Arsip Tag: Fredrik Benu

Gubernur : Kerja Harus dengan Inovatif dan Kreatifitas Untuk Bangun NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan untuk menciptakan kemajuan daerah maka tentu dibutuhkan inovasi dan kreatifitas dalam proses pembangunan baik dalam pengelolaan sumber daya alam dan juga peningkatan kapasitas SDM.

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor Dalam Menunjang Kegiatan Prioritas Pembangunan Daerah Provinsi NTT, yang dilaksanakan di Hotel Swisbell Kristal Kupang pada Senin (23/11/2020).

Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor, yang dilaksanakan di Hotel Swisbell Kristal Kupang pada Senin (23/11/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Kalau kita mau agar NTT ini punya masa depan yang cerah maka harus ciptakan cara kerja yang inovatif dan kreatif. Jangan dengan cara kerja yang lama yang hasilnya tidak maksimal. Ini adalah tanggung jawab kita bersama mulai dari Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat serta pihak swasta,” jelas Gubernur.

“Saya ingin semua kita berpartisipasi bawa NTT menuju sejahtera.
Kita harus bukan berilmu saja namun harus diterapkan dan ada hasil. Semuanya desain dengan benar dengan anggaran yang terencana. Misalnya untuk pertanian. Kita tanam semangka maka harus terencana dengan baik persiapan lahannya, anggaran dibantu dari pemerintah, kemudian penanaman, perawatan hingga pada panennya diusahakan sampai dibeli oleh pihak swasta, maka market kita bertumbuh. Juga Perguruan Tinggi beri edukasi pada masyarakat agar berkelanjutan,” paparnya.

Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor, yang dilaksanakan di Hotel Swisbell Kristal Kupang pada Senin (23/11/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur juga mengatakan agar pihak perguruan tinggi terutama Dosen dan Mahasiswa harus memiliki tanggung jawab untuk bersinergi bersama masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam di bidang peternakan, pertanian dan perikanan serta pariwisata.

“Kita juga ingin agar ke depannya kita mampu mengelola pakan ternak kita sendiri sehingga menekan anggaran impor pakan ternak kita dan tidak perlu diambil dari luar NTT. Kita kelola dengan benar semuanya sehingga bisa membantu kelancaran program TJPS kita,” ujarnya.

“Saya juga tangal 27 November nanti akan bertemu Menteri ESDM membicarakan pengembangan energi terbarukan yang kita miliki yaitu sumber energi panas matahari yang ada di pulau Timor dan Pulau Sumba,” tambahnya.

Sementara itu Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredrik Benu M.Si Ph.D yang membawakan sambutan mewakili seluruh pimpinan Perguruan Tinggi memberikan apresiasi pada Pemprov NTT atas kerja sama yang dimaksud.

“Terima kasih pada Pemprov NTT yang sudah melaksanakan kerja sama ini dan tentunya membuka kesempatan yang besar bagi kami Pihak Perguruan Tinggi untuk turut mendukung program pembangunan. Ini juga tentunya sangat membantu para mahasiswa yang mana saat ini juga diberikan kesempatan untuk turun ke lapangan dan kerja nyata bersama masyarakat dan itu ada perhitungan angka kredit dari mata kuliah yang dipilih tersebut,” jelas Prof Fredrik.

Prof. Fredrik juga mengatakan jauh sebelum perencanaan pelaksanaan kerja sama tersebut pihaknya bersama beberapa pimpinan perguruan tinggi juga telah berkoordinasi dengan OPD terkait dengan pelaksanaan program kerja dan juga rencana edukasi masyarakat baik nantinya melalui praktek kerja lapangan oleh mahasiswa maupun riset dan edukasi serta pelatihan bagi masyarakat.

Dalam penandanganan nota kesepahaman tersebut diikuti oleh 35 Perguruan Tinggi yang ada di Timor, Rote, Sabu, dan Alor.(*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur : NTT Akan Menjadi Provinsi Penyumbang Energi Baru Terbarukan Terbesar di Indonesia

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan bahwa dengan iridiasi panas matahari tertinggi di Indonesia, maka Provinsi ini kedepan akan menyumbangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat berlimpah untuk Republik ini. Hal ini dikatakan oleh Gubernur Laiskodat saat menghadiri dan memberikan sambutan pada kegiatan Penanaman 2000 Pohon yang diprakarsai oleh PLN Cabang Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (27/10/2020).

Gubernur mengatakan bahwa hasil riset yang dilakukan oleh Bank Dunia belum lama ini, menjadikan Provinsi NTT sebagai salah satu, bahkan satu – satunya Provinsi di Republik ini yang selain memiliki iridiasi panas matahari tertinggi di Indonesia, juga memiliki kecepatan angin yang sangat konstan di sepanjang pantai di NTT.
“Rizet yang mengatakan demikian,” ungkap Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan pada kegiatan Penanaman 2000 Pohon yang diprakarsai oleh PLN Cabang Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Selasa (27/10/2020). Dokumentasi : Istimewa

Masih menurut orang nomor satu di NTT ini, bahwa sekarang tidak ada pilihan lain bagi kita semua untuk segera melupakan energi fosil. Mulailah kita berpikir tentang Energi Baru Terbarukan. Bahkan saat ini perusahaan – perusahaan besar di dunia menamakan diri mereka Renuble Energi Hundred Persen. Artinya bahwa apapun yang diproduksi oleh perusahaan manapun di dunia ini yang tidak menggunakan Blue Energi, maka sudah pasti ditolak. Hal ini mengharuskan kita untuk segera menggunakan Energi Baru Terbarukan. Dan oleh Presiden Jokowi telah mencanangkan dan memaksakan untuk Energi Baru Terbarukan pada tahun 2024 harus menyentuh angka 23%.
“Secara Nasional saat ini PLN ada di angka 10 – 11%. Itu artinya masih kurang sekitar 12%, dan untuk mencapai itu dibutuhkan kerja ekstra,” lanjut Gubernur Viktor.

“Oleh karena itu, sebagai Gubernur saya pastikan bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi lompatan ekonomi di Provinsi ini akan mencapai 2000 bahkan 3000 kali lipat berkat Energi Baru Terbarukan yang akan disumbangkan buat Negara ini, baik dari energi matahari, angin maupun bio masanya,” lanjut Gubernur.

Mengakhiri sambutannya, mantan Anggota DPR RI ini memberikan apresiasi kepada pihak PLN dan Undana Kupang yang telah berpikir maju bukan saja untuk mengisi kekosongan energi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif membangun ekonomi mereka dalam mendukung energi di Provinsi ini, yang adalah merupakan energi masa depan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Nusa Cendana, Fredrik L. Benu, dalam sambutannya mengatakan bahwa penanaman 2000 anakan pohon Lamtoro dan Kaliandra ini berada di lahan seluas 5 hektar. Selanjutnya tanaman ini akan diolah menjadi Pembangkit Listrik di NTT.

Sedangkan General manejer PT PLN Cabang NTT, Agustinus Djatmiko, dalam sambutannya mengatakan bahwa momentum ini bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke 75.
Agustinus mengatakan bahwa meskipun NTT tidak memiliki batu bara, tetapi Renueble Energinya sangat luar biasa. Sedangkan untuk energi matahari menjadi energi listrik, daerah lain hanya maksimal menyala 4 jam, sedangkan di Provinsi NTT bisa menyala sampai 9 jam.
Agustinus juga mangatakan bahwa untuk kebutuhan cacahan pohon Kaliandra dan Lamtoro, setiap harinya PLN membutuhkan 30 ton cacahan dari kedua pohon ini. (*/NA)

Gubernur NTT : Riset Ilmiah Harus Mampu Mendukung Kemajuan Pembangunan

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, riset-riset ilmiah merupakan salah satu hal yang dilakukan oleh kaum intelektual untuk menghasilkan kemajuan pembangunan di berbagai bidang. Salah satunya pada bidang pelayanan kesehatan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Launching Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kerjasama Pemerintah Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana, dan Forum Academia NTT) yang dilaksanakan di Kampus Universitas Nusa Cendana Naikoten pada Jumat (16/10/2020).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan dalam Launching Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kerjasama Pemerintah Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana, dan Forum Academia NTT) yang dilaksanakan di Kampus Universitas Nusa Cendana Naikoten pada Jumat (16/10/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Salah satu hal yang tentunya mendukung progres kemajuan atau terobosan adalah dengan adanya riset secara ilmiah untuk mendukung pembangunan semisalnya pada bidang kesehatan. Belum lama ini melalui riset di Nusa Tenggara Timur, telah ditemukan bahwa tumbuhan Faloak dapat menyembuhkan penyakit Hepatitis C yang mana sampai saat ini vaksinnya belum ditemukan. Kita akan terus lanjutkan riset tentang itu dengan anggaran yang disiapkan Pemrov NTT. Ini merupakan suatu loncatan bagi kita dan membuktikan bahwa alam kita terkhususnya di Nusa Tenggara Timur mampu memberikan berkat bagi kehidupan kita,” jelas Gubernur Viktor.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan depan) dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kiri depan) saat menghadiri Launching Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kerjasama Pemerintah Provinsi NTT, Universitas Nusa Cendana, dan Forum Academia NTT) yang dilaksanakan di Kampus Universitas Nusa Cendana Naikoten pada Jumat (16/10/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Ia mengatakan harus ada pelaksanaan riset-riset lanjutan. “Saya mau tidak sampai disini saja harus ada lanjutan riset yang lain. Kita bersyukur bahwa Provinsi ini terus bergerak maju dengan khususnya beberapa anak muda yang terpanggil dengan ilmu pengetahuannya untuk kembali mengabdi bagi NTT. Terima kasih untuk Undana juga atas risetnya untuk menghasilkan minuman sophia,” tambahnya.

“Kita bersyukur bahwa hari ini laboratorium biomolekuler untuk kesehatan masyarakat telah kita resmikan dan ini tentunya sangat membantu dalam peningkatan pelayanan kesehatan kita. Mulai hari ini juga masyarakat NTT tidak lagi dibebani dengan biaya untuk rapid dan swab. Saya telah menandatangain Pergubnya kemarin dan berlaku hari ini semua masyarakat Nusa Tenggara Timur gratis biaya tes swab dan tes rapid,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D memberikan apresiasi pada Pemprov NTT yang ikut membantu adanya laboratorium tersebut. “Saya apresiasi yang sangat besar pada kepemimpinan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang berkenan untuk mendorong adanya laboratorium biomolekuler kesehatan masyarakat di Provinsi ini, kerja sama dengan pihak Kampus Undana dan juga atas inisiasi dari adik-adik di Forum Academia NTT,” kata Prof. Fredrik

“Pada situasi awal pandemi covid 19, waktu itu Pak Gubernur memutuskan bahwa Klinik Undana diminta untuk bekerja sama dalam penangan covid dan dinyatakan sebagai Rumah Sakit penyangga penanganan covid 19 di NTT, itu adalah suatu keputusan yang sangat berani walaupun belum berstatus rumah sakit. Terima kasih Pak Gubernur dengan keputusan itu memungkinkan kita juga didorong kinerjanya untuk menyediakan semua kemungkinan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya dalam situasi pandemi ini,” jelasnya.

Dikatakannya, Laboratorium tersebut adalah atas inisiasi Forum Academia NTT dan kerja sama ini sudah dimulai pada bulan April hingga pada launching labotatorium yang sangat diperlukan dalam situasi pandemi covid 19 ini seperti saat ini.

Prof Fredrik menambahkan, target pada Januari 2021 Klinik Undana ini akan naik statusnya sebagai Rumah Sakit. “Kami sudah membentuk tim untuk percepatan yang diketuai oleh Pak dr. Domi Mere untuk ada sejumlah catatan yang harus kami sediakan disini untuk pelayanan kesehatan. Kami berharap klinik Undana akan menjadi Rumah Sakit Penyangga RSUD W. Z. Johannes dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Forum Academia NTT melalui dr. Fima Inabuy menjelaskan, Laboratorium tersebut dinamakan Laboratorium Kesehatan masyarakat karena tujuan laboratorium ini bukan untuk diagnosa atau mengobati tetapi menjaga masyarakat tetap sehat melalui upaya surveilance yang berbasis biomolekuler. “Artinya kita menggunaka PCR untuk menentukan strategi-strategi pencegahan penularan penyakit. Dan dalam konteks pandemi covid 19 agenda dari laboratorium ini adalah melakukan full test yakni screnning massal, untuk mendetkesi kelompok mana yang orangnya terinfeksi dan kelompok mana yang belum,” ujarnya.

“Rencana skema kerja sama kami dengan agenda full test pada kelompok-kelompok pelaku perjalanan dan tenaga-tenaga kesehatan. Namun menanggapi akumulasi sampel di RSUD W.Z. Johannes saat ini yang sudah mencapai lebih dari 3000 sampel maka tentu kami membantu dahulu di RSUD W. Z. Johannes. Menghadapi kedaruratan akumulasi sampel ini maka skema pemeriksaan sampel yang kami usulkan adalah kerja sama pembagian tugas antara laboratorium biomolekuler kesehatan masyarakat ini dan dengan laboratorium biomolekuler RSUD W.Z. Johannes,” jelas Fima.

Ia juga mengatakan terima kasih pada semua pihak yang sudah membantu dan mendukung dan juga saat ini Izin operasional laboratorium sedang ditempuh dengan pendampingan dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Surabaya. Menurut rencananya akan dilakukan pengetesan sampel menggunakan Saliva dengan harapannya menjadi teknik yang lebih friendly untuk pengambilan sampel.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT David A. Mandala S.Kep.Ns, M.Kes, menjelaskan untuk meningkatkan kemampuan testing covid 19 di NTT Pemerintah Daerah tidak berjalan sendiri namun membangun kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana terkait dukungan lahan, gedung, peralatan serta SDM dan juga melibatkan forum academia NTT yang banyak memberikan dukungan dalam bentuk gagasan inovatif, tenaga dan aksi nyata dalam pengendalian dan pencegahan covid 19. Hasil dari kerja sama ini adalah terbangunnya Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur berbasis komunal dengan harapan dapat melakukan pemeriksaan untuk menjaring kasus positif tanpa gejala lebih banyak dan meningkatkan kemampuan deteksi dini. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Minta Undana Dukung Program TJPS

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi NTT terus aktif membangun sektor pertanian, peternakan dan perikanan untuk menopang pembangunan dengan bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut dibahas dalam audiensi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Para Pimpinan Universitas Nusa Cendana, pada Selasa (15/09/2020).

Pertemuan ini juga dihadiri Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Peternakan dan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Bupati Sumba Barat dan Bupati TTU.

“Kita akan terus kembangkan pembangunan dibidang pertanian. Misalnya untuk lahan di Sumba Tengah dengan luas 3000 Ha itu akan dibangun 50 sumur bor untuk mendukung kebutuhan air.  Sumba itu daerah yang kaya untuk potensi pertanian harus dikembangkan infrastrukturnya dengan baik sehingga lahan yang kosong itu bisa dimanfaatkan. Jadinya masyarakat akan senang dan tidak malas untuk menanam, Kemudian wilayah Sumba bagian selatan itu juga akses jalannya belum bagus dan harus dikerjakan untuk juga membantu mobilisasi,” jelas Gubernur.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi saat audiensi bersama Para Pimpinan Universitas Nusa Cendana, pada Selasa (15/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Untuk peternakan juga harus kita dukung. Kita lihat untuk daerah Sumba sendiri masih impor telur ayam dari luar. Ke depannya jangan lagi seperti itu. Peternakan akan kita kembangkan lebih baik untuk Sumba, Timor dan Flores mulai dari produksi ayam, telur ayam, babi dan sapi. Kita juga tingkatkan terus pengembangan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan saya mau pihak Universitas Nusa Cendana untuk dukung program ini,” ujar Gubernur Viktor.

Gubernur juga ingin agar pelaku akademik dalam hal ini mahasiswa untuk bisa turun langsung kepada masyarakat dengan memiliki program terapan di sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Mahasiswa yang dibina di bangku perguruan tinggi harus bisa menjalankan program ditengah masyarakat. Misalnya untuk mahasiswa pertanian punya program tanam porang atau jagung, mahasiswa peternakan punya program pengembangan produksi sapi, dan juga budidaya ikan oleh mahasiswa fakultas peternakan. Harus ada hasilnya dan menjadi salah satu ukuran kelulusan mahasiswa. Kita pihak pemerintah dukung itu dengan anggaran yang kita siapkan. Hal ini baik sehingga ilmu dari kajian ilmiah itu bisa dirasakan langsung masyarakat dan ada hasilnya untuk pembangunan,” katanya.

“Kita harus kerja sama antara Pemerintah dan juga Perguruan Tinggi dalam kajian pengembangan tiga sektor ini. Kita juga akan kontrol ke lapangan melihat pelaksanaan dengan masyarakatnya dan juga produksinya. Harus ada hasil yang baik,” tambah beliau.

Lebih lanjut dikatakannya, pembangunan ditengah masyarakat tidak boleh dihambat karena semuanya untuk peningkatan kesejahteraan. “Saya ingin juga pembangunan kita terus lanjutkan dan jangan pernah dihambat. Walaupun kita sekarang sedang dilanda pandemi covid 19 namun harus tetap kita bekerja dengan jalankan protokol kesehatan juga mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh,” tegasnya.

Sementara itu Tim Akademisi Universitas Nusa Cendana yang dipimpin Rektor Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si didampingi Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Damianus Adar, M.Ec, Dekan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Arnol Manu, M.Si dan Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Dr. Ir. Marcelien Ratoe Oedjoe, M.Si turut mendukung pembangunan di sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Kami pihak Universitas Nusa Cendana siap mendukung program pemerintah ini. Untuk saat ini juga kami mendesain kurikulum dimana setiap mahasiswa akan mengambil program kuliah 20 SKS di luar kampus dalam hal ini akan turun langsung ke masyarakat dan kami wajibkan itu semua,” jelas Rektor Undana Prof. Fredriek.

“Disamping itu juga para Dekan dari masing-masing Fakultan Pertanian, Peternakan, serta Kelautan dan Perikanan akan berkoordinasi dengan setiap kepala dinas terkait untuk membangun kerja sama secara teknis dilapangan,” ujarnya. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Kecerdasan Akademik Wisudawan Memberikan Manfaat Bagi Orang Lain

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat Menghadiri Acara Dies Natalis ke 58 dan Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Secara Daring bertempat di Auditorium Undana – Kupang, Selasa (01/09/2020).

Dalam sambutannya, Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, kita bersyukur bahwa hari ini, kita dapat melaksanakan Dies Natalis ke 58 Universitas Nusa Cendana dan juga wisuda magister, profesi dan sarjana. Kita tentunya bersyukur walaupun dunia dalam keadaan rawa paya, tapi kita tetap melaksanakan seluruh tugas tanggungjawab kita dengan baik.

Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan sambutannya Acara Dies Natalis ke 58 dan Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Secara Daring bertempat di Auditorium Undana – Kupang, Selasa (01/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur menambahkan, menjadi seorang sarjana itu adalah kebanggaan setiap manusia. “Saya dulu sangat ingin juga menjadi seorang sarjana, dari kecil saya bercita-cita menjadi seorang pengacara maka saya memilih kuliah hukum dan berjuang untuk itu, sampai saya diwisuda. Itu kebanggaan saya. Tentunya orang tua pun akan bangga kalau anak-anaknya telah memperoleh pengakuan akademik lewat gelar yang diperoleh, entah itu sarjana apapun namanya, pasti pengakuan itu memberikan kebanggaan, bahwa anaknya itu diakui sebagai manusia yang punya kecerdasan.

“Karena itu, bila seorang wisudawan yang nantinya mengemban tugas kecerdasan akademik yang dimilikinya, dia harus mampu memberikan kontribusi bahkan memberikan manfaat bagi orang lain. Jadi kalau seorang sarjana yang  keluar nganggur, bahkan urus diri sendiri tidak mampu, itu tandanya sarjana itu tidak layak dapat gelar sebenarnya, karena yang bersangkutan sudah harus mampu untuk menolong dirinya sendiri termasuk menolong orang lain,” ungkap Gubernur VBL.

Acara Dies Natalis ke 58 dan Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Secara Daring bertempat di Auditorium Undana – Kupang, Selasa (01/09/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL menyampaikan terimakasih kepada Undana, Rektor dan seluruh civitas akademika Undana, karena lewat Lembaga ini telah memberikan banyak kontribusi terhadap pembangunan di Provinsi NTT. “Pasti ada yang kurang tentunya dan kekurangan itu yang terus harus kita benahi dalam rangka kita menatap masa depan NTT yang lebih baik”, harap VBL.

VBL mengatakan, NTT sangat bangga punya Undana dan memiliki fakultas peternakan, pertanian, perikanan, kedokteran dan fakultas lainnya. “Pertanian NTT, profesi petani paling banyak 60-70 persen ada di NTT, baik peternakan maupun pertanian. Tapi kalau kita bertanya, di dalam profesi pertanian dan peternakan ini, apakah kesejahteraan paling banyak di situ ?, ternyata juga tidak, itulah penyumbang kemiskinan terbesar ternyata profesi ini. Itu pertanyaan yang menggangu. Lalu buat apa ada sarjana pertanian, buat apa saya kasih sekolah anak saya menjadi sarjana pertanian kalau ternyata pertanian NTT tidak pernah bertumbuh ?”, kata VBL.

VBL meminta para wisudawan khusus pertanian, peternakan, perikanan, agar tidak boleh diwisuda kalau belum mengaplikasikan ilmunya dalam bentuk karya nyata di bidangnya masing-masing. Peternakan, sebelum diwisuda, minimal telah memelihara kalau babi 50 ekor babi,  kalau kambing 50 ekor kambing, kalau sapi 25 ekor sapi.  Jadi ukurannya langsung terukur. Begitu juga pertanian, minimal 1 hektar lahan dia sudah punya dan kelolah dengan rakyat. Kalau dia sarjana perikanan maka kalau budidaya, dia dipastikan sudah punya keramba apung. Entah budidaya di darat atau di laut minimal 2 Keramba dibuat, maka yang bersangkutan begitu selesai, dia tidak lagi mencari pekerjaan karena dia mampu melakukan  pekerjaan dan bahkan dia mempekerjakan orang lain.

“Ke depan bukan kita mencari tahu berapa lahan yang kosong tetapi kita dapat memastikan berapa lahan yang telah dikerjakan. Kita rubah cara mindset kita ke depan, karena kalau kita tanya lahan kosong berapa ?, kita bingung.  Tapi kalau kita sudah kerjakan maka itu sebuah kepastian. Kita akan menjawab dengan pasti, saya punya 1 hektar maka kalau 1000 orang, ada 1000 hektar yang telah dikerjakan”, jelas VBL.

Beliau  menginginkan untuk terus adanya kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi dalam membangun NTT. “Saya mengharapkan sambutan hari ini dapat ditindaklanjuti dalam kerjasama yang konkrit. Kita lihat berapa lahan, mahasiswa ada berapa ?  kita  tinggal hitung, Undana sekian, Unika sekian, UKAW sekian, dengan kerjasama menurut saya, kita akan menatap masa depan kita,  karena seluruh anak-anak pintar ada di lahan-lahan”, tegas VBL.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Fredrik L. Benu, mengatakan, muda atau tua sebuah Universitas tidak bisa kita ukur hanya dari usia melainkan juga dari kontribusi yang bisa kita berikan bagi kemaslahatan bangsa dan kemanusiaan. Wisuda menandakan bahwa para wisudawan telah siap menempuh langkah memasuki dunia nyata.

“Saya percaya setelah melalui gemblengan almamater Undana, para wisudawan mampu membuat pilihan tepat dan cepat untuk masa depan yang penuh dengan pilihan”, kata Fredrik.

Dalam situasi pandemi covid-19, Undana tetap berkomitmen memberikan layanan   secara maksimal dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi mutakhir termasuk wisuda dan Dies natalis Undana kali ini yang dilaksanakan secara daring. Fredrik Benu memberikan judul dalam pidato kali ini adalah menjadikan pandemi covid-19 sebagai tantangan dan peluang meningkatkan layanan pendidikan tinggi di garis depan.

Lulusan terbaik pada wisuda Undana kali ini adalah :  1). Irenius Abi, S.STP., M.Si, PPs, Ilmu Administrasi, IPK 3,94; 2). Kristin Melliyati Benu, S.Pd, FKIP, Bimbingan Konseling, IPK 3,92; 3).  Yudi Lima, SH, Fakultas Hukum, Ilmu Hukum, IPK 3,90; 4). Fear Christa Sonopaa, S.Ak, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Akuntansi, IPK 3,89; 5). Yosepha Kumanirang, S.K.M, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, IPK 3,88; 6). Yohanes Frandoxa Rolency Paleng, S.Sos, FISIP, Ilmu Administrasi Negara, IPK 3,84; 7). Lukas Lia Donny Mukin, S.Mat, Fakultas Sains dan Teknik, Matematika, IPK 3,83; 8). Oktavia Oni, S.P, FAPERTA, Agribisnis, IPK 3,77; 9). Laurensia Yolani Alfredy, S.Pi, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Manajemen Sumber Daya Perairan, IPK 3,72; 10).  Maria Dortiana  Sijung, S.Pt, FAPET, Peternakan, IPK 3,65.

Wisudawan termuda adalah Bernike Lusitania Sumbay, tempat tanggal lahir : Ruteng 04 Juli 2020, Fakultas Kedokteran, Pendidikan Dokter, Umur 20 tahun 2 bulan dan Wisudawan tertua adalah Yohanes Lau, tempat tanggal lahir  : Fatukleten 21 Desember 1962, PPs, Ilmu Administrasi, Umur 58 tahun.

Undana kali ini mewisuda 712 Wisudawan/i, terdiri dari 44 magister,  2 profesi dan 666 sarjana. Total jumlah Wisudawan/i yang telah dihasilkan Undana sampai dengan saat ini  sebanyak  70.356 wisudawan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Staf Khusus Gubernur NTT  (Imanuel Blegur), Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT (Selvi Pekujawang), Kepala Biro Humas &. Protokol NTT (Marius Jelamu), perwakilan wisudawan dan orang tua. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata