Arsip Tag: Hermanus Man

Program Siap Siaga Bantuan Australia Sasar 4 Kelurahan Wisata di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Empat kelurahan wisata di Kota Kupang menjadi sasaran program Siap Siaga, bantuan pemerintah Australia. Empat kelurahan dimaksud antara lain Kelurahan LLBK, Kelurahan Kelapa Lima, Kelurahan Oesapa Barat dan Kelurahan Lasiana. Informasi tersebut disampaikan Direktur Yayasan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) NTT, Ir. Sarah Lery Mboeik, saat menemui Wakil Wali Kota (Wawali) Kupang, dr. Hermanus Man, di ruang kerja Wawali, Senin (7/03/2022). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Pendiri PIAR NTT, Ana Djukana dan aktivis PIAR, Zevan Aome.

Dalam pertemuan tersebut Sarah menjelaskan, Program SIAP SIAGA yang merupakan Kemitraan Australia dengan Indonesia itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan dari bencana di Indonesia, serta memperkuat kerja sama Australia dan Indonesia di bidang kemanusiaan di kawasan Indo-Pasifik.

Program yang didanai oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan dikelola oleh Palladium International Pty Ltd itu bekerja sama dengan BNPB, Kementerian Bappenas, Kemendagri, Kemensos, Kemlu, pemerintah provinsi/kabupaten/kota, serta masyarakat sipil Indonesia.

Mantan Anggota DPD RI itu menambahkan, untuk wilayah NTT, program ini mengusung tema Penanggulangan Dampak Covid-19 Melalui Revitalisasi Desa/Kelurahan Wisata Inklusi di Propinsi NTT, khususnya di Kota Kupang, Kabupaten Rote-Ndao, Kabupaten Kupang dan Sumba Timur. PIAR-NTT adalah salah satu mitra lokal dari Swara Parangpuan untuk 8 kelurahan dan desa di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Rote Ndao.

Program ini akan dilaksanakan selama 9 bulan sejak Februari 2022 hingga Oktober 2022. Penanggulangan dampak covid-19 melalui revitalisasi desa/kelurahan wisata inklusi di Propinsi NTT ini ditandai dengan peningkatan partisipasi masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, UMKM, aktor pariwisata lokal di 4 kelurahan wisata dalam penanganan dan pencegahan Covid19 serta meningkatnya pendapatan kelompok UMKM, pengelola wisata dan masyarakat di sekitarnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, menyambut baik pelaksanaan program Siapa Siaga tersebut. Menurutnya program ini sejalan dengan upaya Pemkot Kupang selama ini dalam upaya penanganan covid 19 serta pemulihan ekonomi selama pandemi covid 19. Wawali juga memastikan akan mendorong para camat, perangkat daerah terkait dan lurah serta mitra lainnya untuk berpartisipasi aktif bersama PIAR baik dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan di tingkat kelurahan.

Wawali juga berpesan kepada PIAR sebagai mitra dalam program ini untuk melibatkan lima unsur dalam pentaheliks demi mensukseskan program ini. “Selain pemerintah, para pelaku usaha, akademisi, komunitas atau organisasi sosial kemasyarakatan serta media juga perlu diikutsertakan,” pungkasnya. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, Wawali Bersama Forkopimda Pantau RSUD dan Fasilitas Isoter

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus covid 19 varian Omicron, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang; Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK dan Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin turun bersama memantau kesiapan pada sejumlah fasilitas isolasi terpusat (isoter) dan RSUD SK Lerik, Selasa (8/02/2022).

Pemantauan ini merupakan hasil kesepakatan bersama, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden kemarin. Turut serta dalam pemantauan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Ignasius Lega, SH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, Kadis Nakertrans Kota Kupang yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota dan Plt. Asisten I Sekda, Thomas Dagang, S.Sos, M.Si, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang yang baru dilantik, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si serta Direktur RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Halek dan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, SSTP,M.Si.

Pemantauan dimulai dari Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) yang terletak di wilayah Liliba. Rombongan Wawali bersama Forkopimda diterima oleh Kepala Bapelkes, Meffi B. Eoh, SH bersama jajarannya. Dalam penjelasannya saat mendampingi rombongan meninjau ruang isolasi, Meffi menjelaskan, Bapelkes Kupang yang merupakan salah satu UPTD dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, memiliki 5 asrama dengan total 64 tempat tidur. Rencananya tiga asrama akan dijadikan sebagai ruang isolasi terpusat, sedangkan dua asrama lainnya akan menjadi tempat istirahat bagi para tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien covid 19. Dia memastikan dalam waktu 2 minggu ke depan ruangan-ruangan tersebut sudah bisa digunakan sebagai fasilitas isolasi. Wawali selain melihat kondisi kamar isolasi juga memastikan kesediaan air, listrik, fasilitas wifi, juga ketersediaan mobil ambulance untuk merujuk jika ada pasien yang kritis serta mobil operasional untuk mengangkut tenaga kesehatan. Wawali minta pihak Bapelkes untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi yang telah menentukan lokasi tersebut sebagai fasilitas isoter, untuk melengkapi fasilitas yang belum ada.

Setelah Bapelkes, Wawali bersama rombongan melanjutkan peninjauan di Puskemas Penkase-Oeleta yang juga disiapkan menjadi fasilitas isolasi terpusat. Di sana mereka diterima oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono,SKM, M.Kes, dan para petugas. Rudi menjelaskan, Puskesmas Penkase-Oeleta saat ini memiliki 10 ruangan dengan 25 tempat tidur untuk pasien covid 19. Mereka juga telah menyiapkan petugas kesehatan khusus untuk fasilitas tersebut. Sama seperti di Bapelkes, Wawali minta Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan air, listrik dan wifi. Dinas Kesehatan juga diminta untuk berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk pengamanan jika sudah ada pasien positif yang diisolasi di sana.

Lokasi terakhir yang dipantau adalah RSUD SK Lerik. Saat ini rumah sakit tersebut memiliki 10 ruangan isolasi dengan 20 tempat tidur. Karena belum ada pasien covid yang dirawat, untuk sementara ruang isolasi tersebut dipakai sebagai ruang perawatan pasien pneumonia. Selain memantau ruang isolasi, Wawali bersama rombongan juga berkesempatan meninjau generator oksigen yang sudah mulai beroperasi, baik untuk menyuplai oksigen central, dengan kapasitas produksi 300 ml/jam maupun untuk pengisian tabung oksigen hingga 23-24 tabung oksigen/hari. Direktur RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Halek memastikan dengan kapasitas produksi saat ini, masih mampu memenuhi kebutuhan oksigen jika semua tempat tidur di ruang isolasi sudah terisi. Pihak RSUD SK Lerik juga sudah menyiapkan langkah antisipasi, jika kasus melonjak dan produksi generator oksigen belum mencukupi, pihaknya juga menyiapkan oksigen konsentrator.

Dalam keterangan pers kepada wartawan usai melakukan pemantauan, Wawali memastikan Pemkot Kupang siap menghadapi masuknya gelombang covid 19 varian omicron. Fasilitas isolasi terpusat yang sudah ditunjuk saat ini sudah 80 persen siap, tinggal melengkapi beberapa fasilitas pendukung yang belum ada. Untuk itu Wawali mengimbau Warga Kota Kupang untuk tidak kuatir. “Kami berharap yang terbaik, tapi mempersiapkan untuk kemungkinan terburuk,” ungkapnya. Diakuinya saat ini jumlah pasien dengan gejala berat sangat sedikit karena sebagian besar warga sudah divaksin. Wawali juga mengharapkan dukungan TNI/Polri dalam upaya penegakkan protokol kesehatan.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK, memastikan dukungan Polri dalam upaya menegakkan protokol kesehatan dan percepatan vaskinasi. Kapolresta juga kembali menegaskan dua poin penting yang ditekankan Presiden RI kemarin, yakni percepatan vaksinasi dan peningkatan prokes. Dukungan senada juga disampaikan Kasrem 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin. Menurutnya anggota TNI siap memberikan dukungan jika Pemkot Kupang kembali menggelar operasi penertiban dan penegakkan prokes. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Wawali Pimpin Rakor Tangani Omicron

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Usai mendengarkan arahan Presiden RI, Joko Widodo kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia terkait penanganan covid 19 varian Omicron, Senin (7/02/2022), Pemerintah Kota Kupang langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perangkat daerah terkait. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, bersama Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK dan Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin, berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang. Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Ignasius Lega, SH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes beserta jajarannya, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos, Kadis Nakertrans Kota Kupang yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota dan Plt. Asisten I Sekda, Thomas Dagang, S.Sos, M.Si, serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang yang baru dilantik, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si dan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP, M.Si.

Wawali dalam rapat tersebut menyampaikan ada dua hal yang perlu menjadi perhatian utama semua pihak terkait penanganan varian omicron, sebagaimana yang disampaikan Presiden. Yang pertama soal percepatan vaksinasi dan yang kedua tentang peningkatan penerapan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker. Terkait capaian vaksinasi, Wawali memerintahkan beberapa dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Sosial dan BPBD untuk melakukan koordinasi agar mematangkan kembali data-data terkait capaian vaksinasi. Karena sebelumnya ada temuan perbedaan antara data capaian pada fasislitas kesehatan dengan data capaian dilihat dari administrasi kependudukan atau KTP, yang mengakibatkan capaian vaksinasi di Kota Kupang yang harusnya sudah di atas 70 persen dinyatakan belum mencapai oleh pemerintah pusat. Pemkot Kupang juga menurutnya akan memberlakukan ketentuan persyaratan sudah divaksin bagi warga yang ingin memperoleh layanan publik atau dokumen kependudukan seperti akte pernikahan.

Sementara mengenai penerapan prokes, Wawali minta kepada BPBD Kota Kupang dan pihak terkait untuk kembali menjalankan patroli atau operasi penertiban warga yang belum taat prokes. Para petugas akan dibekali dengan masker yang diberikan kepada warga yang ditemukan tidak memakai masker. Satgas Covid juga diminta untuk lebih selektif dalam memberikan izin pelaksanaan acara atau pesta, serta mengoperasikan kembali posko tanggap darurat penanganan covid 19.

Wawali menambahkan rencananya, Selasa (8/02/2022) bersama Kapolresta dan Unsur Kodim 1604 serta dinas terkait akan turun meninjau langsung persiapan menghadapi masuknya varian Omicron di Kota Kupang. Ada beberapa titik yang akan mereka kunjungi antara lain RSUD SK Lerik, untuk mengecek ketersediaan tempat tidur, obat-obatan dan oksigen serta kelengkapan lain, lalu Puskesmas Penkase Oeleta dan Balai Pelatihan Kesehatan sebagai tempat akomodasi para tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien covid 19.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, menyarankan agar perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan dan BPBD perlu melakukan analisa perbandingan kebutuhan antara situasi normal dengan situasi saat ada lonjakan kasus sperti pada waktu lalu. Dia juga minta Pemkot untuk segera menentukan lokasi mana saja yang akan menjadi tempat isolasi terpusat serta memastikan ketersediaan tenaga kesehatan untuk pelayanan di sana. Terkait vaksinasi, Kapolres Kupang Kota menyarankan agar dilakukan di setiap kelurahan, anggota Polri di lapangan siap memobilisasi warga yang mau divaksin.

Dukungan senada juga disampaikan Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin. Menurutnya anggota TNI siap mendukung upaya Pemkot Kupang dalam menegakkan penerapan protokol kesehatan. Mengenai vaksinasi, Kasdim menyarankan agar sedapat mungkin Pemkot menyediakan semacam bantuan sosial seperti sembako sebagai stimulus agar warga lebih antusias untuk datang divaksin. Menurutnya hal yang sama sudah mereka terapkan di Kabupaten Kupang dan terbukti efektif.

Pada kesempatan yang sama Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M. mengakui saat ini sudah ada temuan 1 orang yang terkonfirmasi positif covid 19 varian Omicron di Kota Kupang. Namun pasien yang bersangkutan sudah dinyatakan sembuh.

Sebelumnya, dalam arahannya kepada para kepala daerah se-Indonesia, Presiden RI, Joko Widodo mengajak seluruh kepala daerah dan unsur TNI dan Polri untuk bersama-sama berupaya menangani varian omicron dengan manajemen yang lebih baik dari saat menangani varian delta. Saat ini dilihat dari trend kasus varian omicron, 93 persen masih ada di wilayah Jawa dan Bali dengan tingkat rawat, penggunaan ICU dan kematian masih rendah. Namun Presiden mengingatkan agar semua pihak termasuk kepala daerah di luar Jawa dan Bali tetap hati-hati dan waspada, mengingat pada kasus sebelumnya, setelah minggu ketiga dan keempat penyebaran kasus mulai tinggi di luar Jawa dan Bali.

Untuk itu, Presiden minta semua kepala daerah harus memastikan kesiapan rumah sakit, obat-obatan, oksigen dan tempat isolasi terpusat sabagai antisipasi adanya lonjakan kasus. Menurutnya pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala sebaiknya melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat. Isolasi di rumah sakit hanya diperuntukkan bagi pasien dengan gejala sedang, berat atau kritis.

Ada dua hal yang menurut Presiden perlu menjadi perhatin serius para kepala daerah. Yang pertama adalah percepatan vaksinasi. Dilihat dari karakter pasien meninggal, 69 persen pasien covid yang meninggal belum divaksin lengkap. Karena itu menurutnya vaksin jadi kunci penanganan varian omicron untuk tekan angka kematian. Hal kedua yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan protocol kesehatan. Presiden minta semua pihak untuk tidak panik, para kepala daerah perlu menjelaskan warganya untuk tetap tenang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Rayakan Hari Gizi Nasional ke-62, Wawali Dorong Aksi Bersama Tangani Stunting dan Obesitas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengajak para ahli gizi dan mahasiswa calon ahli gizi untuk melakukan aksi bersama menangani stunting dan obesitas di Kota Kupang. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Gizi Nasional ke-62, yang diselenggarakan oleh Poltekes Kemenkes Kupang di Kampus Program Studi Gizi dan Kebidanan Poltekes Kemenkes Kupang, Jumat (28/01/2022).

Menurut Wawali yang juga berprofesi sebagai dokter itu, pada tahun 1960 saat hari gizi nasional pertama kali dicanangkan, Indonesia berhadapan dengan persoalan malnutrisi, yang saat itu dikenal dengan istilah kekurangan energi protein. Saat ini masyarakat Indonesia berhadapan dengan persoalan menyangkut gizi yakni stunting dan obesitas. Diakuinya pemerintah sudah memiliki program khusus untuk penanganan stunting. Sementara mengenai penanganan obesitas, masih kurang sosialisasi. Padahal menurutnya tingkat kematian tertinggi di Indonesia penyebab utamanya adalah karena penyakit yang timbul akibat obesitas, seperti hipertensi, kolesterol dan serangan jantung.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man (tengah) saat memotong nasi tumpeng dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-62, yang diselenggarakan oleh Poltekes Kemenkes Kupang bertempat di Kampus Program Studi Gizi dan Kebidanan Poltekes Kemenkes Kupang, Jumat (28/01/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Untuk itu, Wawali mengimbau Prodi Gizi Poltekes Kemenkes Kupang sebagai pabriknya ahli gizi di NTT ikut serta dan berkotribusi dalam upaya penanganan dua persoalan menyangkut gizi ini. Menurutnya perlu ada sosialisasi tentang cara-cara penanganan obesitas, salah satunya melalui olahraga dan asupan gizi yang seimbang. Dia berharap kegiatan sosialisasi mengenai gizi seimbang ini tidak hanya sekedar dibuat karena momentum hari gizi saja. Para ahli gizi diminta untuk membantu mensukseskan upaya pemerinatah untuk menurunkan angka stunting dan obesitas, di Kota Kupang khususnya dan di NTT pada umumnya. “ Mari beri sesuatu yang hebat sebagai kontribusi kita bagi bangsa ini,” pungkasnya.

Wakil Direktur I Poltekes Kemenkes Kupang, Irfan, SKM, M.Kes mengakui Prodi Gizi didirikan untuk mencetak kader-kader yang berkontribusi dalam upaya penanganan masalah gizi di NTT. Melalui momentum peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 ini mereka ingin memberikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya memberikan asupan gizi seimbang. Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Gizi Nasional ke-62, mereka juga menggelar aksi donor darah dan lomba cipta menu untuk mahasiswa.

Wakil Ketua I DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Provinsi NTT, Gusti Ngurah Suarnawa, mengapresiasi Prodi Gizi Kemenkes Poltekes Kupang yang sudah menggagas peringatan Hari Gizi Nasional ini. Ditambahkannya, tugas Persagi sebagai organisasi profesi adalah membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting dan obesitas serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan asupan gizi seimbang. Menurutnya ketercukupan pangan harus disertai pula dengan asupan gizi yang seimbang.

Kepala Program Studi Gizi Poltekes Kemenkes Kupang, Agustina Setia, S.ST, M.Kes., menyampaikan terima kasih kepada Wawali dan Ketua TP PKK Kota Kupang yang sudah berkenan hadir merayakan peringatan Hari Gizi Nasional bersama mereka. Menurutnya kegiatan yang bertema Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas, dengan slogan gizi Seimbang, keluarga sehat, negara kuat itu bisa terlaksana berkat kerja sama Kemenkes dan DPD Persagi NTT.

Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 di Kota Kupang tersebut diawali dengan jalan sehat yang dilepas oleh Wawali. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng bersama. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, S.Si, M.P, Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Louise Marlinda Funay-Pellokila bersama jajarannya, para Wakil Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, para dosen dan pegawai serta mahasiswa di Prodi Gizi dan Kebidanan Poltekes Kemenkes Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali : Pariwisata Harus Berbasis Pada Masyarakat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang berupaya mengembangkan sektor pariwisata berbasis pada lima pilar. Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat menjadi nara sumber dalam dialog yang digelar RRI Kupang, Rabu (26/01/2022) di Studio RRI Pro I Kupang.

Dialog bertajuk “Mampukah Sektor Pariwisata Mendorong Percepatan Ekonomi NTT di Tahun 2022” itu menghadirkan juga Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Zet Sonny Libing, M.Si serta Anggota Komisi II DPRD Provinsi NTT, Jhon Oemathan sebagai nara sumber.

Wawali menjelaskan lima pilar dimaksud antara lain, yang pertama adalah pariwisata berbasis sejarah. Banyak peninggalan sejarah di Kota Kupang yang perlu dilihat dan akan diminati wisatawan. Kota Kupang juga menurutnya menjadi bagian dari kota pusaka di Indonesia. Pilar yang kedua menurut Wawali adalah pariwisata yang berbasis budaya. Yang ketiga menurutnya seluruh aktivitas pariwisata harus atraktif. Pilar yang keempat adalah pariwisata harus memikat, membuat orang untuk terus berkunjung misalnya karena daya pikat kuliner dan tenun ikatnya. Pilar yang kelima menurutnya adalah pariwisata harus berbasis pada masyarakat, sehingga menjadikan Kota Kupang yang aman huni dan pentingnya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi digital.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat menjadi nara sumber dalam dialog yang digelar RRI Kupang, Rabu (26/01/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Ditambahkannya, dengan berbasis pada lima pilar tersebut pembangunan pariwisata akan mendatangkan tiga keuntungan, antara lain; pendapatan daerah, terciptanya lapangan kerja yang menurunkan angka pengangguran serta produktivitas yang dapat meningkatkan income per kapita sebagai salah satu indikator pertumbuhan ekonomi.

Menurut Wawali ada 8 peluang bisnis yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, antara lain; usaha penginapan (hotel, home stay), restoran dan usaha kuliner, usaha rental mobil, tour guide dan penerjemah, pedagang kaki lima serta pusat oleh-oleh khas daerah berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Zet Sonny Libing, M.Si, pada kesempatan yang sama memaparkan NTT memiliki kurang lebih 1305 daya tarik wisata, baik wisata alam, budaya, fashion/tenun ikat (721 motif), kuliner dan karya seni yang tersebar di 22 kabupaten/kota. Jika potensi ini dikelola secara baik akan mendatangkan keuntungan besar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat. Menurutnya secara politik Pemprov NTT telah menempatkan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan NTT. Diharapkan ekonomi kreatif akan ikut tumbuh karena pergerakan sektor pariwisata itu. Untuk itu butuh kerja sama pentahelix dengan berbagai stakeholder dan dukungan masyarakat dalam upaya tersebut.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD NTT, Jhon Oemathan. Menurutnya potensi pariwisata yang sudah digali oleh Pemda setempat harus didukung juga dengan sumber daya manusia yang memadai, yang mendukung upaya peningkatan sektor pariwisata serta mau menjaga dan merawat potensi yang sudah ada. Jhon juga mengapresiasi kemajuan dan keindahan Kota Kupang yang menurutnya sudah mengalami lonjakan dan mendapat pujian dari banyak tamu yang datang dari luar daerah. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Wawali : Praja IPDN Calon Pemimpin Masa Depan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Para Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah para calon pemimpin. Mereka ditempah dalam lembaga pendidikan yang tidak sembarangan, dengan disiplin dan aturan yang ketat agar kelak menjadi pemimpin masa depan. Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat menerima audiens dari 41 Praja IPDN asal Kota Kupang di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (5/01/2021).

Menurutnya lembaga pendidikan dengan disiplin yang ketat seperti IPDN tentunya banyak memberi tantangan kepada para praja, yang harus mereka jawab dengan kreativitas dan inovasi baru. Dia yakin di kampus IPDN mereka tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan tapi juga dibina dalam pendidikan karakter agar memilik budi pekerti.

Kepada para praja Wawali berpesan agar mulai membiasakan diri belajar jadi pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan sejak dari kampus. Pemimpin menurutnya harus memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain untuk dengan sukarela melakukan apa yang diminta. Untuk menjadi seorang pemimpin menurutnya minimal harus memiliki 4 unsur, antara lain; kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sensitivitas atau kepekaan terhadap kebutuhan lingkungan sekitar serta legalitas. Selain itu para praja juga diminta untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang sudah menjadi kebutuhan global.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si yang juga senior praja IPDN, pada kesempatan yang sama menjelaskan, 41 orang praja IPDN yang hadir hari ini semuanya berasal dari Kota Kupang. Mereka tiba di Kota Kupang sejak 20 Desember 2021 lalu untuk berlibur bersama keluarga dan rencananya akan kembali ke IPDN pada 6 Januari 2022. 41 orang tersebut terdiri atas 15 orang Muda Praja (Tingkat I), 5 orang Madya Praja (Tingkat II), 5 orang Nindya Praja (Tingkat 3) dan 16 Wasana Praja/Praja Utama.

Turut hadir dalam audiens tersebut Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP, Lurah Naikoten II, Christo V. Amalo, S.IP,MM serta sejumlah purna praja lainnya.*PKP_ans

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Pantau Vaksinasi Anak di Sekolah Dasar

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man memantau vaksinasi untuk anak-anak usia 6-12 tahun di dua Sekolah Dasar di Kota Kupang, Kamis (6/01/2022). Dua sekolah yang dikunjungi antara lain, SD Inpres Nunbaun Delha dan SD Katolik St. Maria Assumpta. Dalam kunjungan tersebut Wawali didampingi oleh Lurah Nunbaun Delha, Nixon Nggauk, SH, Lurah Kayu Putih, Jane Juliana Ndaomanu, S.Sos, Kepala Puskesmas Alak, dr. Panondang Panjaitan serta Kepala Puskesmas Oepoi, dr. Yohanes Lisangan, serta kepala sekolah dan guru di masing-masing sekolah. Turut hadir dalam pemantauan di SDK Assumpta, CEO Subregional Siloam Hospitals, dr. Hans Lie, M.Sc dan Direktur RS Siloam, dr. Andreas Wijaya.

Wawali yang ditemui usai pemantauan menjelaskan, hari ini ada sekitar 5 hingga 6 Sekolah Dasar di Kota Kupang yang melaksanakan vaksinasi untuk anak-anak usia 6-12 tahun. Diakuinya dari hasil pemantauan hari ini terlihat ada koordinasi dan kerja sama yang baik tidak hanya antara Dinas Kesehatan, puskesmas dan pihak sekolah tapi juga dengan lurah dan tokoh masyarakat setempat, phak swasta se[erti RS Siloam serta orang tua siswa.

Dukungan orang tua menurutnya sangat kuat, ditandai dengan semua anak diantar oleh orang tua masing-masing. “Ini bukti para orang tua sangat memperhatikan kesehatan anaknya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Pemerintah Kota Kupang menargetkan pada akhir Februari 2022 mendatang vaksinasi untuk anak-anak sudah bisa terlaksana 100 persen. Jika tercapai maka proses pembelajaran tatap muka tidak lagi dilakukan secara terbatas seperti saat ini. Untuk vaksinasi orang dewasa menurutnya akan ditata ulang berdasarkan data yang aktual dari Kementerian Kesehatan. Wawali juga berterima kasih kepada RS Siloam yang telah berkomitmen mendukung Pemkot Kupang dalam upaya percepatan vaksinasi, dengan menyelanggarakan vaksinasi di sejumlah sekolah.

Kepala Sekolah SD Inpres Nunbaun Delha, Anita Adriana Djula, S.Pd yang turut mendampingi Wawali dalam pemantauan menjelaskan, target vaksinasi di sekolah mereka berjumlah 267 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SD.

Sementara itu Direktur RS Siloam, dr. Andreas Wijaya, menambahkan RS Siloam mendukung penuh upaya percepatan vaksinasi di Kota Kupang, termasuk vaksinasi untuk anak-anak. Dukungan yang mereka berikan berupa para petugas vaksinator yang akan melaksanakan vaksinasi di 5 SD di Kota Kupang dengan jumlah sasaran 1600 siswa untuk vaksin dosis pertama dan dosis kedua. 5 SD dimaksud antara lain, SDK ST. Maria Assumpta, SD Kristen Citra Bangsa, SD Bertingkat Kelapa Lima I, SD Dian Harapan dan SD Stella Gracia TDM. Khusus untuk SDK St. Maria Assumpta dilaporkan ada 700 siswa yang siap divaksin selama 3 hari ke depan.

Sambil memantau, untuk menghibur anak-anak yang akan divaksin, Wawali mengajukan sejumlah pertanyaan berhadiah untuk anak-anak. Anak yang berhasil menjawab diberikan hadiah berupa masker dan hadiah menarik lainnya. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Minta Pol PP Bekali diri dengan Pengetahuan, Skill dan Atitude

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man meminta para anggota Satuan Polisi Pamong Praja membekali diri tidak hanya dengan pengetahuan dan kemampuan (skill) namun juga dengan attitude atau sikap yang baik. Permintaan tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis Kesamaptaan dan Peraturan Baris-Berbaris Bagi Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang di Aula Kantor Satuan Pol PP Kota Kupang, Rabu (1/12/2021). Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kasat Pol PP Kota Kupang, Rudi Abubakar, S.Sos, M.Si, Kasat Binmas Polres Kupang Kota, Iptu Saladin, para pejabat struktural pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang dan pelatih dari Polres Kupang Kota.

Menurutnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan perangkat daerah yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan roda pemerintahan. Selain menjadi penegak peraturan daerah dan kebijakan pemerintah lainnya, Pol PP juga memiliki fungsi untuk memelihara ketentraman dan ketertiban umum, agar aktivitas pemerintahan berjalan lancar dan pembangunan dapat terwujud bagi kesejahteraan yang merata bagi masyarakat.

Dengan Bimtek yang dilaksanakan hari ini para peserta diharapkan dibekali dengan tiga hal  dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Satpol PP,  antara lain; knowledge atau pengetahuan agar para anggota  mengetahui dasar dan bagaimana melaksanakan tugasnya sebagai Satpol Pol PP. hal lain yang perlu dibekali oleh para anggota Pol PP adalah skill atau keterampilan, salah satunya adalah bagaimana menerapkan peraturan baris-berbaris. Hal ketiga yang tidak kalah pentingnya menurut Wawali adalah attitude atau sikap dalam melayani dan saling menghormati.

Plh. Kepala Bidang SDA, Abdon S. Takatpei, S.Sos selaku Ketua Panitia, dalam laporannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan lainnya dalam penyelenggaraan Bimtek bagi Satpol PP adalah untuk meningkatkan pemahaman anggota Satpol PP terhadap tupoksinya, sekaligus dapat mempraktekannya saat bertugas dilapangan dan untuk membentuk sikap, mental dan kesatuan (jiwa korsa) dalam melaksanakan tugas. Bimtek ini diikuti oleh 40 orang peserta yang merupakan anggota Satpol PP Kota Kupang dan akan berlangsung selama tiga hari. Adapun materi yang akan diberikan selama bimtek ini antara lain, terkait tugas, fungsi dan kewenangan Satpol PP; pengetahuan dasar mengenai peraturan, penjagaan, pengawalan dan patroli (Turjawali) serta pengetahuan dasar mengenai kesamaptaan, peraturan baris-berbaris dan tata upacara. Materi lain yang dibagikan kepada peserta selama bimtek ini adalah praktek pengetahuan dasar mengenai Turjawali dan praktek pengetahuan dasar mengenai kesamaptaan, peraturan baris-berbaris dan tata upacara, serta dinamika kelompok. (*PKP_ain/ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Tutup Kupang Festival Online, Wali Kota dan Wawali Launching Sejumlah Program Inovasi

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kupang Festival Online yang berlangsung selama 3 hari ditutup dengan launching sejumlah program inovasi oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,MH, bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE,M.Si dan beberapa pimpinan perangkat daerah. Acara penutupan berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (12/11/2021) yang dilaksanakan secara hybrid.

Sebagai bagian dari komitmen untuk melanjutkan perubahan, Pemerintah Kota Kupang menyiapkan sejumlah program inovasi dalam rangka mewujudkan Kota Kupang sebagai Smart City. Antara lain aplikasi hemat BBM Si Hebat, aplikasi sistem informasi penghematan BBM terpadu berupa aplikasi e-voucher yang merupakan salah satu wujud transformasi digital dalam penghematan penggunaan bahan bakar minyak bagi kendaraan dinas Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot juga melaunching aplikasi asuransi bagi para nelayan tangkap dan pada kesempatan yang sama Pemkot Kupang juga melaunching BPJS Ketenagakerjaan untuk RT RW dan LPM. Inovasi bantuan perlindungan ini ditujukan bagi para pekerja informal dalam hal ini para Ketua LPM, Ketua RT dan Ketua RW se-Kota Kupang yang berjumlah 1.822 orang;

Selain itu ada juga launching Kota Kupang menuju Kota Literasi yang didahului dengan bedah buku “Melukis Kata Menulis Asa” di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Di acara penutupan Kupang Online Fest ini juga Wali Kota didampingi Wawali dan Sekda menandatangani nota kesepahaman pembangunan jaringan internet broadband dan penyediaan jasa internet broadband di Kota Kupang dengan PT Mora Telematika Indonesia dan PT Lintas Artha, serta melaunching pemasangan wifi gratis di pasar tradisional oleh Lintas Artha dan di Kantor Sinode GMIT oleh Biznet.

Saat ini, Pemerintah Kota Kupang juga sudah memiliki Command Center dan data center dengan standar internasional yang akan menjadi pusat data bagi perangkat daerah maupun masyarakat. Dengan infrastruktur 200 kilometer Fiber Optic Inner City yang didukung oleh Kupang Intermedia, Pemerintah Kota Kupang menargetkan pelayanan publik yang terintegrasi sesuai dengan Peraturan Walikota No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dengan pilot project sistem kepegawaian yang terintegrasi pada awal tahun 2022.

Menyadari pentingnya kesadaran masyarakat akan kebenaran informasi yang diterima, Pemerintah Kota Kupang menghadirkan KOTA KABAS HOAX, akronim dari Kota Kupang bebas hoax sebagai inovasi proaktif guna melindungi masyarakat terhadap berita-berita palsu melalui kolaborasi dengan berbagai elemen. Menyikapi kondisi pandemi yang masih berlangsung Pemerintah Kota Kupang juga mendorong pemulihan ekonomi pelaku UMKM dengan memberikan pelatihan digital marketing secara daring bagi 1000 UMKM di Kota Kupang.

Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man dalam sambutannya menyampaikan tagline tahun ke 4 kepemimpinan Firmanmu “Ayo Lanjutkan Perubahan” yang menjadi tema Kupang Online Fest ini merupakan gambaran komitmen dan optimisme mereka dalam akselerasi percepatan pembangunan di segala bidang, seperti halnya 3 tagline sebelumnya. Berkat dukungan dan partisipasi semua elemen dan masyarakat dan dengan dukungan kekuatan anggaran dari pusat, keduanya masih terus fokus pada pembangunan infrastruktur dan bantuan sosial.

Menurutnya kegiatan ini didedikasikan kepada seluruh elemen dan masyarakat atas kegigihannya untuk terus berjuang ditengah pandemi dan pasca badai seroja. “Meningkatnya cakupan vaksinasi merupakan salah satu bukti yang berangkat dari kesadaran masyarakat melawan pandemi, sehingga kini aktivitas masyarakat dan perekonomian mulai pulih,” ungkapnya.

Wawali mengakui di sisa kurang lebih 10 bulan masa kepemimpinan dirinya bersama Wali Kota perlu bekerja lebih giat dan keras untuk mengoptimalkan sisa masa kepemimpinan periode ini. Untuk itu, menurutnya dukungan melalui partisipasi dan kemitraan tetap diharapkan.

Atas nama Pemkot Kupang dan seluruh warga Kota Kupang Wawali menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas penyelenggaraan seluruh rangkaian acara Kupang Online Fest Lanjutkan Perubahan ini. Terima kasih juga disampaikannya kepada DPRD Kota Kupang, Forkopimda, Sinode GMIT, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata, semua organisasi, lembaga serta komunitas atas kebermanfaatannya pada seluruh event 3 hari ini, lewat sesi berbagi pengetahuan dan keterampilan.

Selain melaunching program inovasi dan menandatangani MoU dengan pihak ketiga, dalam acara tersebut Wali Kota bersama Wawali dan Sekda juga berkesempatan menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada para peserta dan pemenang Tourism Video Contest Beta Kreatif yang diraih oleh Heru Cahyono Junianto sebagai juara pertama. Lomba ini diikuti oleh cukup banyak peserta dan uniknya salah satu pesertanya adalah seorang anak usia 9 tahun yang masih duduk di Kelas IV SD, atas nama Deveney Alexandra Princess Salean sebagai peserta termuda.

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M.D. Gheta, ST, MM, beserta jajaranya dan segenap pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah yang mengikuti kegiatan baik secara langsung maupun secara virtual. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Memasuki Tahun ke IV Kepemimpinan, Paket Firmanmu Gelar Kupang Online Fest 2021

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dan dr. Hermanus Man memasuki tahun ke-IV, sejak dilantik pada tahun 2017, pasangan yang dikenal dengan tagline Firmanmu tersebut fokus menjadikan Kota Kupang sebagai kota layak huni. Kepemimpinan Jeriko dan Herman Man, gencar melakukan pembenahan di sector infrastruktur termasuk mendorong berbagai program dari pemerintah pusat untuk menata dan merubah wajah Kota Kupang sebagai salah satu Ibu Kota provinsi terbesar di wilayah Indonesia Timur.

Ikon kota pun bisa dijumpai di berbagai titik yang memberikan warna baru bagi kota Kupang, seperti taman-taman dan lampu-lampu hias yang membuat kota Kupang semakin elok dilihat. Masyarakat pun ikut bergembira. Tak hanya keindahan Kota Kupang yang semakin asri, tapi Firmanmu juga terus blusukan membantu masyarakatnya hingga lapisan paling bawah.
Jeriko-Herman memberikan bantuan kepada warga yang betul-betul membutuhkan seperti rumah layak huni melalui program bedah rumah,program inovasi Pendidikan dan layanan publik, program smart city dan lainnya yang benar-benar pro rakyat.

Semangat ini terus bertransformasi, pada tahun kedua tahun 2018, Jeriko-Herman menemukan semangat baru kepemimpinan, dengan mengusung tagline Ayo Berubah, tagline tesebut bersifat mengajak seluruh masyarakat agar bersama pemerintah untuk bergerak bersama pemerintah menata Kota Kupang, memasuki tahun ketiga, kembali mengubah tagline menjadi “Ayo Terus Berubah” dengan tujuannya untuk bisa terus mengubah pembangunan Kota Kupang menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tahun 2021, berkenan dengan empat tahun kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam jumpa pers di Hotel Maya, Kamis (4/5), menyampaikan bahwa spirit baru kepemimpinannya dan Hermanus Man adalah Lanjutkan Perubahan, ia menjelaskan bahwa momentum Hari Pahlawan Nasional 2021 dengan tema besar Pahlawan Inspirasiku mengajak masyarakat Kota Kupang beserta semua stakeholders yang ada untuk bertransfromasi dengan perubahan Jaman dan dampak dari pandemic secara kolaboratif dalam berinovasi.

Baginya tagline Lanjutkan Perubahan, merupakan komitmennya untuk terus mendorong berbagai perubahan di berbagai sektor pembangunan dengan berbagai program inovasi Pro rakyat.

Berkenan dengan momentum empat tahun kepemimpinan tersebut, Pemerintah Kota Kupang bekerja sama dengan NTTnesia Event Creator sebagai Program Director dan Kupang Creative Forum sebagai Network Creative dalam sebuah pegelaran event secara daring akan menyasar sekmen milenial dan pelaku Industri/Ekonomi kreatif dengan menyelenggarakan Kupang Online Fest 2021 yang akan di laksanakan pada tanggal 10-12 November 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina Monika Djata Gheta, ST, MM mengatakan bahwa Kupang Online Fest 2021 adalah sebuah kegiatan Festival Daring pertama dan terbesar di Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan secara marathon dan full konten selama 3 x 24 jam oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang sebaga tools untuk menggerakan dan memperkenalkan potensi masyarakat kota Kupang baik itu ekonomi kreatif,pelaku UKM dan Komunitas milenial dalam mendukung pemulihan ekonomi dan pariwisata.

Kegiatan Kupang Online Festival dapat di akses secara full digital pada www.kupangonlinefest.id serta social media facebook,Youtube,Instagram dam tweter. Adapun berbagai rangkaian dan agenda kegiatannya pada tanggal 10 November 2021 setelah Upacara hari Pahlawan, akan di awali dengan Acara Pembukaan secara Hybrid pada Pukul 10.00 Wita, dimana kami pun mengundang kehadiran secara Virtual Ibu Wamen Parekraf RI beserta Menteri koperasi dan UKM RI beserta Ketua umum ICCN (Indonesia Creative City Network), Ketua DPRD Kota Kupang dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia sebagai keynote speaker dan selanjutnya secara resmi akan di buka oleh Walikota Kupang.

Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan pada acara Kupang Online Festival tersebut adalah Seminar Online Nasional dengan tema “Kota Kupang Menuju Kota Kreatif”, ada kegiatan Workshop Prokes & Sertifikat CHSE, Live di Studio Podcast Pos Kupang/Tribun News akan di laksanakan Virtual Talkshow dengan tema 4 tahun milestone Firmanmu, Tajuk Creative Talk,

Pada tanggal 12 November 2021, pada pukul 10.00 wita, melalui program Literasi Digital Dinas Kominfo akan melaksanakan kegiatan Virtual workshop Digital marketing bagi 1000 orang pelaku industry/ekonoi kreatif, UKM, Mahasiswa, pemuda/milenial Kota kupang secara gratis.
Dan selanjutnya pada Pukul 17.00 wita akan di lakukan Acara Penutupan Oleh Bapak Walikota secara hybrid sekaligus sebagai acara puncak, Walikota Kupang akan melaunching berbagai Program Unggulan dan Inovasi bari pro rakyat yang berkelanjutan sesuai dengan tagline 4 tahun kepemimpinan Firmanmu yaitu Lanjutkan Perubahan.

Selain itu, Dinas pariwisata juga menyelenggarakan lomba Tourism Vidio Contest bagi para konten creator dan film maker Kota Kupang dengan total hadiah 27 Juta, “selanjutnya kembali diingatkan untuk masyarakat kota Kupang dapat mengakses www.kupangonliefest.id untuk mendapatkan detail informasi kegiatan serta dapat melakukan registrasi secara digital untuk mengakses beberbagai konten keggiatan dimaksud,” pungkas Kadis Pariwisata kota Kupang.

Acara akan di tutup dengan KoePunk Music Fest yaitu Konser Music live streaming sebagai ajang aksi dan kolaborasi seni pertunjukan oleh para musisi kreatif modern etnik kupang. (***)