Arsip Tag: George M. Hadjoh

Penjabat Wali Kota Launching Integrasi Data Kotaku dengan Website Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, melaunching integrasi data Kotaku dengan Website Kota Kupang. Launching berlangsung di lokasi penataan kawasan kumuh samping wisata mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Jumat (23/09/2022).

Hadir dalam launching ini, Kepala Seksi Wilayah I Balai Prasarana Permukiman NTT, Migel Ezron Elim,ST, Kepala Satker PPP Wilayah 1 Provinsi NTT, Team Leader KMP Program Kotaku, Tim Korprov Kotaku Wilayah I Provinsi NTT, Tim Koorkot Kotaku Wilayah I. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, SH, beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, Sekretaris Camat Kelapa Lima dan Lurah Oesapa Barat.

Dengan launching tersebut, secara resmi Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyiapkan ruang dan memberikan akses domain untuk konten program kotaku pada website resmi Pemda Kota Kupang. Harapannya website tersebut akan menjadi pusat informasi dan edukasi serta ruang pembelajaran yang baik bagi pemda, stakeholder dan masyarakat dalam melanjutkan penanganan kumuh dan pencegahan berkembangnya kumuh baru di Kota Kupang.

Dalam sambutannya Penjabat Wali Kota mengakui pada proses perencanaan pembangunan kebutuhan akan data sangatlah penting untuk menunjang usulan yang akan diajukan. Tanpa data yang lengkap rancangan yang diajukan belum tentu diterima. Dengan launching ini data-data yang terintegrasi dan terpusat dapat dimanfaatkan pada setiap level pemerintahan dapat mempercepat proses pembuatan kebijakan.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang melalui Kementerian PUPR dan balai yang ada di NTT, yang sudah membantu Pemkot Kupang membangun sejumlah infrastruktur dan menata kawasan kumuh lewat program Kotaku. Tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang saat ini menurutnya adalah menjaga agar infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat tersebut. Pemkot Kupang akan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk melakukan operasi penertiban aset-aset pemerintah guna mencegah pengrusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

George juga berharap aset yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan secara baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya seperti lokasi penataan kawasan kumuh di Oesapa Barat yang menurutnya bisa digunakan sebagai lokasi even budaya tingkat kelurahan.

Pada kesempatan yang sama dia menyampaikan pemerintah dan masyarakat Kota Kupang tentunya sangat berharap agar program Kotaku bisa berlanjut di Kota Kupang. Karena itu dia minta kepada Bappeda Kota Kupang untuk segera menyiapkan surat pernyataan minat kepala daerah sebagaimana yang disyaratkan oleh pemerintah pusat agar program tersebut bisa berlanjut.

Kepala Seksi Wilayah I Balai Prasarana Permukiman NTT, Migel Ezron Elim,ST, dalam sambutan mewakili Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, menjelaskan pemilihan kawasan Oesapa Barat sebagai kawasan prioritas berkaitan erat dengan konsep penataan ruang Kota Kupang sebagai Water Front City dan pembangunan infrastruktur permukiman untuk menunjang kawasan Oesapa Barat sebagai kawasan strategis ekonomi dan pariwisata dengan luas kumuh di kawasan Oesapa tertangani 12,6 Ha dengan adanya pembangunan jalan, drainase, air bersih, sanitasi (MCK) dan persampahan (TPS3R).

Dia berharap infrastruktur yang telah terbangun dan akan diserahterimakan ke Pemda menjadi aset pemerintah Kota Kupang untuk dikelola dengan beberapa hal yang harus disiapkan oleh Pemerintah Kota Kupang di antaranya; penyelesaian dokumen LAIR, (Land Acquisition Implementation Report), Kelembagaan (OPD) serta mengalokasikan APBD untuk O&P/Business Plan.

Ditambahkannya, Pemerintah Kota Kupang dapat melanjutkan kegiatan penanganan kumuh di kawasan permukiman kumuh di Kota Kupang sampai tuntas, dengan membangun kolaborasi bersama dan saling terintegrasi dan terpadu antar berbagai pihak vertikal, horizontal dan sumber pendanaan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Penjabat Wali Kota Kukuhkan Anggota FKUB Kota Kupang Periode 2021-2025

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh mengukuhkan para anggota FKUB Kota Kupang periode 2021-2025. Pengukuhan berlangsung di Restoran Subasuka Kupang, Rabu (21/09/2022).

Hadir dalam pengukuhan tersebut Perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Melki Rensini, Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS, Ketua PHDI Kota Kupang, I Wayan Wirasusana serta perwakilan Pastor Paroki St. Yosep Pekerja Penfui, Frater Riko. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH, M.Si beserta jajarannya.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh saat mengukuhkan para anggota FKUB Kota Kupang periode 2021-2025, bertempat di Restoran Subasuka Kupang, Rabu (21/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Berdasarkan keputusan Penjabat Wali Kota Kupang No. 129/KEP/HK/2022 tanggal 15 September 2022 tentang perubahan kedua atas lampiran keputusan Wali Kota Kupang No. 33/KEP/HK/2021 tanggal 20 Januari 2021 tentang Forum Kerukunan Umat Beragama dan Dewan Penasihat Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Kupang Periode tahun 2021-2025, susunan kepengurusan FKUB Kota Kupang antara lain sebagai berikut, Pdt. Jecky Latuperissa, M.Th sebagai Ketua, Rm. Anderias Sika, Pr dan H. Muhammad Abdurrahman sebagai Wakil Ketua, Pdt. Yosafat Chandradireja, M.Th sebagai Sekretaris dan I Nyoman Ramia sebagai Wakil Sekretaris beserta 12 orang pemimpin agama lainnya sebagai anggota.

Dalam arahannya Penjabat Wali Kota Kupang menyampaikan pengukuhan hari ini merupakan momentum bersejarah yang menunjukkan kebhinekaan sebagai kekuatan yang mengikat dan mempersatukan bangsa. Menurutnya FKUB merupakan bagian dari tubuh Kota Kupang yang tidak bisa dipisahkan dengan visi yang sejalan dengan Pemerintah Kota Kupang. Diakuinya peran pemimpin umat sangat strategis untuk membangun mindset dan karakter kerja keras umatnya.

Lebih lanjut, George menambahkan setelah dikukuhkan, para pengurus FKUB harus bergerak cepat, lewat kerja-kerja kolaborasi mendukung upaya Pemkot Kupang mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan indah rasa Singapura. Para Pemuka Agama berperan membentuk sumber daya manusia, membangun mindset dan pikiran-pikiran positif yang membangkitkan semangat umat menatap masa depan. Karena itu dia mendorong ke depan perlu diselenggarakan lomba kebersihan antar rumah ibadah, agar semua rumah ibadah menjadi bersih dan umat yang datang beribadah merasa nyaman. Para pemimpin agama juga diharapkan lewat seruan di mimbar rumah ibadah mendorong umatnya untuk lebih disiplin dan bekerja keras untuk pengembangan ekonomi yang lebih baik. *PKP_ans

Pemkot Diminta Bangun Pasar Malam di Alak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Untuk mendukung geliat perekonomian warga di seputar pelabuhan Tenau dan pelabuhan perikanan, Pemerintah Kota Kupang diminta untuk membangun pasar malam di Kelurahan Alak. Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Christian S. Baitanu, yang juga merupakan warga Kelurahan Alak, saat Penjabat Wali Kota Kupang berkantor di Kelurahan Alak, Senin (19/09/2022).

Anggota DPRD Kota Kupang dari daerah pemilihan Alak itu menuturkan, di wilayah Kelurahan Alak, khususnya RT 03 hingga RT 20 merupakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Karena di wilayah tersebut terdapat pelabuhan kapal penumpang Tenau dan pelabuhan perikanan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Lebih lanjut dikatakan, di seputar ruas jalan pada wilayah tersebut telah berdiri lapak-lapak ikan, deretan warung makan, perkantoran dan balai karantina yang semuanya beroperasi hampir 24 jam. Menurutnya kondisi ini perlu didukung secara optimal baik terhadap lapak para penjual maupun fasilitas pendukung lainnya seperti ketersediaan air bersih. Untuk mendukung upaya tersebut menurutnya Pemerintah Kota Kupang perlu menginisiasi berdirinya pasar malam.

Lokasi pasar malam menurutnya bisa memanfaatkan jalan jembatan yang selama ini tidak biasa diakses oleh kendaraan umum dan masyarakat. “Kita bisa berkoordinasi dengan pihak balai jalan dan Dinas Perhubungan Kota Kupang, agar jalan tersebut dapat dimanfaatkan warga pada waktu malam. Ini penting, karena menampakkan geliat ekonomi baru bagi masyarakat baik disektor kuliner dan lainnya seperti ojek, pasca ditutupnya lokalisasi beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh menjelaskan, terkait pembangunan ekonomi masyarakat akan sangat tergantung pada rencana aksi setiap kelurahan yang sudah disampaikannya beberapa waktu lalu, dalam pertemuan bersama dengan para Camat dan Lurah.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh saat berkantor di Kelurahan Alak, Senin (19/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Dalam perencanaan tersebut menurutnya diharapkan setiap kelurahan harus memiliki event yang menampilkan kesenian dan budaya setempat, sehingga menjadi stimulan pergerakan ekonomi masyarakat. Sektor kuliner adalah salah satu sektor ekonomi riil dari sektor ekonomi lainnya yang pasti mendapatkan dampak langsung dari kalender event tersebut.

George menambahkan perlu ada komunikasi aktif para pihak yang terkait untuk mendorong kerja-kerja kolaborasi demi terciptanya harapan masyarakat tersebut. Penjabat Wali Kota Kupang atas nama pemerintah menyatakan selalu mendukung terciptanya kegiatan ekonomi warga, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan membuka ruang-ruang usaha baru bagi masyarakat seperti ternak ayam petelur, hasil pertanian hortikultura yang memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemkot juga akan mengembangkan kebun shorgum yang rencananya akan ditanam secara masif di lahan tidak produktif milik masyarakat dan akan memproduksi bubuk daun kelor sebagai usaha tambahan.

Dalam dialog dengan warga, Penjabat Wali Kota juga berkesempatan mendengarkan sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh para perwakilan masyarakat dan para anggota DPRD Kota Kupang seperti perbaikan jalan lingkungan, lampu jalan serta komunikasi dengan pihak PT. Semen Kupang agar mendapatkan solusi kaitannya dengan polusi udara yang disebabkan kegiatan perusahaan tersebut dan beberapa isu yang berhubungan dengan perikanan laut dan nelayan tangkap.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota DPRD Kota Kupang dari Dapil Alak antara lain, Esy Meliana Bire, Alfred Djami Wila, Livingstone Ratu Kadja dan Yeki Thobias Feoh. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda Kota Kupang, para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, Camat Alak beserta para lurah se-kecamatan Alak. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Penjabat Wali Kota Kupang Ajak IDI Terlibat Turunkan Angka Stunting

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, minta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ikut terlibat dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Kupang. Keterlibatan IDI menurutnya bisa dilakukan dengan gerakan massif, terjun langsung ke kelurahan-kelurahan membantu petugas di lapangan melakukan sosialisasi sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Permintaan tersebut Penjabat Wali Kota Kupang, saat membuka Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kupang di Hotel Swiss Belcourt Kupang, Sabtu (17/09/2022).

George mengakui perlu ada kolaborasi antara IDI, rumah sakit dan pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan untuk mewujudkan kesejahteraan warga Kota Kupang di bidang kesehatan. Salah satunya adalah dalam upaya menekan angka stunting yang saat ini masih di sekitar 20-an persen. Dia optimis dengan kerja kolaboratif dan dukungan semua pihak termasuk IDI, pada tahun 2023 nanti angka stunting di Kota Kupang sudah turun di angka 16 persen dan tahun 2024 nanti sudah mencapai 14 persen sesuai arahan Presiden Jokowi. Untuk itu menurutnya perlu menggunakan cara-cara yang tidak biasa dan out of the box.

Penjabat Wali Kota Kupang, saat membuka Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kupang di Hotel Swiss Belcourt Kupang, Sabtu (17/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Kepada para pengurus IDI Cabang Kupang yang terpilih nanti dia minta untuk mendesain program disertai solusi. Penjabat juga minta Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati yang turut hadir dalam acara tersebut untuk mencatat kebutuhan dan rekomendasi yang disampaikan IDI dalam muscab tersebut untuk menjadi perhatian serius, di antaranya ketersediaan sarana dan pra sarana kesehatan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, serta jasa para tenaga kesehatan karena tugasnya berkaitan dengan nyawa manusia. Selain itu dia juga memberi perhatian serius terhadap upaya penanggulangan demam berdarah yang setiap tahun mengancam serta angka gizi buruk yang diharapkan di waktu mendatang tidak ada lagi.

Ketua IDI Kota Kupang, dr. Stef Soka, Sp.B, menjelaskan, musyawarah cabang merupakan forum keputusan tertinggi dari IDI Cabang Kupang, sebagai upaya untuk melakukan perbaikan tata kelola organisasi. Dia berharap dalam muscab kali ini ada hal positif yang membawa perubahan lebih baik. Terutama dalam semangat mengayomi teman sejawat dan bersinergi dengan pemerintah di bidang kesehatan sehingga lebih baik dalam melayani masyarakat. Pada kesempatan yang sama dia mengajak rekan-rekan dokter untuk terlibat dan berkontribusi pada isu-isu strategis di bidang kesehatan seperti stunting serta kematian ibu dan anak.

Sementara itu Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Andreas Fernandes, SpPD, FInasim, MARS, yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan musyawarah cabang ini merupakan langkah baik bagi IDI Cabang Kupang dalam melakukan regenerasi, sehingga roda organisasi tetap berjalan. Kepada pengurus IDI cabang Kupang dia berpesan kesejawatan adalah hal yang penting diperhatikan. “Teman sejawat adalah saudara kandung kita, karena itu kebutuhan teman-teman sejawat harus diperhatikan IDI,” pesannya.

IDI Cabang Kupang memiliki 316 anggota aktif yang tersebar di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Sabu Raijua. Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang pada acara pembukaan tersebut, Staf Ahli Wali Kota Kupang, dr. Ari Wijana, Kepala Dinas Kesehatan, drg, Retnowati dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Kupang, drg. Fransiska Ikasasi. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Penjabat Wali Kota Minta Taruna Politeknik Belajar Manfaatkan Potensi Kelautan NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Para taruna dan taruni Poltek Kelautan dan Perikanan harus belajar melihat potensi kelautan di NTT, yang akan mereka kembangkan setelah menyelesaikan pendidikan nanti. Permintaan tersebut disampaikan Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, saat memberikan kuliah umum pada Masa Pengenalan Akademik dan Kehidupan Asrama (MPAK) Taruna/i Angkatan VII Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang Tahun Akademik 2022/2023, di Kampus Poltek Kelautan dan Perikanan Kupang, Jumat (16/09/2022).

Menurutnya 237 calon taruna dan taruni asli NTT itu, telah menetapkan pilihan yang tepat untuk belajar di Poltek Kelautan dan Perikanan Kupang. Luas laut di NTT yang empat kali lebih luas dari daratan merupakan prospek yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan maksimal. Karena itu dia mendorong para calon taruna untuk kerja keras belajar dan mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang bisa mengelola potensi laut di kampung halamannya sendiri.

Mantan Plt. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT itu menyampaikan, beberapa waktu lalu Menteri Kelautan dan Perikanan RI juga telah menetapkan NTT sebagai pilot project provinsi penangkapan terukur di Indonesia. Diperkirakan akan datang ribuan kapal yang akan menangkap jutaan ton ikan di wilayah NTT, dengan peredaran uang diprediksi mencapai puluhan triliun. Karena itu sebagai putera-puteri asli NTT, para calon taruna perlu mempersiapkan diri secara baik sehingga nanti tidak menjadi penonton di rumah sendiri.

Kepada para calon taruna/taruni Penjabat Wali Kota berpesan untuk berjuang keras, meningkatkan disiplin dalam belajar dan bekerja. Dia yakin kerja keras tanpa kenal lelah akan membuahkan hasil berupa prestasi yang membanggakan. Sebagai contoh dia mengisahkan perjuangannya sebagai atlet kempo hingga meraih medali dan kemudian menjadi pelatih yang melahirkan bintang-bintang muda berprestasi. Tempaan keras di lembaga pendidikan menurutnya merupakan modal bagi para taruna/taruni bertahan hidup di kemudian hari. “No glory without suffering. Tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa kerja keras, keringat dan air mata,” ungkapnya.

Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang, Dr. Aris Widagdo, A.Pi.,M.Si, menyampaikan terima kasih kepada Penjabat Wali Kota Kupang yang dalam kesibukannya masih berkenan menyempatkan diri memberi motivasi kepada calon SDM unggul di bidang kelautan dan perikanan yang ke depan akan membangun NTT. Sebagai master kempo yang mendulang banyak prestasi di masa muda, Penjabat Wali Kota tentunya punya karakter yang hebat dan unggul yang perlu ditularkan kepada generasi muda calon taruna dan taruni Poltek Kelautan dan Perikanan. Dalam kuliah umum tersebut Penjabat Wali Kota juga berkesempatan berdialog dengan para calon taruna/taruni yang berasal dari berbagai daerah di NTT. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Buka Rakor TPPS, Penjabat Wali Kota Minta Fokus Kejar Target Penurunan Angka Stunting

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus Hadjoh, S.H., membuka kegiatan rapat koordinasi tim percepatan penurunan Stunting tingkat Kota Kupang, Selasa (13/09/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) berkolaborasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang tersebut berlangsung di Hotel Aston Kupang dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan atau Tokoh Agama, Organisasi Profesi serta para Camat dan Lurah Se-Kota Kupang.

Dalam sambutannya Penjabat Wali Kota menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antar instansi lingkup Kota Kupang, demi sebuah tujuan mulia menurunkan angka Stunting. Dijelaskannya upaya mengatasi Stunting ini adalah sebuah panggilan, untuk itu semua yang terlibat dalam tim percepatan penanganan _Stunting_ harus menggunakan hati serta jiwa dan raga yang tulus untuk bekerja menjadi sebuah super team.

“Kita harus bekerja lebih keras, bekerja out of the box. Oleh karena itu kolaborasi yang telah dibentuk harus jalan bersama-sama dengan tuntunan Tuhan sehingga kita dapat melakukan hal-hal di luar kemampuan kita,” ajak George.

Menurutnya Presiden RI, Joko Widodo dalam arahan sebelumnya minta agar target pemerintah pada tahun 2024 Stunting harus berada di bawah 14%. Oleh karena itu Penjabat Wali Kota menargetkan pada tahun 2023 nanti Stunting di Kota Kupang berada pada 16% dan tahun 2024 mampu berada pada 14% sesuai harapan Presiden.

Penjabat Wali Kota berharap kedepannya bisa melibatkan semua elemen masyarakat dalam membantu penangangan Stunting, mulai dari pemerintah, forkopimda, lembaga-lembaga pendidikan, institusi swasta hingga seluruh masyarakat. Dengan keterlibatan semua elemen ini serta melalui sosialisasi dan edukasi yang diberikan diharapkan dapat memperoleh data yang lebih pasti sehingga lebih cepat dalam penanganan.

Kepala Dinas P2KB, drg. Fransisca J. H. Ikasasi, dalam laporannya sebagai panitia menyampaikan kasus Stunting di Kota Kupang mengalami peningkatan dalam 2 tahun terakhir, di mana tahun 2020 kasus Stunting di Kota Kupang sebesar 22,2% dan meningkat di tahun 2021 menjadi 26,1%. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang menyebabkan jumlah kunjungan balita pada pemantauan tumbuh kembang di posyandu menurun. Selain itu masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas lebih memilih melakukan pemantauan anak di fasilitas kesehatan lainnya seperti dokter anak atau dokter keluarga sehingga koordinasi lintas sektor belum maksimal.

Tujuan dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) adalah untuk mengkoordinasikan, menyinkronisasikan dan memastikan pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting serta menyelenggarakan kerja sama dan kemitraan dengan pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan percepatan penurunan Stunting.

Lebih lanjut dikatakannya Tim TPPS diharapkan untuk merumuskan dan memfasilitasi pelaksanaan manajemen pendampingan, mengoordinasikan pemantauan dan evaluasi, membentuk TPPS di tingkat kecamatan dan kelurahan serta melaporkan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting kepada tim pengarah 1 (satu) kali dalam sebulan atau sewaktu-waktu dibutuhkan. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Warga Luar Buang Sampah di Fatukoa, DPRD Minta Beri Sanksi Tegas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wilayah Kelurahan Fatukoa sering menjadi tempat pembuangan sampah liar oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab, terutama di sepanjang Jalur 40. Keluhan tersebut disampaikan oleh para tokoh masyarakat Kelurahan Fatukoa saat Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH., berkantor di kelurahan tersebut, Senin (12/09/2022).

Anggota DPRD Kota Kupang, Yusuf Abjena yang turut hadir pada kesempatan tersebut minta Pemkot Kupang memberlakukan sanksi tegas bagi oknum yang membuang sampah sembarangan untuk menimbulkan efek jera.

Senada dengan para tokoh masyarakat Fatukoa, Anggota DPRD Kota Kupang dari daerah pemilihan Maulafa itu menyampaikan beberapa kali bersama warga melakukan patroli di titik-titik yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah dan menangkap basah oknum pelaku. Namun karena belum ada pemberlakuan sanksi yang tegas, mengakibatkan para pelaku tidak jera dan berpeluang kembali melakukan kesalahan yang sama.

Selain sanksi untuk pembuang sampah, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Kupang itu juga menyatakan dukungan terhadap terobosan yang digagas oleh Penjabat Wali Kota Kupang, yakni memanfaatkan lahan-lahan kosong yang ada untuk ditanami kelor dan sorgum ataupun sayur-sayuran. Diakuinya, di wilayah Fatukoa terdapat banyak lahan kosong yang cocok dijadikan sebagai lahan pertanian. Namun sayangnya para petani tidak memiliki sarana dan pra sarana pertanian yang memadai sehingga sistem pertanian yang digunakan masih secara tradisional. Karena itu dia berharap Pemkot Kupang melalui Dinas Pertanian memperhatikan kebutuhan para petani tersebut.

Dukungan untuk pemberlakuan sanksi yang tegas juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Fatukoa, Yoseph Takene. Menurutnya warga Fatukoa mendukung penuh upaya Pemkot Kupang dalam penanganan sampah. Senada dengan Yusuf, dia menyarankan diberlakukan sanksi yang tegas kepada warga yang tidak membuang sampah pada tempatnya. Yoseph juga minta dukungan Pemkot Kupang di sektor pertanian, terutama dalam pemenuhan kebutuhan akan pupuk bersubsidi. Menurutnya, selama ini akibat pasokan pupuk bersubsidi yang terbatas para petani terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya cukup mahal.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah tokoh masyarakat juga menyampaikan aspirasi warga terkait jalan lingkungan, lampu jalan dan pemenuhan air bersih serta persoalan sosial kemasyarakatan lainnya.

Menanggapi masukan dari warga, Penjabat Wali Kota langsung meminta kepada pimpinan perangkat daerah terkait untuk langsung memberikan penjelasan tentang persoalan tersebut dan memastikan tindak lanjutnya. Tentang sanksi yang tegas, menurut Penjabat Pemerintah Kota Kupang sudah mengeluarkan aturan sanksi senilai Rp 50 juta bagi siapa saja yang kedapatan membuang sampah secara sembarangan. Dua hari sebelumnya, tepatnya Sabtu (10/09/2022), Penjabat Wali Kota juga sudah menemui sejumlah tokoh masyarakat Fatukoa yang minta perbaikan jalan di wilayah mereka. Permintaan tersebut langsung direspons dengan memerintahkan Dinas PUPR untuk segera mendata jalan lingkungan yang rusak untuk segera diperbaiki. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Berkantor di Kelurahan, Penjabat Wali Kota Dapat Apresiasi dari DPRD Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Penjabat Wali Kota Kupang, , George M. Hadjoh, SH, berkantor di kelurahan.

Apresiasi disampaikan saat Penjabat Wali Kota berkantor di Kelurahan Naioni, Selasa (13/09/2022). Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Christian S. Baitanu bersama para anggota DPRD Kota Kupang dari daerah pemilihan Alak, Esy Meliana Bire, Alfred Djami Wila dan Yeki Thobias Feoh.

Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Christian S. Baitanu menyampaikan sebagaimana nawa cita Presiden Jokowi yang membangun Indonesia dari pinggiran, Penjabat Wali Kota di awal masa jabatannya telah mengupayakan pembangunan dari kelurahan pinggiran seperti Naioni. Apresiasi juga disampaikannya kepada Penjabat Wali Kota Kupang yang sudah berjuang menjadikan Kota Kupang makin bersih dari sampah plastik, dengan mengerahkan seluruh pegawai dan warga memungut sampah dan masuk got.

Sebagai anggota DPRD yang terpilih dari daerah pemilihan Alak, Christian mengungkapkan sejumlah aspirasi warga Naioni yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Salah satu kebutuhan utama para petani dan peternak menurutnya adalah air. Karena itu mewakili warga dia minta agar Pemkot membangun reservoar sebagai tempat penampungan air yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga. Ditambahkannya, Kelurahan Naioni juga memiliki embung yang sudah bocor dan sejak tahun 2008 tidak diperbaiki. Mereka berharap dalam waktu dekat embung tersebut diperbaiki sehingga bisa kembali dimanfaatkan.

Selain persoalan air, Chris Baitanu juga menyorot tentang jalan lingkungan di Naioni sepanjang kurang lebih 8 km, termasuk jalan menuju obyek wisata penangkaran rusa yang masih rusak. Warga Naioni juga menurutnya sangat mengharapkan pemasangan lampu penerangan jalan. “Naioni ini kelurahan perbatasan, tapi masih seperti daerah tertinggal,” ungkapnya prihatin.

Apresiasi atas program Penjabat Wali Kota berkantor di kelurahan juga disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Kupang dari Dapil Alak lainnya, Alfred Djami Wila. Menurutnya ini merupakan langkah yang baik dan hasilnya akan signifikan, karena Penjabat turun langsung menyerap aspirasi warga serta melihat langsung kondisi pembangunan di masyarakat. Senada dengan Chris Baitanu, Alfred juga menyuarakan tentang kondisi jalan lingkungan di Naioni yang masih rusak parah.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Naioni, Amsal Nenosaban pada kesempatan yang sama menyampaikan, masyarakat menyambut baik rencana Penjabat Wali Kota untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada di Kelurahan Naioni untuk ditanami cabai, tomat, sayur juga shorgum dan kelor. Namun saat ini yang menjadi kendala adalah air untuk menyiram tanaman-tanaman tersebut. Karena itu mereka sangat mengharapkan bantuan berupa sumur bor beserta bak penampung agar warga tidak lagi kesulitan air.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh menjelaskan program berkantor ini sengaja dilakukannya untuk mendengarkan langsung, mencatat lalu merumuskan tindak lanjutnya bersama pihak terkait. Karena itu setiap kali berkantor di kelurahan, Penjabat selalu didampingi seluruh pimpinan perangkat daerah supaya bisa menjawab, apakah bisa langsung ditindaklanjuti atau perlu dirumuskan dan dianggarkan bersama dewan terlebih dahulu. Kepada para tokoh masyarakat Naioni dia memastikan program pelayanan masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan publik menjadi prioritas utamanya dan kemajuan tidak boleh hanya dirasakan oleh warga dalam kota saja tapi juga warga di wilayah pinggiran yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kupang.

George menyadari perjuangan untuk memajukan Kota Kupang, menjadi lebih bersih dan indah juga perlu melibatkan pihak legislatif, dalam hal ini para anggota DPRD. Karena itu dia berharap setiap kesempatan berkantor di kelurahan, ada Anggota DPRD dari dapil bersangkutan yang ikut serta supaya bisa mendengarkan langsung aspirasi warga untuk kemudian diperjuangkan bersama dalam pembahasan anggaran. “Kita perlu bangun kemitraan dengan DPRD untuk bisa bersama melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Menanggapi permintaan warga terkait pekerjaan jalan dan perbaikan embung, pada kesempatan yang sama Penjabat Wali Kota langsung memerintahkan Plt. Kadis PUPR Kota Kupang untuk mendata jalan-jalan yang rusak serta segera mengirim petugas untuk melihat kondisi embung yang bocor agar dapat diperbaiki. Diakuinya untuk mengembangkan sektor pertanian air, pupuk dan petugas penyuluh merupakan syarat mutlak. Karena itu dia minta Dinas Pertanian Kota Kupang juga segera menindaklanjuti kebutuhan warga tersebut. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Temui Penjabat Wali Kota Kupang, Aliansi Masyarakat Adat Fatukoa Minta Perbaikan Jalan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus Hadjoh, SH., menerima kunjungan Aliansi Masyarakat Adat Fatukoa, Sabtu (10/09/2022). Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota tersebut membahas tentang permintaan warga untuk perbaikan jalan penghubung antara Kelurahan Fatukoa, Kelurahan Naioni, dan Kabupaten Kupang.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Fatukoa, Yorim Lasa, Koordinator Umum, Imanuel Adonis, Tokoh Pemuda, Yeremias Lasa. Tokoh adat Fatukoa yang hadir antara lain, Yohanis Lasa, Yohanis Taopan dan Steven Kolmate, serta Tokoh Masyarakat, Joni Tobe. Turut mendampingi Penjabat Walikota Kupang, Plt. Kadis PUPR Kota Kupang, Maxi N. Dethan, ST, M.Si., dan Lurah Fatukoa, Merkiul E. Nakmofa, S.Sos.

Perwakilan Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Fatukoa, Imanuel Adonis, menyampaikan keluhan jalan penghubung antara Kelurahan Fatukoa, Kelurahan Naioni, dan Kabupaten Kupang yang rusak. Jalan sepanjang 9 km itu sejak tahun 2004 hingga kini masih dalam kondisi lapen dan belum pernah diperbaiki. Mereka berharap perbaikan tersebut bisa segera dilakukan agar akses transportasi warga bisa lebih mudah dan lancar.

Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus Hadjoh, SH., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Aliansi Masyarakat Adat Fatukoa atas semangat dan inisiatif untuk bersama dengan Pemerintah Kota Kupang melakukan upaya perbaikan jalan di lingkup Kota Kupang maupun di Kabupaten Kupang. George mendukung sepenuhnya upaya ini, karena menurutnya, hal ini akan memperbaiki akses jalan serta menghubungkan Kota Kupang dengan Kabupaten Kupang.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat Wali Kota langsung minta Plt. Kadis PUPR Kota Kupang untuk segera mendata semua jalan lingkungan Kota Kupang yang perlu segera diperbaiki, serta membuat rencana anggaran dalam pelaksanaan perbaikan jalan tersebut. Instansi terkait juga diminta untuk segera membangun komunikasi intensif dengan pihak masyarakat Fatukoa untuk menginventaris berapa banyak lahan kosong di Kelurahan Fatukoa, yang dapat dimanfaatkan untuk menanam kelor dan sorgum serta sayur-sayuran. (*PKP_enj)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Usai Apel Kekuatan, PJ Wali Kota Langsung Pimpin Gerakan Masuk Got

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sebelum memimpin langsung gerakan masuk got, Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, memimpin apel kekuatan pukul 05.00 pagi, Jumat (09/09/2022) bersama seluruh pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, di lapangan upacara Kantor Wali Kota Kupang.

Turut mendampingi Penjabat Wali Kota dalam apel ini, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang Yanuar Dally, SH., M.Si.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, saat memimpin apel kekuatan pukul 05.00 pagi, Jumat (09/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Dalam arahannya Penjabat Walikota Kupang minta kepada para Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Kupang, Camat dan Lurah untuk melakukan koordinasi dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak, untuk segera mengeksekusi berbagai instruksi yang sudah disampaikan pada beberapa pertemuan sebelumnya. Beberapa hal menjadi penekanannya, antara lain terkait penerangan jalan umum di Kelurahan Kolhua, yang perlu mendapat perhatian Unit Pelaksana Teknis Penerangan Jalan Umum dan rumput di seputaran Poltekes hingga ujung jalan Jembatan Liliba. Penjabat Wali Kota juga minta Dinas Perhubungan Kota Kupang segera bekerja sama dengan Samsat melakukan sosialisasi, agar di setiap kendaraan juga disiapkan kotak sampah. Begitu pula tempat usaha seperti kios dan toko, semua sampah harus dipisah antara sampah organik dan non organik, sampah plastik tidak boleh dibakar. Sementara Satuan Polisi Pamong Praja diinstruksikan untuk menertibkan pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan umum untuk berjualan.

Setelah memimpin apel kekuatan tersebut Penjabat Wali Kota Kupang mulai melakukan pemantauan pada titik-titik kerja bakti yang telah diatur. Titik pertama yang disinggahinya adalah di Jalan Lalamentik tepatnya depan gedung Kantor Bank NTT. Di tempat tersebut Penjabat Walikota Kupang bergabung dengan seluruh peserta kerja bakti, masuk got, memilih serta mengumpulkan setiap sampah untuk segera diangkut oleh kendaraan pengangkut, yang telah disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, saat turun langsung dan memimpin gerakan masuk got, Jumat (09/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Dari Jalan Lalamentik, Penjabat Walikota Kupang bersama denga rombongan menuju Jalan Banteng di Kelurahan Nunleu, tepatnya parit dan gorong-gorong yang seminggu sebelumnya dijadikan sebagai lokasi launching Gerakan Masuk Got. Di Lokasi tersebut Penjabat Walikota Kupang juga melakukan hal yang sama, membaur dengan pegawai dan warga yang sedang bekerja bakti menyusuri got.

Setelah itu Penjabat Wali Kota bersama rombongan menuju Gua Lordes di Jalan Cak Doko. Di lokasi tersebut sudah banyak ASN, masyarakat dan para relawan lainnya yang sedang melakukan kerja bakti. Lingkungan seputaran Gua Lordes termasuk got sepanjang Jalan Cak Doko menjadi konsentrasi Penjabat Walikota bersama para peserta kerja bakti. Gerak cepat Penjabat Walikota bersama dengan peserta kerja bakti itu langsung membuahkan hasil. Tidak butuh waktu lama, lokasi di sekitar Gua Lordes terlihat bersih dan bebas dari sampah plastik.

Selanjutnya Penjabat Walikota Kupang bersama rombongan menuju Pantai Warna, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima. Pada kunjungan sebelumnya pada lokasi tersebut, Penjabat Walikota Kupang telah menginstruksikan agar Camat dan Lurah setempat membangun partisipasi masyarakat dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menginisiasi berbagai kegiatan festival budaya, agar lokasi ini tidak lagi menjadi sasaran penumpukan sampah tapi sebaliknya dapat menjadi tempat yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah. (*PKP_jms/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata