Arsip Tag: Harry Alexander Riwu Kaho

Wali Kota Launching Galeri ATM Kontainer Bank NTT KCU Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang melaunching Galeri ATM Kontainer di Bank NTT Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang, Jl. Cak Doko, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (15/9/2021).

Galeri ATM yang dibangun dari kontainer bekas itu didesain secara unik, terletak persis di sisi barat Bank NTT KCU Kupang. Desain bagian dalam dan luarnya dicat menarik, serta dilengkapi pendingin ruangan. Lantainya dipasangi keramik, dibuatkan pintu dan jendela kaca transparan. Disisi atas kontainer, didesain menjadi sebuah tempat nongkrong bagi kaum muda dan bisa menjadi spot foto menarik. Ada lampu hias dan pagar pembatas agar siapapun aman dari kecelakaan. Akses ke atas menggunakan sebuah tangga di sisi timur kontainer. Ada tiga unit mesin ATM di dalamnya untuk melayani sejumlah nasabah yang mendatangi central ATM itu.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga menandai secara resmi diberlakukannya Smart Branch Bank NTT di KCU Kupang. Sebelumnya program ini sudah dilaunching oleh Gubernur NTT bertepatan dengan HUT Bank NTT ke-59 pada 17 Juli 2021 lalu dan mulai digunakan di Bank NTT Kantor Cabang Khusus. Smart Branch Bank adalah aktivitas pelayanan nasabah bertransakasi dengan menggunakan mesin SBS yang dapat diinisiasi, dilakukan sendiri oleh nasabah melalui interface nasabah di dalam Smart Bank. Mesin yang digunakan dalam sistem ini antara lain adalah Cash Recycle Machine (CRM), yang merupakan pengembangan dari mesin CDM (Cash Deposit Machine), di mana CDM hanya dapat melayani setoran tunai, sedangkan CRM dapat melakukan keduanya, yakni setor tunai dan tarik tunai, pembayaran, pembelian, transfer. Mesin lain yang digunakan sistem ini adalah Smart Teler System (STS), yang merupakan mesin yang akan melayani pembukaan rekening baru secara mandiri pada SMART BANK NTT, dengan melakukan verifikasi pada NIK nasabah/calon nasabah.

Wali Kota mengapresiasi terobosan yang sudah dibuat Bank NTT tersebut. Diakuinya ada begitu banyak perubahan dan langkah kreatif yang diambil oleh manajemen Bank NTT saat ini yang sudah turut menjaga bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang, terutama di tengah pandemi covid 19. “Masyarakat harus tau kontribusi Bank NTT terhadap pembangunan Kota Kupang,” tegasnya. Tidak hanya dalam pertumbuhan ekonomi tetapi juga dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Kupang menata kota menjadi lebih baik. Salah satu contoh nyata yang diungkapkannya adalah CSR Bank NTT di Bundaran Tirosa berupa air mancur yang sekaligus menjadi media iklan bagi Bank NTT. Bank NTT juga sudah membantu Pemkot Kupang dalam upaya melakukan percepatan vaksinasi. Saat ini pencapaian vaksinasi di Kota Kupang sudah mencapai 64 persen, diharapkan akhir September mendatang sudah mencapai 70 persen.

Menurutnya selain lewat pembagian deviden, Bank NTT juga kerap membantu Pemkot Kupang lewat berbagai program CSR-nya. Saat ini Pemkot Kupang sedang berupaya mengajukan permohonan untuk perubahan Peraturan Daerah terkait penambahan modal di Bank NTT. Dia berharap jika sudah ditetapkan, tambahan modal tersebut bisa membantu Bank NTT dalam memenuhi target modal inti yang disyaratkan OJK.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menanggapi semua pencapaian yang mereka peroleh saat ini tidak lepas dari dukungan Wali Kota dan para kepala daerah lainnya sebagai pemegang saham. Dia optimis dengan dukungan positif itu pihaknya akan mencapai modal inti yang diisyaratkan OJK untuk posisi 2020 yakni minimal Rp 2 triliun. Saat ini modal inti yang dimiliki Bank NTT senilai 1 triliun 940 miliar rupiah. Dukungan modal dari Pemkot Kupang hingga saat ini senilai Rp 97,5 miliar, dengan jumlah deviden yang sudah diberikan senilai Rp 142,6 miliar.

Kegiatan hari ini menurutnya merupakan langkah lanjutan dari launching pada 17 Juli 2021 lalu, untuk mewujudkan komitmen menuju super smart bank. “Penyesuaian dan adaptasi industri perbankan dengan dunia digitalisasi perlu terus kita lakukan,” tambahnya. Menurutnya dengan sistem ini layanan teller yang konvensional akan berkurang diganti dengan mesin. Layanan yang selama ini butuh waktu cukup lama kini bisa lebih singkat. Namun diakuinya dalam implementasi sistem ini mereka menemukan kendala, terutama soal syarat administrasi oleh para calon nasabah yang terhambat karena belum memiliki dokumen kependudukan. Bahkan beberapa kali pihaknya menemukan ada calon nasabah yang memiliki KTP “aspal”, dengan data ganda, sehingga tidak bisa diproses. Karena itu pihaknya siap bekerja sama dengan Pemkot Kupang untuk menertibkan masalah administrasi semacam itu.

Mengenai Galeri ATM Kontainer menurutnya jika pandemi sudah berakhir dan warga sudah bisa beraktivitas normal, pihaknya akan menggandeng Karang Taruna kelurahan setempat untuk menampilkan kreativitasnya di tempat tersebut. Pada malam hari tempat tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi warga setempat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menyampaikan salah satu upaya BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan melalui layanan ATM dan sistem pembayaran. Menurutnya dengan menggunakan sistem ini ada indikasi Bank NTT sudah mulai on the track. Dia berharap dalam dua tahun ke depan Bank NTT sudah menjadi bank devisa.

Wakil Kepala OJK Provinsi NTT, Setia Ariyanto menambahkan menurut penilaian OJK, Bank NTT makin sehat di tengah pandemi covid 19. Dia berharap Bank NTT makin melangkah lebih baik sehingga membuka peluang untuk fully digital dalam pelayanannya. Menurutnya dilihat dari kinerja keuangan Bank NTT secara umum cukup meningkat di tengah pandemi, terutama penyaluran kredit yang sangat tinggi melampaui pencapaian nasional. Perkreditan Bank NTT secara yoy di Bulan Juni 2021 mencapai 7,92 persen sementara secara nasional hanya 0,64 persen. Sementara secara year to date tahun 2021, perkreditan di Bank NTT mencapai 3,05 persen sementara pencapaian secara nasional hanya 1,84 persen. Dia berharap pertumbuhan kredit ini bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi di NTT.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola langoday, MM, Komisaris Independen Bank NTT, Samuel Djoh, para Direktur Bank NTT dan Kepala Divisi, Kepala Bank NTT KCU Kupang beserta jajarannya, Kasie Intel Kajari Kota Kupang serta rohaniwan. Turut mendampingi Wail Kota pada kesempatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally,SH,M.Si, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega,SH, Kepala Badan Keuangan Kota Kupang, Dra. Thruice Balina Oey, M.Si serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji,SSTP, M.Si. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Bank NTT Luncurkan Kantor Kedua Dengan Layanan Smart Branch, Wali Kota Kupang Mengaku Bangga

NTT AKTUAL. KUPANG. PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi NTT (Bank NTT) kini boleh berbangga. Rabu (15/9/2021) mereka meluncurkan kantor kedua dengan layanan smart branch yakni jenis layanan hybrid, atau perpaduan konvensional dengan digital. Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang yang terletak di Jl. Cak Doko, Kelurahan Oetete Kecamatan Oebobo Kota Kupang, resmi beroperasi, setelah seremoni penguntingan pita oleh Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore.

Dirut Bank NTT, Harry Alexanderx Riwu Kaho, saat menjelaskan ke Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore tentang layanan smart branch Bank NTT KCU Kupang, pada Rabu (15/9/2021) siang.

Hadir menyaksikan momentum penting itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Wakil Kepala OJK NTT, Setia Ariyanto, Plt Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, serta sejumlah mitra. Dari kalangan internal, hadir Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho, Komisaris Independen, Samuel Djoh Despasianus, serta sejumlah Kadiv yakni Kadiv Rencorsec Endri Wardono, Kadiv IT Bisnis, Salmun Randa Terru, Kadiv Treasury, Zet Lamu.

Pada momentum itu, Wali Kota Jefri juga menggunting pita pertanda diresmikannya central ATM yang terbuat dari kontainer yang terletak di sisi barat KCU. Dalam kunjungnnya ke dua lokasi pusat layanan dengan inovasi baru ini, para tamu undangan nampak terkagum-kagum. Mereka tak mampu menyembunyikan rasa bangga atas prestasi yang dilakukan oleh manajemen Bank NTT.

Usai menggunting pita, Wali Kota Kupang dan rombongan melihat-lihat fasilitas yang tersedia di central ATM. Juga hal yang sama pada layanan smart branch KCU. Di lantai satu KCU, Wali Kota nampak terkesima saat menyaksikan demonstrasi pegawai yang melayani seorang nasabah yang hendak menginisiasi kredit pada KIOSK. Hal yang sama juga pada layanan STS dan smart teller.

Dirut Alex saat itu menjelaskan bahwa jika sebelumnya mereka menyiagakan enam orang teller, maka dengan layanan terbaru ini, hanya ada dua teller dan setiap teller melayani tiga mesin. Nasabah cukup menggesek kartu ATM, lalu mengikuti proses selanjutnya, untuk layanan apa saja yang membutuhkan jasa Bank NTT. Ada satu teller konvensional, sebagai layanan transisi bagi warga yang membutuhkaan bukti-bukti administrasi dan sebagainya.
Sementara, dalam seremoni awal, dalam pertemuan yang sangat terbatas dan taat Prokes, Dirut Harry Alex Riwu Kaho menegaskan bahwa “Kegiatan pagi ini adalah langkah selanjutnya dari komitmen tanggal 17 Juli Lalu, untuk Bank NTT menuju super smart bank. Sehingga adaptasi menuju dunia digitalisasi, kita terus lakukan.

“Semua bisa tercapai karena dukungan yaang kuat dari pak Wali Kota, dan seluruh pemegang saham sehingga modal inti kita yang diwajibkan oleh OJK, yakni modal inti minimum Rp 2 T, kami optimis akan mencapainya,” ujar Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Lebih jauh menurut Alex, modal inti yang sudah terkumpul hingga hari ini tercatat sudah mencapai Rp 1, 940 Triliun dan masih ada beberapa Pemda lagi termasuk Pemkot Kupang yang belum menyetornya. “Karena itu kami menanti penyertaaan modalnya.”
Saat itu, Dirut Alex juga menjelaskan bahwa Bank NTT pun berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan untuk ekspansi dana PEN. “Dua kali kita dipercayakan dan sudah dua kali kita penuhi. Pertama Rp 1 M, kita ekspansi 200 %, yang kedua juga Juni kemarin kita dikasi Rp 100 M dan sudah ekspansi sebesar Rp 200 M. Dari dua siklus ini kita sudah memenuhi komitmen dengan Kemenkeu.” Sementara terkait kontainer ATM, dia menjelaskan bahwa didesain untuk nantinya bisa bersinergi dengan Pemkot Kupang untuk layanan smart city. Karena itu pihaknya terbuka dengan Pemkot Kupang untuk bekerjasama dalam layanan administrasi kependudukan.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutannya menegaskan bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan BI yakni mendorong sektor-sektor produktif yang resikonya rendah. Baik dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Kedua, yang dilakukan oleh BI, OJK, Bank NTT maupun lembaga non perbankan adalah memberikan Akses keuangan melalui TPAKD. Ketiga, BI mendorong berupa digitalisasi ekonomi dan keuangan.

“Kali ini kita dorong Bank NTT melakukan digitalisasi keuangaan, salah satunya melalui layanan ATM dan berbagai sistem pembayaran. Bank Indonesia menciptakan sistem ini sehingga digitalisasi ekonomi dan keuangan bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Triwulan kedua pertumbuhan ekonomi sudah 4,22, walau lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi secara nasional, yakni 7,07 tetapi ini memberikan indikasi yang cukup kuat bahwa kita sudah mulai on the track,”tegas Ariawan Atmaja.

Di samping menciptakan ekosistem sistem pembayaran, Bank Indonesia menurutnya sudah menyusun blue print sistem pembayaran. Termasuk QRIS menjadi bagian dari implementasi sistem pembayaran. Berikutnya, BI pun mendorong digitalisasi dan elektronifikasi sistem pembayaran di Pemda. Menurutnya ini penting karena PD akan meningkat setelah semua terdigitalisasi. Karena itu Bank Indonesia bekejasama dengan Bank NTT akan mendorong para bupati dan walikota di NTT untuk terus melakukan percepatan melalui digitalisasi.

Sementara itu Wakil Kepala OJK NTT, Setia Ariyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa OJK melihat, Bank NTT melangkah ke arah yang lebih baik. Sesuai statusnya yang sudah dinyatakan sebagai bank yang sehat tentu menjadikan Bank NTT menggunakan layanan digital dalam pelayanannya.

“Ini yang kami dorong dalam era pandemi seperti ini. Kami beri apresiasi kepada teman-teman di KCU uang sudah memiliki kantor yang bagus, sehingga nantinya berdampak pada pelayanan kepada masyarakat NTT,”tegasnya sembari menambahkan sentuhan-sentuhan seperti yang dilakukan oleh manajemen saat ini, dengan layanan smart branch, perlu didorong. Pihaknya berharap dengan peningkatan layanan transaksi di Bank NTT ini, akan mengurai antrian panjang serta dari sisi kualitas layanan, lebih maju.

Wali Kota Kupang Bangga Kinerja Direksi

Sementara itu Wali Kota Kupang, Jefirstson Riwu Kore, dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa bangganya pada kinerja Direktur Utama Harry Alex Riwu Kaho dan manajemen. “Begitu banyak perubahan dan kreativitas yang dibuat oleh Bank NTT. Sekaligus membantu ekonomi di Kota Kupang. Sebagai pemimpin di kota ini kami merasakan betul bagaimana gejolak ekonomi di masa pandemi ini. Namun Bank NTT tetap berjuang luar biasa. Tadi bapak dari OJK mengatakan, kreditnya bertumbuh, itu prestasi yang luar biasa. Dari sisi prestasi, kreativitas, kami melihat pemimpin yang sekarang adalah orang yang memiliki visi luar biasa kedepan. Ini pemimpin-pemimpin yang kita cari untuk membangun Indonesia khususnya ekonomi di Provinsi NTT,” tegas Jefri.

Dia menambahkan “Saya berterimakasih kepada Pak Alex dan direksi yang lain karena secara luar biasa membantu kami di kota ini untuk membantu ekonomi. Bapak Nyoman juga berkolaborasi dengan kami sehingga inflasi di kota bisa terjaga baik. Saya kira ini langkah awal yang luar biasa, untuk ekonomi di sini bertumbuh secara baik. Saya atas nama Pemkot Kupang ucapkan banyak terimakasih kepada Bank NTT yang sudah cukup bayak membantu kami di kota ini.”

Masih dalam kesempatan itu, Wali Kota pun menjelaskan bahwa ketika masuk kota, ada banyak perubahan yang disumbang oleh Bank NTT. Salah satunya, air mancur Bundaran PU, itu adalah salah satu terobosan. Kami berterimakasih atas kepeduliannya terhadap kota ini,” tegas Wali Kota Jefri.

Masih dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa masyarakat harus tau bahwa kontrubusi Bank NTT terhadap Kota Kupang cukup banyak. Banyak keuntungan yang diperoleh Pemkot Kupang atas kerjasama dengan Bank NTT. Ada CSR, dan juga kemudahan lain bernilai puluhan miliar yang sudah diterima.

“Atas nama pribadi saya ucapkan banyak terimakasih atas kerjasama dan kreativitas-kreativitas yang dilakukan oleh pemimpin yang sekarang. Yakni bagaimana menggunakan dana sekecil-kecilnya untuk kesejahteraan masyarakat. Saya berterimakasih karena selama pandemi ini, Bank NTT juga terlibat dalam vaksinasi dalam berbagai tempat di kota ini. Hari ini persentase jumlah warga yang divaksin adalah 64 persen. Dibandingkan dengan NTT secara keseluruhan 18 persen. Kita terus berjuang baik lewat lembaga-lembaga lain, kita berterimakasih kepada TNI Polri, Kajari dan Kajati yang bayak membantu kita.” tutup Wali Kota Kupang. (***)

Dukung Sidang Sinode GMIT Ke-35, Bank NTT Bantu Rp. 500 Juta

NTT AKTUAL. KUPANG. Sebagai bentuk dukungan dan didasari rasa kepedulian yang tinggi, Bank NTT memberikan bantuan sebesar Rp. 500.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) kepada Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu (ketiga dari kiri) saat menyerahkan CSR dari Bank NTT yang diterima Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Gayus Pollin, S.Th (kedua dari kanan) disaksikan Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Wakil Sekretaris Majelis Sinode GMIT, Pdt. Elisa Maplani, S.Th.,M.Si, Ketua Panitia pembangunan gedung pertemuan sidang Sinode GMIT di Kabupaten Sabu Raijua, Thimotius Ludji, Kamis (02/9/2021). Dok : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Bantuan yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTT ini diberikan guna membantu pembangunan Gedung Pertemuan Sidang Sinode GMIT ke-35, yang nantinya akan berlangsung di Kabupaten Sabu Raijua pada Tahun 2023 mendatang.

Bantuan CSR Bank NTT ini diserahkan langsung oleh Direktur Kepatuhan Bank NTT, Hilarius Minggu dan diterima Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Gayus Pollin, S.Th, disaksikan Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Elisa Maplani, S.Th.,M.Si, Ketua panitia pembangunan gedung pertemuan sidang Sinode GMIT di Sabu Raijua, Thimotius Ludji, pada Kamis (02/9/2021).

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan bantuan yang diberikan ini merupakan bantuan CSR Bank NTT dan sekiranya dengan bantuan ini Bank NTT juga ingin turut serta mensukseskan Sidang Sinode GMIT ke-35 nantinya Tahun 2023 di Kabupaten Sabu Raijua.

Selain itu pada kesempatan dirinya juga mengharapkan agar bantuan yang diberikan ini dapat meningkatkan kemitraan yang sudah terjalin dengan baik selama ini antara Bank NTT dan Sinode GMIT.

“Semoga Sidang Sinode GMIT ke-35 nantinya di Tahun 2023 di Kabupaten Sabu Raijua dapat berjalan dengan baik dan pembangunan Gedung Pertemuan Sidang Sinode GMIT ke-35 dapat berguna bagi masyarakat,” tandasnya.

Dikesempatan yang sama Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Gayus Pollin, S.Th, mengatakan dirinya berterimakasih kepada Bank NTT yang sudah turut memberikan perhatian serius, kepedulian dan semangat persaudaraan yang tinggi dalam rangka membantu pembangunan Gedung Pertemuan Sidang Sinode GMIT ke-35.

“Saya ucapkan rasa terima kasih yang tinggi kepada pihak Bank NTT dan Direksi yang sudah turut bahu-membahu mensukseskan Pertemuan Sidang Sinode GMIT ke-35 yang akan berlangsung nantinya di Kabupaten Sabu Raijua pada Tahun 2023 mendatang, yakni dengan pemberian bantuan bagi pembangunan Gedung Pertemuan Sidang Sinode GMIT ke-35. Selain itu menurut saya apabila pembangunan Aula itu berhasil dengan baik nantinya akan bermanfaat bagi pelayanan kemasyarakatan dan berbagai komponen yang ada di Sabu Raijua pada waktu-waktu yang akan datang dan itu juga merupakan suatu simbol kerjasama yang baik dalam membangun daerah NTT khususnya di Kabupaten Sabu Raijua,” ujar Pdt. Gayus.

Bantuan yang sudah diserahkan kepada GMIT, melalui Majelis Sinode dan kepada Panitia pembangunan Gedung Pertemuan Sidang Sinode GMIT ke-35 akan dikelola dengan baik untuk menghasilkan suatu fasilitas berupa gedung yang sangat membantu secara jangka pendek untuk Sidang Sinode GMIT ke-35, dan jangka menengah panjang bagi kepentingan pelayanan Gereja dan juga bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Sabu Raijua, jelas Pdt. Gayus. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Menuju Bank Devisa, Bank NTT Komit Tetap Mempertahankan Diri Sebagai Bank Sehat

NTT AKTUAL. KUPANG. Perkembangan industri perbankan, terutama produk dan jasa yang semakin kompleks dan beragam dapat meningkatkan eksposur risiko dan profil risiko Bank. Sesuai dengan perkembangan usaha Bank yang senantiasa bersifat dinamis dan berpengaruh pada tingkat risiko yang dihadapi maka penilaian Tingkat Kesehatan Bank harus dapat mencerminkan kondisi Bank saat ini dan pada waktu yang akan datang.

Tingkat Kesehatan Bank adalah hasil penilaian kondisi Bank yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja Bank. Tingkat kesehatan Bank merupakan hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas asset, manajemen, rentabilitas, likuiditas dan sensivitas terhadap pasar. Penilaian tingkat kesehatan bank dinilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap 6 (enam) bulan atau per semester atas semua aspek sebagaimana yang disebutkan di atas oleh Bank.

Adapun empat faktor penilaian utama tingkat kesehatan Bank yakni :

  1. Profil risiko (risk profile); penilaian terhadap faktor risiko merupakan penilaian terhadap risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko dalam operasional bank yang meliputi risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko strategik, risiko kepatuhan dan risiko reputasi.
  2. Good Corporate Governance (GCG); penilaian atas pengelolaan dan operasional dan manajemen Bank atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.
  3. Rentabilitas (earnings); penilaian terhadap rentabilitas dan kesinambungan rentabilitas Bank dalam 1 periode.
  4. Permodalan (capital); penilaian terhadap kecukupan permodalan dan pengelolaan permodalan Bank.

Peringkat komposit tingkat kesehatan Bank dikategorikan dalam 5 (lima) peringkat komposit yakni : komposit 1 (sangat sehat), komposit 2 (sehat), komposit 3 (cukup sehat), komposit 4 (kurang sehat) dan komposit 5 (tidak sehat).

Direktur utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam kegiatan Press Conference bersama awak Media di lantai 5 kantor pusat Bank NTT, Senin (23/8/2021) mengatakan selama kurang lebih 11 tahun kondisi tingkat kesehatan Bank NTT berdasarkan penilaian Otoritas ada dalam kondisi komposit 3 (cukup sehat). Kondisi ini dipengaruhi oleh 4 (empat) factor diatas yang berdasarkan penilaian belum dapat dikategorikan sebagai bank yang sehat. Bank dituntut perlu memperbaiki berbagai hal baik di sisi profil risiko, GCG, rentabilitas dan permodalan.

Direktur utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho. Dok : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dirinya menambahkan tantangan untuk membawa Bank NTT sebagai Bank Kebanggaan Masyarakat NTT menjadi Bank sehat merupakan motivasi bagi Manajemen Bank NTT saat ini untuk berkomitmen menjadi Bank yang Sehat. Komitmen manajemen itu diwujudkan melalui salah satu program strategis yang dilaksanakan sejak akhir tahun 2021 dimana Bank NTT bertekad bahwa di Semester I – 2021 Bank NTT harus menjadi Bank yang sehat.

Tekad ini diwujudkan dalam sebuah langkah nyata (action plan) untuk melakukan perubahan. Perubahan dimulai dari setiap individu-individu Bank NTT, budaya kerja di tiap unit kerja, diharapkan perubahan ini membawa perubahan besar bagi institusi Bank NTT. Penetapan target yang jelas dan terukur dan pencapaiannya terus di evaluasi dan diperbaiki. Pemenuhan ketentuan atau peraturan, perbaikan bisnis proses dan perbaikan operasional dilakukan dengan standar yang tinggi sesuai standar yang ditetapkan untuk dapat mencapai tingkat kesehatan Bank yang sehat. Untuk meningkatkan tekad serta visi yang sama PIN sebagai simbol semangat, simbol kerja keras disematkan kepada seluruh karyawan Bank NTT.

BANK NTT JADI BANK SEHAT

Pada kegiatan Press Conference ini, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho juga menjelaskan bahwa Kerja keras, dedikasi dan semangat yang dilakukan Bank NTT kurang lebih 8 (delapan) bulan terakhir membuahkan hasil yang baik. Dalam Prudential Meeting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank NTT yang berlangsung virtual pada tanggal 18 Agustus 2021, OJK memaparkan penilaian Risk Based Rating Bank (RBBR) Bank NTT untuk penilaian Semester I – 2021, Bank NTT dinyatakan sebagai BANK SEHAT.

Akhirnya Bank NTT mengakhiri masa yang panjang sebagai Bank yang cukup sehat menjadi Bank yang sehat. Penilaian sebagai Bank yang sehat merupakan kado terindah dalam HUT Bank NTT yang ke-59 dan kado HUT Kemerdekaan RI ke-76.

Dalam program strategis Bank NTT di tahun 2023 target Bank NTT menjadi Bank Devisa. Salah satu persyaratan Bank devisa adalah tingkat kesehatan Bank minimal selama 18 bulan terakhir. Persyaratan tersebut mengisyaratkan agar Bank NTT tetap menjaga dan mempertahankan diri sebagai Bank Sehat.

ERA BARU BANK NTT

Bank NTT memasuki era baru, sebagai Bank Sehat, challenge untuk mempertahankan akan lebih sulit. Namun sebagai Bank Sehat terbuka peluang bagi Bank NTT untuk meningkatkan bisnis Bank ke depan. Salah satu peluang tersebut adalah digitalisasi. Bank NTT harus mampu dengan cepat beradaptasi dengan perubahan dinamika di dunia perbankan saat ini. Adapatasi di bidang teknologi harus mampu dilakukan Bank NTT dengan memanfaatkan peran digitalisasi. Digitalisasi di bidang operasional dan bisnis. Digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi dan meningkatkan income bank. Digitalisasi disesuaikan dengan kebutuhan customer dan debitur Bank NTT.

Dirut Bank NTT menambahkan saat ini Bank NTT telah berhasil mendigitalisasi operasional 2 (dua) jaringan kantor yakni Kantor Cabang Utama dan Kantor Cabang Khusus. Ke depan digitalisasi operasional dan layanan akan dilakukan untuk seluruh jaringan kantor Bank. Di bidang Bisnis Bank akan terus melakukan diversifikasi produk dana dan kredit berbasis digital. Bank NTT diharapkan dapat mamahami apa yang menjadi kebutuhan para klien dan nasabahnya. Dengan transformasi digital yang dilakukan Bank NTT mampu berdiri dan bertahan di tengah kompetisi ketat industri perbankan.

“Sebagai bank Kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami akan terus memberikan pelayanan dan produk yang terbaik bagi pemerintah dan masyarakat NTT. Harapan kami akan terus tumbuh dan tetap berkontribusi bagi pembangunan di NTT,” tutup Dirut Bank NTT. (***/NA)

Sumber berita : HUMAS BANK NTT

Editor + foto : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Beri Apresiasi Pada Bank NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi pada Bank NTT atas prestasi dan juga melalui pelayanan berbasis teknologi digital. Hal tersebut diungkapkannya pada saat perayaan HUT Bank NTT ke 59 dengan tema “Super Smart Bank Untuk NTT Maju” pada Sabtu (17/07/2021).

Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

“Kita bersyukur hari ini kita merayakan Hari Ulang Tahun Bank NTT ke 59. Kita harapkan kedepannya pelayanannya semakin maksimal sesuai dengan keinginan founding fathers dengan mimpi-mimpi untuk memajukan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujar Gubernur.

“Saya berikan apresiasi kepada jajaran Bank NTT yang telah mampu untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dengan terobosan-terobosan teknologi digital untuk mendukung pelayanannya.
Saya harapkan pada tahun 2023 nanti sudah bisa menjadi Bank Devisa. Dan itu semua perlu tanggung jawab bersama dari pihak Bank NTT dan juga OJK. Harapan saya dapat dikelola dan dapat dimajukan dengan baik ,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT mengatakan harapan tertinggi pada pelayanan serta profesionalitas peran Bank NTT untuk memajukan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Sesuai dengan tema Super Smart Bank Untuk NTT Maju, maka wajib untuk meningkatkan profesionalitas. Apresiasi diberikan kepada seluruh Direksi, Komisaris, dan Karyawan Bank NTT juga kepada Pemegang Saham yang menunjukkan kinerja yang baik sepanjang tahun ini di mana Bank NTT menghasilkan laba sebesar 190 miliar dan aset senilai 17,1 triliun. Hal ini membuktikan bahwa Bank NTT mampu mencetak prestasi walaupun diterjang pandemi covid 19 yang luar biasa dampaknya,” jelas Wakil Gubernur.

“Sukacita juga Bank NTT selama 59 tahun berkembang menjadi Bank yang hebat dan prospektif dan mendapat prestasi melalui penghargaan dengan manajemen yang baik. Saya berharap refleksi kritis ini memotivsi menjadi Bank lokal terpercaya untuk terus berinovasi lewat layanan perbankan berbasis digital serta menjadi sandaran dan harapan bagi pengusaha mikro serta masyarakat yang terus berkembang dalam pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur,” tambah beliau.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dalam laporannya menyampaikan, Pencapaian Bank NTT semester pertama di tahun 2021 diantaranya total aset Bank NTT mengalami pertumbuhan dari 14 trilyun naik menjadi 17, 19 trilyun. Angka kredit bertumbuh dari 9 trilyun menjadi 11,5 trilyun.

“Di sisi permodalan, Bank NTT bertumbuh secara kuat dan rasio-rasio kinerja keuangan menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Kami terus berkomitmen dalam bertransformasi menjadi super smart bank yang telah diwujudkan dalam beberapa langkah antara lain penyempurnaan Mobile Banking, sms banking, COB serta menghadirkan ekonomi kreatif sampai tingkat tingkat desa,” jelasnya.

Dalam acara tersebut juga turut dilaksanakan Penandatanganan MoU tentang Ekosistem Pembiayaan Sektor Pertanian, Pemanfaataan Layanan Informasi dan Teknologi, serta Kerja Sama APEX BPR. Juga diluncurkan Aplikasi B’Pung Mobile dan Smart Branch. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Menyonsong Idul Adha 1442 H, Bank NTT Serahkan Hewan Kurban

NTT AKTUAL. KUPANG. Menyongsong perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 H pada esok Selasa (20/07/2021), Bank NTT menyalurkan sebanyak 5 hewan kurban (5 ekor sapi) kepada lima Masjid yang ada di Kota Kupang, pada hari ini Senin (19/07/2021).

Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada Awak Media saat dirinya bersama Pimpinan Bank NTT menyerahkan hewan kurban (1 ekor sapi) untuk Masjid Agung Al – Baitul Qadim Air Mata.

“Menyongsong Hari Raya Idul Adha 1442 H, kami dari Bank NTT ikut berpatisipasi menyalurkan hewan kurban, dengan harapan di situasi yang sulit karena terdampak Covid-19 kaum Muslimin dan Muslimah tetap kuat dan optimis sehingga kita bisa bersama-sama melewati situasi yang sulit akibat dampak Covid-19 ini,” ujar Dirut Bank NTT.

Dirinya pada kesempatan ini juga menjelaskan selain memberikan hewan kurban kepada Masjid Agung Al – Baitul Qadim Air Mata, pihak Manajemen Bank NTT juga memberikan hewan kurban kepada Masjid Baiturahman (Bakunase) Masjid Alfatah (Kampung solor), Masjid Baiturahman (Perumnas) dan Masjid Tanah Kapling NBS.

Ditempat yang sama Ketua panitia Hari Raya kurban Masjid Agung Al – Baitul Qadim Air Mata, Abdul Haris A . D. Laudu mengatakan dirinya selaku Ketua Panitia mewakili umat Muslim di Masjid Agung Al – Baitul Qadim Air Mata mengucapkan terimakasih kepada bapak Direktur Bank NTT dan jajarannya yang sudah memberikan satu ekor sapi sebagai hewan kurban.

“Kita mendoakan semoga bapak Direktur selalu diberikan kesehatan dan Bank NTT tetap jaya di Provinsi NTT ini,” ungkap Abdul Haris.

Dirinya menjelaskan nantinya hewan kurban dari Bank NTT dan hewan kurban lain yang sudah terkumpul akan disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

“Mustahik yang berhak menerimanya di Masjid Agung Al – Baitul Qadim Air Mata yaitu diperkirakan  sekitar 800 an orang,” tutup Abdul Haris. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Dukung Pemkot Kupang, OJK Gelar Vaksinasi Massal

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan penyebaran covid 19 di Kota Kupang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) menggelar vaksinasi massal. Vaksinasi yang diperuntukkan bagi pelaku perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya beserta keluarga berlangsung di Poltekes Kemenkes Kupang, Jumat (17/07/2021).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert HP Sianipar, Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo, Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, Dr. R. H. Kristina, SKM, M.Kes, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, Hary Alexander Riwu Kaho dan sejumlah pimpinan perbankan yang ada di Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada FKLJK Provinsi NTT yang sudah bersedia mendukung upaya pemerintah memutus rantai penyebaran covid 19 lewat vaksinasi. Menurutnya dalam kaitan dengan vaksinasi, Presiden Republik Indonesia menugaskan tiga hal kepada semua kepala dan wakil kepala daerah. Yang pertama adalah penanggulangan covid 19, yang kedua adalah memperhatikan pemulihan ekonomi nasional dalam skala kecil dan mikro di wilayahnya masing-masing serta ketiga adalah melanjutkan program bantuan sosial.

Ditambahkannya pelaksanaan vaksinasi covid-19 hari ini, selain bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan covid-19 di lembaga jasa keuangan, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat dan melindungi para pelaku jasa keuangan dari covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi, juga sekaligus untuk memotivasi seluruh lapisan masyarakat agar ikut ambil bagian dalam program vaksinasi ini.

Wawali mengakui bahwa sektor perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya sangat rentan terhadap penyebaran covid 19. Demi menjaga keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang aman, lancar, efisien, dan andal, serta memastikan ketersediaan uang rupiah di masyarakat, bank dan lembaga jasa keuangan harus tetap beroperasi di tengah pandemi covid 19 yang terus mengancam. Karena itu perlu ada upaya untuk memastikan para karyawan dan pelaku jasa keuangan tetap aman dan terlindungi dari virus ini. Selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat, vaksinasi yang diselenggarakan hari ini juga turut membantu memutus rantai penyebaran covid 19 di tempat kerja masing-masing.

Ditambahkannya total cakupan vaksinasi 1 dan vaksinasi 2 di Kota Kupang sejak Januari hingga awal Juli 2021 lalu masih rendah. Untuk dosis-1: 33.88% dan dosis-2:15.32%. Namun jika dilihat dari pencapaian penyerapan vaksin di Kota Kupang menurutnya sudah mencapai 99 persen. Dari 164.254 dosis yang diterima, sudah 162.611 dosis yang terpakai.

Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Robert HP Sianipar, menyampaikan vaksinasi ini merupakan bagian dari program nasional yang sudah dicanangkan bersama Presiden RI pada bulan Juni yang lalu dan target vaksinasi massal sektor jasa keuangan sampai akhir tahun 2021 sebesar 10.000.

Tema vaksinasi massal yang diusung adalah “Atasi pandemik, Pulihkan ekonomi” diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk mencapai kekebalan komunal dan targetnya pada bulan November program vaksinasi sudah mencapai 70%, sehingga bisa menciptakan kekebalan komunal. Karena menurutnya dengan adanya kekebalan komunal aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat normal kembali.

Direktur Bank NTT sekaligus Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT Hary Alexander Riwu Kaho, mengapresiasi OJK Provinsi NTT yang mampu melaksanakan vaksinasi massal bagi semua karyawan dan jasa keuangan yang ada di FKLJK. “Tentu pelaksanaan vaksinasi massal covid 19 dapat memberikan peningkatan imun tubuh bagi karyawan dan jasa keuangan dalam melaksanakan tugas yang berat dengan baik sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo. Menurutnya vaksinasi ini juga sesuai dengan arahan Gubernur Bank Indonesia tentang pentingnya vaksinasi, karena tanpa vaksinasi aktivitas ekonomi jadi terbatas. Dia berharap dengan adanya vaksinasi kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan aman, lancar, efisien, andal dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, DR. R. H. Kristina, SKM, M.Kes, mengapresiasi OJK Provinsi NTT yang telah memberikan kepercayaan kepada Poltekes Kupang melalui jurusan keperawatan untuk melaksanakan vaksinasi. Vaksinasi massal yang sudah dilaksanakan sampai hari Kamis sebanyak 350 vaksinasi dan hari ini kurang lebih 300 vaksinasi. (*PKP_eh)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19, OJK Bantu Salurkan Vaksinasi untuk Pelaku Industri Jasa Keuangan di Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Daerah menyelenggarakan vaksinasi Covid 19 untuk Pegawai, Keluarga Pegawai dan Konsumen Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan vaksinasi ini dimulai di Kupang pada hari Jumat tanggal 16 Juli 2021, bertempat di Kampus Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang yang diperuntukan bagi 500 peserta yang berdomisili di Kota/Kabupaten Kupang sesuai pendataan yang telah dilakukan LJK. Berdasarkan data yang telah disampaikan oleh LJK, program vaksinasi untuk Insan LJK secara agregat ditargetkan sebanyak 1.800 peserta yang akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan di beberapa Kota/Kabupaten di Provinsi NTT.

Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, Harry Alexander Riwu Kaho yang hadir dalam sambutannya mengharapkan dengan kegiatan vaksinasi ini dapat meningkatkan imunitas insan lembaga jasa keuangan sebagai salah satu sektor esensial sehingga mampu mendukung agar sektor ekonomi dapat terus bertumbuh dan berdaya tahan.

Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar dalam sambutannya menjelaskan “kegiatan vaksinasi ini merupakan tindaklanjut atas launching program secara nasional di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2021 yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Gubernur Bank Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia”.

“Selama bulan Juli 2021 OJK dan BI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan akan menyebarkan sekitar 335 ribu vaksin COVID-19 untuk Insan LJK di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya membantu Pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19 ke seluruh Indonesia. Secara nasional, OJK bekerja sama dengan Industri Jasa Keuangan dan Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi kepada 10 Juta orang hingga akhir Desember 2021. Target ini diharapkan juga akan didukung dengan program vaksinasi yang dilakukan oleh beberapa Industri Jasa Keuangan secara mandiri. OJK mengapresiasi adanya sinergi dengan Politeknik Kesehatan Kupang, baik dalam penyediaan tempat maupun tenaga kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi yang diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Provinsi NTT”, lanjut Robert.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Kupang Hermanus Man yang dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan vaksinisasi ini sebagai bagian percepatan vaksinasi khususnya bagi warga masyarakat Kota Kupang.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan vaksinasi massal hari ini, karena sejalan dengan kegiatan yang telah kami canangkan yaitu “aksi percepatan vaksinasi Covid-19” yang mulai hari ini sampai dengan tanggal 21 Juli 2021 dengan target vaksinasi kepada 10.500 warga Kota Kupang” katanya.

Otoritas Jasa Keuangan mendukung penuh upaya percepatan vaksinasi di tengah tingginya laju penyebaran Covid-19 yang menjadi faktor penting tetap terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi. Percepatan vaksinasi diharapkan akan menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga perekonomian khususnya di Provinsi NTT bisa kembali bergerak. (*)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Temui Nasabah, Dirut Bank NTT Sosialisasikan Konsep Smart Bank

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Dalam rangka untuk mensosialisasikan konsep Bank NTT menuju smart bank, maka Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho bersama Direktur Kepatutan dan Direktur Umum, ketika berada di Atambua, mampir ke salah satu nasabah premium.

Kepada Aloysius Mintura, Direktur Utama PT Pundi Mas Bahagia, di rumahnya di kawasan Jl. D.C Saudale Kelurahan Beirafu Kecamatan Atambua Barat, Atambua, Dirut Alex menyatakan terimakasihnya atas nama lembaga atas kemitraan yang terjalin selama bertahun-tahun. Dia berharap agar kerjasama ini terus berlanjut hingga tahun-tahun kedepan.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alex Riwu Kaho, bersama Direktur Kepatutan, Hilarius Minggu dan Direktur Umum, Johanis Landu Praing ketika bertemu Dirut PT Pundi Mas Bahagia, Aloysius Mintura, di kantornya, di Atambua, belum lama ini. Dokumentasi : Humas Bank NTT.

“Kami atas nama lembaga berterimakasih semoga dengan semangat yang sama, kita lebih berkontribusi membangun NTT kedepan. Kedatangan kami ini juga sekalian mengajak bapak untuk menggunakan layanan jasa bank yang baru dari Bank NTT,”tegas Alex.

Alex saat itu menjelaskan tentang konsep smart bank yang sementara diterapkan di Bank NTT yakni ada dua kantor cabang yang sementara didesain, sebagai smart bank. Kedua kantor itu yakni Kantor Cabang Utama (KCU) dan Kantor Cabang Khusus (KCK). Pada 17 Juli 2021 nanti, akan diluncurkan M-Banking yang baru dari Bank NTT.

“Kita Juli ini launching M-Banking yang baru, dan di layanan yang baru ini kita bisa kelola portofolio sendiri. Semua melalui handphone saja. Memang ada limit yang terbatas. Karena itu besar harapan kita agar bapak bisa menggunakan layanan perbankan kita yang baru,” tegas Alex saat bertamu di ruang kerja Aloysius Mintura. Apalagi, sebagai mitra utama Bank NTT di Atambua, seluruh kebutuhannya terkait jasa perbankan harus difasilitasi dengan baik.

Di Mobile Banking yang baru menurut Alex, ada sekitar 11 buah layanan, satu diantaranya pick up setoran. Ini adalah jenis layanan perbankan special bagi nasabah tertentu, yang memiliki waktu kerja terbatas ke bank.

“Jadi pick up setoran ini manajemen memberikan special service bagi nasabah-nasabah priority, sehingga lewat M-Banking mereka bisa meminta untuk jemput setoran. Ada aplikasinya yang terkoneksi dengan core banking. Begitu message masuk, petugasnya kesana. Jadi bagi nasabah private bank, dua kontrolnya jalan. Ini juga untuk meminimalisir resiko-resiko operasional,” tegas Alex.

Lalu seperti apa tanggapan pengusaha terkait tawaran menggunakan layanan baru pada m-Banking Bank  NTT? “Terkait pick up setoran, bagi kami menerima saja kalau memang ada program-program baru, asalkan itu memudahkan kami dalam melaksanakan aktivitas. Karena kita bisa menghemat waktu dan kita juga bisa mendapat keuntungan dari program yang sudah diberikan itu,”ujar Aloysius.

Dia berterimakasih kepada Bank NTT karena selama ini mereka sudah banyak dibantu baik dalam pengurusan jaminan-jaminan maupun urusan pekerjaan lainnya. Dia berharap agar kedepan pelayanannya lebih ditingkatkan lagi.

“Kita berharap Bank NTT lebih lagi mempermudah kami dalam urusan proyek begitu. Agar tolong difasilitasi. Kami akui, selama ini support Bank NTT kepada kami cukup baik,” harapnya.

Untuk diketahui bahwa di M-Banking yang baru, layanan yang bisa dimanfaatkan yakni inisiasi pinjaman, membayar tagihan Samsat, PBB, BPJS, serta uang sekolah. Tidak hanya itu melainkan ada akses pembayaran dengan menggunakan QRIS yang semula plafonnya Rp 2,5 juta naik menjadi Rp 5 juta. Dirut Bank NTT menambahkan, dengan layanan ini, transaksi pembelanjaan di mana-mana tidak saja sangat mudah dan gampang melainkan nasabah bisa mengecek lokasi ATM terdekat lewat fasilitas browsing. Sementara kinerja digital agen juga tidak terganggu. Ada tarik tunai tanpa kartu, portofolio, serta beberapa transaksi lainnya. (Humas Bank NTT)

Buat Gebrakan Besar, Bank NTT Hadirkan Layanan Baru Serba Digital

NTT AKTUAL. KUPANG. PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) di tahun ini membuat gebrakan besar. Dalam melaksanakan fungsi utama nya yakni intermediasi keuangan, dihadirkanlah layanan-layanan baru yang serba digital. Layanan ini akan diluncurkan pada 17 Juli 2021 mendatang, tepat di ulang tahun Bank NTT yang Ke-59. Hal ini pantas dilakukan, karena Bank NTT ingin mempertegas statusnya sebagai Super Smart Bank. Akan ada beberapa fitur layanan M-Banking baru seperti nasabah bisa melakukan inisiasi pinjaman, mengecek nilai rekening baik itu giro, tabungan maupun deposito. Kemudian ada virtual account, belanja online karena sudah terkoneksi dengan super aps.

Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho pada kegiatan Press Conference Kinerja Bank NTT Semester I Tahun 2021 yang berlangsung di lantai 5 kantor Pusat Bank NTT, Rabu (7/07/2021).

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat memberikan penjelasan terkait Kinerja Bank NTT Semester I Tahun Buku 2021 kepada awak Media dalam kegiatan Press Conference yang berlangsung di lantai 5 kantor Pusat Bank NTT, Rabu (7/07/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL.

Pada kesempatan ini mendampingi Dirut Bank NTT yaitu Direktur Pemasaran Kredit Paulus Stefen Messakh, Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu.

Dalam kegiatan Press Conference ini dihadiri awak Media baik dari Media Online, cetak dan elektronik. Kegiatan Press Conference yang digelar Bank NTT ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dimana sebelum mengikuti Press Conference pimpinan dan staf Bank serta awak media terlebih dahulu mengikuti Rapid Test Antigen, dan saat memasuki ruangan Press Conference semua aktif menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan juga menggunakan masker.

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (tengah) didampingi Direktur Pemasaran Kredit Paulus Stefen Messakh, Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu saat hadir mengikuti kegiatan Press Conference dengan awak Media di lantai 5 kantor pusat Bank NTT, Rabu (7/07/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL.

Dirut Bank NTT menjelaskan pada M-Banking yang baru, setiap nasabah bisa membayar tagihan Samsat, PBB, BPJS, serta uang sekolah. Ada juga akses pembayaran dengan menggunakan QRIS yang semula plafonnya Rp 2,5 juta naik menjadi Rp 5 juta. Untuk layanan serba digital ini, Bank NTT baru menerapkannya di dua Kantor yakni di Kantor Cabang Utama (KCU) dan Kantor Cabang Khusus (KCK). Selanjutnya akan bertahap di kantor-kantor cabang yang lain.

“Seluruh SDM yang ditempatkan di dua Kantor ini melalui tahapan seleksi ketat. Mereka diantaranya security, cusstomer service (CS), teller, serta supervisor. Konsep berikutnya yakni digital lounge. Ini masih pada tahapan develop dan mencari format yang pas. Dalam digital lounge, Bank NTT akan mewujudkan layanan jasa perbankan yang ada cafe, ekonomi kreatif dan aktif selama 24 jam,” ujar Dirut.

Diakhir pemaparannya, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho juga menjelaskan bahwa Thema yang diusung saat HUT Ke-59 tahun ini adalah “Bank NTT Super Smart Bank Menuju NTT Maju”. Thema ini sebagai tindak lanjut dari Thema Tahun 2020 di usia yang Ke-58 yakni “Bangkit, Bertumbuh, Berubah Menjadi Smart Bank”, tutupnya. (*/NA)

Sumber berita : Humas Bank NTT

Dokumentasi Foto + Editor : Nataniel Pekaata