Sembako Bagi 466 Orang Guru SMA/SMK Swasta di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG.Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bantuan berupa paket sembako yaitu 3 dus Mie Instan dan 30 Kg beras, kepada 466 Orang Guru dan Tenaga Kependidikan yang berasal dari 32 SMA/SMK Swasta yang ada di Kota Kupang, Senin (26/10/2020).

Pada Acara penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako secara simbolis dari pemerintah kota Kupang bagi warga Kota Kupang (Guru dan Tenaga Kependidikan SMA/SMK Swasta), yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang ini turut pula dihadiri Wali Kota Kupang Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., Anggota DPD RI Perwakilan NTT sekaligus juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Hilda Riwu Kore-Manafe serta hadir pula Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Lodwyk Djungu Lape. 

Dalam sambutannya Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., mengatakan bantuan sosial berupa paket sembako ini nilainya kecil, tetapi Pemerintah Kota Kupang ingin terus memperhatikan serta membantu warganya.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., saat memberikan sambutan nya pada acara penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako secara simbolis dari pemerintah kota Kupang bagi warga Kota Kupang (Guru dan Tenaga Kependidikan SMA/SMK Swasta), yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (26/10/2020). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

“Pada kesempatan ini saya berterimakasih pada semua panitia yang sangat luar biasa karena bisa mengkordinir dan bisa mengumpulkan bapa mama dan saudara semua untuk kegiatan ini,” ungkapnya. 

Kedepannya apabila ada warga Kota Kupang yang benar-benar susah dan sangat membutuhkan bantuan, dirinya bersama jajaran berkomitmen untuk terus dapat membantu. 

“Bagi bapa mama apabila ada tetangganya atau kerabat yang susah tolong sampaikan ke Pemerintah Kota Kupang agar kami dapat membantunya,” kata Wali Kota Kupang.

Kegiatan ini adalah kegiatan yang luar biasa karena lewat kegiatan ini Pemerintah bisa membantu meringankan kesulitan warga kota di tengah pandemi covid-19. “Sebagai pemimpin Kota Kupang kami juga memiliki kebanggaan disaat kami bisa memperhatikan dengan sungguh-sungguh warganya,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Lodwyk Djungu Lape saat membacakan laporan panitia pelaksana mengatakan bantuan sembako ini diberikan untuk tiga bulan yakni terhitung untuk bulan Agustus, September dan Oktober 2020. 

Bantuan sembako ini diberikan kepada 466 Orang Guru dan Tenaga Kependidikan yang berasal dari 32 SMA/SMK Swasta yang ada di Kota Kupang, tutupnya.

Untuk diketahui setelah penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang ini para penerima bantuan sembako mengambil bantuan sembakonya di Dinas Sosial Kota Kupang. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Hilda Riwu Kore – Manafe Ajak Seluruh Pengurus Sukseskan Program TP PKK Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Ketua Tim Penggerak Program Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Kupang, Ibu Hilda Riwu Kore-Manafe mengajak seluruh pengurus TP PKK di berbagai tingkat agar berpartisipasi penuh dan berperan aktif dalam mensukseskan program-program TP PKK Kota Kupang salah satunya yaitu dengan rutin mengadakan pertemuan.

“Melalui pertemuan-pertemuan, diharapkan dapat menghasilkan berbagai input positif terhadap temuan masalah yang perlu mendapat respon cepat,” ujar Ibu Hilda Riwu Kore-Manafe saat menghadiri kegiatan sharing knowledge dalam rangka Peningkatan Implementasi Program Kerja PKK Kota Kupang, Rabu (02/09/2020) bertempat di Kantor Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Jalan Veteran Kelurahan Kelapa Lima-Kota Kupang. Kegiatan ini di ikuti oleh para Pengurus PKK tingkat Kelurahan dan Kecamatan se-wilayah Kota Kupang.

Ketua Tim Penggerak Program Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Kupang, Ibu Hilda Riwu Kore-Manafe saat memberikan arahan pada kegiatan sharing knowledge dalam rangka Peningkatan Implementasi Program Kerja PKK Kota Kupang, Rabu (02/09/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Kegiatan tersebut membahas berbagai persoalan yang di temui oleh pengurus TP PKK tingkat Kecamatan dan Kelurahan, selain mendengar banyak masukan, usul dan saran serta solusi yang berguna Peningkatan Implentasi Program Kerja TP PKK di Kota Kupang, untuk menentukan program-program PKK yang akan dilaksanakan kedepan.

Ketua Tim Penggerak Program Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Kupang, Ibu Hilda Riwu Kore-Manafe saat memberikan arahan pada kegiatan sharing knowledge dalam rangka Peningkatan Implementasi Program Kerja PKK Kota Kupang, Rabu (02/09/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Dalam kesempatan itu, dihadapan para Ketua TP PKK Kecamatan serta Kelurahan dan para pengurus Ibu Hilda Riwu Kore – Manafe juga berpesan agar para pengurus PKK tingkat Kecamatan dan Kelurahan dapat menaruh perhatian terhadap peningkatan implementasi program kerja di wilayah masing-masing juga meningkatkan evaluasi pencapaian program kerja terutama dalam menyikapi berbagai hal yang ditemui para pengurus TP PKK di tingkat bawah.

Ibu Hilda yang juga merupakan anggota DPD RI untuk NTT juga menekankan perlu adanya peningkatan pelatihan kerja bagi para anggota. Oleh karena itu para Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan diminta serius dalam menyediakan data konkrit tentang kebutuhan penyediaan pelatihan kerja di wilayah kerja masing- masing sehingga menjadi dasar dan acuan program kerja yang perlu di prioritaskan.

Untuk diketahui hal-hal yang dibahas dalam kegiatan sharing knowledge tersebut seputar persoalan yang sering di temui, antara lain terkait peningkatan usaha mikro kecil dan menengah, posyandu, infrastruktur dan fasilitas pelayanan kesehatan terutama bagi para ibu hamil, penanganan balita, kesehatan masyarakat  serta keberadaan dasawisma. (*PKP_rdp/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Tinjau Penyemprotan Disinfektan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Disela-sela kegiatan pemerintahan, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ibu Hilda Riwu Kore – Manafe berkesempatan meninjau kegiatan penyemprotan desinfektan di rumah salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Tuak Daun Merah, Selasa (19/5/2020).

Petugas ber-APD lengkap dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang sedang melaksanakan penyemprotan desinfektan di lokasi yang merupakan rumah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ketika Wali Kota bersama rombongan datang untuk meninjau kegiatan dimaksud.

Wali Kota Kupang kemudian menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada petugas yang melakukan penyemprotan tersebut.

Wali Kota Kupang mengatakan penyemprotan desinfektan merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus serta untuk meredam keresahan masyarakat akibat adanya kasus positif Covid-19 di Kota Kupang. Wali Kota berjanji bahwa dirinya akan terus memastikan jajarannya bekerja maksimal demi melindungi masyarakat dari penularan Covid-19 maupun dampaknya secara sosial dan ekonomi.

“Kami akan terus giat memantau kondisi wilayah dan masyarakat Kota Kupang serta masyarakat dari wabah Covid-19. Semua titik yang teridentifikasi rentan terhadap penyebaran Covid-19 akan segera disterilkan dengan cara disemprot desinfektan untuk melindungi masyarakat dari virus dan mengurangi kecemasan masyarakat terhadap adanya kasus-kasus positif,” jelas Wali Kota.

Wali Kota terus mengimbau masyarakat agar mematuhi instruksi Pemerintah tentang protokol kesehatan.

“Kami meminta dukungan masyarakat dalam penanganan Covid-19 ini dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus ini,” ajak Wali Kota Kupang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes., disela-sela kegiatan penyemprotan itu mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan penelusuran kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut.

Dirinya menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan terus berusaha mengidentifikasi semua orang yang pernah berkontak erat dengan pasien semenjak terinfeksi Covid-19 untuk mendapatkan data valid sehingga dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ibu Hilda Riwu Kore – Manafe, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si dan Lurah Tuak Daun Merah, Imanuel A. Eliaser, SH. (*pkp_sny/jms/Red)

Wujud Kepedulian, Wali Kota Kupang Kunjungi Rumah Tidak Layak Huni Seorang Janda Lansia

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sebagai wujud dari rasa kepedulian yang tinggi dari seorang pemimpin telah ditunjukan oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, yang dimana ditengah rutinitas yang padat dalam penanganan pandemi Covid-19, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, tetap selalu aktif memperhatikan kondisi warganya.

Disela-sela padatnya tugas sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Wali Kota didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ibu Hilda Riwu Kore – Manafe menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah yang tidak layak huni milik seorang janda berusia lanjut bernama Ina Djara, di Kelurahan Fontein, Selasa (19/5/2020).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, bersama ibu Hilda Riwu Kore – Manafe, saat mengunjungi rumah Ina Djara, Selasa (19/5/2020). Foto : Istimewa

Rumah darurat yang ditinggali oleh Ina Djara (84 tahun) beserta 1 orang anak perempuan dan 1 orang cucu perempuan tersebut dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Rumah berwarna biru tersebut didirikan seadanya dengan bahan bebak dan seng, lantainya sebagian cor semen kasar dan sebagian hanya berlantai tanah. Interior rumah tampak sangat minim perabotan. Ina Djara bahkan tidak memiliki dipan atau tempat tidur, sehari-hari ia hanya tidur di selembar kasur yang langsung diletakkan diatas lantai tanah.

Kondisi tersebut menyentuh hati Wali Kota dan ibu, sehingga dalam kunjungannya, Wali Kota berjanji akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang guna membantu meringankan beban Ina Djara dan keluarga.

“Kami akan segera koordinasikan dan follow up, jika memungkinkan Pemkot akan bantu melalui bedah rumah,” janji Wali Kota.

Ina Djara dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas perhatian Wali Kota Kupang, Dr. Jefry Riwu Kore dan Ibu Hilda terhadap kondisinya.

“Terima kasih banyak kepada bapak Wali Kota beserta Ibu yang sudah bersedia datang meskipun kondisi kami seperti ini,” ucap Ina.

Untuk diketahui turut hadir mendamping Wali Kota Kupang, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., Camat Kota Raja, Achrudin Rudi Abubakar, S.Sos., M.Si. dan Lurah Fontein, Yosef Suhardin, S.Sos. (*PKP_sny/jms/Red)