Arsip Tag: Elvianus Wairata

Pemkot Kupang Selenggarakan FGD Penyusunan Kebijakan Emisi Rendah Karbon di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kebijakan Emisi Rendah Karbon, Selasa (11/05/2021) pagi di Aula Sasando Kantor Wali Kota Kupang.

Kegiatan FGD ini dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dengan pemateri Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ir. Laksmi Dewanthi, MA, secara daring melalui zoom meeting. Selain narasumber dari pemerintah pusat, kegiatan ini juga menghadirkan beberapa narasumber dari Kota Kupang baik akademisi, pemerintah dan LSM diataranya Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng dari Teknik Mesin Politeknik Negeri Kupang, Dr. Ir. Roddialek Pollo, MS dari Faperta Undana Kupang, Ir. Zet Malelak, M.Si dari Faperta UKAW Kupang dan Bernadinus Mere, A.P., M.Si selaku Kadis Perhubungan Kota Kupang dan Drs. Gabriel Kahan, M.Si (praktisi Pemerintahan) dan Haris A. Ch. Oematan (Aktivis/Relawan LSM CIS-Timor).

Dalam sambutannya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Ir. Elvianus Wairata, M.Si menyampaikan salah satu kebijakan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim adalah dengan perencanaan pembangunan rendah karbon dan hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK). ”Pembangunan rendah karbon merupakan platform baru pembangunan yang bertujuan mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui kegiatan pembangunan rendah emisi dan meminimalkan eksploitasi sumber daya alam yang diwujudkan dengan memperhitungkan aspek daya dukung dan daya tampung sumber daya alam dan kualitas lingkungan,” ujarnya.

Diakuinya upaya untuk menurunkan emisi karbon di sektor energi masih merupakan tantangan yang besar, oleh karenanya tidak hanya pada tingkat pusat namun pemerintah daerahpun harus mendukung upaya tersebut. Dijelaskannya, terdapat 4 (empat) provinsi yang telah menandatanganani nota kesepahaman Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK) dengan BAPPENAS yang mana melalui peningkatan kapasitas pemerintah provinsi untuk mentransformasikan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) menuju PPRK-D, serta mengintegrasikan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) daerah ke dalam RPJMD. Oleh karena itu, sambungnya, Pemerintah Kota Kupang juga memberikan dukungan berupa data dasar yang dapat menjadi referensi rencana pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan rendah karbon secara umum dan hal ini selaras dengan salah satu misi pembangunan Kota Kupang “Kupang Hijau”.

Lebih jauh disampaikan Asisten II, upaya yang dapat dilakukan di tingkat daerah melalui kegiatan-kegiatan antara lain gerakan satu orang satu pohon (SARASAPO) yaitu menanam pohon dengan jenis yang berdaun lebat agar bisa menjadi sumber oksigen bagi masyarakat yang ditanam serta dirawat di masing-masing halaman rumah secara optimal. Upaya lainnya yaitu terbentuknya kelompok masyarakat pemerhati dan pelaksana pelestarian SDA Kota Kupang hingga ke lingkup RT/RW dalam bentuk Proklim (program kampung iklim).

Elvianus berharap forum ini dapat menghimpun dan menyusun rencana aksi kebijakan pembangunan berkelanjutan baik di provinsi NTT dan Kota Kupang melalui penyiapan data dasar dan strategi optimalisasi partisipasi masyarakat Kota Kupang dalam kebijakan rencana aksi penerapan pembangunan rendah karbon. Juga dalam FGD ini diharapkan dapat menyediakan bahan kajian dan informasi terkait keseimbangan energi, material dan nilai yang mampu memberikan ruang untuk mengoptimalisasi pembangunan Kota Kupang menuju kota rendah karbon, merumusan rekomendasi kebijakan dari aspek aktor, prosedur, dan pembiayaan, untuk memberikan literasi pembangunan rendah karbon serta nilai atas jasa lingkungan dan tanggung jawab dalam pelaporan emisi gas rumah kaca serta dapat merumuskan pokok-pokok pikiran Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Kota Kupang 2021-2030.

Dari laporan panitia pelaksana Kepala Bagian SDA Setda Kota Kupang, Maria Magdalena Detaq, S.IP menyampaikan kegiatan FGD ini untuk menghimpun dan menyusun rencana aksi kebijakan pembangunan berkelanjutan yang memberikan literasi rendah karbon khususnya Pemerintah Kota Kupang. Kegiatan ini menghadirkan peserta berjumlah 50 orang, yang terdiri dari Tim Percepatan Pembangunan Kota Kupang, Komisi III DPRD Kota Kupang, LSM, Ketua Forum Penanggulangan Bencana Kota Kupang , Ketua Forum Pengurangan Bencana Provinsi NTT, Ketua Karang Taruna Kota Kupang, GMIT, praktisi hokum, akademisi, perangkat daerah terkait dan pemerhati lingkungan. (*PKP_ghe)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Gelar FGD Tentang Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Kupang menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air berbasis konservasi tanah dan air tahun 2021. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (25/03/2021) itu dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si. FGD menghadirkan Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Dr. M. Saparis Soedarjanto, S.Si, MT sebagai nara sumber.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dalam sambutannya menyampaikan kondisi wilayah Kota Kupang yang merupakan daerah berbatuan dan kering oleh karena musim kemarau lebih panjang daripada musim hujan, jelas sangat mempengaruhi ketersediaan air. Di musim kemarau sumber-sumber mata air di wilayah Kota Kupang mengalami penurunan debit air yang drastis. Sementara di musim hujan sering terjadi banjir oleh karena besarnya air larian akibat hujan dengan intensitas tinggi yang turun dalam waktu yang pendek.

Menurutnya salah satu yang mempengaruhi fenomena ini karena merosotnya kemampuan daerah resapan air menampung dan menyimpan air. Juga dipengaruhi dengan faktor-faktor utama lainnya seperti merosotnya luas kawasan hutan di bagian hulu, perluasan areal permukiman dan rendahnya kawasan ruang terbuka hijau. Di Kota Kupang sendiri terdapat 6 daerah aliran sungai (DAS), yang 5 diantaranya berhulu di Kabupaten Kupang dan hanya 1 DAS yang hulu-hilir nya dalam wilayah Kota Kupang.

Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Kupang dalam mencari solusi terkait pengelolaan sumber daya air termasuk ketersediaan air pada zona permukaan air tanah di daerah aliran sungai yang ada di Kota Kupang. Untuk itu diakuinya, Pemerintah Kota Kupang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak baik yang memiliki otoritas seperti pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah lainnya yang terkait, maupun dukungan dari stakeholders baik para akademisi, praktisi hukum, LSM dan kelompok pecinta lingkungan untuk duduk bersama menentukan langkah terbaik dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Kota Kupang.

Dia berharap FGD ini dapat memberikan sumbangsih pikiran, ide, saran dan solusi dari para narasumber yang berkompeten di bidangnya beserta institusi terkait pengelolaan sumber daya air. Selain itu peran dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan para stakeholder diharapkan dapat memberikan masukan terkait kebijakan yang akan diambil dalam penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air berbasis konservasi tanah dan air di kota kupang sesuai undang-undang no 37 tahun 2014, dalam rangka mendukung pembangunan Kota Kupang yang berkelanjutan.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang, Maria Magdalena Detaq, S.IP dalam laporannya menyampaikan tujuan dari FGD ini adalah untuk memetakan isu-isu dan program strategis serta keterlibatan multi stakeholder dalam pelaksanaan konservasi air dan tanah (KAT) dari hulu hingga hilir. FGD ini juga bertujuan untuk mendorong pihak-pihak yang berotoritas baik pusat, provinsi dan daerah otonomi untuk mengambil keputusan dalam melaksanakan rencana program KAT bagi Kota Kupang dengan menggunakan DAS sebagai unit analisis. Tujuan lainnya adalah untuk menyusun rencana umum tindak lanjut penyelenggaraan KAT secara terpadu yang mengikat semua stakeholder dalam sistem perencanaan, pelaksanaan, pembinaan dan pemberdayaan serta pengendalian dalam aksi bersama dan bersinergi.

Selain Dirjen Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, nara sumber dalam FGD tersebut antara lain Kepala Balai Wilayah Sungai NT II, Ir. Agus Sosiawan, ME, Kepala Balai PDASHL Benenain – Noelmina Kupang, Ir. Halim Majid, MM, Perwakilan Bappelitbangda Provinsi NTT, Sherly Willa Huky, ST, MT serta perwakilan dari Forum DAS NTT, Dr. Ir Ludji Mikael Riwu Kaho, M.Si.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut para pimpinan perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Kota dan Kabupaten Kupang serta para camat dan lurah yang wilayahnya dilintasi oleh DAS. (*PKP_ans/ech)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Muscablub Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Kupang 2020

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kupang menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) 2020 untuk memilih Ketua dan Pengurus periode 2020-2025 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (05/09/2020).

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si mewakili Wali Kota Kupang dan dihadiri oleh Ketua II Kwarcab Pramuka Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si., Sekretaris Kwarcab Pramuka Kota Kupang, Jemi O. Ndun, S.H., perwakilan Kwartir Ranting yang terdiri dari Ketua Pembimbing Ranting, Ketua Kwartir Ranting dan Ketua Dewan Kerja Ranting.

Dalam arahannya, Ir. Elvianus Wairata mengatakan adanya petunjuk dari para senior Pramuka di Kota Kupang untuk memberikan ide dan gagasan yang membawa kemajuan bagi Pramuka Kota Kupang, mengingat Gerakan Pramuka adalah wadah untuk menempa generasi muda agar memiliki karakter yang mumpuni.

Beliau juga berpesan agar Gerakan Pramuka harus fleksibel, kreatif, inovatif dan tidak meninggalkan tujuan sebagai pembentuk karakter dan menjadi agen perubahan dan menjadi manfaat besar bagi masyarakat.

Diakhir arahannya Ir. Elvianus Wairata mengapresiasi kegiatan ini dan berharap pengurus Kwarcab baru yang akan terpilih nanti dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik dalam demi kemajuan Gerakan Pramuka di Kota Kupang.

Adapun agenda yang ada dalam Muscablub Kwarcab Kota Kupang tahun 2020 ini diantaranya Sidang Pendahuluan, Sidang Paripurna I hingga Sidang Paripurna III yang berlangsung selama satu hari. (*PKP_chr/hen/Red)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Cegah Covid-19, Pemkot Kupang Sidak Tempat Hiburan Malam

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kota Kupang melakukan pemantauan disejumlah tempat hiburan malam, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas instruksi presiden, imbauan Gubernur NTT dan Walikota Kupang untuk menutup sementara tempat hiburan malam selama 14 hari.

Aksi tersebut dipimpin langsung Pj. Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, M.Si, selaku Ketua Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, ia didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, Drs. Felisberto Amaral, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, bersama personel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, senin (23/3/2020) malam

Selain tempat hiburan malam Satgas Penanganan Covid-19 juga mengelilingi beberapa area publik, seperti taman kota dan lokasi kuliner, dalam kesempatan tersebut Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, mengatakan bahwa, tim yang dipimpinnya akan terus turun ke lapangan menyampaikan imbauan kepada masyarakat Kota Kupang yang berada di area publik untuk tidak dijadikan sebagai titik kumpul dalam masa siaga Covid-19.

Menurutnya, pemantauan yang akan dilakukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Kupang guna mencegah adanya penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Karena rawan terjadi infeksi saat kontak langsung tubuh maupun benda dari seseorang yang sudah terinfeksi kepada orang lain yang berada di sekitarnya, maka tugas kami adalah terus mengingatkan masyarakat” ujarnya.

Pemantauan ini kata Elvianus, merupakan tindak lanjut atas surat pemberitahuan yang telah diedarkan kepada seluruh pelaku usaha hiburan dan rekreasi serta pengunjung yang ada di Kota Kupang. Oleh karena itu, apabila ada yang tidak mengikuti instruksi serta himbauan tersebut, maka Pememerintah Kota Kupang akan mencabut izin usahanya.

“Kami bersama dengan Satuan Pol PP dan Kepala Dinas Pariwisata, kita melakukan pemantauan. Apabila ada yang tidak mengikuti imbauan maka kita minta agar tutup sementara, namun kalau masih terulang kita akan tindak tegas dengan mencabut izinnya” tegas mantan Kepala Bappeda Kota Kupang ini.

Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Kupang melakukan pemantauan pada Senin (23/03/2020) malam, pemantauan dilakukan di beberapa area publik, seperti taman kota, lokasi kuliner, tempat karaoke dan diskotik yang ada di Kota Kupang, rute dimulai dari Taman Tirosa ke Pusat Wisata Kuliner Oepoi, Royal Karaoke Studio Dua, Love Karaoke-Kompleks Ruko Friendship Naikoten, Happy Puppy – Rumah Bernyanyi Keluarga, NAV Karaoke, Taman Fontein, Pantai Tedis, Pasar Malam Kampung Solor, Pantai Ketapang Satu, Heo Exclusife Club. Swiss Bellin Kupang, Hotel Kelapa Lima Indah, Hotel Citra Kelapa Lima, Studio One Pub & Karaoke, Pantai Warna Oesapa, MAS Karaoke Club, dan berakhir di Botol Music Hotel Sasando – Bar In Kupang.

Setelah melakukan pemantauan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka mengatakan bahwa, pihaknya akan terus melakukan pemantauan

“Bukan berarti malam ini saja, kita akan roling terus untuk menertibkan masyarakat dari virus ini” ungkapnya.

Dirinya melanjutkan bahwa sesuai hasil rapat dan kesepakatan bersama Muspida Kota Kupang di Hotel Sotis, Satgas akan terus berokoordinasi dengan pihak keamanan untuk melaksanakna patroli bersama. “kalau ada yang tidak patuh terhadap aturan ini kita akan tindak tegas, karena maklumat pihak kepolisian jelas,”

Selain operasi malam hari satgas juga akan melakukan patroli bersama disiang hari, “kami akan koordinasi dengan pihak keamanan, selain malam hari, siang hari juga akan ditindak karena banyak yang berkeliaran di siang hari diwaktu liburan terutama anak sekolah,” ujarnya. (*/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang

Mencegah Penyebaran Corona, Wali Kota Kupang Bubarkan Warga Ditaman Kota

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, DR. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, turun Langsung membubarkan Kumpulan Warga Kota Kupang yang ada Di Taman-Taman Kota, Sabtu (21/03/2020).

Pada saat membubarkan warga yang sedang berkumpul menikmati malam minggu di taman-taman kota, DR. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menghimbau dan mengajak warga Kota Kupang untuk patuh pada edaran yang sudah dikeluarkan Pemerintah Kota Kupang dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, tentang Penindakan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Daerah, untuk itu Pemerintah Kota Kupang akan selalu melakukan patroli malam hari pada setiap akses publik yang berpotensi menjadi tempat berkumpul masyarakat.

Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson Riwu Kore yang didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Ir. Elvianus Wairata dan Kasat Polisi Pamong Praja, Felixberto Amaral beserta Satuan Anggota Pol PP, membubarkan kerumunan massa di Bundaran Taman Tirosa, Taman Ina Boi, Taman Sonbai, Pantai Tedis dan Area Ketapang Satu. Patroli malam hari, dilakukan juga melibatkan Dinas Infokom dan unsur media.

Pada kesempatan itu, Wali Kota. Dr. Jefirstson Riwu Kore menyampaikan kepada warga yang sementara bersantai serta para penjajah kuliner malam baik makanan dan minuman agar dapat membubarkan diri, meninggalkan tempat-tempat itu serta kembali ke rumah masing-masing, sehingga tidak mengakibatkan adanya penularan atau penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

“Karena Covid-19 ini sangat berbahaya, sangat menular, oleh karena itu saya meminta semua warga dengan hormat, pulang kembali ke rumah masing-masing pada malam hari ini, jangan ada lagi yang duduk-duduk disini, kita jaga diri kita, kita jaga keluarga kita, kita jaga kesehatan kita, karena dengan wabah yang ada saat ini sangat berbahaya,” ujar Wali Kota.

Dirinya juga menegaskan, kepada seluruh warga agar tetap mengikuti instruksi dan himbauan Pemkot, agar untuk semantara waktu tetap beraktifitas dirumah masing-masing dan hindari aktifitas diluar serta selalu menerapkan pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan sehat, juga berolahraga guna meningkatkan kekebalan tubuh.

“Tetap dirumah untuk sementara waktu, yah minimal dua minggu dari sekarang, minggu depan jangan datang duduk-duduk disini, bapak ibu sekali lagi, kita jaga kesehatan kita, ini demi keselamatan kita bersama,” tegasnya.

Dirinya juga menyampaikan patroli ini akan dilakukan terus, sehingga masyarakat bisa benar-benar mematuhi setiap himbauan yang telah ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Kupang untuk menghindari aktifitas diluar yang berpotensi terjadi penularan Covid-19. (*/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang

Pj Sekda Kota Kupang Membuka Musrenbang Kecamatan Kota Raja

NTT AKTUAL. KUPANG. Musyawarah Perencanaan pembangunan (MUSRENBANG) tingkat Kecamatan Kota Raja tahun 2020 dengan tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Usaha Pemenuhan Akses Pendidikan dan Kesehatan, Pembangunan Infrastruktur, Perlindungan Masyarakat serta Penguatan Ekonomi Perkotaan” berlangsung di Aula Serba Guna Kantor Camat Kota Raja pada Rabu, (18/03/2020), pagi.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata hadir dan mewakili Wali Kota Kupang memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan MUSRENBANG, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe, S.Sos dan Lima Anggota DPRD Kota Daerah Pemilihan Kota Raja, Danramil Kota Kupang Mayor Infantri Harjitu, S.Pd, para Pimpinan Perangkat Daerah, para Lurah Wilayah Kota Raja, para Ketua LPM di Kota Raja, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan para undangan.

Kegiatan di Awali dengan Laporan Camat Kota Raja Rudy Abubakar, dalam Laporannya Rudy menyampaikan telah menerima hasil MUSRENBANG dari 11 Kelurahan di Kota Raja yang siap di bahas dalam MUSRENBANG Kecamatan kali ini.

Dalam Sambutannya Penjabat Sekda Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata dalam sambutannya mengatakan MUSRENBANG merupakan kegiatan memberikan kontribusi dalam pembangunan Kota Kupang dalam spesifik Kecamatan Kota Raja, proses di Kecamatan bagian dari proses yang sudah selesai dari tingkat kelurahan, di kecamatn ini tentu akan di tentukan usulan – usulan yang menjadi skala prioritas, dan sudah tentu selaras dengan program Pemerintah Daerah, yang kemudian akan di bahas bersama oleh Pemerintah dan DPRD untuk dibiayai.

Elvianus Wairata melanjutkan, semua usulan akan di bahas dan difilter mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan, kemudian dilihat lagi apakah APBD bisa memenuhi atau tidak, jika belum terealisasi di pembahasan tingkat I maka akan di masukan di pembahasan anggaran berikut, atau bisa juga di sampaikan ke Provinsi atau ke tingkat Pusat.

Dalam Kesempatan tersebut, Penjabat Sekda juga menyampaikan Program – program spektakuler Pemerintah Kota yang akan di eksekusi tahun 2020 yang sudah disepakati bersama DPRD ini yakni,Rehabilitasi Rumah tidak Layak huni,dan di Misi Kupang Cerdas dan Kupang Sehat ada Status RS. S.K Lerik yang mengalami peningkatan, Pembiayan Penerima JKN-KIS bagi masyarakat penerima manfaat, bantuan kaca mata gratis bagi semua masyarakay yang membutuhkan, ada juga penambahan penerima bantuan sembako nasionalyang menjadi 14.448 KPM dan jumlahnya menjadi Rp.150.000/KK pada tahun ini.

“Kemudian juga kita sudah Launching Smart City yang menjadi kebanggaan kita, dengan memasang beberpa perangkat pembantu, dengan harapan juga bukan hanya smart city tapi juga smart people untuk bisa memperlancar Kota Kupang menjadi Lebih Smart” tegas Elvianus.

Lanjut Elvianus Wairata, untuk Bidang Pendidikan, Pemerintah Kota beserta Dewan sudah menganggarkan Behasiswa bagi 3000 mahasiswa, juga ada bantuan seragam gratis dan peralatan sekolah bagi 60.000 siswa/I yang ada di pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Untuk Misi Kupang Makmur, melalui bantuan pembiayaan uang muka perumahan bagi 500 Kepala Keluarga, ada juga bedah rumah sebanyak 146 rumah, optimalisasi penyaluran dana PEM sehingga bisa disebarkan kepada yang belum sehingga bisa memprioritaskan usaha yang belum ada, sehingga ada perkembangan dalam usaha lainnya, bukan hanya sekedar kios kios yang diperbanyak, jelas Penjabat Sekda.

Berikutnya ada Kupang Bagaya Kupang Berprestasi ada pelatihan – pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda/i serat peningkatan prestasi untuk atlit melalui KONI tentunya, selanjutnya untuk Kupang Hijau baru saja kita canangkan Bulan Februari Maret sebagai Bulan Kupang Hijau dengan program Tanam Air dan Tanam Pohon.

Penjabat Sekda melanjutkan, Dengan Pembanguan Ruang Terbuka Hijau untuk Publik punya banyak pilihan nongkrong, serta adanya bantuan kepada Pemuka – pemuka Agama di Kota Kupang, tentunya semua Agama ada bagiannya, Mengakhiri Sambutan Penjabat Sekda Sekaligus membuka Kegiatan MUSRENBANG Kecamatan Kota Raja.

Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe, S.Sos dalam sambutannya mengingatkan Kepada Camat agar apa yang menjadi hasil pembahasan nanti bisa di serahkan kepada para anggota DPRD Daerah pemiliha Kota Raja agar bisa diperjuangkan, kemudian yang menjadi prioritas juga itu Kantor Lurah Air Nona, tegas Yeskiel Loudoe. (*/Red)

Sumber : Humas Setda Kota Kupang

Wakil Wali Kota Kupang Tinjau Persiapan Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, di dampingi Pimpinan Perangkat Daerah terkait meninjau persiapan pencegahan dan pengendalian penyebaran serta penanggulangan Corona Virus Diseases (Covid-19) di bandara El Tari Kupang dan Rumah Sakit Umum Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang, Selasa (17/03/2020).

Kunjungan di mulai dari bandara El Tari Kupang. Wakil Wali Kota diterima secara langsung oleh General Manager Angkasa Pura 1 Bandara El tari Kupang, Barata Singgih, Kepala Bidang Upaya Kesehatan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Denpasar, Putu Alit Sudarma, S.Km beserta para jajarannya di ruang rapat kantor Angkasa Pura 1 Bandara El tari Kupang.

General Manager Angkasa Pura 1 Bandara El tari Kupang menyampaikan bahwa, persiapan Bandara El Tari sudah sesuai dengan dokumen-dokumen airport disaster management plan. Oleh karena itu kami mengundang anggota komite untuk rapat dan mengaktifkan satus ini. Maksud dan tujuannya adalah untuk melakukan pemantauan lebih intensif lagi, kemudian membuka jalur koordinasi komunikasi kepada seluruh instansi yang ada untuk menyampaikan perkembangan atau sejauh mana penyebaran jenis virus ini terjadi khususnya masuk melalui bandara.

Dalam upaya pencegahan kasus masuknya Virus Covid-19 ini, PT. Angkasa Pura 1 Bandara El tari Kupang telah memasang 2 alat Thermal Scan yang terdapat pada terminal kedatangan internasional dan terminal Kedatangan domestic. Disamping itu juga disiapkan 3 peralatan Thermal Gun yang ditempatkan di pintu masuk keberangkatan. Jadi setiap penumpang yang akan masuk bandara dalam keadaan sakit akan diperiksa kondisi tubuhnya menggunakan alat tersebut.

“Bandara El Tari juga telah dilengkapi fasilitas ruang isolasi, apabila ada penumpang yang Suspect maka akan dibawa ke ruang tersebut, disana ada peralatan medis dan peralatan khusus untuk menangani orang yang memang sudah terindikasi dan dapat disampaikan bahwa peralatan ini dimiliki oleh KKP adalah satu-satunya di provinsi NTT yang ada di bandara El Tari,” tutur Barata.

Wakil Wali Kota Kupang mengatakan tugas kepala daerah ada 2 yaitu pertama dalam memonitor wilayahnya dan yang kedua melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terkait. Istilah monitoring dalam hal ini adalah melakukan pengamatan terhadap penyakit dan cara penyebarannya. Beliau juga menyampaikan bahwa upaya pencegahan terhadap Corona Virus ini bukanlah hal yang baru karena sebelumnya dunia pernah dihadapi dengan virs Mers dan Sars beberapa tahun silam. Penyebaran virus ini hampir sama sehingga pencegahannya dapat dilakukan bersama.

“saya ucapkan terima kasih kepada manajemen Angkasa Pura, kita juga punya ruang isolasi yang sangat tepat darurat sebelum dibawa ke rumah sakit karena satu-satunya rumah sakit yang ditunjuk untuk penangan kasus ini adalah Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes ada juga Rumah Sakit Maumere dan rumah sakit di Labuan Bajo,” lanjut dr. Herman
dr. Hermanus Man juga mengatakan bahwa ruang-ruang publik Kota Kupang akan dinonaktifkan lampunya dan Wi-Fi untuk sementara untuk menghindari titik kumpul massa dalam jumlah besar.
“masyarakat tidak perlu panik dan tetap menjaga kesehatan dan hindari kegiatan-kegitan yang dapat mengumpulkkan massa dalam jumlah besar selama masa inkubasi 14 hari,” tutup Wakil Wali Kota.

Selanjutnya rombongan mengunjungi RSU Prof. Dr. W.Z. Yohanes dan diterima secara langsung oleh direktur Rumah Sakit, dr. Mindo Sinaga. Dalam kunjungannya dr. Herman ingin memastikan salah satu rumah sakit rujukan pasian COVID-19 ini telah memiliki peralatan dan dokter paru-paru dan dokter ahli penunjang lainnya. Beliau menyampaikan bahwa rumah sakit umum sudah sangat siap dalam penanggulangan dan pengobatan termasuk ruang isolasi pasien. (Red)

Sumber : Humas Setda Kota Kupang

Cegah Meluasnya DBD, Pemkot Kupang Gelar Kegiatan Kerja Bakti

NTT AKTUAL. KUPANG. Guna mencegah meluasnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang, Walikota Kupang Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH menginstruksikan kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara se-Kota Kupang untuk menggelar kerja bakti bersama di lingkungan masing-masing.

Menyikapi instruksi Walikota ini Kerja Bakti bersama tersebut digelar serentak oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara se-Kota Kupang di sejumlah titik yang ada di Kota Kupang, Jumat (13/03/2020) pagi.

Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si turun langsung memantau kerja bakti tersebut di sejumlah titik. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Kelurahan Liliba, tepatnya di sekitar lingkungan sekolah SDK Rosa Mystica. Tampak Camat Oebobo Matheos A.H.T Maahury, SE dan Lurah Liliba Victor Makoni, S.Sos bersama jajarannya terjun langsung di lokasi tersebut. Kerja bakti ini melibatkan sejumlah unsur, tidak hanya para ASN, tapi juga Babinsa, Babinkamtibmas Kelurahan Liliba, warga sekitar, para guru dan siswa.

Pj. Sekda menyampaikan terima kasih kepada para guru, para siswa dan warga yang sudah berpartisipasi aktif dalam kerja bakti. Kepada para siswa dia berpesan untuk senantiasa menjaga kebersihan tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga di rumah masing – masing. Dia juga mengimbau untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Menurutnya Pemkot Kupang sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga Kota Kupang untuk tidak membuang sampah sembarang tempat termasuk di lahan kosong yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Ditambahkannya saat ini di Kota Kupang sudah ada bank sampah yang bersedia membeli sampah-sampah yang sudah dikumpulkan. Kepala Sekolah SDK Rosa Mystica, Sr. Florentina Thani, RVM menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang telah menggagas kerja bakti ini dan membantu membersihkan lingkungan di sekitar lokasi sekolah mereka. Pihak sekolah siap memberikan dukungan terhadap program- program semacam ini. Setelah memantau lokasi kerja bakti di Kelurahan Liliba, Pj. Sekda yang didamping Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ernest Ludji melanjutkan pemantauan di Kantor Camat Kota Raja. Tampak Camat Kota Raja, Achrudin Rudi Abubakar, S.Sos, M.Si bersama jajarannya sedang sibuk membersihkan lingkungan sekitar kantor mereka.

Dalam jumpa pers bersama awak media usai pemantauan tersebut, Pj. Sekda menyampaikan kerja bakti ini dilaksanakan sesuai arahan Wali Kota Kupang untuk melaksanakan gerakan massal membersihkan lingkungan dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat, sekolah, puskesmas dan ASN di lingkup pemerintah Kota Kupang. Gerakan ini untuk mengantisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kasusnya cukup banyak di NTT khususnya di Kota Kupang.

Diakuinya ketika turun ke lapangan pagi tadi pelaksanaannya cukup baik, di mana pihak Kelurahan Liliba dan kecamatan serta sekolah tampak mengambil bagian dalam membersihkan lingkungan. Selain itu Pj Sekda berkesempatan juga melakukan sosialisasi cara mencuci tangan yang benar untuk menghindari bakteri dan virus yang dapat menimbulkan penyakit dan juga penyuluhan mengenai mengantisipasi DBD. “Harapan kita kerja bakti ini dapat menjadi budaya masyarakat untuk membersihkan lingkungannya sendiri,” tegasnya.

Selain itu dia berharap peran puskesmas dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan langkah-langkah membersihkan lingkungan terus ditingkatkan. Dia yakin masalah kebersihan akan teratasi dan masalah penyakit kaitan dengan DBD yang hidup pada area-area genangan air dapat teratasi dan bahkan budaya mengubur sampah yang sifatnya menjadi tempat genangan air dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri tanpa harus dipaksakan. Saat ini proses foging massal juga sudah dilakukan untuk seluruh daerah yang dianggap endemik.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, SKM, M.Kes pada kesempatan yang terpisah menyampaikan saat ini terhitung sejak Januari 2020 lalu sudah ada 483 kasus DBD di Kota Kupang dan lima di antaranya meninggal dunia. Kelima korban tersebut berdomisili di Wilayah Kecamatan Maulafa yang angka bebas jentiknya masih di bawah 40 persen. Kerja bakti yang diselenggarakan Pemkot hari ini merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan angka bebas jentik tersebut. (Red)

Sumber : Humas Setda Kota Kupang

Penjabat Sekda Kota Kupang Hadiri Launching Aplikasi QRIS

NTT AKTUAL. KUPANG. Penjabat Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata,M.Si hadir dalam acara Pekan QRIS Nasional 2020 Sosialisasi Sistem Pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Centra UMKM C&A Jalam Frans Seda, Selasa (10/3/2020).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa QRIS ini adalah terobosan sistem pembayaran dalam dunia digital yang berkembang sangat cepat.QRIS memudahkan tranksaksi keuangan melalui smartphone terutama bagi pelaku UMKM, keuntungan dari QRIS yaitu smua pendapatan dan transaksi keuangan akan tercatat dalam data penjualan sehingga akan diketahui berapa total penjualannya karena terdata dengan rapi.

Aplikasi QRIS adalah jasa pembayaran yang sah dan resmi dari Bank Indonesia. Penggunaan QRIS telah digunakan di 10 UMKM di NTT dan ditargetkan akan mencapai 100 UMKM terutama di Kota Kupang melalui penggunaan Smartphone sehingga mendorong penguatan dan pertumbuhan Ekonomi terutama bagi pelaku UMKM.

Sementara itu Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata,M.Si, yang didaulat menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang mengapresiasi kegiatan tersebut dalam rangka membangun kota kupang khususnya dalam bidang UMKM . Pemerintah Kota mendukung penuh kebijakan pembayaran non tunai melalui Aplikasi QRIS. Tahun 2019 pemerintah kota kupang telah mencanangkan sistem smart city dan tagline ‘Ayo Berubah’.

Karena itu dengan semangat perubahaan dan smart sistem maka sejak tahun 2019 Pemerintah Kota telah bekerja sama dengan beberapa pihak Bank agar proses pengeluaran dalam bentuk pembayaran non tunai terutama pembayaran gaji dan pembelanjaan serta perjalanan dinas. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang menambahkan bahwa dengan adanya Aplikasi QRIS maka akan sangat mempermudah tranksaksi keuangan serta memperkecil kemungkinan penggunaan dan peredaran uang palsu sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan dalam transaksi non tunai, iapun menghimbau kepada seluruh pelaku UMKM di Kota Kupang agar berpartisipasi dalam menggunakan Aplikasi QRIS karena telah digunakan oleh beberapa hotel dan restoran di Kota Kupang sehingga terkendali dan terlindung saat melakukan transaksi keuangan.

Turut hadir dalam kegiatan yaitu Owner Centra UMKM C&A Bapak Ricardus Outniel Yonathan, Kepala Bank Mandiri cabang Kupang Bapak. I Gede Dewa Satriawan, Perwakilan PJSP Non Bank Link Aja Corporate Aldi Diantoro, UMKM Binaan Bank NTT, UMKM/Pedagang binaan C&A, Pengelola Galery Dekranasda NTT, partisipan PJSP Bank yaitu Bank BRI, Bank Nobu, Bank Mandiri. (Red)

Sumber : Humas Setda Kota Kupang

Hari ini, PJ. Sekda Kota Kupang Lantik Sepuluh Orang Pejabat

NTT AKTUAL.KUPANG. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si, hari ini Senin (9/03/2020) melantik dan mengambil Sumpah Jabatan sepuluh orang Pejabat Pengawas pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang berdasarkan Perubahan Nomenklatur Terbaru pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang dan Keputusan Wali Kota Kupang Nomor: BKPPD.821/306/D/III/2020 di Ruang Garuda Kantor Walikota Kupang.

Turut hadir dalam acara pelantikan ini Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang, Abraham David Evil Manafe, S.IP, M.Si.

Adapun pejabat yang dilantik antara lain :

1. Serafina Yohana Teti, SE sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Pada Sekretariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang.

2. Ida Rumaida, SE sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan Pada Sekretariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang.

3. Emi Luan, SH, sebagai Kepala Seksi Pembinaan Perangkat Daerah pada Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang.

4. Ngamal Petronela, B.BM, sebagai Kepala Seksi Pembinaan Lembaga Pendidikan, Perusahaan Swasta, BUMD, Perusahaan, Ormas/Parpol dan Masyarakat pada Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang.

5. Arifin Dekson Anawart Non, S.Sos, sebagai Kepala Seksi Pengawasan Kearsipan pada Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang.

6. Hendry Ricardo Foenale, SE, sebagai Kepala Seksi Layanan Sistem Informasi Kearsipan dan Pemanfaatan Arsip pada Bidang Pengelolaan Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang.

7. Yappy Piet Manafe, SH, sebagai Kepala Seksi Layanan Otomasi dan Kerja Sama Perpustakaan pada Bidang Pengelolaan, Layanan dan Pelestarian Perpustakaan Kota Kupang.

8. Salma Tokan, sebagai Kepala Seksi Pelestarian Bahan Perpustakaan pada Bidang Pengolahan, Layanan dan Pelestarian Perpustakaan Kota Kupang.

9. Heo Julianus Lado, SH sebagai Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan pada Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang.

10. Yefta Marsel Benyamin, SH, sebagai Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan pada Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang. (*/Red)

Sumber : Humas Setda Kota Kupang