Arsip Tag: Fahrensy Priestly Funay

Pemkot Kupang Terima Penghargaan STBM dari Kemenkes

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang kembali menuai penghargaan. Kali ini penghargaan diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Penghargaan berupa plakat tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang,  Fahrensy Priestley Funay, SE.,M.Si didampingi Ketua Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH, kepada Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH di Hotel Maya Kupang, Senin (15/11/2021). Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bagian Prokompim Setda  Kota Kupang Ernest S. Ludji, S.STP.,M.Si.

Wali Kota Kupang mengaku  bangga dengan prestasi tersebut.  Menurutnya penghargaan ini menunjukkan bahwa ada keinginan yang kuat dari pemerintah agar masyarakat Kota Kupang mampu mempraktikkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

“Penghargaan  ini saya persembahkan untuk warga Kota Kupang, dengan harapan ke depan akan semakin baik. Partisipasi warga Kota kupang terhadap kebersihan lingkungan memperlihatkan perkembangan yang baik dari waktu-ke waktu, sekaligus  gambaran bahwa antara upaya pemerintah dan keinginan masyarakat telah berada pada  jalan yang tepat,” pungkas Wali Kota yang biasa disapa Jeriko ini.

Sekretaris Daerah Kota Kupang  Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si menjelaskan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)   dari Kementerian Kesehatan RI   ini diperoleh karena adanya upaya terus-menerus yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, dalam memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam mempertahankan layanan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Ketua AMPL Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, menambahkan konsep dasar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)  adalah sebuah pendekatan untuk mengubah perilaku masyarakat dengan model pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Menurutnya ada tiga strategi STBM yaitu peningkatan kebutuhan (pemicuan perubahan perilaku), peningkatan penyediaan (pemasaran sanitasi) dan penciptaan lingkungan yang kondusif (Regulasi, advokasi, fasilitasi).

Lanjutnya ada lima pilar STBM  yang menjadi indikator perilaku manusia yang perlu dilihat sebagai titik sumber perubahan antara lain; pertama,  stop buang air besar sembarangan ( BABS),  yaitu membudayakan perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan, serta menyediakan dan memelihara sarana buang air besar memenuhi standar dan persyaratan kesehatan.

Kedua,  cuci tangan pakai sabun. Yaitu membudayakan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir secara berkelanjutan, serta menyediakan dan memelihara sarana cuci tangan yang dilengkapi dengan air yang mengalir, sabun dan saluran pembuangan air limbah.

Ketiga, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga. Yaitu membudayakan perilaku pengelolaan air layak minum dan makanan yang bersih secara berkelanjutan, serta menyediakan dan merawat tempat pengelolaan air dan makanan rumah tangga yang sehat.

Keempat, pengelolaan sampah rumah tangga. Yaitu membudayakan perilaku memilah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya dan membuang sampah rumah tangga di luar rumah secara rutin, melakukan pengurangan (reduce), penggunaan kembali (reuse) dan pengelolaan kembali (recycle), serta menyediakan dan memelihara sarana pembuangan sampah rumah tangga di luar rumah.

Yang kelima adalah melakukan pengamanan limbah cair rumah tangga. Yaitu melakukan pemisahan saluran limbah cair rumah tangga melalui sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah, serta menyediakan dan menggunakan penampungan limbah cair rumah  tangga dan memelihara saluran pembuangan dan penampungan limbah cair rumah tangga.

Menurutnya, bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan suatu daerah dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakatnya salah satunya adalah dengan melahirkan inovasi-inovasi yang barbasis lima pilar STBM. (/pkp_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Sekda Minta Pemuda Kota Kupang Manfaatkan Teknologi Untuk Pengembangan Usaha

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si minta pemuda Kota Kupang untuk mampu memanfaatkan teknologi demi pengembangan usahanya. Permintaan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda Kota Kupang Tahun 2021 di Aula Sasando Lantai 3 Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (11/11/2021).

Menurutnya pandemi covid 19 yang berkepanjangan telah membawa dampak tidak hanya disektor kesehatan tetapi juga sektor ekonomi. Banyak rumah tangga yang semakin terpuruk perekonomiannya sebagai akibat pembatasan aktivitas yang diterapkan untuk menekan laju pertumbuhan Covid 19. Namun harus diakui dengan adanya pandemi ini kita semakin terpacu untuk berpikir kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar, untuk pemenuhan kebutuhan keluarga juga untuk peningkatan ekonomi.

Sekda mengapresiasi kegiatan yang sudah digagas oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang ini. “Saya percaya pelatihan ini akan memperkaya pengetahuan, sekaligus mengasah keterampilan para pemuda Kota Kupang untuk bisa mengembangkan usaha yang kreatif dan inovatif,” ujarnya. Terima kasih disampaikannya kepada para narasumber yang sudah berkenan membagikan ilmu dan membekali para peserta dengan keterampilan.

Ditambahkannya, sehari sebelumnya, Wali Kota Kupang baru saja membuka kegiatan Kupang Festival Online yang didedikasikan untuk pemulihan sektor pariwisata dan industri kreatif serta UMKM Kota Kupang. Dia berharap mudah-mudahan dengan kegiatan ini akan lahir para pelaku ekonomi kreatif yang mampu beradaptasi, inovatif dan berkolaborasi untuk mengembangkan usaha berkelanjutan yang kompetitif yang tidak melihat pandemi sebagai halangan untuk berkreasi.

Kepada para pemuda peserta pelatihan Sekda minta agar mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Mereka dipilih karena dianggap memiliki kompetensi, semangat dan niat untuk berwirausaha. “Jangan jadi generasi muda yang hanya ‘melipat tangan’, tidak melakukan sesuatu. Jangan takut dan patah semangat hanya karena pandemi covid 19,” pungkasnya.

Kepala Seksi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan pada Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, Tirta Ria Kurniati, S.Sos dalam laporan panitianya menjelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah terbentuknya kelompok pemuda yang mempunyai kemampuan yang berkualitas dalam usaha ekonomi produktif dan mempunyai daya saing yang kuat, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Kota Kupang dalam hal ini pemuda yang memiliki skill dan kemauan bekerja.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang pemuda dari 8 kelurahan di Kota Kupang, antara lain; Kelurahan Naimata, Penfui, Liliba, Oesapa, Oesapa Barat, Oesapa Selatan, Maulafa dan Kelurahan Oebufu.

Adapun narasumber yang diundang antara lain akademisi Ir. Zet Malelak, M.Si dari Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang dan Robby Leka dari BRI Cabang Kupang. Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Jusuf Eduard Penu Weo, M.Fis beserta jajarannya.

Pembukaan kegiatan pelatihan kewirausahaan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada dua orang perwakilan peserta oleh Sekda didampingi para narasumber dan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Sekda Minta Pejabat Baru Dukung Kepala Daerah Sukseskan Program Pembangunan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., minta 6 pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik untuk membantu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dalam mensukseskan program-program pembangunan yang sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota Kupang. Pesan ini disampaikannya saat menyaksikan serah terima jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik pada Senin (16/8/2021) lalu. Serah terima jabatan berlangsung di Ruang Rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (19/8/2021).

Menurutnya sertijab perlu segera dilakukan agar pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Kupang dapat berjalan lebih efektif, apalagi saat ini dalam proses penyusunan anggaran perubahan tahun 2021 dan murni tahun 2022 Diakuinya sejak proses seleksi terbuka Pemerintah Kota Kupang disibukkan dengan konsentrasi pada upaya penanganan covid 19, yang membutuhkan akselerasi dan langkah-langkah strategis oleh kepala daerah dan perangkat daerah terkait.

Pada kesempatan yang sama, Sekda menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pejabat yang lama atas dedikasi dan loyalitasnya. Diharapakan teladan mereka bisa menjadi inspirasi bagi para pejabat yang baru. Kepada para pejabat yang baru dilantik, Sekda mengimbau untuk segera mempelajari dan menyesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi jabatan yang baru diterimanya. “Jabatan ini adalah anugrah Tuhan karena banyak yang dipanggil namun sedikit yang terpilih, oleh karenanya saudara-saudara harus menghargai itu dan berusaha melaksanakannya dengan profesional, loyalitas yang tinggi, serta terus mengasah kemampuan diri dan berintegritas” tegas Sekda.

Enam pejabat pimpinan tinggi pratama yang melakukan serah terima jabatan tersebut antara lain adalah Dolores Rita Hariyani, SE mengantikan Dra. Mariana Franssina Reta sebagai Sekretaris DPRD Kota Kupang, Achrudin Rudi Abubakar, S.Sos., M.Si menggantikan pejabat lama Bernadinus Mere, A.P., M.Si., sebagai Kasat Pol PP Kota Kupang, Ariantje Martje Baun, S.E., M.Si. menggantikan Dra. Thruice Balina Oey, M.Si, sebagai Kadis Kominfo Kota Kupang, Josefina Monika Djata Gheta, S.T., M.M., menggantikan Yanuar Dally, S.H, M.Si sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Matheus Benediktus Lalek Rajah, S.H., M.Hum menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan-Hukum dan Politik, sementara itu Maria Magdalena Detaq, S.IP menjabat posisi baru sebagai Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Turut hadir dalam acara serah terima jabatan tersebut Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH dan Kepala BKPPD Kota Kupang, Abraham D. E. Manafe, S.IP., M.Si beserta jajaran. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

107 Guru SMA/SMK Swasta Terima Bansos Dampak Pandemi Covid-19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG.Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial Kota Kupang menyerahkan bantuan tahap dua bagi 107 guru SMA/SMK swasta yang merupakan warga Kota Kupang. Bantuan berupa 60 kilogram beras ini diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si., bersama Ketua TP PKK Kota Kupang sekaligus Anggota DPD RI, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodewyk Djungu Lape, S.Sos, dan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) NTT, Winston Neil Rondo, S.Pt., di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (11/11/2020).

Sekda Kota Kupang dalam sambutannya mengaku bangga pada Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., karena di bawah kepemimpinannya didampingi istri yang juga merupakan anggota DPD RI, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe bisa memberikan perhatian kepada seluruh masyarakat Kota Kupang yang terdampak covid-19.

“Saya berterimakasih kepada Bapak Wali Kota dan Ibu Hilda atas dukungan dan perhatiannya kepada Kota Kupang. Pemerintah mengucapkan terima kasih atas perjuangannya dan bagi masyarakat penerima manfaat agar dapat menggunakan bantuan ini secara baik selama masa pandemi ini,” tuturnya.

Tak lupa kepada para penerima dan seluruh warga Kota Kupang Sekda juga berpesan untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan karena lewat tangan-tangan pimpinan di Kota Kupang semua warga bisa mendapatkan perhatian. Dia juga berharap adanya masukan-masukan berharga perihal sasaran bantuan pemerintah bagi warga yang sangat membutuhkan, misalnya yang kehilangan pekerjaan disebabkan perusahan tidak dapat beroperasi karena pandemik covid 19, juga bagi para janda serta yatim piatu yang tergolong warga miskin.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodewyk Djungulape, S.Sos., dalam laporannya menyampaikan bansos yang disalurkan oleh Dinas Sosial Kota Kupang kali ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Kupang dalam membantu guru dan tenaga kependidikan SMA/SMK yang merupakan salah satu dari sekian banyak warga Kota Kupang yang terdampak pandemi covid 19. Disebutkan, penyaluran bansos tersebut telah melakukan tahapan verifikasi dan validasi sesuai dengan tahapan aturan dan ketentuan yang berlaku terutama proses konsultasi dengan berbagai pihak. Bansos ini merupakan tahap kedua setelah pada tahap pertama diserahkan kepada 466 guru SMA/SMK.

“Jumlah usulan yang sudah diserahkan pada tahap pertama sebanyak 466 orang dan hari ini berjumlah 107 orang, untuk 466 orang bersumber dari APBD Kota Kupang dan tahap kedua berjumlah 107 orang berasal dari APBD provinsi. Ini juga adalah perjuangan ibu senator Hilda Manafe, dan pada hari ini diserahkan secara simbolis kepada 10 penerima dan lainnya dapat mengambil bantuan pada gudang Dinas Sosial,” ungkap mantan Camat Maulafa tersebut. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Sekda Buka Muscab ke-V Organda Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E, M.Si, membuka Musyawarah Cabang ke-V Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Kupang, Jumat (04/09/2020). Muscab yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang itu menghadirkan sejumlah pengusaha angkutan darat di Kota Kupang.

Sekda dalam sambutannya menyampaikan transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan merupakan urat nadi dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi harus ditunjang dengan pengembangan sistem transportasi yang baik, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E, M.Si, saat membuka Musyawarah Cabang ke-V Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Kupang, Jumat (04/09/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Menurutnya sistem jaringan transportasi dapat dilihat dari segi efektivitas, dalam artian keselamatan, aksesibilitas tinggi, terpadu, kapasitas mencukupi, teratur, lancar dan cepat, mudah dicapai, tepat waktu, nyaman, tarif terjangkau, tertib, aman, rendah polusi serta dari segi efisiensi dalam arti beban publik rendah dan utilitas tinggi dalam satu kesatuan jaringan sistem transportasi.

Musyawarah Cabang ke-V Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Kupang yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (04/09/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Sekda menambahkan Pemerintah Kota Kupang saat ini dalam upaya mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Kupang tengah berbenah terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya transportasi. Disadari saat ini, pelayanan di bidang transportasi masih perlu ditingkatkan untuk menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat Kota Kupang, terutama mereka yang kesehariannya menjalankan usaha perdagangan yang menunjang jalannya roda perekonomian daerah ini. Selain itu, transportasi juga merupakan solusi yang menopang aktivitas sebagian masyarakat di sektor jasa, sektor yang mendominasi Kota Kupang.

Sedangkan di sektor pendidikan, transportasi darat juga teramat penting keberadaannya bagi anak-anak yang berkuliah maupun sekolah. “Memperhatikan hal tersebut, maka Pemkot Kupang belum lama ini melaunching bus rapid trans sebagai moda transportasi baru di Kota Kupang yang melayani 5 rute. Diharapkan dengan adanya BRT, dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi darat yang relatif murah, cepat, aman serta nyaman bagi aktivitas sehari-hari,” ucapnya.

Mantan Kepala Bapenda Kabupaten Kupang itu menambahkan, Organda sebagai satu-satunya wadah organisasi pengusaha angkutan bermotor di jalan mempunyai peran penting dalam menunjang kelancaran roda perekonomian bangsa. Sebagai organisasi yang profesional dan independen, Organda diharapkan mampu mewujudkan transformasi bidang usaha angkutan transportasi darat guna meningkatkan usaha para anggota, serta mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat, sesuai visinya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kupang dan Organda penting untuk terus berkolaborasi dalam kemitraan demi mewujudkan visi dan misi keduanya. “Kiranya melalui momentum musyawarah cabang ke-V Organda Kota Kupang ini, kemitraan yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna memberikan pelayanan bagi kesejahteraan masyarakat terutama di bidang transportasi,” tambahnya.

Ketua DPD I Organda Provinsi NTT, Felix Pullu yang turut hadir dalam acara pembukaan muscab tersebut menjelaskan muscab Organda Kota Kupang adalah yang kelima di NTT. Sebelumnya Organda sudah menggelar muscab di 4 kabupaten yakni TTU, Sikka, Ende dan Manggarai Timur. Rencananya minggu depan akan digelar muscab juga di Kabupaten Alor, Lembata, Sumba dan Rote-Ndao. Muscab kali ini menurutnya sengaja dilakukan secara terbatas tanpa melibatkan seluruh komponen untuk menghormati imbauan pemerintah tentang protokol kesehatan penanganan covid 19.

Felix menambahkan sebelum covid 19 ada 11 ribu armada angkutan darat yang ada di NTT, yang terdiri atas angkutan logistik dan angkutan orang. Namun karena pandemi Covid-19 diperkirakan sekitar 6 ribu supir angkutan yang kehilangan pekerjaannya karena pengusaha memilih untuk gantung kunci. Karena itu Organda berharap agar Pemkot Kupang juga memberi perhatian kepada para supir tersebut lewat bantuan-bantuan sosial yang ada.

Pada kesempatan yang sama Felix juga mewakili Organda meminta kesediaan Pemkot Kupang untuk menyerahkan tanggung jawab operasional dua dari lima bus BRT yang baru dilaunching beberapa waktu lalu. Menurutnya Organda sudah memiliki koperasi sendiri yang diberi nama Sarana Angkutan Rakyat (Sakura) yang bisa mengelola bus tersebut. Rencananya satu bus akan digunakan untuk transportasi dalam kota, satu unit lagi akan digunakan sebagai bus antar kota dalam provinsi (AKDP). Selain itu Felix juga menyuarakan sejumlah keluhan dari Organda seperti perlunya penerapan aturan kepada pengemudi transportasi online, izin operasi taksi di bandara El Tari Kupang serta kepastian regulasi tentang terminal yang ada di wilayah Kota Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Jasa Raharja NTT, Radito Risangadi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP, M.Si, mantan Ketua DPC Organda Kota Kupang periode 2014-2019, Simon Riwu Kaho, Care Taker DPC Organda Kota Kupang, Zeyto Ratuarat, Sekretaris Care Taker DPC Organda Kota Kupang, Djuneidi C Kana, Kepala Seksi Transportasi Jalan pada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIII Provinsi NTT, Edwin Fauzi, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kupang Kota serta para pelaku usaha transportasi darat Kota Kupang. (*PKP_ans/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Sekda Kota Kupang Pimpin Rapat Majelis Pertimbangan Kelitbangan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si memimpin rapat Majelis Pertimbangan Kelitbangan yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang, Selasa (18/08/2020) di ruang rapat Garuda, lantai 2 Kantor Wali Kota Kupang.

Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si, saat memimpin rapat Majelis Pertimbangan Kelitbangan yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang, Selasa (18/08/2020) di ruang rapat Garuda, lantai 2 Kantor Wali Kota Kupang. Foto : PKP Setda Kota Kupang

Pertemuan tersebut diselenggarakan dengan tujuan agar Majelis Pertimbangan Pemerintah Kota Kupang dapat melaporkan hasil kelitbangan tahun 2019 dan rencana kelitbangan tahun 2020 serta bermaksud melalui pertemuan ini dapat menghasilkan pertimbangan pemanfaatan kelitbangan dan peran litbang dalam pembangunan daerah.

Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si, foto bersama dengan Asisten Pemerintah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dan 4 dari 6 anggota Majelis Pertimbangan Pemerintah Kota Kupang, serta sejumlah ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang di ruang rapat Garuda, lantai 2 Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (18/08/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si selalu Wakil Ketua Majelis Pertimbangan, ketika membuka kegiatan itu menyampaikan terima kasih kepada para anggota Majelis Pertimbangan Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan ide-ide cemerlangnya kepada Pemerintah bagi pembangunan di Kota Kupang. Sekda mengatakan bahwa rekomendasi majelis pertimbangan yang disampaikan akan dilaporkan kepada Wali Kota sebagai user lembaga kelitbangan ini, “saya berharap tim ahli pemerintah sebagai representasi dari peniliti dan Badan Litbang Kota Kupang dapat mencatat secara cermat apa saja yang sudah disampaikan oleh majelis serta berharap bersama majelis pertimbangan dalam melakukan kajian-kajiannya agar memperhatikan efisensi dan efektivitas anggaran serta seluruh capaian, sehingga terukur sesuai harapan pemerintah,” ujar Sekda.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Kupang, Dra. Debora Panie, M.M. sekaligus berperan sebagai sekretaris Majelis Pertimbangan dalam laporannya menyampaikan hasil kelitbangan tahun 2019 antara lain terkait workshop evaluasi kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM) menyimpulkan bahwa program dana bergulir PEM dianggap sukses jika mencapai sukses penyaluran, sukses pemanfaatan, sukses pengembalian serta terwujud peningkatan dan pengembangan usaha ekonomi produktif masyarakat. Untuk isu ini, majelis pertimbangan merekomendasikan beberapa poin, yaitu agar dalam juklak Program PEM disebutkan pendekatan menggunakan Tribina yaitu bina manusia, bina usaha dan bina lingkungan ditambah bina ke 4, bina kelembagaan. Selain itu majelis menyarankan agar bina manusia peserta PEM harus dibekali cara menjalankan dan mengembangkan kegiatan usaha ekonomi kreatif. Peserta yang mendapat dana diatas 5 juta perlu dibina khusus dengan pendekatan 1 kecamatan 1 pusat kewirausahaan (central entrepreneurship).

Untuk isu kedua yang dilaporkan, workshop penyediaan hutan kota direkomendasikan agar penunjukan hutan kota oleh Wali Kota berdasarkan rencana tata ruang dan wilayah sesuai Peraturan Pemerintah nomor 63 tahun 2002 tentang Hutan Kota. Penunjukan lokasi dan luaa berdasarkan Perda Kota Kupang nomor 11 tahun 2011 tengang RTRW dimana hutan kota pada BWK VI dan BWK VII. Sementara untuk isu kesiapan UMKM tenun ikat dalam pemanfaatan inovasi teknologi e-commerce di Kota Kupang, menemukan profil UMKM di Kota Kupang 87,8% nya adalah kaum perempuan dengan tingkat pendidikan rata-rata tamatan SD hingga SLTA. Pada umumnya pelaku usaha tenun ikat mengetahui informasi penjualan online namun karena keterbatasan belum dapat memanfaatkannya. Oleh karena itu, majelis pertimbangan kelitbangan merekomendasikan perlunya memanfaatkan teknologi digital e-commerce untuk akses dan pemasaran yang lebih luas sehingga mampu bersaing secara global. Selain itu, diperlukan identifikasi kebutuhan pasar global, agar UMKM tenun ikat mempertimbangkan ruang lingkup produk, proses menenun dan kuantitas produksi sesuai permintaan. Terkait desain sistem e-commerce perlu dikategorikan berdasarkan usaha kecil, mikro dan menengah. Sistem penjualan online sebaiknya dibangun menggunakan alat yang mudah dikembangkan oleh programmer lainnya. Sistem haruslah kompatibel dengan berbagai sistem operasi sehingga mudah diimplementasikan oleh UMKM maupun masyarakat.

Lebih lanjut, untuk isu tata kelola teknologi informasi pada layanan informasi publik menuju penguatan Sistem Informasi Daerah atau SIDa Pemkot Kupang dilaporkan hal-hal yang direkomendasikan agar setiap perangkat daerah wajib memiliki unit layanan informasi publik serta mengidentifikasi jenis-jenis informasi publik sesuai amanat UU KIP. Aplikasi layanan pengaduan yang dikelola harus disosialisasikan kepada masyarakat agar mudah dalam menyampaikan aspirasi atau pengaduan. Disampaikan juga agar media untuk akses layanan informasi publik dapat melalui portal atau web yang dikelola tiap OPD secara mandiri namun portal tersebut terintegrasi dengan kelompok Informasi publik tiap-tiap OPD.

Disamping itu, juga disampaikan rencana kelitbangan tahun 2020 antara lain analisis strategi dalam pembelajaran pada masa adaptasi tatanan normal baru serta kajian dan evaluasi pengelolaan sampah di Kota Kupang.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dan 4 dari 6 anggota Majelis Pertimbangan Pemerintah Kota Kupang antara lain Dr. Pius Weraman, S.KM., M.Kes., Dr. Anton S. Y. Kerihi, S.E., M.Si, Dr. Laurensius P. Sayrani, S.Sos., MPA dan Dr. Paulus Taek, M.Si, dan para tim ahli pemerintah. Sementara 2 anggota majelis yang berhalangan hadir yaitu Dr. Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si dan Philipi de Rozari S.Si., M.Sc., Ph.S. Majelis pertimbangan dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Kupang nomor 123A/KEP/HK/2020 tabggal 6 Juji 2020 tentang Majelis Pertimbangan Pemerintah Kota Kupang tahun anggaran 2020 dan diketuai oleh Wali Kota Kupang. (*PKP_jle/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Serah Terima Jabatan Ketua DWP Kota Kupang Tahun 2020

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pada Jumat (14/08/2020) dilaksanakan serah terima Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Masa Bhakti 2020 – 2024 dari Ketua DWP Kota Kupang periode sebelumnya, Ny. Marthase Benu – Talan kepada Ny. Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP. Acara berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ibu Elisabeth Lies Rengka, Ketua DWP Periode 2014 – 2019 Marthase Benu – Talan, Ketua DWP Periode 2020 2024 Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP, dan para pengurus serta anggota DWP Kota Kupang.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas diserahterimakan jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang kepada ketua yang baru, Ibu Lousje Marlinda Funay – Pellokila.

Sekda Kota Kupang juga menyebutkan bahwa DWP memiliki peran yang konstruktif dalam pelaksanaan pembangunan serta dapat berkontribusi dalam upaya pemerintah memajukan serta mensejahterakan masyarakat khususnya di Kota Kupang. Sekda mengatakan bahwa sebagai salah satu organisasi masyarakat (Ormas) perempuan terbesar di Indonesia, sudah selayaknya dharma wanita persatuan memiliki standing position dan mengambil peran strategis dalam konstalasi pembangunan nasional. Menurutnya, Dharma Wanita Persatuan memiliki peluang untuk berkiprah lebih luas dengan mengoptimalisasikan peran sertanya sebagaimana yang diatur pada pasal 5 Undang-Undang nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Selain itu, Sekda Kota Kupang Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si mengingatkan bahwa peran DWP yang tak kalah penting sebagai organisasi persatuan isteri pegawai negeri sipil aktif, anggota dharma wanita harus dapat memberikan dorongan dan kontribusi kepada suami agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat baik sebagai abdi negara maupun abdi masyarakat. karena dibalik kesuksesan seorang pria terdapat wanita yang hebat. karir seorang suami akan berjalan sesuai harapan jika didukung oleh keluarga terutama istri dan anak-anak.

Lebih lanjut, Sekda Kota Kupang mengatakan dalam menghadapi perkembangan era teknologi yang demikian pesat, dharma wanita persatuan perlu membekali anggotanya dengan pengetahuan dan wawasan agar bisa melihat dan mengetahui tantangan serta perkembangan zaman. Anggota DWP yang merupakan para istri PNS lingkup Pemkot aktif, juga perlu mengetahui arah kebijakan pembangunan Pemkot Kupang sehingga dapat lebih berperan aktif mendukung pembangunan di Kota Kupang, terutama di tahun ke 3 kepemimpinan Wali Kota, Dr. Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man, “Sebagai para istri PNS aktif di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, sudah seyogyanya kita memahami visi misi daerah ini. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan peran serta DWP dalam mendukung suksesnya visi misi Pemkot kedepan,” ujar Sekda Kota Kupang.

Kepada ketua yang baru, Sekda Kota Kupang juga menyampaikan beberapa hal antara lain dirinya berpesan bahwa jabatan Ketua DWP Kota Kupang memiliki peran yang tak kalah penting dalam mendukung kinerja suami yang merupakan pejabat pimpinan tinggi di lingkup Pemerintah Kota Kupang dan memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan program visi dan misi Pemkot Kupang. DWP juga diminta untuk mendukung serta berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan berbagai program pro rakyat perwujudan visi dan misi Pemkot di kalangan masyarakat agar semakin banyak masyarakat yang tersentuh serta turut berpartisipasi dalam pembangunan. Selain itu, DWP juga diminta turut berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat kota kupang melalui kegiatan-kegiatan inovatif, bermanfaat serta partisipatif. Lebih lanjut, kepada ketua DWP yang baru, Sekda Kota Kupang meminta agar dapat memimpin organisasi dengan adil, bijaksana dan penuh sikap optimis serta memupuk sinergitas dengan pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, juga menjalin kemitraan dengan organisasi perempuan dan kemasyarakatan lainnya.

Dia akhir sambutan Sekretaris Daerah Kota Kupang Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si, mengharapkan kepada seluruh anggota agar selalu mendukung dan membantu Ketua DWP yang baru dalam mewujudkan tujuan organisasi yang bermuara pada perwujudan visi dan misi pembangunan kota kupang karena DWP Kota Kupang merupakan bagian dari Pemerintah Kota Kupang itu sendiri. Tak lupa Sekda menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kerja keras dan pengabdian Ibu Marthase selama memimpin DWP sejak tahun 2014.

Kemudian, dalam sambutan Ketua DWP Periode 2014 – 2019, Ibu Marthase Benu – Talan pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Wakil Wakil Kota beserta seluruh pihak terkait yang selalu aktif di berbagai kegiatan DWP, berkat dukungan dari berbagai pihak itulah maka program DWP dapat terlaksana dengan baik. Ia berharap kedepannya DWP selalu melibatkan setiap anggotanya dalam penyusunan rencana kegiatan, serta dapat mendukung segala program Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Periode 2020 – 2024 Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP menyampaikan terima kasih kepada Pemkot, Ibu Marthase serta para anggota DWP yang hadir atas dukungan dan kerjasamanya sehingga acara sertijab dapat terlaksana dengan baik.

Menurutnya, DWP harus berfokus pada tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota untuk mendukung tercapainya tujuan nasional berdasarkan UUD 1945, “saya mengajak kita semua untuk pandai berorganisasi. Kepada ibu-ibu yang adalah istri abdi negara mari bergabung dalam DWP untuk mendukung program Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung visi misi terwujudnya Kota yang layak huni, cerdas, mandiri dan sejahtera dangan tata kelola bebas KKN, karena DWP adalah mitra pemerintah dan siap mendukungnya,” pungkasnya.

Lebih lanjut Ibu Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP menyampaikan terima kasih kepada Ibu Marthase Benu – Talan atas kepemimpinannya dalam mengatur organisasi DWP hingga saat sertijab dengan baik, dirinya mengatakan siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. (*PKP_jbm/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Paparkan Program Khusus Untuk Tokoh Agama

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Selain bantuan alat liturgi yang selama beberapa hari terakhir diserahkan langsung oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda, Pemerintah Kota Kupang sebenarnya memilki program khusus yang ditujukan bagi para tokoh agama. Informasi tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., saat mengunjungi beberapa rumah ibadah untuk menyerahkan bantuan perlengkapan liturgi dari Pemkot Kupang, Rabu (12/08/2020).

Program khusus yang dimaksudkan antara lain bantuan umroh bagi para imam masjid, ziarah bagi para pendeta dan pastor serta bantuan uang muka rumah bagi semua tokoh agama yang saat ini melayani di Kota Kupang. Tentang bantuan umroh dan ziarah menurut Wali Kota untuk tahun ini belum bisa terlaksana karena masih terkendala pandemi Covid-19. Harapannya jika pandemi ini sudah berlalu, tahun depan Pemerintah Kota Kupang dapat melaksanakan program ini kembali.

Sebagaimana penjelasannya di berbagai kesempatan, Wali Kota juga menuturkan bahwa bantuan-bantuan yang diberikan ini merupakan wujud terima kasih Pemkot Kupang kepada para tokoh agama, yang telah berkontribusi bagi pembangunan di Kota Kupang lewat pembinaan spiritual jemaatnya, sehingga toleransi dan kerukunan Kota Kupang saat ini tetap terjaga.

Kepada para tokoh agama yang ditemuinya tak lupa Wali Kota juga meminta untuk bersedia membantu memberikan informasi tentang warga sekitar yang kurang beruntung dan layak dibantu, agar bisa diakomodir dalam sejumlah program bantuan Pemkot Kupang, salah satunya adalah program bedah rumah.

Dalam kunjungannya, Rabu (12/08/2020) rumah ibadah pertama yang dikunjungi Wali Kota adalah Masjid Al Barkoh di Kelurahan Naikolan. Di sana disambut oleh Imam Masjid Al Barkoh, Ustadz H. Umar Ba. Kemudian Wali Kota yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape S.Sos. dan Plt. Camat Maulafa melanjutkan kunjungan ke GMIT Oepura. Disana mereka disambut oleh Esthon Foenay selaku majelis dan tokoh gereja di GMIT Imanuel Oepura bersama para pendeta.

Selanjutnya Wali Kota bersama rombongan menyambangi Masjid Darusalam Sikumana, disambut Imam Masjid Drs. H. Ramli Deni bersama para pengurus masjid. Rumah ibadah terakhir yang dikunjungi Wali Kota hari ini adalah GMIT Kaisarea yang terletak di Kelurahan Kolhua. Pendeta Ronni Runtu, M.Th selaku Ketua Majelis Jemaat Kaisarea BTN Kolhua bersama rekan-rekan pendetanya menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan jajaran Pemkot Kupang yang telah berkenan memberikan bantuan kepada mereka.

Senada dengan tokoh agama lainnya, para pemuka agama tersebut mendoakan agar Wali Kota bersama jajarannya dianugerahi kesehatan dan senantiasa diberi hikmat kebijaksanaan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Di hari yang sama, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man juga menyerahkan bantuan perlengkapan liturgi di sejumlah lokasi berbeda. Penyerahan dimulai dari Masjid Baburahman Kayu Putih yang diterima oleh Abbas Kasim selaku Ketua Takmir Masjid, kemudian dilanjutkan ke Gereja GMIT Ora Et Labora Oesapa yang diterima oleh ibu Pdt. Ira Batubara – Wonlele, M.Th dan Pdt. Pdt. Nikolaus Bunga S.Th. Selanjutnya Wakil Wali Kota Kupang bersama rombongan menuju Gereja GMIT Marturia Oesapa Selatan yang diterima oleh Pdt. Eleanor Manu-Nalle, S.Th., dan penyerahan berakhir di Gereja GMIT Emaus Liliba yang diterima oleh Pdt. Helda Mimi Sir – Seo, S.Th dan Pdt. Intan Priyono Manu – Radja, S.Th.

Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud terima kasih Pemkot Kupang kepada para pemimpin agama dan jemaatnya yang selama ini telah mendoakan jajaran Pemkot Kupang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Para Pendeta yang menerima bantuan dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan program luar biasa yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang sebagai bentuk kepedulian bagi para hamba Tuhan di lingkungan GMIT wilayah Kota Kupang. Mereka menilai, Pemerintah Kota Kupang benar-benar memberi perhatian yang sangat luar biasa bagi seluruh agama dan secara khusus bagi Gereja di Kota Kupang, “dalam sejarah GMIT di Kota Kupang, baru pertama kali ini hamba-hamba Tuhan mendapat bantuan Toga guna mendukung pelayanan terhadap jemaat,” kata Pdt. Eleanor Manu – Nalle, S.Th. salah satu penerima bantuan di Gereja Marturia Oesapa Selatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Baaburahman Kayu Putih, Abbas Kasim, yang memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang terus memberikan bantuan kepada Masjid dan tetap menjaga toleransi keberagaman di Kota Kupang, “bantuan ini sangat berarti bagi pelayanan di Masjid ini dan kami akan selalu mendoakan Kota Kupang untuk terus maju dan terus berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Di kesempatan yang berbeda pada hari yang sama, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. juga berkesempatan mengunjungi 2 Gereja dan 2 Masjid untuk membagi bantuan fasilitas dan peralatan liturgis dari Pemerintah Kota Kupang. Pukul 16.10 Sekda Kota Kupang tiba di GMIT Pniel Oebobo, kemudian dilanjutkan menuju Masjid Nurul Iman Fatubesi, lalu ke Masjid Al – Iklas Bonipoi dan terakhir GMIT Kota Kupang.

Adapun bantuan yang diserahkan dalam kegiatan peningkatan toleransi dan kerukunan kehidupan beragama ini untuk Masjid berupa karpet, kain kafan dan keranda serta kain penutup keranda. Sedangkan untuk Gereja Kristen Protestan berupa jubah pendeta dan setelan jas. (*PKP_ans/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

ASN di Kota Kupang Ikuti Bimtek Penerapan Aplikasi E-Kinerja

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang menyelenggarakan sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan e-Kinerja bagi ASN lingkup pemkot. Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Direktorat Kinerja BKN Pusat Jakarta sebagai penyedia aplikasi sekaligus menjadi narasumber.

ASN lingkup Pemkot Kupang saat mengikuti kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan e-Kinerja bagi ASN di Aula Hotel Sylvia Premiere Kupang, Rabu (12/08/2020) pagi. Foto : PKP Setda Kota Kupang

Kegiatan yang dijadwalkan selama 2 hari, 12 – 13 Agustus 2020 ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si., Rabu pagi (12/08/2020) pukul 09.30 Wita di Aula Hotel Sylvia Premiere Kupang. Sekda didampingi Kepala BKPPD Kota Kupang, Abraham David Evil Manafe, S.IP., M.Si dan dihadiri Direktur pada Direktorat Kinerja BKN Pusat Jakarta, Neny Rochyani S.Si.Apt, M.Si. Turut hadir pimpinan OPD, Camat dan para Lurah lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Sekda, disampaikan penerapan e-Kinerja merupakan implementasi dari e-government dimana saat ini kita dituntut untuk melakukan semua proses kerja berbasis teknologi atau digitalisasi. Dikatakan penerapan aplikasi e-kinerja dimaksudkan untuk memudahkan para pegawai khususnya di lingkungan pemerintah Kota Kupang dalam perencanaan, pelaksanaan tugas-tugas dan penilaian kinerja PNS yang pada gilirannya akan mendasari pemberian tambahan penghasilan pegawai secara adil.

Sekda Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si., saat membacakan sambutan Wali Kota Kupang pada kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan e-Kinerja bagi ASN lingkup Pemkot Kupang, Rabu (12/08/2020) pagi. Foto : PKP Setda Kota Kupang

“Penerapan aplikasi e-Kinerja ini sebagai upaya memberikan apresiasi dan pengakuan atas kinerja pegawai,” ucapnya. Selain itu, menurutnya penerapan e-kinerja juga bertujuan mempermudah pejabat struktural dalam proses monitoring, evaluasi, dan pengawasan kinerja serta penilaian perilaku kerja staff atau bawahannya.

Lebih jauh disampaikan, dengan diterapkannya e-kinerja di lingkup Pemkot, diharapkan kelak tidak ada lagi pegawai yang tidak tahu akan apa yang harus dikerjakan dan hanya sekedar menunggu perintah atasan, sebaliknya setiap pegawai akan mengetahui beban tugas serta apa yang harus dilakukan. Namun Sekda meminta dalam bimtek ini agar juga menjadi perhatian yaitu terkait indikator kinerja. “Penting untuk diperhatikan akan kualitas kinerja dan bukan hanya melihat kuantitas kerja,” ujarnya.

Dia berharap penerapan aplikasi e-Kinerja dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas ASN dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, juga diharapkan adanya peningkatan disiplin dan kinerja pegawai di lingkup Pemkot, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dilaksanakan secara maksimal.

Mengakhiri sambutannya, Sekda meminta kepada peserta bimtek untuk mengikuti kegiatan ini dengan bersungguh-sungguh sampai selesai agar dapat menguasai aplikasi ini dengan baik. “Dengan jumlah peserta yang banyak, 204 orang saya harap semua bisa mengikuti materi yang disampaikan oleh narasumber yang sudah datang jauh-jauh dari pusat,” ujarnya. Dia meminta setiap pimpinan perangkat daerah dapat melakukan evaluasi atas kemajuan dari peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur, Richard Penlaana, S.Sos., M.Si diketahui peserta bimtek sebanyak 204 orang berasal dari 102 perangkat daerah, kecamatan dan kelurahan dengan jumlah perwakilan masing-masing 2 orang peserta. (*PKP_ghe/ech/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Jelang HUT RI & 3 Tahun Kepemimpinan Jefri-Herman, Wali Kota Serahkan Bantuan Untuk Gereja dan Masjid

NTT AKTUAL. KUPANG. Salah satu kegiatan yang dirancang Pemerintah Kota Kupang untuk memeriahkan HUT ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-3 masa kepemimpinan Wali Kota Jeriko dan Wakil Wali Kota Herman Man adalah membagikan bantuan berupa alat liturgi kepada para tokoh agama baik di Gereja maupun Masjid.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H. dalam moment penyerahan di sejumlah Gereja dan Masjid, Selasa (11/08/2020) menjelaskan bantuan yang diserahkan kali ini merupakan wujud terima kasih dari Pemkot Kupang kepada para tokoh agama yang selama ini telah bersama pemerintah berusaha membangun kota ini lewat pembinaan iman umat. Menurutnya, berkat pembinaan iman spiritual oleh para tokoh agama, kerukunan dan kedamaian di Kota Kupang terus terjaga.

Wali Kota juga berterima kasih kepada para tokoh agama yang telah membantu Pemkot Kupang mensosialisasikan sejumlah program pemerintah lewat mimbar di rumah ibadah masing-masing. Karena itu Pemkot Kupang ingin membalas jasa baik para tokoh agama tersebut, “meskipun tidak bisa membalas semua jasa Bapak Ibu, kami tetap berniat baik untuk membantu, mohon jangan lihat jumlahnya, tapi lihatlah niat baik kami,” ungkap Jeriko. Wali Kota juga ingin memastikan program semacam ini akan menjadi agenda rutin Pemkot Kupang di tahun-tahun berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota yang juga majelis jemaat di salah satu Gereja di Jakarta itu menyampaikan permohonan kepada para tokoh agama baik di Gereja maupun Masjid untuk berkenan menjadi mata pemerintah, membantu menyampaikan informasi tentang warga yang kurang beruntung yang membutuhkan uluran tangan pemerintah. “Bantu kami dengan memberi informasi lewat RT, RW dan lurah setempat, agar masyarakat yang membutuhkan dapat turut terbantu,” tambahnya.

Wali Kota yang didampingi oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, Drs. Mesakh Revael Bailaen, Kabag Kesra Setda Kota Kupang dan Kabag Protokol Setda Kota Kupang mengawali kunjungan dari GMIT Galed Kelapa Lima. Di sana mereka disambut oleh Ketua Majelis GMIT Galed, Pdt. Victoria Nenohai bersama rekan pendeta dan majelis di gereja tersebut. Hadir pula Lurah Kelapa Lima, Yustinus Kahan, S.IP., M.Si.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Gereja Talithakum Pasir Panjang. Di sana Wali Kota dan rombongan disambut oleh Ketua Majelis Jemaat Talithakum Pasir Panjang, Pdt. Stevanus Makonimau, S.Th bersama para pendeta serta Camat Kota Lama, Pah Bessie Semuel Messakh, S.STP., M.Si dan Lurah Pasir Panjang, Ferdinan Masae, S.Pt.

Dari Pasir Panjang Wali Kota dan rombongan beranjak ke GMIT Horeb Perumnas disambut oleh Ketua Majelis GMIT Horeb, Pdt. Reni Lesik Suek, SM.Th bersama para pengurus Gereja tersebut beserta Lurah Nefonaek, Titus Ratuarat, S.Sos.

Selanjutnya Wali Kota mengunjungi Masjid Agung Baiturahman Perumnas, yang letaknya tidak jauh dari Gereja Horeb. Di sana Wali Kota disambut oleh Ketua Yayasan Masjid Agung Baiturahman, H. Ahmad Albar, Imam Masjid, H. Sya’idi dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Mohammad Ansor.

Titik terakhir yang dikunjungi Wali Kota pada hari itu dalam rangka penyerahan bantuan alat liturgi adalah GMIT Anugerah di Jl. Eltari. Seperti tokoh agama yang ditemui sebelumnya Ketua Majelis GMIT Anugerah, Pdt. Divita D. Lobo Darmosewojo, M.Th menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan jajaran yang telah berkenan memberikan bantuan ini. Mereka berjanji akan berusaha mendukung Pemkot membangun Kota Kupang. Diakuinya sebagai pemimpin tentunya Wali Kota menghadapi banyak masalah dan tuntutan dari berbagai kalangan masyarakat. Karena itu sebagai ungkapan terima kasih mereka akan mendoakan Wali Kota dan segenap jajarannya agar selalu sehat dan tetap semangat serta setia memimpin Kota Kupang dengan bijak. Turut hadir di GMIT Anugerah Lurah Naikoten I, Budi Imanuel Izaac, SH.

Di hari yang sama Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestly Funay, S.E., M.Si. juga berkesempatan mengunjungi 3 Gereja dan 1 Masjid untuk membagi bantuan perlengkapan ibadah dan 1 buah keranda beserta perlengkapannya dari Pemerintah Kota Kupang. Sekitar pukul 16.30 Sekda Kota Kupang tiba di GMIT Kefas Oetete, kemudian dilanjutkan menuju Masjid Nurul Taqwa Naikoten I, Gereja GMIT Silo dan terakhir Gereja GMIT Maranatha Oebufu.

Dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kupang didampingi Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang S.Sos. M.Si, Camat Oebobo Matheos A. H. T Maahury, S.E, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Maxi Jemy Deerens Didok, S.Pd., M.Si, Kabag SDA Kota Kupang, salah satu Kasubbag di Bagian Kesra, Nonce Manafe dan lurah setempat. Hadir pula pada masing-masing rumah ibadah, para Pendeta dan Imam Masjid.

Sekretaris Daerah Kota Kupang dalam kesempatannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Pendeta dan Imam Masjid. “Atas nama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang saya menyampaikan terima kasih atas sambutan yang penuh kehangatan. Saya percaya bahwa semua ini tentu merupakan cermin dari eratnya hubungan yang terbina baik antara pemerintah dan lembaga rohani,” ungkapnya.

Sekda menambahkan program Pemkot Kupang terkait dengan perlengkapan ibadah bagi semua agama ini adalah aktualisasi dari ucapan terima kasih terhadap pelayanan semua lembaga agama kepada umatnya, yang sudah tentu adalah masyarakat kota kupang, “Kami pemerintah tidak butuh apa-apa kami hanya ingin didoakan oleh bapak-ibu sekalian agar dalam menjalankan roda pemerintahan ini dengan hati dan takut akan Tuhan,” pungkas Sekda yang baru seminggu dilantik itu.

Adapun bantuan yang diserahkan dalam kegiatan peningkatan toleransi dan kerukunan kehidupan beragama ini untuk Masjid berupa karpet, kain kafan dan keranda serta kain penutup keranda. Sedangkan untuk Gereja Kristen berupa jubah dan setelan jas bagi Pendeta. (*PKP_ans/jms/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata