Arsip Tag: George M. Hadjoh

Buka KKP, Penjabat Wali Kota Minta Pemuda Libatkan Tuhan Dalam Setiap Situasi

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH minta para pemuda Kristen untuk selalu melibatkan Tuhan dalam setiap situasi hidupnya. Permintaan tersebut disampaikannya saat membuka Kemah Kerja Pemuda (KKP)- Peningkatan Kapasitas Iman Pemuda/Pemudi Kristen Tingkat Kota Kupang Tahun 2023. Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (01/2/2023).

Dalam arahannya Penjabat Wali Kota menyampaikan banyak pemuda dan remaja yang gagal dalam hidupnya karena tidak melibatkan Tuhan dalam perencanaan hidup. Kepada para pemuda dia berpesan untuk tidak meminta petunjuk pada orang-orang yang tidak paham, melainkan mencari tokoh-tokoh agama untuk berkonsultasi. “Yang paling penting jangan lupa ada Tuhan , jangan pernah ragu dengan Tuhan dan jangan malu mengungkapkan apa pun kepada Tuhan,” pesannya.

Lebih lanjut dikatakan pemuda harus menjaga hubungan baik dengan sang pencipta dalam setiap sisi kehidupan. Oleh karena itu keimanan dalam diri para pemuda harus benar-benar dilengkapi dengan pengetahuan rohani yang benar dan cukup. Menurutnya kualitas diri seorang manusia ditentukan dengan hubungan baik, iman percaya dan ketaatan kepada Tuhan. Karena itu Kemah Kerja Pemuda dalam Peningkatan Kapasitas Iman ini merupakan momen yang tepat dan sangat bermanfaat untuk membangun karakter Kristus dan mengukuhkan pertumbuhan iman Kristen dari kaum muda dimasa kini.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Djoni Domisius Bire, S.H. selaku penyelenggara menjelaskan Kegiatan Kemah Kerja Pemuda (KKP)- Peningkatan Kapasitas Iman Pemuda – Pemudi Kristen Tingkat Kota Kupang sebagai bentuk perhatian pemerintah pada pembinaan karakter kaum muda dan juga bentuk dukungan Pemerintah Kota Kupang pada pertumbuhan iman kaum muda Kristen. Pemuda menurutnya merupakan kelompok masyarakat yang potensial, harapan bangsa di masa mendatang. Namun pemuda juga merupakan insan yang rentan untuk terpengaruh dengan perkembangan dan kemajuan zaman, sehingga menjadi sasaran dari berbagai kelompok tertentu untuk merusak keutuhan dan ketahanan bangsa melalui kehancuran generasi muda. Kegiatan KKP ini memiliki sasaran untuk meningkatkan solidaritas dan penguatan keimanan Kristen kaum muda di Kota Kupang. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menghasilkan pemuda – pemudi yang memiliki iman yang berkualitas dan berdampak di tengah masyarakat terutama di lingkungan.

Kemah Kerja Pemuda (KKP)- Peningkatan Kapasitas Iman Pemuda/Pemudi Kristen Tingkat Kota Kupang Tahun 2023 akan berlangsung selama 3 hari, sejak tanggal 01 Februari sampai dengan 03 Februari 2023. Pdt.Yandi Manobe,S.Th akan hadir sebagai pemateri bagi kurang lebih 100 orang peserta, yang berasal dari Gereja-Gereja di Klasis Kota Kupang, Klasis Kota Kupang Timur, Klasis Kota Kupang Barat dan Gereja-Gereja Denominasi yang ada dalam wilayah Kota Kupang. (*PKP_rdp)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Penjabat Wali Kota Kupang Terima Pengaduan Masyarakat di Rumah Jabatan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Satu lagi terobosan yang di buat Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, untuk menjemput aspirasi dan masukan dari warga Kota Kupang. Rumah Jabatan Wali Kota yang baru selesai direnovasi, setelah dirusak badai siklon tropis seroja beberapa waktu lalu, kini dibuka untuk umum. Warga Kota Kupang bisa langsung menyampaikan pengaduan dan aspirasinya kepada Penjabat Wali Kota di sana. Turut hadir mendampingi Penjabat, para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan perangkat daerah serta para camat.

Program pengaduan masyarakat ini sudah mulai berjalan sejak Rabu, 25 Januari 2023 lalu. Warga menyambut antusias kesempatan istimewa tersebut. Jadwal pengaduan masyarakat dibuka sejak pukul 07.30 wita hingga 09.00 wita. Warga yang datang mengisi buku tamu untuk melaporkan identitas serta jenis pengaduan yang mau disampaikan. Masing-masing diberi waktu 5 hingga 10 menit untuk menyampaikan secara langsung pengaduan mereka, yang langsung dijawab oleh Penjabat Wali Kota.

Sejak awal dibuka, pengaduan yang paling banyak disampaikan adalah menyangkut pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan serta lampu jalan. Salah satunya yang disampaikan oleh Ketua RT 20, RW 07 Kelurahan Naimata, Jefri Giri yang datang pada Senin (30/1/2023).

Menurutnya hingga saat ini warga di RT mereka belum mendapat akses jalan yang baik, sehingga sering menyulitkan mereka terutama saat hendak mengevakuasi warga yang sakit. Jalan sepanjang kurang lebih 500 meter itu berada tidak jauh dari Kantor Lurah Naimata. Diakuinya, warga juga pernah mengusulkan pembangunan jembatan di lokasi tersebut dan petugas dari Dinas PUPR sudah turun tiga kali untuk melakukan pengukuran, namun belum dibangun hingga saat ini. Mereka berharap jika jembatan belum bisa dibangun karena kendala anggaran yang lebih besar, maka biar pembangunan jalan yang didahulukan.

Menanggapi pengaduan tersebut Penjabat Wali Kota langsung minta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama jajarannya untuk turun langsung bersama Ketua RT 20 meninjau lokasi di wilayah dimaksud. Pada kesempatan yang sama Penjabat juga minta kepada Dinas PUPR Kota Kupang untuk melakukan pendataan kebutuhan masyarakat Kota Kupang terkait pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, lampu jalan dan air bersih. Para camat dan lurah juga diminta untuk mendukung upaya pendataan tersebut dengan melakukan rapat secara rutin dengan para RT/RW untuk menjemput aspirasi warga. Dia berharap ke depan pembangunan Kota Kupang dilakukan berdasarkan perencanaan yang matang, berdasarkan data kebutuhan tersebut, dengan memanfaatkan sejumlah dukungan sumber pembiayaan baik dari APBD Kota Kupang, APBD Provinsi, APBN, Dana Alokasi Khusus (DAK), serta program khusus dan bantuan luar negeri, tentunya dengan menentukan skala prioritas.

Selain warga yang datang secara perorangan, dalam program layanan pengaduan masyarakat ini, Penjabat Wali Kota juga menerima pengaduan dari kelompok masyarakat dan organisasi. Pada Kamis (26/1/2023) lalu, Penjabat menerima pengaduan dari para Penjabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Albert Riwu Kore bersama rekan-rekannya. Mereka mengeluhkan tentang Perda Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Kupang yang menurut mereka cukup memberatkan terutama menyangkut denda. Menanggapi itu, Penjabat Wali Kota menyampaikan pengaduan ini akan menjadi masukan bagi pemerintah untuk kemudian dibahas bersama dinas teknis.

Dalam program pengaduan masyarakat ini juga, Penjabat Wali Kota menerima pengaduan tentang sengketa lahan yang mengakibatkan sejumlah warga kesulitan mendapatkan akses jalan keluar masuk dari rumah mereka. Menanggapi itu Penjabat Wali Kota langsung minta Camat dan Lurah setempat untuk turun langsung menyelesaikan persoalan, mencari solusi tentunya dengan pendekatan persuasif. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

PJ Wali Kota Rayakan Natal Bersama Guru dan Pegawai SD/MI, SMP/MTS Se-Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang George M. Hadjoh, SH menghadiri acara Natal dan Tahun Baru Bersama Guru, Pegawai SD/MI, SMP/MTS se-Kota Kupang. Acara yang berlangsung di GOR Oepoi Kupang, Sabtu (28/01/2023) mengusung tema “Pulanglah Mereka Ke Negerinya Melalui Jalan Lain”.

Turut hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M. Si, beserta jajarannya. Tampak ribuan guru dan tenaga kependidikan memadati arena GOR Oepoi tersebut.

Dalam sambutannya Penjabat Wali minta kepada para guru dan tenaga kependidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Kota Kupang. Diakuinya, untuk mencapai hal tersebut butuh pengorbanan dari para guru, sebagaimana Kristus datang ke dunia membawa pengharapan dan menjadi teladan bagi umat manusia. Untuk memotivasi para guru, Guru Besar Kempo di NTT itu kembali menyerukan salah satu motto yang sering disampaikannya, no glory without suffering, tidak ada kemuliaan tanpa pengorbanan atau penderitaan. Dia menambahkan, untuk dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas para guru perlu membekali diri dengan 4 aspek, yakni kecerdasan, kepedulian, keberanian dan networking atau jaringan yang luas. Terkait itu Penjabat memastikan Pemkot Kupang akan mendukung penuh dan siap memberi rekomendasi untuk para guru muda yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi untuk meraih gelar S2 dan S3.

Pada kesempatan yang sama Penjabat Wali Kota juga mengapresiasi para guru di Kota Kupang yang telah peduli mengajarkan dan menggerakkan para siswa-siswinya untuk lebih peduli menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Karena menurutnya kebersihan merupakan bagian dari iman. Penjabat juga minta dukungan para guru dalam upaya Pemkot Kupang menangani masalah stunting, gizi buruk dan kurang gizi pada anak. Menurutnya guru memiliki peranan penting bagaimana caranya mengedukasi siswa agar memiliki kebiasaan makan dan pola hidup yang sehat. Jika hal ini dilakukan maka diperkirakan 10 hingga 15 tahun ke depan, Kota Kupang akan melahirkan para putra dan putri yang sehat dan genius.

Ketua panitia acara Natal dan Tahun Baru Bersama, Beni Mauko, S.Pd. M.Hum, dalam laporannya menyampaikan tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut adalah untuk memperkukuh tali Silahturahmi dan persaudaraan para guru dan pegawai sebagai anggota keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang serta menciptakan kerukunan dan menanamkan nilai-nilai toleransi antar umat beragama tanpa membedakan suku, ras, agama, dan juga golongan. Perayaan Natal dan Tahun Bersama ini juga menurutnya menjadi momentum bagi mereka untuk memperbaharui semangat dan komitmen sebagai modal dasar pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dalam mengarungi tahun 2023. (*PKP_dev/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

LBH Surya NTT Tawarkan Penyuluhan Hukum Gratis di Kelurahan dan Sekolah Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT menawarkan bantuan penyuluhan hukum gratis bagi warga Kota Kupang di kelurahan-kelurahan dan sekolah-sekolah. Tawaran tersebut disampaikan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Surya NTT, E. Nita Juwita, SH, MH, saat menemui Penjabat Wali Kota Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (27/01/2023). Hadir bersamanya dalam pertemuan tersebut Pengawas LBH Surya NTT, Herry F.F. Battileo,SH, MH, serta para advokat pada LBH Surya NTT. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, staf khusus Penjabat Wali Kota Kupang, Dr. James Adam.

Nita menjelaskan, LBH Surya telah berdiri sejak 2017 dan sudah terakreditasi oleh Kementerian Hukum dan HAM, selain di tingkat Provinsi juga di 4 kabupaten yang ada di NTT, seperti Kabupaten Kupang, Manggarai Barat, Lembata dan Alor. Mereka juga memberi bantuan hukum secara cuma-cuma di sejumlah kabupaten lainnya. Fokus mereka lebih kepada kasus-kasus terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ditambahkannya pada tahun 2023 ini, sesuai permintaan Kanwil Kemenkumham, LBH Surya akan fokus memberikan pendampingan hukum di beberapa kelurahan dalam rangka mewujudkan kelurahan sadar hukum. Selain pendampingan hukum, LBH Surya juga menurutnya siap mendukung Pemerintah Kota Kupang dengan cara ikut mensosialisasikan kepada masyarakat peraturan daerah Pemkot Kupang termasuk perda soal sampah dan kebersihan.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, menyambut baik tawaran kerja sama dari LBH Surya tersebut. Menurutnya tawaran ini harus segera ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman (MoU) dengan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, Bappeda dan Bagian Hukum, agar nantinya Pemkot Kupang bisa turun bersama LBH Surya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan hukum dan hidup nyaman yang jauh dari kekerasan dalam rumah tangga.

George juga mengapresiasi upaya LBH Surya NTT mewujudkan kelurahan sadar hukum di Kota Kupang. Dia berharap tidak hanya beberapa kelurahan saja yang didampingi, tapi 51 kelurahan di Kota Kupang yang tersebar d 6 kecamatan bisa menjadi kelurahan sadar hukum. Dengan demikian kekerasan di tingkat RT sekalipun bisa terpantau dengan baik dan meminimalisir tindak kriminal atau perbuatan melanggar hukum lainnya.

Penjabat Wali Kota juga minta LBH Surya untuk memberdayakan lulusan Fakultas Hukum yang ada di Kota Kupang untuk bergabung dengan mereka. Pada kesempatan yang sama, Penjabat juga minta LBH Surya yang memiliki jejaring yang cukup luas untuk turut membantu Pemkot Kupang dalam upaya menekan angka stunting, misalnya dengan menjadi Bapa Asuh bagi anak-anak stunting. LBH Surya yang juga aktif di sosial media diminta untuk ikut membantu Pemkot Kupang mensosialisasikan tentang pentingnya kebersihan lingkungan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Jefri Riwu Kore Berbagi Kasih di Natal Jurnalis NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wali Kota Kupang periode 2018 – 2022, Jefri Riwu Kore atau yang akrab disapa Jeriko melakukan berbagi kasih di moment perayaan natal Jurnalis NTT yang digelar di halaman belakang gedung DPRD pada Jumat, (27/01/2023). Adapun wujud kasih dalam bentuk bingkisan tersebut berupa buku dan alat tulis bagi anak sekolah serta beras bagi panti asuhan.

Jeriko melalui stafnya Stef Mira Mangngi, saat mengantarkan bingkisan kasih mengatakan, Jeriko tidak bisa hadir dalam perayaan Natal Jurnalis NTT karena pada saat yang sama ada kegiatan penting yang harus dihadiri di Jakarta.

Walaupun demikian kata Stef, Jeriko memberi apresiasi kepada para jurnalis yang telah menggelar acara natal dan berbagi kasih sehingga memberi kesempatan kepada pihaknya dan juga para donator lain untuk mengambil kesempatan berbagi.

“Jeriko sangat konsen terhadap pendidikan anak-anak sehingga beliau minta kita kasih bantuan buku dan peralatan tulis selain beras. Beliau berpesan agar teman-teman jurnalis tetap mejadi berkat bagi orang lain tidak hanya dengan menulis semata tapi juga lewat kesempatan berbagi seperti saat natal sekarang,” Kata Stef.

Selain Jeriko, dua politisi lainnya dari Partai Nasdem masing-masing Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Julie Sutrisno Laiskodat dan Wakil Ketua DPRD NTT, Petrus Christian Mboeik juga melakukan berbagi kasih. Bingkisan kasih dari Jeriko, Julie Laiskodat dan Chris Mboeik diserahkan oleh Penjabat Wali Kota Kupang, George M Hadjoh dan staf dari ketiga politisi yang berbagi kasih tersebut.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M Hadjoh, saat menyerahkan bingkisan kasih

Ketua Panitia Natal Jurnalis NTT, Andyos Manu didampingi sekertaris Panitia, Joe Radha menyampaikan terimakasih kepada para donator yang telah memberi support baik berupa materi dan doa dalam rangka suksesnya acara Natal Jurnalis NTT.

“Terimakasih banyak kepada semua donatur yang telah membatu kami sehingga acara natal dan berbagi kasih bisa berjalan dengan baik. Harapan kami agar kemitraan yang terjadi tidak hanya sebagai narasumber dan jurnalis tapi bisa berkolaborasi dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan,” kata Andyos Manu.

Dia menjelaskan, dalam acara Natal Jurnalis NTT, panitia mengundang anak panti dan anak-anak pesisir. Anak panti yang diundang tersebut berasal dan Panti Asuhan Kristen Puri Bunda, Panti asuhan Khatolik Alma, Panti Asuhan Isalam Aysah dan Anbak Pesisir dan Pantai Oesapa.

“Terimakasih kepada Bapak Jeriko, Bunda Julie Laiskodat dan senior kami Pak Chris Mboeik yang telah menyalurkan bingkisan kasih yang kami bagikan kepada anak panti dan anak pesisir. Tahun ini memang kita bikin Natal agak berbeda, tidak hanya ibadah natal tapi juga berbagi kasih,” pungkas Andyos. (*)

Penjabat Wali Kota Optimis Pola Bapa Asuh Tekan Angka Stunting Hingga 1 Digit

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, optimis dengan pola Bapa Asuh yang melibatkan semua stakeholder, angka stunting di Kota Kupang bisa turun hingga 1 digit. Hal tersebut disampaikannya dalam Roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy, yang berlangsung secara virtual bersama sejumlah kepala daerah di NTT, Selasa (24/01/2023). Selain Kota Kupang, dalam sesi tersebut turut hadir kepala daerah dari Kabupaten Sabu Raijua, Manggarai, Manggarai Barat, Flores Timur dan Lembata. Hadir mendampingi Penjabat Wali Kota Kupang perwakilan Forkopimda Tingkat Kota Kupang, Asisten Deputi dari Kemenko PMK, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah terkait, para camat serta para kepala puskesmas se-Kota Kupang.

Menurut George prevalensi stunting di Kota Kupang sejak tahun 2018 hingga 2022 mengalami trend penurunan yang cukup signifikan yakni mencapai 13,9 persen. Pada tahun 2018 angka stunting di Kota Kupang berada di kisaran 35,4 persen. Update terakhir pada tahun 2022 lalu, angka stunting di Kota Kupang sudah turun di angka 21,5 persen. Dia percaya dengan berbagai langkah inovasi dan kreatif yang mereka lakukan, termasuk di dalamnya pola Bapa Asuh, angka stunting di Kota Kupang bisa turun hingga mencapai angka 1 digit.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini Pemkot Kupang tengah melakukan pemetaan terkait sebaran stunting di 1.315 RT yang ada di 51 kelurahan dan 6 kecamatan di Kota Kupang. Selanjutnya dengan menggandeng stakeholder di Kota Kupang, baik TNI, Polri, BUMN, perusahaan swasta, perbankan, perguruan tinggi serta pihak terkait lainnya yang memiliki kepedulian, untuk bersama terlibat dalam upaya menekan angka stunting di Kota Kupang, dengan menjadi Bapa Asuh bagi anak-anak stunting di tiap RT. Pendampingan akan berlangsung secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Kupang juga menurutnya telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 27 miliar untuk penanganan stunting, lewat intervensi oleh 7 perangkat daerah sebagai leading sector yang menggerakkan stakeholder lainnya. Selain pola Bapa Asuh Pemkot Kupang juga memanfaatkan inovasi Aplikasi Soda Molek untuk mempermudah pendataan dan validasi data, baik soal stunting maupun kemiskinan di tingkat kelurahan.

Pada kesempatan yang sama Penjabat Wali Kota juga minta perangkat daerah terkait untuk menginventaris kebutuhan terkait penanganan stunting, kemiskinan juga inflasi. Kerja sama dengan perguruan tinggi juga menurutnya perlu dilakukan, terutama perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran dan gizi untuk menjadi relawan yang membantu mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat, Dinas Kesehatan diminta untuk bersosialisasi di sekolah-sekolah serta melibatkan lembaga agama untuk memberikan edukasi terkait pentingnya pernikahan yang direncanakan untuk mencegah stunting. Untuk pemberian makanan tambahan bagi anak stunting, menurutnya dapat memanfaatkan bahan makanan lokal yang kaya nutrisi dan gizi seperti tepung kelor dan tepung ikan. Para camat dan lurah juga diminta untuk mendorong para RT serta pendamping posyandu untuk mengejar capaian pengukuran dan penimbangan bayi hingga 100 persen.

Kepada Menko PMK, Penjabat Wali Kota mengakui salah satu kendala dalam upaya penanganan stunting di Kota Kupang adalah pemenuhan kebutuhan air bersih, yang baru mencapai 37 persen dan sanitasi yang aman baru mencapai 8,92 persen. Karena itu Kota Kupang butuh dukungan pemerintah pusat untuk percepatan penurunan dan pencegahan stunting berupa penanganan dan perluasan jaringan air bersih dan sanitasi.

Sementara mengenai kemiskinan ekstrem, Penjabat Wali Kota menjelaskan dari jumlah penduduk miskin berdasarkan sasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), yaitu Individu 102.616 orang dan Keluarga 19.615, yang di intervensi melalui Program Bantuan PKH (Penerima Keluarga Harapan) sebanyak 9.993 KK pada bulan September Tahun 2022. Dukungan yang diharapkan dari pemerintah pusat adalah penanggulangan kemiskinan ekstrem dalam bentuk penambahan kuota bagi penerima bantuan sosial sebesar 50,94% dari data PKH.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy, usai mendengarkan pemaparan para kepala daerah menilai secara umum sudah ada progress yang cukup baik dalam upaya penanganan stunting dan penghapusan kemiskinan di NTT termasuk Kota Kupang. Menko juga mengapresiasi sejumlah inovasi yang sudah dilakukan untuk mengatasi keterbatasan yang ada. Menurutnya beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius para kepala daerah antara lain bagaimana membuka mindset masyarakat terutama para orang tua tentang pentingnya pola hidup sehat dan makanan bergizi bagi anak. Menko PMK juga mendukung pemanfaatan makanan lokan yang potensial untuk pemenuhan gizi anak. Dia juga mendorong pemda untuk mengintensifkan pelatihan petugas dan pendamping lapangan. Untuk mencapai jumlah cakupan bayi yang ditimbang dan diukur di atas 80 persen menurutnya petugas harus jemput bola, turun ke rumah-rumah warga. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Rayakan Imlek, Pemkot Kupang Gandeng Paguyuban Tionghoa Pasang Lampion di Jalan El Tari

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek pada tanggal 22 Januari 2023, Pemerintah Kota Kupang bersama sejumlah paguyuban etnis Tionghoa di Kota Kupang memasang lampion di sepanjang Jalan El Tari. Pemasangan lampion sudah berlangsung sejak tanggal 19 Januari 2023 sebelum perayaan Imlek hingga 31 Januari 2023 mendatang. Selain pemasangan lampion, rencananya akan dilaksanakan atraksi budaya termasuk di dalamnya pertunjukan barongsai untuk memeriahkan perayaan Imlek tahun ini.

Pemerintah Kota Kupang bersama sejumlah paguyuban etnis Tionghoa di Kota Kupang saat memasang lampion di sepanjang Jalan El Tari. Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH dalam pertemuan di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang belum lama ini menyampaikan, pemasangan lampion menjelang perayaan Imlek sama seperti pemasangan pohon Natal di sepanjang Jalan El Tari saat Natal lalu, telah membuat Kota Kupang memiliki karakter tersendiri sebagai kota toleran. Diakuinya meskipun dengan persiapan yang tidak begitu lama, pemasangan Pohon Natal telah menimbulkan image positif tentang Kota Kupang. Dia berharap spirit yang sama terus ada dalam perayaan hari-hari besar keagamaan lainnya.

Penjabat Wali Kota juga menyambut baik rencana pagelaran atraksi budaya oleh Paguyuban Tionghoa. Dia berharap atraksi budaya semacam ini bisa secara rutin diselenggarakan dan masuk dalam agenda kalender Even di masing-masing kelurahan.

Ketua Paguyuban Tionghoa INTI NTT, Theo Widodo mengakui ide pemasangan lampion di jalur utama Jalan El Tari merupakan inisiatif Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, yang menjadi bukti kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakatnya. Menurutnya warga Kota Kupang etnis Tionghoa yang diwakili 3 paguyuban menyambut baik tawaran tersebut, karena Imlek merupakan perayaan bersama untuk mensyukuri tahun baru, yang dirayakan dengan berbagai kegiatan termasuk pemasangan lampion.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, Fransisco Bernando Bessi, menambahkan pemasangan lampion pada 20 titik tiang lampu di sepanjang jalan El Tari, tepatnya dari depan Kantor Gubernur NTT hingga ujung Rumah Jabatan Gubernur NTT. Masing-masing tiang dipasang 3 lampion. Pemasangan ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Kupang bersama sejumlah paguyuban etnis Tionghoa di Kota Kupang. Rencananya pada tanggal 28 Januari mendatang akan digelar atraksi budaya bernuansa Imlek, termasuk pertunjukan barongsai di arena car free day Jalan El Tari Kupang.

Sementara itu Ketua HAKKA NTT, Yano Laemonta, menyampaikan terima kasih atas inisiasi Penjabat Wali Kota tersebut. Dia mengusulkan untuk menambah semarak perayaan Imlek, Penjabat Wali Kota perlu mengeluarkan imbauan agar masing-masing pemilik toko di Kota Kupang yang mayoritas etnis Tionghoa untuk memasang lampion di depan toko masing-masing. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Apresiasi Terobosan Penjabat Wali Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sejumlah Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi di Kota Kupang mengapresiasi terobosan Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, yang melibatkan perguruan tinggi dalam proses pembangunan di Kota Kupang. Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan Penjabat Wali Kota bersama para Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi yang ada di Kota Kupang, bertempat di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (13/01/2023).

Hadir dalam pertemuan ini, Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Dr. Ayub Urbanus Imanuel Meko, M.Si, Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Zainur Wula, M.Si, Direktur Politeknik Negeri Kupang, Frans Mangngi, S.T, M.Eng, Direktur Politani Negeri Kupang, Johanis A. Jeremias, S.Pt.,M.Sc, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UPG 45, Yonathan Uly Riwukaho,SP, M.Si serta Wakil Direktur Poltek Kelautan dan Perikanan Kupang, Dr.Yesaya Mau. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, para Asisten Sekda Kota Kupang, Staf Ahli Wali Kota Kupang, Staf Khusus Wali Kota Kupang serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, saat bertemu dengan Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi yang ada di Kota Kupang, bertempat di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (13/01/2023). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Zainur Wula, M.Si, mengakui pertemuan yang menghadirkan para rektor dan petinggi perguruan tinggi semacam ini baru pertama kali terjadi di Kota Kupang. Mereka mengaku bangga dan merasa dihargai oleh Pemkot Kupang karena sudah mengundang mereka untuk terlibat dalam proses pembangunan di Kota Kupang. Menurutnya Universitas Muhammadiyah Kupang siap memberikan dukungan penuh, dengan mengerahkan seluruh mahasiswa dan dosen sesuai bidang ilmu yang ada di kampus tersebut.

Apresiasi juga disampaikan oleh Direktur Politeknik Negeri Kupang, Frans Mangngi, S.T, M.Eng. Menurutnya momen seperti ini sudah mereka tunggu selama ini. Penjabat Wali Kota Kupang sudah membuka jalan, pihaknya siap menyambut tawaran kerja sama tersebut. Lebih lanjut dikatakan saat ini pihaknya sudah mulai menerapkan metode pembelajaran Problem Based Learning, yang mendorong mahasiswa menemukan masalah di lapangan lalu berupaya mencari solusinya. Sejak tahun lalu fokus pengabdian masyarakat Poltek Negeri Kupang difokuskan di Kota Kupang. Dia berharap dengan kerja sama ini Poltek Negeri Kupang bisa berkontribusi untuk kemajuan pembangunan Kota Kupang.

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UPG 45, Yonathan Uly Riwukaho,SP, M.Si. Menurutnya baru kali ini perguruan tinggi diajak untuk terlibat dalam proses pembangunan di Kota Kupang, padahal hasil kajian dan riset terhadap berbagai persoalan di daerah ini ada di kampus-kampus, yang bisa dijadikan acuan untuk merancang program kerja pemerintah. Pihak kelurahan diminta untuk data mikro yang akurat,yang dibutuhkan untuk memetakan persoalan, sehingga mereka bisa tahu apa yang mau dibuat.

Sementara itu, Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Dr. Ayub Urbanus Imanuel Meko, M.Si, mengemukakan sebagai kota jasa, Kota Kupang perlu melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis di masing-masing rumah tangga. UKAW Kupang siap memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat terutama di wilayah Kelurahan Oesapa dan Oesapa Barat yang dekat dengan kampus tersebut.

Wakil Direktur Poltek Kelautan dan Perikanan Kupang, Dr.Yesaya Mau juga menyambut antusias tawaran kerja sama Pemkot Kupang. Pihaknya siap mendukung upaya Pemkot Kupang terutama di bidang yang berkaitan dengan bidang ilmu di kampus mereka yakni kelautan dan perikanan. Poltek Kelautan dan Perikanan Kupang siap memberikan pendampingan kepada masyarakat Kota Kupang agar dapat mengembangkan budidaya ikan air tawar dengan teknologi sederhana, budidaya udang, pengolahan rumput laut serta pembuatan abon ikan yang berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Politani Negeri Kupang, Johanis A. Jeremias, S.Pt.,M.Sc,, juga mengapresiasi langkah yang diambil Penjabat Wali Kota Kupang untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Kupang. Diakuinya sebelumnya bersama jajarannya di Politani, mereka ingin meminta waktu bertemu dengan Penjabat Wali Kota guna membahas peluang kerja sama yang bisa mereka lakukan untuk Kota Kupang. Namun ternyata Penjabat Wali Kota sudah selangkah lebih cepat dengan mengundang mereka untuk berdiskusi tentang peluang tersebut.

Johanis juga mengapresiasi program urban farming yang digagas Penjabat Wali Kota untuk pemanfaatan lahan kosong yang ada di Kota Kupang. Menurutnya program tersebut merupakan langkah yang tepat, selain untuk pengendalian inflasi, dengan urban farming masyarakat Kota Kupang bisa hidup dengan usahanya sendiri. Politani Kupang siap memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat untuk menyukseskan program ini.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH mengakui dengan melibatkan perguruan tinggi dia ingin menggunakan pola pendekatan pembangunan yang berbeda. Kolaborasi dengan semua perguruan tinggi diyakininya akan mengubah mindset, perencanaan hingga dampak ikutan dengan warna yang berbeda dari program kerja pemerintah. Kerja sama yang dimaksudnya adalah melalui program merdeka belajar, masing-masing perguruan tinggi bisa mengawal beberapa kelurahan untuk menggali potensi serta menemukan solusi untuk persoalan yang dihadapi dengan mengusung tagline atau moto dari perguruan tinggi masing-masing. Pendampingan diharapkan berlangsung selama 3 tahun.

Kolaborasi hexahelix ini diyakininya akan mengubah pola pembangunan dan hasil riset perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan temuan teknologi baru yang memberi warna dan kemajuan yang luar biasa bagi Kota Kupang. Sehari sebelumnya Pemkot Kupang juga sudah melakukan pertemuan dengan Undana Kupang dan sudah disepakati kerja sama untuk melakukan uji coba di dua kelurahan, yakni Kelurahan Bakunase dan Kelurahan Sikumana. Rencananya program kerja sama tersebut akan di launching pada minggu kedua bulan Februari mendatang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang dan Undana Sepakat Wujudkan Kelurahan Unggul dan Berdampak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang dan Universitas Nusa Cendana Kupang sepakat menjalin kerja sama mewujudkan kelurahan di Kota Kupang yang unggul dan berdampak. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Penjabat Wali Kota Kupang dengan Rektor Undana di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (12/01/2023).

Hadir dalam pertemuan ini, Wakil Rektor IV yang membidangi perencanaan, kerja sama dan sistem informasi, Dr. Jefri S. Bale, ST, M.Eng, para kepala lembaga dan kepala biro, serta sejumlah dekan dan wakil dekan. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan perangkat daerah serta para camat dan lurah.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan hari ini merupakan momentum bersejarah bagi Kota Kupang. Rektor Undana hadir dengan kekuatan penuh bersama seluruh jajaran membawa model pembangunan baru yang didasari inovasi dan kreativitas, lewat kerja-kerja kolaborasi menjadikan kelurahan di Kota Kupang unggul dan berdampak.

George meyakini lembaga pendidikan perguruan tinggi seperti Undana dengan 35 ribu mahasiswa, 886 dosen dan 458 tenaga pendidik yang tersebar di 57 program studi akan menjadi penopang utama bagi pemerintah dalam membangun daerah ini. Menurutnya seluruh persoalan di masyarakat harusnya melalui kajian dan riset oleh akademisi, baru kemudian dirumuskan program untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Lebih lanjut dikatakan, dengan kerja sama ini ke depan 6 camat, 51 lurah bersama 386 RW dan 1339 RT akan menjadi mitra perguruan tinggi termasuk Undana. Pertemuan hari ini menurutnya merupakan kesempatan saling membuka diri untuk berkolaborasi. Pimpinan perangkat daerah, para camat dan lurah diminta untuk membangun komunikasi teknis dengan para akademisi dari Undana tanpa ada sekat. Kepada Undana Penjabat Wali Kota minta agar pengawalan ini bisa berlangsung selama 3 tahun, hingga masing-masing kelurahan menemukan potensi unggulannya yang menjadi ciri khas untuk dikembangkan. “Metode ini akan menjadi pola pendekatan pembangunan yang di replikasi oleh kabupaten lain di NTT,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Penjabat Wali Kota Kupang mengajak Undana sebagai bagian dari Kota Kupang untuk terlibat dalam program-program prioritas Pemkot Kupang, seperti penanganan stunting dan pengendalian inflasi. Saat ini Pemkot Kupang telah menginventaris kurang lebih 1000 ha lahan kosong, baik milik pemerintah, milik swasta maupun perorangan yang akan digarap untuk ditanami kelor, sorgum serta tanaman hortikultura seperti cabai, bawang dan tomat yang sering menjadi pemicu inflasi. Untuk itu dia berharap agar Undana dengan seluruh kekuatannya terlibat dalam program urban farming tersebut. Saat ini FKIP Undana juga sudah mulai kerja sama dengan Pemkot Kupang lewat program Lopo Pintar dan pembentukan klub Bahasa Inggris di sekolah-sekolah.

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, menjelaskan dalam refleksi menyambut HUT Undana ke-60, lahir komitmen yang tertuang dalam tagline “Undana Berdampak”. Transformasi dari paradigma dan visi merdeka belajar yang dirilis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, menuntut Perguruan Tinggi untuk keluar dari kampus. Menurutnya pengetahuan dan keterampilan tidak lagi hanya didapat di ruang kuliah, laboratorium serta perpustakaan, tapi bisa juga didapat di mana saja, seperti di dunia industri, lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat, tidak hanya bagi mahasiswa tapi juga para dosen. Atas dasar inilah pihak Undana ingin berkontribusi mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat dan yang menjadi pergumulan pemerintah daerah setempat.

Diakuinya implementasi tri dharma perguruan tinggi mereka selama ini masih dilakukan secara parsial dan tidak terintegrasi. Dengan kerja sama ini mereka optimis jika semua terfokus pada satu lokasi, baik penelitian, magang dan KKL mahasiswa tentu dampaknya akan luar biasa. Lewat kerja sama ini Undana ingin bermitra dengan Pemkot Kupang untuk mencoba mengidentifikasi persoalan yang terjadi di masyarakat, dengan strategi fokus pada causa prima atau pokok persoalannya dan mencoba berkontribusi untuk bersama mencari solusi. Dia berharap kerja sama ini mudah-mudahan membawa kemajuan yang signifikan bagi Kota Kupang.

Wakil Rektor IV yang membidangi perencanaan, kerja sama dan sistem informasi, Dr. Jefri S. Bale, ST, M.Eng, menambahkan dalam kerja sama ini ada 3 hal yang akan mereka intervensi, antara lain ketahanan pangan, pengembangan SDM dan UMKM serta pengelolaan lingkungan, termasuk di dalamnya manajemen dan pengolahan sampah. Untuk tahap pertama kerja sama ini akan fokus pada 2 kelurahan yang ada di Kota Kupang, dengan kurun waktu pengawalan atau pendampingan selama 2 hingga 3 tahun. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Teken MOU Dengan PT Panah Perak Megasarana Untuk Pemenuhan Air Bersih

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Panah Perak Megasarana terkait Pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Infrastruktur Pipanisasi di Kota Kupang. Penandatanganan oleh Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH dan perwakilan pimpinan PT Panah Perak Megasarana, Yusak Benu di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (11/01/2023).

Hadir dalam kesempatan ini, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, dalam sambutannya mengapresiasi PT Panah Perak Megasarana yang sudah menanam investasi besar di Kota Kupang dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Diakuinya pada tahun 2026 mendatang, akan ada investasi dari Jerman terkait sanitasi dan air bersih. Menurutnya PT Panah Perak Megasarana yang dimotori oleh kamu muda milenial sudah bertindak satu langkah lebih cepat, bahkan tanpa dukungan dana dari pemerintah atau APBD sepeser pun. Selain membantu suplai air bersih bagi warga Kota Kupang, investasi ini juga akan memproduksi air minum dalam kemasan dengan kualitas internasional juga sisa hasil penyulingan berupa garam akan diolah di pabrik garam yodium yang ada di Alak untuk dipasarkan. “Selama investasi ini berpihak kepada masyarakat akan saya kawal dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Infrastruktur Pipanisasi akan dimulai dari Kecamatan Alak dan akan direplikasi di kecamatan lainnya di Kota Kupang. Dia berharap setelah MoU ditandatangani, pembangunan sudah mulai berjalan sehingga pada tahun 2024 nanti masyarakat Kota Kupang sudah bisa menikmati air bersih.

Perwakilan Pimpinan PT Panah Perak Mega Sarana di Kupang, Yusak Benu menjelaskan investasi ini didasari oleh maksud baik mereka untuk menjadi berkat bagi Kota Kupang. Bersama rekan-rekannya dari Kadin dan HIPMI, mereka ingin turut serta dalam pembangunan di Kota Kupang. Menurutnya sesuai arahan Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, investasi harus hadir tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mereka melihat kebutuhan air bersih di Kota Kupang masih jadi masalah, karena harga jual yang masih tinggi serta kadar ekoli yang juga tinggi. Karena itulah mereka terdorong untuk melakukan investasi di bidang ini.

Persiapan lahan sudah mereka lakukan dan proses perizinan juga sudah berjalan. Pihaknya mengapresiasi Pemkot Kupang yang responsif, sehingga proses perizinan mereka tidak memakan waktu yang lama. Penandatanganan MoU hari ini menurutnya merupakan legal standing untuk mereka mulai proses pekerjaan fisik. Saat beroperasi nanti produksi air bersih dari teknologi SWRO akan mencapai 400 liter/detik dan diperkirakan 8.6 juta kubik air dialirkan setiap tahunnya, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. Untuk pemasangan instalasi pipa yang baru akan dilengkapi dengan teknologi yang menghasilkan air bersih yang bisa langsung diminum dengan ph 8. Sementara untuk sambungan rumah tangga yang menggunakan jaringan pipa lama milik PDAM harus dilengkapi dengan alat tertentu di kran rumah masing-masing agar bisa langsung dikonsumsi. Setelah 25 tahun semua aset mereka akan diserahkan menjadi milik Pemkot Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang