Arsip Tag: Hermanus Man

Wawali Minta Sekolah Perketat Prokes Selama Tatap Muka Terbatas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man meminta sekolah-sekolah yang sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk secara ketat menerapkan protokol kesehatan baik kepada para siswa maupun para guru dan pegawai. Penegasan tersebut disampaikannya saat melakukan pemantauan langsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas di dua sekolah, Selasa (21/9/2021). 2 sekolah yang dikunjungi adalah SMPN 5 Kota Kupang dan SD Katolik St. Maria Assumpta Kota Baru Kupang.

Pemantauan dimulai sejak pintu masuk sekolah. Wawali memastikan adanya petugas khusus untuk mengukur suhu siapa saja yang hendak masuk ke dalam lingkungan sekolah. Selain pengukur suhu, Wawali juga mengecek tempat cuci tangan di tiap-tiap ruangan kelas dan ketersediaan air untuk mencuci tangan. Para siswa dan guru diminta untuk tetap menjaga jarak dan selalu memakai masker selama jam pelajaran.

Dalam dialog dengan para siswa yang dikunjunginya di ruang kelas, Wawali minta agar para siswa membawa bekal sendiri dari rumah dan tidak jajan di luar, karena menurutnya salah petunjuk teknis yang berlaku dalam penerapan pembelajaran tatap muka adalah sekolah tidak memperkenankan kantin dibuka.

Kepada wartawan usai melakukan kunjungan tersebut Wawali menjelaskan dari hasil pemantauannya, sekolah-sekolah yang dikunjungi sudah menerapkan protokol kesehatan saat tatap muka terbatas secara baik. Menurutnya ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik antara orang tua siswa dengan para guru di sekolah sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang efektif. Wawali optimis jika semua syarat dipatuhi secara baik, maka besar kemungkinan pada Oktober 2021 mendatang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bisa berlaku untuk semua kelas, meskipun masih menggunakan metode blended learning, artinya sebagian secara tatap muka sebagian lagi mengikuti pembelajaran secara virtual dari rumah.

Namun Wawali mengingatkan, jika dalam pelaksanaan tatap muka terbatas ditemukan satu saja kasus positif pada peserta didik atau ada sekolah yang kedapatan melanggar ketentuan yang berlaku, maka dipastikan seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka di semua sekolah di Kota Kupang akan dihentikan, siswa kembali belajar dari rumah.

Kepala Sekolah SMPN 5, Ferderik Mira Tade, S.Pd memastikan pihaknya sudah menjalankan semua ketentuan yang berlaku untuk pembelajaran tatap muka. Selain menyiapkan semua kelengkapan protokol kesehatan, sebelum memulai proses belajar mengajar dimulai sehari yang lalu, kepala sekolah bersama para guru terlebih dahulu memberikan arahan dan imbauan terkait ketentuan tatap muka terbatas kepada para siswa. Saat ini ada 13 rombongan belajar yang melaksanakan tatap muka di SMPN 5. 11 untuk kelas regular, 2 kelas SMP Terbuka serta 1 kelas untuk anak-anak imigran yang tidak tercatat dalam Dapodik. Vaksinasi untuk para siswa menurutnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Katolik St. Maria Assumpta, Sr. Petri Canisia, CIJ menjelaskan dalam pertemuan dengan para orang tua siswa sebelumnya yang dibagi dalam dua sesi, pihak sekolah meminta dukungan para orang tua siswa untuk membantu menertibkan anak-anak mereka untuk taati protokol kesehatan. Dia optimis jika sekolah mereka lolos tahap pertama ini, dalam tahap kedua makin banyak kelas yang diizinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sebelumnya Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, saat mendampingi Wali Kota Kupang dalam pemantauan sehari sebelumnya menjelaskan selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. “Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021.

Ditambahkannya jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs. Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs. Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita. Ditegaskannya bahwa peran satgas covid-19 Tingkat sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal yaitu antara lain; memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup, mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru, memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SD/ MI sebanyak 108 satuan pendidikan/sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 28 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Rayakan HUT Ke-76, PMI Kota Kupang Gandeng Pegadaian Syariah Vaksin 1.000 Warga Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka merayakan HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke-76, PMI Kota Kupang berkolaborasi dengan PT Pegadaian menggelar vaksinasi massal. Vaksinasi belangsung selama dua hari sejak Kamis (16/9/2021) hingga Jumat (17/9/2021) bertempat di halaman kantor cabang Pegadaian Syariah, Kelurahan Oebobo.

Ketua PMI Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya pada puncak perayaan HUT PMI ke-76 yang berlangsung di lokasi vaksinasi, Jumat (17/9/2021) menyampaikan terima kasih kepada PT Pegadaian sebagai bagian dari Kota Kupang, yang telah berkontribusi mendukung upaya percepatan vaksinasi. Diakuinya PMI sebagai organisasi kemanusiaan selama ini mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam menjalankan misinya. Salah satu mitra yang selalu setia mendukung PMI adalah PT Pegadaian. “Sebagaimana slogannya, mengatasi masalah tanpa masalah, PT Pegadaian telah membantu PMI dan Pemkot Kupang dalam mengatasi masalah covid 19 lewat vaksinasi massal ini,” imbuhnya.

Tentang PMI, dr. Herman yang juga adalah Wakil Wali Kota Kupang menuturkan satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 terbentuklah Palang Merah Indonesia (PMI) pada 17 September 1945. Pemerintah Indonesia mendirikan PMI dengan tiga tugas pokok antara lain untuk menangani masalah kesehatan, mengurus donor darah dan untuk mengurus bencana.

Ditambahkannya kasus covid 19 ini termasuk bencana. Bencana itu bisa dicegah salah satunya dengan vaksinasi. Saat ini vaksinasi di Kota Kupang mencapai 65% dan diperkirakan akhir September ini sudah mencapai 70% atau bahkan lebih. Dengan pencapaian itu diharapkan warga Kota Kupang mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga warga bisa lebih leluasa beraktivitas.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Kupang, Imam Subekti saat membuka vaksinasi massal sehari sebelumnya menyampaikan terima kasih kepada PMI Kota Kupang yang sudah mendukung vaksinasi massal yang diinisiasi oleh PT. Pegadaian. Dijelaskannya sebagai BUMN, agen peningkatan perekonomian masyarakat, PT Pegadaian selain menjadi pelaku bisnis yang mencari laba juga memilik tugas sebagai agen pemberdayaan masyarakat melalui CSR, bina lingkungan dan dana kebajikan umat. Dana kebajikan umat merupakan sumbangan dari nasabah yang tekumpul diberdayakan dan dikembalikan kepada masyarakat, salah satunya melalui vaksinasi. Dia berharap vaksinasi massal yang mereka gelar bisa membantu Pemkot Kupang dalam mengatasi pandemi covid 19.

Vaksinasi yang digelar PT Pegadaian bekerja sama dengan PMI Kota Kupang itu menargetkan 1000 orang penerima. Vaksin sinovac diperuntukkan bagi warga usia 12-17 tahun, sementara vaksin astrazeneca diperuntukkan bagi warga usia 18 tahun ke atas.

Turut hadir mengikuti acara tersebut, Pemimpin Wilayah VII PT Pegadaian Kanwil Denpasar, Nuril Islamiah. Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Kupang, Imam Subekti, Pemimpin Cabang Pegadaian Syariah Kupang, Perwakilan BPBD Kota Kupang, Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kupang, serta Kepala dan Staf Puskesmas Alak. Sehari sebelumnya vaksinasi diberikan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Naioni. (*PKP_ainun/ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Pantau Vaksinasi Kerja Sama GBIS Miracle dan PMI Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man memantau vaksinasi yang digelar di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Miracle Kupang, Kelurahan Kelapa Lima, Rabu (08/9/2021). Vaksinasi tersebut terlaksana berkat kerja sama antara Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang dan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Miracle Kupang.

Turut mendampingi Wawali dalam pemantauan tersebut Wakil Ketua PMI Kota Kupang, Alfred Lakabela, S.Pd, M.Pd, Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa, S.Sos,MM, Lurah Kelapa Lima, Yustinus Kahan, S.IP, M.Si, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kelapa Lima serta tokoh masyarakat setempat.

Wawali di sela kunjungannya mengapresiasi antusiasme warga kelurahan Kelapa Lima yang dengan sukarela datang untuk divaksin. Ucapan terima kasih disampaikannya kepada GBIS Miracle Kota Kupang dan PMI Kota Kupang yang sudah menginisiasi kegiatan vaksinasi ini. Menurutnya ini merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti bagi Pemerintah Kota Kupang yang saat ini tengah memperjuangkan percepatan vaksinasi bagi seluruh warga.

Pada kesempatan yang berbeda, sehari sebelumnya usai menghadiri video conference bersama Presiden RI terkait vaksinasi merdeka yang digelar Polri di Masjid Nurul Sa’adah Kota Kupang, Wawali menyampaikan saat ini pencapaian vaksinasi di Kota Kupang untuk dosis pertama sudah mencapai sekitar 61-62 persen. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua pencapaiannya sekitar 30-an persen. Menurutnya untuk bulan September, Pemkot Kupang dengan dukungan TNI dan Polri berupaya mengejar percepatan vaksinasi untuk dosis pertama. Pada bulan Oktober mendatang jika dosis pertama sudah mencapai 70-an persen, baru dikejar untuk vaksinasi dosis kedua untuk mengurangi gap yang cukup jauh.

Wawali menambahkan pelaksanaan vaksinasi untuk dosis kedua sudah lebih mudah karena beberapa faktor, di antaranya adalah nama dan alamat orangnya sudah diketahui, didukung dengan mobilisasi oleh TNI-Polri serta kesadaran warga Kota Kupang yang sudah semakin tinggi.

Pdt. Stefanus Hok Drawan Untono,S.Th, Gembala Sidang Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Miracle Kupang mengakui kegiatan ini merupakan inisiatif pihaknya bersama PMI Kota Kupang. Menurutnya GBIS se-Indonesia selalu mendukung program pemerintah khususnya untuk penanganan covid 19. Pdt. Stefanus bersyukur karena Pemkot Kupang sudah antusias bekerja sama dengan gereja mereka menggelar kegiatan ini.

Lurah Kelapa Lima, Yustinus Kahan, S.IP, M.Si, menjelaskan vaksinasi yang digelar hari ini ditargetkan bagi 350 warga. Diakuinya antusiasme warga Kelapa Lima untuk divaksin sangat tinggi, dilihat dari jumlah yang mendaftar sudah mendekati target yang ditentukan. Selain bagi warga Kelurahan Kelapa Lima vaksinasi ini juga terbuka untuk masyarakat luar wilayah Kelapa Lima yang mau divaksin sesuai persediaan. Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa, S.Sos,MM menambahkan pada hari yang sama juga digelar vaksinasi di dua tempat lainnya dalam wilayah Kecamatan Kelapa Lima, yakni di Kelurahan Oesapa dan Kelurahan Lasiana. Dia berharap dengan semakin banyak digelarnya vaksinasi massal seperti ini pencapaian vaksinasi di Kota Kupang bisa terus meningkat. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

4 Tahun Firmanmu : Perubahan Itu Nyata

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Minggu, 22 Agustus 2021, tepat 4 tahun pasangan Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH dan dr. Hermanus Man (Firmanmu) memimpin Kota Kupang. Sesuai dengan semangat “Ayo Berubah” yang terus digelorakan sejak pertama kali memimpin Kota Kupang, kini perubahan itu telah nyata.

Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang ini mempunyai visi “Terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN.” Misinya adalah mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Profesional dan Berdaya Saing (Kupang Sehat-Cerdas), mengembangkan perekonomian Kota Kupang yang berdaya saing dengan meningkatkan peran swasta (Kupang Makmur), meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengembangkan budaya kota yang tertib, aman, kreatif dan berprestasi dalam menunjang kota jasa (Kupang Bagaya-Berprestasi), mempersiapkan Kota Kupang menuju Metropolitan yang berwawasan lingkungan (Kupang Hijau), meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bebas KKN dan transparansi pengelolaan keuangan (Kupang Jujur) serta membangun Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan dan kerukunan (Kupang Rukun dan Aman).

Dalam menjalankan program-program mewujudkan visi misi, Pemerintah Kota Kupang terus bekerja keras dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah pusat. Melalui kerja sama yang baik, setiap tahun, pembangunan fisik di Kota Kupang terus dilakukan untuk dinikmati masyarakat Kota Kupang.

Berdasarkan data dari APBD Kota Kupang dan LPSE Kota Kupang, untuk tahun anggaran 2018 hingga 2021 (Agustus), pembangunan fisik berupa fasilitas publik di Kota Kupang mencapai Rp450 miliar lebih. Artinya setiap tahun anggaran Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan rata-rata Rp112.000.000.000 untuk pembangunan fisik atau 10 persen APBD Kota Kupang. APBD Kota Kupang sebesar Rp 1 triliun sampai Rp 1,2 triliun per tahun.

Berdasarkan data APBD dan LPSE Kota Kupang, alokasi anggaran terbesar adalah untuk pembangunan jalan, trotoar dan kanstin yaitu sebanyak 98 pekerjaan. Totalnya mencapai Rp196.511.000.000 atau rata-rata per tahun sebesar Rp49 miliar. Untuk pembangunan gedung kantor, sekolah, Puskesmas, rumah sakit dan gedung publik lainnya total anggarannya sebesar Rp147 miliar. Sedangkan untuk lampu jalan, lampu hias dan ornamen mencapai Rp20-an miliar. Khusus untuk air bersih, selain dari APBD, Kota Kupang mendapat bantuan dari Kementerian PUPR yakni pembangunan SPAM Kali Dendeng yang sementara dikerjakan. Anggarannya mencapai Rp 369 miliar. Proyek ini dikerjakan dalam dua tahap.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore akhir pekan kemarin menjelaskan sejak memimpin Kota Kupang pada tahun 2017 lalu, ia ingin mengubah wajah kota ini menjadi lebih baik. Oleh karena itu, ia fokus memperbaiki dan membangun berbagai infrastruktur, mulai dari jalan raya, drainase, trotoar, marka jalan, dan lampu jalan. “Anggaran memang banyak sekali kita drop ke infrastruktur untuk membenahi wajah kota ini. Kita ingin semua ruas jalan di kota ini diaspal dengan baik, semua ruas jalan juga harus terang benderang di malam hari,” kata Wali Kota.

Mantan anggota Komisi X DPR RI ini menjelaskan dirinya sadar betul anggaran Kota Kupang tidak cukup. Oleh karena itu, harus meminta bantuan pemerintah pusat maupun provinsi. “Hasilnya kita bisa dapat ratusan miliar masuk ke Kota Kupang untuk membangun infrastruktur kita. Ada yang untuk jalan, trotoar, drainase, seperti di Jalan Timor Raya, Jalan Piet Tallo, jalan lingkar luar dan menuju bandara,” kata Wali Kota.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang juga terus menggenjot pembangunan irigasi dan air bersih. Oleh karena itu, Pemkot membangun beberapa sumur bor dan reservoir di beberapa tempat. Dan saat ini sedang dibangun SPAM Kali Dendeng oleh Kementerian PUPR. “Untuk air bersih ini kita bersyukur karena dibantu pusat. Anggarannya hampir 200 miliar untuk program ini dan kita harapkan masyarakat mendukung supaya pekerjaannya lancar,” jelas Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga memberi perhatian kepada masyarakat kurang mampu melalui program bedah rumah. Program ini baru 2 tahun dilaksanakan, yakni pada 2020 dan 2021. Pada tahun 2020 terdapat 40 unit rumah dibangun. Sedangkan 64 unit dibangun tahun ini. Dengan demikian, totalnya sebanyak 104 unit. “Masih banyak saudara-saudara kita yang rumahnya tidak layak, sehingga program ini akan kami lanjutkan terus, sehingga kami minta dukungan masyarakat dan juga teman-teman dewan,” ungkapnya.

Selain pembangunan fisik, kata Jeriko, Pemerintah Kota Kupang juga membantu masyarakat dengan beberapa program sosial ekonomi seperti bantuan seragam dan buku-buku untuk siswa SD dan SMP, kacamata untuk para lansia, perlengkapan liturgis untuk rumah ibadah, beasiswa, raskin plus, bantuan fasilitas untuk UMKM seperti gerobak, tenda dan cool box hingga kapal ikan dan perlengkapan penangkapan ikan. Selain itu ada juga bantuan perlengkapan untuk usaha meubel dan bantuan pelatihan untuk usaha kecil lainnya.

Wali Kota Jeriko juga menegaskan tersisa satu tahun kepemimpinannya bersama dr. Hermanus Man akan dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, masih banyak usulan masyarakat yang harus diperjuangkan. Oleh karena itu, berbagai usulan masyarakat akan dirumuskan dalam program kerja pada tahun anggaran 2022 nanti. Progam-program ini akan dimasukkan dalam RAPBD dan akan dibahas bersama DPRD Kota Kupang. “Kita butuh anggaran yang cukup banyak untuk perbaikan jalan, drainase dan trotoar, rehab gedung sekolah, Puskesmas, untuk penghijauan, penambahan lampu jalan dan termasuk bedah rumah. Masih ada ratusan rumah yang menunggu untuk kita bedah,” kata Wali Kota.

Lebih lanjut, menurutnya, saat ini pemerintah dalam kondisi sulit karena hantaman badai covid-19. Oleh karena itu, banyak anggaran yang tersedot untuk penanganan pandemi, baik untuk membangun fasilitas medis, obat-obatan maupun untuk bantuan sosial. “Anggaran kita terpaksa dipotong banyak untuk covid-19, tapi dengan anggaran yang sedikit ini, kita berupaya untuk memaksimalkannya untuk kebutuhan masyarakat kita,” tandas Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga meminta masyarakat tetap optimis karena pemerintah terus bekerja sungguh-sungguh untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Masyarakat diminta tetap taat protokol kesehatan, dengan demikian ikut membantu pemerintah mengatasi pandemi. Jika pandemi ini selesai, maka ekonomi akan pulih kembali dan anggaran bisa dipakai untuk membangun fasilitas publik yang ada. “Mari kita juga berdoa agar pandemi ini cepat berakhir sehingga pembangunan bisa normal kembali. Saya mengimbau masyarakat Kota Kupang tetap taat protokol kesehatan, melaksanakan instruksi pemerintah sehingga pandemi ini bisa selesai,” pungkas Wali Kota. (***)

Wawali Terima Tim Penilaian Kinerja BPK

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menerima kunjungan tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTT dalam rangka pemeriksaan pendahuluan kinerja atas upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemudahan berusaha melalui pelayanan perizinan dan penanaman modal Tahun Anggaran 2020-2021 pada Pemerintah Kota Kupang dan instansi terkait lainnya di Kota Kupang. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wawali, Senin (23/8/2021). Turut mendampingi Wawali dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang, Frengky Amalo, S.Sos, MM.

Kepala Sub Auditorat BPK Perwakilan NTT, Beben Adna Bokim yang memimpin tim pemeriksa dalam audiens tersebut menjelaskan, penilaian kinerja ini berlaku di seluruh provinsi di Indonesia. Masing-masing provinsi diambil satu kabupaten/kota. Untuk Provinsi NTT, menurutnya sesuai petunjuk dari pusat, Kota Kupang terpilih sebagai kota yang akan dinilai kinerjanya, karena Kota Kupang selain sebagai satu-satunya kota di NTT, juga dianggap menggambarkan kondisi investasi perizinan di NTT. Selain itu menurutnya pada masa sebelum pandemi covid 19 transaksi ekonomi di Kota Kupang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain di NTT. Karena itu tim pemeriksa meminta dukungan dari Pemkot Kupang beserta dinas terkait lainnya yang berhubungan dengan perizinan, seperti Dinas PUPR, Nakertrans, Dinas Koperasi, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Bappeda dan Bagian Hukum untuk membantu tim penilai selama beberapa waktu ke depan. Dalam proses pemeriksaan tim dari BPK akan menyesuaikan dengan ketentuan kerja yang berlaku di Lingkup Kota Kupang yang masih berlakukan Work From Home (WFH), apakah bisa dilakukan secara tatap muka, bisa juga secara daring melalui video conference.

Atas nama Pemkot Kupang, Wawali menyambut baik rencana penilaian kinerja oleh BPK tersebut. Menurutnya penilaian kinerja ini merupakan upaya mendorong target pemerintah dalam memperbaiki iklim pelaksanaan berusaha di daerah dan kualitas pelayanan publik di Kota Kupang. Pada kesempatan yang sama kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang, Wawali minta untuk berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, sehingga bisa membantu menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh tim penilai. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali dan Kapolresta Pantau Kepatuhan PPKM Level IV di Pasar Kasih Naikoten

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Kapolres Kupang Kota, AKPB Satrya Perdana P. Tarung Binti, S.IK, melakukan pemantauan penerapan PPKM Level IV di Pasar Kasih Naikoten, Kamis (19/8/2021).

Turut serta dalam pemantauan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Djidja Kadiwanu, S.E., Kasat Pol PP Kota Kupang, Achrudin R. Abubakar, S.Sos., M.Si., Lurah Naikoten 1 Budi Imanuel Izaac, S.H., Direktur Keuangan PD Pasar, Kretisana Jagi, S.E., M.Si. dan Direktur Pemasaran, Maxi Nomleni, S.H., MH.

Pemantauan di area Pasar Kasih Naikoten dimulai pada pukul 06.00 wita, saat mobilitas dan interaksi pasar mulai tinggi, untuk melihat secara langsung interaksi warga dalam situasi PPKM level IV terutama pada penegakan protokol kesehatan.

Kepada para pedagang dan pengunjung yang ditemukan masih belum taat pada protokol kesehatan terutama penggunaan masker, Wawali mengimbau dengan memakaikan masker agar taat pada protokol kesehatan. Menurutnya ketidaktaatan pada protokol kesehatan memberi peluang besar bagi penyebaran covid 19.

Terkait banyaknya temuan pedagang dan pengunjung di Pasar Kasih Naikoten yang tidak taat akan penerapan protokol kesehatan, Wawali mengimbau kepada pengelola pasar agar peningkatan penjagaan di pintu masuk dan pintu keluar pasar di harapkan benar-benar diperketat, sehingga semua masyarakat yang berinteraksi dalam pasar dipastikan mematuhi prokes.

Dihadapan manajemen PD Pasar, Dinas Perundustrian dan Perdagangan Kota Kupang beserta jajaran TNI-Polri, Wawali minta untuk menindak tegas semua warga yang melakukan interaksi tanpa mengindahkan prokes. “Pasar Kasih merupakan pasar induk terbesar yang ada dalam pusat Kota Kupang, dengan mobilitas dan interaksi perdagangan yang tinggi, karena melibatkan begitu banyak warga dari luar wilayah Kota Kupang. Karena itu harus diberikan perhatian serius, karena mobilitas dan interaksi perdagangan dalam areal pasar yang tinggi tersebut menimbulkan kerumunan orang setiap harinya,” imbaunya. Wawali juga mengimbau agar menggunakan sistem transaksi non tunai di pasar sehingga mengurangi kontak fisik dan meminimalisir penyebaran penyakit, terutama dimasa pandemi ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa penanganan, kolaborasi dan kordinasi telah dilakukan sejak hari pertama penerapan PPKM Level 4 di Kota Kupang pada tanggal 26 Juli 2021 lalu, antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang bersama pihak Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja dan PD Pasar serta LPM Kelurahan. Temuan hari ini terkait banyaknya warga yang tidak taat akan prokes, menurutnya tidak membuat semua pihak terkait berhenti berupaya. Namun metode penanganan akan terus ditingkatkan, termasuk pada edukasi dan sosialisasi, serta pemberian sanksi. Berbagai cara akan mereka lakukan agar penerapan prokes dalam kawasan pasar dijalankan dengan benar dan sungguh oleh semua warga yang melakukan interaksi dalam areal pasar.

Direktur Pemasaran PD Pasar Kota Kupang menambahkan, sebagai pengelola pasar siap mendukung upaya Pemerintah untuk membangun kolaborasi dengan berbagai elemen, meningkatkan daya dan upaya untuk penegakan protokol kesehatan yang ketat demi penanganan covid 19 di Kota kupang. (*PKP_Rdp/Frd)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Kelurahan Oesapa Barat Dipilih Jadi Pilot Project Program DP3 KPU

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang ditetapkan menjadi salah satu dari dua desa/kelurahan pelaksanaan pilot project program Desa/Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Desa lain di NTT yang ditetapkan KPU adalah Desa Manusak di Kabupaten Kupang. Informasi tersebut disampaikan oleh Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yosafat Koli dalam audiens bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man di ruang rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (19/8/2021).

Menurut Yosafat Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan merupakan salah satu bentuk pendidikan pemilih yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang kepemiluan. Sikap peduli pemilu dan pemilihan diharapkan menumbuhkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang pemilu dan pemilihan dalam rangka memperkuat basis penerimaan, dukungan, partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme Pemilu sebagai instrumen utama sistem politik demokrasi. Sesuai jadwal KPU akan menyelenggarakan pemilihan legislatif pada bulan Februari 2024 dan pilkada serentak pada bulan November 2024.

Ditambahkannya kepedulian masyarakat sebagai warga negara dalam konteks Pemilu dan Pemilihan akan menggiring mereka untuk aktif. Keaktifan tersebut tidak hanya sekedar berpartisipasi pada saat pemungutan suara, tetapi juga aktif pada seluruh tahapan Pemilu dan Pemilihan di berbagai level. Yosafat mengakui pada pemilu tahun 2019 lalu, KPU banyak menghabiskan energi untuk menyelesaikan urusan yang sebenarnya tidak perlu, akibat informasi keliru atau hoaks yang beredar di tengah masyarakat. Karena itu KPU menilai warga perlu diedukasi sejak jauh hari sebelum pelaksanaan pemilu.

Dalam program DP3, KPUD akan merekrut 25 orang kader yang tidak pernah terlibat dalam partai politik. Tugas mereka nantinya akan memberi informasi kepada masyarakat di lingkungannya tentang bagaimana pemilu dan tahapannya serta apa yang menjadi partisipasi masyarakat. Kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan pada akhir Agustus mendatang dan berakhir sebelum bulan November 2021.

Ketua KPUD Kota Kupang, Deky Ballo pada kesempatan yang sama menambahkan, Kelurahan Oesapa Barat dipilih menjadi pilot project program DP3 karena memenuhi sejumlah kriteria. Salah satunya adalah tingkat partisipasi pemilih saat pemilu 2019 lalu paling rendah di Kota Kupang yakni 66 persen, masih di bawah standar tingkat partisipasi yang ditetapkan KPU yakni 77 persen. Selain Kelurahan Oesapa Barat menurutnya kelurahan lainnya di wilayah Kecamatan Kelapa Lima juga memiliki tingkat partisipasi pemilih yang masih rendah dari standar pada Pemilu 2019 lalu.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menyambut baik rencana KPU untuk melaksanakan program DP3 di Kelurahan Oesapa Barat. Menurutnya karena ini terkait agenda politik maka Pemkot Kupang perlu mendapatkan term of reference (ToR) terkait kegiatan tersebut. Wawali juga minta KPU perlu menjabarkan terkait peran pemerintah daerah dalam mendukung program ini. KPUD Kota Kupang disarankan untuk memasukan agenda program ini ke dalam grand design program kerja mereka hingga tahun 2024, agar bisa mendapat dukungan dana dari APBD dan program kerja ini bisa terus berlanjut.

Turut hadir dalam audiens tersebut para komisioner KPUD Provinsi NTT dan KPUD Kota Kupang beserta pejabat dari Sekretariat KPUD Provinsi NTT dan Sekretariat KPUD Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang 

Wawali Tegaskan Tidak Ada Izin Untuk Selenggarakan Pesta Selama PPKM Level IV

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menegaskan tidak ada izin untuk menyelenggarakan pesta dan acara yang berpotensi timbulkan kerumunan selama PPKM Level IV. Penegasan tersebut disampaikannya dalam rapat evaluasi PPKM Level IV tingkat Kota Kupang, yang berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (19/8/2021).

Evaluasi ini sebagai tindak lanjut atas Evaluasi PPKM Level IV untuk Wilayah Papua, Maluku dan NTT bersama Menko Perekonomian dan sejumlah menteri terkait, sehari sebelumnya. Turut hadir dalam evaluasi tersebut, Kapolres Kupang Kota, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Kalak BPBD, Kadis Perindag Kota Kupang, Kasat Pol PP Kota Kupang, para Kapolsek, Danramil, Camat beserta Kasie Trantib masing-masing.

Dalam arahannya Wawali mengakui penerapan 5M di Kota Kupang masih belum optimal. Mobilisasi warga masih sangat tinggi dan menjadi sorotan pusat dalam evaluasi kemarin. Kerumunan warga, pesta dan acara semacamnya masih terus terjadi. Hampir setiap hari tim patroli gabungan Pemda dan TNI-Polri menemukan masih ada warga yang selenggarakan pesta dan harus ditertibkan bahkan dibubarkan. “Ada laporan warga berani buat pesta karena mengaku sudah dapat izin. Karena itu saya tegaskan tidak ada izin untuk selenggarakan pesta atau acara apa pun selama PPKM Level IV,” tegasnya.

Selain pesta, Wawali mengemukakan ada beberapa pelanggaran yang masih dilakukan warga terkait protokol kesehatan, diantaranya soal pemakaian masker yang belum semua warga taati, jumlah pengunjung di mall dan pasar modern yang melampaui batas ketentuan serta belum semua pedagang kuliner yang menjalankan ketentuan take away.

Belum disiplinnya warga menurutnya mengakibatkan kasus positif covid 19 di Kota Kupang belum menurun secara signifikan, masih di seputar angka ratusan. Secara epidemologi penularan covid 19 di Kota Kupang masih tinggi, dibuktikan dari angka tes yang masih tinggi. Namun diakuinya tingkat kesembuhan pasien positif covid 19 mengalami kenaikan yang menunjukkan upaya penanganan sudah lebih baik ditunjang oleh ketersediaan obat dan oksigen.

Kepada para camat, Wawali mengimbau untuk berkoordinasi dengan lurah-lurah di wilayahnya untuk mengaktifkan posko covid 19 baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Para camat diminta untuk menjalin komunikasi dengan Kapolsek dan Danramil di wilayahnya untuk bersama melakukan pengawasan di wilayahnya. Jika tidak mampu ditangani di tingkat kelurahan dan kecamatan bisa minta bantuan gugus tugas tingkat Kota Kupang untuk patroli bersama. Dalam patroli nanti akan disertakan juga petugas untuk melakukan testing pada oknum yang menimbulkan kerumunan.

Mengenai Posko Gugus Tugas, Wawali minta agar dilakukan pembenahan khususnya personel dengan melibatkan petugas dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas Kominfo Kota Kupang untuk pelaporan dan penyajian data, agar nantinya informasi pendataan kasus, kematian, kesembuhan, BOR, tracing, testing, bansos dan vaksinasi per wilayah keluar dari satu pintu.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya P. T. Binti, S.IK pada kesempatan yang sama minta agar gugus tugas di tingkat kelurahan dan kecamatan ditingkatkan efektivitasnya. Petugas dari Kepolisian dan TNI siap memberikan dukungan. Kepada tim patroli, Kapolresta mengimbau untuk tidak segan dan takut dalam menegakkan aturan menertibkan warga yang belum taat prokes. Kapolresta juga memberi apresiasi kepada jajaran Dinas Perhubungan bersama petugas dari TNI dan Polri yang selama ini sudah bergerak menegakkan PPKM level IV dan penyekatan di pintu-pintu gerbang masuk Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Hadiri Pelantikan DPW Partai Berkarya Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menghadiri acara pelantikan Badan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Beringin Karya (Berkarya) Provinsi NTT periode 2020-2025. Pelantikan oleh Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Mayjen (Purn) TNI Muchdi Purwopranjono berlangsung di Aula Hotel Ima Kupang, Sabtu (14/8/2021).

Acara pelantikan yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat tersebut dihadiri pula oleh perwakilan dari Kajati NTT, perwakilan dari Kabinda NTT, Ketua KPUD Kota Kupang dan segenap pengurus Partai Berkarya baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam sambutannya mewakili pemerintah daerah setempat, Wawali menyampaikan sebagai partai yang sudah diakui eksistensinya di NTT, para pengurus Partai Berkarya yang baru dilantik perlu memperhatikan beberapa hal dalam kiprahnya. Yang pertama tentunya komunikasi politik yang baik, dengan pengurus di tingkat DPD kabupaten/kota maupun pengurus di tingkat pusat. Parpol juga menurutnya perlu melakukan sosialisasi politik hingga akar rumput dan melakukan rekrutmen kader sejak jauh hari.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Badan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Beringin Karya (Berkarya) Provinsi NTT periode 2020-2025, Sabtu (14/8/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali menambahkan partai politik juga perlu berperan sebagai katalisator pemersatu para kader yang tentunya berasal dari beragam latar belakang. Parpol juga perlu menjalankan fungsi kontrol politik, dengan menyuarakan kebenaran dan aktif dalam partisipasi politik. Pemerintah Kota Kupang menurutnya siap menjalin kerja sama dengan Partai Berkarya dalam upaya membangun Kota Kupang menjadi lebih baik.

Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Mayjen (Purn) TNI Muchdi Purwopranjono menyampaikan rasa syukur karena bisa menggelar acara pelantikan secara sederhana di tengah pandemi covid 19. Menurutnya yang terpenting dari peristiwa ini adalah bagaimana tekad dan kemauan para pengurus partai yang baru dilantik dalam mencapai cita-cita perjuangan bangsa dan negara.

Ditambahkannya, tugas pengurus yang baru dilantik adalah menyukseskan pemilu tahun 2024 mendatang sehingga bisa memperoleh hasil yang lebih baik dari pemilu sebelumnya. Target ini menurutnya bisa tercapai jika terjalin kerja sama yang baik antara para kader.

Ketua DPW Partai Berkarya Periode 2020-2025, Drs. Jan Chr. Benyamin, M.Si mengakui pelantikan yang sempat tertunda akibat pandemi covid 19 ini merupakan momentum penting bagi para pengurus untuk mulai berkarya. Bersama rekan-rekan pengurus yang lain mereka sudah merancang sejumlah agenda penting yang akan segera dilaksanakan setelah pelantikan. Di antaranya adalah menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang serta memperkuat komunikasi dengan para pengurus di tingkat DPD dan DPP. Mereka juga akan melakukan rekrutmen caleg sejak sekarang. Jan bersama rekan pengurusnya pada periode ini menargetkan dalam pemilu 2024 mendatang akan meraih minimal 1 kursi di DPR RI, 2 kursi di DPRD Provinsi NTT dan 1 kursi di masing-masing DPRD kabupaten/kota.

Usai para pengurus DPW dilantik, dilanjutkan dengan pelantikan para pengurus DPD Partai Berkarya tingkat kabupaten/kota oleh Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi NTT yang baru dilantik. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Tegaskan Fokus Vaksinasi Pada Kelurahan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang pada Senin (09/8/2021) dan Selasa (10/8/2021) kembali mengunjungi Puskesmas di Kota Kupang untuk memantau dan evaluasi pelaksanaan vaksin Covid 19. Hadir mendampingi Wawali Kasdim 1604/Kupang, Letkol Inf Sugeng Prihatin Sos., M.Sc., M.Tr., Kompol Iwan Iswahyudi, S.Pd., Para Kapolsek, Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas setempat.

Dalam kunjungannya kali ini Wawali bersama Forkopimda menekankan kepada setiap Puskesmas yang dikunjungi untuk dapat menekan angka capaian vaksinasi. Kelurahan dengan jumlah penerima vaksin masih rendah agar diberi prioritas. Pelaksanaan dapat dilakukan dengan sistem jemput bola di kelurahan dan juga pada faskes puskesmas setempat.

“Saya berharap puskesmas memiliki data kelurahan mana saja yang masuk wilayah kerjanya dengan jumlah penerima vaksin yang masih rendah agar terus di gempur, sehingga kumulatif penerima vaksin di wilayah tersebut mengalami peningkatan. Lurah hingga RT RW dapat membantu puskesmas dalam mendata warganya untuk diteruskan ke puskesmas,” tutur Wawali.

Wawali menegaskan pada saat pendataan agar dilakukan secara riil, baik itu data penerima vaksin dosis pertama dan kedua, jenis vaksin yang di berikan hingga jumlah dosis vaksin yang dibutuhkan, baik itu jenis Sinovac maupun Astra Zeneca.

Puskesmas diharapkan dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Layanan Vaksin di luar Puskesmas untuk memperoleh data jumlah warga pada kelurahan dalam wilayah kerjanya yang telah menerima vaksin di luar faskes puskesmas tersebut. Hal ini bertujuan untuk menghitung berapa persen jumlah penerima vaksin di tiap kelurahan dari target 80% yang diharapkan

Kunjungan di lakukan pada 5 Puskesmas di Kota Kupang antara lain; Puskesmas Oesapa, Puskesmas Pasir Panjang, Puskesmas Kota Kupang, Puskesmas Manutapen dan Puskesmas Alak. Pada Puskesmas Oesapa saat dikunjungi sedang melakukan vaksin dosis 2 jenis Sinovac dan Astra Zeneca. Puskesmas Oesapa telah melayani vaksinasi bagi 11.362 orang pada 5 kelurahan maupun di luar wilayah kerjanya. Wawali juga berkesempatan menerima vaksin dosis 2 jenis Sinovac pada saat kunjungannya ke Puskesmas Oesapa. Senin (9/10/2021) merupakan jadwal bagi Wawali untuk menerima vaksin dosis 2 bersama keluarga.

Selanjutnya pada Puskesmas Pasir Panjang, data terakhir yang diperoleh pelaksanaan vaksinasi telah dilakukan pada 6.384 orang penerima dosis 1 dan 3.762 orang penerima dosis 2. Pada saat kunjungan pelaksanaan vaksinasi dosis 2 sedang berlangsung hingga selesai untuk kemudian dilanjutkan kembali dengan pelayanan vaksinasi dosis 1. Kunjungan pada hari Senin tersebut berakhir di Puskesmas Kota Kupang. Data yang diperoleh jumlah sasaran vaksinasi 8.014 orang dengan total penerima vaksinasi 7.673 baik penerima vaksin dosis 1 maupun dosis 2.

Hari Selasa (10/8/2021) Wawali kembali mengunjungi Puskesmas Manutapen dan Puskesmas Alak. Data yang diperoleh Puskesmas Manutapen telah melakukan vaksinasi pada 5.365 orang pada 3 kelurahan wilayah kerjanya dan penerima vaksin dari luar wilayah dengan rincian, 192 orang dari kelurahan Mantasi, 527 orang dari kelurahan Fatufeto, 1777 orang dari kelurahan Manutapen dan 2869 orang dari luar wilayah kerja Puskesmas Manutapen. Selanjutnya rombongan menuju Puskesmas Alak dan dilaporkan telah melakukan vaksinasi Dosis 1 pada 6.384 orang dan Dosis 2 pada 3.762 orang yang termasuk di dalam maupun di luar wilayah kerjanya. (*PKP_chr/ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang