Arsip Tag: Gubernur NTT

Gubernur NTT : Tenau Harus Jadi Pelabuhan Favorit

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mendorong agar pihak PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tenau Kupang berkomitmen mengembangkan pelabuhan Tenau Kupang menjadi salah satu pelabuhan favorit dan modern.

“Tenau kita siapkan dan harus kita kembangkan menjadi salah satu pelabuhan favorit dan modern, yang wajib dilengkapi peralatan bagus serta sistem IT yang dapat bekerja dengan maksimal,” tegas Gubernur Viktor saat menerima audiens dari General Manager PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Kupang, Agus Nazar di ruang kerja Gubernur, Senin (17/05/2021).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat foto bersama dengan General Manager Pelindo III Cabang Tenau Kupang, Agus Nazar di ruang kerja Gubernur, Senin (17/05/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Menurut Gubernur VBL, pelabuhan menjadi salah satu sektor penting dalam mendongkrak kehidupan ekonomi, sosial, budaya serta pemerintahan, sehingga infrastruktur dan fasilitas pelabuhan serta kualitas sumber daya manusia haruslah yang terbaik.

“Buat perencanaan yang baik. Sumber daya manusia harus yang terbaik. Crane yang sudah tidak layak jangan dipakai lagi tapi harus diganti dengan yang baru serta Depo Kontainer yang tersedia saat ini harus didata dan ditata dengan baik,” jelas Gubernur VBL.

Selain itu Gubernur juga mengingatkan agar potensi daerah berupa kekayaan alam maupun produk-produk lokal yang bisa dijual ke daerah lain dapat dioptimalkan melalui pengiriman via pelabuhan.

“Supaya jangan hanya produk dari luar saja yang masuk. Tapi yang saya lihat banyak komoditi lokal yang berkualitas ekspor belum dikelola dengan baik. Semua produk-produk lokal harus kita dorong agar pendapatan daerah juga dapat meningkat,” kata Gubernur Viktor.

Tidak lupa Gubernur VBL pun berpesan agar Pimpinan beserta jajaran karyawan Pelindo III Cabang Tenau Kupang untuk tetap bekerja keras membangun Provinsi NTT menuju lebih baik lagi kedepannya.

Sementara itu, Agus Nazar selaku GM. Pelindo III Cabang Tenau Kupang mengaku siap bersama tim akan bekerja kreatif dalam membenahi dan meningkatkan pengoperasian Pelabuhan Tenau.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur atas arahannya. Saya bangga bisa bergabung dengan Tim pembangunan dibawah komando Bapak. Bersama jajaran Pelindo Tenau Kupang, saya siap untuk secara kreatif membenahi serta meningkatkan segala potensi yang ada disini,” tutup Nazar. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Terima Kunjungan Panitia Pelaksana Malam Anugerah Pesona Indonesia Award 2021

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima kunjungan Panitia Pelaksana Malam Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021, pada Senin (17/05/2021) bertempat di ruang kerja Gubernur.

Tim tersebut dipimpin Wakil Ketua Panitia yang juga adalah Direktur Umum Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTT, Abednego Frans, yang biasa disapa Abed, dan Panitia lainnya : Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Wayan Darmawa, Karo Umum Setda Provinsi NTT, George Hadjo, Ketua BPPD Provinsi NTT, Rocky Pekudjawang, Andre Porsiana bersama anggota panitia lainnya.

Gubernur VBL memberi apresiasi atas kerja keras panitia menyongsong digelarnya Malam API Award 2021, yang akan digelar di Inaya Bay Komodo Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, 20 Mei 2021 mendatang.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan Panitia Pelaksana Malam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 di ruang kerja Gubernur, Senin (17/05/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Saya minta panitia harus bekerja sungguh-sungguh agar sukses, karena NTT sudah dikenal dengan branding pariwisata sebagai Prime Mover Pembangunan di NTT. Kita harus tunjukan kerja yang terpadu dan berkualitas, sehingga NTT pantas menjadi tuan rumah event tersebut. Apalagi Labuan bajo telah ditetapkan dan terus didandani sebagai destinasi super premium di Indonesia. Tetap perhatikan disiplin pada protokol kesehatan, agar kegiatan tersebut tidak menciptakan kerumunan. Upayakan agar sebagian undangan dapat menyaksikan juga dari tempat menginapnya masing-masing. Manfaatkan fasilitas zoom, undangan bisa menyaksikan dari Hotel La Prima, Jayakarta, Bintang Flores dan bisa juga diikuti secara virtual di Bacarita Café. Ini penting agar tidak semua penonton harus menyaksikan malam puncak API Award langsung dari Inaya Hotel,” tegas Putera Semau tersebut.

Lebih jauh Gubernur VBL menyampaikan bahwa API Award ini harus memberi dampak bagi pertumbuhan dan perkembangan serius pariwisata di NTT.

“Kita harus punya hospitality dan SDM yang benar-benar berkualitas untuk bisa memajukan NTT melalui pariwisata, majukan pariwisata melalui amenitas dan atraksi yang berkualitas dan pantas dikonsumsi oleh wisatawan yang berkunjung ke NTT. Hospitality harus benar-benar bisa menjadi budaya masyarakat NTT. Standarisasi kebersihan, produk kerajinan tangan, dan atraksi seni budaya harus menarik minat para pengunjung. Penguasaan Bahasa Asing seperti Bahasa Inggris harus menjadi perhatian serius kita semua. Dampak dari penguasaan Bahasa Asing secara terampil pasti membawa pariwisata NTT dapat dipromosi optimal. Pariwisata NTT harus ditata kelola dengan manajemen terbaik, sehingga Pariwisata bisa merubah mindset manusia NTT agar lebih berkeadaban. Perlu diingat, bahwa Malam API Award 2021 ini baru menjadi pekerjaan minimal, pekerjaan maksmimalnya adalah Pariwisata harus bisa dikembangkan menjadi industri, dan memberi dampak yang maksimal bagi kemajuan ekonomi masyarakat NTT. Pekerjaan ini memang tidak main-main, hanya bisa dilakukan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja di luar kebiasaan “out of the box”. Dan konsep ini juga memang harus diterapkan di 7 (tujuh) Destinasi Prioritas sebagai Pariwisata Estate yang tengah dikembangkan, masing-masing : Pantai Liman Semau Kabupaten Kupang , Fatumnasi Kabupaten TTS, Wolwal Kabupaten Alor, Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao, Lamalera Kabupaten Lembata, Pramaidita Kabupaten Sumba Timur dan Koanara Kabupaten Ende,” tegas Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut.

Pada kesempatan tersebut Abed Frans sebagai Wakil Ketua Panitia menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan Malam API Award 2021 yang sudah mencapai lebih dari 50 persen secara fisik. Total tamu yang akan hadir berkisar 540 s.d. 560 orang. “Yang sudah konfirmasi untuk hadir adalah Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly, Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, dan Menteri Kominfo, Johny Plate bersama Gubernur Riau, H. Syamsuar dan sejumlah undangan penting lainnya,” kata Frans.

Di akhir kunjungan tersebut, Gubernur VBL menyampaikan bahwa mulai Bulan Juni 2021 akan melakukan kunjungan pada setiap Perangkat Daerah sekaligus melakukan upaya promotif dan edukatif terkait Table Manner, ini sebagai langkah meningkatkan kesadaran ASN dalam berpartisipasi aktif memajukan pariwisata NTT.

Nampak hadir pada pertemuan tersebut Staf Khusus Gubernur Bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan, Imanuel Blegur, Staf Khusus Gubernur Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga, Anwar Pua Geno, dan Pius Rengka selaku Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur Minta Para Bupati/Walikota Pacu Belanja APBD di Atas 50 Persen pada Akhir Kuartal II tahun 2021

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta para Bupati/Walikota se-NTT agar memacu belanja APBD di atas 50 persen pada akhir kuartal II tahun 2021. Dalam keadaan extraordinary akibat pandemi covid-19, perlu upaya luar biasa untuk menggerakan ekonomi.

“Presiden Jokowi serius sekali agar covid-19 jangan sampai melonjak drastis karena punya dampak ekonomi. Hal ini akan buat negara-negara lain takut masuk ke Indonesia untuk investasi. Kalau investasi asing tidak masuk, kita hanya berharap kepada seluruh APBN dan APBD sebagai tiang penyanggah dan penggerak ekonomi, ” kata Gubernur VBL saat memberikan arahan pada Rapat Kerja bersama para Bupati/Walikota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang rapat Gubernur, Kamis (6/05/2021).

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD NTT, Kapolda NTT, Danrem Wirasakti 161 Kupang, Danlanud El Tari Kupang, Kabinda NTT, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) NTT, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Sekretaris Daerah NTT, para staf khusus Gubernur dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov NTT. Para Bupati/Walikota se-NTT mengikuti pertemuan ini secara virtual.

Rapat tersebut membahas tiga hal yakni penanganan covid-19, progres penyerapan APBD Kabupaten/Kota dan perizinan dalam rangka investasi.

Menurut Gubernur Viktor, refocussing tidak boleh jadi alasan realisasi anggaran yang rendah. Karena refocussing ini bukan hal yang baru dan sudah beberapa kali dilakukan.

“Masa sudah beberapa kali lakukan refocussing, belum juga paham dan pintar. Saya minta kita sudah masuk kuartal II, penyerapan anggaran harus ada di atas 50 persen pada akhir kuartal II. Ada Kapolda dan Wakajati, harus kerja sama dalam sebuah kelembagaan untuk mendorong realisasi baik APBN maupun APBD di seluruh NTT sehingga mampu jadi penopang utama saat pandemi covid-19 seperti ini, ” jelas Gubernur.

Terkait dengan perizinan untuk investasi, Gubernur meminta agar diambil langkah-langkah extraordinary. Karena saat ini kita berada dalam bencana global akibat pandemi covid-19. Kalau sudah sudah keluar izin dan tidak ada geliat selama 3 bulan, cabut kembali izinnya.

“Bupati/Walikota cek kembali ini. Dalam situasi seperti ini, ada sektor-sektor tertentu yang diminati banyak pihak, tapi izn sudah terlanjur diberikan kepada orang lain namun mereka tidak bergerak. Ambil langkah tegas. Begitu juga kalau sertifikat ganda, harus ambil langkah extraordinary. Di sini ada Kapolda, Wakajati, Danrem dan Forkopimda, orang mau investasi, tapi masih terkendala masalah lahan. Ini harus ambil langkah luar biasa karena situasi bencana, yang penting jangan peras untuk dapatkan sesuatu, ” jelas Gubernur VBL.

Ketua DPRD NTT, Emy Nomleni mengatakan DPRD NTT mendorong dan mendukung upaya percepatan penyerapan APBD Kabupaten/Kota Se-NTT. Tidak hanya agar terjadi penyerapan lebih besar, tapi agar program dan kegiatan mendorong pergerakan perekonomian lebih cepat.

“Khusus untuk daerah-daerah yang terkena bencana, percepatan berbagai program dan kegiatan tentu akan bantu pemulihan ekonomi. Karena pastinya dalam beberapa bulan ke depan, masyarakat di daerah-daerah ini masih cukup sulit dapatkan makanan. Tolong perhatikan secara khusus perempuan dan anak di daerah bencana dalam penanganan dan pemulihan ekonomi, ” jelas Ketua PDIP NTT itu.

Sementara itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Rudi Margono mengatakan, pihak Kejaksaan Tinggi mendukung penuh upaya percepatan penyerapan anggaran dan perizinan untuk investasi. Seluruh Kejari dan jajarannya tidak boleh minta proyek dan tidak boleh KKN dalam penyerapan APBD. Kejaksaan akan memberikan
rasa aman dan membantu dalam percepatan penyerapan anggaran.

“Strategi konkret yang dilakukan, silahkan para Bupati/Walikota gunakan kejaksaan dari sisi kualitas. Kalau ada keraguan ambil keputusan dalam putuskan proyek mulai dari lelang sampai eksekusi, manfaatkan kejaksaan. Ini sudah triwulan II, mohon proaktif dari para Kajari dan Bupati/Walikota karena APBD adalah titipan dari negara untuk rakyat. Apabila masih ragu juga, konsultasikan dengan kejaksaan tinggi. Begitu juga dengan percepatan investasi,”kata Rudi.

Rudi meminta agar mulai saat ini, para Kajari bersinergi dengan para Bupati/Walikota. Kalau perlu buat jadwal dengan para Bupati/Walikota untuk lihat bersama APBD, bagian mana yang masih belum dilelang dan masalahnya apa.

“Pastikan bahwa uang rakyat akan sampai kepada masyarakat untuk kesejahteraan mereka,”pungkas Rudi.

Sekretaris Daerah NTT, Benediktus Polo Maing mengatakan total belanja APBD Kabupaten/Kota seluruh NTT Tahun 2021 mencapai Rp. 23,286 Triliun dengan realisasi sampai dengan Maret adalah Rp. 1,462 Triliun (6,28 persen). Untuk belanja modal serta belanja barang dan jasa tahun 2021 mencapai Rp. 9,849 triliun dan realisasi sampai Maret baru mencapai Rp. 224,41 miliar.

“Ini tentu butuh perhatian bersama untuk langkah-langkah percepatan, ” jelas Sekda Polo Maing.

Seperti diketahui Presiden Jokowi dalam arahannya pada tanggal 29 April lalu menegaskan sampai Maret masih ada 182 Triliun dana APBD yang terparkir di Bank dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah.

Minta Percepatan Upaya Vaksinasi

Dalam upaya penanganan covid-19, Gubernur Viktor mengharapkan agar upaya vaksinasi dapat dilakukan secara maksimal. Dikatakan Gubernur VBL, Vaksin memang bukan untuk bebas dari covid, tapi terutama untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok.

“Supaya tubuh kita paham dan terbiasa dengan virus ini karena vaksin berarti memasukan virus yang sudah dimatikan atau dinonaktifkan untuk meningkatkan imun dan antibodi tubuh supaya tubuh kita kenal dan mampu melakukan perlawanan kalau virus ini datang. Karena virus ini tidak mungkin hilang dan akan ada terus bersama-sama dengan kita. Kalau tidak vaksin, maka kemungkinan akan berdampak parah kalau terserang virus ini. Karena itu saya minta para Bupati/Walikota bersama Forkopimda untuk mendorong vaksinasi secara optimal sehingga tubuh seluruh masyarakat familiar dengan virus ini, “jelas Gubernur.

Untuk diketahui, target total vaksinasi di NTT adalah 3.643.275 orang. Target untuk gelombang pertama dari Januari sampai April untuk para tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia mencapai 877.852 orang. Namun realisasi sampai 3 Mei 2021 untuk dosis pertama mencapai 160.585 dan dosis kedua mencapai 86.739 orang. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur NTT Restui Pelaksanaan Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional XXXI di Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melegitimasi kepanitiaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) ke-31 tahun 2021 untuk tingkat Provinsi NTT, dengan menandatangani SK Kepanitiaan yang diserahkan oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya NTT, Timbul Batubara yang juga adalah Ketua Panitia Pelaksana HKAN 2021 Tingkat Provinsi NTT, bertempat di Ruang Kerja Gubernur, pada Kamis (6/05/2021). Acara Peringatan HKAN XXXI Tahun 2021, akan dilaksanakan di Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang dan Pantai Lasiana Kota Kupang, pada tanggal 8 – 10 Agustus 2021 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Timbul melaporkan kesiapan dari panitia pelaksana yang sudah melakukan rapat terpadu dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Timbul juga menyampaikan, telah disahkannya SK Menteri LHK RI Nomor : 176/MENLHK/KSDAE/KSA. 3/4/2021 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2021. SK tersebut telah ditandangani oleh Menteri LHK Siti Nurbaya pada tanggal 23 April 2021.

HKAN ke-31 kali ini mengangkat tema “BHAVANA SATYA ALAM BUDAYA NUSANTARA” yang bermakna “Memupuk Kecintaan Pada Alam dan Budaya Nusantara. Acara Puncak akan dilaksanakan di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang, Kota Kupang pada 10 Agustus 2021, rencananya akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Peringatan HKAN kali ini dilaksanakan di Provinsi NTT, karena NTT adalah daerah kepulauan yang memiliki karakteristik potensi daya tarik wisata alam yang indah, dan ditunjang dengan keragaman budaya, dimana NTT saat ini sangat dikenal sebagai provinsi yang unik dan kaya dari sisi alam dan budaya yang sangat eksotik.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sangat mengapresiasi rencana Peringatan HKAN di NTT kali ini.
“Kami Pemprov dan masyarakat NTT sangat senang dengan rencana kegiatan ini, karena sejalan dengan gencarnya program pemerintah dalam memperkenalkan pariwisata sebagai prime mover pembangunan ekonomi di daerah kami, dan juga tentunya dapat menjadi sebuah kebanggaan bagi kami, karena kami terus berupaya keras menjadikan NTT sebagai New Paradise, agar nyata sebagai New Tourism Territory,” ujar Gubernur Viktor.

Pada kesempatan tersebut juga, Kepala BBKSDA Timbul Batubara menyerahkan buku yang ditulisnya, tentang kepariwisataan NTT dengan judul Ring Of Beauty East Nusa Tenggara kepada Gubernur NTT. “Buku tersebut saya dedikasikan untuk NTT sebagai karya monumental menjelang masa pensiun pada 1 Juli 2021 nanti “, ujar Timbul yang sangat mencintai alam dan budaya NTT.

Sesuai informasi, panitia pelaksana melalui BBKASDA NTT dan Dinas LHK Provinsi NTT juga telah melaksanakan aksi solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat dan para ASN yang terdampak bencana alam siklon tropis seroja dibeberapa kabupaten yang terdampak seperti di Kabupaten Flotim, Alor, Manggarai, Sumba Timur, Sikka, Ende dan Malaka, dengan pemberian sembako dan uang tunai.
“Adapun bantuan yang kami berikan sebanyak 1505 paket sembako dan 800 Nasi Bungkus dari BBKSDA NTT dan Kementerian LHK kepada masyarakat terdampak, dan bantuan uang bagi ASN di lingkungan UPT KLHK Provinsi NTT senila 1 juta untuk 113 ASN yg rumahnya terdampak, ditambah bantuan bedah rumah yang tergolong rusak berat, bagi 3 ASN sebanyak 10 juta/ASN”, jelas Timbul, yang juga sebagai Ketua Pelaksana II Panitia Nasional HKAN 2021.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut yaitu : Kepala Dinas LHK Provinsi NTT, Ondy Christian Siagian, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Alex Lumba, Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Pius Rengka, Sekretaris Dinas Parekraf Provinsi NTT, Naftaly Huki, Kabid Industri dan Ekraf, Johny Rohi, Kabid Destinasi Disparekraf NTT, Wemmy Hermanus, Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan BBKSDA NTT, Imanuel Ndun dan Kasubag Program dan Kerjasama BBKSDA NTT, Kriswoyo. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT 

Gubernur VBL Ingin Pendidikan di NTT Adaptif Terhadap Potensi Daerah

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan pendidikan di NTT harus bisa adaptif terhadap potensi daerah untuk bisa mengembangkan pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata serta potensi lainnya.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi keynote speech dalam acara webinar transformasi digital pendidikan di NTT yang dilaksanakan pada Rabu (5/05/2021).

“Saya mau pendidikan kita terutama bagi sekolah kejuruan (SMK) untuk bisa adaptif dan inovatis dan juga memberikan dampak pembangunan di berbagai sektor diantaranya pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Kita punya potensi yang hebat untuk hal itu,” ujar Viktor.

“Guru dan Murid bersama Pemerintah harus bisa inovatif dan kerja sama untuk mengelola potensi daerah. Di daerah NTT ini banyak sekali lahan yang tidak dikelola untuk pertanian dan dibiarkan begitu saja. Pendidikan untuk siswa harus bisa menjadikan mereka sebagau pengelola lahan pertanian juga perkebunan. Sehingga ketika mereka tamat sekolah nanti sudah bisa punya ilmu untuk kelola lahan sendiri,” jelas Gubernur Viktor.

Begitu pun juga dengan potensi peternakan. Pendidikan sekolah sejuruan harus bisa menjadikan siswanya untuk bisa menjadi peternak-peternak hebat. Kita punya potensi ternak sapi, babi, dan kambing yang bisa dijadikan produk unggulan. Juga untuk perikanan dimana wilayah laut kita cukup luas. Anak-anak kita harus handal dalam mengelola sektor perikanan,” tambahnya

Ia menambahkan begitu juga dengan bidang pariwisata agar generasi NTT punya ketertarikan untuk belajar dan mengembangkan pariwisata NTT

Pendidikan tentang potensi alam ini akan sangat mendukung kebutuhan masyarakay dan juga lulusan-lulusannya bisa menjadi petani hebat, peternak hebat, bisa berwirausaha dibidang perikanan dan pariwisata. Tidak harus jadi pegawai negeri yang kerja di kantor, Tuhan sudah siapkan daerah ini dengan kekayaan alam luar biasa untuk kita kelola dan berikan manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wagub NTT : Perlu Kolaborasi dalam Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi dan Pencegahan Stunting Di Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan terbentuknya Tim Koordinasi (Pokja) Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta Pencegahan dan Penanganan Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (4/05/2021) di Hotel Aston Kupang.

Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT saat ini terus berupaya optimal untuk menurunkan AKI dan AKB serta percepatan penurunan dan pencegahan stunting. Tahun 2020 jumlah kematian ibu di NTT sebanyak 149 kasus dan angka kematian bayi baru lahir mencapai 744 kasus, sedangkan angka stunting mencapai 24,2 %. “Kondisi ini masih jauh jika dibandingkan dengan target yang dimasukan dalam RPJMD 2018-2023 yaitu tidak adanya kasus kematian ibu dan bayi baru lahir di NTT. Dengan kata lain target RPJMD Pemerintah Provinsi NTT untuk kematian ibu melahirkan dan neonates adalah nol kasus,” jelas Wagub.

Lebih lanjut, Wagub Nae Soi menyatakan, dalam rangka upaya percepatan penurunan AKI dan AKB serta penurunan dan pencegahan Stunting diperlukan sebuah kelompok kerja yang akan mengkoordinir semua kegiatan dan upaya pencapaian target tersebut.

“Pemerintah Provinsi NTT telah mempunyai Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting yang dibuat berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTT dan Surat Keputusan Kepala Bappelitbangda Provinsi Tahun 2019. Untuk mengakomodir kebutuhan dan sesuai situasi saat ini perlu dilakukan perubahan struktur kelompok kerja tersebut dimana dua kelompok kerja terintegrasi untuk mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu Pemerintah Provinsi NTT menggandeng USAID,” jelas Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya.

Mengakhiri sambutannya Wakil Gubernur NTT berharap di waktu yang akan datang, praktik kolaborasi program ini harus dapat dikreasikan untuk menyelesaikan berbagai persoalan terutama peningkatan kualitas dan akses layanan Pendidikan maupun upaya pengurangan angka kemiskinan.
“Kita membutuhkan kolaborasi untuk menghasilkan Super team dan bukan sekedar Superman yang bergerak secara sendiri. Setiap masukan dan kontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini harus tercatat dengan baik untuk dirumuskan dalam implementasi kegiatan demi pencapaian target Pemerintah Provinsi NTT NTT Bangkit – Menuju NTT Sejahtera,” pungkas Josef Nae Soi.

Dalam kesempatan ini Direktur Kantor Kesehatan USAID menyampaikan dukungan USAID melalui Program Momentum untuk mencapai target pemerintah mempercepat penurunan AKI dan AKB di NTT.
“USAID mendukung terbentuknya Tim Koordinasi (Pokja) Percepatan Penurunan AKI, AKB dan Pencegahan dan Penanganan Stunting di NTT. USAID akan memberikan dukungan teknis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, meningkatkan sistem rujukan dan meningkatkan kualitas data untuk pengambilan keputusan di 22 Kabupaten/kota di NTT,” kata Pamela Foster.

Dalam kesempatan kegiatan ini sekaligus juga untuk merayakan Hari Bidan International yang jatuh pada tanggal 5 Mei. Pemerintah Provinsi NTT dan USAID mengapresiasikan peran dan dukungan para bidan yang sebagian besar adalah tenaga pelaksana Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di tingkat masyarakat. Acara penetapan Pokja yang berdekatan dengan Hari Bidan International ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian para pemangku kepentingan terhadap KIA.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM, Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dr. Erna Mulati, Msc. DMFM dan USAID Health Office Director Pamela Foster (secara virtual), serta perwakilan dari para pemangku kepentingan di tingkat Provinsi dan 22 Kabupaten/Kota. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Air Layak Konsumsi Teknologi Reverse Osmosis di Desa Papagarang

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi Desa Papagarang Kecamatan Komodo. Di desa tersebut, Gubernur Viktor langsung meninjau pusat pengolahan air layak konsumsi, proyek desalinasi bertenaga surya di dampingi oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng (1/05/2021).

“Pengolahan air layak konsumsi, desalinasi bertenaga Surya dengan teknologi Reverse Osmosis ini menjadi solusi kebutuhan air minum di Desa Pesisir dan Pulau.Selanjutnya kalian buatkan perencanaan dan kebutuhan anggaranya untuk kita terapkan pada 10 lokasi sesuai hasil kajian teknis,” ungkap Gubernur kepada Koordinator Divisi Marketing Komodo Water, Listy Laura.

Gubernur Viktor Juga menegaskan kepada Kepala Desa Papagarang, Syahril agar teknogi ramah lingkungan yang diterapkan di desa ini, harus didukung secara optimal oleh Bumdes. Gubernur juga meminta Kepala Desa untuk lakukan penataan pesisir pantai yang bersih, Pembangunan Jalan Desa dan penertiban kembali ternak Kambing milik masyarakat.

“Pak Desa segera komunikasikan dengan pak Wabup untuk rencana pengolahan air layak konsumsi dalam bentuk kemasan bersama Bumdes yang nantinya kita pasarkan diwilayah sekitar pulau ini (Papagarang) untuk mengatasi biaya produksinya dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, Perhatikan kebersihan pesisir pantai, usulan pembangunan jalan desa dan usulkan juga kebutuhan kandang ternak Kambing untuk kita bantu,” Ungkap Gubernur Viktor

Sementara itu, Kepala Desa Papagarang, Syahril menginformasikan terkait kondisi geografis wilayah Desa dan menindaklanjuti arahan Gubernur NTT.

“Bapak Gubernur, Desa Papagarang memiliki luas wilayah 803 km². Jumlah penduduk sebanyak 1.511 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 393 KK. Berbagai arahan bapak, segera kami tindaklanjuti,” ungkap Kades Syahril

Dijelaskan lebih lanjut oleh Divisi Marketing Komodo Water, Listy Laura, teknologi yang diadirkan di Papagarang dapat diterapkan di desa pesisir dan pulau yang tidak memiliki air tawar.

“Teknologi Reverse Osmosis artinya air laut atau air payau kita saring sehingga garamnya berkurang dengan target air minum karena kualitasnya diatas air bersih,” ungkap Laura. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Setelah Kunjungi Daratan Timor, Gubernur NTT Kunjungi Kawasan Kepulauan di Labuan Bajo

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kunjungi Pulau Messah. Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur NTT ini dilaksanakan pada Sabtu (1/05/2021).

“Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi Daratan di wilayah NTT, sekarang kita bereskan kebutuhan dasar masyarakat di kepulauan, setelah dari Desa Papagarang, sekarang di Pulau Messah, Desa Pasir Putih Kecamatan Komodo, di dampingi oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng bersama Tim Akuo Energi Indonesia,” ujar Gubernur Viktor.

Pemenuhan kebutuhan Pelayanan Dasar bagi masyarakat merupakan kewajiban pemimpinnya dalam melayani masyarakatnya, tambah beliau.

“Kalau mau Provinsi ini maju pesat, gerak dan kerja kita harus cepat, teknologi Reverse Osmosis di Desa Papagarang tadi, dapat kita terapkan disini (Pulau Messah), di Pulau Longos juga dapat kita terapkan hal yang sama,” ungkap Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Gubernur VBL juga menginstruksikan Kepala Dinas Energi dan SDM Provinsi NTT, Jusuf Adoe untuk segera lakukan diskusi teknis dengan Tim Akuo Energi Indonesia dalam percepatan konsolidasi pemenuhan kebutuhan air layak konsumsi dengan pendekatan teknologi dan masalah kelistrikan yang di hadapi masyarakat Desa Papagarang dan Pulau Messah.

“Pak Kadis, segera diskusikan hal teknis bersama Tim Akuo Energi Indonesia, langkah awal kita siapkan 10 unit hingga kemasan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dijual, langkah selanjutnya Pemrov bersama Pemkab Manggarai Barat tetapkan regulasi untuk kebutuhan air minum bagi para turis di Pulau Komodo, Rinca dan sekitarnya sehingga tidak dibeli dari Labuan Bajo melainkan dibeli dari sini agar masyarakat bisa sejahtera. Sekalian komunikasikan dengan GM. PLN di Kupang untuk menyelesaikan permasalahan kelistrikan yang dihadapi masyarakat Papagarang dan Pulau Messah,” pungkas Gubernur Viktor.

Selanjutnya, Anggota BPD, H. Rasyidin mengungkapkan kebahagiaannya atas kunjungan Gubernur yang akan merealisasikan janjinya untuk masyarakat Pulau Messah dan masalah kelistrikan.

“Kita bersyukur bapak datang kesini, kebijakan yang dibuat, menjawab kebutuhan yang kami butuhkan, tolong kami juga untuk listrik PLN, karena hanya menyala hingga jam 9 malam setelah itu padam dan kami harus mengeluarkan biaya tambahan kalau kami ingin listrik terus menyala,” ungkap Rasyid

Sementara itu, Kadis Energi dan SDM Jusuf Adoe saat diwawancarai, menyampaikan telah menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur NTT saat kunjungan kerja di Desa Papagarang dan Pulau Messah

“Terkait permasalahan listrik yang dihadapi masyarakat dikedua pulau tersebut, telah kami identifikasi dan dikoordinasikan dengan GM. PLN Kupang untuk segera ditindaklanjuti, respon beliau juga segera, kemudian telah dilakukan diskusi teknis bersama tim Akuo Energi Indonesia, Rio Pramudita yakni penyiapan 10 titik pemenuhan layanan air layak konsumsi dan mereka bersedia datang ke NTT pada pertengahan bulan mei untuk memulai tahapan awal penjelasan teknis terkait implementasi Produksi Air Layak Konsumsi dengan teknologi Reverse Osmosis dengan prinsip kolaborasi lintas stakeholder,” ungkap Kadis Jusuf. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Musrenbang Provinsi secara Virtual, Menteri PPN bersama Gubernur NTT Hadir dari Labuan Bajo

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Suarso Manoarfa hadir di Labuan Bajo didampingi oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk membuka secara resmi Pelaksanaan Musrenbang Provinsi NTT secara virtual.

“Keberadaan saya di Labuan Bajo ini karena Gubernur NTT untuk hadir di Musrenbang Provinsi NTT. Acara kali ini rasanya sangat spesial, karena Gubernur NTB juga berada di sini (Labuan Bajo),” ungkap Kepala Bappenas.

“Arah kebijakan pengembangan wilayah Nusa Tenggara Tahun 2022 yaitu mendorong percepatan pembangunan manusia, memacu transformasi perekonomian daerah untuk memantapkan peran wilayah sebagai gerbang wisata alam dan budaya, menuntaskan pemulihan pasca bencana di Nusa Tenggara,” tegas beliau

Selanjutnya Menteri PPN juga menjabarkan terkait dengan pembangkit listrik tenaga Surya kapasitas 20 Gigawatt dari NTT untuk memenuhi target pemanfaatan energi terbarukan di Pulau Jawa sebesar 27 persen.

“Terkait energi baru terbarukan, Pak Gubernur terus meyakinkan kami. Proyek ini masuk dalam studi yang sementara kami selesaikan terkait potensi energi baru terbarukan dari NTT. Karena dari total kebutuhan target 27 Gigawatt energi terbarukan di pulau Jawa baru mencapai target 8 persen. NTT secara kajian, mampu berkontribusi 20 Gigawatt. Ini penting karena kedepan kita mendorong untuk percepatan realisasi kebutuhan energi tersebut sekaligus mewujudkan Indonesia bekontribusi terhadap dunia untuk mewujudkan emisi karbon dioksida netto-nol,” ungkap Menteri Manoarfa.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pembangunan Daerah, Hari Nur Cahya Murni dalam arahanya mengatakan, Musrenbang ini merupakan momentum seluruh pemangku kepentingan untuk menetapkan RKPD Tahun 2022.

“Musrenbang ini merupakan momentum seluruh pemangku kepentingan melakukan penajaman dan klarifikasi atas kegiatan dan sub kegiatan yang diusulkan untuk disepakati yang selanjutnya dituangkan dalam RKPD Provinsi NTT Tahun 2022. Apalagi tema RKPD NTT yaitu Pengembangan Infrastruktur Ekonomi, Pemantapan Rantai Pasok Pariwisata menuju Pemulihan Ekonomi daerah telah mendukung tema RKP Nasional yaitu Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural,” ungkap Dirjen Nur Cahya.

Lebih lanjut Gubernur Viktor memberikan apresasi atas dukungan Pemerintah Pusat terhadap NTT dan mendukung pelaksanaan pembangunan dengan skema Kolaborasi.

“Pak Menteri sudah membuka kegiatan ini (Musrenbang Provinsi). Selanjutnya saya akan berdiskusi khusus dengan Pak Menteri terkait pembangunan NTT Tahun 2022. Terimakasih juga kepada Bapak Presiden dan Bapak/Ibu Menteri yang perhatian terhadap NTT dalam mendukung percepatan pembangunan. Labuanbajo sebagai salah satu Destinasi Wisata Priotas Nasional dan Food Estate di Sumba Tengah, merupakan contoh wujud kolaboratif dan kerja cerdas, selanjutnya kami mendukung Pemerintah Pusat dalam mewujudkan NTT menjadi masa depan Indonesia melalui Energi Listrik Tenaga Surya,” pungkas Gubernur Viktor

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Provinsi NTT Terima DTH Tahap I Dari BNPB Senilai 7,4 Milyar

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Secara khusus kepada BNPB yang bergerak cepat untuk membantu penanganan bencana di NTT akibat Badai Siklon Tropis Seroja.

“Kami cukup bangga dengan BNPB yang begitu cepat tanggap. Hari pertama bencana, kepala BNPB nya langsung sudah ada di Flores. Ini sebuah nilai dan pelajaran berharga untuk kami, para pemimpin di NTT bahwa kalau rakyat ada masalah, jangan menunggu lama-lama. Pemimpin harus cepat hadir di tengah masyarakat, ” kata Gubernur VBL dalam arahannya pada kegiatan Penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap I Pasca Bencana Siklon Tropis Seroja dari BNPB kepada Gubernur NTT dan dari Gubernur NTT Diserahkan kepada Walikota/Para Bupati Penerima DTH Tahap I di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (28/04/2021).

Rapat ini dihadiri oleh Bupati Kupang dan Wakil Walikota Kupang. Sementara para Bupati lainnya mengikuti kegiatan ini secara virtual.

Menurutnya, sebagai Gubernur yang punya pengalaman lapangan, ia melihat apa yang telah dilakukan Kepala BNPB menunjukan keterpanggilan pelayanan dengan hati nurani dan keberanian luar biasa. Inilah ciri khas pemimpin.

“Saya tahu situasi saat itu sangat sulit untuk landing di NTT. Kecepatan angin kira-kira 80 km per jam sangat berat untuk pesawat mendarat. Saya juga tahu Kepala BNPB coba landing di Flores Timur, tapi tidak bisa.Dan akhirnya putuskan mendarat di Maumere. Ini ciri khas pemimpin yang berani berdiri di depan dan ambil langkah tegas. Semangat seperti ini harus terus dipupuk oleh semua pemimpin di NTT. Sekali lagi, respek saya untuk Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo dan jajaran, ” ungkap Gubernur Viktor.

Lebih lanjut Gubernur VBL menyampaikan terima kasih atas bantuan DTH tahap pertama. Gubernur mengingatkan kepada para Bupati/Walikota untuk menyalurkannya secara tepat dan cepat.

“Uangnya sudah ada, harus cepat dibagikan. Administrasinya sudah ada dan dalam tempo dua hari harus sudah selesai sehingga masyarakat bisa memanfaatkan sesuai peruntukannya. Kalau bagi uang saja lambat, kita bisa menilai kualitas para Bupati/Walikota,”ujar Gubernur.

Gubernur menjelaskan batas akhir penyampaian data seharusnya tanggal 26 April lalu. Namun masih ada beberapa Kabupaten yang belum memasukan data-data tersebut. Hal ini tentu sangat memalukan.

Gubernur menegaskan batas akhir penyampain data adalah hari Jumat (30/4) sampai pukul 00.00 (24.00 wita).

“Saya minta perhatian serius para Bupati/Walikota. Lewat satu menit saja, Bupatinya tanggung sendiri (pendanaannya, red). Tidak ada kompromi karena sudah diingatkan berkali-kali. Urus administrasi dan verifikasi data saja lamban dan susah. Saya ingatkan hari Senin (3/5) sudah harus bergerak ke tahap selanjutnya. Kalau ada rakyat yang protes, saya yang terdepan bersama rakyat hadap Bupati. Maaf kalau saya tegas dan keras. Karena untuk hal-hal extraordinary, pendekatannya juga harus super luar biasa. Jangan kita main-main dengan masalah rakyat yang sudah menderita karena bencana ini,” tegas Gubernur VBL.

Sementara itu, Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB, Brigjen. Syahyudi mengatakan DTH merupakan bantuan Pemerintah Pusat melalui BNPB untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana siklon tropis seroja yang rumahnya terkategori Rusak Berat (RB) . Tujuannya untuk cari rumah keluarga atau kerabat sebagai tempat menginap sampai rumahnya selesai dibangun.

“Kita menghindari adanya konsentrasi warga di tempat pengungsi untuk mencegah penyebaran covid-19. Besaran dana ini adalah Rp 500 ribu per bulan untuk setiap KK. Tahap pertama ini diberikan untuk tiga bulan. Selanjutnya akan ada tahap kedua untuk 3 bulan berikutnya, ” jelas Syahyudi.

Lebih lanjut, Syahyudi mengungkapkan DTH tahap I tersebut diberikan kepada 10 Kabupaten yang sudah memasukan data. Jumlahnya sebesar Rp. 7.405.500.000,- (Tujuh Miliar Empat Ratus Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Dana ini diperuntukan bagi Kabupaten Kupang sebanyak 2.060 rumah, TTU 62 rumah, Malaka 556 rumah, Belu 28 rumah, Alor 733 rumah, Lembata 238 rumah, Flores Timur 234 rumah, Nagekeo 3 rumah, Sumba Timur 762, dan Kota Kupang 261 rumah.

“Dana ini langsung kami transfer ke rekening daerah. Kami harapkan agar usulan rumah baik itu Rusak Berat, Rusak Sedang dan Rusak Ringan agar segera difinalisasi sesuai fakta yang ada. Jangan sampai ada yang dobel. Seharusnya batas akhir tanggal 26 April, kami harapkan minggu ini sudah selesai. Terkait lokasi untuk relokasi, kami harapkan harus benar-benar clear. SK usulan data dari Pemerintah Daerah juga harus jelas, apa yang sudah dikirim benar-benar harus merupakan hasil validasi dan verifikasi,” pungkas Syahyudi.

Sementara itu, Plt. Kepala BPBD NTT, Isyak Nuka mengungkapkan DTH yang diserahkan adalah yang sudab dibuatkan SK oleh (Pemerintah) Pusat. Sudah divalidasi dan diverifikasi. Masih ada sebelas Kabupaten yang belum masukan data.

“Yang belum masukan sebelas kabupaten. Kalau kemarin semua masukan, pasti semua sudah terima tahap I, jumlahnya bisa dua kali lipat. Tadi terimanya baru tahap I, tiga bulan lagi mereka terima tahap II dan selesai. Terkait yang rusak ringan dan rusak sedang, sesuai petunjuk pusat akan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat. Sementara yang rusak berat akan diproses dan diadakan pembangunannya oleh pihak ketiga.Yang semua prosenya dilakukan oleh pemerintah pusat,”jelas Isyak.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menyerahkan secara simbolis DTH kepada Bupati Kupang dan Wakil Walikota Kupang. Untuk Kabupaten Kupang sebesar Rp. 3.090.000.000,- (Tiga Miliar Sembilan Puluh Juta Rupiah) dan Kota Kupang sebanyak Rp. 391.500.000,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Juta Rupiah).

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Sekda NTT Benediktus Polo Maing, Staf Khusus Gubernur, Prof. Daniel Kameo, Imanuel Blegur dan Markus Hage, Plt. Kepala BPBD NTT, Isyak Nuka, Karo Administrasi Pimpinan, Jelamu Ardu Marius, insan pers dan undangan lainnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setdda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata