Arsip Tag: Fahrensy P. Funay

Tekan Angka Stunting, Pemkot Kupang Gelar Rembuk Bersama

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang terus gencar dalam menekan angka Stunting, salah satunya diselenggarakannya kegiatan Rembuk Stunting yang merupakan kolaborasi antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Dinas Kesehatan Kota Kupang, bertempat di Hotel Kristal Kupang, Selasa (27/09/2022).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., mewakili Penjabat Wali Kota Kupang dan dihadiri oleh para Staf Ahli Wali Kota Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP., beserta jajarannya, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Para Camat dan Lurah Se-Kota Kupang, para Kepala Puskesmas, pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia serta pengurus Ikatan Bidan Indonesia.

Sambutan Penjabat Wali Kota Kupang yang dibacakan oleh Sekda Kota Kupang menyampaikan bahwa Rembuk Stunting merupakan kegiatan aksi dari percepatan penurunan Prevalensi Stunting yang baik untuk melakukan konfirmasi dan sinkronisasi berbagai program kegiatan dan sub kegiatan yang telah ada dalam dokumen anggaran Perangkat Daerah baik itu yang bersifat spesifik maupun sensitif. Oleh karena itu semua komponen diharapkan fokus pada upaya percepatan penurunan Stunting dan target Kota Kupang angka stunting menjadi 10 % di tahun 2023.

Saat ini angka Stunting di Kota Kupang berada pada angka 21,5 % pada operasi timbang bulan Agustus 2022, sementara untuk angka Stunting pada bulan Agustus 2021 berada pada 26.1 %. Ini berarti bahwa selama satu tahun Prevalensi Stunting menurun sebesar 4,6%, namun demikian masih jauh dari target penurunan angka Stunting sebagaimana kesepakatan pada Raker Gubernur dan Bupati / Wali Kota di Labuan Bajo di mana target penurunan Stunting pada angka 10 % di tahun 2023. Dengan kata lain Kota Kupang masih deviasi minus 11,5 %, dan karena itu kita harus bekerja keras, kerja cerdas dan kerja kolaborasi semua pihak, mulai dari Lurah, Camat, OPD serta Stake Holder terkait.

“Dalam kaitan dengan Rembuk Stunting yang kita laksanakan pada hari ini, saya menyambut baik karena hal ini merupakan langkah penting, dimana kita akan melakukan konfirmasi, sinkronisasi dan sinergisme hasil analisis situasi, rancangan kegiatan dari perangkat daerah penanggung jawab layanan dengan hasil perencanaan partisipatif dalam upaya penurunan stunting di lokasi fokus yakni 38 kelurahan,” ungkap Sekda.

Lebih lanjut dalam sambutannya disampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor perlu dilakukan sehingga intervesi baik spesifik maupun sensitif diarahkan pada lokasi Stunting untuk mendukung pencapaian target penurunan angka Stunting yang telah ditetapkan. Di penghujung kegiatan nanti akan dilakukan penandatanganan komitmen dan kesepakatan bersama Penjabat Wali Kota dengan Camat dan Lurah. “Saya berharap para Camat dan Lurah memberikan perhatian serius karena disana tercermin peran strategis Camat dan Lurah diantaranya memastikan seluruh bayi balita mengikuti penimbangan di bulan operasi timbang, demikian juga melakukan kampanye perubahan perilaku, perubahan pola konsumsi (Gemar Makan Ikan dan Kelor) pada setiap kesempatan serta mendorong dan memastikan calon pengantin untuk mengikuti kursus pra nikah sesuai prosedur serta syarat kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka Stunting, serta Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),” lanjut Sekda.

Di akhir sambutan Penjabat Wali Kota berharap melalui kesempatan ini para Camat dan Lurah agar terus menggalakkan dan menggerakkan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk intervensi sensitif dalam percepatan penurunan Prevalensi Stunting, dan perangi sampah plastik di Kota Kupang.

Melalui laporan panitia yang dibacakan oleh Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, S.T., M.T., disampaikan bahwa kegiatan ini sebagai komitmen dalam melakukan percepatan, pencegahan dan penurunan Stunting, maka Pemerintah Kota Kupang telah melaksanakan berbagai aksi percepatan pencegahan dan penurunan Prevalensi Stunting terintegrasi sesuai dengan juknis yang dikeluarkan oleh Kementerian/Bappenas.

Adapun hasil dari pelaksanaan Aksi I adalah ditetapkannya 38 kelurahan Lokus Stunting dari 51 kelurahan di Kota Kupang. Sedangkan hasil Aksi II adalah menyusun rencana kegiatan terintegrasi dalam kegiatan perangkat daerah, dan kegiatan Rembuk Stunting ini adalah Aksi III untuk menyampaikan hasil Aksi I dan Aksi II serta membangun komitmen pemerintah daerah dalam pencegahan dan penurunan Stunting secara terintegrasi di Kota Kupang. (*PKP_chr/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Sekda Kota Kupang Terima Tim Sosialisasi Prodi Profesi Kepamongprajaan IPDN

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si menerima kunjungan tim Sosialisasi Program Studi Profesi Kepamongprajaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Pertemuan berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kupang, Kamis (22/09/2022).

Tim sosialisasi dipimpin oleh Direktur Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan (PPPKp) IPDN, Dr. Sampara Lukman, M.A, didampingi Wakil Direktur Bidang Akademik, Dr. Frans Dione, S.IP,M.Si, Wakil Direktur Bidang Administrasi, Dr. Tjahjo Suprajogo, M.Si, Kepala Bidang Akademik PPPKp, Dra. Sri Sundari dan Kepala Unit Penjamin Mutu PPPKp, Fransina M.P. Nusmesse, S.Sos, M.Si. Turut mendampingi Sekda dalam sosialisasi tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, serta alumni IPDN yang kini menjabat sebagai pimpinan perangkat daerah, yakni Kadis Nakertrans Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang, S.Sos, M.Si dan Kadis Kominfo Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM.

Direktur Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan (PPPKp) IPDN, Dr. Sampara Lukman, M.A, menjelaskan dalam sosialisasi ini mereka ingin menyampaikan informasi berkaitan dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang pendidikan kepamongprajaan sebagai tindak lanjut dari UU 23. Menurutnya dalam UU No 23 tahun 2014 pasal 224 disebutkan seorang camat harus mempunyai pengetahuan kepemerintahan yang dibuktikan dengan sertifikat kepamong prajaan. Dalam UU tersebut juga diatur jika camat yang diangkat tidak memiliki syarat dimaksud maka gubernur dapat membatalkan atau mencabut pengangkatan camat tersebut.

Lebih lanjut disampaikannya IPDN lewat Prodi Profesi Kepamongprajaan menawarkan program pendidikan selama tiga bulan bagi para camat dan calon camat yang belum memiliki sertifikat kepamongprajaan. Pendidikan ini tidak berlaku bagi camat atau calon camat alumni IPDN. Dia memaparkan secara rinci tentang biaya dan sejumlah kebutuhan yang perlu dipersiapkan oleh Pemda dan pegawai yang hendak mengikuti pendidikan tersebut. Program pendidikan profesi ini akan berlangsung dua kali dalam setahun dengan peserta paling banyak 75 orang setiap masa pendidikan. Dia mengakui saat ini di Indonesia ada kurang lebih 8 ribu orang camat yang diangkat tanpa disertai bukti pengetahuan kepemerintahan berupa sertifikat kepamongprajaan.

Dalam sosialisasi kali ini Dr. Sampara bersama rombongan akan mengunjungi Kota Kupang dan Kabupaten Malaka. Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, menyambut baik sosialisasi tersebut dan mengakuinya sebagai informasi penting bagi penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Sehingga dalam pelaksanaan tugasnya nanti, camat yang diangkat tidak menimbulkan masalah. Sebagai mantan camat di wilayah Kabupaten Kupang, Fahrensy mengakui pentingnya belajar tentang pemerintahan dan kepamongprajaan.

Sekda memastikan Pemkot Kupang akan merespon secara positif surat edaran Mendagri tersebut, dan akan dibahas dalam perencanaan anggaran murni tahun 2023 mendatang. Pemkot Kupang juga menurutnya akan mengkaji soal biaya dan syarat-syarat untuk pendidikan profesi tersebut, serta melakukan seleksi pegawai yang akan dikirim untuk mengikuti pendidikan tersebut. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Pantau Kebersihan Kantor Pemerintah, Sekda Kembali Lakukan Sidak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang Fahrensy P. Funay,SE.,M.Si., kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah instansi pemerintah, Kamis (08/09/2022) pagi.

Kali ini giliran kantor-kantor yang berada di komplek perkantoran satu atap, Jl. Timor Raya. Sidak tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk mewujudkan kebersihan yang sementara digalakkan oleh Pemerintah Kota Kupang, sesuai arahan Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus Hadjoh,S.H, yang menginginkan agar semua kantor pelayanan publik di Lingkup Kota Kupang untuk menjaga kebersihan demi terciptanya Kota Kupang yang bersih dari sampah, agar tercipta pelayanan publik yang nyaman bagi seluruh masyarakat.

Dalam sidak tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay didampingi Sekretaris Polisi Pamong Praja, Alan Yoga Girsang,SH. Sidak dimulai dari Dinas Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Perikanan serta Dinas Pemuda dan Olahraga. Sekda melihat langsung sejumlah ruangan yang perlu segera dibersihkan dan ditata menjadi lebih bagus. Dia minta agar dinas terkait secepat mungkin berbenah dan mengedepankan kebersihan dan keindahan kantor.

Kepada pimpinan perangkat daerah yang ditemui Sekda menjelaskan bahwa pemantauan di seluruh kantor pemerintah akan berlangsung selama 2 bulan ke depan. Karena itu dia mengimbau agar setiap halaman kantor dan ruangan-ruangan yang mendapat kunjungan harus diberikan perhatian penuh oleh semua pegawai yang ada. Ruangan kerja dan toilet kantor harus bersih dan wangi tanpa ada sedikit pun kotoran dan sampah yang berserakan di mana-mana dalam area kantor, baik itu yang menempel pada tembok gedung kantor maupun di halaman semuanya harus bersih.

Dia menegaskan bahwa semua sampah perkantoran harus segera dibereskan dan dibuang pada tempatnya. Seluruh ruangan kantor dibuat menjadi rapi, menarik dan ada aroma wewangian dan budaya kebersihan tersebut harus segera dilakukan oleh kantor – kantor pelayanan publik untuk mendukung pemerintah meningkatkan pelayanan di Kota Kupang yang memiliki budaya bersih, indah dan nyaman bagi seluruh masyarakat kota kupang. (*PKP_rdp/ddy/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata 

Tingkatkan Disiplin ASN dan Kebersihan Kantor, Sekda Lakukan Sidak di OPD

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka menegakkan disiplin pegawai dan penerapan kebersihan di lingkungan kantor, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si melakukan inspeksi mendadak (SIDAK) sejak kemarin, Selasa (06/09/2022) di beberapa perangkat daerah. Sekda disambut oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang, Maxi N. Dethan, ST, M.Si dan pegawai yang sudah hadir

Di hari pertama kemarin, sidak dilakukan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang dimana Sekretaris Daerah langsung mengecek kehadiran pegawai sekaligus kebersihan di tiap-tiap ruang terutama kamar mandi. Hal tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti arahan Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH saat memimpin apel kekuatan pagi seluruh pegawai Pemerintah Kota Kupang pada Senin (05/09/2022) lalu, yang menekankan agar seluruh pegawai meningkatkan disiplin dalam bekerja termasuk menjaga kebersihan lingkungan kerja.

“Sesuai arahan Penjabat Wali Kota saat apel senin pagi lalu, ditekankan tentang pentingnya disiplin. Disiplin harus dijadikan nafas dan fondasi pegawai dalam melaksanakan tugas masing-masing di kantor, karena tidak ada kemajuan dalam bekerja tanpa disiplin,” tegas Sekda. Ia juga meminta agar pegawai tidak hanya meresapi arahan pimpinan tersebut namun juga menindaklanjuti setiap petunjuk pimpinan dengan penuh semangat dan tanggung jawab serta terukur.

Hal yang sama juga ditekankan Sekda ketika melakukan sidak di Dinas Pertanian Kota Kupang yang berada di kantor satu atap, Jalan Timor Raya Pasir Panjang sebelum berkantor pagi ini, Rabu (07/09/2022). Kepada Sekretaris Dinas Pertanian Kota Kupang, Ritha E. H. W. Lay, SE, MM dan para pegawai yang hadir Sekda meminta tiap perangkat daerah untuk memperhatikan kebersihan kantor dan disiplin pegawai khususnya dalam menaati jam masuk dan keluar kantor. Sekda juga meminta agar tiap pegawai memelihara tanaman hidup di ruang kerja masing-masing yang bertujuan untuk memperindah lingkungan dan menambah semangat kerja. (*PKP_nt/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Calon Paskibraka Merupakan Putra-Putri Terbaik Yang Ada Di Kota ini

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si., membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Kota Kupang Tahun 2022, bertempat di Lantai I Kantor Wali Kota Kupang, Senin (18/07/2022).

Hadir pada acara pembukaan ini, Para Asisten Sekda Kota Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang, Para Pelatih dan Asisten Pelatih, serta Ketua dan Anggora PPI Kota Kupang.

Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si., (kiri depan) saat membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Kota Kupang Tahun 2022, bertempat di Lantai I Kantor Wali Kota Kupang, Senin (18/07/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Sambutan Wali Kota Kupang yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si., mengatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang menyambut baik penyelenggaraan kegiatan Diklat ini, karena Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan serta pengembangan generasi muda secara menyeluruh, terpadu, dan terorganisir dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara, serta tak kalah penting adalah suksesnya Pengibaran dan Penurunan Bendera Merah Putih pada tanggal 17 Agustus 2022 mendatang, yang ditentukan oleh kerja sama dan kekompakan para calon Paskibraka.

“Latihan Paskibraka merupakan latihan fisik dan mental yang mungkin akan dirasakan terlalu berat bagi adik-adik, namun banyak hal positif yang bisa dipetik sebagai generasi muda kreatif, tanggap dan bertanggungjawab. Adik-adik merupakan putra-putri terbaik yang ada di kota ini dan terpilih sebagai calon anggota Paskibraka dari ratusan bahkan ribuan siswa-siswi di Kota Kupang, sehingga sudah selayaknya adik-adik menunjukkan kemampuan secara optimal agar menjadi panutan bagi generasi muda dilingkungannya,” kata Sekda Kota Kupang.

Wali Kota berharap agar kita semua terus gelorakan semangat perjuangan dalam bingkai NKRI di tengah-tengah kondisi bangsa yang sementara menghadapi tantangan bahkan ancaman ideologi Pancasila dari paham-paham yang sebenarnya mengingkari Kebhinekaan, Keberagaman dan Nilai Toleransi Bangsa Indonesia. Melalui kerja keras dan kreativitas nyata yang mampu mendorong ke arah yang lebih maju dan lebih baik lagi.

Laporan Ketua Panitia selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang, Maxi J. D. Didok, S.Pd, M.Si., yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan pada Dispora Kota Kupang, Jefri Baitanu, S.IP, MM., menyampaikan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas pemuda merupakan keharusan bangsa dan negara di tengah berbagai perubahan yang melingkupi dinamika dunia kepemudaan saat ini. Untuk membina dan mengembangkan potensi generasi muda tidak hanya melalui pendidikan formal tetapi juga melalui pendidikan non formal, salah satunya adalah mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan Pengibar Bendera Duplikat Pusaka Merah Putih. Metode Paskibraka mendidik dan melatih pemuda untun disiplin, cinta tanah air dan rela berkorban untuk bangsa dan negara.

Adapun maksud dilaksanakan kegiatan diklat Paskibraka ini untuk meningkatkan dan mengembangkan rasa kesadaran nasional untuk mensyukuri Kemerdekaan NKRI, memupuk semangat kebangsaan, kecintaan serta turut memiliki bangsa dan Negara di kalangan generasi muda, cakap dan terampil dalam memahami tugas dan fungsi sebagai Paskibraka, serta sigap dan mampu menerapkan materi teknis Paskibraka. Selanjutnya tujuan untuk membentuk pasukan pengibar Bendera Merah Putih dalam rangka Upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 pada tanggal 17 Agustus 2022 mendatang, mengembangkan sikap disiplin dengan mengikutsertakan pemuda Indonesia pada peringatan hari-hari bersejarah, dan mewujudkan kader-kader patriot pembela bangsa dan Negara di kalangan generasi muda.

Seleksi Paskibraka dilaksanakan dalam 2 tahap dan diikuti oleh pelajar SMA/SMK/MA kelas X dan XI yang berusia 16-18 Tahun. Seleksi tahap I diikuti oleh 210 siswa-siswi dan lulus sebanyak 107 siswa-siswi. Seleksi tahap II diikuti 107 siswa-siswi dan lulus seleksi tahap akhir ini sebanyak 16 siswa-siswi dengan rincian 6 siswa dan 10 siswi. Kegiatan pembinaan fisik dan pelatihan akan dilaksanakan dari tanggal 18 Juli hingga 13 Agustus 2022 dan bertempat di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang dan Diklat untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada tanggal 10-13 Agustus 2022 dan bertempat di Aula Hotel Sasando Kupang. (*PKP_ain/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Kota Kupang Jadi Titik Singgah Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kota Kupang menjadi salah satu dari 6 titik persinggahan Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022. Rombongan yang terdiri atas pemuda-pemudi perwakilan dari 34 provinsi itu berlayar dengan KRI Dewaruci dalam rangka menghidupkan kembali jalur rempah, yakni jalur berbasiskan laut yang menghubungkan titik-titik jalur perdagangan yang melibatkan rempah-rempah sebagai komoditi utama di seluruh Nusantara. Selain Kota Kupang, kota lain yang mereka kunjungi antara lain, Surabaya, Makasar, Baubau-Buton, Ternate dan Tidore serta Banda Neira.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., dalam jamuan makan malam bersama rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022 di Restoran Nelayan Kupang, Minggu (26/06/2022), menjelaskan Kota Kupang menjadi salah satu jalur rempah karena keberadaan Kayu Cendana Wangi, Asam dan Kemiri.” Menurutnya cendana sudah tergolong komoditas unggulan bahkan sebelum kedatangan bangsa asing. Pada abad ke-14 para pedagang Jawa dan Melayu sudah memasarkan cendana sampai ke India.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, Sekda memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan yang sudah menggagas kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini. Dia berharap dengan menghidupkan jalur rempah, para generasi muda bisa diingatkan kembali tentang bagaimana jalur rempah membentuk bangsa, negara dan peradaban Indonesia.

Sekda juga berharap bahwa dengan diselenggarakannya kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini dapat memberikan dampak pada perekonomian dan pertumbuhan pariwisata di Kota Kupang dan kota-kota pelabuhan yang disinggahi. “Semoga kunjungan singkat selama beberapa hari ini memberi kesan yang mendalam bagi para peserta sehingga saat kembali nanti bisa membagikan kenangan indah kepada rekan-rekan dan saudara agar tertarik berkunjung ke kota kami, Kota Kupang,” pungkasnya.

Direktur Perlindungan Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Irini Dewi Wanti, SS, M.Sp, pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang menurutnya sangat inspiratif, toleran, dan masyarakatnya selalu menjaga kota ini sebagai bagian dari wajah Indonesia. Dia juga mengaku sangat kagum saat berkunjung ke sekolah-sekolah binaan Pemerintah Provinsi NTT di Kota Kupang, yang mengajarkan para siswanya untuk bertenun dan membudidayakan tumbuhan yang berkaitan dengan rempah-rempah.

Irini juga mengisahkan tentang kunjungannya ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Nusa Tenggara Timur. Menurutnya Kota Kupang adalah kota yang cocok untuk mempelajari tentang kebudayaan NTT dan melestarikan kebudayaan tersebut mengingat bahwa Kota Kupang adalah tempat di mana budaya berbagai masyarakat NTT ada dalam satu tempat.

Jamuan makan malam tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pembinaan dan Lembaga Pendidikan KEMENDIKBUDRISTEK, Yudi Wahyudin, SS, M.Hum, Direktur Kepercayaan dan Masyarakat Adat, KEMENDIKBUDRISTEK. Sjamsul Hadi, SH. MM., Pamong Budaya Utama KEMNDIKBUDRISTEK, Dr. Siswanto, Auditor Utama KEMENDIKBUDRISTEK, Prabarini Pirmanangsih, Dansatrol Lantamal VII, Kolonel Laut Dahanas Ali P.M.Tr Hanla, Aspotmar Lantamal VII, Kolonel Laut Gurtom Fartianto, SE., Kakuwil Lantamal VII, Kolonel Laut Gustoni, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H. (*PKP_jrd)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Peringati Hari Kartini, Dharma Wanita Kota Kupang Gelar Kegiatan Seminar

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E.,.Si., mendukung upaya kaum perempuan untuk menunjukkan jati dirinya sejajar dengan kaum pria. Dukungan tersebut disampaikannya saat menjadi nara sumber dalam kegiatan Seminar Sehari Kepemimpinan Perempuan yang digelar Dharma Wanita Kota Kupang, dalam rangka memperingati Hari Kartini di Aula Hotel Cahaya Bapa Kupang, Kamis (21/4/2022).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emilia Julia Nomleni, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Ny. Louise Marlinda Funay-Pellokila, para pimpinan perangkat daerah perempuan di lingkup Kota Kupang serta para anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang.

Menurut Sekda, kaum perempuan saat ini sudah lebih maju dan modern, bukan hanya sekedar pelengkap. Di Indonesia emansipasi sudah banyak terbukti, dapat dilihat dari jabatan Presiden RI, Ketua DPR RI, Anggota DPD RI, Ketua DPRD, anggota DPRD juga pimpinan perangkat daerah yang pernah diduduki perempuan. Untuk itu Sekda berpesan kepada Ibu-Ibu Dharma Wanita Kota Kupang untuk tidak merasa kalah atau minder bersaing dengan kaum pria.

Sekda menambahkan ada tiga pokok pikiran tentang perempuan masa kini dalam kaitan dengan optimalisasi peran perempuan dalam pembangunan. Yang pertama, perempuan adalah aset penting bangsa, yang tidak hanya berperan sebagai subyek yang mendorong suksesnya pembangunan melainkan juga sebagai obyek yang harus diberdayakan dan dilindungi hak-haknya. Yang kedua, perempuan juga merupakan potensi yang dapat memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan Indonesia. Yang ketiga, menurutnya kaum perempuan adalah investasi terbaik bagi bangsa.

Pada kesempatan yang sama Sekda mengapresiasi Dharma Wanita Kota Kupang yang telah menggagas kegiatan seminar dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kepada Ibu-Ibu Dharma Wanita dia berpesan agar menghargai dirinya sendiri dengan meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta melibatkan diri secara aktif dalam organisasi seperti Dharma Wanita. “Jangan kotori diri dengan hal-hal yang tidak benar. Karena itu memalukan diri sendiri, suami, keluarga dan anak-anak,” pesannya. Sekda juga mengingatkan upaya menjaga eksistensi sebagai perempuan jangan sampai membuat ibu-ibu lupa untuk memperhatikan suami dan anak-anaknya.

Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Louise Marlinda Funay-Pellokila, dalam laporannya menyampaikan seminar sehari kepemimpinan perempuan ini mereka gelar dalam rangka memperingati Hari Kartini, sebagai pahlawan emansipasi nasional. Tema yang mereka usung adalah; “Dengan Semangat Kartini Kita Wujudkan Perempuan yang Berdaya dan Berhati Mulia Demi Tercapainya Keluarga Bahagia.”

Sebelum membuka dan menjadi pemateri dalam kegiatan seminar tersebut, Sekda bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah, para camat, lurah dan kepala puskesmas berkesempatan mendampingi Ketua DWP Kota Kupang turun langsung melakukan evaluasi atau penilaian terkait partisipasi para ASN/PTT perempuan di Hari Kartini pada sejumlah unit kerja di lingkup Kota Kupang.

Unit kerja yang dikunjungi Sekda dan Ketua DWP Kota Kupang bersama rombongan antara lain, Kantor Camat Kelapa Lima, Kantor Lurah Kelapa Lima, Kantor Lurah Nefonaek, Puskesmas Pasir Panjang, Kantor Lurah Pasir Panjang, Kantor Camat Kota Lama dan Kantor Lurah Oeba. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Hadiri Perayaan Natal, Sekda Minta DWP Kota Kupang Ikut Dukung Pemulihan Ekonomi dan Vaksinasi

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si., di dampingi istri sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP., hadir sekaligus memberikan sambutan pada acara Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama DWP Kota Kupang, Sabtu (8/01/2022), di Hotel Sotis Kupang.

Acara tersebut diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. John Deus Dedith Loes, S.Th. Tampak hadir para pejabat antara lain Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si, Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH., Kepala Bappeda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH., Kepala Dinas LHK Kota Kupang, Orson Genes Nawa, SH., Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, S.STP., M.Si., serta para unsur pelaksana dan anggota DWP lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutan Wali Kota Kupang yang disampaikannya, Sekda mengatakan perayaan Natal atau peringatan atas kelahiran Tuhan Yesus Kristus merupakan peristiwa keimanan umat Kristiani yang berlaku vertikal dan horizontal. Untuk itu, perayaan natal hendaknya dijadikan momen untuk kembali mendekatkan hubungan dengan Tuhan sang sumber kehidupan, salah satunya ditunjukkan melalui kepedulian kepada sama saudara yang membutuhkan sesuai tema perayaan natal PGI dan KWI tahun 2021 “Cinta Kasih Kristus yang menggerakkan Persaudaraan” serta ikut membantu pelestarian lingkungan.

Sekda juga menyampaikan bahwa dalam konteks kehidupan sosial kemasyarakatan, DWP sebagai organisasi istri-istri ASN hendaknya peka terhadap situasi yang dialami masyarakat dan dalam semangat Natal mampu menghadirkan kedamaian dan keberkatan bagi sesama melalui berbagai kegiatan yang bersifat sosial. Selain itu dalam konteks pembangunan yang dilaksanakan di Kota Kupang, Sekda juga meminta agar kedepan DWP terus meningkatkan dukungan dan turut mengambil bagian dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid 19 khususnya di Kota Kupang.

“Saya berharap bahwa di tahun yang baru ini kita mulai komitmen bersama untuk meningkatkan upaya pemulihan dari segala dampak akibat pandemi, terutama perekonomian melalui kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong peningkatan taraf ekonomi anggota DWP dan masyarakat, misalnya melalui pelatihan-pelatihan keahlian yang bernilai ekonomi dan mendorong peningkatan pemberdayaan UMKM-UMKM yang ada” ungkap Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah juga masih melaksanakan vaksinasi yang difokuskan pada anak-anak usia 6 hingga 11 tahun sekaligus terus berupaya meningkatkan prosentase capaian vaksinasi yang masih belum mencapai target. Oleh karena itu, DWP diharapkan dapat membantu pemerintah melalui kegiatan yang dapat mendorong partisipasi masyarakat khususnya sehingga target herd immunity di Kota Kupang dapat tercapai secepatnya terutama dalam menghadapi munculnya varian baru omicron di Indonesia. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

BPJamsostek Serahkan Bantuan Bagi Korban Seroja dan Santunan Kepada Ahli Waris Non ASN Pemkot Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, menerima kunjungan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Wilayah Bali Nusa Tenggara Papua, Toto Suharto, Rabu (14/04/2021) bertempat di Aula Rumah Jabatan Sekda Kota Kupang.

Kunjungan ini menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang telah disahkan oleh Presiden, Joko Widodo.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan klaim jaminan kematian bagi tenaga kerja non ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang yang diterima secara simbolis oleh ahli waris dari salah satu pegawai tidak tetap Almarhum Ebiet Thobias Tabelak senilai Rp. 42.000.000,-. Penyerahan santunan tersebut merupakan hak peserta yang didanai melalui APBD Kota Kupang. BPJamsostek juga menyerahkan bantuan berupa 3 ton beras bagi Pemkot Kupang untuk membantu korban bencana badai Seroja beberapa saat lalu.

Sekda Kota Kupang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian BPJamsostek terhadap Kota Kupang yang terdampak bencana dan juga bagi tenaga kerja non ASN berupa santunan kematian. Beliau mengatakan hal ini merupakan bentuk kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Kota Kupang. Harapannya kemitraan dan koordinasi dapat terus terjalin baik demi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan di Kota Kupang.

“Kepada ibu yang menerima santunan kami pemkot belum bisa memberikan lebih, kami berharap santunan ini dapat membantu ibu sebagai ahli waris dan anggota keluarga yang ditinggalkan almarhum,” kata Sekda kepada penerima santunan.

Selanjutnya Deputi Direktur BPJamsostek mengatakan Pemkot Kupang diharapkan bisa ikut mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing untuk melakukan optimalisasi pelaksanaan program jamsostek. Dalam Inpres tersebut presiden menegaskan bahwa seluruh pekerja penerima upah, bukan penerima upah serta pegawai pemerintah non ASN harus didaftarkan menjadi peserta BPJamsostek

“Banyak manfaat yang bisa diterima oleh tenaga kerja yang ikut jamsostek, salah satunya jaminan kematian. Hari ini BPJamsostek akan menyerahkan hak peserta yang didanai melalui APBD Kota Kupang kepada ahli waris staf non ASN pemkot Kupang yang meninggal,” ungkapnya.

Turut hadir mendampingi Sekda Kota Kupang, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Kepala Dinas Nakertrans Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos, Sekretaris BKPPD Kota Kupang, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan NTT, Armada Kaban, Sekretaris BKPPD Kota Kupang, Ir. Solvie Y. H. Lukas, Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, Plt. Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Ivan Leny Mila Meha, S.STP, M.Si. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Sekda Kota Kupang Minta Camat dan Lurah Lebih Giat Sosialisasikan Tindakan Pencegahan Covid-19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Menyikapi perkembangan situasi pandemi Covid-19 terkini di Kota Kupang dan menindaklanjuti rapat bersama Pemerintah Provinsi NTT tentang penanganan Covid-19 di wilayah Pemkot Kupang, Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si, Jumat (29/01/2021) pagi melakukan pertemuan dengan para Camat dan Lurah untuk diberi arahan.

Sekda didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, Kadis Kesehatan, drg. Retnowati, M.Si dan beberapa pimpinan perangkat daerah terkait. Dalam pertemuan yang berlangsung di podium upacara Kantor Walikota tersebut, turut dihadiri Kasat Polisi Pamong Praja Provinsi NTT, Ir. Cornelis Wadu, M.Si. Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Drs. Agus Ririmasse, AP., M.Si memberikan pengarahan kepada para Camat dan Lurah yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Sekda dalam arahannya meminta dukungan Camat dan Lurah untuk lebih giat mensosialisasikan tindakan pencegahan Covid-19 di wilayah masing-masing. Hal ini dikarenakan perkembangan pandemi Covid-19 di Kota Kupang kian bertambah setiap hari. Untuk itu Sekda minta kerjasama Camat dan Lurah agar lebih ditingkatkan.

“Kita semua dituntut kerja sama baik Camat dan Lurah, tidak kenal waktu baik pagi, siang sampai malam hari untuk terus melakukan sosialisasi kepada warga,” ujar Sekda.

Dikatakan, evaluasi yang dilakukan terhadap surat edaran yang dikeluarkan Pemkot didapati di lapangan ternyata masih banyak warga dan pelaku usaha yang tidak taat aturan. Karena itu perlu memberikan kesadaran kepada warga masyarakat termasuk para pelaku usaha bahwa situasi perkembangan pandemic covid-19 di Kota Kupang saat ini sangat memprihatinkan.

“Mohon dukungan camat dan lurah bisa berikan kesadaran. Keadaan di Kota Kupang sudah emergency, sudah darurat. Masih banyak masyarakat yang tidak taat protokol kesehatan bahkan menganggap remeh, padahal sudah banyak yang meninggal karena Covid-19,” tuturnya.

Disamping pandemi covid-19, Sekda juga meminta para Camat dan Lurah untuk fokus pada penanganan DBD di Kota Kupang terutama di musim penghujan saat ini. Kepada para Lurah agar meberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Para Lurah menggerakkan RT dan RW di wilayahnya masing-masing untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan termasuk penanganan sampah. Lurah harus proaktif dalam melakukan kerjabakti bersama RT, RW dan warga masyarakat untuk membersihkan lingkungan,” ucapnya.

Terkait hasil rapat bersama dengan pemerintah provinsi NTT dan pemkot Kupang tentang penanganan Covid-19 di Kota Kupang, Sekda menyampaikan atas instruksi Wakil Gubernur, akan dilakukan kerjasama kedua tim untuk melakukan penertiban di masyarakat.

Hal yang sama disampaikan Kasat Pol PP Provinsi NTT, Ir. Cornelis Wadu, M.Si dalam kesempatan tersebut. Dikatakannya, akan dibentuk tim terpadu untuk melakukan operasi bersama untuk meminimalisir potensi kenaikan atau tren pertumbuhan covid-19 di Kota Kupang. “Tim ini sudah harus segera dibentuk dan kolaborasi bersama TNI/ Polri di tiap tingkatan,” ujarnya. Untuk teknis pengaturan terkait pendisiplinan dan penegakan aturan dikatakan akan ditentukan kemudian apakah saling membantu atau berbagi wilayah terhadap enam kecamatan di Kota Kupang.

Selain itu juga, atas instruksi Sekda Provinsi NTT, dijelaskan Cornelis Wadu, harus dibentuk call center mulai dari tingkat Kelurahan dan Kecamatan. Hal ini untuk memantau warga terkonfirmasi covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Call center yang ada di kelurahan berfungsi untuk mendata pasien covid tanpa gejala, yang melakukan isolasi mandiri. Mereka harus terpantau. Manfaatkan RT/RW untuk menginformasikan siapa warga yang diisolasi mandiri,” ucapnya.

Jika ditemui pelanggaran, maka perlu dilakukan upaya pendisiplinan dan penegakan aturan, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai kota. Untuk itu menurutnya perlu melibatkan babinkamtibmas dan peran tokoh masyarakat.

“Harus ada kesamaan persepsi di tingkat kota dan provinsi sehingga tindakan sama.Selain itu perlu extra kerja dan luar biasa, tidak bisa biasa-biasa saja. Dalam kondisi saat ini perlu tegas, cepat dan tepat,” ujarnya.

Usai pertemuan tersebut, dilanjutkan dengan pertemuan khusus antara satgas Covid-19 Pemkot Kupang dan Pemprov NTT yang membahas teknis kerjasama tim dalam upaya penanganan Covid-19 di wilayah Pemkot Kupang. (*Pkp_ghe/NA)

Sumber berita + Foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata